P. 1
PENGERTIAN PERSEPSI

PENGERTIAN PERSEPSI

|Views: 1,746|Likes:

More info:

Published by: Khamid Dirga Saputra on Jul 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2013

pdf

text

original

Persepsi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Persepsi adalah sebuah proses saat individu mengatur dan menginterpretasikan kesan -kesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi lingkungan mereka.[1] Perilaku individu seringkali didasarkan pada persepsi mereka tentang kenyataan, bukan pada kenyataan itu sendiri.

Faktor-faktor yang memengaruhi persepsi
Faktor-faktor yang memengaruhi persepsi bisa terletak dalam diri pembentuk persepsi, dalam diri objek atau target yang diartikan, atau dalam konteks situasi di mana persepsi tersebut dibuat.[1] a.Asumsi Yang Didasarkan Pada Pengalaman Masa Lalu dan Persepsi Persepsi yang dipengaruhi oleh asumsi ± asumsi yang didasarkan pada pengalaman masa lalu dikemukakan oleh sekelompok peneliti yang berasal dari Universitas Princenton seperti Adelbert Ames, Jr, Hadley Cantril, Edward Engels, William H. Ittelson dan Adelbert Amer, Jr. Mereka mengemukakan konsep yang disebut dengan pandangan transaksional (transactional view). Konsep ini pada dasarnya menjelaskan bahwa pengamat dan dunia sekitar merupakan partisipan aktif dalam tindakan persepsi. Para pemikir transaksional telah mengembangkan sejumlah bukti yang meyakinkan bahwa persepsi didasarkan pada asumsi. Salah satu yang paling menonjol, yang ditemukan oleh Adelbert Amer, Jr., disebut monocular distorted room. ³Ruangan dibangun sedemikian rupa sehingga dinding belakang berbentuk trapesium, dimana jarak vertikal ke atas dan ke bawah pada sisi kiri dinding lebih panjang daripada jarak vertikal ke atas dan ke bawah pada sisi kanan dinding. Dinding belakang terletak pada suatu sudut, sehingga sisi kiri terlihat lebih jauh ke belakang dari pada sisi kanan. Jika seorang pengamat berdiri di depan ruangan dan mengamati melalui sebuah lubang kecil, maka ruangan akan terlihat seperti sebuah ruangan yang benar ± benar membentuk empat persegi panjang. Jika dua orang berjalan melalui ruangan dan berdiri pada sudut belakang, maka sesuatu yang menarik akan terjadi. Bagi si pengamat yang melihat melalui sebuah lubang, salah satu orang yang berada di sisi kanan akan terlihat sangat besar karena orang ini berada lebih dekat dengan si pengamat dan memenuhi keseluruhan ruangan antara lantai dan langit ± langit. Sedangkan orang yang berada di sisi kiri akan terlihat sangat kecil karena berada jauh dari si pengamat. Ilusi ini terjadi karena pikiran si pengamat mengasumsikan bahwa dinding belakang parallel dengan dinding depan ruangan. Asumsi ini berdasarkan pengalaman terdahulu yang menggunakan ruangan ± ruangan lain yang mirip. Ilusi ini akan semakin kuat apabila dua orang yang berada di sudut yang berbeda tersebut saling bertukar tempat, maka salah satu akan terlihat lebih besar dan yang satunya lagi terlihat lebih kecil tepat di depan mata si pengamat ´(www.Britannica.com) Proses pemahaman terhadap rangsang atau stimulus yang diperoleh oleh indera menyebabkan persepsi terbagi menjadi beberapa jenis[5]

Persepsi visual didapatkan dari indera penglihatan.[5] Persepsi ini adalah persepsi yang paling awal berkembang pada bayi, dan memengaruhi bayi dan balita untuk memahami dunianya. [5] Persepsi visual merupakan topik utama dari bahasan persepsi secara umum, sekaligus persepsi yang biasanya paling sering dibicarakan dalam konteks sehari-hari.[1]

