P. 1
Pengertian Etnografi

Pengertian Etnografi

|Views: 369|Likes:
Published by rian_anggraini

More info:

Published by: rian_anggraini on Jun 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2013

pdf

text

original

Pengertian Etnografi

EtnograIi adalah berasal dari kata ethnos yang berarti bangsa dan graphein yang berarti tulisan atau uraian.
Jadi berdasarkan asal katanya, etnograIi berarti tulisan tentang/ mengenai bangsa. Namun pengertian
tentang etnograIi tidak hanya sampai sebatas itu. Burhan Bungin ( 2008:220) mengatakan etnograIi
merupakan embrio dari antropologi. Artinya etnograIi lahir dari antropologi di mana iika kita berbicara
etnograIi maka kita tidak lepas dari antropologi setidaknya kita sudah mempelaiari dasar dari antropologi.
EtnograIi merupakan ciri khas antropologi artinya etnograIi merupakan metode penelitian lapangan asli
dari antropologi ( Marzali 2005:42).

EtnograIi biasanya berisikan/menceritakan tentang suku bangsa atau suatu masyarakat yang biasanya
diceritakan yaitu mengenai kebudayaan suku atau masyarakat tersebut. Dalam membuat sebuah etnograIi,
seorang penulis etnograIi (etnograIer) selalu hidup atau tinggal bersama dengan masyarakat yang
ditelitinya yang lamanya tidak dapat dipastikan, ada yang berbulan-bulan dan ada iuga sampai bertahun-
tahun. Sewaktu meneliti masyarakat seorang etnograIer biasanya melakukan pendekatan secara holistik
dan mendiskripsikannya secara mendalam atau menditeil untuk memproleh native`s point oI view. Serta
metode pengumpulan data yang digunakan biasanya wawancara mendalam ( depth interview) dan
obserpasi partisipasi di mana metode pengumpulan data ini sangat sesuai dengan tuiuan awal yaitu
mendeskripsiakan secara mendalam.
Membuat etnograIi iuga merupakan hal yang waiib dilakukan uuntuk para sariana antropologi. Seperti
yang ditulis oleh Marzali (2005: 42):
' Bagaimanapun, etnograIi adalah pekeriaan tingkat awal dari seorang ahli antropologi yang propesional.
EtnograIi adalah satu pekeriaan inisiasi bagi yang ingin maniadi ahli antropologi proIessional. Seseorang
tidak mungkin dapat diakui sebagai seorang ahli antropologi proIessional iika sebelumnya dia tidak
melakukan sebuah etnograIi, dan melaporkan hasil penelitiannya. Hasil penelitiannya ini harus dinilai
kualitasnya.Untuk meningkat ke peringkat yang lebih tinggi maka.pekeriaan yang harus dilakukan
selaniutnya adalah apa yang disebut sebagai comperative study, basik secara diakronis maupun secara
sinkronis¨
Jika kita membaca tulisan tersebut, terlihat penulis ingin menekankan bahwa membuat etnograIi itu
merupakan suatu kewaiiban. Sesorang sariana antropologi waiib menghasilkan sebuah etnograIi iika belum
maka seseorang tersebut belum dikatakan seorang sariana antropologi. Namun iika sudah maka seseorang
tersebut berhak untuk dikatakan seorang sariana antropologi namun belum bisa dikatakan sebagai ahli
antropologi sesungguhnya ( ahli etnologi ). Seseorang dikatakan ahli etnologi apabila seseorang tersebut
melakukan pekeriaan yang lebih tinggi yaitu comparative study dalam basic diakronis maupun sinkronis.

DaItar Buku

Marzali, Amri.2005. Antropologi dan Pembangunan Indonesia, Kencana, Jakarta.
Bungin, Burhan.2008. Penelitian KualitatiI, Kencana, Jakarta.
hLLpť//LeorlanLropoloalŦbloaspoLŦcom/2011/02/penaerLlanŴeLnoaraflŦhLml








ETNOGRAFI
Pengertian Etnografi
Istilah EtnograIi berasal dari bahasa yunani kuno, Etnos dan Graphy. Etnos berarti bangsa
dan graIi berarti diskripsi atau pelukisan. Dengan demikian etnograIi adalah pelukisan
mengenai bangsa-bangsa .
Ada bermacam-macam bentuk etnografi diantaranya adalah :
1. Etnogafi komunikasi adalah metode analisis wacana padalinguistik yang mengacu
pada antropologi bidang etnografi.. Tidak seperti etnograIi benar, namun, dibutuhkan kedua
bahasa dan budaya meniadi pokok maupun konstruktiI. Menurut Deborah Cameron (2001),
EOC dapat dibayangkan sebagai penerapan metode etnograIi dengan pola komunikasi dari
satu grup. Littleiohn & Foss (2005) ingat bahwaDell Hvmes menuniukkan bahwa "budaya
berkomunikasi dalam berbagai cara, tetapi semua bentuk komunikasi memerlukan kode
bersama, komunikator yang tahu dan menggunakan kode, saluran, setting, bentuk pesan,
sebuah topik, dan acara yang dibuat oleh pengiriman pesan (hal 312). "
Jadi, etnograIi komunikasi dapat digunakan sebagai sarana untuk mempelaiari interaksi di
antara anggota dari berbagai budaya: untuk dapat memahami yang komunikasi tindakan dan /
atau kode ini penting bagi kelompok-kelompok yang berbeda, apa arti ienis kelompok yang
berbeda berlaku untuk aktivitas komunikasi, dan bagaimana anggota kelompok belaiar ini
menyediakan inIormasi tentang kode tertentu masyarakat.. InIormasi tambahan ini dapat
digunakan untuk meningkatkan komunikasi dengan anggota kelompok, memahami anggota
kelompok 'keputusan, dan membedakan dari kelompok satu sama lain, antara lain.
Diposkan oleh FISIP WIJAYA PUTRA di 22:56
hLLpť//prlvoŴflslpwpŦbloaspoLŦcom/2009/02/eLnoaraflŦhLml















!enlsŴ!enls LLnoarafl MenuruL Creswell (2008ť 473) penellLlan eLnoarafl memlllkl beraaam benLukŦ
Akan LeLaplţ [enls uLama vana serlna muncul dalam laporanŴlaporan penellLlan pendldlkan adalah
eLnoarafl reallsţ sLudl kasusţ dan eLnoarafl krlLlsŦ
1Ŧ LLnoarafl 8ealls LLnoarafl realls merupakan pendekaLan vana populer dl kalanaan anLropoloaŦ
ÞendekaLan lnl berupava menaaambarkan slLuasl budava para parLlslpan secara
obvekLlf berdasarkan lnformasl vana dlperoleh lanasuna darl para parLlslpan dl lapanaan penellLlan
dan dlpaparkan denaan menaaunakan suduL pandana orana keLlaa (Lhlrd person polnL of vlew)Ŧ
Creswell (2008ť 473) menauralkan Llaa clrl khas eLnoarafl reallsŦ ÞerLamaţ penellLl menaunakapkan
laporan penellLlannva melalul pandana orana keLlaa berdasarkan daLa vana dlperoleh melalul
penaamaLan aLas parLlslpan dan pandanaanŴpandanaan merekaŦ ÞenellLl Lldak mellbaLkan refleksl
perlbadlnva dan berupava berLlndak hanva sebaaal pellpuL fakLaŴfakLaŦ keduaţ penellLl memaparkan
daLaŴdaLa obvekLlf dalam benLuk lnformasl vana Lerukur dan bebas darl blasţ aflllasl pollLlkţ dan
penllalan personalŦ ÞenellLl boleh menalkuLserLakan daLaŴdaLa LenLana kehldupan seharlŴharl para
parLlslpan vana dlsusun dalam kaLeaorlŴkaLeaorl sLandar penaaambaran kulLuralţ seperLl keluaraaţ
slsLem sLaLusţ [arlnaanŴ[arlnaan soslalţ dan lalnŴlalnŦ keLlaaţ penellLl menaunakapkan pandanaan para
parLlslpan melalul kuLlpanŴkuLlpan penuLuran mereka vana dledlL Lanpa merubah maknaŦ ÞenellLl
menvaLakan lnLerpreLaslnva LenLana aambaran budava vana dlLellLl pada baalan akhlr laporanŦ
2Ŧ SLudl kasus Sebaaal sebuah benLuk eLnoaraflţ sLudl kasus dldeflnlslkan sebaaal ºan lnŴdepLh
exploraLlon of a bounded svsLem (eŦaŦ an acLlvlLvţ evenLţ processţ or lndlvlduals) based on exLenslve
collecLlon" (Creswellţ 2008ť 476)Ŧ lsLllah ºbounded" aLau ºLerbaLas" dalam deflnlsl lnl berarLl bahwa
ūkasus vana dlLellLl Lerplsah darl halŴhal laln dalam dlmensl wakLuţ LempaLţ dan baLasŴbaLas flslk
LerLenLuŦ uenaan demlklanţ hasll penellLlan vana dlperoleh hanva berlaku baal ob[ek vana dlLellLl dan
Lldak dapaL dlaenerallsasl pada ob[ek laln mesklpun maslh se[enlsŦ ualam llmu pslkoloalţ sLudl kasus
dldeflnlslkan sebaaal ºan lnŴdepLh sLudv of one personŦ" (Waanerţ 2009)Ŧ kebanvakan karva dan
Leorl lreud dlkembanakan berdasarkan berbaaal sLudl kasus Lerhadap lndlvldu vana dllakukan
denaan menaanallsls seLlap aspek dan penaalaman hldup seseorana unLuk menemukan polaŴpola
dan penvebab Llnakah laku orana LersebuLŦ Cbvek vana blasanva dlLellLl denaan prosedur lnl
memlllkl karakLerlsLlk berlkuLŦ ÞerLamaţ kasus blsa berbenLuk lndlvldu Lunaaalţ beberapa lndlvldu
vana Lerplsah dalam sebuah kelompok khususţ sebuah proaramţ perlsLlwaŴperlsLlwa vana
berhubunaan eraLţ aLau akLlvlLasŴakLlvlLasŦ !adlţ dalam konLeks pendldlkan kasus vana dlLellLl blsa
berbenLuk ºkehldupan Seorana Curu 1eladan naslonal Sebaaal Þendldlk"ţ ºlnLervensl 8ahasa lbu
dalam Þelafalan 8ahasa lnaarls oleh SlswaŴSlswa 8erkebanasaan !epana dl Sekolah lnLernaslonal
Clobal !akarLa"ţ ºupavaŴupava kelompok uosen 8ahasa lnaarls dl unlverslLas x MenlnakaLkan
kuallLas Þembela[aran 8ahasa lnaarls Mahaslswa"ţ ºÞroses Þembela[aran Menulls SuraL nlaaa dl
SMk x"ţ ºÞroses Þenullsan 8uku A[ar 8eadlna Comprehenslon dl Þroaram SLudl Þendldlkan 8ahasa
lnaarls unlverslLas x"ţ dan lalnŴlalnŦ


Ŧ LLnoarafl krlLls LLnoarafl krlLls merupakan pendekaLan penellLlan vana dlaunakan unLuk
membanLu dan memberdavakan kelompokŴkelompok masvarakaL vana Lermar[lnallsaslŦ LLnoarafer
krlLls blasanva merupakan lndlvldu berplklran pollLls vanaţ melalul penellLlannvaţ lnaln memberlkan
banLuan melawan keLldakadllan dan penlndasanŦ LLnoarafer krlLlsţ mlsalnvaţ blsa menellLl sebuah
sekolah vana memberl perlakuan lsLlmewa Lerhadap slswa darl aolonaan LerLenLuţ menclpLakan
slLuasl vana Lldak mendukuna baal slswa darl kelompok LerLenLuţ aLau cenderuna menaanaaap slswa
laklŴlakl berplklran leblh loals darlpada slswa perempuanţ dan sebaaalnvaŦ kekhususan eLnoarafl
krlLls membuaL prosedurnva memlllkl berbaaal clrl khasŦ
MenuruL Creswell (2008ť 478) clrl khas eLnoarafl krlLls adalah sebaaal berlkuLŦ
*ÞerLamaţ eLnoarafer krlLls mempela[arl lsuŴlsu soslal LenLana kekuasaanţ pemberdavaanţ
keLldakadllanţ domlnaslţ represlţ heaemonvţ dan penlndasanŦ
*keduaţ penellLlan dlarahkan unLuk menahenLlkan maralnallsasl Lerhadap lndlvlduŴlndlvldu vana
dlLellLl denaan cara beker[asamaţ berparLlslpasl akLlfţ meneaoslaslkan laporan akhlr denaan para
parLlslpanţ dan memberlkan banLuan aLau perhaLlan keLlka memasukl dan menlnaaalkan lapanaan
penellLlanŦ
*keLlaaţ eLnoarafer krlLls menvadarl bahwa lnLerpreLaslnva dlpenaaruhl oleh kebudavaannva sendlrlŦ
Cleh karena lLuţ lnLerpreLasl LersebuL berslfaL LenLaLlfţ selalu dapaL dlperLanvakanţ dan dldasarkan
pada pandanaan para parLlslpan dan pembacaŦ
*keempaLţ eLnoarafer krlLls menempaLkan dlrlnva sebaaal pemberdava para parLlslpan sehlnaaa
laporan penellLlannva memuaL orlenLasl pada nllalŴnllalţ pemberdavaan parLlslpan melalul
penlnakaLan oLorlLasţ dan LanLanaan kepada sLaLusŴquoŦ AklbaLnvaţ eLnoarafer krlLls Lldak laal
berLlndak sebaaal penaamaL ob[ekLlfŸseperLl vana dllakukan eLnoarafer reallsŦ
*kellmaţ poslsl eLnoarafer krlLls vana Lldak neLral memunaklnkan baalnva unLuk menvarankan
perubahan dalam masvarakaL aaar kelompokŴkelompok vana selama lnl Lerplnaalrkan Lldak laal
dlmaralnalkanŦ
* keenamţ laporan penellLlan memuaL daLa vana varlaLlfţ ber[en[anaţ dan konLradlkLlf vana dlperoleh
denaan beraaam meLodeŦ

