P. 1
kerangka KTI

kerangka KTI

|Views: 2,943|Likes:
Published by Tika Tri S

More info:

Published by: Tika Tri S on Jul 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1Latar Belakang
  • 1.2Rumusan Masalah
  • 1.3.1 Tujuan Umum
  • 1.3.2 Tujuan Khusus
  • 1.4.1Manfaat teoritis
  • 1.4.2 Manfaat praktis
  • 2.1Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
  • 2.2Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga Sehat
  • 2.3Tujuan PHBS
  • 2.4Manfaat PHBS
  • 2.5Sasaran PHBS
  • 2.6.1Tujuan Pembentukan Kader Kesehatan
  • 2.6.2Faktor Yang Mempengaruhi Kader Kesehatan
  • 2.6.3Wujud Peranserta Masyarakat
  • 2.7.1 Keadaan Geografi
  • 2.7.2 Keadaan Demografi
  • 2.7.3 Sumber Daya
  • 2.7.4Penyakit Terbanyak di Puskesmas Ploso
  • 2.7.5 Upaya Peningkatan Perilaku Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat
  • 3.Advokasi
  • 4.1 Jenis Penelitian
  • 4.2Lokasi dan Waktu penelitian
  • 4.3.1Populasi
  • 4.3.2Sampel
  • 4.3.3Besar Sampel
  • 4.3.4Teknik Pengambilan Sampel
  • 4.4Kriteria Inklusi dan Eksklusi
  • 4.5.1 Variabel Independen
  • 4.5.2 Variabel Dependen
  • 4.6Definisi Operasional Variabel
  • 4.7Instrumen Penelitian
  • 4.8Alur Penelitian
  • 4.9Prosedur Pengambilan dan Pengumpulan Data
  • 5.1Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 5.2Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 5.3Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 5.4Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 5.5Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 5.6Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 5.7Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 5.8Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 5.9Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 5.10Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 5.11Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 5.12Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 6.1Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 6.2Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 6.3Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 6.4Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 6.5Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 6.6Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 6.7Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 6.8Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 6.9Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 6.10Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 6.11Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas
  • 7.1 Kesimpulan
  • 7.2Saran
  • 8. Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pedoman Pengembangan
  • 9. Purwandasari, Atik. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC. 2010
  • 10.Departemen Kesehatan RI. Sistem Kesehatan Nasional 2004
  • 12.Apakah dalam keluarga anda selalu menyediakan sayur dan buah di rumah?

1

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

1.2

Rumusan Masalah Bagaimana gambaran di wilayah kerja Puskesmas Ploso, Kabupaten

Jombang ?

1.3 1.3.1

Tujuan Penelitian Tujuan Umum Untuk mengetahui gambaran di wilayah kerja Puskesmas Ploso,

Kabupaten Jombang.

1.3.2
1. 2.

Tujuan Khusus Mengetahui KEADAAN POJOK GIZI di wilayah kerja Puskesmas Ploso.

Mengetahui persentase pencapaian masing-masing indikator PHBS.

1.4

Manfaat Penelitian Manfaat teoritis Diharapkan mampu menjadi suatu bahan kajian untuk pengembangan ilmu pengetahuan mengenai gambaran perilaku kader kesehatan dalam menerapkan PHBS.

1.4.1

2

1.4.2 Manfaat praktis a. Karya tulis ilmiah ini diharapkan memberi sumbangan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat terutama pada kader kesehatan dalam menerapkan PHBS guna menuju rumah tangga sehat.
b. Karya tulis akhir ini diharapkan dapat menjadi sumber data terbaru

mengenai gambaran perilaku kader kesehatan dalam menerapkan PHBS di wilayah kerja Puskesmas Ploso Kabupaten Jombang.

3

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran

sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan–kegiatan kesehatan di masyarakat.1 PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.1 PHBS yang baik dapat memberikan dampak yang bermakna terhadap kesehatan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam peningkatan derajat kesehatan, status pola gizi dan pemanfaatan sarana kesehatan lingkungan agar tercapai derajat kesehatan yang optimal.1 PHBS di Kabupaten/Kota dikoordinasikan melalui tiga sentra, yaitu Puskesmas, Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Puskesmas merupakan pusat kegiatan promosi kesehatan dan PHBS di tingkat kecamatan dengan sasaran baik individu yang datang ke Puskesmas maupun keluarga dan masyarakat di wilayah Puskesmas. Rumah Sakit bertugas melaksanakan promosi kesehatan dan PHBS kepada individu dan keluarga yang optimal. Masalah kesehatan lingkungan merupakan salah satu dari akibat masih rendahnya tingkat pendidikan penduduk, masih terikat eratnya masyarakat Indonesia dengan adat istiadat kebiasaan, kepercayaan dan lain sebagainya yang tidak sejalan dengan

muntaber. Bilamana sasaran sudah akan berpindah dari mau ke mampu melaksanakan. dari tahu menjadi mau (aspek attitude). Gerakan Pemberdayaan Pemberdayaan adalah proses pemberian informasi secara terus-menerus dan berkesinambungan mengikuti perkembangan sasaran. Untuk itu sejumlah individu yang telah mau. typus. serta kelompok masyarakat. Dalam hal ini kepada yang bersangkutan dapat diberikan bantuan langsung. Menurut pusat promosi kesehatan. dan DBD. dan dari mau menjadi mampu melaksanakan perilaku yang diperkenalkan (aspek practice). serta proses membantu sasaran agar sasaran tersebut berubah dari tidak tahu menjadi tahu atau sadar (aspek knowledge). Dampak Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang tidak baik dapat menimbulkan suatu penyakit diantaranya adalah mencret. Tidak jarang kelompok ini pun masih juga memerlukan bantuan dari luar (misalnya dari pemerintah atau dari dermawan). tetapi yang seringkali dipraktikkan adalah dengan mengajaknya ke dalam proses pengorganisasian masyarakat (community organisation) atau pembangunan masyarakat (community development). desentri. Hal-hal yang akan diberikan kepada masyarakat oleh program . dihimpun dalam suatu kelompok untuk bekerjasama memecahkan kesulitan yang dihadapi. Disinilah letak pentingnya sinkronisasi promosi kesehatan dan PHBS dengan program kesehatan yang didukungnya. Sasaran utama dari pemberdayaan adalah individu dan keluarga.4 konsep kesehatan. boleh jadi akan terkendala oleh dimensi ekonomi. PHBS dapat mencegah terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit.7 Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan telah menetapkan tiga strategi dasar promosi kesehatan dan PHBS yaitu :7 1.

orang-orang yang menjadi panutan/idolanya. Advokasi Advokasi adalah upaya atau proses yang strategis dan terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait (stakeholders).hendaknya disampaikan pada fase ini. perlu dilakukan Bina Suasana. Pendekatan Individu b. Bantuan itu hendaknya juga sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. dan lain-lain yang umumnya . bukan sebelumnya. Bina suasana Bina suasana adalah upaya menciptakan lingkungan sosial yang mendorong individu anggota masyarakat untuk mau melakukan perilaku yang diperkenalkan.7 2. untuk mendukung proses pemberdayaan masyarakat.5 kesehatan sebagai bantuan. Pihak-pihak yang terkait ini bisa berupa tokoh masyarakat formal yang umumnya berperan sebagai penentu kebijakan pemerintahan dan penyandang dana pemerintah. dan bahkan masyarakat umum) menyetujui atau mendukung perilaku tersebut. kelompok arisan. Terdapat tiga pendekatan dalam Bina Suasana.khususnya dalam upaya meningkatkan para individu dari fase tahu ke fase mau. Pendekatan Masyarakat Umum 3. Juga dapat berupa tokoh-tokoh masyarakat informal seperti tokoh agama. yaitu :7 a. Oleh karena itu. tokoh pengusaha. Pendekatan Kelompok c. Seseorang akan terdorong untuk mau melakukan sesuatu apabila lingkungan sosial dimana pun ia berada (keluarga di rumah. majelis agama. dan lain-lain.

c. (3) peduli terhadap pemecahan masalah dengan mempertimbangkan berbagai alternatif pemecahan masalah. b. f.7 Perlu disadari bahwa komitmen dan dukungan yang diupayakan melalui advokasi jarang diperoleh dalam waktu singkat. Sesuai minat dan perhatian sasaran advokasi Memuat rumusan masalah dan alternatif pemecahan masalah Memuat peran si sasaran dalam pemecahan masalah Berdasarkan kepada fakta atau evidence-based Dikemas secara menarik dan jelas Sesuai dengan waktu yang tersedia 2. Bahan-bahan advokasi harus disiapkan dengan matang. Pada diri sasaran advokasi umumnya berlangsung tahapan-tahapan. Permasalahan yang menjadi perhatian dalam pengkajian PHBS kuantitatif pada Tatanan Rumah Tangga Sehat yang terdiri dari 10 indikator yaitu:7 . yaitu:7 a. (2) tertarik untuk ikut mengatasi masalah. d. e. maka advokasi harus dilakukan secara terencana. yaitu (1) mengetahui atau menyadari adanya masalah. cermat. dan tepat.6 dapat berperan sebagai penentu ”kebijakan” (tidak tertulis) dibidangnya dan atau sebagai penyandang dana non pemerintah. dan (5) memutuskan tindak lanjut kesepakatan. Dengan demikian. (4) sepakat untuk memecahkan masalah dengan memilih salah satu alternatif pemecahan masalah.2 Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga Sehat Pembinaan PHBS dirumah tangga dilakukan untuk mewujudkan rumah tangga sehat.

dan dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadinya dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya . Rumah tangga yang menggunakan air bersih. Rumah tangga yang melakukan aktivitas fisik setiap hari.4 Manfaat PHBS Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi rumah tangga adalah setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit.1 2. 2. Rumah tangga yang makan sayur dan buah setiap hari. 2. 4. 8. 9. dan kemampuan anggota rumah tangga untuk melakukan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan PHBS dimasyarakat. Rumah tangga yang memberantas jentik di rumah. 3. 6. Rumah tangga yang tidak merokok di dalam rumah. kemauan. Rumah tangga yang mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. produktivitas kerja anggota keluarga meningkat. dan tujuan khususnya untuk meningkatkan pengetahuan.7 1. Rumah tangga yang memperoleh pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. 7. Rumah tangga dengan bayi yang diberi ASI eksklusif. anak tumbuh sehat dan cerdas. Rumah tangga yang menimbang bayi dan balita. kabupaten/kota diseluruh Indonesia.3 Tujuan PHBS Tujuan umum dari PHBS adalah meningkatnya rumah tangga sehat di desa. Rumah tangga yang menggunakan jamban sehat. 5. 10.

8

pendidikan, pemenuhan gizi keluarga dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga.1 Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat antara lain masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat, masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi pelayanan masalah-masalah yang ada, kesehatan, masyarakat mampu

memanfaatkan

kesehatan

masyarakat

mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) seperti Posyandu, jaminan pemeliharaan kesehatan, tabungan bersalin (Tabulin), arisan jamban, kelompok pemakai air, ambulans desa dan lain-lain.8

2.5

Sasaran PHBS Sasaran PHBS dirumah tangga yaitu pasangan usia subur, ibu hamil dan

ibu menyusui, anak dan remaja, usia lanjut, dan pengasuh anak.1

2.6

Peran Kader Dalam Mewujudkan Rumah Tangga Sehat Kader kesehatan memiliki makna yang amat luas. Semua ahli mengatakan

bahwa partisipasi atau peranserta masyarakat pada hakekatnya bertitik tolak dari sikap dan perilaku namun batasannya tidak jelas, akan tetapi mudah dirasakan, dihayati dan diamalkan namun sulit untuk dirumuskan.7 Kader kesehatan dalam bidang kesehatan adalah keadaan dimana individu, keluarga maupun masyarakat umum ikut serta bertanggung jawab terhadap kesehatan diri, keluarga, ataupun kesehatan masyarakat lingkungannya.7 Kader kesehatan yaitu kader-kader yang dipilih oleh masyarakat tadi menjadi penyelenggara Posyandu. Banyak para ahli mengemukakan mengenai

9

pengertian tentang kader kesehatan antara lain: L. A. Gunawan memberikan batasan tentang kader kesehatan: “kader kesehatan dinamakan juga promotor kesehatan desa (prokes) adalah tenaga sukarela yang dipilih oleh dari masyarakat dan bertugas mengembangkan masyarakat”.7 Direktorat bina peran serta masyarakat Depkes RI memberikan batasan kader: “Kader adalah warga masyarakat setempat yang dipilih dan ditinjau oleh masyarakat dan dapat bekerja secara sukarela”. Jadi dapat disimpulkan pengertian kader adalah seorang tenaga sukarela yang direkrut dari, oleh dan untuk masyarakat, yang bertugas membantu kelancaran pelayanan kesehatan.

Keberadaan kader sering dikaitkan dengan pelayanan rutin di posyandu. Padahal ada beberapa macam kader bisa dibentuk sesuai dengan keperluan menggerakkan partisipasi masyarakat atau sasarannya dalam program pelayanan kesehatan.7 Paparan ringkas tentang beberapa macam kader yang bertugas dalam pelayanan kesehatan dijelaskan sesuai pengamatan dan pengalaman pribadi selama bertugas di puskesmas. Penjelasan singkat ini masih bisa ditambahkan serta dikoreksi sesuai dengan perkembangan program pelayanan dan fokus prioritas pelayanan setiap puskesmas.7

2.6.1

Tujuan Pembentukan Kader Kesehatan Dalam rangka mensukseskan pembangunan nasional, khusus dibidang

kesehatan, bentuk pelayanan kesehatan diarahkan pada prinsip bahwa masyarakat bukanlah sebagai objek akan tetapi merupakan subjek dari pembangunan itu sendiri. Pada hakekatnya kesehatan dipolakan mengikut sertakan masyarakat secara aktif dan bertanggung jawab. Keikut sertaan masyarakat dalam

10

meningkatkan efisiensi pelayanan adalah atas dasar terbatasnya daya dan adaya dalam operasional pelayanan kesehatan masyarakat akan memanfaatkan sumber daya yang ada di masyarakat seoptimal mungkin. Pola pikir yang semacam ini merupakan penjabaran dari karsa pertama yang berbunyi, meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya dalam bidang kesehatan.9 Menurut Santoso Karo-Karo, kader yang dinamis dengan pendidikan ratarata tingkat desa teryata mampu melaksanakan beberapa hal yang sederhana, akan tetapi berguna bagi masyarakat sekelompoknya meliputi:9 a. Pengobatan/ringan sederhana, pemberian obat cacing pengobatanterhadap diare dan pemberian larutan gula garam, obat-obatan sederhan dan lainlain. b. Penimbangan dan penyuluhan gizi. c. Pemberantasan penyakit menular, pencarian kasus, pelaporan vaksinasi, pemberian distribusi obat/alat kontrasepsi KB penyuluhan dalam upaya menanamkan NKKBS. d. Peyediaan dan distribusi obat/alat kontasepsi KB penyuluhan dalam upaya menamakan NKKBS. e. Penyuluhan kesehatan dan bimbingan upaya keberhasilan lingkungan, pembuatan jamban keluarga da sarana air sederhana. f. Penyelenggaraan dana sehat dan pos kesehatan desa dan lain-lain.Tujuan program peranserta masyarakat adalah meningkatkan peran dan

kemandirian, dan kerjasama dengan lembaga-lembaga non pemerintah yang memiliki visi sesuai; meningkatkan kuantitas dan kualitas jejaring kelembagaan dan organisasi non pemerintah dan masyarakat; memperkuat

2 Faktor Yang Mempengaruhi Kader Kesehatan Beberapa faktor yang mempengaruhi peranserta masyarakat antara lain:9 1) Manfaat kegiatan yang dilakukan. Dalam upaya untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat harus pula diperhatikan keadaan sosial budaya masyarakat. Dengan demikian masyarakat bukan hanya merupakan objek pembangunan. perilaku kesehatan tidak terlepas dari pada kebudayaan masyarakat. tidak akan membawa hasil yang baik bila prosesnya melalui pendekatan dengan edukatif yaitu. . berusaha menimbulkan kesadaran untuk dapat memecahkan permasalahan dengan memperhitungkan sosial budaya setempat. tetapai juga merupakan mitra pembangunan itu sendiri. pelayanan kesehatan yang selama ini dikerjakan oleh petugas kesehatan saja dapat dibantu oleh masyarakat. Jika kegiatan yang dilakukan memberikan manfaat yang nyata dan jelas bagi masyarakat maka kesediaan masyarakat untuk berperanserta menjadi lebih besar.9 Dengan terbentuknya kader kesehatan. Sehingga untuk mengikut sertakan masyarakat dalam upaya pembangunan khususnya dalam bidang kesehatan. jelaslah bahwa pembentukan kader adalah perwujudan pembangunan dalam bidang kesehatan. Dari segi kemasyarakatan.11 peran aktif masyarakat dalam setiap tahap dan proses pembangunan melalui peningkatan jaringan kemitraan dengan masyarakat.6.9 2. maka pesan-pesan yang disampaikan dapat diterima dengan sempurna berkat adanya kader. Selanjutnya dengan adanay kader.

Untuk itu berbagai bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ploso banyak didirikan. jika rasa memiliki ini bisa ditumbuh kembangkan dengan baik maka peranserta akan dapat dilestarikan. 4) Rasa Memiliki. dengan jumlah kader sekitar 240 orang. 5) Faktor tokoh masyarakat. Rasa memiliki suatu akan tumbuh jika sejak awal kegiatan masyarakat sudah diikut sertakan. Keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. 3) Memiliki ketrampilan. Jika dalam kegiatan yang diselenggarakan masyarakat melihat bahwa tokoh-tokoh masyarakat atau pemimpin kader yang disegani ikut serta maka mereka akan tertarik pula berperanserta. antara lain dalam bentuk Posyandu yang berjumlah sekitar 48 buah. Kesediaan juga dipengaruhi oleh adanya kesempatan atau ajakan untuk berperanserta dan masyarakat melihat memang ada hal-hal yang berguna dalam kegiatan yang akan dilakukan.12 2) Adanya kesempatan. Jika kegiatan yang dilaksanakan membutuhkan ketrampilan tertentu dan orang yang mempunyai ketrampilan sesuai dengan ketrampilan tersebut maka orang tertarik untuk berperanserta. .

316 unit dana sehat. pinjaman tempat dan sebagainya (Depkes RI.3 Wujud Peranserta Masyarakat Peranserta dapat diwujudkan dalam bentuk:9 1) Tenaga. Yayasan Thalasemia Indonesia. Yayasan Jantung Indonesia.Upaya Kesehatan Kerja. Kecuali itu lingkup pemberdayaan masyarakat masih dalam bentuk mobilisasi masyarakat. Dalam rangka mempercepat tercapainya Indonesia Sehat 2010. seseorang berperanserta dalam kegiatan kelompok dengan menyumbang-kan materi yang diperlukan dalam kegiatan kelompok tersebut. Gerakan Sayang Ibu. serta Yayasan Ginjal Indonesia. seperti Koalisi Indonesia Sehat. Sedangkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan. gerakan anti madat serta gerakan pita putih (Kesehatan Ibu) dan gerakan pita merah (Gerakan Nasional Penanggulangan HIV/AIDS). Gebrak Malaria. Sedangkan dalam pembiayaan kesehatan.6. misalnya menyiapkan tempat dan peralatan dan sebagainya. 1990).13 2. advokasi kesehatan serta . seseorang berperanserta dalam kegiatan kelompok dengan menyumbangkan tenaganya. misalnya uang. Sayangnya pemberdayaan masyarakat dalam arti mengembangkan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan tentang kesehatan masih dilaksanakan secara terbatas. pemberdayaan masyarakat dilaksanakan pula dalam berbagai bentuk. Gerdunas TB. 2) Materi. serta berbagai yayasan peduli dan penyandang dana kesehatan seperti Yayasan Kanker Indonesia. pemberdayaan masyarakat diwujudkan melalui bentuk dana sehat yang berjumlah 23.

Kegiatan yang dilakukan dapat berupa program pengabdian (to serve). fungsi dan kemampuan perorangan dalam membuat keputusan untuk memelihara kesehatan. Kemitraan yang telah dibangun belum menampakkan kepekaan.14 pengawasan sosial dalam program pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan. memperjuangkan kepentingan masyarakat di bidang kesehatan (to advocate) atau melakukan pengawasan sosial terhadap pembangunan kesehatan (to watch). kepedulian dan rasa memiliki terhadap permasalahan dan upaya kesehatan. yakni pemberdayaan perorangan.9 Dalam Sistem Kesehatan Nasional 2004 subsistem pemberdayaan masyarakat terdiri dari tiga unsur utama. Sedangkan target maksimal adalah berperan aktif sebagai kader kesehatan dalam menggerakkan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. termasuk swasta sehingga di satu pihak dapat mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi kelompok dan di pihak lain dapat berperan aktif dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Jaringan kemitraan antara sektor pemerintahan dan swasta belum dikembangkan secara optimal.10 1) Pemberdayaan perorangan adalah upaya meningkatkan peran. fungsi dan kemampuan kelompokkelompok di masyarakat. . 2) Pemberdayaan kelompok adalah upaya meningkatkan peran. pemberdayaan kelompok dan pemberdayaan masyarakat umum. Program-program kemitraan pemerintah dan swasta (Public and private mix) masih dalam tahap perintisan. Target minimal yang diharapkan adalah untuk diri sendiri yakni mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang diteladani oleh keluarga dan masyarakat sekitar.

kebutuhan dan potensi setempat. kemauan dan kemampuan serta kepedulian dan peran aktif dalam berbagai upaya kesehatan. termasuk swasta sedemikian rupa sehingga di satu pihak dapat mengatasi masalah kesehatan yang ada di masyarakat dan di pihak lain dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan. . 3) Pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pendekatan edukatif untuk meningkatkan kesadaran. Kegiatan yang dilakukan dapat berupa program pengabdian.15 3) Pemberdayaan masyarakat umum adalah upaya meningkatkan peran. 4) Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan menerapkan prinsip kemitraan yang didasari semangat kebersamaan dan gotong royong serta terorganisasikan dalam berbagai kelompok atau kelembagaan masyarakat. sesuai dengan sosial budaya. keluarga dan masyarakat. 2) Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan meningkatkan akses untuk memperoleh informasi dan kesempatan untuk mengemukakan pendapat serta keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan kesehatan. memperjuangkan kepentingan masyarakat di bidang kesehatan atau melakukan pengawasan sosial terhadap pembangunan kesehatan. Penyelenggaraan subsistem pemberdayaan masyarakat mengacu pada prinsip-prinsip sebagai berikut:10 1) Pemberdayaan masyarakat berbasis pada tata nilai perorangan. fungsi dan kemampuan masyarakat.

18 km2 Jumlah Desa/Kelurahan 18 desa. bertanggungjawab dan bertanggunggugat dan tanggap terhadap aspirasi masyarakat. Trowulan Kab. 2. Mojokerto c.16 5) Pemerintah bersikap terbuka.1 Keadaan Geografi Secara geografis. pendamping. Kabupaten Jombang 2. Seketi Sebelah selatan berbatasan dengan Kec.7. serta berperan sebagai pendorong. posisi Puskesmas Ploso terletak pada koridor bagian timur wilayah Kabupaten Jombang. 32 dusun.11 Adapun batas-batas wilayah Kerja Puskesmas Ploso adalah : a. Sebelah timur berbatasan dengan Kec. Jogoroto d. Sumobito dan Kec. Puskesmas Ploso termasuk dalam Kecamatan Ploso dengan luas wilayah 60. Mojowarno Murukan Mojotrisno U S . Sebelah barat berbatasan dengan Kec. Sebelah utara berbatasan dengan Kec. fasilitator dan pemberi bantuan (asistensi) dalam penyelenggaraan upaya kesehatan yang berbasis masyarakat.7 Data Pemantauan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. Sumobito dan Wilker Puskesmas Gambiran b.

Peta Wilayah Kerja Puskesmas Ploso11 2.2 Keadaan Demografi Jumlah penduduk Kecamatan Ploso berdasarkan proyeksi BPMPPD Jombang adalah Jumlah penduduk 75. Desa/kelurahan 18. Kecamatan Ploso merupakan kota kecamatan terbesar kedua di Kabupaten Jombang setelah kota Jombang.1.7.863 jiwa dengan Kepadatan 22.451 jiwa/km².11 .17 Wilayah Kerja Puskesmas Ploso Gambar 2.

Desa Murukan dan Desa Seketi.599. Desa Kedunglumpang.024.600 222.551.000 Pengeluaran (Rp) 236.599. Desa Karangwinongan.463 jiwa.750 53.300 53.323 41.600 141.5 100 .1.802.000 % 100 100 63. Desa Tanggalrejo. Desa Mojotrisno.323 41.11 Tabel 2.024.718. Desa Dukuhdimoro.718. Anggaran Kesehatan menurut sumber dana di Puskesmas Ploso Tahun 2010 No 1 2 3 4 Sumber Anggaran Retribusi 50 % Kapitasi ASKES PNS JAMKESMAS JAMKESDA Penerimaan (Rp) 236. desa/kelurahan 10 yaitu : Desa Miagan. Anggaran Puskesmas Tahun 2010 menurut jenis dan sumber dana.18 Jumlah penduduk wilayah kerja Puskesmas Ploso adalah 42.3 Sumber Daya (1).11 Tabel 2.2. Desa Dukuhmojo. Keadaan Demografi Wilayah Kerja Puskesmas Ploso Tahun 2010 2.7. Desa Kademangan.

19 Gambar 2. Diagram Batang Pendapatan PuskesmasTahun 2010 23 .2.

20 (2).3 Data Ketenagaan Puskesmas Ploso Tahun 2010 No Ketenagaan Medis 1 a. Perawat Gigi No Ketenagaan Bidan 3 a. Teknisi Elektromedis d. Bidan di puskesmas b. Dokter Gigi c. Perawat b. Apoteker Kesehatan Masyarakat 5 6 7 S1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 . Teknisi Gigi 9 e. Dokter Umum b. Dokter Spesialis 2 Perawat a. Bidan di desa Farmasi 4 a.S2 Sanitarian Gizi Teknisi Medis a. Asisten Apoteker b. Radiografer 8 c. Rekam Medik Keterapian Fisik 1 1 1 1 1 1 1 1 6 5 6 5 2 5 2 5 Tenaga PNS P Jumlah Tenaga Non PNS L P Jumlah 3 1 1 1 4 1 2 1 1 7 1 6 1 7 1 1 L Tenaga PNS P Jumlah Tenaga Non PNS L P Jumlah L 2 2 . Analis Kesehatan b. Ketenagaan :11 Tabel 2.

SMP 10 c. SMA d. Gigi Bidan Praktek Swasta Apotik Toko Obat / jamu Jumlah 2 3 5 3 0 8 0 1 0 49 0 3 0 0 5 0 12 13 14 .21 a. S1/ DIV JUMLAH 8 41 50 Keterangan : L = Laki-laki. sarana kesehatan yang ada di wilayah Puskesmas Ploso. Akupunturis c. D1 e.4 Data Sarana Kesehatan di Puskesmas Ploso Tahun 2010 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Uraian Puskesmas Pembantu Puskesmas Keliling Kendaraan operasional (sepeda motor) Rumah Dinas Dokter Rumah Dinas Paramedis Pondok Bersalin Desa (Polindes) Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) BP /RB Swasta RS Swasta Posyandu Praktek dokter a. adalah sebagai berikut:11 Tabel 2. P = Perempuan 17 16 22 1 3 6 11 7 14 1 1 5 1 2 1 1 1 (3) Sarana Kesehatan Sampai Desember 2010. D3 f. Fisioterapi b. Umum c. Spesialis b. Terapi Okupasi Non Kesehatan a. SD b.

87 7.otot Peny. jar.47 16.4 Penyakit Terbanyak di Puskesmas Ploso Tabel 2.5 Penyakit Terbanyak di Rawat Jalan Puskesmas Ploso Tahun 2010 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ICD J00 I10 E14 K31 M79 M25 J44 J06 L30 H10 JENIS PENYAKIT Nasofaringitis akut Hypertensi Dm Gastritis Peny.09 16.93 10.11 1.38 4.43 5.47 4.6 Penyakit Terbanyak di Rawat Inap Puskesmas Ploso Tahun 2010 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jenis Penyakit GEA Obs.7.91 Tabel 2.22 2. Febris Thypoid Gangguan lambung & usus Bersalin DHF HT DM Asma ISPA Jumlah kasus 607 414 405 348 301 247 187 111 102 101 % 21 14 14 12 11 9 7 4 4 4 JUMLAH PASIEN YANG DIRAWAT (PERAWATAN) TAHUN 2010 400 350 300 250 200 150 100 50 0 Jan Feb 240 130 Mar 281 355 Apr 305 298 Mei 224 253 Juni 209 282 Juli 232 275 Agt Sept 301 239 186 229 Ok t 211 310 Nop 260 303 Des 335 297 2009 302 2010 352 . sendi Asma ISPA Infeksi kulit Konjungtivitis JUMLAH KASUS 2917 2197 1309 2132 762 969 564 1347 534 248 % 22.35 10.

3. .23 Gambar 2. Grafik jumlah pasien yang dirawat tahun 2010.

7 Hasil kegiatan pengkajian PHBS adalah sbb : Desa / No 1 2 3 4 5 Tatanan R.20 0 2x50 2x4 2x6 2x98 I 37 0 30 1 2 8 Strata % 2009 II III IV 21 12 60 0 30 1 2 8 0 30 1 2 8 0 30 1 2 8 I 41 6 44 9 5 9 2010 II III IV 1. Pembinaan Posyandu.38 968 385 5 8 39 24 9 9 9 3 4 7 15 8 36 meningkatkan kesehatan dengan melakukan pembinaan terhadap usaha-2 kesehatan yang bersumber daya masyarakat.11 Kegiatannya meliputi : b1. Dari jumlah kader terlatih yang ada 250 orang.hal ini karena adanya aktifitas kader meningkat.11 .5 Upaya Peningkatan Perilaku Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat a) Kegiatan Program PHBS11 Tabel 2.24 2.7. yang aktif sejumlah 250 Orang. Tingkat pelaksanaan Posyandu menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.Pendidikan I.20 0 2x50 2x4 2x6 2x98 2.Kesehatan Tempatkerja Warung Makan b) Bina UKBM Mendorong peran serta masyarakat untuk memelihara dan Institusi 2009 2010 2. Tangga I.

25 Tabel 2.8. Perkembangan Posyandu di Puskesmas Ploso : k 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Desa Miagan Mojotrisno Kademangan Krangwinongan Dukuhmojo Kedunglumpang Tanggalrejo Dukuhdimoro Murukan Seketi Jumlah Jml Dusun 2 3 3 4 4 4 6 3 2 1 32 Jml Posyandu 3 8 4 5 7 6 8 5 3 1 50 Pratama Strata Posyandu Madya Purnama 3 4 3 6 3 7 3 Kader Mandiri 8 2 1 3 1 2 3 1 21 Yg ada 15 40 20 25 35 30 40 25 15 5 250 Yg dilatih 15 40 20 25 35 30 40 25 15 5 250 29 29 .

9. TOGA ( Tanaman Obat Keluarga )11 Tabel 2.26 b2. : Perkembangan Toga di wilayah Puskesmas Ploso : No 1 2 3 Jumlah K.K Jumlah Desa Jumlah Desa dg Toga Percontohan Kegiatan Tahun 2009 2010 11131 10 4 11203 10 4 .

27 BAB 3 KERANGKA KONSEP PENELITIAN 3.1 Kerangka Konsep .

Sebagai indikator tercapainya rumah tangga sehat. Bina suasana 3. Advokasi Kali ini peneliti hanya menilai tentang perilaku hidup bersih dan sehat di rumah tangga dalam upaya mencapai rumah tngga sehat. . ada 10 indikator PHBS tatanan rumah tangga yang digunakan.28 Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan telah menetapkan tiga strategi dasar promosi kesehatan dan PHBS yaitu : 1. Gerakan perberdayaan 2.

5 Juni 2011 . Dimana hanya mencari persentase tingkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Ploso.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan studi deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat secara objektif. Pengolahan data Jadwal 27-29 Mei 2011 30 Mei – 2 Juni 2011 3. Pengambilan data 3. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 Mei – 5 Juni. 4. Dengan jadwal kegiatan selengkapnya adalah sebagai berikut: No.2 Lokasi dan Waktu penelitian Penelitian ini berlokasi di wilayah kerja Puskesmas Ploso Kabupaten Jombang. Dalam penelitian ini kami tidak membahas faktor-faktor penyebab maupun korelasi yang mempengaruhi frekuensi atau penyebaran masalah kesehatan tersebut. Kegiatan 1. Pengenalan medan 2. Kabupaten Jombang.29 BAB 4 METODE PENELITIAN 4. berdasarkan sepuluh indikator PHBS tatanan rumah tangga.

05)2 x (250-1) + (1.3 Besar Sampel Besar sampel yang digunakan dalam penelitian diperoleh melaui perhitungan: n= N .1 Populasi dan Sampel Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Ploso Kabupaten Jombang.1 1.30 4. q d2 .3 4.960)2 x (0.5) (0. (N-1) + Zα2 . 4.5829 152 = besar sample = estimator proporsi populasi = 1-p = kurva normal yang tergantung dari harga alfa = jumlah unit populasi 250 x (1. q n p q Zα2 N n= (0.5) (0.3.5) n= n= 240. p. p.5) .3.960)2 x (0. 4. Zα2 .2 Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah kader kesehatan yang terpilih sebagai responden di wilayah kerja Puskesmas Ploso Kabupaten Jombang.3.

4 Kriteria Inklusi dan Eksklusi Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah kader kesehatan yang bersedia untuk menjawab pertanyaan yang telah disediakan dan bersedia dilakukan observasi pada rumahnya. . 4. maka berdasarkan kelompok akan diundi kembali secara acak sisa populasi yang ada untuk dijadikan sampel. 4. Jika diantara sampel yang terpilih tidak memenuhi kriteria inklusi.4 Teknik Pengambilan Sampel Pada penelitian ini menggunakan teknik systematic random sampling. Tiap kader pada tiap kelompok diberi nomer urut 1-5. Populasi dibagi menjadi 50 kelompok berdasarkan kelompok posyandu masingmasing yang merupakan populasi yang homogen. lalu berdasarkan hasil undian nomer urut 1-5 diambil 3 nomer urut yang akan diambil dengan nomer urut yang sama pada tiap-tiap kelompok.3. Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah kader kesehatan yang tidak bersedia untuk menjawab pertanyaan yang telah disediakan dan bersedia dilakukan observasi pada rumahnya.31 Jadi besar sample minimal yang diperlukan adalah 152 kader kesehatan. Maka besar sampel yang akan didapatkan pada penelitian ini berjumlah 152 orang. Sisa populasi yang ada akan diundi secara acak untuk mendapatkan 2 orang dari jumlah sampel yang diperlukan.

5.32 4. Paramedis lain c.2 Variabel Dependen Variabel dependent penelitian ini adalah rumah tangga sehat. Dukun tidak terlatih Skor Jenis Kuesioner 3 2 1 0 Close Open Alasan: ………………… Minuman atau makanan apa yang anda berikan pada saat bayi anda berumur 0-6 bulan? a. Dukun terlatih d.1 Variabel Penelitian Variabel Independen Variabel independent penelitian ini adalah perilaku kader kesehatan dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. dokter spesialis kandungan Kuesioner Pada persalian termuda anda/keluarga anda.5. Nakes lainya : dokter umum. ASI 2 Bayi diberi ASI eksklusif Bayi termuda umur 0-6 bulan yang hanya mendapat ASI saja sejak lahiir sampai usia 6 bulan 3 Close . ibu ditolong oleh siapa? a.bidan dan paramedis lainya). 4. Bidan atau dokter b.6 No 1 Definisi Operasional Variabel Variable Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan Definis Oprasional Adalah tindakan pertolongan pertama pada persalianan balita termuda dalam rumah tangga dilakukan oleh tenaga kesehatan (dokter.5 4. 4.

mata air terlindung dan 3 Close 2 1 0 . Tidak diberi susu Alasan: ………………… Setiap berapa bulan anda menimbang bayi atau balita anda posyandu? a. minum. Tiap Satu bulan b. bubur halus) c. Tiap Tiga bulan c. air pompa. ASI + makanan tambahan (susu formula. mandi.33 3 Menimbang bayi atau balita Menimbang bayi atau balita dari mulai 0-59 bulan dan berat badan bayi dan balita dicatat dalam KMS setiap bulan pada tiga bulan terakhir Eksklusif b. Tiap Enam bulan d.air leding. Memasak dan minum c. Minum saja 2 1 0 Open 3 2 1 0 Close Open 4 Menggunak an air bersih Anggota rumah tangga memiliki akses terhadap air bersih dan menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari yang berasal dari : air dalam kemasan. Susu Formula saja d. cuci pakaian b. Memasak.sumur telindung. Tidak pernah ditimbang Alasan: ………………… Anggota keluarga anda menggunakan air bersih pada kehidupan seharihari untuk? a.

setelah membuang ingus. Mencuci dengan air Open 3 Close 2 1 0 3 Close . Anggota rumah atngga umur 10 th ke atas yang mempunyai kebiasaanmencuci tangan dengan air bersih dan sabub sebelum makan/menyuapi anak atau sebelum menjamah/memeg ang makanan. setelah BAB c. Cuci tangan jika merasa perlu saja Bagaimana anda mencuci tangan? a. Sumber air bersih yang anda gunakan: ………………… Anda selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih setiap setelah melakukan kegiatan seperti ? a.34 5 Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun penampungan air hujan. Setelah BAB d. Sesudah buang air besar / menceboki anak. Jarang menggunakan air bersih untuk kehidupan sehari-hari. setelah mengganti popok/menceb oki bayi/balita. sebelum dan sesudah makan. Setelah BAB. dan mata air terlindung berjarak minimal 10 meter dari tempat penampungan kotoran atau limbah.sumur. Sumber air pompa. dan setelah berkebun/pega ng binatang b.setiap kali atangan kotor (dll) (pendekatan model role model) d. Sebelum dan sesudah makan.

Mencuci dengan air bersih dalam gayung d.35 6 Menggunak an jamban sehat bersih dari kran dan sabun b. Mencuci dengan air bersih dari kran c. Tidak pernah. tapi memiliki jamban di sekitar rumah d. Mencuci dengan air seadanya Rumah tangga Apakah anda yang memiliki dan selalu menggunakan menggunakan jamban leher angsa jamban atau kakus dengan tangki untuk buang air septic atau lubnag besar di rumah? penampungan a. Tidak memiliki jamban di sekitar rumah Alasan: ………………… Setiap berapa lamakah anggota keluarga anda menguras bak 2 1 0 3 Close 2 1 0 Open 7 Memberanta Anggota rumah s jentik di tangga melakukan rumah pemberantasan sarang nyamukdi . Selalu kotoran sebagai menggunakan pembuangan akhir jamban untuk buang air besar b. Kadangkadang c.

Setiap Minggu b. Tidak pernah melakukan kegiatan rutin membersihkan bak mandi Setiap berapa lamakah anggota keluarga anda melakukan kegiatan rutin mengubur barangbarang bekas disekitar rumah? a. Setiap Minggu b. Setiap 6 Bulan d. Jarang c.36 rumah satu kali dalam seminggu agar bebas dari jentik. mandi? a. Setiap 6 Bulan d. Rutin b. Jika ingat 3 2 1 0 Close 3 2 1 0 Close 3 2 1 0 Close Open . Setiap Bulan c. Setiap Bulan c. Tidak pernah melakukan kegiatan rutin mengubur barang bekas Apakah anda rutin menutup tempat penampungan air di rumah dan sekitar rumah anda? a.

Tidak pernah memperhatika n Alasan: ………………… Berapa kali setiap minggunya anggota keluarga anda melakukan aktifitas fisik / olah raga? a. Setiap hari b. Iya. Setiap minggu d. 1 kali tiap minggu d. setiap hari b. Setiap 3 hari sekali c. Tidak pernah sama sekali Apa kegiatan fisik yang anda lakukan? ………………… Apakah dalam keluarga anda selalu menyediakan sayur dan buah di rumah? a.37 saja d. Seadanya jika tersedia Alasan: 8 Melakukan aktifitas fisik setiap hari Anggota keluarga umur 10 th ke atas dalam 1 minggu terakhir melakukan aktifitas fisik (sedang maupun berat) minimal 30 menit setiao hari 3 2 1 0 Close Open 9 Makan sayur dan buah setiap hari Anggota keluarga rumah tangga umur 10 tahun ke atas yang mengkonsumsi minimal 3 porsi buah & 2 porsi atau sebaliknya setiap hari. Rumah tangga mengkonsumsi sayur buah : Apabila salah satu ART 10 tahun ke atas dalam seminggu terakhir 3 2 1 0 Close Open . 3 kali tiap minggu c.

38 10 Tidak merokok di dalam rumah mengkonsumsi minimal 3 porsi sayur & 2 buah atau sebaliknya setiap hari Anggota rumah tangga umur 10 tahun ke atas yang tidak merokok di dalam rumah selama ketika berada bersama anggota keluarga lainya. Rumah tangga tidak merokok : Apabila tidak ada ART umur 10 tqhun ke atas yang merokok di dalam rumah. Tidak ada anggota keluarga yang merokok b. ………………… Dimanakah anda atau salah satu anggota keluarga anda merokok? a.7 Instrumen Penelitian Penelitian ini menggunakan kuesioner dan observasi sebagai instrumen penelitian. 4. Di dalam kamar 3 Close 2 1 0 Totol skor : 39 Penilaian: Persentase skor >80 % 70-80% 50-70% 30-50% <30% = 32-39 = 28-31 = 20-27 = 12-19 = 0-11 = sangat baik = baik = cukup = kurang = sangat kurang 4. Di Luar Rumah c. Di ruang keluarga d.8 Alur Penelitian Seluruh kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Mojoagung Kabupaten Jombang Populasi .

Alur Penelitian .1.39 Sampel 152 kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Mojoagung 10 indikator PHBS Kuisiner & observasi Pengolahan & analisa data Gambar 4.

Dalam penelitian ini digunakan satu jenis data.40 4. . yaitu berupa wawancara langsung terhadap warga desa dan observasi langsung terhadap lingkungan rumah tangga. yaitu data primer.9 Prosedur Pengambilan dan Pengumpulan Data Data diperoleh dengan menggunakan metode kuesioner dan observasional. Data primer diperoleh dari wawancara (kuesioner) dan observasi langsung pada kader kesehatan wilayah kerja Puskesmas Ploso. Kabupaten Jombang.

41

BAB 5 HASIL PENELITIAN

5.1

Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso, Kabupaten Jombang, Berdasarkan Indikator PHBS dalam Tatanan Rumah Tangga Pada penelitian yang kami lakukan pada kader kesehatan di wilayah kerja

Puskesmas Ploso, ditemukan gambaran strata PHBS warga yang bervariasi pada jawaban responden terhadap kuesioner mengenai sepuluh indikator PHBS dalam tatanan rumah tangga. Dimana dari 10 indikator PHBS tersebut jawaban dengan skor 0 sebesar 8,35%, skor 1 sebesar 9,41%, skor 2 sebesar 11,54% dan skor 3 sebesar 70,70%. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel dan diagram 5.1 dibawah ini. Tabel 5.1 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso Kabupaten Jombang, berdasarkan indikator PHBS dalam tatanan rumah tangga.
PHBS Persalinan oleh Nakes ASI eksklusif Menimbang bayi/balita Air bersih Cuci tangan (1) Cuci tangan (2) Jamban sehat Berantas jentik (1) Berantas jentik (2) Berantas jentik (3) Aktifitas Sayur & buah Tidak merokok Persentase (%) Skor 0 6 0 0 0 8 0 0 13 38 15 8 50 27 8,35 Skor 1 8 15 0 0 0 16 0 1 24 17 83 9 13 9,41 Skor 2 0 58 0 0 11 21 0 8 34 3 6 19 68 11,54 Skor 3 138 79 152 152 133 115 152 130 56 117 55 74 44 70,70 Total 152 152 152 152 152 152 152 152 152 152 152 152 152 100

42

Gambar 5.1 Gambaran umum PHBS Rumah Tangga wilayah kerja Puskesmas Ploso, Kabupaten Jombang Keterangan: a. Cuci tangan (1) :

Menggambarkan tentang perilaku cuci tangan dalam kegiatan sehari-hari b. Cuci tangan (2) :

Menggambarkan tentang cara mencuci tangan c. Berantas jentik (1) :

Menggambarkan tentang kegiatan rutin menguras bak mandi d. Berantas jentik (2) :

Menggambarkan tentang kegiatan rutin mengubur barang-barang bekas disekitar rumah

e. Berantas jentik (3)

:

43

Menggambarkan tentang kegiatan rutin menutup tempat penampungan air di rumah dan sekitar rumah 5.2 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso, Kabupaten Jombang, Berdasarkan Penilaian Terhadap Tingkatan PHBS Setiap jawaban dari responden (sampel) digolongkan dalam lima tingkatan. Dalam tingkatan tersebut tampak gambaran PHBS pada kader kesehatan wilayah kerja Puskesmas Ploso terbanyak masuk dalam tingkatan

“sangat baik” yaitu sebesar 59 % , sedangkan sebesar 22% masuk dalam tingkatan “baik” dan sebesar 19% masuk dalam tingkatan “cukup”. Sementara untuk tingkatan “kurang” dan “sangat kurang” tidak ditemukan. Hal tersebut dapat dilihat pada 43table dan diagram 5.2. Tabel 5.2 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso, Kabupaten Jombang, berdasarkan penilaian terhadap tingkatan PHBS
Penilaian Berdasarkan Tingkatan Tingkatan “Sangat Baik” Persentase 80-100% Tingkatan “Baik” Persentase 70-80% Tingkatan “Cukup” Persentase 50-70% Tingkatan “Kurang” Persentase 30-50% Tingkatan “Sangat Kurang” Persentase ≤30% Total Jumlah 89 34 29 0 0 152 Persentase (%) 59 22 19 0 0 100

Sisanya melakukan persalinan dengan pertolongan dukun terlatih (5%) dan dukun tidak terlatih (4%).3 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. Kabupaten Jombang.3.44 Gambar 5. Tabel 5. berdasarkan penilaian terhadap tingkatan PHBS 5. Kabupaten Jombang. Kabupaten Jombang.1 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. Kabupaten Jombang secara garis besar menggunakan pertolongan persalinan oleh bidan atau dokter sebesar 91% (138 orang). berdasarkan indikator pertolongan persalinan oleh Nakes (Tenaga kesehatan) Pertolongan Persalinan oleh Nakes Total Skor 0 6 Skor 1 8 152 Skor 2 0 Skor 3 138 . Hal tersebut dapat dilihat pada tabel dan diagram 5. Berdasarkan Indikator Pertolongan Persalinan oleh Nakes (Tenaga kesehatan) Kader kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso.3 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso.

45 Gambar 5.4 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. dan sisanya sebesar 10% memberikan susu formula saja pada bayinya.4. sebagian besar memberikan ASI eksklusif sebesar 52%. Berdasarkan Indikator Pemberian ASI Eksklusif Dari seluruh responden. sebesar 38% memberi ASI dengan makanan tambahan (susu formula/bubur halus). Hal tersebut dapat dilihat pada tabel dan diagram 5. . Kabupaten Jombang. berdasarkan indikator pertolongan persalinan oleh Nakes (Tenaga kesehatan) Keterangan: Skor 0 : Dukun tidak terlatih Skor 1 : Dukun terlatih Skor 2 : Paramedis lain Skor 3 : Bidan atau dokter 5. Kabupaten Jombang.3 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso.

berdasarkan 46indikator pemberian ASI eksklusif Bayi diberi ASI Eksklusif Total Skor 0 0 Skor 1 15 152 Skor 2 58 Skor 3 79 Gambar 5. Kabupaten Jombang. Kabupaten Jombang.46 Tabel 5.4 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. berdasarkan 46ndicator Pemberian ASI Eksklusif Keterangan: Skor 0 : Tidak diberi susu Skor 1 : Susu formula saja Skor 2 : ASI dengan makanan tambahan Skor 3 : ASI saja .4 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso.

5 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso.5. Berdasarkan Indikator Menimbang Bayi atau Balita Dari perhitungan yang didapatkan. berdasarkan indikator menimbang bayi dan balita Keterangan: . dan hanya mengikuti program posyandu (14%).5 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso.5 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. ingin tahu BB anak (24%). Hal tersebut dapat dilihat pada table dan diagram 5. berdasarkan indikator menimbang bayi dan balita Menimbang bayi & balita Total Skor 0 0 Skor 1 0 152 Skor 2 0 Skor 3 152 Gambar 5. Kabupaten Jombang. Tabel 5.47 5. Kabupaten Jombang. Beberapa alasan para kader kesehatan dalam hal ini antara lain untuk mengetahui perkembangan anak (62%). Kabupaten Jombang. seluruh responden melakukan penimbangan terhadap bayi dan balita (100%).

Berdasarkan Indikator Menggunakan Air Bersih Dari perhitungan yang didapatkan. Kabupaten Jombang. minum. mandi dan mencuci) (100%).6 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. berdasarkan indikator menggunakan air bersih Menggunakan air bersih Total Skor 0 0 Skor 1 0 152 Skor 2 0 Skor 3 152 . Hal tersebut dapat dilihat pada tabel dan diagram 5.48 Skor 0 : Tidak pernah ditimbang Skor 1 : Setiap enam bulan Skor 2 : Setiap tiga bulan Skor 3 : Setiap bulan 5. Sumber air bersih yang digunakan seluruh responden berasal dari sumur. seluruh responden menggunakan air bersih untuk kegiatan sehari-hari (memasak. Kabupaten Jombang.6. Tabel 5.6 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso.

dan setelah berkebun/memegang binatang yaitu sebesar 88%.6 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. sebagian besar mencuci tangan dalam kegiatan sehari-hari seperti setelah BAB.7. mandi.49 Gambar 5. berdasarkan indikator menggunakan air bersih Keterangan: Skor 0 : Jarang menggunakan air bersih untuk kehidupan sehari-hari. sebesar 7% hanya mencuci tangan sebelum dan sesudah makan serta setelah BAB. sedangkan sebesar 5% hanya mencuci tangan jika merasa perlu saja. Kabupaten Jombang. Kabupaten Jombang. sebelum dan sesudah makan. setelah mengganti popok/menceboki bayi/balita. . Skor 1 : Minum saja Skor 2 : Memasak dan minum Skor 3 : Memasak.7 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. cuci pakaian 5. Hal ini dapat dilihat pada tabel dan diagram 5. minum. Berdasarkan Indikator Mencuci Tangan Dari seluruh responden.

50 Tabel 5. sebelum dan sesudah makan. berdasarkan indikator mencuci tangan dalam kegiatan sehari-hari Keterangan: Skor 0 : Cuci tangan jika merasa perlu saja Skor 1 : Setelah BAB Skor 2 : Sebelum dan sesudah makan. setelah BAB Skor 3 : Setelah BAB. didapatkan 76% mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun. Kabupaten Jombang. berdasarkan indikator mencuci tangan dalam kegiatan sehari-hari Mencuci tangan pada kehidupan sehari-hari Total Skor 0 8 Skor 1 0 152 Skor 2 11 Skor 3 133 Gambar 5. Kabupaten Jombang.7 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso.7 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. setelah mengganti popok/menceboki bayi/balita. 14% hanya mencuci tangan dengan air yang mengalir. dan setelah berkebun/pegang binatang Dari seluruh responden. dan .

Kabupaten Jombang. Kabupaten Jombang.51 sisanya 10% mencuci tangan dengan air bersih yang tidak mengalir. Tabel 5. Hal ini dapat dilihat pada tabel dan diagram 5.8 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso.8 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. berdasarkan indikator cara mencuci tangan Keterangan: Skor 0 : Mencuci dengan air seadanya Skor 1 : Mencuci dengan air bersih dalam gayung Skor 2 : Mencuci dengan air bersih dari kran Skor 3 : Mencuci dengan air bersih dari kran dan sabun . berdasarkan indikator cara mencuci tangan Cara mencuci tangan Total Skor 0 0 Skor 1 16 152 Skor 2 21 Skor 3 115 Gambar 5.8.

berdasarkan indikator penggunaan jamban sehat Keterangan: Skor 0 : Tidak memiliki jamban di sekitar rumah Skor 1 : Tidak pernah. sebesar 100%. Berdasarkan Indikator Menggunakan Jamban Sehat Penggunaan jamban sehat pada kadar kesehatan wilayah kerja Puskesmas Ploso. Kabupaten Jombang. Hal ini dapat digambarkan pada tabel dan diagram 5.9.52 5. berdasarkan indikator penggunaan jamban sehat Penggunaan Jamban Sehat Total Skor 0 0 Skor 1 0 152 Skor 2 0 Skor 3 152 Gambar 5. Kabupaten Jombang. Kabupaten Jombang.9 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso.8 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. tapi memiliki jamban di sekitar rumah Skor 2 : Kadang-kadang Skor 3 : Selalu menggunakan jamban untuk buang air besar .9 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. Tabel 5.

kegiatan pemberantasan jentik pada kader kesehatan sudah cukup optimal. dan 1% setiap 6 bulan.10.53 5. 5% membersihkan bak mandi setiap bulan. Tabel 5. Berdasarkan Indikator Memberantas Jentik di Rumah Pemberantasan jentik di rumah merupakan salah satu upaya dalam pencegahan penyakit demam berdarah. Kabupaten Jombang. Kabupaten Jombang.9 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel dan diagram 5. sebesar 85% para kader kesehatan melakukannya tiap minggu.10 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. sebesar 9% tidak pernah melakukan kegiatan rutin membersihkan bak mandi. Dari segi menguras bak mandi. berdasarkan indikator memberantas jentik di rumah (menguras bak mandi) Menguras bak mandi Total Skor 0 13 Skor 1 1 152 Skor 2 8 Skor 3 130 .

Hal tersebut dapat dilihat pada tabel dan diagram 5. dan 16% setiap 6 bulan.10 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. berdasarkan indikator memberantas jentik di rumah (menguras bak mandi) Keterangan: Skor 0 : Tidak pernah melakukan kegiatan rutin membersihkan bak mandi Skor 1 : Setiap 6 bulan Skor 2 : Setiap bulan Skor 3 : Setiap minggu Dari segi kegiatan rutin mengubur barang-barang bekas disekitar rumah. sebesar 37% para kader kesehatan melakukannya tiap minggu.54 Gambar 5. 22% mengubur barang bekas setiap bulan. Kabupaten Jombang. . sebesar 25% tidak pernah melakukan kegiatan mengubur barang bekas.11.

11 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso.11 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. sebesar 77% para kader kesehatan melakukannya secara rutin.55 Tabel 5. Kabupaten Jombang. dan . berdasarkan indikator memberantas jentik di rumah (mengubur barang-barang bekas) Mengubur barang-barang bekas disekitar rumah Total Skor 0 38 Skor 1 24 152 Skor 2 34 Skor 3 56 Tabel 5. berdasarkan indikator memberantas jentik di rumah (mengubur barang bekas) Keterangan: Skor 0 : Tidak pernah melakukan kegiatan mengubur barang bekas Skor 1 : Setiap 6 bulan Skor 2 : Setiap bulan Skor 3 : Setiap minggu Dari segi kegiatan menutup tempat penampungan air di rumah dan sekitar rumah. Kabupaten Jombang. sebesar 11% melakukannya jika ingat saja. sebesar 10% tidak pernah memperhatikan.

56 sisanya sebesar 2% melakukannya dengan frekuensi jarang. berdasarkan indikator memberantas jentik di rumah (menutup tempat penampungan air) Keterangan: Skor 0 : Tidak pernah memperhatikan Skor 1 : Jika ingat saja Skor 2 : Jarang Skor 3 : Rutin .12. Kabupaten Jombang. Kabupaten Jombang.12 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso.12 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. Tabel 5. berdasarkan indikator memberantas jentik di rumah (menutup tempat penampungan air) Menutup tempat penampungan air di rumah dan sekitar rumah Total Skor 0 Skor 1 Skor 2 Skor 3 15 17 152 3 117 Tabel 5. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel dan diagram 5.

Sebesr 5% mengaku tidak pernah sama sekali melakukan kegiatan fisik dengan alasan terhambat pekerjaan. berdasarkan indikator melakukan kegiatan fisik setiap hari Melakukan aktifitas fisik Total Skor 0 8 Skor 1 83 152 Skor 2 6 Skor 3 55 .57 5. Berdasarkan Indikator Melakukan Aktifitas Fisik Setiap Hari Dari 152 responden. Kegiatan fisik yang mereka lakukan antara lain bersepeda. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel dan diagram 5. jalan-jalan. Kabupaten Jombang. lari pagi.13 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. Sebesar 36% melakukan kegiatan fisik setiap hari. berupa pekerjaan rumah tangga.13. senam. berupa jalan-jalan atau senam. Sisanya sebesar 4% melakukan kegiatan fisik/olah raga 3 kali setiap minggu. ke sawah/ lading. menimba air. jalan-jalan pagi .sebesar 55% rutin melakukan kegiatan fisik/olah raga setiap seminggu sekali. Tabel 5. Kabupaten Jombang.10 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso.

Kabupaten Jombang. Kabupaten Jombang. keadaan ini diungkapkan para kader kesehatan dengan alasan merasa merasa sudah cukup. Kabupaten Jombang. berdasarkan indikator konsumsi buah dan sayur setiap hari Makan sayur & buah Total Skor 0 50 Skor 1 9 152 Skor 2 19 Skor 3 74 .dan k arena tidak pernah memperhatikan fungsi buah dan sayur.14 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso.13 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. Tabel 5. Hal ini dapat di lihat pada tabel dan diagram 5. alasan ekonomi. 33% hanya mengkonsumsi buah dan sayur seadanya jika tersedia. Sisanya sebesar 12% mengkonsumsinya setiap 3 hari sekali dan sebesar 6% hanya seminggu sekali.58 Gambar 5. Berdasarkan Indikator Makan Sayur dan Buah Setiap Hari Dari hasil penelitian yang telah dilakukan.11 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. berdasarkan indikator melakukan kegiatan fisik setiap hari Keterangan: Skor 0 : Tidak pernah sama sekali Skor 1 : 1 kali tiap minggu Skor 2 : 3 kali setiap minggu Skor 3 : Setiap hari 5.14. 49% responden mengkonsumsi sayur dan buah setiap harinya.

Sisanya lagi memiliki anggota keluarga yang punya kebiasaan merokok di dalam rumah. yaitu di dalam kamar sebesar (18%) dan di ruang .14 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. sedangkan responden yang tidak memiliki anggota keluarga yang merokok sebesar 29%. Berdasarkan Indikator Tidak Merokok di dalam Rumah Sebagian besar responden memiliki anggota keluarga yang punya kebiasaan merokok. Kabupaten Jombang.12 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. berdasarkan indikator konsumsi buah dan sayur setiap hari Keterangan: Skor 0 : Seadanya jika tersedia Skor 1 : Setiap minggu Skor 2 : 3 hari sekali Skor 3 : Setiap hari 5. Kabupaten Jombang. namun aktifitas merokok lebih sering dilakukan di luar rumah (45%).59 Gambar 5.

60 keluarga sebesar (8%). berdasarkan indikator tidak merokok di dalam rumah Keterangan: Skor 0 : Di dalam kamar Skor 1 : Di ruang keluarga Skor 2 : Di luar rumah Skor 3 : Tidak ada anggota keluarga yang merokok . Kabupaten Jombang. berdasarkan indikator tidak merokok di dalam rumah Perilaku merokok Total Skor 0 27 Skor 1 13 152 Skor 2 68 Skor 3 44 Gambar 5.15. Kabupaten Jombang. Tabel 5.15 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. Hal tersebut tercermin dalam data yang tercantum pada tabel dan diagram 5.15 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso.

. dimana jawaban dengan skor 3 sebesar 70. sehingga data yang lebih akurat dapat dilihat pada uraian masing-masing jawaban di setiap indikator. Berdasarkan Indikator PHBS dalam Tatanan Rumah Tangga Rumah tangga sehat adalah rumah tangga yang semua anggota keluarganya berperilaku hidup bersih dan sehat dengan melaksanakan 10 indikator perilaku hidup bersih dan sehat dalam tatanan rumah tangga.35%.70% dan dengan skor 0 hanya sebesar 8.61 BAB 6 PEMBAHASAN 6. Akan tetapi hal ini tidak menggambarkan keadaan PHBS yang sebenarnya dan tidak spesifik terhadap satu indikator tertentu.1 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. Kabupaten Jombang ini secara umum berdasarkan jawaban keseluruhan terhadap kuesioner yang meliputi sepuluh indikator dalam tatanan rumah tangga.12 Penelitian mengenai gambaran PHBS pada kader kesehatan wilayah kerja Puskesmas Ploso. Hal ini menunjukkan bahwa kader kesehatan wilayah kerja Puskesmas Ploso cukup dapat dijadikan panutan bagi warga disekitarnya. Kabupaten Jombang. ini disebabkan karena bervariasinya pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner yang mengacu pada 10 indikator PHBS dalam tatan rumah tangga. menunjukkan hasil cukup memuaskan dengan persentase 59% pada tingkatan “sangat baik” dan 22% pada tingkatan baik.

dan ketiadaan tenaga kesehatan saat itu. ingin selamat ibu dan bayi (27%).2 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. para kader kesehatan beranggapan bahwa bidan atau dokter lebih terlatih dan berpengalaman (42%). atas indikasi medis (19%) dan karena dekat dengan rumah bidan (12%). Berdasarkan Indikator Pertolongan Persalinan oleh Nakes (Tenaga kesehatan) Dalam teori disebutkan cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan adalah ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.12 Berdasarkan definisi diatas dapat ditarik suatu gambaran PHBS pada kader kesehatan wilayah kerja Puskesmas Ploso. Kabupaten Jombang ini cukup mengetahui dan memahami PHBS khususnya di bidang Pertolongan Persalinan oleh Nakes (Tenaga kesehatan) yaitu sekitar 91% kader kesehatan mempercayakan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan walaupun tidak semua kader kesehatan melakukan persalinan dengan tenaga kesehatan. Kabupaten Jombang. . Mereka yang memilih tenaga kesehatan untuk menolong persalinan memiliki alasan yang bervariasi antara lain.62 6. Sementara alasan para responden yang tidak memilih tenaga kesehatan untuk menolong persalinan antara lain oleh karena alasan ekonomi.

Sedangkan sebesar 58% memberi ASI dengan makanan tambahan (susu formula/bubur halus). berdasarkan Indikator Pemberian ASI Eksklusif ASI adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan bayi.63 6. aman dan terjamin kebersihannya karena langsung disusukan kepada bayi dalam keadaan segar. Jawaban para responden cukup bervariasi antara lain ASI saja sudah cukup/ makanan terbaik. ASI efektif untuk meningkatkan kekebalan anak. Sedangkan untuk ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan pada bayi usia 0-6 bulan hanya diberi ASI saja tanpa memberikan tambahan makanan atau minuman lain. ingin anak sehat dan pintar. ASI lebih baik dari susu formula. sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan baik.3 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. mengikuti program ASI eksklusif. melindungi bayi dari alergi.12 Hasil penelitian mengenai gambaran kader kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif dapat dikatakan cukup baik yaitu sebesar 52% memberikan ASI eksklusif. Kabupaten Jombang. dan lain-lain. Adapun manfaat ASI eksklusif antara lain mengandung zat gizi sesuai untuk kebutuhan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kecerdasan. mengandung zat kekebalan. dan sisanya sebesar 15% memberikan susu formula saja . ASI mudah dicerna bayi. Dari angka tersebut bila dihubungkan dengan teori diatas bisa ditarik suatu bahasan bahwa para responden cukup memahami tentang pentingnya ASI eksklusif terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi. bayi belum kuat mencerna makanan tambahan selain ASI. mengurangi infeksi lambung. menginginkan anak tumbuh dengan sehat.

pencatatan bisa dilakukan di buku KIA (Kesehatan ibu dan Anak) atau KMS (Kartu Menuju Sehat). agar bayi tidak menangis. Sedangkan alasan para kader kesehatan yang memberikan ASI dengan makanan tambahan (susu formula/bubur halus) yaitu karena mereka belum mengerti. Kabupaten Jombang. diare). menggambarkan bahwa para kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Ploso Kecamatan Jombang sangat baik. mengetahui dan mencegah gangguan pertumbuhan balita. Pernyataan . Sisanya yang tidak memberikan ASI beralasan karena ASI tidak dapat keluar. balita yang berat badannya BGM (Bawah Garis Merah) yang dicurigai gizi buruk sehingga dapat segera dirujuk ke Puskesmas. dan mendapatkan penyuluhan gizi. dan beranggapan bahwa memang tepat untuk kesehatan bayi. untuk mencukupi gizi anak. batuk. 6. berat badan dua blan berturut-turut tidak naik.64 pada bayinya. pilek. mengetahui balita yang sakit (demam.12 Dari hasil penelitian. Berdasarkan Indikator Menimbang Bayi atau Balita Penimbangan bayi dan balita dimaksudkan untuk memantau pertumbuhannya setiap bulan.4 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. Manfaat penimbangan pada balita setiap bulan di Posyandu lainnya antara lain untuk mengetahui apakah balita tumbuh sehat. Penimbangan bayi dan balita dilakukan setiap bulan mulai umur 1 bulan sampai 5 tahun di Posyandu. Setelah penimbangan bayi dan balita tersebut. mengetahui kelengkapan imunisasi. Dari pencatatan yang rutin tersebut dapat terlihat berat badannya naik atau tidak naik dengan cara melihat perkembangannya dari garis pertumbuhannya.

dirasa. air yang tidak keruh.65 tersebut dikuatkan dengan hasil perhitungan yang didapatkan. air . air sumur atau sumur pompa. Berdasarkan Indikator Menggunakan Air Bersih Air adalah kebutuhan dasar yang dipergunakan sehari-hari untuk minum. harus bening/jernih. harus bebas dari pasir. tidak asam. infeksi cacing. mencuci pakaian dan alat-alat dapur serta berbagai aktifitas rumah tangga lainnya. Adapun syarat-syarat air bersih yaitu air tidak berwarna. dapat membuktikan teori mengenai pentingnya penimbangan sebagai tolok ukur pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita. 6. dicium dan diraba. seluruh responden melakukan penimbangan terhadap bayi dan balita (100%). berkumur. lumpur. anyir. mandi. Kabupaten Jombang. tidak payau. penyakit kulit atau keracunan dan setiap anggota keluarga terpelihara kebersihan dirinya. air tidak berbau seperti bau amis. memasak. busa dan kotoran lainnya. penyakit mata. harus bebas dari bahan kimia beracun. dan tidak pahit). ingin tahu BB anak. disentri.5 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. membersihkan lantai. air ledeng atau perusahaan air minum. busuk. Hasil penelitian tersebut. kolera. dan ada yang hanya mengikuti program posyandu. thypus. Sedangkan manfaat menggunakan air bersih yaitu terhindar dari ganggun penyakit seperti diare. Beberapa alasan para kader kesehatan dalam hal ini antara lain untuk mengetahui perkembangan anak. Sumber air bersih dapat diperoleh dari mata air. Air bersih secara fisik dapat dibedakan melalui indera kita antara lain dapat dilihat. sampah. atau bau belerang. debu. Air yang digunakan untuk melakukan aktivitas tersebut seharusnya air yang bersih. air tidak berasa (tiak asin.

Dari sini bisa menggambarkan bahwa seluruh kader kesehatan sangat baik menjaga kesehatan pribadi maupun kesehatan seluruh anggota keluarga. setelah berkebun. flu burung. Dan sumber air bersih yang digunakan seluruh responden berasal dari sumur. kuman berpindah ke tangan. Dari hasil perhitungan penelitian yang didapatkan. mencegah penularan penyakit seperti diare. Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman. disentri.12 . dan lain-lain.66 hujan dan air dalam kemasan. setelah memegang hewan. infeksi cacing. kolera.12 6.6 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. sebelum menyusui bayi. yang bisa menimbulkan penyakit. karena tanpa sabun kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan. penyakit kulit. Pada saat makan. seluruh responden menggunakan air bersih untuk kegiatan sehari-hari (memasak. sebelum makan dan menyuapi anak. mandi dan mencuci) (100%). Manfaat yang lain dapat membunuh kuman penyakit yang ada di tangan. sebelum memegang makanan. Berdasarkan Indikator Mencuci Tangan Dengan Air Bersih dan Sabun Manfaat mencuci tangan dengan air bersih dan sabun dapat mencegah timbulnya penyakit menular terutama penyakit yang disebabkan oleh bakteri. minum. infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). setelah menceboki bayi atau anak. Sedangkan frekuensi dan waktu yang tepat untuk mencuci tangan adalah setiap kali tangan kita kotor yaitu setelah memegang uang. kuman dengan cepat masuk kedalam tubuh. thypus. Bila digunakan. Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit. setelah buang air besar. Kabupaten Jombang.

Dari seluruh responden. sebelum dan sesudah makan. Kabupaten Jombang.67 Dari teori diatas dan dihubungkan dengan hasil penelitian bahwa kesadaran untuk mencuci tangan dengan air bersih sudah cukup tinggi.12 6. Peran kader kesehatan yang dapat mereka lakukan guna meningkatkan kesehatan dengan berbagai acara antara lain mengadakan penyuluhan di setiap berbagai kesempatan mengenai pentingnya mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun setiap kali tangan kita kotor atau dengan mengadakan acara gerakan cuci tangan bersama guna menarik perhatian masyarakat.7 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. didapatkan 76% mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun. menceboki bayi/balita. dan setelah berkebun/ memegang binatang. atau hari-hari besar kesehatan. Disini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian pada kader kesehatan bahwa sebesar 88% para kader kesehatan mencuci tangan mereka setelah BAB. Kebiasaan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun merupakan suatu perilaku yang penting dalam mencegah terjadinya penyakit. setelah mengganti popok. sebesar 7% hanya mencuci tangan sebelum dan sesudah makan serta setelah BAB. 14% hanya mencuci tangan dengan air yang mengalir. misalnya pada peringatan hari kemerdekaan. dan sisanya 10% mencuci tangan dengan air bersih yang tidak mengalir (dalam gayung). dan sebesar 5% hanya mencuci tangan jika merasa perlu saja. Berdasarkan Indikator Menggunakan Jamban Sehat . Akan tetapi tidak semua kader kesehatan memiliki perilaku tersebut.

menjaga kesehatan.68 Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannya. thypus. Pada penggunaan jamban ini seharusnya setiap anggota rumah tangga menggunakan jamban untuk buang air besar atau buang air kecil. sebesar 100% seluruh kader kesehatan menggunakan jamban sehat. dan tidak berbau. penyakit saluran pencernaan. disentri. Alasan para kader kesehatan tersebut antara lain nyaman & tidak berbau. Selain itu jamban dapat mengurangi pencemaran sumber air yang ada di sekitarnya dan tidak mengundang datangnya lalat atau serangga yang dapat menjadi penular penyakit diare.12 Hasil penelitian yang dilakukan mengenai gambaran kader kesehatan terhadap penggunaan jamban sehat di wilayah kerja Puskesmas Ploso. sehat. kolera. mencegah penyakit menular. penyakit kulit dan keracunan. Dengan pengunaan jamban ini diharapkan setiap anggota rumah tangga dapat menjaga lingkungan besih. jaga kebersihan lingkungan. infeksi cacing. .

Pemeriksaan jentik berkala (PJB) adalah pemeriksaan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk (tempat-tempat penampungan air) yang ada di dalam rumah seperti bak mandi/WC. dari segi menguras bak mandi. terhindar dari DBD (demam berdarah dengue). sedangkan sebesar 25% tidak pernah melakukan kegiatan mengubur barang bekas. alas pot kembang. agar nyamuk/ jentik tidak berkembang. Gambaran ini telah menunjukkan hasil yang sangat baik dalam pemberantasan jentik. vas bunga. lubang pohon. dan lain-lain dan di luar rumah seperti talang air. Sedangkan alasan para kader kesehatan yang menguras bak mandi setiap minggu adalah karena merasa bak mandi terlihat sudah kotor. sebesar 37% para kader kesehatan melakukannya tiap minggu. Rumah bebas jentik adalah rumah tangga yang setelah dilakukan pemeriksaan jentik secara berkala tidak terdapat jentik nyamuk. Dari segi kegiatan rutin mengubur barang-barang bekas disekitar rumah.8 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. hal ini .12 Berdasarkan hasil penelitian. Kabupaten Jombang. Persentase para kader yang tidak pernah mengubur barang bekas cukup besar (25%). Berdasarkan Indikator Memberantas Jentik di Rumah Tujuan memberantas jentik di rumah agar rumah bebas jentik. sebesar 85% para kader kesehatan melakukannya tiap minggu. tatakan kulkas. serta untuk menjaga kebersihan. dan lain-lain yang dilakukan secara teratur setiap minggu. karena dengan menguras bak mandi setiap minggu maka jentik nyamuk tidak sempat berkembang menjadi nyamuk.69 6. pagar bambu.

9 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. 6. angkat beban. kerja di taman. bermain bola berenang. Aktivitas fisik dilakukan secara teratur paling sedikit 30 menit dalam sehari sehingga dapat menyehatkan jantung. mencuci mobil. Beberapa keuntungan melakukan aktivitas fisik secara teratur antara lain terhindar dari penyakit jantung. Jenis aktivitas fisik dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan yaitu bisa berupa kegiatan sehari-hari yaitu berjalan kaki. lebih bertenaga dan bugar. senam. Aktifitas fisik secara simultan . osteoporosis. Alasan para kader kesehatan dalam melakukan kegiatan ini secara rutin adalah agar tidak menjadi sarang nyamuk dan agar nyamuk tidak memiliki tempat untuk bertelur. Kabupaten Jombang. diabetes mellitus. Atau bisa berupa olah raga yaitu lari ringan. mencuci pakaian. naik turun tangga. dan lain-lain. yoga. dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari. bentuk tubuh menjadi lebih bagus. sebesar 77% para kader kesehatan melakukannya secara rutin. Dari segi kegiatan menutup tempat penampungan air di rumah dan sekitar rumah. lebih percaya diri. mental. stroke. berat badan terkendali. Berdasarkan Indikator Melakukan Aktifitas Fisik Setiap Hari Aktivitas fisik adalah melakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik. secara keseluruhan keadaan kesehatan menjadi lebih baik. berkebun. mengepel lantai. paru-paru serta alat tubuh lainnya.70 mereka jelaskan karena barang-barang bekas tersebut sudah mereka jual ke rongsokan ataupun dibakar. dan lain-lain. bermain tenis. hipertensi. fitness.

Hal ini dapat ditingkatkan dengan peran keluarga dan kader kesehatan untuk mendorong anggota keluarga melakukan aktivitas fisik setiap hari dengan memanfaatkan setiap kesempatan di rumah untuk mengingatkan tentang pentingnya melakukan aktivias fisik. Aktivitas lain yang dapat dilakukan keluarga khususnya sebagai kader kesehatan adalah membagi tugas untuk membersihkan rumah atau melaksanakan pekerjaan di rumah. kader kesehatan mendorong lingkungan tempat tinggal untuk menyediakan fasilitas olahraga dan tempat bermain untuk anak. jalan-jalan pagi. berupa jalan-jalan atau senam. Sebesr 5% mengaku tidak pernah sama sekali melakukan kegiatan fisik dengan alasan terhambat pekerjaan. ke sawah/ ladang.71 setiap harinya ikut membantu dalam upaya meningkatkan sistem pertahanan tubuh. membersihkan rumah secara bersama-sama. Kegiatan fisik yang mereka lakukan juga bervariasi antara lain bersepeda. menimba air. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian sebesar 55% rutin melakukan kegiatan fisik/ olah raga setiap seminggu sekali. Sisanya sebesar 4% melakukan kegiatan fisik/ olah raga 3 kali setiap minggu.12 Dari hasil penelitian yang telah dilakukan tampak gambaran bahwa pemahaman kader kesehatan terhadap pentingnya aktivitas sehari-hari guna menjaga kesehatan cukup baik. dan lain-lain. bersama anggota keluarga sering melakukan aktivitas fisik secara bersama. berupa pekerjaan rumah tangga. . jalan-jalan. lari pagi. Sebesar 36% melakukan kegiatan fisik setiap hari. misalnya jalan pagi bersama. senam.

