P. 1
Ruang Lingkup Psikologi Komunikasi

Ruang Lingkup Psikologi Komunikasi

|Views: 297|Likes:

More info:

Published by: Sigit Pecinta Ultras on Jul 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/12/2014

pdf

text

original

Ruang Lingkup Psikologi Komunikasi

Bila Kroeber dan Kluchhohn (1957) berhasil mengumpulkan 164 definisi kebudayaan, Dence (1970) menghimpun tidak kurang dari 98 definisi komunikasi. Definisi-definisi tersebut terlatarbelakangi berbagai perspektif; mekanistis, sosiologistis, dan psikologistis. Hovland dan Kelly, psikolog, mendefisikan komunikasi sebagai µ¶ the process by which an individual (the communicator) transmitsstimuli (usually verbal) to modify the behavior of other individuals ( the audience)¶¶ (1953;12). Dance (1967) mengartikan komunikasi dalam rangka psikologi behaviorisme sebagai usaha µ¶ menimbulakan respon melalui lambing-lambang verbal¶¶, ketika lambing-lambang verbal tersebut bertindak sebagai stimuli. Raymond S. ross (1974;b7) mendefisikan komunikasi sebagai.(Rahmad,2007,3) Dictionary of Behavioal Science, menyebutkan enam pengertian komunikasi; 1. Penyimpanan perubahan energy dari satu tempat ke tempat yang lain seperti dalam sistem saraf atau penyimpanan gelombang-gelombang suara. 2. Penyimpanan dan penerimaan signal atau pesan oleh organism. 3. Pesan yang disampaikan 4. (teori komunikasi). Proses yan dilakukan satu sistem untuk mempengaruhi sistem yang lain melalui pengaturan signal-signal yang disampaikan. 5. (K. Lewin). Pengaruh satu pada wilayah lain. 6. Pesan pasien kepada pemberi terapi dalam psikoterapi. Psikologi menyebut komunikasi pada penyimpanan energy dari alat-alat indera ke otak. Pada peristiwa penerimaan dan pengelolaan informasi, pada proses saling pengaruh di antara berbagai sistem dalam diri organism dan organism. Bagian luar neuron, dendrit, adalah penerima informasi. Soma mengelolah informasi dan menggabungkannya. Axon adalah kebel miniature yang menyampaikan informasi dari alat indera ke otak, otak ke otak, atau dari neuron yangsatu dengan yang lain. Axon terdapatlah serangkaian knop (terminal knobs) yang melanjutkan informasi itu. Psikolog menyebut proses ini komunikasi. Peosesnya memang tidak berbeda dengan siaitem telekkomunikasi dengan wilayah pesona pada wilayah pesona yang lain

sehingga perubahan dalam satu wilayah menimbulkan perubahan yang berkaitan

terminak-terminal relay dan dilengkapi dengan computer. Otak manusia sendiri adalah computer yang mampu menyimpan 280 quintillion (280 ditambah 18 angka nol) bit informasi.(1982;85) Komunikasi di antara individu; pesan dari seseorang individu menjadi stimulus yang menimbulkan respons pada induvidu yang lain. Psikologi bahkan meneliti lambing-lambang yang disampaikan. Meneliti proses mengungkapkan pikiran menjadi lambing, bentuk-bentuk lambing, dan pengaruh lambing terhadap prilaku manusia. Penelitian ini melahirkan ilmu blasteran anatar psokologi dan linguistic, psikolinguistik. Komunikasi terapeutik; hubungan sosoial yang bermanfaat. Komunikasi terapeutik memandang gangguan jwa bersumber pada gangguan komunikasi, pada ketidakmampuan pasien untuk mengunkap dirinya. Pendeknya, meluruskan jiwa orang diperoleh meluruskan caranya berkomunikasi(Ruesch;1973)

Ciri Pendekatan Psikologi Komunikasi
Interaksi social; social harus didahului oleh kontrak dan komuniksi, untuk memahami organisasi dan berfunsinya kelompok yang sekompleks masarakat, kita perlu meneliti sistem komunikasi pada seluruh tingkatanya. Salah satu tingkatanya, komunikasi massa, mengisaratkan pengguna alat-alat mekanis dan elektronis. Ketika masarakat moderen tumbuh lebih besar dan lebih kompleks, media tersebut makin diandalkan untuk memcapai tujuan kelomkok tertentu seperti menyebarkan barita, menyajikan hiburan massa. Para ahli sosiologi sangat tertarik pada bagaimana berbagai corak masarakat. Harnack dan Fest (1964) menganggap komunikasi sebagai µ¶ proses interaksi di antara orang untuk tujuan integrasi intarpersonal dan interpersonal¶¶. Edwin Neumna juga (1948) mendefinisikan komunikasi sebagai µ¶ proses untuk mengubah kelompok menusia menjadi kelompok yang berfungsi¶¶. Aliran sosiologi yang banyak mewarnai stugdy komunikasi ialah aliran ineraksi simbolik (Blumer,1969) Fisher menyebut empat cirri pendekatan psikologi pada komunikasi; penerimaan stimuli secara indrawi (sensory reception of stimuli) yang mengantarai stimuli dan respons (internal

mediation stimuli), prediksi respons (prediction of response), dan peneguhan respons (rein forcement) Peneguhan adalah respons lingkungan (atau orang lain pada respons organism yang asli). Bergera dan Lambert menyangkut feedback (umpan balik). Fisher tetap menyebutnya peneguhan saja (Fisher, 1978;136-142)

Penggunaa Psikologi Komunikasi
Komunikasi efektif, Ashley Montagu di atas, kita belajar menjadi manusia melalui komunikasi. Anak kecil hanyalah sesonggok daging sampai ia belajar mengungkapkan perasaan dan kebutuhanya melalui tangisan, tendangan dan senyum. Bagaimana tanda-tanda komunikasi yang efektif? Komunikasi yang afektif menurut Stewart L. tubs dan Sylyvia Moss (1974-13) paling tidak meninbulkan lima hal; pengertian, kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang makin baik, dan tindakan.

Konsepsi Manusia Dalam Psikoanalisis
Seluruh aliran psikologi psikoanalisis secara tegas memperhatikan struktur jiwa manusia. Pendiri psikoanalisis, adalah orang barusaha merumuskan psikologi manusia. Perilaku manusia merupakan hasil interaksi tiga sub dari sistem kepribadian manusia Id, Ego dan Superego. John Locke (1632-1704) menurut kaum empiris, pada waktu lahir manusia tidak mempunyai µwarna mental¶, warna mental di dapat dari pengalaman. Pengalaman adalah satusatunya jalan ke pemilikan pengetahuaan. Bukan idea yang menghasilkan pengetahuan, tetapi kedua-duanya adalah produk pengalaman. Secara psikologis, ini berarti seluruh prilaku manusia. Menurut Lewin, perilaku manusia harus dilihat dalam kontesnya. Dari fisik, Lewin meminjam konsep medan (field) untuk menunjukkan totalitas gaya yang mempengaruhi

seseorang pada saat tertentu. Perilaku manusia bukan sekedar respons pada stimuli, tetapi berbagai gaya yang mempengaruhi secara sepontan. Lewin menyebut seluruh gaya psokologis yang mempengaruhi manusia sebagai ruang hayat. Ruang hayat terdiri dari tujuh dan kebutuhan individu, semua factor yang disadarinya, dan kesadaran diri. Dari Lewin terkenal rumus; B=f (P,E), artinya Behavior(perilaku)adalah hasil interaksi anta person(diri orang itu) dengan environment(lingkungan psikologis) Heider dan Festinger membawa psikologi kognitif kedalam psikologi social. Pengaruh psikologi kognitif ini dalam psikologi social menggambarkan perkembangan konsesepsi manusia dalam mazhap ini. Kerangka teoritis manusia sebagai pencari konsistesi kohnitif. Fenomenologi memandang manusia hidup dalam µ¶dunia kehidupan¶¶ yang di presepsi dan diinterprestasi secara supyektif. Setiap orang mengalami dunia dengan cara sendiri. µ¶Alam pengalaman setiap orang berbeda dari alam pengalaman orang lain.¶¶ (Brouwer,1983;14). Fenomenologi banyak mempengaruhi tulisan-tulisan Carl Rogers, yang boleh disebut sebagai Bapak Psikologi Humanistik. Edward E. Sampson (1976) perspektif yang berpusat pada person, dengan perpektif yang berpusat pada situasi.konsepsi tenang manusia interaksi diantara keduanya. Internal apakah,berupa sikap, instink, motif, kepribadian, sistemkognitif yang menjelaskan prilaku manusia. Factor; factor biologis dan factor sosiologis, factor yang utama. Factor biologis Manusia adalah mahluk biologis yang tidak nerbeda dengan hewan lain. Lapar kalau tidak makan selama 10 jam, kucing pun demikian. Ia memperlukan lawan jenis untuk kegiatan repoduksinya, begitu pula kerbau. Menurut Wilson, perilaku social dibimbing oleh peraturan-peraturan yang sudah deprogram secara genetis oleh manusia. Program ini µ¶ epigenectic rules¶¶. Komponen afektif, komponen kognitif, komponen konatif merupaka sapek emosional dari factor sosiopsikologis. Kognitf adalah aspek intelektual, ponen konatif adalah aspek volisinal, komponen afektif yang terdiri dari motif sosiogenis, sikap dan emosi.

Motif Sosiogenis Motif sosiogenis bukan motif¶¶ anak bawang¶¶. Perannya dalam bentuk perilakunsosial bahkan sangat menentukan. Nerbagai klafikasi motif sosiogenis disajikan di¶bawah. 1. Motif ingin tahu 2. Motif kompetensi 3. Motif cinta 4. Motif harga diri dan kebutuhan untuk mencari identitas 5. Kebutuhan akan nilai, kedambaan dan makna hidup 6. Kebutuhan akan pemenuhan diri Sikap Sikap adalah konsep yang paling penting dalam psikologi social dan yang paling banyak didefinisikan Emosi Fungsi emosi (Colemen dan Hammen, 1974;462). Pertama, emosi adalah pembangkit energy. Emosi kita tidak sadr atau mati. Hidup berarti merasai, mengalami, bereaksi, dan bertindak. Emosi membangkitkan dan memobilisasi energy kita; marah mengarahkan energy kita untuk menyerang; takut mengarahkan kita untuk lari; dan cinta mendorong kita untuk mendekat dan bermesaraan. Kedua, emosi adalah pembawah informasi Kepercayaan Kepercayaan adalah komponen kognitif dari factor sosiopsikologis.

Sisitem Komunikasi Interpersonal
Sensasi Sensasi ialah berawal dari kata µsense¶, alat pengindraan, yang menghubungkan

organism dengan lingkuangannya. µbila alat-alat indra mengubah informasi menjadi impulsimpuls saraf µbahasa¶ yang difahami oleh otak jadilah proses sensasi. Sensasi adalah pengalaman alementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian variable, simbolis, atau konseptual, terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indera,¶ tulis B. wolwan (1973;343) Persepsi Persepsi adalah pengalaman objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang di peroleh dengan menyimpulkan informasi dan menagsifkan pesan. Memberikan makna pada stimuli inderawi(sensory stimuli) hubungan sensasi dengan persepsi sudah jelas. Sensasi adalah bagian dari persepsi. Walaupun begitu, menagsifkan makna informasi indrawi tidak hanya melibatkan sensasi, tetapi juga atensi, ekspektasi, motivasi, dan memory (Desiderato,1976;129). Seperti juga sensasi, ditentukan oleh factor personal dan factor situasional. David Krech dan Richard S. Crutcgfield (1977;235)menyebut factor funsional dan factor stuktural. Memory Memory adalah sistem yang sangat berstruktur, yang menyebapkan organism sanggup merekam fakta tentang dunia dan menggunakan pengaruhnya untuk membimbing perilakunya,¶¶ definisi dari Schlessinger dan Groves (1976;352). Indera kita, setiap saat pula stimuli itu direkam secara sadar atau tidak sadar. Kemampuan rata-rata memory menyimpan informasi, Grifinth, ahli matematika, menyebutk angka 10 Mekanisme memory y y y Teori Aus (disuse Theory) Teori interferensi ( interference Theory) Teori penolahan informasi ( information processing theory) manusia untuk

Orang befikir Berfikir autistic adalah contoh-contohnya dengan berfikir; y y y Berfikir deduktif Berfikir induktif Berfikir evaluative

Menetapkan keputusan (decision making) Memecahkan persoalan (problem solving) Factor-faktor yang mempengarui proses pemecahan masalah; y y y y Motivasi Kepercayaan dan sikap yang salah Kebiasaan Emosi

Berfikir kreatif ( creative thinking) Factor-faktor yang mempengarui berfikir kreatif; y y y Kemampuan kognitif Sikap yang terbuka Sikap yang bebas

Persepsi Interpersonal
Ada empat perbedaan antara persepsi onjek dengan persepsi interpersonal, y y y y Pertama, pada persebsi objek Kedua, bila kita menghadapi objek, kita hanya menghadapi sifat-sifat Ketiga, ketika kita mempersepsi objek Keempat, objek relative tetap

Pengaruh factor-faktor personal pada persepsi interpersonal y y y Pengalaman Motivasi Keribadian

Proses pembentukan kesan -Stereotyping Menjelaskan terjadinya primacy fect dan halo affect -Implicit personality theory -Atribusi Adalah proses penyimpulan motif, maksud, dan karateristik orang lain dengan melihat pada perilakunya yang tampak (Baron dan Byrne, 1979;56)

Konsep Diri
Factor-faktor yang mempengaruhi konsep diri Orang lain Harry Stack Sullivan(1953) menjelaskan bahwa jika kita diterima orang lain, dihormati,dan disenangi karena keadaan kita, kita akan cenderung bersikap menghormati dan menerimah diri kita. Sebaliknya, bila orang lain selalu meremekankita, menyalahkan kita dan menolak kita, kita akan cenderung tidak akan menyenangi diri kita. S. Frank Miyamoto dan Sanford M. Dorbush(1956) mencoba mengkorelasikan penilaian orang lain terhadap dirinya sendiri dengan sekala lima angka dari yang paling jelek sampai yang paling baik. Yang dinilai ialah kecerdasan, kepercayaan diri, daya tarik fisik, dan kesukaan orang lain pada dirinya juga menilai orang lain. Teryata orang-orang yang dinilai baik oleh orang lain, cenderung memberikan skor tinggi juga dalam penilaian dirinya sendiri. Harga diri sesuai dengan penilaian orang lain terhadap dirinya sendiri. Eksperimen lain dilakukn Gargen (1965,1972) menunjang

penemuan ini, satu kelompok, subyek, eksperimen yang menilai dirinya dengan baik diberi peneguhan dengan snggukan, senyum. Peryataan mendukung pendapat mereka pada kelompok lain, penilaian positif tidak ditanggapi sama sekali. Pertama menunjukkan peningkatan cintre diri yang lebih baik, karena memdapat sokongan dari orang lain. Ada empat tanda orang lain memiliki konsep diri negative. Pertama, ia peka pada kritik. Sangat tahan keritik yang diterimahnya, mudah marah atau naik pitam. Koreksi ini seringkali dipersepsi sebagai uasaha untuk menjatuhkan harga dirinya. Dalam komunukasi, orang yang memiliki konsep diri negative cenderung menghindari diagnog yang terbuka, dan bersikeras mempertahankan pendapatnya dengan berbagai justifikasi atau logika yang keliru. Kedua, orang yang memiliki konsepdiri negative, responsive sekali terhadap pujian. Walaupun ia mungkin berpura-pura menghindari pujian, ia tidak dapat memyembunyikan antuasiasnya pada waktu menerimah pujian. Orang-orang seperti ini, segala macam embel-embel yang menunjang harga dirinya menjadi pusat perhatiannya. Bersamaan dengan kesenangan terhadap pujian orang lain, selalu mengeluh, mencela atau meremekan apa pun dan siapa pun. tidak pandai dan tidak sanggup mengungkapkan penghargaan atau pengakuhan pada kelebihan orang lain. Inilah sifat yang ketiga, sikap hiperkritis. Keempat, orang yang konsep dirinya negative, cenderung merasa tidak sisenangi orang lain. Ia merasa tidak diperhatikan. Karena itulah ia berinteraksi pada orang lain sebagai musuh. Ia tidak akan pernah mempersalahkan dirinya. Kelima, orang yang konsep dirinya negative, bersikap pesimis terhadap kompetisi seperti terungap dalamkeenggananya untk bersaing dengan orang lian dalam membuat prestasi. Sebaiknya, orang yang memiliki konsep diri positif di tandai lima hal; 1. Ia yakin akan kemampuannya mengatasi masalah. 2. Ia merasa setara dengan orang lain. 3. Ia menerima pujian tampa rasa malu 4. Ia menyadari, bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan. 5. Ia mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup menggungkap aspekaspek keribadian yang idak disenanginya dan berusaha mengubahnya.

Membuka diri Bila konsep diri sesuai dengan pengalama kita, kita akan lebih terbuka untuk menerima pengalaman-pengalaman dan gagasan-gagasan beru, lebih cenderung defensive dan lebih cermat memandang diri kita dan orang lain. Hubungan antara konsepdiri dan membuka diri dapat dijelaskan dangan Johari Window. Dalam Jonari Window diungkapkan tingkat keterbukaan dan tingkat kesadaran tentang diri kita. Percaya diri Ketakutan untuk melakukan komunikasi dikenal sebagai communication apprehension. Aprehensif dalam komunikasi, menarik pergaulan, berusaha kecil kemungkinan berkomunikasi, dan hanya akan berbicara apabila terdesak saja. Kemudian ia terpaksa berkomunikasi, sering pembicaraanya tidak relevan, sebab berbicara relevan tentu akan mengundang reaksi orang lain, dan ian akan dituntuk berbicara lagi. Manusia selalu beusaha mencapai konsistensi dalam bersikap dan berprilaku.( ingat lagi model manusia sebagai pencari konsistensi kognitif, halaman 36) Tekanan emosional Bila orang berada dalam keadaan yang mencemaskannya atau harus memikul tekanan emosional, ia akan menginginkan kehadiran orang lain . Stanley Schachter(1959) menghindari sikap

membuktikannya pertanyaan diatas dengan sebuah eksperimen. Harga diri yang rendah Bila harga diri direndahkan, hasrat afiliasi(bergabung dengan orang lain)bertambah, ia makinresponsif menerimah kasih saying orang lain. Dengan perkataan lain, orang yang rendah diri cenderung mudah mencintai orang laim(Tubbsmdan Moss,1974) Isolasi social manusia adalah mahluk social, diketahui orang banyak. Manusia mungkin tahan hidup terasing beberapa waktu, tetapi tidak untuk waktu yang lama. Isolasi social adalah pengalaman yang tidak enak. Beberapa orang meneliti telah menunjukkan bahwa tingkat isolasi social amat

besar pengaruhnya kesukaan kita terhadap orang lain. Orang yang terisolasi-Narapidana, petugas rimba atau penggun pulauterpencil- kehadiran manusia merupakan kebahagiaan. Karena manusiacenderung menyukai orang yang mendatangkan kebahagian, maka dalam konteks

isolasi social, kecenderungannta untuk menyenangi orang lain bertambah. Gain-loss Theory. Elliot Aronson (1972) mengembangkan Gain-loss theory(teori untung rugi) atraksi interpersonal. Menurut teori ini perilaku yang menyenangkan dari orang lain akan berdampk postitif terhadap diri kita. Bila anda disukai orang, anda mendapatkan ganjaran interaksi social. Menurut Aroson, orang yang kesukannya kepada kita kita bertambah akan lebih kita senangi dari pada orang yang kesukaanya kepada kita tidak berubah. Menurut Gain-loss theory, anda akan menyenangi orang itu lebih dalam daripada orangyang kecintaanya kepada kita tidak berubah.

Factor-faktor yang mempengaruhi Atraksi Interpersonal -Daya tarik fisik Berscheid, dan Walster(1972). Tentang penilaian orang pada wajah-wajah yang cantik, cenderung dinalai akan leb ih berhasi dalam hidupnya, dan dianggap memiliki sifat-sifat yang baik. Walaupun apa yang disebut cantik sebelum disepakati, kata sebagaian relative, ada orangorang yang disepakati banyak orang sebagai orang cantik atau tampan. Agak sukar misalnya, untuk menemukan orang yang dianggap jelek pada Lidya Kandau. -Ganjaran Kita menyenangi orang yang memberikan ganjaran kepada kita, itu berupa bantuan, dorongan moral, pujian atau hal-hal yang meningkatkan harga diri kita. Kita akan menyukai orang yang memyukai kita; kita akan menyenangi orang yang memuyji kita. Menurut teori pertukaran social (social exchange theory), interaksi social adalah semacam interaksi dagang. Melanjutkan interaksi bila laba lebih banyak dari biaya.

-Familiarity Familiarity artinya kita lihat atau suah kita kenal dengan baik. Prinsip Familiarity

dicerminkan dalam peribahasa Indonesia, µ¶ kalau tak kenal maka tak sayang¶¶ -Kedekatan Erat kaitanya dengan Familiarity adalah kedekatan. Menyenangi mereka tang tempat tinggalnya pendekatan. Persahabatan lebih mudah tumbuh di antara tetangga yang berdekatan, atau diantara mahasiswa yang duduk berdampingan. Mungkin dipertanyakan apakah karena saling menyukai orang berdekatan, atau karana berdekatan orang saling menyukai. Keduanya benar.

Efektivitas Komunikasi Komukasi interpersonal dinyatakan efektif bila pertemuan komunukasi merupakan hal yang menyenangkan bagi komunikan. Bila anda berkumpul dalam satu kelompok yang memiliki kesamaan dengan Anda, Anda bira, dan terbuka. Kita dapat memperluas kenyataan ini pada periklan, pidato, penetaran, lokakarya, seminar, wawancaa, dan kegiatan-kegiatan komunikasi lainya.

Hubungan Interpersonal
Teori-teori hubungan interpersonal 1. Model pertukaran social Sebagai suatu transaksi dagang. Oenga berhubunan dangan orang lain karena mengharap sesuatu yang memenuhi kebutuhanya.¶¶ Asumsi dasar yang memdasari seluruh analisis kami adalah bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan social hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya.¶¶ganjaran, biaya, laba, dan tinggal perbandingkan merupakan empat konsep pokok dalam teori ini.

y

Ganjaran ; ialah setiap akibat yang dinilai positif yang diperoleh seseorang dari suatu hubungan

y y y

Biaya ; adalah akibat yangdinilai negative. Hasil atau Laba ; adalah ganjaran dikurangi biaya. Tingkat perbandungkan menunjukkan uukuran baku(standar)

2. Model peranan Perannya sesuai dengan µ¶naskah¶¶ yang dibuat masarakat. Hubungan interpersonal berkembangan bila setiap individu bertindak sesuai dengan prediksi peranan dan tuntutan peran, memiliki keterampilan peranan, dan terhindari dari konflik peranan dan kerancuan peranan. 3. Model permainan Analisis transaksional, orang-orang berhubungan dalam bermacam-macam permainan. Mendasari pemainan ini adalah tiga bagian keperibadian manusia ±orang tua, orang dewasa, dan anak. 4. Model interaksional Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu sistem. Setiap sistem memiliki sifat-sifat structural, integrative dan medan. Semua sisten terdiri dari subsistemsubsistem yang saling tergantung dan bertindak berstruktur.

Tahap-tahap Hubungan Interpersonal -Pembentukan hubungan interpersonal Steve Duck(1976;127) (µ¶. . .Perkenalan adalah proses komunikasi dimna individu mengirimkan(secara sadar) atau menyampaikan(kadang-kadang tidak disengaja) informasi tentang struktur dan isi keribadiannya kepada bakal sahabatnya, dengan menggunakan cara-cara agak berbedabermacam-macam tahap perkembangan persahabatan) Menurut Charles R. Berger(1973) informasi pada tahap perkenalan dapat dikelompokkan pada tujuh katagori;

1. Informasi demografs 2. Sikap dan pendapat; tentang orang atau subyek 3. Rencana yang akan datang 4. Kepribadian 5. Perilaku masa lalu 6. Orang lain 7. Hoby dan minat Menurut William Brooks dan Philip Emmert,¶¶ kesan pertama yang menentukan ; karena itu, hal-hal yang pertama kelihatan- hal yang menentukan kesan prertama- menjadi sangat penting. Para psiklog social menentukan bahwa penampilan fisik, apa yang diucapkan pertama, apa yang dilakukan pertama menjadi penentu yang penting dalam pembentukan citra pertama tentang orang itu.¶¶ (Brooks dan Emmert, 1976;24) -Peneguhan hubungan interpersonal Ada empat factor yang penting dalam memelihara keseimbangan ini; keakraban, control, respon yang tepat, dan nada emosional yang tepat. Keakraban merupakan pemenuhan, akan kasih saying. Hubungan interpersonal akan terpelihara apabila kedua belah pihak sepakat tentang tingkat keakraban yang diperlukan. Menurut Argyle, µ¶ jika dua orang melakukan tingkat keakraban yang berbeda akan terjadi ketidakserasian dan kejanggalan. . . . .Jika A menggunakan teknik social seperti berdiri lebih dekat, melihat lebih sering, dan tersenyum lebih banyak daripada B, akan merasa A bersifat agresif dan terlalu akrap, sedangkan A akan merasa B bersikap acuh tak acuh dan sombong. Jelaskan A ingin memperoleh respon afiliatif B.¶¶ Factor yang kedua adalah kesepakatan tentang siapa yang akan mengontrol siapa, dan bilamana. Factor yang ketiga adlah ketepatan respons; artinya, respons A harus diikuti oleh respons B yang sesuai.

Reapons yang termasuk konfirmasi dan diskonfirmasi dijelaskan dibawah; y y y y y Diskonfirmasi; y y y y y y y Respons sekilas Respons impersonal Respons kosong Respons yang tidak relevan Respons interupsi Respons rancu Respons kontradiktif yang memelihara hubungan interpersonal adalah keserasian suasana Pengakuan langsung Perasaan positif Repons meminta keterangan Respons setuju Respons suportif

faktor keempat

emosional ketika berlangsungnya komunikasi. -Pemutusan hubungan interpersonal Nye menyebutkan lima sumber konflik; 1. Kompetisi 2. Dominasi 3. Kegagalan 4. Provokasi 5. Perbedaan

Faktor-faktor yang menumbuhkan hubungan interpersonal dala komunikasi interpersonal -Percaya(trust) Percaya secara alamiyah, µpercaya¶ didefinisikan sebagai µ¶ mengandalkan perilaku orang untuk menciptakan tujuan yang dihendaki, pencapaiannya tidak pasti dan dalam situasi yang penuh resiko¶¶ (Giffin, 224-234). Definisi ini mentebutkan tiga unsure percaya; 1. Ada situasi yang menimbulkan resiko. Bila tidak ada resiko, menaruh kepercayaan kepada seseorang, ia akan menghadapi resiko. 2. Orang yang menaruh kepercyaan kepada orang lain berarti menyadari bahwa akibat-akibatnya tergantung pada perilaku orang lain. 3. Orang-orang yakin bahwa perilaku orang lain akan berakibat pada dirinya. Menerima adalah kemampuan berhubungan denganorang lain tampa menilai dan tampa berusaha mengendalikan. Menerima adalah sikap yang melihat orang lain sebagai manusia, sebagai individu yang patut dihargai,¶¶ begitu tulis Anita Taylor(1977;193) Empati adalah faktor kedua yang menumbuhkan sikap percaya pada diri orang lain. Empati telah didefinisikan bermacam-macam. Empati dianggap sebagai memahani orang lain yang tidak memiliki arti emosional bagi kita(frued, 1921); sebagai keadaan ketika pengamat bereaksi mengalami suatu emosi. Kejujuran adalah faktor ketiga yang menumbuhkan sikap percaya. Menerima dan empat mungkin saja dipersepsikan salah oleh orang lain. -Sikap Suportif Sikap suportif adalah sikap yang mempengaruhi sikap defensive dalam komunikasi. Bersikap defensive bila ia tidak menerima, tidak jujur, dan tidak empatis. Sudah jelas, dengan sikap defensive komunikasi. Faktor-faktor situasional, diantaranya faktor-faktor situasional adalah perilaku

komunikasi orang lain. Jack R. Gibb menyebutkan enam perilaku menimbulkan perilaku suportfl;

1. Evaluasi dan Dedkripsi 2. Control dan Orientasi Masalah 3. Strategi dan Spontanitas 4. Netralitas dan Empati 5. Superioritas dan Persamaan 6. Kepastian dan Provisionalisme. Sikap terbuka(open- mindedness) amat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan komunikasi interpersonal yang aktif, Lawan dari sikap terbuka. (Rokeach, 1954; 194-204) Menegaskan pengaruh dogmatism terhadap proses penerimaan dan pengolaan informasi. Dengan menggunakan Brook dan Emment(1960) sebagai rujukan, karateristik orang yang bersikap terbuka dikomtraskan karateristik orang tertutup(dogmatis) dalam daftar halaman berikut; Sikap terbuka 1. Menilai pesan secara objektif, dengan menggunakan data dan keajegan logika. 2. Membedahkan dengan mudah, melihat nuansa. 3. Berorientasi pada isi Sikap terttup 1. Menilai pesan berdasarkan motif-motif pribadi 2. Berpikir simplistic, artinya berfikir hitam putih. 3. Bersandar lebih banyak pada sumber pesan dari pada isi pesan. 4. Mencari sunber. informasi dari berbagai 4. Memcari informasi tentang

kepercayaan orang lain dari sumber sendiri, bukan sumber kepercayaan orang lain.

5. Lebih bersifat provisional dan bersedia mengubah kepercayaannya.

5. Secara

kaku

mempertahankan teguh

dan sistim

memegang kepercayaannya.

6. Mencari pengertian pesan yang tidak sesuai dengan rangkaian kepercayaan

6. Menolak, dan

mengabaikan, pesan dengan

mendistorsi yang tidak sistem

menolak

konsisten kepercayaannya

SISTEM KOMUNIKASI KELOMPOK
Berdasarkan hasil eksperimen ini Zimbardo menyimpulkan bahwa prilaku sadistis para penjaga penjara-penjara, prilaku pasif para tahanan, bukan sisebabkan oleh µpembawaan¶ mereka, melaikan karena pengaruh kelompok rajukan yang diidentifikasikan mereka. Kita semua menjadi kelompok- bahkan berbagai kelompok. Anda boleh jadi anggota kelompok study mahasiswa, bahkan pencinta alam. Kelompok dan pengaruh pada perilaku komunikasi -Klasifikasi kelompok Ingroup adalah kelompok-kita, dan outgroup adalah kelompok mereka. Ingroup dapat berupa kelompok primer maupun skunder. Keluarga kita kelompok primer. Fakultas kita adalah ingroup kelompok skunder. Perasaan ingroup diungkapkan denga kesetian, sodaritas, kesenangan, dan kerja sama. Untuk membedahkan ingroup dan outgrip, kita membuat batas (boundaries) yang menentukan siapa masuk orang dalam, dan siapa orang luar. Batas-batas ini dapat berupa letak geogafis, suka dan dll. -Kepemimpinan Kepemimpinan adalah komunikasi kepemimpinan drmokratis menampilkan pemimpin yang mendorong dan membantu anggota kelompok untuk membicarahkan dan memutuskan semua kebijakan.

Peranan Seperti tindak komunikasi, peranan yang dimainkan oleh anggota kelompok dapat

membatu penyelesaian tugas kelompok, memelihara suasana emosional yang baik, atau hanya menampilkan kepentingan individu saja.

Peranan tugas kelompok Tugas kelompok ialah memecahkam masalaj atau melahirkan gagasan baru. Peranan tugas berhubungan dengan upaya memudahkan dan menhoordinasika kegiatan yang menunang tercapaian tujauan kelompok. a. Intiator- contributor(mengarahkan atau mengusulkan) b. Information seeker(pencari informasi) c. Opening seeker(pencari pendapat) d. Informasi giver(pemberi informasi)

e. Opening giver(pemberi pendapat) f. Elaborator(penjabar) g. Summnarizer(pentimpul) h. Coordinator- integrator(pemamdu) i. j. k. l. Orienter(pengarah) Disagree(pembanteh) Evaluator- critic(evaluator kritikus) Energizer(pendorong)

m. Procedural- teghnician(petugas teknik) n. Recorder(pencatat) Peranan pemeliharaan kelompok Di bawah ini adalah daftar peranan yang dimaksutkan untuk memelihara hubungan emosional di antara anggota-anggota kelompok; a. Encourager(penggalak) b. Harmonizer(wasit) c. Comromiser(kompromis) d. Gateeker and expediter(penjaga gawang) e. Satandard setter or ego ideal(pembuat peraturan) f. Group aobsever and commentator(pengamat kelompok) g. Follower(pengikut)

Peranan individu Usaha anggota kelompok untuk memuaskan kebutuhan individu yang tidak relevan dengan tugas kelompok, yang,¶¶ berpusat pada induvidu¶¶ disebut peranan individual a. Aggressor berbuat macam-macam b. Bloker(penghambat) c. Recognition seeker(pencari muka) d. Self confessor(pengungkap diri) e. Playboy f. Dominator g. Help seeker(berusaha menarik simpati) h. Special interest pleader(sponsor kepentingan khusu)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->