Demokarasi Di indonesia Saat ini

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Terima kasih. yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. ancaman dalam menjalankan Demokrasi di indonesia Saat ini. Serta solusi Bagaimana Mengatasinya Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada Para Teman Teman dan Dosen yang telah Membantu Dalam menyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Demokrasi Indonesia Saat Ini . Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar.Kata Pengantar Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Makalah ini memuat tentang “Demokrasi di indonesia saat ini ” yang menjelaskan berbagai hambatan. Gangguan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. tantangan. Penulis Moh Ikhsan Hariji .

Mulai dari masalah administrasi bakal calon sampai dengan yang berhubungan dengan pemilih. B. Pemilihan umum ini langsung dilaksanakan secara langsung pertama kali untuk memilih presiden dan wakil presiden serta anggota MPR. Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah dapat mengerti tentang demokrasi di Indonesia sekarang ini dan peran demokrasi itu sendiri terhadap Pembangunan Nasional negara Indonesia. Bagaimana Demokrasi di Indonesia Sekarang Ini? . mulai bulan Juni 2005 lalu di 226 daerah meliputi 11 propinsi serta 215 kabupaten dan kota. Tidak seperti tahun tahun yang dahulu yang menggunakan perwakilan dari partai. Namun dalam pelaksanaan pilkada ini muncul penyimpangan penyimpangan. DPD. Sehingga warga dapat menentukan peminpin daerahnya menurut hati nuraninya sendiri. DPR. C.BAB 1 PENDAHULUAN A. Walaupun masih terdapat masalah yang timbul ketika waktu pelaksanaan. DPRD di tahun 2004. Rumusan Masalah 1. diadakan Pilkada untuk memilih para pemimpin daerahnya. Latar Belakang Kesadaran akan pentingnya demokrasi sekarang ini sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari peran serta rakyat Indonesia dalam melaksanakan Pemilihan Umum baik yang dilaksakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Tetapi masih dapat dikatakan sukses. Ini terlihat dari jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya yang sedikit. Setelah suksesnya Pemilu tahun 2004.

Hambatan yang di hadapi dalam menjalankan sistem demokrasi di indonesia 5. 1. Gangguan yang di hadapi dalam menjalankan sistem demokrasi di indonesia 4. Ancaman yang di hadapi untuk menerapkan sistem demokrasi di indonesia 2. Tantangan yang di hadapi dalam menjalankan sistem demokrasi di indonesia 3.BAB II PEMBATASAN MASAALAH Pembatasan masalah yang dibahas dalam Makalah ini yaitu membahas. Alternatif Pemcahan Masaalah (solusi) untuk menjalankan sistem demokrasi di indonesia .

Bab III PEMBAHASAN 1. tentang defenisi Intelijen. Hal tersebut berakibat pada pola kerja intelijen yang masih belum berubah sejak Orde Baru. Diantara pasal yang krusial didalam draft RUU Intelijen saat ini adalah. Dalam RUU tersebut diyatakan bahwa intelijen adalah lembaga pemerintah. Adapun ancaman ancaman yang di hadapi dalam menjalankan sistem demokrasi di indonesia saat ini adalah. sampai saat ini belum ada perubahan signifikan yang dilakukan pemerintah maupun DPR untuk mereformasi kelembagaan ini. Reformasi intelijen merupakan bagian dari agenda tuntutan reformasi mahasiswa 1998. Tugas intelijen merupakan tugas rahasia yang harus dijalankan demi kepentingan negara. Draft RUU Intelijen Negara yang sedang dibahas di DPR belum sepenuhnya mengakomodasi prinsipprinsip negara demokratik dan dan hak asasi manusia. Reformasi intelijen menjadi penting seiring masih berlakunya budaya dan nilai anti-demokrasi dan hak asasi manusia di dalamnya. RUU Tentang Intelijen Negara yang ada justru menjadi ancaman serius terhadap tata nilai kehidupan negara demokratik dan merusak criminal justice sistem di Indonesia. a. ANCAMAN Dalam menjalankan suatu sistem tidak terlepas dari ancaman ancaman baik itu ancaman yang datang dari luar Maupun dari dalam. Defenisi yang demikian . RUU Intelijen Saat ini DPR bersama pemerintah tengah membahas draft RUU Tentang Intelijen Negara untuk kemudian diundangkan menjadi Undang-Undang Intelijen pada tahun 2011. Pertama. Rancangan undangundang tersebut diharapkan menjadi titik-tolak untuk melakukan reformasi di lembaga intelijen. Pada dasarnya lembaga intelijen bukanlah lembaga pemerintah tetapi adalah alat negara. Namun. bukan demi kepentingan penguasa.

kegagalan parpol dan ini tidak kalah bahayanya. seperti polisi dan jaksa sehingga pemberian kewenangan menangkap adalah salah dan keliru. PB HMI menolak segala aturan dalam RUU intelijen yang bertentangan dengan prinsip-prinsip negara demokrasi dan hak asasi manusia seperti kewenangan menangkap bagi intelijen. Badan intelijen negara adalah bagian dari lembaga intelijen non-judicial yang tidak termasuk dalam bagian aparat penegak hukum. sehingga pemerintah produk demokrasi mesti dimusuhi karena produk pemikiran kafir. namun hak-hak mereka hidup aman dan memperoleh layanan sosial buruk. Sistem yang ada ini meniru Barat.praktis meletakkan posisi intelijen sebagai alat penguasa yang bekerja untuk kepentingan penguasa dan bukan alat negara yang bekerja untuk kepentingan rakyat. adalah kegagalan parpol untuk melahirkan dan mensuplai kaderkadernya yang bagus untuk mensukseskan agenda demokratisasi serta pemerintahan yang bagus. bahwa RUU Intelijen yang tengah dibahas oleh DPR saat ini dapat membawa Indonesia kembali kepada zaman Orde Baru. b. termasuk di lingkungan BUMN. RUU Intelijen dapat menciptakan rezim represif sebagaimana yang pernah kita alami dimasa kelam kepemimpinan militerisme Soeharto dan dapat mengulang terjadinya peristiwa penculikan aktivis mahasiswa di masa lalu. Problem ini sangat serius dan mesti menjadi keprihatinan jajaran parpol. tentang kewenangan Penangkapan. namun demikian hal itu harus dilakukan melalui mekanisme yang baku dan harus dengan persetujuan ketua pengadilan. dan penyadapan yang tanpa didahului izin dari ketua pengadilan. mengingat HMI pernah menjadi sasaran operasi Intelijen dimasa Orde Baru. Spirit demokrasi yang menekankan sikap egaliter serta kompetisi berdasarkan kualitas individu dirusak oleh kultur perkoncoan dan kekeluargaan. Banyak pengangkatan jabatan pemerintahaan yang strategis. Gerakan ekstrimis-radikalis keagamaan ini akan mengalami eskalasi selama keadilan belum merata. berdasarkan kekeluargaan dan perkoncoan. Tetapi sangat disayangkan ruang kebebasan yang tersedia tidak . Hal tersebut tentu sangat mengkhawatirkan. bukannya berdasarkan ajaran Islam yang murni. Alqur’an dan Rasulullah tidak mengajarkan pemilu. kelompok ekstrimis-radikalis kelompok ekstrimis-radikalis Islam yang menganggap pemerintahan produk demokrasi itu thaghut atau berhala. Pemberian kewenangan menangkap kepada intelijen jelas merusak criminal justice system di Indonesia. Penyadapan yang tanpa terlebih dahulu harus melalui izin ketua pengadilan tidak hanya berpotensi mengancam hak-hak asasi warganegara tetapi juga rentan untuk disalahgunakan (abuse of power) demi kepentingan penguasa. Untuk itu. dan aparat keamaan tidak wibawa. Sekarang ini kita tak layak lagi menuntut kebebasan di Indonesia. Sampai-sampai ada komentar. kultur dan sikap feodalisme kultur dan sikap feodalisme yang masih kuat di kalangan politisi dan pejabat pemerintahan. Indonesia telah masuk kelompok ultra-demokrasi. Ini jelas merusak nilai dan prosedur demokratisasi yang kita dengung-dengungkan. Pengusaha dikejarkejar membayar pajak dan memenuhi kewajibannya. Ketiga. Intelijen memang memerlukan kewenangan untuk melakukan penyadapan. mereka itu kafir. soal penyadapan. tidak berdasarkan ajaran Alquran. Kedua. c. mengingat kerja intelijen yang tertutup dan rahasia. mengingat intelijen akan digunakan sebagai alat represif negara sebagaimana yang pernah dialami pada masa Orde Baru. PB HMI menilai. d. kewenangan menangkap maupun menahan hanya bisa dilakukan oleh aparat penegak hukum. koruptor masih berkeliaran. Pemberian kewenangan itu sama saja dengan melegalisasi penculikan dalam undang-undang intelijen.

Dengan adanya perda yang seperti ini akan memarjinalkan kaum minoritas. Ketidakadilan dalam bidang ekonomi berkaitan erat dengan kesenjangan sosial. kita kembali dikejutkan dengan pengeboman yang terjadi J. Mengapa demikian?. dan menjadikan agama sebagai landasan kebenarannya. mereka sesungguhnya. Ketidak Adilan Ketidak adilan akan selalu menjadi faktor utama penghalang demokrasi. 2. Ketidakadilan dapat kita lihat dari empat bidang . politik. Kesenjangan yang begitu jauh akan menimbulkan pemberontakan dari masyarakat yang . Yang lebih mengkawatirkan lagi. umat islam adalah yang terbanyak. Tuntutan pemerintah daerahpun berdatangan. di tingkat pusat maupun daerah. jika daerah yang merasa memberi banyak meminta banyak pula. keegoisan daerah. Inilah tantangan terberat demokrasi indonesia kedepannya. Sasaran dari terorisme ini adalah orang asing yang memiliki kepentingan di indonesia. peraturan daerah yang diskriminatif. Apalagi aksi ini diatasnamakan jihad. Ketiga. Kedua. bukan karena miskin. sosial dan hukum. Sehingga demokrasi tidak dirasakan oleh mereka yang minoritas. Dan karena asas demokrasi itulah. seperti adanya peraturan daerah yang menerapkan syariat islam (seperti di Aceh) dan perda injili di Wamena. isu putra-putri daerah dalam pelaksanaan pemerintahan. Berkembangnya kelompok radikal Tak pernah terbayang oleh kita ketika terjadi aksi bom bunuh diri di legian bali. Keegoisan yang dimaksud adalah berkaitan dengan sumber daya alam. Namun lebih dari pada itu. Sehingga peluang bagi warga pendatang sangat sempit dalam penyelenggaraan pemerintahan. maka pemerintah daerah diberikan wewenang mengatur daerahnya sendiri. maka dari itu harus diterapkan syariat islam dan mengubah negara indonesia menjadi negara islam. sesuai dengan undang-undang nomor 22 tahun 1999 dan undang-undang nomor 32 tahun 2004. c.Kepicikan kedaerahan Setelah reformasi berlangsung. tetapi karena merasa geram dengan “penindasan” yang dilakukan negara maju terhadap negara berkembang. karena dengan terpaksa harus menuruti peraturan daerah yang berlaku dimana mereka berada. b. Ini sebagai pertanda awal hilangnya demokrasi di indonesia. 2. Maka dari itu menurut pandangan mereka. Ancaman kepicikan daerah yang saya maksud dalam hal ini bukan aksi separatisme. Tantangan Adapun tantangan tantangan yang di hadapai dalam menjalankan demokrasi di indonesia adalah A. meskipun itu sangat mungkin. Karena dalam demokrasi adalah mengutamakan aspirasi masyarakat banyak. Pertama. Kebanyakan negara-negara barat dan amerika termasuk indonesia. Hal ini akan menimbulkan kecemburuan sosial diantara daerah-daerah. Daerah yang merasa penyumbang terbesar bagi keuangan negara akan mengklaim bahwa daerah tersebut yang membiayai daerah lain. Setelah itu. ekonomi. mengganggap bahwa para teroris adalah orang yang terpinggirkan secara ekonomi.pejuang allah).disertai dan didukung oleh kinerja yang bagus dari tokoh-tokoh parpol. baik yang duduk di jajaran legislatif maupun eksekutif. Karena ketidakadilan berkaitan dengan kemanusiaan. otonomi daerah menjadi salah satu program yang gencar dikampanyekan pemerintah.W Marriot dan Rits calton. berkembangnya kelompok-kelompok yang mengklaim demokrasi sebagai kemenangan kaum mayoritas. bahkan disebut sebagai kaum mujahidin (dalam bahasa indonesianya “Pejuang . Lagi-lagi adalah milik asing yang diserang oleh aliran garis keras ini. Namun yang dimaksud dalam hal ini adalah pertama.

keberhasilan negara lain dalam menolak demokrasi akan mempengaruhi sistem pemerintahan di dalam negri. Seperti tercetus ungkapan dalam sebuah debat disalah satu televisi. lembaga perwakilan. penegak hukum. ketidak adilan dalam bidang politik. Selain masalah tersebut diatas. Maka masyarakat indonesia akan terinspirasi oleh keberhasilan tersebut. Hal ini berkaitan dengan kesetaraan dalam bidang hukum. Selain itu. meskipun masih relatif baru. membangun masa depan yang fokus pada institusi dan aturan. e. baik pemerintahan ataupun partai politik. "Saya dapat mengatakan salah satu tantangan perkembangan demokrasi kami adalah bagaimana untuk meminmalisir dan menghilangkan politik uang. Politik Uang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui politik uang merupakan tantangan dalam perkembangan demokrasi di Indonesia. d. Karena itu. bahkan pemimpin. Yang terakhir. Sehingga dalam masyarakat terjadi perpecahan antara suku. bukan perseorangan. dan masalah di negara lain itupun turut mempengaruhi politik dalam negri. amerika serikat terhadap afganistan. Seperti independensi pers. kita bom juga umat kristiani yang ada di indonesia”." ujar Presiden dalam sidang ke-6 'Wolrd Movement for Democracy' di Hotel Shangri-La. keadilan dalam bidang hukum. Kedua. lahirnya separatisme atau dalam lingkup kecil seperti pemekaran daerah karena dipengaruhi oleh para intelektual yang tidak mendapatkan posisi dalam pemerintahan pusat dimana ia berada. ternyata menimbulkan minimnya kepercayaan publik terhadap institusi-institusi. Dalam praktek demokrasi selama ini. mudah mengetahui permasalahan yang dialami negara lain. Kita adalah orang muslim dan kita berkewajiban membela teman seiman. partai politik. Presiden didampingi Menkopolhukam Djoko Suyanto dan Mensesneg Sudi Silalahi. belajar dari pelajaran sulit dari masa lalu. seperti misalnya. agama dan lainnya. Kita lihat selama ini begitu banyaknnya fenomena yang mencedrai hukum kita. dalam bidang sosial. Globalisasi." imbuhnya. Dalam bidang sosial ini kaitannya dengan diskriminasi suku. Jakarta. Pemerintahan dalam negri tidak mungkin lepas dari pengaruh global. Presiden menyatakan uang tidak hanya membayang-bayangi politik tapi juga merusak demokrasi karena membuat pemimpin dan politisi yang terpilih untuk mengabdi kepada pemberi uang. Ketiga. Yang mengkhianati kepercayaan publik dan menghacurkan demokrasi yang ideal dan konsisten. Senin (12/4). . Dengan kebebasan mengakses media. Menurunnya kepercayaan publik terhadap intitusi-intitusi yang ada. sehingga menimbulkan pemberontakan dalam masyarakat F. orang pandai belum tentu bisa menjadi seorang pemimpin. "Salah satu alasan demokrasi kami telah bekerja. karena akses terhadap partai politik itu sangat sulit. Semua kejadian yang terjadi dalam negara itu turut mempengaruhi kondisi dalam negri.terpinggirkan. Hal ini dialami negara yang demokrasinya sudah mapan atau belum. Menghasilkan demokrasi buatan. ungkapan ini tentu akan mempengaruhi kondisi dalam negri yang diakibatkan oleh pengaruh global. Seperti terjadi infasi israel terhadap palestina. sehingga melahirkan kekacauan dalam masyarakat. agama dan lainnya. Venusiela menolak demokrasi dan itu berhasil.

Presiden juga mengatakan pengambilan keputusan dalam demokrasi harus tranparan dan akuntabilitas dapat mempengaruhi hidup orang." tukasnya. Kemerosotan moral dan akhlak yang menjadi roh jahat yang mendorong subur praktek korupsi dinegeri tidak lain karena struktur dan tatanan negara yang tercipta belum tergolong sebagai negara yang memiliki pemerintahan yang bersih (clean government ) sehingga sangatlah wajar bila segala bentuk . Jadi bila kita mengadaikan apa yang terjadi dengan Indonesia saat ini. Politisi masih melakukan kampanye kotor. memang kita harus kembali mengingat apakah negara ini sejak diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 sampai dengan saat ini telah memberikan kemakmuran dan kesehjahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Terkait dengan demokrasi di Indonesia. dalam 10 tahun terakhir. merayu mereka untuk kembali ke masa lalu atau menjanjikan dunia kepada mereka. pesan kebencian.Bukankah kalau begitu pemimpin bangsa ini tidak berhasil untuk menjalankan amanat dengan format negara kesatuan yang telah disepakati. Pemerintahan yang tidak bersih dari hukum negara itu terbentuk oleh karena adanya kehendak rakyat yang menyatakan diri secara sukarela untuk bersatu dengan menentukan hukum dan kebiasaan apa yang menjadi anutan atau kepatuhan yang mereka sepakati bersama. lanjut Presiden. mebingungkan publik dengan kecurangan. Bila kemudian ada negara yang pemimpinnya berubah menjadi sepert Hitler ataupun Slobadan Milosovic itu merupakan pemimpin yang dapat digolongkan sebagai "penjahat perang" yang wajib diajukan kemahkamah internasional dan segera dijatuhkan hukum mati buat mereka. "Merupakan keputusan mereka untuk beradaptasi dan bertahan atau menolak dan jatuh. Gangguan Adapun gangguan gangguan yang di hadapi Dalam menjalankan demokrasi di indonesai adalah 1. yang jelas rakyat yang membuat sebuah negara hampir semuanya menginginkan adanya kemakmuran.Soal berbagai teori tentang bagaimana sebuah negara itu terbentuk memiliki sejarah yang cukup lama. maka sejak tahun 1945 yang tentunya 200 juta bangsa ini masih banyak yang hidup digaris kemiskinan. Tidak ada sistem politik yang dapat dihindari disni. pemilu langsung Indonesia sebanyak tiga kali. jawaban bisa ia bisa tidak. ketenangan serta kesehjahteraan. Tapi hal itu bisa dipatahkan oleh Indonesia dan berhasil menjadi negara yang mengalami pertumbuhan positif kala krisis ekonomi berlangsung. (MI/ICH) 3. Persoalan bukan itu saja namun bagaimana negara yang diwakili oleh organisasi pemerintahannya harus berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang menjadi kesepakatan dan bukan sebaliknya rakyat beserta sumber alam yang ada menjadi objek hukum yang memberikan legitimasi untuk diexploitasi oleh sekelompok atau segolongan manusia yang tinggal di negeri ini. berhati-hati dan secara rasional mengambil keputusan. tergantung dari mana anda dan apa yang telah anda rasakan selama ini. pemilih sudah lebih pintar dibadingkan sebelumnya." tukasnya. sempat beberapa pihak menilai demokrasi dan pertumbuhan ekonomi tidak dapat berjalan seiringan. "Tapi tentunya pemilih akan menentukan pilihan mereka dan di dalam kotak suara akan bertanggungjawab. Dalam perjalanan demokrasinya. Bila kita menggunakan angka sebagai logika untuk jawaban ini.

orang mengabaikan pendapat dan pikiran orang lain yang berada dalam posisi yang dinilai lebih rendah dari posisinya sendiri. Orang sadar akan keadilan. Akan tetapi setelah menjadi bangsa merdeka pun hambatan itu tidak berkurang. tetapi lebih diorientasikan kepada dirinya dan kelompoknya dan kurang kepada kepentingan umum. Karena pandangan kurang luas maka orang cenderung untuk memperhatikan dirinya dan kepentingannya sendiri dan kelompoknya. Makin banyak orang Indonesia mengalami pendidikan formal. dengan pikiran orang yang dianggap lebih tinggi kedudukannya. Demokrasi di Jepang tidak sepenuhnya sama dengan yang ada di Amerika Serikat karena budaya Jepang dan Amerika berbeda. keempat terjadi hambatan karena faktor agama. Jangankan antara budaya Timur dan Barat seperti itu. 2. Hambatan itu disebabkan oleh banyak hal. demokrasi di Perancis dan Inggeris saja berbeda padahal sama–sama bangsa Barat. Sebab kalau ada demokrasi penjajah harus memberikan banyak kebebasan kepada rakyat Indonesia. Kuatnya feodalisme di masa lalu membuat orang enggan untuk mengeluarkan pendapat atau pikiran yang mungkin berbeda. hambatan Banyak orang Indonesia menghendaki demokrasi sejak ada pergerakan kebangsaan pada permulaan Abad ke 20. Dalam zaman penjajahan hambatan itu datang dari pihak penjajah. Akan tetapi dalam setiap budaya dapat dikembangkan demokrasi. Namun dalam semua perbedaan yang ditimbulkan oleh perbedaan budaya tetap inti demokrasi selalu ada. hal mana dapat dipahami.. Ketiga yang sering dikemukakan adalah faktor kultural. apalagi bertentangan. tetapi dalam kenyataan demokrasi masih terus belum lancar pertumbuhannya. Sebaliknya. Oleh sebab itu reformasi hukum yang sedang berjalan saat ini hanya akan berhasil dan memiliki efektifitas bagi kesehjahteraan rakyat bila pemerintahan yang akan datang merupakan pemerintahan yang bersih. Bahwa budaya berpengaruh terhadap pelaksanaan demokrasi adalah benar. Sekarang Indonesia sudah lebih dari 50 tahun merdeka dan mempunyai Dasar Negara yang menetapkan adanya demokrasi di Indonesia. Ini dipakai alasan oleh orang Indonesia yang tidak setuju dengan perkembangan demokrasi di Indonesia. dan sebaliknya pemerintahan yang bersih merupakan pemerintahan yang menegakan supermasi hukum sebagai pedoman dalam menjalankan amanat dan kehendak rakyat yang berlangsung secara konstitusional. Sedangkan masih lemahnya disiplin menyebabkan hukum kurang berjalan dalam masyarakat. Ada orang berpendapat bahwa masyarakat Barat yang melahirkan demokrasi mempunyai budaya yang berbeda dari budaya Indonesia. terutama dari kelompok lain. Sebab utama terletak pada manusia Indonesia yang sifatnya dipengaruhi oleh berbagai faktor. 4. Hal ini mempersulit timbulnya sifat untuk menghargai perbedaan dan pendapat orang lain. 1. Kedua pengaruh dari sisa-sisa feodalisme. Pertama karena masih kurangnya pendidikan umum yang cukup bermutu yang dapat menimbulkan pandangan yang lebih luas tentang kehidupan serta kesadaran tentang disiplin. makin bertambah jumlah orang itu. yaitu kalau ada pandangan atau interpretasi .kehancuran struktural yang ada saat ini merupakan akumulasi dari tidak adanya supermasi hukum yang mengatur setiap tatanan negeri ini. Memang kemudian demokrasi tidak akan presis sama di lingkungan budaya yang berbeda. Akan tetapi meskipun demikian tumbuhnya demokrasi di Indonesia terus mengalami hambatan yang tidak sedikit. 4. yaitu bahwa yang berdaulat di negara itu adalah rakyat. Hukum diperlukan untuk menata sebuah pemerintahan yang bersih. 3.

adil . Hal itu dapat dilihat di Indonesia sekarang.bahkan kepala desa. Akan tetapi dalam kenyataan pandangan demikian menghadapi dua persoalan pertama. • • . Kalau ada sistem orang harus menyesuaikan hidup dan langkahnya dengan sistem itu. Kita berkepentingan adanya kepemimpinan nasional yang mampu menjalankan manajemen nasional yang baik. dan bersih. Akan tetapi melihat kondisi pemerintahan sekarang sukar diharapkan pendidikan umum mengalami perbaikan dalam waktu dekat. Dengan begitu hukum dapat berjalan dan Indonesia menjadi negara hukum. Dengan begitu rakyat akan lebih percaya diri dan feodalisme makin dapat dihilangkan. legeslatif. agar menciptakan suasana yang di inginkan oleh Rakyat yakni suasana demokarasi yang merata. Persoalan kedua adalah bahwa sekalipun ada sistem politik demokratis tetapi para pelaku politik kurang bersifat demokratis. namun dalam kenyataan tidak ada demokrasi di Indonesia selama itu. khususnya orang-orang yang mempunyai wewenang membangun sistem politik negara. Kalau sifat orangnya kurang cocok dengan demokrasi akan sukar terwujud sistem demokratis. tetapi memanfaatkan demokrasi untuk memperoleh posisi yang kuat dan pada saat berkuasa justru menyingkirkan demokrasi. Hal itu terjadi di masa Orde Lama dan Orde Baru. Itu telah dilakukan Hitler di Jerman dan di masa lalu merupakan taktik kaum komunis di Indonesia. Dengan pendidikan yang baik diharapkan manusia Indonesia berpandangan luas dan menyadari pentingnya disiplin. 5. Adanya kesadaran dari pemirintah agar tidak mencabut hak hak rakyat. kepala daerah. Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto mengatakan bahwa mereka membangun demokrasi melalui Demokrasi Terpimpin dan Demokrasi Pancasila. sehingga kondisi obyektif dalam masyarakat dapat menjadi landasan perbaikan demokrasi. Alternatif Pemcahan Masaalah Atau (solusi) Agar sistem demokrasi di indonesia dapat berjalan dengan baik • perbaikan pendidikan umum dalam kuantitas maupun kualitasnya. Dan mau mendengar kritikan dari rakyat. Persoalan pertama adalah bahwa sistem politik demokratis merupakan hasil buatan orang. jujur. Pendidikan juga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi rakyat. Dalam situasi begini perbaikan dalam kehidupan demokrasi sangat tergantung dari perubahan sikap kepemimpinan nasional. Orang suka mengatakan bahwa yang penting adalah membangun sistem politik demokratis. Di samping itu ada pula pihak-pihak yang sebenarnya tidak menghendaki demokrasi . Orang akan mampu menghargai kebebasan berpendapat bagi semua pihak serta menyadari pluralitas sebagai kenyataan dalam kehidupan bangsa dan umat manusia. sekalipun ada niat untuk itu.ajaran agama yang membuat orang menyingkirkan keperluan demokrasi. • Menghilangkan sistem money politik yang sudah mendarah daging saat ini agar supaya proses demokrasi di indonesia terlihat bersih dan jujur sehingga menciptakan pemerintahan yang bersih Menghilangkan segala kecurangan dalam pemilahan umum baik itu pemilihan presiden. maka tidak akan ada kondisi masyarakat yang demokratis.

Untuk mewujudkannya perlu adanya kontribusi dari semua pihak yang terkait. .BAB IV PENUTUP Diakhir pemhasan kali ini maka dapat di lihat dalam menjalankan demokrasi di indonesia terdapat banyak hambatan. Gangguan Dan Ancaman yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi jalannya sistem demokrasi di indonesia saat ini. tantangan. Apalagi kalau tidak ada perhatian yang serius dari pemerintah untuk menjalankan sistem demokrasi ini. Maka sistem ini hanya akan tinggal menjadi wacana pemerintah indonesia dan tidak akan ada sistem demokrasi yang baik di negeri ini.

maupun dalam kehidupan bebangsa dan bernegara. dapat dikatakan bahwa demokrasi indonesia menghadapi tembok keras . demokrasi telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisah-pisahkan dari kehidupanya. kesamaan kurang di praktekan. Mengatakan “Demokrasi telah menjadi budaya” berarti penghayatan nilai-nilai demokrasi telah menjadi kebiasaan yang mendarah daging di antara warga negara. kita belum membudanyakannya. Di media massa kita sering mendengar betapa sering warga negara. Membudaya berarti telah menjadi kebiasaan yang mendarah daging. dan seterusnya. partisipasi warga negara atau orang perorang baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan pilitik belum maksimal. Seluruh kehidupanya diwarnai oleh nilai-nilai demokrasi.Namun. bahkan pemerintah itu sendiri. masyarakat. Orang-orang kurang menghargai kebabasan orang lain. itu belum terjadi. kelihatan bahwa demokrasi belum membudaya. Kesimpulan Dari pengalaman masa lalu bangsa kita. Dengan kata lain.BAB V A. Akan tetapi. Dari pemaparan diatas. nilai-nilai demokrasi itu kurang di praktekan. melanggar nilai-nilai demokrasi. musyawarah kurang dipakai sebagai cara untuk merencanakan suatu program atau mengatasi suatu masalah bersama. Bahkan dalam keluarga dan masyarakat kita sendiri. supremasi hukum kurang ditegakan. kurang menghargai perbedaan. Kita memang telah menganut demokrsai dan bahkan telah di praktekan baik dalam keluarga.

bermasyarakat. seperti aksi penembakan oleh kaum separatis di berbagai daerah. adalah adanya niat untuk memahami nilai-nilai demokrasi. Dalam usaha mempraktekan budaya demokrasi. baik dalam kehidupan berkeluarga. sehingga melunturkan kepercayaan publik. Adanya tantangan terhadap demokrasi sangatlah kuat. yang didalamnya justru membatasi kebebasan warga sendiri. Maka demokrasi indonesia akan lebih baik. Selain hal itu. Akhirnya. Partai politik lebih mementingkan keberlangsungan partai politik dibanding keberlangsungan hidup warganya. Lebih parahnya lagi. Memahami nilai-nilai demokrasi memerlukan pemberlajaran. yang akhirnya belakulah hukum rimba. bila tidak malapetakalah yang akan mengobrak-abrik NKRI. Saran Mewujudkan budaya demokrasi memang tidak mudah. Suatu hari nanti. kita kadang-kadang mengalami kegagalan disana-sini. sangat ditentukan oleh berbagai tantangan diatas. Yang paling utama. Pelanggaran demi pelanggaran dilakukan oleh para pemimpin kita. . Bila tantangan itu mampu kita atasi. Sehingga keadilan tidak digapai. B.Mempraktekanya secara terus menerus. tentu saja. masa depan demokrasi indonesia dikatakan lebih baik atau sebaliknya . maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. yaitu belajar dari pengalaman negara-negara yang telah mewujudkan budaya demokrasi dengan lebih baik dibandingkan kita. ditengarai adanya praktek politik elite kita yang kurang pro rakyat. penolakan terhadap campur tangan asing sangat gencar dikampanyekan oleh penantang dunia barat dan amerika. Bahkan peraturan daerah dibuat untuk melindungi diri dari pengaruh global. Perlu ada usaha dari semua warga negara. Sperti peperangan antara suku dan sebagainya. Ancaman disintegrasipun masih menjadi momok yang menakutkan. sehingga harus menerapkan syariat islam dan yang memimpin harus beragama muslim. tetapi itu tidak mengendurkan niat kita untuk terus berusaha memperbaikinya dari hari kehari.yang siap menghantam kapan saja. Dengan permasalahan diatas. seperti berkembangnya kaum radikal yang menginginkan demokrasi itu adalah kemenangan kaum mayoritas. hukum yang merupakan pelarian terakhir bagi masyarakat ternyata tidak menegakkan aturan demi kebenaran. kita berharap bahwa demokrasi telah benar-benar membudaya di tanah air kita. atau membiasakannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful