P. 1
murobbi murobbi

murobbi murobbi

|Views: 56|Likes:
Published by bapakeismail

More info:

Published by: bapakeismail on Jul 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/04/2011

pdf

text

original

HALAQAH MUNTIJAH

I.TIPS PERSIAPAN  Luruskan niat Anda “Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.(QS. 4:146) Hal yang pertama harus dilakukan sebelum Anda melakukan berbagai tips murobbi sukses adalah meluruskan niat. Niat merupakan pangkal diterimanya amal. Percuma Anda beramal kalau niat tidak ikhlas. Luruskan niat Anda dalam membina semata-mata karena Allah SWT (ikhlas). Semata-mata karena perintah Allah SWT. Allah memerintahkan Anda untuk menjadi da’I dan murobbi. “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah (berdakwah), mengerjakan amal yang saleh dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (QS. 41:33). Lakukan pembinaan (memegang halaqah) karena mengharap ridho Allah SWT. Tepis jauh-jauh niat selain ikhlas. Seperti niat ingin popular, ingin mendapatkan pengikut, ingin mengisi waktu luang,ingin mendapatkan ilmu, ingin dipuji oleh orang lain, apalagi ingin mendapatkan uang! Istighfarlah kepada Allah jika timbul percikan niat kea rah itu. Bagaimana jika niat kita belum ikhlas, misalnya membina karena disuruh murobbi atau jama’ah? Apakah kita harus menghentikan amal? Jika niat belum ikhlas, lakukan terus pembinaan sambil Anda berusaha meluruskan niat. Jangan berhenti beramal gara-gara mersa niat tidak ikhlas. Hal itu merupakan godaan syetan. Berbuatlah terus sambil terus istighfar, dan berdoalah kepada Allah agar ia membantu Anda mengikhlaskan niat.  Jangan lupa mempersiapkan materi “Da’I harus memiliki argument yang kuat untuk mendukung makna yang diutarakan dan harus memperhatikan kesesuaian argument dengan makna tersebut. Ia memiliki keluasan dalam memilih argumen, sebab ayat-ayat Al Qur’an, hadits-hadits Rasul, sirah Nabawiyah yang harum, dan sejarah Islam adalah argument yang kuat yang dapat digunaan untuk memperkuat pembicaraan.” (Musthafa Masyhur) Salah satu kebiasaan buruk murobbi yang sering dijumpai adalah tidak mempersiapkan materi. Merka tampil pontan. Mungkin merasa mad’u sudah tsiqoh (percaya) dengan mereka, sehingga tidak bakalan hengkang. Padahal Shakespeare pernah mengingatkan, “Brangsiapa naik panggung tanpa persiapan, ia akan turun panggung dengan kehinaan”. Hasilnya, mad”u mungkin tidak hengkang. Tapi penyajian materi terasa hambar, monoton dan tidak actual, karena tidak mempersiapkan sebelumnya. Akhirnya, mad’u lama kelamaan merasa bosan dan merasa tidak bertambah wawasannya. Mad’u jadi suka absent, atau paling tidak hadir tanpa antusias yang tinggi. Karena itu, persiapkanlah materi yang akan Anda sampaikan di halaqah. Persiapkan walau hanya sebentar (10 – 15 menit). Idealnya, persiapan yang perlu Anda lakukan minimal 60 menit, agar Anda dapat memper-siapkan materi lebih komprehensif. Siapkan dalil naqli (dalil dari Al Qur’an dan Hadits) dan aqli dalil secara rasional), data dan fakta terbaru, ilustrasi dan perumpamaan, contoh-contoh kasus, bahan humor, pertanyaan

yang mungkin diajukan, bahasa non verbal yang perlu dilakukan, metode belajar yang cocok dan media belajar yang diperlukan. Dengan persiapan prima, niscaya Anda akan tampil di halaqah bagaikan actor kawakan yang mampu menyedot perhatian penonton (mad’u).  Catat apa yang akan Anda bicarakan dengan mad’u “Dan hendaklah ia rapi dalam segala urusannya.” (Musthafa Masyhur) Selain mempersiapkan materi, hal yang perlu Anda persiapkan sebelum mengisi halaqah adalah mencatat apa yang akan dievaluasi, apa saja informasi dan instruksi yang akan disampaikan, atau siapa yang akan Anda ajak bicara tentang sesuatu hal. Dengan mencatat, Anda akan mengingat apa yang akan Anda bicarakan dengan mad’u. Tapi jika mengandalkan ingatan, Anda akan lupa karena saking banyaknya hal yang perlu Anda sampaikan kepada mad’u. Kelupaan tersebut dapat berakibat fatal, jika yang akan Anda bicarakan adalah hal yang penting dan mendesak. Anda mungkin terpaksa membicakannya di luar halaqah via telepon. Hasilnya, tentu tidak seefektif jika Anda sampaikan secara tatap muka di depan halaqah.  Persiapkan fisik Anda “Sesungguhnya badanmu memiliki hak atas dirimu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Lho, apa hubungannya fisik dengan murobbi? Persiapan fisik bukan berarti Anda sebagai murobbi harus gagah dan kekar seperti Ade Rai (seorang binaragawan) atau lemah gemulai seperti Cleopatra (ratu cantik dari Mesir Kuno). Tapi yang dimaksud persiapan fisik disini adalah seorang murobbi harus sehat dan segar, terutama menjelang mengisi halaqah. Jika tampang Anda lesu dan lelah saat mengisi halaqah, hal itu dapat berdampak pada suasana halaqah yang lesu seperti tampang Anda. Kelelahan sebelum mengisi halaqah juga dapat berdampak pada munculnya rasa malas dan jenuh. Misalnya, sebelum mengisi halaqah Anda sudah terlalu letih dengan berbagai aktivitas, sehingga ketika mau halaqah tinggal ‘capeknya doang’. Akhirnya, Anda jadi mengisi halaqah. Kemudian membuat seribu satu alasan untuk membenarkan ketidakhadiran Anda dalam halaqah. Hal ini, jika dibiasakan, tidak akan sehat bagi perkembangan halaqah Anda. Karena itu, hindari kondisi fisik yang terlalu lelah dan letih sebelum mengisi halaqah. Caranya, dengan istirahat yang cukup (jika perlu tidur dulu). Hindari aktivitas yang terlalu padat dan melelahkan sebelum mengisi halaqah. Kalau perlu, pindahkan sebagian aktivitas Anda ke hari lain agar waktu Anda lebih luang sebelum mengisi halaqah. Selain itu, agar jangan sering absent karena sakit, Anda perlu berolahraga secara teratur, juga istirahat yang cukup dan makan makanan bergizi.  Tingkatkan kepercayaan diri Anda “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatkan), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. 3:139).

Persiapan materi dan persiapan fisik tak akan banyak berarti jika Anda minder ketika mengisi halaqah. Semua yang akan Anda sampaikan jadi buyar. Rencana Anda jadi berantakan. Memang, kepercayaan diri yang tinggi amat penting ketika kita ingin berbicara di depan banyak orang. Bahkan kepercayaan diri yang tinggi dapat menutupi kekurangan kita(seperti tidak siap materi atau kellahan fisik). Oleh karena itu, tingkatkan kepercayaan diri Anda, terutama sebelum mengisi halaqah. Caranya dengan banyak mengingat-ingat kelebihan dan prestasi Anda, membayangkan kesuksesan yang akan Anda dapatkan, meyakini bahwa Anda lebih baik dari yang Anda kira, dan meyakini bantuan Allah kepada orang-orang yang berdakwah. Jika di tengah-tengah penampilan Anda mengisi hlaqah muncul perasaan gugup dan minder, buang jauh-jauh pikiran itu. Yakini bahwa hal itu merupakan godaan syetan. Yakini juga bahwa orang yang ada di hadapan Anda pasti memiliki kekurangan. Bahkan kekurangannya bahkan lebih banyak dari yang Anda kira. Kalau perlu, Anda bayangkan mereka dengan hal-hal yang lucu, anak-anak yang manja, remaja idiot, orang tua cerewet, kakek nenek ompong, dan lain-lain. Dengan membayangkan yang lucu, kegugupan Anda akan sirna. Kepercayaan diri Anda akan meningkat.  Belajarlah ‘rendah’ jadi murobbi dengan mad’u yang derajatnya lebih

“…dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.” (QS. 26 :215) Ada satu tips yang dapat dilakukan jika Anda merasa tidak PD (Percaya Diri) membina. Latihlah kepercayaan diri Anda dengan membina halaqah yang derajatnya lebih ‘rendah’. Misalnya, jika Anda mahasiswa dan belum PD membina mahasiswa, tangani lebih dulu anak-anak SMU. Kalau itu pun belum PD juga, cari mad’u yang lebih rendah lagi, yakni anak-anak SMP. Jika itu pun belum PD, cari mad’u anak-anak SD atau TK. Tentu pada saat menangani anak SD atau TK namanya bukan lagi halaqah, tapi TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an). Nah…jika nanti sudah PD menangani mad’u yang derajatnya lebih ‘rendah’, baru mencoba menangani mad’u yang derajatnya ‘sama’ (misalnya sesama mahasiswa). Bahkan jika PD sudah prima, Anda bisa menangani mad’u yang derajatnya lebih ‘tinggi’ daripada Anda. Misalnya, jika Anda mahasiswa, Anda berani membina lulusan sarjana atau menangani para eksekutif. Jadi, latihlah PD Anda secara berangsur-angsur, Insya Allah Anda akan menjadi murobbi yang PD membina. Ingat! Muhammad Ali menjadi petinju besar bukan karena langsung bertanding dengan petinju caliber dunia, tapi mulai dari menghadapi petinju kelas ‘kampung’. Karena itu, jika Anda kurang PD membina, carilah lebih dahulu sparring partner yang derajatnya lebih ‘rendah’ dari Anda.  Siapkan materi cadangan “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi…” (QS. 8:60) Ibarat tentara yang akan berperang membawa senjata cadangan, murobbi juga perlu demikian. Anda sebagai murobbi perlu menyiapkan materi cadangan. Mengapa? Kadangkala kondisi halaqah tidak sesuai dengan yang kita bayangkan. Misalnya, Anda berharap semua mad’u hadir tapi ternyata yang hadir hanya segelintir, sehingga Anda merasa sayang jika memberikan materi tanpa didengar oleh semua mad’u. Atau ketika Anda mengobrol dengan mad’u sebelum acara halaqah dimulai, ternyata ada masalah mendesak yang perlu segera diberikan solusi melalui taujih (pemberian materi). Atau karena sesuatu hal, waktu Anda menyampaikan materi menjadi sangat sempit. Nah!

materi cadangan adalah materi yang singkat. simpan materi dengan baik layaknya dokumen berharga.Pada saat-saat seperti itu materi yang Anda persiapkan mungkin kurang relevan lagi untuk disampaikan. murobbi mendapatkan materi secara estafeta dari struktur da’wah di atasnya. malah seringkali justru cepat juga minggat dari halaqah. 32:24) Sebagai murobbi. Dengan stock materi yang banyak. sehingga Anda perlu menyampaikan materi lain yang lebih cocok dengan perubahan situasi halaqah yang mendadak. Jangan cepat menyimpulkan dan jangan cepat putus asa terhadap mad’u yang terlihat lambat berubah. Anda harus mempunyai stock (persediaan) sabar yang banyak. di rumah. segera minta kembali. Jaga agar catatan atau file Anda tidak rusak dan hilang. sehingga ketika Anda membutuhkannya mudah mencarinya. sabarlah terhadap proses perkembangan mad’u. Selain sebagai persiapan untuk memberikan materi kepada mad’u. . Apalagi ‘memecatnya’ dari halaqah. Anda dapat membina mad’u selama bertahun-tahun. stock materi juga berguna sebagai bahan referensi untuk ‘meramu’ materi baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan mad’u. karena Anda tak tahan dengan polahnya. Justru mad’u semacam ini yang seringkali bertahan lama dalam halaqah dan lebih prospektif untuk da’wah di kemudian hari. Biasanya. mad’u yang di awal halaqah terlihat antusias dan cepat berubah. Nah…jika Anda mendapatkannya. Anda akan sering menjumpai mad’u yang terlihat lambat berubah. Jika ada yang meminjamnya. ia lebih banyak ‘menyumbang’ masalah daripada ‘menyumbang’ solusi. materi cadangan yang dipersiapkan lebih dari satu materi. Anda akan cepat kecewa.” (QS. Sebaiknya. stress. ia selalu rapi dalam semua urusannya. tapi ada juga yang lambat. Kepada mad’u yang lambat ini. Kalau perlu simpan di tempat khusus. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. mungkin malah puluhan tahun (jika perlu). Jangan cepat pesimis dan putus asa. Karena itu. praktis. sehingga tidak terkesan Anda ‘kehabisan’ materi. dan uring-uringan sendiri melihat berbagai polah mad’u yang seringkali tidak sesuai dengan harapan Anda.  Sabarlah terhadap proses perkembangan mad’u “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. stock materi disimpan dalam file-file sesuai dengan urutan pokok bahasan atau jenjang halaqah. Anda menghadapi manusia yang heterogen pemahamannya terhadap Islam. Disinilah pentingnya Anda menyiapkan materi cadangan. Sebaiknya juga. Jika pun bertahan. Terhadap mad’u semacam ini. Sebab jika tidak sabar. Ketika membina. Sebaliknya.”(Musthafa Masyur) Bagaimana agar Anda menjadi murobbi yang kompeten di mata mad’u ? Salah satu caranya adalah mempunyai stock (persediaan) materi yang banyak. Kalau bisa. Dalam realitanya. dan tidak terlalu banyak menggunakan dalil atau data. Anda jangan cepat menyimpulkan bahwa ia tidak prospektif. Ada yang cepat berubah (dan ini yang menggembirakan). Terutama sabar terhadap proses perkembangan mad’u. di tempat kerja dan kantornya serta semua urusannya. murobbi harus sabar menghadapinya.  Simpan stock materi seperti dokumen berharga “Begitulah hendaknya seorang akh.

” (QS. Jika kita berpikir akan gagal maka kegagalan akan datang di pelupuk mata. dan beriman kepada Allah. Angka 10 melambangkan optimimisme Anda yang besar terhadap mereka. II. jika pemimpin ingin merubah orang mulailah dari perubahan paradigma bahwa orang yang ia bina dapat berubah. Anda bisa bayangkan. maka seperti itulah yang akan terjadi. jika kita berpikir akan sukses maka kesuksesan akan menjelang. Karena itu beri angka 10 pada dahi mad’u Anda. jika seorang pemimpin pisimis anak buahnya akan berubah menjadi lebih baik. Yakin dan optimislah terhadap perubahan mad’u Anda kea rah yang lebih baik lagi. mengubah sikap dan perilaku Anda. dapat tumbuh berkembang menjadi orang-orang terbaik di masyarakatnya. Jika pikiran kegagalan masuk ke dalam kepala Anda. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. bagaimana orang buta seperti Abdullah Ummu Maktum ra. Anda yakin mereka akan berubah lebih baik lagi. Anda harus optimis mereka akan berhasil dibina. Sebaliknya. sebagai murobbi. Begitu pun sebaliknya. tapi seperti apa seharusnya. bukan angka 6. Anda perlu menanamkan keyakinan tersebut dengan kuat di hati sanubari Anda. Pandanglah mad’u Anda bukan seperti apa adanya. Rasulullah SAW adalah murobbi yang yakin akan sukses membina.” (Hasan Al Banna) Keberhasilan itu berawal dari pemikiran. 3:110) Apa maksudnya? Apakah maksudnya Anda memberikan angka 10 di dahi mad’u dengan spidol? Tentu saja bukan. dan orang yang dianggap hina.  Yakin akan sukses membina “Kami percaya bahwa tabir yang memisahkan antara kami dan keberhasilan hanyalah keputusasaan. Sebab menurut pakar kepemimpinan. Sebagai murobbi Anda harus yakin mad’u lebih banyak kelebihannya daripada kekurangannya. Sikap optimisme ini akan mempengaruhi perilaku Anda ketika membina mereka. Maksudnya. Beri angka 10 di dahi mad’u “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Semua itu tak bisa lepas dari keyakinan Nabi. jangan pesimis dan putus asa. Anda optimis mereka akan menjadi orang-orang sukses di kemudian hari. Anda harus yakin mereka bukanlah sembarang orang. Hilangkan keragu-raguan akan sukses. Karena itu jangan sepelekan akan keyakinan akan sukses sebelum Anda sukses membina. maka sikap dan perilaku Anda akan mengarah kepada kesuksesan. Semakin Anda yakin. Sebaliknya. Mengapa? Karena keyakinan. orang cacat seperti Abdulah bin Mas’ud ra. tapi calon pemimpin bangsa dan umat. disadari atau tidak. maka orang tersebut akan berubah sesuai dengan apa yang ia persepsikan. Syetan menginginkan agar umat ini tidak terbina dengan langkanya para dai dan murobbi yang sukses berdakwah. Anda selalu membayangkan mad’u dengan pandangan optimis bahwa mereka akn menjadi orang-orang besar kelak. Anggap itu sebagai godaan syetan yang ingin menggagalkan tekad Anda menjadi murobbi sukses. segera buang jauh-jauh pikiran itu. Sejarah mencatat Rasulullah berhasil mencetak orang-orang terbaik sepanjang masa. seperti Bilal bin Robbah ra. Jika Anda yakin akan sukses. TIPS MENINGKATKAN KREDIBILITAS . Ia tidak pernah merasa pesimis membina mad’unya. semakin besar peluang kesuksesan Anda. bahwa ia akan sukses membina mad’unya.

Anda juga akan bosan menghadiri halaqah karena harus mengulang-ulang materi yang sama. Oleh sebab itu.” (Musthafa Masyhur) Sebagai murobbi. Persis seperti profesi montir yang semakin terampil kalau berpengalaman. terutama bidang agama dan social. Anggap itu sebagai pengalaman berharga. Katakan Tidak Tahu Jika Tidak Tahu . Apalagi cepat menyimpulkan bahwa Anda tidak berbakat gara-gara sering gagal.” (QS. semakin ahli Anda membina. menghadiri forum-forum majelis ilmu. berdiskusi. Anda jangan seperti jalan yang dilalui kendaraan. Akhirnya. Bahkan mungkin suatu saat kelak Anda berhak mendapat gelar Ph. Disamping itu perlu juga memiliki wawasan pikir Islam. Percayalah! Semakin sering Anda membina berbagai kelompok halaqah (walau sering gagal). Mengapa? Karena pengetahuan Anda tidak bertambah.D (Pakar Halaqah dan Dakwah). sering-seringlah membaca buku tentang cara membina halaqah (seperti membaca buku ini misalnya) dan sering-seringlah berdiskusi antar sesama murobbi untuk tukarmenukar pengalaman. Anda hanya dilalui mad’u Anda. Jika pengetahuan Anda tidak bertambah. Hindari putus asa. Tambahlah pengetahuan Anda dalam berbagai bidang. semakin terampil Anda membina. Pelajari faktor-faktor kegagalannya untuk bekal membina di kemudian hari. Kelak kegagalan Anda akan semakin berkurang karena Anda semakin berpengalaman. mad’u terkagum-kagum dengan pengetahuan Anda.DAN WIBAWA Tambah Pengetahuan Anda “Seorang da’I harus mengetahui berbagai persoalan agama. Mungkin pada awal halaqah. Pengalaman sangat dibutuhkan dalam membina. janganlah kecewa. Cobalah terus membina walau sering gagal.3:137) Semakin tinggi ‘jam terbang’ Anda sebagai murobbi. jika tidak ingin ditinggalkan mad’u (seperti jalan yang dilalui kendaraan). Tambah Pengalaman Anda “ Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunah-sunah Allah. karena itu berjalanlah di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (Rasul-rasul). tapi lama-kelamaan kekaguman itu hilang. Mad’u hanya mendapatkan pengetahuan yang sama dari waktu ke waktu. Juga tambahlah pengetahuan di bidang yang sesuai dengan potensi Anda. Banyaklah membaca. karena ia akan selalu menghadapi berbagai persoalan agama dan penafsirannya yang dihadapi oleh para pendukungnya. Untuk mengakselarasi pengalaman Anda. Artinya. Mungkin ia akan lari dari Anda untuk mencari murobbi lain yang pengetahuannya lebih tinggi. agar dapat memandang semua persoalan dan kejadian dengan pandangan Islam dan menghukumnya dengan kaca mata Islam. ia jadi bosan dan tidak antusias untuk halaqah karena suasana terlalu monoton. tambahlah terus menerus pengetahuan Anda. dan lain-lain. mengikuti seminar. Jika Anda pernah gagal membina. karena pengetahuan Anda tertinggal dibandingkan mad’u.

” (HR. selalu menelaah sirah Nabawiyah dan sejarah Islam.33:72) Bila mad’u menyampaikan pertanyaan. terutama tentang hukum agama. bukan pejuang Islam. tapi jangan terlalu banyak. kesan sebagai pelawak. Anda akan tampak lebih kompeten. Hafal beberapa ayat/hadits ‘favorit’ “Karenanya. Agar tampak serius. Kredibilitas Anda bisa berkurang. Yakni ayat dan hadits yang sifatnya umum dan sering diungkap orang. Surah 21:107. Bahkan mungkin Anda sudah dipanggilnya dengan ‘stadz’. Percayalah! Jika Anda menjawab dengan jujur bahwa Anda tah tahu. hadits “ballighu “anni walau ayah. Mad’u yang tidak tahu bahwa Anda sebenarnya hanya punya hapalan yang itu-itu saja. 2:108. hafalkan saja beberapa ayat dan hadits ‘favorit’. maka hal itu tidak akan menjatuhkan wibawa Anda. Mereka akan lebih simpati lagi jika Anda kemudian mencoba mencari tahu jawaban pertanyaan tersebut dan kemudian menyampaikannya kepada mereka pada pertemuan selanjutnya. Misalnya. Di situ ia akan mendapatkan bekal bagus yang dapat membantu dakwahnya. innamal a’malu binniyyah. Lain kali. Bercanda itu seperti garam dalam makanan. yang Anda sendiri tak tahu jawabannya maka katakana saja secara jujur bahwa Anda tidak tahu. al akh da’I harus selalu bersemangat membekali diri dengan ilmunya. Dengan menghafal ayat dan hadits ‘favorit’ serta sering menyebutkannya di hadapan mad’u. jika Anda tak punya waktu untuk menghafal banyak ayat dan hadits. Seorang pejuang Islam harus serius karena ia sedang mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting. Perlu ada.“Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh. bahkan mungkin kaku dan angker.” (Musthafa Masyur) Anda ingin menjadi murobbi yang tampak kompeten? Hafalkan sebanyak mungkin ayat dan hadits. 2:120. sesekali boleh juga Anda bercanda dengan mad’u. Hal itu sama saja menjerumuskan mad’u pada pengetahuan yang salah. walau jawaban itu benar. Kekurangan Anda yang hanya hapal sedikit ayat/hadits akan tertutupi. tholabul ilmi faridhotun ‘alal muslim dan lain-lain. Anda mungkin dianggap ma’u kurang layak untuk .” (QS. Jangan sok tau untuk menjawab pertanyaan yang memang belum diketahui. murobbi jangan terlalu banyak bercanda dengan mad’unya. Jangan Terlalu Banyak Bercanda “Jangan berbantah-bantahan dengan saudaramu dan jangan bersendau gurau dengannya. Dan jika suatu ketika ia tahu jawaban Anda salah. Unsur serius harus melekatpada diri murobbi adalah perjuangan Islam. kredibilitas Anda di matanya akan jatuh. menghafalkan ayat-ayat Qur’an dan hadits Rasul semampunya.Tirmidzi) Murobbi mestinya dikesankan oleh mad’unya sebagai orang yang serius. ia akan ragu-ragu dengan jawaban Anda terhadap pertanyaan lain. jangan juga Anda sampai dikesankan mad’u sebagai orang yang terlalu serius. Namun. Anda perlu juga dikesankan oleh mad’u sebagai orang yang ramah dan supel. karena Anda jujur dan tidak sok tau. baik di dalam atau di luar halaqah. Untuk itu. 3:85. Sebab hal itu akan memberi kesan sebaliknya. Justru mereka akan simpati kepada Anda. Suatu hal yang keliru. Namun. Tsiqoh (kepercayaan)nya kepada Anda juga bisa goyah gara-gara Anda sok tau. jika Anda jarang menyebut ayat dalam penyampaian materi Anda.

sehingga Anda dapat lebih cepat dan tepat memahami mad’u. Upahku hanya dari Allah. informasi yang diekspos media massa tapi Anda mendapatkan informasi ‘bocoran’ yang berbeda. Namun perlu diingat.” (QS. yang dinamakan informasi eksklusif bagi setiap mad’ bisa berbeda-beda. dan mad’u mengetahuinya. ia akan sulit bersikap tegas karena kuatir mad’u tersinggung dan ‘mogok’ membayar. Jangan Mau Dibayar “Kalau bukan karena murid. Bukankah kamu saya yang bayar?” Jika murobbi dibayar. Bukan juga informasi itu berupa informasi amniyah. sebagaimna firman Allah mengisahkan Nuh as. guru ddan pemimpin) bagi mad’u.. aku tidak meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Sebaliknya. Jika informasi bohong yang Anda berikan. sahabat. Sebaliknya murobi tidak boleh! Mengapa? Jika murobbi menerima bayaran (honor) dari mad’u dapat dipastikan sikapnya akan sulit objektif dan sulit bersikap asertif kepada mad’u.” (QS. Oleh karena itu janganlah Anda meminta upah kecuali dari Allah ta’ala. Jika murobbi berperan sebagai Pembina (orang tua. Selain itu. Karena itu. Karena hubungan mereka . informasi tentang diri Anda yang belum banyak diketahui oleh orang lain. informasi yang menurut mad’u adlah amniyah (padahal tidak). dan informasi tentang rencana Anda terhadap halaqoh atau terhadap diri mad’u. “Wahai kaumku. Berikan Informasi Eksklusif “. mad’u akan merasa dipercaya oleh Anda. bahkan mungkin tidak saling mengenal. penceramah boleh mendapat honor ceramah. Bagi mad’u tertentu suatu informasi mungkin menurutnya eksklusif. Jika mad’u berbuat salah. tapi bagi mad’u lain mungkin tidak. Dengan memberikan informasi eksklusif. sehingga ia pun akan percaya kepada Anda. guru tidak akan mendapat pahala. informasi eksklusif bukanlah informasi bohong (isyu). Sebaliknya hubungan penceramah dengan mad’u sangat jauh. Jika ditegur mrobbi. 11:29) (Imam Al Ghazali) Murobbi beda dengan penceramah (ustadz). maka kredibilitas Anda akan turun. Hubungan murobbi sangat dekat dan berlangsung lama. mad’u juga akan meremehkan murobbi karena merasa membayarnya. Pemahaman yang tepat terhadap mad’u akan memudahkan Anda dalam membinanya. mungkin ia berkata (dalam hati). Jika itu yang Anda lakukan berarti Anda telah melanggar amniyah. “urusan apa Anda menegur saya. dan sifatnya sementara.Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. 61:13) Salah satu cara agar Anda cepat dipercaya mad’u adalah memberikannya informasi yang menurutnya eksklusif (istimewa). Dengan kepercayaan tersebut. ia akan lebih terbuka menyampaikan permasalahannya kepada Anda. hubungan murobbi sebagai qiyadah (pemimpin dakwah) dan mad’u sebagai jndi (tentara dakwah) juga akan sulit terealisir. Informasi eksklusif dapat berupa informasi yang jarang diekspos media massa. penceramah lebihberperan sebagai guru (ustadz) saja.membina mereka.

Dari sekian banyak keteladanan yang perlu Anda lakukan. Anda tidak tahu atau ragu menunjuk siapa nama yang cocok untuk seminar tersebut. maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu. mad’u Anda bertanya kepada Anda tentang bagaimana sikap kita terhadap orang kafir. Hal ini berbahaya. Apalagi jika mereka tahu Anda sebenarnya dapat hidup mewah. Ada kriteria dan batasannya. Berikan Keteladanan dengan Kesederhanaan “Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahanam. lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka : “Inilah harta bendamu ynag kamu simpan untuk dirimu sendiri. mad’u menerapkannya untuk segala situasi. dan kapan mengatakan tahu dengan tegas. sebab suara Anda sangat diperhatikan mad’u. Dalam kasus lain jika Anda ragu-ragu dengan pendapat Anda sendiri. Jika Anda sebagai murobbi hidup bermewahan. sulit bagi mad’u percaya bahwa Anda serius memperjuangkan nasib umat. tapi jangan sampai syetan memperdaya kalian.” (HR. tapi juga dapat menjerumuskan mad’u pada kesalahan. lalu dibakar dengannya dahi mereka.bukan berdasarkan kesadaran dan keikhlasan untuk mengikat diri dalam amal jama’I (aktivitas bersama). Namun karena Anda tidak merinci pendapat Anda ketika mad’u menanyakannya. Padahal tidak semua orang kafir perlu dimusuhi. Lalu Anda dengan tegas mengatakan bahwa mereka harus dimusuhi. kapan yang tidak. kapan juga mengatakan tidak tahu. Anda perlu memahami kapan saatnya berpendapat yang memerlukan rincian. Hati-hati Dalam Berpendapat “Ucapkanlah perkataan kalian. Karena itu. Namun jika Anda bersahaja. Inilah yang dilakukan Rasulullah SAW ketika mempengaruhi orang lain. mad’u akan percaya bahwa Anda tidak memperjuangkan diri sendiri. Jangan ceplas-ceplos. mad’u bertanya tentang siapa sebaiknya yang menjadi pembicara dalam seminar yang diadakan oleh halaqah. Kenepa? Sebab sikap sederhana sangat efektif untuk membuat orang menaruh rasa hormat kepada pelakunya. Sebagai contoh. Orang yang suka bermewahan identik dengan orang yang egois dan tidak solider terhadap penderitaan orang lain. Inilah contoh jika murobbi kurang hati-hati berpendapat. Mereka akan hormat dan segan dengan Anda. tapi berdasarkan pamrih (membayar dan dibayar). maka katakana padanya bahwa pembicaranya bisa siapa saja yang penting . sampaikan hal itu kepada mad’u sehingga ia tahu bahwa pendapat Anda itu belum final. bukan hanya mengurangi kredibilitas Anda sebagai murobbi. bermewah-mewahan membuat orang iri dan benci kepada pelakunya. Kesederhanaan merupakan daya magnet yang sangat kuat mempengaruhi orang lain. maka sikap sederhana merupakan pilar utamanya. sehingga orang berbondong-bondong masuk ke dalam Islam. Hal ini terutama jika mad’u sudah tsiqah (percaya) dengan Anda. Mad’u akan mengambil pendapat Anda sebagai pegangan baginya dalam pergaulan. jadikan keteladanan sebagai senjata utama mempengaruhi mad’u. Karena itu. pikirkan dahulu dengan matang apa yang akan Anda utarakan.” (QS. Abu Daud) Hati-hati dalam berpendapat. Tidak terlalu spesifik. Setiap bertemu orang kafir ia akan memusuhinya. bijaksanalah dalam berpendapat. Sebaliknya. jika pendapat Anda salah. Pendapat yang salah. Pikirkan juga dampak pendapat Anda terhadap mad’u. Atau katakana padanya dengan pendapat yang global. Ngomong dulu baru mikir. kalau mau. Sebelum berpendapat. Misalnya. 9:35) Keteladanan adalah cara ampuh mempengaruhi orang lain.

Sayangnya kelebihan itu sering tidak di manfaatkan oleh orang tersebt. atau melakukan hal – hal yang unik? Jika anda memiliki ketrampilan khusus (yang tidak berhubungan dengan syar’I ). Hilangkan bau badan anda dengan mandi dan memakai deodorant atau penghilang bau badan. jika suara anda merdu. Mad’u akan sulit konsentrasi jika bau badan anda tidak enak (apalagi menyengat). dan jenis makanan yang . Padahal bau badan yang kelihatannya sepele itu. bau badan seseorang lebih cepat tercium karena jaraknya yang berdekatan. sehingga ia cuek saja. Nah…jelaskan? Bau badan bisa menjadi persoalan besar. Jika setelah memakai deodorant. atau tahu tapi bingung memanfaatkannya atau bisa jadi malu memperlihatkannya pada orang lain. HATI-HATI DENGAN BAU MULUT ANDA “Rasulullah SAW tidak makan bawang merah. mengapa tidak bernasyid atau bersholawat di tengah penyampaian materi anda? Hal itu bukan hanya menjadi selingan yang menarik tetapi juga dapat menggugah kesadaran mad’u untuk lebih baik lagi. melukis. bawang putih.” ( QS.Dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat. instropeksi bau badan anda. Ia juga akan mendapatkan wawasan dan pengalaman baru dari ketrampilan anda. bau badan anda masih tidak enak. jika kelak pendapat Anda ternyata salah atau kurang tepat. gunakan it untuk menarik perhatian mad’u. Pernah ada iklan di televise tentang seorang atlit yang tidak jadi diwawancarai wartawan karena bau badannya menggangu. cari dan manfaatkanlah kelebihan khusus anda untuk menambah kredibilitas dan menarik simpati mad’u. Karena itu. JAGA BAU BADAN ANDA “Rasulullah SAW menyukai wewangian dan membenci bau yang tidak sedap “ (Imam Al Ghazali) Pernah tidak anda berdekatan dengan orang yang bau badannya tidak enak? Bagaimana rasanya? Anda tentu merasa terganggu bukan? Bahkan boleh jadi anda tidak bisa konsentrasi. Karena itu.kalau yang bau badannya nggak enak itu anda sebagai murabbi. menulis. Jawaban yang global ini untuk menjaga agar Anda tidak disalahkan oleh mad’u. Mad’u akan respek dengan anda karena anda memiliki kemampuan khusus yang mungkin tak dimilikinya.Nah….6 : 165 ) Anda bisa menyanyi? Anda bisa berpantun ria? Anda bisa melawak. konsultasikanlah masalah anda kepada dokter. dapat menjadi persoalan besar.Mungkin karena ia tidak tahu apa kelebihan dirinya. bermain sulap. Ia juga akan menilai anda sebagai orang yang kurang peduli terhadap kebersihan. MANFAATKAN KETRAMPILAN KHUSUS ANDA “…. Sebenarnya setiap orang memiliki kelebihan khusus. untuk mengujimu tentang apa yang diberikanNya kepadamu …. Mungkin ada gangguan kesehatan dalam tubuh anda.bagaimana dampaknya bagi mad’u?Di dalam halaqah. Bahkan lebih jauh ia bisa menilai anda jarang mandi! Sayang nya sering kali orang yang bau badannya menggangu tidak menyadarinya.cocok dengan tema seminar tersebut. Misalnya.

jengkol.” ( Imam Al Ghazali ) Selain bau badan. Misalnya. ‘Maksudnya Anda membuat md’u kecewa dan tidak simpati kepada Anda. Bau mulut juga menunjukkan ketidakpedulian terhadap kesehatan dan kebersihan. atau murobbi). Pemimpin pantang banyak mengeluh di depan orang yang dipimpinnya. oang lain. gagal . atau situasi sekitarnya. dan yang lain. Jangan banyaak mengeluh kepada mad’u kecuali sesekali. orang tua. “ (QS. Hal ini wajar. mulut juga perlu dijaga agar tidak mengeluarkan bau yang tidak sedap. Baik mengeluh tentang keadaan dirinya. bawang putih. Anda harus lebih sering terlihat optimis. jika anda ragu untuk memenuhi janji. maka janganlah Anda berjanji. memakai obat pengharum mulut.Misalnya. Sebelum Anda merubah orang lain ke arah yang lebih baik. mengeluhlah kepada orang –orang tertentu saja yang dapat dipercaya (misalnya suami atau istri. Sebab Anda adalah pemimpin bagi mereka. Ingat! Anda adalah murobbi yang ingin merubah orang lain ke masa depan yang lebih baik. jika Anda berjanji. Anda sendiri harus optimis bahwa masa depan Anda lebih baik. Sejarah akhirnya membuktikan barisan orang optimis itu berhasil mengalahkan berbagai rintangan untuk menuju cita-citanya. Optimis juga bahwa apa yang anda bawa (dakwah ) juga akan sukses.. terutama sebelum mengisi halaqah. Anda perlu menghindari makanan yang membuat mulut berbau tidak sedap sebelum bertemu mad’u. menghindari makan pete. Rasulullah SAW berhasil dalam dakwah karena ia juga orang yang optimis. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah…” (QS. dan lain-lain. Ia juga berhasil menularkan jiwa optimisnya kepada para sahabatnya sehingga mereka optimis juga. Misalnya. Melanggar janji juga tanda orang yang kurang dewasa dan munafik. Mulut yang bau akan membuat mad’u enggan berdekatan dengan anda. Nabi Muhammad SAW juga memperhatikan bau mulut. sahabat. mengeluhkan tentang keadaan dirinya yang banyak kekurangan. Karena itu. Sama seperti bau badan. sebab orang yang suka mengeluh menunjukkan orang tersebut frustasi. sering kali orang yang bau mulutnya tidak sedap sering tak menyadarinya.70 : 19 – 20 ) Jika Anda terlihat sering mengeluh di depan mad’u maka mereka akan pergi dari Anda. Apalagi . JANGAN BANYAK MENGELUH DI DEPAN PESERTA (SELALU TERLIHAT OPTIMIS ) “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. PENUHILAH JANJI ANDA “……. dan pesimis terhadap masa depan. dalam sebuah hadist. dan memperhatikan apa yang anda makan. makanan yang berbau amis. Jika Anda melanggar janji berarti Anda melakukan ‘ penarikan. Jika pun Anda ingin mengeluh. Jagalah bau mulut anda agar terhindar dari bau yang tidak sedap dengan menggosok gigi. yakni kejayaan islam.17 : 34) Penuhilah janji Anda. mengeluhkan tentang orang lain yang menyakiti dirinya. mengeluhkan kondisi sekarang yang sulit mencari uang.Sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggung jawabannya. Orang tidak suka dengan mereka yang sering mengeluh.nabi melarang orang yang habis makan bawang putih pergi ke masjid untuk sholat jamaah sebelum baunya hilang.berbau tidak sedap.

Atau malah menegurnya karena telah melakukan ghibah. Mereka akan berpikir bahwa jika mereka tidak disenangi murobbi pasti akan diperlakukan sama dengan dijelek-jelekkan di depan mad’u lain. Ingat! Anda bukan mandor yang tugasnya ngomel melulu. Lebih suka menggunakan bahasa sindiran atau pertanyaan. maka jangan Anda jelek-jelekkan ia di depan mad’u lain. Misal ia tidak hadir pada halaqah. dan jika tidak ada pada dirinya maka sungguh kamu tela menyebutkan hal yang dusta tentang dirinya “ ( HR. maka mereka akan menjaga jarak dengan mad’u tersebut. . hubungan mereka menjadi renggang. Muslim) Jika Anda merasa kecewa atau kesal dengan mad’u. Karena itu jika Anda kurang suka dengan prilaku mad’u.dan tanpa paksaan. Anda mengaitkan ketidakhadirannya dengan perilakunya yang tidak Anda senangi. Anda menyampaikan hal itu di depan halaqah. Nabi SAW bersabda. Jika mad’u lain yang mendengar Anda menghibah mad’u lain dan setuju pendapat Anda. JANGAN MENJELEK-JELEKKAN MAD’U DI DEPAN MAD’U LAIN “ Tahukah kalian apa itu ghibah? Mereka menjawab. Muslim) Murobbi yang baik adalah murobbi yang tidak mengumbar kemarahan. Selain itu juga mencerminkan kekerdilan jiwa. Hal ini selain termasuk ghibah juga dapat membuat mad’u yang Anda jelek-jelekkan menjadi antipati terhadap Anda. Mengumbar kemarahan hanya akan membuat Anda tampak tak berwibawa di hadapan mad’u. maka janganlah terpancing. tetapi orang yang dapat mengendalikan dirinya pada saat marah “ (HR. dan anda betul-betul akan memenuhinya.”Kamu menyebut saudaramu dengan hal yang tak disukainya. mad’u lama-lama juga akan kecewa dan tidak simpati lagi kepada Anda. “ Jika apa yang kau katakana itu ada pada dirinya maka sungguh engkau telah menggunjingnya. Hal ini lebih baik dampaknya dan lebih membuat mad’u respek dengan Anda. Akhirnya. Dampak selanjutnya. Allah dan rasulNya yang lebih mengetahui.Namun anda adalah Pembina yang mengajak orang lain ke arah islam. Jikapun ingin marah. “Orang yang tidak bisa dikalahkan oleh siapapun. Namun jika Anda sering melanggar janji. Mad’u yang mendengar Anda menjelek-jelekkan mad’u lain juga akan merasa murobbinya suka ghibah.terlalu sering ‘mengobral’ janji hanya karena ingin memberi harapan kepada mad’u. Jika ada mad’u yang mencoba memancing Anda untuk menjelek-jelekkan mad’u lain. jika menegur. jika anda berjanji lagi. misalnya dengan wajah memerah. Seorang Pembina tentu saja perlu mendidik anak didiknya secara lema lembut. JANGAN SUKA MENGUMBAR KEMARAHAN “Siapakah yang kalian anggap perkasa? Kami menjawab.” Bukan itu. Nabi SAW bersabda. marahlah dengan bahasa non verbal (bahasa tubuh ). daripada mengumbar kmarahan. “Bagaimana jika apa yang aku katakana itu ada pada diri saudaraku itu?” Nabi SAW menjawab. Aanda berpikir pelanggaran janji Anda akan dimaklmi mad’u karena Anda banyak membantu mereka. Hubungan Anda dengan mad’u yang Anda jelek-jelekkan juga menjadi kurang harmonis. mad’u tidak akan percaya lagi karena Anda dianggapnya pembohong (orang yang suka melanggar janji ).”Ditanyakan. lebih baik Anda dekati mad’u lalu bicarakan ketidaksukaan Anda secara empat mata dengannya. Lebih baik Anda diam. Mungkin.

III. Ternyata tidak! Jika senyum itu adalah senyum yang tulus. karena mengagumi pembicaraan mereka dan melibatkan dirinya dengan mereka.ingat pengalaman masa lalu yang lucu. Sebaliknya. Senyum yang datang dari hati Anda. Namun sebenarnya senyum akan datang dengan sendirinya jika Anda mempunyai falsafah hidup sersan yaitu serius tapi santai. tapi dengan tekanan kata yang membekas pada perasaan.” Artinya kata.termasuk di depan mad’u lain. Bagaimana jika mad’u tetap tidak mengerti dengan teguran halus? Apakah sebagai murobbi kita harus marah dengan mengumpatnya? Jawabannya tidak! Kita tetap tidak boleh mengumpatnya. membaca buku humor. Selain membuat ia merasa tidak dipermalukan. Jika hanya sekedar senyum lipstick yang dipaksakan. Senyum akan melelahkan jika bukan dari hati Anda. Bukhori dan Muslim ) Jangan suka menegur mad’u di depan umum. Sebaliknya jika Anda sering mengumbar teguran di depan umum. Bersamaan dengan itu. Hal yang juga perlu diingat.Caranya bisa dengan mengingat. Hal itu sama sekali tak baik. Orang yang susah senyum itu sering kali . Ini adalah salah satu tips untuk membuat mad’u hormat kepada Anda. Karena ia menanggap Anda memperhatikannya dan mau menegurnya dengan cara terhormat. angina yang keras dapat membuat orang terlempar. JANGAN TEGUR MAD’U DI DEPAN UMUM “Semua umatku dimaafkan kecuali orang yang blak-blakan. kata Anda. maka mad’u akan merasa dipermalukan oleh Anda.lho!). Hal yang lebih baik adalah jika Anda menegur mad’u secara empat mata. senyumlah! Senyumlah sepanjang Anda beartemu dengan mad’u Anda.TIPS MENARIK SIMPATI MAD’U SENYUMLAH “Rasulullah adalah orang yang paling banyak senyum dan tertawa di hadapan para sahabatnya. menggoyang-goyangkan badan (tapi jangan di depan mad’u. kata-kata yang keras dapat membuat orang tersinggng dan akhirnyapergi meningalkan kita. atau tangan yang terkepal. Menegur mad’u di depan umum juga tidak dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama kita. “Wah…itu capek!”. atau dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan sebelum bertemu mad’u. membayangkan kebaikan-kebaikan mad’u. Kita harus sabar dan tetap lemah lembut menasehatinya. membayangkan sesuatu yang lucu.pandangan mata yang menunjukkan ketidaksenangan.” (HR. bahasa verbal Anda tetap terkendali dan lembut.kata yang lembut dapat membuat orang lama kelamaan menjadi sadar. “ (Imam Al Ghazali ) Tidak ada cara yang paling mudah dilakukan untuk menarik mad’u kecuali dengan senyum. ia juga akan lebih mendengarkan teguran Anda. Karena itu. Pepatah mengatakan “Angin yang lembut dapat membuat orang teridur.senangkanlah hati Anda. jangan sekali-kali Anda mengumpat atau mencaci mad’u. Nabi Muhammad SAW sendiri tak pernah mencontohkannya. Lalu gimana senyum yang tulus padahal hati lagi ngambek? Senang.

Tarmizi ).SERINGLAH MEMUJI MAD’U ‘’ Hai orang. Sering-seringlah Anda mencela mad’u jika ingin melihat semangatdan kinerja mereka menurun. anda memberikan kesempatan bagi masing. maka pujilah ia dengan segera. Setelah itu katakana padanya dengan tersenyum. Jangan pelit memuji mad’u tapi pelit-pelitlah mencela mad’u. Mungkin dari situ kesadaran akan muncul. Jika ia bertanya atau menyangga pendapat anda berikan penjelasan hanya sbayak dua kali. sehingga baginya no time for senyum HINDARI PERDEBATAN “Tidaklah sesat suatu kaum setelah Allah menunjuki mereka kecuali karena mereka melakukan perdebatan”. SERING. Jika sudah berdebat.karena ia terlalu serius dengan hidup. …. Pujian yang terlalu umum kurang efektif untuk meningkatkan kinerja mad’u. Hal ini agar mad’u dapat mengintrospeksi diri mana perbuatannya yang dipuji dan mana yang tidak. ( H. Dengan meninggalkan perdebatan. celaan membuat orang sakit hati dan merasa tidak dihargai.masing pihak malu untuk mengakyi kesalahannya. biasanya masing. jangan ladeni prdebatan walau anda merasa benar. hingga akhirnya dapat menurunkan semangat dan kinerja. tidak terlalu umum. tidak berlebih-lebihan. Sering kali kesadaran untuk menerima pendapat yang berbeda muncul belakangan setelah meninggalkan perdebatan. Lalu alihkan pembicaraan ketopik yang lain. Terlalu serius menghadapi masalah. Senyumlah dan beralih ke pembicaran lain. sehingga akan termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya. Misalnya. jangan memuji mad’u dengan ucapan “Pekerjaan kamu bagus”.R. Pujian membuat orang merasa dihargai. dan spesifik. Malah membuat sakit hati pihak yang melakukannya.49 :11) Pujian lebih baik dari pada celaan. Pujian yang terkesan basa-basi dan berlebihan tidak akan bermanfaat untuk meningkatkan semangat dan kinerja mad’u. sehingga mereka menjadi keras kepala.orang yang beriman. “Mungkin kita perl mempelajari masalah ini dengan lebih jauh lagi.masing pihak mengevaluasi pendapatnya.’’ .Pujian juga perlu disampaikan dengan spesifik. Tentu saja pujian yang disampaikan adalah pujian yang tulus. janganlah satu kaum mengolok. Sering-seringlah Anda memuji mad’u jika ingin melihat kinerja mad’u meningkat. Atau suka menyangga pendapat anda padahal anda telah memberikan penjelasan balik. Ia suka bertanya yang bila jawabannya kurang memuaskan dibantahnya. Cara menghadapi mad’u yang suka mendebat adalah dengan tidak melayaninya. Anda perlu jeli membaca peluang untuk memuji mad’u.olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) itu lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan). Mungkin malah akan membuat mad’u tersinggung. Kadang kala anda mendapatkan mad’u yang suka berdebat.” (QS. Karena itu. Sebaliknya. tapi lebih baik dengan ucapan “ Pekerjaan kamu membuat proposal kemarin bagus. Setiap ada kesempatan yang anda lihat cukup layak untuk memuji mad’u. Mari jadikan ini sebagai pekerjaan rumah bersama “.

JENGUK MAD’U JIKA TERTIMPA MUSIBAH “Siapa yang dikehendaki Allah mendapat kebaikan maka Dia memberinya musibah. Bukhori) Jika mad’u atau keluarganya tertimpa musibah.aqiqah anaknya.Namun. Selain diwajibkan dalam islam. maka tentu aku akan mendatanginya dan andai dihadiahkan padaku kikil tentu aku akan menerimanya (HR. ia akan merasa lebih simpati kepada Anda. kita bersamanya dan memanfaatkannya. Jangan heran jika suatu ketika ia mengecewakan Anda. “Andaikan aku diundang untuk menghadiri (jamuan) kikil (tulang tangan dan kaki). kehadiran Anda sangat penting dan berarti. jangan terus menerus Anda tak bisa hadir pada undangannya.Kita jangan jadi murobbi tipe ‘habis manis sepah dibuang’ Ketika mad’u suka. Inilah cara pemimpin menanam bdi kepada anak buahnya. BILA SALAH “Harta tidak akan berkurang karena sedekah. Namun ketika ia berada dalam duka. kita biarkan ia menanggungnya sendirian. Mungkin Anda merupakan satu-satunya tamu istimewa yang diharapkan kehadirannya oleh mad’u. atau acara penting yang dilakukan keluarganya. Hal itu dapat membuat ia merasa kurang dipedulikan oleh Anda. ia akan merasa kecaewa dengan Anda. JANGAN SUNGKAN MEMINTA MAAF.” (HR. maka sempatkanlah waktu Anda untuk menjengknya. Bagi mad’u. Bukhori) Jika mad’u mengundang Anda untuk menghadiri acara yang berhubungan dengan kepentingannya. Jika Anda tak punya banyak waktu untuk menghadiri undangan mad’u. JIKA DIUNDANG MAD’U. dan tidaklah seseorang bersikap tawadhu’ . hadirlah pada acara walimahnya. tasyakuran yang diselenggarakan olehnya. Misalnya. dan Anda kaget mengapa demikian Persoalannya. Wajar jika suatu ketika ia mengecewakan Anda. Namun.ya itu tadi …Anda sering mengecewakannya. Dan jika Anda sama sekali tak bisa menghadiri undangannya. berilah kabar dan sampaikan permintaan maaf Anda. Jika Anda sering tak menghadiri undangannya. maka hadirlah sebentar saja. Sekedar ‘setor muka’ saja. Karena itu. Mad’u akan terkesan dengan kehadiran Anda dan mungkin akan diingatnya sepanjang jalan kenangan (maksudnya lama sekali) Ia juga akan merasa berhutang budi dengan Anda karena Anda memperhatikannya. maka hadirlah. menghadiri ndangan mad’u juga akan membuat ia menghargai Anda. Cara ini patut Anda tiru. Apalagi jika Anda dapat memberikan bantuan tenaga atau dana. Allah tidak menambah kepada seseorang yang memaafkan kecuali dengan kemuliaan. seperti kematian. Kehadiran Anda pada saat mad’u tertimpa musibah jauh lebih berarti dari pada kehadiran Anda pada saat memenuhi undangannya. pujian tak perlu Anda sampaikan jika Anda yakin niat mad’u ntuk berbuuat hanya ingin mendapat pujian dari Anda.dengan alasan apapun. sakit atau kecelakaan. sempatkanlah waktu Anda untuk menghadiri undangannya. HADIRLAH .

kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman dan kalian tidak beriman sehingga saling mencintai. Abu Daud dan Tirmidzi ) . Tanyakan saja kabarnya. jika Anda segera minta maaf. Waktu menghubungi juga tergantung keluangan Anda. Muslim) Jika Anda melakukan kesalahan pada mad’u.”Sebarkan salam di antara kalian” (HR. Misalnya. Meminta maaf adalah cermin kedewasaan seseorang. Misalnya. besok si B. jangan malu meminta maaf. Sebagai murobbi yang baik.melainkan pasti Allah pasti mengangkat derajatnya. Muslim) Gunakan kemajuan teknologi komunikasi untuk bersay “hello” dengan mad’u. Anda perlu membuang jauh.jauh penyakit gengsi ini. Apalagi jika murobbi merasa tidak ada kepentingan untuk menghubungi mad’u. Mad’u juga akan lebih menghargai Anda. Anda tahu istrinya baru saja pulang dari rumah sakit.Jika jumlah mad’u Anda banyak. Ia mungkin takut gengsinya jatuh kalau meminta maaf pada orang lain. Insya Allah jika Anda mengikuti tips ini secara rutin maka mad’u akan merasa diperhatikan oleh Anda. Padahal ia jelas-jelas salah. besoknya lagi si C. Sebaliknya tidak mau meminta maaf atas kesalahan yang diperbuat merupakan cermin kekerdilan jiwa seseorang. misalnya dengan mengirimkan pesan melalui SMS. hari ini Anda menghubungi si A. SMS. maka Anda bisa membuat jadwal untuk menghubunginya. Justru wibawa Anda akan meningkat. Cukup 1-2 menit per mad’u . Maukah kalian aku beritahukan tentang amal perbuatan yang apabila kalian lakukan pasti kalian saling mencintai?” Para sahabat menjawab. Tak perlu Anda ikuti perilakunya. maka hendaklah ia memberitahukannya. Bisa pagi sebelum berangkat kerja. Anda juga meminta maaf jika kuatir perbuatan atau perkataan Anda salah atau menyinggung perasaan orang lain. Sering meminta maaf juga akan membuat dosa Anda diampuni oleh Allah. Bisa juga ketika Anda menunggu sesuatu. Kadang kala murobbi tertimpa penyakit ‘gengsi’ untuk menghubungi mad’unya lebih dulu. jika salah. Apalagi bersay ‘hello’ dengan mad’u juga tidak perlu waktu banyak.”HELLO” MELALUI TELEKOMNIKASI “Demi Zat yang diriku berada di tanganNya.” ( HR. Jangan sungkan dan gengsi untuk melakukan tips ini. SEMPATKAN UNTUK BERSAY.” Nabi SAW bersabda. “Tentu wahai Rasulullah. Namun jika Anda mempunyai bahan pembicaraan maka itu lebih baik lagi.” (HR.panjang menanyakan kabarnya dan tak perlu menunggu bahan pembicaraan untuk menghubunginya.”Assalamualaikum. dan daripada bengong. Murobbi yang semacam ini akan terkesan angkuh. Memang ada murobbi tertentu yang tidak mau meminta maaf atas kesalahannya. dan seterusnya. Gimana kabar antum hari ini? “ Tak perlu Anda berpanjang. Segeralah meminta maaf tanpa ditunda dan tanpa takut kredibilitas Anda akan jatuh. Tanyakan kabarnya melalui telepon. lebih baik menghubungi mad’u via telekomunikasi. Padahal islam dan Nabi Muhammad SAW mengajarkkan kepada kita untuk meminta maaf. Pokoknya nggak ada ruginya dech meminta maaf. 36 KATAKAN SESERING MUNGKIN ‘ I LOVE YOU ’ “ Apabila salah seorang diantara kamu mencintai saudaranya. Bahkan sebaliknya. Bisa malam setelah Anda pulang kerja. atau e-mail. Anda dapat menanyakan kabar istrinya melalui via telepon.

saya sering memikir Antum’. Hubungan mad’u dengan murobbi jadi kaku dan formalistic. Kata-kata seperti itu sungguh sangat berarti bagi mad’u dan mempertebal keyakinanya bahwa Anda betul-betul mencintainya. begitu kata Anda. Misalnya. sehingga ada kesan yang lama untuk mengenangnya. Anda bukan murobbi seperti itu. Bkhori dan Muslim) Lakukan silaturrahmi ke rumah mad’u agar ia merasa diperhatikan. Nikmatnya ukhwah pun jadi sulit dirasakan. Namun. Bisa-bisa hal itu ditafsirkan lain oleh mad’u. bisa di dalam atau di luar halaqah.Ah……cara ini tak lazim dan terlalu romantis. Anda juga dapat memberikan hadiah kepada mad’u pada acara-acara penting mad’u. Sedang hadiah sebagai tanda ungkapan cinta diberikan kepada seluruh mad’u tanpa pilih kasih.’ Misalnya. Anda juga bisa mengenal keluarganya dan mengenal kondisi rumahnya. ada murobbi tertentu yang gengsi mengucapkan kata-kata cinta kepada mad’unya. Biasanya ‘I love you’ hanya diucapkan kepada kekasih. Waktu untuk memberikannya juga bisa kapan saja. tahukah Anda bahwa Rasulullah SAW sering mengungkapkan kata-kata ‘I love you’ kepada para sahabatnya? Mengapa kita tidak membudayakan sunnah Rasul ini? Jika Anda malu karena tak lazim. aqiqah. Hadiah yang diberikan juga tidak usah terlalu mahal (kecuali jika Anda mempunyai dana). ketika mad’u walimah. Sebaiknya hadiah yang diberikan berupa barang tahan lama.atau ‘saya ingin Antum menjadi orang baik’.baik berupa penghargaan maupn tanda cinta. Misalnya. Namun jika di dalam halaqah sebaiknya semua mad’u mendapatkannya agar tidak ada yang iri (kecuali untuk hadiah yang berupa penghargaan). SILATURRAHMI KE RUMAH MAD’ U “Siapa yang ingin dipanjangkan jejak pengaruhnya dan diluaskan rezekinya maka hendaklah ia menyanbung kasih sayang (silatyrrahmi). yang pasti lawan jenis. Memang. AlBaihaqi) Berikan hadiah kepada mad’u secara tulus. Tempatnya juga bisa di mana saja. Dengan silaturrahmi ke rumahnya. Bisa juga hadiah yang diberikan berupa oleh-oleh setelah Anda pulang dari luar kota (negeri).” (HR. Memang. mengatakan cinta kepada seseorang (apalagi sesame jenis) tak lazim dalam budaya kita. mungkin Anda bisa memulainya dengan kata-kata semisal ‘I love you.kan? BERIKAN HADIAH KEPADA MAD’ U “Hendaklah kalian saling memberi hadiah pasti kalian akan saling mencintai” (HR. . Fungsinya sebagai penghargaan bagi mad’u yang berprestasi dan motivasi bagi mad’u yang tidak mendapatkan hadiah untuk meningkatkan prestasinya. Hadiah ini tidak diberikan kepada seluruh mad’u. Tidak perlu menunggu momen tertentu. tetapi hanya kepada mad’u yang berprestasi dalam suatu hal. kelulusan sarjana. dengan mengatakan ‘saya peduli dengan Antum’.Caari sebab atau konteks situasi di mana Anda dapat mengucapkan kata-kata itu dengan tulus. Bahkan mennjukkan ekspresi sayangnya saja sulit banget. Murobbi seperti ini terlalu cool dan kurang ekspresif. Hadiah berupa penghargaan adalah hadiah yang diberikan kepada mad’u karena prestasi tertentu. dan lain-lain. Katakan bahwa Anda mencintai mad’u dengan tulus. Semua itu berguna untuk mengenal mad’u lebih jauh lagi. jangan tiba-tiba Anda mengatakan ‘I love you’ kepada mad’u tanpa ada juntrungan apa-apa. tanpa terkesan basa-basi.

Hal ini akan berdampak pada tumbuhnya kepercayaan terhadap Anda. Namun sesekali Anda perlu melakukan ‘sidak’ (inspeksi mendadak) ke rumah mad’u. bila Anda jadi sahabatnya. peran apa yang sebaiknya sering dilakukan? Peran sebagai sahabat. mengucap terima kasih. Contoh ‘setoran’ adalah menepati janji.3:103) Jika murobbi itu pemain film. maka mad’u akan kecewa dan tidak percaya terhadap Anda. murobbi memiliki peran yang banyak. TEMPATKAN DIRI ANDA SEBAGAI SAHABAT MAD’ U “…lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara…’ (QS. Hal ini agar Anda dapat mengenal dirinya apa adanya. meminta maaf. meminjamkan atau memberikan sesuatu. tidak tahu berterima kasih. Namun jika Anda mengunjunginya tanpa memberitahunya lebih dulu.ia “ merekayasa lingkungan”sehingga yang tampak manisnya saja. tapi rajin melakkan tindakan kebaikan yang dapat membuat mad’u merasa simpati kepada Anda. Memang. Namun peran yang lebih menonjol ditampilkan seharusnya peran sebagai sahabat. yaitu sebagai sahabat. mungkin Anda akan mengetahi suasana asli dan hal-hal yang tak terduga. Jika Anda rajin memberikan setoran. Peran ini adalah peran ‘asli’ anda. Misalnya. Setoran yang diberikan secara pamrih akan membuat mad’u merasa ada udang di balik batu. orang tua. Peran sebagai sahabat juga lebih ditonjolkan Nabi saat beliau berinteraksi dengan sahabatnya(istilahnya saja sahabat bukan murid Nabi) PANDANGLAH WAJAH MAD’ U “Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya dan tidak(pula) . Hal ini bermanfaat dalam mengenal karakter asli mad’u. Bisa juga Anda sendiri janjian dengan mad’u untuk ke rumahnya (bisa mengajak istri dan anak. peran sebagai guru dilakukan saat anda memberi materi. Bisa sebagai salah satuprogram halaqah ( Anda dan mad’u mengunjungi rumah mad’u secara bergilir). jika Anda disadari atau tidak sering melakukan ‘penarikan’ (seperti tidak menepati janji. dan pemimpin. 28:77) Yang dimaksud ‘setoran’ disini bukan berarti Anda rajin menyetor uang kepada mad’u. Mengapa peran sahabat yang perlu Anda tonjolkan? Sebab peran ini membuat mad’u lebih dekat dan akrab dengan Anda. angkuh. peran pemimpin dijalankan saat anda memberikan atau instruksi kepada mad’u. guru. Sebaliknya. secara otomatis mad’u akan merasa simpati dan berhutang budi kepada Anda. Ukhuwah lebih nikmat rasanya. dan lainnya. Mungkin saja kalau janjian. Namun perlu diingat bahwa setoran harus diberikan secara ikhlas tanpa pamrih. sehinggga bukan simpati yang Anda dapaatkan malah antipati. peran orang tua dilakukan saat menegur mad’u. Perasaan dekat membuat ia lebih terbuka dengan Anda. memenuhi harapan. kalau punya). Sedang peran lainnya hanya digunakan pada momen tertentu. memberikan pertolongan.Lebih jauh lagi bermanfaat untuk bahan evaluasi perkembangan mad’u. BUATLAH ‘SETORAN’ SEBANYAK MUNGKIN “… Dan berbuat baiklah (kepada orng lain) sebagaimana Allah telah berbuat berbuet baik kepadamu…” (QS. tidak mau menolong). membuyarkan harapan.Anda dapat melakukan silaturrahmi ke rumah mad’u dengan berbagai cara.

Islam menganjurkan setiap muslim (sesama jenis) untuk sering berpelukan dan berjabat tangan. Mungkin juga karena kebiasaan yang kronis. terutama ketika menyampaikan materi. kebawah atau matanya menerawang entah kemana. Memang. Ia akan tetap merasa Anda memandangnya.20. Misalnya. Tapi Anda kehilangan satu peluang untuk menarik simpati mad’u. Juga membuat mereka merasa lebih diperhatikan oleh Anda. jika Anda minder atau tidak biasa memandang wajah mad’u.53:17) Sering-seringlah Anda memandang wajah mad’u. Terutama ketika bertemu dan berpisah dengannya. ngantuk. BIASAKAN BERJABAT TANGAN DAN MEMELUK MAD’U “Sesungguhnya kaum muslimin apabila bertemu lalu berjabat tangan maka dosa-dosa keduanya rontok “ (HR Abu Daud dan Tirmidzi) Lain rasanya kalau kita dapat berjabat tangan dengan seseorang apalagi sampai berpelukan. Anda telah mennjukkan empati kepadanya. Ia memandang keatas. Pandang juga wajah mad’u ketika Anda berbicara kapan saja dan dimana saja. Peluklah dan jabatlah tangannya dengan erat dan hangat. BANTU KESULITAN KEUANGAN MAD’ U WALAU SEDIKIT “ Tangan di atas (membantu) lebih baik dari pada tangan di bawah (menerima bantuan)” (HR. Memang uang itu kecil jumlahnya dan tidak mencukupi kebutuhannya. Padahal.200. Anda harus sering memandangnya. Terutqmq mad’ u yang berasal dari kalangan menengah ke bawah.” (QS. Namun. bila Anda menyampaikan materi pandang wajah mad’u Anda. karena Anda meski berkekurangan masi mau membantunya. mungkin mad’u akan memakluminya. Beliau sering berjabat tangan dan memelu. Sebagian murobbi memiliki kebiasaan tidak memandang mad’unya ketika mengisi materi. Jangan tanggung dan terkesan basa-basi.tapi bagi mad’u sangat besar artinya. Jika Anda orang berada. Mulai sekarang. Dampaknya mad’u jadi kurang serius mendengarkan. Apalagi ketika ia dirundung masalah dan curhat kepada Anda. Jika Anda hanya mampu memberikan bantuan sebesar Rp. Anda dapat membantunya dengan uang berapa saja. Bukhori dan Muslim) Sebagai murobbi. bantulah ia dengan uang sekedarnya. Niscaya mad’u tidak tahu bedanya. Salah satu kesulitan yang mungkin terjadi pada mad’u adalah kesulitan keuangan. Anda perlu sering berjabat tangan dan memeluk mad’u. Mengapa? Karena hal itu akan menambah keakraban dan kasih sayang. Mungkin gengsi kalau mendahuluinya. Pandanglah wajah mereka secara acak dan agak lama hal ini akan membantu konsentrasi mad’u dalam mendengarkan pembicaraan Anda. Ia akan simpati kepada Anda. Pandang mereka dengan penuh rasa percaya diri dan ramah. Nabi Muhammad SAW juga berjabat tangan atau memeluk sahabatnya. ada murobbi yang minta didahului ketika berjabat tangan atau memeluk mad’unya. Jika Anda tak pernahmembantu kesulitan keuangan mad’u dengan alasan tidak mampu. Mungkin juga ia tidak PD kalau memandang mad’u.000 berikanlah dengan ikhlas. Cara semacam itu jangan ditiru. ia yang mengawali dan mengakhiri. dan merasa kurang diperhatikan. Sebagai murobbi. pandanglah batang hidung mad’u bagian atas. Dengan begitu. Kenapa hal itu terjadi? Mungkin ia sedang mencari ilham tentang apa yang akan disampaikan (mungkin karena tidak ada persiapan). Rasulullah SAW sendiri mencontohlkannya.000 untuk berobat.melampauinya. . Cara memandangnya harus adil. Namun jika Anda sendiri tidak mampu. Anda perlu sigap membantu kesulitan mad’u. istrinya sakit dan memerlukan dana Rp. Bantu ia semampu Anda.

mungkin mad’u merasa Anda marah besar (karena suara Anda keras) padahal tidak.” Nabi bersabda . JANGAN MEMOTONG PEMBICARAAN MAD’ U “Siapa yang menahan lidahnya pasti Allah akan menutup auratnya….Ibnu Abu Dunya) Ada beberapa sebab mengapa seseorang suka memotong pembicaraan orang lain. Padahal hal tersebut penting dalam komunikasi melibatkan emosi (ketika Anda menegur mad’u. Di situ baru Anda menegurnya secara langsung. dan ingin menonjolkan diri.” (HR.” Kepada Orang yang lemah lembut. Begitu pun Anda. Anda dan mad’u tak dapat mengetahui ekspresi wajah dan tubuh masing-masing. tidak sabar mendengarkan.TIPS MEMAHAMI MAD’U Sempatkanlah waktu untuk mengobrol sebelum atau sesudah halaqoh Tahukah kalian kepada siapa api neraka diharamkan ?” Para sahabat menjawab . Jika hal itu dilakukan tanpa tatap muka. Hal ini tentunya memperkecil peluang terjadinya kesalahan antara Anda dan mad’u. merasa sudah tahu maksud pembicaraan. Jika kebiasaan tersebut ada pada Anda. ingin segera menjawab. keinginan untuk dianggap pintar. sehingga Anda dapat melihat ekspresinya secara lebih tepat. Namun pada dasarnya. Hubungi ia dan minta bertemu di suatu tempat. Sebaliknya. Memotong pembicaraan sebenarnya hanya dapat dilakukan jika orang yang berbicara terlalu lama bicara. Mereka melakukan itu untuk menghindari kesalah pahaman. para pelaku diskusi yang berpengalaman lebih suka melakukan negosiasi bisnis dengan bertemu langsung dari pada melalui telekomunikasi. komunikasi akan sarat dengan emosi). Tirmidhi) Syahdan . Misalya. padahal ia sangat tersinggung dengan teguran Anda (karena mukanya merah). SMS. sehingga tidak memberi kesempatan kepada yang lainnya untuk berbicara. maka Anda harus mengendalikan diri. Konon kabarnya.JANGAN MENGGUNAKAN TELEPON ATAU SMS UNTUK MENEGUR MAD’ U “ Siapa yang menempatkan dirinya pada posisi yang mengundang tuduhan maka janganlah mencela orang yang berprasangka buruk kepadanya” (Umar Bin Khattab. antara lain karena sulit konsentrasi mendengarkan pembicaraan orang lain.adalah seorang murabbi yang suka datang lebih awal dari jadwal Halaqoh . atau sarana komunikasi jarak jauh lainnya.Anda merasa mad’u menerima teguran Anda (karena nada bicara mad’u biasa saja). Kadang kala mad’u berbicara kepada Anda bukan untuk mendengarkan Anda bicara ( menasehatinya) tetapi untuk curhat. Bagaimana ia bisa curhat jika Anda sering memotong pembicaraannya dan kurang sabar mendengarkan? IV. sebab mad’u dapat merasa kurang dihargai.”Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui . Kenapa? Sebab jika menggunakan telekomunikasi. memotong pembicaraan merupakan suatu kebiasaan buruk karena kurang menghargai dan dapat menimbulkan salah paham tentang pesan yang disampaikan.” (HR. ra) Jika Anda ingin menegur mad’u lakukan secara tatap muka. Jangan suka memotong pembicaraan mad’u.. Atau jika pembicaraannya telah menyinggung orang lain. mudah dan dekat. Jangan melalui telepon. maka peluang terjadinya salah paham akan besar( karena masing – masing tak tahu ekspresi lawan bicaranya). Jangan gunakan sarana komunikasi jarak jauh untuk menegur mad’u. jika tidak ingin terjadi kesalahpahaman. Anda juga terkesan arogan dan terlalu ingin mendominasi pembicaraan.

“… maka bertanyalah kepada orang-orang yang mengetahui…” (QS. Kadangkalanya ada mad’u yang menyampaikan masalahnya dalam suasan aformal halaqoh(walau ada agenda acara khusus tentang masalah personal). dakwah dan lain-lain . Anda jangan meras khawatir mad’u akan marah jika ia tahu. murabbi dapat lebih mengenal karakter mad’u. Dalam suasana informal tersebut.Abu Daud) Keterbukaan membuat hubungan lebih serasi. Ngapain ia melakukan hal itu? Katanya .akhlak. 16:43) Cara lain untuk memahami dan mengetahui perkembangan mad’u adalah dengan menanyakan pada teman dekatnya. Namun jangan terkesan mencari-cari kesalahan mad’u. Tanyai perkembangan mad’u melalui temannya.” (HR. Kecuali. arahkan pembicaraan dengan hati-hati. Anda bisa meniru cara ini untuk mengorek keterangan tentang mad’u anda. pulangnya sengaja dilambatkan. karena ia bisa mengobrol dengan murabbinya tanpa formalitas.Jika anda ingin mengetahui perkembangan yang lebih spesifik dari mad’u . Keterbukan membuat orang lain juga terbuka dengan kita. Mungkin ia menganggap masalah itu sebagai aib. dan jangan membesar-besarkan kekurangan mad’u. jika cara anda mencari informasi tersebut terkesan olehnya hanya sekedar mencari-cari kesalahan. Begitu kata teori. Namun dengan anda menyediakan waktu beberapa menit untuk mengobrol sebelum atau setelah acara halaqoh . murabbi dapat mengobrol dengan mad’u dalam suasana informal ( tentu saja hanya dengan sebagian mad’u yang dating lebih dahulu atau yang pulang lebih lambat). tampung informasi tersebut tanpa menambah-nambahkannya dengan menyebutkan kekurangan mad’u yang anda ketahui. Tanyai temannya tentang perkembangan mad’u dalam hal ibadah . bukan suasana formal .agar ia dapat lebih mengakrabkan diri dengan mad’u. Mad’u juga akan merasa lebih akrab dengan murabbi .atau tidak sempat datang lebih awal . Bagaiman caranya agar tidak terkesan mencari-cari kesalahan? Puji mad’u anda di depan temannya. Anda mencari informasi tentangnya dari temannya. Dengan dating lebih awal atau pulang lebih lambay. Jika temannya memberikan informasi negatif. Mereka memberikan informasi –informasi yang sepertinya ‘eksklusif’ sehinnga orang lain percaya dan berbalik memberikan informasi yang berharga kepada mereka.mad’u yang semacam itu dapat mengungkapkan masalahnya secara lebih bebas kepada anda. Biarkan mad’u mengetahui diri Anda “ Orang mukmin adalah cermin bagi sesame mukmin. sehingga kesalahpahaman . Mungkin ia khawatir ditertawakan atau dianggap membesar-besarkan masalah . Cara mengorek informasi dari orang lain seperti yang dilakukan komunikator ulung mungkin bisa anda tiru. lakukan pembicaraan bukan seperti mengintrogasi . Biasanya mad’u malah senang karena merasa diperhatikan murobbinya . Apalagi jika hal tersebut merupakan aib atau informasi yang sengaja disembunyikan mad’u. Hal ini benar. Bisa jadi informasi iu belum tentu benar. Seringkali keakraban itu muncul dalam suasana informal. Biasanya mereka membuka diri terlebih dahulu.

sifat. pasti punya dong kemampuan mendengar”. gerakan tubuh. Apalagi terhadap murobbi yang suka mendominasi pembicaraan. Anda perlu melatih diri agar mampu menjadi pendengar empati. refleksikan perasaan pembicara. seperti mimic. saling pengertian dapat ditingkatkan. Tapi keterbukaan Anda dengan mad’u jangan sampai mengungkap aib Anda atau mengungkap informasi yang termasuk amniyah. pengalaman dan lain-lain. Sebaliknya. hobi. perhatkan bahsa verbal dan non verbal si pembicara. Dampaknya.” (Imam Al Ghazali) Memiliki kemampuan mendengar? “Saya sih bukan tuli. Jangan sampai Anda hanya pandai bicara tapi tak pandai mendengarkan. Ibnu Hibban dan Al Hakim) . Bagaimana caranya menjadi pendengar empati? Tumbuhkan minat untuk mendengar. Yakni mendengar bukan hanya dengan memperhatikan bahasa verbal si pembicara. ‘Kencan’ di luar halaqoh “Tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah. Dan jika yang tertutup itu adalah mad’u. maka orang lain pun juga akan tertutup dengan Anda. juga kontak mata. sehingga ia pun akan percaya dengan Anda. maka semakin sulit Anda menanganinya. terbukalah dengan mad’u. Yang dimaksud kemampuan mendengar disini bukan sembarangan mendengar tapi mendengar yang empati. Mencakup data diri. jaga posisi tubuh agar tetap menghadap kepada pembicara. Kalau sudah begitu bukan keterbukaan lagi namanya. selain menimbulkan salah paham. Bahkan mungkin pura-pura mendengar.” ( HR. Mungkin malah Anda cenderung menyalahkannya atau su’udzon (buruk sangka) dengannya. Yang dimaksud keterbukaan disini adalah keterbukaan tentang diri kita. dan akhirnya hubungan jadi serasi. Sebagai murobbi.dapat dihilangkan. maka orange lain juga akan terbuka dengan Anda? Karena ia merasa nda percaya dengannya. dan hayati perasaan pembicara seakan-akan Anda adlaha ia. Ketertutupannya akan membuat Anda sulit membantunya. agar mad’u juga terbuka dengan Anda. begitu jawab Anda. data keluarga. dan intonasi suara. tapi karena sekedar mendengarkan. Dan sebagai ‘balas jasa’ atas kepercayaan Anda. Miliki kemampuan mendengar “Siapa yang berbicara dengan Rasulullah saw untuk suatu keperluan maka beliau bersabar mendengarkan hingga orang itu selesai berbicara. si pembicara juga akan merasa kurang dihargai. Mengapa dengan Anda terbuka. melainkan orang yang paling dicintai Allah diantara keduanya ialah orang yang paling besar cintanya kepada saudaranya. Karena itu. tapi kebablasan. jika Anda tertutup. Ia akan menceritakan dirinya apa adanya. tapi juga bahasa non verbalnya. Apalagi jika mad’u punya masalah. Mad’u akanlebih respek kepada murobbi yang pandai mendengarkan daripada hanya pandai bicara. ia juga akan terbuka dengan Anda. Seringkali kita salah paham dengan pembicaraan orang lain bukan karena kita mendengarkan dengan empati.

perlu! Anda harus sering mengadakan acara taa’ruf. Namun cara yang lebih dapt menjalin keakraban adalah bertemu di tempat-tempat umum. Lakukan acara perkenalan berkali-kali “ Hai manusia. cara ini lebih efektif untuk mengenal karakter dan persoalan mad’u lebih mendalam.” (QS. Adakan acara ta’aruf berkali-kali dengan cara yang berbeda agar tidak membosankan. baik dalam data tanggal lahir. Waktunya dapat menunggu momen (missal. Jangan anggap mad’u sudah mengenal riwayat hidup Anda. Kemudian diuji hapalannya. 49:13) Kapan saatnya acara ta’aruf diadakan? Biasanya acara taa’ruf diadakan di awal terbentuknya halaqoh. ‘Kencan’ adalah bertemu mad’u secara pribadi dengan pembicaraan yang santai dan informal. Anda sendiri harus memperkenalkan diri lagi. sehingga mungkin sudah lupa. seperti masjid. Di acara ta’aruf. restoran atau halte bis. Anda membuat jadwal mengencani mad’u secara bergiliran. Mereka juga semakin mengenal Anda. ketika mad’u punya masalah). Ketika kencan.. Apakah perlu dilakukan lagi selain dia wal halaqoh? Jawabannya. Selain untuk saling mengenal. bukan guru (ustadz) atau bos (qiyadah0. Kalau bisa. Jika tidak diberi sanksi (yang mendidik). pengalaman dan lain-lain. Mereka mungkin saja sudah lupa.. dialah yang menang. masing-masing berpasangan dan menghapal beberapa data riwayat hidup. acara ta’aruf juga berguna bagi Anda untuk mengungkap informasi yang tertutup tentang mad’u (kecuali informasi yang sifatnya aib). Apalagi seringkali acara ta’aruf diadakan secara lisan. bisa juga tanpa menunggu momen. Untuk kencan yang tidak ada momennya Anda perlu mempersiapkan topic pembicaraannya terlebih dahulu. Mengapa? Karena acara ta’aruf bermanfaat untuk saling mengenal satu sama lain. posisikan diri Anda lebih banyak sebagai sahabat. Pada acara ta’aruf yang berkali-kali itu. kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Hal ini agar mad’u lebih leluasa untuk curhat (mencurahkan isi hati) dengan Anda. Dengan Anda memperkenalkan diri kembali. silahkan Anda meramu acara perkenalan ini dengan semenarik mungkin agar mad’u tidak bosan dan mendapatkan nuansa baru. Jika hanya sekali. hobi. Misalnya. mad’u tahu bahwa Anda adalah seorang yang terbuka. Minimal enam bulan sekali. Prinsipnya. taman. Anda bisa mengajak mad’u untuk ‘kencan’. tidak cukup untuk mengingat riwayat hidup masing-masing personal halaqoh. Bisa juga dengan cara mencari tahu kesamaan satu sama lain. sehingga mereka semakin mampu menempatkan diri ketika berhada[an dengan Anda. karena situasinya mendeukung (semua saling membuka diri). Yang paling banyak mendata persamaannya dengan orang lain. Kalau perlu diramu dengan permainan (games). Jika ia hapal seluruhnya diberi hadiah.Untuk menjalin hubungan akrab dengan mad’u. jika tidak diulang lagi. Anda bisa berjanji dengan mad’u untuk ‘kencan’ di rumah anda. Menurut murobbi yang pernah mempraktekkannya. Anda bisa menanyakan informasi tersebut secara lebih leluasa. Cara ini juga akan mencairkan hubungan yang kaku antara murobbi dan mad’u. Penuhi kebutuhan mad’u .

semakin besar rasa tanggung jawabnya untuk memecahkan persoalan itu. dapat juga dengan langsung menanyakan kepadanya. Sebaliknya. semakin awal seseorang terlibat dalam suatu masalah. bisa juga dengan menanyakan kebutuhan mad’u kepada teman dekatnya. Setelah Anda mengetahuinya. Namun. evaluasi halaqah. Jangan langsung dilibatkan dalam masalah yang rumit. 42:38) Tips ini berguna untuk menumbuhkan sense of belonging (rasa memiliki) mad’u. karena sebagian besar murobbi juga berkekurangan dari sisi materi. amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Hal itu disebabkan pemahaman mereka baru tumbuh. sebaiknya pelibatan masalah ini dilakukan berangsur-angsur. Selain itu juga dapat membuat mad’u jadi pamrih (tidak ikhlas) berinteraksi dengan Anda. kebutuhan mad’u ada yang bersifat materi dan immateri (kejiwaan).Tips Menumbuhkan Solidaritas “…sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka…” (QS. Kebutuhan materi mungkin sulit dipenuhi. potensi tersatukan. 9”128) Mengapa ada konsumen yang setia menjadi pelanggan sebuah toko? Karena ia merasa kebutuhannya terpenuhi. Untuk halaqah pemula. Caranya dengan memperhatikan topic apa yang sering dibicarakan mad’u. semakin kurang tanggung jawab seseorang terhadap organisasi. pendanaan halaqah. semakin semakin tidak tepat dan jarang Anda memenuhi kebutuhan mad’u. maka semakin kecewa dan semakin tidak betah ia bersama Anda. Biasanya. Karena itu. maka keterlibatan seseorang pada masalah akan membuat semakin besar rasa memilikinya terhadap organisasi.” . Dampaknya juga hanya sementara. Karena itu.“Sesungguhnya telah datag kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri. salah satu kiat agar mad’u setia kepada Anda adalah memenuhi kebutuhannya. sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu. Bagaimana cara memenuhi kebutuhannya? Ketahui lebih dahulu kebutuhannya. agar terjamin keselamatan dalam perjalanan. Karena dengan begitu. agar mad’u bertanggung jawab terhadap masalah-masalah da’wah dan halaqah. berat terasa olehnya penderitaanmu. pelibatan masalah dapat dikecualikan untuk hal-hal yang termasuk amniyah atau kebijakan jama’ah. Jika persoalan itu ada dalam organisasi. Semakin sering anda melibatkan mad’u pada masalah semakin besar rasa memilikinya terhadap halaqah. Yang perlu Anda pahami juga. semakin simpati dan setia ia kepada Anda. nanti mereka bisa stres dan trauma terhadap masalah di dalam halaqah. libatkan ia dalam membuat program halaqah. berusahalah untuk memenuhi kebutuhannya. Semakin tepat dan sering Anda memenuhi kebutuhan mad’u. Jadi.” (QS. semakin tidak dilibatkan dalam masalah. “… Morobbi harus mendidik binaanya agar memahami cara beramal jama’I atau tabiat amal dalam sebuah jama’ah serta tuntuta-tuntutan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi. berarti Anda memenuhi kebutuhan yang lebih strategis dan penting untuk menjalin hubungan jangka panjang dengan mad’u V. Sebaliknya. dan produktifitas dapat ditingkatkan. dan kegiatan amal jama’i (aktifitas bersama) lainnya. libatkan ia sejak awal dalam pemecahan masalah. prioritaskan pemenuhan kebutuhan mad’u pada kebutuhan immaterinya. aturan sanksi halaqah. Misalnya.

juga akan menambah wawasan dan pengalaman mad’u. Kegiatan yang dapat melibatkan mad’u adalah kegiatan yang bukan termasuk amniyah. dan menyampaikan berbagai pelajaran. sehingga mereka turut andil dalam membentuk kebersamaan kelompok. kegiatan yang memang dapat didelegasikan. atribut bersama tersebut dimusyawarahkan dengan mad’u. selain menumbuhan rasa memiliki. dan mmemberikan julukan kepada orang yang tidak memilikinya sehingga orang tersebut dikenal dengan nama yang diberikan beliau tersebut. membuat kaos seragam bertuliskan nama halaqah. Kekhawatiran ini harus ditepis. mengajak mad’u terlibat dalam kegiatan anda bukan berarti memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.” (musthafa mansyhur) Murobbi yang sukses juga murobbi yang trbuka terhadap idi-ide baru peserta. membuat nama julukan atau nama khas untuk setiap mad’u. libatkan mad’u sesering mungkin. tapi untuk membentuk semangat tim dan kekompakan. Memang. untuk menghormati mereka dan menarik simpati hati mereka. Namun perlu diingat.Selain itu juga meningkatkan rasa saling memiliki mad' u terhadap halaqah. tapi memenfaatkannya untuk kepentingan da’wah dan jama’ah. membuat stiker yang ada tulisan nama halaqah.karena mereka merasa diperhatikan idenya oleh anda. Nah…dalam kegiatan tersebut. “Rasululah saw memanggil para sahabatnya dengan nama julukan mereka. “murabbi harus membiasakan mereka untuk memberikan kontribusi. menyeru orang lain kepada allah. anda perlu belajar berani menyuruh orang lain dan belajar mempercayai orang lain. Dengan membuka diri terhadap ide-ide baru . jika memungkinkan.Anda bukan hanya terbantu dalam memecahkan berbagai masalah . kegiatan yang sesuai dengan kemampuan mad’u dan kegiatan yang membutuhkan kerjasama (mobilisasi). anda tentu memiliki kegiatan da’wah dari struktur da’wah yang lebih timggi. Cara ini bisa anda tiru untuk meningkatkan rasa memilki mad’u terhadap halaqah.(Musthafa masyhur) Cara lain agar sense of belonging mad’u semakin besar terhadap da’wah dan halaqah adalah melibatkan mereka pada kegiatan anda. Anda perlu jeli membaca peluang mana kegiatan anda yang dapat melibatkan mad’u. Bahkan ia harus mengkader mereka untuk menjadi murabbi yang melakukan tugas seperti dia bagi binaan-binaan yang baru. tidak semua kegiatan anda dapat melibatkan mad’u. Sebagai murobbi. Anda tentu juga memiliki kegiatan atas kegiatan anda sendiri.” (Imam Al Ghazali) Mengapa tim olah raga mempunyai seragam dan yel-yel khas? Tentu maksud mereka bukan untuk sok-sokan. Sebaiknya. Cara ini. dan lain-lain. Kadangkala murabbi tidak mau melibatkan mad’u karena alasan tidak enak menyuruh mad’u atau kuatir jika mad’u dilibatkan malah pekerjaan tersebut tidak akan beres. . Buat atribut bersama untuk meningkatkan kebersamaan mad’u. Sebagai murabbi. membuat “lagu kebangsaan “ sendiri. Selain itu juga mempereret hubungannya dengan Anda.tapi juga meningkatkan kreativitas mad' u . Misalnya dengan memberi nama halaqah.

agar tiada rasa tidak enak .61:4) Mad'u yang terlalu mendominasi akan berakibat buruk bagi halaqah.saling mempercayai dan pengawasan yang wajar . Beri taujih kepada mad 'u tentang pentingnya tidak tergantung pada salah seorang diantara mereka. Tidak mungkin lingkungan demokratis lahir dari pemimpin yang otoriter. kultum dan lain-lain). Bagi Anda. Anda sebagai murrobi.ketakutan akan tersaingi.memberikan pujian daripada celaan . setiap peserta hanya mendapatkan giliran berbicara sebanyak satu atau dua kali dan lain –lain). Semua itu penting untuk meningkatkan kepercayaan diri mad'u. Sebagai murobbi Anda yang harus dominant bukan mad' u . Bukan hanya Anda . Budaya kritik harus ditumbuhkan secara timbal balik dalam halaqah.harus menjadi orang yang demokratis terlebih dahulu sebelum ingin menciptakan lingkungan yang demokratis.anda perlu menciptakan lingkungan halaqah yang demokratis. meminta agar tiada seorangpun dari mereka menyimpan sesuatu yang mengganggu jiwanya tanpa berusaha meminta penjelasan tentangnya dan memberi kesempatan pada mereka untuk bertanya empat mata bagi yang menghendaki . belajar tentang cara mengkritik. Juga melatih diri Anda bersikap lapang dada dan sabar. bendahara.keinginan untuk mendominasi.akan belajar berani mengkritik.Ide-ide yang kreatif tidak akan muncul dari lingkungan yang otoriter.Sebab Andalah yang membina dan memimpin mereka. Iklim kerjasama akan sulit tebentuk karena halaqah tergantung pada seseorang. "Sangat bermanfaat bila al akh murobbi memberi kesempatan kepada binaan untuk bertanya dan meminta penjelasan .setiap berbicara dibatasi waktunya.mendorong prakarsa dan kritik. Dengan memberikan kesempatan itu. dan belajar juga untuk menyatakan pendapat. Dekati mad'u yang terlalu dominant dan ajak ia untuk meningkatkan kerjasama halaqah dengan cara tidak mendominasi halaqah.Lingkungan yang bebas mengemukakan pendapat . Tunjuk mad' u yang tidak dominan untuk lebih sering mengkoordinir amal jama'i halaqah." (musthafa Masyhur) Beri kesempatan kepada mad' u menyatakan kritik. mengatur tata tertib berbicara dalam halaqah (contohnya. Semua itu berguna untuk membentuk pemimpin yang demokratis dan peduli terhadap pengikutnya.jika ingin berbicara harus terlebih dahulu izin dengan mengacungkan jari. Buat mekanisme halaqah yang mencegah dominasi seorang mad'u kepengurusan halaqah (ketua . Lingkungan yang lebih menonjolkan kecurigaan terhadap ide-ide baru . sekretaris. membuat Anda belajar banyak tentang kebenaran dan membuat Anda semakin peduli dengan pendapat orang lain. "Sesungguhnya Allah menyukai orang –orang yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka sepert suatu bangunan yang kokoh" (QS. Mad 'u yang terlalu dominant juga bisa besar kepala dan sulit dikontrol. Bagaimana cara mengatasi mad' u yang terlalu dominant?Anda perlu ''merebut kekuasaan' darinya dengan cara elegan.dan kebiasaan mencela pendapat yng berbeda.Agar mad'u berlomba-lomba memberikan ide-ide barunya kepada anda.dan lain-lain) atau tugastugas dalam halaqah (siapa yang jadi moderator . kritik juga berguna untuk tidak salah dalam melangkah.

seperti ketika mabit (menginap). Lebih baik jika acara makan bersama ini dilakukan dalam satu wadah.merasa diri paling benar dan cepat tersinggung jika dikritik. kecuali jika uzur syar’i “Pada prinsipnya. Jika itu yang terjadi. ujian dalam waktu dekat (itupun jika Anda kuliah atau sekolah). dan alas an lainnya yang sifatnya lebih penting atau mendesak. Tidak tahu apakah dirinya peduli atau tidak dengan orang lain. ada acara keluarga yang penting. VI. seperti yang dapat anda baca dalam sirah nabi (sejarah kehidupan nabi saw). mad’u jadi enggan mengkritik murabbinya. Namun budaya kritik ini perlu dilakukan dalam suasana kasih sayang. ada tugas dari struktur da’wah yang lebih tinggi. bayarnya BS(bayar sendiri). kecuali jika uzur syar’I (halangan sesuai syar’i). Murobbi juga menjadi tidak tahu duri. jika repot memasaknya sendiri. Hal ini dapat diakali dengan cara patungan atau menetapkan aturan tidak tertulis bahwa kalau makan bertsama dirumah makan. barangsiapa yagn rajin dalam bekerja maka beruntunglah ia. Seringkali budaya kritik ini padam dalam halaqah karena sikap murabbi yang otoriter. Rasulullah saw suka memberikan makanan (Imam Al Ghazali) Apa hubungannya acara makan bersama dengan tips murobbi sukses? Tentu ada. Akhirnya. Ingat! Mad’u termasuk orang terdekat murobbi.” (Hasan Al Banna) Murobbi sukses adalah murobbi yang tidak suka absent pada acara halaqah. anda menjalin ukhuwah yang lebih akrab. rihlah atau pergi bersama mad’u. sehingga mad’u menjadi sering bolos juga. Ketidakhadiran Anda akan menular kepada mad’umad’u. Makan bersama membutuhkan biaya yang besar. Bisa juga dilakukan dirumah makan . sehingga tidak memberatkan satu sama lain. Inilah salah satu cara Rosulluwoh saw untuk menjalin ukhwah dengan para sahabatnya. posesif . . siap-siap saja Anda ‘menularkan penyakit’. tapi juga mad’u berani mengkritik murobbinya.Apa akibatnya? Akibatnya mad’u menjadi orang yang tidak percaya diri mengkritik dan menyampaikan pendapat. Acara makan bersama ini juga bisa diadakan diluar halaqoh.yang berani mengkritik mad'u. Dengan membiasakan makan bersama mad’u (misalnya sebelum acara halaqoh). Orang terdekat paling tepat untuk dijadikan penasehat dan cermin kita. Juga tidak tahu apakah dirinya berada dalam kebenaran atau tidak. Mungkin kendalanya adalah biaya. Tidak boleh Anda tidak hadir dalam halaqah karena alasan malas dan bosan. Tidak tahu apakah dirinya benar atau salah dalam membina mad’unya. Ketidakhadiran Anda pada acara halaqah hanya boleh jika Anda sakit (kalau flu atau sakit ringan saja tetap perlu hadir). kebenaran dan kesabaran.Tips Meningkatkan Kedisiplinan 1) Jangan suka bolos. bukan pada piring terpisahseperti yang dilakukan oleh Rosulluwoh saw bersama para sahabatnya.

Bahkan mungkin malah membubarkan diri. Sebaiknya. mengulang materi sebelumnya. sanksi terhadap kelalaian tugas. disiplin sulit ditegakkan. Bayangkan wajah harap mad’u menunggu kehadiran Anda. dan jangan terpengaruh dengan cuaca. hindari alas an. mengevaluasi jalannya halaqah. teguhkanlah dengan dia kekuatanku. sehingga mereka merasa memiliki terhadap aturan sanksi tersebut. Contoh tugas yang dapat Anda berikan adalah membahas program halaqah. beri tugas kepada mad’u “dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku. Namun sanksi kurang cocok diterapkan untuk halaqah pemula. Mereka akan siap bersama Anda mengarungi luasnya amal Islam dan da’wah. karena ia merupakan salah satu pilar penegakkan disiplin.”(QS. karena mereka belum memiliki kesadaran yang tinggi tentang da’wah halaqah. Jangan terpengaruh dengan kondisi mad’u yang mungkin menyebalkan. Pilar yang lain adalah penghargaan. Biarkan halaqah tetap berjalan walau tanpa kehadiran Anda. Asalkan ketidakhadiran Anda memang betul-betul uzur syar’i. berikan tugas kepada mad’u Anda. Tanpa sanksi. Allah SWT sendiri menerapkan sanksi(dosa) agar manusia patuh pada aturan-Nya. sanksi yang Anda kenakan pada mad’u merupakan sanksi hasil musyawarah bersama. Bukan juga merupakan hal yang bijaksana jika Anda meliburkan halaqah karena Anda tidak hadir dalam halaqah. diskusi dengan tema tertentu. kalau perlu pada waktu prime time Anda (waktu utama Anda). Ingat-ingat manfaat hadir dalam halaqah dan kerugiannya jika tidak hadir. Jika Anda terpaksa tidak hadir di halaqah karena uzur syar’I.” (Umar bin Khatab ra) Sanksi sangat penting ditegakkan dalam halaqah. Hal ini akan menyebabkan halaqah berjalan tidak rutin. sanksi tidak melaksanakan program. Kalau bisa. sanksi terhadap keterlambatan dan absensi. Sanksi yang dibuat meliputi jenis pelanggaran dan besar sanksi. tugas itu agak rinci agar waktunya memadai untuk dilaksanakan selama waktu halaqah. mad’u juga akan bersemangat hadir. Sanksi baru boleh dikenakan jika Anda yakin mad’u telah tsiqoh (percaya) kepada Anda. dan lain-lain. dan lain-lain. Tugas tersebut harus mereka kerjakan dalam acara halaqah. Jika tidak hadir. dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku. Buat aturan sanksi dan jalankan secara konsisten “hisablah dirimu sebelum kamu dihisab. . Pokoknya.Bagaimana caranya agar Anda bisa hadir rutin di halaqah? Sediakan waktu untuk halaqah. bedah buku. karena sebagian besar alasan itu dibuat-buat dan merupakan godaan syetan. Jika Anda hadir secara rutin dalam halaqah. karena tergantung dengan kehadiran Anda. (yaitu) Harun saudaraku. Apa dampaknya jika Anda tidak memberi tugas? Mungkin saja jalannya halaqah menjadi tak menentu. 29-32). Atau bisa saja mereka mempercepat waktu halaqah. mad’u juga menjadi tidak mandiri. Contohnya.

Juga agar Anda tidak terlalu banyak menyelesaikan persoalan-persoalan yang sifatnya kuratif. menjadi murobbi harus sabar dan lapang dada. bukan menghakimi dan menghukum orang. yaitu mencegah murid dari akhlaq tercela.Selain itu. Lalu bolehkah kita memberi sanksi kepada mad’u yang salah? Boleh. mad’u perlu diingatkan dengan tegas agar tidak berbuat salah. disertai ultimatum dan ancaman. Anda kembali bersikap seperti biasa kepadanya dan tidak mengucilkannya. membawa makanan. Mencegah lebih baik daripada mengobati. 7:199) Sebelum berbuat. Cegah kesalahan mad’u sedapat mungkin “Termasuk pelik-pelik tugas mengajar. Anda harus memaafkannya. push up. Contoh sanksi adalah hafalan ayat/hadits. Ingat. Tugas murobbi hanya mengajak. sanksi yang Anda kenakan sebaiknya adalah sanksi yang tidak terlalu berat. dijalankan dengan konsisten. Mudah-mudahan dengan mendoakannya. Apa bedanya? Kalau sanksi . Maafkan kesalahan mad’u “Jadilah engkau pemaaf………. Sanksi yang terlalu ringan juga tidak baik. Kalau perlu. Misalnya. berdoa agar mad’u tidak mengulangi kesalahannya dan bertaubat. Memang. Sebab akan disepelekan mad’u. sehingga mereka tidak takut untuk melanggarnya. denda berupa uang. sit up. Karena itu. cara ini belum saatnya diterapkan untuk mad’u pemula. Namun bukan dengan sanksi yagn sifatnya menghukum. sehingga tidak cepat sakit hati atau mendendam kepada mad’u. dan dengan kasih saying bukan dengan celaan. memberikan hadiah. mad’u akan sadar dengan sendirinya. serta tidak terlalu ringan atau terlalu berat. bukan hakim. Bahkan mungkin hengkang dari halaqah. tapi mendidik. Setelah itu. Mereka masih perlu banyak diberikan toleransi. Anda harus bersikap preventif dengan mengingatkannya berulang-ulang. Harus mempunyai “stock (persediaan)” maaf yagn banyak. dengan cara tidak langsung atau terang-terangan sedapat mungkin. kultum. Sikap Anda yang terlihat tegas dank eras dibutuhkan agar mad’u hati-hati dalam melangkah. Tapi jika akhirnya ia berbuat salah. jika mad’u ingin menikah Anda perlu mengingatkannya agar dalam proses pernikahannya tidak melanggar syar’i. buat apa sakit hati dan mendendam kepada mad’u? Indikasi bahwa Anda dengan tulus memaafkan mad’u terlihat dari sikap Anda yang tidak berubah kepadanya. Tugas Anda hanya mengingatkannya dengan lemah lembut dan sabar. Anda adalah da’I. Sanksi yang efektif adalah sanksi yang mendidik. kalau perlu disertai pemberitahuan tentang konsekuensi yang akan diterima jika ia melanggarnya. dan silaturahmi. Anda perlu berupaya sekuat tenaga agar mad’u tidak terjerumus dalam kesalahan. Ingatkan ia berulang-ulang. Namun.” (QS.” (Imam Al Ghazali) Salah satu tugas murobbi adalah membimbing mad’u agar selalu berada dalam jalan yang benar. hanya akan membuat mad’u stres dan trauma. Gimana kalau kesalahan yang dilakukan berulang kali? Tetaplah memaafkannya.

Tentu saja ketaatan mad’u kepada murobbi ada batasnya. Sebaliknya. dan ulil amri diantara kamu……. Penjelasan ini perlu disampaikan secara berulang-ulang. agenda acara halaqah menjadi molor atau tertunda pelaksanaannya. Karenanya. Disiplin kehadiran juga sulit ditegakkan. (QS.”. sanksi yang menghukum bentuk sanksinya terlalu keras dan tidak memberi kesempatan mad’u untuk memperbaiki kesalahannya. sesuai dengan waktu yang tersedia. Selama tidak bertentangan dengan syar’i. Yang diminta dari mad’u adalah ketaatan dengan kesadaran. Na’udzubillah min dzalik. Namun perlu diingat! Bahwa ketaatan mad’u kepada Anda bukan berarti menutup koridor musyawarah. dan materi). Akibatnya. Semua dampak itu akan Anda dapatkan jika sering dating terlambat ke halaqah. perilaku terlambat murobbi juga akan ditiru oleh mad’u. akan mengecewakan orang lain.yang mendidik.” (Musthafa Masyhur) Apa sih dampak terlambat menghadiri sebuah kegiatan? Banyak. maka Anda memberikan kesempatan kepada mad’u untuk memperbaiki diri dan tidak membuat ia “lari” dari Anda. fisik. Selain itu. Mengapa? Karena halaqah merupakan miniature jama’ah. Bahkan mungkin trauma dengan da’wah dan Islam. jadi kurang PD (Percaya Diri). karena tidak ada keteladanan dari murobbi. ketaatan mad’u kepada murobbi merupakan indikasi kesungguhan mad’u untuk beramal jama’i. Hal ini tetap perlu dijalankan agar keputusan . ia harus membiasakan diri hadir tepat waktu dan berusaha sekuat tenaga memberikan bekal yang baik. menimbulkan rasa bersalah. mad’u bisa sakit hati dan mungkin enggan halaqah lagi. diantaranya kehilangan peluang. mad’u waib mentaati murobbinya. Karena begitu banyak dampak keterlambatan menghadiri halaqah. Di dalam jama’ah harus ada ketaatan anggota terhadap pemimpinnya. bukan ketaatan dengan paksaan dan ancaman. Bagaimana caranya agar mad’u taat kepada Anda?Anda harus menjelaskan kepada mad’u tentang urgensi taat kepada murobbi. Jangan sering datang terlambat “Al akh da’I harus bertanggung jawab atas waktu obyek dakwahnya. Progran dan sasaran halaqah jadi sulit terealisir. saran dan kritik. Anda bisa menggunakan waktu itu untuk persiapan (mental. malu. Anda bisa juga menggunakannya untuk bercengkrama dengan mad’u yang sudah datang lebih dulu. Datanglah tepat waktu! Lebih baik lagi jika Anda datang 10 atau 15 menit sebelum jadwal halaqah dimulai. Buat mereka agar taat kepada Anda “Hai orang-orang yang beriman. Yakni selama hal tersebut tidak bertentangan dengan syar’i. walau bertentangan dengan pendapatnya sendiri. Anda bisa lebih mengenalnya dan bisa lebih akrab dengannya. Dari situ. dan tidak menghargai orang lain. taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya). Juga menunjukkan pemahamannya terhadap hakikat da’wah dan jama’ah. tidak pandai mengatur waktu. 4:59) Salah satu tugas murobbi adalah membuat mad’unya taat terhadapnya.. maka Anda jangan datang terlambat ke halaqah. indikasi bahwa pelakunya tidak menghargai waktu. Juga menjelaskan implikasi dari ketidaktaatan mad’u kepada murobbi. Akhirnya. Tanpa ketaatan maka jama’ah akan hilang kekuatannya dan mudah dihancurkan oleh musuh-musuh da’wah. Selain itu. terutama saat mad’u mulai mengabaikan ketaatan.

Disiplin harussering diingatkan. Tanpa disiplin. mabit. Kemudian Anda berpendapat mereka sudah paham. Pandanglah mad’u Anda secara merata. di dalam acara mutaba’ah. Anda langsung membelanya tanpa melihat lebih dulu siapa yang bersalah. karena Anda lebih akrab dengan mad’u “A”. Sesungguhnya pengulangan itu memiliki faedah tersendiri. waktu penyampaiannya berbeda (di dalam materi. Jangan pilih kasih! “Wahai orang-orang yagn beriman.Jangan bosan untuk mengulang-ulangnya. Dengan sering mentaujih kedisiplinan secara variatif. hanya akan membuat mad’u yang tidak dikasihi kecewa dan tidak simpati terhadap Anda. rihlah.. Karena manusia punya kecenderungan . dan memobilisasi mereka untuk kepentingan da’wah dan jama’ah. dan boleh berkreasi dalam gaya pemaparan saat pengulangan. dan suasananyajuga berbeda (dalam halaqah. Sikap ini bukan saja tidak obyektif dan adil. ketika mad’u menyampaikan pertanyaan kepadan Anda.Anda lebih bijaksana. Jangan bosan mentaujih kedisiplinan “Da’I tidak boleh jenuh mengulang pembicaraan seputar makna tertentu agar lebih tertanam dalam pikiran pendengar. Metode seperti ini dapat dilihat dengan jelas pada gaya bahasa Al Qur’an. mengarahkan. Jangan merasa cukup menyampaikan tentang kedisiplinan sekali saja.” (QS. jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan. Anda dapat memulai sikap tidak pilih kasih dari hal yang sederhana. tidak mungkin halaqah sukses mencapai tujuannya. Misalnya. tapi juga membuat Anda berdosa. dari cara memandang mad’u ketika menyampaikan materi. maka ketika mad’u “A” bertikai dengan mad’u “B”. menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu…. maka Anda lebih mudah untuk membina. menasehati. Inilah salah satu tips yang perlu Anda ingat jika ingin jadi murobbi sukses. Anda perlu menyampaikannya dengan variatif. Jangan hanya memandang mad’u tertentu saja. Termasuk juga jangan pilih kasih dalam memberikan sanksi ketika mad’u berbuat salah. dan lain-lain). sehingga takperlu lagi ditaujih tentang kedisiplinan. Berikan sanksi secara adil untuk kesalahan yang sama. di dalam acara tadabbur. Jangan mempunyai anggapan bahwa menyebutkan sekali saja sudah cukup memberikan kejelasan dan kemantapan makna bagi orang yang diajak bicara. Layani semua pertanyaan tersebut. Sikap pilih kasih juga membuat Anda tidak lagi obyektif menilai mad’u. Misalnya. Jangan hanya melayani pertanyaan dari mad’u yang Anda sayangi saja. Hal ini keliru. Tentu saja agar mad’u tidak bosan mendengarnya. Anda harus sering mentaujih(menasehati) kedisiplinan kepada mad’u.” (Musthafa Masyhur) Disiplin adalah syarat suksesnya halaqah. Misalnya. 4:135) Jangan pilih kasih terhadap mad’u. Sikap pilih kasih. Contoh lain. argumentasinya berbeda. Insya Allah mad’u akan termotivasi untuk terusmenerusdisiplin. dan lain-lain). Dengan mad’u taat kepada Anda.

merasa berhutang budi. si B atau si C (mad’u Anda) tidak hadir. Jika masih proporsional. Mungkin karenaiaterlalu berprasangka baik kepada mad’unya.” (QS. Lakukan itu setiap pertemuan halaqah. Mungkin dengan harapan iaakan menyadarinya sendiri. Tidak menegur mad’u mungkin dapat dilakukan jika ia merupakan mad’u pemula. beri ia ancaman sanksi yang mendidik. Tanyakan alasan ketidakhadirannya secara gamblang. Setelah itu tutup pembicaraan dengan isyarat verbal atau non verbal bahwa Anda menyayanginya. Tugas Anda hanya mengajak (da’i) bukan menghakimi. Bagaimana cara menegur mad’u? aTegur ia bukan di depan orang banyak. Hilangnya semangat beramar ma’ruf nahi mungkar dapat berakibat pada hilangnya berbagai kebaikan yang ada dalam halaqah. Berikan ia kesempatan untuk menyampaikan keberatan atau alasan. atau terlalu akrab. Kedua. ia akan meneruskannya karena dilihatnya Anda diam saja. tugas Anda sudah selesai. Lihat apakah setelah ia menyatakan alasan. Anda jangan menunda-nunda untuk menegur mad’u. Bagaimana kalau ia malah semakin menjadi-jadi dalam berbuat kesalahan? Ingat! Halaqah adalah kumpulan orang-orang yang segera beramar ma’ruf nahi mungkar. ia masih berbuat salah juga. teguran Anda masih proposional atau tidak. Tanyakan kepada yang hadir mengapa si A. . Ketiga.untuk mengabaikan disiplin. mad’u tidak tahu perbuatannya salah. Anda punya hak untuk menegur mad’u. tegaskan kembali teguran Anda. Tapi komentar Anda jangan menjelek-jelekkan mad’u yang tidak hadir. Sebagai murobbi. Yang penting juga. Tapi untuk mad’u yang sudah lama halaqah. aku melihat seorangmondar-mandir di dalam surga karena sebuah pohon yang pernah ditebangnya dari punggung jalan yang mengganggu kaum muslimin. Alasan ini masih spekulatif. karenaAndatak pernah menegurnya. jika tahu perbuatannya salah. Tanyakan peserta yang tidak hadir secara terbuka “Sungguh. mad’u akan terbiasa meremehkan pendapatAnda. Tugas Anda sebagai murobbi untuk mengingatkan mereka agar senantiasa disiplin terhadap aturan atau tata tertib halaqah. Apa akibatnya jika Anda sebagai murobbi sungkan menegur mad’u? Pertama. Anda harus berani menegurnya. Jika setelah ditegur. ia tetap melakukan perbuatan yang salah. Jangan sungkan menegur mad’u “Maka karena itu serulah (mereka kepadaagama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu. Kalau perlu. Jika setelah itu. 42:15) Ada murobbi yang sungkan menegur mad’unya yang berbuat salah. Kalau perlu komentari mereka yang tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Segera sampaikan kepadanya apa yang menurut Anda salah.” (HR. Tegur lagi ia sebanyak dua kali (kalau perlu berikan sanksi kepadanya). Muslim) Cara lain untuk meningkatkan disiplin kehadiran adalah menanyakan kehadiran mad’u yang tidak hadirsecara terbuka. Dampak dari sungkan menegur mad’u ini perlu diantisipasioleh Anda.

Mereka juga tahu bahwa Anda peduli kepada mereka. jika murobbi cuek terhadap ketidakhadiran mad’u. karena bisa jadi ia menjadi kekasihmu suatu hari.Dengan menanyakan ketidakhadiran secara terbuka. Murobbi yang merasa terlalu berhutang budi kepada mad’u hanya akan membuat dirinya bersikap tidak objektif dan tegas kepada mad’unya. sikap moderat adalah jalan teerbaik. Mereka juga jadi memahami bahwa kehadiran merupakan hal yang penting dalam halaqah. karena bisa jadi ia menjadi orang yang kamu benci di suatu hari. Dan bencilah orang yang kamu benci seperlunya. Jangan terlalu merasa berhutang budi pada mad’u “Cintailah kekasihmuseperlunya.Yarmidzi) Bolehkah kita merasaberhutang budi kepada mad’u?Boleh. Ketika mad’u konflik dengan ikhwah lainnya. Juga harus berani menegur mad’u jika ia melakukan kesalahan tanpa persaan sungkan sedikitpun. ia akan membelanya tanpa menilai mana yang salah. Namun tidak merasa berhutang budi sama sekali terhadap mad’u yang salah. Murobi yang pilih kasih dan sungkan menegur mad’unya hanya membuat mad’u menjadi besar kepala dan akan melakukan kesalahan terus menerus. Jangan merasa terlalu berhutang budi. Bahkan dalam taraf tertentu harus memiliki perasaan itu agar pandai membalas budi. tapi juga jangan merasa sama sekali tidak berhutang budi kepada mad’u. ia akan sungkan menegurnya. Tapi merasa terlalu berhutang budi adalah salah. Anda mendidik mad’u untuk peduli pada orang lain. Orang yang tidak pandai membalas budi akan bersikap kurang peduli terhadap orang lain. Sika ini tentu saja akan mengecewakan mad’u dan membuat mereka merasa tidak simpati terhadap murobbbi. maka mad’u akan meremehkan ketidakhadiran dan menganggap murobbi kurang peduli terhadap disiplin kehadiran. Jadi. Sebaliknya. Jika mad’u berbuat salah.” (HR. Padahal sebagai murobbi. merekajuga akan introspeksi diri bahwa ketidakhadiran perlu memiliki alasan yang kuat (syar’i). Mad’u lainnya juga akan merasa iri dan mungkin benci terhadap mad’u tersebut. . Anda harus bersikap adil dan objektif terhadap mad’u. Sikap ini akan membuat murobbi tidak pandai berterimakasih. Selain itu. Murobbi yang merasa terlalu berhutang budi akan bertindak pilih kasih dan tidak tegas kepada mad’unya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->