6 kepada sLaLusŴquoŦ AklbaLnvaţ eLnoarafer krlLls Lldak laal berLlndak sebaaal penaamaL ob[ekLlfŸ
seperLl vana dllakukan eLnoarafer reallsŦ





karakLerlsLlk Þokok LLnoarafl MenalnaaL bealLu beraaamnva clrlŴclrl khas vana dlmlllkl maslnaŴ
maslna [enls eLnoarafl seperLl LerllhaL pada eLnoarafl reallsţ sLudl kasusţ dan eLnoarafl krlLlsţ sullL
menenLukan karakLerlsLlk umum vana LerdapaL dalam semua [enls lLuŦ Akan LeLaplţ unLuk Lu[uan
menaenal penellLlan eLnoarafl sehlnaaa penellLlan lnl dapaL dlbedakan darl penellLlan kuallLaLlf
lalnnvaţ pemahaman Lerhadap keLu[uh karakLerlsLlk berlkuL sudah sanaaL memadalŦ 1Ŧ 1emaŴ1ema
kulLural LLnoarafer pada umumnva menellLl LemaŴLema budava vana dladopsl darl bldana
anLropoloal kulLuralŦ ualam eLnoarafl Lema kulLural dldeflnlslkan sebaaal sebuah pandanaan umum
vana dldukuna oleh sebuah masvarakaLţ balk secara lanasuna aLau LerslraL (Creswellţ 2008ť 480)Ŧ
1u[uan eLnoarafer bukanlah mencarl polaŴpola Llnakah lakuţ kevaklnan vana munakln sudah LerllhaL
LeLapl menambah penaeLahuan LenLana baalanŴbaalan darl kebudavaan dan menellLl LemaŴLema
kebudavaan vana speslflkŦ 2Ŧ Sebuah kelompok kulLural LLnoarafers pada umumnva menellLl suaLu
unsur budava vana secara bersamaŴ sama dlmlllkl sekelompok lndlvldu pada sebuah lapanaan
penellLlan (seperLl auruŴauru bahasa lnaarls Su dl sebuah kecamaLanţ slswa sebuah kelasţ
sekelompok mahaslswa vana sedana melaksanakan ÞÞL)Ŧ uenaan demlklanţ parLlslpan vana dlLellLl
blasanva Lerdlrl darl beberapa lndlvldu vana LerlkaL oleh saLu aLau leblh unsur kebudavaanŦ
Mesklpun demlklanţ eLnoaraflŸkhususnva sLudl kasusŸblsa [uaa dlLerapkan kepada
4 obvekLlf berdasarkan lnformasl vana dlperoleh lanasuna darl para parLlslpan dl lapanaan penellLlan
dan dlpaparkan denaan menaaunakan suduL pandana orana keLlaa (Lhlrd person polnL of vlew)Ŧ
Creswell (2008ť 473) menauralkan Llaa clrl khas eLnoarafl reallsŦ ÞerLamaţ penellLl menaunakapkan
laporan penellLlannva melalul pandana orana keLlaa berdasarkan daLa vana dlperoleh melalul
penaamaLan aLas parLlslpan dan pandanaanŴpandanaan merekaŦ ÞenellLl Lldak mellbaLkan refleksl
perlbadlnva dan berupava berLlndak hanva sebaaal pellpuL fakLaŴfakLaŦ keduaţ penellLl memaparkan
daLaŴdaLa obvekLlf dalam benLuk lnformasl vana Lerukur dan bebas darl blasţ aflllasl pollLlkţ dan
penllalan personalŦ ÞenellLl boleh menalkuLserLakan daLaŴdaLa LenLana kehldupan seharlŴharl para
parLlslpan vana dlsusun dalam kaLeaorlŴkaLeaorl sLandar penaaambaran kulLuralţ seperLl keluaraaţ
slsLem sLaLusţ [arlnaanŴ[arlnaan soslalţ dan lalnŴlalnŦ keLlaaţ penellLl menaunakapkan pandanaan para
parLlslpan melalul kuLlpanŴkuLlpan penuLuran mereka vana dledlL Lanpa merubah maknaŦ ÞenellLl
menvaLakan lnLerpreLaslnva LenLana aambaran budava vana dlLellLl pada baalan akhlr laporanŦ 2Ŧ
SLudl kasus Sebaaal sebuah benLuk eLnoaraflţ sLudl kasus dldeflnlslkan sebaaal ºan lnŴdepLh
exploraLlon of a bounded svsLem (eŦaŦ an acLlvlLvţ evenLţ processţ or lndlvlduals) based on exLenslve
collecLlon" (Creswellţ 2008ť 476)Ŧ lsLllah ºbounded" aLau ºLerbaLas" dalam deflnlsl lnl berarLl bahwa
ūkasus vana dlLellLl Lerplsah darl halŴhal laln dalam dlmensl wakLuţ LempaLţ dan baLasŴbaLas flslk
LerLenLuŦ uenaan demlklanţ hasll penellLlan vana dlperoleh hanva berlaku baal ob[ek vana dlLellLl dan
Lldak dapaL dlaenerallsasl pada ob[ek laln mesklpun maslh se[enlsŦ ualam llmu pslkoloalţ sLudl kasus
dldeflnlslkan sebaaal ºan lnŴdepLh sLudv of one personŦ" (Waanerţ 2009)Ŧ kebanvakan karva dan
Leorl lreud dlkembanakan berdasarkan berbaaal sLudl kasus Lerhadap lndlvldu vana dllakukan
denaan menaanallsls seLlap aspek dan penaalaman hldup seseorana unLuk menemukan polaŴpola
dan penvebab Llnakah laku orana LersebuLŦ Cbvek vana blasanva dlLellLl denaan prosedur lnl
memlllkl karakLerlsLlk berlkuLŦ ÞerLamaţ kasus blsa berbenLuk lndlvldu Lunaaalţ beberapa lndlvldu
vana Lerplsah dalam sebuah kelompok khususţ sebuah proaramţ perlsLlwaŴperlsLlwa vana
berhubunaan
3 eraLţ aLau akLlvlLasŴakLlvlLasŦ !adlţ dalam konLeks pendldlkan kasus vana dlLellLl blsa berbenLuk
ºkehldupan Seorana Curu 1eladan naslonal Sebaaal Þendldlk"ţ ºlnLervensl 8ahasa lbu dalam
Þelafalan 8ahasa lnaarls oleh SlswaŴSlswa 8erkebanasaan !epana dl Sekolah lnLernaslonal Clobal
!akarLa"ţ ºupavaŴupava kelompok uosen 8ahasa lnaarls dl unlverslLas x MenlnakaLkan kuallLas
Þembela[aran 8ahasa lnaarls Mahaslswa"ţ ºÞroses Þembela[aran Menulls SuraL nlaaa dl SMk x"ţ
ºÞroses Þenullsan 8uku A[ar 8eadlna Comprehenslon dl Þroaram SLudl Þendldlkan 8ahasa lnaarls
unlverslLas x"ţ dan lalnŴlalnŦ Ŧ LLnoarafl krlLls LLnoarafl krlLls merupakan pendekaLan penellLlan
vana dlaunakan unLuk membanLu dan memberdavakan kelompokŴkelompok masvarakaL vana
Lermar[lnallsaslŦ LLnoarafer krlLls blasanva merupakan lndlvldu berplklran pollLls vanaţ melalul
penellLlannvaţ lnaln memberlkan banLuan melawan keLldakadllan dan penlndasanŦ LLnoarafer krlLlsţ
mlsalnvaţ blsa menellLl sebuah sekolah vana memberl perlakuan lsLlmewa Lerhadap slswa darl
aolonaan LerLenLuţ menclpLakan slLuasl vana Lldak mendukuna baal slswa darl kelompok LerLenLuţ
aLau cenderuna menaanaaap slswa laklŴlakl berplklran leblh loals darlpada slswa perempuanţ dan
sebaaalnvaŦ kekhususan eLnoarafl krlLls membuaL prosedurnva memlllkl berbaaal clrl khasŦ MenuruL
Creswell (2008ť 478) clrl khas eLnoarafl krlLls adalah sebaaal berlkuLŦ ÞerLamaţ eLnoarafer krlLls
mempela[arl lsuŴlsu soslal LenLana kekuasaanţ pemberdavaanţ keLldakadllanţ domlnaslţ represlţ
heaemonvţ dan penlndasanŦ keduaţ penellLlan dlarahkan unLuk menahenLlkan maralnallsasl
Lerhadap lndlvlduŴlndlvldu vana dlLellLl denaan cara beker[asamaţ berparLlslpasl akLlfţ
meneaoslaslkan laporan akhlr denaan para parLlslpanţ dan memberlkan banLuan aLau perhaLlan
keLlka memasukl dan menlnaaalkan lapanaan penellLlanŦ keLlaaţ eLnoarafer krlLls menvadarl bahwa
lnLerpreLaslnva dlpenaaruhl oleh kebudavaannva sendlrlŦ Cleh karena lLuţ lnLerpreLasl LersebuL
berslfaL LenLaLlfţ selalu dapaL dlperLanvakanţ dan dldasarkan pada pandanaan para parLlslpan dan
pembacaŦ keempaLţ eLnoarafer krlLls menempaLkan dlrlnva sebaaal pemberdava para parLlslpan
sehlnaaa laporan penellLlannva memuaL orlenLasl pada nllalŴnllalţ pemberdavaan parLlslpan melalul
penlnakaLan oLorlLasţ dan LanLanaan
6 kepada sLaLusŴquoŦ AklbaLnvaţ eLnoarafer krlLls Lldak laal berLlndak sebaaal penaamaL ob[ekLlfŸ
seperLl vana dllakukan eLnoarafer reallsŦ kellmaţ poslsl eLnoarafer krlLls vana Lldak neLral
memunaklnkan baalnva unLuk menvarankan perubahan dalam masvarakaL aaar kelompokŴkelompok
vana selama lnl Lerplnaalrkan Lldak laal dlmaralnalkanŦ keenamţ laporan penellLlan memuaL daLa
vana varlaLlfţ ber[en[anaţ dan konLradlkLlf vana dlperoleh denaan beraaam meLodeŦ karakLerlsLlk
Þokok LLnoarafl MenalnaaL bealLu beraaamnva clrlŴclrl khas vana dlmlllkl maslnaŴmaslna [enls
eLnoarafl seperLl LerllhaL pada eLnoarafl reallsţ sLudl kasusţ dan eLnoarafl krlLlsţ sullL menenLukan
karakLerlsLlk umum vana LerdapaL dalam semua [enls lLuŦ Akan LeLaplţ unLuk Lu[uan menaenal
penellLlan eLnoarafl sehlnaaa penellLlan lnl dapaL dlbedakan darl penellLlan kuallLaLlf lalnnvaţ
pemahaman Lerhadap keLu[uh karakLerlsLlk berlkuL sudah sanaaL memadalŦ 1Ŧ 1emaŴ1ema kulLural
LLnoarafer pada umumnva menellLl LemaŴLema budava vana dladopsl darl bldana anLropoloal
kulLuralŦ ualam eLnoarafl Lema kulLural dldeflnlslkan sebaaal sebuah pandanaan umum vana
dldukuna oleh sebuah masvarakaLţ balk secara lanasuna aLau LerslraL (Creswellţ 2008ť 480)Ŧ 1u[uan
eLnoarafer bukanlah mencarl polaŴpola Llnakah lakuţ kevaklnan vana munakln sudah LerllhaL LeLapl
menambah penaeLahuan LenLana baalanŴbaalan darl kebudavaan dan menellLl LemaŴLema
kebudavaan vana speslflkŦ 2Ŧ Sebuah kelompok kulLural LLnoarafers pada umumnva menellLl suaLu
unsur budava vana secara bersamaŴ sama dlmlllkl sekelompok lndlvldu pada sebuah lapanaan
penellLlan (seperLl auruŴauru bahasa lnaarls Su dl sebuah kecamaLanţ slswa sebuah kelasţ
sekelompok mahaslswa vana sedana melaksanakan ÞÞL)Ŧ uenaan demlklanţ parLlslpan vana dlLellLl
blasanva Lerdlrl darl beberapa lndlvldu vana LerlkaL oleh saLu aLau leblh unsur kebudavaanŦ
Mesklpun demlklanţ eLnoaraflŸkhususnva sLudl kasusŸblsa [uaa dlLerapkan kepada


7 seorana lndlvldu (seperLl seorana kepala sekolahţ seorana penLer[emah profeslonalţ dan lalnŴlaln)Ŧ
Ŧ kepemlllkan 8ersama aLas ÞolaŴÞola 1lnakah lakuţ kevaklnanţ dan 8ahasa LLnoarafer berLu[uan
menemukan polaŴpola Llnakah lakuţ kevaklnanţ dan bahasa vana dlmlllkl/dladopsl secara bersamaŴ
sama oleh sekelompok lndlvldu dalam kurun wakLu LerLenLuŦ ?ana dlmaksud denaan Llnakah laku
dalam eLnoarafl adalah Llndakan vana dllakukan oleh lndlvldu dalam sebuah laLar kulLuralŦ
Sedanakan kevaklnan berhubunaan denaan baaalmana lndlvldu berplklr aLaumemahaml sesuaLu
dalam sebuah laLar kulLuralŦ 8ahasa dalam eLnoaafl meru[uk pada baaalmana lndlvldu berblcara
denaan orana laln dalam sebuah laLar kulLuralŦ1u[uan unLuk menemukan polaŴpola Llnakah lakuţ
kevaklnanţ dan bahasa vana dlmlllkl bersama lnl menalmpllkaslkan dua poln penLlnaŦ ÞerLamaţ
kelompok vana dlLellLl harus memlllkl/menaanuL polaŴpola bersama vana dapaL dldeLeksl oleh
penellLlŦ keduaţ seLlap anaaoLa kelompok vana dlLellLl samaŴsama menaadopsl seLlap Llnakah lakuţ
kevaklnanţ dan bahasa maupun komblnasl keLlaa unsur lLuŦ 4Ŧ ÞenellLlan Lapanaan ÞenellLlan
lapanaan dalam konLeks eLnoarafl berarLl penellLl men[arlna daLa dl lokasl LempaL parLlslpan dan
polaŴpola kulLural vana dlLellLl beradaŦ LLnoarafer men[arlna daLa denaan cara Llnaaal bersama
denaan para parLlslpan unLuk menaamaLl baaalmana mereka polaŴpola vana mereka aunakan keLlka
beker[aţ bersanLalţ berlbadahţ dan lalnŴlalnŦ unLuk memperoleh pemahaman vana leblh mendalamţ
penellLl blsa LuruL serLa beker[aţ bermalnţ aLau berlbadah denaan para parLlslpanŦ 8ukan Lldak
munakln seorana eLnoarafer vana sedana menellLl slsLem pernlkahan dl sebuah komunlLas [uaa
menlkahl salah seorana parLlslpan unLuk memperoleh pemahaman vana mendalamŦ uaLaŴdaLa vana
dl[arlna eLnoarafer dlbedakan ke dalam Llaa [enlsť daLa emlkţ daLa eLlkţ dan daLa neaoslaslŦ uaLa emlk
merupakan lnformasl vana dlberlkan lanasuna oleh para parLlslpanŦ uaLa lnl serlna dlsebuL sebaaal
konsepŴkonsep LlnakaL perLamaţ vana berbenLuk bahasa lokalţ pemlklranŴpemlklranţ caraŴcara
berekspresl vana
8 dlmlllkl/dlaunakan secara bersamaŴsama oleh para parLlslpanŦ uaLa eLlk merupakan lnformasl
berbenLuk lnLerpreLasl penellLl vana dlbuaL sesual denaan perspekLlf para parLlslpanŦ uaLa lnl serlna
dlsebuL sebaaal konsepŴkonsep LlnakaL keduaţ valLu unakapanŴunakapan aLau Lermlnoloal vana
dlbuaL penellLl unLuk menvaLakan fenomena vana sama denaan vana dlunakapkan para parLlslpanŦ
uaLa neaolsasl merupakan lnformasl vana dlseLu[ul bersama oleh para parLlslpan dan penellLl unLuk
dlaunakan dalam penellLlanŦ neaolsasl dapaL Ler[adl dalam Lahapan vana berbedaŴbeda selama
pelaksanaan penellLlanŦ ul awal penellLlanţ mlsalnvaţ para parLlslpan dan penellLl mevepakaLl
bldanaŴbldana apa sa[a vana akan dlaall oleh penellLlţ baaalmana memperlakukan seLlap lndlvldu dl
lapanaan penellLlanţ dan laln sebaaalnvaţ dan sebaaalnvaŦ Þada saaL penellLlan berlanasunaţ penellLl
dapaL menaklalflkasl maknaţ penaaunaanţdan ruana llnakup sebuah unakapanŦ 3Ŧ ueskrlpslţ 1emaŴ
1emaţ dan lnLerpreLasl 1u[uan penellLlan eLnoarafl adalah menaaambarkan dan menaanallsls budava
vana dlmlllkl bersama oleh sekelompok lndlvldu serLa membuaL lnLerpreLasl LenLana polaŴpola vana
LerllhaL maupun dldenaarŦ SewakLu menaumpulkan daLaţ eLnoarafer pada haklkaLnva sudah mulal
menaer[akan penellLlannva karena pada saaL lLu dla Lelah melakukan anallsls daLa unLuk
mendeskrlpslkan para parLlslpan dan lapanaan LempaL budava vana dlmlllkl bersama lLu beradaŦ
Þada saaL vana sama penellLl [uaa secara slmulLan menaanallsls polaŴpola Llnakah lakuţ kevaklnanţ
dan bahasa serLa menarlk keslmpulan LenLana makna vana dlperoleh darl penaamaLan Lerhadap
parLlslpan dan lapanaan penellLlaŦ ualam eLnoarafl deskrlpsl dlarLlkan sebaaal uralan Lerperlncl
LenLana lndlvlduŴ lndlvldu aLau lapanaan penellLlan vana dlaunakan unLuk menaaambarkan
fenomena vana Ler[adl pada kelompok vana dlLellLlŦ ueskrlpsl LersebuL harus Lerperlncl dan
menveluruhŦ ueskrlpsl harus mampu menaauaah seluruh lndera pembaca sehlnaaa mereka merasa
seolahŴolahhadlr dl lapanaan penellLlan dan berlnLeraksl denaan para parLlslpanŦ Þerbedaan anLara
deskrlpsl dan Lema kadana kadana sullL dlbuaLŦ ?ana dapaL dl[adlkan unLuk menenLukan Lema adalah
bahwa Lema dlhasllkan darl lnLerpreLasl aLas
9 fakLaŴfakLa LenLana orana dan akLlvlLasŦ lunasl Lema adalah unLuk membuaL lnformasl aLau fakLa
bermaknaŦ ualam eLnoaraflţ LemaŴLema vana dlhasllkan selalu menaunakapkan polaŴpola Llnakah
lakuţ plklranţ aLau bahasa vana dlmlllkl secara bersamaŴsama oleh para parLlslpanŦ 6Ŧ konLeks aLau
LaLar ualam eLnoaraflţ konLeks berarLl laLarţ slLuaslţ aLau llnakunaan vana menaunal kelompok
lndlvldu vana dlLellLlŦ konLeks lnl dlbenLuk oleh berbaaal unsur vana sallna berhubunaanţ seperLl
se[arahţ aaamaţ pollLlkţ ekonomlţ dan llnakunaan seklLarŦ konLeks blsa berbenLuk sebuah lokasl flslk
(seperLl wllavah sebuah desaţ aedunaŴ aeduna sebuah sekolahţ warna Lembok sebuah ruanaan kelasţ
dan sebaaalnva)ţ konLeks hlsLorls para lndlvldu dalam kelompok dlmaksud (seperLl penaalaman
sekelompok pra[urlL selama men[alanl laLlhan perana dl sebuah huLan)ţ kondlsl soslal (seperLl
moblllLas perplndahan anLar provlnslţ sLaLus profeslonallsmeţ dan laln sebaaalmvaţ aLau kondlsl
ekonoml (seperLl LlnakaLan penahasllan aLau slsLem dlsLrlbusl penahasllan vana Lldak dapaL merubah
naslb kaum mlsklnŦ 7Ŧ 8eflekslvlLas ÞenellLl ualam eLnoaraflţ reflekslvlLas meru[uk pada kesadaran
dan keLerbukaan penellLl uLuk membahas baaalmana dla dapaL men[alankan perannva sambll LeLap
menaharaal dan menahormaLl lapanaan dan para parLlslpanŦ karena penellLlan eLnoarafl menunLuL
penellLl Llnaaal dalam [anaka wakLu vana relaLlf lama dl lapanaanţ penellLl harus memlklrkan
dampaknva Lerhadap lapanaan dan para parLlslpanŦ lLulah sebabnva menaapa penellLl harus
berneaolsasl denaan oranaŴorana penLlna dl lapanaan keLlka akan memasukl lapanaan lLuŦ ualam
penullsan laporanţ penellLl [uaa menvadarl bahwa lnLerpreLasl vana dlbuaLnva dlpenaaruhl oleh laLar
belakana budavanva sendlrl sehlnaaa lnLerpreLasl dan keslmpulannva berslfaL LenLaLlf sehlnaaa LeLap
Lerbuka unLuk dldlskuslkan kemballŦ Cleh karena lLuţ dalam laporan lLu penellLl perlu menun[ukkan
poslsl dan suduL pandana vana dlaunakannva dalam menalnLerpreLaslŦ Sebaaal conLohţ seorana
eLnoarafer vana menellLl ma[alahŴma[alah rema[a unLuk mempela[arl

10 perkembaaan ldenLlLas rema[aŴrema[a wanlLa menvaLakan poslslnva sebaaal berlkuLť ºSava Lldak
mau dlpandana sebaaal auru aLau orana vana memlllkl oLorlLasţ ŧ Mereka mempercaval sava dan
kaml meneaolsaslkan se[enls hubunaan vana menun[ukkan kesen[anaan anLara pola ldenLlLas
mereka denaan wanlLa dewasa (Creswellţ 2008ť 480)







8udaya TradIsIonal |akassar
Posted by Rezki Ameliya H


Di wilayah Sulawesi Selatan suku bangsa Makasar menempati daerah Kabupaten Takalar,
Jeneponto, Bantaeng, Pangkajene, Maros, Gowa, dan Kepulauan selayar.

Dalam kebudayaan Makasar, busana adat merupakan salah satu aspek yang cukup penting. Bukan
saja berfungsi sebagai penghias tubuh, tetapi juga sebagai kelengkapan suatu upacara adat. Yang
dimaksud dengan busana adat di sini adalah pakaian berikut aksesori yang dikenakan dalam
berbagai upacara adat seperti perkawinan, penjemputan tamu, atau hari-hari besar adat lainnya.
Pada dasarnya, keberadaan dan pemakaian busana adat pada suatu upacara tertentu akan
melambangkan keagungan upacara itu sendiri.

Melihat kebiasaan mereka dalam berbusana, sebenarnya dapat dikatakan bahwa busana adat
Makasar menunjukkan kemiripan dengan busana yang biasa dipakai oleh orang Bugis. Meskipun
demikian, ada beberapa ciri, bentuk maupun corak, busana yang khas milik pendukung
kebudayaan Makasar dan tidak dapat disamakan dengan busana milik masyarakat Bugis.

Pada masa dulu, busana adat orang Makasar dapat menunjukkan status perkawinan, bahkan juga
status sosial pemakainya di dalam masyarakat. Hal itu disebabkan masyarakat Makasar terbagi
atas tiga lapisan sosial. Ketiga strata sosial tersebut adalah ono karaeng, yakni lapisan yang
ditempati oleh kerabat raja dan bangsawan; tu maradeka, yakni lapisan orang merdeka atau
masyarakat kebanyakan; dan atu atau golongan para budak, yakni lapisan orangorang yang kalah
dalam peperangan, tidak mampu membayar utang, dan yang melanggar adat. Namun dewasa ini,
busana yang dipakai tidak lagi melambangkan suatu kedudukan sosial seseorang, melainkan lebih
menunjukkan selera pemakainya.

Sementara itu, berdasarkan jenis kelamin pemakainya, busana adat Makasar tentu saja dapat
dibedakan atas busana pria dan busana wanita. Masing-masing busana tersebut memiliki
karakteristik tersendiri, busana adat pria dengan baju bella dada dan jas tutunya sedangkan
busana adat wanita dengan baju bodo dan baju labbunya.

Busana adat pria Makasar terdiri atas baju, celana atau paroci, kain sarung atau lipa garusuk, dan
tutup kepala atau passapu. Baju yang dikenakan pada tubuh bagian atas berbentuk jas tutup atau
jas tutu dan baju belah dada atau bella dada. Model baju yang tampak adalah berlengan panjang,
leher berkrah, saku di kanan dan kiri baju, serta diberi kancing yang terbuat dari emas atau perak
dan dipasang pada leher baju. Gambaran model tersebut sama untuk kedua jenis baju pria, baik
untuk jas tutu maupun baju bella dada. Hanya dalam hal warna dan bahan yang dipakai terdapat
perbedaan di antara keduanya. Bahan untuk jas tutu biasanya tebal dan berwarna biru atau coklat
tua. Adapun bahan baju bella dada tampak lebih tipis, yaitu berasal dari kain lipa sabbe atau lipa
garusuk yang polos, berwarna terang dan mencolok seperti merah, dan hijau.

Khusus untuk tutup kepala, bahan yang biasa digunakan berasal dari kain pasapu yang terbuat
dari serat daun lontar yang dianyam. Bila tutup kepala pada busana adat pria Makasar dihiasi
dengan benang emas, masyarakat menyebutnya mbiring. Namun jika keadaan sebaliknya atau
tutup kepala tidak berhias benang emas, pasapu guru sebutannya. Biasanya, yang mengenakan
pasapu guru adalah mereka yang berstatus sebagai guru di kampung. Pemakaian tutup kepala
pada busana pria mempunyai makna-makna dan simbol-simbol tertentu yang melambangkan
satus sosial pemakainya.

Kelengkapan busana adat pria Makasar yang tidak pernah lupa untuk dikenakan adalah perhiasan
seperti keris, gelang, selempang atau rante sembang, sapu tangan berhias atau passapu ambara,
dan hiasan pada penutup kepala atau sigarak. Keris yang senantiasa digunakan adalah keris
dengan kepala dan sarung yang terbuat dari emas, dikenal dengan sebutan pasattimpo atau
tatarapeng. Jenis keris ini merupakan benda pusaka yang dikeramatkan oleh pemiliknya, bahkan
dapat digantungi sejenis jimat yang disebut maili. Agar keris tidak mudah lepas dan tetap pada
tempatnya, maka diberi pengikat yang disebut talibannang. Adapun gelang yang menjadi
perhiasan para pria Makasar, biasanya berbentuk ular naga dan terbuat dari emas atau disebut
ponto naga. Gambaran busana adat pria Makasar lengkap dengan semua jenis perhiasan seperti
itu, tampak jelas pada seorang pria yang sedang melangsungkan upacara pernikahan. Lebih
tepatnya dikenakan sebagai busana pengantin pria.

Sementara itu, busana adat wanita Makasar terdiri atas baju dan sarung atau lipa. Ada dua jenis
baju yang biasa dikenakan oleh kaum wanita, yakni baju bodo dan baju labbu dengan
kekhasannya tersendiri. Baju bodo berbentuk segi empat, tidak berlengan, sisi samping kain
dijahit, dan pada bagian atas dilubangi untuk memasukkan kepala yang sekaligus juga merupakan
leher baju. Adapun baju labbu atau disebut juga baju bodo panjang, biasanya berbentuk baju
kurung berlengan panjang dan ketat mulai dari siku sampai pergelangan tangan. Bahan dasar
yang kerap digunakan untuk membuat baju labbu seperti itu adalah kain sutera tipis, berwarna
tua dengan corak bunga-bunga. Kaum wanita dari berbagai kalangan manapun bisa mengenakan
baju labbu.

Pasangan baju bodo dan baju labbu adalah kain sarung atau lipa, yang terbuat dari benang biasa
atau lipa garusuk maupun kain sarung sutera atau lipa sabbe dengan warna dan corak yang
beragam. Namun pada umumnya, warna dasar sarung Makasar adalah hitam, coklat tua, atau biru
tua, dengan hiasan motif kecilkecil yang disebut corak cadii.

Sama halnya dengan pria, wanita makasar pun memakai berbagai perhiasan untuk melengkapi
tampilan busana yang dikenakannya Unsur perhiasan yang terdapat di kepala adalah mahkota
(saloko), sanggul berhiaskan bunga dengan tangkainya (pinang goyang), dan anting panjang
(bangkarak). Perhiasan di leher antara lain kalung berantai (geno ma`bule), kalung panjang
(rantekote), dan kalung besar (geno sibatu), dan berbagai aksesori lainnya. Penggunaan busana
adat wanita Makasar yang lengkap dengan berbagai aksesorinya terlihat pada busana pengantin
wanita. Begitu pula halnya dengan para pengiring pengantin, hanya saja perhiasan yang
dikenakannya tidak selengkap itu.




FALSAFAH ßU0AYA hAKASSAP
FALSAFAH SIRIK NA PACCE
Sirik na pacce merupakan prinsip hidup bagi suku Makassar. Sirik dipergunakan untuk membela
kehormatan terhadap orang-orang yang mau memperkosa harga dirinya, sedangkan pacce dipakai
untuk membantu sesama anggota masyarakat yang berada dalam penderitaan. Sering kita dengar
ungkapan suku Makassar berbunyi "Punna tena siriknu, paccenu seng paknia¨ (kalau tidak ada
siri´mu paccelah yang kau pegang teguh). Apabila sirikna pacce sebagai pandangan hidup idak
dimiliki seseorang, akan dapat berakibat orang tersebut bertingkah laku melebihi tingkah laku
binatang karena tidak memiliki unsur kepedulian sosial, dan hanya mau menang sendiri.
Falsafah Sirik
Berbagai pandangan para ahli hukum adat tentang pengertian sirik. Moh. Natsir Said mengatakan
bahwa sirik adalah suatu perasaan malu (krengking/belediging) yang dilanggar norma adatnya.
Menurut Cassuto, salah seorang ahli hukum adat yang berkebangsaan Jepang yang pernah menliti
masalah sirik di Sulawesi Selatan berpendapat : Sirik merupakan pembalasan berupa kewajiban
moral untuk membunuh pihak yang melanggar adatnya.1)
Kodak VIII Sul-Selra bekerjasama dengan Universitas Hasanuddin mengadakan seminar masalah
sirik tanggal 11-13 Juli 1977 telah merumuskan : Sirik adalah suatu sistem nilai Sosial-kltural dan
kepribadian yang merupakan pranata pertahanan harga diri dan martabat manusia sebagai
individu dan anggota masyarakat. 2)
Kalau kita kaji secara mendalam dapat ditemukan bahwa sirik dapat dikategorikan dalam empat
golongan yakni : pertama, Sirik dalam hal pelanggaran kesusilaan, kedua sirik yang berakibat
kriminal, ketiga sirik yang dapat meningkatkan motivasi seseorang untuk bekerja dan keempat
sirik yang berarti malu-malu (sirik-sirik). Semua jenis sirik tersebut dapat diartikan sebagai
harkat, martabat, dan harga diri manusia.
Bentuk sirik yang pertama adalah sirik dalam hal pelanggaran kesusilaan. Berbagai macam
pelanggaran kesusilaan yang dapat dikategorikan sebagai sirik seperti kawin lari (dilariang,
nilariang, dan erang kale), perzinahan, perkosaan, incest (perbuatan sumbang/salimarak)/ yakni
perbuatan seks yang dilarang karena adanya hubungan keluarga yang terlalu dekat, misalnya
perkawinan antara ayah dan putrinya, ibu dengan putranya dsb.
Dari berbagai perbuatan a-susila itu, naka incestlah/salimarak merupakan pelanggara terberat.
Sebab susah untuk diselesaikan karena menyangkut hubungan keluarga yang terlalu dekat,
semuanya serba salah. Kalau perkawinan terus dilangsungkan, sengat dikutuk oleh masyarakat,
dan kalau perkawinan tidak dilangsungkan, status anak yang lahir nanti bagaimana ? Perbuatan
salimarak ini dulu dapat dikenakan hukuman "niladung¨ yakni kedua pelaku dimasukkan dalam
karung kemudian ditenggelamkan kelaut atau ke dalam air sampai mati.3)
Lain halnya perbuatan asusila lainnya seperti perzinahan, perkosaan, dan kawin lari
Penyelesaiannya dapat dilakukan melalui perkawinan secara adat kapan saja, bilamana kedua
belah pihak ada persetujuan atua mengadakan upacara abajik (damai). Sesudah itu tidak ada lagi
masalah.
Sejak dulu hingga sekarang, perbuatan asusila ini sering kali dilakukan oleh orang-orang tertentu,
oleh suku Makassar perbutan tersebut dianggapnya melanggar sirik. Bila perbuatan a-susila
terjadi, pihak yang dipermalukan (biasanya dari pihak perempuan yang disebut Tumasirik) berhak
untuk mengambil tindakan balasan pada orang-orang yang melanggar siriknya yang disebut
"Tumannyala¨.4)
Jadi, kalau ada anggapan orang luar yang mengatakan sirik itu "kejam¨ atau "jahat¨ memang
demikian, akan tetapi dibalik kekejaman itu tersimpan makna hidup yang harus dimiliki oleh
manusia untuk menjaga harga dirinya. Lebih kejam atau lebih jahat, bilamana anak yang lahir
tanpa ayah, anak haram, kemana anak ini harus memanggil ayah ? Apalagi kalau perbuatan a-
susila membudaya di negara kita, jelas harkat dan martabat manusia lebih rendah dari pada
binatang. Dekatakan memang nalurinya, sedangkan manusia punya otak, pikiran untuk
membedakan mana yang baik dan mana yang salah. Alangkah jahatnya bila perbuatan free seks
atau "kupul kebo¨, membudaya di negara kita, berapa banyak wanita yang harus jadi korban
kebuasan seksual ? Justru kehadiran sirik di tengah masyarakat dapat dijadikan sebagai penangkal
kebebasan seks (free seks)
Jenis sirik yang kedua adalah sirik yang dapat memberikan motivasi untuk meraih sukses.
Misalnya, kalau kita melihat orang lain sukses, kenapa kita tidak? Contoh yang paling konkret,
suku Makassar biasanya banyak merantau ke daerah mana saja. Sesampai di daerah tersebut
mereka bekerja keras untuk meraih kesuksesan. Kenapa mereka bekerja keras ? Karena mereka
nantinya malu bilamana pulang kampung tanpa membawa hasil.
Salah satu syair lagu Makassar yang berbunyi :
"Takunjungngak bangung turu, nakugincirik gulingku, kualleanna, tallanga natoalia. (Tidak begitu
saja ikut angin burutan, dan kemudian saya putar kemudika, lebih baik tenggelam, dari pada balik
haluan).
"Bangung turuk, adalah istilah pelayaran yang berarti angin buritan.5)
Demikian pula dalam ungkapan Makassar berbunyi :
"Bajikanngangi mateya ri pakrasanganna taua nakanre gallang-gallang na ammotere natena
wassekna¨ (lebih mati di negeri orang dimakan cacing tanah, daripada pulang tanpa hasil,
akibatnya akan dicemoohkan oleh masyarakat di daerahnya, tapi kalau ia menjulang sukses, maka
ia dapat dijadikan sebagai teladan bagi masyarakat lainnya6)
Salah satu contoh orang Makassar yang merantau karena sirk yakni Karaeng Aji di Pahang. Dia
merantau pada abad XVIII karena sirik. Di Pahang, ia berhasil menjadi Syahbandar Kesultanan.
Kemudian, turunannya bernama Tun Abdul Razak berhasil menjadi Perdana Menteri Malaysia. 7)
Jenis sirik yang ketiga adalah sirik yang bisa berakibat kriminal. Sirik seperti ini misalnya
menempeleng seseorang di depan orang banyak, menghina dengan kata-kata tidak enak didengar
dan sebagainya tamparan itu dibalasnya dengan tamparan pula sehingga terjadi perkelahian yang
bisa berakibat pembunuhan.
Ada anggapan orang luar bahwa orang Makassar itu "Pabbambangangi na tolo¨ (pemarah lagi
bodoh). Anggapan seperti ini bagi orang Makassar tidaklah sepenuhnya benar, karena tindakan
balasan yang dilakukannya bukan karena mereka bodoh, akan tetapi semata-mata ingin membela
harga dirinya. Adalah lebih bodoh bila dipermukaan di muka umum lantas diam saja tanpa ada
tindakan apa-apa. Yang jelas, memang marah karena harga dirinya direndahkan di depan umum,
tapi bukan brarti bodoh.
Jika orang Makassar merasa harga dirinya direndajkan, jelas mereka akan mengambil tindakan
pada orang yang mempermalukan itu. Ada ungkapan orang Makassar "Eja tonpi seng na doang¨
(nanti setelah merah, beru terbukti udang) maksudnya kalau siriknya orang Makassar dilanggar,
tindakan untuk menegakkan sirik itu tidaklah dipikirkan akibatnya dan nati selesai baru
diperhitungkan. Ungkapan inilah yang mendorong orang Makassar untuk menjaga kehormatan
diri.
Jenis sirik yang keempat adalah sirik yang berarti malu-malu. Sirik semacam ini sebenarnya dapat
berakibat ngatifnya bagi seseorang, tapi ada juga positifnya. Misalnya yang ada akibat negatifnya
ialah bila seseorang disuruh tampil di depan umum untuk jadi protokol, tetapi tidak mau dengan
alasan sirik-sirik. Ini dapat berakibat menhalangi bakat seseorang untuk berani tampil di depan
umum. Sebaliknya akibat positif dari sirik-sirik ini, misalnya ada seseorang disuruh untuk mencuri
ayam, lalu dia tidak mau dengan alasan sirik-sirik bilamana ketahuan oleh tetangganya.
Mengapa sirik bagi suku Makassar perlu ditgakkan, jawabnya untuk meningkatkan harkat dan
martabatnya sebagai manusia. Yang menjadi masalah dalam kehidupan manusia ialah adanya dua
versi hukum yang saling bertentangan, mnyangkut sirik, yakni hukum adat Makassar
menginginkan mengambil tindakan balasan terhadap orang-orang yang merendahkan
martabatnya dalam arti kata bisa main hakim sendiri, sedang hukum positif (KUHP) melarang
sama sekali melakukan tindakan main hakim sendiri. Suatu prinsip bagi suku Makassar, kalau
harga dirinya direndahkan, akan melakukan tindakan balasan, Dalam ungkapan orang Makassar
"Teai Mangkasarak punna bokona lokok (bukan orang Makassar kalau bahagian belakangnya luka)
maksudnya kalua luka itu berada di bagian belakang berarti orang itu takut berhadapan dengan
lawannya, sebaliknya kalau luka itu ada di bagian depan menandakan keberaniannya.
Istilah Pacce
Pacce secara harfiah bermakna perasaan pedih dan perih yang dirasakan meresap dalam kalbu
seseorang karena melihat penderitaan orang lain. Pacce ini berfungsi sebagai alat penggalang
persatuan, solidaritas, kebersamaan, rasa kemanusiaan, dan memberi motivasi pula untuk
berusaha, sekalipun dalam keadaan yang sangat pelik dan berbahaya. 9)
Dari pengertian tersebut, maka jelasnya bahwa pacce itu dapat memupuk rasa persatuan dan
kesatuan bangsa, membina solidaritas antara manusia agar mau membantu seseorang yang
mengalami kesulitan. Sebagai contoh, seseorang mengalami musibah, jelas masyarakat lainnya
turut merasakan penderitaan yang dialami rekannya itu. Segera pada saat itu pula mengambil
tindakan untuk membantunya, pakah berupa materi atau nonmateri.
Antara sirik dan pacce ini keduanya saling mendukung dalam meningkatkan harkat dan martabat
manusia, namun kadang-kadang salah satu dari kedua falsafah hidup tersebut tidak ada, martabat
manusia tetap akan terjaga, tapi kalau kedua-duanya tidak ada, yang banyak adalah
kebinatangan. Ungkapan orang Makassar berbubyi "Ikambe Mangkasaraka punna tena sirik nu,
pacce seng nipak bula sibatangngang10) (bagi kita orang Makassar kalau bukan sirik, paccelah
yang membuat kita bersatu).
FALSAFAH "SIPAKATAU¨
Sesungguhnya budaya Makassar mengandung esensi nilai luhur yang universal, namun kurang
teraktualisasi secara sadar dan dihayati dalam kehidupan sehari-hari. Kalau kita menelusuri secara
mendalam, dapat ditemukan bahwa hakikat inti kebudayaan Makassar itu sebenarnya adalah
bertitik sentral pada konsepsi mengenai "tau¨ 11) (manusia), yang manusia dalam konteks ini,
dalam pergaulan sosial, amat dijunjung tinggi keberadaannya.
Dari konsep "tau¨ inilah sebagai esensi pokok yang mendasari pandangan hidup orang Makassar,
yang melahirkan penghargaan atas sesama manusia. Bentuk penghargaan itu dimanifestasikan
melalui sikap budaya "sipakatau¨. Artinya, saling memahami dan menghargai secara manusiawi.
Dengan pendekatan sipakatau, maka kehidupan orang Makassar dapat mencapaui keharmonisan,
dan memungkinkan segala kegiatan kemasyarakatan berjalan dengan sewajarnya sesuai hakikat
martabat manusia. Seluruh perbedaan derajat sosial tercairkan, turunan bangsawan dan rakyat
biasa, dan sebagainya. Yang dinilai atas diri seseorang adalah kepribadiannya yang dilandasi sifat
budaya manusiawinya.
Sikap Budaya Sipakatau dalam kehidupan orang Makassar dijabarkan ke dalam konsepsi Sirik na
Pacce. Dengan menegakkan prinsip Sirik na Pacce secara positif, berarti seseorang telah
meneapkan sikap Sipakatau dalam kehidupan pergaulan kemasyarakatan. Hanya dalam
lingkunagn orang-orang yang menghayati dan mampu mengamalkan sikap hidup Sipakatau yang
dapat secara terbuka saling menerima hubungan kekerabatan dan kekeluargaan.
Sipakatau dalam kegiatan ekonomi, sangat mencela adanya kegiatan yang selalu hendak
"annunggalengi¨ (egois), atau memonopoli lapangan hidup yang terbuka secara kodrati bagi setiap
manusia. Azas Sipakatau akan menciptakan iklim yang terbuka untuk saling "sikatallassi¨ (saling
menghidupi), tolong-menolong, dan bekerjasama membangun kehidupan ekonomi masyarakat
secara adil dan merata. 12)
Demikianlah Sipakatau menjadi nilai etika pergaualan orang Makassar yang patut diaktualisasikan
di segala sektor kehidupan. Di tengah pengaruh budaya asing cenderung menenggelamkan
penghargaan atas sesama manusia, maka sikap Sipakatau merupakan suatu kendali moral yang
harus senantiasa menjadi landasan. Hal itu meningkatkan budaya Sipakatau juga merupakan
yuntunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan azas Pancasila, terutama Sila
Ketiga yaitu Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

3974544 .9.09347..7.8.3:33   203.8/.80-.309347.3.3.3.8.3.20303.3 9039.9.3.1 207:5.    9347..19/.89: :7.7.9/.09347.3974544/2..9.3974544 793.05.1.. .302-74/.1207:5.7.7/. 09347.-07-.8 /.9.3.32094/050309.3974544809/.38.1207:5.3974544.-.9.3.5.7/..12.3974544  9347.8..8.-078.7.8:/.7.7/.25.793.3.1-.2:3503079.309347..7.7..3..20250.7.

1 /..2:33/.:5:3837438   .33/4308.../.09344 $08047.19.8/2..9/.1:...2  02-:.808047...3:.-203.:2.3:93.:203/90:39:20257403.7.9.33.38:.3.2..7.9.-079.808047..9.8:/.079. :.3974544 $05079 .79.380.19: 207:5.3   !0309.3:3.9:2..2-..-0:2 2.5007.089:/ -.079.9.338. .9:5007..-078...3..:80-..3.  ½ $$ f°½– –¾½ n¯$$$½ °– f° °–f€ ¯         .8.9/.5:3 09347.380-.1  8047. .79.7:8/3.89.8.9:0..38. 5007..30-93.09344.38::-.3.3 90780-:9-07.3503/0.3.3.09347..7.3.:/:5..3/./.9.39::.3/.3-./.9.5.3. .990780-:9 ./.7985.7..203/.207:5.2.3..390780-:9-0:2/..7./.2.9..7..9/.74382.8.:3 $0.9: 203/08758.7.7::  .7.8.9... &39:2033.880.3974544...-/..3./..30-932.3-07-:.7.3.:..390780-:9 907.2.547.3 9/.38.905073.9.38::.3-.3/:3..380.:.39745443.../.3 4-8075..3-.850309..38./03.2 /0593907.850309.9.1. 27   3974544/.3/.42507.2:3.7.202-..8....-.  :33 :7.38047.380-:.9...7.9:8.9.909347.83./.1.3.25.3. $08047./03.3 $0847...:3 9.107-..9:20303..9.8.. 837438  .:..09347..909347.3/80-:980-.203/. .:.425..80.3.3.91 03.7. 03.3974544574108843..8..1 09347.8.5.7.7:8/.20.3/9:840..3. 2094/0503:25:.8-.7.5.3.3.9503:8332030.:.5.98047.3.3.309347..2094/0503:25:.9.357450843.3203/8758.3.38047.8./.3974544 .9:203092..:93..9.202-:. ..3.3503:809347.74382.80-0:23..8.09347.3974544808:3:3.9:.  9347..0 $079.320..9.3.390780-:9 20.7.0-:/.33.9.:5:380.2:3-0:2-8...089://.3.7.8.7.38.33.1.8047.7.9808:./.8.2202-:.32.9.:39:/.3974544574108843.3.980-:..3../.0 /.3332.:.78047.9..380-:...3..9.3974544.3 /9093.-.3 80./.203.    .3::39:5. /.0 8543941.3 .3/.38.107 80..489 /.39039. 20.3 -:.35007.3.2.3.203/.3.85.3!02-.9/5.808047.393.9..:8:.

3 54.2..3  80-:.0 208203:3:.3.309347.-:/. . -039: 42:3.3 2094/0 09347.. 2094/0.38.2 -07-..1 -03.7 3907././. -. -0742:3..8 / .-072.7 8.9347.2:3  /-:9:.3 4/0 -078.5.50:8. 203.39.3.:50:8.3  80993  -039: 508..38.3 80-.893/.9 -..:39:/.8.2-039:09347.-.309347.3 0/:.3 203:3.3 -.349.3... 50307..:3.1-07.38.3.  42:3.8 /.8 /.  /..79/8758.37.9 /:3..39347.8 20207:...... -.1/.3/-:.1 42:3.3:89. /./ 544 2.1 89.  909.3 20303.1 /03..945 /...% # !03079.5 9348-07.8. 42:3....3 80-.  ... /..:5:3 43897:91 03:7:90-47..9 /-.1-07.: /.3 203./. 805079 09347.88 .1 42:3. .9: 7:5  99043  488    3././.5.3508.3 -:/.  934.7.7  3.3..7. 8.5./...8.3/.:7.2.947 .94050372.3:34 9348/./.2 2.3 03.9.5 802:.. :39: 20250.3..7.7-07-.3.1.5.8.3974544-/.5.7.3 .3/02.3 9..1 %/.39.8 /. -:/../  09347.342:3.: 5..20743      /..37.7.9202.7-.79-.3 4/0  8.

9 /:3.340$!!&%#/ ½ $$½ €¾½½ –¾½ n¯$$$ °–f€ ¯               .3 -07-0/.349. 04254  202.7042548.3 .3 31472.3  548..3 -..: :39: ..5.9 31472. .3 3 /.: 4/03 50393 -.3 -07-0/.3 . .9:8.3 42:3.7.9.79038 04254 .3 4/0 9079039: 2.5.9. 04254 -0..7...2..3 :39: 2033.8 9.3 /.2-.8 /03.349.9.3.8.2.8 9039.7 3 2030/.39. 04254 04254 .2 . -07.349..9.3202-0/. 04254 05:9:8..8 42:3.8  /.. .3/..

  °¾  °¾°–f€. °.

 ¾ % %½ ° f° °–f€¯ ¯ f–f¯ °  f° f½ © °¾f¯ff°–¾ °–¯°n ff¯f½f° f½f°½ ° f°½ °  f°f ff °–f€ f¾ ¾ f¾¾  f° °–f€¾   °–f€ f¾°–f€ f¾¯ ½ff°½ ° ff°f°–½½  ff°–f°f°½–  9 ° ff°° ½ff¯ °––f¯ ff°¾f¾  ff½ff½f¾½f°¾ nff   €  f¾ff°°€¯f¾f°– ½  f°–¾°– f½ff½f¾½f° f½f°–f°½ ° f° f° ½f½ff° °–f°¯ °––°ff°¾ ½f° f°–f°– –f% ½ ¾°½°€ %  .

 ¾ % %¯ °–ff°–fnf¾ °–f€ f¾ 9 f¯f ½ ° ¯ °–°–f½f° f½f°½ ° f°°f¯ f½f° f°–f°– –f  f¾ff° fff°– ½  ¯ f ½ °–f¯ff°ff¾½f¾½f° f°½f° f°–f° ½f° f°–f°¯  f 9 °  f¯  ff° € ¾ ½  f °f f° ½ff ° ff°f¾ f–f½ ½€ff €ff  f ½ ° ¯ ¯f½ff° ff ff  € ff¯ °°€¯f¾f°–  f° f¾ f f¾ f€f¾½  f° ½ °ff°½ ¾°f 9 °   ¯ °–¾ ff° ff ff °f°–  ½f°¾ f f½ff ½f¾½f°f°– ¾¾° ff¯f – f –¾f° f½ °––f¯ ff°f ¾ ½  f–f  ¾¾ ¯¾f¾ ©f°–f° ©f°–f°¾¾f  f°f° f°  –f ½ ° ¯ °–°–f½f°½f° f°–f°½ff ½f¾½f°¯ f½f° ½f°½ °f°¯  ff°–  f°½f¯  f¯f°f 9 °  ¯ °fff°° ½ f¾°f °f°––f¯ ff°  fff°–  ½f f f–f°ff½f°    f¾¾ f–f¾ f ° °–f€ ¾ f¾¾  €°¾f°¾ f–f#f°° ½ ½f°€f ° ¾¾ ¯% – f°fn   ° ½n ¾¾ °  f¾% f¾ °  °¾  n n°#%.

 ¾   % ¾f# ° #ff#  ff¾# ff¯ €°¾° f ff f¾¾ f°–   ½¾f ff ff° ff¯ ¯ °¾f  ¯½f  f° ff¾ ff¾€¾   °  °–f° ¯f° f¾½ ° f°f°– ½  f°f f f– © f°–   f°  f f½f – ° f¾f¾½f f © f°¯ ¾½°¯f¾¾ © °¾ ff¯¯½¾– ¾ f¾¾  €°¾f°¾ f–f#f°° ½¾ €° ½ ¾° #%Jf–°  %  f°ff°ff f°      ¯ f°–f°  f¾ff°  f–f¾ f¾¾ f f½°  f°– ff° °–f°¯ °–f°f¾¾¾ f½f¾½  f°½ °–ff¯f° ½¾ ¾ f°–°¯ ° ¯f°½f ½f f°½ ° f °–fff°– ¾    f°– f¾f°f   °–f°½¾ ° ¯ ¯ff ¾  9 f¯f f¾¾ ¾f  °°  °––f  f½f°   f°– ½¾f ff¯¾ f ¯½¾¾ ¾ f½–f¯ ½ ¾f ½ ¾ff°–  °–f° f ffff¾ ff¾ f   ff¯° ¾½ °  f°f¾¾f°–   ¾f  °#  ½f° f°–@ f f°-f¾°f f–f9 °  # #°  °¾ ff¾f  ff¯9 f€ff° ff¾f°––¾ ¾f ¾f  f°–¾ff° ½f°–  f° °f¾°f  ffff# #D½ff D½ff ¯½¾ ° ff¾f°––¾ D° ¾f¾O. °¾f-f–f  .O# #9¾ ¾9 °¾f° ©f f °–. °°–ff° ff¾9 ¯ f©ff° ff¾f°––¾.ff¾¾f# #9¾ ¾9 ¯ f©ff°.

¯½  °¾° 9–f¯ 9 °  f° ff¾f °––¾D° ¾f¾O#  f°f° f°    .

 °–f€¾°–f€¾¯ ½ff°½ ° ff°½ ° f°f°– –°ff°° ¯ ¯ f° f°¯ ¯  fff° ¯½  ¯½¯f¾ffff°– ¯f©°f¾f¾ °–f€  ¾ f¾f°f¯ ½ff°°   ½f°½¾f°– ¯ f½ ° f°°f °–°¯ ¯ f° f°f°¯ ff°  ff f° f°½ °° f¾f° °–f€ ¾ ¯¾f°f  ¾f¯ ° ¾ f ¾ ff°–¯ ¯ ½ ff°¾¯ f f f½¾¾f f–°–f°  ° ¯ °n½ff° ¾f¾f°– f¯ ° °– f–¾¾f f ¯½  ° ffn ° °–¯ °–f°––f½¾¾f f f ½f° –¾ f½f f¾¾f½  ¯½f°  f°¾ f–f°f  ¾¾f° °–f€ ¾¯ ¯ f½¾ °f¯ ¯  f–fnf¾  . °.

 ¾ % %nf¾ °–f€¾f ff¾ f–f   &9 f¯f  °–f€ ¾¯ ¯½ f©f¾ ¾¾¾f °f°– f¾ff° ½ ¯  fff°    ff f°  ¯°f¾  ½ ¾  – ¯°  f°½ °° f¾f°  & f ½ ° f° fff°°¯ °– °f°¯f–°f¾f¾ f f½°   °  f°–   °–f°nff  ©f¾f¯f  ½f¾½f¾f€ ¯ ° –¾f¾f°f½f°f °–f°½ff ½f¾½f°  f°¯ ¯ f° f°f°ff½ ff° f¯ ¯f¾ f°¯ °°––ff°f½f°–f° ½ ° f°  & –f  °–f€ ¾¯ °f f ff° ½ f¾°f ½ °–f   fff°°f¾ °    f °f ° ½ f¾ ¾  ¾€f °f€ ¾ f f½f ½ f°ff°  f°  f¾ff° ½f f½f° f°–f°½ff½f¾½f° f°½ ¯ fnf  & ¯½f  °–f€ ¾¯ ° ¯½ff° °f¾ f–f½ ¯  ff½ff½f¾½f°¾ °––f f½f°½ ° f°°f¯ ¯f °f¾½f f°f °f ½ ¯  fff°½f¾½f°¯ f ½ °°–ff°f¾  f°f°f°–f° ½f f¾f¾   f°f  °–f€ ¾ ff– ° f¾ f–f½ °–f¯f © € ¾ ½ f°– ff° °–f€  f¾  & ¯f ½¾¾ °–f€ ¾f°– f° f¯ ¯°–°f° f–°f°¯ °ff°f° ½  ff° ff¯¯f¾ffff–f ¯½  ¯½f°–¾ f¯f° ½°––f° ff– ¯f–°ff°  & °f¯ f½f°½ ° f°¯ ¯f fff°–ff€  © °©f°–  f°°f €f°– ½   °–f° f–f¯¯     ½f f¾f¾   f°f  °–f€ ¾ ff– ° f¾ f–f½ °–f¯f © € ¾ ½ f°– ff° °–f€  f¾       .

ff ¾9°–f€. °–°–f – f–f¯°fn nf¾f°– ¯¯f¾°– ¯f¾°–© °¾ °–f€¾ ½  f½f f °–f€ f¾ ¾ f¾¾  f° °–f€¾ ¾ ¯ ° °f°ff ¾¯¯f°–  f½f ff¯¾ ¯f© °¾ f° f½ °©f° ¯ °– °f½ ° f° °–f€¾ °––f½ ° f°° f½f  ff° f½ ° f°ff€ f°°f ½ ¯ff¯f° f f½ ©ff ¾ ¾ f¾f°–f¯ ¯f f  @ ¯f @ ¯f f°–f€ ½f f¯¯°f¯ °  ¯f  ¯f  fff°– f ½¾ f  f°– f°½–f ff¯ °–f€ ¯ff  €°¾f°¾ f–f¾ f½f° f°–f°¯¯ f°–  °– ¾ f¯f¾fff  f¾ nfff°–¾°–ff ¾f%.

¾½° ¯f°  °–f€ ¾¾°f¾ f¾¾ ¾f©–f  f½f° ½f f   €  f¾ff°°€¯f¾f°– ½  f°–¾°– f½ff½f¾½f° f½f°–f°½ ° f° f° ½f½ff° °–f°¯ °––°ff°¾ ½f° f°–f°– –f% ½ ¾°½°€ %  . ¾   %  @©f° °–f€  f°f¯ °nf½f ½f°–ff  f°f°f°–¯°–°¾ f f  f½¯ °f¯ f½ °– ff° °f°– f–f° f–f° f  fff° f°¯ °  ¯f  ¯f   fff°f°–¾½ ¾€   f ¯½f°–f€ ¾½f f¯¯°f¯ ° ¾f °¾  fff°–¾ nff ¾f¯f ¾f¯f ¯¾  ¯½°  ½f f¾ ff½f°–f° ½ ° f°%¾ ½ – – ff¾f°––¾ ¾ f nf¯ff° ¾¾f¾ f f¾  ¾  ¯½¯ff¾¾ff°–¾ f°–¯ f¾f°ff°99%  °–f° ¯f° ½f¾½f°f°–   f¾f°f   f f½f°  f°– f ¾fff °¾  fff°  .

 ¾ % %¯ °–ff°–fnf¾ °–f€ f¾ 9 f¯f ½ ° ¯ °–°–f½f° f½f°½ ° f°°f¯ f½f° f°–f°– –f  f¾ff° fff°– ½  ¯ f ½ °–f¯ff°ff¾½f¾½f° f°½f° f°–f° ½f° f°–f°¯  f 9 °  f¯  ff° € ¾ ½  f °f f° ½ff ° ff°f¾ f–f½ ½€ff €ff  f ½ ° ¯ ¯f½ff° ff ff  € ff¯ °°€¯f¾f°–  f° f¾ f f¾ f€f¾½  f° ½ °ff°½ ¾°f 9 °   ¯ °–¾ ff° ff ff °f°–  ½f°¾ f f½ff ½f¾½f°f°– ¾¾° ff¯f – f –¾f° f½ °––f¯ ff°f ¾ ½  f–f  ¾¾ ¯¾f¾ ©f°–f° ©f°–f°¾¾f  f°f° f°  –f ½ ° ¯ °–°–f½f°½f° f°–f°½ff ½f¾½f°¯ f½f° ½f°½ °f°¯  ff°–  f°½f¯  f¯f°f 9 °  ¯ °fff°° ½ f¾°f °f°––f¯ ff°  fff°–  ½f f f–f°ff½f°    f¾¾ f–f¾ f ° °–f€ ¾ f¾¾  €°¾f°¾ f–f#f°° ½ ½f°€f ° ¾¾ ¯% – f°fn   ° ½n ¾¾ °  f¾% f¾ °  °¾  n n°#%.

 ¾   % ¾f# ° #ff#  ff¾# ff¯ €°¾° f ff f¾¾ f°–   ½¾f ff ff° ff¯ ¯ °¾f  ¯½f  f° ff¾ ff¾€¾   °  °–f° ¯f° f¾½ ° f°f°– ½  f°f f f– © f°–   f°  f f½f – ° f¾f¾½f f © f°¯ ¾½°¯f¾¾ © °¾ ff¯¯½¾– ¾ f¾¾  €°¾f°¾ f–f#f°° ½¾ €° ½ ¾° #%Jf–°  %  f°ff°ff f°      ¯ f°–f°  f¾ff°  f–f¾ f¾¾ f f½°  f°– ff° °–f°¯ °–f°f¾¾¾ f½f¾½  f°½ °–ff¯f° ½¾ ¾ f°–°¯ ° ¯f°½f ½f f°½ ° f °–fff°– ¾    f°– f¾f°f   °–f°½¾ ° ¯ ¯ff ¾  9 f¯f f¾¾ ¾f  °°  °––f  f½f°   f°– ½¾f ff¯¾ f ¯½¾¾ ¾ f½–f¯ ½ ¾f ½ ¾ff°–  °–f°  f ffff¾ ff¾ f   ff¯° ¾½ °  f°f¾¾f°–   ¾f  ° #  ½f° f°–@ f f°-f¾°f f–f9 °  # #°  °¾ ff¾f  ff¯ .

O#  #9¾ ¾9 °¾f° ©f f °–. °°–ff°ff¾ 9 ¯ f©ff° ff¾f°––¾. °¾f-f–f .9 f€ff° ff¾f°––¾ ¾f ¾f  f°–¾ff° ½f°–  f° °f¾°f f fff# #D½ff D½ff ¯½¾ ° ff¾f°––¾ D° ¾f¾O.ff¾¾f# #9¾ ¾9 ¯ f©ff°.

¯½  °¾° 9–f¯ 9 °  f° ff¾f°––¾ D° ¾f¾O#  f°f° f°  °–f€¾°–f€¾¯ ½ff°½ ° ff°½ ° f° f°– –°ff°°¯ ¯ f° f°¯ ¯  fff° ¯½  ¯½¯f¾ffff°–  ¯f©°f¾f¾ °–f€ ¾ f¾f°f¯ ½ff°°   ½f°½¾f°– ¯ f ½ ° f°°f °–°¯ ¯ f° f°f°¯ ff°  ff f° f°½ °° f¾f° °–f€ ¾  ¯¾f°f  ¾f¯ ° ¾ f¾ ff°–¯ ¯ ½ ff°¾¯ f f f½¾¾f f –°–f°  ° ¯ °n½ff°¾f¾f°– f¯ ° °– f–¾¾f f ¯½  °  ffn ° °–¯ °–f°––f½¾¾ff f ½f° –¾ f½f f¾¾f½  ¯½f°  f° ¾ f–f°f  ¾¾f° °–f€¾¯ ¯ f½¾ °f¯ ¯  f–fnf¾ . ° .

°–°–f – f–f¯°fn nf¾f°– ¯¯f¾°– ¯f¾°–© °¾ °–f€¾ ½  f½f f °–f€ f¾ ¾ f¾¾  f° °–f€¾ ¾¯ ° °f° ff ¾¯¯f°–  f½f ff¯¾ ¯f© °¾ f° f½ °©f°¯ °– °f ½ ° f° °–f€¾ °––f½ ° f°° f½f  ff° f½ ° f°ff€f°°f  ½ ¯ff¯f° f f½ ©ff ¾ ¾ f¾f°–f¯ ¯f f  @ ¯f @ ¯ff °–f€ ½f f¯¯°f¯ °  ¯f  ¯f  fff°– f ½¾ f  f°–f°½– f ff¯ °–f€ ¯ff  €°¾f°¾ f–f¾ f½f° f°–f°¯¯f°–  °– ¾ f¯f¾fff  f¾ nfff°–¾°–ff ¾f%. ¾ % %nf¾ °–f€¾f ff¾ f–f  9 f¯f  °–f€ ¾ ¯ ¯½ f©f¾ ¾¾¾f °f°– f¾ff° ½ ¯  fff°   ff f°  ¯°f¾  ½ ¾   – ¯°  f°½ °° f¾f°  f ½ ° f° fff°°¯ °– °f°¯f–°f¾f¾  f f½°   °  f°–   °–f°nff  ©f¾f¯f  ½f¾½f¾f€  ¯ ° –¾f¾f°f½f°f °–f°½ff½f¾½f°  f°¯ ¯ f° f°f°ff½ ff°  f¯ ¯f¾ f°¯ °°––ff°f½f°–f°½ ° f°  –f  °–f€ ¾¯ °f f ff ° ½ f¾°f ½ °–f   fff°°f¾ °   f °f ° ½ f¾ ¾  ¾€f °f€ ¾ f f½f ½ f°ff°  f°  f¾ff°½f f½f° f°–f°½ff½f¾½f° f° ½ ¯ fnf  ¯½f  °–f€ ¾¯ ° ¯½ff° °f¾ f–f½ ¯  ff½ff½f¾½f° ¾ °––ff½f°½ ° f°°f¯ ¯f °f¾½f f°f °f ½ ¯  fff°½f¾½f°¯ f ½ °°–ff°f¾  f°f°f°–f°  ½f f¾f¾   f°f  °–f€ ¾ ff– ° f¾ f–f½ °–f¯f © € ¾ ½ f°– ff° °–f€  f¾  ¯f ½¾¾ °–f€ ¾f°– f° f ¯ ¯°–°f° f–°f°¯ °ff°f°½  ff° ff¯¯f¾ffff–f ¯½  ¯½ f°–¾ f¯f° ½°––f° ff– ¯f–°ff°  °f¯ f½f°½ ° f°¯ ¯f ff f°–ff€  © °©f°–  f°°f €f°– ½   °–f° f–f¯¯  ff ¾ 9°–f€.

¾½° ¯f°  °–f€ ¾¾°f¾ f¾¾ ¾f©–f  f½f° ½f f . ¾   % @©f° °–f€  f°f¯ °nf½f ½f°–ff  f°f°f°–¯°–°¾ f f f½ ¯ °f¯ f½ °– ff° °f°– f–f° f–f° f  fff° f°¯ °  ¯f  ¯f   fff°f°–¾½ ¾€   f ¯½f°–f€ ¾½f f¯¯°f¯ ° ¾f °¾  fff°–¾ nff ¾f¯f ¾f¯f ¯¾  ¯½°  ½f f¾ ff½f°–f° ½ ° f°%¾ ½ – – ff¾f°––¾ ¾ f nf¯ff° ¾¾f¾ f f¾  ¾  ¯½¯ff¾¾ff°–¾ f°–¯ f¾f°ff°99%  °–f° ¯f° ½f¾½f°f°–   f¾f°f   f f½f°  f°– f ¾fff °¾  fff°  .

  ¾ f°–°  %¾ ½ ¾ f°– ½ff¾ f ¾ f°–½ ° © ¯f½€ ¾°f  f°f° f°%    ½ ¯f° ¾f¯fff¾9f 9f@°–ff  f°f°  f° ff¾f°–f€  ©f° ¯ ° ¯f°½f ½f°–ff  f°f°  f° ff¾ff°– ¯$ f ½¾¾ nff ¾f¯f ¾f¯f ¾  ¯½°   ff¯°f  ° f°– ¯f¾  °–f°°–ff ff¯ °–f€f ff° ff°f°– ff° °   ff¯¾ ffff   f°–f° f°f°  °–f° °–f° f–f¯f°f°   ½ff¯ ¯ff¯¾ ¾f ff¯¾ ffff  ff¾f ff¯ °–f€¯ ©½f f f–f¯f°f°    nff °–f°f°–f° ff¯¾ ffff @©f°°¯ ° ¯f°½f ½f°–ff   f°f°  f° ff¾ff°– ¯ ¾f¯f°¯ °–¯½f¾f° f½°½ °°– 9 f¯f   ¯½f°–  f¾¯ ¯$¯ °–f°½f ½f ¾f¯ff°– f½f   ¾  ½ °   f ¾ f½f°––f ¯½f°–  ¾f¯f ¾f¯f¯ °–f ½¾¾ f½°–ff   f°f°  f° ff¾f¯f½°¯ °f¾ –f°¾  9 ° f°f½f°–f°9 ° f° f½f°–f° ff¯° ¾ °–f€ f½ ° ¯ °©f°– ff f¾ ¯½f½f¾½f° f° ½f ½fff°–   f f °–f€ ¯ °©f°– ff °–f°nff°––f ¾f¯f °–f°½ff½f¾½f°°¯ °–f¯f f–f¯f°f¯  f½f ½ff°–¯  f–°ff° f  ©f  ¾f°f   f f  f°f° f° D°¯ ¯½  ½ ¯ff¯f°f°– ¯ ° ff¯  ½ °  ¾f¾ f  ©f  ¯f° ff  f f °–f°½ff½f¾½f°  f° f ¯°–°¾ f°– °–f€ f°–¾ f°–¯ ° ¾¾ ¯½ °ff° ¾ f¯°f¾©–f ¯ °f¾ff¾ f°–½f¾½f°°¯ ¯½  ½ ¯ff¯f°f°–¯ ° ff¯ ff fff°– ©f°– °–f€   ff°  ff¯–f© °¾  ff ¯  ff   f° ff° –¾f¾ ff ¯ ¯ ½ff°°€¯f¾f°–  f°f°–¾°– ½ff½f¾½f° ff°¾ °– ¾ ¾ f–f °¾ ½ °¾ ½°–f½ f¯f f°–  ° ff¾ff ½ ¯f° ½ ¯f° nff nff  ¾½ ¾f°–  ¯$ –°ff°¾ nff ¾f¯f ¾f¯f ½ff½f¾½f° ff ¯ ½ff°°€¯f¾  °° ½ f¾½ ° f°–  f¾ ¾f °–f°½ ¾½ €½ff½f¾½f° ff°¾ °– ¾ ¾ f–f°¾ ½ °¾ ½°–f f f°–f½f° °–f½f°ff ¯°–f°–  f½ ° °¯ °fff°€ °¯ °ff°–¾f¯f °–f°f°– °–f½f°½ff½f¾½f°  ff° –¾f¾¯ ½ff°°€¯f¾f°– ¾ © ¾f¯f ½ff½f¾½f° f°½ ° ° –°ff° ff¯½ ° f° - –¾f¾ f½f ©f  ff¯ff½f°f°–  f f¾ f¯f ½ f¾f°ff°½ ° f° ff½ ° f° ¯¾f°f ½ff½f¾½f° f°½ ° ¯  ½ff  f°–  f°–f½f¾f©ff°–ff° –f ½ °   f–f¯f°f¯ ¯½ ff°¾ f½°    f½f°–f°½ ° f°  f°f°¾ f–f°f  f°¾ f–f°f 9f f¾ff½ ° f° f°–¾°– ½ °  f½f¯ °–f€f¾¯f°f ½ °––°ff° f°f°–°–½¾ f°–f½f°   ¾½¾ @ ¯f @ ¯f  f°° ½ f¾@©f°½ ° f° °–f€f ff¯ °––f¯ ff° f°¯ °–f°f¾¾  ff f°– ¯ ¾f¯f ¾  ¯½°  ¾ f¯ ¯ f° ½ f¾ °f°–½f ½ff°–  f¯f½°  °–f  f¯ °–¯½f° ff  °–f€ ½f fff°f¾ f¯f ¯ °– ©ff°½ ° f°°ff °f½f f¾ff f f¯ ff°f°f¾¾ ff° ¯ ° ¾½¾f°½ff½f¾½f° f°f½f°–f° ¯½f  fff°– ¯ ¾f¯f f f  9f f¾fff°–¾f¯f½ ° ©–f¾ nff¾¯f°¯ °–f°f¾¾½f ½f°–ff  f°f°  f° ff¾f¾ f¯ °f ¾¯½f° °f°–¯f°ff°– ½   f½ °–f¯ff° f f½ ½f¾½f° f°f½f°–f°½ ° f ff¯ °–f€ ¾½¾ ff°¾ f–fff° ½ °n .

 °f°–°   °  fff½f°–f°½ ° f°f°– –°ff°°¯ °––f¯ ff° € °¯ °ff°– ©f ½f f ¯½f°–    ¾½¾ ¾ f¾ ½ °n f° ¯ °   ¾½¾f¾¯f¯½¯ °–––f¾ ° f½ ¯ fnf¾ °––f¯  f¯ f¾f ¾ f ff  f½f°–f°½ ° f° f° ° f¾ °–f°½ff½f¾½f° 9  ff°f°ff ¾½¾ f° ¯ff f°–f f°–¾  f f°– f½f ©f f°°¯ ° °f° ¯ff ff ff ¯f f¾f° f° ½ f¾ff¾ €ff €ff °f°–f°– f°ff¾ °–¾ ¯ff ff°¯ ¯ f°€¯f¾ff€ff ¯f°f ff¯ °–f€  ¯f  ¯ff°– f¾f°¾ f¯ °–°–f½f°½f ½f°–f f ½f° ff ff¾ff°– ¯¾ nff ¾f¯f ¾f¯f ½ff½f¾½f°  ° ¾ff ffff¯ °–f€ ° ¾ fff ¾f¾ ff°–°–f°f°–¯ °f°– ¯½ °  f°–   ° ¾°  °   f–f°¾f°–¾f°–  °–f° ¾ ½  ¾ ©ff f–f¯f ½  °¯  f°°–°–f°¾ f ° ¾ ¾f  °¾ ff¾€¾ %¾ ½ ff¾ f ¾f – °– – °–¾ f¾ f f°f ¯ ¾ ff°–f° f¾  f°¾ f–f°f% ° ¾¾¾½ff°   ff¯ ¯½ ¯f¾ %¾ ½ ½ °–ff¯f° ¾  ¯½½f©¾ f¯f¯ °©ff°ff°½ f°– ¾ ff°% ° ¾¾¾f%¾ ½  ¯ f¾½ ½° ff°f°f½°¾ ¾f¾½€ ¾°f¾¯  f°f°¾ f–f¯f ff° ¾ °¯%¾ ½ °–ff°½ °–f¾f°ff¾¾ ¯ ¾ ¾½ °–f¾f°f°– f f½f¯  f °f¾ f¯¯¾°   € ¾f¾9 ° ff¯ °–f€  € ¾f¾¯ ©½f f ¾f ff° f°   ff°½ ° ¯ ¯ ff¾ f–f¯f°f f f½f¯ °©ff°f°½ f°°f¾f¯  f½ ¯ °–f–f f°¯ °–¯ff½f°–f° f°½ff½f¾½f° f °f½ ° f° °–f€¯ °° ½ ° °––f ff¯©f°–fff°– f€f¯f f½f°–f° ½ ° f¾¯ ¯f° f¯½f°f f f½f½f°–f° f°½ff½f¾½f° f¾ f °f¯ °–f½f½ ° f¾ ° –¾f¾ °–f°f°– f°–½ °°– f½f°–f° fff°¯ ¯f¾f½f°–f° ff¯ ½ °¾f°f½f° ½ ° ©–f¯ °f f ff° ½ f¾f°–  f°f ½ °–f ff ff°–  ff°f¾ ° ¾ °––f° ½ f¾ f° ¾¯½f°°f ¾€f °f€¾ °––f f½   f°  ¾¾f° ¯ f  f °f  ff¯f½f°½ ° ½ ¯ °°©f° ½¾¾ f°¾ ½f° f°–f°– –°ff°°f ff¯¯ °–° ½ f¾  f–fn° ¾ f°– °–f€ f°–¯ ° ¯f©ff ¯f©ff ¯f©f°¯ ¯½ f©f  ½  ¯ f–f° °f¾ ¯f©f  ¯f©ff°f¯ °fff°½¾¾°f¾ f–f  #ff f ¯f ½f° f°–¾ f–f–fff°–f°–¯ ¯f¾  .  f¯ ¯½ nff¾ff f° f¯¯ ° –¾f¾f°¾ © °¾ °–f°f°–¯ °°©f° ¾ °©f°–f°f°ff½f °f¾ ¯  f °–f°f°f f¾f%.

 ¾   %       .

250507...3/03.90-.9.8.-:/.7:3.502.3.:-0.9::5.3.5.3  -:8...003.3.9..38.7.5:.-:5.8.7.9:-:-.7-08.23502.702.9207:5...9/83../.3.-../..9: -07/.8..3-..:.9 .:3././.3 503025:9. .957.3.8.-0703.503.3. 0-07.. 4/0-.3848.3:8 085:3 /02.4047.9:0/:/:..   $02039./../.8-:8.. :39:....38::-.58..3.3.3-.3..2...80/.3-:8.-0-07.:5.2-07-:8.3 9:9:505.89.9/.3 -:8.7 -039:2.5.39/./.:..38.7  03054394 .9.--:3..32070..3.380.89:-: 909....:39:0/:.//.03 !... 89.9 /-0/.3.58.9:8   !.3-:8./.3/5.3:.3-:8..5: .3/03.90780-:9202 .3.7/.:.030 .3-.$:./0.3:5./..9..7:8: /.3-:8.7.8://03.3.3/.3..3.7.:-0.:-0./843.20-:/.-.9.3/03.3..58.:./.3 8..7..: .8..3.347.3.:5.848.30275.7.3/03./..9 .7   ...3.57.808047..79039:8.37-.9.2-.3/5.95.9/8.3.38.3.3-:8.3..3. .2..7..3 /2.3  007-077.8:.: .: .3..3207/0.748 4..82503/::3 0-:/.8.3 /.3.3.9.9. . /. /./. -:8././03.347.038-./..5.9:/80-.88.3-./..7.3.347.903%.7.:.850.3/.   .30- 203:3:.9.9..90789907803/7 -:8.3.58./5...39:2.9.94007.8.3-.320.30..434./.3.:507.22./.90780-:9.9 .   :8.9/./.-071:3880-.3 20. ./.8.7.89:9:/.7.3 /9025. -:8...2.7907-./.8.39.9.:5:3-../:: -:8../.3-07:9.9.:-0././.38:.3/..5.7 .%7././.89:9:3.8.35. .3./.3.:-4/4/.25:202-../.9:.39.25..3.90-.7/..89:9:2.8.9:.9/.33.3-..897.3/5..5./.7.83-:8.80-.47.3.: 8079.:/.3.35.3 ./.3-.:5./.3.....8.9/..:57.3./.9. :/.2-.2.:5:3...8.5..7.9079039:.3.3...7 -:8.8-. 80-03.08$0.2.8.89:9:5.907/.389.35.9:803/7   0./.9./..7.8.7 !4890/-#020..5.8-07-039:.3 9/.73.20.5.9 .7:9.8.8.957./.73.3502..38.3.7203025.3.38007..3/. 8.8.3848.2-..07.3.3.97.324/090780-:98.9..3. ./.  !.7..39.9203:3:.3 20.9..7203:3:./.: 2.2: ... 09.9 .73.9::5.-:8..3.2 -07-./-07..007-.74.9:8848..35.9..88.3.22..3.32.9...3./.39..38:.3....3 -.8.80847.3.8. /.947..:443.8.7907/7./.3907-:.3.305:./..9:8507..7.7.9805079507.3..9.3.2:3/0../..30380.3-.:5.3.::550393 :. -...502.39.03 ././03.0.83 2.

.3.957..3-./-07503.8.7..39.25.3/03.:/.507-0/..7.8 /03. -.5073.8...3 888.38.-. !03:3.35.--:.7.3-.39:3800382.8..25.3. /.49.88.503 0380783207:5..038507.3.3 007-..33.7 -.3./03.3.503.507.8..-7:.39.3 8.320.8.--:/03./:3.2.2:35.9.7:3.907.: 9:9:505./..3.3 /./.-07..9.3.3./.39.8.3:-07.:.--:8050799:.05.: :7:3-0703./.3:5./.:8:.3-:8.3/80-:92. .3.5::7:80-:9.7..2.8.9/../.3803.0-958 ./.5:..50373503.2.8.3.: /.3. .3.3.:5.:5:3..-:8.390490 /.8047.39.+-:0 ..7.3 0.-:8.44805079207.:7./.3203.:5.3.5 9.35.:   :8:8:39:9:9:505.38:907.2-.3/007.5070. .4.34.3.8..33.7:8:.9/.9: -:8..3 -.:./.207:5.3.78.3-.7.7.5.9.:5.9.382-4 82-49079039:.8.33./.5:30. .:-4/4/..9.3.8.2 .503:9:505.9.3907-:.3203..73.:2.5:9.9.39.../..3.324910.8.7 .3 /.2:/.9:8848.:39:/03.5.70789/.2 .7/.9-..0/:.-07-039::. 5./.9/.3..3/80-:9.9.35.380-.3.9.3907/..   $02039./:.5./.80847..7:8:2.3-:3.--:.3 7.3..8.-.3907-:.47.8.3/80-:99.3-.&38:7507.3.35.3.2-73 .957./03.39:9:505../.3. 53..47.3 8.3-07.../.75:3202.8 2. /../.502.8.:.:5.3..73.5::7:..8.320303. .3./03.:5...:.39.8..:3-07.9..7..3.7./:3..3.:5.8.38:3.8. .39.8.3-03.357.7.7.7:38:907./.73. 9:.3:39:2003.3907-:.5073.302..:-4/4/.7.92:.8.2.9 /.57..8.35./.8.3-.8 5.907803/7 ..9/.393 .3 -.. 0342.3 /.380./.7:3.--0..380-.3.59:      .3./.35.5:8.5/03.39.:-0.:.73..47.8.25:3 !02.3..95.9:9:505. 2.3.5:3-.8.702.:2.507..9.33.   003.5:.:.2 ..9.3 805079078 0.9.8/.38.307..3.39.93.55.393 ...8.3.7807..:7:/.507.9 /..:35.3 /.3805079 9: 9.8.3-:8.8./.39.9 9/.25.2-.253././.3.7.302. 8.38..-07-.3 -.3..380/..3..39.9 9:.8-..5/03. .90-..8/:-...  /.0.39/.39.5:3-8.3.7. 078.78:8.2-.73.503.9.8.:-4/4-07-039:80025./.3907-:./.703.20303. .3/..35..3-07-..9./.3.3405023.3.7:3.305.3-07-.9.380-:9..33..3.7-03.33./03.3-03/.35448 -07.2. -.7.--0/03.3 5.8003.9/..8.0.3802:. /./03..957..9.3:39:.3.7:3.3-07.7907/7.:5.3.7. ./.3/.9/05.8:.3/.8..:3-08.9:-07.3.-:8.3 80025... . /03.3:39:202-:.3...:/80-:9 543943.8.-:3.8.8. 09:5:. -:3..8.--:   !.9.907.303.3-..35.305.5:3-.9. .-.:/80-:9:.-0703..44 8./ 507.8.99:.038 -.3909./.3-:8. 9025.7 0348-.:-4/45.8..808473.73.3..958 -07. .3.5.39357...3./   $.57.4.25...3:39:202.-:8.7-07-.3/07./03.93. 2.340.3../.3-.7..8.3 .702.9: /.7.8.92030-:93.390802-.357.3-0789.3/..9.3.9/.:.3.:3439..3 0- 905. .3-.2070..-07-039:-..3/./.89:9:-.5/:3.8.8. !07..9.85.309.2025:3.:-7: 9:.3 -07.38./..320.8./03.3.9..9:880-./..078 /03./..32.3-:8.9/.3-07.3 /03.9.: 9.3.:8. .8-03.2:3.9.:2:23.3935.99254.0.8 /03.

87..:50..5.3..357385/:5-.::2..: 7033. 87 2:5.2503/079..-.9.7.8.2. /.3..387 4 ...3..35..  .99039.2.0/5.3/.3/.9./...5./03..7 :3.5.3/.88.7.3.3/:5/.080-..38::./.5.7 $7/507:3.32.: -3.$7 07-.2.:20250748.39:808.3./203.$&$$# $$#! $73.3 47..9.7.947...5.0. /2808047.703.3:39:202-0. 0472.8:.349.3 -..-.03:8035..873.873: 5.. :39:202-./..9-07.3848.903.547./.390: 5.3 .3.9:507.8.987$.1.:9/.88....3907.3 $0739.3503079.....202:38:7050/:./../73.3..:203.5.35./.9.9/.3..3.3803/7  .:200-93.8.32..8::. 80/.7-07-:3 !:33..3-07.0207:5.390780-:9-0793.

-00/3 .87/.93.3.'$: $07./..5079..308:8.7.3.7 /.305./.3 /.8.80.3 50748.$48.93.9/.320..3:8.50..: 87 87 $02:./:/.3-07:5..9 /.  039:87.7.3 0/:..3.-.: 2.3..-.3-070-.3.3502-./7/..0.3&3.87.203/.87/$:....-.92033.3./.2025.7..2./.35073..8808047.38023./.3.2.88:94 8.9047. 9:7.8./....349.80-.7.7.380-.3.38.9.35079..5.9   .92.73472..3.7..2.79.3.3..3/.3/.9 443.357.5./03. :90. 879.2039 2.3.87805079..0388790780-:9/..0789.87/.3.9 723..2.9$7207:5.3-07.   4/.089 507-:.9 2.3.3://3203.3 3.35079.7.:39:202-:3:5. 3/.308:8.3-.30025.08$0.3:39:-007.3.3 07-.3 057-.3.2.7.3/.9/902:.32.3.3 247.5..307..79.3:8.-.3$7. $7/.0 5073. 09.2.8047.3  3.7.8.9.2 50.-007.5.9.3.5..:9.9:889023.380-.792.38:2-.8.7.::2.9/.8.9/.72.9 87....87.3/..9.7..3-07././.8.8:.9047...  03:7:9.3-07503/. .308:8.79.50.2/.3207:5.207:2:8.3249.5.8./72./..3.9.2..

7. .8.2.

3.3.3907./8-  .9.39.3../.3.703.7..35:973..9: 3... -:/03.9.3 507-:.7.. 8:8.3.7-07-.7.3808.3.3.507-:./.. 507.089.35:97.:/0.3.9 28.:-:3.30:.3/..

807-.907-07.3.:/2.207:5.50.3 803.703.8.3.7.3...5.9  /.3.30/:.3..3.3 89.9:8.9.9  802:.3 3.3/::/.3.7.7. .:507.2 .3 8.:39:/8008.38:3.203...3/.8:.350..7..39-.2.9  $0-./:3 .9/03.:507.3.3::2../.30:.!07-:.9/:9:402.7.-8:8.38:3..3:9:-:3..8.8.3.73..3907.3907:8/.2.39/.2.:/0.

203.7 9.8.33.35:..3.94.202-.3./.3 /.3.2.0/:.90780-:9 2070..3-07..9:. $08.. :39:203.3.5.3/9030..7.38..7.3 03.33.947../..30..3.380-...92.2.7. 0-0-.3203.9:9/.08:808.38:808 2.20.3..3.7-.9//.3909..32.9.3/80-:9 %:2.:39:203.503.8.9.7.3.-007.:897:0.9030.0.7-07-:3 .2..32.0244.3./ ..380.8  ..5.3.-.//...2070.3..2 .9   .2 /.7.88.3 .35.00./.39:907825.:0/.35.387/903.8./30.. .3. 2.8. /.-.39.3.8050795073.:-.3./. 80/.79.75.2...9.-007.380-.3   02.5/-.33.33.787 . . -0.5:.347.49.3 /.38./.9..207..8...3..3/.78.33-:7:9.3.3 507-:.90. 9.2..35.-.3.7:3: :. .903.3/.7 !03008.   ./7..38:808 03.3.3../.2.2 02.3..88.3/2.3 47. 0..2.3-.07.90.-.8.../..2./ 5.5.2.:.32.507-:.32.5. .3 /02.:9.3-.9202-07.-...507-:.7. .25:39.7. 57.2.88. 8:8..7. 0-0. .39.:9.53.9..9/.30/:..3808 1700808  03887.320.  ..07.93.5./. 3.38.31700808 .8:39:207.7..3.9/.7. 0--../. /.75.9.35. -3.3:8../.79.:.33.9..320.9 202.3:8.9 -..33.8..  $0.5..3:39:7: 3..3.9.3.3.9/.8803.3-07-:3 %./47-..75.7.8.3 47.3.7.507025:..370.07..9..34047./..2070..393.39.5.2:3.47.343709  8::.3..8:8.... 907.5.8:39:207./30.-09: 8.7.3.33.3.7873.8.:.38073.3 ./.5:3.3:./.3.7507-:9./..3.20.3249./73.07..3./.../:5.2-93/.:0/.3 0-:..33-:79.  0-2.9.-.9. -.8  $.9.203:.3.2.3.8.3....-.07.:73.702:/./.  %/.32.87 -07.9/./.87.:3./..32..9.8:8.8.9.:....25.202-:/.3:5.3-.9.3808:.75..75.7:8202..: .89.3.:.5:..93../.9.25. 8:8.8.3.5..3.22490703.4394.3/5072..3.:..3 -.507-:.302:/.3.3.3.:3:33.3. $08:/.33.3402.3.0-703/.3.3  .:507.7. 9.: :5:0-4 202-:/.3.5.8.3.88./.7:8/240 2.50....3 50748.35.8:808  8.-.5.3..:9.5:9.:507-:..39079039:  408::.33../.7.80.5.3:8.9/.9/.:0-..:.39.3.3/80-:9%:2.3.9.390780-:9/.3.703.9:8.7.:.3:39: 202-0/.507809::.5.3202.7:302:/. -07..9.9/300747.3.7:8.2.3:39:7: .3 0./::3..3879: 0.2.8.

/.3.33..35:.::./.3:2:2  9.3 ..5-:..3::2.82070.7 ./73...9/./....930.3:.3:8..:3.:5.2-93/../-.913.078::2.3907.3 :2:2 $0-.393/. 80-..3:39:2030.3.393/.79.387 87 3/.703...3./-.3.380-. 203025003808047.9:..3879:9/..73.25//05..3.3..:39:2033.3..2803/7 80/.7.2:3.-.3 2.:/.30025.9:-07.3/2:.792.././.8.87 !.93.320././4..3..:7 .2.320703/.88./.-07.2.3./..3.340909.88.7  93/.87....88.8.:873.5./03.3 23.9/.3-0.3 47.87-. -07:907-:9:/...87.3..8.309.5.03..703.-.79..09.7: /5079:3..: .:/03.-.-.8 202.8/.33./.3 2.:.93/.3.39.79: !.:.3207./703/.439447.:9-07.3203.3 9:7:3..3.3203/474347.3.3/05..3.7.:.3203..  89./.3.  2./574944 909.913.-.3.9723.3-079039.347..-07..3 /7   03887.9.0472.7./73.-.8203./73.347.7 20333..-073.-03.8.88.7207.:.7 .8:/3.5.3-07.....2.2.39:9.:.3/8:7:9...5.9.3:39:-07.47.47.39: /...3 9.3  /.7507:/9.9203.-.-07.3.3.3.0 .7947..-..5:33.5.3-8.25//05.387 87-..3.32./.5.3.//03.83.3  02:/.3.3-..9.3/.3.3  3.7.3...703.787 873 28.3.9. 207.:/03.-.9-07.80-.32.88..9:57385-.3-.3/8:7::39:203.79/.../703/.703.80503:3.907.. .3 .../!07/.88.7 %0.93. -4/4 3.5.703..3 5.5.79./.9.-.7.:.7.   03887.:2:2..3 0.3:8.3-..33..8203.9.5.7:39:203.3-..3 .0--4/4-.33202-0.7.2380-03.44 -:.38050793-.25.  03.3.94358033./.35. 2..2.3/03.39.2803/7 $:.47.33.2070..3 2.:.32025072.9.8...7/.-3.7.9:. .39.88.-.3 .03/!.-443.../5070.8.-.88.7..3//05..3.3 .3.-8.20....3:987 .3-07.3:2:2:39:.38.:-.8::.8.708:9.3. .3.3//05.9.3-7.98008.2.3.33. 8.398090.88.5802.3203..88.3/.. /./03.3.33./2.5.:.5.28.3..59/./73.32.80.47.-..3.9 -07. . $7805079328.3 &3. .3.79-4/4  ./5072:.8.33.7-./. 2033.8:/3./:...2-.25./.548913.3...207.!.9502-:3:..347...3 -.3 .808047.3 8.8::.3909.93.3.47.3/.808047.-07./.347.3 .7.3.2.347./703/.7.5.3.3..808047..88.39. .7. .30-07.39.%:3-/:#.39:/-..-4/4 .:.9..33..3::254891 &! 20.3-0.3 -8.7.954891/.88. 93/.-:./.3.8.20/:5.: $7802.8.:.9.7 .547.87...: 2..2 .9808047.7.$./57../..2.93../$.30.--.9.-.803.03907..9/.3203.2-93/.944  502.7 /./'..

3:8.0.3  /.3 907.9..9.7.43805820303.9503/079.3:8.:39: -07:8.9:/././..3 .9/902:.7.3.380..7.33. 039:503.3507.7..270.20/:5.83.4394 808047..3907.99:5:.9: $007..  .5:/.. 2030.9 -:/.2.357385$73...3507..5.-:.350//. 2.79.38.3  -.909.9848.7503079.3 &3.7-07-:- ./.5.33.8.2- 93/.20.:.3:8.88....38.5/.7/.7. .3-.3.3202-:.33..: 2..38. 0...25:203.3202-07249.3202.3.5...3/:3080383.0.980.. !.9.3503/0.9.9..9:  $ $!%&  $08:3:3.7.73.-.79./..0./../.9202:5:7.3.3 .030/:..7  .3/. 203/..3.. -079980397.7.3.72.3/03.9203.:-:3.85:.5..3 /.20/:5...: 793..-.3203.9/.9.3..8...9 2..3007.22:8-..32030.2 3:3.9 2..881. ..873:  5.  03.88.3..3 7.2-0. $0:7:507-0/.3 /..3/:547.72438.080..!.3/7....::7.39.8.9:...9.79808047.9/.70/:.31089. ..-.84/.-.7 ..9/:3:3930-07.:8.7.2.057-.3/3.9.3/.8.32..5-:/.88..38... .47.3..2.  $.7.3:8.87/.3 5078.2..7.:   2..9:.3-07./:590780-:99/.!.208:9.3:8..3503./.79...5/:5$5..-.79.3.907  39.8.9:.88.2.3:8.3..2.3:8.:0/:.9:.99.54891 -07./.3 84/..3/07.-:/.37.20/:5.078..2439083  /.380-.300:.8.3-.32.20.8.2.88.347.2..3.9.7. 202-3.3  .: 3.5078.75..33.3 47./.1..7.8.3/..347.3503/079.320..5./.3..22033..3203.../.39:3.3.38.80-. 5..9.347.8.9.0/:5.3. 85.88.808:.-.. 9:7:9207.3. 9.347.3-07-.80.9390-:/.3203072..3. /.5.8. 3..7..-07:5. 8..743805 9.08038544./.3. 0-3...5.3.5:33.9.9.907..35..9503.$5.-072.32.:-:.7..   .5..9..:/.2.380.:.9 -..2.080..8...30/..080335.7.3/.3.3203/::3/.302.5$5.387 5./.3 9:7:3.33.2 /.8.3/. 80.8.3 !.3 20.5.703.2:3.3/. ..1.3.7/..950/.:3432..203.8..5:3/.9.7.7.3:8.9.320708.5.9..2:3:7.:9.7.7.8-.3.3203.3202:33..3..79:80-03..79.3:39:202-.8 0-078..302...3848.3203/.2438058$73.390.380.2507..88.:202-.82.385..3 203.9/...2030:8:780.8.390780-:9 2.907.03-071:3880-..7/.73.3 08..8...3 $0-...3.3-.8.8.:/.3:3.3-.5.9/.0 03.903..... 3..2/.7.3.-: 808047./..9 2.3.8/7808047.-078.3:8.5./.7... /:.880.8.8808..8.9..907-:. 9.39:808047.7203..:0.38.:.71.507..39:/2.3/.7 ....347..3/.09:/.3:8.92..02.

.03/07:3203030.5$5.$5..3/..3.7.2.3.8./03.83..7.38.3-:/.2.3:30/:5.7..8808.:. .   02.80.-   .3.808:.9..:03/.9:02.809.3907-:.7:8803.3 :39:3.203./3./.4/7.9203..5 2. .9:2033.207:5.9..8.304342 8..20..2.:20243454...2..//..3:8.3-0730..3.8!.88  8.3/.247.3907-:.347.88.9:03/.9 80.7.8.39.3.32.8.0. 09.307.9.7..3 503.8. 907:9.9:.3../.3 203/:5 9443 203443 /.. 2.7:-:/.9.9.8$5.3.33:3.809470/:5...8.::..0.5.3:8.9.:39:8..3/:5.3 903.:.8.$5..59.9.3//.3..3207.2./.9:9/.380.3.9.9..3 .$.3:8..$5.3 8.3043422.503.3.3 /80.:207:5..7.507..03  048 .20/:5.:/.38:.:203.09.35.3 .9..8.3-07-./.9.202-..9-.9.3-007.3203.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->