P. 1
Pengujian BJ Semen Portland

Pengujian BJ Semen Portland

|Views: 1,610|Likes:
Published by Tatank Bahlawant

More info:

Published by: Tatank Bahlawant on Jul 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2013

pdf

text

original

LABORATORIUM REKAYASA BETON JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext. 266 Bandung

Subjek Topik

: Pengujian Bahan Perekat Hidrolis No. Uji : Uji Berat Jenis Semen Portland Dengan Halaman Menggunakan Labu Lee Chatellier

: 01 : 1/5

I.

REFERENSI 1. ASTM C.188 2. ASTM C 150

II.

TUJUAN Untuk dapat melakukan penentuan berat jenis pada bahan perekat hidrolis/semen Portland baik tipe 1 maupun yang lainnya.

III.

DASAR TEORI Semen Portland adalah bahan konstruksi yang palin banyak digunakan dalam dalam pekerjaan beton. Menurut ASTM C-150,1985, semen Portland didefinisikan sebagai semen hidrolik yang dihasilkan dengan menggiling klingker yang terdiri dari kalsium silikat hidrolik, yamg umumnya mengandung satu atau lebih bentuk kalsium sulfat sebagai bahan tambahan yang digiling bersama-sama dengan bahan utamanya. Semen Portland memiliki penyimpangan seperti ketidak murnian dan penyimpangan mutu yang diakibakan dari perbedaan komposisi dan lamanya penyimpanan dari semen Portland. Salah satu pengujian yang dapat mengindikasikan kepada hal tersebut adalah dengan pengujian berat jenis, berat jenis semen Portland pada umumnya berkisar antara 3.00 sampai 3.20 dengan angka rata-rata 3.15 . Jika semen Portland memiliki berat jenis kurang dari 3.00 maka semen dianggap tidak murni lagi atau tercampur dengan bahan lain, dan jika digunakan dalam pembuatan beton maka beton yang dihasilkan akan bermutu rendah dan mudah rusak, begitu pula terhadap ikatan-ikatan tidak akan sempurna. Berat jenis dapat dihitung dengan menggunakan rumus : BJ = ( W / ( V1-V2 ) ) * d

1

LABORATORIUM REKAYASA BETON JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext. 266 Bandung

Subjek Topik

: Pengujian Bahan Perekat Hidrolis No. Uji : Uji Berat Jenis Semen Portland Dengan Halaman Menggunakan Labu Lee Chatellier

: 01 : 2/5

BJ = berat jenis ( gr/ml ) W = berat semen Portland ( gr ) V1 = volume awal ( ml ) V2 = volume akhir ( ml ) d IV. 1. = berat isi air pada suhu ruang yang tetap

PERALATAN DAN BAHAN Peralatan No. 1. 2. 3. 4. Nama Peralatan Le Chatelier Flask Corong Kaca Timbangan Saringan Minyak Keterangan Terbuat dari gelas berbentuk labu sesuai ASTM C.188 Terbuat dari gelas/kaca Ketelitian 0,001 gram Terbuat dari kertas semi permeable ¾“ Terbuat dari kawat baja Terbuat dari gelas Lap kain Pel Breaker Plastik/gelas

dengan

ketebalan tertentu yang sifatnya 5. 6. 7. 8. 9. 2. Kuas Penusuk Pipet Lap Bejana

Bahan a. Semen Portland Type I , Merk Tiga Roda b. Kerozen/Naphta dengan berat jenis 62 API (Amarican Petroleum Institute). c. Kertas Tisue.

2

LABORATORIUM REKAYASA BETON JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext. 266 Bandung

Subjek Topik

: Pengujian Bahan Perekat Hidrolis No. Uji : Uji Berat Jenis Semen Portland Dengan Halaman Menggunakan Labu Lee Chatellier

: 01 : 3/5

V.

PROSEDUR PENGUJIAN 1. Mengisi labu Le Chatelier dengan kerozen atau naphta sampai skala 0 dan 1, kemudian bagian dalam botol di atas permukaan cairan dikeringkan (gunakan kawat yang bagian ujungnya telah sililitkan tissue). 2. memasukkan botol ke dalam ruangan, dengan suhu ruang 26º untuk menyamakan suhu cairan dalam botol dengan suhu yang ditetapkan pada botol selama ± 15 menit. 3. Setelah suhu cairan dalam botol sama dengan suhu cairan yang ditetapkan pada botol, maka langkah selanjutnya adalah membaca skala pada botol (V1). Botol berisi Kerozene/naphta

V1

4.

Menimbang Semen Portland ± 55 gram, dan Memasukkannya sedikit demi sedikit kedalam botol yang sudah berisi cairan tersebut, serta menghindari penempelan semen portland pada dinding dalam botol di atas cairan.

5.

Setelah semua semen portland (benda uji) dimasukkan, langkah selanjutnya adalah memutar botol dengan posisi miring secara perlahan-lahan sampai gelembung udara tidak timbul lagi pada permukaan cairan.

6.

Mengulangi pekerjaan pada langkah 2 dan 3 di atas, kemudian membaca skala pada botol (V2).

3

LABORATORIUM REKAYASA BETON JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext. 266 Bandung

Subjek Topik

: Pengujian Bahan Perekat Hidrolis No. Uji : Uji Berat Jenis Semen Portland Dengan Halaman Menggunakan Labu Lee Chatellier V2

: 01 : 4/5

Kerozen/naphta + Semen Portland

VI.

PENGOLAHAN DATA BJ Semen Portland

Nomor Contoh Berat benda uji (gram) Volume awal (ml) Volume Akhir (ml) B V1 V2 B Berat Jenis Semen (V2-V1) /ρ

I 55,76 0,2 18,3

II 55,12 0,05 18,1

III 56,48 0,2 18,35

3.08

3.06 3.083

3.11

Catatan : BJ semen portland mempunyai kisaran 3.0 - 3.2

4

LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Ext. 266 Bandung

Subjek Topik

: Uji Bahan Perekat Hidrolis No. Uji : Uji Berat Jenis Semen Portland Dengan Halaman Tgl Uji Menggunakan Labu Lee Chatellier

: 1 : 5/5 : 21-09-2007

VII.

KESIMPULAN Dari data hasil praktikum telah diperoleh berat jenis sebesar 3.01 gr/ml, berdasarkan pada ketentuan umum yaitu berat jenis semen berkisar antara 3.00 sampai 3.20 gr/ml. Dapat disimpulkan bahwa semen Portland type I merek tiga roda masih mrni dan dapat digunakan.

Penanggung Jawab

Dosen Pembimbing

Lingga Dwi R.H NIM 06101018

Rochaeti, ST NIP 131 857 211

5

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->