Hikmah Isra' Mi'raj Ditulis oleh Dewan Asatidz

Sekarang kita telah memasuki separo lebih bulan rojab dimana pada akhir bulan ini kita sebagai seorang muslim telah diingatkan kembali sebuah peristiwa besar dalam sejarah umat islam. Sebuah peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah hidup (siirah) Rasulullah SAW yaitu peristiwa diperjalankannya beliau (isra) dari Masjid al Haram di Makkah menuju Masjid al Aqsa di Jerusalem, lalu dilanjutkan dengan perjalanan vertikal (mi'raj) dari Qubbah As Sakhrah menuju ke Sidrat al Muntaha (akhir penggapaian). Peristiwa ini terjadi antara 16-12 bulan sebelum Rasulullah SAW diperintahkan untuk melakukan hijrah ke Yatsrib (Madinah).
Allah SWT mengisahkan peristiwa agung ini di S. Al Isra (dikenal juga dengan S. Bani Israil) ayat pertama:

َ ِ‫سب ْحان ال ّذي أسرى ب ِعَب ْدِهِ ل َي ْل من ال ْمسجد‬ ِ َ َ ُ ِ ْ َ َ ِ ً َ ْ َ ‫ال ْحرام ِ إ ِلى ال ْمسجدِ ال َقْصى ال ّذي بارك ْنا حوْل َه ل ِن ُرِي َه من آ َيات ِنا إ ِن ّه‬ َ َ ْ ِ ُ ُ ُ َ َ َ َ ِ ِ ْ َ َ ْ َ َ ‫هُوَ السميعُ ال ْب َصير‬ ِ ِ ّ

Artinya; Maha Suci Allah Yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu (potongan) malam dari masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat".
Lalu apa pelajaran yang dapat diambil dari perjalanan Isra wal Mi'raj ini? Barangkali catatan ringan berikut dapat memotivasi kita untuk lebih jauh dan sungguh-sungguh menangkap pelajaran yang seharusnya kita tangkap dari perjalanan agung tersebut:

Pertama: Konteks situasi terjadinya
Kita kenal, Isra' wal Mi'raj terjadi sekitar setahun sebelum Hijrahnya Rasulullah SAW ke Madinah (Yatsrib ketika itu). Ketika itu, Rasulullah SAW dalam situasi yang sangat "sumpek", seolah tiada celah harapan masa depan bagi agama ini. Selang beberapa masa sebelumnya, isteri tercinta Khadijah r.a. dan paman yang menjadi dinding kasat dari penjuangan meninggal dunia. Sementara tekanan fisik maunpun psikologis kafir Qurays terhadap perjuangan semakin berat. Rasulullah seolah kehilangan pegangan, kehilangan arah, dan kini pandangan itu berkunang-kunang tiada jelas. Dalam sitausi seperti inilah, rupanya "rahmah" Allah meliputi segalanya, mengalahkan dan menundukkan segala sesuatunya. "warahamatii wasi'at kulla syaei", demikian Allah deklarasikan dalam KitabNya. Beliau di suatu malam yang merintih kepedihan, mengenang kegetiran dan kepahitan langkah perjuangan, tiba-tiba diajak oleh Pemilik kesenangan dan kegetiran untuk "berjalan-jalan" (saraa) menelusuri napak tilas "perjuangan" para pejuang sebelumnya (para nabi). Bahkan dibawah serta melihat langsung kebesaran singgasana Ilahiyah di "Sidartul Muntaha". Sungguh sebuah "penyejuk" yang menyiram keganasan kobaran api permusuhan kaum kafir. Dan kinilah masanya bagi Rasulullah SAW untuk kembali "menenangkan" jiwa, mempermantap tekad menyingsingkan lengan baju untuk

melangkah menuju ke depan. Artinya, bahwa kita adalah "rasul-rasul" Rasulullah SAW dalam melanjutkan perjuangan ini. Betapa terkadang, di tengah perjalanan kita temukan tantangan dan penentangan yang menyesakkan dada, bahkan mengaburkan pandangan objektif dalam melangkahkan kaki ke arah tujuan. Jikalau hal ini terjadi, maka tetaplah yakin, Allah akan meraih tangan kita, mengajak kita kepada sebuah "perjalanan" yang menyejukkan. "Allahu Waliyyulladziina aamanu" (Sungguh Allah itu adalah Wali-nya mereka yang betul-betul beriman". Wali yang bertanggung jawab memenuhi segala keperluan dan kebutuhan. Kesumpekan dan kesempitan sebagai akibat dari penentangan dan rintangan mereka yang tidak senang dengan kebenaran, akan diselesaikan dengan cara da metode yang Hanya Allah yang tahu. Yang terpenting bagi seorang pejuang adalah, maju tak gentar, sekali mendayung pantang mundur, konsistensi memang harus menjadi karakter dasar bagi seorang pejuang di jalanNya. "Wa laa taeasuu min rahmatillah" (jangan sekali-kali berputus asa dari rahmat Allah).

Kedua: Pensucian Hati
Disebutkan bahwa sebelum di bawa oleh Jibril, beliau dibaringkan lalu dibelah dadanya, kemudian hatinya dibersihkan dengan air zamzam. Apakah hati Rasulullah kotor? Pernahkan Rasulullah SAW berbuat dosa? Apakah Rasulullah punya penyakit "dendam", dengki, iri hati, atau berbagai penyakit hati lainnya? Tidak…sungguh mati…tidak. Beliau hamba yang "ma'shuum" (terjaga dari berbuat dosa). Lalu apa signifikasi dari pensucian hatinya? Rasulullah adalah sosok "uswah", pribadi yang hadir di tengah-tengah umat sebagai, tidak saja "muballigh" (penyampai), melainkan sosok pribadi unggulan yang harus menjadi "percontohan" bagi semua yang mengaku pengikutnya. "Laqad kaana lakum fi Rasulillahi uswah hasanah". Memang betul, sebelum melakukan perjalanannya, haruslah dibersihkan hatinya. Sungguh, kita semua sedang dalam perjalanan. Perjalanan "suci" yang seharusnya dibangun dalam suasa "kefitrahan". Berjalan dariNya dan juga menuju kepadaNya. Dalam perjalanan ini, diperlukan lentera, cahaya, atau petunjuk agar selamat menempuhnya. Dan hati yang intinya sebagai "nurani", itulah lentera perjalanan hidup. Cahaya ini berpusat pada hati seseorang yang ternyata juga dilengkapi oleh gesekan-gesekan "karat" kehidupan (fa alhamaha fujuuraha). Semakin kuat gesekan karat, semakin jauh pula dari warna yang sesungguhnya (taqawaaha). Dan oleh karenanya, di setiap saat dan kesempatan, diperlukan pembersihan, diperlukan air zamzam untuk membasuh kotorankotoran hati yang melengket. Hanya dengan itu, hati akan bersinar tajam menerangi kegelapan hidup. Dan sungguh hati inilah yang kemudian "penentu" baik atau tidaknya seseorang pemilik hati.

‫أل إن في الجسد مضغة، إذا صلحت صلحت س سير عمل سه، وإذا فس سدت‬ ‫س‬ ‫س‬ ‫س‬ .‫فسدت سير عمله‬
Disebutkan bahwa hati manusia awalnya putih bersih. Ia ibarat kertas putih dengan tiada noda sedikitpun. Namun karena manusia, setiap kali melakukan dosa-dosa setiap kali pula terjatuh noda hitam pada hati, yang pada akhirnya menjadikannya hitam pekat. Kalaulah saja, manusia

diperlukan asahan untuk mempertajam kembali fitrah Ilahiyah yang bersemayam dalam diri setiap insan.yang hatinya hitam pekat tersebut tidak sadar dan bahkan menambah dosa dan noda. menurunkan tingkat inteletualitas ke dasar yang paling rendah. dengan sigap Rasulullah mengambil gelas yang berisikan susu. sementara keburukan akan selalu identik dengan kerugian. Dengan bekal jiwa yang telah dibersihkan tadi. Kebaikan dan keburukan. Minuman yang berkalsium tinggi. dan sungguh buntunglah siapa yang mengotorinya". pedoman dalam mengayuh bahtera kehidupan menuju tujuan akhir kita (akhirat). ternyata kita seringkali terperangkap kepada pilihan-pilihan yang salah. minuman yang menginjaknginjak akal. menguatkan tulang belulang. Ketiga: Memilih Susu . Shalat menjadi simbol ketaatan total dan kebaikan universal yang seorang Muslim senantiasa menjadi tujuan hidupnya. dan tidak tanggung-tanggung ma'mumnya adalah para anbiyaa (nabi-nabi). karena pilihan ini adalah pilihan fitri "suci". hanya memang ada dua alternatif di hadapan kita. Sungguh memang pilihan yang tepat. lentera. maka yakinlah itu disebabkan oleh tumpulnya firtah insaniyah kita. Di tengah perjalanan. Di Al Qur'an sendiri. bersih dari kuman dosa dan noda kezaliman. sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah sebelum perjalanan sucinya tersebut. Bahkan hati yang bersih tadi akan merasakan "ketidak senangan" terhadap setiap kemungkaran. akan sensitif untuk menerima selalu menerima yang benar dan menolak yang salah. maka sungguh itu adalah suatu pengakuan kepemimpinan dari seluruh kaum yang ada. "Khatamallahu 'alaa quluubihim". Memang jauh sebelumnya. Hati yang terbalik inilah yang kemudian hanya bisa disadarkan oleh api neraka. Pada shalatlah terkumpul berbagai hikmah dan makna. Maka sungguh perjalanan ini hanya akan bisa menuju "ilahi" dengan senantiasa membersihkan jiwa dan hati kita. Musa yang menjadi pemimpin sebuah umat besar pada masanya. Rasulullah memang melanjutkan perjalanannya. Agaknya dalam situasi seperti ini. jika kita dalam melakukan pilihan-pilihan dalam hidup ini. sekaligus merupakan simpol ketaatan totalitas kepadaYang Maha Pencipta. Fitra menjadi acuan.Menolak Khamar Ketika ditawari dua pilihan minuman. pemiliknya akan memerangi setiap kemungkaran dengan segala daya yang dimilikinya. Minuman halal dan penuh menfaat bagi kesehatan. Seseorang yang hatinya suci. maka akhirnya Allah akan akan membalik hati tersebut. Rasulullah menolak khamar. Maka ketika Rasulullah memimpin shalat berjama'ah. Kebaikan akan selalu identik dengan manfaat. Lebih jauh lagi. Keempat: Imam Shalat Berjama'ah Shalat adalah bentuk peribadatan tertinggi seorang Muslim. Dalam hidup ini seringkali kita diperhadapkan kepada pilihan-pilihan yang samar. Eyangnya banyak nabi dan . Allah berfirman" ‫من دَساها‬ َ ّ ْ َ َ َ َ ‫قدْ أ َفل َح من زكاها )9( وقدْ خاب‬ َ ّ َ ْ َ َ ْ َ َ Artinya: Sungguh beruntung siapa yang mensucikannya. buruk lagi merugikan. Dan oleh karenanya. Bahkan Ibrahim.

pesan Allah kepada kita di saat kita bertebaran mencari "fadhalNya" dipermukaan bumi ini. ruku'lah. semua kesenangan dan keni'matan yang dirasakan malam itu. Dalam situasi seperti inilah. Baghaimana dengan kita sebagai pengikut nabi muhammad dalam masalah ini? Masalahnya. Nisacaya dengan itu. Beliau menerima dengan rela hati. "Wadzkurullaha katsiira" (dan ingatlah kepada Allah banyak-banyak). tapi kenyataannya beliau memiliki tanggung jawab duniawi. Shalat berintikan "dzikir". Inilah sikap seorang Muslim. bukan dalam shalat berjama'ah. dan dengan segera pula beliau kembali menuju alam kekiniannya. dan adalah mereka yakin terhadap ayat-ayat Kami". memiliki kesabaran dan ketangguhan jiwa. Kelima: Kembali ke Bumi dengan Shalat Perjalanan singkat yang penuh hikmah tersebut segera berakhir. ternyata memang menjadi salah satu pemimpin. Allah menggambarkan sekaligus mengaitkan antara kepemimpinan shalat dan kebajikan secara menyeluruh: "Wahai orang-orang yang beriman. Persis seperti Rasulullah SAW membawa bekal shalat 5 waktu berjalan kembali menuju bumi setelah melakukan serangkaian perjalanan suci ke atas (Mi'raj).Rasul. Kempimpinan dalam shalat berjama'ah sesungguhnya juga simbol kepemimpinan dalam segala skala kehidupan manusia. Sayang kepemimpinan dunia Islam saat ini terbalik. seorang Muhammad telah membuktikan bahwa dirinya adalah pemimpin bagi seluruh pemimpin umat lainnya. Kita dituntut untuk turun ke bumi ini dengan membawa bekal shalat yang kokoh. umat Islam saat ini tidak memiliki kriteria tersebut. karena sadar bahwa Rasulullah memang memiliki kelebihan-kelebihan "leadership". menerima menjadi Ma'mum Rasulullah SAW. "Dan demikian kami jadikan di antara mereka pemimpin yang mengetahui urusan Kami. Untuk itu. bukan dalam kebaikan dan kemajuan dalam kehidupan manusia. . kamu akan meraih keberuntungan". dan karenanya dengan bekal dzikir inilah kita melanjutkan ayunan langkah kaki menelusuri lorong-lorong kehidupan menuju kepada ridhaNya. yang seharusnya menjadi pemimpin umat lainnya. betapa ni'mat menyaksikan dan mengelilingi syurga. sujudlah dan sembahlah Tuhanmu serta berbuat baiklah secara bersama-sama. Kriteria "imaamah" atau kepemimpinan yang disebutkan dalam Al Qur'an masih menjadi "tanda tanya" besar pada kalangan umat ini. walau secara senioritas beliaulah seharusnya menjadi Imam. Rasulullah sungguh sadar bahwa betapapun ni'matnya berhadapan langsung dengan Yang Maha Kuasa di suatu tempat yang agung nan suci. Kita umat Islam. harus ditinggalkan untuk kembali ke dunia beliau melanjutkan amanah perjuangan yang masih harus diembannya. Namun lebih banyak yang bersifat negatif.

Dalam pengertiannya. Momentum Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina kemudian naik ke Sidratul Muntaha adalah peristiwa yang sangat fenomenal dalam sejarah umat Islam. mengatakan bahwa Isra Mi’raj adalah satu dari tiga perjalanan terpenting dalam sejarah hidup Rasulullah SAW. . Isra’ Mi’raj merupakan perjalanan suci. Imam Al-Qusyairi yang lahir pada 376 Hijriyah. beserta telaahnya. termasuk mengenai mengapa mikraj di malam hari? Mengapa harus menembus langit? Apakah Allah berada di atas? Mukjizatkah mikraj itu hingga tak bisa dialami orang lain? Ataukah ia semacam wisata ruhani Rasulullah yang patut kita teladani? Bagaimana dengan mikraj para Nabi yang lain dan para wali? Bagaimana dengan mikraj kita sebagai muslim? Serta apa hikmahnya bagi kehidupan kita? Semua dibahas secara gamblang dalam buku ini. menurutnya. Bersandar pada alasan inilah. berupaya memberikan peta yang cukup komprehensif seputar kisah dan hikmah dari perjalanan agung Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. yakni sholat lima waktu yang langsung dari Allah SWT. Maha Suci Dzat yang telah menjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada waktu sebagian dari malam hari dari masjid Al Haram ke masjid Al Aqsha yang telah Kami beri berkah sekelilingnya agar Kami dapat menunjukkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Isra’ Mi’raj merupakan kajian yang tak kunjung kering inspirasi dan hikmahnya bagi kehidupan umat beragama (Islam). buku ini juga mencoba mengajak pembaca untuk menyimak dengan begitu detail dan mendalam kisah sakral Rasulullah SAW.“Dengan menyebut nama-mu ya Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. dalam konteks spiritual-imaniah maupun perspektif rasional-ilmiah. selain perjalanan hijrah dan Haji Wada. Mengapa demikian? Karena dari peristiwa inilah Nabi Muhammad SAW memperoleh perintah ibadah wajib. Sesungguhnya Dia adalah Alloh Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.” seperti pernah dikutip Azyumardi Azra. Sehingga peristiwa ini menjadi perjalanan bersejarah yang akan menjadi titik balik dari kebangkitan dakwah Rasulullah SAW. Imam al-Qusyairi dengan cukup gamblang menuturkan peristiwa fenomenal yang dialami Nabi itu dengan runtut. Selain itu. Perintah sholat ini kemudian menjadi ibadah wajib bagi setiap umat Islam dan memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan ibadah-ibadah wajib lainnya. John Renerd dalam buku ”In the Footsteps of Muhammad: Understanding the Islamic Experience. Isra Mi’raj. benar-benar merupakan perjalanan heroik dalam menempuh kesempurnaan dunia spiritual. Dengan menggunakan sumber primer. Sehingga. dan bukan sekadar perjalanan “wisata” biasa bagi Rasul. serta rahasia di balik peristiwa luar biasa ini. melalui buku yang berjudul asli ‘Kitab al-Mikraj’ ini. berupa ayat-ayat Al-Quran dan hadisthadits shahih.

Allah SWT pun berfirman. maka Isra Mi’raj menjadi “puncak” perjalanan seorang hamba menuju kesempurnaan ruhani. sampai pada satu kesimpulan. para malaikat serentak mengumandangkan dua kalimah syahadat. atau perjalanan Haji Wada yang menandai penguasaan kaum Muslimin atas kota suci Mekah. Maka. Sehingga jika kita tarik benang merahnya. dari ungkapan bersejarah inilah kemudian bacaan ini diabadikan sebagai bagian dari bacaan shalat. “Segala penghormatan. Inilah perjalanan yang amat didambakan setiap pengamal tasawuf. adalah perjalanan meninggalkan bumi yang rendah menuju langit yang tinggi. Sedangkan menurut Dr Jalaluddin Rakhmat. “Attahiyatul mubaarakaatush shalawatuth thayyibatulillah”. Isra Mi’raj adalah perjalanan menuju kesempurnaan ruhani (insan kamil). Dan ketiga. yang berbunyi “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. maka Isra Mi’raj menjadi puncak perjalanan seorang hamba (al-abd) menuju sang pencipta (al-Khalik). Kedua. adanya penderitaan dalam perjuangan yang disikapi dengan kesabaran yang dalam. Mikraj bagi ulama kenamaan ini merupakan rujukan bagi kondisi. . “Assalamu’alaika ayyuhan nabiyu warahmatullahi wabarakaatuh”. (Yaitu) orang-orang yang meyakini. atau perjalanan Haji Wada yang menandai penguasaan kaum Muslimin atas kota suci Mekah. kejujuran dan ketulusan niat menempuh perjalanan spiritual. Dalam artian bahwa shalat adalah mi’raj-nya orang-orang beriman. ada beberapa urutan dalam perjalanan Rasulullah SAW ini. serta keharusan melepaskan diri dari segala sesuatu selain Allah. Sehingga. Seyyed Hossein Nasr dalam buku ‘Muhammad Kekasih Allah’ (1993) mengungkapkan bahwa pengalaman ruhani yang dialami Rasulullah SAW saat Mi’raj mencerminkan hakikat spiritual dari shalat yang di jalankan umat islam sehari-hari. Ketiga hal diatas telah terangkum dengan sangat indah dalam salah satu ayat Al-Quran.” Mengacu pada berbagai aspek diatas. kesabaran yang berbuah balasan dari Allah berupa perjalanan Isra Mi’raj dan perintah shalat. perjalanan ini menurut para sufi. salah satu momen penting dari peristiwa Isra Mi’raj yakni ketika Rasulullah SAW “berjumpa” dengan Allah SWT. kemuliaan. bahwa jika perjalanan hijrah menjadi permulaan dari sejarah kaum Muslimin. dan perjalanan ruhaninya menuju Allah. Selain itu.Jika perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah pada 662 M menjadi permulaan dari sejarah kaum Muslimin. Mendengar percakapan ini. dengan penuh hormat Rasul berkata. Ketika itu. dan keagungan hanyalah milik Allah saja”. tetapi juga memuat mi’rajnya beberapa Nabi yang lain serta beberapa wali. Kemudian kelebihan lain dalam buku ini adalah dipaparkan juga mengenai kisah Mikrajnya Abu Yazid al-Bisthami. bahwa mereka akan menemui Tuhannya. karena selain memberikan bingkai yang cukup lengkap tentang peristiwa Isra’ mikraj Nabi saw. kedudukan. buku setebal 178 halaman ini setidaknya sangat menarik. Maka. Ia menggambarkan rambu-rambu jalan menuju Allah. Pertama. shalat menjadi senjata bagi Rasulullah SAW dan kaum Muslimin untuk bangkit dan merebut kemenangan. kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat. dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

bukan di siang hari (naharan)? "Maha Suci Allah. Ada makna literal berarti malam. Kalau dikumpulkan seluruh hadis Isra Mi'raj (baik sahih maupun tidak)." (QS al-Isra [17]: 1). Ada pertanyaan yang mengusik. Ada makna alegoris (majaz) seperti gelap atau kegelapan. tetapi memori Rasulullah SAW berhasil menyalin pengalaman spiritual yang amat padat di sana. kepasrahan (tawakkal). Mengapa Allah SWT memperjalankan hambanya di malam hari (lailan). Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. ya shubhi qif" (wahai malam bertambah panjanglah. Mulai dari perjalanan horizontalnya (ke Masjid Aqsha) sampai perjalanan vertikalnya (ke Sidratil Muntaha). Para sufi lebih banyak menghabiskan waktu malamnya untuk mendaki (taraqqi) menuju Tuhan. kedekatan (taqarrub) kepada Allah. serta ada makna anagogis (spiritual) seperti kekhusyukan (khusyu'). maka tidak cukup seharisemalam untuk menceritakannya. kenikmatan. Kata lailah di dalam bait itu berarti kesyahduan. Perhatikan ungkapan Imam Syafii: Man thalabal ula syahiral layali (barangsiapa yang mendambakan martabat utama banyaklah berjaga di waktu malam). dan kesyahduan. Kata al-layali di sini berarti keakraban dan kerinduan antara . wahai Subuh berhentilah). Dalam bahasa Arab kata lailah mempunyai beberapa makna. Dalam tempo singkat-kurang dari semalam (minal lail)-tetapi Nabi berhasil menembus lapisanlapisan spiritual yang amat jauh bahkan hingga ke puncak (Sidratil Muntaha). sebagaimana dirasakan oleh para pengantin baru yang menyesali pendeknya malam. bukan sekadar berjaga. yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Seperti ungkapan syair seorang pengantin baru: "Ya lalila thul. dan kehangatan. ungkapan lailah lebih banyak digunakan makna alegoris ketimbang makna literalnya. kesunyian. agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Dalam syair-syair klasik Arab. lawan dari siang. keheningan. Di dalam syair-syair sufistik orang bijak (hukama) juga lebih banyak menekankan makna anagogis kata lailah.Peristiwa Isra Mi'raj adalah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjid Haram ke Masjid Aqsha yang sangat dramatik dan fantastik. yang telah Kami berkahi sekelilingnya. Pengalaman dan pemandangan dari langit pertama hingga langit ketujuh dan sampai ke puncak Sidratil Muntaha. Mereka berterima kasih kepada lailah (malam) yang selalu menemani kesendirian mereka. keindahan. Walaupun terjadi dalam sekejap.

dipicu oleh suasana sedih yang sangat mendalam. "Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Kehebatan malam hari juga digambarkan Tuhan di dalam Alquran: "Dan pada sebahagian malam hari shalat Tahajudlah kalian sebagai suatu ibadah tambahan bagi kalian: mudah-mudahan Tuhan kalian mengangkat kalian ke tempat yang terpuji." (QS al-Dzariyat [51]: 17). karena berkaitan dengan cerita keyakinan dan spiritualitas (kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa. Kata lailah dalam ketiga ayat di atas. ketika seorang hamba mencapai puncak maksimum (sudrah al-muntaha) juga terjadi di malam hari. karena sang istri. Surah al-Kahfi sebagai simbol surah kecerdasan spiritual. mengisyaratkan malam sebagai rahasia untuk mencapai ketinggian dan martabat utama di sisi Allah SWT di malam hari. Di sanalah Rasulullah di-install (diisi) dengan spirit luar biasa sehingga malaikat Jibril sebagai panglima para malaikat juga tidak sanggup menembus puncak batas spiritual tersebut. ayat-ayat tersebut sekaligus menandai pelantikan Muhammad SAW sebagai Nabi di malam hari. Yang tidak kalah pentingnya ialah lailah al-qadr khair min alf syahr (malam lailatul qadr lebih mulia dari seribu bulan). Surah al-Nahl dianggap simbol kecerdasan intelektual. karena berkaitan dengan dunia keilmuan (kisah lebah). Tidak lama kemudian turun ayat dalam surah Al-Muddatstsir yang menandai pelantikan Nabi Muhammad. sekaligus sebagai Rasul menurut kalangan ulama 'Ulumul Qur'an. Khadijah. yang lebih menekankan aspek kekuatan spiritual malam (the power of night). Kesedihan dan kepasrahan yang begitu memuncak membawa Rasulullah menembus batas-batas spiritual tertentu. Kekuatan emosional-spiritual malam hari yang dialami Rasulullah. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah). Rasulullah memanfaatkan suasana duka di malam hari sebagai kekuatan untuk bermunajat kepada Allah SWT. dan sekaligus pelindungnya telah pergi untuk selama-lamanya. (QS al-Isra [17]: 79). . Ayat pertama (QS al-'Alaq [96]: 1-5) di turunkan di malam hari. Sedangkan surah Al-Isra sering dijadikan sebagai simbol kecerdasan emosional. Peristiwa Isra dan Mi'raj.hamba dan Tuhannya. Ashabul Kahfi dan Dzulqarnain). Kecerdasan Surah al-Isra [17] diapit oleh dua surah yang serasi yaitu al-Nahl [16] dan alKahfi [18]. Arti lailah dalam ayat pertama surah al-Isra di atas menunjukkan makna anagogis. bahkan sampai pada jenjang puncak yang bernama Sidratil Muntaha. bukannya siang hari Ramadlan (nahar al-qadr).

Fajr. . juga banyak membuat anak manusia menjadi lebih sadar (insyaf) dari perbuatan masa lalu yang kelam dan hitam. jarang sekali memanfaatkan malam hari untuk pembinaan budi pekerti. perjalanan malam hari itu. perjalanan singkat itu berhasil merekam berbagai pemandangan spiritual bagi Rasulullah SAW. Sebab. Itulah sebabnya. yaitu surah IQ. Yang pasti. Mungkin inilah salah satu keistimewaan pondok pesantren yang memanfaatkan malam hari untuk memperbaiki akhlak dan budi pekerti santrinya. Sementara di sekolah-sekolah umum. Sebenarnya peristiwa Isra-Mi'raj mempunyai dua macam peristiwa. Allah sudah mengisyaratkan bahwa pada umumnya shalat itu ditempatkan di malam hari. Subuh). Perjalanan Mi'raj ini. Tarawih. apakah dengan fisik dan roh Rasulullah atau hanya rohaninya saja.karena di dalamnya diceritakan pengaruh kematangan emosional dan prestasi puncak seorang hamba. Ini isyarat bahwa pendekatan pribadi secara khusus kepada Tuhan lebih utama di malam hari. Pertama. dan hendaknya bisa dijadikan pelajaran dan hikmah bagi umat Islam. Witir. Perjalanan Isra mungkin masih bisa dideteksi dengan sains dan teknologi. Keutamaan di malam hari. EQ. Mayoritas ulama Suni memahami bahwa yang diperjalankan Tuhan ke Sidratil Muntaha ialah Nabi Muhammad SAW secara utuh. juga masih diperdebatkan banyak ulama. ketiga surah yang menempati pertengahan juz Alquran disebut dengan surah tiga serangkai. Malam hari banyak menumpahkan air mata tobat para hamba yang menyadari akan kesalahannya. SQ. telah membangkitkan semangat baru Rasulullah dalam menyebarkan dakwah Islam. Sementara pendapat lain memahami hanya rohaninya saja. Hanya shalat Zhuhur dan Ashar di siang hari. Isya. Dan kedua. tetapi perjalanan Mi'raj sama sekali di luar kemampuan otak pikiran manusia. perjalanan horizontal dari Masjid Haram ke Masjid Aqsha. selebihnya di malam hari (shalat Maghrib. lahir dan batin. Malam hari paling tepat untuk dijadikan momentum menentukan cita-cita luhur. perjalanan vertikal dari Masjid Aqsha ke Sidratil Muntaha. Tahajjud. Padahal.

Al-Israa’:1) Isra’ Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang dialami Rasulullah pada malam 27 Rajab tahun ke 12 kenabian. Jibril berkata. Perjalanan dimulai Rasulullah mengendarai buraq bersama Jibril. Peristiwa Isra’ Mi’raj bermula ketika Malaikat Jibril AS mendapat perintah dari Allah untuk menjemput Nabi Muhammad SAW untuk menghadap Allah SWT. “dimanakah engkau sekarang ?” “tidak tahu”. begitu luar biasanya sehingga Allah mengfirmankan ayat yang menjadi petunjuk mengenai hal tersebut dengan kata SUBHANA.“Maha suci Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Q. Isra’ berarti perjalanan dimalam hari sedang mi’raj adalah tangga alat naik. sebuah ungkapan ketika melihat kejadian yang menakjubkan. kata Rasul. Rasulullahpun turun. Isra’ dan Mi’raj merupakan dua kejadian yang berkesinambungan dan kesatuan yang tidak terpisahkan. Jadi artinya adalah bahwa Maha Suci Allah dari menjadikan seorang Rasul yang bohong. karena setelah nabi Muhammad SAW menceritakan kepada mereka tentang Isra’ mereka mendustakannya. Menurut imam Al Harits : Tasbih itu berfungsi sebagai bantahan yang menolak kepada orang-or-ang kafir. . Jibril membangunkan Rasul dan membimbing-nya keluar Masjidil Haram ternyata diluar masjid telah menunggu kendaraan bernama Buraq sebuah kendaraan yang kecepatannya lebih cepat dari kecepatan rambat cahaya dan setiap langkahnya sejauh mata memandang. Jibril berkata. yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami pertihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami.S. “turunlah dan kerjakan shalat”.

Rasulullah dan ummatnya menerima perintah ibadah shalat“. yaitu di Sidratul Muntaha. Kemudian Rasul turun ke Sidratul Muntaha. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dariyang dilihatnya itu dan tidakpula melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar. dan diteruskan ke Masjidil Aqsha di Yerussalem sebagai kiblat nabi-nabi terdahulu. tiba-tiba Rasul melihat tangga yang sangat indah. Kemudian Jibril berkata : “Berangkatlah ke surga agar aku perlihatkan kepadamu apa yang menjadi milikmu disana sehingga engkau lebih zuhud disamping zuhudmu yang telah ada. Kemudian Jibril membimbing Rasul kesebuah batu besar. Rahmat dan berkahnya“.“Engkau berada di Madinah. Rasul bertanya : “Siapakah mereka ?” “Saudaramu para Nabi dan Rasul”. dan sampai lah disurga dengan Allah SWT. Jibril menurunkan Rasulullah dan menambatkan kendaraannya. Allah berfirman yang artinya: “Keselamatan bagimu wahai seorang nabi. Kemudian Rasulullah bersama Jibril naik tangga itu menuju kelangit tujuh dan ke Sidratul Muntaha. kata Jibril. An-Najm : 13 – 18). Tidak ada sebuah tempat pun aku biarkan terlewatkan”. kemudian kembali ke Tunisia tempat Nabi Musa menerima wahyu. lalu ke Baitullhmi (Betlehem) tempat kelahiran Nabi Isa AS. “Dan sesungguhnya nabi Muhammad telah melihatJibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. Jibril berkata : “Allah telah memberikan kehormatan kepadamu dengan penghormatan yang tidak pernah diberikan kepada seorangpun dari makhluk Nya baik malaikat yang terdekat maupun nabi yang diutus. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratull Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Berbahagialah engkau dengan penghormatan yang diberikan Allah kepadamu berupa kedudukan tinggi dan kemuliaan yang tiada bandingnya. Rasul juga . “Kembalilah kepada umatmu dan sampaikanlah kepada mereka dari Ku”. Selanjutnya Rasulullah melanjutkan perjalanan menghadap Allah tanpa ditemani Jibril Rasulullah membaca yang artinya : “Segala penghormatan adalah milikAllah. disanalah engkau akan berhijrah “. Rasul melihat gedung-gedung dari intan mutiara dan sejenisnya.” (QS. Perjalanan dilanjutkan ke Syajar Musa (Masyan) tempat penghentian Nabi Musa ketika lari dari Mesir. pangkalnya di Maqdis dan ujungnya menyentuh langit. Lalu Rasul memuji Allah atas semua itu. segala Rahmat dan kebaikan“. Rasul membaca lagi yang artinya: “Keselamatan semoga bagi kami dan hamba-hamba Allah yang sholeh. dan Akupun menjadikan mereka sebagai umat wasath (adil dan pilihan). Setelah rasul memasuki masjid ternyata telah menunggu Para nabi dan rasul. Berfirman Allah SWT : “Hai Muhammad Aku mengambilmu sebagai kekasih sebagaimana Aku telah mengambil Ibrahim sebagai kesayanagan dan Akupun memberi firman kepadamu seperti firman kepada Musa Akupun menjadikan ummatmu sebagai umat yang terbaik yang pernah dikeluarkan pada manusia. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. Ambillah kedudukan tersebut dengan bersyukur kepadanya karena Allah Tuhan pemberi nikmat yang menyukai orang-orang yang bersyukur”. Dan Dia telah membuatmu sampai suatu kedudukan yang tak seorangpun dari penghuni langit maupun penghuni bumi dapat mencapainya. Maka ambillah apa yang aku berikan kepadamu dan jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur“.

egaliter. dan penuh kedamaian. dia mencoba untuk mengambil hikmah dalam momentum isro mi’raj. Itulah kalimat pembuka dalam salah satu khutbah solat jumat. Mandapat Mandat Shalat 5 waktu Agaknya yang lebih wajar untuk dipertanyakan. pasti ada hikmah yang bisa kita ambil. Saat Nabi Muhammad saw berada di masjidil aqsa setelah melakukan isra dari masjidil haram. Sebuah peristiwa yang menjadikan umat muslim di seluruh dunia mendapat perintah sholat lima waktu. dan beretika. Hikmah yang bertebaran di dunia ini. tetapi dia adalah seorang dokter dan pakar Humaniora yang telah dua kali menerima nobel atas hasil penelitiannya terhadap jantung burung gereja dan pencangkokannya. Mi’raj itu untuk menerima mandat melaksanakan shalat Lima waktu. shalat inilah yang menjadi inti peristiwa Isra’Mi’raj tersebut. Shalat juga menjadi sarana untuk menjadi keseimbangan tatanan masyarakat yang egaliter. teman. beradab. Perlu diketahui bahwa A. Semua itu membuat Rasul kagum untuk seperti inilah mestinya manusia beramal. sehat. Kemudian Rasul diperlihatkan neraka sehingga rasul dapat melihat belenggu-belenggu dan rantai-rantainya selanjutnya Rasulullah turun ke bumi dan kembali ke masjidil haram menjelang subuh. orang tua. tetapi mengapa Isra’ Mi’raj terjadi ? Jawaban pertanyaan ini sebagaimana kita lihat pada ayat 78 surat al-lsra’. Tanpa pendapat Carrel pun. Jadi. Carrel bukanlah orang yang memiliki latar belakang pendidikan agama. sholat dan do’a yang tulus kepada Sang Maha pencipta disingkirkan dari tengah kehidupan bermasyarakat. telingan belum pernah mendengar dan tidak terlintas dihati manusia semuanya masih kosong dan disediakan hanya pemiliknya dari kekasih Allah ini yang dapat melihatnya. Hikmah yang dapat dipetik bagi siapapun yang mau terbuka dalam melihat kejadian apapun di dunia ini.melihat pohon-pohon dari emas. Saya sangat tergugah dengan kalimat itu. bukannya bagaimana Isra’ Mi’raj. Beliau mendapatkan sebuah gambaran dari malaikat. Banyak hikmah yang bisa diambil dari peristiwa yang sangat bersejarah ini. ataupun orang lain. “ Wahai malaikat. Shalat merupakan media untuk mencapai kesalehan spiritual individual hubungannya dengan Allah. hal itu berarti kita telah menandatangani kontrak bagi kehancuran masyarakat tersebut“. Makanya tidak berlebihan apabila Alexis Carrel menyatakan : “Apabila pengabdian. sehingga tercipta tatanan masyarakat yang harmonis. apa maksud dari daging ini ?” . Al – Qur’an 15 abad yang lalu telah menyatakan bahwa shalat yang dilakukan dengan khusu’ akan bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar. Dalam ceramahnya. Sebuah gambaran yang menjelaskan keadaan orang yang beriman dan orang yang mengingkari Allah. baik itu diri kita sendiri. Lalu Nabi bertanya. dan siap untuk dihidangkan. Rasul melihat disurga apa yang mata belum pernah melihat. Lalu khotib melanjutkan lagi bahwa kejadian yang menimpa siapapun. Malaikat memerlihatkan sebuah daging yang segar.

Akan tetapi perintah shalat 5 waktu itu tidak langsung diberikan. Hal ini telah dicontohkan oleh Nabi. kembali untuk memohon pengurangan jumlah waktu sholat. Lalu nabi turun dari langit dan bertemu dengan nabi Musa. bahkan umatku pun tidak akan sanggup. Nabi bertanya karena Beliau tidak tidak tahu dan tidak paham. Yang terpenting adalah kita meyakini dengan keimanan yang kita miliki. “ Sedangkan yang ini. Nabi melakukan perjalanan ke langit lagi untuk bertemu dengan Allah. diperlihatkan suatu pemandangan yang sangat mengerikan. Kemudian Malaikat ditanya kembali oleh Nabi. Nabi Muhammad saw. kembali lagi utuh kepalanya. . Setelah itu. Di tempat inilah Nabi mendapat perintah shalat 5 waktu. Kali ini nabi melakukan perjalanan ke sidratul muntaha. 50 waktu dalam sehari. Dan ini juga merupakan gambaran seorang istri yang tidak meninggalkan suaminya yang soleh.“ Ini adalah gambaran seorang suami yang tidak selingkuh terhadap istrinya yang sangat baik. solehah. lalu orang itu lagilagi membenturkan dengan keras kepalanya ke dinding itu sampai kepalanya hancur kembali. Nabi diperlihatkan seorang yang sedang membenturkan kepalanya ke sebuah dinding. “ Apa hikmah dari percakapan antara nabi dan malaikat itu ?. apa maksudnya wahai malaikat ?” “ Ini adalah gambaran seorang suami atau istri yang selingkuh dan meninggalkan pasangannya yang soleh dan solehah. malaikat menunjukkan sebuah daging mentah yang sudah busuk. selalu bertanya kepada malaikat. nabi kembali bepergian. sebuah tempat di langit dimana kita belum mengetahui keberadannya. Kembali lagi Allah mengurangi 5 waktu menjadi 40. “ Lalu nabi kembali ke sidratul muntaha untuk memohon keringanan kepada Allah agar dikurangi jumlah waktu shalatnya. Nabi Musa memberikan nasihat kepada Nabi Muhammad terkait perintah shalat 5 waktu ini. kapanpun dan dimanapun. Nabi saja suka bertanya. Ya. Setelah mendapat nasihat kembali. “ Kemudian. Nabi kembali bertanya. Lagi-lagi Nabi Musa menasihatinya bahwa jumlah itu masih akan membuat umat nabi Muhammad tidak sanggup mengerjakannya. Dengan cara apa ? Ya. dengan bertanya salah satunya. “ Umatmu tidak akan sanggup untuk mengerjakannya. Pada awalnya nabi mendapat perintah shalat 50 waktu. tanpa mau untuk belajar lagi. Karena belajar merupakan suatu kegiatan yang tidak akan pernah berhenti. maka kita pun seharusnya punya keinginan untuk selalu mencari tahu. Janganlah diri kita ini merasa sudah cukup tahu. Hikmahnya adalah bahwa dalam pertemuannya dengan malaikat. Akhirnya Allah menurunkan menjadi 45 waktu sholat. Setelah kepalanya hancur. “ Lalu yang ini. “ Setelah malaikat memperlihatkan gambar daging tadi. Kejadian itu terus berulang. apalagi kita sebagai manusia dimana tempat ketidaktahuan dan kelemahan. Kembali lagi nabi bertemu dengan Nabi Musa. kenapa orang itu terus membenturkan kepalanya hingga hancur ? ” “ Itu adalah gambaran orang yang tidak pernah sholat.

Apakah beliau menggerutu ? tidak. Apakah Beliau mengeluh ? tidak. Allahu akbar. baik itu orang tua. Nabi Muhammad berusaha untuk mendengarkan Nabi Musa. Beliau tidak merasa beliau yang paling hebat. Kita pun seharusnya berupaya untuk tidak pernah mengeluh dan menggerutu dalam menghadapi persoalan hidup ini. . Kedua. Jangan menyerah di tengah jalan.Hal ini terus berlangsung hingga nabi bulak-balik sebanyak 9 kali ! Sehingga pada akhirnya jumlah waktu shalat dalam sehari hanya 5 waktu. Setidaknya ada tiga hikmah yang bisa kita petik dan kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau merasa hal tersebut masih memberatkan. Salah satu hikmahnya adalah bahwa kita sebaiknya lebih banyak mendengarkan dari pada berbicara.itulah beberapa hikmah dari dari persitwa besar Isra Mi’raj. Beliau memeperhatikan nasihatnya. Kita pun seharusnya tidak pernah menyerah. Dengan menujukkan rasa hormat kita kepada mereka menunjukkan kedewasaan diri kita. Pertama. guru. kita harus belajar untuk mendengarkan. Ya Allah berilah kami kekuatan dalam menjalani hidup ini ! Yang ketiga adalah hormatilah orang tua. Apakah nabi menyerah ketika harus bulak-balik ke langit ? Apakah Nabi merasa sudah cukup sampai 30 waktu saja untuk perintah shalat bagi umatnya ?. ketimbang berbicara terus yang mungkin membuat orang lain kurang nyaman. jangan pernah menyerah. Subhanallah. Tidak. saya merasa tidak sanggup.. Seharusnya kita pun selalu berupaya menghormati orang yang lebih tua dari kita. Di sini nabi memperlihatkan kepada kita kemampuan nabi dalam berkomunikasi. Kita bisa mengambil hikmah tersebut bahwa kita pun masih harus lebih banyak mendengar orang lain. Nabi Musa lebih dahulu dari Nabi Muhammad.. Sama sekai Beliau tidak menyerah. sehingga nabi sangat menghormatinya. sedangkan mulut hanya satu. jika kita mau lebih terbuka melihatnya. ataupun orang lain. Subhanallah. yaitu berusaha untuk menjadi pendengar yang baik. Sudah tentu banyak hikmah yang masih bisa dipetik. Sembilan kali Nabi bulak-balik untuk bertemu dengan Allah untuk memohon keringanan jumlah waktu shalat. Mengapa Allah menciptakan telinga berjumlah dua. Yup.. maka beliau terus berusaha dan berusaha dengan bulak-balik sebanyak 9 kali memohon agar Allah menguranginya. Apa hikmah dibalik peristiwa yang sungguh luar biasa ini. Kita harus berusaha terus dalam mengejar cita-cita kita. Saat saya mencoba membayangkannya.

Isra Mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun 11 Hijriah.Banyak wacana di seputar peristiwa Isra’ wal Mi’raj Nabi SAW. Sebagian saya tuliskan di bawah ini. Semua sepakat (walau ada yang berpendapat lain). oleh karena itu jika upacara peringatan malam isra’ dan mi’raj serta bentuk bentuk pengagungannya itu berasal dari agama Allah. bahwa dalil naqli isra’ adalah surat Al-Isra’ ayat pertama. 1. Nabi Muhammad adalah orang yang paling banyak memberi nasehat kepada manusia. sisi lain arti di balik peristiwa besar ini. jelaslah bahwa upacara dan bentuk bentuk pengagungan malam tersebut bukan dari ajaran Islam sama sekali. Di zaman nabi sendiri tidak pernah diperingati. Sumber di link ini. tetapi karena hal itu tidak ada. dan menjalankan amanat Tuhannya dengan sempurna. beliau telah menyampaikan risalah kerasulannya dengan sebaik-baiknya. 2. . Pengertian Isra’ wal Mi’raj: Isra’ wal Mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk menunaikan Shalat lima waktu sehari semalam. tentunya tidak akan dilupakan dan disembunyikan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Namun satu hal yang ingin saya sampaikan di sini adalah. Hukum Peringatan Isra’ wal Mi’raj: Sampai sekarang masih menjadi polemik perihal boleh dan tidaknya peringatan hari Isra’ dan Mi’raj setiap tanggal 27 Rojab. Pada peristiwa Isra Mi’raj dapat dikatakan terbagi dalam 2 peristiwa yang berbeda.

Padahal sebenarnya Isra’ dan Mi’raj merupakan dua peristiwa yang berbeda. Walaupun begitu. secara bahasa Sidratul Muntaha berarti pohon Bidara tempat berkesudahan. dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Sidratul Muntaha digambarkan sebagai pohon Bidara yang sangat besar. Di sini Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan Shalat lima waktu. HR al-Baihaqi (1304). dari Malik bin Sha’sha’ah. Disebut demikian karena tempat ini tidak bisa dilewati lebih jauh lagi oleh manusia dan merupakan tempat diputuskannya segala urusan yang naik dari dunia di bawahnya maupun segala perkara yang turun dari atasnya. maka “bersemilah” Sidratul Muntaha sehingga diliputi oleh sesuatu. Kalau kita lihat dan simak bersama surat Al-Isra ayat pertama: َ ‫سب ْحان ال ّذي أ َسرى ب ِعَب ْدِهِ ل َيل من ال ْمسجدِ ال ْحرام ِ إ ِلى ال ْمسجدِ القْصى ال ّمذي بارك ْنمَما حموْل َه ل ِن ُرِي َمه ممن‬ ِ َ َ َ ُ ُ ِ ْ َ ِ ْ َ َ ْ ِ ُ َ َ ِ َ َ َ ِ ْ َ ْ (١) ‫آيات ِنا إ ِنه هُوَ السميعُ ال ْب َصير‬ ِ ّ ّ َ َ ُ ِ . QS An-Najm. Deskripsi tentang Sidratul Muntaha dalam hadits-hadits tentang Isra Mi’raj tersebut hanyalah berupa gambaran (metafora) sebatas yang dapat diungkapkan kata-kata. peristiwa ini juga dikatakan memuat berbagai macam hal yang membuat Rasullullah SAW sedih. Bagi umat Islam. Sidrah adalah pohon Bidara. Lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. seperti yang sudah dijelaskan di atas. tumbuh mulai Langit Keenam hingga Langit Ketujuh. dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu). dan di dalamnya: “Kemudian aku dinaikkan ke Sidratul Muntaha”. sebagaimana diutarakan dalam hadits: Dari Anas bin Malik. Sedangkan muntaha berarti tempat berkesudahan. Istilah ini disebutkan sekali dalam Al-Qur’an. 53:41-42. Dengan demikian. yaitu pada ayat: Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. Dedaunannya sebesar telinga gajah dan buahbuahannya seperti bejana batu. Seringkali masyarakat menggabungkan Isra’ wal Mi’raj menjadi satu peristiwa yang sama. 53:13:14. peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga. dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini. QS. Nabi Muhammad SAW “diberangkatkan” oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. (yaitu) di Sidratil Muntaha. An-Najm. Asal hadits ini ada pada riwayat al-Bukhari (3207) dan Muslim (164). yang menurut penafsiran Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu adalah “permadani emas”.Dalam Isra’. sebagaimana kata ini dipakai dalam ayat berikut: Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna. Sidratul Muntaha: Sidratul Muntaha berasal dari kata sidrah dan muntaha. Lalu Nabiyullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengisahkan: “Bahwasanya daunnya seperti telinga gajah dan bahwa buahnya seperti bejana batu”. 3. Hadits telah dikeluarkan dalam ash-Shahihain dari hadits Ibnu Abi Arubah. Diapun menyebutkan hadits Mi’raj. karena ketika inilah shalat lima waktu diwajibkan. Hakikatnya hanya Allah yang Maha Tahu. Jika Allah memutuskan sesuatu.

Ini juga ditunjukkan tahun 1971. dan ruang angkasa yang luas. Dan ini terjadi di tengah derasnya peristiwa-peristiwa ilmiah. yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya [1] agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. [1] Maksudnya: Al Masjidil Aqsha dan daerah-daerah sekitarnya dapat berkat dari Allah dengan diturunkan nabi-nabi di negeri itu dan kesuburan tanahnya. Relativitas. Relativitas Umum berlaku dalam skala yang jauh lebih besar. Teori ini juga memiliki kegunaan dalam bidang-bidang utama riset yang dilakukan saat itu. beberapa kesepakatan ilmiah di kalangan saintis. sepertinya kurang pas dengan kontek Isra’ yang merupakan Perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. maka akan terjadi hal-hal ganjil sebagai berikut: 1. Einstein menggunakannya untuk menjelaskan kesederhanaan dan tatanan di balik alam semesta. Kata ‘Subhan’ diartikan Maha Suci. bukan sekedar maha suci. dan karena ini menjawab pertanyaan yang membingungkan banyak ilmuwan. Dibutuhkan waktu lebih lama untuk diterima. Ini diamati tahun 1941 dalam ekperimen partikel atom berkecepatan tinggi yang disebut muon. Konsep ini disebut Relativitas (khususn dan umum) oleh sang penemunya yakni simbah Einstein. pada bintang-bintang. Hemat saya. Kata ‘subhan’ berangkat dari kata ‘sabaha’ artinya berenang. relativitas khusus menjadi alat sehari-hari bagi para ahli fisika yang meneliti susunan materi dan gaya yang menyatukannya. karena teori ini tampaknya tidak memiliki kegunaan prakltis.Artinya: Maha suci Allah. Saat ini. Teori ini baru dapat diuji tahun 1960-an setelah akselerator partikel raksasa dan perlatan lain ditemukan menjadi lebih kuat. Dua teori ini pun memiliki sejarah yang berbeda. diterbangkan dengan cepat keliling dunia di atas pesawat terbang jet. Relativitas khusus meramalkan bahwa ketika sebuah objek mendekati kecepatan cahaya. Bagimana bila kita pahami via kontek sains? Perlu diketahui. ketika jam yang amat sangat akurat. Waktu melambat: Ini disebut dilatasi waktu. Relativitas Khusus diterima dalam beberapa tahun setelah Albert Einstein mengumumkannya. seperti fisika nuklir dan mekanika kwantum. . karena Allah memang Maha Menggerakkan. galaksi. Jadi ‘subhan’ mestinya ya renang atau sepadan itu. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. Teori ini terdiri atas Relativitas Khusus dan Umum. Jadi kalau Allah meng israa’ kan Rasulullah SAW wajar. khususnya fisikawan bahwa ada hal-hal ganjil yang akan terjadi bila benda berada pada kecepatan tinggi. ya kembali saja ke makna dasarnya. adalah teori yang saat ini menjadi pusat ilmu pengetahuan.

Dari ide inilah Eistein mengembangkan rumus terkenalnya E = mc². Berikut antara lain penjabaran istilah Buroq. Selama ini istilah Buroq diartikan sebagai sejenis hewan katakanlah kuda yang berkaki empat dan berkepala manusia. panjangnya akan sekitar enam per tujuh panjang aslinya di landasan luncur. akan mengalami pemendekan sesuai arah geraknya. 2. Mungkinkah manusia bisa bergerak secepat cahaya? Seiring bertambahnya massa orang tersebut. Ini artinya objek akan bertambah berat. Akibatnya kecepatan cahaya tidak akan benar-benar tercapai. Buroq dipercaya oleh sebgian kita. Kalau roket antariksa bisa bergerak dengan separoh kecepatan cahaya. 3. Objek mengecil. sebagai tunggangan (alat transportasi utama) Rosulullah SAW saat melakukan perjalanan Isra’ wal Mi’raj. karena jam itu bergerak lebih cepat. massa akan begitu besar sampai gaya yang dibutuhkan untuk memberikan dorongan ekstra itu akan sangat besar sampai mustahil.? Pertama.Setelah dua hari.. Massa objek bertambah. hal: 446: ‫)8( حدثنا علي بن مسهر عن أبي إسحاق‬ ‫الشيباني عن عبد الله بن شداد قال : لما‬ ‫أسري بالنبي )ص( أتى بدابة فوق الحمار‬ ‫ودون البغل ، يضع حافره عند منتهى‬ ‫طرفه ، يقال له )براق( فمر رسول الله‬ ‫)ص( بعير للمشركين فنفرت فقالوا : يا‬ ‫هؤلء ما هذا ؟ قالوا : ما نرى شيئا ، ما‬ ‫هذه إل ريح ، حتى أتى بيت المقدس فأتي‬ . Lalu. yang ingin saya uraikan disini adalah istilah Buroq. juz: 8. Efek ini sudah diteliti sejak tahun 1890-an. dalam Mushonnif Ibnu Abi Syaibah. Objek yang bergerak mendekati kecepatan cahaya. bagaimana sebenarnya Rasulullah SAW ber ‘Isra’ wal Mi’raj. Pada hampir kecepatan cahaya. Ini sudah diperlihatkan berulang kali dengan eksperimen partikel yang bergerak dengan kecepatan tinggi seperti elektron.jam itu berkurang sepersekian detik dibandingkan dengan jam yang sama di permukaan bumi. maka gaya yang dibutuhkan untuk membuatnya bergerak lebih cepat lagi juga terus bertambah.

sangat mungkin terjadi. berapa lebar atau panjang alam semesta ini. Berangkat dari beberapa efek relativitas di atas. wa Allahu a’lamu.Sarana Transportasi Rosulullah SAW saat Isra’ wal Mi’raj adalah Pesawat dengan Kecepatan Cahaya. Sebuah makna yang memiliki dasar. kepala Buroq adalah bewujud kepala manusia yang sangat tampan. atau dengan kata lain. Dengan kecepatan ini saja. bahwa satu hal yang pasti adalah semua efek yang timbul akibat adanya teori Relativitas simbah Einstein belum final secara frontal. Buroq berasal dari kata ” ‫براق‬ “. Cahaya sendiri sebagai sebuah paket energi dalam teori kuantum. semuanya hanya Sang Pencipta semua hukum alam ini-ALLAH SWT. hanya dalam pengejawantahan para ulama (pedesaan) selama ini.00 m/s. Dilatasi waktu misalnya memang sudah dibuktikan lewat perangkat jam digital super sensitif. mari kita maknai Buroq dengan lebih mendasar. sehingga laju sang Buroq menjadi sangat cepat. Jadi tergantung sisi pandang mana pertanyaan tentang lebar alam semesta ini ditanyakan… Setidaknya ada 4 skala jarak-perbedaan yangmasyhur di kalangan kosmologi: ‫براق‬ . terlebih bila melalui medium berbeda. yang Maha Tahu. berapa jauh Rosulullah SAW melintasi tujuh lapis langit. Begitu pun 3 efek lainnya. ternyata merupakan bagian dari gelombang elektromagnetik.? Pertayaan ini sukar untuk dijawab..250 km. sebab Alam Semesta sedang mengembang. yakni baghal. namun dampak masih sangat bertambah entah semakin melambat atau malah justru akan mengalami titik balik dan lalu bukan melambat tetapi bertambah cepat. dan kata ini berangkat dari kata dasar “ ‫”برق‬ yang berarti kilatatau petir.‫هديت وهديت أمتك – ثم صار إلى مصر‬ Dari riwayat di atas. sang Buroq sudah mampu berkeliling Bumi sebanyak 8 kali dalam satu detik. Jadi bisa jadi ketika malam Isra’ wal Mi’raj. Lalu dengan adanya pemahaman Buroq yang lebih pas. seperti yang kita pahami memiliki kecepatan 300. Cahaya. Maka jarak Mekkah-Palestina saat Rosulullah SAW berisra’ yang hanya kl 1. medium alam ini mengalami penurunan indeks bias. Jadi “ ” adalah cahaya. maka istilah Buroq adalah semisal peranakan keledai dan kuda. kita akan mencoba melihat kebenaran Isra’ wal Mi’raj ini.، ‫بإنائين في واحد خمر وفي الخر لبن‬ : ‫فأخذ النبي )ص( اللبن فقال له جبريل‬ . yakni percikan cahaya. Baik kuda maupun keledai memiliki kaki empat. Nah. Selanjutnya. Gelombang elektromagnetik sangat mungkin memiliki beragam kecepatan. baik aqli (nalar) lebih2 naqli (syar’i)nya.000.

The faintest galaxies visible with the Hubble Space Telescope were only a few billion light years from us when they emitted their light. we see the galaxies near the edge of the visible universe when they were very young nearly 14 billion years ago because it has taken the light nearly 14 billion years to reach us. However. This means that very distant galaxies look much larger than you would normally expect as if they were only about 2 or 3 billion light years from us (although they are also very very faint – see Luminosity Distance). (2) Angular Diameter Distance – DA In an expanding universe. On this scale the very edge of the visible universe is now about 47 billion light years from us although the most distant galaxies visible in the Hubble Space Telescope will now be about 32 billion light years from us. Angular Diameter Distance is a good indication (especially in a flat universe like ours) of how near the galaxy was to us when it emitted the light that we now see. medium memang menentukan cepat-rambat laju cahaya. It is useful mainly because it tells us how old the view of the galaxy is that we are seeing. Kiranya. (3) Comoving Distance – DC The Comoving Distance is the distance scale that expands with the universe. the galaxies were not only young but they were also at that time much closer to us. This is why enormous telescopes are required to see very distant galaxies. It tells us where the galaxies are now even though our view of the distant universe is when it was much younger and smaller. The most distant galaxies visible with the Hubble Space Telescope are so dim that they appear as if they are about 350 billion light years away even though they are much closer. Luminosity Distance is not a realistic distance scale but it is useful for determining how faint very distant galaxies appear to us. (4) Light Travel Time Distance – DT The Light Travel Time Distance represents the time taken for the light from distant galaxies to reach us. This is what is meant when it is said that the visible universe has a radius of 14 billion light years – it is simply a statement that the universe is about 14 billion years old and the light from more distant sources has not had time to reach us. beliau memaparkan tulisannya: Dalam A Brief History of Time-nya. distant galaxies are much dimmer than you would normally expect because the photons of light become stretched and spread out over a wide area.(1) Luminosity Distance – DL In an expanding universe. Light Travel Time Distance is as much a measure of time as a measure of distance. maka perjalanan isra’ wal Mi’raj Rosulullah SAW adalah peristiwa yang sangat niscaya. Comoving Distance is the opposite of the Angular Diameter Distance – it tells us where galaxies are now rather than where they were when they emitted the light that we now see. fisikawan Stephen Hawking dengan merendah mengatakan seluruh model jagat raya kontemporer yang dibangun oleh para . Dalam diskusi dengan Pak Ma’rufin.

Sehingga sifat ruang-waktu di Bumi misalnya.725 K) yang tersebar homogen di segenap penjuru jagat raya tanpa terkait dengan kumpulan galaksi maupun bintang-bintang. Dengan bekal kesahihan Relativitas Umum ini (dan juga kesahihan Mekanika Kuantum) kita sekarang bisa memperkirakan dengan ketelitian tinggi bagaimana dinamika jagat raya kita sejak ‘bayi’ hingga sekarang. partikelpartikel elementer penyusun nukleon. kita mengetahui saat itu jagat raya hanyalah berbentuk titik berdimensi ~10-35 meter dengan densitas 1096 kg/m3 dan bersuhu 1032 K. presesi perihelion Merkurius (dimana titik perihelion planet ini selalu bergeser dalam tiap revolusinya. Fushshilat : 11). apalagi dengan bintang neutron dalam inti Crab Nebulae. dan sifat ruang-waktu sepenuhnya bergantung kepada distribusi massa yang ada didalamnya.fisikawan/astrofisikawan masa kini (termasuk dirinya. dengan permukaan balon sebagai ruang-waktu dan disinilah tempat kedudukan galaksi dan bintang-bintang. penyusun atom-atom termasuk yang menyusun tubuh manusia). Dalam tiap meter kubik jagat raya terdapat 400 juta foton namun ‘hanya’ ada 0. Bekenstein. Relativitas Umum menunjukkan bahwa jagat raya kita ini terdiri dari empat dimensi. yang secara akumulatif mencapai 43 detik busur per abad). Cahaya. Apa isinya? Campuran quark dan lepton.7 milyar tahun cahaya). . Carl Sagan dll) berdasarkan pada asumsi bahwa Relativitas Umum dan Mekanika Kuantum itu benar. foton yang kita kenal sebagai cosmic microwave background radiation. Ia terus mengembang. fenomena itu merentang mulai dari yang paling sederhana seperti langit malam yang tetap gelap padahal kita tahu ada milyaran bintang yang selalu bersinar di sana (paradoks Olber). Inilah titik singularitas dentuman besar (alias big bang). Namun jika kita merujuk pada fakta-fakta yang ada di jagat raya ini. yang secara kasar bisa disebut “plasma” atau “asap” (bandingkan dengan Q. Roger Penrose. Dari titik awal ini jagat raya dengan cepat mengembang hingga pada 1 detik pertama saja dimensinya telah 10 tahun cahaya dan quarkquark didalamnya telah mulai membentuk nukleon. dan jika diproyeksikan jauh ke masa silam (tepatnya ke 13. Dalam 3 – 20 menit pasca big bang. jelas berbeda dengan ruang-waktu di Matahari ataupun bintang maharaksasa merah Antares tetangga kita.4 nukleon (nukleon = proton + neutron. Namun. dimana disini tak ada lagi waktu mutlak karena waktu sepenuhnya bergantung kepada ruang. hanya bisa bergerak pada permukaan gelembung ini meski tetap saja bisa menemukan jarak terpendek untuk menempuh titik-titik yang terpisah jauh (ini lebih mudah dipahami jika kita mempelajari trigonometri segitiga bola). demikian pula foton pada spektrum elektromagnetik lainnya.7 milyar tahun silam). Seberapa besar dimensi jagat raya? Besarnya ~1025 meter (13. ada sangat banyak fenomena yang menunjukkan kesahihan teori ini. Hawking menggambarkan ruang-waktu dalam jagat raya kita sebagai melengkung mirip gelembung balon. pembengkokan lintasan cahaya dan gelombang radar di dekat Matahari seperti ditunjukkan dalam Gerhana Matahari maupun pemuluran waktu tunda gema radar dari oposisi Venus. dengan tiga dimensi ruang dan satu dimensi waktu (dalam sumbu imajiner) yang saling mempengaruhi sehingga membentuk entitas baru yang disebut ruang-waktu (spacetime). Subhanallah. kita fokuskan ke Relativitas Umum. awal lahirnya sang waktu.S. struktur yang luar biasa besarnya ini tidaklah statis. Tak perlu jauh-jauh melangkah ke lubang hitam alias black hole. Dari statemen ini memang terbuka peluang bahwa mungkin saja baik Relativitas Umum ataupun Mekanika Kuantum itu “tidak benar”. hingga melimpahnya foton gelombang mikro bersuhu amat rendah (2.

Jika merujuk Relativitas Umum. Namun dibutuhkan waktu 300. Nah.000 tahun ini dengan Q. seperti lubang hitam ataupun lubang putih.S. Dan pada 2008 ini. Dan lubang cacing ini selalu berujung pada singularitas lokal. menurut hemat saya. dimanakah tempat terjauh itu? Kalo kita bicara pada jagat raya kita. Padahal Nabi SAW menempuhnya hanya dalam semalam (maksimum 12 jam). Nabi SAW bermi’raj dari al-Aqsha ke Sidratil Muntaha. as-Sajdah : 4 secara bersama-sama). karena antara Bumi dan Pluto terbentang tujuh planit dengan Bumi ikut dihitung (yang ditafsirkan tujuh langit). yang bisa menjelaskan sebagian (ingat. yang dikenal sebagai radiasi Hawking. dan kita tahun berapa lama perjalanan antara Makkah dan Masjidil Aqsha di Yerusalem. sebagian saja) dari peristiwa ini ya Relativitas Umum itu. dan bertempat pada jarak sejauh itu. Dalam pendapat saya. yang membutuhkan waktu berhari-hari untuk pergi pulang.7 milyar tahun. Dan sejauh ini.S. Dimanakah tempat yang jauh itu? Pas zaman saya SD di buku agama tertulis itu berada di Pluto. Nah bagaimana caranya ke sana? Dengan kendaraan secepat cahaya pun manusia baru akan sampai ke sana setelah 12. jika kita lihat konteks 14 abad silam di Jazirah Arabia. tempat yang jauh. Mari kita tinjau Mi’raj.7 milyar tahun cahaya. tentu saja hal ini mendatangkan kegemparan. demikian pula detron bergabung dengan elektron membentuk atom Deuterium dan sebagainya. Mari anggap Sidratil Muntaha waktu itu ada di jagat raya kita. Ada yang disebut lubang cacing (wormhole) yang memungkinkan sebuah obyek memintas ruang-waktu dan sampai di bagian lain dari jagat raya ini dengan “cepat”. yang masih bertahan hingga kini. sekarang kembali ke Isra’ Mi’raj. namun kita tahu bahwa asas ketidakpastian Heisenberg dan entropi lubang hitam mengatur bahwa ada foton yang bisa keluar dari kungkungan gravitasi ini. . Meski dalam lubang hitam ini gravitasinya memang demikian kuat hingga foton pun takkan bisa melepaskan diri darinya. Tidak masuk di nalar zaman itu dan saya rasa disinilah memang ujian keimanan itu. tanpa terpecahkan kembali oleh foton (note : menariknya. coba bandingkan angka 300. saya pikir tidaklah menjadi masalah jika peristiwa itu misalnya dicoba untuk dianalisis dengan ilmu yang sejauh ini diketahui manusia. Helium dan sebagainya sehingga komposisi jagat raya terdiri dari 75 % Hidrogen dan 24 % Helium.000 tahun pasca big bang hingga jagat raya ini benar-benar dingin sehingga proton bisa bergabung dengan elektron membentuk atom Hidrogen. al-Ma’aarij : 4 dan Q.nukleon-nukleon mulai bereaksi membentuk Detron (inti Deuterium). guna menjelaskan kira-kira apakah yang terjadi meski memang tidak 100 % benar. Dengan perkembangan masa. berdasarkan spektra yang bisa dilihat dan diterjemahkan oleh indera kita. maka ketika Nabi SAW menjalani Isra’ itu (dan juga Mi’raj) hanya dalam semalam. tempat itu ada di quasar CFHQS 1641 + 3755 yang jauhnya 12. Ketika transportasi masa itu masih menggunakan unta ataupun kuda. sebenarnya ada mekanisme yang memungkinkan untuk memintas ruang-waktu seperti itu. persitwa Isra’ Mi’raj sebagai ujian keimanan memang mendatangkan ketakjuban bagi penduduk Quraisy masa itu dan jelas ini terkait dengan ruang (baca : jarak) dan waktu.

. ketika bermi’raj Nabi SAW melewati terowongan ruang-waktu yang berujud lubang cacing ini untuk menuju ke Sidratil Muntaha pergi pulang. dalam pendapat saya. Namun apakah memang benar-benar demikian? Wallahua’lam. ini hanya pengandaian.So.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful