P. 1
MAKALAH

MAKALAH

|Views: 187|Likes:
Published by Slamet Harianto

More info:

Published by: Slamet Harianto on Jul 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2011

pdf

text

original

MAKALAH

MANAJEMEN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN

MEMBANGUN SDA HUTAN DI KALIMANTAN TIMUR SECARA IDEAL

Pertanyaannya kemudian kenapa masyarakat Kaltim masih miskin? Apa yang salah dengan pengelolaan SDA selama ini?. Kekayaan Kaltim dapat dilihat dari sumber daya mineral dan energi dimiliki seperti: cadangan minyak sebesar 1.45 milyar ton dan emas 60. Berapa yang di dapat daerah sebenarnya dari SDA. siapa yang sebenarnya menikmati kue SDA Kaltim. seperti berupa tambang batubara di Katim . Untuk kawasan budidaya non kehutanan seluas 5.55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan.680 BSCF.61 juta ha untuk komoditas perkebunan lain. Kemudian jika kita lihat pasal 18 (1) PP No.09 juta ha untuk kelapa sawit dan 0. yakni penerimaan pertambangan umum yang 20% untuk Pemerintah dan 80% untuk Daerah.7 juta ha. yakni Dana bagi hasil (DBH) pertambangan umum sebesar 80% dibagi a) 16% untuk propinsi yang bersangkutan. sebagai bahan renungan dan mencoba untuk menkontruksikan betapa potensi kekayaan SDA Kaltim begitu besar. merupakan salah satu propinsi terkaya di Indonesia yang menjadi tumpuhan pembangunan nasional sampai sekarang. Potensi perairan meliputi perairan laut seluas 98 ribu km2 dan potensi perairan umum seluas 2. Sekarang berlomba-lomba mengeksploitasi batubara.33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.24 juta ha. b) 64% untuk kabupaten/kota penghasil.17 juta MMSTB. dan c) 32 untuk kabupaten/kota lainnya dalam propinsi yang bersangkutan. Kaltim mempunyai 14. berupa perkebunan seluas 4. meliputi kawasan hutan lindung. (4. Ini hal-hal yang menarik untuk ditelusuri. Untuk sumber daya hutan.237 km2.28 juta ha. Ada seribu lebih ijin kuasa pertambangan yang dikeluarkan Pemerintah daerah dan PKP2P dari pemerintah pusat.PENDAHULUAN Kalimantan Timur dengan luas 245. Dalam pasal 14 UU No. Data di atas saya sajikan. Gas bumi 48. pertambangan umum sebesar 80% dibagi dengan rincian : a) 16% untuk propinsi yang bersangkutan. . Dilihat dari sejarah. Batubara 6. Pasal 18 ayat (2) Dana Bagi Hasil (DBH). b) 32 untuk kabupaten/kota penghasil. Orde baru membabat habis hutan diseluruh wilayah Kaltim.50 juta ton. dengan hasil perikanan rata-rata 350 ribu ton pertahun. hutan produksi dan hutan konservasi serta hutan tropika basah terbesar setelah Brazil. migas Kaltim sudah di ekspoitasi lebih dulu pada zaman Belanda.67 juta ha.

Kemauan. jangan ijin diobral dan dijadikan ajang korupsi berjamaah. Untuk proses teknologi. Proses mentransformasi SDA. ditunjukan dengan perbuatan yang nyata. Menurut Birdsall dan Subramaniam (2004). Ini konsep pemikiran yang masih terlalu makro dan sumir. Ada perubahan terhadap UU No. misalnya pada tahap eksplorasi dan eksploitasi SDA. Seharusnya sudah ada pemikiran yang kongrit untuk usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Membangun kesejahteraan membutuhkan waktu yang panjang. baik pemerintah yang pegang kekuasaan maupun pengusaha. namun harus menjaga daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup . dan pengawasan. serta membuat mekanisme distribusi/alokasi hasil minyak bumi langsung kepada masyarakat. Aspek manejemen adanya perencanaan. Perubahan dalam memandang pengelolaan SDA untuk kemanfaatan secara merata dan jangka panjang untuk kesejahteraan rakyat . diharapkan akan menjadikan SDA sebagai sumber kesejahteraan bersama untuk masyarakat Kaltim. dan adanya itikad dan komitmen para pelaku dalam pengelolaan SDA. mengusulkan 3 (tiga) alternatif pengelolaan SDA. . itu sebabnya kedepan dalam proses tranformasi pengelolaan SDA harus sudah dimulai membangun pola pikir masyarakat untuk tidak tergantung oleh SDA dan menciptakan sumber-sumber baru yang inovatif. dengan membabat habis praktek-praktek curang dalam usaha. ijin yang tidak sesuai dengan peruntukan.33 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintahnya. menghimpun dana khusus dari hasil pengelolaan perjualan minyak untuk membatasi kebebasan pemerintah dalam fungsi pembelanjaan. membutuhkan teknologi tidak hanya bersifat eksploratif dan eksploitatif. pengawasan yang ketat dalam pengelolaan SDA. meskipun tetap bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk melakukan perubahan dalam pengelolaan SDA di Kaltim. dalam pengelolaannya. sehingga menimbulkan ekonomi biaya tinggi. ini dibutuhkan aspek teknologi. aspek menejemen. Ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan. dan ada itikad baik. Kesejahteraan rakyat Kaltim itu yang lebih diutamakan dalam pengelolaan SDA. dan jumlah perdapatan yang diperoleh Pemerintah daerah.Dengan demikian. Orintasi jangka pendek atau berpikir sesaat terhadap SDA yang kita punyai. Dengan suatu proses mentrasformasi SDA. kalau dilogikakan. dalam pengelolaan SDA. yakni privatisasi perusahaan minyak bumi ( dan SDA lainnya). Dengan membandingan potensi SDA . sementara SDA seperti tambang berumur pendek. sebenarnya sedikit kita mendapatkan keuntungan dari SDA tambang batubara dari pada nilai lingkungan yang akan rusak akibat tambang.

(2) mengoptimalkan aneka fungsi hutan yang meliputi fungsi konservasi. Bila melihat pada UU No. secara optimal. fungsi lindung. pemanfaatan hasil hutan kayu dan bukan kayu serta pemungutan hasil hutan kayu dan bukan kayu. pasar internasional sejauh ini masih terus menerima produk-produk dari Kaltim??.65 juta hektar. Pemanfaatan Hutan dan Penggunaan Kawasan Hutan yang hingga saat ini masih digugat kalangan Ornop di Jakarta. dan berwawasan lingkungan sehingga mampu menciptakan ketahanan sosial dan ekonomi serta ketahanan terhadap akibat perubahan eksternal. Sangat ironis bila membaca pernyataan Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Timur pada sebuah surat kabar harian di Kaltim. berkeadilan untuk kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga kelestariannya. dan fungsi produksi untuk mencapai manfaat lingkungan. berkeadilan. (4) meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan kapasitas dan keberdayaan masyarakat secara partisipatif. (3) meningkatkan daya dukung daerah aliran sungai. pemanfaatan jasa lingkungan. syarat lingkungan ini agaknya belum dijalankan secara ketat. bahwa pemanfaatan hutan adalah bentuk kegiatan pemanfaatan kawasan hutan. Luasan hutan yang sekarang dikuasai oleh pengusaha tersebut masih belum termasuk dalam kawasan hutan yang dikelola oleh pengusaha yang memperoleh ijin dari Pemerintah Kabupaten. maka secara jelas tertuliskan bahwa penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan dengan: (1) menjamin keberadaan hutan dengan luasan yang cukup dan sebaran yang proporsional. sosial. yang seimbang dan lestari. Lebih lanjut bila melihat dalam PP No. budaya. 34 tahun 2002 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan. dan (5) menjamin distribusi manfaat yang berkeadilan dan berkelanjutan. bahwa hanya satu perusahaan dari 54 perusahaan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang masih aktif di Kaltim yang produknya memenuhi kriteria ekolabel ataupun memenuhi syarat lingkungan.2 juta hektar merupakan hutan tanaman indu stri yang realisasi penanamannya masih dibawah 20%. dan ekonomi.Berikan Waktu Untuk Hutan Kaltim Beristirahat Sejenak Dikirim pada 16 September 2004 oleh Ade Fadli Kalimantan Timur dengan luas daratan 21 juta hektar memiliki kawasan hutan seluas 14. Hal ini menunjukkan sebuah kondisi dimana kelestarian dan . Pembelaan terhadap perusahaan yang jelas-jelas telah tidak melaksanakan pengusahaan secara lestari ini sangat jelas diungkapkan dimana dinyatakan ?Meski demikian. Buktinya. dimana hampir seluas sebagian besarnya merupakan hutan produksi yang dikelola oleh pengusaha hutan dan sekitar 1. 41 tahun 1999.

Lebih ironis lagi. Ini menegaskan bahwa memang kenyataannya pengelolaan hutan di Kalimantan Timur masihlah sangat carut marut dan menyimpan benih-benih bencana di masa yang akan datang. Dalam Pasal 9 UU No. harus berbulanbulan menunggu kepastian pembayaran hak yang harusnya diterima oleh mereka. sejahtera lahir dan batin.5 juta meter kubik pada dua tahun terakhir ini seharusnya telah triliunan rupiah dihasilkan oleh hutan Kaltim. Pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati. hingga saat ini masih sangat banyak yang hidup dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Kondisi yang terjadi di Kaltim saat ini. . Sebuah pengetahuan sederhana yang telah diajarkan oleh seorang Kepala Dinas Kehutanan yang tentunya merupakan pengelola hutan Kaltim agar tidak semakin rusak. Namun senyatanya. dimana juga menyatakan bahwa ?Tidak dipenuhinya syarat pengelolaan hutan yang berkesinambungan ini membuat laju kerusakan di Kaltim semakin parah??. setiap orang berhak hidup tenteram. yang dulunya merupakan kerajaan kayu di Kaltim. Dengan jatah tebang tahunan sekitar 1. Hingga hari ini saja. Sektor pendidikan dan kesehatan yang masih sangat terpuruk. bila melihat kepada kondisi rakyat Kalimantan Timur yang sangat berlimpah keanekaragaman hayatinya. telah menunjukkan dengan jelas bahwa pemerintah telah secara nyata tidak sanggup menjalankan amanah UU 41/1999 tentang Kehutanan apalagi menjalankan UUD 1945. yang berarti bahwa telah begitu banyak ?emas hijau? Kaltim telah dikeruk. hutan Kaltim telah dieksploitasi sejak awal tahun 1970-an. sementara kondisi masyarakat di dalam dan sekitar hutan juga tidak pernah beranjak dari kondisi pemiskinan. Pengelolaan hutan Kaltim juga diperparah dengan masih rendahnya upah buruh dan masih belum terjaminnya kesejahteraan pekerja sektor Kehutanan. damai. dimana setiap orang berhak untuk hidup. dan setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. ditambah dengan perekonomian rakyat yang tidak juga melangkah menuju perbaikan. pekerja dari Kalimanis. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia disebutkan bahwa Hak Asasi Manusia Dan Kebebasan Dasar Manusia diantaranya ad alah Hak Untuk Hidup.keberlanjutan pengelola hutan masih bergantung pada konsumen dan belum menjadi keinginan pengelola hutan. ditambah dengan pernyataan Kepala Dinas Kehutanan Kaltim tersebut. bahagia. mempertahankan hidup dan meningkatkan taraf kehidupannya. aman. Kondisi Kaltim saat ini menunjukkan secara jelas bahwa terjadinya pengrusakan lingkungan hidup yang diakibatkan terjadinya pembiaran pengrusakan hutan oleh pemerintah telah menghilangkan hak asasi yang dimiliki oleh rakyat.

Jepang dan Eropa bila terus-terusan dipenuhi hanya akan menguntungkan negara-negara tersebut. yang menjadikan rakyat Kaltim harus bergantung pada pihak lain. maka akan semakin memudahkan pelaksanaan penegakan hukum bagi pelaku -pelaku yang selama ini dianggap melakukan penebangan liar. Melihat kondisi yang sangat menyakitkan bagi rakyat Kaltim saat ini. Saat ini adalah saat dimana industri perkayuan harus menghitung ulang kesehatan perusahaan. sementara untuk . dimana saat ini mereka melakukan proteksi terhadap hutan mereka untuk kebutuhan kayu mereka di masa datang. menegakkan. bukan hanya bencana yang menanti. namun juga sumber -sumber kehidupan rakyat yang dimiliki saat ini menjadi menghilang. Hanya dengan mengistirahatkan hutan sesaat akan memungkinkan pelaksanaan solusi menyeluruh terhadap perbaikan pengelolaan hutan Kaltim. namun haruslah dibangun di dalam lingkungan masyarakat yang berada di dalam dan sekitar hutan. Konsumsi kayu disaat Kaltim mengistirahatkan hutannya dapat diperoleh dari peredaran kayu dari hutan tanaman rakyat ataupun membeli dari daerah lain. serta membebankan tanggung jawab kepada perusahaan untuk memperbaiki hutan yang telah mereka eksploitasi kepada kondisi semula. Dalam waktu beristirahatnya hutan tersebut. Proses membangun perencanaan bukanlah dilakukan di hotel maupun gedung pertemuan mewah. Kekeringan berkepanjangan akan menjadikan tanaman pangan tak lagi dapat tumbuh. Di saat itulah. Hal ini menjawab satu permasalahan yang selama ini dihadapi oleh penegak hukum yang selalu menyatakan bahwa sukar sekali untuk pembuktian kayu ilegal. dimana bila ada kayu yang keluar dari hutan untuk kepentingan komersial sudah dapat dipastikan adalah kayu yang illegal.melindungi. maka saat ini seharusnya pemerintah sudah mencabut ijin 53 perusahaan yang tidak memenuhi syarat syarat ramah lingkungan tersebut. Kebutuhan kayu di pasar Cina. Harusnya Kalimantan Timur lebih memikirkan masa depan Kaltim disaat hutan tak lagi berkayu. saat ini sudah seharusnya pemerintah memberikan kesempatan untuk hutan beristirahat sesaat guna memulihkan kembali kondisinya. Hal lain yang penting dilakukan saat ini adalah bilamana pernyataan yang dikemukakan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kaltim adalah benar. maka seharusnya saat ini telah terbangun sebuah rencana besar yang dibuat bersama dengan rakyat Kaltim untuk menentukan arah pengelolaan hutan Kaltim di masa datang. dan memajukan hak asasi manusia sebagaimana tercantum dalam Pasal 71 UU 39/1999. Keuntungan lainnya yang diperoleh dengan mengistirahatkan hutan Kaltim adalah akan mampu membangun industri perkayuan yang efisien. Dalam pencapaian tahapan tersebut.

sehingga tak ada lagi kayu untuk membangun rumah tempat tinggal mereka´. ?Kami menanam pohon saat ini bukan untuk mengejar materi. Tantangan-tantangan yang diberikan bagi kehidupan generasi mendatang tidaklah mudah dilampaui. damar maupun hasil hutan non kayu lainnya. hingga ketersediaan sumber-sumber genetik yang akan sangat bermanfaat bagi generasi mendatang. Demikian halnya dengan Malaysia yang selalu menjadi kiblat perkelapasawitan bagi Kaltim. Sebagaimana yang diungkapkan oleh seorang petani hutan di sebuah kampung tak jauh dari kota Samarinda. karena generasi mendatang harus menanggung beban yang telah diberikan oleh generasi saat ini. Pengrusakan hutan serta pengrusakan lingkungan hidup berkelanjutan di tanah Kaltim ini telah menyisakan bencana bagi generasi mendatang. Pembagian komoditas yang dikembangkan diantara kawasan sebagai kawasan produktif beberapa jenis tanaman haruslah dilakukan agar tetap bisa menjaga harga. ia akan sangat dibutuhkan oleh generasi mendatang. Saat ini Kalimantan menjadi ladang pengurasan kayu oleh Malaysia. Hal inilah yang penting dilakukan dalam merencanakan produk yang harus dihasilkan.kebutuhan saat ini mereka mengeruk kayu dari Indonesia dan negara lainnya yang masih memiliki hutan. namun juga harus didialogkan secara lebih mendalam produk-produk lainnya yang sangat potensial di Kaltim ini. tapi kami menanam pohon agar anak cucu kami tidak akan kehabisan kayu untuk membangun rumah tempat tinggal mereka kelak. semisal buah maupun tanaman pangan. Demikian juga tanaman perkebunan. saat ini juga telah mengurangi perluasan kebun sawit dengan mulai kembali menanam tumbuhan berkayu. sehingga harga tidak harus selalu rendah disaat panen raya. namun suatu saat nanti Kalimantan harus ?mengemis? kayu kepada mereka. Haruskah kita meninggalkan malapetaka? Merencanakan pengelolaan hutan di Kaltim bukanlah hanya berbicara tentang produk kayu. . Hal lain yang lebih penting adalah untuk menetapkan secara bersama kawasan-kawasan yang tetap sebagai kawasan berhutan dengan keanekaragaman hayatinya untuk kepentingan ketersediaan air. Hutan Kaltim bukanlah harus dimusnahkan saat ini. madu. Misalnya saja produk rotan. karena kami khawatir suatu saat nanti kayu dari hutan di Kaltim ini akan habis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->