BAB I PENDAHULUAN

Hambatan listrik merupakan karakteristik suatu bahan pengantar listrik/ konduktor, yang dapat digunakan untuk mengatur besarnya arus listrik yang melewati suatu rangkaian. Pada rangkaian AC terdapat 3 jenis tahanan, yaitu tahanan yang memiliki sifat resitif (R), induktif (XL), dan capasitif (XC). Ini dikarenakan bentuk arus AC yang sinusoidal, sehingga nilainya selalu berubah terhadap waktu, ada nilai tegangan maksimum, namun yang terukur dalam keseharian adalah nilai tegangan efektif. Hal itu mengakibatkan perbedaan fase antara arus dan tegangan ketika arus AC melewati kapasitor dan induktor sehingga mengakibatkan sifat tahanan yang kapasitif dan induktif. Kapasitor dan induktor sangat jarang digunakan sendirian pada rangkaian, biasanya tahanan tersebut dirangkai secara seri atau paralel dengan resistor. Dalam makalah ini akan membahas tentang rangkaian seri R - L - C. Pada rangkaian tahanan seri R-L-C akan didapatkan nilai tahanan total yang biasa disebut Impedansi (Z). Impedansi dapat ditemukan pada antenna, speaker, amplifier, dan lain ± lain. Apabila ada dua komponen atau lebih yang tidak match atau tidak sama sekali impedansi maka akan mengakibatkan kerugian daya, distorsi atau bahkan kerusakan komponen dapat terjadi. Misalnya jika speaker dengan impedansi 3 ohm dipakai diamplifier dengan impedansi 8 ohm, maka volume akan turun, beberapa respon frekuensi akan hilang, dan transistor dirangkaian out put akan rusak. Umumnya semakin besar ketidakcocokan impedansi, semakin besar masalah yang ditimbulkan.

1|P a ge

Gambar 1. Nilai negatif inilah yang menunjukkan arah yang terbalik.BAB II RANGKAIAN AC SERI R ± L ± C Arus listrik bolak . Gambaran yang sesuai dengan keadaan ini yang adalah gambar grafik fungsi sinus.balik adalah arus listrik yang memiliki nilai sesaat yang berubah-ubah dari nilai negative hingga positif. Nilai Sesaat: Besarnya Tegangan Sebagai Fungsi Waktu dari Sudut Putar Penghantar 2|P a ge . Tegangan AC Sebagai Gelombang Sinusoidal Gambar 2. seperti berikut.

Nilai hambatannya tetap dan sering disebut reaktansi resistif. Gelombang Arus dan Tegangan pada beban Resitif (Sefase) Gambar 5. Rangkaian Beban Resitif Gambar 4. 3|P a ge . Hubungan Arus dan Tegangan pada Rangkaian AC Beban Resitif. Sifat ini sama saja saat resistor dialiri arus searah (arus DC). Hubungan nilai maksimum dan nilai efektif ini memenuhi persamaan berikut. Gambar 3. Tetapi jika diukur dengan alat ukur ternyata memiliki nilai tersendiri. i = Im sin v = Vm sin t t Nilai yang termuat pada persamaan itu adalah nilai maksimum.Kuat arus dan tegangan arus bolak-balik yang memenuhi fungsi sinus ini dapat dirumuskan sebagai berikut. Ief = Vef = Jika sebuah resistor dialiri arus bolak-balik ternyata arus dan tegangannya tetap sefase ( = 0 ). Nilai inilah yang terpakai dalam kerja komponen listrik dan dinamakan nilai efektif.

maka v = R. Arus bolak balik yang melewati induktor akan ketinggalan fase (lagging) 90 terhadap tegangannya. Jadi Daya untuk perioda penuh. Rangkaian Beban Induktif Jika induktor dihubungkan arus searah memiliki hambatan yang hampir nol. sin ( t) dengan Vm = R. 4|P a ge . Arus yang mengalir = Im .Hal ini dapat dirumuskan sebagai berikut. sin ( t) Sedangkan v = R i .Im sin ( t) = Vm. O O O Gambar 5. Atau sering dikatakan tegangannya mendahului arus 90 ( = + 90 ).Im Untuk daya sesaat pada rangkain resitif dapat dirumuskan sebagai berikut. Besarnya memenuhi persamaan berikut. ternyata saat dialiri arus AC akan timbul hambatan yang dinamakan reaktansi induktif. Sebuah induktor dialiri arus bolak-balik tenyata memiliki sifat yang berbeda dengan resistor.

Im Gambar 6. Bentuk Gelombang Arus dan Tegangan serta Diagram Phasor pada Rangkaian Listrik AC dengan Beban L Gambar 7. Hubungan Arus dan Tegangan pada Rangkaian Listrik AC dengan Beban L 5|P a ge .Arus Tertinggal 90º (Lagging) dari Tegangan XL = L =2 fL ( ) Vm = XL.

Karena i = Im . Besarnya memenuhi persamaan berikut. Atau sering dikatakan tegangannya tertinggal oleh arus 90 ( =90 ). O O O Gambar 8. Untuk satu perioda penuh. Daya rata-rata pada induktor dapat dirumuskan sebagai berikut. sin ( t).Daya sesaat pada rangkaian beban induktif dapat dirumuskan sebagai berikut. Rangkaian Kapasitif pada Tegangan AC Jika kapasitor dihubungkan arus searah memiliki hambatan yang hampir nol. maka : 6|P a ge . Arus bolak balik yang melewati kapasitor akan mendahului fase (leading) 90 terhadap tegangannya. ternyata saat dialiri arus AC akan timbul hambatan yang dinamakan reaktansi kapasitif. Sebuah kapasitor dialiri arus bolak-balik tenyata memiliki sifat yang berbeda dengan resistor dan induktor.

Didefinisikan Reaktansi Kapasitif XC. Bentuk Gelombang Muatan. dan Tegangan Terhadap Waktu pada Rangkaian Kapasitif Gambar 10. Vm = XC. terlihat bahwa XC = 1/ C. Bentuk Phasor dan Gelombang Antara Arus dan Tegangan pada Rangkaian Kapasitif 7|P a ge . Arus. Arus Mendahului 90º (Leading) dari Tegangan Gambar 9.Im.

Berikut ini adalah persamaan-persamaan yang digunakan dalam rangkaian seri R-L-C. Tanda negatip (-) bila arus tertinggal dari tegangan atau bila XC > XL 3.Daya sesaat pada kapasitor: Daya satu perioda penuh Kapasitor. 8|P a ge . maka rangkaian bersifat resitif. Tanda positip (+) bila arus mendahului tegangan atau bila XC > XL 2. biasanya dirangkai seri atau parallel. Z=R. Apabila XL = Xc. =0. 1. inductor dan resistor jarang dipasang sendiri pada rangkaian. terjadi resonansi.

Gelombang Rangkaian Seri R-L-C dengan VL = Vc (Terjadi Resonansi) 9|P a ge . Gelombang Rangkaian Seri R-L-C dengan VL > Vc Gambar 13.Gambar 11. Rangkaian dan Diagaram Phasor Rangkaian Seri R-L-C Gambar 12.

Segita Daya Pada Rangkaian Seri R-L-C 10 | P a g e .Daya yang bekerja pada rangkaian seri R-L-C: S = Daya semu P = Daya aktif Q = Daya reaktif = VI = V I cos = V I sin [VA] [Watt] [VAR] Gambar 12.

2. 4. Mampu mengukur secara praktek dan menghitung secara teori besarnya arus listri yang melewati tahanan seri R ± L ± C. Tahanan L 3. menghubungkannya dengan catu daya. Setelah rangkaian yang tersusun disetujui oleh dosen pembimbing. Mengatur tegangan pada nilai 220 V. 2. Wattmeter 5. 3. B. Memahami prinsip kerja rangkaian AC seri R ± L ± C.BAB III TERKAIT PERCOBAAN A. Memastikan semua alat dan bahan dalam kondisi baik dan siap pakai. Menyusun sendiri rangkaian AC seri R ± L ± C. Voltmeter C. Menyusun rangkaian seperti pada gambar dibawah ini. Tahanan C 4. Multimeter 8. menghitung besarnya impedansi R . Tahanan R 2. Tujuan Praktikum Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa diharapkan mampu: 1. 3. Catu daya AC 6. Ampermeter 9. Gambar Rangkaian Percobaan 1 11 | P a g e .L ± C. Mempersiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan. dan mengukur besarnya daya yang pada rangkaian seri R ± L ± C . Langkah Pengambilan Data 1. Kabel ± kabel penghubung 7. Alat dan Komponen 1.

dengan nilai R dan XL tetap. 11. 12. 8. L. 6. Menghitung impedansi rangkaian seri R-L-C. Meng-On kan posisi saklar catu daya. dan XC Mengubah rangkaian seperti pada gambar di bawah ini. Mengulangi langkah 3-12 sebanyak 2 kali dengan rangkain yang sama dan nilai hambatan R. 7. 13.5. Gambar Rangkaian Percobaan 2 10. Menghitung besarnya nilai R. XL. Mengukur besarnya daya. Setelah rangkaian yang tersusun disetujui oleh dosen pembimbing. menghubungkan rangkaian dengan catu daya. dan C yang diubah-ubah. Mengukur besarnya nilai arus dan tegangan. 9. Memasukkan semua data ke dalam tabel data hasil pengamatan. Tabel Data Hasil Percobaan NO 1 2 3 VS (Volt) 220 220 220 R( ) XL ( ) Xc ( ) Z( ) A (mA) VR (Volt) VL (Volt) VC (Volt) P(watt) 12 | P a g e . Meng-on kan posisi saklar catu daya.

BAB IV KESIMPULAN Pada rangkaian AC seri R-L-C dapat dihasilkan nilai tahanan total (impedansi) yang bersifat induktif atau kapasitif atau resitif. Besarnya impedansi rangkaian AC seri R-L-C dapat dinyatakan dengan rumus berikut: atau Z = 13 | P a g e . dan jika XL = Xc maka impedansi bersifat resitif. Hal ini tergantung dari besarnya nilai XL dan Xc pada rangkaian seri R-L-C tersebut. Bila XC > XL maka impedansi bersifat kapasitif. Bila XL > Xc maka impedansi bersifat induktif.

html Mulud.com/doc/ArusBolakBalik. 14 | P a g e .scribd. TEKNIK LISTRIK II.ac. HarijonoTeguh dan Dwiyana Hendrawati. 4. 2.com/doc/39989307-Kelas-3-SMA-Dika-Sri-Handayani.DAFTAR PUSTAKA http://labdasar.scribd. 1700 Bank Soal Bimbingan Pemantapan Fisika untuk SMA/MA.pdf http://www.itb. 3.ee. Ahmad. Zaelani.html http://www. 2009. Bandung: Yrama Widya 1.id/lab/Kuliah/Percobaan%205. 2006. Semarang: Politeknik Negeri Semarang 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful