organisasi mengatur atau mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan sub-sub sistem dan menghubungkannya dengan lingkungan.

Manajemen merupakan suatu proses di mana sumber-sumber yang semula tidak berhubungan satu dengan lainnya lalu diintegrasikan menjadi suatu sistem menyeluruh untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.Manajer bertanggung jawab mengintegrasikan unsur-unsur manusia, mesin dan uang dan lain-lain menjadi produktif. Manajer berupaya mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan kearah pencapaian tujuan-tujuan sistem organisasi. Ada dua jenis pendekatan yang dapat digunakan untuk mempelajari manajemen, yakni : 1) Memperlihatkan proses-proses administratif, yang terdiri dari; perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. 2) Mempelajari sub sistem organisasi, yang meliputi tugas-tugas; a. Strategi: menghubungkan organisasi dengan lingkungan, dan mendesain secara komprehensif sistem dan rencana. b. Koordinasi: mengintegrasikan kegiatan-kegiatan di dalam organisasi c. Operasi: melaksanakan pencapaian tujuan-tujuan secara efektif dan efisien. Dalam melaksanakan tugas-tugas tersebut dibutuhkan sistem lingkungan, perspektif waktu, pendapat, proses umum, dan teknik membuat keputusan. Manajemen dalam organisasi merupakan koordinasi usaha kelompok untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Koordinasi itu terutama dipengaruhi oleh : (1) melalui orang-orang, (2) lewat teknik-teknik, (3) di dalam suatu organisasi, dan (4) ke arah tujuan-tujuan. Pada pokoknya manajemen adalah proses pengintegrasian sumber-sumber manusiawi dan material ke dalam suatu sistem keseluruhan untuk mencapai tujuan. Sistem manajerial, adalah alat yang mempertalikan subsistem-subsistem primer dalam organisasi, yang terdiri dari lingkungan supra sistem, teknologi, dan sistem psikososial. Lingkungan supra sistem menyediakan keadaan atau suasana di mana organisasi berfungsi. Teknologi secara langsung dihubungkan dengan struktur organisasi. Psikososial menyediakan internal atmosphere bagi operasi-operasi harian. Jadi peranan utama sistem manajerial adalah mengintegrasikan kegiatan-kegiatan ke arah pencapaian tujuan-tujuan organisasi. Pendekatan Untuk Mempelajari Sistem Manajerial Kegiatan untuk mempelajari sistem manajerial dapat dilakukan dengan cara : (1) menganalisis peranan manajer dalam bermacam-macam keadaan institusional; (2) melakukan analisis secara rinci terhadap proses manajemen. Cara pertama, ialah melakukan analisis perbandingan dan mempertentangkan peranan manajerial sesuai dengan fungsi-fungsi dalam berbagai organisasi, seperti organisasi Perusahaan, Pemerintahan, Lembaga Pendidikan, dan sebagainya. Dengan cara ini akan diperoleh informasi yang berharga tentang penyebaran dan universalitas tentang sistem manajerial. Cara kedua, mempelajari proses manajemen sesuai dengan tahap-tahap pada

melalui langkahlangkah sebagai berikut : (1) Menilai keadaan politik. yakni: perencanaan. d. Berguna dalam rangka menghadapi masa depan yang dapat dikatakan belum tentu kepastiannya. Ini berarti. baik dari manajer maupun dari para anggota. (5) Menggariskan strategi masa depan. Dalam perencanaan digariskan tujuan-tujuan yang akan dicapai dan dikembangkan pula program kerja untuk mencapai tujuan-tujuan itu. pengorganisasian. Yang membutuhkan penyesuaian dan inovasi secara berkesinambungan. motivasi dan kontrol. Tingkah laku manusia itu merupakan urutan daripada langkah-langkah pembuatan keputusan berdasarkan pilihan dari berbagai alternatif. (2) Menjejaki nilai-nilai. c. atau dapat disederhanakan menjadi perencanaan. ekonomi. aspirasi. persaingan dan teknologi yang akan datang. atau lebih disederhanakan lagi. Organisasi senantiasa beroperasi dalam lingkungan yang selalu berubah. dan kontrol (pengawasan). assembling resources. bahwa perencanaan pada hakikatnya merupakan in tegrasi kegiatan secara komprehensif dengan memaksimalkan seluruh efektifitas suatu organisasi sebagai suatu sistem menyeluruh untuk mencapai tujuan-tujuannya. minat. (4) Menganalisis sumber-sumber dan kemampuan-kemampuan melaksanakan peranan-peranan yang diinginkan itu. sehingga. pengorganisasian. Konsep Sistem Perencanaan Perencanaan adalah proses manajerial dalam menentukan apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. karena: a. yakni perencanaan dan pelaksanaan (implementasi). pengorganisasian.fungsi-fungsi manajemen. Perencanaan itu sangat berguna bagi sang manajer dalam mengendalikan organisasi yang dipimpinnya. karena merupakan tingkah laku manusia yang mendasar. dan kontrol. organisasi untuk . Perencanaan diperlukan oleh suatu organisasi. (3) Menggambarkan peranan sosio-ekonomi yang diinginkan dalam lingkungan untuk masa depan. e. Kemajuan teknologi terhadap organisasi. Pembuatan keputusan adalah proses yang fundamental dalam sistem manajerial. Perencanaan sebagai kerangka bagi suatu sistem integrasi keputusan. b. yang senantiasa terarah ke tujuan tertentu. yang berbarengan dengan. Pembuatan keputusan dalam organisasi dilakukan pada tahap-tahap perencanaan.

Perencanaan disusun dalam tahapan-tahapan sebagai berikut : (1) Penyusunan keseluruhan tujuan. Sebagai dasar motivasi bagi personal dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai prestasi kerja optimal.(6) Mengembangkan tujuan-tujuan khusus sesuai dengan rencana strategi. (9) Menggariskan sistem informasi umpan balik dan kontrol untuk menentukan kemajuan yang telah dicapai dan masalah-masalah yang timbul dan perlu diperhatikan. Sebagai dasar untuk mengintegrasikan perencanaan dan bermacam -macam kegiatan unit operasional. subsistem koordinatif. c. e. dan akhirnya (4) Mengembangkan rencana operasional. (7) Menjabarkan perencanaan secara rinci dan kontrol penggunaan sumber-sumber. 3) Scope: rencana komprehensif dan rencana strategis 4) Steiner: perencanaan strategis. . d. Sebagai dasar perencanaan yang lebih khusus dalam rangka pendelegasian tugas-tugas dan desentralisasi pelaksanaan rencana kerja. kemudian (3) Mengembangkan rencana tingkat menengah. dan sebagainya. b. Sebagai fungsi kontrol untuk mengetahui hingga mana rencana telah dilaksanakan. program jangka menengah dan jangka pendek yang disertai dengan rencana biaya yang rinci. hambatan-hambatan apa yang dihadapi. menengah dan jangka pendek. Perumusan tujuan secara operasional sangat berguna atau bermanfaat dalam hal : a. Sebagai standard tingkah laku yang mesti dilaksanakan oleh semua tenaga yang terlibat dalam organisasi. yakni: 1) Repetiveness (yang disebut standing plans) dan non repetiveness (single use plans) 2) Time span : perencanaan jangka panjang. terus (2) Mengembangkan rencana strategis. Tujuan organisasi yang dirumuskan secara jelas dan rencana strategi yang tepat akan membantu penyusunan rencana yang sistematik pada tingkat terendah (operasional). Perencanaan memiliki sifat multidimensional. dan subsistem operasional. (8) Menyediakan sumber komunikasi dan informasi. 5) Subsistem: subsistem strategis.

menggunakan berbagai cabang disiplin ilmu pengetahuan. ruang lingkup dan kegiatannya terbatas. Dewasa ini organisasi yang besar dan kompleks itulah yang lebih menonjol sesuai dengan kebutuhan. dan ada pula yang mencari analoginya dengan Biologi. Suatu model perencanaan terdiri dari : 1) Perencanaan Strategis: yang dikembangkan oleh manajemen yang lebih tinggi. dan ada rencana yang memiliki banyak alternatif (seperti: Lewis and Clark planning approach). juga terjadi evolusi organisasi-organisasi yang tadinya bersifat informal kemudian menjadi organisasi organisasi yang bersifat formal. 2) Perencanaan Medium: yang dikembangkan oleh koordinasi subsistem. integrasi kegiatan-kegiatan. Bentuk organisasi yang utama dan yang paling sederhana adalah keluarga. Pada pokoknya dalam setiap organisasi terdapat unsur-unsur: orientasi pada tujuan. baik secara profesional maupun secara praktis.6) Flexibility: ada rencana yang kaku (misal: Cook¶s planning approach). yang satu dengan lainnya tak dapat dipisah-pisahkan. bangsa. ada yang menekankan pada segi sosial atau human. lebih pasti (fixed) dan terinci. dalam arti melakukan ekspansi internasional dalam sistem sosio kultural yang baru c. yang berjangka panjang. Selain dari itu. Ada yang menekankan pada interpelasi sistematis antara orang-orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan. sistem teknis. Pada abad terakhir ini telah berkembang organisasi organisasi yang lebih luas dan lebih kompleks. di samping penyesuaian-penyesuaian juga terjadi konflik antar nilai-nilai tersebut. Pendekatan sistem menitikberatkan pada integrasi kegiatan-kegiatan pada fungsi manajerial: perencanaan. norma. Konsep Sistem Organisasi Ada beberapa tafsiran tentang organisasi sesuai dengan sudut mana dan penekanan apa yang diberikan. berjangka pendek. Terjadi pertumbuhan dalam luasnya organisasi. Beroperasi secara multi nasional. Organisasi bisnis. berjangka sedang. sistem psikososial. Struktur organisasi lebih cenderung ke arah spesialisasi bagi para karyaw annya sebagai akibat mekanisasi dan perkembangan manajemen . 3) Perencanaan Jangka Pendek: yang dikembangkan dalam subsistem operasional. tujuan utamanya adalah produksi dan distribusi material serta jasa. ruang lingkupnya fungsional dan relatif lebih menetap. Perubahan evolutionistic ini terjadi pula pada standard. Teori tentang organisasi harus dipelajari secara interdisipliner. yakni pertumbuhan menjadi kompleks melalui interaksi vertikal dan interaksi horizontal b. yang kemudian berkembang menjadi suku. Ciri-cirinya adalah: a. negara. pelaksanaan (action) dan kontrol. desa.

Fungsi manajerial dalam keseluruhan organisasi dalam hubungan dengan lingkungannya adalah: menentukan tujuan. Komponen-Komponen Organisasi Suatu organisasi meliputi tiga komponen (subsistem). Dalam organisasi terdapat banyak subsistem sebagai komponenkomponen utama. Komponen koordinasi merupakan integrasi antara kedua komponen/subsistem sebelumnya dalam waktu jangka pendek dan jangka panjang. Komponen strategi bertalian dengan batas antara organisasi dan lingkungannya. baik dalam internal subsistem maupun dalam lingkungan eksternal. Jadi organisasi modern menganut pendekatan sistem. Model behavioral adalah permulaan dari konsep organisasi sebagai sistem keseluruhan yang mengarahkan dan menuntun individu -individu. yakni: operasi. koordinasi. otoritas. spesialisasi dan span of control. perencanaan. hubungan hirarkis.d. organisasi adalah suatu sistem yang terdiri dari bagianbagian atau variabel yang saling bergantungan secara timbal balik suatu regu sosial dalam sistem masyarakat yang lebih luas. Konsep Sistem Kontrol Kontrol adalah fungsi dari sistem yang mengadakan penyesuaian dalam hubungan konfirmasi terhadap rencana. Organisasi