Ketika mencari sebuah keterangan tentang sebuah kitab Fiqh dalam madzab Syafi¶i, secara kebetulan saya menemukan

sebuah artikel tentang sejarah literatur-literatur (kitab-kitab) Fiqh dalam madzab ini dari zaman ke zaman. Maka, artikel saya angkut ke sini. Tapi tidak semua. Artikel sangat panjang, sehingga saya pilih hanya yang berkaitan dengan sejarah dan kebersinambungannya kitab-kitab dalam madzab syafi¶i ini saja yang dikutip. Dan juga tulisan saya ringkas seperlunya. Jika ingin mengetahui keseluruhan artikel, sila simak di sumber ini: http://fauzidex.multiply.com/ . Literatur buku-buku Fiqh dalam Madzhab Syafi¶i Dibandingkan dengan madzhab-madzhab fiqih lainnya, madzhab Syafi¶i tentu merupakan madzhab yang paling banyak buku-buku fiqhnya. Dalam maktabah-maktabah, kemungkinan besar buku-buku madzab fiqh Syafi¶i ini menghabiskan setengahnya bahkan lebih dari isi maktabah tersebut. Banyaknya buku-buku ini, adalah berkat kejuhudan murid-murid dan ulama Syafi¶iyyah. Juga karena buku-buku fiqh Madzhab Syafi¶i ini satu sama lain ditulis dengan saling mengacu pada kitab sebelumnya, sehingga berkaitan dan bersambung. Buku pertama dalam madzhab Syafi¶i adalah kitab al-Umm karya Imam Syafi¶i (w 150H) sendiri. Pada masa berikutnya, buku al-Umm ini diringkas oleh muridnya yang bernama Imam al-Muzani (w 264 H) dalam bukunya berjudul Mukhtashar al-Muzani. Tidak lama kemudian, buku Mukhtashar al-Muzani ini disyarah oleh Imam al-Haramain al-Juwaini (w 478 H) dalam Nihayatul Mathlab fi Dirayah al-Madzhab. Selang beberapa lama karya Imam Juwaini ini diringkas oleh muridnya Imam al-Ghazali (w 505 H) dalam bukunya al-Basith. Tidak puas dengan al-Basith, Imam Ghazali meringkasnya menjadi al-Wasith, kemudian al-Wasith diringkas juga dalam bukunya yang lain berjudul al-Wajiz dan terakhir, buku al-Wajiz ini diringkas lagi dalam bukunya al-Khulashah. Imam ar-Raf¶i (w 624 H) meringkas al-Wajiz karya Imam al-Ghazali tadi menjadi al-Muharrar. Selang beberapa lama, Imam Nawawi (w 676 H) meringkas buku al-Muharrar dalam karyanya Minhajut Thalibin yang kemudian menjadi pegangan utama para ulama Syafi¶iyyah dalam berijtihad dan berfatwa. Kemudian, buku Minhajut Thalibin ini diringkas oleh Syaikhul Islam Zakaria al-Anshari dalam bukunya al-Manhaj. Buku al-Manhaj ini lalu diringkas oleh Imam alJauhari menjadi an-Nahj. Imam ar-Rafi¶i juga mensyarah kitab al-Wajiz karya Imam Ghazali dalam dua buah karyanya yakni asy-Syarh as-Shagir, dan asy-Syarh al-Kabir yang diberi nama dengan al-¶Aziz. Kemudian Imam Nawawi meringkas buku al-Aziz karya Imam Rafi¶i tadi menjadi ar-Raudhah (lengkapnya Raudhatut Thalibin wa Umdatul Muftin), lalu Ibnu Maqarra meringkas ar-Raudah menjadi ar-

Karya-karya yang tidak termasuk salah satu dari lima kelompok di atas 7. kitab-kitab fiqh madzhab Syafi¶i dicoba dibagi ke dalam tujuh kelompok. Karya-karya yang berkaitan dengan fiqih muqaran 5. Ibnu Hajar al-Haitami (w 974 H) meringkas buku ar-Raud ini dalam karyanya berjudul anNa¶im. Lalu kitab al-Buhjah ini disyarah oleh Syaikhul Islam Zakaria alAnshari dengan dua syarah (hanya tidak disebutkan nama syarah ini). Tampak kesinambungan buku-buku fiqh madzhab Syafi¶i ini antara satu dengan yang lainnya. Dari sejarah perkembangan madzhab Syafi¶i. Karya-karya Imam Syafi¶i 2. kemudian Ibn Hajar al-Haitami mensyarahnya menjadi al-Ii¶ab hanya saja tidak sampai akhir. Misal. Al-Irsyad ini disyarah oleh Ibn Hajar al-Haitami dalam dua syarah. Setelah masa Ibnu Hajar al-Haitami ini baru bermunculan buku-buku berupa hasyiyah dari kitab-kitab sebelumnya. akan tetapi tidak sampai selesai. Imam Zakaria al-Anshari kemudian mensyarah buku ar-Raud ini dalam karyanya berjudul al-Asna. Imam al-Qazuwaini meringkas buku al-Aziz karya Imam Rafi¶i dalam karyanya berjudul alHawi ash-Shagir. kemudian dikumpulkan dalam nadham-nadham oleh Ibn al-Wardi dalam karyanya berjudul al-Buhjah. Inilah yang menyebabkan buku-buku fiqh Madzhab Syafi¶i ini menjadi lebih banyak bila dibandingkan dengan madzhab fiqh lainnya. Hal ini juga menjadikan cara penempatan bab-bab fiqh dalam buku-buku fiqh Syafi¶i menjadi hampir sama. Karya-karya Ulama Syafi¶iyyah generasi pertama 3. Karya-karya yang membahas tema-tema tertentu dan khusus 6. Ibnu al-Maqarri meringkas buku al-Hawi ash-Shagir menjadi al-Irsyad. Berikut adalah urutan sejarah kitab-kitab madzhab Syafi¶i. pembagian bab-bab yang disusun dalam kitab al-Umm hampir sama penempatannya dengan buku Minhajut Thalibin atau syarahnya. . Karya-karya Madzhab Syafi¶i belakangan Berikut ini penjelasannya. . dan mengumpulkannya menjadi kumpulan nadham dalam karyanya berjudul al-Khulashah. Karya-karya ulama Syafi¶iyyah generasi kedua 4. 1. Imam Suyuthi (w 911 H) meringkas kitab ar-Raudah ini dalam karyanya berjudul al-Gunyah. Kitab ar-Raudhah juga diringkas oleh Ahmad bin Umar al-Muzjid az-Zabidi dalam karyanya berjudul al-¶Ibab.Raud. Karya-karya Imam Syafi¶i . Ketujuh pengelompokan dimaksud adalah: 1.

Kitab Jima¶il µIlm 6. Buku ini dicetak pertama kali oleh Dar Qutaibah di Beirut pada tahun 1996 dalam 15 Juz yang dikumpulkan dalam 10 Jilid besar. maka pendapat itulah yang dipandang sebagai pendapat yang abash sebagai madzhab Syafi¶i. . Menurut penulis asli artikel ini. apabila kedua imam tersebut sepakat dan tidak ada beda pendapat dalam satu masalah. Kitab Bayan Faraidhillah 7. tapi langsung ke hukumnya. Kitab ini sangat berguna untuk mengetahui dalil-dalil Imam Syafi¶i terutama dalil-dalil dari Sunnah dan Atsar serta bagaimana kedudukan haditsnya dan sanadnya. Kitab Siyaril Auzai. Kitab ar-Radd µAla Muhammad bin al-Hasan asy-Syaibany 10. buku tahkikan DR. Buku tahkiknya ini awalnya adalah risalah Dukturah beliau yang diajukan ke Jami¶ah Islamiyyah di Karachi Pakistan. Kitab Ikhtilaf Ali wa Abdillah bin Mas¶ud 4. Kitab Ikhtilaf Malik was Syafi¶i 5. Kadang-kadang dalam kitab al-Umm sendiri tidak disebutkan dalilnya. bahkan terpenting setelah karya-karya Imam Syafi¶i. telah ditahkik (diberi catatan kaki) dengan sangat bagus dan lengkap oleh DR.Berikut ini karya-karya Imam Syafi¶i yang disusun ketika beliau berada di Mesir: 1. yakni Ma¶rifatus Sunan wal Atsar karya Imam al-Hafidz al-Baihaqi. Semua karya-karya Imam Syafi¶i sebagaimana telah penulis sebutkan di atas. 2. . Untuk mengetahui dalil-dalil di dalam kitab al-Umm ini. Di sini. Karya-karya Tokoh Ulama Syafi¶iyyah generasi pertama setelah Imam Syafi¶i Yang dimaksud dengan tokoh Syafi¶iyyah generasi pertama di sini adalah untuk menyebut dua imam besar madzhab Syafi¶i yakni Imam Rafi¶i (557-623H) dan Imam Nawawi (631-676 H). Ahmad Badruddin Hasun dengan judul Mausu¶ah al-Imam asy-Syafi¶i . Ketika seseorang ingin mengetahui pendapat ulama madzhab Syafi¶i (bukan pendapat Imam Syafi¶i ) tentang sebuah masalah. Kitab al-Umm 2. Ahmad Badruddin Hasun ini adalah yang paling baik dan paling lengkap dalam segi tahkikan dan kekayaan maklumat yang dikandungnya. Kitab Shifati Nahyi Rasulillah 8. Kitab Ibthalil Istihsan 9. Karya-karya dua imam ini dalam madzhab Syafi¶i mempunyai kedudukan sangat penting. ada kitab. Buku ini dicetak oleh Darul Kutub Ilmiyyah Beirut dengan muhakik Sayyid Karwi Hasan. maka karya-karya dua imam ini dapat mewakilinya. Kitab Ikhtilaf Abi Hanifah wabni Abi Laila 3.

Imam Rafi¶i dalam buku ini terlebih dahulu menjelaskan persoalan. Mengingat pentingnya karya-karya dua imam dimaksud. Di antara syarah terhadap buku ini adalah Mughnil Muhtaj karya al-Khatib asy-Syarbini.Namun. 2) Kitab asy-Syarhus Shagir. . 3) Kitab al-Aziz Syarh al-Wajiz atau asy-Syarh al-Kabir. sudah ditahkik oleh mahasiswa magister Jami¶ah al-Jinan alLubnaniyyah. dan Nihayatul Muhtaj karya Imam ar-Ramli. A. Dalam penjabarannya. apabila antara Imam Rafi¶i dengan Imam Nawawi berbeda pendapat dan tidak mungkin dapat digabungkan kedua pendapat tersebut. Buku ini. buku ini menjadi rujukan utama para ulama Syafi¶iyyah dalam menetapkan sebuah persoalan. Buku Minhajut Thalibin ini dinilai buku yang sangat penting bahkan terpenting di antara buku-buku periode pertama Madzhab Syafi¶i. lantaran sudah terwakili oleh buku Minhajut Thalibin yang merupakan ringkasan dari Kitab al-Muharrar tersebut. Buku ini ditahkik oleh Adil Ahmad Abdul Maujud dan Ali Muhammad Mu¶awwad serta dicetak oleh Darul Kutub al-Ilmiyyah pada tahun 1997. adalah: 1) Kitab Minhajut Thalibin. kemudian kaitannya dengan pendapat Imam Syafi¶i serta pendapat para ashhabnya. Oleh karena itu. Buku ini merupakan syarah terhadap buku Imam al-Ghazali yang berjudul al-Wajiz. dan antara keduanya sama kuat. kemudian diakhiri dengan pemilihan mana yang dipandang sebagai madzhab Syafi¶i. Barangkali di antara sebab belum ditahkik dan belum dicetaknya. 2) Raudhatut Thalibin wa Umdatul Muftin. Buku ini merupakan ringkasan dari buku al-Muharrar karya Imam Rafi¶i. Buku ini merupakan ringkasan dari buku al-Aziz Syarh al-Wajiz karya Imam Rafi¶i. Buku ini merupakan buku terpenting dan terbesar dari karya Imam Rafi¶i. dengan syarah yang sangat luas dan panjang. hanya saja sampai saat ini belum dicetak. Umumnya. Buku ini lebih tebal dari pada buku Minhajut Thalibin di atas. berikut ini diketengahkan karya-karya keduanya. Buku ini sampai saat ini masih berbentuk makhtutat. Buku ini merupakan syarah dari buku al-Wajiz karya Imam al-Ghazali. Karya-karya Imam Nawawi Imam Nawawi mengarang banyak buku fiqh dalam Madzhab Syafi¶i. alManhaj wa Syarhuh karya Syaikhul Islam Zakaria al-Anshari. Tuhfatul Muhtaj karya Ibnu Hajar al-Haitami. manuskrip dan belum ditahkik serta belum dicetak. B. Karya-karya Imam Abdul Karim bin Muhammad ar-Rafi¶i 1) Kitab al-Muharrar. Sementara buku-bukunya yang masih ada yang dipandang sangat penting. maka yang harus didahulukan adalah pendapatnya Imam Nawawi. buku ini mempunyai syarah dan hawasyi yang sangat banyak.

Buku ini merupakan buku terbesar dan terpenting dari karya Imam Nawawi. Imam Nawawi menulis buku ini hanya sampai pada Bab Riba dari Kitab al-Buyu¶. Ada yang dicetak oleh Dar Ihya at-Turats al-Arabi yang berikan nomor oleh Ustadz Muhammad Fuad Abdul Baqi¶. akan tetapi juga membandingkannya dengan madzhab-madzhab lainnya yang tentunya disertai dengan munaqasyah dan rad-rad tajam. Upaya untuk mentarjih aqwal tersebut telah dilakukan oleh dua Imam besar yakni Imam Rafi¶i dan Imam Nawawi. Buku al-Majmu¶ ini adalah buku terakhir Imam Nawawi. 4) Syarah Shahih Muslim. Buku ini dicetak beberapa kali cetakan dan oleh beberapa penerbit. Untuk itu. Hanya saja. para ulama Syafi¶iyyah berikutnya dalam menetapkan sebuah persoalan lebih banyak berpegang kepada Minhajut Thalibin dan Raudhatut Thalibin dari pada kepada alMajmu¶. Beberapa ulama lain yang melengkapi buku alMajmu¶ ini adalah al-Allamah Isa bin Yusuf Mannun (w 1376 H) dan Muhammad Najib alMuthi¶i (w 1406 H). Buku ini dinilai sebagai buku syarah terpenting dan terbaik juga lebih terkenal dari pada syarah-syarah lainnya terhadap Shahih Muslim. Beliau hanya dapat melengkapi sekitar tiga jilid saja. bahwa pendapat Imam Syafi¶i (al-aqwal) terkadang lebih dari satu demikian juga dengan pendapat para ulama Syafi¶iyyah generasi awal (al-aujuh). mengenai metode tarjih yang dipakainya apabila terjadi perbedaan di antara aqwal tersebut: 1. Berikut penuturan Imam Nawawi dalam mukaddimah kitab al-Majmu¶ Syarah al-Muhadzab. ditahkik oleh Syaikh Irfan Hasunah dan diberi kata pengantar oleh DR Muhammad al-Mar¶isyli. namun juga keburu meninggal. . Meski demikian. Buku ini merupakan syarah dari buku al-Muhadzab karya Abu Ishak asSyairazi (w 476) sekaligus sebagai buku syarah paling terkenal dan paling bagus dari pada syarah-syarah al-Muhadzab lainnya. Pendapat Imam Syafi¶i yang tidak bertentangan dengan dalil baik pendapat lama (al-qaul alqadim) maupun pendapat baru (al-qaul al-jadid) adalah yang diambil sebagai pendapat Madzhab Syafi¶i . dibutuhkan upaya tarjih di antara pendapat-pendapat tersebut. Bagaimana cara mentarjih antara aqwal dalam madzhab Syafi¶i Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya. Kemudian Imam Taqiyuddin as-Subuki (w 756) mencoba melengkapinya. Imam Nawawi meninggal sebelum beliau menyelesaikan buku al-Majmu ini. Hal ini barangkali di antaranya disebabkan bahwa kitab al-Majmu¶ ditulis bukan oleh Imam Nawawi secara lengkap. Imam Nawawi juga mensyarah kitab Shahih Muslim dalam karyanya berjudul al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin al-Hijaj.3) Al-Majmu¶ Syarh al-Muhadzab. Buku ini sangat tebal terdiri tidak kurang dari 30 jilid lebih. akan tetapi juga ditulis oleh ulama-ulama lainnya sebagaimana telah disebutkan di atas. Dalam buku ini Imam Nawawi bukan semata mengungkapkan pendapat Madzhab Syafi¶i.

3. apabila tidak diketahui pendapat yang paling akhir. Buku ini ditulis oleh Imam Ibn Hajar al-Haitami sebagai syarah terhadap kitab Minhajut Thalibin karya Imam Nawawi. 1. Karya-karya para ulama Syafi¶iyyah generasi kedua Dimaksudkan dengan karya-karya para ulama Syafi¶iyyah generasi kedua ini adalah masa munculnya dua Imam besar yakni Ibn Hajar al-Haitami (w 974 H) dan Syamsud Din Muhammad ar-Ramli (w 1004 H). Berikut adalah karya kedua imam dimaksud. baik dari segi qadim jadidnya atau dari sisi tidak ada tarjih sama sekali dari Imam Syafi¶i . maka ambillah pendapat yang paling akhir dari kedua pendapat tersebut. Buku ini juga dicetak beberapa kali serta mempunyai dua hasyiyah yakni Hasyiyah al-Allamah Nurud Din Ali bin Ali asy-Syibramalisi (w 1087 H) dan Hasyiyah al-Allamah Ahmad Abdur Razaq yang dikenal dengan sebutan al-Maghriby ar-Rasyidy (w 1096 H) . atau tidak diketemukan pendapat Imam Syafi¶i dalam qaul jaded. Buku ini dicetak beberapa kali dan mempunyai dua hasyiyah yaitu Hasyiyah al-Allamah Ahmad bin Qasim al-Ubady (w 994 H) dan Hasyiyah al-Allamah Abdul Hamid asy-Syarwany. apabila qaul jaded tidak bertentangan dengan qaul qadim. Apabila ada dua pendapat Imam Syafi¶i yang sama baik dari segi baru. lama atau dalilnya. Namun. Buku ini di antaranya dicetak oleh Darul Kutub al-Ilmiyyah Beirut dengan muhaqiq Syaikh Muhammad Abdul Aziz al-Khalidy²dan tahkikan beliau hemat penulis lebih bagus dan lebih lengkap. maka harus dicari mana yang paling rajih dengan jalan disesuaikan dengan nash-nash dari Imam Syafi¶i lainnya. Tuhfatul Muhtaj bi Syarh al-Minhaj. maka qaul qadim itulah yang dipandang sebagai madzhab Syafi¶i. 2. . Apabila pendapat-pendapat Imam Syafi¶i tersebut tidak diketahui mana yang murajjah dan mana yang murajjihnya. Qaul Jadid Imam Syafi¶i dipandang sebagai Madzhab Syafi¶i apabila secara terang-terangan bertentangan dengan qaul qadim. Nihayatul Muhtaj Ila Syarh al-Minhaj. metode dan kaidah pengambilan hukumnya serta ushulushul yang biasa dipakai oleh Imam Syafi¶i .2. maka ambil pendapat yang ditarjih sendiri oleh Imam Syafi¶i . Besarnya sumbangsih kedua Imam ini terutama dengan syarah keduanya terhadap kitab Minhajut Thalibin karya Imam Nawawi. 3. Namun. 4. apabila diketahui pendapat mana yang paling akhir. Buku ini juga merupakan syarah dari buku Minhajut Thalibin Imam Nawawi yang ditulis oleh Imam Syamsud Din ar-Ramly.

Setelah buku Mughnil Muhtaj. Kedua kitab di atas dipandang telah mencukupi sebagai pegangan dalam madzab syafi¶i. Ada dua alasan penting: 1. Hal ini karena buku tersebut telah disodorkan. maka acuan diambil dari karyakarya Syaikhul Islam Zakaria al-Anshari (w 926 H).Baik buku Tuhfatul Muhtaj maupun Nihayatul Muhtaj merupakan dua buah buku yang banyak dijadikan pegangan oleh ulama Syafi¶iyyah dalam menetapkan hukum sebuah persoalan atau dalam berfatwa setelah masa Imam Nawawi. . Apabila terjadi perbedaan pendapat antara Imam Ibnu Hajar al-Haitami dengan Imam Syamsuddin ar-Ramli. Hadramaut. Sehingga dengan demikian. maraji¶ fiqh Syafi¶i berikutnya adalah buku-buku hasyiyah (hasyiyah adalah syarah dari buku syarah) misalnya hawasyi yang telah disebutkan di atas. dibaca. Buku ini juga dicetak dan sangat terkenal di kalangan madzhab Syafi¶i. keabsahan buku tersebut dapat dikatakan mutawatir dan karenanya harus lebih didahulukan dari pada yang lainnya. Salah satunya adalah al-Alamah Muhammad bin Sulaiman al-Kurdi asy-Syafi¶i (w 1194 H) dalam bukunya berjudul al-Fawaid al-Madaniyyah Fiman Yufta Biqaulihi Min Aimmah asySyafi¶iyyah sebagaimana dikutip dalam buku at-Tahdzib fi Fiqh al-Imam asy-Syafi¶i karya Imam al-Baghawi (I/50-51). Syam. termasuk dijadikan referensi utama di lingkungan Universitas al-Azhar fakultas Syariah Islamiyyah. Menurut ulama Mesir. Sedangkan menurut ulama Hijaj. juga hasyiyah Qalyuby Umairah karya Syaikh Syihabuddin al-Qalyubi dan Syaikh Umairah yang merupakan syarah dari syarah Imam Jalaluddin al-Mahally terhadap kitab Minhajut Thalibin karya Imam Nawawi. Sehingga para ulama Syafi¶iyyah menjadikannya sebagai pegangan utama ketika mereka berfatwa. Nihayatul Muhtaj. Banyak para ulama Syafi¶iyyah setelah masa Imam ar-Ramli yang memuji dengan sangat kehebatan dan keunggulan dua buah buku tersebut yakni at-Tuhfah dan an-Nihayah. Yaman. Apabila ada persoalan yang tidak dibahas di kedua kitab itu. Kemudian setelahnya adalah kitab Mughnil Muhtaj Ila Ma¶rifati Ma¶ani Alfadh al-Minhaj karya al-Khatib asy-Syarbini (w 977) yang juga merupakan syarah terhadap kitab Minhajut Thalibin. bahwa yang harus diambil manakala terjadi pertentangan antara ar-Ramli dengan al-Haitami adalah pendapat Ibn Hajar alHaitami khususnya yang tercantum dalam bukunya Tuhfatul Muhtaj. diminta kritik serta dibetulkan oleh pengarangnya sendiri kepada 400 ulama. Hal ini dikarenakan buku tersebut mencakup juga nushush dari Imam al-Haramain al-Juwaini. ada perbedaan prioritas antara ulama Mesir dengan ulama Hijaj. maka pendapat ar-Ramli yang harus didahulukan khususnya apa yang tertera dalam kitabnya. khususnya kitab al-Manhaj yakni buku ringkasan dari Kitab Minhajut Thalibin dan buku al-Ghurar al-Bahiyyah fi Syarh Mandhumatil Buhjah al-Wardiyyah²kedua buku tersebut telah dicetak.

ketika membahas masalah-masalah fiqh. Buku-buku Fiqh Madzhab Syafi¶i yang berbicara tentang bab-bab / tema-tema tertentu Buku-buku ini adalah buku-buku madzhab Syafi¶i akan tetapi hanya membahas tema-tema tertentu dan terbatas. 1) Al-Ahkam as-Sulthaniyyah wal Wilayat ad-Diniyyah. Hilyatul Ulama fi Ma¶rifati Madzahib al-Fuqaha. Buku ini pertama kali dicetak oleh Darul Kutub al-Ilmiyyah Beirut tahun 1994 dalam 18 jilid besar dengan muhakkik Ali Muhammad Mu¶awwad dan Adil Ahmad Abdul Maujud. a. Al-Hawi al-Kabir. al-fiqh al-muqaran. Karya-karya fiqh perbandingan (al-fiqh al-muqaran) Buku-buku yang membandingkan juga me-rad dan mentarjih buku-buku fiqh madzhab lainnya. 4. . c. Buku ini dicetak oleh Maktabah ar-Risalah Amman pada tahun (cetakan pertama) 1988 yang terdiri dari delapan jilid besar-besar. Al-Majmu¶ Syarh al-Muhadzab. seringkali menyebut perbedaan pendapat antara Imam Rafi¶i dan Imam Nawawi. Di dalamnya dikemukakan pendapat-pendapat Imam Syafi¶i. pada masa lalu disebut dengan buku yang berbicara tentang ilmul khilaf atau dalam istilah sekarang. Buku ini bukan merupakan syarah atau ringkasan dari buku-buku sebelumnya. Telah dibahas. berikut ini buku-buku bermadzhab Syafi¶i yang membahas tema-tema tertentu. Kedua Imam Ibn Hajar al-Haitami dan Syamsud Din ar-Ramli dalam kitabnya at-Tuhfah dan an-Nihayah. Namun tentu saja tetap lebih baik jika mengkaji pula kitab-kitab Imam Nawawi dan Imam Rafi¶i. Buku ini dikarang oleh Imam Ali bin Muhammad bin Habib al-Mawardi ( w 450 H). Buku ini ditulis oleh al-Imam Ali bin Muhammad bin Habib al-Mawardi ( w 450 H) yang merupakan syarah dari kitab Mukhtashar al-Muzani karya Imam Muzani.2. Dhahiriyyah. Disamping karena usaha dan kejuhudan keduanya dalam menggali gagasan-gagasan dan pemikiran fiqh Imam Nawawi dan Rafi¶i tidak diragukan lagi. Buku ini merupakan syarah al-Mukhtashar yang sangat panjang. Buku ini ditulis oleh Imam Saifud Din Abu Bakar Muhammad bin Ahmad asy-Syasyi al-Qaffal (w 507 H). Untuk lebih jelasnya. 5. . Kelebihan kitab ini adalah adanya perbandingan dengan madzab-madzab lain. juga pendapat ashshab Imam Syafi¶i berikut dalil-dalilnya serta dibandingkan dengan madzhab fiqh lainnya semisal dengan madzhab Malikiyyah. fiqh perbandingan. . b. Berikut ini bukubuku fiqh Muqaran yang ditulis oleh ulama madzhab Syafi¶i. Hanabilah.

saksi atau yang sering kita kenal sekarang dengan Ilmu Beracara di pengadilan. wizarah. 2) Giyas al-Umam fit Tiyas adh-Dhulam. juga bukan buku-buku tentang ilmul khilaf. di antaranya pernah dicetak oleh Kuliyyah Syari¶ah Jami¶ah Qatar. hemat penulis. Buku ini dicetak beberapa kali oleh beberapa penerbit. yakni buku-buku yang dikarang sebelum karya-karya ulama Syafi¶iyyah generasi kedua dan setelah generasi kedua. hokum-hukum yang berkaitan dengan fai. di antaranya menjelaskan tentang hokum khilafah. Buku ini hampir sama dengan buku al-Ahkam as-Sulthaniyyah karya Imam Mawardi dari segi tema-tema yang dibahasnya. Muhyiud Din Hilal Sarhan alIraqi untuk mengambil gelar duktur di Universitas al-Azhar fakultas Syari¶ah dan dicetak di Beirut dalam dua jilid lumayan tebal. qadha. kharaj dan lainnya. Buku-buku ini sama dipandang penting. Buku-buku Madzhab Syafi¶i yang tidak termasuk salah satu bagian dari lima kelompok sebelumnya Buku-buku ini adalah buku-buku bermadzhab Syafi¶i juga. tahun 1420 H. Imam Rafi¶i atau Imam al-Haitami dan Imam arRamli. Buku ini seringkali disebut juga dengan nama ad-Durar al-Munadhamat fil Aqdiyyah wal Hukumat. hanya tidak sepenting buku-buku sebelumnya. Bukubuku yang termasuk kelompok ini dibagi kepada dua bagian. Dikarang oleh Imam al-Haramain al-Juwaini (w 478 H) yang dipersembahkan untuk salah seorang menteri saat itu yang bergelar Giyas ad-Daulah Nidham al-Mulk (w 485 H). buku-buku yang dikarang sebelum masa ulama Syafi¶iyyah generasi kedua (sekitar setelah wafatnya Imam Syafi¶i sampai abad ke-10 Hijriyyah) adalah: . Dalam menyajikan persoalannya. bukti. 4) Nihayatul Hidayah Ila Tahrir al-Kifayah fi Ilm al-Fara¶id. wilayah al-madhalim. Buku ini sesuai dengan namanya merupakan buku yang berbicara tentang hokum warits Islam bermadzhab Syafi¶i. Buku ini ditulis oleh Syaikhul Islam Zakaria bin Muhammad al-Anshari (w 926 H). Imam Mawardi dalam buku ini mencoba mengetengahkan dengan model perbandingan (muqaranah). Buku ini pernah ditahkik oleh DR. Buku ini dicetak oleh Dar Ibn Khuzaemah Riyad.Buku ini merupakan buku madzhab Syafi¶i paling popular yang berbicara tentang siyasah syar¶iyyah. 3) Adabul Qadha. Ditulis oleh sejarawan ternama al-Qadhi Syihabuddin Ibrahim bin Abdullah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ibn Abid Dam al-Hamawi (w 642 H). Dan buku ini. merupakan buku yang sangat penting dalam mengkaji Ilmu Warits. 6. hanya saja buku ini lebih menekankan pada pembahasan teori-teori khilafah Islamiyyah dan kejadian-kejadian masa silam. jizyah. Buku ini merupakan buku terpenting dalam madzhab Syafi¶i yang berbicara tentang hokumhukum yang berkaitan dengan dakwaan. Pertama. Buku ini sering disingkat dengan nama al-Giyasi. Buku ini terdiri dari dua puluh bab. hanya saja bukan termasuk atau berkaitan dengan karya-karya Imam Nawawi.

Buku ini dicetak oleh Darul Kutub Ilmiyyah Beirut pada tahun 1997 yang terdiri dari delapan jilid besar dengan muhakkik Adil Ahmad Abdul Maujud dan Ali Muhammad Mu¶awwad. Buku ini dicetak beberapa kali oleh beberapa penerbit yang salah satunya dicetak oleh Darul Qalam Damaskus sebanyak enam jilid tebal-tebal dan ditahkik oleh Muhammad az-Zuhaili. Buku ini telah dicetak oleh Darul Kutub Ilmiyyah Beirut pada tahun 1997 dengan muhakkik Adil Ahmad Abdul Maujud dan Ali Muhammad Mu¶awwad. Buku ini ditulis oleh Imam Jalaluddin Muhammad bin Ahmad al-Mahalli (w 864 H). Buku ini ditulis oleh Imam Sirajuddin Abu Hafsh Umar bin Ali yang dikenal dengan samaran Ibn al-Mulaqqan (w 804 H). Buku ini ditulis oleh Imam Abu Muhammad alHusain bin Mas¶ud al-Bagawi (w 516 H). Al-Wajiz fi Fiqh al-Imam asy-Syafi¶i . Buku ini juga merupakan syarah Minhajut Thalibin karya Imam Nawawi dan dicetak oleh Darul Kitab Jordan dalam empat jilid besar dengan muhakkik Ustadz Izzud Din Hisyam bin Abdul Karim alBadrany pada tahun 2001. 3. Al-Wasith fil Madzhab. Buku ini dikarang oleh Imam Abu Ishak asySyairazi (w 476 H). Kanzur Ragibin fi Syarh Minhajut Thalibin. 6. Al-Muhadzab fi Fiqh al-Imam asy-Syafi¶i. Buku ini juga dinilai sebagai salah satu buku terpenting dalam syarah terhadap kitab Minhajut Thalibin karya Imam Nawawi dan senantiasa dijadikan rujukan oleh para ulama Syafi¶iyyah sebelum datangnya dua buah syarah. Buku ini juga dikarang oleh Imam Ghazali sebagai ikhtishar atas buku sebelumnya yakni al-Wasith. Setelah muncul dua imam tersebut. 5. Buku ini ditulis oleh Imam Abu Hamid al-Ghazali (w 505 H) yang merupakan ringkasan dari bukunya yang berjudul al-Basith dan al-Basith ini juga merupakan ringkasan dari buku karya Imam al-Haramain al-Juwaini yang berjudul Nihayatul Mathlab fi Dirayah al-Madzhab. Ajalatul Muhtaj Ila Taujih al-Minhaj.1. yang pertama Hasyiyah Syihabuddin Ahmad al-Burullusy yang mempunyai nama panggilan Umairah (w 957 . Buku ini terkenal dengan nama Syarah alMuhalla µAlal Minhaj. perhatian beralih kepada karya-karya keduanya. Buku ini mempunyai dua hasyiyah. At-Tahdzib fi Fiqh al-Imam asy-Syafi¶i . buku Syarah al-Muhalla kemudian ditinggalkan dan berpaling kepada dua syarah karya ar-Ramli dan al-Haitami. Tuhfatul Muhtaj dan Nihayatul Muhtaj karya Imam alHaitami dan ar-Ramli. Qatar pada tahun 1993 yang ditahkik oleh DR Ali Muhyiyud Din al-Qurrah Dagi. Begitu datang dua syarah tersebut. Buku Syarah al-Muhalla ini menjadi muqarrar pada mata kuliah fiqh di Universitas al-Azhar asySyarif sampai saat makalah ini ditulis. karena dipandang lebih lengkap dan lebih mendalam. Kedua buku ini yakni al-Muhadzab dan al-Wasith sempat dijadikan buku terpenting yang menjadi rujukan para fuqaha Syafi¶iyyah dalam memberikan fatwa sebelum munculnya karyakarya Imam Nawawi dan Imam Rafi¶i. 4. 2. Buku ini juga telah dicetak beberapa kali di antaranya oleh Wizaratul Auqaf was Syu¶un al-Islamiyyah.

H) dan Hasyiyah Syihabuddin Ahmad bin Ahmad bin Salamah al-Qalyubi (w 1069 H). Buku ini dicetak berulang-ulang. Jadi. 4. Buku Qurratul µAin bi Muhimmatid Din merupakan ringkasan dari Fiqh Syafi¶i . Buku ini ditulis oleh al-Alamah Utsman bin Muhammad Syatha adDimyathi al-Bikry (wafat pada abad ke 14 Hijriyyah. Buku ini lebih dikenal dengan Hasyiyah asy-Syarqawi µala Syarh at-Tahrir. Buku ini ditulis oleh al-Alamah Abdullah bin Hijazi bin Ibrahim asy-Syarqawi (w 1226 H) yang merupakan syarah dari kitab Tuhfatut Thullab bi Syarh Tahrir Tanqih al-Lubab. 3. Dicetak pertama kali pada tahun 1996. Buku ini beberapa kali dicetak dan yang penulis pandang lebih bagus adalah yang ditahkik oleh Syaikh Abdul Latif Abdur Rahman cetakan Darul Kutub al-Ilmiyyah Beirut dalam lima jilid besar-besar. Keduanya terkenal dengan sebutan Hasyiyatai al-Qalyubi wa Umairah. menurut penulis. Kedua. Buku ini juga merupakan buku Hasyiyah ringkas yang ditulis oleh al-Allamah Alawy bin Ahmad bin Abdur Rahman as-Saqqaf al. Buku ini merupakan syarah dari kitab Syarah Manhajut Thulab. keduanya ditulis oleh Syaikhul Islam Zakaria al-Anshari (w 926 H). Buku Futuhat al-Wahab lebih dikenal dengan sebutan Hasyiyah alJamal. tidak diketahui tahun kewafatannya). Hasyiyah asy-Syarqawi. Buku ini di antaranya dicetak oleh Darul Kutub al-Ilmiyyah Beirut pada tahun 1997 dengan muhakkik Syaikh Mushtafa bin Hanafi ad-Dzahabi dalam empat jilid besar. Buku ini juga merupakan buku Hasyiyah terhadap kitab Fathul Mu¶in yang merupakan syarah dari Kitab Qurratul µAin bi Muhimmatid Din. buku-buku yang ditulis setelah masa ulama Syafi¶iyyah generasi kedua (dari tahun 1004 H-1335 H). Baik buku Tahrir Tanqih al-Lubab maupun buku Tuhfatut Thulab. Futuhat al-Wahab bi Taudih Syarh Manhaj at-Thulab. Baik kitab Manhaj atThulab maupun Syarahnya.Makky (w 1335 H). Buku I¶anatut Thalibin dicetak beberapa kali dan salah satunya dicetak oleh Darul Kutub alIlmiyyah Beirut pada tahun 1995 dalam empat jilid besar. 2. I¶anatut Thalibin. kitab Futuhat al-Wahab bi Taudih Syarh Manhaj at-Thulab ini merupakan buku Hasyiyah atas kitab Syarh al-Manhaj. keduanya merupakan karya Syaikhul Islam Zakaria al-Anshari. Syarah dari buku Qurratul µAin bi Muhimmatid Din adalah Fathul Mu¶in. Buku ini merupakan buku Hasyiyah terhadap kitab Fathul Mu¶in karya al-Mullibary²penjelasan . Dan kitab Manhajut Thulab ini merupakan ringkasan dari buku Minhajut Thalibin karya Imam Nawawi. dan keduanya merupakan karya al-Allamah Zainuddin al-Mullibary (w 987 H). Buku ini ditulis oleh al-Allamah Sulaiman bin Umar bin Manshur al-Ujaili yang terkenal dengan sebutan al-Jamal (w 1204 H). dan yang paling baik. Tarsyih al-Mustafiidiin. Buku Tahrir Tanqih al-Lubab merupakan ringkasan dari fiqh Syafi¶i dan kemudian buku tersebut disyarah dengan nama Tuhfatut Thulab. Dicetak pertama kali pada tahun 1997. Buku-buku yang termasuk kelompok ini adalah: 1. adalah yang ditahkik oleh Syaikh Abdur Razaq Galib al-Mahdi yang dicetak oleh Darul Kutub al-Ilmiyyah Beirut dalam delapan jilid tebal.

Buku ini ditulis untuk dijadikan muqarrar bagi siswa tingkat Aliyah di Ma¶had-ma¶had al-Azhar. 3) Ad-Durar an-Naqiyyah fi Fiqh as-Sadah asy-Syafi¶iyyah. Buku ini ditulis oleh Syaikh Abdullah bin Hasan Ali Hasan al-Kuhaji (w 1400 H) dan merupakan syarah dari kitab Minhajut Thalibin karya Imam Nawawi yang dalam penyusunannya berpegang kepada kitab Mughnil Muhtaj Ila Ma¶rifat Ma¶ani Alfadh al-Minhaj karya al-Khatib asy-Syarbini (w 977 H). Untuk lebih jelasnya. Mustafa Sa¶id al-Khinn. Buku ini . Mesir. bahwa buku-buku fiqh Syafi¶i yang ditulis belakangan ini mempunyai dua kelebihan: Pertama. dan Syaikh Ali asy-Syarbiji. Misalnya tidak adanya bahasan tentang perbudakan dan atau yang sejenisnya. tentunya sepengetahuan penulis yang sangat sederhana. bukan sesuatu yang tidak terjadi lagi. Namun sebelumnya. Mushtafa Dibul Bugha. buku ini ditulis oleh tiga ulama besar Damaskus masa kini yaitu oleh DR. DR. 2) Al-Fiqh al-Manhaji µAla Madzhab al-Imam asy-Syafi¶i . bahasa dan susunanya mudah dipahami. . DR. Abdul Hamid as-Sayyid Muhammad Abdul Hamid. dan dicetak beberapa kali di antaranya oleh Darul Qalam Damasykus pada tahun 1998 (cetakan ketiga) dan terdiri dari tiga jilid. bahasan dan persoalan yang dikemukakan betulbetul yang terjadi saat ini. Buku ini dicetak oleh Maktabah al-Ghazali Damaskus dalam satu jilid. kita akan berbicara tentang buku-buku yang ditulis seputar fiqh Syafi¶i yang berkisar antara tahun 1335 H sampai sekarang 1426 H. mantan mufti Jumhuriyyah Mesir sebelum Prof. Karya-karya madzhab Syafi¶i belakangan. berikut ini buku-buku yang termasuk kelompok terakhir. Buku ini selesai ditulis pada tahun 1978 M. Buku ini ditulis oleh dua ulama kenamaan Mesir saat ini yakni oleh DR. jelas dan padat berisi tidak bertele-tele.mengenai buku Fathul Mu¶in ini lihat di nomor tiga. 4) Taisir Fathil Qarib al-Mujib lit Thalib al-Azhary an-Najib fi Shurah Sail wa Mujib. masa kini. di antaranya: 1) Zadul Muhtaj fi Syarh al-Minhaj. Ahmad Thayyib juga ketua jurusan Fiqh Islam Universitas al-Azhar dan DR. Buku ini teleh dicetak beberapa kali di antaranya oleh al-Maktabah al-Azhariyyah lit Turats pada tahun 1997 yang terdiri dari empat jilid ukuran kecil. Pada bagian ini. 7. abad belakangan. perlu penulis kemukakan. salah seorang pengawas umum al-Azhar asy-Syarif Mesir. Buku-buku yang berbicara tentang madzhab Syafi¶i pada abad belakangan ini akan penulis kemukakan. dekan Ma¶had I¶dad ad-Du¶ah di propinsi Qana. Kedua. Buku ini terdiri dari empat jilid dan dicetak oleh al-Maktabah al-Ashriyyah Beirut dengan muhakkik Ustadz Abdullah alAnshari. Nashr Farid Muhammad Washil. Buku ini ditulis juga untuk dijadikan muqarrar bagi siswa siswi Tsanawiyyah (menengah) di seluruh ma¶had al-Azhar. Buku ini ditulis oleh Syaikh Muhammad ash-Shadiq Qamhawi.

Di antara istilah-istialah dimaksud adalah: 1. al-Karabisy dan Abu Tsaur.dicetak oleh al-Maktabah al-Azhariyyah lit Turats. Menurut Imam Nawawi. anda dapat membacanya pada pendahuluan atau lembar-lembar awalnya. 3. akan tetapi salah satunya dapat ditarjih sehingga dipandang sebagai lebih kuat dari yang lainnya. hanya saja perbedaan pendapatnya ini tidak kuat. lemah. lantaran ia hanya pendapat ulama Syafi¶i yyah saja. Kairo pada tahun 1996 yang terdiri dari tiga jilid kecil. . Di antara para periwayat qaul qadim ini adalah Imam az-Za¶farany. Istilah-Istilah dalam madzhab Syafi¶i iyah Para ulama Syafi¶iyyah dalam buku-bukunya seringkali menggunakan beberapa istilah khusus. 6. apabila dalam satu masalah. 5. At-Thuruq adalah istilah untuk perbedaan pendapat para ulama Syafi¶iyyah dalam meriwayatkan madzhabnya. bahwa al-aujuh ini tidak dapat dinisbahkan kepada Imam Syafi¶i . Misalnya. Al-Aqwal. . baik berupa karya buku maupun fatwa. Penjelasan istilah-istialah di awal ini. rajihnya ini disebut dengan al-masyhur. menurut satu ulama Syafi¶iyyah. maksudnya adalah pendapat para ulama Syafi¶iyyah berdasarkan kaidah-kaidah dan ushul Imam Syafi¶i . baik dalam qaul qadimnya maupun qaul jadidnya. menurut yang lainnya ada beberapa aujuh dan lainnya. Al-Qaul al-Jadid. karena dari segi kekuatan dalilnya kurang memenuhi misalnya. lalu dari beberapa pendapat tersebut ada yang dipandang lebih kuat. Al-Adhhar. maka perbedaan tersebut disebut dengan ath-thuruq. maka itu adalah pendapat lama Imam Syafi¶i (qaul qadim). 4. 2. adalah pendapat Imam Syafi¶i ketika di Mesir. Terkadang ada beberapa istilah dalam satu buku madzhab Syafi¶i yang makna dan maksudnya berbeda dengan apa yang ada dalam buku lain. maka maksudnya adalah perkataan atau hasil ijtihad Imam Syafi¶i. misalnya anda dapat temukan dalam buku alMajmu¶ Syarah al-Muhadzab karya Imam Nawawi. Berikut ini adalah istilah-istilah yang digunakan hampir dalam semua buku fiqh Syafi¶iyyah yang mempunyai pengertian dan maksud yang sama. maka yang lebih kuat. Untuk mengetahui makna dari istilah-istilah dimaksud. dalam masalah ini ada dua pendapat.Jadi al-adhhar digunakan manakala ada dua atau beberapa pendapat Imam Syafi¶i yang samasama kuatnya dari segi kekuatan dalilnya. Biasanya di sana terdapat petunjuk praktis untuk hal tersebut. hanya ada satu pendapat. maksudnya adalah pedapat Imam Syafi¶i sebelum pindah ke Mesir baik berupa karya maupun fatwa. 7. Pendapat Imam Syafi¶i yang dipandang lebih kuat ini disebut dengan al-adzhar. Al-Wujuh atau al-Aujuh. Al-Qaul al-Qadim. Sebaliknya. adalah pendapat yang paling rajih dari dua atau beberapa pendapat Imam Syafi¶i . Jadi apabila anda mendapatkan pendapat Imam Syafi¶i dari riwayat mereka. al-Muzani dan ar-Rabi¶ al-Muradi. sedangkan pendapat sebaliknya yang tidak kuat disebut dengan ad-dhahir. Murid-murid Imam Syafi¶i yang seringkali meriwayatkan qaul jadidnya ini di antaranya adalah: al-Buwaithi. sementara menurut ulama yang lain. pendapat yang tidak kuatnya disebut dengan al-gharib. Apabila anda mendapatkan kata al-qaul atau al-aqwal dalam buku-buku Syafi¶iyyah. Al-Masyhur adalah apabila terjadi perbedaan antara dua pendapat atau lebih dari Imam Syafi¶i.

An-Nash adalah pendapat yang diambil langsung dari buku-buku karya Imam Syafi¶i. Apabila terjadi perbedaan pendapat antara dua atau lebih pendapat ulama Syafi¶i yyah (al-aujuh). maksudnya adalah Imam an-Nawawi (w 676 H) dan Imam ar-Rafi¶i (w 623 H) 7. Asy-Syaikhaini. Al-Ashhab adalah para fuqaha Syafi¶iyyah yang ilmunya sangat dalam dan luas sehingga mereka dapat beristinbath sendiri dalam hokum-hukum fiqih namun tetap berpegang kepada ushul Imam Syafi¶i . juga untuk menunjukkan penghormatan dan kedudukan ulama tersebut di kalangan madzhab Syafi¶i .8. Al-Qadiyain maksudnya adalah Imam ar-Ruwiyani (w 502 H) dan Al-Mawardi (w 450). pendapat yang lemahnya disebut dengan adh-dha¶if atau al-fasid. apabila al-Khatib asy-Syarbini berkata Syaikhii. . Apabila terjadi perbedaan pendapat antara para ulama Syafi¶iyyah dalam meriwayatkan madzhab Syafi¶i (ath-thuruq). maka maksudnya adalah Imam Zakaria al-Anshari (w 926 H). Ar-Rabi¶. 11. Asy-Syuyukh. maka pendapat yang dipandang lebih rajih disebut dengan al-ashah. akan tetapi salah satunya illatnya lebih kuat dari pada yang lain. Hal ini tentu dimaksudkan selain untuk memudahkan. maka yang lebih kuat illatnya ini disebut dengan al-asybah. 10. Al-Asybah. maksudnya adalah al-Qadhi Husain (w 462 H) 3. Imam Rafi¶i dan Taqiyuddin as-Subuki (w 756) 8. maka yang dipandang lebih kuat tersebut disebut dengan al-madzhab. murid Imam Syafi¶i (w 270 H). juga seringkali didapatkan laqab bagi para ulamanya. maksudnya adalah ar-Rabi¶ bin Sulaiman al-Muradi. namun salah satunya dipandang sebagai yang lebih kuat. Namun. Kebalikan dari an-nash adalah al-mukharraj. Al-Ashah. 9. maka pendapat yang dipandang paling rajih disebut dengan ash-shahih. Ash-Shahih. Apabila didapatkan kata al-Imam. maksudnya adalah Jalaluddin al-Mahally (w 864 H) 6. sementara sebaliknya. maksudnya adalah Imam al-Maruzi (w 417 H). Beberapa istilah ulama Syafi¶i yyah Dalam buku-buku Syafi¶iyyah. Apabila dalam satu masalah ada dua hokum yang didasarkan kepada Qiyas. 5. Asy-Syarih al-Muhaqiq. 12. dan kedua pendapat yang bertentangan tersebut sama-sama kuat dari segi dalilnya. Al-Qadhi. Apabila Imam Nawawi dalam bukunya al-Majmu¶ berkata al-Qaffal. maksudnya adalah Imam Nawawi. Al-Mukharraj adalah pendapat yang bukan dari Imam Syafi¶i akan tetapi dari ulama Syafi¶iyyah. namun kedua pendapat tersebut lemah dari segi kekuatan dalilnya. selain istilah-istilah fiqh. Apabila al-Khatib asy-Syarbini (w 977 H) dan Syamsuddin ar-Ramli (w 1004 H) dalam karyakaryanya mengatakan Syaikhul Islam. Al-Imam. Apabila terjadi perbedaan pendapat antara dua atau lebih pendapat ulama Syafi¶iyyah (al-aujuh). maka maksudnya adalah Imam Haramain alJuwaini (w 478 H) 2. Sedangkan pendapat ulama Syafi¶i yyah yang tidak kuatnya disebut dengan ash-shahih. 13. maksudnya adalah Syihabuddin ar-Ramli (w 957) 9. 4. Di antara istilahistilah ulama Syafi¶i yyah dimaksud adalah: 1. . Al-Madzhab.

3. al-Wasith. Buku-buku yang membahas istilah-istilah fiqh Syafi¶i dan laqab. Anda bisa tinggalkan tanggapan. karya Abul Abbas Ahmad bin Muhammad bin Ali al-Fayumi (w 770 H). Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2. 2008 pada 12:40 pm dan disimpan dalam Fikih Syafi'y. . Buku ini menjelaskan istilah-istilah fiqh Syafi¶i yang terdapat dalam enam buku fiqh Madzhab Syafi¶i yakni Mukhtashar al-Muzani. Tahdzib al-Asma wal Lughat. al-Muhadzab. Sumber : http://orgawam. . karya Imam Abu Zakariya Muhyiyud Din bin Syaraf anNawawi (w 676 H). maka maksudnya adalah dua orang ulama yakni al-Qadhi Abu Hamid al-Maruzi Ahmad bin Basyar bin Amir (w 362 H) dan asy-Syaikh Abu Hamid al-Isfarayaini Ahmad bin Muhammad (w 406 H). Kitab Gharib al-Alfadz Allatis Ta¶malaha al-Fuqaha karya asy-Syaikh Muhammad bin Ahmad bin al-Azhar al-Hirawy Abi Mansur (w 370 H). . Sejarah. Syafiiyah. 2.com/2008/05/20/literatur-fiqh-madzhab-syafii/ Tanggal : 06 Mei 2009 Jam 06. Entri ini dituliskan pada Mei 20. alWajiz dan ar-Raudhah. Apabila dalam kitab al-Muhadzab disebutkan istilah Abu Hamid. kunyah ulama Syafi¶iyyah Di antara buku-buku yang merupakan ma¶ajim al-musthalahat al-fiqhiyyah dalam madzhab Syafi¶i adalah: 1. atau lacak tautan dari situsmu sendiri. Walahu a¶lam. at-Tanbih. Buku ini membahas maksud dari istilah-istilah sulit yang sering digunakan oleh para Fuqaha. Al-Mishbah al-Munir fi Gharib asy-Syarh al-Kabir lir-Rafi¶i.wordpress.0 pengumpan.10.m.30 a.