P. 1
Negosiasi

Negosiasi

|Views: 140|Likes:
Published by Alviani Supriatna

More info:

Published by: Alviani Supriatna on Jul 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2012

pdf

text

original

Negosiasi Negosiasi merupakan cara penyelesaian sengketa yang paling penting.

Karena dengan cara ini, para pihak dapat mengawasi prosedur penyelesaian sengketanya dan setiap penyelesaiannya didasarkan pada kesepakatan atau konsensus para pihak (tanpa pihak ketiga). Negosiasi menurut kohona adalah ³an efficacious means of settling disputes relating to an agreement, because they enable parties to arrive at conclusions having regard to wishes of all disputants´ Negosiasi biasanya adalah cara pertama yang ditempuh para pihak. Negosiasi dalam pelaksanaannya memiliki berbagai bentuk. Ada bilateral ada pula multilateral. Negosiasi dapat dilangsungkan melalui saluran diplomatik pada konperensi-konperensi internasional atau dalam suatu organisasi internasional. Kelemahan utama dalam penggunaan negosiasi dalam menyelesaikan sengketa adalah: 1. Manakala kedudukan para pihak tidak seimbang. Salah satu pihak kuat, yang lain lemah. Dalam keadaan ini, salah satu pihak kuat berada dalam posisi untuk menekan pihak lainnya. 2. Memakan waktu lama. Hal ini karena sulitnya permasalahan-permasalahan yang timbul diantara Negara, khususnya masalah yang berkaitan dengan ekonomi internasional. 3. Manakala suatu pihak terlalu keras dengan pendiriannya. Sehingga proses negosiasi menjadi tidak produktif. Prosedur-prosedur negosiasi dibedakan sebagai berikut: a. Konsultasi Konsultasi merupakan negosiasi yang digunakan manakala sengketa suatu sengketa belum lahir. Fungsi utama dari konsultasi adalah untuk mencegah timbulnya suatu sengketa. Kohona menyatakan bahwa cara ini dipandang sebagai cara yang paling penting dalam kaitannya dengan pelaksanaan dari perjanjian-perjanjian hukum ekonomi internasional. Konsiltasi dapat digunakan dalam dua bentuk: 1) Suatu perjanjian dalam bidang ekonomi internasional mensyaratkan para pihak untuk berkonsultasi secara regular yang merupakan suatu proses yang terus-menerus. 2) Suatu konsultasi disyaratkan agar dilaksanakan oleh suatu pihak yang menuduh pihak lainnya telah melanggar suatu ketentuan perjanjian sehingga perlu diperbaiki. Cara ini bisa ditempuh baik atas dasar ad hoc atau yang sudah terlembaga. Contoh terkenal dalam penggunaan konsultasi adalah pasal XXII GATT:

consult with any contracting party or parties in respect of any matter for which it has not been possible to find a satisfactory solution through consultation under paragraph 1´ Penggunaan cara konsultasi yang sudah terlembaga misalnya penggunaan suatu komisi gabungan dalam hubungan-hubungan perdagangan internasional.³each contracting party shall accord sympathetic consideration to. at the request of a contracting party. and shall accord adequate opportunity for consultation regarding. yakni iktikad baik untuk memulai dalam proses negosiasi serta iktikad baik untuk melaksanakan hasil negosiasi. Negosiasi Negosiasi merupakan suatu upaya bersama para pihak untuk mencapai suatu cara penyelesaian sengketa yang disepakati bersama dengan µmengelola¶ kembali konflik-konflik pandangan para pihak. (2) Prinsip persamaan kedaulatan Negara dan menghormati larangan intervensi terhadap urusan (ekonomi) dalam negeri suatu Negara lainnya.´ ³the contracting parties may. tidak ada prosedur khusus bagaimana negosiasi dilaksanakan. such representations as may be made by another contracting party with respect to any matter operation of this agreement. b. Karena itu. melainkan para pihak masi terikat pada prinsip-prinsip: (1) Terikat pada prinsip-prinsip fundamental hukum internasional. (3) Iktikad baik. Negosiasi memiliki sifat-sifat sebagai berikut: 1) Pelaksanaan negosiasi bergantung sepenuhnya kepada kebebasan atau kehendak para pihak. 2) Para pihak bebas pula untuk menentukan pada tahap-tahap apa suatu negosiasi dianggap telah menyelesaikan sengketa 3) Daya mengikat suatu penyelesaian juga tergantung kepada keinginan bebas para pihak yang telah sepakat untuk bernegosiasi. Sifat ini tidak berarti tidak terbatas. . khususnya prinsip larangan penggunaan kekerasan dan kewajiban untuk menyelesaikan sengketanya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->