tradisional. Karena itu perlu dicari pola hubungan dan sistem desain organisasi yang dapat memenuhi tuntutan-tuntutan variabel. Kontrol dijalankan melalui jalinan jalannya informasi yang relevan. yang lebih mengutamakan kebutuhan pribadi dan sosial para anggota organisasi. Organisasi menjadi lebih dinamis ke arah tuntutan-tuntutan lingkungan beroperasinya organisasi tersebut. informasi materi dari lingkungannya dan mengembalikannya dalam bentuk output kepada lingkungan. dan strategi. hubungan-hubungan intergroup dan struktur formal. dan terdapat kekuatan yang dapat menghambat dan merubah peranan organisasi. Konsep tradisional ini dirubah secara substansi oleh pandangan Behavioristik. Tuntutan lingkungan menyebabkan perubahan dalam organisasi. Organisasi adalah suatu sistem sosio -teknik yang berstruktur dalam hubungan interaksi dengan lingkungan. dan kemudian diperlakukan pula bermacam-macam subsistem.comparator yakni . Manajemen terhadap kegiatan ini memerlukan banyak keputusan dan dalam waktu yang relatif pendek. kelompok-kelompok informal. dalam waktu yang panjang dan memerlukan pembuatan keputusan yang bermutu dan penuh pertimbangan. dan kontrol atas kegiatan-kegiatan tertentu organisasi tersebut. organisasi menjadi bagian integral dari masyarakat. serta garis hubungan staf. subsistem struktural dan subsistem manajerial. µIa¶ menerima input dalam bentuk tenaga. Terdapat diversitas tujuan-tujuan individual dalam unit-unit organisasi. seperti: tujuan-tujuan dan nilai-nilai. subsistem psikososial. Menurut pandangan modern. menekankan pada struktur organisasi. sensor yakni suatu ciri atau kondisi. pengorganisasian. f. Sistem kontrol memiliki unsur-unsur: kondisi atau controlled characteristic yakni suatu ciri atau kondisi yang dikontrol. subsistem teknik. Komponen operasi bertalian dengan kegiatan-kegiatan substantif yang terdiri dari input-proses-output. sejalan dengan sistem tujuan-tujuan. e.

Kontrol dilakukan terhadap hal-hal tertentu saja (selected item) yang berhubungan dengan tujuantujuan yang akan dicapai dalam sistem operasi. Dalam sistem tertutup semua unsur menjadi bagian integral dari sistem. radio. dalam organisasi dan masyarakat. sehingga dapat dilihat apakah rencana itu fleksibel atau tidak. maknanya bagi stabilitas. Unit reactor merespon terhadap informasi yang diterima dari comparator dan kemudian melakukan pekerjaan korektif. Bentuknya secara langsung (interpersonal relationship atau dengan cara tidak langsung dengan surat. maka individu harus menilai ketepatan dari feedback information. Informasi ditransmisikan melalui proses komunikasi. activator yakni individu atau unit atau mekanisme yang mengarahkan tindakan terhadap perubahan dalam sistem pelaksanaan. diperhatikan apakah sistem disain telah aktif dan efisien. teori matematik dan bermacam-macam pertimbangan yang digunakan dalam ilmu alam dan biologi. (2) Kontrol manusia atau mesin. Dalam kontrol organisasi. (3) Kontrol organisasi atau operasional. idea. Masalah yang dihadapi dalam kontrol. Sedangkan kontrol operasional. Informasi adalah medium daripada kontrol. (b) terjadi kekeliruan data sehingga mempersulit pertimbangan. televisi dan sebagainya). ialah: (a) sulitnya mengukur output yang bersifat subjektif dan pengaruh faktor-faktor psikologis dan sosiologis yang bersifat kualitas. dan sikap. Informasi yang diperbandingkan dengan sistem standard perlu dinyatakan dalam satu bahasa. atau kalau menggunakan man to man system. telepon.individu atau unit alat yang membandingkan pengukuran dengan rencana atau ukuran. sebab memberikan data sensoris dan informasi korektif terhadap sifat atau kondisi dari sistem yang akan dikontrol. Sedangkan pengetahuan adalah fakta-fakta atau data yang dikumpulkan dengan cara tertentu. dalam konsep sistem komunikasi. data dan pengetahuan. dan biasanya memang sistem kombinasi manusia-mesin. Data adalah fakta-fakta yang diperoleh dari penelitian empiris. Teori informasi terbagi menjadi tiga daerah yang penting: sistem komunikasi. Apakah dipergunak ³machine to machine an system´ maka output korektif itu disusun dalam network. misalnya dalam rangka mentransformasikan input menjadi output. Kontrol diklasifikasikan menjadi tiga kategori: (1) Kontrol terbuka atau tertutup. Konsep Sistem Informasi Informasi adalah merupakan fakta. . Teori informasi atau teori matematis dari komunikasi merupakan alat yang sangat penting untuk mempelajari bermacam-macam sistem. komunikasi dapat diartikan dengan pengiriman dan penerimaan. Sebaiknya dilakukan dengan prosedur sampling. Sistem kontrol sudah diidentifikasikan dari pada kontrol dengan manusia. Teknologi informasi adalah penggunaan pengetahuan terhadap pelaksanaan tugas-tugas organisasi. Fakta adalah sesuatu yang terjadi di dalam dunia nyata. signifikansi variasi. Informasi berguna dalam menjelaskan sesuatu keadaan yang tidak pasti dan berguna dalam rangka membuat keputusan. Antara rencana dan output information diukur dengan norma-norma tertentu untuk menentukan tingkah laku yang diharapkan. (c) masalah salahnya ukuran yang dipergunakan terhadap apa yang diharapkan. ialah untuk mengukur output harian.

maka fungsifungsi perencanaan dan kontrol memegang peranan yang penting. adalah manajemen yang mengatur hubungan antara sistem informasi dengan tugas-tugas managerial. pengembangan suatu sistem manajemen pendidikan hendaknya berupaya memadukan kedua dimensi itu. yakni dimensi yang berdasarkan konsep -konsep manajemen dan dimensi yang berdasarkan pada konsep-konsep pendidikan. Data yang diolah ini bersumber dari luar. (2) intrapersonal dan (3) komunikasi masa. penemuan keuangan. dan lain-lain. Keseluruhan sistem terdiri dari subsistem-subsistem daripada proses komunikasi yang disajikan sebagai aliran informasi melalui proses-proses keputusan. Manajemen sistem informasi (MIS). yakni dalam sistem manajemen sistem informasi-informasi. sumber dokumenter dan sumber fisik) dan dari dalam (bersumber dari personal. Komunikasi sering menghadapi masalah-masalah. subsistem operasi. pemasaran. (seperti: sumber manusia. Organisasi disusun di sekitar sistem information flow. masalah semantic (tentang kebenaran simbol-simbol) dan masalah efektivitas (tentang pengaruhnya terhadap kelakuan). yakni dengan : subsistem strategi yakni yang terutama berkenaan dengan perencanaan dan kontrol yang komprehensip. Bentuk komunikasi terdiri dari: (1) interpersonal. yang meliputi: 1) Perencanaan pendidikan yang menyeluruh yang berskala nasional untuk mencapai tujuan pendidikan nasional sesuai dengan rumusan tujuan pendidikan nasional yang telah digariskan dalam sistem pendidikan nasional. Dengan kata lain.Proses komunikasi berlangsung sebagai berikut: sumber-informasi memberikan informasi mentah-ditransmisikan dalam bentuk signal. yang terutama berkenaan dengan perencanaan dan kontrol secara taktis. dan subsistem koordinasi. Dalam hal ini dimensi penerapan konsep-konsep manajemen dalam manajemen pendidikan lebih mendapat perhatian kita sesuai dengan pokok bahasan yang disoroti dalam bab ini. Di samping itu ada juga yang disebut man-machine system dan machine-machine communication system. Sistem informasi keputusan dalam organisasi dapat dikembangkan. Implikasi Konsep-Konsep Manajemen dalam Manajemen Pendidikan Manajemen pendidikan sebagai suatu sistem seyogyanya mengandung dua dimensi yang konsisten dan saling terkait. Dipihak lain menerima. Perencanaan Pendidikan Perencanaan pendidikan disusun secara bertahap. yakni data yang berasal dari fungsi-fungsi organisasi). . Sistem konsep sangat penting di dalam penyusunan jalannya informasi. baik dalam pola sistem yang natural atau informal. produksi. Perencanaan pada tahap ini menjadi dasar dalam rangka penyusunan perencanaan pendidikan jangka panjang. yang berkenaan dengan sistem pengintegrasian unitunit fungsional yang berbeda-beda menjadi kegiatan-kegiatan yang menghubungkan subsistem operasi dan strategi. menerima received signal dan kemudian didestinasikan. Proses-proses tersebut disusun dalam kerangka yang integral. Data processing berhubungan dengan MIS. yang disebut masalah teknis (tentang ketepatan simbol-simbol). Di dalam sistem information keputusan yang menyeluruh yang telah disusun.

misalnya dalam jangka satu tahun/2 tahun semester. yakni kegiatankegiatan substantif pada kategori input (misalnya: target populasi. media. karena erat kaitannya dengan pelaksanaan dan hasil yang diharapkan oleh sistem pendidikan. sumber biaya. Kontrol (Pengawasan) Pendidikan Fungsi kontrol (pengawasan pendidikan) sangat pending. 3) Perencanaan pendidikan tingkat medium yang berjangka sedang dalam jangka waktu yang relatif pendek misalnya untuk jangka satu tahun atau dua tahun pertama dari pelita. proses (misalnya: kurikulum. sistem nilai. dan sebagainya. operasi dan koordinasi. siswa. kependudukan. baik pada tingkat program maupun pada tingkat kelembagaan pendidikan. kegiatan organisasi jangka pendek senantiasa berada dalam kerangka organisasi program jangka panjang. 4) Perencanaan pendidikan bertingkat operasional. evaluasi). mengandung implikasi tertentu dalam rangka pengembangan pendidikan. kiranya mengandung implikasi tertentu terhadap sistem kontrol/pengawasan pendidikan. yakni berfungsi sebagai sensor. ekonomi. Suatu sistem organisasi pendidikan yang lengkap dan menyeluruh memiliki tiga sub sistem.2) Perencanaan pendidikan jangka panjang. ketegasan. Dengan koordinasi ini akan tercipta keseimbangan dan kesamaan tindakan dan arah kegiatan organisasi program dalam upaya mencapai tujuan program pendidikan pada masing-masing jenjang keorganisasiannya. Pengorganisasian program pendidikan nasional terdiri dari tiga jenjang. 1) Fungsi kontrol pendidikan tetap mengacu dalam tiga hal. sistem instruksional. misalnya untuk jangka selama satu pelita. yakni strategi. Kegiatan-kegiatan tersebut sudah tentu berbeda pada tiap jenjang organisasi. Ketiga jenjang organisasi program juga memiliki komponen operasi. dan tingkat Kotamadya/Kabupaten. tingkat propinsi. yakni tingkat pusat. Perbedaan derajat lingkungan menentukan kadar interaksinya dengan tiap jenjang organisasi program bersangkutan. peralatan. dan activator. Ketiga jenjang organisasi program harus mengandung komponen strategi yakni berdasarkan dan berinteraksi dengan lingkungan di mana program itu berada. Organisasi Pendidikan Implikasi konsep sistem organisasi sebagaimana telah dikemukakan dalam uraian di atas. Peranan dan kategori kontrol yang telah dikemukakan secara singkat dalam uraian di muka. dalam jangka panjang dan jangka pendek. yang berjangka pendek. operasi dan koordinasi). output (yakni para lulusan baik kualitas maupun kuantitas). Masing-masing jenjang organisasi program pendidikan tersebut ketiga komponen (strategi. Perencanaan pendidikan ini umumnya dilaksanakan pada tingkat wilayah dan kelembagaan pendidikan. Dengan demikian. Perencanaan ini tergolong sebagai perencanaan pendidikan bertingkat strategis. Komponen koordinasi juga terdapat pada tiap jenjang organisasi program. Komponen-komponen ini terdapat pada tiap jenjang pendidikan. Pada fungsi sensor. dan sebagainya). kontrol pendidikan itu mendayagunakan . yang memadukan antara komponen strategi dan komponen operasi. komparator. yang meliputi kebudayaan.

rencana pendidikan sebagai ukuran yang dimaksudkan untuk mengukur pelaksanaan dan keberhasilan suatu rencana pendidikan. b. Kedua bentuk kontrol tersebut seyogyanya dilaksanakan dalam sistem manajemen pendidikan. selanjutnya pada tahap perencanaan. Fungsi activator dimaksudkan untuk mengarahkan tindakan manajerial bilamana terjadi suatu perubahan dalam pelaksanaan sistem pendidikan. Sistem manajemen pendidikan yang telah berkembang dewasa ini memungkinkan penggunaan kedua sistem tersebut. Sistem Informasi Pendidikan Sistem manajemen pendidikan membutuhkan sistem informasi yang harus dikelola secara baik. Jadi pada hakikatnya setiap fungsi manajemen pendidikan dibutuhkan informasi untuk pembuatan keputusan. Pada fungsi komparator bermaksud membandingkan antara hasil pengukuran dan perencanaan pendidikan yang telah dikembangkan sebelumnya. sebab dalam proses pengelolaan itu senantiasa diperlukan data yang akurat. Kedua cara ini sesungguhnya dapat dilakukan secara berbarengan. 2) Sistem kontrol pendidikan juga dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. Apakah kontrol itu dilakukan secara terbuka atau secara tertutup? Kontrol yang dilakukan secara terbuka berarti dapat melibatkan semua orang di lingkungan organisasi dan konsekuensinya semua informasi perlu ditampung dan diperhatikan. Kontrol secara tertutup keterlibatan hanya dibatasi pada pihak-pihak terkait saja dan umumnya tidak menyelusuri semua dimensi organisasi pendidikan. Itu sebabnya perlu diatur sistem manajemen informasi yang khusus relevan dengan tuntutan dan permintaan sistem pendidikan. Kebutuhan informasi ini terasa setiap saat di mana terjadi proses pendidikan. c. Dengan demikian fungsi-fungsi tersebut erat kaitannya dengan kelancaran jalannya roda organisasi pendidikan. Apakah kontrol pendidikan dilakukan oleh manusia atau oleh mesin (alat elektronik misalnya). Apakah kontrol dilaksanakan terhadap efektivitas dan efisiensi organisasi atau terhadap hasil operasionalisasi sistem pendidikan. Dalam hubungan inilah konsep-konsep sistem informasi yang telah dikemukakan secara ringkas dalam uraian di muka memiliki implikasi tertentu terhadap manajemen sistem informasi pendidikan. yakni dilakukan oleh manusia dan menggunakan alat yang canggih. dan ketercapaian hasil pelaksanaan sistem pendidikan sesuai dengan jenjangnya. Kebutuhan informasi tersebut telah mulai terasa sejak adanya studi kelayakan. pelaksanaan dan tahap pengujian keberhasilan pendidikan. . yang dikumpulkan dan disimpan secara akurat pula. karena pada dasarnya antara kegiatan organisasi pendidikan dan keberhasilan yang dicapai dalam pelaksanaan harian bersifat saling terkait dan oleh karenanya perlu dilaksanakan secara berkesinambungan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful