ANALISIS SWOT Dalam Pengelolaan dan pengembangan suatu aktifitas memerlukan suatu perencanaan strategis, yaitu suatu pola

atau struktur sasaran yang saling mendukung dan melengkapi menuju ke arah tujuan yang menyeluruh. Sebagai persiapan perencanaan, agar dapat memilih dan menetapkan strategi dan sasaran sehingga tersusun program-program dan proyek-proyek yang efektif dan efisien maka diperlukan suatu analisis yang tajam dari para pegiat organisasi. Salah satu analisis yang cukup populer di kalangan pelaku organisasi adalah Analisis SWOT. Istilah SWOT dari perkataan : Strength (kekuatan) Weakness (kelemahan) Opportunities (kesempatan) Threats (Ancaman) Maksud dari analisis SWOT ini ialah untuk meneliti dan menentukan dalam hal manakah "lembaga": 1. Kuat (sehingga dapat dioptimalkan ) 2. Lemah(sehingga dapat segera dibenahi) 3. Kesempatan-kesempatan di luar (untuk dimanfaatkan) 4. Ancaman-ancaman dari luar (untuk diantisipasi) Tahap awal dalam menjalankan SWOT : Membaca/menginventarisir latar belakang Membaca situasi dan kondisi sekarang. Komponennya: Internal organisasi Object/sasaran Lingkungan lokal Lingkungan regional Secara mudah analisis SWOT bisa dikelompokkan dalam dua kategori: 1. Internal Lembaga yaitu menyangkut Strength dan Weakness Pertimbangan analisa: H Sarana dan Prasarana H Kumpulan pendapat H Komparasi dengan lembaga lain H Hasil pengamatan sendiri Obyek analisa : 8 Kemampuan memimpin 8 Jumlah dan kualitas anggota 8 KeraPian organisasi (Struktur, AD/ART, kebijakan-kebijakan) 8 Aturan kedisiplinan 2. Eksternal Lembaga, yaitu menyangkut Opportunities dan Threats Pertimbangan analisis : 8 Pengalaman kita sendiri 8 Kumpulan pendapat 8 Komparasi dengan lembaga lain 8 Pendapat para ahli Obyek analisa : 8 Personal atau lembaga yang tengah berkuasa 8 Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan o Kejadian-kejadian atau peristiwa penting yang pernah terjadi Langkah-langkah SWOT : i Identifikasi semua hal yang berkaitan dengan SWOT i Tentukan Faktor penghambat dan faktor pendukung i Tentukan alternatif-alternatif kegiatan i Rumuskan tujuan dari masing-masing kegiatan i Ambil keputusan yang paling prioritas

1989. Perangkat manajemen yang sedianya ditujukan untuk bidang industri seringkali bisa diolah untuk diterapkan di bidang pendidikan.Contoh pengembangan pendidikan menggunakan analisa SWOT. telah menimbulkan dampak yang signifikan terhadap permintaan atas program baru pendidikan kejuruan yang ditawarkan (Martin. kesempatan/peluang. dan yang direncanakan untuk masa depan tanpa memandang jenis sekolah. masyarakat. artinya akan selalu berubah sesuai dengan tuntutan jaman. Pengujian eksternal dan internal yang terstruktur adalah sesuatu yang unik dalam dunia perencanaan dan pengembangan kurikulum lembaga pendidikan. yang digabungkan dengan suatu pengujian mengenai kekuatan dan kelemahan akan membantu dalam mengembangkan sebuah visi tentang masa depan. dan juga bisa digunakan dalam merumuskan strategi-strategi dan kebijakan-kebijakan untuk pengelolaan pegawai administrasi (administrator). SWOT adalah sebuah teknik yang sederhana. 1991). harus didasarkan pada pertimbangan yang seksama secara cermat tentang kecenderungan (trend) dalam masyarakat di masa yang akan datang. akan tetapi program-program sekolah kejuruan sekarang harus dapat menyediakan program yang lebih baik daripada sekolah kejuruan maupun sekolah-sekolah khusus (Weber. SWOT adalah perangkat umum yang didesain dan digunakan sebagai langkah awal dalam proses pembuatan keputusan dan sebagai perencanaan strategis dalam berbagai terapan (Johnson.Proses penggunaan manajemen analisa SWOT menghendaki adanya suatu survei internal tentang strengths (kekuatan) dan weaknesses (kelemahan) program. ide penggunaan perangkat ini dalam bidang pendidikan bukanlah hal yang sama sekali baru. Pendahuluan Lingkungan eksternal mempunyai dampak yang sangat berarti pada sebuah lembaga pendidikan. Sehingga. Konteks Dewasa Ini Analisis SWOT secara sederhana dipahami sebagai pengujian terhadap kekuatan dan kelemahan internal sebuah organisasi. . karena adanya kemiripan yang fundamental dalam tugas-tugas administratif. dkk. menyediakan sebuah kerangka pemikiran untuk para administrator pendidikan dalam memfokuskan secara lebih baik pada layanan kebutuhan dalam masyarakat. kelemahan. 1. Sebagai contoh. antara lain dibutuhkan sebuah pengujian mengenai bukan saja lingkungan lembaga pendidikan itu sendiri tetapi juga lingkungan eksternalnya (Brodhead. serta kesempatan dan ancaman lingkungan eksternalnya. 1991). Bartol dkk. 2. Analisis kekuatan... Gorski (1991) menyarankan pendekatan ini untuk meningkatkan minat dalam masyarakat untuk memasuki sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan khususnya sekolah kejuruan. serta survei eksternal atas opportunities (ancaman) dan threats (peluang/kesempatan). dan bahkan gaya hidup perorangan dihadapkan pada perubahan-perubahan baru. Selama dekade terakhir abad ke duapuluh. Para administrator atau pengelola sekolah kejuruan harus berperan sebagai penggagas atau inovator dalam merancang masa depan lembaga yang mereka kelola. struktur politik. Untuk melakukan hal ini. adalah suatu cara yang berguna dalam menguji kondisi lingkungan tentang program baru yang ditawarkan suatu lembaga pendidikan. 1989). mudah dipahami. Strategi-strategi baru yang inovatif harus dikembangkan untuk memastikan bahwa lembaga pendidikan akan melaksanakan tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mendatang khusunya pada abad 21 dan setelahnya. Sebuah tinjauan atas aplikasi potensial SWOT dalam jangkauan yang luas juga merupakan tujuan dari pada tulisan ini. (terdiri atas ancaman dan kesempatan). maka dimungkinkan bagi sebuah sekolah kejuruan untuk mendapatkan sebuah gambaran menyeluruh mengenai situasi sekolah itu dalam hubungannya dengan masyarakat. Program-program yang ada. lembaga-lembaga pendidikan yang lain. Meskipun sebenarnya analisisini banyak ditujukan untuk penerapan dalam bisnis. Sedangkan pemahaman mengenai faktor-faktor eksternal. SWOT disini tidak mempunyai akhir. Perubahan dari masyarakat industri ke masyarakat informasi dan dari ekonomi yang berorientasi manufaktur ke arah orientasi jasa. Program kejuruan pada sekolah-sekolah menengah umumnya mencakup bidang pelayanan (area service) dalam spektrum yang luas. dan lapangan industri yang akan dimasuki oleh murid-muridnya. Jika hal ini digunakan dengan benar. Prakiraan seperti ini diterapkan dengan mulai membuat program yang kompeten atau mengganti program-program yang tidak relevan serta berlebihan dengan program yang lebih inovatif dan relevan. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menunjukkan bagaimana SWOT dapat digunakan oleh para administrator dalam menganalisis dan memulai pembuatan program baru yang inovatif untuk ditawarkan dalam pendidikan kejuruan. lembaga-lembaga ekonomi. dan ancaman atau SWOT (juga dikenal sebagai analisis TOWS dalam beberapa buku manajemen). 1989).

kejelasan dan fokus untuk diskusi mengenai strategi. sehingga tidak akan cenderung melantur. dan bahkan akan terkena pengaruh politik atau kesenangan (interest) perseorangan yang kuat (Glass. Dengan membuat seluruh daftar tentang kelemahan internal maka akan tampak area/aspek yang bisa diubah guna untuk memperbaiki kinerja lembaga pendidikan. maka akan timbul area/aspek yang menghendaki beberapa perubahan. maka akan muncul tiga sikap yang terangan-terangan dari para guru di mana tergantung masa kerja mereka masing-masing. 1991). bangunan infrastruktur yang kurang memadai. yang masing-masing dapat merupakan sumber kekuatan. Lebih dari itu. Secara garis besar lembaran kerja tersebut diperlihatkan dalam lembar-1. . atau ancaman. kesempatan. Guru-guru yang mempunyai pengalaman 0-6 tahun cenderung menjadi yang paling partisipatif dan receptive akan ide-ide baru.……………… ………………. Potensial Ancaman External (T) ………………. potensi dan kemungkinan-kemungkinan akan adanya service dan program-program inovasi baru bisa juga muncul. untuk menghindari generalisasi yang berlebihan (Johnson.……………… ………………. ………………. para administrator berupaya menarik minat siswa agar memasuki/memlih program yang ada pada lembaga pendidikan mereka dengan cara meningkatkan promosi dan iklan tanpa memperhatikan kelemahan dan kekuatan lembaga pendidikan yang mereka kelola. keadaan audit internal seperti ini dilaksanakan. tenaga kependidikan dan staf adminstrasi ruang kelas. Langkah berikutnya adalah membuat daftar item spesifik yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi di bawah topik masing. kelemahan. kelemahan. SWOT harus mencakup semua aspek/area berikut ini. Contoh mengenai kelemahan inheren adalah cukup banyak. . keadaan masing-masing satu untuk kekuatan. objektifitas.Langkah pertama dalam analisis SWOT adalah membuat sebuah lembaran kerja dengan jalan menarik sebuah garis persilangan yang membentuk empat kuadran.……………… ………………. SWOT dapat dilaksanakan oleh para administrator secara individual atau secara kelompok dalam organisasi. termasuk segala sesuatunya yang berada di luar jangkauan kontrol. Survei Internal tentang Kekuatan dan Kelemahan Secara historis. .……………… ………………. Potensi Kesempatan External (O) ……………….. Potensi Kelemahan Internal (W) ………………. dan ancaman. Dengan membatasi daftar sampai 10 poin atau lebih sedikit. et al. dan fasilitas sarana prasarana (lingkungan belajar). Sedangkan Sabie (1991) mencatat bahwa jika bekerja secara kelompok dalam bidang pendidikan. ………………. 1989) Lembar-1 Contoh Lembaran Kerja Analisis SWOT Potensi Kekuatan Internal (S) ………………. ………………. fasilitas sarana . . Misalnya sebagai berikut: moral staf adminstrasi dan staf pengajar yang rendah. peluang/kesempatan. misalnya:Beberapa contoh lingkungan internal lembaga pendidikan. Apabila.siswa yang ada anggaran operasional program riset dan pengembangan iptek organisasi atau dewan lainnya dalam sekolah Beberapa contoh lingkungan eksternal lembaga pendidikan tempat kerja yang prospektif bagi lulusan orang tua dan keluarga siswa lembaga pendidikan pesaing lainnya sekolah /lembaga tinggi sebagai persiapan lanjutan demografi sosial dan ekonomi penduduk badan-badan penyandang dana 3. laboratorium. ………………. Teknik secara kelompok akan lebih efektif khususnya dalam pengadaan struktur.

maka makin besar pula tantangan dalam menggunakan metode analisis SWOT. Industri atau bisnis baru apa yang dapat muncul di masa akan datang. Harus dimafhumi bahwa persepsi yang berbeda-beda bisa timbul. dan (e) perbedaan populasi siswa. (d) reputasi yang baik dalam menyediakan pelatihan yang diperlukan untuk memperoleh pekerjaan. (b) tenaga pengajar yang berdedikasi dan bermoral tinggi. wawancara dengan murid dan bekas murid. Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yang bersifat global. dengan mencari siswa lulusan pendidikan kejuruan berketrampilan serta terlatih baik. (c) akses dengan lembaga pendidikan lanjutan atau universitas-universitas yang lain. tidak hanya terbatas kepada pengurus sekolah saja. Terbatasnya industri/dunia kerja untuk menyerap tenaga kerja sebagai keluaran pendidikan. perubahan penduduk. (1986) menetapkan sepuluh dasar-dasar institusi yang "on-the-move" (sedang maju). sebab ancaman dapat berwujud dalam berbagai bentuk. sehingga memungkinkan untuk membuat penilaian yang benar dan tepat serta lebih menguntungkan baik secara institusi maupun lingkungan masyarakat. dan termasuk lokasi lembaga pendidikan tersebut. Lembar-2 Contoh Penggunaan Analisis SWOT Sebagai Pertimbangan Kelayakan Dalam Memulai Pembuatan Sebuah Program Teknologi Laser . namun mereka juga memainkan perananan kepemimpinan dengan memberikan isu-isu itu yang berkaitan secara langsung maupun tidak.prasarana. Anggaran pemerintah umumnya diperuntukkan pada usaha pengembangan pendidikan yang tidak bersifat khusus. Dalam lembar-2 dan 3 menggambarkan sebuah contoh penggunaan lembaran kerja analisis SWOT. Besarnya anggaran pendidikan yang terbatas dianggap suatu peraturan daripada dianggap sebagai suatu pengecualian. langkanya sumber-sumber daya instruksional. tokoh masyarakat. sebagai contoh kekuatan potensial dapat berupa: (a) pembebanan biaya pendidikan yang rasional terhadap siswa. Makin banyak sumber daya atau harapan masyarakat. dan sumber-sumber lain yang dapat dipercaya. Adanya suatu perubahan kesadaran atau pola pikir masyarakat akan menciptakan kesempatan potensial untuk memberikan isu-isu baru dengan jalan memberikan layanan pendidikan yang lebih bermutu dan berkualitas. jurnal pendidikan. kelompok-kelompok fokus. surat kabar. Survei Eksternal tentang Ancaman dan Kesempatan Gambaran eksternal bersifat komplementer terhadap self-study internal di dalam analisis SWOT. menurunnya jumlah lulusan sekolah menengah dapat menimbulkan suatu ancaman dengan adanya berkurangnya permintaan siswa terhadap program yang telah direncanakan. Di samping juga. dimana siswa dapat mentransfer kredit mata pelajaran yang telah diperoleh. Penaksiran kekuatan dan kelemahan juga bisa dilakukan melalui survei. Sejumlah sumber informasi harus diliput. Sehingga masing-masing dapat merupakan sumber potensial sebagai informasi yang sangat berharga. Harus dipahami juga bahwa kesempatan dan ancaman tidak absolut sifatnya. dunia industri. dewan penasehat. Lembaga pendidikan lain yang sejenis atau perguruan tinggi telah lebih dulu membuat beberapa program baru untuk menarik siswa lebih banyak atas program yang sama. Gilley dkk. Ancaman harus dikenali. dan lainnya. maka akan memungkinkan untuk mengkonfirmasi item-item tersebut. majalah. Pengaruh-pengaruh nasional dan regional seperti masalah-masalah lokal dan negara adalah yang paling penting dalam memutuskan program baru apa saja yang perlu ditambah atau program yang sudah ada dan perlu dimodifikasi atau diganti. salah satunya adalah kemampuan institusi atau lembaga untuk menjaga pengawasan yang lebih dekat atas masyarakat. mungkin tidak muncul bila dikaitkan dengan sumbersumber daya atau harapan masyarakat. serta laboratorium di bawah standar. Informasi tentang iklim dan trend bisnis yang ada. Tidak hanya administrator saja yang harus mengawasi masyarakatnya. 4. Sedangkan kekuatan yang ada perlu juga didaftar. tergantung pada kelompokkelompok representatif yang dihubungi dan dimintai pendapatnya. melainkan termasuk orang tua siswa. sehingga mempunyai dampak atas pelaksanaan program dengan anggaran-tinggi. Begitu kelemahan dan kekuatan tergambar. juga mempunyai areal/aspek kesempatan. dan jumlah pegawai serta tingkat lulusan sekolah menengah harus dipertimbangkan dalam tahap studi pengembangan ini. Apa yang pertama-tama nampak akan menjadi suatu kesempatan/peluang.

disamping dapat digunakan sebagai alat . Program dimungkinkan tidak mendapat persetujuan dari dewan karena mengingat pengalaman sebelumnya tentang 'kegagalan' yang pernah terjadi. Metode yang lebih pro-aktif dalam identifikasi kesempatan/peluang adalah paling menarik. dan efisien serta sebagai alat yang cepat dalam menemukenali kemungkinan-kemungkinan yang berkaitan dengan pengembangan awal program-program inovasi baru di dalam sekolah kejuruan. tidak cocok untuk mengatasi potensi bahaya seperti laser. Antusiasme guru-guru dan siswa sekolah menengah tentang program yang ditawarkan dan sangat memungkinkan dilakukannya pemilihan atau penyaringan terhadap siswa terbaik. daripada digunakan sebagai alat untuk menemukenali kemungkinan-kemungkinan peluang baru. baru kemudian merencanakan dan menemukembangkan strategi institusi untuk memenuhi kesempatan-kesempatan tersebut. Kerja sama dengan sebuah kelompok yang dipilih dari tenaga pengajar bisa memenuhi dan melakukan analisis SWOT untuk membantu mengembangkan strategi pengembangannya. menurut Glass (1991). "Seorang yang pesimis adalah orang yang melihat kegagalan di dalam suatu kesempatan. 5. Potensi Kesempatan Eksternal (O) Beberapa rumah sakit." Dalam contoh lembar-2. Penutup Analisa SWOT merupakan sebuah alat analisis yang cukup baik.Permintaan dunia usaha dan negara secara keseluruhan akan teknologi laser diperkirakan meningkat dalam 10 tahun ke depan. dalam menghadapi tantangan. Potensi Kelemahan Internal (W) Tenaga pengajar yang ada kurang teram-pil dalam penguasaan teknologi laser. Kelemahan SWOT Pada umumnya SWOT hanya mencerminkan pandangan seseorang atau kelompok. sehingga mempunyai keahlian dan pengalaman dalam menghadapi perubahan.Pengalaman masa lalu yang sukes dengan program baru yang dinamis. dan seorang yang optimis adalah orang yang melihat kesempatan di dalam suatu kegagalan. Hal penting yang perlu perhatikan bahwa kadang-kadang ancaman juga dapat dipandang sebagai kesempatan. industri logam. daripada sekedar menemukan kekuatan yang ada dan kesempatan yang dipilih untuk dikembangkan kemudian. Situasi keselamatan. kesempatan yang diberikan para ahli dalam industri untuk melatih siswa. Sebuah faksi di dalam lembaga lebih menginginkan sebuah program teknologi mikroprosessor daripada teknologi laser. Ada pepatah yang menyatakan. Potensi Kekuatan Internal (S) Perangkat elektronik yang ada dan program elektrik dapat menyediakan beberapa dasar yang diperlukan untuk sebuah program teknologi laser. SWOT memungkinkan sebuah institusi untuk mengambil cara yang singkat daripada melakukan sebuah penelitian khusus kekuatannya yang sesuai dengan kesempatan. efektif. Mengingat: selama masa brainstorming sebelumnya. Potensi Ancaman Eksternal (T) Lembaga pendidikan sejenis di negara tetangga telah memimpin dan memiliki infrastruktur untuk memulai sebuah program teknologi laser lebih cepat.Siswa sekolah lebih menunjukkan preferensi pada program-program bisnis daripada program-program teknik. dimana hanya mencerminkan keberpihakan dalam menilai tindakan yang telah ditentukan sebelumnya.Tenaga pengajar yang antusias dan berminat untuk memperoleh pengetahuan dan latihan lebih jauh dalam bidang laser. Hal ini akan menciptakan strategi efektif.Menimbang: lembaga pendidikan kejuruan teknik kemasyarakatan perlu menambah beberapa program baru yang inovatif. Kurangnya ruangan untuk menampung peralatan ekstra tambahan yang dibutuhkan. tergantung orang atau kelompok yang terlibat. muncul beberapa ide dan sebuah program dalam teknologi laser yang dikembangkan oleh yayasan/lembaga pendidikan dan tenaga pengajar lain.Dana yang cukup untuk diinvestasikan dalam program-program teknologi tinggi. Teknologi laser dalam bidang rumah sakit dan industri telah menawarkan keahlian mereka secara part-time. dan perusahaan komunikasi mengalami kekurangan akan teknologi laser. sehingga mengabaikan kesempatan yang tidak dirasakan. Beberapa alternatif lebih murah dan efi-sien dari perangkat laser yang muncul akan memberikan masa depan yang tidak prospektif bagi teknolog laser. 6. Contoh poin-poin berikut yang mungkin muncul dalam lembaran kerja. mungkin dianggap oleh sebagian anggota lembaga pendidikan (pengajar dan staf) sebagai suatu ancaman terhadap posisi atau pekerjaan mereka sendiri.

maka analisis harus sesering mungkin dibuat dan disesuaikan. O = Opportunity. Mengingat situasi dan kondisi yang cepat berubah seiring dengan berjalannya waktu. Model Kuantitatif Sebuah asumsi dasar dari model ini adalah kondisi yang berpasangan antara S dan W serta O dan T. W = Weakness. semoga. 2. yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. bahwa analisa SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi. serta efektif karena kesederhanaannya. Makna dan pesan yang paling mendalam dari analisa SWOT adalah apapun cara-cara serta tindakan yang diambil. baik bersifat positif maupun negatif. 3. dimana dapat menciptakan sejumlah rencana strategis untuk pengembangan program-program baru di sekolah kejuruan khususnya. 4. Penggunaannya agar lebih efektif hendaknya analisa SWOT harus bersifat fleksibel. Dapat digunakan secara kreatif. seperti Komponen Strength mungkin memiliki 12 sub komponen. Contoh pasangan Kekuatan dan Kelemahan : S Organisasi saat ini memiliki jumlah anggota yang sangat besar W besar menurunkan tingkat efektifitas koordinasi dan komunikasi antar anggota Jumlah anggota yang Contoh pasangan Kesempatan dan Ancaman : O Perbaikan tingkat ekonomi membuat makin banyak anak-anak Hindu yang bersekolah hingga perguruan tinggi di Surabaya. Selain empat komponen dasar ini. Jenis Analisa SWOT Terdapat dua model analisa SWOT yang umum digunakan dalam melakukan analisa situasi yaitu : 1. sehingga calon anggota KMHDI PC Surabaya makin banyak T Calon anggota yang berasal dari keluarga yang mapan seringkali tidak militan dan bersifat agak borjuis .adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini. harus selalu memiliki satu pasangan Weakness (W) dan setiap satu rumusan Opportunity (O) harus memiliki satu pasangan satu Threath (T). Analisa SWOT dapat melihat seluruh kemungkinan perubahan masa depan sebuah institusi melalui pendekatan sistematik melalui proses instropeksi dan mawas diri ke dalam. Ini berarti setiap satu rumusan Strength (S). kembangkan kekuatan. T = Threat. sehingga membentuk dan membangun fondasi. analisa SWOT. Komponen Weakness mungkin memiliki 8 sub komponen dan seterusnya. adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang di luar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi di masa depan. Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan. Sebenarnya masing-masing sub komponen adalah pengejawantahan dari masing-masing komponen. Satu hal yang harus diingat baik-baik oleh para pengguna analisa SWOT. dan bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang “cespleng” bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh organisasi. tangkap kesempatan/peluang. Juga sebagai alat bantu untuk memperluas dan mengembangakan visi dan misi suatu organisasi. Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu : 1. minimalkan kelemahan. dalam proses penganalisaannya akan berkembang menjadi beberapa Sub komponen yang jumlahnya tergantung pada kondisi organisasi. adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi di masa depan. proses pembuatan keputusan harus mengandung dan mempunyai prinsip berikut ini. S = Strength.pengambilan keputusan dalam organisasi atau komite bahkan individu. SWOT sangat praktis dan tidak boros terhadap waktu. . dan hilangkan ancaman. VISI DAN MISI Analisa SWOT DI DALAM ORGANISASI KERJA Analisa SWOT adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran).. adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini. Kondisi berpasangan ini terjadi karena diasumsikan bahwa dalam setiap kekuatan selalu ada kelemahan yang tersembunyi dan dari setiap kesempatan yang terbuka selalu ada ancaman yang harus diwaspadai.

perbedaan besar diantara keduanya adalah pada saat pembuatan sub komponen dari masing-masing komponen. diberikan skor yang lebih besar. menurunkan efektifitas koordinasi dan komunikasi 2. 2. Organisasi saat ini memiliki jumlah anggota yang banyak 2. Cadangan dana yang besar dapat membuat idealisme menurun 3. Organisasi memiliki anggota yang banyak 2. dimana satu sub komponen dibandingkan dengan sub komponen yang lain dalam komponen yang sama atau mengikuti lajur vertikal.. langkah selanjutnya adalah melakukan proses penilaian. Organisasi memiliki peraturan yang lengkap 4. sementara sub komponen W hanya 6 buah. Model Kualitatif Urut-urutan dalam membuat Analisa SWOT kualitatif. Organisasi memiliki cadangan dana yang besar 3. maka dalam model kualitatif hal ini tidak terjadi. Sub Komponen S ada sebanyak 10 buah. Selain itu. Peraturan yang ketat membuat organisasi menjadi kaku 60 10 30 Skor total komponen S 100 Skor total komponen W 100 Hasil penilaian ini dapat dilihat bentuknya dalam diagram cartesian dimana Strength (S) berpasangan dengan Weakness (W) dan Opportunity (O) berpasangan dengan Threat (T). Penilaian dilakukan dengan cara memberikan skor pada masingmasing sub komponen. Jumlah anggota yang banyak. Organisasi telah memiliki berbagai peraturan yang jelas tentang segala hal 40 30 30 W 1. Organisasi memiliki sekretariat yang representatif . Standar penilaian dibuat berdasarkan kesepakatan bersama untuk mengurangi kadar subyektifitas penilaian. tidak berbeda jauh dengan urut-urutan model kuantitatif.Komp Komp Sub.Komp S 1. Sub komponen yang lebih menentukan dalam jalannya organisasi. Organisasi memiliki cadangan dana yang besar 3. Apabila pada model kuantitatif setiap sub komponen S memiliki pasangan sub komponen W. Contoh Model Kualitatif : Komp Sub.Kemudian setelah masing-masing komponen dirumuskan dan dipasangkan. Contoh Pemberian skor : Kmp Sub Kmp Skor Kmp Sub Kmp Skor S 1. Sub Komponen pada masing-masing komponen (S-W-OT) adalah berdiri bebas dan tidak memiliki hubungan satu sama lain. dan satu sub komponen O memiliki pasangan satu sub komponen T. Ini berarti model kualitatif tidak dapat dibuatkan Diagram Cartesian. karena mungkin saja misalnya.

analisa SWOT berfungsi sebagai panduan pembuatan peta. visi dan misi sebagai sebuah konsep memiliki interaksi yang erat. Budaya organisasi adalah budaya tradisional yang menghambat tercapainya kondisi kerja yang efisien 2. Ketika telah berhasil membuat peta. Interaksi Analisa SWOT. Peta baru akan berguna jika tujuan telah ditetapkan.W 1. Analisa SWOT. misi program kerja Tujuan program kerja Target program kerja Segmentasi program kerja Strategi aksi program kerja Program kerja Analisis SWOT pelaksanaan Evaluasi Pelaksanaan Program Kerja . Keinginan anggota untuk belajar dari kesalahan sangat rendah Sebagai alat analisa. visi dan misi dan hubungannya dengan program kerja dan evaluasi program kerja. baik pada saat perumusan. Bagan interaksi analisa SWOT. Visi. pelaksanaan maupun evaluasi organisasi atau program. Visi dan Misi Bahasan mengenai analisa SWOT. Dengan acuan berupa visi-misi maka tujuan organisasi akan dapat dirumuskan dalam GBHO dan GBPK. Berikut adalah bagan yang menggambarkan interaksi antara analisa SWOT. langkah tidak boleh berhenti karena peta tidak menunjukkan kemana harus pergi. Misi Organisasi Tujuan Organisasi (GBHO dan GBPK) Analisa SWOT situasi dan kondisi lokal Visi. Misi Analisa SWOT Organisasi Visi. tetapi peta dapat menggambarkan banyak jalan yang dapat ditempuh jika ingin mencapai tujuan tertentu. Bagaimana menetapkan tujuan adalah bahasan selanjutnya yaitu membangun visi-misi organisasi atau program. sehingga kaitan diantara ketiganya harus dikuasai dengan baik sebelum melangkah ke konsep-konsep selanjutnya dalam menggerakkan organisasi. Visi dan Misi adalah suatu bagian integral dari sebuah organisasi. Analisa SWOT mengawali perumusan visi dan misi organisasi dan kemudian diterjemahkan dalam tujuan organisasi yang dalam KMHDI kita kenal sebagai GBHO dan GBPK.

.

T LUMAJANG 2009 .O.ANALISIS S.W.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful