P. 1
Margin Trading (2)

Margin Trading (2)

|Views: 818|Likes:

More info:

Published by: Muhamad Khairul Umam on Jul 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2013

pdf

text

original

MAKALAH MANAJEMEN INVESTASI

MARGIN TRADING DAN SHORT SELLING Disusun oleh : Kelompok 4 / Kelas E ACHMAD SAIFUL ULUM MUHAMAD KHAIRUL UMAM BIMA AGUSTYA R. ( 0810320003 ) ( 0810320107 ) ( 0810320210 )

JURUSAN ILMU ADMINISTRASI BISNIS FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
2011

dan seberapa jauh toleransi dalam menghadapi resiko. Dalam UU No. Margin disetorkan untuk setiap amanat nasabah yang ditempatkan kepada pialang berjangka. Investor juga bisa menggunakan berbagai strategi investasi. pialang berjangka kepada anggota kliring berjangka. Semoga makalah ini bermanfaat sebagai penunjang pembelajaran mata kuliah Manajemen Investasi yang dibimbing oleh Pak Topo. disebut Margin Trading 2. Bedagang batas. horison waktu investasi. atau anggota kliring berjangka kepada lembaga kliring berjangka. keadaan keuangan. Dalam makalah ini akan dijelaskan lebih detail mengenai Margin Trading dan Short Selling. 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. Secara umum investor membeli sekuritas dengan harga penuh dan beberapa waktu kemudian menjualnya dengan harapan memperoleh laba. Diantara strategi tersebut adalah : 1. untuk menjamin pelaksanaan transaksi kontrak berjangka.PENDAHULUAN Margin dalam perdagangan forex merupakan uang jaminan yang disetorkan investor kepada perusahaan pialang berjangka. margin didefinisikan sebagai sejumlah uang atau surat berharga yang harus ditempatkan nasabah kepada pialang berjangka. Hal itu bertujuan sebagai jaminan pelaksanaan transaksi kontrak berjangka yang dibuat berdasarkan amanat tadi. baik yang spekulatif mau pun konservatif karena peluang peluang hasil yang ditimbulkannya. Berjual Pendek. . agar investor bisa melakukan transaksi melalui perusahaan pialang berjangka tersebut. disebut Short Selling Strategi yang akan dipilih disesuaikan dengan tujuan investasi.

M.000 5.MARGIN TRADING Pengertian Adalah strategi membeli sekuritas dengan sebagian memakai dana pinjaman. Jika dilakukan MT 50% akan diperoleh saham 100 saham hanya dengan Rp 2.750 3.000 3.000 3. Posisi Investor jika : harga naik Rp 80/saham .000 1. sisanya Rp 2.000 .Dana Pinjaman 0 Equity dalam 5. karena diprediksi harga saham tsb. Istilah margin menyangkut jumlah equity atau pinjaman dalam suatu investasi.000 5. Keduanya akan memberi laba yang lebih besar dari kenaikan harga saham. Contoh : Dana Rp 5 juta akan di investasikan dengan membeli 100 saham @ Rp 500 p/lbr.T biasanya memberikan peningkatan hasil.000 investasi A.000 .500 2.Nilai saham 8.000 8. walau juga mengandung risiko tinggi. Salah satu risiko adalah apabila saham yang bersangkutan. Dampak Margin Trading pada hasil Saham : Tanpa MT 100 equity saham 100 5.000 5.000 4. Tidak berprestasi seperti yang diharapkan (harga turun) Jika ini terjadi.000 8. MT berapapun tidak bisa menyelamatkan. karena MT hanya bisa memperbesar (margin) hasil dan bukan membuat (produce) hasil.250 50% 100 5.000 5. Dengan demikian investor mngurangi penggunaan equity dalam suatu investasi dan karena itu dapat memperbesar hasil.000 Dengan Margin Trading 80% 65% 100 100 5. akan naik.Pengeluaran investasi Capital gain 3. berarti 75% dari investasi dibelanjai dengan equity sedang sisanya 25% dengan dana pinjaman.000 3. Jika investor menggunakan 75% margin.000 2.000 5.000 8.5 juta dapat digunakan untuk membeli lagi 100 saham perusahaan yang sama atau investasi lain.500 Jumlah Rp 50 dibeli Pengeluaran investasi (Rp) .000 1.5 juta dari dana sendiri.

Makin rendah jumlah equity investor. Risiko kerugian juga makin besar (dengan tingkat yang sama) jika harga saham turun Dalam MT.2 266.Hasil equity investor (capital gain/equity) 60% 75% 92. makin besar hasil investor. apapun posisi pembiayaannya 2. Posisi Investor jika : harga turun Rp 20/saham . yaitu : 1. Harga saham akan berubah naika atau turun.6 66.000 3.3% 120% B.000 5.000 investasi Capital loss 3.3%) 2.000 (120%) investor jika harga saham naik 3.000 Hasil equity (60%) investor(capital loss/equity) Dari tabel diatas.3 100. karena itu transaksi ini berisiko cukup tinggi .6% 55. Potensi Hasil pada Margin Trading : % Perubahan Harga Saham 20% 50% 75% 100% 120% % Perubahan Hasil Uang Investor dengan Margin sbb.000 Pengeluaran 5.000 2.000 Tetapi bila harga saham tuurn. Makin kecil margin dan makin besar perubahan harga saham. makin besar tingkat hasil yang diperoleh 2. kerugiannya juga berlipat. ternyata MT mengandung 3 fase.7 83.2% 26. besarnya pengembangan hasil tergantung dari perilaku harga saham yg diperdagangkan dan besarnya margin yang digunakan.000 5.Nilai saham 2.6 50% 40% 100 150 200 400 25% 80% 200 300 400 800 10% 200% 500 750 1.0 111.000 (92.000 5.000 3.3 222. : 90% 75% 22.1 133.000 3.000 (75%) 2.

Investor mengambil margin loan yg dibebani bunga b. misal minimum M/R untuk saham 50%. Margin Awal (initial margin) Margin Pemeliharaan (maintenance margin) untuk membatasi ekses trading dan perlindungan kredit bagi broker. Account dibuka dengan dana minimum berupa equity dalam bentuk uang tunai atau saham. Rumus Margin Dasar Besarnya margin dalam suatu transaksi selalu diukur relatif terhadap jumlah equity. Dalam transaksi margin dibentuk margin account pada kantor broker atau di bank. yaitu : 1. : a. yang disebut Saldo Debet (debt balance) Persamaan rumus margin : . Broker menahan saham yang dibeli sebagai jaminan c. Rumus Hasil Modal yang Ditanam. Investor dikenai komisi dan pajak transfer Persyaratan Margin  Bank Sentral biasanya menetapkan Persyaratan Margin (Margin Requirement=M/R) berupa jumlah equity minimum untuk transaksi margin.I.  Perhitungan Margin Trading Perhitungan hasil dari margin dilakukan dengan menggunakan 2 rumus. Rumus Margin Dasar 2. M/R terdiri dari 2 jenis utama. tetapi investor dapat membeli saham dengan mempergunakan margin 75%  Brokerhouse dan bursa dapat menetapkan M/R yang lebih ketat dari pada B. 1. Diperlukan 2 informasi untuk menyelesaikan rumus ini. yaitu : 1. 2. Nilai pasar dari sekuritas yang di margin b. yaitu : a. Jumlah uang yang dipinjam atau margin loan.  Investor dapat melakukan transaksi melebihi equity minimum. Apabila transaksi margin dilakukan maka terjadi hal-hal sbb.Untuk melakukan MT diperlukan pinjaman yang disebut Margin Loan yang dikenakan suku bunga tertentu tergantung pasar. Margin loan dapat diperoleh dari broker atau bank (melalui broker) d.

120. : . Dengan menggunakan dana dari hasil berjalan (dividen) atau bunga.5% c.000 . Investor menggunakan sebagian dana sendiri. Rumus Hasil Modal yang Ditanam Margin Trading biasanya menyangkut periode investasi pendek (kurang dari setahun).D ) : S = (Rp 400.120. Investor akan pinjam 30% x Rp 400.500 : Margin (%) = ( S .70% equity . Jika harga saham naik menjadi Rp 6.30% margin loan.000 = 60% Dalam hal ini terjadi restricted/pengketatan account. Jika harga saham turun menjadi Rp 3.000 yang merupakan saldo debet dan sisanya Rp 400.000 = 70% b.D ) : S = (Rp 300.000) : 650.000 = Rp 120.000 : Margin (%) = ( S . maupun bunga atas margin loan. Tingkat margin : Margin (%) = ( S . diperoleh hasil modal yang ditanam (return on invested capital = ROIC) sbb.120.120. karena tingkat margin turun dibawah initial margin yang berlaku 2.D ) : S = (Rp 650. sisanya memakai dana pinjaman. yang berarti dana bersumber dari : . Oleh karena itu.000 per saham dengan menggunakan 70% margin.Saldo Debet Nilai Sekuritas = (S-D):S Contoh : Investor hendak membeli 100 saham @ Rp 4. perhitungan tingkat laba hanya menyangkut bagian dana milik investor sendiri (equity).000 = 81.000 . dalam menilai hasilnya.000 merupakan equity dari investor a.000) : 300.000 .000) : 400.Margin (%) = Nilai Sekuritas .000 = Rp 280.000 .

Return on Invested Capital /ROIC = (a -b)+(p-q):r dimana : a = Penghasilan berjalan yang diterima b = Pembayaran bunga atas margin loan p = Nilai pasar sekuritas pada penjualan q = Nilai pasar sekuritas pada pembelian r = Jumlah modal sendiri yang diinvestasikan Contoh : • Investor akan membeli 100 saham @ Rp 5.000 dengan harapan nilainya naik menjadi Rp 750.000 x 10% x 6/12 = Rp 12.500 ROIC yang diharapkan = (Rp 10.000 . investor hanya menerima dividen Rp 100 p/saham) • Investor membeli saham dengan 50% margin danme mbayar bunga 10% untuk margin loan. Memperbesar Hasil Transaksi 2. Jadi investor akan menaruh equity Rp 500. sehingga menjadi 99% x 2 = 198 % Penggunaan Margin Trading Margin Trading dapat digunakan dalam berbagai cara. Jika ingin dibandingkan dengan alternatif investasi.000 persaham.000 x 100% = 99 % ROIC sebesar 99% tersebut diperoleh selama holding period 6 bulan. Laba Piramidasi .500 persaham • Saham ini memberti dividen Rp 200 per saham (dengan holding period 6 bulan. maka beban bunga investor adalah Rp 250. terutama : 1.000 dalam 6 bulan.000 .500 / 250. • Karena investor menggunakan margin loan 50% = Rp 250.12. karena diprediksi 6 bulan mendatang harga saham akan naik menjadi Rp 7. maka harus dihitung tahunan.500.000 = Rp 247.500) + Rp 750.000 dengan bunga 10% selama 6 bulan .000) 250.

000 lagi untuk menambah jumlah investasinya menjadi Rp 8. tetapi belum menjual sekuritas yang bersangkutan. Memperbesar Penghasilan Berjalan Teknik ini paling jarang digunakan dalam margin trading dan bisa dilakukan bila biaya bunga margin loan relatif rendah dan bila penghasilan berjalan berupa dividen atau bunga cukup tinggi. lalu melakukan margin pada atau diatas) tingkat initial margin untuk memaksimalkan sumber investasinya sejauh mungkin.000.000 dan saldo kredit Rp 20. Jika M/R hanya 50% maka account tsb. tetapi diyakini akan naik menjadi Rp 30 dalam 6 bulan. 2. Contoh : Suatu margin account memuat sekuritas seharga Rp 60. Contoh : Investor yang memiliki equity Rp 2. akan diperoleh apa yang disebut laba diatas kertas (paper profit) artinya investor telah mendapatkan laba dari transaksinya. Dengan piramidasi. Memperbesar Penghasilan Berjalan 1. Laba Piramidasi Bila Investor tetap menahan sekuritas yang harganya naik.20 persaham. kelebihan margin ini digunakan untuk membeli tambahan sekuritas sedemikian rupa asalkan margin account tetap sama atau diatas M/R. Piramidasi (pyramiding) menggunakan paper profit dalam margin account untuk sebagain atau sepenuhnya membelanjai pembelian tambahan sekuritas. yang berarti terdapat lebih banyak equity dalam margin account.000 dan Initial M/R saham 50%. sehingga dapat meminjam Rp 2.000 bisa menggunakan margin 50%. Memperbesar Hasil Transaksi Investor yang akan meningkatkan capital gain dari suatu transaksi mendapatkan sekuritas yang memberikan harapan kenaikan harga. Investor memutuskan untuk melakukan Margin Trading sampai batas initial margin. mengandung kelebihan margin. Paper profit tersebut telah menimbulkan kelebihan margin. Investor dapat meminjam Rp 4.3. menemukan saham dengan harga Rp 20 persaham.000 agar dapat membeli 100 saham @ Rp 40 persaham. 3. . Contoh : Investor yang memiliki modal Rp 4.000 sehingga berada pada tingkat margin 66 2/3%. Bunga margin loan 6% dan dividen tahunan sebesar Rp 3.

000 Jika seorang investor menemukan saham yang diprediksi akan turun harganya maka hal itu merupakan alasan untuk melakakukan short Selling... Short Selling dimulai bila sekuritas yang telah dipinjam dari suatu broker dijual di pasar.. 100 saham dibeli @ Rp 3..000 persaham Hasil penjualan bagi investor……………………….... karena penurunan harga suatu sekuritas hanya dapat terjadi sejauh tertentu (paling tidak sama atau hampir sama nol) Dilain pihak kenaikan harganya tidak terbatas (jika harga sekuritas naik....…...........000 Kemudian............ maka short Seller harus menyerahkannya kepada pemberi pinjaman saham (lender) Peminjaman Sekuritas: Sekuritas untuk short selling bisa dipinjam dari broker atau investor individual lainnya.... kemudian bila harganya turun........000 per saham Biaya bagi investor ……………………………… …….. Manfaat dari Short Selling adalah :  Peluang untuk mengubah penurunan harga sekuritas menjadi suatu keuntungan Kerugian Short Selling :  Merupakan transaksi dengan risiko yang cukup tinggi.... Rp 500. short selling rugi)  Short Selling tidak pernah memperoleh dividen (karena jangka waktunya cukup pendek) Namun jika dividen dibayarkan dalam periode transaksi short Sell.... Rp 300.SHORT SELLING Pengertian Short Selling merupakan teknik menjual sekuritas atau property yang dipinjam...... penjual membeli kembali sekutitas tersebut yang lalu dikembalikan kepada pemberi pinjaman (lender)..Rp 200... Mekanisme Short Selling 100 saham dijual @ Rp 5................000 Laba Bersih .... Broker meminjamkan sekuritas yang dipegang dalam portofolionya atau dikenal . Dalam hal ini pemberi pinjaman sekuritas harus mendapatkan perlindungan sepenuhnya.

Nilai kolateral ini merupakan jumlah uang yang dapat dipinjam dalam margin trading. Contoh : Bila Margin Requirement /MR 60% nilai koletral akan berjumlah 40% yang merupakan pinjaman maksimum dalam transaksi margin. Broker meminjamkan sekuritas untuk transaksi short sale sebagai pelayanan kepada kliennya. jika dikeluarkan Hak-hak tersebut tidak diterima langsung dari perusahaan yang menerbitkan sekuritas. yaitu pihak yang memberi pinjaman sekuritas dalam transaksi short sale praktis tetap memiliki seluruh manfaat dan hak kepemilikan sekuritas (kecuali hak suara/voting right) selama short sale. karena dapat diinvestasikan untuk memperoleh keuntungan dan biasanya dalam bentuk tabungan. Oleh karena itu dalam transaksi short sele diperlukan margin deposit yang dipegang oleh broker untuk kepentingan . Pinjaman tanpa bunga tersebut merupakan windfall. sedangkan individu meminjamkan sekuritas karena mendapatkan pinjaman tanpa bunga. Tetapi individu yang meminjamkan hanya mereka yang memegang sekuritas atas namanya sendiri. jika dikeluarkan Saham split atau saham dividen . pemberi pinjaman (lender) berhak menerima pinjaman tanpa bunga sebesar nilai kolateral/ jaminan dari sekuritas yang digunakan dalam short sale. saham dikeluarkan atas nama kantor broker tetapi dipegang untuk kepentingan (in trust) account dari kliennya. karena tidak ada kepastian kapan short seller akan membeli kembali sekuritas dan menarik pinjamannya Misal: Jika short Sale tersebut diatas berlaku selama 9 bulan dan bunga tabungan 8%/tahun maka investor dapt memperoleh tambahan penghasilan Rp 10 juta x 8% x 9/12 = Rp 240. Bila transaksi short sale dilakukan. tetapi melalui short seller yang telah berjanji menjadi pihak surogasi (surrogate firm).000 Perlindungan bagi Lender : Lender. yaitu :    Pembayaran dividen Hak atas saham pre emptive. Dhi.dengan sebagai Street Name Account (akun nama jalan). maka ia dapat menerima pinjaman tanpa bunga 40% x Rp 10 juta = Rp 6 juta. broker yang akan menjamin dipenuhinya kewajiban oleh short seller. Street Name Account adalah sekuritas yang dipegang oleh broker untuk pelangganny. Jadi bila seseorang meminjamkan sekuritas bernilai Rp 10 juta dan M/R yang berlaku 60%.

bersama dengan margin deposit milik short seller dipegang oleh broker. broker membentuk diua. Semua short sale dilakukan atas margin. Dalam short sale. Investor melakukan short sale untuk salah satu dari dua alasan : a. lainnya untuk lender. Margin dalam Short Sale : Margin dalam short sale dihitung dengan rumus : Margin (%) = (Hasil Penjualan + Equity deposit) – Nilai Sekuritas Nilai Sekuritas Contoh : Investor ingin melakukan short sale atas 100 saham @ Rp 60 dengan menggunakan margin yang berlaku 70%. Mencari laba spekulatif bila harga suatu sekuritas diharapkan turun. • Dana dalam account short seller setelah dikurangi komisi serta biaya transaksi. • Bila transaksi short sale berakhir. karena adanya M/R .dan perlindungan lender. : • Jika harga saham naik. yaitu besarnya penggunaan modal sendiri (equity deposit) yang harus dilakukan investor untuk dapat memulai transaksi. Dhi. Sedang jika harga saham turun. • Pinjaman tanpa bunga dan dividen juga langsung didebitir pada account short . terjadi sebaliknya. yaitu satu untuk short seller. broker membentuk dua account. account short seller turun dan dananya ditransfer ke account lender. Melindungi laba dan menangguhkan pajak dengan memagari (hedgimg) posisinya. Dalam hal ini : . hasil penjualan sekuritas. Dhi. atau b. tinggal margin deposit dan laba dari transaksi untuk dikembalikan kepada short seller.seller dan dikreditir pada account lender. Proses bekerjanya account ini disebut mark-to-the-mark sbb. Dalam short sale tidak diperlukan dana pinjaman . • Posisi short sale ditutup bila saham dikembalikan kepada lender. sehingga tidak ada pembayaran bunga 1. dana dalam account lender dipakai untuk membeli saham (saat itu lender diberitahu untuk segera mengembalikan pinjaman tanpa bunga yang belum • kembali pada account). Penggunaan Short Selling.

000 ) : 5.000. sebab investor menderita kerugian yang mengakibatkan nilai equity turun.000 ) : 7.Nilai Saham (NS) dan Hasil Penjualan (HP) : 100 x Rp 60 = Rp 6.000 . Hasil atas Modal yang Ditanam : Dalam short Sale tidak ada dana yang dipinjam dan tidak ada bunga yang harus dibayar. berapun jumlah saham dalam transkasi ini 3.BP = Biaya Pembelian Sekuritas . maka : Margin (%) = (Rp 6.000 + 4. Perusahaan membayar dividen Rp 2 per-saham seta .200 Jika harga saham naik menjadi Rp 70. Rumus hasil atas modal yang ditanam (return on invested capital) sebagai berikut : ROIC = ( HP – BP – D) : ED Dimana : .HP = Hasil Penjualan . Oleh karena harga saham naik.000 = 104% Investor memperoleh kelebihan equity yang dapat digunakan untuk piramidasi.200 tetapi nilai kolateral berubah naik menjadi Rp 7.D = Dividen yang dibayar short seller Contoh : Seorang investor ingin menggunakan 70% margin untuk short sale saham seharga Rp 60 yang diprediksi akan turun menjadi Rp 40 dalam waktu 6 bulan.000 dan Rp 4.hun atau Rp 1 per-saham untuk 6 bulan Perhitungan hasil persaham menghasilkan : ROIC = Rp 60 – Rp 40 – (6/12 x Rp 2) : (70% x Rp 60) = Rp 19 /42 x 100% = 45% Hasil perhitungan ini tidak akan berubah.000 + 4.200 -7.000 = 46% Nilai HP dan ED tetap yaitu Rp 6. Jika harga saham turun menjadi Rp 50.000 = Rp 4. besarnya margin turun. 2. sehingga hasil yang diperoleh berasal dari equity deposit. Hanya saja short seller harus membayar dividen kepada lender yang akibatnya mengurangi laba .Equity Deposit (ED) : 70% x Rp 6. Spekulasi : .. maka : Margin (%) = (Rp 6.200 -5. Karena besarnya margin (46%) turun dibawah M/R (70%) investor menghadapi restricted account.

000 : 7.000) Laba Bersih ………………….000 Rp 7. Melindungi laba yang telah diperoleh : Short sale bisa digunakan untuk melindungi laba yang telah diperoleh dari transaksi sebelumnya Teknik ini disebut hedging atau shorting-against the box Transaksi I : -Membeli 100 saham @ Rp 20 = Rp 2. Tetapi jika ternyata harga saham naik.000 .000 – 9. • Equity deposit 50% x Rp 15. maka short selling merupakan teknik spekulasi yang tinggi dan menghadapi risiko yang cukup besar. 4.000 Laba bersih …………….500 ROIC : Rp 15.000 .……………………..Karena short seller bertaruh terhadap perilaku pasar .000 • Short sale tutup : 300 saham diobeli @ Rp 30 ………… Rp 9. Harga saham naik menjadi Rp 80 Laba dalam transaksi I dan II : .Nilai saham saat ini 100 saham x Rp 50 ………… Rp 5.000 Kurang : Rugi Short Sale : Short Sale awal 100 saham x Rp 50 = Rp 5.000 (Rp 2. Rp 6.500 = 80% Apabila harga saham memang turun menjadi Rp 30 investor akan memperoleh ROIC sebesar 80% . Contoh : Seorang investor telah menemukan suatu saham yang diprediksi akan merosot harganya dari Rp 50 menjadi Rp 30 dalam waktu 8 bulan mendatang.000 Harga saham naik menjadi Rp 50 Laba dalam transaksi ini : .. Rp 3.000 .. maka seluruh atau sebagian besar investasinya Rp 7. (Rp 2.000) Laba …….Biaya transaksi 100 saham x Rp 20 …………….500 akan habis. Ia memutuskan untuk melakukan short selling 300 saham dengan menggunakan margin 50% Spekulasi dengan short Sale : • Short sale awal : 300 saham dijual @ Rp 50 …………… Rp 15.Nilai saham saat ini 100 saham x Rp 80 …………… Rp 8.Biaya transaksi 100 saham x Rp 20 …………… Transaksi II: Short Sale 100 saham @ Rp 50 A.000 Rp 6.

000 ..000) = Rp 2. • Dengan melakukan short sale.000) Rp 3...Biaya transaksi 100 saham x Rp 20 ……………. Rp 3.id/content/F0354/F035452568.Nilai saham saat ini 100 saham x Rp 30 …………… Rp 3.. Rp 1.……………………. B.000 • Investor tidak ingin menjual saham itu sekarang.000 • Dalam transaksi pertama diperoleh capital gain Rp 3. investor tetap terjamin akan laba itu.000) Laba ……. tetapi ia juga tidak mau kehilangan laba itu. (Rp 2.000 Short sale tutup 100 saham x Rp 30 = ( 3.000) = Laba Bersih ………………. Harga saham turun menjadi Rp 30 Laba dalam transaksi I dan II : (Rp 3.000 Tambah : Laba Short Sale : Short Sale awal 100 saham x Rp 50 = Rp 5.binus.ac.Short sale tutup 100 saham x Rp 80 = ( 8.000 Laba Bersih ………………. investor dapat “mengunci” laba Rp 3.000 tersebut • Meskipun harga saham naik atau turun. . SUMBER : repository.000 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->