menyediakan sayur dan buah setiap hari di rumah dengan harga terjangkau. Serat tidak dapat dicerna oleh pencernaan sehingga serat tidak menghasilkan tenaga dan dibuang melalui feses. keadaan ini diungkapkan para kader kesehatan dengan alasan merasa merasa sudah cukup.10 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. Yang diharapkan mengkonsumsi sayur dan buah adalah setiap anggota rumah tangga minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayuran atau sebaliknya setiap hari. Hasil peneitian ini menggambarkan bahwa kesadaran dan pemahaman para responden relatif rendah dalam mengonsumsi sayur dan buah. 49% responden mengkonsumsi sayur dan buah setiap harinya. Serat tidak mengenyangkan tetapi dapat menunda pengosonga lambung sehingga setiap orang yang mengkonsumsi serat tidak mudah lapar.12 Dari hasil penelitian yang telah dilakukan. . Kabupaten Jombang. Berdasarkan Indikator Makan Sayur dan Buah Setiap Hari Konsumsi sayur dan buah setiap hari sangatlah penting oleh karena sayur dan buah mengandung vitamin dan mineral yang mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh. dan karena tidak pernah memperhatikan fungsi buah dan sayur. Dalam hal ini perlu peran keluarga untuk menanamkan kebiasaan sejak dini konsumsi sayur dan buah antara lain dengan memanfaatkan pekarangan yang ada dengan menanam sayur dan buah.72 6. Sisanya sebesar 12% mengkonsumsinya setiap 3 hari sekali dan sebesar 6% hanya seminggu sekali. Sedangkan 33% hanya mengkonsumsi buah dan sayur seadanya jika tersedia. alasan ekonomi. selain itu mengandung serat yang tinggi. Serat adalah makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang sangat berfungsi untuk memelihara usus.

setiap anggota keluarga tidak boleh merokok di dalam rumah. sebagian besar responden memiliki anggota keluarga yang punya kebiasaan merokok sekitar 71%. yaitu di dalam kamar sebesar (18%) dan di ruang keluarga sebesar (8%). 6.12 Pada penelitian ini. Dalam satu batang rokok yang dihisap akan dikeluarkan sekitar 4000 bahan kimia berbahaya diantaranya yang paling berbahaya adalah nikotin. sehingga se-sel tubuh akan mati.11 Gambaran PHBS pada Kader Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Ploso. Kebiasaan ini dapat disebabkan pemahaman terhadap bahaya rokok bagi perokok pasif yaitu orang yang bukan perokok tetapi menghirup asap rokok orang lain atau orang yang berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang sedang merokok maupun bahayanya bagi perokok . dan carbon monoksida (CO). Diharapkan pada PHBS.73 perkenalkan sejak dini kepada anak kebiasaan makan sayur dan buah pagi. dan manfaatkan setiap kesempatan di rumah untuk mengingatkan tentang pentingnya makan sayur dan buah. namun aktifitas merokok mereka lebih sering dilakukan di luar rumah (45%). Berdasarkan Indikator Tidak Merokok di dalam Rumah Rokok ibarat pabrik bahan kimia. Sisanya lagi memiliki anggota keluarga yang punya kebiasaan merokok di dalam rumah. Kabupaten Jombang. nikotin menyebabkan ketagihan dan merusak jantung dan aliran darah. siang dan malam. Tar menyebabkan kerusakan sel paru-paru dan kanker. Dari hasil tersebut dapat ditarik suatu gambaran PHBS para kader kesehatan khususnya kebiasaan merokok dalam rumah relatif rendah. tar. CO menyebabkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen.

tidak memberi dukungan kepada orang yang merokok dalam bentuk apapun. .74 aktif yaitu orang yang mengkonsumsi atau menghisap rokok secara rutin maupun tidak rutin sekalipun hanya sekedar coba-coba dan cara menghisap rokok cuma sekedar menghembuskan asap walau tidak dihisap masuk ke dalam paru-paru masih cukup rendah. antara lain dengan tidak memberikan uang untuk membeli rokok. tidak menyuruh anaknya membelikan rokok untuknya. Adapun peran keluarga khususnya para kader kesehatan dalam menciptakan rumah tanpa asap rokok yaitu memberikan penyuluhan tentang pentingnya perilaku idak merokok kepada seluruh anggota keluarga. Orang tua menjadi panutan dalam perilaku tidak merokok. melarang anak tidak merokok bukan karena alasan ekonomi tetapi oleh karena kesehatan. tidak menyediakan asbak. menegur anggota rumah tangga yang merokok di dalam rumah. menggalang kesepakatan keluarga untuk menciptakan rumah tanpa asap rokok. tidak memberikan kesempatan siapapun untuk merokok di dalam rumah.

kebiasaan hidup sehari yang belum mendekati standar PHBS menuju standar PHBS secara keseluruhan. Dukungan atau partisipasi baik dari instansi pemerintahan. instansi kesehatan. Adapun ketiga indikator tersebut antara lain yaitu: pemberian ASI eksklusif. aktifitas fisik setiap hari.1 Kesimpulan A. serta dari tokoh masyarakat sangat membantu dalam terselenggaranya kelancaran program PHBS. B. . Gambaran PHBS berdasarkan sepuluh indikator tatanan rumah tangga pada kader kesehatan wilayah kerja Puskesmas Ploso. Sementara untuk tingkatan “kurang” dan “sangat kurang” tidak ditemukan. khususnya PHBS dalam tatanan rumah tangga D. maka terdapat tiga indikator yang kami anggap belum memenuhi suatu standar PHBS. serta konsumsi sayur dan buah setiap hari C.75 BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN 7. Gambaran PHBS pada kader kesehatan wilayah kerja Puskesmas Ploso terbanyak masuk dalam tingkatan “sangat baik” yaitu sebesar 59 %. Pada dasarnya solusi utama dari pemecahan masalah pada ketiga indikator PHBS tersebut adalah kesadaran dari warga sendiri untuk mengubah perilaku. sedangkan sebesar 22% masuk dalam tingkatan “baik” dan sebesar 19% masuk dalam tingkatan “cukup”.

76 7. diharapkan penelitian dilakukan secara lebih luas. khususnya mengenai pemberian ASI eksklusif. kemudian seluruh keluarga. . diharapkan kerjasama dari pihak instansi kesehatan dan masyarakat desa terkait. lomba kader kesehatan. sampai akhirnya seluruh desa. Diharapkan juga dilakukan penelitian dengan teknik analitik. Promosi kesehatan sangat dibutuhkan sebagai sarana penunjang untuk meningkatkan PHBS. dengan artian cakupan yang ada tidak hanya pada kader kesehatan saja akan tetapi gambaran PHBS pada masyarakat secara lebih menyeluruh. Pada penelitian selanjutnya. keakuratan data serta hasil penelitian memiliki nilai yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan metode deskriptip murni. Diharapkan kepada seluruh masyarakat beserta perangkat masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas Ploso untuk lebih meningkatkan PHBS. penyuluhan di Posyandu. aktifitas fisik setiap hari serta konsumsi sayur dan buah setiap hari untuk wilayah kerja Puskesmas Ploso agar lebih meningkatkan promosi kesehatan baik itu melalui promosi kesehatan di stasiun radio lokal. C. agar dapat diketahui faktor maupun suatu hubungan antara gambaran PHBS pada kader kesehatan dengan gambaran PHBS pada masyarakat. dimana hidup sehat dimulai dari individu. PKK dan sekolah-sekolah.2 Saran A. Selain itu dengan metode analitik. dan melalui penyebaran brosur kesehatan. B.

Departemen Kesehatan RI. Buku Saku Rumah Tangga Sehat dengan PHBS. 10. Atik. Buku Pedoman Manajemen Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Tingkat Puskesmas. Departemen Kesehatan RI. 2006 8. Pedoman Pengembangan Kabupaten/Kota Percontohan Program Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS). Profil Puskesmas Ploso Tahun 2010 . Departemen Kesehatan RI. 2007. Pedoman Pengembangan Kabupaten/Kota Percontohan Program Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS). Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan RI Tahun 2004 3. Dinas Kesehatan Makassar. Pusat Promosi Kesehatan. Departemen Kesehatan RI. Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Tahun 1996/1997 5. Tahun 2000/2001. Sistem Kesehatan Nasional 2004. Departemen Kesehatan RI. Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Purwandasari.77 DAFTAR PUSTAKA 1. Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan Daerah. Jakarta. Departemen Kesehatan RI. Pusat Promosi Kesehatan 7. Jakarta: EGC. Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan RI Tahun 2005 4. Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan. Buku Pedoman Pembinaa Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tatanan Rumah Tangga. 11. 2010 Departemen Kesehatan RI. Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat 6. Tahun 2002 Panduan Manajemen PHBS Menuju Kabupaten/Kota Sehat. 2. Tahun 1996/1997. 2008 9.

78 12. Pusat Promosi Kesehatan . Bagi Petugas Puskesmas. Departemen Kesehatan RI. Tahun 2009 Panduan Peningkatan PHBS di Rumah Tangga Sehat.

Memasak dan minum c. Minuman atau makanan apa yang anda berikan pada saat bayi anda berumur 0-6 bulan? a. Dukun tidak terlatih Alasan: ……………………………………… 2. Jarang menggunakan air bersih untuk kehidupan sehari-hari. Tidak pernah ditimbang Alasan: ……………………………………… 4. .. Pada persalian termuda anda/keluarga anda. Tiap Tiga bulan c. Minum saja d. mandi. ibu ditolong oleh siapa? a. Dukun terlatih d. ASI Eksklusif c. Anggota keluarga anda menggunakan air bersih pada kehidupan seharihari untuk? a. Susu Formula saja Alasan: ……………………………………… 3. Setiap berapa bulan anda menimbang bayi atau balita anda ke posyandu? a. Sumber air bersih yang anda gunakan: ………………………. minum. cuci pakaian b. Tiap Satu bulan b. Tidak diberi susu (Teh manis dll) d.79 Lampiran 1 Kuesioner Nama Posyandu Desa Usia Pendidikan Terakhir Jabatan di Posyandu : : : : : : 1. Tiap Enam bulan d. Memasak. bubur halus) b. Bidan atau dokter b. ASI + makanan tambahan ( susu formla. Paramedis lain c.

Setelah BAB d. Setiap Bulan c. Selalu menggunakan jamban untuk buang air besar b. Tidak pernah melakukan kegiatan rutin mengubur barang bekas Alasan: ……………………………………… . setelah mengganti popok/menceboki bayi/balita. Setiap Minggu b. setelah BAB c. Sebelum dan sesudah makan. Mencuci dengan air bersih dari kran dan sabun d. Anda selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih setiap setelah melakukan kegiatan seperti ? a. Tidak pernah melakukan kegiatan rutin membersihkan bak mandi Alasan: ……………………………………… 9. Cuci tangan jika merasa perlu saja 6. Tidak memiliki jamban di sekitar rumah Alasan: ……………………………………… 8. sebelum dan sesudah makan. dan setelah berkebun/pegang binatang b. Setiap 6 Bulan d. tapi memiliki jamban di sekitar rumah d. Tidak pernah. Bagaimana anda mencuci tangan? a. Setiap Minggu b. Mencuci dengan air bersih dalam gayung b. Setelah BAB. Setiap berapa lamakah anggota keluarga anda melakukan kegiatan rutin mengubur barang-barang bekas disekitar rumah? a. Mencuci dengan air seadanya 7. Mencuci dengan air bersih dari kran c. Setiap 6 Bulan d. Setiap berapa lamakah anggota keluarga anda menguras bak mandi? a. Apakah anda selalu menggunakan jamban atau kakus untuk buang air besar di rumah? a. Kadang-kadang c.80 5. Setiap Bulan c.

. Tidak pernah memperhatikan Alasan: ……………………………. Rutin b. 3 kali tiap minggu c. Setiap minggu d. 11. Di luar Rumah d. Iya. Seadanya jika tersedia Alasan: ……………………………………… 13. Jarang c. Di ruang keluarga c. Berapa kali setiap minggunya anggota keluarga anda melakukan aktifitas fisik / olah raga? a.81 10. Tidak pernah sama sekali Apa kegiatan fisik yang anda lakukan: …………………………………… 12. Jika ingat saja d. Apakah dalam keluarga anda selalu menyediakan sayur dan buah di rumah? a. Tidak ada anggota keluarga yang merokok . 1 kali tiap minggu b. Apakah anda rutin menutup tempat penampungan air di rumah dan sekitar rumah anda? a. Di dalam kamar b. Setiap 3 hari sekali c. Dimanakah anda atau salah satu anggota keluarga anda merokok? a. Setiap hari d. setiap hari b.

S/ 41 28 33 46 Persalin an 0 3 3 0 3 3 3 3 3 3 3 1 ASI eksklu sif 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 Timba ng bayi & balita 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 Air bersi h 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 Cuci tangan 3 3 3 3 3 3 3 3 0 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 Jamb an sehat 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 Berantas jentik nyamuk 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 0 0 0 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 Aktifit as fisik 1 3 3 3 1 1 2 3 1 3 3 3 Sayur & buah 3 0 1 1 3 3 2 2 3 0 0 3 Tdk mero -kok 2 0 3 3 2 3 3 2 2 2 2 2 Sk or 33 33 37 34 36 37 37 35 33 32 32 33 PHBS Persenta se 84. D/ 24 th Ny.61538 46 84. S/ th Ny. S/ th Ny. R/ 43 th Ny.Lampiran 2 Data Hasil Penghitungan Kuesioner KUESIONER KAJIAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TATANAN RUMAH TANGGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS Ploso INDIKATOR PERILAKU SEHAT No Nama & Usia Ny.87179 49 87. B/32 th Ny.61538 46 82.74358 97 84.17948 72 92.30769 23 94. T/ 48 th Ny.61538 Kasifi kasi Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 82 . T/ 58 th Ny. J/ 44 th Ny.05128 21 82. M/ 41 th Ny.05128 21 84.87179 49 89. I/ 25 th Ny.61538 46 94. S/ th Ny.87179 49 94.

R/ 36 th Ny.48717 95 94. W/ 27 th Ny.87179 49 79.17948 72 82.30769 baik Sangat baik Sangat baik Baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat 83 . P/ 37 th Ny.87179 49 79.th 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Ny. P/ 48 th Ny. A/ 34 th Ny. S/ 38 th Ny.74358 97 94. S/ 45 th Ny. L/ 46 th Ny. R/ 42 th Ny.61538 46 84. J/ 43 th Ny.17948 72 94.30769 23 92.43589 74 87.61538 46 92.87179 49 89. S/ 60 th Ny. M/ 49 th Ny. L/ 37 th Ny.05128 21 94.48717 95 84. M/ 45 th Ny.05128 21 76.05128 21 82. S/ 37 3 3 3 3 1 3 3 1 3 0 3 3 1 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 0 3 3 3 3 3 0 3 3 3 3 3 3 3 0 0 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 0 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 1 2 2 2 2 3 0 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 0 3 1 1 1 1 3 1 2 1 3 1 2 2 2 2 3 3 0 3 3 3 3 0 3 3 3 2 3 0 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 34 32 30 38 34 37 32 32 37 31 37 35 37 31 33 33 36 36 46 87. D/ 30 th Ny. M/ 32 th Ny. S/ 31 th Ny.92307 69 97.87179 49 82.

L/ 36 th Ny. S/ 39 th Ny. S/ 31 th Ny. N/ 42 th Ny.17948 72 100 100 84. S/ 49 th Ny.74358 97 89.48717 95 89. Z/ 35 th Ny.61538 46 94. L/ 48 th Ny.74358 97 66. N/ 45 th Ny.66666 67 92.30769 23 89. N/39 th Ny. S/ 30 th Ny.74358 97 89.30769 23 76. I/ 26 th 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 0 3 3 3 3 0 3 3 0 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 0 3 3 0 0 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 1 1 1 0 1 0 3 1 3 3 1 3 1 3 3 1 3 3 3 3 3 0 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 0 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 3 3 2 2 36 36 36 35 26 36 30 38 36 31 35 35 35 34 39 39 33 37 23 92.31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 th Ny.92307 69 97.30769 23 92. S/ 57 th Ny.74358 97 87.43589 74 92. M/ 39 th Ny. A/ 30 th Ny. P/ 35 th Ny.87179 baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Cukup Sangat baik Baik Sangat baik Sangat baik Baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat 84 . W/ 22 th Ny.30769 23 92. S/ 31 th Ny. S/ 36 th Ny.30769 23 79.

74358 97 84. S/ 42 th Ny. S/ 36 th Ny.48717 95 82.61538 46 82.35897 44 76. A/ 37 th Ny. S/ 27 th Ny.61538 baik Baik Baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Baik Baik Sangat baik Baik Baik Baik Sangat baik Baik Sangat baik Sangat baik Sangat 85 .30769 23 79. N/ 33 th Ny.30769 23 87. N/ 32 th Ny. M/ 50 th Ny.92307 69 71.05128 21 74.92307 69 92.17948 72 84. S/ 40 th Ny. C/ 31 th Ny.49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 Ny.79487 18 97. K/ 43 th Ny.35897 44 79.48717 95 76. J/ 42 th Ny.74358 97 89. A/ 46 th Ny. S/ 45 th Ny. Y/ 33 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 0 0 3 3 3 3 3 3 3 0 3 3 0 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 0 0 0 0 0 0 0 3 3 3 2 3 3 3 3 0 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 1 1 1 3 3 1 1 1 1 3 1 1 1 2 1 1 3 1 3 3 2 3 3 3 2 0 3 3 0 0 0 3 0 3 1 3 1 2 3 2 2 2 2 2 0 3 0 2 2 3 0 2 1 2 29 31 32 35 35 33 32 29 30 36 31 30 28 38 30 36 34 33 49 74. S/ 38 th Ny.05128 21 89. S/ 40 th Ny.43589 74 76.92307 69 92. R/ 42 th Ny. N/ 34 th Ny.

79487 18 87.05128 21 61.92307 69 76.92307 69 71. A/42 th Ny. S/ 29 th Ny. A/ 30 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 0 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 2 2 1 2 2 1 2 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 0 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 0 2 2 3 3 3 3 2 0 0 3 3 3 3 2 3 3 1 0 0 2 0 2 2 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 1 1 2 1 0 2 3 1 1 1 3 3 0 0 3 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 3 3 3 0 0 3 0 0 0 0 0 2 1 0 0 1 2 3 3 2 2 0 0 3 2 2 1 3 2 2 2 3 2 0 3 28 34 37 38 30 30 35 32 32 24 24 24 30 28 25 29 32 29 46 71. Y/ 32 th Ny. E/ 28 th Ny.53846 15 76.92307 69 89. S/ 33 th Ny. S/ 42 th Ny. S/29 th Ny. R/ 42 th Ny. I/ 29 th Ny.35897 44 82.05128 21 74.74358 97 82. N/ 35 th Ny.10256 41 74.79487 18 64. M/ 23 th Ny.53846 15 61.53846 15 61. S/ 39 th Ny.87179 49 97.05128 21 82. M/ 28 th Ny. S/ 29 th Ny.35897 baik Baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Baik Baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Cukup Cukup Cukup Baik Baik Cukup Baik Sangat baik Baik 86 . E/ 41 th Ny.43589 74 76. M/ 39 th Ny. T/ 29 th Ny.67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 th Ny.17948 72 94.

N/ 27 th Ny. R/ 29 th Ny.92307 69 89. E/ 27 th Ny. R/ 28 th Ny. H/ 30 th Ny. L/ 41 th Ny. T/ 29 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 2 3 1 1 2 2 2 2 3 3 2 2 3 1 1 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 1 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 1 1 2 3 1 0 0 3 0 3 0 2 1 2 3 0 3 3 0 0 3 3 0 3 3 3 3 3 3 0 0 3 3 3 1 1 3 3 1 3 3 1 3 3 1 3 3 3 3 1 3 3 0 2 2 2 0 3 2 3 3 3 3 3 3 1 2 0 3 3 3 1 0 0 3 2 0 0 2 3 0 2 2 0 0 3 3 2 32 31 27 27 32 37 27 30 35 39 30 37 35 25 27 30 39 35 44 82. Y/ 49 th Ny.74358 97 64. T/ 45 th Ny. H/ 47 th Ny.23076 92 69.92307 69 100 89.05128 21 94.74358 97 100 76.74358 Sangat baik Baik Cukup Cukup Sangat baik Sangat baik Cukup Baik Sangat baik Sangat baik Baik Sangat baik Sangat baik Cukup Cukup Baik Sangat baik Sangat 87 .10256 41 69.85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 10 0 10 1 10 th Ny.92307 69 94.23076 92 76.23076 92 76. C/ 38 th Ny. D/ 34 th Ny.87179 49 89.J/ 30 th Ny.87179 49 69.05128 21 79.48717 95 69. S/ 27 th Ny. S/ 45 th Ny.23076 92 82. B/ 30 th Ny. S/ 36 th Ny. H/ 31 th Ny.

I/ 48 th Ny.05128 21 76. A/ 50 th Ny.87179 49 100 69.66666 67 94. L/42 th Ny.2 10 3 10 4 10 5 10 6 10 7 10 8 11 0 11 1 11 2 11 3 11 4 11 5 11 6 11 7 11 8 11 9 12 0 12 th Ny.61538 baik Cukup Sangat baik Sangat baik Cukup Cukup Sangat baik Baik Baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Cukup Sangat baik Baik Cukup Baik Cukup Sangat 88 . Y/ 44 th Ny.05128 21 64. C/ 47 th Ny.92307 69 61. W/ 45 Ny. I/ 28 th Ny.05128 21 94.05128 21 76.87179 49 82.23076 92 82. L/ 52 th Ny.53846 15 74.35897 44 61. R/ 39 th Ny. S/ 35 th Ny. S/ 47 th Ny.23076 92 82. K/ 41 th Ny. S/ 35 th Ny. H/ 24 th Ny.92307 69 76.92307 69 82. Y/ 42 th Ny. H/ 44 th Ny. S/ 36 0 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 3 1 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 1 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 1 2 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 1 2 0 0 2 3 3 1 2 0 1 0 1 2 2 3 3 0 0 3 3 3 3 3 3 0 3 3 1 3 1 3 1 3 1 3 3 1 1 1 1 3 3 3 1 1 1 1 1 1 2 3 0 2 2 0 3 3 0 3 3 2 0 3 0 0 0 1 0 2 3 0 0 3 0 0 3 2 3 0 3 0 1 2 1 3 26 37 32 25 27 32 30 30 32 37 39 27 32 30 24 29 24 33 97 66.53846 15 84. Y/ 26 th Ny.10256 41 69.

J / 27 th Ny. N / 28 th Ny. K/ 30 th Ny. R / 27 th Ny.53846 15 82.05128 21 97.43589 74 74. Z/ 35 th Ny.35897 44 61. J/ 32 th Ny. M / 30 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 2 2 2 3 2 2 3 3 2 1 1 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 1 1 3 3 2 1 3 3 2 1 2 2 3 3 3 2 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 1 0 3 0 1 2 0 0 1 1 1 0 2 2 0 1 3 0 1 3 3 3 1 3 3 3 1 0 0 3 3 3 3 1 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 3 1 3 1 3 1 1 3 3 0 3 3 0 0 0 3 0 0 2 0 3 0 3 0 0 3 1 1 0 2 2 1 3 2 2 1 0 3 2 3 3 2 1 3 25 24 30 37 29 24 32 35 29 24 27 26 35 32 38 29 24 39 46 64.1 12 2 12 3 12 4 12 5 12 6 12 7 12 8 12 9 13 0 13 1 13 2 13 3 13 4 13 5 13 6 13 7 13 8 13 th Ny.92307 69 94. H / 27 th Ny.35897 44 61. D/ 45 th Ny.23076 92 66. L/ 29 th Ny. G / 29 th Ny. U/ 26 th Ny.53846 15 100 baik Cukup Cukup Baik Sangat baik Baik Cukup Sangat baik Sangat baik Baik Cukup Cukup Cukup Sangat baik Sangat baik Sangat baik Baik Cukup Sangat 89 .53846 15 69.05128 21 89. V/ 28 th Ny.74358 97 74.35897 44 61.53846 15 76. C/ 28 th Ny.66666 67 89.87179 49 74. Q / 26 th Ny. T / 26 th Ny. T/ 25 th Ny.74358 97 82.10256 41 61. P/ 25 th Ny.

05128 21 74. L/ 31 th Ny. W / 25 th Ny.66666 67 82. F / 31 th Ny.23076 92 61.53846 15 66.79487 18 baik Sangat baik Cukup Cukup Cukup Sangat baik Cukup Cukup Sangat baik Baik Cukup Cukup Sangat baik Baik 90 . N / 28 th Ny. G / 29 th 3 3 1 3 3 0 3 3 3 3 3 3 3 2 1 2 2 2 2 2 2 3 1 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 1 1 3 3 1 3 2 2 1 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 1 1 1 2 0 1 2 0 1 1 3 0 3 0 1 1 3 3 1 3 3 0 1 3 3 1 3 1 1 1 1 1 1 1 3 1 3 1 0 2 1 1 0 3 0 0 0 2 0 3 0 3 0 2 2 3 0 1 3 2 0 1 3 2 32 27 24 26 32 27 24 32 29 27 24 39 28 82.9 14 0 14 1 14 2 14 3 14 4 14 5 14 6 14 7 14 8 14 9 15 0 15 1 15 2 th Ny. Q / 30 th Ny. T / 26 th N y.05128 21 69. E / 34/ th Ny. P / 30 th Ny.23076 92 61. R / 27 th Ny. Y / 32 th Ny.53846 15 82.35897 44 69. H / 27 th Ny.53846 15 100 71.05128 21 69. J / 27 th Ny.23076 92 61.

Sumber air bersih dari air sumur Gambar 2. Tampungan air bersih yang berasal dari sumur yang dipompa .91 Lampiran 3 Foto PHBS Gambar 1.

92 Gambar 3. Penggunaan jamban sehat untuk buang air besar Gambar 4. Penggunaan jamban sehat untuk buang air besar .

93 Gambar 5. Proses timbang badan bayi dan balita .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->