Persepsi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Persepsi adalah sebuah proses saat individu mengatur dan menginterpretasikan kesan -kesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi lingkungan mereka.[1] Perilaku individu seringkali didasarkan pada persepsi mereka tentang kenyataan, bukan pada kenyataan itu sendiri.

Faktor-faktor yang memengaruhi persepsi
Faktor-faktor yang memengaruhi persepsi bisa terletak dalam diri pembentuk persepsi, dalam diri objek atau target yang diartikan, atau dalam konteks situasi di mana persepsi tersebut dibuat.[1] a.Asumsi Yang Didasarkan Pada Pengalaman Masa Lalu dan Persepsi Persepsi yang dipengaruhi oleh asumsi ± asumsi yang didasarkan pada pengalaman masa lalu dikemukakan oleh sekelompok peneliti yang berasal dari Universitas Princenton seperti Adelbert Ames, Jr, Hadley Cantril, Edward Engels, William H. Ittelson dan Adelbert Amer, Jr. Mereka mengemukakan konsep yang disebut dengan pandangan transaksional (transactional view). Konsep ini pada dasarnya menjelaskan bahwa pengamat dan dunia sekitar merupakan partisipan aktif dalam tindakan persepsi. Para pemikir transaksional telah mengembangkan sejumlah bukti yang meyakinkan bahwa persepsi didasarkan pada asumsi. Salah satu yang paling menonjol, yang ditemukan oleh Adelbert Amer, Jr., disebut monocular distorted room. ³Ruangan dibangun sedemikian rupa sehingga dinding belakang berbentuk trapesium, dimana jarak vertikal ke atas dan ke bawah pada sisi kiri dinding lebih panjang daripada jarak vertikal ke atas dan ke bawah pada sisi kanan dinding. Dinding belakang terletak pada suatu sudut, sehingga sisi kiri terlihat lebih jauh ke belakang dari pada sisi kanan. Jika seorang pengamat berdiri di depan ruangan dan mengamati melalui sebuah lubang kecil, maka ruangan akan terlihat seperti sebuah ruangan yang benar ± benar membentuk empat persegi panjang. Jika dua orang berjalan melalui ruangan dan berdiri pada sudut belakang, maka sesuatu yang menarik akan terjadi. Bagi si pengamat yang melihat melalui sebuah lubang, salah satu orang yang berada di sisi kanan akan terlihat sangat besar karena orang ini berada lebih dekat dengan si pengamat dan memenuhi keseluruhan ruangan antara lantai dan langit ± langit. Sedangkan orang yang berada di sisi kiri akan terlihat sangat kecil karena berada jauh dari si pengamat. Ilusi ini terjadi karena pikiran si pengamat mengasumsikan bahwa dinding belakang parallel dengan dinding depan ruangan. Asumsi ini berdasarkan pengalaman terdahulu yang menggunakan ruangan ± ruangan lain yang mirip. Ilusi ini akan semakin kuat apabila dua orang yang berada di sudut yang berbeda tersebut saling bertukar tempat, maka salah satu akan terlihat lebih besar dan yang satunya lagi terlihat lebih kecil tepat di depan mata si pengamat ´(www.Britannica.com) Proses pemahaman terhadap rangsang atau stimulus yang diperoleh oleh indera menyebabkan persepsi terbagi menjadi beberapa jenis[5]

Persepsi visual didapatkan dari indera penglihatan.[5] Persepsi ini adalah persepsi yang paling awal berkembang pada bayi, dan memengaruhi bayi dan balita untuk memahami dunianya. [5] Persepsi visual merupakan topik utama dari bahasan persepsi secara umum, sekaligus persepsi yang biasanya paling sering dibicarakan dalam konteks sehari-hari.[1]

2009 Persepsi setiap orang terhadap suatu objek berbeda-beda. dan penafsiran terhadap stimulus yang telah diorganisasikan dengan cara mempengaruhi perilaku dan pembentukan sikap.[5] Persepsi pengecapan atau rasa didapatkan dari indera pengecapan yaitu lidah. Leavitt (dalam Rosyadi. Pandangan yang sempit mengartikan persepsi sebagai penglihatan. dan selanjutnya mengenali . jadi berbeda dengan pendekatan sempit. Namun apa dan bagaimana persepsi itu? saya mencoba menjelaskannya agar kita mengetahui lebih dalam mengenai persepsi. Walgito (1993) mengemukakan bahwa persepsi seseorang merupakan proses aktif yang memegang peranan.[5] Persepsi pengerabaan didapatkan dari indera taktil yaitu kulit. Sebagian besar dari individu menyadari bahwa dunia yang sebagaimana dilihat tidak selalu sama dengan kenyataan.[5] Persepsi penciuman atau olfaktori didapatkan dari indera penciuman yaitu hidung. 2001) membedakan persepsi menjadi dua pandangan. Dalam hal ini persepsi mecakup penafsiran obyek. maka diperlukan objek yang diamati alat indera yang cukup baik dan perhatian merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam mengadakan pengamatan. Sedangkan pandangan yang luas mengartikannya sebagai bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu.Persepsi auditori didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga. mengatur dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang berarti.html Senin. Agar proses pengamatan itu terjadi. bukan hanya stimulus yang mengenainya tetapi juga individu sebagai satu kesatuan dengan pengalaman-pengalamannya. pengorganisasian stimulus. Pengertian Persepsi Kotler (2000) menjelaskan persepsi sebagai proses bagaimana seseorang menyeleksi. Mangkunegara (dalam Arindita. penerimaan stimulus (Input). Artikel psikologi mengenai persepsi ini diharapkan bisa membantu anda. tidak hanya sekedar melihat sesuatu tapi lebih pada pengertiannya terhadap sesuatu tersebut. Adapun Robbins (2003) mendeskripsikan persepsi dalam kaitannya dengan lingkungan. bagaimana seseorang melihat sesuatu. Persepsi berarti analisis mengenai cara mengintegrasikan penerapan kita terhadap hal hal di sekeliling individu dengan kesan-kesan atau konsep yang sudah ada. Persepsi dalam arti umum adalah pandangan seseorang terhadap sesuatu yang akan membuat respon bagaimana dan dengan apa seseorang akan bertindak.[5] Apa itu Persepsi? www. yaitu sebagai proses di mana individu-individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan indera mereka agar memberi makna kepada lingkungan mereka. 2002) berpendapat bahwa persepsi adalah suatu p roses pemberian arti atau makna terhadap lingkungan. Kita mungkin sering mendengar kata-kata ini.masbow.com/2009/08/apa-itu-persepsi. motivasi serta sikapnya yang relevan dalam menanggap stimulus. yaitu pandangan secara sempit dan luas. i Individu dalam hubungannya dengan dunia luar selalu melakukan pengamatan untuk dapat mengartikan rangsangan yang diterima dan alat indera dipergunakan sebagai penghubungan antara individu dengan dunia luar. Agustus 03.

3) Proses organisasi yang selektif: beberapa kumpulan informasi yang sama dapat disusun ke dalam . merupakan proses ditangkapnya suatu stimulus oleh alat indera manusia. merupakan tahap yang dikenal dengan proses fisiologis. 2005). Pengalaman dan proses belajar akan memberikan bentuk dan struktur bagi objek yang ditangkap panca indera. 4) Tahap ke empat. baik stimulus fisik maupun stimulus sosial melalui alat indera manusia. sedangkan pengetahuan dan cakrawala akan memberikan arti terhadap objek yang ditangkap individu. Pada kesempatan lainnya. akan diberikan contoh sebagai berikut: individu baru pertama kali menjumpai buah yang sebelumnya tidak kita kenali. Dari definisi persepsi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi merupakan suatu proses bagaimana seseorang menyeleksi. mengatur dan menginterpretasikan masukan -masukan informasi dan pengalaman-pengalaman yang ada dan kemudian menafsirkannya untuk menciptakan keseluruhan gambaran yang berarti. 3) Tahap ketiga. merupakan proses diteruskannya stimulus yang diterima oleh reseptor (alat indera) melalui saraf-saraf sensoris. 2) Selektif: persepsi dipengaruhi oleh keadaan psikologis si perseptor. 2) Tahap pengolahan stimulus sosial melalui proses seleksi serta pengorganisasian informasi. merupakan tahap yang dikenal dengan nama proses kealaman atau proses fisik. ada beberapa sifat yang menyertai proses persepsi. merupakan proses timbulnya kesadaran individu tentang stimulus yang diterima reseptor. dari buah itu secara saksama. Individu kemudian mengamati serta menelaah bentuk. 2) Tahap kedua. Menurut Newcomb (dalam Arindita. saat menjumpai buah yang sama. sehingga hanya informasi tertentu saja yang diterima dan diserap. cakrawala. Lalu timbul konsep mengenai mangga dalam benak (memori) individu. dan akhirnya komponen individu akan berperan dalam menentukan tersedianya jawaban yang berupa sikap dan tingkah laku individu terhadap objek yang ada. merupakan tahap yang dikenal dengan nama proses psikologik. yaitu: 1) Tahap penerimaan stimulus. 1991) proses persepsi merupakan suatu proses kognitif yang dipengaruhi oleh pengalaman. Berdasarkan pendapat para ahli yang telah dikemukakan. merupakan hasil yang diperoleh dari proses persepsi yaitu berupa tanggapan dan perilaku. dan kemudian ada orang yang memberitahu kita bahwa buah itu namanya mangga. Untuk memahami hal ini. Proses Persepsi dan Sifat Persepsi Alport (dalam Mar at. Walgito (dalam Hamka. Dalam arti bahwa banyaknya informasi dalam waktu yang bersamaan dan keterbatasan kemampuan perseptor dalam mengelola dan menyerap informasi tersebut. yang dalam proses ini mencakup pula pengenalan dan pengumpulan informasi tentang stimulus yang ada. cakrawala. 3) Tahap perubahan stimulus yang diterima individu dalam menanggapi lingkungan melalui proses kognisi yang dipengaruhi oleh pengalaman. 2003). rasa. 2002) menyatakan bahwa terjadinya persepsi merupakan suatu yang terjadi dalam tahap-tahap berikut: 1) Tahap pertama. maka individu akan menggunakan kesan-kesan dan konsep yang telah kita miliki untuk mengenali bahwa yang kita lihat itu adalah mangga (Taniputera. dan pengetahuan individu.benda tersebut. yaitu: 1) Konstansi (menetap): Dimana individu mempersepsikan seseorang sebagai orang itu sendiri walaupun perilaku yang ditampilkan berbeda-beda. bahwa proses persepsi melalui tiga tahap. serta pengetahuan individu. dan lain sebagainya.

obyek yang dipersepsi dan konteks situasi persepsi dilakukan. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Gilmer (dalam Hapsari. Aspek-aspek Persepsi Pada hakekatnya sikap adalah merupakan suatu interelasi dari berbagai komponen. Objek yang tidak hidup dikenai hukum-hukum alam tetapi tidak mempunyai keyakinan.pola-pola menurut cara yang berbeda-beda. Akibatnya individu akan berusaha mengembangkan penjelasan -penjelasan mengapa berperilaku dengan cara-cara tertentu. mesin atau gedung. kebiasaan. maka kesan yang diperoleh masing-masing individu akan berbeda satu sama lain. minat. bahwa persepsi dipengaruhi oleh beberapa faktor internal dan eksternal. Misalnya kebutuhan individu. Faktor struktural adalah faktor di luar individu. persepsi dan penilaian individu terhadap seseorang akan cukup banyak dipengaruhi oleh pengandaian -pengadaian yang diambil mengenai keadaan internal orang itu (Robbins. Dari uraian di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan. d. misalnya lingkungan. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor -faktor yang berasal dari luar individu yang meliputi stimulus itu sendiri. dan kemauan. Oleh karena itu. Oskamp (dalam Hamka. Dijelaskan oleh Robbins (2003) bahwa meskipun individu-individu memandang pada satu benda yang sama. persepsi terhadap individu adalah kesimpulan yang berdasarkan tindakan orang tersebut. Faktor-faktor pengaruh kelompok. usia. baik sosial maupun fisik. dan pemerhati perseptor atau pemersepsi ketika proses persepsi terjadi. Ada sejumlah faktor yang bekerja untuk membentuk dan terkadang memutar-balikkan persepsi. mereka dapat mempersepsikannya berbeda-beda. motif atau maksud seperti yang ada pada manusia. Faktor-faktor pribadi seperti intelegensi. 2002) membagi empat karakteristik penting dari faktor-faktor pribadi dan sosial yang terdapat dalam persepsi. Faktor internal berasal dari dlam diri individu. pengalaman masa lalu. kepribadian. Faktor fungsional ialah faktor faktor yang bersifat personal. Dari pengetahuan ini kemudian akan terbentuk suatu keyakinan tertentu . Persepsi individu dipengaruhi oleh faktor fungsional dan struktural. misalnya sikap. antara lain faktor belajar. yaitu: a.jenis kelamin. yaitu faktor pemersepsi (perceiver). c. dan hal-hal lain yang bersifat subjektif. budaya. Dan karena ada beberapa faktor yang bersifat yang bersifat subyektif yang mempengaruhi. dimana komponen-komponen tersebut menurut Allport (dalam Mar'at. Faktor-faktor ciri dari objek stimulus. b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi Thoha (1993) berpendapat bahwa persepsi pada umumnya terjadi karena dua faktor. Faktor-faktor ini dari : 1) Pelaku persepsi (perceiver) 2) Objek atau yang dipersepsikan 3) Konteks dari situasi dimana persepsi itu dilakukan Berbeda dengan persepsi terhadap benda mati seperti meja. motivasi. 2003). Faktor-faktor perbedaan latar belakang kultural. 1991) ada tiga yaitu: 1. Komponen kognitif Yaitu komponen yang tersusun atas dasar pengetahuan atau informasi yang dimiliki seseorang tentang obyek sikapnya. 2004) menyatakan bahwa persepsi dipengaruhi oleh berbagai faktor. dan norma sosial sangat berpengaruh terhadap seseorang dalam mempresepsikan sesuatu.

yaitu: 1) Komponen kognitif (komponen perseptual). yaitu merupakan kesediaan untuk bertindak atau berperilaku. Philip. sedangkan rasa tidak senang merupakan hal yang negatif. implementation. pandangan. yaitu sikap merupakan predisposing untuk merespons. Ketiga komponen itu saling berinterelasi dan konsisten satu dengan lainnya. terdapat pengorganisasian secara internal diantara ketiga komponen tersebut. 2) Komponen afektif (komponen emosional).tentang obyek sikap tersebut. yaitu komponen yang berhubungan dengan kecenderungan bertindak terhadap objek sikap. Muhammad. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Fakultas Psikologi. komponen afektif. atau action component). Komponen Afektif Afektif berhubungan dengan rasa senang dan tidak senang. Komponen Konatif Yaitu merupakan kesiapan seseorang untuk bertingkah laku yang berhubungan dengan obyek sikapnya. Skripsi.Hubungan antara Persepsi Kualitas Pelayanan dan Citra Bank dengan Loyalitas Nasabah. sikap merupakan predis posisi untuk berbuat atau berperilaku. Baron dan Byrne. Dari batasan ini juga dapat dikemukakan bahwa persepsi mengandung komponen kognitif. Sikap seseorang pada suatu obyek sikap merupakan manifestasi dari kontelasi ketiga komponen tersebut yang saling berinteraksi untuk memahami. Ini berarti bahwa sikap berkaitan dengan perilaku. yaitu komponen yang berhubungan dengan rasa senang atau tidak senang terhadap objek sikap. A. Marketing Manajemen: Analysis. Jadi sifatnya evaluatif yang berhubungan erat dengan nilai-nilai kebudayaan atau sistem nilai yang dimilikinya. 3) Komponen konatif (komponen perilaku. yaitu menunjukkan besar kecilnya kecenderungan bertindak atau berperilaku seseorang terhadap objek sikap. and Control 9th . Tidak diterbitkan. 2002. (edisi kedua). Surakarta: Fakultas Psikologi UMS. Kotler. Psikologi Sosial. 2003. Daftar Pustaka Arindita. 2000. Hamka. Komponen ini menunjukkan intensitas sikap. 1996) menyatakan bahwa sikap itu mengandung tiga komponen yang membentuk struktur sikap. 2. S. Planning. Bandung : PT Refika Aditama. 1996. dan juga komponen konatif. merasakan dan berperilaku terhadap obyek sikap. Gerungan. 3. Jad i. untuk berperilaku. W. Skripsi (tidak diterbitkan). Hubungan Antara Persepsi Terhadap Pengawasan Kerja dengan Motivasi Berprestasi. yaitu komponen yang berkaitan dengan pengetahuan. juga Myers (dalam Gerungan. keyakinan. Rasa senang merupakan hal yang positif. 2003) memberikan pengertian bahwa dalam persepsi terkandung komponen kognitif dan juga komponen konatif. yaitu hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana orang mempersepsi terhadap objek sikap. Rokeach (Walgito.

tahapan ketiga yaitu stimulasi pada penginderaan diinterprestasikan dan dievaluasi.blogspot. Jakarta: PT INDEKS Kelompok Garmedia. Yogyakarta: Andi Offset PENGERTIAN PERSEPSI teori-psikologi. cakrawala. Jakarta: Ghalia Indonesia. Bimo. menjadikannya kemampuan itulah dimungkinkan individu mengenali milleu (lingkungan pergaulan) hidupnya. Perilaku Organisasi. proses belajar. Proses persepsi terdiri dari tiga tahap yaitu tahapan pertama terjadi pada pengideraan diorganisir berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. pandangan. Int. 2003. serta dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari dalam diri individu. dan pengetahuan terhadap objek psikologis. Prentice Hall International. Rahmat (dalam Aryanti. Jilid I. 1995) mengemukakan bahwa persepsi di pengaruhi oleh faktor pengalaman. Juni 2001. Mar¶at (1981) mengatakan bahwa persepsi adalah suatu proses pengamatan seseorang yang berasal dari suatu kognisi secara terus menerus dan dipengaruhi oleh informasi baru dari lingkungannya. 1991. vol.com/2008/05/pengertian-persepsi. Jurnal BENEFIT. 1995) mengemukakan bahwa persepsi juga ditentukan juga oleh faktor fungsional . 1. Rosyadi. Robbins. Keunggulan kompetitif berkelanjutan melalui capabilities-based competition: Memikirkan kembali tentang persaingan berbasis kemampuan. Sikap Manusia Perubahan Serta Pengukurannya. 2001. Mar'at (Aryanti. 2003.P. Surakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta Walgito. New Yersey Mar at. No. penciuman dan perasaan yang kemudian ditafsirkan. S. 2003). Pengantar Psikologi Umum.Edition. Kesan yang diterima individu sangat tergantung pada seluruh pengalaman yang telah diperoleh melalui proses berpikir dan belajar. I. Riggio (1990) juga mendefinisikan persepsi sebagai proses kognitif baik lewat penginderaan. 5. Pengertian Persepsi Persepsi adalah suatu proses pengenalan atau identifikasi sesuatu dengan menggunakan panca indera (Dreverdalam Sasanti.html 1. Sabri (1993) mendefinisikan persepsi sebagai aktivitas yang memungkinkan manusia mengendalikan rangsangan-rangsangan yang sampai kepadanya melalui alat inderanya.

faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi terdiri dari faktor personal dan struktural. Pelaku orang lain dan menarik kesimpulan tentang penyebab perilaku tersebut atribusi dapat terjadi bila:1). orang mengamati perilaku orang lain dengan teliti hingga di peroleh analisis secara lengkap terhadap person.dan struktural.) Persepsi sosial. berlangsung cepat dan otomatis tanpa banyak pertimbangan orang membuat kesimpulan tentang orang lain dengan cepat berdasarkan penampilan fisik dan perhatian sekilas. Situasional. 1999) mengatakan bahwa persepsi sosial memiliki beberapa elemen. hukum-hukum yang berlaku. dan behaviour. Ada dua pandangan mengenai proses persepsi. Lestari. proses belajar. 3). yaitu: a. yaitu orang yang menilai orang lain. . masa lalu. Beberapa faktor fungsional atau faktor yang bersifat personal antara kebutuhan individu. Faktor-faktor personal antara lain pengalaman. 1981. yaitu: 1. adalah sebuah proses yang kompleks. Faktor-faktor struktural meliputi lingkungan keadaan sosial. 1999). 2. dan nilai-nilai dalam masyarakat. c. b. Faktor struktural atau faktor dari luar individu antara lain: lingkungan keluarga. Seseorang ingin mengetahui motif yang melatarbelakangi orang lain (Shaver. kebutuhan. Suatu kejadian memiliki konsekuensi yang bersifat personal. yaitu sesuatu yang di lakukan oleh orang lain. pengalaman. Jadi. Suatu kejadian yang tidak biasa menarik perhatian seseorang. Behavior. nilai-nilai dalam masyarakat. situasional. Brems & Kassin (dalam Lestari. dan lain -lain yang bersifat subyektif. kepribadian. urutan kejadian yang terbentuk berdasarkan pengalaman orang untuk meniiai sesuatu. 2). jenis kelamin. usia. motif dan pengetahuan terhadap obyek psikologis. hukum yang berlaku. Person.) Persepsi sosial.

Ilmu Sosial Psikologi Banyak ahli yang mencoba membuat definisi dari µpersepsi¶. 2. dan mengevaluasi orang lain yang dipersepsi. 5. sehingga dikenallah persepsi sosial. Mekanisme penginderaan manusia yang kurang sempurna merupakan salah satu sumber kesalahan persepsi (Bartol & Bartol. kualitasnya. 3. kejadian dan orang lain melalui pemberian nilai terhadap objek tersebut. . menginterpretasi. Sejumlah informasi dari luar mungkin tidak disadari.com . Persepsi social merupakan suatu proses yang terjadi dalam diri seseorang yang bertujuan untuk mengetahui. sampai rangsang itu disadari dan dimengerti oleh individu sehingga individu dapat mengenali dirinya sendiri dan keadaan di sekitarnya (Bimo Walgito). Persepsi merupakan proses yang terjadi di dalam diri individu yang dimulai dengan diterimanya rangsang. Persepsi ialah interpretasi tentang apa yang diinderakan atau dirasakan individu (Bower).shvoong.. Persepsi juga mencakup konteks kehidupan sosial. Persepsi merupakan suatu proses pengenalan maupun proses pemberian arti terhadap lingkungan oleh individu (Gibson). maka dapat diambil kesimpulan bahwa persepsi suatu proses aktif timbulnya kesadaran dengan segera terhadap suatu obyek yang merupakan faktor internal serta eksternal individu meliputi keberadaan objek. Beberapa di antaranya adalah: 1. Persepsi merupakan proses pemberian arti terhadaplingkungan oleh seorang individu (Krech). 4. Persepsi merupakan proses pengorganisasian dan penginterpretasian terhadap stimulus oleh organisme atau individu sehingga didapat sesuatu yang berarti dan merupakan aktivitas yang terintegrasi dalam diri individu (Davidoff).. Definisi Persepsi id. ataupun keadaan lain yang ada dalam diri orang yang dipersepsi sehingga terbentuk gambaran mengenai orang lain sebagai objek persepsi tersebut (Lindzey & Aronson). dihilangkan atau disalahartikan. 1994).Berdasarkan uraian diatas. baik mengenai sifatnya. 6.

Persepsi merupakan suatu proses yang dimulai dari penglihatan hingga terbentuk tanggapan yang terjadi dalam diri individu sehingga individu sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indera-indera yang dimilikinya. Lebih lanjut tentang: Definisi Persepsi .7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful