P. 1
TUGAS MAKALH KELOMPOK 12

TUGAS MAKALH KELOMPOK 12

|Views: 197|Likes:
Published by Fifih Izhara

More info:

Published by: Fifih Izhara on Jul 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2012

pdf

text

original

MATERI PSIKOLOGI KOGNITIF “Intelegensi Manusia dan Kecerdasan Buatan”

Disusun Oleh: Trie Hartati Tanti Kusmiati Fifih Izhara

Universitas Mercu Buana Fakultas Psikologi

INTELIGENSI MANUSIA DAN KECERDASAN BUATAN A. PENGERTIAN INTELIGENSI Setiap tugas dipercayai, minimal oleh beberapa psikolog kognitif, mensyaratkan sejumlah inteligensi tertentu. Inteligensi mengandung dua tema : (1) melibatkan kemampuan seseorang untuk belajar dari pengalaman, (2) melibatkan kemampuan seseorang untuk beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya. Definisi tersebut lalu diperluas dengan menekankan pentingnya metakognisi, yaitu upaya manusia memahami dan mengontrol proses-proses berpikirnya sendiri. Jadi inteligensi adalah kapasitas untuk belajar dari pengalaman dengan menggunakan proses-proses metakognitif dalam upayanya meningkatkan pembelajaran, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Inteligensi juga mensyaratkan kemampuan adaptasi yang berbeda di dalam konteks sosial dan budaya yang berbeda. Dalam teori implisit diakui kalau inteligensi memiliki makna yang berbeda di dalam konteks yang berbeda, misal seorang penjual yang pandai menunjukkan jenis inteligensi yang berbeda dari ahli bedah yang pandai. Sehingga muncul kecerdasan emosi dan kecerddasan sosial. Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mencerap dan mengekspresikan emosi, kemampuan untuk mengasimilasikan emosi dengan pikiran, pemahaman dan rasio, dan kemampuan untuk mengatur emosi dalam diri sendiri orang lain (Mayer, Salovey & Caruso, 2000). Kecerdasan sosial yaitu kemampuan memahami dan berinteraksi dengan orang lain (Kihlstrom & Cantor, 2000) Dalam definisi yang ekspisit inteligensi sering berorientsi penilaian, artinya beberapa psikolog lebih suka mendefinisikan inteligensi berdasarkan apa pun hasil ukuran tes (Boring, 1923). Padahal hasil dari tes intelligensi yang berbeda tidak selalu menunjuk kepada satu hal yang sama. Tes-tes yang berbeda dibuat untuk mengukur konstruk yang berbeda-beda (Daniel, 1997; Kaufman, 2000; Kaufman & Lichtenberger, 1998). B. UKURAN DAN STRUKTUR INTELIGENSI Ukuran-ukuran kontemporer mengenai inteligensi biasanya dapat dilacak pada satu dari dua tradisi historis yang sangat berbeda. Ada yang berkonsentrasi pada prosesproses di tingkatan dasar, yaitu kemampuan-kemampuan psikofisik yang mencakup ketajaman pencerapan indra, kekuatan fisik, dan koordinasi motorik; ada pula yang berkonsentrasi pada proses-proses di tingkatan yang lebih tinggi yaitu kemampuan membuat penilaian yang dikaitkan dengan kemampuan berfikir. Konsep tentang struktur faktor inteligensi yang paling menonjol adalah teori dari : a. Spearman : Faktor ‘g’ Inteligensi bisa didasarkan pada 2 faktor, yaitu (1) faktor umum tunggal yang mendorong performa di semua tes kemampuan mental, (2) faktor spesifik yang terlibat di dalam performa hanya di dalam tipe-tipe tertentu tes kemampuan mental.Faktor umum disebut faktor ’g’ (general) menyediakan kunci untuk memahami inteligensi. b. Thurstone : Kemampuan Mental Primer

Menurutnya inteligensi terletak bukan pada faktor tunggal melainkan di dalam tujuh faktor, yang disebut kemampuan mental primer, meliputi : 1. Pemahaman verbal : diukur dengan tes kosa kata 2. Penguasaan verbal : diukur dengan tes memikirkan banyak kata-kata yang diawali dengan huruf tertentu 3. Penalaran induktif : diukur dengan tes analogi dan melengkapi urutan angka 4. Visualisasi spasial : diukur dengan tes perotasian mental gambar objek 5. Operasi angka dan digit : diukur dengan pengomputasian dan tes masalah matematis sederhana 6. Memori : diukur dengan gambar dan tes mengingat kata 7. Kecepatan mempersepsi : diukur dengan mengenali perbedaan suatu gambar c. Guilford : Struktur Intelektual (SOI) Inteligensi mencakup sampai 150 faktor. Menurutnya inteligensi bisa dipahami dalam ilustrasi sebuah kubus yang merepresentasikan perpotongan tiga dimensi yaitu operasi, isi, dan produk. Operasi berupa proses mental seperti mengingat dan mengevaluasi; isi adalah jenis term yang muncul di sebuah masalah (kata-kata dan gambar); produk adalah jenis respons yang dibutuhkan. Mereka mencakup unit (kata tunggal, angka dan digit, atau gambar), kelas (hirarki), dan implikasi. d. Cattel, Vernon dan Carroll : Model Hirarkis Jumlah faktor inteligensi adalah melalui sebuah model hirarkis, yang menyatakan bahwa inteligensi mengandung dua sub-faktor utama yaitu kemampuan-cair (fluid abilities) dan kemampuan-terkristal (crystallized abilities). Kemampuan-cair adalah kecepatan dan akurasi penalaran abstrak, khususnya ketika manusia dihadapkan pada masalah baru. Kemampuan-terkristal adalah pengetahuan dan kosakata yang terakumulasi untuk sejumlah waktu, tersimpan di dalam memori jangka panjang, dan dipanggil ke luar jika dibutuhkan (Cattell, 1971). C. PEMROSESAN-INFORMASI DAN INTELIGENSI Pemrosesan-informasi dan intelegensi Para teoritis pemrosesan-informasi tertarik untuk mempelajari bagaimana manusia secara mental memanipulasi apa yang mereka pelajari dan ketahui tentang dunia(Hunt,2005). Para peneliti menganggap bahwa ada 2 faktor yang penting didalam intelegensi yaitu: a.kecepatan b.akurasi pemrosesan-informasi. Memori yang sedang bekerja(memori aktif) Para peneliti menganggap bahwa: Intelegensi hanya memiliki sedikit kelebihan diatas memori yang sedang bekerja.oleh karena itu,kemampuan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi didalam memori aktif tampaknya merupakan salah satu aspek intelegensi yang penting,namun demikian,mungkin juga memori aktif tidak berkaitan sama sekali dengan intelegensi.

Teori komponen dan pemecahan masalah yang kompleks Pendekatan-pendekatan kognitif untuk mempelajari pemrosesan-informasi bisa diaplikasikan kepada tugas-tugas yang lebih kompleks,seperti analogi-analogi,masalahmasalah berseri(sep melengkapi rangkaian angka atau gambar). Intinya adalah untuk cara menyelesaikan suatu masalah yang kompleks harus mencangkup yang ada pada jenis-jenis tugas yang digunakan pada tes-tes intelegensi konvensional dan mengisolasi. a.komponen-komponen intelegensi. komponen-komponen di sini adalah: proses-proses mental yang digunakan untuk mengerjakan tugas-tugas yang ada.seperti representasi mental. b.Analisis komponen: memilahkanwaktu reaksi dan tingkat kekeliruan mengerjakan tugas berdasarkan prosesproses yang diperlukan untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut. Caranya: 1. proses pengkodean item-item masalah 2. proses penyimpulan hubungan diantara,minimal beberapa item tersebut 3. proses pemetaan yang menyimpulkan hubungan-hubungan yang disimpulkan tersebut dengan item-item lain,yang bisa dianggap memperlihatkan hubungan yang serupa. 4. proses pengaplikasianhubungan-hubungan yang disimpulkan sebelumnya dengan situasi-situasi yang baru Pendekatan penrosesan-informasi terhadap intelegensi: Para teoritis memahami intelegensi berdasarkan jumlah konstruk dan tugas. Konstruknya mencangkup:  Waktu penginspeksian/pengecekan Adalah jumlah waktu yang diperlukan untuk menginspeksi item-item dan membuat sebuah putusan tentang mereka.  Pemilihan waktu reaksi Adalah waktu yang diperlukan untuk memilihsatu jawaban dari berbagai kemungkinan yang ada.  Kecepatan mengakses kosakata Adalah kecepatan dimana kita bisa mengeluarkan informasi tentang kata-kata(sep nama huruf) yang tersimpan didalam memori jangka panjang(Hunt,1978).  Kemampuan memilahkan atensi  Menggunakan komponen penalaran

 Pemecahan masalah Dasar-dasar biologis intelegensi banyak para teoritis berpendapat tentang biologis intelegensi dan menemukan risetnya masing-masing salah satunya intelegensi pada seseorang dapat dilihat pada: 1.Ukuran otak dan intelegensi(jerison,2000,vernon dkk,2000) Buktinya menunjukkan bahwa,bagi manusia terdapat hubungan statistik yang sederhana tetapi signifikan antara ukuran otak dan intelegensi.namun begitu sulit untuk mengetahui apa yang membuat hubungan ini terjadi? Apakah dengan semakin besarnya ukuran otak menyebabkan semakin besarnya intelegensi atau semakin besarnya intelegensi mennyebabkan semakin besarnya otak? Tetapi disini yang lebih penting bagaimana mengetahui menggunakan otak secara efisien ketimbang memastikan besar ukurannya. 2.menemukan bahwa efisiensi intelegensi(Newman&just,2005) saraf berkaitan erat dengan

Pendekatan ini dilihat bagaimana otak memetabolisasikan glukukosa(molekul gula paling sederhana yang dibutuhkan bagi aktivitas otak).

D. PENDEKATAN ALTERNATIF TERHADAP INTELIGENSI

Konteks Budaya dan Intelegensi
Menurut kontekstualisme, intelegensi mestinya dipahami dalam konteks dunia nyata. Konteks intelegensi bisa dikaji di tingkatan analisa apapun.. Para kontekstual meyakini bahwa intelegensi berkaitan erat dengan budaya, mereka memandang intelegensi sebagai sesuatu yang diciptakan budaya untuk mendefinisikan sifat adaptif suatu performa tindakan di dalam budaya tersebut. Kontekstualis meneliti kenapa beberapa orang melakukan performa lebih baik ketimbang orang lain mengenai tugas-tugas yang dinilai berdasarkan budaya (Sterberg, 1985). Budaya adalah seperangkat sikap, nilai, keyakinan dan perilaku yang dilakukan oleh sekelompok orang , dikomunikasikan dari satu generasi ke generasi berikutnya lewat bahasa atau cara2 lain berkomunikasi (Barnouw, 1985). Istilah budaya banyak digunakan dengan berbagai cara menurut Berry, : 1. Secara deskriptif, mencirikan sebuah budaya 2. Sejarah historis, kelompok. mendiskripsikan tradisi-tradisi sebuah

3. Secara normatif, mengekspresikan aturan-aturan dan normanorma sebuah kelompok.

4. Secara psikologis, menekankan bagaimana sebuah kelompok melakukan pembelajaran dan memecahkan masalah. 5. Secara struktural, menekankan pengorganisasian sebuah budaya. elemen-elemen

6. Secara genetis, mendiskripsikan asal-usul budaya. Salah satu alasan mempelajari budaya adlah keduanya berjalinan. Tomasello (2001), budaya adalah apa yang memisahkan kecerdasan manusia dari kecerdasan hewan. Perbedaan ukuran dalam performa intelektual tersebut bisa jadi merupakan hasil dari perbedaan-perbedaan didalam kompleksitas budaya. Contoh, salah satu studi lintas budaya mengenai intelegensi yang dilakukan oleh Michael Cole dan koleganya (1971) :………..(hal 470). Contoh perilaku yang sama yang dianggap cerdas di suatu budaya tapi tidak dianggap cerdas di budaya lain, adalah sikap tentang kecepatan mental memproses sesuatu. Di AS, kecepatan mental memproses sesuatu biasanyan diasosiasikan dengan kecerdasan. Tes yang relevan dengan budaya mengukur kemampuan dan pengetahuan yang berkaitan dengan pengalaman budaya partisipan. Contoh : -merancang tes yang mengukur kemampuan terkait aspek pragmatis dalam hidup sehari-hari. Sebuah studi yang meneliti kemampuan mengingat, salah satu aspek intelegensi yang dipegang setiap budaya dimanapun. Kunci perbedaab spesifik mengingat di budaya tertentu adalah pengetahuan dan penggunaan strategi metamemori, bukanya perbedaan struktural yang aktual di dalam memori (Wagner, 1978). 3 jenis konteks yang mempengaruhi performa : 1. Konteks sosial, contohnya maskulin atau feminin. apakah suatu tugas dianggap

2. Konteks mental, contohnya apakah sebuah tugas visuospasial melibatkan pembelian atau pencurian sebuah rumah. 3. Kontes fisik, contoh apakah sebuah tugas disajikan di pantai atau di laboratorium.

Gardner : Teori Multi-Intelegensi
Gardner menyatakan bahwa intelegensi dibentuk dari bebrapa konstruk yang independen satu sama lain, jadi bukan hanya dibentuk oleh satu konstruk tunggal saja. 8 Intelegensi Gardner : 1. Kecerdasan linguistik, digunakan untuk membaca buku, menulis makalah, puisi, memahami kata yang diucapkan.
2. K. logis matematis, memecahkan persoalan matematika dan

penalaran logis.

3. K. Spasial, untuk memahami perbedaan dari satu tempat, membaca peta. 4. K. musik, menyantikan memainkan alat musik. sebuah lagu, menyusun sonata,

5. K. kenestetika tubuh, menari dan olah raga. 6. K. Interpersonal, menjalin hubungan dengan orang memahami perilaku orang lain, motif dan emosinya. lain,

7. K. intrapersonal, memahami diri sendiri, dasar untuk memahami diri sendiri berdasarkan kemampuan dan minat kita. 8. K. naturalistik, untuk memahami pola-pola di alam.

Sternberg : TeorinTriarkis Intekegensi
Menurut teori ini, kecerdasan manusia mencakup 3 aspek, yaitu hubungan dengan :1) dunia internal, 2) pengalaman dan 3) dunia eksternal. Bagaimana intelegensi berkorelasi dengan dunia internal Bagian ini menekankan pemprosesan informasi yang bisa dilihat berdasarkan 3 komponen yang berbeda, yaitu : 1) metakomponen, yaitu proses eksekutif yang lebih tinngi tingkatanya yang digunakan untuk merencanakan, memonitor dan mengevaluasi pemecahan masalah. 2) komponen performa, yaitu proses ditatanan yang kebih rendah digunakan untuk mengimplementasikan perintah dari metakomponen. 3) komponen akuisisi pengetahuan untuk mempelajari dan menyelesaikan masalah. Bagaimana intelegensi berkorelasi dengan pengalaman Teori ini menekankan bagaimana pengalaman terdahulu bisa berinteraksi dengan semua jenis komponen pemrosesan informasi,,artinya masing2 dari kita mengahadapi tugas dan situasi yang denganya kita memiliki berbagai tingkat pengalaman Tugas yang paling menstimulasi intelektual adalah tugas yang menantang dan menuntut. Bagaimana intelegensi berkorelasi dengan dunia eksternal Berbagai komponen intelegensi yang diaplikasikan kepada pengalaman menjalankan 3 fungsi di konteks dunia nyata. Yaitu : 1) pengadaptaian diri kita dengan lingkungan sekitar. 2)pembentukan lingkungan untuk menciptakan lingkungan baru. 3) memilih lingkungan baru.

E.Strategi Meningkatkan Intelegensi
Intelegensi dapat ditingkatkan melalui berbagai intervensi, diantaranya : 1). Program head start, program persiapan anak pra sekolah, meningkatkan kemampuan dan prestasi. Sebuah alternatif bagi pengkayaan intelektual di luar rumah adalah menyediakan lingkungan yang kondusif. 2). Pengayaan instrumental, melibatkan pelatihan terhadap berbagai kemampuan penalaran absrtak. Efektif untuk partisipan yang terbelakang.

3). Odisseuss, efektif untuk meningkatkan intlg pd anak SMP. 4). Progran filsafat untuk anak-anak, mengajarkan kemampuan berfikir logis. 5). Program intelegensi terapan, program ini bisa memperbaiki kemampuan peserta mencapai insight dan belajar makna kata dari konteks. Kita bisa menbantu manusia menjadi lebih cerdas dengan cara membantu mereka mencerap, belajar, mengingat, merepresentasikan informasi , menalar, membuat keputusan dan memecakan masalah dengan lebih baik. Perkembangan Intelegensi pada Orang Dewasa Intelegensi berkembang sesuai pertambahan usia (Anderson, 2005). Kemampuan kognitif tidak tak terbatas.Meskipun intelegensi terkristal lebih tinggi rata2 pada usia dewasa lanjut, namun intelegensi cair lebih tinggi, rata2 pada usia dewasa muda ketimbang dewasa lanjut (Horn & Cattell, 1966). Secara umum kemampuan kognitif terkristal sepanjang usia , sementara kemampuan cair hanya meningkat sampai usia 20, 30, atau maksimal 40 tahun, lalu menurun secara perlahan. Sejumlah pelambatan tingkat pemprosesan kognitif terjadi di sepanjang usia dewasa. Diantara faktor umum yang sudah dianggap memberikan kontribusi bagi perlambatan proses kognitif terkait usia adalah penurunan di dalam pemfungsian sistem syaraf pusat, penurunan di kapasitas memori yang sedang bekerja dan penurunan di dalam sumber daya atensi. (Horn& Hofer, 1992). F. KECERDASAN BUATAN : SIMULASI KOMPUTER Sebagian besar riset pemrosesan-informasi awal memusat kepada penelitian berbasis simulasi komputer terhadap inteligensi manusia, selain sistem-sistem komputer yang menggunakan metode-metode optimal untuk menjawab tugas-tugas tertentu. Program di kedua jenis ini merupakan contoh kecerdasan buatan (AI, artificial intelligence), yaitu inteligensi di dalam sistem-sistem pemrosesan simbol seperti yang dilakukan komputer (Schank & Towle, 2000). Komputer tidak bisa berfikir sehingga mereka harus diprogram untuk bersikap seolah-olah sedang berfikir (mensimulasikan proses-proses kognitif). Dengan cara ini mereka memberi insight mengenai bagaimana manusia memproses informasi secara kognitif. Apa yang membuat kita mendeskripsikan program komputer dikatakan cerdas? Untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu dilakukan Tes Turing (dilakukan oleh Alan Turing, 1963). Tujuan Tes Turing adalah untuk mengetahui apakah seorang pengamat bisa membedakan performa komputer dari performa manusia. Komputer dianggap lulus Tes Turing jika pengamat tidak bisa membedakan jawaban komputer dan jawaban manusia. Hal ini bisa dilihat pada program permainan/games catur yang berhasil mengalahkan juara catur dunia, Gary Kasparov dalam sebuah maraton catur tahun 1997. Program-program Cerdas - LT=Logic Theorist (Teoretisi Logika); Newell, Shaw & Simon, 1957 Dirancang untuk menemukan bukti-bukti bagi teorema-teorema di dalam logika simbolis dasar GPS=General Problem Solver (Pemecah Masalah Umum)

Dirancang untuk memecahkan masalah dengan mereduksi perbedaan antara status kini dan status tujuan. Dalam hal ini membutuhkan sebuah skema alur logika. Contohnya program pada permainan/games hobit & orc. SHRDLU Dirancang pada sebuah robot untuk memegang secara manual dan menyusun berbagai kotak di ’dunia kotak’. ELIZA dan PARRY Dirancang di dunia psikoterapi, dimana program ini untuk menyingkap emosi pasien. ELIZA mengambil peran sebagai psikoterapis non-direktif, sedangkan PARRY sebagai pasien.

-

Program yang Mensimulasikan Keahlian yaitu program komputer yang bisa menampilkan tindakan seperti cara seorang ahli di bidang tertentu. Di bawah ini adalah beberapa program yang dikembangkan unttuk mendiagnosis berbagai jenis gangguan medis, di antaranya : - MYCIN (Buchanan& Shortliffe, 1984) Dirancang untuk mendeteksi bahkan sanggup menangani pasien yang menderita infeksi bakteri. - INTERNIST (Miller, Pople & Myers, 1982) Dirancang untuk mendiagnosis spektrum penyakit yang lebih luas dibanding MYCIN dan kekuatan diagnostiknya tidak bisa lagi ditandingi oleh seorang internis ahli sekalipun. - DENDRAL Dirancang untuk membantu ilmuwan mengidentifikasi struktur molekul dari komponen organik yang baru ditemukan (Buchanan dkk, 1976) Keterbatasan atas kecerdasan buatan : - Pemrosesan Berseri Otak manusia bisa memproses banyak sumber informasi secara simultan, sedangkan komputer bisa mengolah hanya satu instruksi pada satu waktu. Jadi pemrosesan berseri maksudnya pemrosesan dilakukan secara langkah demi langkah satu kali di satu waktu. Namun dengan adanya sistem jaringan yang mirip syaraf, komputer sekarang dapat mensimulasikan pemrosesan paralel. Ketidakhadiran Intuisi Intuisi adalah firasat, yang biasanya digunakan oleh para ahli sejati dibanding para pemula yang hanya mengandalkan pengetahuan dari buku. Inteligensi vs Tampil Cerdas Program komputer yang kelihatannya memahami berbagai jenis input dan merespons dengan cara yang tampaknya cerdas, sesungguhnya hanya bekerja menurut seperangkat aturan yang sudah diprogram, sehingga membuatnya terlihat cerdas di permukaan (hanya tampil cerdas).

-

KESIMPULAN Jadi, dengan memahami struktur dan mempelajari bagaimana pemrosesan informasi pada manusia, kecerdasan buatan bisa dibuat yang disimulasikan pada sebuah program-program di komputer dengan cara membuat suatu seperangkat aturan tertentu. Akan tetapi karena komputer sudah dibuat aturannya dan sudah baku, maka jika ditemukan suatu hal baru / kasus baru maka komputer belum bisa menyelesaikan persoalan sebaik inteligensi yang dimiliki manusia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->