P. 1
HAKEKAT DUNIA JIN DAN KHODAM

HAKEKAT DUNIA JIN DAN KHODAM

|Views: 3,398|Likes:
MENGAPA ORANG BERDZIKIR BISA KESURUPAN JIN
MANTRA DAN RUQYAH
Apakah Manusia Bisa Melihat Jin…..?
PENAMPAKAN YANG MENGHANTUI HAYAL MANUSIA
PENYAKIT AKIBAT GANGGUAN JIN
Hikmah Aqiqoh dalam Prespektif Penyembuhan Penyakit
Membentengi Diri dari Gangguan Jin
Penanggulangan Orang Kesurupan dan Penyembuhan Penyakit Akibat Gangguan Jin
Kekuatan Yang Mengalahkan
Kekuatan Yang Dikalahkan
Penanggulangan Orang Kesurupan Jin
Penyembuhan Penyakit Akibat Gangguan Jin
KHODAM
KHODAM JIN DAN KHODAM MALAIKAT
BERBURU KHODAM
MENGENALI KHODAM
MENGAPA ORANG BERDZIKIR BISA KESURUPAN JIN
MANTRA DAN RUQYAH
Apakah Manusia Bisa Melihat Jin…..?
PENAMPAKAN YANG MENGHANTUI HAYAL MANUSIA
PENYAKIT AKIBAT GANGGUAN JIN
Hikmah Aqiqoh dalam Prespektif Penyembuhan Penyakit
Membentengi Diri dari Gangguan Jin
Penanggulangan Orang Kesurupan dan Penyembuhan Penyakit Akibat Gangguan Jin
Kekuatan Yang Mengalahkan
Kekuatan Yang Dikalahkan
Penanggulangan Orang Kesurupan Jin
Penyembuhan Penyakit Akibat Gangguan Jin
KHODAM
KHODAM JIN DAN KHODAM MALAIKAT
BERBURU KHODAM
MENGENALI KHODAM

More info:

Published by: Edi Sugianto Wonggresik on Jul 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2013

pdf

Dipersembahkan Oleh ;

Edi Sugianto C.Ht.


Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 2

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011


DAFTAR ISI ;

1. MENGAPA ORANG BERDZIKIR BISA KESURUPAN JIN hal. 3
2. MANTRA DAN RUQYAH hal. 3
3. Apakah Manusia Bisa Melihat Jin…..? . hal. 5
4. PENAMPAKAN YANG MENGHANTUI HAYAL MANUSIA hal. 6
5. PENYAKIT AKIBAT GANGGUAN JIN hal. 6
6. Hikmah Aqiqoh dalam Prespektif Penyembuhan Penyakit hal. 9
7. Membentengi Diri dari Gangguan Jin hal.11
8. Penanggulangan Orang Kesurupan dan Penyembuhan Penyakit Akibat Gangguan Jin hal.14
9. Kekuatan Yang Mengalahkan hal.15
10. Kekuatan Yang Dikalahkan hal.17
11. Penanggulangan Orang Kesurupan Jin hal.19
12. Penyembuhan Penyakit Akibat Gangguan Jin hal.20
13. KHODAM hal.23
14. KHODAM JIN DAN KHODAM MALAIKAT hal.24
15. BERBURU KHODAM hal.26
16. MENGENALI KHODAM hal.27
17. RIWAYAT PENULIS [Kyai Muhammad Luthfi Ghozali] hal. 30


DIPERSEMBAHKAN OLEH
Mas Eddy Sugianto, C.H. C.Ht.
Alamat : Desa Sekapuk Rt: 02 / Rw : 01 No. 16
Kecamatan Ujung Pangkah – Kabupaten Gresik
Jawa Timur – Indonesia
HP : +6281231649477
Telfon Rumah : (+6231)-3940577
Email : semutraja@ymail.com


WEBSITE & BLOG QUANTUM TRANCEFORMATION NAQS DNA :
1. http://www.quantumpower.tk
2. http://www.reikinaqs.co.cc/
3. http://www.blogsief.co.cc/
4. http://avatar.zonet.us/
5. http://sief.zonet.us/
6. http://sedayu.blogdetik.com/
7. http://www.kompasiana.com/majelisnaqs
8. http://majelisnaqs.blogspot.com/
9. http://reikinaqs.blogspot.com/
10. http://energikultivasi.wordpress.com/
11. http://hongkongnaqs.wordpress.com/
12. http://naqsmalaysia.wordpress.com/
13. http://ruqyahtraining.wordpress.com/
14. http://keajaibansyukur.wordpress.com/
15. http://naqsdna.wordpress.com/
16. http://sabdashakti.wordpress.com/
17. http://reikinaqs.wapsite.me/
18. http://quantumtranceformasi.blogspot.co
m/
19. http://majelisnaqs.multiply.com/
20. http://reikinaqs.wordpress.com/
21. http://cahayasirrullah.wordpress.com/
22. http://kuantumbaitullah.wordpress.com






Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 3

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
MENGAPA ORANG BERDZIKIR BISA KESURUPAN JIN
Ruqyah yang beberapa tahun lalu marak dilakukan, kini masih ada sebagian kalangan melakukannya
bahkan ditayangkan secara tetap di salah satu siaran televisi. Jika dulu dengan membaca ayat-ayat suci
Alquran kini dengan membaca wirid dan dzikir berjama’ah. Namun dampaknya sama, orang-orang yang
dzikir dalam majlis itu menjadi bergelimpangan tidak sadarkan diri.

Para dzaakirin yang naas itu bareng-bareng kesurupan jin, mereka lupa ingatan dan berteriak-teriak
seperti orang gila. Namun anehnya, pimpinan majlis dzikir itu mengatakan, yang mereka lakukan itu
sarana untuk mengeluarkan jin dari tubuh manusia. Apakah benar pelaksanaan dzikir seperti itu bisa
dikatakan ruqyah? Mengapa orang yang asalnya sadar, setelah berdzikir menjadi hilang kesadaran dan
kesurupan setan jin. Bagaimana logikanya orang yang asalnya sadar menjadi tidak sadar dan bahkan
dapat berakibat sakit yang berkepanjangan malah dikatakan ruqyah, yang artinya menyembuhkan orang
sakit ?

Barangkali masih ada yang perlu diteliti, bahwa pelaksanaan dzikir tersebut boleh jadi justru telah
menyimpang dan menyalahi dari apa yang dimaksud dengan ruqyah itu sendiri. Marilah kita renungkan
akibatnya. Seandainya kesadaran orang yang sedang terganggu akibat dikuasai makhluk jin dalam majlis
dzikir tersebut tidak dapat dipulihkan kembali, sehingga menjadi seperti orang gila dalam waktu yang
berkepanjangan, mereka berteriak-teriak sepanjang jalan seperti saat pertama kali kesurupan jin pasca
berdzikir, maka apa jadinya dan siapa yang dapat menolong mereka serta bertanggung jawab atas semua
itu?
Apakah pelaksana majlis dzikir itu mampu memberikan jaminan dapat memulihkan kembali kesadaran
orang yang sedang dikuasai makhluk jin tersebut? Apakah pimpinan dan pelaksana majlis dzikir itu tidak
berfikir bahwa orang yang sedang kesurupan jin itu sedang menderita sakit akibat terluka, lebih-lebih
luka itu berada di wilayah kesadaran mereka ?

Penulis merasa perlu menanggapi kejadian tersebut sebagai bentuk pengabdian hakiki seorang hamba
yang dhoif kepada Tuhannya, demi keselamatan anak-anak cucu kita semua dari tipudaya dan gangguan
setan jin yang terkutuk. Penulis berpendapat bahwa majlis dzikir yang ditayangkan di televisi yang
mereka katakan ruqyah itu sesungguhnya bukan mengeluarkan jin dari tubuh manusia, akan tetapi justru
sebaliknya, yakni membantu memasukkan jin untuk menguasai kesadaran manusia. Perbuatan itu bisa
membahayakan kesehatan orang-orang yang ikut berdzikir dalam majlis tersebut. Bahaya jangka pendek,
orang yang pernah kesurupan itu akan menjadi langganan kesurupan jin dan bahaya jangka panjang bisa
berakibat terjangkit penyakit akibat gangguan jin dan gila.

Mantra dan Ruqyah
Ruqyah menurut bahasa artinya mantra atau jampi – jampi. Sedangkan yang dimaksud adalah cara
penyembuhan orang sakit sebagaimana yang biasa dilakukan orang-orang zaman dahulu, yang kemudian
sesuai dengan cara yang islami, dibenarkan dan diperbolehkan oleh Baginda Nabi saw; sebagaimana
contoh kejadian yang pernah terjadi pada zaman Rasulullah saw. yang tersebut di dalam hadis berikut ini:

Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a ,” Sesungguhnya beberapa orang dari kalangan Sahabat
Rasulullah saw sedang berada dalam perjalanan. Mereka pergi ke salah sebuah kampung Arab dan
mereka berharap boleh menjadi tamu kepada penduduk kampung tersebut. Namun ternyata penduduk
kampung itu tidak menerima. Tetapi ada yang bertanya: Apakah ada di antara kamu yang bisa
menjampi?, Karena ketua kampung kami terkena sengat. Salah seorang dari para Sahabat menjawab: Ya,
ada. Lalu beliau menemui ketua kampung tersebut dan menjampinya dengan surat Al-Fatihah. Ketua
kampung tersebut sembuh, maka Sahabat diberi beberapa ekor kambing. Namun beliau tidak mau
menerima dan mengajukan syarat: Aku akan menyampaikan terlebih dahulu kepada Nabi s.a.w, beliau
pun pulang menemui Nabi s.a.w dan menyatakan pengalaman tersebut. Sahabat itu berkata: Ya
Rasulullah! Demi Allah, aku hanya menjampi dengan surat Al-Fatihah. Mendengar kata-kata itu,


Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 4

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
Rasulullah saw tersenyum dan bersabda: Tahukah engkau, bahwa Al-Fatihah itu memang merupakan
jampi (ruqyah). Baginda bersabda lagi: Ambillah pemberian mereka dan pastikan aku mendapatkan
bagian bersama kamu. (Riwayat Bukhari di dalam Kitab Pengobatan hadits nomor 5295, Riwayat Muslim
di dalam Kitab Salam hadits nomor 4080, Riwayat Tirmidzi di dalam Kitab Sholat nomor 1989.)

Menurut hadis Nabi saw. di atas, yang dimaksud ruqyah adalah membacakan mantra atau jampi-jampi,
baik dengan ayat-ayat Alquran al-Karim maupun dengan kalimat doa kepada orang yang sakit, supaya
sakitnya menjadi sembuh. Bukan kepada orang yang sehat dan sadar kemudian menjadi hilang ingatan
karena dikuasai makhluk jin, sebagaimana yang sampai saat ini masih ditayangkan oleh salah satu
televisi.
Barangkali kita perlu bertanya; mengapa orang berdzikir bisa kesurupan jin, dan dikatakan oleh pimpinan
majlis dzikir tersebut malah mengeluarkan jin?

Makhluk jin adalah makhluk yang notabene lebih kuat dari manusia. Mereka diciptakan dari api sedang
manusia diciptakan dari debu. Mereka dapat melihat manusia, manusia tidak dapat melihat mereka.
Mereka bisa memasuki tubuh manusia, manusia tidak dapat memasuki tubuh mereka, bahkan iblis dan
balatentaranya yaitu para setan jin yang terkutuk ditetapkan oleh Allah Ta’ala sebagai musuh utama
manusia. Allah SWT. berfirman:

ِ ·-ِ ·´ -'ا ِ ب'َ =ْ -َ أ ْ.ِ - ا·ُ -·ُ ´َ -ِ ' ُ ªَ -ْ·ِ = ·ُ =ْ-َ - 'َ -´ -ِ إ ا´ وُ -َ = ُ -وُ -ِ =´ -'َ · ´ وُ -َ = ْ»ُ ´َ ' َ ن'َ =ْ -´ -'ا ´ نِ إ

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya
syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang
menyala-nyala” QS Fathir ayat 6.

Supaya setan jin dapat melancarkan tipudaya dengan mudah maka manusia harus terlebih dahulu dikuasai
kesadarannya. Namun eronisnya, upaya setan jin itu justru difasilitasi sendiri oleh manusia. Dengan
pelaksanan dzikir yang kesannya dipaksakan itu, para dzakirin itu tanpa sadar justru mengundang jin
untuk menguasai kesadaran mereka sendiri, terbukti dengan begitu cepat mereka kesurupan jin.

Mestinya, kesadaran adalah bagian yang paling utama yang harus mendapat penjagaan dengan
bersungguh-sungguh. Ia jangan dipertaruhkan dengan apa saja, lebih-lebih dengan alasan yang tidak
pasti. Yang pasti adalah kesadaran itu, apabila dirasakan sehat, berarti tidak ada jin di dalamnya. Kalau
ada jin di dalamnya, berarti orang tersebut kesurupan jin.

Dengan kesadaran itu, supaya manusia dapat ingat kepada Allah Ta’ala dan selanjutnya dapat bersyukur
atas segala anugerah dan kenikmatan. Dengan kesadaran yang dikuasai jin berarti manusia tidak dapat
melakukan ibadah dengan sempurna. Barangkali para pelaksana dzikir yang ditayangkan televisi itu
kurang memahami, sesungguhnya jin dapat bebas keluar masuk ke dalam tubuh manusia, baik sekedar
memberi informasi maupun mengadakan tipudaya bahkan langsung melalui hatinya. (QS. An-Nas ayat 5-
6) Jadi, mengeluarkan jin dari tubuh manusia itu adalah dengan membebaskan kesadaran manusia dari
penguasaan jin bukan sebaliknya.Bukan orang yang asalnya sadar menjadi tidak sadar, tetapi orang yang
tidak sadar menjadi sadar.



Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 5

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
Apakah Manusia Bisa Melihat Jin…..?
Jika yang dimaksud melihat Jin dalam arti melihat dengan mata kepala maka manusia tidak dapat
melakukannya, Allah Ta’ala menegaskan hal tersebut dengan firman-Nya:

ُ ª´ -ِ إ ْ»ُ +َ -ْوَ ·َ - 'َ ' ُ -ْ -َ = ْ.ِ - ُ ªُ '-ِ -َ ·َ و َ ·ُ ه ْ»ُ آاَ ·َ -

Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa
melihat mereka. QS:7/27.

Demikian pula yang dinyatakan Ibnu Abbad r.s dalam sebuah hadis Nabi s.a.w. Diriwayatkan dari Ibnu
Abbas ra. berkata:

Yang artinya: Rasulullah saw tidak membacakan al-Quran kepada jin dan tidak pula melihat mereka.

Kisahnya sebagai berikut: Suatu saat ketika baginda Nabi saw. dalam perjalanan bersama para Sahabat
ra. menuju pasar Ukaz, tepat pada saat itu, antara syaitan jin dan berita dari langit sedang dihalangi dan
mereka dilempari dengan panah berapi. Maka merekapun kembali kepada kaum mereka, dan mereka
berkata : Antara kami dan berita dari langit telah dihalangi dan kami dilempari dengan panah berapi.
Kaum mereka berkata : pasti telah terjadi sesuatu yang luar biasa di muka bumi, coba pergilah menyebar
ke bumi, baik di sebelah timur maupun baratnya, carilah apa menjadi penyebabnya, sehingga antara kita
dan berita dari langit menjadi terhalang. Mereka pun pergi ke bumi di sebelah timur dan baratnya. Dan
diantara mereka ada yang menuju arah Tihamah yaitu mengikuti arah perjalanan Nabi saw. bersama para
sahabat ra. Saat itu Baginda Nabi saw sedang berada di bawah pohon kurma dalam perjalanan menuju ke
pasar Ukaz dan Baginda Nabi saw. sedang melaksanakan sholat Subuh bersama para Sahabat. Ketika
mereka (sekelompok jin) itu mendengarkan al-Quran dibaca, mereka memerhatikannya dan berkata :
Inilah yang menjadikan kita terhalang dengan berita dari langit. Maka merekapun kembali kepada kaum
mereka lalu berkata: Wahai kaumku :

Yang artinya: Sesungguhnya aku telah mendengar bacaan yang mengagumkan, yang dapat menunjukkan
kita kepada kebenaran, maka aku beriman kepadanya dan tidak akan menyekutukan Tuhanku dengan
siapapun. Maka Allah SWT. menurunkan kepada nabi-Nya Muhammad saw dengan firman-Nya:

Yang artinya: Katakanlah, telah diwahyukan kepadaku, bahwasanya sekumpulan jin telah mendengar
bacaan al-Quran

1. Riwayat Bukhori di dalam Kitab Azan Hadits Nomor 731
2. Riwayat Muslim di dalam Kitab Sholat Hadits Nomor 681
3. Riwayat Tirmidzi di Dalam Kitab Tafsir Al-Qur’an Hadits Nomor 3245-3247.

Jika yang dimaksud melihat jin dalam arti mengenali, maka untuk hal tersebut orang tidak harus
menggunakan mata kepala. Orang bisa mengenali suatu benda dengan indera yang dimiliki, dengan
penciuman atau pendengaran, asal dengan itu orang tersebut dapat mengenali sesuatu maka boleh
dikatakan ‘rukya’ atau melihat. Semisal orang buta mampu mengenali uang kertas, padahal dia tidak
pernah melihat uang itu dengan matanya. Dengan mencium orang dapat mengenali kwalitas tembakau,
dan dengan mendengar orang dapat mengenali seseorang melalui suaranya. Orang bisa mengenali suara,
tetapi suara itu tidak dapat dilihat dengan mata kepala melainkan didengarkan dengan indera
pendengaran. Meski hanya dengan pendengaran, ketika seseorang dapat mengenali suatu benda, maka
orang itu berarti mengenali benda tersebut.

Seperti orang makan salak secara terus-menerus sehingga menjadi tahu dengan persis bahwa salak yang
dimakan itu salah pondoh, orang tersebut berarti orang yang kenal salak pondoh. Bahkan semakin ahli,


Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 6

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
semakin itu pula dia dapat mengetahui dengan tepat terhadap segala jenis-jenis salak secara spesifik.
Melihat jin itu tidak harus dengan mata kepala, yang pasti jin itu ada, jin melihat manusia tetapi manusia
tidak dapat melihat jin. Kehidupan jin itu dekat dengah kehidupan manusia, hanya saja manusia tidak
dapat merasakannya. Demikianlah yang dinyatakan Allah dengan firman-Nya.

Oleh karena alam jin adalah alam yang ghaib bagi indera lahir manusia, untuk mengenalinya, maka
dengan indera yang lahir itu seorang hamba wajib mengimani apa-apa yang disampaikan oleh Allah
Ta’ala dengan wahyu-Nya. Ketika alam jin dinyatakan Allah Ta’ala dengan firman-Nya, maka kewajiban
manusia harus mengimaninya, selanjutnya, dengan kemampuan imaginasi yang ada manusia harus
bersungguh-sungguh mengadakan penelitian dengan cara yang benar, hasilnya, dengan ilmu Allah dan
izin-Nya manusia akan dibukakan penutup matanya sehingga mereka mendapatkan sesuai yang
diharapkan. Ketika Allah SWT. berfirman:

Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain
asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. QS:25/53.

Maka manusia harus mengimani firman Allah Ta’ala itu, karena hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui
keadaan makhluk-Nya. Menurut ayat diatas, alam manusia bagaikan samudera dan alam jin juga
bagaikan samudera, namun antara keduanya dibatasi oleh barzah atau ruang waktu dan dinding-dinding
yang membatasi. Maksudnya, alam manusia adalah suatu dimensi dan alam jin juga merupakan suatu
dimensi, namun masing-masing dimensi itu dibatasi oleh dimensi lain pula. Seperti alam mimpi adalah
dimensi dan alam jaga juga merupakan dimensi, namun masing-masing tersebut dibatasi oleh dimensi
yang lain yaitu alam tidur. Alam tidur dikatakan sebagai pembatas antara alam sadar dengan alam mimpi,
karena tidak semua orang tidur pasti bermimpi, hal ini membuktikan bahwa alam tidur berbeda dengan
alam mimpi.

PENAMPAKAN YANG MENGHANTUI HAYAL MANUSIA
Ketika seseorang mendapatkan penampakan, baik sebagai buah wirid dan mujahadah yang mereka
lakukan atau karena ingatannya sedang sakit, mereka mengira, penampakan-penampakan itu merupakan
bentuk jin yang asli, padahal sesunguhnya bukan, karena tidak ada yang dapat mengetahui bentuk jin
kecuali hanya Allah Ta’ala. Penampakan-penampakan tersebut hanyalah bentuk gambar (visual) yang
ditusukkan jin ke dalam alam hayal manusia, hal itu bisa terjadi, karena orang tersebut sebelumnya telah
menghayal jin sesuai dengan hayalannya sendiri. Oleh karena itu, apabila orang-orang yang mendapatkan
penampakan itu sebelumnya menghayal jin dalam bentuk putih-putih maka penampakan yang muncul
berupa gambar putih-putih, jika mereka membanyakan jin dalam gambaran hitam-hitam maka
penampakan yang muncul berupa hitam-hitam. Penampakan-penampakan itu sesungguhnya hanyalah
hasil sihir jin dengan mengambil hayalan manusia kemudian dibentuk menjadi visual dan dimasukkan
kembali ke dalam bilik hayal manusia tersebut. Dalam kaitan ini banyak orang ahli wirid dan mujahadah
terperangkap di dalam tipudaya setan jin. Terlebih lagi ketika penampakan itu kemudian mengeluarkan
suara dan mengaku sebagai ruh wali, maka ahli wirid itu menghadapi jebakan setan jin yang sangat
mematikan. Sedikit demi sedikit mereka akan dijadikan orang sombong, karena merasa mempunyai
kelebihan di atas orang lain.

Orang tidak dapat melihat jin karena mata lahirnya sedang ditutupi, atau karena sorot pandangnya sedang
terhalang oleh hijab-hijab basyariah. Ketika hijab-hijab itu dihapus sehingga penutupnya menjadi
terbuka, hal ini bisa terjadi sebagai buah ibadah yang dijalani, maka dengan izin-Nya manusia dapat
merasakan keberadaan jin. Allah telah mengisyaratkan hal tersebut dengan firman-Nya:
“Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup
(yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam”. QS:50/22.


Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 7

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
Walaupun seandainya manusia dapat melihat jin karena sorot matanya telah menjadi tajam sehingga
tembus pandang dan ketika ternyata bentuk jin itu tidak sama dengan segala bentuk yang ada di dunia,
dapatkah orang tersebut mencontohkannya kepada orang lain di dunia…? Ketika pandangan mata
manusia telah menjadi tembus pandang karena penutupnya telah dibuka, berarti saat itu manusia tidak
melihat dengan mata lahir melainkan dengan mata batin atau matahati, karena hanya dengan matahati itu
seseorang dapat melihat alam yang dighaibkan terhadap mata dhohir. Keadaan yang dilihat oleh matahati
, sebagaimana yang disebutkan di atas, dapatkah hal tersebut diperlihatkan kepada orang lain melalui
mata lahirnya? Tentunya tidak bisa, keadaan itu seperti orang dapat mengenali suara dengan indera
pendengaran, dapatkah suara itu kemudian dikenalkan kepada orang lain melalui indera penciuaman,
semata-mata karena indera pendengaran orang tersebut sedang dalam keadaan rusak….?

Walhasil, apa saja yang dapat dicontohkan oleh manusia tentang bentuk jin melalui gambar-gambar yang
dapat dilihat oleh mata lahir manusia yang lain, sesungguhnya itu hanyalah kebohongan belaka, baik
kebohongan yang disebarkan oleh jin terhadap manusia yang dapat dibohongi maupun oleh manusia yang
memang pekerjaannya suka berbuat kebohongan. Sesungguhnya bentuk asli jin itu tidak mungkin dapat
dilihat manusia dengan panca inderanya melainkan hanya dapat dilihat dengan indera batin yang disebut
matahati. Hanya Allah Ta’ala Yang Maha Mengetahui kepada segala ciptaan-Nya. ( Uraian dalam
tulisan ini masih banyak hal yang disampaikan secara rahasia karena menyangkut hal yang memang
harus dirahasiakan, oleh karena itu diharapkan para pembacanya tidak serta merta memperdalam
kecuali dengan bimbingan ahlinya,- malfiali)

PENYAKIT AKIBAT GANGGUAN JIN
Sebagai dampak kesurupan jin, pasca kesurupan itu orang tersebut bisa kejangkitan penyakit jin atau
yang disebut penyakit non medis. Apabila penyakit jin ini menyerang wilayah kesadaran, berarti orang
tersebut menjadi hilang ingatan atau gila. Apabila menyerang jasad berarti orang tersebut terkena
penyakit jin. Penyakit jin yang menyerang jasad ini bentuk wujudnya berupa angin dimensi jin. Angin itu
masuk ke badan manusia kemudian menempel di salah satu bagian organ tubuhnya. Apabila menyerang
kaum ibu, kedudukan angin jin tersebut seringkali menempel di bagian payudara dan rahim. Ibarat tanah
liat ketika dibakar akhirnya menjadi batu bata, maka seperti itu pula ketika makhluk jin yang asal
kejadiannya api itu tinggal di dalam jasad manusia yang asal kejadiannya tanah, maka anggota tubuh
yang ditempeli itu terbakar sehingga mengeluarkan reaksi. Awalnya mengeluarkan lendir, kemudian
lendir itu menjadi darah lalu menjadi segumpal daging. Ketika dampak angin jin itu sudah berbentuk
daging, apabila dideteksi secara medis, maka gejala sakit itu di-indikasikan sebagai tumor atau kanker,
bahkan merupakan tumor atau kanker ganas dalam arti ketika daging penyakit itu diangkat menyebabnya
seketika menjalar ke tempat lain. Maka orang yang terkena tumor atau kanker yang penyebabnya benda
jin ini meski berkali-kali tumornya diangkat secara medis, sakitnya tidak kunjung sembuh, bahkan
semakin membahayakan karena sumber tumor tersebut malah berkembang biak.

Gejala awal, orang yang terkena penyakit jin ini sekujur tubuhnya terasa sakit, bahkan terkadang sumber
sakitnya berpindah-pindah tempat. Seperti ada angin yang berjalan di sekujur tubuh. Tanda-tanda kalau
sakit tersebut akibat benda jin, ketika orang yang sakit itu diperiksakan secara medis, dokter yang
memeriksa tidak menemukan penyebabnya. Dokter yang satu mengatakan sakit ini dan dokter yang lain
mengatakan sakit yang lain pula. Ketika penyakit tersebut diobatkan ke dukun, maka dukun itu seringkali
menvonis sebagai terkena sihir atau santet, padahal orang sakit seperti tersebut tidak selalu akibat disantet
orang. Bahayanya lagi apabila yang dituduh berbuat santet itu kerapkali disebutkan oleh dukun itu secara
jelas. Akibatnya, usaha pengobatan melalui dukun itu kerapkali tidak menjadikan orang yang sakit
menjadi sembuh, bahkan malah menyebabkan timbul fitnah berkepanjangan dan berbuntut menjadi
permusuhan yang tiada henti.


Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 8

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
Secara ilmu agama, penyakit yang penyebabnya angin jin itu memang ada dan terkadang hasil ulah
manusia dengan memanfaatkan fasilitas yang ada pada dimensi jin. Manusia bekerja sama dengan jin
yang lazim dikatakan santet atau sihir. Dari dahulu sihir itu memang ada dan bahkan Rasulullah s.a.w.
pernah terkena sihir yang dilakukuan oleh orang Yahudi. Sebagaimana yang telah dikabarkan oleh
sebuah hadits.

Diriwayatkan dari Aisyah r.a berkata: Rasulullah saw pernah disihir oleh orang Yahudi dari Bani Zuraiq
yang bernama Labid bin al-A’sham sehingga Rasulullah saw merasakan seolah-olah berbuat sesuatu yang
bukan perbuatannya. Pada suatu hari atau suatu malam Rasulullah saw berdoa dan terus berdoa,
kemudian beliau bersabda: Wahai Aisyah, apakah engkau merasa bahwa Allah telah memberiku
pertunjuk mengenai apa yang aku mohonkan kepada-Nya ? Dua Malaikat telah datang kepadaku. Salah
satunya duduk di samping kepalaku dan yang satu lagi duduk dekat kakiku. Malaikat yang berada di
samping kepalaku berkata kepada Malaikat yang berada dekat kakiku atau sebaliknya:

Yang artinya: Apa sakit orang ini ? Yang ditanya menjawab: Tersihir. Seorang lagi bertanya: Siapakah
yang menyihirnya ? Yang satu lagi menjawab: Labid bin al-A’sham Salah seorang bertanya: Di manakah
sihir itu ditempatkan ? Yang satu lagi menjawab: Pada sisir dan rambut yang jatuh pada sisir serta simpul
yang dibuat dari akar kurma jantan. Salah satunya bertanya : Di manakah benda itu diletakkan ? Yang
satu lagi menjawab: Di dalam telaga Zu Arwan. Aisyah ra meneruskan : Lalu Rasulullah saw pergi ke
telaga tersebut bersama-sama para Sahabat. Kemudian baginda bersabda: Wahai Aisyah demi Allah,
seakan-akan air telaga itu berwarna kuning kemerah-merahan dan akar-akar kurma yang ada di situ
bagaikan kepala-kepala syaitan. Aku (Aisyah) bertanya: Ya Rasulullah, mengapakah engkau tidak
membakar saja benda itu ? Rasulullah saw menjawab: Tidak. Mengenai diriku, Allah telah berjanji akan
menyembuhkanku dan aku tidak suka membuatkan orang banyak menjadi resah, oleh karenanya aku
menyuruh menanamnya.

· Riwayat Bukhari di dalam Kitab Pengobatan hadits nomor 5324.
· Riwayat Muslim di dalam Kitab Salam hadits nomor 4059.
· Riwayat Ibnu Majah di dalam Kitab Pengobatan hadist nomor 3535.

Penyakit non medis itu memang terkadang akibat disihir orang jahat, namun juga terkadang akibat orang
kesurupan jin. Apabila kita menemukan gejala sakit sebagaimana disebutkan di atas, maka sebaiknya kita
tidak hanya melakukan upaya pengobatan secara medis saja, namun juga secara non medis. Dalam arti
memeriksakan sakit tersebut kepada ahlinya. Banyak hal yang bisa menyebabkan orang terkena penyakit
non medis. Tidak hanya dari dimensi jin saja, namun juga terkadang dari akibat pola pikir yang tidak
sehat. Yang asalnya pola pikir tidak sehat, ketika terjadi ketidakseimbangan antara emosional, rasional
dan spiritual sehingga pikiran orang menjadi bleng, pikiran yang bleng tersebut bisa dimanfaatkan oleh
jin untuk memasukkan penyakit dalam tubuh manusia yang diincarnya.

Untuk mendiagnosa penyakit tersebut, dibutuhkan orang yang matahatinya cemerlang. Sorot matanya
mampu menembus beberapa lapisan dimensi yang ada sehingga dia benar-benar mampu menemukan
penyebab penyakit tersebut. Orang yang demikian itu bukan seorang dukun yang memang sengaja
membuka praktek untuk mencari uang. Namun mereka itu adalah orang-orang ahli ibadah yang hatinya
ihlas. Mereka menolong manusia semata-mata mengamalkan ilmu yang dimiliki sebagai bentuk wujud
pengabdian kepada Tuhannya secara horizontal. Sebagai buah ibadah yang dilakukan, hati mereka
menjadi bersih dari kepentingan dunyawiyah sehingga sorot matanya menjadi tembus pandang. Setelah
diagnosa sudah dilakukan dengan benar, biasanya cara penyembuhannya malah menjadi mudah, bahkan
lebih mudah daripada diagnosanya. Hal tersebut bukan berarti ahli ibadah itu dapat menyembuhkan orang
sakit, tetapi melalui tangannya, Allah Yang Maha Menyembuhkan memberikan kesembuhan kepada
orang yang harus ditolong tersebut.



Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 9

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
Banyak hal yang bisa kita bicarakan tentang penyakit non medis ini, namun karena luasnya ilmu tersebut,
maka tidak mungkin dapat diuraikan secara mendetail dalam bahasa tulisan yang terbatas, kecuali
ditindaklanjuti dengan cara berdialog secara interaktif kasus per kasus. Oleh karena itu, apabila pembaca
ingin memperdalam pembicaraan silahkan memanfaatkan ‘rubrik konsultasi’ untuk bertukar fikiran
dengan penulis. Semoga Allah Ta’ala membukakan pintu hidayah-Nya untuk kita dan memberikan
hikmah guna memahami romantika kehidupan ini.

Hikmah Aqiqoh dalam Prespektif Penyembuhan Penyakit

Sejak seorang suami memancarkan sperma kepada istrinya, lalu sperma itu berlomba-lomba mendatangi
panggilan indung telur melalui signyal kimiawi yang dipancarkan darinya, sejak itu tanpa banyak disadari
oleh manusia, sesungguhnya setan jin sudah mengadakan penyerangan kepada calon anak mereka. Hal
tersebut dilakukan oleh jin dalam rangka membangun pondasi di dalam janin yang masih sangat lemah
itu, supaya kelak di saat anak manusia tersebut menjadi dewasa dan kuat, setan jin tetap dapat menguasai
target sasarannya itu. Maka sejak itu pula Rasulullah saw. telah mengajarkan kepada umatnya cara
menangkal serangan yang sangat membahayakan itu sebagaimana yang disampaikan Beliau saw. melalui
sabdanya berikut ini :

* Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a berkata: Rasulullah s.a.w pernah bersabda:
apabila seseorang diantara kamu ingin bersetubuh dengan isterinya hendaklah dia membaca:





Yang artinya: Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Wahai Tuhanku!
Jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami.
Sekiranya hubungan antara suami istri itu ditakdirkan mendapat seorang anak. Anak itu tidak akan
diganggu oleh setan untuk selamanya

· Riwayat Bukhari di dalam Kitab Nikah hadits nomor 4767.
· Riwayat Muslim di dalam Kitab Nikah hadits nomor 2591.
· Riwayat Tirmidzi di dalam Kitab Nikah hadist nomor 1012.
· Riwayat Abu Dawud di dalam Kitab Nikah hadits nomor 1846.

Disaat manusia sedang menjalani bagian kehidupan yang paling nikmat, mereka tidak boleh lupa diri.
Mereka tidak boleh lupa kepada Allah Ta’ala. Kebahagiaan hidup itu harus dimulai dengan berdzikir
menyebut asma-Nya dan membaca do’a. Hal itu harus dilakukan, supaya kebutuhan biologis manusiawi
tersebut dinilai sebagai amal ibadah. Ketika perbuatan yang sering menjadikan manusia lupa diri itu
menjadi amal ibadah, disamping mereka mendapatkan pahala yang besar, juga apa saja yang ditimbulkan
darinya akan menjadi buah ibadah. Oleh karena ibadah berarti menolong di jalan Allah, maka Allah
Ta’ala akan selalu memberikan pertolongan kepada hamba-Nya yang beriman itu. Allah Ta’ala
menyatakan hal tersebut dengan firman-Nya:

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan
meneguhkan kedudukanmu. QS:47/7.

Dengan sebab pertolongan Ilahiyah tersebut, sejak saat itu juga calon anak manusia itu akan mendapatkan
perlindungan dari-Nya. Janin yang masih sangat lemah itu dimasukkan dalam benteng perlindungan-Nya
yang kokoh sehingga setan jin tidak mampu lagi mengganggu untuk selama-lamanya. Allah Ta’ala telah
menyatakan pula dengan firman-Nya:


Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 10

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang
yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat. QS:15/42.

Adakah kasih sayang yang melebihi kasih sayang Allah Ta’ala kepada hamba-Nya, dan Rasulullah saw.
kepada umatnya? Betapa seandainya tidak ada kasih sayang itu. Seandainya kita tidak diajarkan oleh
Rasulullah saw. usaha tandingan untuk menangkal bahaya besar yang tidak banyak disadarai oleh
manusia itu, adakah kira-kira manusia dapat selamat dari ancaman setan jin yang sangat mengerikan itu?
Sementara sepasang anak manusia sedang asyik-asyiknya dalam keadaan lupa diri, ternyata setan jin
telah menyiapkan jurus-jurus ampuh. Jika seandainya tidak ada penangkal tersebut barangkali dapat
dipastikan, tidak ada seorang manusiapun mampu menyelamatkan diri dari serangan jin yang mematikan
itu.

Buah ibadah yang dilakukan oleh seorang laki-laki sebelum mendatangi istrinya itu disebut “Nismatul
‘ubudiyah” sedangkan kehidupan yang mendiami janin di dalam rahim seorang ibu itu disebut “Nismatul
adamiyah”. Selama keberadaan nismatul adamiyah didampingi nismatul ‘ubudiyah, sampai kapanpun
anak manusia tetap mendapatkan perlindungan Allah Ta’ala. Dengan perlindungan itu setan jin tidak
mempunyai kekuatan untuk menguasainya, kecuali manusia sendiri terlebih dahulu merusak sistem
perlindungan tersebut dengan berbuat kemaksiatan dan dosa. Akibat dosa-dosa yang dilakukan itu dengan
sendirinya nismatul ‘ubudiyah akan meninggalkan nismatul adamiyah, sehingga terbuka peluang bagi
setan jin untuk menguasai manusia.

Ketika persetubuhan itu tidak dilandasi dengan nuansa ibadah, tidak diniati dengan niat yang baik, hanya
memperturutkan dorongan hawa nafsu belaka, lebih-lebih lagi dilaksanakan dalam kondisi masih haram,
sehingga sejak proses awal kejadian anak manusia itu tidak mendapatkan nismatul ‘ubudiyah, tidak
mendapatkan sistem penjagaan malaikat untuk melindungi jalan hidupnya, maka sejak masih berbentuk
janin itu, anak manusia tersebut sudah terkontaminasi anasir-anasir jin. Akibatnya, sejak itu pula menjadi
sangat rentan mendapatkan gangguan setan jin, baik jasmani maupun ruhaninya. Jasmaninya dalam arti
sangat rentan mendapatkan berbagai macam penyakit yang penyebabnya datang dari dimensi alam jin
dan ruhaninya dalam arti baik kesadaran maupun karakternya rentan mendapatkan gangguan jin. Dengan
demikian itu berarti, bagian kehidupan anak manusia itu telah tergadai di dalam kekuasaan setan jin
sehingga kapan saja jin dapat melaksanakan niat jahatnya. Allah Ta’ala telah menegaskan hal tersebut
dengan firman-Nya:

Tiap-tiap jiwa dengan apa yang telah diperbuatnya akan tergadai. QS:74/83.

Akibat dari kesalahan tersebut, jiwa anak manusia bagaikan sudah digadaikan oleh orang tuanya kepada
setan jin, maka dia membutuhkan tebusan untuk membebaskannya. Oleh karena itu, berkat rahmat-Nya
yang Agung, Allah Ta’ala masih memberikan kesempatan kepada setiap orang tua untuk menebus jiwa
anaknya tersebut dengan melaksanakan sunnah Rasulullah saw yang disebut Aqiqoh.

Sebagaimana pelaksanaan ibadah qurban – laki-laki dengan dua ekor kambing dan perempuan dengan
satu ekor kambing – Aqiqoh juga demikian. Rasulullah saw. sebagai seorang Rasul yang “Ma’shum” atau
yang sudah mendapat jaminan keselamatan dan penjagaan dari akibat kesalahan-kesalahan dan dosa-
dosa, beliau melaksanakan Aqiqoh untuk putra-putrinya hanya selang tujuh hari setelah hari
kelahirannya. Hal itu berarti mengandung pelajaran bagi umatnya tentang demikian besarnya hikmah
Aqiqoh.

Jika diambil arti secara filosofi, tujuan aqiqoh juga seperti tujuan ibadah qurban, yakni melaksanakan
tebusan atau yang disebut dengan istilah Fida’. Artinya; yang semestinya Nabi Ismail as. mati kerena saat
itu Nabi Ibrahim as. mendapatkan perintah untuk menyembelihnya, namun kematian itu ditebusi oleh


Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 11

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
Allah Ta’ala dengan kematian seekor binatang qurban. Sehingga sejak itu, setiap hari Raya Qurban kaum
muslimin disunnahkan untuk melaksanakan qurban dengan menyembelih binatang qurban. Seperti itu
pula tujuan aqiqoh yang dilakukan oleh kedua orang tua terhadap anaknya. Yakni melaksanakan
penebusan barangkali di saat kedua orang tua tersebut melaksanakan kuwajiban nafkah badan ada
kehilafan. Maksudnya, bagian kehidupan anak yang sudah terlanjur tergadaikan kepada setan jin akibat
kesalahan yang diperbuat, orang tua itu dianjurkan melaksanakan tebusan dengan melaksanakan aqiqoh
bagi anak-anaknya.

Oleh karena itu hendaknya umat Islam melaksanakan aqiqoh untuk anak-anaknya dengan sungguh-
sungguh, dilaksanakan dengan ikhlas semata-mata karena Allah Ta’ala. Aqiqoh boleh dilaksanakan
bersamaan pelaksanaan hajad-hajad yang lain, hal itu karena daging aqiqoh dianjurkan dibagikan dalam
keadaan matang. Boleh untuk walimatul ‘ursy, atau walimatul khitan umpamanya, asal dalam
pelaksanaan itu tidak dibarengi dengan niat-niat yang tidak terpuji. Aqiqoh tidak boleh dibarengi dengan
niat-niat yang dapat membatalkan pahala ibadah, misalnya untuk berbuat bangga-banggaan atau untuk
perbuatan riya’ dan pamer, atau perbuatan yang sifatnya mubadzdzir menurut hukum agama islam,
seperti pesta-pesta perkawinan yang sifatnya hanya untuk menunjukkan status dan kehormatan duniawi,
hanya untuk pamer kesombongan dan bangga-banggaan. Hal itu dilakukan agar aqiqoh yang
dilaksanakan itu benar-benar mencapai target sasaran. Menjadikan kafarot atau peleburan bagi dosa-dosa
dan kesalahan yang telah terlanjur dilakukan oleh kedua orang tua.

Jadi, salah satu hikmah aqiqoh adalah, disamping diniatkan untuk melaksanakan sunnah Rasul saw, juga
dapat dijadikan media atau sarana bagi usaha penyembuhan orang yang telah terlanjur jiwanya
tergadaikan kepada setan jin sehingga badannya dihinggapi berbagai penyakit. Aqiqoh yang dilaksanakan
itu bukan dalam arti kambing yang disembelih itu kemudian dipersembahkan kepada jin yang sedang
memperdaya orang yang sakit sehingga hukumnya menjadi syirik. Hal tersebut sebagaimana yang
disangkah oleh sebagian kalangan yang tidak memahami ilmunya. Namun dilaksanakan semata-mata
melaksanakan syari’at agama. Dengan asumsi, bahwa ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba bukan
untuk kepentingan Allah Ta’ala, tetapi pasti ada kemanfaatan bagi orang yang malakukannya. Hal itu
bisa terjadi, karena secara sunatullah, Allah Ta’ala sudah menetapkan bahwa setiap amal kebajikan pasti
dapat menghilangkan kejelekan, asal kebajikan tersebut dilaksanakan semata-mata melaksanakan
perintah-Nya. Allah Ta’ala telah menegaskan dengan firman-Nya:

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang
buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”. QS:11/114.

Membentengi Diri dari Gangguan Jin
Bacaan ruqyah dapat digunakan sebagai sarana untuk membangun benteng perlindungan dari godaan jin,
baik untuk pribadi maupun masyarakat dalam satu wilayah. Namun yang menjadi benteng perlindungan
itu bukan bacaannya, melainkan ‘sirr’, atau rahasia bacaan yang disebut ‘warid’, sebagai buah ibadah
yang dilakukan secara istiqomah dan ihlas. Untuk membangun benteng tersebut, baik bacaan maupun
cara mengamalkannya sama, yang berbeda hanya niat dan pelaksanaan. Kalau untuk diri sendiri, berarti
niatnya juga untuk diri sendiri dan dilaksanakan sendiri, kalau untuk orang banyak, niatnya juga untuk
orang banyak dan dilaksanakan secara berjama’ah.


Seseorang dengan sendirian dapat membentengi suatu kaum secara komunitas asal dia mempunyai
kemampuan baik ilmiyah maupun amaliyah, dengan istilah ‘istighotsah’ atau do’a bersama. Hal tersebut
sebagaimana yang pernah dilakukan Rasulullah saw. saat beliau sedang penghadapi perang Badar. Allah
Ta’ala mengabadikan dengan firman-Nya yang artinya: (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan
(beristighotsah) kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan
bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut”. – Dan Allah tidak


Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 12

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi
tenteram karenanya. Dan pertolongan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa
lagi Maha Bijaksana. QS:8/9-10.

Seseorang harus mampu membentengi dirinya terlebih dahulu sebelum membentengi orang lain, karena
mustahil orang dapat membentengi orang lain sebelum mampu membentengi diri sendiri. Allah Ta’ala
talah memberikan isyarat dengan firman-Nya:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. QS:66/6.

Sarana untuk membentengi diri dari ganguan jin itu dinyatakan juga oleh baginda Nabi saw. dalam
sabdanya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah s.a.w bersabda: Barang siapa
membaca:






dalam sehari sebanyak seratus kali, niscaya dia mendapat pahala sebagaimana orang memerdekakan
sepuluh budak. Dia juga diampunkan seratus kejahatan, dibuatkan untuknya benteng sebagai pelindung
dari setan pada hari itu hingga petang hari. Tidak diganjarkan kepada orang lain lebih baik darinya
kecuali orang tersebut melakukan amalan lebih banyak darinya. Manakala mereka yang berkata:




dalam sehari sebanyak seratus kali niscaya terhapuslah segala dosanya sekalipun dosanya itu banyaknya
seperti buih di lautan. HR. Bukhori, Muslim, Ibnu Majah, Ahmad Ibnu Hambal dan Malik.
Rodhiallahu’anhum.

Melaksanakan ‘istighotsah’ dengan sendirian untuk membentengi komunitas manusia pada wilayah
tertentu, hal tersebut sudah banyak dilakukan oleh para ‘Ulama salafush-sholeh. Ruqyah seperti itu
dilakukan sebelum mereka mengajak manusia untuk memeluk agama Islam. Manusia utama itu bagaikan
seorang petani, sebelum menanam benih, tanah yang akan ditanami benih, digarap terlebih dahulu. Lahan
yang tersedia dicangkul dan dialiri air, baru setelah tanah sudah siap tanam, bibit-bibit unggul ditanam di
atasnya. Seperti itu pula yang dilakukan para ‘Ulama salafush-sholeh tersebut, namun tanah yang
dimaksud bukan tanah di muka bumi melainkan tanah yang ada di dalam dada manusia. Maksudnya,
sebelum mereka melaksanakan da’wah, komunitas manusia yang mau digarap itu terlebih dahulu
dimujahadahi di jalan Allah, setelah hati mereka siap menerima hidayah Allah, baru ilmunya diajarkan.

Dengan cara seperti itu, banyak hati manusia mudah simpatik kepada mereka sehingga apa-apa yang
mereka berikan, baik ilmu maupun amal, dapat diterima di tengah masyarakat dan membawa
kemanfaatan yang hakiki. Ilmu dan amal yang mereka ajarkan tersebut mampu menjadikan manusia
beriman dan bertakwa kepada Allah Ta’ala. Dalam kaitan pelaksanaan tugas mulia itu, membentengi
umat dari gangguan jin merupakan hal yang mereka utamakan. Hal itu dilakukan, karena syaitan jin
adalah musuh utama bagi manusia.

Adapun bacaannya, disamping dengan membaca ayat-ayat al-Qur’an al-Karim dan do’a-do’a
sebagaimana yang diajarkan Rasulullah saw., mereka juga menyusun wirid-wirid khusus, seperti hizib
dan ratib. Dalam kaitan ini mereka itu bagaikan seorang dokter yang menerbitkan resep-resep obat,


Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 13

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
namun jika para dokter menerbitkan resep untuk mengobati penyakit jasad, para manusia pilihan itu
menerbitkan resep-resep ruqyah untuk menyembuhkan penyakit secara umun, baik penyakit jasad,
kesadaran maupun penyakit hati.

Resep ruqyah yang mereka ajarkan tersebut telah menunjukkan hasil yang luar biasa bahkan berhasil
merubah karakter dan aqidah manusia di tanah Jawa, sejarah telah membuktikan dari tapaktilas
perjuangan para Walisongo. Sebagain besar penduduk tanah Jawa yang asalnya beragama Hindu dan
Budha, sekarang mayoritas menjadi Muslim yang taat. Bacaan Ratib (seperti ratibul hadad, ratibul ‘ath-
thosy dll.) maupun hizib-hizib yang telah diajarkan oleh para ulama salafush-sholeh tersebut telah
berhasil meruqyah penyakit manusia secara universal, baik secara individu maupun komunitas. Bahkan
pembacaan Tahlil dan Yasin yang sudah dilakukan dan membudaya di masyarakat, sesungguhnya sudah
mencukupi untuk kebutuhan ruqyah massal ini. Dalam mengamalkan ruqyah massal tersebut para
manusia utama itu bahkan telah membimbing umatnya secara langsung dan bersama-sama mengamalkan
secara berjama’ah. Ruqyah tersebut sesungguhnya telah diamalkan oleh umat islam secara
berkesinambungan, sejak zaman shahabat, tabi’in dan tabii’it-tabi’in dan pengikutinya sampai sekarang,
bahkan telah mengakar dan mentradisi di masyarakat terutama dari kalangan ahli sunnah wal jama’ah,
hanya saja para pelaksananya tidak memahami bahwa yang diamalkan tersebut adalah Ruqyah Massal.

Demikianlah ‘Ulama dahulu berhasil memasukkan ajaran Islam kepada umatnya, baik faham maupun
amalan dengan strategi yang santun dan jitu. Mereka tidak mengedepankan nama-nama dan atribut-
atribut, juga tidak suka menganggap salah terhadap amaliah orang lain seperti yang banyak dilakukan
oleh sebagian kalangan zaman sekarang. Yang penting bagaimana manusia mau minum obat dari resep
yang mereka terbitkan tanpa harus menjadi terkotak-kotak akibat pengaruh nama dan atribut tersebut.
Mereka tidak mengatasnamakan golongan dalam sekub kecil seperti NU atau Muhamadiyah misalnya,
namun dalam golongan besar yang mampu menampung aspirasi umat islam secara keseluruhan dalam
naungan panji-panji Ukhuwah Islamiyah.

Bacaan ruqyah tersebut disamping dapat digunakan untuk mengobati orang sakit baik lahir maupun batin,
juga dapat dipergunakan untuk membentengi diri dari gangguan jin. Tetapi bukan ruqyah dalam arti
orang yang asalnya sadar menjadi tidak sadar, akan tetapi orang yang tidak sadar menjadi sadar. Bukan
orang yang asalnya sehat menjadi kesurupan jin tetapi yang kesurupan jin menjadi sehat. Bacaan ruqyah
tersebut jika dilaksanakan secara istiqomah, terbimbing dan semata-mata sebagai bentuk ibadah yang
ihlas, maka pembacanya akan mendapat perlindungan dari Allah Ta’ala berupa penjagaan tentara
malaikat yang diturunkan dari langit. Dengan penjagaan malaikat itu jin takut kepada manusia. Sungguh
benar Allah dengan segala firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan
pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu
merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga
yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. – Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan
di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya
apa yang kamu minta. QS:41/30-31.

Berikut ini bacaan do’a yang disusun oleh al ‘Arif billah, al Habib Ali Bin Muhammad bin Husen al
Habsyi. r.a yang tertulis dalam kitab ‘Futuhatul Ilahiyat’. Beliau adalah penyusun kitab maulid ‘Situd
Duror’ yang sangat terkenal dan sekarang ini telah diamalkan oleh banyak orang di seluruh belahan
dunia. Dengan kitab Maulid tersebut, terbukti beliau mampu membangun komunitas Muslim yang
berskala dunia dalam naungan panji-panji Ukhuwah Islamiyah. Semoga Allah memberi keridoan untuk
beliau beserta anak cucunya dan keberkahan untuk kita semua. Bacaan do’a tersebut sebagai berikut:



Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 14

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011

Penanggulangan Orang Kesurupan dan Penyembuhan Penyakit Akibat Gangguan Jin
Dalam hal penanggulangan orang kesurupan dan penyembuhan penyakit jin, ada beberapa hal yang harus
diketahui, namun yang terpenting adalah diagnosa. Diagnosa itu harus dilakukan dengan benar, baik
terhadap jenis penyakit maupun kadar sakit, karena hanya dengan itu orang dapat melakukan upaya
penyembuhan dengan benar. Jika diaognosa salah, maka bisa jadi obat yang dimasukkan justru menjadi
racun yang mematikan bagi si pasien. Padahal, kemampuan untuk melakukan diagnosa ini hanya bisa
didapatkan melalui latihan. Terlebih lagi terhadap penyakit jin sebagai makhluk ghaib bagi indera lahir
manusia. Untuk itu, sebenarnya tidak mungkin hal ini dapat dibicarakan kecuali hanya dengan
pembekalan dan pelatihan.

Namun, oleh karena benda yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang, tanda-tanda keberadaanya
terkadang dapat dibaca dan oleh ahlinya. Demikianlah sunnah menentukan, maka para ahli penyakit
ghaib itu dapat mengenali penyebab sakit tersebut dari tanda-tanda yang dapat dibaca di permukaan.
Adapun secara khusus yang berkaitan dengan penanggulangan dan penyembuhan penyakit jin, di sorot
mata pasien merupakan letak tanda-tanda tersebut. Oleh karena itu, untuk keperluan diagnosa awal,
terkadang para ahli itu cukup melihat foto si pasien, karena dari sorot mata yang terrekam dalam foto itu
tapak tilas kehidupan manusia dapat terbaca.

Meski terkadang tapak tilas kehidupan itu tersimpan rapi dan bahkan sengaja disembunyikan oleh
seseorang di dalam dadanya, seorang ahli dapat membacanya melalui sorot mata orang tersebut. Contoh
misal, yang tersimpan itu boleh jadi kasih sayang, kemarahan, kebencian, kekecewaan, kesungguhan,
kemunafikan, penolakan dan penerimaan. Rasa-rasa yang kedudukannya di dalam rongga dada itu
sesungguhnya dapat terbaca melalui sorot mata. Oleh karenanya, ketika yang terpancar dari sorot mata itu
bukan tanda-tanda kehidupan manusia, berarti dapat dipastikan telah terjadi sesuatu terhadap orang
tersebut. Untuk urusan dimensi jin, dengan cara ini para ahli itu dapat melaksanakan diagnosa terhadap
para pasiennya. Hal itu bisa dilakukan, karena dengan sorot mata itu manusia tidak dapat menipu diri
sendiri. Allah Ta’ala telah memberikan isyarat dengan firman-Nya:

Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati. QS:40/19.

Maksudnya; Apa-apa yang disembunyikan manusia di dalam dalam dadanya, baik itu dari sifat-sifat yang
kurang terpuji yang terkadang manusianya sendiri tidak menyadari, maupun gejala-gejala kehidupan
yang lain, dengan ilmu Allah dan izin-Nya, para ahli itu dapat membaca melaui sorot mata mereka.
Sesuai jenis penyakit dan kadar sakit yang berbeda, maka cara penanggulangan dan penyembuhannya
juga berbeda, hal ini juga tidak mungkin dapat dibicarakan melalui bahasa tulisan, maka dengan
kemampuan yang terbatas, penulis akan menyampaikan secara garis besar saja, insya Allah. Semoga
Allah Ta’ala memudahkan jalan dan menyampaikan kepada hasil yang membawa kemanfaatan.



Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 15

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
Kekuatan Yang Mengalahkan
Seseorang melaksanakan pekerjaan yang berkaitan dengan dimensi alam jin, baik penanggulangan
maupun penyembuhan, berarti berhadapan dengan kekuatan jin. Supaya pekerjaan tersebut tidak salah
dan membuahkan hasil yang diinginkan, tahap pertama yang harus dilakukan adalah mengkondisikan diri
untuk bisa mendapatkan kekuatan dari Allah Ta’ala yang disebut dengan “Sulthonul ilahiyah”. Dengan
kekuatan pertolongan itu makhluk jin menjadi takut kepada manusia. Untuk mencapai hal tersebut,
manusia harus mendapatkannya melalui latihan yang terbimbing, baik dengan mujahadah maupun
riyadhoh di jalan Allah.

Yang dimaksud dengan penanggulangan adalah membebaskan manusia yang kesadarannya sedang
dikuasai Jin, sedangkan yang dimaksud dengan penyembuhan adalah membantu kesembuhan bagi orang
yang terkena penyakit akibat gangguan jin, seperti terkena santet atau sihir dan lain-lainnya.

Teori mengatakan bahwa jin takut kepada malaikat. Allah Ta’ala telah mengisyaratkan hal tersebut
dengan firman-Nya:

Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: “Tidak ada
seorang manusiapun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini
adalah pelindungmu”. Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan),
setan itu balik ke belakang seraya berkata: “Sesungguhnya saya berlepas diri dari kamu; sesungguhnya
saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada
Allah”. Dan Allah sangat keras siksa-Nya. QS:8/48.

Disebutkan di dalam ayat diatas, “Sesungguhnya saya berlepas diri dari kamu; sesungguhnya saya
melihat apa yang kalian tidak dapat melihat”. Yang dilihat oleh setan jin terhadap sesuatu yang tidak
dilihat oleh manusia itu adalah tentara malaikat yang diturunkan Allah Ta’ala untuk membantu kaum
muslimin yang sedang berperang. Dengan ayat ini jelas mununjukkan bahwa setan jin takut kepada para
malaikat. Dan juga firman Allah SWT. :

Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu)
ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang
dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah
kamu takut, sesungguhnya Allah beserta kita. “Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada
(Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan
seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa
lagi Maha Bijaksana. QS:9/40.

Firman Allah Ta’ala di atas: “Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad s.a.w) dan
membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya”. Maksudnya; penyebab tenangnya hati
Rasulullah saw. padahal beliau sedang menghadapi ancaman musuh, karena Allah Ta’ala menurunkan
tentara malaikat yang tidak dapat dilihat mata tapi dapat dikenali dengan perasaan. Artinya, sesuatu yang
ghaib bagi mata lahir ternyata dapat dikenali melalui perasaan. Ayat ini menunjukkan, dengan izin Allah
manusia berpotensi bisa mengenali sesuatu yang ghaib bagi mata lahirnya.

Secara garis besar makhluk hidup dibagi menjadi tiga, Malaikat, Manusia dan Jin. Masing-masing
makhluk tersebut sesuai dimensinya mempunyai sunnah kehidupan yang berbeda, baik habitatnya
maupun personal. Seperti dimensi manusia, habitat kehidupannya berada di muka bumi, sedangkan
secara personal adalah jasmani dan ruhani serta masyarakat yang ada di lingkungan. Demikian pula
makhluk jin dan malaikat.

Manusia yang menanggani urusan-urusan yang berkaitan dengan jin, baik aspek penanggulangan maupun


Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 16

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
penyembuhan, berarti dia sedang berhadapan dengan kekuatan (sulthon) jin, baik secara habitat maupun
personal. Oleh karena itu manusia harus mempunyai kekuatan, baik secara habitat maupun personal yang
disebut dengan “Sulthonul Ilahiyah”. Apabila manusia dengan ilmu dan amalnya berhasil mendapatkan
sulthon yang lebih kuat dari sulthon jin, berarti manusia dapat mengalahkan jin. Apabila tidak, maka
manusia yang akan dikalahkan oleh jin.

Secara sunnah jin dan malaikat berpotensi dijinakkan manusia. Allah menegaskan hal tersebut dengan
firman-Nya: Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu
apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu ni`mat-Nya lahir dan batin.
(QS.Lukman/20). Dengan ibadah dan mujahadah yang dijalani serta wirid-wirid yang didawamkan,
manusia bisa mendapatkan warid-warid, baik dari dimensi malaikat maupun dari dimensi jin. Yang
dimaksud warid dari dimensi malaikat adalah khoddam malaikat sedangkan warid dimensi jin adalah
khoddam jin.

Warid dimensi jin terkadang memang dapat dijadikan tenaga bantu guna penanggulangan gangguan jin,
asal warid tersebut lebih kuat daripada kekuatan jin yang menguasai manusia, bila tidak, bisa jadi orang
yang akan mengobati itu malah kesurupan jin. Disamping itu, orang tersebut berarti bekerjasama dengan
jin. Sadar maupun tidak, orang itu telah bekerja sama (isyrok) dengan jin. Dalam kaitan ini Allah Ta’ala
memberikan peringatan dengan firmannya; “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara
manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu akan menambah
bagi mereka dosa dan kesalahan”. QS. Al-Jin 72/6. Perbuatan tersebut bahkan dapat menjebak manusia
berbuat syirik. Yakni ketika mereka sudah tidak dapat melakukan pekerjaan sendiri kecuali dengan
bantuan warid tersebut, saat itu berarti ia telah berbuat syirik, meski warid jin tersebut didapatkan sebagai
buah ibadah.

Adapun untuk kaitan penyembuhan penyakit jin, warid dimensi jin tersebut sedikitpun tidak dapat
membantu, bahkan bisa jadi menjadi penyebab penyakit yang diderita si pasien semakin parah. Hal itu
disebabkan, semestinya penyakit jin tersebut minimal dapat dilemahkan, dengan menggunakan warid jin
jadinya malah menguatkan. Dalam kaitan ini tidak banyak pelakunya menyadari. Dengan cara
penyembuhan seperti itu seringkali penyakit tersebut tidak sembuh malah menjadi semakin parah.
Adapun dengan warid dimensi malaikat, ketika orang yang ahli mampu menjadikannya sebagai sarana
baik untuk penanggulangan maupun untuk menyembuhan, warid tersebut sangat membantu memudahkan
pekerjaan. Bagaikan air dingin disiramkan di atas bara, seketika apinya mati dan panasnya menjadi
dingin.

Ketika manusia berjalan di jalan Allah Ta’ala dengan dibimbing guru ahlinya. Mereka menempuh
thoriqoh yang diyakini, baik dengan dzikir dan wirid maupun mujahadah dan riyadhoh, ketika orang
tersebut berhasil mendapatkan anugerah azaliyah yang diturunkan ke dunia berupa “Sultonul ilahiyah”
sebagai buah ibadah yang dijalani, itulah yang disebut warid dari dimensi malaikat. Rahasia pertolongan
Allah Ta’ala itu nurnya akan memancar dari sinar wajah orang tersebut, dengan rahasia nur itulah
makhluk jin menjadi takut kepada manusia. Keadaan itu ditegaskan oleh Rasulullah saw. Berkaitan prihal
Sahabat Umar bin Khottob di dalam haditsberikut ini:

Diriwayatkan dari Saad r.a berkata: Umar meminta izin untuk menemui baginda saw. Pada saat itu
beberapa orang wanita Quraisy sedang berbicara dengan Rasulullah saw dengan suara yang tinggi. Ketika
mendengar suara Umar meminta izin wanita-wanita itu berlari menuju balik tabir. Rasulullah saw
mengizinkan Umar masuk. Rasulullah saw tersenyum ketika melihat beliau. Umar berkata: Semoga Allah
memanjangkan usiamu wahai Rasulullah! Rasulullah saw berkata: Aku heran dengan wanita-wanita yang
berada di sampingku itu, ketika mendengar suaramu mereka berlari menuju balik tabir. Lalu Umar
berkata: Wahai Rasulullah! Engkaulah orang yang paling berhak di takuti. Umar berkata kepada wanita-
wanita yang bersembunyi itu: Wahai wanita-wanita yang menjadi musuh diri sendiri, adakah kamu


Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 17

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
merasa takut kepadaku tetapi tidak takut kepada Rasulullah. Mereka menjawab: Benar, karena tingkah
laku dan tutur katamu lebih kasar dari Rasulullah.

Rasulullah saw bersabda: Demi Zat aku yang berada di dalam kekuasaan-Nya, tidak ada setan yang akan
melalui jalan yang dilalui olehmu, melainkan mereka berusaha melalui jalan yang tidak dilalui olehmu.
· Riwayat Bukhari di dalam Kitab Pemulaan Kejadian hadits nomor 3051 – Sifat-sifat Terpuji hadits
nomor 3407 – Etika hadits nomor 5621.
· Riwayat Muslim di dalam Kitab Kelebihan Sahabat hadits nomor 4410.

Rasulullah saw. bersumpah bahwa makhluk jin takut kepada sayyidina Umar bin Khothob ra. sehingga
jin tidak berani berpapasan dalam satu jalan dengannya. Apabila Sahabat Umar r.a melewati satu jalan,
jin tersebut melewati jalan lain. Hal itu karena jin melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh mata manusia.
Itulah bentuk wujud rahasia warid-warid dimensi malaikat yang ada pada diri beliau sebagai anugerah
yang diberikan Allah Ta’ala buah ibadah dan pengabdian yang dijalani. Jadi yang bisa mengalahkan
kekuatan jin itu bukan kesaktian manusia secara pribadi, tetapi rahasia pertolongan Allah yang
didatangkan kepadanya.

Kekuatan Yang Dikalahkan
Dengan pertolongan Allah Ta’ala yang menyertai kehidupan manusia, baik berupa rahasia-rahasia warid
buah wirid maupun penjagaan Allah Ta’ala supaya takdir-Nya berjalan sesuai ketetapan azaliyah, upayah
setan untuk memperdaya manusia menjadi sangat lamah, kecuali orang tersebut merusaknya sendiri.
Dengan perbuatan dosa maupun maksiat—baik sengaja maupun tidak—seseorang bisa merusak benteng
perlindungan Ilahiyah tersebut. Kepada orang seperti itu setan jin malah mendapat fasilitas untuk
memperdaya, menguasai dan menjadikannya sebagai wali-wali setan (tertara-tentara setan) yang setia.
Demikian pernyataan Iblis yang diabadikan di dalam al-Qur’an al-Karim. Allah SWT. berfirman yang
artinya :

Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan
kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-
kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu
mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri.
Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku.
Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak
dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. QS:14/22.

Di dalam ayat yang lain Allah Ta’ala menyatakannya dengan lebih tegas:

“karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah”. QS:4/76.


Dan juga kepada seorang hamba yang telah mampu berbuat ikhlas:

Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan
menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma`siat) di muka bumi, dan pasti aku akan
menyesatkan mereka semuanya, – kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara
mereka”.QS:15/39-40.

Demikian pula terhadap seorang hamba yang senang menjalankan puasa, baik puasa wajib mapun puasa
sunnah. Rasulullah saw. telah menerangkan dengan sabdanya:


Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 18

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011

“Sesungguhnya syaithan masuk (mengalir) ke dalam tubuh anak Adam mengikuti aliran darahnya, maka
sempitkanlah jalan masuknya dengan puasa”.

Berkat anugerah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya, bahkan Jin Qorin yang asalnya kafir menjadi masuk
islam sehingga membantu manusia yang diikutinya untuk melaksanakan kebajikan yang hakiki.
Demikian yang telah dinyatakan Rasulullah prihal yang terjadi kepada dirinya:

“Tidaklah dari salah satu diantara kalian kecuali sesungguhnya Allah telah mewakilkan temannya dari
jin, mereka bertanya: “Apakah engkau juga ya Rasulullah?”, Rasul saw. menjawab: “Dan juga
kepadaku, hanya saja sesungguhnya Allah telah menolongku mengalahkannya, maka ia masuk islam,
maka ia tidak memerintah kepadaku kecuali dengan kebaikan”. (HR Muslim)

Kekuatan (sulthon) jin yang notabene lebih kuat dari sulthon manusia, terhadap orang-orang tertentu akan
menjadi lemah dan dapat dikalahkan. Jin yang tercipta sebagai musuh manusia bahkan bisa menjadi
pembantu-pembantu setia atau yang disebut khoddam. Yang demikian itu bukan karena manusia telah
menjadi sakti mandra guna, melainkan semata-mata terjadi atas pelaksanaan sunnatullah yang sejak
ditetapkan tidak akan ada perubahan lagi untuk selama-lamanya. Itulah anugerah terbesar bagi manusia
sehingga dengan sunnah itu, manusia dapat menjalankan fungsi utamanya sebagai Kholifah Bumi
zamannya. Allah Ta’ala telah menegaskkan dengan firman-Nya:

“Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai
rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
(kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir”. QS:45/13.

Betapapun seluruh alam ini tercipta berpotensi dijinakkan manusia, namun demikian, hanya dengan Ilmu
Allah dan izin-Nya pula manusia dapat menjinakkannya. Jika tidak, jangan harap manusia dapat berbuat
apa-apa kecuali hanya “Istidroj” atau kemanjaan sementara—setelah masa tangguhnya berakhir—sedikit
demi sedikit akan ditarik kembali dan selanjutnya manusia akan mempertanggungjawabkan segala
penggunaan dengan siksa yang sangat pedih di neraka jahannam untuk selama-lamanya. Kita berlindung
kepada Allah Ta’ala dari segala tidupaya setan jin yang terlaknat. Allah Ta’ala telah memberikan
peringatan dengan firman-Nya:

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan
berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. – Dan Aku memberi
tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh. QS:7?182-183.

Allah Ta’ala pula yang telah memberikan petunjuk dan hidayah hamba-hamba yang dikehendaki-Nya
kepada jalan lurus yang diridhoi-Nya. Semoga kita semua di masukkan di dalam golongan mereka dan
golongan orang-orang yang telah mendapatkan persaksian sebuah ayat:

“Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula)
aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan (Sulthon) yang
menolong. QS: al-Isro’. 17/80.

Walhasil, Jin dan segala perbuatannya bisa dikalahkan oleh manusia manakala manusia mendapatkan
pertolongan dari Allah Ta’ala. Apabila pertolongan tersebut diturunkan kepada seorang hamba yang
sholeh, bisa disebut karomah dan bisa pula ma’unah, apabila kepada orang yang ingkar, disebut istidroj.
Karomah tersebut apabila diberikan kepada Nabi dan Rasul disebut Mu’jizat. Meskipun kelebihan-
kelebihan hidup tersebut didatangkan sebagai buah ibadah, namun datangnya semata-mata atas kehendak


Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 19

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
Allah Ta’ala. Orang yang mempunyai kelebihan hidup itu ibarat seperti bumi ketika ufuknya menjadi
terang. Hal itu bukan karena bumi memancarkan sinar, tetapi saat itu matahari sedang memancarkan
kehidupan. Demikainlah ketika Allah berkehendak memberikan pertolongan-Nya, maka manusia yang
asalnya lemah bisa mengalahkan jin yang lebih kuat. Tanpa pertolongan azaliyah tersebut, manusia
hanyalah makhluk yang hina dan lemah.

Penanggulangan Orang Kesurupan Jin
Hanya Allah Ta’ala yang dapat menyembuhkan orang sakit, demikianlah yang dinyatakan dengan
firman-Nya dalam mengabadikan munajat Nabi Ibrahim as:

“Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku”, QS:26/80

Oleh karena itu, apa saja yang dapat dikerjakan manusia guna membantu kesembuhan orang sakit,
hanyalah sekedar menerapkan ilmu pengetahuan dan pengalaman. Apabila bukan penyakit itu yang
ditakdirkan Allah Ta’ala sebagai penyebab kematian, maka dengan izin-Nya segala penyakit dapat
disembuhkan, kecuali penyakit tua.


Sesungguhnya antara sakit dan mati sama sekali tidak ada hubungan, meski seringkali sakit menjadi
penyebab kematian. Supaya manusia tidak menyalahkan malaikat pencabut nyawa, kadang-kadang orang
bisa mati mendadak bahkan sebelum sempat mematikan rokok yang dihisap, karena saat itu tiba-tiba
rumahnya dimasuki truk sebagai tamu yang tidak diundang.

Oleh karena kebanyakan manusia takut mati, maka penyakit yang semestinya ringan menjadi penderitaan
yang menyiksa. Bahkan sekedar takut sakit kadang-kadang orang memeriksakan diri ke dokter berulang-
ulang. Maka disamping orang harus berikhtiar semampunya, hendaknya juga bertawakkal. Kalau
seandainya manusia tidak takut mati, maka penyakit-penyakit tersebut akan malu mendekat, dan orang
tersebut menjadi manusia yang paling sehat di seluruh dunia. Mereka bahkan dapat merasakan sakit
dengan nyaman, sehingga tidak membutuhkan upaya pengobatan, semata-semata kerena mengetahui
bahwa dengan sakit itu dosa-dosa dan kesalahan mendapat pengampunan.

Tiga sebab menjadikan manusia dapat kesurupan jin:
1. Karena manusia merusak habitat Jin dengan cara tidak benar.
2. Karena rasional dalam keadaan tidak berdaya mengahadapi tekanan beban emosional.
3. Karena kondisi manusia lemah, baik lahir maupun batin akibat terlalu sering diperdaya Jin selanjutnya
dimasuki Jin Qorin.

Menghadapi orang kesurupan jin dengan sebab satu dan dua, cara penanggulangannya banyak kesamaan.
Jin yang sedang menguasai si pasien seharusnya tidak dikeluarkan dengan mengerahkan tenaga dalam
sebagaimana yang diperagakan para pelaku ruqyah dalam tanyangan TV. Seperti seorang pendekar,
mereka menguras tenaga sampai bermandikan keringat, itu menujukkan berarti mereka mengahadapi
kekuatan jin dengan pertolongan jin. Mereka melawan sulthon jin dengan warid dimensi jin, dengan itu
bisa jadi mereka terjebak tipudaya setan jin dan syirik bahkan dapat berakibat fatal kepada orang yang
ditolong. Perbuatan itu bisa menambah luka pada kesadaran penderitanya dan menjadikannya sebagai
langganan kesurupan jin, bahkan bisa jadi malah menjadi gila dan mati.

Tanpa susah-susah seperti itu siapapun insya Allah mampu menolong orang kesurupan jin dengan santai,
asal orang tersebut mempunyai kemampuan dan mengerti ilmunya. Orang kesurupan jin berarti seluruh
perangkat kehidupannya dikuasai jin, karena saat itu jin sedang menjadi satu dengannya. Oleh karena itu,
apabila diadakan sentuhan atau pijatan pada anggota tubuh orang tersebut, yang merasakan sakit bukan


Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 20

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
orangnya tetapi jin yang sedang menguasai., tetapi dalam keadaan kesakitan jin sering berbuat
kebohongan. Mengaku yang sakit bukan dia tetapi manusia yang disurupi. Padahal keadaan orang yang
kesurupan itu seperti orang sedang dibius, sehingga dia tidak ikut merasakan apa-apa dengan pijatan
tersebut. Hal keadaan yang demikian itu sesuai dengan isyarat Nabi s.a.w dalam hadits diatas, bahwa jin
masuk ke dalam tubuh manusia melalui jalan darahnya, maka melalui urat serabut darah itu pijatan
tersebut harus dilakukan.

Secara khusus di jaringan urat darah tersebut terdapat simpul-simpul serabut darah. Simpul serabut darah
itu terdapat di banyak tempat, baik di bagian kaki, tangan dan bahkan di sekujur tubuh, dari simpul-
simpul itulah jin menguasai kesadaran manusia dengan bala tentaranya. Maka melalui simpul-simpul itu
pula orang yang sedang menanggulangi orang kesurupan jin mengadakan pijatan, tentunya dengan tenaga
lahir dan batin, sehingga meski pijatan itu pelan, dengan sulthon secara batin, jin akan merasakan
bagaikan terbakar. Namun hal tersebut tidak boleh dilakukan kepada orang yang kesurupan jin dengan
sebab ketiga. Hendaknya manusia sangat berhati-hati dalam mengani orang kesurupan jin dengan sebab
ketiga ini, karena jin yang sedang di dalam jasad itu jin Qorin. Apabila jin Qorin sudah masuk dalam
jasad manusia secara sempurna, dia tidak dapat keluar lagi. Oleh karena itu, apabila dipaksakan keluar,
jin Qorin ini akan keluar bersama keluarnya kehidupan jasad tersebut. Berarti jasad itu harus segera
dikebumikan karena telah ditinggalkan oleh kehidupan yang mendiaminya, alias mati.

Untuk kasus pertama, setelah jin dapat dikeluarkan dari jasad orang yang kesurupan, dan setelah orang
tersebut diminumi air ruqyah, dengan izin Allah Ta’ala biasanya jin tersebut tidak dapat kembali lagi.
Berbeda dengan kasus kedua, oleh karena masuknya jin akibat diundang oleh kondisi pikiran yang lemah,
ketika kondisi pikiran itu lemah lagi, maka jin yang dikeluarkan itu bisa dengan mudah masuk lagi. Jika
hal ini terjadi, maka untuk mengeluarkan yang kedua kali ini semakin sulit. Disamping itu, bisa jadi jin
tersebut memasukkan virus jin yang dapat menjadi sebab manusia dijangkiti penyakit jin. Apabila
keberadaan virus itu tidak segera terdeteksi, maka tahap berikutnya akan muncul gejalah sakit yang
kadang-kadang dapat berakibat fatal bagi kehidupan orang yang kesurupan jin tersebut. Jika sudah
demikian berarti sebagian kehidupan orang tersebut telah tergadaikan kepada jin. Adapun dengan kasus
yang ketiga, karena kehidupan manusia saat itu benar-benar tergadaikan kepada jin Qorin, maka cara
pengobatan yang paling efektif adalah dengan Aqiqoh.

Sesuai pengalaman, hampir semua orang kesurupan jin yang parah, orang tersebut sudah diikhtiarkan
kesana-kemari, baik kepada Kyai maupun kepada orang pintar, ternyata orang tersebut belum di-aqiqohi.
Ketika diaqiqohi, ternyata pekerjaan penyembuhan menjadi mudah, sehingga dengan mudah pula si
penderita mendapat kesembuhan dari-Nya. Sungguh bukannya manusia ampuh dan sakti ketika si
penderita yang sudah dibawa kesana-kemari dan belum juga sembuh, kemudian melalui tangan-tangan
terlatih di ponpes orang tersebut mendapat kesembuhan….. Hanya Allah Ta’ala yang menyembuhkan
segala penyakit. Ketika ilmu-Nya diamalkan dengan seluruh kemampuan dalam mengabdi, maka usaha
seorang hamba mendapatkan kemudahan dan harapan menjadi kenyataan.

Penyembuhan Penyakit Akibat Gangguan Jin
Sebagaimana yang sudah diuraikan, penyakit akibat gangguan jin berada di tiga lokasi, pertama di badan,
kedua pada kesadaran dan ketiga dalam hati. Dari ketiganya, yang dapat diangkat sebagai bahan
pembicaraan hanya yang pertama, yaitu “Penyakit dalam tubuh”. Sedangkan yang kedua, oleh karena
penulis bukan ahlinya, penulis tidak mampu memaparkan. Terlebih lagi yang ketiga, yaitu: “Penyakit
hati”. Sedikitpun penulis tidak mampu memberikan gambaran dan solusi. Hanya guru-guru mursyid yang
suci, baik lahir maupun batin serta mulia akhlaknya yang sanggup mengobati hati manusia. Mareka itu
bagaikan dokter-dokter ahli dalam bidangnya, merekalah yang paling mampu memberikan jalan keluar
serta penerapannya.

Penyakit akibat gangguan jin yang ada di dalam tubuh manusia, baik yang terkadang dinyatakan oleh


Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 21

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
dukun sebagai santet yang dikirimkan oleh manusia kepada manusia maupun dengan istilah yang lain,
secara umum bentuknya adalah angin jin. Ketika angin jin itu masuk dalam tubuh manusia, gejala awal
yang dirasakan seperti masuk angin, namun semakin lama semakin terasa sakit dan akhirnya sekujur
tubuh menjadi sakit yang tidak dapat dimengerti sumber asalnya.

Apabila kadar sakit yang diderita tersebut belum parah, maka cara pengobatinya cukup diminumi air
ruqyah, baik dengan dibacakan ayat-ayat suci al-Qur’an al-Karim maupun do’a-do’a. Dalam hal ini, yang
membacakan ruqyah haruslah seorang hamba yang hidupnya istiqomah, atau sudah mendapatkan rahasia
“sulthon ilahiyah” dari dimensi malaikat. Namun pada kadar sakit yang tinggi, penyakit ini tidak cukup
hanya dikasih minum air ruqyah saja, tetapi juga diaqiqohi. Terkadang air ruqyah itu sekedar untuk
menghilangkan rasa sakit, padahal sakitnya belum sembuh. Hal itu disebabkan karena penyebab
penyakitnya belum hilang. Fungsi pelaksanakan aqiqoh tersebut, disamping melaksanakan sunnah Rasul
saw. juga bagi para ahlinya dapat dijadikan media untuk memindahkan verus anasir jin sebagai penyebab
penyakit tersebut ke tubuh hewan aqiqoh. Ketika para ahli itu sudah dapat memastikan bahwa penyebab
penyakit itu sudah pindah, baru kambing tersebut dipotong dengan membaca basmallah dan diniatkan
untuk aqiqoh.

Selanjutnya anggota tubuh hewan yang sudah disembelih itu diperiksa, biasanya tampak bekas-kekas
penyakit jin itu dengan jelas. Misalnya seandainya sumber penyakit itu di paru-paru, maka di paru-paru
kambing itu terdapat berkas-berkas merah, bahkan seringkali seketika itu juga paru-paru tersebut menjadi
busuk sehingga harus dibuang karena tidak mungkin dapat dikonsumsi. Kadang-kadang juga hati
kambing itu saat dimasak langsung hancur dan mengeluarkan bau busuk, padahal asalnya tidak apa-apa.
Ini adalah kejadian nyata yang sehari-hari dihadapi oleh tim ruqyah di pesantren. Ketika penyebab
penyakit itu sudah berhasil dikeluarkan dengan media transfer ini, baru dampak penyakit tersebut
disembuhkan. Namun jika dampaknya sudah berupa tumor atau kanker, maka yang berhak melakukan
penyembuah hanya seorang Dokter.

Allah Ta’ala telah mengisyaratkan hal tersebut dengan firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat
kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. QS:7/201.

Maksud ayat, “was-was dari setan” (Thooifum minansy-syaithooni) adalah dampaknya. Apabila
penyebab penyakit dimensi jin itu menyerang kesadaran dan hati manusia, maka dampaknya berupa was-
was, dan bila menyerang jasad, maka dampaknya berupa penyakit-penyakit yang ada di dalam jasad.
Adapun sumber penyebabnya sama, dalam arti sama-sama tehnologi atau sulthon yang didatangkan dari
dimensi jin, hanya saja untuk sasaran yang berbeda maka jenisnya juga berbeda. Khusus untuk penyakit
hati, tidak ada yang dapat menyembuhkan kecuali orangnya sendiri, yaitu dengan mengikuti thoriqoh
yang terbimbing oleh guru ahlinya. Dengan menjalani thoriqoh tersebut, disamping penyakit-penyakit
hati akan mendapat kesembuhan juga derajat orang tersebut di sisi Allah Ta’ala akan menjadi meningkat,
baik derajat di dunia maupun di akhirat nanti. Adapun fungsi guru mursyid untuk menunjukkan jalan
serta membimbing dalam pelaksanaan amal, baik secara lahir maupun batin. Apabila perjalanan ibadah
itu tidak dibimbing oleh guru mursyid, maka yang menjadi pembimbing adalah setan jin. Sebagaimana
yang telah disampaikan oleh sebuah ungkapan: “Siapa beramal tanpa guru, gurunya adalah setan”

Walhasil, yang menyembuhkan segala penyakit hanya Allah Ta’ala, baik penyakit jasad, penyakit
kesadaran dan penyakit hati. Adapun manusia, hanyalah sebagai wasila atau perantara bagi kesembuhan
tersebut. Sebagai seorang hamba, manusia harus berusaha mendapat ilmu dan mengamalkannya sehingga
menjadi kemampuan. Ketika kemampuan itu ditempa dalam pengabdian oleh ujian-ujian hidup, sehingga
ilmu tersebut mendarah daging, selanjutnya derajat orang tersebut diangkat menjadi seorang kholifah
bumi zamannya. Sebagai seorang kholifah bumi—sesuai kemampuan dan kapasitas serta kekhususan


Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 22

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
yang diberikan—dia harus mengamalkan kembali segala ilmu dan kemampuan itu untuk manusia, hal
tersebut dilaksanakan merupakan bentuk pengabdian secara horizontal. Melalui tangan-tangan terlatih
itulah, segala ketetapan baik azaliyah mengalir menjadi takdir. Bukan Allah Ta’ala tidak kuasa merubah
suatu keadaan kepada keadaan yang lain, sehingga membutuhkan seorang pelaksana di muka bumi untuk
berjalannya suatu takdir yang sudah ditetapkan, akan tetapi itulah sunnatullah. Sejak sunnah itu
ditetapkan, tidak akan ada perubahan lagi untuk selama-lama. Hal itu bertujuan, supaya segala takdir-Nya
dapat membuahkan hikmah serta pembelajaran bagi hamba-hamba yang beriman. Allah Ta’ala telah
menyatakan dengan firman-Nya:

Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan
perubahan bagi sunnatullah itu. QS:48/23.

Hanya Allah Ta’ala Yang Maha Mengetahui dengan segala ilmu-Nya.





Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 23

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011




Yang dimaksud khodam dalam uraian ini adalah penjaga yang didatangkan dari dunia ghaib untuk
manusia, bukan untuk benda bertuah. Didatangkan dari rahasia urusan Ilahiyah yang terkadang banyak
diminati oleh sebagian kalangan ahli mujahadah dan riyadlah tetapi dengan cara yang kurang benar. Para
ahli mujahadah itu sengaja berburu khodam dengan bersungguh-sungguh. Mereka melakukan wirid-wirid
khusus, bahkan datang ke tempat-tempat yang terpencil. Di kuburan-kuburan tua yang angker, di dalam
gua, atau di tengah hutan.

Ternyata keberadaan khodam tersebut memang ada, mereka disebutkan di dalam al-Qur’an al-Karim.
Diantara mereka ada yang datang dari golongan Jin dan ada juga dari Malaikat, namun barangkali
pengertiannya yang berbeda. Karena khodam yang dinyatakan dalam Al-Qur’an itu bukan berupa
kelebihan atau linuwih yang terbit dari basyariah manusia yang disebut “kesaktian”, melainkan berupa
sistem penjagaan dan perlindungan yang diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman dan beramal
shaleh sebagai buah ibadah yang mereka lakukan. Sistem perlindungan tersebut dibangun oleh rahasia
urusan Allah s.w.t yang disebut “walayah”, dengan itu supaya fitrah orang beriman tersebut tetap terjaga
dalam kondisi sebaik-baik ciptaan. Allah s.w.t menyatakan keberadaan khodam-khodam tersebut dengan
firman-Nya:

“Bagi manusia ada penjaga-penjaga yang selalu mengikutinya, di muka dan di belakangnya, menjaga
manusia dari apa yang sudah ditetapkan Allah baginya. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan
suatu kaum, sehingga mereka merubahnya sendiri”. (QS. ar-Ra’d; 13/11)

Lebih jelas dan detail adalah sabda Baginda Nabi s.a.w dalam sebuah hadits shahihnya:

“Hadits Abi Hurairah r.a berkata: Rasulullah s.a.w bersabda: “Sesungguhnya Allah apabila mencintai
seorang hamba, memanggil malaikat Jibril dan berfirman : “Sungguh Aku mencintai seseorang ini maka
cintailah ia”. Nabi s.a.w bersabda: “Maka Jibril mencintainya”. Kemudian malaikat Jibril memanggil-
manggil di langit dan mengatakan: “Sungguh Allah telah mencintai seseorang ini maka cintailah ia,
maka penduduk langit mencintai kepadanya. Kemudian baginda Nabi bersabda: “Maka kemudian
seseorang tadi ditempatkan di bumi di dalam kedudukan dapat diterima oleh orang banyak”. (HR
Bukhori dan Muslim )

Dan juga sabdanya:

“Hadits Abi Hurairah r.a Sesungguhnya Rasulullah s.w.t bersabda: “Mengikuti bersama kalian, malaikat
penjaga malam dan malaikat penjaga siang dan mereka berkumpul di waktu shalat fajar dan shalat
ashar kemudian mereka yang bermalam dengan kalian naik (ke langit), Tuhannya bertanya kepada
mereka padahal sesungguhnya Dia lebih mengetahui keadaan mereka: di dalam keadaan apa hambaku
engkau tinggalkan?, mereka menjawab: mereka kami tinggalkan sedang dalam keadaan shalat dan
mereka kami datangi sedang dalam keadaan shalat”. (HR Buhori dan Muslim)

Setiap yang mencintai pasti menyayangi. Sang Pecinta, diminta ataupun tidak pasti akan menjaga dan
melindungi orang yang disayangi. Manusia, walaupun tanpa susah-susah mencari khodam, ternyata sudah
mempunyai khodam-khodam, bahkan sejak dilahirkan ibunya. Khodam-khodam itu ada yang golongan
malaikat dan ada yang golongan Jin. Diantara mereka bernama malaikat Hafadhoh (penjaga), yang
dijadikan tentara-tentara yang tidak dapat dilihat manusia. Konon menurut sebuah riwayat jumlah mereka
180 malaikat. Mereka menjaga manusia secara bergiliran di waktu ashar dan subuh, hal itu bertujuan
untuk menjaga apa yang sudah ditetapkan Allah s.w.t bagi manusia yang dijaganya.


Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 24

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011

Itulah sistem penjagaan yang diberikan Allah s.w.t kepada manusia yang sejatinya akan diberikan seumur
hidup, yaitu selama fitrah manusia belum berubah. Namun karena fitrah itu terlebih dahulu dirubah
sendiri oleh manusia, hingga tercemar oleh kehendak hawa nafsu dan kekeruhan akal pikiran, akibat dari
itu, matahati yang semula cemerlang menjadi tertutup oleh hijab dosa-dosa dan hijab-hijab karakter tidak
terpuji, sehingga sistem penjagaan itu menjadi berubah.

KHODAM JIN DAN KHODAM MALAIKAT

‘Setan’, menurut istilah bahasa Arab berasal dari kata syathona yang berarti ba’uda atau jauh. Jadi yang
dimaksud ‘setan’ adalah makhluk yang jauh dari kebaikan. Oleh karena hati terlebih dahulu jauh dari
kebaikan, maka selanjutnya cenderung mengajak orang lain menjauhi kebaikan. Apabila setan itu dari
golongan Jin, berarti setan Jin, dan apabila dari golongan manusia, berarti setan manusia. Manusia bisa
menjadi setan manusia, apabila setan Jin telah menguasai hatinya sehingga perangainya menjelma
menjadi perangai setan. Rasulullah s.a.w menggambarkan potensi tersebut dan sekaligus memberikan
peringatan kepada manusia melalui sabdanya:

“Kalau sekiranya setan tidak meliputi hati anak Adam, pasti dia akan melihat alam kerajaan langit”.

Di dalam hadits lain Rasulullah s.a.w bersabda:.

“Sesungguhnya setan masuk (mengalir) ke dalam tubuh anak Adam mengikuti aliran darahnya, maka
sempitkanlah jalan masuknya dengan puasa”.

Setan jin menguasai manusia dengan cara mengendarai nafsu syahwatnya. Sedangkan urat darah
dijadikan jalan untuk masuk dalam hati, hal itu bertujuan supaya dari hati itu setan dapat mengendalikan
hidup manusia. Supaya manusia terhindar dari tipu daya setan, maka manusia harus mampu menjaga dan
mengendalikan nafsu syahwatnya, padahal manusia dilarang membunuh nafsu syahwat itu, karena
dengan nafsu syahwat manusia tumbuh dan hidup sehat, mengembangkan keturunan, bahkan menolong
untuk menjalankan ibadah.

Dengan melaksanakan ibadah puasa secara teratur dan istiqomah, di samping dapat menyempitkan jalan
masuk setan dalam tubuh manusia, juga manusia dapat menguasai nafsu syahwatnya sendiri, sehingga
manusia dapat terjaga dari tipudaya setan. Itulah hakekat mujahadah. Jadi mujahadah adalah perwujudan
pelaksanaan pengabdian seorang hamba kepada Tuhannya secara keseluruhan, baik dengan puasa, shalat
maupun dzikir. Mujahadah itu merupakan sarana yang sangat efektif bagi manusia untuk mengendalikan
nafsu syahwat dan sekaligus untuk menolak setan. Allah s.w.t berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka berdzikir
kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat”. (QS.al-A’raaf.7/201)

Firman Allah s.w.t di atas, yang dimaksud dengan lafad “Tadzakkaruu” ialah, melaksanakan dzikir dan
wirid-wirid yang sudah diistiqamahkan, sedangkan yang dimaksud “Mubshiruun”, adalah melihat. Maka
itu berarti, ketika hijab-hijab hati manusia sudah dihapuskan sebagai buah dzikir yang dijalani, maka
sorot matahati manusia menjadi tajam dan tembus pandang.

Jadi, berdzikir kepada Allah s.w.t yang dilaksanakan dengan dasar Takwa kepada-Nya, di samping dapat
menolak setan, juga bisa menjadikan hati seorang hamba cemerlang, karena hati itu telah dipenuhi Nur
ma’rifatullah. Selanjutnya, ketika manusia telah berhasil menolak setan Jin, maka khodamnya yang
asalnya setan Jin akan kembali berganti menjadi golongan malaikat.


Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 25

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka
meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan
mengatakan) “Janganlah kamu merasa takut janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu
dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”(30)Kamilah pelindung-pelindungmu
di dalam kehidupan di dunia maupun di akherat”. (QS. Fushilat; 41/30-31)

Firman Allah s.w.t di atas yang artinya: “Kami adalah pelindung-pelindungmu di dalam kehidupan di
dunia maupun di akherat”, itu menunjukkan bahwa malaikat-malaikat yang diturunkan Allah s.w.t kepada
orang yang istiqamah tersebut adalah untuk dijadikan khodam-khodam baginya.

Walhasil, bagi pengembara-pengembara di jalan Allah, kalau pengembaraan yang dilakukan benar dan
pas jalannya, maka mereka akan mendapatkan khodam-khodam malaikat. Seandainya orang yang
mempunyai khodam Malaikat itu disebut wali, maka mereka adalah waliyullah. Adapun pengembara
yang pas dengan jalan yang kedua, yaitu jalan hawa nafsunya, maka mereka akan mendapatkan khodam
Jin. Apabila khodam jin itu ternyata setan maka pengembara itu dinamakan walinya setan. Jadi Wali itu
ada dua (1) Auliyaaur-Rohmaan (Wali-walinya Allah), dan (2) Auliyaausy-Syayaathiin (Walinya setan).
Allah s.w.t menegaskan dengan firman-Nya:

“Dan orang-orang yang tidak percaya, Wali-walinya adalah setan yang mengeluarkan dari Nur kepada
kegelapan. Mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”. (QS.al-Baqoroh.2/257)

Dan juga firman-Nya:

“Sesungguhnya kami telah menjadikan setan-setan sebagai Wali-wali bagi orang yang tidak percaya “.
(QS. Al-A’raaf; 7/27)

Seorang pengembara di jalan Allah, baik dengan dzikir maupun wirid, mujahadah maupun riyadlah,
kadang-kadang dengan melaksanakan wirid-wirid khusus di tempat yang khusus pula, perbuatan itu
mereka lakukan sekaligus dengan tujuan untuk berburu khodam-khodam yang diingini. Khodam-khodam
tersebut dicari dari rahasia ayat-ayat yang dibaca. Semisal mereka membaca ayat kursi sebanyak seratus
ribu dalam sehari semalam, dengan ritual tersebut mereka berharap mendapatkan khodamnya ayat kursi.

Sebagai pemburu khodam, mereka juga kadang-kadang mendatangi tempat-tempat yang terpencil, di
kuburan-kuburan yang dikeramatkan, di dalam gua di tengah hutan belantara. Mereka mengira khodam
itu bisa diburu di tempat-tempat seperti itu. Kalau dengan itu ternyata mereka mendapatkan khodam yang
diingini, maka boleh jadi mereka justru terkena tipudaya setan Jin. Artinya, bukan Jin dan bukan
Malaikat yang telah menjadi khodam mereka, akan tetapi sebaliknya, tanpa disadari sesungguhnya
mereka sendiri yang menjadi khodam Jin yang sudah didapatkan itu. Akibat dari itu, bukan manusia yang
dilayani Jin, tapi merekalah yang akan menjadi pelayan Jin dengan selalu setia memberikan sesaji
kepadanya.

Sesaji-sesaji itu diberikan sesuai yang dikehendaki oleh khodam Jin tersebut. Memberi makan
kepadanya, dengan kembang telon atau membakar kemenyan serta apa saja sesuai yang diminta oleh
khodam- khodam tersebut, bahkan dengan melarungkan sesajen di tengah laut dan memberikan tumbal.
Mengapa hal tersebut harus dilakukan, karena apabila itu tidak dilaksanakan, maka khodam Jin itu akan
pergi dan tidak mau membantunya lagi. Apabila perbuatan seperti itu dilakukan, berarti saat itu manusia
telah berbuat syirik kepada Allah s.w.t. Kita berlindung kepada Allah s.w.t dari godaan setan yang
terkutuk.

Memang yang dimaksud khodam adalah “rahasia bacaan” dari wirid-wirid yang didawamkan manusia.
Namun, apabila dengan wirid-wirid itu kemudian manusia mendapatkan khodam, maka khodam tersebut


Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 26

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
hanya didatangkan sebagai anugerah Allah s.w.t dengan proses yang diatur oleh-Nya. Khodam itu
didatangkan dengan izin-Nya, sebagai buah ibadah yang ikhlas semata-mata karena pengabdian kepada-
Nya, bukan dihasilkan karena sengaja diusahakan untuk mendapatkan khodam.

Apabila khodam-khodam itu diburu, kemudian orang mendapatkan, yang pasti khodam itu bukan datang
dari sumber yang diridlai Allah s.w.t, walaupun datang dengan izin-Nya pula. Sebab, tanda-tanda sesuatu
yang datangnya dari ridho Allah, di samping datang dari arah yang tidak disangka-sangka, bentuk dan
kondisi pemberian itu juga tidak seperti yang diperkiraan oleh manusia. Demikianlah yang dinyatakan
Allah s.w.t:
“Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah. Allah akan menjadikan jalan keluar baginya (untuk
menyelesaikan urusannya) (2) Dan memberikan rizki kepadanya dari arah yang tidak terduga”. (QS. ath-
Tholaq; 65/2-3)

Khodam-khodam tersebut didatangkan Allah s.w.t sesuai yang dikehendaki-Nya, dalam bentuk dan
keadaan yang dikehendaki-Nya pula, bukan mengikuti kehendak hamba-Nya. Bahkan juga tidak dengan
sebab apa-apa, tidak sebab ibadah dan mujahadah yang dijalani seorang hamba, tetapi semata sebab
kehendakNya. Hanya saja, ketika Allah sudah menyatakan janji maka Dia tidak akan mengingkari janji-
janji-Nya.

BERBURU KHODAM

Seperti yang diuraikan di judul khodam jin dan khodam malaikat, ternyata wali
ada dua:
1. Auliyaaur-Rohmaan, (Wali-walinya Allah).
2. Auliyaausy-Syayaathiin, (Wali-walinya Setan).
Tentang walayah (kewaliayan) Allah menetegaskan dengan firman-Nya:

“Allah adalah Walinya orang-orang yang beriman, Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada
cahaya. Dan orang-orang yang kafir, Wali-walinya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya
kepada kegelapan”. (QS.2/257)

Maksud ayat, Allah yang menolong orang-orang beriman, yakni mengeluarkan mereka dari kegelapan
syirik menuju cahaya tauhid, dari kesusahan kepada cahaya kegembiraan. Menolong dengan melepaskan
mereka dari himpitan problem kehidupan, menolong dengan memberikan berbagai macam fasilitas dan
kemudahan, menolong dengan menurunkan tentara-tentara yang tidak dapat kamu lihat, menolong
dengan menurunkan malaikat-malaikat sebagai pelindung dan pembimbing. Hal itu terjadi, karena Allah
mencintai orang-orang beriman dan orang-orang yang beriman itu mencintai Allah s.w.t.

“Yang demikian itu karena disebabkan sesungguhnya Allah adalah kekasih orang-orang yang beriman
dan sesungguhnya orang-orang yang kafir mereka tidak mempunyai kekasih”. (QS. Muhammad; 47/11)

Dan juga firman-Nya:

“Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah”. (QS. al-Baqoroh; 2/165)

Adapun orang kafir, mereka tidak mempunyai kekasih dari pihak Allah akan tetapi dari pihak Thoghut
atau tentara setan. Sebagaimana yang dikabarkan oleh Allah s.w.t melalui ayat-ayat-Nya di atas:



Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 27

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
“Dan orang-orang yang tidak percaya, Wali-walinya adalah setan yang mengeluarkan dari Nur kepada
kegelapan. Mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”. (QS. al-Baqoroh; 2/257)

Setan dijadikan wali bagi orang-orang kafir, maka setan itulah yang akan membimbing orang tersebut
keluar dari cahaya menuju kegelapan. Keluar dari iman kepada kafir dan dari tauhid kepada syirik.
Dengan membimbing mereka menuju kesenangan sesaat, mengikuti kehendak hawa nafsu, namun
akhirnya tanpa terasa mereka terjerumus ke jurang neraka. Oleh karena orang-orang kafir itu telah
dicintai setan sejak hidup mereka di dunia, maka di nerakapun mereka itu diharapkan tetap berkumpul
lagi dengan setan untuk selama-lamanya.

Sebagaimana tanda-tanda kecintaan Allah s.w.t kepada orang-orang yang beriman, dengan menurunkan
malaikat-malaikat kepada mereka sebagai khodam-khodam, maka demikian pula setan Jin. Demi
kelanggengan kecintaannya itu, dan supaya mereka dapat selalu bersama-sama dengan setan sampai di
neraka kelak, maka setan Jin juga menempatkan tentara-tentaranya untuk menyertai hidup orang-orang
kafir sebagai khodam mereka.

MENGENALI KHODAM
Setiap manusia sesungguhnya sudah dibekali Allah s.w.t dengan teman (qorin) dari golongan Jin, bahkan
sejak manusia dilahirkan oleh ibunya. Rasulullah s.a.w telah menegaskan hal itu dengan sabdanya:

“Tidaklah dari salah satu diantara kalian kecuali sesungguhnya Allah telah mewakilkan temannya dari
jin, mereka bertanya: “Apakah engkau juga ya Rasulullah?”, Rasul s.a.w menjawab: “Dan juga
kepadaku, hanya saja sesungguhnya Allah telah menolongku mengalahkannya, maka ia masuk Islam,
maka ia tidak memerintah kepadaku kecuali dengan kebaikan”. (HR Muslim)

Rasulullah s.a.w meskipun dibekali teman dari Jin, namun Allah memberikan pertolongan kepada Beliau
sehingga Jin yang menyertai Nabi s.a.w masuk Islam. Dengan itu jin tersebut tidak memberikan bisikan
kepada Baginda Nabi kecuali dalam kebaikan, demikianlah yang disampaikan dalam sabdanya di atas.
Maka hadits ini menjadi bukti bahwa bagian dari fungsi khodam Jin itu adalah mempengaruhi manusia
dengan perintahnya.

Hanya saja, oleh karena Allah s.w.t telah memberikan pertolongan kepada Baginda Nabi s.a.w, meskipun
jin itu memberikan perintah, namun itu hanya dalam kebaikan. Melalui hadits ini juga terbukti, ternyata
khodam yang baik itu tidak hanya dari golongan malaikat saja, akan tetapi juga ada yang dari golongan
Jin. Lebih jelas lagi dari apa yang telah disabdakan oleh Baginda Nabi s.a.w di dalam hadits yang lain:

“Aku diutamakan melebihi Adam dengan dua keadaan: pertama, sesungguhnya setanku adalah kafir,
kemudian Allah memberi pertolongan kepadaku sehingga setanku masuk Islam, dan yang kedua,
sesungguhnya adalah istri-istriku selalu menolong kepadaku di dalam kebaikan, sedangkan Adam,
setannya adalah kafir dan istrinya adalah menolong kepada setannya”.

Walhasil, dari sekian uraian di atas, baik yang bersumber dari firman-firman Allah s.w.t maupun hadits-
hadits Nabi s.a.w dapat diambil beberapa kesimpulan: Bahwa keberadaan khodam-khodam itu ternyata
memang ada, bahkan ada yang yang sudah diikutkan manusia sejak dilahirkan oleh ibunya. Di antara
khodam-khodam itu ada yang menguntungkan ada yang merugikan. Namun demikian, adanya khodam
itu tidak didapatkan dengan cara diburu ke sana ke mari, melainkan didatangkan oleh Allah s.w.t sebagai
bonus ibadah, baik secara langsung mengikuti hikmah yang dikehendaki-Nya atau melalui proses dan
sebab-sebab yang berkaitan dengan ikhtiar serta amal ibadah.

Di antara khodam-khodam itu ternyata ada yang sudah diikutsertakan Allah kepada manusia sejak ia
dilahirkan ibunya. Padahal dalam kenyataannya tidak semua orang dapat merasakan keberadaannya


Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 28

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
terlebih mengenalinya. Bagaimanakah yang demikian itu dapat dinalar secara rasional?

Manusia dengan khodamnya, ibarat manusia dengan bayang-bayangnya sendiri. Bayang-bayang itu
menjadi ada, bukan karena ada dengan sendirinya, namun karena ada sinar yang menyinari manusia.
Seperti malam ketika sedang berkabut hingga menjadi gelap gulita, jangankan bayang-bayang, gunung di
pelupuk mata pun tidak tampak. Demikian itu karena tidak adanya sinar yang menerangi persada. Namun
ketika matahari mulai memancarkan sinar, seiring fajar pagi kian terang, maka sedikit demi sedikit
gunung yang tadinya tidak kelihatan mulai menampakkan diri. Yang asalnya seperti gundukan asap
hitam, semakin lama menjadi semakin terang, dan ketika matahari semakin tinggi, tidak ada kabut dan
mendung yang menghalangi, maka gunung itupun semakin menampakkan diri. Ketika sinar matahari
telah sempurna memancar pada titik kulminasi, maka gunung itu semakin kelihatan indah karena bayang-
bayang pemisah antara dua celah yang semula tidak kelihatan kini ikut mempercantik wajahnya. Seperti
itulah cara mengenali khodam. Artinya, khodam itu tidak harus dicari ke sana ke mari, melainkan
didapatkan dengan jalan mendekatkan dirinya kepada titik pancaran sinar matahari.

Yang dimaksud sinar matahari itu adalah Nur langit dan Nur bumi, yaitu Nur dan Hidayah Allah s.w.t
yang menerangi rongga dada seorang hamba sehingga matahati yang ada di dalamnya menjadi tembus
pandang. Maka mendekatkan diri kepada sinar matahari itu berarti mendekatkan diri kepada Allah s.w.t
supaya dengan itu seorang hamba mendapatkan hidayah-Nya.

Supaya orang dapat sinar matahari, dia harus mendekatkan diri kepada sumber sinar, sekaligus
menghilangkan sesuatu yang dapat menghalangi dirinya dari sinar tersebut. Seperti itulah cara orang
mengenali khodam-khodamnya, di samping ia harus mendekatkan diri kepada Allah s.w.t, juga harus
menghilangkan dan menghapus hijab-hijab yang menutupi matahatinya, sehingga mampu menangkap
pancaran Nur dan Hidayah dengan sempurna. Dengan sinar hidayah itu alam yang semula gelap gulita
menjadi terang benderang karena matahati seorang hamba menjadi tembus pandang. Hamparan dada
yang semula sempit dan dangkal itu kini menjadi dalam dan luas karena bagian rahasia alam telah
tersingkapkan. Dengan semakin luasnya ilmu dan pengenalan diri, baik kepada diri sendiri dan
lingkungan, terlebih pemahaman akan rahasia urusan Tuhannya, maka dengan izin-Nya seorang hamba
akan semakin mengenali apa-apa yang ada di sekelilingnya. Mereka dapat menngenali dimensi-dimensi
lain yang ada di alam semesta, di antaranya adalah dimensi rahasia khodam-khodam yang menyertai
hidupnya.

Ini adalah ‘kunci rahasia’ untuk membuka pintu rahasia yang selama ini seakan tertutup rapat itu.
Merupakan password yang dapat menguak dimensi alam yang seakan terhalang. Kunci permasalahan
yang dapat dijadikan dasar kajian sekaligus bekal utama supaya seorang hamba mampu mambangun amal
untuk melatih diri membakar hijab dan menembus sekat yang menghalangi, mengadakan pengembaraan
dan bermi’raj menuju dimensi yang diselimuti. Menyelesaikan tahapan, menempuh tanjakan, menyiasati
jebakan dan menyingkirkan rintangan, supaya perjalanan tidak tersesat di tengah jalan, sehingga seorang
pejalan mendapatkan apa-apa yang sudah disiapkan.

Jadi, berburu khodam itu tidak harus melakukan perjalanan pergi kesana-kemari, akan tetapi dengan
gerakan diam. Artinya melakukan amal dalam pengabdian hakiki, baik dzikir dan wirid, maupun
mujahadah dan riyadlah, semuanya itu dilakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Hal
tersebut bisa dilakukan dimana saja, baik di dunia rame maupun sepi, asal hanya untuk mengharapkan
ridla-Nya. Selanjutnya berserah diri kepada-Nya terhadap apa-apa yang yang diharapkan. Demikian itu,
karena Allah tidakl jauh dari hamba-Nya. Allah sangat dekat dan bahkan lebih dekat dari urat lehernya.
Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui terhadap apa-apa yang dikerjakan hamba-Nya, baik dari
perbuatan taat maupun maksiat dan Allah juga Maha Kuasa membalas amal ibadah yang dikerjakan
hamba-hamba-Nya itu.



Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 29

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
Ketika Allah s.w.t telah membuka matahati seorang hamba, buah amal ibadah yang dijalani, maka
baginya tidak ada rahasia lagi di alam ini. Seperti ketika mentari telah memancarkan sinarnya dari titik
kulminasi, maka persada yang semula gelap seketika menjadi terang benderang, sehingga semut hitam
yang berhenti di atas batu hitam yang semula samar, sekarang menjadi tampak terang. Namun demikian,
oleh karena yang rahasia harus tetap dalam kerahasiaan dan tidak boleh dibuka kecuali kepada ahlinya,
maka pembicaraan dalam kaitan yang rahasia harus ada batasan.

Terlebih urusan khodam yang hanya dapat dikenali dengan ilmu rasa. Padahal tidak ada jalan untuk
menghasilkan ilmu rasa kecuali dengan amal (praktek), maka tidak mungkin uraian tentang khodam ini
dapat diperpanjang lagi. Oleh karena itu, bagi para pembaca yang ingin melanjutkan pencarian, silahkan
meneruskan sendiri semampu mungkin dengan mencari bahan tambahan, baik dari ayat-ayat al-Qur’an
maupun Hadits-Hadits Nabi s.a.w yang tentunya harus didampingi para Ulama’ ahlinya sebagai guru dan
pembimbing, sambil memohon petunjuk dan taufiq kepada Allah s.w.t agar kita semua terjaga dari segala
tipudaya kehidupan.

SEMUA ARTIKEL INI DITULIS OLEH SAUDARA Malfiali, 22 Oktober 2008
Dan dimuat di BLOG ; ponpesalfithrahgp.wordpress.com





Quantum Tranceformation NAQS DNA [www.quantumpower.tk] Page 30

MENGUAK DUNIA JIN DAN KHODAM
2011
RIWAYAT PENULIS
Kyai Muhammad Luthfi Ghozali, lahir di Gresik Tahun 1954. Sejak
terpaksa harus droup out dari pendidikan formal, pertengahan kelas
II SMP Darul Ulum Jombang tahun 1971, hal itu disebabkan karena
orang tuanya tidak mampu lagi membiayai kebutuhan hidup di
Ponpes tersebut, penulis mulai melanglang buana untuk belajar
hidup mandiri. Untuk tujuan tersebut, pertama penulis belajar jahit
menjahit, sehingga th 1973 pernah membuka usaha perjahitan di
Bogor dan 1978 di Situbondo. Selanjutnya dunia jahit menjahit itu
ditinggalkan dan beralih belajar usaha dagang, sehingga sejak tahun
1979 sampai 1993 beliau menjadi seorang pengusaha dari tingkat
menengah ke bawah boleh dibilang sukses.
Namun sejak tahun 1994, kegiatan usaha dan dagang tersebut benar-
benar dikalahkan oleh orientasi ruhaniah yang didapat dari
perjalanan panjang dan pengalaman spiritual hidupnya sehingga
kemudian secara total beliau meninggalkan usahanya dan beralih
mengabdi kepada masyarakat dengan wadah Ponpes AL-
FITHRAH Gunungpati yang diasuhnya sampai sekarang. Di
antara laku yang paling disukai penulis, bahkan sejak beliau
duduk di kelas 5 SD adalah mengadakan perjalanan ruhani yang dipadukan antara mujahadah, riyadhah
dan perjalanan spiritual antara kuburan yang satu kepada kuburan yang lain, sebelum kemudian
mengikuti thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsabandiyah Al-Utsmaniyah dengan mengikuti bai’at kepada al-
`Alamah, al-‘Arif billah, Asy-Syekh Ahmad Asrori Al-Ishaqi r.a. Seorang mursyid thoriqoh Qadiriyah
wa Naqsyabandiyah al Utsmaniyah, meneruskan gurunya yang juga bapaknya, Asy-Syeikh Muhammad
Utsman al-Ishaqi r.a. Dibawah kepemimpinannya thoriqoh itu kini telah berkembang pesat, umumnya di
Indonesia terutama di Jawa tengah.
Kyai Muhammad Luthfi Ghozali, disamping sebagai salah satu Imam Khususi di dalam thoriqoh tersebut,
beliau juga ahli dalam bidang meditasi Islam, sebagaimana yang diadakan setiap tahun setiap tanggal satu
bulan rajab selama 40 hari. Mujahadah dan riyadhah yang diikuti para jama`ah baik santri pesantren
maupun masyarakat umum. Disamping itu pula, setiap waktunya beliau juga melayani para tamu yang
datang di ponpes untuk sekedar berdiskusi mengenai tasawuf, bahkan ia juga melayani umat dengan
metode “charge ruhani” guna merecovery ruhani, maupun terapi non-medik secara kuratif maupun
preventif. Banyak pasien dari segala penjuru datang untuk mondok guna menyembuhkan penyakitnya,
baik penyakit ekonomi, penyakit akibat gangguan jin, penyakit akibat kecanduan Narkoba maupun
penyakit lainnya.
Beliau juga aktif dalam berbagai seminar dan tergolong produktif menulis diberbagai media lokal dan
nasional. Perhatiannya pada umat telah menghasilkan beberapa buku yang telah diterbitkan oleh penerbit
ABSHOR Hidmah dan ibadaH. Buku-buku tersebut di antaranya, Tawassul, Ilmu Laduni, Lailatul Qadr
di Luar Ramadhan, Khalifah Bumi, Ruqyah, Syarah al-Hikam, Lembayung Senja dan lain sebagainya.
Penerbit ABSHOR Hidmah dan ibadaH merupakan badan usaha yang dikelola oleh komunitas Pondok
Pesantren as Salafi al Fithrah, Sumurrejo, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia dimana beliau
adalah sebagai pengasuh ponpes tersebut.



Kyai Muhammad Luthfi Ghozali

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->