P. 1
Krida Perikanan, Saka Tarunabumi

Krida Perikanan, Saka Tarunabumi

|Views: 92|Likes:
Published by Kang Chons

More info:

Published by: Kang Chons on Jul 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/29/2013

pdf

text

original

SELAMAT DATANG

PRAMUKA INDONESIA

Darma Kubaktikan,....

Satya Kudarmakan,..

Budidaya Ikan Air Tawar

Oleh:
Kak Cocon & Kak Sahat

KRIDA PERIKANAN
SAKA TARUNABUMI

Get Ready ?
Bau harum Di kandang kuda Mari tersenyum Agar awet muda

TUJUAN PENGENALAN Pramuka diharapkan mampu: 1. Mengenal, jenis-jenis ikan air tawar 2. Mengenal cara budidaya beberapa jenis ikan air tawar 3. Mengenal aspek bisnis usaha budidaya ikan air tawar 4. Mengenal maanfaat makan ikan dan beberapa produk olahan ikan

Ikan Lele

Ikan Patin

Ikan Nila

Ikan Mas

Ikan Gurame

Udang Galah

Belut

Rumput Laut

Ikan Koi

Ikan Bandeng

MENGENAL BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR JENIS CAT FISH,...!!!

A. BUDIDAYA IKAN LELE DUMBO

B. BUDIDAYA IKAN PATIN

Mari Kita Simak,..

Cara Budidaya Ikan Lele Dumbo....

Apa Saja Jenis Ikan Lele,...???

Lele Sangkuryang

Lele Dumbo

Lele Lokal

Bagaimana Ciri Ikan Lele Dumbo dan Apa saja keunggulannya,... ???

Ikal Lele Dumbo, mempunyai ciri-ciri :      Kulit berlendir, licin namun tidak bersisik Warna tubuh hitam, akan berubah pucat pd saat terkena sinar matahari dan berubah loreng (hitam putih) jika terkejut. Bentuk tubuh agak lebar ¼ panjang tubuhnya Terdapat 8 buah kumis disekitar mulutnya Sebagai alat bantu berenang mempunyai tiga buah sirip tunggal: sirip punggung, sirip ekor dan sirip dubur serta sirip berpasangan yaitu sirip dada dan sirip perut Terdapat patil dibagian sirip dada, sebagi senjata dan alat bantu bergerak

Bagaimana Habitat Ikan Lele,... ?

Habitat atau lingkungan hidup ikan lele ialah semua perairan air tawar. Di perairan yang airnya tidak terlalu deras, atau di perairan yang tenang seperti danau, waduk, telaga, rawa serta genangangenangan kecil seperti kolam, merupakan lingkungan hidup ikan lele. Ikan lele mempunyai organ insang tambahan yang memungkinkan ikan ini mengambil oksigen pernapasannya dari udara di luar air. Ikan lele tahan hidup di perairan yang airnya mengandung sedikit oksigen. Ikan lele dumbo relatif tahan terhadap pencemaran bahan-bahan organik. Ikan lele dumbo hidup dengan baik di dataran rendah suhu .tempat hidupnya terlalu dingin, misalnya di bawah 20°C, pertumbuhannya agak lambat. Di daerah pegunungan dengan ketinggian di atas 700 meter, pertumbuhan ikan lele kurang begitu baik. Lele tidak pernah ditemukan hidup di air payau atau asin.

Keunggulan ikan Lele Dumbo :
1. Mudah dibudidayakan dan dapat dipijahkan sepanjang tahun 2. Fekunditas atau daya tetas telur yang besar 3. Mempunyai pertumbuhan yang cepat 4. Mempunyai efesiensi pakan tinggi

Bagaimana Sejarah Lele Dumbo,... ?

Ikan Lele Dumbu merupakan ikan jenis hybrida yang merupakan hasil kawin silang antara Clarias gariepinus dengan Clarias focus. Ikan ini berasal dari Afrika dan mulai diperkenalkan ke Indonesia pertama kali tahun 1985.

Tahapan apa saja, dalam budidaya ikan Lele Dumbo,...??

PEMILIHAN INDUK LELE DUMBO
Untuk menghasilkan benih lele dumbo yang berkualitas, maka seleksi induk perlu dilakukan. Pada saat pemeliharaan induk, agar kualitas baik dan cepat matang gonad, maka induk diberi pakan dengan kandungan nutrisi baik.

Ciri Induk Jantan : 1. Kepala lebih kecil dibanding induk betina 2. Warna kulit dada agak tua dibanding induk betina 3. Kelamin agak menonjol, memanjang kearah belakang, terletak dibelakang anus dan berwarna kemerahan 4. Gerakannya lincah, tulang kepala pendek agak gepeng 5. Perutnya lebih langsing dan kenyal dibanding betina 6. Kulit lebih halus dibanding lele betina 7. Bila diurut secara manual dari perut ke ekor akan mengeluarkan cairan putih kental

Ciri induk betina 1. Kepalanya lebih besar 2. Warna kulit dada agak terang 3. Kelamin berbentuk oval, berwarna kemerahan, lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus 4. Gerakannya lambat, tulang kepala pendek dan agak cembung 5. Perutya lebih gemuk dan lunak 6. Bila bagian perut diurut secara manual akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan (ovum/telur)

Perbedaan Alat Kelamin,....

PEMIJAHAN Pemijahan Alami Pemijahan Buatan betina siap pijah adalah : 1. Bagian perut membesar dan lunak kalau diraba, 2. Dubur terlihat merah dan lubang pengeluaran telur lunak melebar, 3. Membuat gerakan mondar-mandir, 4. Bagian dubur merah dan lunak dan kalau diurut dari arah perut akan keluar cairan putih atau sperma.

Memilih induk lele siap pijah, Ciri-ciri induk

Sarana Yang Perlu Disiapkan

Bak Pemijahan

Kakaban

A. Pemijahan Alamai

1. 2. 3. 4. 5.

Induk yang sudah matang gonad dan siap memijah diseleksi Isi bak pemijahan dengan air setinggi 40 cm. Pasang kakaban hingga menutupi 80% permukaan air. Lepaskan induk-induk lele yang sudah dipilih dengan perbandingan 1 betina dan 2 jantan. Proses pemijahan akan terjadi pada malam hari yang ditandai terlebih dahulu adanya kejar-kejaran antara induk betina dan jantan mengitari kakaban. Amati pada pagi hari, telur-telur sudah dilepas dan menempel pada seluruh permukaan kakaban

Selanjutnya,.........

• 1.

Menetaskan Telur
2. 3.

Amati pada pagi hari, telur-telur sudah dilepas dan menempel pada seluruh permukaan kakaban. Menyiapkan bak penetasan telur, bersihkan terlebih dahulu bak-bak. Isi air penetasan setinggi 40 cm, pindahkan / angkat kakaban masukan kedalam bak yang sudah disiapkan. Amati telur-telur tersebut setelah 24 jam dan telurtelur tersebut mulai menetas. Telur yang baik akan menetas sampai 35 jam. Anak ikan yang keluar dari telur masih sangat kecil dan lemah. Badan transparan dan kalau dilihat dengan microskop akan terlihat masih mengandung kuning telur. Telur-telur yang tidak terbuahi berwarna kuning susu dan tidak akan menetas serta akan membusuk. Telur-telur yang terbuahi terlihat kuning transparan dan akan menetas setelah 34 jam sampai dengan 48 jam dikeluarkan oleh induk.

PEMELIHARAAN LARVA DAN BENIH

Pemeliharaan Larva
1.

Setelah telur lebih dari 48 jam dan sudah terlihat banyak yang menetas maka kakaban diangkat secara hati- hati. Merawat larva, larva yang baru beberapa hari menetas kondisinya masih sangat lemah. Larva in tidak memerlukan pakan tambahan sampai menunggu kandungan kuning telurnya habis. Kandungan kuning telur akan habis setelah menetas 7 hari. Untuk menjaga mortalitas yang tinggi pertu dipasang aerasi.

2.

Pemberian Pakan Larva dan Benih
Jenis Pakan Larva : Cacing Sutera dan kuning telur

Memberi pakan larva. Setetah kandungan 7 hari, kandungan kuning telur yang asd sudah habis dan harus segera diberi pakan tambahan dari luar. Pakan pertama dapat diberikan kuning telur yang diblender setiap pagi dan sore sebanyak satu butir per 5000 ekor. Pemberian pakan cacing rambut dapat diberikan setelah 11 hari.

Pemanenan Benih untuk Pembesaran

Alat panen benih : Alat berupa seser, ember, waring, kantong plastik, tali karet, tabung udara, mangkok kecil. Perhitungan hasil biasanya dilakukan secara manual. Untuk memperoleh benih yang seragam digunakan ember plastik yang berlubang-lubang.
Cara Panen Panen benih lele bukan merupakan kegiatan akhir dari kegiatan budidaya. Pemungutan hasil pertama dilakukan setelah benih berumur 17 sampai 21 hari (panjang t 2,5 cm). Pada ukuran tersebut benih lele sudah bisa ditebar pada petak pembesaran secara langsung atau ditebar pada tempat penampungan sambil menunggu pembeli.

Teknik Pengangkutan Benih

Teknik packing benih yaitu dengan cara benih yang telah dihitung dimasukan ke dalam kantong plastik yang berukuran 30x20 cm yang telah diisi air sebanyak 1,5 liter, kepadatan antara 500–1000 ekor/kantong dengan benih yang berukuran 3–4 cm. Sedangkan untuk benih berukuran 5–8 cm kepadatannya antara 100–500 ekor/kantong.

PEMBESARAN

Pemilihan Lokasi : Kualitas tanah 1. Tidak porus/mampu menampung air 2. Menyediakan unsure hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan makanan alamai ikan lele di dalam kolam Kualitas air media 1. Mempunyai kandungan oksigen terlarut (DO) min 3-4 ppm 2. pH air 6,5 – 9 3. Suhu air optimal antara 25-28oC 4. Kecerahan air 25 -35 cm 5. Ketinggian air 50-70 cm

Menyiapkan Sarana dan Prasarana
1. Kolam Ada Beberapa Jenis Kolam, antara lain :

Kolam Beton

Kolam Tanah

Kolam Terpal

2. Peralatan Cek Kualitas Air

Termometer : Untuk cek suhu air kolam

pH meter : Untuk cek tingkat keasaman air

DO meter : untuk cek kandungan oksigen dlm air

Persiapan Wadah / Kolam
A. Persiapan di Kolam Tanah

Perbaikan pematang

Bertujuan untuk mencegah kebocoran kolam akibat binatang liar seperti belut,kepiting dan binatang air lainnya

Pengeringan dilakukan untuk menghilangkan bakteri pembusuk dan racun sisa dekomposisi yang berbahaya bagi kehidupan ikan lele serta dalam rangka membunuh hama dan penyakit yang ada dalam kolam

Lanjut,.....
A. Persiapan di Kolam Tanah

Pengolahan tanah dasar Tujuannya adalah untuk mempercepat berlangsungnya proses penguraian senyawa-senyawa organic dalam tanah sehingga senyawa-senyawa beracun dalam kolam dapat menguap. Pengolahan dasar kolam dilakukan dengana mencangkul dasar kolam sedalam 10-20 cm, kemudian dibalik dan dikeringkan sampai 3-5 hari

Pengapuran Tujuan pengapuran adalah untuk menjaga pH (keasaman) tanah agar tetap stabil. Pemberian kapur dolomite berkisar antara 100-200 gr/m2

Lanjut,....
A. Persiapan di Kolam Tanah

Pengapuran Tujuan pengapuran adalah untuk menjaga pH (keasaman) tanah agar tetap stabil. Pemberian kapur dolomite berkisar antara 100-200 gr/m2 Pemupukan Bertujuan untuk menyediakan makanan alami dan menjaga kesuburan kolam. Jenis pupuk dapat digunakan pupuk buatan misalnya TSP, urea, KCL dan NPK dengan dosis 200 gr/m2 untuk NPK dan KCL atau menggunakan urea dan TSP masingmasing 10 g/m2. Sedangkan jika mengunakan pupuk kandang diperlukan dosis antara 100-150 gr/m2 tergantung kesuburan tanah

Persiapan Wadah / Kolam
B. Persiapan di Bak Beton dan Terpal

Bak beton atau kolam terpal dicuci dan dikeringkan sebelum diisi air, bertujuan untuk menghilangkan parasit maupun sumber penyakit yang dapat mengganggu benih ikan lele yang akan ditebarkan

Pengisian Air

Setelah persiapan lainya telah dilakukan, langkah selanjutnya yaitu mengisi kolam dengan air, untuk menumbuhkan pakan alami. Pengairan dilakukan minimal 4-7 hari sebelum benih ikan ditebar.

Penebaran Benih

1. Benih yang akan ditebar pada kolam pembesaran yaitu hasil pendederan benih sebelumnya yaitu biasanya mempunyai ukuran 8-12 cm dengan padat tebar berkisar antara 5—150 ekor/m2. 2. Penebaran benih dengan memperhatikan pertimbangan kesehatan benih dan keseragaman ukuran benih. Sebelum benih ditebar pada kolam pembesaran terlebih dahulu dilakukan aklimatisasi yang bertujuan agar benih mampu beradaptasi pada lingkungan air kolam yang baru.

PEMBERIAN PAKAN

Pemberian Pakan Pakan untuk ikan lele dapat diberikan berupa pakan pellet dengan kandungan protein yang baik selain itu dapat pula diberkan pakan hidup misalnya cacing, serangga air dan zooplankton dan pakan tambahan berupa rucah, sisa makanan keluarga serta daun-daunan. Pakan buatan diberikan sebanyak 2-5% dari total berat tubuh ikan dan diberikan 3-4 kali setiap hari.

PENGONTROLAN KULAITAS AIR

Pengontrolan kualitas air  Kualitas air dikontrol secara rutin terutama suhu, pH, oksigen telarut dan kecerahan air. Tujuannya untuk memantau kondisi air kolam jika sewaktu2 mengalami perubahan secara ekstrim, sehingga segera dapat diambil tindakan agar tidak mengganggu ikan peliharaan

 Air kotor diganti secara rutin, untuk menghindari penumpukan bahan organik yang berasal dari kotoran dan sisa pakan

Grading : Penjarangan Benih

Penjarangan adalah mengurangi padat penebaran yang dilakukan karena ikan lele berkembang ke arah lebih besar, sehingga volume ratio antara lele dengan kolam tidak seimbang. Apabila tidak dilakukan penjarangan dapat mengakibatkan :  Ikan berdesakan, sehingga tubuhnya akan luka.  Terjadi perebutan ransum makanan dan suatu saat dapat memicu mumculnya kanibalisme (ikan yang lebih kecil dimakan oleh ikan yang lebih besar).  Suasana kolam tidak sehat oleh menumpuknya CO2 dan NH3, dan O2 kurang sekali sehingga pertumbuhan ikan lele terhambat.

PENCEGAHAN & PENANGGULANGAN PENYAKIT
Penyebab penyakit, antara lain : 1. Lingkungan yang tidak bersih 2. Kualitas air jelek 3. Perubahan lingkungan akibat cuaca yang ekstrim

Jenis – Jenis Penyakit pada ikan lele: -Disebabkan Parasit -Disebabkan Bakteri -Disebabkan Perubahan Lingkungan

Penyakit Disebabkan oleh Perubahan Lingkungan

Hama yang mengganggu pada pemeliharaan ikan lele yang sering muncul antara lain ular, katak,burung,serangga,musang air, ikan gabus dan lainnya. Penyakit dapat digolongkan menjadi dua, yaitu : Penyakit parasitic, merupakan penyakit yang disebabkan organism tingkat rendah misalnya cacing Trematoda dan lintah dan jamur Sprolegnia (Hirudinae sp). Pengendalian secara sederhana dengan menggunakan garam (NaCl) 1.000 ppm dengan perendaman selama 24 jam Penyakit bacterial, penyakit yang disebabkan oleh bakteri misalnya, Aeromonas hydrophilla, Pseudomonas sp dan Tuberculosis, pengendalian dilakukan dengan perendaman dalam bahan kimia selama minimal 3 (tiga) hari yang dicampur dengan NaCl 500-1.000 ppm atau menggunakan larutan PK dengan dosis 10-20 ppm selama 30-60 menit.

PEMANENAN
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemanenan adalah sebagai berikut : 1. Lele dumbo dipanen setelah umur pemeliharaan 3-4 bulan, kecuali bila sewaktu-waktu dikehendaki dapat dipanen. Berat rata-rata pada umur tersebut mencapai 200 g/ekor 2. Pemanenan dilakukan sebaiknya pada pagi hari agar lele tidak kepanasan 3. Kolam dikeringkan sebagian saja dan ikan ditangkap menggunakan seser halus 4. Setelah dipanen, biarkan lele tersebut dalam tong/bak/hapa selama 1-2 hari tanpa diberi makan agar bau tanah dan bau amisnya hilang. 5. Kolam kemudian dibersiahkan dan pematang diperbaiki kembali

Penanganan hasil panen dan pengangkutan

Ikan segar adalah merupakan produk yang cepat turun kealitasnya. Hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran adalah sebagai berikut : 1. Sebelum dikemas ikan dicuci agar bersih dari lender 2. Wadah pengangkut harus bersih dan tertutup. Untuk pengangkutan jarak dekat dapat digunakan keranjang yang dilapisi daun pisang/plastic. Sedangkan untuk pengangkutan jarak jauh, digunakan kotak seng atau fiberglass. Kapasitas kotak maksimum 50 kg dengan tinggi kotak maksimum 50 cm 3. Ikan diletakan dalam wadah yang diberi es dengan suhu 6-7oC dengan perbandingan es dan ikan = 1:1. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian ikan disusun di atas lapisan es ini setebal 5-10 cm, lalu disusun es lagi dan seterusnya.

Wow,... Fantastic,... Lets,.. Eat Fish,.. !!

Pramuka CERDAS,..? GEMAR MAKAN IKAN,..!!!

APAKAH IKAN LELE DAPAT DIOLAH MENJADI PRODUK MAKANAN,......... ??

Mari Sukseskan ―GEMAR MAKAN IKAN ( GEMARI )― Agar Anak Indonesia : Sehat, Kuat, Pintar dan Cerdas,.... !!!!!!

REHAT SEJENAK,....

ISTIRAHAT SEJENAK

Kapal Manakah Yang Berlayar menggunakan tenaga angin ??

A

B

ARAH BERLAYAR

Tes Kepribadian
Pilih salah satu gambar dibawah ini

Waktu 5 menit

Arti Gambar

 Pemimpin

sejati  Sederhana  Lugas  Berprinsip  Disiplin  Rajin  Jujur  Kurang kreatif

• • • • • •

Lincah Seniman Wawasan luas Kreatif Penemu solusi Tak mudah menyerah • Suka hal-hal yang rumit • Tidak disiplin

• • • • • • •

Visi ke depan • Semua tindakan dan pemikiran Orientasi hasil semata-mata Profit hanya tertuju pada Menghargai waktu masalah Efisien Kritis Kadang ambisi berlebihan • Pemimpi • Penuh daya khayal

Burung(B) Kakak(K) Tua(T) BKT KTB BTK TBK

Bekerja ker Bekerja cerd
Bekerja tunt Bekerja ikhl

A
 Disiplin  Prosedural  Tuntas  Kurang Ide  Otoriter

B
• • • • Luwes Banyak Ide Sensitif Kurang tuntas

AB
• Perpaduan antara A dan B

O
• • • • • Orator Banyak Ide Berani Suka menolong Kurang kontrol

1 2 3 4

5 6

7 8

Seorang gadis Pegawai Negeri mengadu pada ibunya, berkeluh kesah tentang kehidupannya dikantor yang dirasa amat berat. Gadis itu tidak tahu bagaimana dia akan melalui semua itu dan merasa ingin menyerah saja. Dia merasa lelah berjuang dan menderita dalam kehidupan ini. Jika satu masalah teratasi, akan timbul masalah baru.

Ibunya mengajak putrinya menuju dapur. Diisinya 3 buah panci dengan air dan direbusnya air itu dengan api yang besar. Begitu semua air mendidih, dia masukkan WORTEL pada panci pertama, TELUR pada panci ke dua, dan BUTIRAN KOPI di panci terakhir. Mereka menunggu sampai ketiga air di panci kembali mendidih.

Dalam 20 menit kompor-kompor dimatikan sang Ibu. Wortel dikeluarkan dan diletakkannya di sebuah piring. Begitu juga dengan telur dan kopi diletakkan dalam piring dan gelas berbeda. Sang ibu memandang putrinya sambil berkata : “Katakan apa yang kamu lihat." Putrinya menjawab : " Wortel, telur dan kopi.“ Ibunya meminta putrinya agar mendekat dan merasakan wortel itu. "Wortel itu menjadi lembek, Ibu" Ibunya kemudian meminta putrinya untuk memecahkan telur yang telah matang itu. Setelah mengupas kulitnya, dia sadar bahwa isi telur itu telah mengeras karena direbus.

Akhirnya sang ibu meminta putrinya untuk meminum kopi yang telah matang. Putrinya tersenyum merasakan keharuman kopinya. "Apa arti semua ini, ibu ?" tanya putrinya. Ibunya menjelaskan bahwa setiap benda-benda itu telah melewati "Kemalangan" yang sama, yaitu direbus di dalam air mendidih. Namun tiap benda punya reaksi berbeda.

Wortel itu sebelumnya kuat, keras dan "tidak berperasaan.” Namun setelah direbus dia menjadi lunak dan lemah. Telur itu sebelumnya rentan, mudah pecah. Punya dinding tipis untuk melindungi cairan di dalamnya. Namun setelah direbus, cairan di dalamnya menjadi keras. Sedang butiran kopi adalah fenomena unik, ia menjadi air setelah direbus. " Termasuk yang mana kamu, anakku ?" kata ibu pada putrinya. "Jika kemalangan mengetuk pintumu, bagaimana kamu meresponnya ? Apakah kamu seperti wortel, sebutir telur atau biji kopi ?"

Camkan Hal ini : Termasuk yang mana aku ini ? Apakah seperti wortel yang terlihat keras namun ketika dihadang masalah dan kemalangan aku menjadi lemah dan kehilangan kekuatanku ? Apakah hatiku rentan seperti isi telur, namun ketika "di didihkan" oleh kematian, perpisahan, masalah-masalah atau ujian-ujian lainnya menjadikan hatiku lebih kuat ? Apakah dinding luarku masih terlihat sama namun kini didalam aku menjadi seorang yang GIGIH dan BERJIWA KERAS ?

Atau aku mirip dengan biji kopi ? Biji kopi sebenarnya mengubah air panas disekitarnya, yaitu keadaan yang membawanya dalam kepedihan. Ketika air mulai mendidih, maka dia mengeluarkan aroma dan rasa kopi yang nikmat. Bila keadaan menjadi kian memburuk, mampukah Kita mengubah situasi di sekitar menjadi suatu kebaikan ?

Ketika hari kian gelap dan ujian semakin meningkat,

Bagaimana kita menangani masalah-masalah hidup yang datang silih berganti ? Apakah kita mirip sebuah wortel, sebutir telur atau biji kopi ? Semoga kita mempunyai cukup bekal kebahagiaan untuk membuat hidup terasa indah. Cukup ujian agar membuat kita kuat, cukup kesusahan agar kita lebih manusiawi, dan cukup harapan untuk membuat kita mampu bertahan hidup.

Ketika dilahirkan, bayi menangis disaat semua orang tersenyum menyambut kehadirannya.

MENANGKAN HIDUP INI AGAR DIAKHIR PERJALANAN NANTI KITA BISA TERSENYUM KETIKA SEMUA ORANG DISEKITAR KITA MENANGIS.

TERIMA KASIH
SALAM PRAMUKA,.... !!!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->