P. 1
Manajemen Persediaan Bahan Baku Nira

Manajemen Persediaan Bahan Baku Nira

|Views: 703|Likes:
MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU NIRA

Manajemen persediaan bahan baku secara pengertian adalah penyusunan sistem persediaaan bahan baku yang optimal, sehingga biaya bahan baku di dalam perusahaan akan dapat ditekan seminimal mungkin. Tercakup dalam sistem persediaan bahan baku ini meliputi pengadaan bahan baku, penyimpanan bahan baku dan pengeluaran bahan baku. A. Pengadaan Bahan Baku Setiap pohon dapat menghasilkan 15 liter nira per hari dengan rendemen gula 15%. Nira dapat difermentasi menjadi
MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU NIRA

Manajemen persediaan bahan baku secara pengertian adalah penyusunan sistem persediaaan bahan baku yang optimal, sehingga biaya bahan baku di dalam perusahaan akan dapat ditekan seminimal mungkin. Tercakup dalam sistem persediaan bahan baku ini meliputi pengadaan bahan baku, penyimpanan bahan baku dan pengeluaran bahan baku. A. Pengadaan Bahan Baku Setiap pohon dapat menghasilkan 15 liter nira per hari dengan rendemen gula 15%. Nira dapat difermentasi menjadi

More info:

Published by: Prayudi Eko Setyawan on Jul 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2013

pdf

text

original

MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU NIRA

Manajemen persediaan bahan baku secara pengertian adalah penyusunan sistem
persediaaan bahan baku yang optimal, sehingga biaya bahan baku di dalam perusahaan akan
dapat ditekan seminimal mungkin. Tercakup dalam sistem persediaan bahan baku ini meliputi
pengadaan bahan baku, penyimpanan bahan baku dan pengeluaran bahan baku.
A. Pengadaan Bahan Baku
Setiap pohon dapat menghasilkan 15 liter nira per hari dengan rendemen gula
15%. Nira dapat difermentasi menjadi bioetanol. Untuk menghasilkan satu liter
bioetanol diperlukan 15 liter nira. Bila setiap pohon menghasilkan 15 liter nira per
hari dan dalam satu tahun aren dapat disadap 200 hari maka produksi nira mencapai
3.000 liter per pohon per tahun. (Puslitbang Tanaman Perkebunan, 2009). Dengan
demikian, setiap pohon dapat menghasilkan 200 liter bioetanol per tahun. Jika jarak
tanam pohon nira 5 m x 10 m = 50 m
2
, maka jumlah pohon nira dalam 1 hektar :
1 hektar = 10.000 m
2

Jumlah pohon =
ଵ଴଴଴଴ ୫

ହ଴୫

Ȁ୮୭୦୭୬
ൌ ʹͲͲ pohon
Kapasitas tangki penyimpanan nira selama 3 hari penyimpanan adalah
4.183.520 liter. Untuk memenuhi kebutuhan tangki penyimpanan selama 3 hari, luas
lahan yang dibutuhkan :
Jumlah pohon =
ସǤଵ଼ଷǤହଶ଴ ୪୧୲ୣ୰
ଵହ ୪୧୲ୣ୰Ȁ୮୭୦୭୬
ൌ ʹ͹ͺǤͻͲͳǡ͵͵ pohon
Luas lahan =
ଶ଻଼Ǥଽ଴ଵǡଷଷ ୮୭୦୭୬
ଶ଴଴ ୮୭୦୭୬Ȁ୦ୣ୩୲ୟ୰
ൌ ͳǤ͵ͻͶǡͷͳ hektai
Pohon berbunga setelah berumur 7-12 tahun. Tandan bunga muncul dari setiap
pelepah atau bekas pelepah daun, mulai dari atas kira-kira seperempat dari pucuk ke
arah bawah. Bunga pada tandan pertama hingga kelima atau enam adalah bunga
betina, baru disusul bunga jantan yang muncul secara bertahap. Tandan bunga yang
disadap adalah tandan bunga jantan. Jumlah tandan produktif 4-6 tandan tiap satu
pohon (Bernhard, 2007). Pohon aren akan mati 5 tahun setelah berbunga artinya
pohon sudah tidak produktif lagi dan perlu diremajakan sehingga kontinuitas produksi
nira terjamin
Sebelum pabrik beroperasi, ketersediaan bahan baku nira sangat mutlak
diperlukan. Oleh karena itu direncanakan 10 tahun dari sekarang areal seluas 1400
hektar yang direncanakan untuk areal perkebunan aren harus sudah dibebaskan
dengan cara membeli dari para pemilik tanah. Hal ini mengingat umur produktif dari
pohon aren 7-12 tahun.
Berdasarkan sifat tanaman aren dan pemanfaatannya maka dianjurkan
penanaman aren harus secara bertahap sehingga ketersediaan pohon aren untuk
disadap niranya tetap terjamin. Secara perhitungan, bila kemampuan petani menyadap
15-20 pohon tiap hari dengan masa sadap pohon produktif 1-3 tahun, maka dalam 1
hektar dimana terdapat 200 pohon aren harus direncanakan penanaman secara
bertahap setiap hektar setiap tahun 60-70 pohon selama 3 tahun.
Petani penyadap nira merupakan pegawai tetap yang direkrut perusahaan yang
jumlahnya disesuaikan dengan jumlah pohon aren yang dimiliki perusahaan dan
kemampuan petani dalam menyadap nira. Areal perkebunan aren yang merupakan
wilayah kerja perusahaan dibagi menjadi beberapa area produksi (Production Area).
Setiap area dipimpin oleh kepala area produksi berikut staf-stafnya yang mengawasi
dan mengontrol jalannya produksi. Hasil produksi tiap area kemudian dikumpulkan ke
Gathering Station dimana tangki penyimpanan nira nantinya berada.

B. Penyimpanan Bahan Baku
Nira aren mudah mengalami kerusakan karena dipengaruhi oleh kondisi
lingkungan selama penyadapan dan pengangkutan ke tempat pengolahan serta
kerusakan akibat proses fermentasi. Fermentasi ini disebabkan oleh aktivitas enzim
invertase yang dihasilkan oleh mikroba yang mengkontaminasi nira (Hamzah dan
Hasbullah, 1997). Treatment yang dilakukan adalah dengan memberikan bahan aditif
berupa kapur untuk memperpanjang umur nira segar menjadi 3 hari. Tangki
penyimpanan nira juga tidak luput dari treatment dengan melakukan fumigasi yaitu
pengasapan dengan gas fumigan untuk menghilangkan (mematikan) kuman. Untuk
menjaga keberlangsungan proses yang tergantung pada ketersediaan bahan baku nira,
maka tangki penyimpanan nira dibuat 3 buah yang memiliki kapasitas sama
menyimpan nira selama 3 hari produksi.



Tangki I Tangki II Tangki III
Tangki I : diisi pada hari ke-1 dan diproses pada hari ke-1-3
Tangki II : diisi pada hari ke-3 dan diproses pada hari ke-4-6
Tangki III : diisi pada hari ke-6 dan diproses pada hari ke 6-8
C. Pengeluaran Bahan Baku
Kapasitas produksi = 58819,44 kg/jam nira
= 58.064,6 kL/jam nira
= 58.064,6 kL/jam x 24 jam/hari
= 1.933.550,405 kL/hari (sepertiga volume tangki penyimpan)

Daftar Pustaka
Bernhard, Maliangkay Ronny. 2007. Teknik Budidaya dan Rehabilitasi Tanaman Aren.
Buletin Palma No.33 halaman 67-77 Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma
Lain.
Hamzah, H dan Hasbullah. 1997. Evaluasi Mutu Gula Semut yang dibuat dengan
menggunakan beberapa bahan pengawet alami. Prosiding Seminar Nasional
Teknologi Pangan tanggal 15-17 Juli 1997 di Denpasar. Perhimpunan Ahli Teknologi
Pangan.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Perkebunan. 2009. Aren, Sumber Energi
Alternatif. ISSN 0216-4427 Vol.31 No.2.

Fermentasi ini disebabkan oleh aktivitas enzim invertase yang dihasilkan oleh mikroba yang mengkontaminasi nira (Hamzah dan Hasbullah. Untuk menjaga keberlangsungan proses yang tergantung pada ketersediaan bahan baku nira.dengan cara membeli dari para pemilik tanah. Penyimpanan Bahan Baku Nira aren mudah mengalami kerusakan karena dipengaruhi oleh kondisi lingkungan selama penyadapan dan pengangkutan ke tempat pengolahan serta kerusakan akibat proses fermentasi. Hal ini mengingat umur produktif dari pohon aren 7-12 tahun. Tangki I Tangki I Tangki II Tangki III Tangki II Tangki III : diisi pada hari ke-1 dan diproses pada hari ke-1-3 : diisi pada hari ke-3 dan diproses pada hari ke-4-6 : diisi pada hari ke-6 dan diproses pada hari ke 6-8 . B. 1997). maka tangki penyimpanan nira dibuat 3 buah yang memiliki kapasitas sama menyimpan nira selama 3 hari produksi. Tangki penyimpanan nira juga tidak luput dari treatment dengan melakukan fumigasi yaitu pengasapan dengan gas fumigan untuk menghilangkan (mematikan) kuman. Areal perkebunan aren yang merupakan wilayah kerja perusahaan dibagi menjadi beberapa area produksi (Production Area). Setiap area dipimpin oleh kepala area produksi berikut staf-stafnya yang mengawasi dan mengontrol jalannya produksi. Berdasarkan sifat tanaman aren dan pemanfaatanny maka dianjurkan a penanaman aren harus secara bertahap sehingga ketersediaan pohon aren untuk disadap niranya tetap terjamin. bila kemampuan petani menyadap 15-20 pohon tiap hari dengan masa sadap pohon produktif 1-3 tahun. Treatment yang dilakukan adalah dengan memberikan bahan aditif berupa kapur untuk memperpanjang umur nira segar menjadi 3 hari. maka dalam 1 hektar dimana terdapat 200 pohon aren harus direncanakan penanaman secara bertahap setiap hektar setiap tahun 60-70 pohon selama 3 tahun. Secara perhitungan. Hasil produksi tiap area kemudian dikumpulkan ke Gathering Station dimana tangki penyimpanan nira nantinya berada. Petani penyadap nira merupakan pegawai tetap yang direkrut perusahaan yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah pohon aren yang dimiliki perusahaan dan kemampuan petani dalam menyadap nira.

Hamzah. Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan.550. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Perkebunan. Sumber Energi Alternatif. Pengeluaran Bahan Baku Kapasitas produksi = 58819.064.064.2.6 kL/jam x 24 jam/hari = 1.44 kg/jam nira = 58. Buletin Palma No. Evaluasi Mutu Gula Semut yang dibuat dengan menggunakan beberapa bahan pengawet alami. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pangan tanggal 15-17 Juli 1997 di Denpasar. Teknik Budidaya dan Rehabilitasi Tanaman Aren.933. 2009.6 kL/jam nira = 58.405 kL/hari (sepertiga volume tangki penyimpan) Daftar Pustaka Bernhard. 2007.33 halaman 67-77 Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain. Aren. H dan Hasbullah. Maliangkay Ronny.31 No. 1997. ISSN 0216-4427 Vol. .C.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->