P. 1
ETIKA PROFESI KEGURUAN

ETIKA PROFESI KEGURUAN

|Views: 501|Likes:
Published by Esee Mori

More info:

Published by: Esee Mori on Jul 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/03/2012

pdf

text

original

³ETIKA PROFESI KEGURUAN´

Diajukan sebagai tugas mandiri Mata kuliah : Etika Profesi Keguruan Dosen : Prof. Dr. H. Maksum,MA

Di susun oleh :

DURAHIM NIM : 14101120014

IAIN SYEKH NURJATI CIERBON 2001

tujuan kode etik. saudara dapat menjadi seorang guru yang benar-benar memaknai fungsi dan peran seorang guru sebagai sebuah profesi yang membanggakan. Beberapa paparan dalam tulisan ini membahas tentang pengertian profesi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memfasilitasi proses perkembangan individu adalah dengan adanya sumber daya manusia (SDM) yang terkait langsung dengan dunia pendidikan yaitu guru. Pendidikan dapat dipandang sebagai suatu proses pemberdayaan dan pembudayaan individu agar mampu memenuhi kebutuhan perkembangan dan memenuhi tuntutan sosial. ciri-ciri profesi. . Ditangan para guru masa dep pendidikan akan terlaksana. sanksi pelanggaran kode etik. Pengertian pendidikan seperti ini mengimplikasikan bahwa upaya apapun yang dilakukan dalam konteks pendidikan seyogyanya terfokus pada upaya memfasilitasi proses perkembangan individu sesuai dengan nilai agama dan kehidupan yang dianut. etika kerja dan etos kerja guru serta kode etik guru yang meliputi. penetapan kode etik. serta religius dalam lingkungan kehidupannya. Salah satu ujung tombak tercapainya tujuan pendidikan adalah adanya peran guru. Saudara akan diajak untuk memahami lebih mendalam tentang hakikat profesi guru. Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua peserta sertifikasi guru agar menjadi guru yang profesional. dan kode etik guru Indonesia. kultural. profesi keguruan. karena an guru merupakan salah satu unsur yang berhadapan langsung dengan siswa dalam proses pembelajaran secara nyata.PENDAHULUAN Tulisan ini membahas mengenai etika profesi guru secara umum bagi peserta sertifikasi guru. Semoga dengan tulisan ini.

Hakikat profesi adalah suatu pernnyataan atau suatu janji terbuka Suatu pernyataan atau suatu janji yang dinyatakan oleh tenaga profesional tidak sama dengan suatu pernyataan yang dikemukakan oleh nonprofesional. baik dalam arti ekonomis maupun dalam arti psikis. dalam hal ini. Pernyataan demikian mengandung norma-norma atau nilainilai etik. Profesi kependidikan. Profesi mengandung unsur pengabdian Suatu profesi bukan bermaksud untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Sebaliknya. "Baik" dalam arti bermanfaat bagi orang banyak dan bagidirinya sendiri. {World onfederation of Organization for Teaching Profession (WCOTP) ySuatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian. tanggung jawab. Ini berarti. (Liberman) ySuatu jabatan atau pekerjaan yang biasanya memerlukan persiapan yang relatif lama dan husus pada tingkat pendidikan tinggi yang pelaksanaannya diatur oleh kode etik tersendiri. dan kesetiaan terhadap pekerjaan tersebut. tetapi untuk pengabdian pada masyarakat. hukuman dart Tuhan. dan menuntut tingkat kearifan atau kesadaran serta pertimbangan pribadi yang tingi. Janjijanji itu biasanya telah digariskan dalam kode etik profesi bersangkutan. misalnya hukuman atau protes masyarakat. atau menimbulkan malapetaka bagi orang lain dan bagi masyarakat. bahwa profesi tidak boleh sampai merugikan. Bila dia melanggar janjinya. Makna pengertian diatas mengisyaratkan bahwa: 1. yang keluar dart lubuk hatinya. dia akan berbuat sesuai dengan janji tersebut. Janji yang bersifat etik itu mau tak mau akan berhadapan dengan sanksi sanksi tertentu. 2. dia akan berhadapan dengan sanksi tersebut. yProfesi itu pada hakikatnya adalah suatu pernyataan atau janji te rbuka. profesi itu . merusak. Pernyataan profesional mengandung makna terbuka yang sungguh-sungguh. bahwa seseorang akan mengabdikan dirinya kepada suatu jabatan atau pekerjaan dalam arti biasa. Jika seseorang telah menganut suatu profesi tertentu.Apakah Profesi Itu? Dibawah ini dikemukakan beberapa pengertian tentang profesi: ySuatu jabatan atau pekerjaan yang diperoleh melalui latihan khusus yang memadai. dan hukuman oleh dirinya sendiri. Orang yang membuat pernyataan itu yakin dan radar bahwa pernyataan yang dibuatnya adalah baik. karena orang tersebut merasa terpanggil untuk menjabat pekerjaan itu.

profesi kedokteran adalah untuk kepentingan pasien agar cepat sembuh penyakitnya. kebijaksanaan. Dengan pengabdian pada pekerjaan itu. keberuntungan. Pengabdian diri berarti lebih mengutamakan kepentingan orang banyak. Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan Suatu profesi erat kaitannya dengan jabatan atau pekerjaan tertentu sang dengan sendirinya menuntut keahlian. 3. profesi kependidikan adalah untuk kepentingan anak didiknya. Itu sebabnya. profesi menuntut kemampuan membuat keputusan yang tepat dan kemampuan membuat kebijaksanaan yang tepat. profesi pertanian adalah untuk meningkatkan produksi pertanian agar masyarakat lebih sejahtera dalam bidang pangan. profesi dalam bidang hukum adalah untuk kepentingan kliennya bila berhadapan dengan pengadilan. Kode etik yang direalisasikan dalam melaksanakan profesi. Kompetensi sangat diperlukan untuk melaksanakan fungsi profesi. dan kesempurnaan serta kesejahteraan bagi masyarakat. yang menjaga jabatan itu dari penyalahgunaan oleh orang-orang yang tidak kompeten dengan pendidikan serta sertifikasi mereka yang memenuhi syarat-syarat yang diminta. Dalam pengertian profesi telah tersirat adanya suatu keharusan kompetensi agar profesi itu berfungsi dengan sebaik-baiknya. 3. dan keterampilan tertentu pula. Dengan demikian. 2. sebenarnya profesi itu adalah suatu lembaga yang mempunyai otoritas yang otonom. Dalam hal ini. Berdasarkan uraian tentang pengertian. dan penanganan harus ditangani oleh para ahlinya. . seseorang berarti mengabdikan profesinya kepada masyarakat. baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat. pembuatan keputusan. kriteria. Kelompok yang tergabung dalam profesi. yakni pengabdian kepada masyarakat. oleh sebab mempunyai fungsi sosial. Untuk itu diperlukan banyak keterangan yang lengkap agar jangan menimbulkan kesalahan yang akan menimbulkan kerugian. pengabdian yang diberikan oleh profesi tersebut harus sesuai dengan bidang-bidang pekerjaan tertentu. Kesalahan dapat menimbulkan akibat yang fatal atau malapetaka yang dahsyat. perencanaan. karena didukung oleh: 1.hams berusaha menimbulkan kebaikan. karena hakikatnya ia lah pengabdian kepada masyarakat demi kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Dalam masyarakat yang kompleks seperti masyarakat modem dewasa mi. dan unsur-unsur yang terkandung dalam profesi. pengetahuan. Spesialisasi ilmu sehingga mengandung arti keahlian. yang memiliki kompetensi profesional dalam bidangnya. dan sebagainya. Misalnya. pekerjaan profesional berbeda dengan pekerjaan-pekerjaan lainnya.

Pemerintah yang melindungi profesi dengan undangundangnya. y Profesionalisasi  1. Penampilan suatu pekerjaan sebagai suatu profesi. Ciri-Ciri Profesi yCiri-ciri profesi : 1. bahwa setiap orang dapat menjadi guru asalkan telah mengalami jenjang . Penampilan seseorang yang sesuai dengan tuntutan yang seharusnya. Pekerjaan itu mempunyai signifikansi sosial karena diperlukan mengabdi kepada masyarakat. Derajat penampilan seseorang sebagai profesional. Proses menjadikan seseorang sebagai profesional melalui inservice training dan atau preservice training. Ada kode etik yang menjadi pedoman perilaku anggotanya beserta sangsi yang jelas dan tegas terhadap pelanggar kode etik 5.4. Istilah-istilah yang terkait dengan profesi: y Profesional  1. Profesi didukung ole h suatu disiplin ilmu 4. maka anggota profesi secara perorangan ataupun kelompok memperoleh imbalan finansial. 2. Masyarakat luas yang memanfaatkan profesi tersebut. Sebagai konsekuensi dari layanan yang diberikan kepada masyarakat. Menunjuk kepada orangnya. Berbagai alasan yang mereka kemukakan antara lain. Profesi Keguruan Apakah pekerjaan guru (tenaga kependidikan) dapat disebut sebagai suatu profesi? Pertanyaan ini muncul karena masih ada pihak yang berpendapat bahwa pekerjaan kependidikan bukan suatu profesi tersendiri. 5. y Profesionalisme 1. Profesi menuntut keterampilan tertentu yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan yang lama dan intensif serta dilakukan dalam lembaga tertentu yang secara sosial dapat dipertanggungjawabkan 3. 2. 2. dan juga mengacu kepada sikap dan komitmen anggota profesi untuk bekerja berdasarkan standar yang tinggi dan kode etik profesinya.

1. Keahlian yang dimiliki oleh tenaga pendidikan. jika dia telah mengalami pendidikan tersebut dan telah memiliki pengalaman mengajar di kelas. Kesalahan yang dilakukan oleh orang yang bukan ahli dalam bidang pendidikan dapat merusak satu generasi seterusnya dan akibatnya akan berlanjut terus. Jadi. Peranan pendidikan harus dilihat dalam konteks pembangunan secara menyeluruh. Hasil pendidikan memang tak mungkin dilihat dan dirasakan dalam waktu singkat. melainkan hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu yang telah menjalani pendidikan guru secara berencana dan sistematik. 3. Sekolah bertujuan membentuk anak didik menjadi manusia dewasa yang berkepribadian matang dan tangguh.pendidikan tertentu ditambah dengan sedikit pengalaman mengajar. Itu sebabnya tangan-tangan yang mengelola sistem pendidikan dari alas sampai ke dalam kelas terdiri dari tenaga-tenaga profesional dalam bidang pendidikan. yang bertujuan membentuk manusia sesuai dengan cita-cita bangsa. Para lulusan sekolah pada waktunya harus mampu bekerja mengisi lapangan kerja yang ada. Sekolah adalah suatu lembaga profesional. Untuk menyukseskan pembangunan perlu ditata suatu sistem pendidikan yang relevan. Itu sebabnya proses pendidikan tidak boleh keliru atau salah kendatipun hanya sedikit saja. kendati seseorang telah dididik menjadi guru. berbeda dengan profesi kedokteran atau teknologi pertanian misalnya. namun belum menjadi jaminan bahwa anaknya akan terdidik baik. yang dapat dipertanggungjawabkan dan bertanggung jawab terhadap masyarakat dan terhadap dirinya. Mereka harus dipersiapkan melalui program pendidikan di sekolah. Pembangunan tidak mungkin berhasil jika tidak melibatkan manusianya sebagai pelaku dan sekaligus sebagai tujuan pembangunan. Kritik lain yang sering dilontarkan ialah. 2. tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya. Sejumlah rekomendasi dapat dikemukakan sebagai berikut. Karena itu seorang dapat saja mengajar sampai dengan perguruan tinggi. bahkan mungkin setelah sate generasi. Tanpa keahlian yang memadai maka pendidikan sulit berhasil. ada beberapa bukti bahwa pendidikan dapat saja berhasil walaupun si pengajarnya tidak pernah belajar ilmu pendidikan dan keguruan. Para orang telah mempercayakan anak-anaknya untuk . tetapi ban dapat dilihat dalam jangka waktu yang lama.. Pandangan di atas dinilai terlalu picik. hasil pendidikan di sekolah tidak dapat segera dilihat hasilnya. Sistem pendidikan dirancang dan dilaksanakan oleh orang-orang yang ahli dalam bidangnya. Profesi guru hendaknya dilihat dalam hubungan yang Luas. Selain dan itu.

Etika. Sesuai dengan hakikat dan kriteria profesi yang telah dijelaskan di muk sudah a. dan perlu ditata berdasarkan kode etik tertentu. Dengan demikian seorang calon guru seharusnya telah menempuh program pendidikan guru pada suatu lembaga pendidikan tertentu. dan peran guru diakui sebagai suatu profesi. Sebagai konsekuensi logis dari pertimbangan tersebut. Kode etik itu mengatur bagaimana seorang guru harus bertingkah laku sesuai dengan norma-norma pekerjaannya. tolong menolong. agar memiliki kompetensi yang diperlukan untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara efisien dan efektif. Dengan adanya etika. saling menghargai. Mereka tidak cukup waktu untuk mendidik anaknya sebagaimana yang diharapkan. Etika Kerja Guru Etika (ethic) bermakna sekumpulan azas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. Dengan demikian dia memiliki kewenangan mengajar untuk diberikan imbalan secara wajar sesuai dengan fungsi dan tugasnya. dan kompetensi kemasyarakatan. tata cara (adat. seperti saling menghormati. Secara umum etika dapat diartikan sebagai suatu disiplin filosofis yang sangat diperlukan dalam interaksi sesama manusia dalam memilih dan memutuskan pola-pola perilaku yang sebaikbaiknya berdasarkan timbangan moral-moral yang berlaku. 4. jelas bahwa pekerjaan guru harus dilakukan oleh orang yang bertugas selaku guru. fungsi. dsb. setiap guru harus memiliki kompetensi profesional. Mereka tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk diberikan kepada anaknya. 5.dididik di sekolah. Dengan demikian akan terciptanya suatu pola-pola hubungan antar manusia yang baik dan harmonis. balk dalam hubungan dengan anak didiknya maupun dalam hubungan dengan teman sejawatnya. kompetensi kepribadian. sopan santun) nilai mengenai benar dan salah tentang hak dan kewajiban yang dianut oleh suatu golonga n atau masyarakat. pada hakikatnya merupakan dasar pertimbangan dalam pembuatan keputusan tentang moral manusia dalam interaksi dengan lingkungannya. Hal ini hanya mungkin dilakukan jika kedudukan. manusia dapat memilih dan memutuskan perilaku yang paling baik sesuai dengan norma-norma moral yang berlaku. Sebagian tanggung jawab pendidikan anak-anak tersebut terletak di tangan para guru dan tenaga kependidikan lainnya sebabnya para guru harus dididik dalam profesi kependidikan. Pekerjaan guru adalah pekerjaan yang penuh pengabdian pada masyarakat. .

Etos kerja Guru Sebenarnya kata "etos" bersumber dari pengertian yang sama dengan etika. Sebagai suatu kondisi internal. diperbaiki. seorang pekerja akan selalu bekerja dalam pola-pola yang konsisten untuk melakukan dengan baik sesuai dengan tuntutan dan kesanggupannya. Dengan disiplin kerja. yaitu sumber-sumber nilai yang dijadikan rujukan dalam pemilihan dan keputusan perilaku. etos kerja mengandung beberapa unsur antara lain: (1) disiplin kerja (2) sikap terhadap pekerjaan. . Khusus mengenai kode etik guru. di Indonesia. terutama dalam hal adanya kasus-kasus penyimpangan tindakan. Kualitas unjuk kerja dan hasil kerja banyak ditentukan oleh kualitas etos kerja ini. Etos kerja lebih merujuk kepada kualitas kepribadian yang tercermin melalui.. Semua anggota harus menghormati. menghayati. antara lain: y Untuk melindungi pekerjaan sesuai dengan ketentuan dan kebijakan yang telah ditetapkan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku. dan dikembangkan. y Untuk mengontrol terjadinya ketidakpuasan dan persengketaan dari para pelaksana.Dengan kode etik itu pula perilaku etika para pekerja akan dikontrol. (3) kebiasaan-kebiasaan bekerja. sehingga dapat menjaga dan meningkatkan stabilitas internal dan eksternal pekerjaan. Dengan demikian akan terciptanya suasana yang harmonis dan semua anggota akan merasakan adanya perlindungan dan rasa aman dalam melakukan tugas-tugasnya. Secara umum. yMelindungi anggota masyarakat dari praktek-praktek yang menyimpang dari ketentuan yang berlaku. kode etik ini diperlukan denganbeberapa alasan. Karena kode etik itu merupakan suatu kesepakatan bersama dari para anggota suatu profesi. PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) telah menetapkan kode etik guru sebagai salah satu kelengkapan organisasi sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PGRI. unjuk kerja secara utuh dalam berbagai dimensi kehidupannya. maka kode etik ini ditetapkan oleh organisasi yang mendapat persetujuan dan kesepakatan dari para anggotanya. dinilai. Dengan demikian etos kerja lebih merupakan kondisi internal yang mendorong dan mengendalikan perilaku ke arah terwujudnya kualitas kerja yang ideal. yMelindungi para praktisi di masyarakat. dan mengamalkan isi dari semua kode etik yang telah disepakati bersama.

dan perbuatan dalam melaksanakan tugasnya dan dalam pergaulan hidup sehari-hari. etos kerja merupakan tuntutan internal untuk berperilaku etis dalam mewujudkan unjuk kerja yang baik dan produktif. Kebiasaan kerja. Berikut ini disajikan beberapa pengertian kode etik. Orientasi kerja. orientasi terhadap pengembangan diri. didasari oleh sikap dasar yang positif dan wajar terhadap pekerjaannya. Selanjutnya dalam Kode Etik Pegawai Negeri Sipil itu digariskan pula prinsip-prinsip pokok tentang pelaksanaan tugas dan tanggungjawab pegawai negeri. Perwujudan unjuk kerja ini bersumber pada kualitas kompetensi aspek kepribadian yang mencakup aspek religi. dan keikhlasan. Beberapa unsur kebiasaan kerja antara lain: kebiasaan mengatur waktu. juga termasuk ke dalam unsur sikap seperti orientasi terhadap hasil tambah. kebiasaan hubungan antar manusia. Mencintai pekerjaan sendiri. pribadi. dan Abdi Masyarakat mempunyai pedoman sikap. merupakan pola-pola perilaku kerja yang ditunjukkan oleh pekerja secara konsisten. fisik. Dengan etos kerja yang baik dan kuat sangat diharapkan seseorang pekerja akan senantiasa melakukan pekerjaannya secara efektif dan produktif dalam kondisi pribadi yang sehat dan berkembang. Dengan demikian. moral. dsb. Demikian pula keinginan untuk senantiasa mengembangkan kualitas pekerjaan dan unjuk kerja merupakan refleksi sikap terhadap pekerjaan. Kode Etik Guru Interpretasi tentang kode etik belum memiliki pengertian yang sama. kebiasaan pengembangan diri. Dalam Penjelasan Undang-undang tersebut dinyatakan dengan adanya Kode Etik ini. pengertian. Dari uraian ini dapat kita simpulkan. Perwujudan unjuk kerja yang baik. karena sikap mendasari arah dan intensitas unjuk kerja.Disiplin yang dimaksud di sini adalah bukan disiplin yang mati dan pasif. Pasal 28 menyatakan bahwa "Pegawai Negeri Sipil mempunyai kode etik sebagai pedoman sikap. Sikap terhadap pekerjaan merupakan landasan yang paling berperan. bahwa kode etik merupakan . tingkah laku perbuatan di dalam dan di luar kedinasan". Pegawai Negeri Sipil sebagai aparatur negara. y Undang-undang Nomor 8 tahun 1974 Tentang Pokok-pokok Kepegawaian. sosial. orientasi terhadap pengabdian pada masyarakat. intelektual. tingkah laku. disiplin kerja. adalah salah satu contoh sikap terhadap pekerjaan. kebiasaan bekerja keras. Hal itu dapat berarti bahwa mereka yang dipandang memiliki etos kerja yang tinggi dan kuat akan memiliki keunggulan. Abdi Negara. akan tetapi disiplin yang hidup dan aktif yang didasari dengan penuh pemahaman.

setiap kode etik suatu profesi akan melarang berbagai bentuk tindak-tanduk atau kelakuan anggotanya yang dapat mencemarkan nama baik profesi. tetapi dalam pergaulan hidup sehari. dan perbua tan di dalam melaksanakan tugas dan dalam hidup sehari. emosional. organisasi profesi guru membentuk kode etik. tentang apa yang tidak boleh diperbuat atau dilaksanakan. Basuni sebagai Ketua Umum PGRI menyatakan bahwa Kode Etik Guru Indonesia merupakan landasan moral dan pedoman tingkah laku guru warga PGRI dalam melaksanakan panggilan pengabdiaan bekerja sebagai guru (PGRI. dikemukakan sebagai berikut: (1) Untuk menjaga dan meningkatkan kehormatan. Oleh karena itu. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya. dan mental). dan larangan-larangan. Kode etik umumnya memuat larangan-larangan untuk melakukan perbuatan- .hari di dalam masyarakat. Kesejahteraan mencakup lahir (atau material) maupun batin (spiritual. Menjunjung tinggi martabat profesi.hari. dan (2) sebagai pedoman tingkah laku. Dari pendapat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam Kode Etik Guru Indonesia terdapat dua unsur pokok yakni: (1) sebagai landasan moral. Pasal 43. dan martabat g uru dalam pelaksanaan tugas keprofesionalan. Secara umum tujuan mengadakan kode etik adalah sebagai berikut. 1.profesi itu sendiri. 1973). (2) Kode etik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berisi norma dan etika yang mengikat perilaku guru dalam pelaksanaan tugas keprofesionalan. tidak saja dalam menjalankan tugas profesi. A. Norma-norma tersebut berisi petunjukpetunjuk bagaimana mereka melaksanakan profesinya. y Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD). Dari beberapa pengertian tentang kode etik di atas. agar mereka tidak memandang rendah terhadap profesi yang bersangkutan. 2. Tujuan Kode Etik Pada dasarnya tujuan merumuskan kode etik dalam suatu profesi adalah untuk kepentingan anggota dan kepentingan organisasi. Kode etik dapat menjaga pandangan dan kesan pihak luar atau masyarakat. yKongres PGRI ke XIII. tingkah laku.pedoman sikap. menunjukkan bahwa kode etik suatu profesi merupakan normanorma yang harus diindahkan dan diamalkan oleh setiap anggotanya dalam pelaksanaan tugas dan pergaulan hidup seharihari di masyarakat.

tetapi harus dilakukan oleh organisasi. dan meningkatkan mutu profesi dan mutu organisasi profesi. Kode etik mewajibkan setiap anggotanya untuk aktif berpartisipasi dalam membina organisasi profesi dan kegiatan-kegiatan yang dirancang organisasi. kode etik umumnya memberi petunjukpetunjuk kepada anggotanya untuk melaksanakan profesinya. Kode etik memuat norma norma dan anjuran agar para anggota profesi selalu berusaha untuk meningkatkan mutu pengabdian para anggotanya. meningkatkan pengabdian anggota profesi. lazimnya dilakukan dalam suatu kongres organisasi profesi. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.perbuatan yang merugikan kesejahteraan para anggotanya. sehingga bagi para anggota profesi dapat dengan mudah mengetahui tugas dan tanggungjawab pengabdiannya dalam melaksanakan tugasnya. 4. Kode etik berkaitan dengan peningkatan kegiatan pengabdian profesi. maka ada . B. Dengan demikian. penetapan kode etik tidak boleh dilakukan secara perorangan. Kode etik mengandung peraturan yang membatasi tingkahlaku yang tidak pantas dan tidak jujur bagi para anggota prof'esi dalam berinteraksi dengan sesama rekan anggota profesi. sehingga orang-orang yang tidak menjadi anggota profesi. sehingga siapa saja yang mengadakan tarif di bawah minimum akan dianggap tercela dan merugikan rekan seprofesi. menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota. Jika setiap orang yang menjalankan suatu profesi secara otomatis bergabung dalam suatu organisasi. 6. Untuk meningkatkan mutu profesi. 5. kode etik merumuskan ketentuan-ketentuan yang perlu dilakukan para anggota profesi dalam menjalankan tugasnya. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan suatu profesi menyusun kode etik adalah untuk menjunjung tinggi martabat profesi. Pedoman berperilaku. tidak dapatdikenankan Kode etik hanya akan mempunyai pengaruh yang kuat dalam menegakkan disiplin di tangan profesi tersebut. Oleh karena itu. Penetapan Kode Etik Kode etik hanya dapat ditetapkan oleh suatu organisasi profesi yang berlaku dan mengikat para anggotanya. Dalam hal kesejahteraan batin. jika semua orang yang menjalankan profesi tersebut bergabung dalam profesi yang bersangkutan. 3. Misalnya dengan menetapkan tarif-tarif minimum bagi honorarium anggota profesi dalam melaksanakan tugasnya.

Sanksi Pelanggaran Kode Etik Seringkali negara mencampuri urusan profesi. Kode Etik Guru Indonesia merupakan alat yang amat penting untuk pembentukan sikap profesional para anggota profesi keguruan. dan kemudian disempurnakan dalam Kongres PGRI ke XVI tahun 1989 juga di Jakarta. tingkah laku. dan jika dianggap kecurangan itu serius. dengan demikian. sistematik dalam suatu sistem yang utuh.jaminan bahwa profesi tersebut dapat dijalankan secara murni dan baik. sedangkan sanksi yang dianggap terberat adalah pelanggar dikeluarkan dari organisasi profesi. . maka dituntut di muka pengadilan. karena setiap anggota profesi yang melakukan pelanggaran serius terhadap kode etik dapat dikenakan sanksi. sehingga hal-hal yang semula hanya merupakan kode etik suatu profesi tertentu dapat meningkat menjadi peraturan hukum atau undangundang. Seperti halnya profesi lain. akan mendapat cela dari rekanrekannya. Pada umumnya karena kode merupakan landasan moral. Adapun teks Kode Etik Guru Indonesia yang telah disempurnakan tersebut adalah sebagai berikut. Kode Etik Guru Indoensia Kode Etik Guru di Indonesia dapat dirumuskan sebagai himpunan nilai-nilai dan norma-norma profesi guru yang tersusun dengan baik. Kode Etik Guru Indonesia berfungsi sebagai landasan moral dan pedoman tingkah laku setiap guru warga PGRI dalam menunaikan tugas pengabdiannya sebagai guru. pedoman sikap. Dengan demikian. sanksi terhadap pelanggaran kode etik adalah sanksi moral. Cabang dan Pengurus Daerah PGRI dari seluruh penjuru tanah air. Kode Etik Guru Indonesia ditetapkan dalam suatu kongres yang dihadiri oleh seluruh utusan. baik di dalam maupun di luar sekolah serta dalam pergaulan hidup seharihari di masyarakat. Barang siapa melanggar kode etik. D. pertama dalam Kongres ke XIII di Jakarta tahun 1973. C. dan perbuatan. maka aturan yang mulanya sebagai landasan moral dan pedoman tingkah laku meningkat menjadi aturan yang memberikan sanksi-sanksi yang sifatnya memaksa.Sebagai contoh dalam hal ini jika seseorang anggota profesi bersaing secara tidak jujur atau curang dengan sesama anggota profesinya. baik berupa aksi perdata maupun pidana.

Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat 2. semangat kekeluargaan. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional. serta kemanusiaan pada umumnya. 9. Guru memelihara hubungan seprofesi.KODE ETIK GURU INDONESIA Guru Indonesia menyadari. 7. 3. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat di sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggungjawab bersama terhadap pendidikan. Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan mendominasi dasar-dasar sebagai berikut: 1. Oleh sebab itu. turut bertanggungjawab atas terwujdunya cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Bangsa. 2. dan negara. Guru melaksanakan segala kebijakan Pemerintah dalam bidang pendidikan. 5. profesinya. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. 8. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik -baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar-mengajar. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada Undang-undang Dasar 1945. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan. dan kesetiakawanan sosial. 4. 1989 di Jakarta). Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. 6. (Sumber: Kongres Guru ke XVI. .

sistematik dalam suatu sistem yang utuh. meningkatkan pengabdian anggota profesi. Etos kerja merupakan tuntutan internal untuk berperilaku etis dalam mewujudkan unjuk kerja yang baik dan produktif. pada hakikatnya adalah suatu pernyataan atau janji terbuka. proses menjadikan seseorang sebagai profesional melalui inservice training dan atau preservice training. Penetapan kode etik tidak boleh dilakukan secara perorangan. karena orang tersebut merasa terpanggil untuk menjabat pekerjaan itu. bahwa seseorang akan mengabdikan dirinya kepada suatu jabatan atau pekerjaan dalam arti biasa. Profesional. Segala hal yang terkait dengan profesi guru tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia (UURI) Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. merujuk pada penampilan seseorang yang sesuai dengan tuntutan yang seharusnya dan menunjuk kepada orangnya. Etika dapat diartikan sebagai suatu disiplin filosofis yang sangat diperlukan dalam interaksi sesama manusia dalam memilih dan memutuskan pola -pola perilaku yang sebaik-baiknya berdasarkan timbangan moral-moral yang berlaku. tetapi harus dilakukan oleh organisasi yang berwenang sesuai dengan profesinya.RANGKUMAN Profesi. Kode Etik Guru Indonesia merupakan alat yang amat penting untuk pembentukan sikap profesional para anggota profesi keguruan. Profesionalisasi. dan meningkatkan mutu profesi dan mutu organisasi profesi. dan juga mengacu kepada sikap dan komitmen anggota profesi untuk bekerja berdasarkan standar yang tinggi dan kode etik profesinya. merujuk pada derajat penampilan seseorang sebagai profesional dan penampilan suatu pekerjaan sebagai suatuprofesi. Tujuan suatu profesi menyusun kode etik adalah untuk menjunjung tinggi martabat profesi. Profesionalisme. . Kode Etik Guru di Indonesia dapat dirumuskan sebagai himpunan nilai-nilai dan norma-norma profesi guru yang tersusun dengan baik. menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.

E. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung : Remaja Rosdakarya Mulyasa. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Hamalik. Yogyakarta : Adicita Karya Nusa Surya. dan Implementasi. (2007). Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Karakteristik. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. (2002). Jakarta : Bumi Aksara Mulyasa. Oemar. (2006). (2005). (1998). Bandung : Remaja Rosdakarya Supriadi. Bandung : Yayasan Bhakti Winaya . (2004). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Konsep. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Dedi. Bandung : Remaja Rosdakarya Mulyasa. E. Mohamad. E. (2003).KEPUSTAKAAN Departemen Pendidikan Nasional. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->