Walgito (1993) mengemukakan bahwa persepsi seseorang merupakan proses aktif yang memegang peranan. bagaimana seseorang melihat sesuatu. Mangkunegara (dalam Arindita. Persepsi berarti analisis mengenai cara mengintegrasikan penerapan kita terhadap hal hal di sekeliling individu dengan kesan-kesan atau konsep yang sudah ada. motivasi serta sikapnya yang relevan dalam menanggap stimulus. 2001) membedakan persepsi menjadi dua pandangan. 2009 Persepsi setiap orang terhadap suatu objek berbeda-beda.com/2009/08/apa-itu-persepsi.[5] Persepsi penciuman atau olfaktori didapatkan dari indera penciuman yaitu hidung. Artikel psikologi mengenai persepsi ini diharapkan bisa membantu anda. Persepsi dalam arti umum adalah pandangan seseorang terhadap sesuatu yang akan membuat respon bagaimana dan dengan apa seseorang akan bertindak. Adapun Robbins (2003) mendeskripsikan persepsi dalam kaitannya dengan lingkungan.[5] Persepsi pengecapan atau rasa didapatkan dari indera pengecapan yaitu lidah. Namun apa dan bagaimana persepsi itu? saya mencoba menjelaskannya agar kita mengetahui lebih dalam mengenai persepsi. Leavitt (dalam Rosyadi. dan selanjutnya mengenali . maka diperlukan objek yang diamati alat indera yang cukup baik dan perhatian merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam mengadakan pengamatan. dan penafsiran terhadap stimulus yang telah diorganisasikan dengan cara mempengaruhi perilaku dan pembentukan sikap. Sebagian besar dari individu menyadari bahwa dunia yang sebagaimana dilihat tidak selalu sama dengan kenyataan. Agustus 03.masbow. mengatur dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang berarti. i Individu dalam hubungannya dengan dunia luar selalu melakukan pengamatan untuk dapat mengartikan rangsangan yang diterima dan alat indera dipergunakan sebagai penghubungan antara individu dengan dunia luar. Agar proses pengamatan itu terjadi. Sedangkan pandangan yang luas mengartikannya sebagai bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu. bukan hanya stimulus yang mengenainya tetapi juga individu sebagai satu kesatuan dengan pengalaman-pengalamannya. 2002) berpendapat bahwa persepsi adalah suatu p roses pemberian arti atau makna terhadap lingkungan. tidak hanya sekedar melihat sesuatu tapi lebih pada pengertiannya terhadap sesuatu tersebut. yaitu sebagai proses di mana individu-individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan indera mereka agar memberi makna kepada lingkungan mereka. Dalam hal ini persepsi mecakup penafsiran obyek. penerimaan stimulus (Input). Pengertian Persepsi Kotler (2000) menjelaskan persepsi sebagai proses bagaimana seseorang menyeleksi. yaitu pandangan secara sempit dan luas. Kita mungkin sering mendengar kata-kata ini.[5] Persepsi pengerabaan didapatkan dari indera taktil yaitu kulit. jadi berbeda dengan pendekatan sempit.[5] Apa itu Persepsi? www.html Senin. pengorganisasian stimulus. Pandangan yang sempit mengartikan persepsi sebagai penglihatan.Persepsi auditori didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga.

