Gangguan Stres Paska Trauma pada Anak

dr. Yunias Setiawati, SpKJ Psikiater

Dunia tidak pernah terlepas dari bencana. Hampir setiap hari berita di media dipadati dengan berita bencana baik itu banjir, gunung meletus, kecelakaan pesawat, tanah longsor dan sebagainya yang mengakibatkan penderitaan bagi korban maupun saksi bencana. Seperti pada tanggal 30 September 2009 kemarin, ketika kita dikejutkan dengan berita gempa bumi di Padang yang menelan ratusan korban jiwa. Bencana dapat terjadi di mana dan kapan saja. Bencana tersebut bisa terjadi karena peristiwa alam misalnya banjir bandang, tanah longsor, bencana tsunami, gunung meletus ataupun bencana akibat ulah manusia misalnya kecelakaan pesawat, bom bunuh diri, kebakaran, penyakit fisik yang berkepanjangan dan kekerasan dalam rumah tangga. Seperti dalam setiap kejadian lain, pasti akan selalu ada anggota masyarakat yang menjadi korban, dan biasanya korban yang paling menderita adalah anak-anak.

Anak yang mengalami peristiwa bencana dapat mengakibatkan timbulnya gangguan emosional dan psikis yang berkelanjutan yang dikenal sebagai gangguan stress pasca trauma atau disebut juga dengan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Seorang anak akan ber-resiko menderita gangguan stres paska trauma terkait dengan tingkat trauma yang dialami, maupun hubungannya kepada korban bencana, misalnya kehilangan ayah, ibu, paman, bibi, ataupun kerabat dekat anak lainnya. Sehingga biasanya akan terjadi perubahan perilaku dan emosi pada anak, karena anak belum dapat mengutarakan perasaan mereka. Setelah trauma, anak-anak pada awalnya menunjukkan perilaku seperti gelisah atau bingung, rewel dan cengeng Mereka juga dapat menunjukkan rasa takut yang berlebihan, ketidak-berdayaan, kemarahan, kesedihan, atau penolakan serta sering sulit tidur karena terganggu mimpi buruk. Anakanak yang mengalami trauma berulang kali juga dapat mengembangkan respon emosional seperti mati rasa untuk menghilangkan rasa sakit dan trauma, yang dikenal dengan istilah disosiasi. Anak-anak dengan gangguan stres paska trauma biasanya juga akan menghindari situasi atau tempat-tempat yang dapat mengingatkan mereka kembali terhadap trauma yang pernah dialami. Mereka mungkin juga menjadi kurang responsif secara emosional serta depresi, dan menarik diri.

Seorang anak dengan gangguan stres paska trauma biasanya sering seolah-olah mengalami kembali peristiwa traumatik tersebut, misalnya seorang anak yang mengalami

Intervensi tersebut dapat berupa dukungan dari orangtua. Sehingga intervensi sejak dini untuk mengatasinya sangat penting. ataupun depresi. Terapi perilaku dan terapi kognitif juga dapat membantu mengurangi rasa takut dan kekhawatiran anak akan hal-hal tertentu. kelompok. Anak-anak dengan gangguan stres paska trauma dapat juga menunjukkan gejalagejala sebagai berikut : • • • • • • • • • Khawatir tentang kematian pada usia dini Kehilangan minat dalam kegiatan Mengalami gejala fisik seperti sakit kepala dan sakit perut Menunjukkan reaksi emosional yang berlebihan Gangguan tidur. Untuk penanganan gangguan stres paska trauma pada anak dapat dilakukan psikoterapi baik secara individu. mereka kemudian takut pada air atau bahkan takut melihat hujan. Selain itu obat juga dapat digunakan untuk menangani gejala agitasi. terutama bagi perkembangan emosional anak. bermain. atau keluarga yang memungkinkan anak untuk berbicara. menggambar. sering terbangun karena mimpi buruk Sulit berkonsentrasi Mudah marah Cengeng Menunjukkan peningkatan kewaspadaan terhadap lingkungan Gejala-gejala gangguan stres paska trauma tersebut dapat berlangsung selama beberapa bulan bahkan sampai bertahun-tahun. Dengan kepekaan dan dukungan dari keluarga dan profesional. karena mereka membayangkan seolah-olah akan terjadi banjir lagi. . teman sekolah dan lingkungan sekitarnya yang dapat menimbulkan perasaan aman dan terlindungi bagi anak.bencana banjir. anak-anak dengan gangguan stres paska trauma dapat belajar untuk mengatasi kenangan terhadap trauma. kegelisahan. atau menulis tentang peristiwa yang mereka alami. guru.

sehingga sering terjadi benturan-benturan yang menimbulkan masalah-masalah kesehatan jiwa pada anak dan remaja. Gangguan ini berdampak pada masalah mental seperti cara berpikir. seledri bisa meningkatkan risiko Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada anak. bertindak dan merasa. para ilmuwan di AS dan Kanada menemukan bahwa anak-anak dengan tingkat residu pestisida yang tinggi dalam urin mereka. Ada beberapa gangguan jiwa pada anak dan remaja yang banyak ditemukan di klinik tumbuh kembang anak dan remaja rumah sakit. Seperti memicu anak hiperaktif. Berikut ini sebagian gangguan jiwa pada anak dan remaja yang biasanya membuat para orangtua cemas dan membawa anaknya ke dokter dan rumah sakit. Retardasi Mental (Tuna Grahita) . Penelitian baru menunjukkan bahwa paparan pestisida yang digunakan pada makanan anak-anak seperti stroberi segar. rentan mengalami ADHD. Gangguan Jiwa pada Anak Dan Remaja Banyak orangtua mempunyai pengertian terbatas mengenai proses tumbuh kembang anak. Anak-anak yang mengalaminya akan bermasalah dengan konsentrasi dan pemusatan pikiran. 1. ADHD adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktifitas motorik anak-anak.sehingga kelak dapat membantu mereka untuk hidup sehat dan meningkatkan produktivias mereka.

retardasi mental ringan. Penanganannya antara lain dengan mempersiapkan kemandirian. trauma otak. tes psikologi/tes intelegensi. interaksi sosial. Retardasi mental sedang. dapat mandiri (makan. berpakaian. psikososial atau penyebab lain seperti trauma perinatal. Namun biasanya mereka mengalami kesulitan dalam pelajaran sekolah. Sebagian besar dari mereka tidak dapat bergerak (sangat terbatas dalam gerakannya). Mereka selalu memerlukan bantuan dan pengawasan. dan perilaku yang terbatas dan berulang.Suatu keadaan perkembangan mental yang terhenti atau tidak lengkap. Keadaan mirip retardasi mental sedang tapi biasanya disertai kondisi fisik yang berat. Retardasi mental berat. kelainan kromosom.dan sosial. dan hanya mampu mengadakan komunikasi isyarat yang belum sempurna. bahasa. ngompol. Mereka lambat dalam pengembangan pemahaman dan penggunaan bahasa. motorik. bercakap-cakap. konseling keluarga. dan diwawancarai. Penyandang retardasi mental sering dieksploitasi dan diperlakukan salah secara fisik maupun seksual. Biasanya tidak ada riwayat perkembangan abnormal yang jelas. radang otak. down syndrome). . dll. Penderita juga memerlukan pengawasan seumur hidup dan program pendidikan khusus demi mengembangkan potensi mereka yang terbatas agar memperoleh beberapa keterampilan dasar. Retardasi mental kadang disertai gangguan jiwa atau gangguan fisik lain. Retardasi mental dibagi dalam beberapa subtipe. diberi farmakoterapi. keterampilan merawat diri dan keterampilan motorik terlambat. Kebanyakan dengan hendaya motorik yang berat dan hal ini menunjukkan kerusakan perkembangan pada susunan saraf pusat Retardasi mental sangat berat. sedang. yang berarti sangat terbatas kemampuannya untuk memahami atau mematuhi permintaan atau instruksi. psikoterapi suportif individual. dan buang air kecil) dan terampil dalam pekerjaan rumah tangga. Ini terutama ditandai hendaya keterampilan selama masa perkembangan. Retardasi mental bisa disebabkan faktor genetik (kelainan metabolisme bawaan. pemeriksaan ke psikiater. mandi. sekolah luar biasa. tapi bila dijumpai abnormalitas tampak sebelum usia tiga tahun. misalnya dalam membaca dan menulis. komunikasi. Retardasi ringan misalnya: agak terlambat dalam belajar bahasa tapi sebagian besar dapat berbicara untuk keperluan sehari-hari. buang air besar. Mereka hanya mempunyai sedikit sekali kemampuan mengurus sendiri kebutuhan dasar mereka. ini sering disebabkan oleh kekurangan kronik stimulasi intelektual. berat dan sangat berat. sehingga berpengaruh pada semua tingkat intelegensia yaitu kemampuan kognitif. Intelegensi diperkirakan kurang dari 20. SELAIN retardasi mental kelainan jiwa lainnya misalnya autisme. Terdapat hendaya tiga bidang yaitu.

mudah mengalami kecelakaan. Pada 70% kasus ditemukan autisme infantil dengan retardasi mental. Pada masa dini anak. Terdapat gejala lain yang tidak khas. Penanganannya bisa secara farmakologi. psikoterapi individual suportif. minat. ADA juga yang disebut gangguan bicara dan bahasa. Dampak anak GPPH adalah perilaku antisosial. dan ketergantungan obat-obatan. sering seperti tidak sopan. Penanganan bisa dilakukan lewat terapi. terdapat kelekatan yang aneh terhadap benda yang tidak lembut. karenanya anak cenderung bersikap kaku dan rutin dalam aspek kehidupan sehari-hari. Diagnosa dini dan tepat dari gangguan perkembangan khas berbicara dan berbahasa sangat penting. Gejala ini harus menetap selama sekurang-kurangnya enam bulan. kurang kreativitas dari fantasi dalam proses pikir. Pada gangguan ini terdapat ciri khas.Anak memperlihatkan reaksi yang adekuat terhadap isyarat sosial emosional. Pola perilaku. GANGGUAN lainnya. kurang responsif emosional terhadap ungkapan verbal dan nonverbal orang lain. Ciri utama GPPH selalu timbul pada masa perkembangan dini ialah berkurangnya perhatian dengan aktivitas berlebihan. kesulitan membaca. terapi multidisiplin. dan kegiatan terbatas pengulangan yang stereoptipik. Sering juga terjadi penolakan terhadap perubahan dari rutinitas atau tata ruang seperti perpindahan mebel atau hiasan dalam rumah. perilaku yang mengacau. tipe predominan inatentif dan tipe predominan hiperaktif impulsif. ngadat. farmakologik. kelainan dalam pergaulan serta gangguan emosional dan perilaku. Kurang kemampuan bahasa dalam penggunaan sosial. konseling keluarga. mencederai diri seperti menggigit atau membeturkan kepala. aktivitas berlebihan. dan impulsif. gangguan tidur atau makan. depresi. Anak seringkali bersikap nekad dan impulsif. tipe kombinasi. kurang interaksi timbal balik dalam percakapan. konseling Keluarga. agresifitas. yaitu berkurangnya perhatian. . gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif (GPPH). seperti ketakutan. Beberapa gejala hiperaktif-impulsif atau berkurangnya perhatian telah ada sebelum usia tujuh tahun. sering melanggar tata tertib. kenakalan remaja. dll. dan gangguan lain yang berhubungan dengan pelajaran. Terdapat tiga tipe GPPH. kurangnya isyarat tubuh untuk menekankan atau mengartikan komunikasi lisan. karena kelambatan berbahasa sering diikuti kesulitan dalam membaca dan mengeja.

perjalanan penyakit.Gangguan berhitung khas (akalkulia) . kelainan saraf juga kelainan pada langit-langit mulut. kelainan pergaulan. Gangguan ini terdiri dari sekelompok gangguan yang ditandai adanya hendaya khas dan bermakna dalam belajar keterampilan sekolah. kelambatan perkembangan global. Keempat hal itu yakni keparahannya. Hendaya ini bukan karena retardasi mental. BERBAGAI gangguan jiwa pada anak maupun remaja seringkali tidak dapat kita cegah. gangguan sekunder dari ketulian yang berat.Gangguan berbahasa ekspresif (gangguan dimana anak tidak mampu mengekspresi kan bahasa lisan/ ucapan di bawah rata-rata usia mentalnya tapi pengertian bahasa dalam batas normal) . anggota keluarga dan tentu saja dengan pertolongan Allah Swt– cobaan itu niscaya akan terasa lebih ringan. Bila gangguannya berat mungkin perlu mengikuti sekolah khusus.Gangguan belajar campuran Gangguan ini bisa ditangani dengan intervensi pendidikan tergantung kepada keparahan.Gangguan membaca dan mengeja . Macam-macam gangguan perkembangan belajar khas: . dll.Gangguan berbahasa reseptif (anak tidak mampu untuk mengerti bahasa di bawah ratarata usia mentalnya) Penanganannya melalui terapi wicara GANGGUAN perkembangan belajar khas. Namun dengan kesabaran dan penatalaksanaan yang tepat– dengan mengikutsertakan para ahli. Gangguan bicara dan bahasa harus dibedakan dengan retardasi mental. polanya. dan masalah yang menyertainya seperti defisit pelajaran.Kendati sulit membedakannya dari variasi perkembangan normal. gangguan emosional dan perilaku. defisit neurologis.Gangguan artikulasi berbicara khas . gangguan visus dan gangguan pendengaran yang tidak diperbaiki atau gangguan emosi. bahkan terkadang sulit diatasi. . biasanya perlu remedial teaching. Macam-macam gangguan bicara dan bahasa adalah: . autisme. Sering biasanya gangguan ini timbul dengan GPPH dan gangguan perkembangan khas berbicara atau berbahasa. tapi terdapat empat kriteria utama yang memberi kesan terjadinya suatu gangguan bicara dan bahasa. Selain itu anakpun dapat dikembangkan secara optimal meski dalam keterbatasannya.

hiperaktif. dan memiliki hambatan dalam menyelesaikan tugas sehari-hari Kunci terpenting dalam menangani anak yang mengalami gangguan psikologis seperti di atas adalah kasih sayang orang tua. Ginanjar menjelaskan bahwa terdapat beberapa jenis gangguan psikologis yang dialami oleh anak-anak 1. terlambat berbicara dan terikat pada ritual yang tidak fungsional 3. dan bisa memiliki reaksi berlebihan terhadap frustasi. Retardasi mental. impulsif. 2. ciri: tidak bisa konsentrasi. Sindrom aspeger. ciri: gangguan yang jelas pada perilaku non-verbal. Autistik. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Anak yang mengalami gangguan seperti ini cenderung mudah bosan. cenderung menggunakan bahasa formal. suka menyendiri. dan kemampuan yang baik dalam bidang tertentu 4. ciri: tidak jauh dari autistik. ciri: memiliki skor yang rendah pada tes kecerdasan formal. tidak bisa berbagi minat dengan orang lain. bedanya tidak mengalami keterlambatan berbicara. . agresif.Jenis Gangguan Psikologis pada Anak Menurut psikolog klinis Adriana S. memiliki prestasi akademik.

datang ke UGD rumah sakit tempat saudara bertugas dengan keluhan utama diare. Penderita adalah seorang pekerja buruh pabrik yang tinggal di daerah padat penduduk dan dengan hygiene sanitasi buruk Hasil Pemeriksaan Kesadaran : Komposmentis Tanda vital : Nadi 112x/menit. silinder -. Anemia -/ikterus -/Cyanosis -/ dispnea Thoraks : Cor/Pulmo tidak didapatkan kelainan Abdomen : Perut agak tegang dan sedikit keriput.1 SKENARIO Skenario Tuan Rahul.leher: Mata cekung. Saat datang penderita juga mengeluh badannya menggigil serta perut kram. Berat jenis 1. mulut kering.7 gr %. diagnosis. Hepar/ Lien tak teraba Ekstremitas : Acral hangat. Bakteri – .1 %. Pernapasan 24x/menit.000/ mm³. komplikasi serta pencegahan infeksi amoebiasis 4. pH 6. Menjelaskan gejala klinis. Sedimen urin : eritrosit 1 -2/Lp. mahasiswa diharapkan dapat: 1. oedema -/Hasil pemeriksaan Laboratorium diketahui Darah lengkap : Hb 12. suhu 39˚C Kepala. LED 35 mm/jam Urine lengkap : Warna kuning jernih. glukosa dan urobilinogen dalam batas normal..000/ mm³. Diare tersebut timbul sejak 3 hari yang lalu dengan frekuensi lebih dari 10 kali per hari. berumur 23 tahun .dr. Menjelaskan etiopatofisiologi amoebiasis 2.DISKUSI KELOMPOK KEEMPAT POKOK BAHASAN : Disentri Amoeba dan Basiler SUBPOKOK BAHASAN : Amoebiasis PENANGGUNG JAWAB: Jusron Iriawan. Hct 38. lekosit 13. Menjelaskan tata laksana. epitel 0 – 1/Lp.015. cair bercampur lendir dan darah serta terasa nyeri saat akan buang air besar. Tensi 100/70 mmHg. Kristal -. 28 Juni 2011 Sasaran Belajar Setelah menyelesaikan diskusi kelompok ini. lekosit 2 – 3/Lp. manifestasi klinis amoebiasis 3. trombosit 344.SpPD-KGEH TANGGAL : Selasa.

Bagaimana diagnosis amoebiasis serta pemeriksaan penunjang apa saja untuk Mendukung diagnosis amoebiasis ? 5.Jawablah dan diskusikan pertanyaan dibawah ini dengan jelas! 1. Jelaskan pencegahan infeksi amoeba meliputi apa saja ? . Jelaskan tata laksana paripurna amoebiasis beserta komplikasinya ? 6. Sebutkan kemungkinan diagnosis penyakit tersebut diatas serta diagnosis banding nya apa saja ? 2. Bagaimana mekanisme terjadinya infeksi serta patofisiologi amoebiasis ? 4. hystolityca serta apa saja manifestasinya ? 3. Dari pemeriksaan feses lengkap ternyata ditemukan kuman Entamoeba hystolytica Jelaskan gejala klinis infeksi E.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful