P. 1
Resume Pendidikan Anak Dalam Islam

Resume Pendidikan Anak Dalam Islam

|Views: 2,157|Likes:
Published by Mohamad Dwi Fidiqsa

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Mohamad Dwi Fidiqsa on Jul 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2013

pdf

text

original

Muslim yang baik tentu tidak mau terjebak mengikuti pendapat Shakespeare yang
mengatakan “Apalah arti sebuah nama”. Karena menurut pandangan Islam, nama
memiliki arti tersendiri yang sangat penting, baik itu di hadapan sesamamanusia maupun
di hadapan Allah Sang Kholiq. Nama tidak hanya sebagai panggilan di dunia
saja,melainkan hingga di akhirat. Ia merupakan identitas diri yang paling hakiki,

1

Ummush Shibyan adalah angin yang dihembuskan kepada anak, menjadikan ia takut kepadanya. Dikatakan,
bahwa yang dimaksud ini juga adalah pengikutjin yang memiliki nama lain Qarinah.

10

mengandung unsur doa dan harapan serta dapat membentuk kepribadian tertentu bagi si
empunya nama.

Sehingga dalam tradisi Indonesia, pemberian nama membutuhkan upacara atau
sedikit proses agar nama tersebut dapat menjadi doa,harapan, dan kepibadian anak dapat
terwujud sesuai dengan namanya tersebut. Di dalam Islam pun hal ini telah diatur dengan
sangat apik,berikut penjelasannya:

a.Waktu memberikan nama

Sebenarnya untuk memberi nama kepada anak tidak ada aturan
waktunya ,semua adalah hak dan kewajiban orang tuanya kapan ia mau
memberikan sebuah nama. Namun, Nabi Saw memberikan anjuran kepada
kita untuk memberi nama kepada anak ketika ia lahir, seperti hadis Nabi yang
diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim bahwa Sahal bin Sa’ad As-Sa’idi berkata,
“ Al-Mundzir Ibn Abi Usaid dibawa ke RasulullahSaw ketika baru
dilahirkan ,kemudian ia diletakkan di atas paha beliau, sedangkan Abi Usaid
duduk. “ Lalu Rasulullah bersenda gurau dengan sesuatu yang ada pada kedua
tanganya. Kemudian Abi Usaid menyuruh agar anaknya itu diambil dari paha
Rasulullah, lalu beliau Saw bertanya,” Di mana anak itu?” Abi Usaid
menjawab,” Sudah kupulangkan ,wahai Rasulullah.” Rasulullah bertanya
lagi,”Siapa namanya?” Abi Usaid .” Si Fulan” maka Rasulullah bersabda,”
Jangan,tetapi namakanlah ia dengan Al-Mundzir.”

Namun, ada hadis lain yang menganjurkan agar kita memberi nama
pada pada saat akikah atau hari ketujuh, Ashabus Sunan telah meriwayatkan
dari Samurah yang berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:” Setiap anak itu
digadaikan dengan akikahnya. Disembelihkan (binatang) baginya pada hari
ketujuh (dari kelahiran)nya, diberi nama dan dicukur rambut kepalanya pada
hari itu juga.”

b.Nama-nama yang disukai dan dibenci

Menurut ajaran Islam,seseorang pendidik memiliki kewajiban atas
nama anak karena ia yang tahu apa saja nama yang baik dan yang sebaliknya.
Sebenarnya ada 5 kategori dalam memilih nama,dan inilah kategori tersebut:

11

1.Nama yang terbaik

Kata “terbaik” di sini diartikan nama yang paling disukai oleh
Allah Swt. Dan ketika kita mendengar sesuatu hal yang paling
disukai Allah pastilah akan kita usahakan untuk melakukan atau
mendapatkannya agar pahala yang kita peroleh.

Ada hadis yang menguatkannya,yang diriwayatkan oleh
Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibn Majah: “ Nama yang
paling disukai oleh Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.”

Nah, berdasarkan hadis tersebut Nabi menganjurkan untuk kita
memberikan nama yang terbaik sebagaimana contohnya,yaitu
Abdullah dan Abdurrahman. Namun, tidak harus semua itu
bernama seperti di atas, karena sesungguhnya yang terpenting
dalam penamaan yang paling disukai Allah adalah yang
mengandung arti penghambaannya pada-Nya. Sesuai hadis Nabi
Saw yang diriwayatkan oleh At-Thabrani;” Nama-nama yang
paling disukai Allah adalah nama yang menunjukkan
penghambaan dirinya pada Tuhannya..”

2.Nama yang baik

Kalau nama yang terbaik itu yang disukai Allah ,maka nama
yang baik ini sangat disukai oleh Rasulullah Saw. Petunjuk ini
adalah sesuai dengan hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari
dan Muslim,”Namailah (diri dan anak kalian) dengan namaku..”
dan “ Barangsiapa yang mempunyai 3 anak laki-laki tidak ada
satupun yang dinamai Muhammad, maka sungguh ia telah
bertindak bodoh.”.

Dari hadis di atas kita sebagai calon pendidik dianjurkan untuk
memberi nama yang ada unsur nama Nabi Saw atau Nabi
sebelumnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nama yang baik
adlah nama Nabi dan Rasul baik Muhammad, keluarganya atau
Nabi sebelumnya.

3.Nama yang tidak baik (sebaiknya diganti)

12

Nama yang dimaksudkan di sini adalah nama yang diambil
tanpa dasar sayri’at dan hanya berdasarkan trend atau budaya yang
tanpa digali dulu artinya seperti apa. Seyogyanya nama yang tidak
baik ini diganti dengan nama yang ada unsur penghambaan kepada
Allah atau nama Nabi dan Rasul agar lebih baik dan baik.

4.Nama yang buruk (harus diganti)

Kategori nama yang buruk adalah nama-nama yang katanya,
maknanya atau konotasinya buruk, tidak sesuai dengan visi dan
misi Islam. Sehubungan dengan itu, maka nama yang makna dan
konotasinya melebih-lebihkan dari sifat kemanusiaanya,jelas tidak
sesuai dengan visi dan misi Islam.

Pada zaman Rasulullah Saw ada seseorang perempuan bernama
‘Aishiah (bukan Aisyah atau ‘Aisah),yang berarti perempuan
penggemar maksiat. Maka oleh beliau segera diganti dengan nama
Jamilah yang berarti perempuan yang cantik. (Bukhari-Muslim)

5.Nama yang diharamkan (wajib diganti)

Dalam Islam ,nama bukanlah hanya sekedar nama saja. Karena
selain ada nama yang disukai Allah juga ada nama yang sebaliknya
yaitu dibenci oleh Allah, dan hukumnya adalah haram untuk
diberikan pada anak. Sesungguhnya nama yang termasuk dalam
kategori ini adalah nama malaikadan gelar Nabi.

“ Namailah (diri dan anak kalian) dengan nama-nama para
Nabi.tetapi janganlah kalian namai mereka dengan nama-nama
malaikat”
( HR. Bukhari) dan “Namailah (diri dan anak kalian
dengan namaku,tetapi janganlah dengan gelarku...”
( HR.
Muttafaqun Alaih)

c.Termasuk sunnah menggabungkan nama ayah dengan anak

Salah satu hal yang terpenting dalam pemberian nama adalah ikatan
antara anak dengan orang tuanya,untuk membuktikannya kadangkala kita

13

menambahkan di belakang nama anak nama bapaknya. Penggabungan ini
ternyata memiliki efek yang baik,yakni:

1.Akan timbul rasa hormat akan ayahnya.

2.Menumbuhkan kepribadian sosial.

3.Memberikan rasa percaya diri dan gembira ,karena nama tersebut
sangat ia sukai.

4.Membiasakan etika berbicara terhadap orang yng dewasa maupun
yang sebaya dengannya.

Di dalam kita menggabungkan nama tersebut ada beberapa ketentuan
yang harus ditempuh , sebagaimana berikut ini:

Dalam keadaan tidak adanya kesepakatan pemberian nama kepada
anak,maka semua itu akan menjadi hak bapaknya, sesuai firman
Allah :”Panggillah (anak-anak itu) dengan memakai nama
bapaknya mereka itulebih adil di mata Allah”
(QS. Al-Ahzab: 5)

Tidak diperbolehka dalam memanggil atau menambahi nama anak
dengan julukan atau sebutan-sebutan yang dapat merendahkan diri
anak bahkan seakan-akan menghinanya,seperti si tuli,si dungi,si
penek dan lainnya. “ Dan janganlah kalian panggil dengan gelar-
gelat yang buruk.”
(QS. Al-Hujurat:11)

Dalam menyematkan julukan atau nama Nabi, juga perlu
diperhatikan. Memang bila kita mengambil nama Nabi itu baik tapi
tidak boleh dicampur dengan julukannya seperti contoh ‘Abu
Qasim’
. Tapi hal itu bisa saja berubah seiring zaman,2

karena Nabi
telah wafat sehingga untuk mengenangnya kita bisa
mempergunakan namanya untuk menghormatinya selain dengan
selalu berbuat terpuji yang lainnya.

2

Memang pada masa Nabi ,orang tua dilarang keras untuk menyematkan nama dan julukan Nabi
kepada anaknya dan anak sahabat lainnya , ini ditakutkan ada pelecehan atau penodaan nama. Tapi ketika Nabi
telah wafat,itu diperbolehkan ,sesuai hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud ,dari Mundzir dari Muhamad
Ibn Al-Hanafiyah: Ali r.a. berkata: “Jika aku dikaruniai seorang anak setelah engkau wafat, maka ia akan aku
namakan namamudan aku juluki dengan julukanmu,”
Rasulullah Sw bersabda:”Ya”.

14

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->