Teknik Penilaian A.

Penilaian Unjuk Kerja (Performance) Penilaian unjuk kerja adalah pengamatan terhadap aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerja, tingkah laku, interaksi) Penilaian ini cocok untuk :         Penyajian lisan: keterampilan berbicara, berpidato, baca puisis, berdiskusi. Pemecahan masalah dalam kelompok Partisipasi dalam diskusi Menari Memainkan alat musik Olah Raga Menggunakan peralatan laboratorium Mengoperasikan suatu alat

B. Penugasan (Proyek) Penugasan merupakan bentuk penilaian terhadap suatu tugas yang harus selesai dalam waktu tertentu. Bentuk penilaian ini merupakan suatu investigasi dengan tahapan sebagai berikut:  Perencanaan  Pengumpulan data  Pengolahan data, dan  Penyajian data Penugasan ini bermanfaat untuk menilai:

Portofolio Portofolio merupakan penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) yang sistematis. Hasil Kerja (Produk) Hasil kerja merupakan teknik penilaian terhadap kemampuan membuat produk teknologi dan seni.‡ ‡ ‡ ‡ Keterampilan menyelidiki secara umum Pemahaman & Pengetahuan dalam bidang tertentu Kemampuan mengaplikasi pengetahuan dalam suatu penyelidikan Kemampuan menginformasikan subyek secara jelas C. D. Penilaian sikap Penilaian sikap adalah penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap obyek sikap. Cara-cara tersebut . Penilaian portofolio dapat dilakukan dengan: ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Pengumpulan data melalui karya siswa Pengumpulan dan penilaian yang terus menerus Refleksi perkembangan berbagai kompetensi Memperlihatkan tingkat perkembangan kemajuan belajar siswa Bagian Integral dari Proses Pembelajaran Untuk satu periode Tujuan Diagnostik E. Pengukuran sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara.

pertanyaan langsung. yang menjadi objek sikap. dan penggunaan skala sikap. bagaimana tanggapan siswa tentang kebijakkan yang baru diberlakukan di sekolah tentang ³ Peningkatan Ketertiban´. Dari ulasan yang dibuat oleh siswa tersebut dapat dapat dibaca dan dipahami kecenderungan sikap yang dimilikinya. dapat dipahami sebagai ecenderungannya yang senang kepada kopi. guru dapat melakukan observasi terhadap siswa yang dibinanya. Misalnya. Laporan pribadi Penggunaan teknik ini di sekolah. misalnya: siswa diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah. . keadaan. 2. Observasi perilaku Perilaku seseorang pada umumnya menunjukan kecenderungan seseorang dalam sesuatu hal. siswa diminta menulis pandangannya tentang ³Kerusuhan Antaretnis´ yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. Berdasarkan jawaban dan reaksi lain dari siswa dalam memberi jawaban dapat dipahami sikapnya terhadap objek sikap tersebut. Guru juga dapat menggunakan teknik ini dalam menilai sikap dan membina siswa.antara lain: observasi perilaku. 1. Hasil observasi dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan. laporn pribadi. orang yang biasa minum kopi. Cara-cara tersebut secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut. Pertanyaan langsung Guru juga dapat mennyakan secara lngsung tentang sikap siswa berkaitan dengan sesuaut hal. atau hal. Misalnya. 3. Misalnya. Oleh karena itu.

Sumber: Departemen Pendidikan Nasional. Dua model ini dipilih karena mudah dan bermanfaat untuk diimplementasikan oleh guru dalam proses pembelajaran di kelas. F. 2006.blogspot. pada tanggal 3 Maret 2011). .com/2009/08/penilaian-sikap-dalam-pembelajaran-di.html. akses (http://ed150n5. Teknik Penilaian Kelas. (Online).html. Dalam naskah ini akan diuraikan dua model saja. 2009. 4. Teknik pengembangan dan penggunaan kedua model tersebut akan diuraikan secara lebih rinci dalam bab berikut. Tertulis Penilaian tertulis adalah penilaian yang dilaksanakan dengan tes tertulis secara sederhana untuk mengetahui pencapaian kompetensi siswa terhadap materi yang telah dipelajarinya. Penilaian Sikap Dalam Pembelajaran di Kelas.google/doc_download/teknik-penilaian-kelas. akses pada tanggal 3 Maret 2011). Skala sikap Ada beberapa model skala yang dikembangkan oleh para pakar untuk mengukur sikap. yakni Skala Diferensiasi Semantik (Semantic Differential Techniques) dan Skala Likert (Likert Scales). (Online). Edison. (http://www.Teknik ini agak sukar digunakan dalam mengukur dan menilai sikap siswa secara klasikal. Guru memerlukan waktu lebih banyak untuk membaca dan memahami sikap seluruh siswa.