Menurut Newcomb (dalam Arindita. merupakan hasil yang diperoleh dari proses persepsi yaitu berupa tanggapan dan perilaku. sedangkan pengetahuan dan cakrawala akan memberikan arti terhadap objek yang ditangkap individu. cakrawala. merupakan tahap yang dikenal dengan nama proses psikologik. Berdasarkan pendapat para ahli yang telah dikemukakan. dan pengetahuan individu. 1991) proses persepsi merupakan suatu proses kognitif yang dipengaruhi oleh pengalaman. maka individu akan menggunakan kesan-kesan dan konsep yang telah kita miliki untuk mengenali bahwa yang kita lihat itu adalah mangga (Taniputera. dan lain sebagainya. merupakan tahap yang dikenal dengan proses fisiologis. 2) Selektif: persepsi dipengaruhi oleh keadaan psikologis si perseptor. 3) Tahap ketiga. dan akhirnya komponen individu akan berperan dalam menentukan tersedianya jawaban yang berupa sikap dan tingkah laku individu terhadap objek yang ada. ada beberapa sifat yang menyertai proses persepsi. 2) Tahap kedua. Dari definisi persepsi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi merupakan suatu proses bagaimana seseorang menyeleksi. 4) Tahap ke empat. Lalu timbul konsep mengenai mangga dalam benak (memori) individu. Pada kesempatan lainnya. rasa. 2002) menyatakan bahwa terjadinya persepsi merupakan suatu yang terjadi dalam tahap-tahap berikut: 1) Tahap pertama. yaitu: 1) Konstansi (menetap): Dimana individu mempersepsikan seseorang sebagai orang itu sendiri walaupun perilaku yang ditampilkan berbeda-beda. merupakan proses timbulnya kesadaran individu tentang stimulus yang diterima reseptor. Individu kemudian mengamati serta menelaah bentuk. Walgito (dalam Hamka.benda tersebut. mengatur dan menginterpretasikan masukan -masukan informasi dan pengalaman-pengalaman yang ada dan kemudian menafsirkannya untuk menciptakan keseluruhan gambaran yang berarti. merupakan proses ditangkapnya suatu stimulus oleh alat indera manusia. cakrawala. saat menjumpai buah yang sama. Pengalaman dan proses belajar akan memberikan bentuk dan struktur bagi objek yang ditangkap panca indera. merupakan tahap yang dikenal dengan nama proses kealaman atau proses fisik. Proses Persepsi dan Sifat Persepsi Alport (dalam Mar at. sehingga hanya informasi tertentu saja yang diterima dan diserap. 3) Tahap perubahan stimulus yang diterima individu dalam menanggapi lingkungan melalui proses kognisi yang dipengaruhi oleh pengalaman. bahwa proses persepsi melalui tiga tahap. Dalam arti bahwa banyaknya informasi dalam waktu yang bersamaan dan keterbatasan kemampuan perseptor dalam mengelola dan menyerap informasi tersebut. 2005). dari buah itu secara saksama. serta pengetahuan individu. akan diberikan contoh sebagai berikut: individu baru pertama kali menjumpai buah yang sebelumnya tidak kita kenali. 3) Proses organisasi yang selektif: beberapa kumpulan informasi yang sama dapat disusun ke dalam . merupakan proses diteruskannya stimulus yang diterima oleh reseptor (alat indera) melalui saraf-saraf sensoris. baik stimulus fisik maupun stimulus sosial melalui alat indera manusia. dan kemudian ada orang yang memberitahu kita bahwa buah itu namanya mangga. 2003). 2) Tahap pengolahan stimulus sosial melalui proses seleksi serta pengorganisasian informasi. yang dalam proses ini mencakup pula pengenalan dan pengumpulan informasi tentang stimulus yang ada. Untuk memahami hal ini. yaitu: 1) Tahap penerimaan stimulus.

d. dan hal-hal lain yang bersifat subjektif. Aspek-aspek Persepsi Pada hakekatnya sikap adalah merupakan suatu interelasi dari berbagai komponen. dan norma sosial sangat berpengaruh terhadap seseorang dalam mempresepsikan sesuatu. Persepsi individu dipengaruhi oleh faktor fungsional dan struktural. Objek yang tidak hidup dikenai hukum-hukum alam tetapi tidak mempunyai keyakinan. Faktor-faktor pengaruh kelompok.pola-pola menurut cara yang berbeda-beda. Dari uraian di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan. mesin atau gedung. dan pemerhati perseptor atau pemersepsi ketika proses persepsi terjadi. kebiasaan. Faktor-faktor pribadi seperti intelegensi. Faktor struktural adalah faktor di luar individu. 2002) membagi empat karakteristik penting dari faktor-faktor pribadi dan sosial yang terdapat dalam persepsi. dan kemauan. Faktor-faktor perbedaan latar belakang kultural. Faktor-faktor ini dari : 1) Pelaku persepsi (perceiver) 2) Objek atau yang dipersepsikan 3) Konteks dari situasi dimana persepsi itu dilakukan Berbeda dengan persepsi terhadap benda mati seperti meja. minat.jenis kelamin. baik sosial maupun fisik. Akibatnya individu akan berusaha mengembangkan penjelasan -penjelasan mengapa berperilaku dengan cara-cara tertentu. 2004) menyatakan bahwa persepsi dipengaruhi oleh berbagai faktor. misalnya lingkungan. Komponen kognitif Yaitu komponen yang tersusun atas dasar pengetahuan atau informasi yang dimiliki seseorang tentang obyek sikapnya. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. persepsi terhadap individu adalah kesimpulan yang berdasarkan tindakan orang tersebut. motivasi. Misalnya kebutuhan individu. Dan karena ada beberapa faktor yang bersifat yang bersifat subyektif yang mempengaruhi. 1991) ada tiga yaitu: 1. persepsi dan penilaian individu terhadap seseorang akan cukup banyak dipengaruhi oleh pengandaian -pengadaian yang diambil mengenai keadaan internal orang itu (Robbins. Ada sejumlah faktor yang bekerja untuk membentuk dan terkadang memutar-balikkan persepsi. Dari pengetahuan ini kemudian akan terbentuk suatu keyakinan tertentu . Faktor fungsional ialah faktor faktor yang bersifat personal. antara lain faktor belajar. yaitu: a. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor -faktor yang berasal dari luar individu yang meliputi stimulus itu sendiri. dimana komponen-komponen tersebut menurut Allport (dalam Mar'at. Oskamp (dalam Hamka. b. maka kesan yang diperoleh masing-masing individu akan berbeda satu sama lain. motif atau maksud seperti yang ada pada manusia. obyek yang dipersepsi dan konteks situasi persepsi dilakukan. budaya. 2003). c. kepribadian. misalnya sikap. usia. Faktor-faktor ciri dari objek stimulus. Dijelaskan oleh Robbins (2003) bahwa meskipun individu-individu memandang pada satu benda yang sama. Faktor internal berasal dari dlam diri individu. pengalaman masa lalu. Oleh karena itu. bahwa persepsi dipengaruhi oleh beberapa faktor internal dan eksternal. mereka dapat mempersepsikannya berbeda-beda. yaitu faktor pemersepsi (perceiver). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi Thoha (1993) berpendapat bahwa persepsi pada umumnya terjadi karena dua faktor. Gilmer (dalam Hapsari.

terdapat pengorganisasian secara internal diantara ketiga komponen tersebut. sikap merupakan predis posisi untuk berbuat atau berperilaku. yaitu menunjukkan besar kecilnya kecenderungan bertindak atau berperilaku seseorang terhadap objek sikap. yaitu merupakan kesediaan untuk bertindak atau berperilaku. yaitu komponen yang berkaitan dengan pengetahuan. Daftar Pustaka Arindita. Baron dan Byrne. yaitu hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana orang mempersepsi terhadap objek sikap. A. Planning. Bandung : PT Refika Aditama. and Control 9th . Komponen ini menunjukkan intensitas sikap. Psikologi Sosial. Komponen Afektif Afektif berhubungan dengan rasa senang dan tidak senang. atau action component). Hamka. Skripsi. pandangan. Rasa senang merupakan hal yang positif. yaitu komponen yang berhubungan dengan kecenderungan bertindak terhadap objek sikap. Jad i. W. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Fakultas Psikologi. Komponen Konatif Yaitu merupakan kesiapan seseorang untuk bertingkah laku yang berhubungan dengan obyek sikapnya. 2. 1996. keyakinan. yaitu: 1) Komponen kognitif (komponen perseptual). Tidak diterbitkan. Skripsi (tidak diterbitkan). 2003) memberikan pengertian bahwa dalam persepsi terkandung komponen kognitif dan juga komponen konatif. Ketiga komponen itu saling berinterelasi dan konsisten satu dengan lainnya. yaitu komponen yang berhubungan dengan rasa senang atau tidak senang terhadap objek sikap. Marketing Manajemen: Analysis. 1996) menyatakan bahwa sikap itu mengandung tiga komponen yang membentuk struktur sikap. Gerungan. 2003. 2) Komponen afektif (komponen emosional). untuk berperilaku. Hubungan Antara Persepsi Terhadap Pengawasan Kerja dengan Motivasi Berprestasi. 3. Sikap seseorang pada suatu obyek sikap merupakan manifestasi dari kontelasi ketiga komponen tersebut yang saling berinteraksi untuk memahami. dan juga komponen konatif. juga Myers (dalam Gerungan. Kotler. komponen afektif. (edisi kedua). Philip. Rokeach (Walgito.tentang obyek sikap tersebut. Surakarta: Fakultas Psikologi UMS. 2002. implementation. Dari batasan ini juga dapat dikemukakan bahwa persepsi mengandung komponen kognitif. Muhammad. Jadi sifatnya evaluatif yang berhubungan erat dengan nilai-nilai kebudayaan atau sistem nilai yang dimilikinya.Hubungan antara Persepsi Kualitas Pelayanan dan Citra Bank dengan Loyalitas Nasabah. S. merasakan dan berperilaku terhadap obyek sikap. sedangkan rasa tidak senang merupakan hal yang negatif. Ini berarti bahwa sikap berkaitan dengan perilaku. yaitu sikap merupakan predisposing untuk merespons. 2000. 3) Komponen konatif (komponen perilaku.

Rosyadi. Prentice Hall International. Int. Pengantar Psikologi Umum.Edition. 1995) mengemukakan bahwa persepsi di pengaruhi oleh faktor pengalaman. Mar¶at (1981) mengatakan bahwa persepsi adalah suatu proses pengamatan seseorang yang berasal dari suatu kognisi secara terus menerus dan dipengaruhi oleh informasi baru dari lingkungannya.blogspot. Kesan yang diterima individu sangat tergantung pada seluruh pengalaman yang telah diperoleh melalui proses berpikir dan belajar. 1995) mengemukakan bahwa persepsi juga ditentukan juga oleh faktor fungsional . Rahmat (dalam Aryanti. proses belajar. Jilid I. penciuman dan perasaan yang kemudian ditafsirkan. pandangan. Sikap Manusia Perubahan Serta Pengukurannya. Perilaku Organisasi. Mar'at (Aryanti.P. vol. Riggio (1990) juga mendefinisikan persepsi sebagai proses kognitif baik lewat penginderaan. Juni 2001. 2003. Jakarta: PT INDEKS Kelompok Garmedia. 2003). 1. menjadikannya kemampuan itulah dimungkinkan individu mengenali milleu (lingkungan pergaulan) hidupnya. No. Proses persepsi terdiri dari tiga tahap yaitu tahapan pertama terjadi pada pengideraan diorganisir berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. dan pengetahuan terhadap objek psikologis. Sabri (1993) mendefinisikan persepsi sebagai aktivitas yang memungkinkan manusia mengendalikan rangsangan-rangsangan yang sampai kepadanya melalui alat inderanya. Keunggulan kompetitif berkelanjutan melalui capabilities-based competition: Memikirkan kembali tentang persaingan berbasis kemampuan. 2003.html 1. 1991. tahapan ketiga yaitu stimulasi pada penginderaan diinterprestasikan dan dievaluasi. cakrawala. Jakarta: Ghalia Indonesia. Bimo. Pengertian Persepsi Persepsi adalah suatu proses pengenalan atau identifikasi sesuatu dengan menggunakan panca indera (Dreverdalam Sasanti. Yogyakarta: Andi Offset PENGERTIAN PERSEPSI teori-psikologi. Surakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta Walgito. New Yersey Mar at. I. 5. S. Jurnal BENEFIT.com/2008/05/pengertian-persepsi. serta dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari dalam diri individu. Robbins. 2001.

c. yaitu: 1. pengalaman. dan behaviour. 3). Beberapa faktor fungsional atau faktor yang bersifat personal antara kebutuhan individu. jenis kelamin. yaitu orang yang menilai orang lain. Faktor-faktor struktural meliputi lingkungan keadaan sosial. Seseorang ingin mengetahui motif yang melatarbelakangi orang lain (Shaver. 2). adalah sebuah proses yang kompleks. 1999). 2. proses belajar. masa lalu.) Persepsi sosial. Person. Faktor struktural atau faktor dari luar individu antara lain: lingkungan keluarga. 1999) mengatakan bahwa persepsi sosial memiliki beberapa elemen. yaitu sesuatu yang di lakukan oleh orang lain. hukum yang berlaku. orang mengamati perilaku orang lain dengan teliti hingga di peroleh analisis secara lengkap terhadap person. usia.) Persepsi sosial. yaitu: a. Ada dua pandangan mengenai proses persepsi.dan struktural. Suatu kejadian yang tidak biasa menarik perhatian seseorang. Behavior. kepribadian. faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi terdiri dari faktor personal dan struktural. Situasional. b. urutan kejadian yang terbentuk berdasarkan pengalaman orang untuk meniiai sesuatu. dan lain -lain yang bersifat subyektif. Brems & Kassin (dalam Lestari. 1981. Faktor-faktor personal antara lain pengalaman. . Suatu kejadian memiliki konsekuensi yang bersifat personal. Pelaku orang lain dan menarik kesimpulan tentang penyebab perilaku tersebut atribusi dapat terjadi bila:1). kebutuhan. hukum-hukum yang berlaku. Lestari. situasional. Jadi. berlangsung cepat dan otomatis tanpa banyak pertimbangan orang membuat kesimpulan tentang orang lain dengan cepat berdasarkan penampilan fisik dan perhatian sekilas. motif dan pengetahuan terhadap obyek psikologis. dan nilai-nilai dalam masyarakat. nilai-nilai dalam masyarakat.

Persepsi social merupakan suatu proses yang terjadi dalam diri seseorang yang bertujuan untuk mengetahui.. Definisi Persepsi id. Persepsi merupakan proses pengorganisasian dan penginterpretasian terhadap stimulus oleh organisme atau individu sehingga didapat sesuatu yang berarti dan merupakan aktivitas yang terintegrasi dalam diri individu (Davidoff). 2.shvoong. Sejumlah informasi dari luar mungkin tidak disadari. 1994). 3. kejadian dan orang lain melalui pemberian nilai terhadap objek tersebut. Persepsi merupakan suatu proses pengenalan maupun proses pemberian arti terhadap lingkungan oleh individu (Gibson). menginterpretasi. sehingga dikenallah persepsi sosial. Persepsi merupakan proses pemberian arti terhadaplingkungan oleh seorang individu (Krech).. dihilangkan atau disalahartikan. Ilmu Sosial Psikologi Banyak ahli yang mencoba membuat definisi dari µpersepsi¶. kualitasnya. Persepsi merupakan proses yang terjadi di dalam diri individu yang dimulai dengan diterimanya rangsang. 5. Persepsi ialah interpretasi tentang apa yang diinderakan atau dirasakan individu (Bower). 6. maka dapat diambil kesimpulan bahwa persepsi suatu proses aktif timbulnya kesadaran dengan segera terhadap suatu obyek yang merupakan faktor internal serta eksternal individu meliputi keberadaan objek. baik mengenai sifatnya. Beberapa di antaranya adalah: 1. 4.Berdasarkan uraian diatas. dan mengevaluasi orang lain yang dipersepsi. Mekanisme penginderaan manusia yang kurang sempurna merupakan salah satu sumber kesalahan persepsi (Bartol & Bartol. Persepsi juga mencakup konteks kehidupan sosial.com . sampai rangsang itu disadari dan dimengerti oleh individu sehingga individu dapat mengenali dirinya sendiri dan keadaan di sekitarnya (Bimo Walgito). ataupun keadaan lain yang ada dalam diri orang yang dipersepsi sehingga terbentuk gambaran mengenai orang lain sebagai objek persepsi tersebut (Lindzey & Aronson). .

Lebih lanjut tentang: Definisi Persepsi . Persepsi merupakan suatu proses yang dimulai dari penglihatan hingga terbentuk tanggapan yang terjadi dalam diri individu sehingga individu sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indera-indera yang dimilikinya.7.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->