P. 1
Penerimaan Negara Bukan Pajak

Penerimaan Negara Bukan Pajak

|Views: 480|Likes:
Published by smahaningrum

More info:

Published by: smahaningrum on Jul 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/04/2013

pdf

text

original

KAJIAN POTRET POTENSI PNBP ³Memotret PNBP SDA Pertambangan Umum´

A. LATAR BELAKANG Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah wujud dari pengelolaan keuangan negara yang merupakan instrumen bagi Pemerintah untuk mengatur pengeluaran dan penerimaan negara dalam rangka membiayai pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pembangunan, mencapai pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pendapatan nasional, mencapai stabilitas perekonomian, dan menentukan arah serta prioritas pembangunan secara umum. Salah satu unsur APBN adalah anggaran pendapatan negara dan hibah1, yang diperoleh salah satunya dari Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Berdasarkan Pasal 1 UU No 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak yang dimaksud dengan PNBP adalah seluruh penerimaan pemerintah pusat yang tidak berasal dari penerimaan perpajakan. Kemudian dipersempit lagi difinisi ini oleh UU Keuangan Negara dengan pengecualian hibah sebagai bagian dari PNBP dikarenakan dalam APBN pendapatan Negara terdiri dari penerimaan pajak, penerimaan bukan pajak, dan hibah. Dengan demikian Hibah sudah tidak termasuk lagi dalam kelompok penerimaan bukan pajak, namun telah berdiri sendiri sebagai sumber pendapatan dalam APBN. PNBP memiliki peranan yang besar dan penting sebagai pilar penopang keuangan negara. PNBP merupakan salah satu pendapatan negara selain pendapatan negara dari penerimaan perpajakan dan penerimaan hibah. Sejak ditetapkannya Undang-undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang PNBP, peran PNBP dalam menunjang pendapatan negara terus meningkat dari tahun ke tahun. Kontribusi PNBP terhadap pendapatan negara rata-rata sebesar 30% setiap tahun. Pada Tahun 1998 realisasi PNBP tercatat sebesar Rp55,64 Triliun sedangkan pada Tahun 2009 realisasi PNBP tercatat sebesar Rp227,17 Triliun atau meningkat lebih dari 300% dibandingkan pada Tahun 2009. Selain itu, pada tiap tahun nya mengalami peningkatan peran dalam penerimaan Negara (APBN). Beberapa tahun terakhir, kontribusi PNBP terhadap APBN sekitar 30 % dari

Pasal 1 angka 1 UU No. 41 Tahun 2009 tentang APBN 2009 mendefinisikan Pendapatan negara dan hibah adalah semua penerimaan negara yang berasal dari penerimaan perpajakan, penerimaan Negara bukan pajak, serta penerimaan hibah dari dalam negeri dan luar negeri

1

1

sedangkan intensifikasi antara lain dilakukan dengan optimalisasi pemungutan PNBP dan review besaran tarif PNBP. 20 Tahun 1997 tentang PNBP). Sebagaimana pajak. aspek keadilan dalam pengenaan beban kepada masyarakat. Salah satu ketentuan dalam UU PNBP menyatakan bahwa tarif atas jenis ditetapkan dengan UU atau Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur jenis dan tarif PNBP (Pasal 3 ayat 1 UU No. agar semua PNBP dikelola dalam sistim APBN dan harus terlebih dahulu disetorkan ke Kas Negara. 4. Sehingga dapat dikatakan PNBP mempunyai peranan penting dalam pembangunan nasional. 3. pembangunan daerah maupun terciptanya efek berantai dalam bentuk pengiriman tenaga kerja ke luar negeri dan penciptaan lapangan kerja di dalam negeri. penyedia bahan baku industri. faktor dominan pembentukan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).2 PNBP memiliki potensi yang cukup besar sebagai salah satu sumber penerimaan negara. dan 3. upaya peningkatan penerimaan negara dari PNBP dapat dilakukan dengan ekstensifikasi dan/atau intensifikasi PNBP. Selain itu. surplus neraca perdagangan. dampak pengenaan terhadap masyarakat dan kegiatan usahanya. Adapun secara umum dapat disampaikan bahwa peranan penting PNBP dimaksud adalah : 1. biaya penyelenggaraan kegiatan Pemerintah sehubungan dengan jenis PNBP yang bersangkutan. sampai saat ini. Meningkatkan peranan PNBP dalam APBN dengan senantiasa mempertimbangkan kewajiban Pemerintah dalam melaksanakan Bila ditinjau secara khusus. 2. Tahun 2008 yang ditandai oleh fluktuasi yang sangat tajam harga minyak mentah dunia di penghujung tahun. harus memperhatikan beberapa aspek penting yaitu: 1. penyedia energi. Mengoptimalkan penerimaan yang berasal dari kekayaan Negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sesuai dengan isi dan semangat pada pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. 2. sektor ESDM mencatatkan perkiraan realisasi penerimaan negara 2 Tinta Emas PNBP dalam APBN 2 . Meningkatkan disiplin dan tertib anggaran. sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menjadi sumber penggerak utama roda perekonomian nasional. Baik dalam perannya sebagai sumber penerimaan negara. Ekstensifikasi dilakukan dengan inventarisasi potensi jenis PNBP. menarik investasi. Memperkuat basis penerimaan dalam negeri. sesuai Pasal 3 ayat (2) UU PNBP tarif PNBP yang diatur dalam UU atau PP.Pendapatan Negara dan Hibah.

Jelbuk.347 Triliun atau sebesar 36%. 3 4 http://www. Galena : Kecamatan Silo dan Tempurejo 2. Batu Piring (Lava Andesit) : Kecamatan Sumbersari. Perkiraan Realisasi Sektor ESDM Terhadap Penerimaan Negara 2008 http://www. Ajung. Batu Kapur (batu gamping) : Kecamatan Puger. sub sektor Pertambangan Umum tercatat sebesar Rp 42. 2. Ledokombo. Emas. Dari penerimaan sektor ESDM tersebut. Panti. Pakusari. batu gunung dan tanah uruk). Rambipuji. Mangan : Kecamatan Puger dan Wuluhan 3. Tembaga. masih terdapat beberapa potensi yang dapat dioptimalkan sebagai sumber pendapatan Negara.120 Triliun atau sebesar 4. Silo. diantaranya potensi pada daerah Kabupaten Jember yang dapat digambarkan sebagai berikut :4 Bahan galian yang potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Jember adalah bahan galian golongan C : Batu Kapur (gamping). Kalisat.org/info-indag/potensi/pertambangan-umum 3 . Galena.4% yang terdiri dari Pajak Pertambangan 3 Umum dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Pertambangan Umum. Pasir Besi. Sukowono 3. Sukowono. Mayang. Sumberjambe.disperindag. Lokasi Bahan Galian Golongan C : 1. Gumukmas.esdm.go. Wuluhan. Sirtu (pasir.sebesar Rp 346.jemberkab. Ambulu. Lokasi Bahan Galian Golongan B : 1. Ambulu dan Pulau Nusa Barong.id/. Pakusari. Tembaga. Emas. sedangkan bahan galian golongan B : Mangan. Lava Andesit (batu piring). Pasir Besi : Kecamatan Kencong dan Gumukmas Mengacu pada cuplikan data di atas terkait potensi PNBP ESDM dalam hal ini pertambangan umum yang cukup signifikan. perlu kiranya dilakukan suatu pengkajian yang lebih mendalam untuk mendapatkan potret potensi PNBP SDA pertambangan umum yang lebih komprehensif dalam rangka optimalisasi penerimaan Negara. Untuk pertambangan umum. Sirtu (pasir dan batu andesit) : Kecamatan Sumbersari.

Peluang dan tantangan dalam optimalisasi PNBP sektor SDA Pertambangan Umum. Potret potensi PNBP SDA Pertambangan Umum untuk menjawab tantangan optimalisasi penerimaan negara dalam negeri sector PNBP. maka perlu di batasi bahwa kajian ini akan bertitik fokus pada penggalian informasi terkait potensi PNBP pada SDA Pertambangan Umum yang akan menjawab beberapa permasalahan sebagai berikut : 1.B. 2. Bagaimanakah potret potensi PNBP SDA pertambangan umum untuk menjawab tantangan optimalisasi penerimaan negara dalam negeri sector PNBP? 2. 3. Solusi dan rekomendasi untuk menjawab tantangan optimalisasi PNBP sector SDA Pertambangan Umum dimaksud. Bagaimana solusi dan rekomendasi untuk menjawab tantangan optimalisasi PNBP sector SDA Pertambangan Umum dimaksud? C. TUJUAN Tujuan dari kajian ini adalah untuk menjawab permasalahan dan kendala dalam pengelolaan dan optimalisasi penerimaan Negara dari sektor PNBP khususnya pertambangan umum. 4 . PERMASALAHAN Mengacu pada pemaparan latar belakang perlu adanya suatu kajian PNBP di atas. dimana realisasinya adalah dalam bentuk paparan terkait: 1. Bagaimana peluang dan tantangan dalam optimalisasi PNBP sektor SDA Pertambangan Umum? 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->