P. 1
MPS BAB 5

MPS BAB 5

|Views: 46|Likes:
Published by Christopher Holmes

More info:

Published by: Christopher Holmes on Jul 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

Product and Service Strategy and Brand Management

Kelompok 7: Fernandez Beddy Boy Candra Monica Widjaja Christopher 2007-021-087 2008-021-007 2008-021-035 2008-021-068

Offerings Portfolio
Offering adalah : Manfaat & kepuasaan yang disediakan oleh perusahaan kepada target pasar Offerings terdiri dari: y Produk atau jasa (physical entity) y Jasa y Serta hal yang berkaitan dengan produk atau jasa tersebut

Offerings Framework
y Potensial

dalam menganalisis penawaran yang bersaing y Identifikasi apa yang diinginkan target pasar y Merancang serta mengembangkan produk atau jasa
y

Dalam offerings tidak hanya menyediaan kebutuhan pembeli akan tetapi juga memuaskan apa yang selalu menjadi kebutuhan pelanggan

The Offering Mix
Offering mix atau bauran penawaran merupakan beberapa penawaran dalam suatu produk atau jasa y Keseluruhan penawaran dari suatu perusahaan diketahui dari offering mix produk atau jasa yang dimilikinya y Strategi manager marketing perusahaan
y

The Offering Mix
y Offering -

decisions

Width Depth Consistency

The Offering Mix
y

Bundling - Memasarkan dua produk/jasa atau lebih dalam satu paket - Perluasan offering mix dari suatu produk atau jasa

Modifying Offering Mix
Tiga pertanyaan yang harus dipertimbangkan dan lansung dievaluasi: y Seberapa konsistennya penawaran yang baru dengan penawaran yang sudah ada? y Apakah organisasi memiliki sumberdaya untuk memperkenalkan dan mempertahankan penawaran? y Apakah ada kedudukan yang sesuai di pasar untuk penawaran?

Penawaran Baru Proses Pengembangan
Prosedur ini biasanya meliputi enam tahapan segi: (1) Idea Generation, (2) Ide Screening, (3) Analisis Bisnis, (4) Pembangunan, (5) Pasar Pengujian, (6) Komersialisasi.

Konsep Siklus Produk
y Adalah

perjalanan penjualan dan laba suatu produk dalam masa hidupnya y Terdapat 5 tahap: 
Pengembangan produk mulai ketika perusahaan menemukan dan mengembangkan suatu gagasan penawarn baru. Penjualan 0 dan biaya investasi menumpuk Introduksi Periode pertumbuhan penjualan yang lambat ketika penawaran di pasar. Laba belum diperoleh karena pengeluaran besar untuk memperkenalkan produk.

Konsep Siklus Produk
y Pertumbuhan

merupakan periode penerimaan pasar dan peningkatan laba yang pesat. Pesaing akan memasuki pasar. y Tahap Menjadi Dewasa ditandai dengan melambatnya atau menurunnya pertumbuhan penjualan produk, namun masih mendapatkan laba. Strategi agar penjualannya tidak turun: memodifikasi pasar, memodifikasi produk, memodifikasi bauran pemasaran.

Konsep Siklus Produk
y

Tahap menurun penjualan dari kebanyak bentuk dan merk produk akhitnya menurun walau berjalan lambat

POSITIONING OFFERINGS
y

Positionings adalah sebuah tindakan merancang penawaran dan gambaran organisasi sehingga menempati posisi yang bernilai pada benak target konsumen yang berhubungan dengan persaingan penawaran

Positioning Penawaran
Pengertian Positioning y Menurut Kotler (1997: 262) y Menurut Cravens (1991:255)

Peran Positioning Dalam Strategi Pemasaran Menurut Craven
(1991:270)

Proses positioning selalu dimulai product positioning. Regis Mc Kenna (1985: 37)
´The positioning process should begin with the product themselves. To gain a strong product positioning, a company must differentiate its product from all other products on the market. The goal is to give theproduct a unique position in the market place.µ

7 pendekatan dalam positioning
Penentuan posisi menurut atribut y Penentuan posisi menurut manfaat y Penentuan posisi menurut penggunaan y Penentuan posisi menurut pemakai y Penentuan posisi menurut pesaing y Penentuan posisi harga atau kualitas y Penentuan posisi menurut kategori produk
y

Merancang Pernyataan Dalam Positioning
Manajer pemasaran untuk mempersiapkan sebuah rancangan target adalah seseorang yang diberikan manfaat dari produk mereka, sehingga mampu bersaing dengan pesaing lain.

Positioning Ulang
y

Reposisi diperlukan ketika positionig awal produk, layanan, merek, seorang organisasi tidak lagi kompetitif yang berkelanjutan menguntungkan

Hasil dari Strategi Penempatan Produk
1. pemenuhan kebutuhan pasar yang spesifik. y 2. membatasi terjadinya perubahan mendadak penjualan. y 3. penciptaan keyakinan pelanggan terhadap merek-merek yang ditawarkan.
y

Ekuitas dan Manajemen Merek
y

Merek (brand) nama, istilah, tanda, symbol atau rancangan, atau kombinasi dari semuanya yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa penjual atau kelompok penjual dan untuk mendiferensiasikannya dari barang atau jasa pesaing. Ekuitas merek (brand equity) nilai tambah yang diberikan pada produk atau jasa

y

y

Membentuk dan Mengukur Ekuitas Merek
Membentuk ekuitas merek Mengukur Brand Equity

y

Branding Strategy
Multiproduct branding Multibranding Private Branding

y Membentuk

Ekuitas Merek

1. Kepedulian positif (Positive Awareness) 2. Makna merek (Brand·s meaning) 3. Respon dari konsumen tentang makna dan identitas merek 4. Resonansi konsumen akan merek (Consumer brand resonance)
Relationship=what about you and me? Response=what about you? Meaning=what are you?

Identity=who are you?

‡Mengukur Ekuitas Merek
Brand = intangible asset
y y

Pendekatan langsung Pendekatan tidak langsung

Financial benefit

Buy and sell brands

Multiproduct Branding satu nama untuk semua produknya dalam satu kelas produk. produk. Strategi ini sering kali disebut sebagai family branding atau corporate branding saat nama perusahaan dagang dipergunakan

(+) - Pengalaman baik untuk satu produk memberi dampak baik bagi produk lain dengan merek yang sama - Biaya iklan dan promosi yang lebih murah (-) -menghilangkan makna merek

Global brand merek dipasarkan dibawah nama yang sama di beberapa Negara dengan program pemasaran yang serupa dan tersentralisasi. y Sub branding mengkombinasikan sebuah family atau corporate brand dengan nama merek baru
y

Multibranding tiap produknya atau lini produk dengan nama yang berbeda
(+) (-)

- mengenai market segmen yang berbeda beda -mengurangi resiko gagal satu rusak semua

-biaya promosi yang tinggi

Private Branding mensuplai reseller (eceran, grosir dan distributor) (eceran, dengan produk yang namanya dapat dipilih oleh reseller
(+) (-)

-menghindari kompetisi harga -menciptakan loyalitas merek

- Overreliance on private brands

Brand Growth Strategies
‡Menambahkan penawaran dengan merek

yang sama di kelas produk yang organisasi saat ini menjabat ... Menanggapi keinginan pelanggan untuk berbagai Menghilangkan kesenjangan dalam lini produk Menurunkan biaya iklan dan promosi Pertimbangkan kemungkinan kanibalisme produk dan proliferasi

New products New Brand

Existing products

Strategi Merek Baru Strategi Ekstensi Merek

Fighting / Flanker Merek Strategi

Existing Brand

Strategi Line Extension

Line Extension Strategy
y

Menambahkan penawaran dengan merek yang sama di kelas produk yang saat ini menjabat organisasi: keinginan pelanggan untuk 

Menanggapi

berbagai 
Menghilangkan  Menurunkan

kesenjangan dalam lini produk

biaya iklan dan promosi

Brand Extension Strategy
Praktek menggunakan nama merek saat ini untuk masuk kelas produk yang sama sekali berbeda:
y y

Mengurangi risiko akibat ekuitas merek Keberhasilan tergantung pada persepsi sesuai dengan kelas produk asli Misal:Yamaha membuat sepeda motor, peralatan sound, peripheral komputer, dan alat musik

y

Co-branding: Memasangkan nama merek dua dari dua produsen pada satu produk: y Misalnya,Citybank punya MasterCard dan Visa y misalnya, General Mills punya sereal reese·s peanut butter puff dan nabisco cookies

New Brand Strategy
Melibatkan pengembangan merek baru dan seringkali sebuah penawaran baru untuk produk kelas yang sebelumnya dilayani oleh organisasi: y Strategi yang paling menantang
y y

Paling mahal misalnya, Lexus oleh Toyota

Flanker/Fighting Brand Strategy
Strategi Merek Flanker Melibatkan penambahan merek baru pada akhir tinggi atau rendah dari garis produk berdasarkan sebuah kontinum harga-kualitas (Marriott Hotel) y Fighting Brand Strategi Melibatkan penambahan merek baru yang tujuan utamanya adalah untuk menghadapi merek kompetitif dalam kelas produk yang dilayani oleh organisasi. (boneka BRATZ digunakan untuk melawan boneka BARBIE)
y

Terimakasih

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->