P. 1
Pengantar Ilmu Politik (Terj)

Pengantar Ilmu Politik (Terj)

|Views: 508|Likes:
Published by rain maker
Pengantar sejarah ilmu politik ini merupakan terjemahan dari bahasa Inggris
Pengantar sejarah ilmu politik ini merupakan terjemahan dari bahasa Inggris

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: rain maker on Jul 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2012

pdf

text

original

Pengantar Ilmu Politik Dan Pemerintahan

Oktober 02 2007

Politik Sebagai Pemikiran dan Ideologi
Ideologi:
– – – –

– –

Sebuah kepercayaan dan Keyakinan yang mendasari tindakan-tindakan politis (perilaku ideologi) identik dengan bagaimana masyarakat memandang sebuah kekuasaan yang ideal Ideologi meniscayakan persatuan pemikiran dan kekuasaan Pemikiran2 itu berasal dari pemikir politik yang tak pernah ikut aktivitas politik namun pemikirannya amat mempengaruhi dunia politik Pengaruh mereka berkaitan dengan konstruksi sosial – amat abstrak dan kadang dipaksakan untuk diterima Menurut Gramsci, ideologi membantu kita memahami bagaimana suatu kelompok dominan mengatur kelompok lainya tanpa mendapat perlawanan yang berarti.

Manfaat Ideologi
Bagaimana sebuah ideologi berpengaruh pada seseorang? Ideologi ada karena 3 hal : (a) dibuat manusia (produce) (b) melingkupi hidup manusia (espouse) (c). Abadi bersama manusia (perpetuate) Ideologi berfungsi ketika manusia tengah berusaha melawan, mengacuhkan atau menaklukan nafsu, fantasi, konflik fundamentalnya serta dilema keberadaanya sebagai manusia (existential dilemmas) Menurut Gramsci:
– –

Ideologi sebagai pandangan hidup – perasaan bersama sebuah masyrakat (the philosophy of the multitude) Ideologi sebagai alat pembebasan – sebagai sebuah artikulasi perlawan terhadap status quo (revolutionary consciousness)

Fungsi Ideologi
Ideologi mempunyai 4 fungsi pokok:
1) Menjelaskan fenomena politik – memberi makna pada kehidupan 2) Memberi standard dan kriteria kepada para penganutnya untuk membedakan mana baik, mana buruk dan mana salah, mana benar. 3) Memberi identitas dan orientasi kepada penganutnya sebagai kompas budaya dan sosial. 4) Memberikan para penganutnya program aksi (program of action) – Apa yang harus dilakukan?

Konsep Ideologi: Asal-Usul
Asal-usul “Konsep Ideologi” bisa dirunut dari Revolusi Prancis dimana ada hubungan yang erat antara para intelektual dan politisi. Antoine Louis Claude Destutt, Comte de Tracy (1754-1836), adalah dua orang intelektual yang memperkenalkan istilah ideologi selama berlangsungnya Revolusi di Prancis. Ide ini telah memberi inspirasi ribuan orang untuk melakkukan aksi politik. Ia mengembangkan pemikiran seorang pemikir Inggris thinker John Locke (1634-1704). Pendapatnya yang paling penting adalah bahwa kita dapat menentukan mana kebenaran dan mana kesalahan demi tujuan politik. Bersama para intelektual di Institut de France (berdiri 1795), Comte de Tracy mempelajari politik lebih mendalam untuk mendukung Revolusi. Hasil pemikiran mereka di dasari 3 asumsi: i) ii) iii) Kemajuan dalam kehidupan sosial bukan sesuatu yang mustahil Kemajuan berasal dari pemikiran yang benar Ide-ide yang salah harus dilawan

Sejarah Ideologi
3 Konsepsi Comte de Tracy’s mengenai ideologi :
1) Hubungan yang eksplisit antara logika, psikologi and politik 2) Para intelektual membuka kebenaran namun otoritas politiklah yang menentukan untuk melaksanakan atau tidak 3) Logika, psikologi and politik berhubungan & beriringan dengan sejarah dan ilmu pengetahuan (science).

Sejarah Ideologi
Pada th1797, Napoleon Bonaparte menjadi anggota kehormatan Institut de France dan kemudian berkuasa pada th 1799 melalui coup d’etat – pada akhirnya ia menjadi Kaisar Prancis. Ideologi dibangun dalam rangka mengimplementasikan ide2 mrk; politik menjadi sains untuk memandu Prancis menuju revolusi Post’demokratik’. Tujuannya adalah menyebarkan kemajuan dan pencerahan, bukan hanya di Prancis tetapi juga seluruh Eropa. Ideologi jarang mengalami hambatan teritorial (meskipun Lenin berusaha membangun sosialisme hanya di satu wilayah ). Dengan cara yang sama GW Bush menyebarkan ide demokrasi ke seluruh dunia, terutama ke Timur Tengah, Napoleon dan sekutunya berusaha meng-ekspor ide mengenai pencerahan dan kemajuan liberal, dengan menyingkirkan berbagai perlawanan, tradisi dan keterbelakangan. Tujuan penggunan kekuatan politik adalah demi mewujudkan ‘Eropa Baru’.

Karl Marx dan ideology
30 th kemudian, Karl Marx (1818-1883) juga mulai memakai kata ‘ideologi’ tetapi dengan tujuan memperoloknya. Dia membantah para ideolog Jerman dengan mengatakan bahwa ideologi and ideologues muncul dari masyarakat yang terbagi-bagi dalam kelas-kelas yang bertujuan untuk sebagai sarana dominasi secara politik.

“Kelas (masyarakat) yang memiliki sarana produksi materiil akan megontrol pula sarana produksi mental, sebagai konsekuensi atas kepemilikannya itu”

Marx “Ilmuwan adl produsen ide yang dipakai penguasa untuk mengatur rakyat. Para ilmuwan bersama penguasa menguasai produksi dan distribusi ide-ide pada era mereka”.

“Ide-ide penguasalah yang mendominasi kepemimpinan ide pada setiap masa.”

Dengan kata lain, kelas yang menguasai alat produksi pada saat yang sama menjadi penguasa kekuatan intelektual.’

Karl Marx dan ideology
Marx berpendapat bahwa pada masyarakat kelas, ada pembagian kerja, yaitu sebagian melakukan pekerjaan mental dan yang lain pekerjaan2 material. Sebagian berpikir, sebagian laina menjadi eksekutor (pelaksana).

“dlm kelas ini, sebagian berperan sbg pemikir (mereka aktif, konseptor ideologis, yang merumuskan formasi ilusi perbedaan kelas menjadi pandangan hidup) sementara yang lain berperilaku lebih pasif dan mudah menerima ide baru, karena mereka hidup di dunia nyata dan hanya punya sedikit waktu terhadap ilusi ide-ide itu” Marx and Engels, Collected Works, 1976:586

Karl Marx dan ideology
Ideologi Jerman ia jelaskan dalam hubungannya dengan ideologi2 secara umum, misalnya ilusi hubungan antara penegak hukum, politisi dengan kepemilikan materi dan pekerjaannya. Marx berpendapat bahwa sebagian ide2 itu dikemas sedemikan rupa agar terdengar wajar dan alami. Misalnya, ‘Sebagian orang menjadi budak karena kehendak alam’ or ‘Tuhan menciptakan wanita untuk melayani laki-laki’. Marx mengatakan bahwa Pencerahan Prancis diklaim universal demi untuk kepentingan golongan ttn. Misalnya, ‘Hak Manusia dan warga negara’, semata-mata dipakai demi kepentingan pemilik sarana produksi atas pekerja yang tak punya alat apa pun.

Karl Marx dan ideologi
Analisis Marx tentang ideologi adalah sebuah lompatan dibandingkan dari pendapat Comte de Tracy yang mengatakan ideologi adalah seperangkat ide yang memiliki karakteristik formal, ke posisi bahwa ideologi adalah perwujudan ide-ide, yang men-sahkan dan memberi wewenang suatu kelompok dalam kelas-kelas berbeda untuk memperjuangkan berbagai kepentingan dan kekuasaan. Pernyataan ini cenderung reaksional, konservatif, reformis atau juga revolusioner. Ideologi (marx) ini mewujud antara lain dalam undang-undang, aktifitas politis, ritual keagamaan, serta bentuk-bentuk estetis dam filosofis. Yang penting, menurut Marx, ideologi mem-pra-syaratkan adanya kelas-kelas masyarakat.

Ideologi Menurut Pemikir Lain
Kolega Marx Fredrick Engels (1820-1895) mengklasifikasikan pendapatan Marx sebagai science – “sosialisme saintifik dan ideologi yang berserak sebagai kesadaran palsu” Para pemikir Rusia juga memasukan ide-ide Marx sebagai ideologi saintifik, sementara Lenin (1870-1924) pemikir dan pemimpin revolusi Rusia mengatakan bahwa itu adalah sains yang komprehensif yang dirumuskan dari logika abstrak, yang esensinya adalah ideologi. Dalam bukunya yang terkenal ‘What is to be done’ Lenin menyatakan tanpa revolusi pemikiran (teori) tidak adakan ada revolusi fisik. Bagi Lenin, inilah ideologi sosialisme. Ia mendefiniskan ideologi adalah doktrin-doktrin yang menggambarkan kepentingan kelas-kelas dalam bentuk pemikiran teoritis dan bukan kesadaran bersama para anggota kelas-kelas itu sendiri.

Ideologi Menurut Pemikir Lain
Antonio Gramsci (1891-1937) mengatakan bahwa ideologi adalah artikulasi sistem-sistem kepentingan dan re-produksi. Artikulasi ini melibatkan institusi-institusi kunci dalam masyarakat seperti gereja, sekolah/univ dan media massa. Menurut Gramsci, begitu ideologi “memancar” dari kelompok penguasa, ia akan menjadi hegemoni ketika ideologi ini menjadi karakter, kencenderungan dan pemahaman masyarakat umum. Maka, inilah cara untuk mengetahui apakah kepentingan/ideologi suatu kelompok telah menjadi bagian dari masyarakat serta masuk dalam proses re-produksi. Teori ini menjadi dasar penjelasan atas pengorbanan masyarakat kelas bawah dalam perjuangan di era imperialisme dan nasinalisasi. Contradictory Consciousness

Liberalisme
Liberalisme mungkin merupakan ideologi paling dominan di dunia saat ini. Yang pasti, ideologi ini dominan di negara-negara barat. Liberalisme mempunyai 2 prinsip pokok: Persamaan (Equality) dan Kebebasan individu (Freedom of individuals). Prinsip-prinsip ini jugalah yang mendasari Hak Asasi Manusia yang kemudian operasionalnya melalui hak-hak politik dan kemudian menjadi hak (berdasar undang-undang) sehingga warga negara dapat menuntut kepada negara. Asal-usul konsep ini sebenarnya lebih sempit daripada apa yang dipahami sekarang. Liberalisme fundamental adalah ide mengenai individu dan hak bahwa individu adalah seorang bebas bertindak.
Liberalisme dalam pengertian ini melihat masyarakat sebagai kumpulan individuinduvidu – Hubungan antar individu adalah sama dan sesuai dengan kepentingan masing-masing sehingga mereka semua bisa memajukan diri mereka secara adil (equally).

Liberalism and the State
Demokrasi liberal mucul sebagai respon thd sist. Feodal yang membagi-bagi hak berdasarkan golongan – Monarki (gol agama), Royalty (kerajaan), aristocracy (pejabat), laki-laki, wanita, org merdeka, budak dll. Liberalisme muncul secara perlahan dari negara sebagi institusi yang mengatur dan ketat menuju penguasa yang :
– – –

Menyediakan untuk rakyatnya sarana dan sumber daya dalam rangka memperoleh haknya. Merupakan peralihan dari hak formal ke hak substantif. Merujuk pada pemerintahan positif sehingga hak yang dijamin daripadanya adalah hak positif.

Fokus dari (literaur) liberalisme adalah mengenai hak2 yang menjadi pondasi hak-hak politik atau yang sering disebut sebagai hak sipil dan hak politik. . Ujung tombak utama hak-hak ini berfokus pada individu. Dalam demokrasi liberal, kebebasan dan persamaan individu masyarakat menjadi prinsip dasar.

Kemerdekaan Menurut John Stuart Mill
Ide-ide politik tak bisa dipisahkan dari para pemikirnya. Salah satunya adalah John Stuart Mill ia menjadi perintis liberalisme modern dengan menerbitkan buku “On Liberty” pada 1859. Berkaitan dengan 2 prinsip dasar yang telah disebut sebelumnya,ia memprioritaskan kebebasan dan menganggapnya sebagai sesuatu yang absolute. Kontribusinya adalah dalam menjawab pertanyaan ‘bagaimana sebaiknya bentuk masyarakat liberal?’ Ia menjawab bahwa (masyarakat liberal) harus memiliki kebebasan individu yang maksimal. He drew the line on harm to others arguing that short of that, society had no business intervening in an individuals life and pursuit of happiness. Mill has been criticized for implying that individuals were free to harm themselves or offend others without social sanction. His take on freedom was as a negative right.

Kebebasan dan Kemerdekaan
Saat ini, kebebasan dipahami sedikit berbeda. Kebebasan dihubungkan dengan kesetaraan dan memerlukan intervensi pemerintah untuk mewujudkannya. Negara menyediakan pendidikan sedari kanak-kanak demi menjamin anda punya sarana untuk sukses di masa dewasa. Negara juga menyediakan sarana-sarana sosial untuk menjamin rakyat bebas berusaha. Masyarakat bebas memilih untuk hidup sesuai cara yang diinginkan dan menikmati kebebasan ber-ekspresi, berkumpul, berasosiasi dan berpendapat. Namun, itu semua tidak absolut.

Akar Sejarah Ide-ide Liberal
The British legacy (UU Inggris Raya):

Dari Magna Carta, the Bill of Rights sampai para pemikirnya seperti John Locke Thomas Paine dan John Stuart Mill the Declaration on the Rights of Man and Citizen, tulisan-tulisan J J Rousseau, Benjamin Constant mengenai The Social contract Virginia Bill of Rights, the Declaration of Independence, the US Constitution, the Bill of Rights, pemikiran Thomas Jefferson, The Federalist Papers.

The French legacy (UU Prancis):

The American experience (Pengalaman Amerika):

Hak dan Liberalisme
Sebagaimana kita lihat dalam demokrasi, realitanya, ada hubungan yang tidak setara yang mempengaruhi perjanjian2 antar manusia. Dengan segala kemampuan yang dimilikinya, kelompok yang kuat akan bertindak di atas kelemahan pihak lain, melanggar kebebasan mereka dan menyingkirkan hak kesetaraan mereka. Kepentingan mereka akan mengalahkan kepentingan masyarakat umum. Kepentingan perempuan cenderung dipenuhi setelah kepentingan laki-laki dipenuhi, karena masyarakat patriarki. Ras tertentu, orang Aborigin dan orang-orang difabel (cacat) cenderung hidup dalam kemiskinan. Gay and lesbian cenderung berkumpul dalam komunitas karena lingkungan homo/lesbi-phobia sehingga cenderung berbahaya untuk keluar. Meski liberalisme terus berkembang, tetap dibutuhakan intrervensi negara untuk mewujudkan prinsip-prinsip tersebut dan untuk melindungi orangorang yang lemah melindungi haknya sendiri.

Hak dan Liberalisme
Hak adalah kemampuan yang diterima untuk melakukan suatu tindakan spesifik. Hak adalah perwujudan klaim/tuntuan masyarakat kepada negara untuk melindungi. Hak-hak itu biasanya di cantumkan dalam undang-undang atau secara lebih mendasar dimasukan dalam konstitusi. Contohnya adalah “Charter of Rights and Freedoms” di Kanada.

Hak
“Hak” melindungi kebebasan seseorang dengan cara:

1) Memaksa negara dan warga negara untuk tidak mencampuri urusan anda 2) Memberi anda perangkat melindungi pelaksanaan hak anda
Hak Hukum (Legal rights) adalah hak-hak yang dilindungi negara melalui undang2. Hak ini berbeda dengan hak moral yang tidak ada paksaan hukum namun melalui hukuman moral. Hak moral kadang disebut juga kewajiban sosial (social obligations). Hak ini muncul secara alami, karena kita melihat individu terikat dengan sifat alamiahnya dan dengan dasar-dasar hak asasi manusia modern John Locke (1632-1704) mengatakan bahwa manusia mempunyai hak alamiah untuk hidup, merdeka dan memiliki (property).

Hak
Perdebatan utama berkaitan dengan fakta bahwa hak-hak dasar belum diberikan secara adil.

Apakah masyarakat yang bertanggung jawab pada pemberian hak-hak itu ataukah pemerintah yang seharusnya memberikan ?

Lebih lanjut, apakah kita harus memiliki akses yang sama terhadap sarana tertentu yang akan menjamin pemenuhan hak-hak kita ? Apakah kesetaraan ini akan menghapus perbedaan dan ketimpangan sehingga sumber daya-sumber daya akan terdistribusi merata ? Apakah ini tidak akan mengganggu hak milik pribadi ? Kapitalisme dibangun di atas pemahaman hak kepemilikan pribadiApakah kapitalisme merupakan sistem ekonomi paham liberalisme ?

Kapitalisme Pasar
Adam Smith: Teoritikus paling yang paling diidentikan dengan kapitalisme Kontribusi :
– – – – – –

Perluasan produksi sebagai basis pencinptaan kemakmuran/kekayaan Pembagian dan spesialisasi divisi pekerja/buruh Kepentingan-pribadi sebagai motivasi utama setiap kegiatan manusia Dalam konteks produksi, kompetisi mendorong perbaikan dan kemajuan Pasar bebas dan perdagangan bebas Invisible hand sebagai koodinator mekanisme (penentuan harga) di pasar

Ideologi Radikal
Sosialisme adalah salah satu ide dan ideologi radikal yang menantang status quo – Marxisme, anarkisme, feminisme, komunisme, post-kolonialisme, post-modernisme Semuanya (ideologi2 radikal) adalah sebuah ideologi sekaligus pergerakan politik karena mengorganisasi kekuatan sosial demi tujuan-tujuan politik. Kini, ide-ide radikal cenderung berasal dari “kanan” daripada dari “kiri” Namun hampir dua abad terakhir, ide-ide yang menantang bagaimana masyarakat di urus/organisasikan telah banyak diterima dan dalam beberapa kasus mengakibatkan jatuhnya penguasa.

Metode Penelitian Marx
Karl Marx’s (1818-1883): Marx memberikan analisis brilian bagaimana mekanisme kerja kapitalisme dan transformasinya. Marxisme adalah kritik terhadap kapitalisme dan liberalisme sekaligus petunjuk (road map) untuk mewujudkan masyarakat adil tanpa perbudakan “manusia oleh manusia” Lima elemen kunci Marxisme: Theory of Alienation, historical materialism, class struggle, labour theory of value, scientific socialism Menurut Marx, tujuan utama sebuah pemerintahan adalah mengorganisasikan kapasitas produksinya. Jadi, menurut pendekatan historical materialist seiring waktu berjalan kekuasaan sosial-politik ber-evolusi secara progresif. Ia menyebut sarana produksi (modes of production) menentukkan level perkembangan (sosial-politik). Siapapun yang memiliki sarana produksi & teknologi akan menguasai sistem sosial melalui eksploitasi. Dalam sejarah, masyarakat secara kronologis terbagi dalam fase-fase tertentu berdasarkan sarana produksi yang digunakannya : Teori ini dibagi dalam 5 sarana produksi: Primitive Komunisme, Despotisme Asia, perbudakan (Slavery), Feodalisme dan Kapitalisme.

Teori Kelas
Menurut Marx, masyrakat tak bisa menghindari konflik karena setiap sarana produksi menguntungkan salah satu kelompok dan mengeksploitasi kelompok yang lain. Perbedaan kepentingan menggambarkan hubungan antagonistis (saling mengalahkan) di dalam proses produksi – budak berkonflik dan sang pemilik, pemilik tanah berkonflik dengan pejabat foedal dan aristokrat – Pekerja (proletariat) berkonflik dengan pemilik sarana produksi (the Bourgeoisie) karena nilai keuntungan (surplus) yang muncul dari proses produksi sebagian besar diambil pemilik untuk memperbesar modal dan mengembangkan teknologi baru demi keuntungan di masa depan Dan yang lebih penting, antar kelas terjadi konflik yang berujung perjuangan kelas yang pada akhirnya merubah tatanan sosial dan bagaimana perekomian diorganisasikan Perjuangan kelas muncul dari kontradiksi hubungan-hubungan dan proses proses produksi “Jadi, teori perjuangan kelas tadi adalah sejarah dari masyarakat yang sekarang ini ada”

Kritik Terhadap Kapitalisme
Fokus Marx adalah kepada bagaimana cara kerja Kapitalisme. Ia melihat kapitalisme sebagai sistem – tidak hanya sebagai seorang produsen atau sebuah perusahaan, atau bahkan negara. Akar dari kejahatan adalah kepemilikan pribadi dan ketimpangan sosial. Sistem membuat kondisi bagi pekerja untuk menjual tenaganya, inilah yang membuat mereka masuk kepada sistem modal-gaji (wage-capital relationship) Para pekerja ditindas karena mereka tidak memiliki sarana produksi dan karena mereka dieksploitasi. Mereka dielsploitasi karena pemilik modal ingin memaksimalkan laba atau bagian labanya dari surplus yang ada dengan meminimalkan bagian laba/surplus bagi pekerja Para kapitalis berusaha memaksimalkan nilai lebih (surplus) yang tercipta dari proses produksi Menurutnya sistem seperti ini harus dibuang dan diganti dengan komunisme Apa yang membuat pemikirannya relevan adalah karena fakta bahwa kapitalisme adalah sistem yang belum tertandingi.

Sosialisme
Pada awalnya sosialisme adalah teori tentang tervbentuknya kelaskelas dalam masyarakat - sebuah utopia. Namun dalam aplikasi yang lebih luas, sosialisme juga merupakan ide dan program yang bertujuan menciptakan masyarakat yang adil dimana kekuasaan tidak berada ditangan sedikit orang namun digunakan berdasarkan kepentingan mayoritas. Ideologi ini menginspirasi (emancipation) kelompok-kelompok yang terpinggirkan - buruh, koloni, Aborigin, perempuan, ras, penyandang cacat, remaja, dll Varian sosialisme : – Utopian socialism – Scientific socialism – Social Democracy

Demokrasi Sosial
Demokrasi sosial adalah varian dari sosialisme yang cukup berpengaruh di barat Banyak negara tertarik dengan ide sistem ekonomi campuran – perekonomian dimana negara dapat mengintervensi hingga level “lapangan permainan” namun membiarkan pasar melakukan fungsi distribusi secara independen Sebagai akibat dari depresi (great depression), pengusung sosialis Kanada memakai demokrasi sosial dan membentuk “Co-operative Commonwealth Federation” – sebuah koalisi antara petani desa dengan kelas pekerja perkotaan yang kemudian menjadi New Democratic Party Pemerintahan demokrasi sosial telah memerintah di sebagian besar negara-negara Eropa paling tidak selama 100 tahun.

Komunisme
Kawin silang antra scientific socialism and social anarchism, secara teori, ideologi ini memprediksikan runtuhnya negara setelah hancurnya kapitalisme dan sosialisme Ideologi meniscayakan terbentuknya masyarakat tanpa kelas dengan level kemerdekaan ekonomi, politik, sosial dan kebudayaan yang tinggi. Ideologi ini meniscayakan kepemilikan umum terhadap sarana-sarana produksi untuk menjamin kesetaraan sosial – Marx mengatakan ‘Dari setiuap orang berdasarkan kemampuannya dan bagi setia orang berdasarkan kebutuhannya’ Pada praktiknya, di Soviet Union (sekarang Rusia) atau China, Kuba, Albania, Rumania, Jerman Timur, komunisme adalah perencanaan terpusat (centralized planning) dan tiadanya psar sebagai mekanisme distribusi barang Rezim-rezim tersebut, atas nama persamaan sosial menjadi totalitarian dan oppresiv, melanggar hak-hak (milik) kemerdekaan individu.

Anarkisme
Diidentikan dengan Emma Goldman (1869-1940), Pierre Joseph Proudhon (18091865), anarkisme adalah kritik terhadap sentralisasi sosialisme dan ketidakmampuannya menjamin kebebasan individu Anarkisme menolak bentuk hierarkis pemerintahan dan berjuang membebasakan “manusia” dari “hantu” (aturan) penguasa politik dan ekonomi Dirumuskan sebagai filosofi tatanan sosial baru yang berdasar pada kebebasan yang tidak dikekang oleh hukum “buatan manusia” :
– –

Anarkisme fokus kepada koletivitas otonom (autonomy of the collective) – sindikat pekerjapekerja yang otonom Anarkisme individual – fokus kepada otonomi individu

Menerima teori Marx tentang sejarah manusia yang terjadi berdasarkan konsep ekonomi Sebagian besar , meski tidak semua penganut anarkisme menolak kekerasan, dan sejak semua bentuk pemerintahan menentang kekerasan, berpendapat bahwa kekerasan salah, berbahaya dan tidak dibutuhkan Emma Goldman ikut memperjuangkan hak-hak wanita di Amerika Utara

Feminisme
Memperkenalkan gender sebagai salah satu unit analisis dalam studi ilmu politik. Menggaris bawahi dunia politik dalam hubungannya dengan perempuan dan akibatnya terhadap nasib mereka di masyarakat. Memandang masyarakat sebagai bangunan hierarkis dan patriarki Memperjuangkan distribusi sumber daya yang lebih setara antara perempuan dan laki-laki. Perempuan digaji lebih rendah daripada laki-laki dan ditindas di kalangan miskin. Memahami politik sebagai proses transformasi situasi publik ke ranah personal/pribadi

Politik adalah Orang-perorang “The personal is political”

Inti kritik femenisme adalah institusi politik yang patriarkis dan kontrol trerhadap perempuan. Feminisme ada yang liberal dan radical

Environmentalisme
Sebuah sistem kepercayaan yang berjuang melindungi kualitas dan kesinambungan kehidupan di bumi melalui konservasi, preservasi dan perlindungan terhadap lingkungan hidup dan penghuninya Anthropocentrisme: Dunia-dengan-manusia-sebagai-sentral – Manusia adalah superior dan berhak mengolah bumi dan seluruh isinya Eco-centrisme: Menolak hierarki antara manusia dan makhluk lainnya

Alam bukan subjek dari perusakan

Translate by :

wisata-otak.blogspot.com
adi_rahman10@yahoo.co.id

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->