P. 1
urologi

urologi

|Views: 10,424|Likes:
Published by ulan_anggraini

More info:

Published by: ulan_anggraini on Jul 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/14/2013

pdf

text

original

Anatomi ureter mempunyai beberapa tempat penyempitan yang

memungkinkanbatu ureter terhenti. Karena peristaltic, akan terjadi gejala kolik, yakni

nyeri yang hilang timbul disertai perasaan mual dengan atau tanpa muntah dengan

nyeri alih. Selama batu bertahan di tempat menyumbat, selama itu kolik akan

berulang-ulang sampai batu bergeser dan memberi kesempatan pada air kemih untuk

lewat.

Batu ureter mungkin dapat lewat sampai kandung kemih dan kemudian keluar

bersama kemih. Batu ureter juga bisa sampai ke kandung kemih dan kemudian berupa

nidus menjadi batu kandung kemih besar. Batu juga bisa tetap tinggal di ureter sambil

menyumbat dan menyebabkan obstruksi kronik dengan hidroureter yang mungkin

asimptomatik. Tidak jarang terjadi hematuria yang didahului oleh serangan kolik. Bila

keadaan obstruksi terus berlangsung, lanjutan dari kelainan yang terjadi dapat berupa

hidronefrosis dengan atau tanpa pielonefritis sehingga menimbulkan gambaran infeksi

umum.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->