MAKALAH

BIOKIMIA
TENTANG

METABOLISME ASAM NUKLEAT

Disusun Oleh
HANDES SETIAWAN SEFNI SUHERTI YETRI YENTI YULIA NOVA SARI ZAKI AHMADI

:
(10010114) (10010091) (10010093) (10010108) (10010090)

DOSEN PEMBIMBING : MELIYA WATI, S.Si PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG 2011

Amin Padang. dan dapat memberikan manfaat bagi saya sendiri dan kepada semua pembaca. maka dari itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. 19 Juni 2011 Penulis . iman dan ilmu pengetahuan. serta menilai dan memeriksa makalah ini. Akhirnya saya mengharapkan semoga makalah ini mendapatkan keridhaan dari Allah SWT. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu atas ide dan saranya. yang telah melimpahkan rahmad dan karuniaNya berupa nikmat dan kesehatan.KATA PENGANTAR Puji syukur kita sampaikan kehadirat Allah SWT. Ringkasan makalah ini bertujuan untuk melengkapi tugas mahasiswa dalam pemahaman tentang proses dari METABOLISME ASAM NUKLEAT. Kami sepenuhnya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam menyusun makalah ini.

Secara umum. bekerja. Dia mendeskripsikan rangkaian percobaan yang dilakukannya.BAB I PENDAHULUAN 1. yang melibatkan penimbangan dirinya sendiri pada sebuah kursi yang digantung pada sebuah timbangan besar sebelum dan sesudah makan. untuk diserap oleh sel tubuh. termasuk yang terjadi di tingkat selular. Anabolisme yaitu reaksi yang merangkai senyawa organik dari molekulmolekul tertentu. metabolisme memiliki dua arah lintasan reaksi kimia organik. Dan anabolisme merupakan reaksi yang merangkai senyawa organik dari molekul-molekul tertentu. Eksperimen terkontrol atas metabolisme manusia pertama kali diterbitkan oleh Santorio pada tahun 1614 di dalam bukunya. dan buang air besar. metabolisme memiliki dua arah lintasan reaksi kimia organik yaitu: 1. Sedangkan untuk katabolisme itu sendiri yaitu reaksi yang mengurai molekul senyawa organik untuk mendapatkan energi. untuk diserap oleh sel tubuh.1 Latar Belakang Metabolisme adalah semua reaksi kimia yang terjadi di dalam organisme. Secara umum. Dia menemukan bahwa bagian terbesar makanan yang dimakannnya hilang dari tubuh melalui “perspiratio insensibilis” (mungkin dapat diterjemahkan sebagai keringatan yang tidak tampak). tidur. berpuasa makan atau minum. . Katabolisme yaitu reaksi yang mengurai senyawa molekul organik untuk mendapatkan energy. “Ars de statica medecina” yang membuatnya terkenal di Eropa. 2.

DNA atau asam deoksiribonukleat mengandung 2-deoksiribosa). dan satu gugus basa nitrogen (basa N). dan basa nitrogen atau basa nukleotida (basa N). sitosin. Asam nukleat dinamai demikian karena keberadaan umumnya di dalam inti (nukleus) sel. dan guanin dapat ditemukan pada RNA maupun DNA. sedangkan timin dapat ditemukan hanya pada DNA dan urasil dapat ditemukan hanya pada RNA. Asam nukleat yang paling umum adalah Asam deoksiribonukleat (DNA) and Asam ribonukleat (RNA). RNA merupakan polimer yang tersusun dari sejumlah nukleotida. dan sebuah gugus fosfat. Setiap nukleotida memiliki satu gugus fosfat. Polimer tersusun . Selain itu. Asam nukleat sering dinamakan juga polinukleotida karena tersusun dari sejumlah molekul nukleotida sebagai monomernya. Asam nukleat adalah makromolekul biokimia yang kompleks. dan tersusun atas rantai nukleotida yang mengandung informasi genetik. Jenis asam nukleat dibedakan oleh jenis gula yang terdapat pada rantai asam nukleat tersebut (misalnya. Pada senyawa organik.Kedua arah lintasan metabolisime sangat diperlukan oleh setiap organisme untuk dapat bertahan hidup. Setiap nukleotida terdiri dari tiga komponen. dan monomer penyusunnya adalah nukleotida. yaitu sebuah basa nitrogen heterosiklik (purin atau pirimidin). gula pentosa. basa nitrogen yang ditemukan pada kedua jenis asam nukleat tersebut memiliki perbedaan: adenin. sebuah gula pentosa. satu gugus pentosa. Asam nukleat merupakan biopolimer. penentu arah reaksi kimia disebut promoter dan penentu mempercepatan reaksi kimia disebut katalis. Asam nukleat ditemukan pada semua sel hidup serta pada virus. Asam nukleat merupakan salah satu makromolekul yang memegang peranan sangat penting dalam kehidupan organisme karena di dalamnya tersimpan informasi genetik. dan dipercepat (dikatalisis) oleh enzim. Arah lintasan metabolisme ditentukan oleh suatu senyawa yang disebut sebagai hormon. berbobot molekul tinggi. Struktur dasar RNA mirip dengan DNA. Tiap nukleotida mempunyai struktur yang terdiri atas gugus fosfat.

dari ikatan berselang-seling antara gugus fosfat dari satu nukleotida dengan gugus pentosa dari nukleotida yang lain. Proses sintesis itu disebut anabolisme dan proses penguraian disebut katabolisme. dan penyerapan hasil penguraian tersebut melalui dinding usus. begitu juga dengan proses sintesis dan penguraian berlangsung dalam berbagai jalur metabolisme. proses pemasukan dan pengeluaran zat kimia dari dan ke dalam sel melalui membran proses biosintesis protein yang panjang dan rumit atau pun proses penguraian bahan makanan dalam sistem pencernaan mulai dari mulut. Metabolisme meliputi proses sintesis dan proses penguraian senyawa atau komponen dalam sel hidup. 1. termasuk reaksi yang sederhana seperti penguraian asamkarbonat menjadi air dan karbondioksida. serta penyerapannya keseluruh bagian tubuh yang memerlukannya. usus. Semua reaksi metabolism dikatalisis oleh enzim.2 Tujuan Makalah ini Adapun tujuan pembuatan makalah ini untuk mengetahui proses metabolisme dan katabolisme protein dan asam nukleat dalam tubuh . lambung.

dan basa nitrogen atau basa nukleotida (basa N). untuk pirimidin ada perbedaan antara DNA dan RNA. Dilihat dari strukturnya. Perbedaan struktur lainnya antara DNA dan RNA adalah pada basa Nnya. mempunyai struktur berupa cincin aromatik heterosiklik (mengandung C dan N) dan dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. Pada DNA. pada RNA tidak ada timin dan sebagai gantinya terdapat urasil (U). Basa N. purin terdiri atas adenin (A) dan guanin (G). sedangkan basa pirimidin hanya mempunyai satu cincin (monosiklik).1 Metabolisme Asam Nukleat Asam nukleat merupakan salah satu makromolekul yang memegang peranan sangat penting dalam kehidupan organisme karena di dalamnya tersimpan informasi genetik. Pada RNA gula pentosanya adalah ribosa. Asam nukleat sering dinamakan juga polinukleotida karena tersusun dari sejumlah molekul nukleotida sebagai monomernya. Tiap nukleotida mempunyai struktur yang terdiri atas gugus fosfat. perbedaan di antara kedua macam asam nukleat ini terutama terletak pada komponen gula pentosanya. sedangkan pada DNA gula pentosanya mengalami kehilangan satu atom O pada posisi C nomor 2’ sehingga dinamakan gula 2’-deoksiribosa. Basa purin mempunyai dua buah cincin (bisiklik). Timin berbeda . Kalau pada DNA basa pirimidin terdiri atas sitosin (C) dan timin (T). yaitu asam deoksiribonukleat atau deoxyribonucleic acid (DNA) dan asam ribonukleat atau ribonucleic acid (RNA). gula pentosa. baik pada DNA maupun pada RNA. dan juga RNA. Akan tetapi. yaitu purin dan pirimidin.BAB II PEMBAHASAN 2. Ada dua macam asam nukleat.

Namun. molekul ATP (adenosin trifosfat) adalah nukleotida yang merupakan nukleosida dengan tiga gugus fosfat. deoksisitidin. gugus fosfat b). Jika gula pentosanya adalah ribosa seperti halnya pada RNA. Sebagai contoh. dan deoksitimidin. maka nukleosidanya dapat berupa adenosin.dengan urasil hanya karena adanya gugus metil pada posisi nomor 5 sehingga timin dapat juga dikatakan sebagai 5-metilurasil. nukleotidanya akan ada empat macam. Di atas telah disinggung bahwa asam nukleat tersusun dari monomermonomer berupa nukleotida. . Sementara itu. Begitu pula. yaitu adenosin monofosfat. guanosin. setiap nukleotida pada asam nukleat dapat dilihat sebagai nukleosida monofosfat. deoksiguanosin. pengertian nukleotida secara umum sebenarnya adalah nukleosida dengan sebuah atau lebih gugus fosfat. guanosin monofosfat. basa N Di antara ketiga komponen monomer asam nukleat tersebut di atas. sitidin monofosfat. gula pentosa c). maka (2’deoksiribo)nukleosidanya terdiri atas deoksiadenosin. yang masing-masing terdiri atas sebuah gugus fosfat. dan uridin monofosfat. sitidin. Dengan perkataan lain. Dengan demikian. hanya basa N-lah yang memungkinkan terjadinya variasi. identifikasi asam nukleat dilakukan berdasarkan atas urutan basa N-nya sehingga secara skema kita bisa menggambarkan suatu molekul asam nukleat hanya dengan menuliskan urutan basanya saja. dan sebuah basa N.2 Komponen-komponen asam nukleat a). dan uridin. 2. jika gula pentosanya adalah deoksiribosa seperti halnya pada DNA. Pada kenyataannya memang urutan (sekuens) basa N pada suatu molekul asam nukleat merupakan penentu bagi spesifisitasnya. sebuah gula pentosa.

3 Sifat-sifat Fisika-Kimia Asam Nukleat Di bawah ini akan dibicarakan sekilas beberapa sifat fisika-kimia asam nukleat. RNA diproduksi sebagai salinan kode urutan basa nitrogen DNA dalam proses transkripsi. sebenarnya tidaklah demikian. Ikatan hidrogen di antara pasanganpasangan basa hanya akan sama kuatnya dengan ikatan hidrogen antara basa dan molekul air apabila DNA berada dalam bentuk rantai tunggal. pengaruh asam. pengaruh alkali. denaturasi kimia. Permukaan basa yang bersifat hidrofobik . Stabilitas asam nukleat Ketika kita melihat struktur tangga berpilin molekul DNA atau pun struktur sekunder RNA. tetapi sekedar menentukan spesifitas perpasangan basa. yang dikenal dengan nama kodon. ikatan hidrogen jelas tidak berpengaruh terhadap stabilitas struktur asam nukleat. Penentu stabilitas struktur asam nukleat terletak pada interaksi penempatan (stacking interactions) antara pasangan-pasangan basa. Padahal. monomer yang menyusun protein. RNA merupakan bahan genetik universal sebelum organisme hidup memakai DNA. 2. Sifat-sifat tersebut adalah stabilitas asam nukleat. Penelitian mutakhir atas fungsi RNA menunjukkan bukti yang mendukung atas teori 'dunia RNA'. a. dan kerapatan apung. tiga urutan basa N. Setiap kodon berelasi dengan satu asam amino (atau kode untuk berhenti). Dalam peran ini. yang menyatakan bahwa pada awal proses evolusi. Jadi. Lihat ekspresi genetic untuk keterangan lebih lanjut. sepintas akan nampak bahwa struktur tersebut menjadi stabil akibat adanya ikatan hidrogen di antara basa-basa yang berpasangan. Kode urutan basa ini tersusun dalam bentuk 'triplet'. viskositas.Peran penting RNA terletak pada fungsinya sebagai perantara antara DNA dan protein dalam proses ekspresi genetik karena ini berlaku untuk semua organisme hidup.

Pengaruh alkali Pengaruh alkali terhadap asam nukleat mengakibatkan terjadinya perubahan status tautomerik basa. d. RNA jauh lebih rentan terhadap hidrolisis bila dibadingkan dengan DNA karena adanya gugus OH pada atom C nomor 2 di dalam gula ribosanya. tetapi panjangnya dapat . peningkatan pH akan menyebabkan perubahan struktur guanin dari bentuk keto menjadi bentuk enolat karena molekul tersebut kehilangan sebuah proton. Hal yang sama terjadi pula pada RNA. Bahkan pada pH netral sekalipun. misalnya HClO4 dengan suhu lebih dari 100ºC. Namun.menyebabkan molekul-molekul air dikeluarkan dari sela-sela perpasangan basa sehingga perpasangan tersebut menjadi kuat. hanya ikatan glikosidik antara gula dan basa purin saja yang putus sehingga asam nukleat dikatakan bersifat apurinik. e. perubahan ini akan menyebabkan terputusnya sejumlah ikatan hidrogen sehingga pada akhirnya rantai ganda DNA mengalami denaturasi. Denaturasi kimia Sejumlah bahan kimia diketahui dapat menyebabkan denaturasi asam nukleat pada pH netral. b. asam nukleat akan mengalami hidrolisis sempurna menjadi komponen-komponennya. Selanjutnya. Pada konsentrasi yang relatif tinggi. Viskositas DNA kromosom dikatakan mempunyai nisbah aksial yang sangat tinggi karena diameternya hanya sekitar 2 nm. Pengaruh asam Di dalam asam pekat dan suhu tinggi. senyawa-senyawa tersebut dapat merusak ikatan hidrogen. c. di dalam asam mineral yang lebih encer. Artinya. Contoh yang paling dikenal adalah urea (CO(NH2)2) dan formamid (COHNH2). stabilitas struktur sekunder asam nukleat menjadi berkurang dan rantai ganda mengalami denaturasi. Sebagai contoh.

098% (G + C). Selain itu. 2. Kerapatan apung Analisis dan pemurnian DNA dapat dilakukan sesuai dengan kerapatan apung (bouyant density)-nya. DNA merupakan molekul yang relatif kaku sehingga larutan DNA akan mempunyai viskositas yang tinggi. maka DNA dapat dimurnikan baik dari RNA maupun dari protein. DNA tersebut berbentuk tipis memanjang. misalnya sesium klorid (CsCl) 8M. Dengan demikian. maka garam CsCl yang pekat akan bermigrasi ke dasar tabung dengan membentuk gradien kerapatan. sampel DNA akan bermigrasi menuju posisi gradien yang sesuai dengan kerapatannya. Hal ini menimbulkan masalah tersendiri ketika kita hendak melakukan isolasi DNA yang utuh. Jika larutan ini disentrifugasi dengan kecepatan yang sangat tinggi. ρ = 1. dan seterusnya). sekedar untuk membedakannya dengan penomoran posisi pada cincin basa. Di dalam larutan yang mengandung garam pekat dengan berat molekul tinggi. Dalam hal ini.mencapai beberapa sentimeter. Oleh karena dengan teknik sentrifugasi tersebut pelet RNA akan berada di dasar tabung dan protein akan mengapung. Karena sifatnya itulah molekul DNA menjadi sangat rentan terhadap fragmentasi fisik. f. Kompleks gula-basa ini dinamakan . 2’.7 g/cm3. Posisi 1’ pada gula akan berikatan dengan posisi 9 (N-9) pada basa purin atau posisi 1 (N-1) pada basa pirimidin melalui ikatan glikosidik atau glikosilik. teknik tersebut juga berguna untuk keperluan analisis DNA karena kerapatan apung DNA (ρ) merupakan fungsi linier bagi kandungan GC-nya. yakni sekitar 1.66 + 0. Selain itu.4 Nukleosida dan nukleotida Penomoran posisi atom C pada cincin gula dilakukan menggunakan tanda aksen (1’. Begitu juga. Teknik ini dikenal sebagai sentrifugasi seimbang dalam tingkat kerapatan (equilibrium density gradient centrifugation) atau sentrifugasi isopiknik. DNA mempunyai kerapatan yang sama dengan larutan tersebut.

guanosin monofosfat. yang masing-masing terdiri atas sebuah gugus fosfat. sebuah gula pentosa. deoksiguanosin. molekul ATP (adenosin trifosfat) adalah nukleotida yang merupakan nukleosida dengan tiga gugus fosfat. deoksisitidin. Namun. Begitu pula. . sitidin monofosfat. mirip utk setiap organism. Dengan demikian. Jika gula pentosanya adalah ribosa seperti halnya pada RNA. dan uridin sitidin. Sebagai contoh. dan deoksitimidin. Di atas telah disinggung bahwa asam nukleat tersusun dari monomer-monomer berupa nukleotida. Sementara itu.nukleosida. maka nukleosidanya dapat berupa adenosin. yaitu adenosin monofosfat. pengertian nukleotida secara umum sebenarnya adalah nukleosida dengan sebuah atau lebih gugus fosfat. dan uridin monofosfat. nukleotidanya akan ada empat macam. Hampir semua organisme mampu mensintesis nukleotida dr prekursor yg lebih sederhana. setiap nukleotida pada asam nukleat dapat dilihat sebagai nukleosida monofosfat. dan sebuah basa N. jika gula pentosanya adalah deoksiribosa seperti halnya pada DNA. guanosin. Nukleotida juga dapat disintesis dari hasil pemecahan nukleotida yang telah ada . jalur de novo untuk nukleotida. maka (2’deoksiribo)nukleosidanya terdiri atas deoksiadenosin.

5 Degradasi nukleotida Di dalam usus halus tjd pemutusan ikatan fosfodiester oleh endonuklease (pankreas) à oligonukleotida. Dipecah lebih lanjut dg fosfodiesterase (ensim exonuclease non spesifik) menjadi monofosfat. 2. salvage pathway (recycle) yaitu dari degradasi pirimidin dan purin  dari sel yang mati (regenerasi) atau dari makanan. . basa akan lebih lanjut didegradasi menjadi asam urat (purin). Jika basa atau nukleosida tidak digunakan kembali utk salvage pathways. Dipecah lbh lanjut fosfomonoesterase dikenal sebagai nukleotidase à menghasilkan nukleosida and orthophosphate. Nucleosida phosphorylaseà menghasilkan basa dan and ribose-1-phosphate. ureidopropionat (pyrimidine).

7. Metabolisme adalah semua reaksi kimia yang terjadi di dalam organisme. hanya basa N-lah yang memungkinkan terjadinya variasi. berbobot molekul tinggi. Peran penting RNA terletak pada fungsinya sebagai perantara antara DNA dan protein dalam proses ekspresi genetik karena ini berlaku untuk semua organisme hidup. . Jika gula pentosanya adalah ribosa seperti halnya pada RNA. 3. dan uridin sitidin. Basa N. mempunyai struktur berupa cincin aromatik heterosiklik (mengandung C dan N) dan dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. RNA diproduksi sebagai salinan kode urutan basa nitrogen DNA dalam proses transkripsi. 5. maka nukleosidanya dapat berupa adenosin. yaitu purin dan pirimidin. termasuk yang terjadi di tingkat selular. Peran penting RNA terletak pada fungsinya sebagai perantara antara DNA dan protein dalam proses ekspresi genetik karena ini berlaku untuk semua organisme hidup. 2. guanosin.1 Kesimpulan 1. . 6. Perbedaan struktur lainnya antara DNA dan RNA adalah pada basa N-nya.BAB III PENUTUP 3. 4. Antara ketiga komponen monomer asam nukleat tersebut di atas. baik pada DNA maupun pada RNA. Asam nukleat adalah makromolekul biokimia yang kompleks. Dalam peran ini.

dkk.Biologi SMA Jilid II.2007.DAFTAR PUSTAKA Poejiadi.Jakarta. Anna dan Titin Supriyanti.Dasar-Dasar biokimia.Jakarta.2008.UI-Press Srikini.Erlangga http:// .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful