PENGELOLAAN LIMBAH PADAT DAN CAIR DI PT SIDO MUNCUL

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat-syarat guna memperoleh gelar Sarjana Teknologi Pertanian

Oleh: VICTORIA EDUARTY MAHU 08.70.0140

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA

40

SEMARANG
2011

1. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN
1.1. Sejarah dan Perkembangan PT Sido Muncul

PT Sido Muncul bermula tahun 1940 dari sebuah industri rumah tangga pada yang dikelola oleh Ibu Rahkmat Sulistio di Yogyakarta dan dibantu oleh 3 orang karyawan. Ibu Rakhmat kemudian memproduksi jamu dalam bentuk yang praktis (serbuk) karena banyaknya permintaan akan jamu yang mudah dikonsumsi dan mudah disajikan. Tahun 1951 didirikan perusahaan sederhana yaitu Sido Muncul yang berarti “Impian yang terwujud” yang berlokasi di Jalan Mlaten Trenggulun. Jamu Tolak Angin merupakan produk pertama dan andalan Ibu Rahkmat. Jamu ini mulai dikenal dan disukai masyarakat sehingga permintaan pun meningkat. Seiring perkembangannya, pabrik tidak mampu lagi memenuhi kapasitas produksi yang besar akibat permintaan pasar yang terus meningkat. Tahun 1984 pabrik dipindahkan ke Lingkungan Industri Kecil di Jalan Kaligawe, Semarang. Untuk memenuhi demand pasar yang terus meningkat, maka pabrik mulai dilengkapi dengan mesin-mesin modern, jumlah karyawan ditambah sesuai dengan kapasitas yang diperlukan. Saat ini jumlah karyawan PT Sido Muncul mencapai sekitar 2000 orang sebagai usaha untuk mengantisipasi kemajuan pabrik di masa mendatang. Tahun 1997 diadakan peletakan batu pertama pembangunan pabrik baru di Klepu, Kecamatan Bergas, Ungaran dengan luas 29 ha oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X disaksikan oleh Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan (Drs. Wisnu Katim). Pabrik baru ini diresmikan oleh Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia, dr. Ahmad Sujudi pada 11 November 2000 (Gambar 1). Pada waktu peresmian, pabrik mendapatkan 2 sertifikat yaitu Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) setara dengan farmasi. Hal ini menjadikan PT Sido Muncul sebagai satu-satunya pabrik jamu berstandar farmasi. Pada 8 Maret 2001, PT Sido Muncul menerima Kehati Award untuk

Kunyit Asam Sirih. Jahe wangi.2. Kec.kategori Peduli Lestari Kehati. 1. Kunyit Asam Fiber. Keberadaan PT Sido Muncul tidak hanya untuk mengembangkan usaha. 4 Semarang dengan area seluas 20. Visi dan Misi PT Sido Muncul . yaitu pabrik lama yang ukurannya lebih kecil terletak di Jl. Anak Sehat aneka rasa. Industri IIA nomor 19 A di Lingkungan Industri Kecil (LIK) Jalan Raya Demak Km. Ungaran di atas tanah seluas 29 ha. STMJ aneka rasa. yang merupakan salah satu penghargaan di bidang pelestarian lingkungan untuk dunia usaha. Kunyit Asam. 28 Klepu. PT Sido Muncul mempunyai 2 lokasi untuk pabrik. Soekarno Hatta Km. Letak dari masing-masing bagian denah dapat dilihat lebih lanjut pada Lampiran 2. Permen Tolak Angin dan Permen Kunyit Asam.000 m2. PT Sido Muncul memiliki beberapa lokasi yang berbeda-beda untuk masing-masing bagian yang diberi nama berdasarkan huruf capital. Alang Sari plus Fiber. Sampai saat ini PT Sido Muncul telah memproduksi sekitar 200 produk yang berbeda untuk memperluas pasar. Foto udara Pabrik PT Sido Muncul yang baru selesai dibangun pada tahun 2000 dengan luas 29 ha Setelah 66 tahun terlibat dalam industri jamu tradisional PT Sido Muncul mulai memproduksi produk-produk baru yang berbahan dasar alami seperti minuman serbuk Alang Sari.000 m2 dan luas bangunan 14. Bergas. Peta lokasi pabrik dapat dilihat pada Lampiran 1. sedangkan pabrik baru berlokasi di Jl. permen Jahe Wangi. namun juga menjadi bagian dari masyarakat dengan adanya kegiatan-kegiatan sosial. Gambar 1.

Untuk memberikan jaminan kualitas pada konsumen. gedung ekstraksi.  Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membina kesehatan melalui pola hidup sehat. Fasilitas penting yang dimiliki PT Sido Muncul adalah empat laboratorium yang dibangun di atas lahan seluas 1200 m². maka setiap langkah produksi mulai dari barang datang hingga produk sampai di pasaran dilakukan di bawah pengawasan mutu yang ketat. Laboratorium Kimia Untuk melakukan pengawasan mutu (quality control) secara kimiawi. khasiat. Ketersediaan Fasilitas PT Sido Muncul memiliki fasilitas yang mendukung terciptanya produk yang semakin maju dan inovatif dari waktu ke waktu. sehingga diharapkan dapat lebih baik dari sebelumnya. pemakaian bahan-bahan alami dan pengobatan secara tradisional. kebun percobaan dan budidaya tanaman. menyangkut keamanan.PT Sido Muncul mempunyai visi untuk mengembangkan produk yang berkualitas dan bersahabat dengan lingkungan.1. dan perpustakaan. tempat pengolahan limbah.  Ikut mendorong pemerintah / instansi resmi agar lebih berperan dalam mengembangkan pengobatan tradisional. maupun sampling pasar. Untuk mewujudkan misi tersebut maka semua rencana pengeluaran produk baru selalu didahului dengan studi pustaka maupun penelitian yang intensif. Misi PT Sido Muncul antara lain:  Meningkatkan mutu pelayanan di bidang herbal tradisional. Keempat laboratorium tersebut memiliki kekhususan seperti: a. Fasilitas tersebut antara lain laboratorium. .  Mengembangkan penelitian yang berhubungan dengan perkembangan pengobatan dengan bahan-bahan alami. 1. Seluruh karyawan juga bertekad untuk mengadakan perbaikan setiap saat. tempat pengolahan air bersih. dilengkapi dengan peralatan High Pressure Liquid Chromatography (HPLC). Gas Chromatography (GC) dan Thin Layer Chromatography (TLC) Scanner.

Kebun percobaan dan budidaya tanaman obat dibangun untuk mendukung terciptanya tanaman obat yang berkualitas. Selain empat laboratorium tersebut diatas. c. Perusahaan ini membutuhkan jumlah air yang banyak untuk pembersihan lahan (58 hektar). Oleh karena itu. Laboratorium Mikrobiologi Untuk melakukan pengawasan mutu (quality control) secara mikrobiologi atau yang berhubungan dengan bakteri dan jamur. Kebersihan sangat dipengaruhi oleh pencucian alat dan gudang yang dilakukan secara berkala.Laboratorium Kimia bekerjasama dengan laboratorium instrumentasi untuk melakukan pengawasan mutu terhadap produk jadi dan bahan baku. Laboratorium Farmakologi. Gedung ekstraksi merupakan bagian penting bagi terciptanya produk dengan kualitas tinggi sehingga harus terjaga dari kontaminan dengan kebersihan yang sangat diperhatikan. gudang dan seluruh kantor (24 wilayah). Gedung ekstraksi berfungsi sebagai tempat pembuatan ekstrak yang akan digunakan dalam proses produksi selanjutnya. Laboratorium Uji Stabilitas Untuk melakukan uji stabilitas terhadap produk-produk jadi. PT Sido Muncul menggunakan sistem pengolahan air tanah yang efisien dan sistem . d. Mikrobiologi dan Instrumentasi telah mendapat sertifikat ISO 17025. Agrowisata merupakan area seluas 1.5 hektar yang berisikan berbagai jenis tanaman obat dan dapat diakses secara umum. PT Sido Muncul juga dilengkapi dengan Laboratorium Instrumentasi. Kebun percobaan ini dibagi menjadi dua bagian yaitu kebun pertanian dan agrowisata. b. Laboratorium Stabilitas. Laboratorium Formulasi Untuk melakukan formulasi bahan-bahan yang akan digunakan saat produksi juga sekaligus berfungsi sebagai Laboratorium Research and Development untuk mencoba produk-produk baru. dan Laboratorium Kultur Jaringan Laboratorium Analisa yang terdiri atas Laboratorium Kimia. serta peralatan pabrik (mesin dan peralatan). Tanaman yang tumbuh di area ini juga digunakan sebagai bahan baku produksi PT Sido Muncul. Laboratorium Farmakognosi.

Struktur Organisasi PT Sido Muncul merupakan sebuah perusahaan yang memiliki badan hukum Perseroan Terbatas (PT). Manajer Lingkungan. Manajer Teknik. terdapat Internal Audit yang bertugas memantau Secara garis besar masing-masing bagian dapat dijelaskan seperti berikut : 1. Berdasarkan struktur organisasinya. Kepala Bagian Anggaran dan Kepala Bagian Pengolahan Data. Sido Muncul dapat dilihat pada Lampiran 3. Manajer Akuntansi dan Manajer Pembelian. bertugas: • Membuat rencana pelaksanaan proses produksi Mengkoordinir masalah pengaturan tenaga di bagian produksi Bertanggung jawab penuh terhadap kegiatan produksi Membuat laporan pertanggungjawaban terhadap pimpinan produksi Bekerjasama dengan unit lain dalam rangka melaksanakan kegiatan produksi • • • • . Manajer Produksi. Manajer Research and Development (R & D). Presiden Direktur PT Sido Muncul membawahi Direktur Umum. Pada pengoperasiannya. dan Manajer Budidaya Pertanian. Struktur Organisasi PT kinerja perusahaan. Direktur Pabrik dan Direktur Keuangan. Manajer Keuangan dibantu oleh Kepala Bagian Pembiayaan dan Kepala Bagian Akuntansi Keuangan Biaya. Manajer Product Planning Inventory Control (PPIC). Manajer Quality Assurance (QA). penelitian. produksi.pengolahan air limbah yang sistematis sehingga air tanah yang digunakan lebih sedikit dan ketersediaan air tanah terjaga. yang dipimpin oleh Dewan Komisaris yang membawahi Presiden Direktur yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan perusahaan. 1. sampai dengan pengolahan limbah dan hasil limbah yang masih bisa digunakan kembali. yaitu : Manajer Produksi. sedangkan Direktur Pabrik membawahi tujuh Manajer. PT Sido Muncul juga memiliki perpustakaan skala kecil sebagai sarana untuk staff (karyawan) sehingga dapat memperluas ilmu pengetahuan baik tentang tanaman obat. Direktur Keuangan membawahi beberapa manajer antara lain Manajer Keuangan.1. Direktur Umum membawahi Manajer Personalia.

bertanggung jawab untuk memimpin departemen teknik yang berkaitan dengan kerusakan dan perbaikanlistrik. 5. yang bertanggung jawab mengelola departemen lingkungan dalam mengendalikan lingkungan dan pengolahan limbah. Manajer Lingkungan. Manajer Teknik. . Memeriksa semua laporan-laporan yang diterima dari laboratorium untuk dibuat dan disampaikan kepada pimpinan (Direktur dan Konsultan). institusi dan pihak luar yang berhubungan dengan R & D. cooling tower dan lain sebagainya. tekanan udara. Menganalisa hasil pemeriksaan yang berlangsung di bagian produksi dan di laboratorium mikrobiologi. Tugas dan tanggung jawabnya adalah sebagai berikut : • • • Mengatur dan bertanggung jawab penuh terhadap masalah proses limbah produksi baik limbah cair maupun limbah padat. bertanggung jawab untuk merencanakan.1. 2. Tugas dari Manajer R & D antara lain : Sebagai koordinator dan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh kegiatan penelitian dan pengembangan jamu dan obat yang berlangsung di perusahaan. Melakukan evaluasi dan estimasi terhadap proses yagn berlangsung dan melakukan langkah-langkah pengembangan yang lebih baik dan ekonomis. bertanggung jawab dalam hal 4. Manajer Product Planning Inventory Control (PPIC). mesin dan kelengkapannya. bertanggung jawab dalam menjamin mutu produk. mengatur dan mengontrol semua proses produksi. Membuat laporan hasil Analisa kepada Manajer laboratorium. Manajer Quality Assurance (QA). Research and Development (R & D). Mengadakan hubungan dengan konsultan. instansi pemerintahan. Manajer • • • penelitian dan pengembangan produk. Melakukan pengoperasian pendistribusian sistem utilitas yang menjadi sarana pendukung proses limbah seperti pengaturan air. 6. Melakukan Pengawasan internal di bagian produksi. steam. Tugas dari Manajer QA : • • • • Bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan pemeriksaan yang berlangsung di bagian produksi dan di laboratorium mikrobiologi.

9. 8. Hukum. Teknik Elektro. pada waktu-waktu tertentu kepada karyawan diberikan kesempatan mengikuti training kursus maupun seminar.1. menyediakan sarana dan prasarana. PT Sido Muncul memberikan kesempatan pada karyawannya untuk mengikuti beberapa pelatihan. Farmasi. juga bertanggung jawab untuk mengkoordinasi kegiatan manajerial. Pertanian. 11. Kimia. PT Sido Muncul melakukan kerjasama ilmiah dengan institusi dan lembaga-lembaga penelitian seperti : ➢ Universitas Diponegoro. bertanggung jawab dalam merinci dan memberikan laporan keuangan yang sifatnya khusus. Psikologi. 10. Teknik Kimia. Bidang pendidikan karyawan meliputi Ekonomi. Teknik Sipil. kursus. Manajer Keuangan. misalnya : apoteker. Biologi. dokter. dokter gigi dan dokter spesialis. bertanggung jawab terhadap pembelian barang-barang untuk kepentingan produksi. Manajer Pembelian. PT Sido Muncul juga merekrut konsultan yang ahli di bidangnya. Untuk meningkatkan kualitas produk yang sesuai dengan keinginan masyarakat dan kemajuan teknologi. Untuk mendukung penelitian dan pengembangan. bertanggung jawab terhadap setiap kegiatan yang mendukung produksi seperti penyediaan tenaga kerja. Kedokteran Hewan. Manajer Akuntansi. Manajer Budidaya Pertanian. Sumber Daya Manusia Sampai saat ini jumlah total staff dan karyawan yang bekerja di PT Sido Muncul adalah 2200 orang yang terdiri dari 900 pekerja di Lingkungan Industri Kecil Kaligawe dan 1300 pekerja di Pabrik Klepu. Teknik Industri. bertanggung jawab untuk perician dan pemberian laporan keuangan yang sifatnya umum. Semarang . Teknik Arsitektur.7. Untuk mengembangkan kemampuan serta pengetahuan tenaga kerjanya. dan seminar. Teknologi Pangan dan lain – lain. Peternakan. bertanggung jawab dalam pembudidayaan dan pelestarian tanaman obat selain itu juga bertanggung jawab untuk melakukan berbagai macam penelitian dan percobaan tanaman. Untuk mengembangkan kemampuan. 1. Manajer Umum.

00 dengan waktu istirahat antara pukul 12.00 hingga 14. Karyawan tetap terdiri atas karyawan bulanan dan mingguan. cuti tahunan. Karyawan bulanan umumnya karyawan bagian kantor atau administrasi. Yogyakarta Fakultas Farmasi.00 hingga 22. Jam lembur akan diberlakukan apabila seorang karyawan masih bekerja di luar jam kerja yang ditetapkan. sumbangan uang duka bagi keluarga karyawan. Institut Teknologi Bandung Balai Penelitian Tanaman Obat.Sido Muncul tetap membuka diri untuk kerjasama dengan lembaga manapun. bantuan pengobatan bagi keluarga karyawan. cuti hamil. Universitas Sanata Dharma. Segenap staff dan karyawan mendapatkan hak untuk memperoleh kesejahteraan yang diberikan oleh PT Sido Muncul yaitu pengupahan. Karyawan bulanan bekerja dari pukul 08.00 sampai 12. Bogor Institut Pertanian Bogor. cuti haid. Yogyakarta Lembaga Penelitian dan Fakultas Farmasi. Karyawan mingguan umumnya bertugas di bagian produksi. pengobatan.30.00 hingga 16. bantuan menikahkan dan mengkhitankan anak yang sah. Universitas Gadjahmada. Departemen Kesehatan. shift pertama mulai pukul 07. program rekreasi dan sarana transportasi. bantuan melahirkan. Karyawan mingguan dibagi menjadi dua shift. Sedangkan karyawan . bantuan kacamata. Bogor Di samping beberapa lembaga yang telah disebutkan di atas. Melalui serangkaian kerjasama ilmiah tersebut PT Sido Muncul berusaha menghasilkan produk yang teruji dan dapat dipertanggung jawabkan khasiatnya secara ilimiah. Penggolongan karyawan di PT Sido Muncul terdiri atas karyawan tetap dan karyawan kontrak. Tunjangan Hari Raya (THR). Karyawan mingguan yaitu karyawan yang penggajiannya satu minggu sekali tiap Jumat. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK).30 dan shift kedua mulai pukul 15. Surabaya Fakultas Farmasi. Karyawan bulanan yaitu karyawan dengan sistem penggajian yang diberikan setiap bulan (satu bulan sekali).➢ ➢ ➢ ➢ ➢ ➢ ➢ Pusat Penelitian dan Pengembangan Obat Tradisional (PPOT) dan Fakultas Farmasi.00. Tawangmangu Balai Penelitian Tanaman Obat dan Rempah. PT . Universitas Widya Mandala.

dan Bangladesh masih dalam perencanaan (Gambar 2). PT Muncul Mekar memiliki perwakilan di beberapa kota besar seperti Semarang. Bandung. Singapura. Cina. Pemasaran produk juga didukung oleh tim marketing yang solid.1. dan beberapa kota lainnya. grosir. kemudian ke distributor. . dan terakhir konsumen. Sedangkan ekspor ke beberapa negara seperti Perancis. Srilangka. Taiwan. produk-produk tersebut kemudian disalurkan ke subpemasaran. Surabaya. toko. Selain dipasarkan di dalam negeri. serta iklan melalui media cetak maupun elektronik. Kamerun. Pemasaran Produk Pemasaran produk PT Sido Muncul mencakup seluruh Indonesia melalui saluran distribusi PT Muncul Mekar yang mana merupakan anak perusahaan PT Sido Muncul. produk PT Sido Muncul juga mulai diekspor ke berbagai negara seperti Malaysia.kontrak adalah karyawan yang mempunyai masa kontrak yang tidak tetap atau dikontrak bila ada proyek atau adanya peluncuran produk baru. Jakarta. Rusia dan Arab Saudi. Karyawan kontrak mendapatkan gaji secara harian serta tidak memiliki ijin untuk cuti. Jepang. 1. Afrika Selatan.

Peta Negara Tujuan dan Rencana Ekspor Produk PT Sido Muncul .Keterangan : → : Negara Tujuan Ekspor → : Negara Tujuan Ekspor yang Masih Dalam Perencanaan Gambar 2.

jamu cair. dan Biji Gasomsi Daun Kepel. minuman serbuk. Serai. dan Kunci Pepet Buah Biji Daun Pala. Rumput Teki. Jahe. Merica Bolong.1. Ketumbar. Kencur.2. Tabel 2. Daun Sirih. Produk PT Sido Muncul yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia 2. serta minuman cair. Daun Cengkeh. Daun Teh Hijau. Daun Keji Beling. Daun Tapak Liman. Beberapa jenis produk PT Sido Muncul dapat dilihat pada Gambar 3. Jenisjenis dan merek produk dapat dilihat pada Lampiran 4. Daun Jati . Daun Salam. minuman. SPESIFIKASI PRODUK 2. jamu kaplet. Gambar 3. Daun Asam. Temu Hitam. Temulawak. Jumlah bahan baku pada perusahaan ini sekitar 180 bahan alami yang dikelompokan menurut morfologinya. Laos. Produk yang Dihasilkan PT Sido Muncul memproduksi 3 jenis produk yang dibedakan menjadi jamu. Bahan Baku Produk PT Sido Muncul memproduksi jamu dan minuman yang diambil dari bahan baku alami.2. Pengelompokan Bahan Baku Alami pada PT Sido Muncul Bentuk Rimpang Bahan Baku Kunyit. Asam Jawa Merica Hitam. dan permen. Jenis produk jamu dan minuman dibedakan menurut bentuknya yaitu jamu serbuk. Temu Giring. jamu pil.

Belanda. Kapasitas produksi dalam gram tiap jenis produk pun berbeda tergantung pada ukuran sachet tiap produk. Namun. Daun Curahap Akar Kulit Cair Akar Pasak Bumi. Namun. perusahaan ini tidak pernah menghentikan proses produksi karena hampir setiap hari terdapat permintaan dari konsumen walaupun dalam jumlah yang kecil. Minyak Kelapa.3. Kulit Kayu Manis Madu Murni. Kapasitas Produksi Kapasitas produksi perusahaan bergantung pada permintaan konsumen. secara keseluruhan PT Sido Muncul menghasilkan sekitar 8000 sachet per produk yang dipesan per hari terlebih untuk produk unggulan seperti jamu Tolak Angin dan Kuku Bima. Kulit Kayu Cina. . Purwoceng Kulit Kayu Cendana. Gingseng. jika permintaan meningkat maka dilakukan produksi dalam skala besar dan sebaliknya jika permintaan menurun. dan Minyak Adas 2.

Dari keseluruhan bahan baku (180 jenis).3. pemanis. Sebagai acuan standar tanaman obat PT Sido Muncul menggunakan Farmakope dan Materi Medika Indonesia (MMI). dimana bisa berupa batang. dan pewarna digunakan SNI dan Codex Alimentarius. Budidaya tanaman dilakukan dengan cara membuka kebun budidaya tanaman obat dan bekerja sama dengan petani yang dibina oleh pihak PT Sido Muncul. Untuk memperoleh bahan baku yang baik. PROSES PRODUKSI DAN SANITASI 3. Echinaceae. Alur Bahan Baku Secara umum. Jawa Tengah. Jenis bahan baku yang digunakan tergantung dari khasiatnya masing-masing. sedangkan simplisia kering merupakan bagian-bagian tanaman obat yang telah mengalami proses pengeringan. sedangkan acuan bahan baku lain seperti gula. rimpang.1. maupun buahnya. Simplisia dibedakan dalam 2 bentuk yaitu simplisia nabati kering dan basah. bahan baku yang digunakan oleh PT Sido Muncul pada pembuatan produk-produknya membutuhkan suatu bahan penting yang disebut simplisia. perasa. Jawa Barat dan Jawa Timur serta dari luar negeri seperti gingseng. Simplisia merupakan bahan alamiah yang digunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun. Standar perusahaan diambil dari . PT Sido Muncul memiliki standar penerimaan dan penggunaan bahan baku alami untuk meminimalisir kehilangan (losses) dalam proses dan meningkatkan efisiensi perusahaan. Bahan baku lainnya masih dipasok dari daerah Blitar. Ganorderma. akar.Hasil yang diperoleh dari kedua upaya di atas dapat member sumbangan 10% terhadap keperluan bahan baku di bagian produksi. PT Sido Muncul melakukan berbagai usaha yaitu dengan membudidayakan bahan tanaman tertentu. ginkobiloba. dan lainnya. Simplisia basah merupakan bagian-bagian tanaman obat yang belum mengalami pengolahan apapun. oleh karena itu PT Sido Muncul membuat standar sendiri sehingga memudahkan proses produksi selanjutnya. tidak semua tanaman obat memiliki standarnya masing-masing. daun.

Hal ini sangat penting dalam proses pengolahan karena bahan-bahan dari industri ini yang sangat beragam dan memungkinkan adanya kesalahan dalam penerimaan serta distribusi bahan baku dari supplier. Kadar Air Bahan Bahan baku yang diterima oleh PT Sido Muncul disimpan dalam gudang dan harus dalam bentuk yang kering. Kebenaran Bahan Bahan yang masuk dalam gudang bahan baku PT Sido Muncul harus diperiksa kebenarannya. maka perusahaan membuat standarisasi simplisia kering yaitu dengan kadar air maksimal 10%. Bahan baku segar . Walaupun spesies dan jenis tumbuhan bahan baku sama. Bahan baku yang diinginkan harus dalam keadaan siap stok sehingga dapat memenuhi permintaan. dapat dilakukan dengan pengujian secara organoleptik (melihat kenampakan fisik bahan) dan juga melalui laboratorium Quality Control (pengujian kimia). Namun. Umumnya. Kelangkaan bahan baku dapat terjadi karena musim dan iklim yang berubah. Standarisasi bahan baku yang ditetapkan untuk industri jamu berbeda dengan standarisasi bahan baku untuk industri farmasi. Hal ini akan menyebabkan bahan baku sulit didapat sehingga kemungkinan pemalsuan bahan akan lebih tinggi. Tiga standarisasi penerimaan bahan baku antara lain: 1. Hal ini sangat mempengaruhi keadaan mikrobiologis bahan. Untuk membuktikan kebenaran bahan. Hal ini disebabkan oleh kualitas bahan baku yang berbeda-beda sesuai dengan musim. Oleh karena itu PT Sido Muncul menerapkan sistem kepercayaan pada supplier dan petani yang memasok barang ke perusahaan sehingga pemasok akan mempunyai tanggung jawab besar pada perusahaan tentang kebenaran bahan. perusahaan akan mendatangi pemasok bahan baku dan memberikan penjelasan tentang varietas yang diinginkan oleh perusahaan sehingga khasiat dan zat aktif didalamnya sesuai dengan keinginan perusahaan. 2. dan asal tumbuhnya. Oleh karena itu bahan baku harus siap untuk disimpan dalam waktu yang lama. Hal ini bertujuan untuk menjaga bahan baku dari kerusakan karena bahan baku tidak langsung diolah. cuaca. standarisasi bahan baku penting dilakukan. hal ini bukan berarti PT Sido Muncul tidak menerima bahan baku segar.referensi penelitian tentang tanaman obat dari dalam dan luar negeri serta penelitian langsung yang dilakukan oleh tim peneliti PT Sido Muncul.

Sedangkan proses pencucian dilakukan dengan penyemprotan dan perendaman untuk menghilangkan debu. Proses ini untuk mengolah bahan baku yang telah disimpan dan untuk memastikan keberadaan bahan baku yang pantas diolah. Proses ini meliputi sortasi. tanah. Kebersihan Bahan Bahan baku yang diterima dan diolah oleh PT Sidomucul harus dalam keadaan bersih.seperti rimpang Jahe dan Kunyit tidak melalui proses penyimpanan. debu. Setelah penyimpanan yang panjang PT Sido Muncul selalu melakukan pengujian pada bagian Quality Control. Bahan baku ini dipasok dan diolah setiap hari karena permintaannya yang tinggi. dan kotoran lain yang masih tertinggal dan menempel pada simplisia sehingga dapat mereduksi jumlah mikroba pathogen yang berpotensi menyebabkan kebusukan. Hal ini sangat penting mengingat keberadaan kontaminan yang sangat berpengaruh pada pengolahan selanjutnya. pasir) dan mikrobiologi (bebas dari bakteri pathogen). Keadaan ini meliputi kebersihan bahan baku secara fisik (tanah. Proses penyimpanan dan penggunaan bahan baku dilakukan dengan prinsip First In First Out (FIFO) yaitu bahan baku yang lebih dulu diterima diproses lebih awal. gudang bahan baku juga didampingi oleh gudang pengolahan bahan baku yang memproses bahan baku sebelum diracik. dan analisa mikrobiologi. Standar yang digunakan oleh perusahaan untuk bahan baku adalah standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan pengecekan selalu dilakukan oleh bagian Quality Control. waktu hancur. Pengujian yang dilakukan PT Sido Muncul adalah pengujian kadar air. Proses pengeringan bertujuan untuk memudahkan proses penggilingan. . kekerasan. pencucian. bahan baku harus diproses terlebih dahulu agar lebih mudah dimixing. analisa keseragaman berat. Oleh karena itu. Bahan baku yang diproses adalah bahan baku yang telah lolos dari proses pengecekan QC. Sebelum proses peracikan. analisa keseragaman volume. 3. dan pengeringan. Proses sortasi bertujuan untuk menghilangkan atau memisahkan bahan pengotor maupun bahan-bahan asing yang terdapat diantara bahan baku tersebut sehingga dapat diperoleh bahan baku yang sesuai dengan kualifikasi proses selanjutnya.

.

Proses produksi setelah bahan baku diolah secara umum dapat dilihat pada gambar 4.1. .1. Proses Produksi Proses pengecekan oleh bagian QC dilakukan diberbagai proses produksi.

PencampuranProduk ekstraktambahan pengering Giling kasar dengan bahan & (peracikan) Packingekstraksi dalam batch bahan makanan Proses Pencampuran Proses evaporasi Packingprimer PenyimpananPembuatan produk Pengeringan Pencampuran sekunder Ekstrak Jadi kental .

Diagram Alur Produksi Minuman Serbuk PT Sido Muncul Berdasarkan Gambar 4 dapat dilihat alur proses produksi secara umum dari PT Sido Muncul dengan tahapan sebagai berikut: a. Peracikan .Gambar 4 .

dan mengeluarkan seluruh kandungan air yang terdapat dalam simplisia sehingga didapatkan sari murni. warna. g. Pengeringan Pengeringan dilakukan untuk mendapatkan kadar air standar yang diinginkan sebelum proses pengemasan. pemadatan pada cetakan untuk pembuatan kaplet. Packing Primer dan Sekunder . Peracikan dilakukan dengan menimbang bahan-bahan yang dibutuhkan sesuai dengan formulasinya masingmasing. Pengepresan dilakukan dengan menggunakan tekanan. b. h. Simplisia yang telah digiling ditempatkan pada wadah besar untuk proses ekstraksi. dan sebagainya.Peracikan dilakukan dalam suatu gudang yang dibatasi untuk karyawan tertentu. c. d. f. Hasil dari proses ini adalah ekstrak kental. Penggilingan Proses ini dilakukan untuk memperbesar luas permukaan simplisia dengan menggunakan mesin penggiling. Pembuatan Produk Pembuatan produk dapat dilakukan dengan berbagai macam proses tergantung pada hasil akhir yang diinginkan. Hal ini dilakukan untuk memperpanjang proses penyimpanan dari produk. Sedangkan ekstraksi dengan pengepresan dilakukan untuk melarutkan rasa. Evaporasi Proses ini dilakukan untuk menguapkan air dari ekstrak. Pencampuran Ekstrak dengan Bahan Pengering dan Bahan Tambahan Makanan Proses pencampuran bahan pada umumnya sama. Ekstraksi dengan etanol dilakukan untuk melarutkan zat aktif yang terkandung didalam bahan baku kering. sehingga didapatkan ekstrak kental yang merupakan sari murni dari bahan baku. Bahan yang telah diformulasikan dicampur dengan mixer sehingga didapatkan campuran bahan yang homogen. Ekstraksi Ekstraksi dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan ethanol dan pengepresan air bersih. Hal ini dilakukan untuk menjaga kerahasiaan produk. Proses ini dapat berupa penggilingan untuk pembuatan produk. e.

PT Sido Muncul melakukan pembersihan secara berkala baik pada gudang penyimpanan bahan baku dan pada area lain yang berkaitan dengan produksi. Setelah tahapan pengemasan primer selesai. Setelah itu. Sanitasi Sebagai perusahaan yang unggul. dilakukan pengemasan sekunder dengan menggunakan karton kotak. dan organoleptik). mikrobiologis. diambil beberapa sampel oleh bagian laboratorium QC untuk dilakukan pemeriksaan mutu (kadar air. namun sebelumnya harus dilakukan tahap penimbangan untuk mengetahui terjadinya kekurangan isi dalam dos maupun kesalahan pengisian produk dalam dos. . Produk Jadi dan Penyimpanan Produk jadi yang disimpan dalam gudang penyimpanan akan keluar dari gudang untuk beredar di pasaran setelah ada permintaan dari divisi marketing perusahaan.1. 1. i. Kemasan primer yang digunakan dalam bentuk sachet dan setiap sachet nya terdapat cap expired date. dilakukan laminasi dengan plastic menggunakan mesin shrinking. Selain itu juga dilakukan pencatatan tanggal kadaluarsa dari produk yang akan dipasarkan oleh bagian dokumentasi. Setelah mendapatkan pengesahan dari laboratorium QC.Kemasan primer pada produk PT Sido Muncul umumnya terbuat dari bahan metalized dan dikemas menggunakan automatic packaging machine vertical. PT Sido Muncul sangat mengutamakan produk yang aman dengan memperhatikan kebersihan serta sanitasi perusahaan.

2. PENGOLAHAN LIMBAH

PT Sido Muncul merupakan sebuah pabrik jamu yang mengolah tanaman obat sejak tanaman tersebut dipanen hingga produk jadi sampai ke tangan konsumen dengan pengolahan dan proses produksi yang canggih dan modern. Oleh karena itu, proses produksi perusahaan ini tidak menyumbangkan limbah yang besar dan berbahaya kecuali pada proses ekstraksi. Limbah yang dihasilkan PT Sido Muncul dibedakan menjadi tiga yakni limbah cair, limbah padat organik, dan limbah padat anorganik. 2.1. Karakteristik Limbah Padat Limbah padat terbagi atas dua yaitu limbah padat anorganik dan limbah padat organik. Limbah padat yang dihasilkan PT Sido Muncul 98% dari proses ekstraksi bahan baku dan sortasi. Dengan proses produksi perusahaan yang semakin besar, limbah padat juga semakin melimpah. Limbah padat yang dihasilkan PT Sido Muncul dibuang pada lahan kosong dibagian belakang pabrik sejak awal berdirinya pabrik ini. Limbah padat PT. Sidomuncul mempunyai kadar serat yang tinggi karena seluruh bahan baku diperoleh dari tanaman obat, namun kelembapannya tinggi karena hasil dari ekstraksi yang menggunakan pelarut cair. Pembuangan limbah padat pada lahan kosong menyebabkan terciptanya kompos dengan bakteri dekomposer alami yang tumbuh secara alami. Bakteri yang tumbuh secara alami menghasilkan proses fermentasi alami dan akan menyuburkan tanaman yang tumbuh disekitar. Hal ini terlihat dari tumbuhnya tanaman pada penumpukan limbah padat. Kompos mengurangi senyawa dan mikroorganisme patogen, selain itu bahan kompos dapat digunakan sebagai pemelihara tanah dan pupuk. Namun, limbah dengan kelembaban tinggi dan kadar serat yang rendah membutuhkan jumlah moisturesorbing yang cukup besar dan dukungan struktural untuk kompos akibatnya emisi ke udara, air, dan tanah yang dapat menimbulkan masalah. Selain itu hal ini juga dapat mengurangi nitrogen (penyubur) pada kompos.

Limbah padat anorganik diproses dengan cara pembakaran atau insinerasi. Insinerasi mengacu pada teknologi penghancuran dengan termal atau panas. Proses ini merupakan metode yang paling efektif untuk menghancurkan bahan anorganik. Plastik, kertas dan bahan anorganik lainnya merupakan bahan kering yang mudah dalam perlakuan pembakaran, sedangkan bahan yang mempunyai kandungan air yang tinggi memiliki kemungkinan untuk meninggalkan bekas setelah pembakaran yang disebut dengan pembakaran tidak sempurna. Dalam insinerasi PT Sido Muncul, emisi udara, kondisi proses, dan residu padat dan cair dikontrol dengan ketat.
2.2. Karakteristik Limbah Cair

Limbah cair sebagian besar dari proses persiapan bahan baku untuk dijadikan simplisia yaitu proses pencucian, selain itu limbah cair juga diperoleh dari uap panas hasil steaming, senyawa kimia cair hasil pengujian laboratorium, kamar mandi perusahaan, dan hasil pengolahan lainnya seperti pencucian mesin dan gudang yang dilakukan secara berkala. Sedangkan limbah padat perusahaan diperoleh dari ampas sisa ekstraksi dengan etanol, proses penyaringan bahan baku (ekstraksi dengan air), limbah padat kamar mandi dan limbah plastik yang merupakan bahan anorganik serta sisa sampel dan barang yang ditolak. Limbah cair yang berasal dari proses produksi dan pencucian bahan baku menyebabkan sifat limbah yang asam. Proses pengecekan keasaman limbah dilakukan dengan kertas lakmus pada awal perencanaan instalasi pengolahan limbah cair. Keasaman limbah terjadi karena tanaman mempunyai pH yang rendah. Limbah cair juga dihasilkan dari proses pembuatan ethanol pada pabrik bio-ethanol. Limbah cair dari proses inilah yang nantinya digunakan PT Sido Muncul untuk membuat produk pupuk cair. Permasalahan limbah yang kerap terjadi pada sistem pengolahan adalah kecepatan aliran yang tidak pasti dan tidak kontinyu. Hal ini disebabkan oleh pengolahan bahan baku yang bergantung pada permintaan gudang peracikan sehingga pencucian bahan baku per harinya tidak sama. Limbah cair juga sering tercampur dengan padatan halus organik seperti serabut rimpang, daun, akar, batang yang terjadi pada proses sortasi, dan padatan anorganik seperti tali rafia, plastik pengemas, kertas dan lain-lain.

PT Sido Muncul memiliki dokumen khusus tentang penelitian limbah cair awal yang merupakan sisa hasil produksi, namun karena alasan manajemen perusahaan penelitian ini tidak dipaparkan secara terbuka dengan mahasiswa Kerja Praktek. Penelitian limbah awal dilakukan setiap 3 bulan untuk melihat perkembangan dan perubahan karakteristik limbah sehingga limbah yang dihasilkan tetap aman bagi lingkungan. Perusahaan hanya melakukan pengukuran berdasarkan karakteristik kimia karena limbah organik dianggap tidak merusak secara fisik dan biologi. 2.2.1. Karakteristik Fisikawi 2.2.1.1. Bau Limbah PT Sido Muncul memiliki bau yang tidak sedap pada proses penjernihan. Bau ini menunjukkan limbah yang sudah busuk. Bau yang tidak sedap itu disebabkan oleh campuran dari pembusukan senyawa-senyawa tertentu dari bahan organik yang terdapat dalam air limbah. Menurut survei yang dilakukan PT Sido Muncul, meskipun tidak menyenangkan bau yang tidak sedap tersebut tidak mengganggu kesehatan masyarakat sekitar terlebih lagi bau tidak sedap tersebut cuma ada di Unit Pengolahan Limbah Cair. Pengukuran bau ini dilakukan melalui uji sensori dengan indera penciuman oleh mahasiswa Kerja Praktek. Namun, PT Sido Muncul tidak melakukan pengujian tertentu untuk mengukur bau limbah karena dianggap tidak menjadi masalah bagi penduduk sekitar pabrik.
2.2.1.2. Warna dan Kekeruhan

Pada parameter karakteristik warna, limbah awal PT Sido Muncul memiliki warna yang coklat. Namun, setelah beberapa hari tidak diproses warna limbah menghitam dan mengental. Warna memberikan informasi tentang kualitas dari kekotoran limbah itu sendiri. Makin pekat warna maka diandaikan bahwa limbah yang kita ambil makin kotor. Warna air memberi petunjuk akan jumlah benda yang tersuspensi dan terlarut. Bahaya tidaknya suhu limbah dapat dilihat pada warna limbah.

1992).5 mg/l dan 10 mg/l.3. tekanan uap. Kadar pH yang baik yaitu keasaman yang tetap mempertahankan keadaan biologis dalam air. tegangan permukaan.2. Data awal kadar COD dan BOD limbah tidak dapat diketahui dari perusahaan ini namun. Karakteristik Biologis . Biochemical Oxygen Demand atau BOD adalah sejumlah oksigen dalam sistem air yang dibutuhkan oleh bakteri aerobik untuk menstabilkan atau menetralisir bahan-bahan organik dalam air melalui proses oksidasi biologis secara dekomposisi aerobik (Ryadi. Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) Chemical Oxyggen Demand (COD) atau kebutuhan oksigen kimiawi (KOK) adalah banyaknya oksigen dalam ppm atau mg/l yang dibutuhkan dalam kondisi khusus untuk menguraikan benda organik secara kimiawi (Suhardi.3.2. pengentalan.2.2.2. 2. Limbah dibiarkan beberapa saat sampai suhu rendah agar tidak merusak pipa dan blower.2.1984). dan nilai-nilai penjenuhan dari benda padat. Suhu limbah yang tinggi biasanya tidak diproses langsung.2. Pada tahap akhir proses pengolahan limbah pH menunjukan kadar 2. pada pebelitian tahap akhir diketahui nilai COD dan BOD sebesar 2.2. dan gas (Mahida.2. 1992). dan mewakili konsentrasi hidrogen ionnya (Mahida.1. Pengujian suhu dilakukan secara sensori untuk mengkondisikan limbah aman untuk masuk dalam sistem penjernihan (Clarifier).2. 2. 1991). Karakteristik Kimiawi 2. Pada pH awal.1. pH pH menyatakan keasaman atau alkalinitas dari suatu cairan encer. PT Sido Muncul memiliki limbah yang asam. Suhu Suhu berguna untuk melihat kecenderungan aktivitas-aktivitas kimiawi dan biolifis.

. PT Sido Muncul tidak melakukan penelitian secara khusus tentang karakter limbah ini karena limbah tidak dibuang ke lingkungan sekitar dan hanya digunakan untuk kebutuhan air non-produksi. 1998).Tujuan pemeriksaan biologis di dalam air dan limbah cair adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri pathogen (Utomo.

Limbah padat organik Ekstrak Minyak Penyulingan Penguapan pembuatan kompos Baru atsiri (limbah lama) limbah baru Pengayakan Pengayakan Pencampuran kompos dan limbah baru (1:3) Fermentasi Pengayakan Pupukgranul dengan Granula bahan Pengeringan dengan Rotary Drier Pengeringan dengan penjemuran Pencampuran dengan PembuatanPengayakan Proses Herbafarm pengemulsi granulator . Alur Pengolahan Limbah Pengolahan limbah padat dan cair mempunyai alur pengolahan yang berbeda menurut jenisnya. sedangkan pengolahan limbah anorganik langsung dibakar pada mesin incinerator.3. Pengolahan limbah padat organik (Gambar 4) dijadikan pupuk padat dan minyak atsiri.2.

NaOH.Gambar 4. polymer) Endapan Pupuk tanaman Koagulan Menuju Drying Bed Penyaringan Sisa cairan Cairan Filtrasi (pasir Silika) Aerasi dengan Alga Sedimentasi Filtrasi (pasir Silika) Tow er Reuse (5 – 10 %) Recycle (90 – 95 %) . Diagram alir proses pengolahan Limbah Padat Pada pengolahan limbah cair dari proses produksi PT Sido Muncul terdapat Instalasi Penanganan Air Limbah (IPAL) yang menangani sisa air bekas pakai. Limbah cair produksi Cairan Proses Koagulasi (Al2SO4. sedangkan pengolahan limbah cair dari proses pembuatan etanol dijadikan pupuk cair (Gambar 5).

Pupuk Granul Pupuk granul adalah pupuk padat berbentuk butiran yang terbuat dari limbah organik. Limbah cair akan dialirkan menuju instalasi pengolahan air limbah untuk diproses dan diteliti ulang demi mendapatkan limbah yang sesuai dengan peraturan daerah Semarang.Kolam Ikan Gambar 5. PT Sido Muncul merancang instalasi pengolahan limbah yang baik sehingga limbah yang dihasilkan memenuhi ketentuan standar baku mutu limbah.1. Bentuk ini digunakan untuk memudahkan aplikasi petani karena sudah lama dikenal sebagai bentuk pupuk yang umum. Hasil Pengolahan Limbah Padat Limbah padat organik memiliki dapat menghasilkan produk khusus yang mendatangkan untung bagi perusahaan.1.4. 2. Pengelompokan Produk Hasil Pengolahan Limbah Sebagai perusahaan yang berbahan baku tanaman. Untuk membuat pupuk granul. Diagram alir proses Pengolahan Limbah Cair 2.4. mula-mula limbah padat diayak secara manual kemudian limbah organik yang telah menjadi kompos (penguraian secara alami) dicampurkan . Bentuk butiran memudahkan penyerapan terhadap tanah dan meminimalisir kerusakan pupuk karena merupakan produk yang kering.1.4. 2. Dalam pengolahannya. limbah padat dibagi kembali menjadi 2 bentuk yaitu pupuk padat organik (pupuk granul) dan minyak atsiri. PT Sido Muncul memiliki instalasi pengolahan limbah cair (Waste Water Treatment Plant) berkapasitas 14 m3/jam.

Hal ini bertujuan untuk mengadaptasi mikroba yang berperan penting pada kinerja pupuk agar dapat disimpan lama dan memudahkan proses berikutnya. Granula akan terbentuk dengan sendirinya dan terpisah pada bagian bawah untuk kemudian dilakukan pengeringan kembali pada rotary dryer dengan suhu yang lebih rendah yaitu 70o – 90o C untuk mencegah matinya bio-fertilizer tanah dan memperpanjang umur simpan pupuk. Proses granulasi sudah dapat dilakukan ketika tim QC sudah menyetujui adonan mixing yang tepat. Kompos memiliki suhu yang lebih tinggi karena telah terjadi proses fermentasi dan panas merupakan hasil dari metabolisme bakteri. Kompos dan limbah baru dibedakan dengan suhunya. Selanjutnya pupuk siap dikemas dengan proses penjemuran sebelumnya. Dengan suhu dan jumlah mikroba yang ditentukan.dengan limbah baru dari produksi perusahaan dengan perbandingan 1 : 3 (kompos : limbah baru). Proses ini dilakukan dengan mesin rotary sieving dengan kecepatan rendah untuk meratakan bentuk pupuk. ‘adonan’ dicek suhu dan keadaan mikrobianya. . Proses ini dilanjutkan dengan proses pengayakan untuk membuang serpihan dan granul yang tidak terbentuk serta menyamakan ukuran granul. Kadar air yang ditetapkan untuk pupuk granul sebelum dikemas adalah 20%. Selanjutnya pupuk dicampur dengan bahan pengemulsi agar mudah terbentuk granula yang mempunyai kulit yang keras sehingga tidak rusak saat sudah dikemas. dilakukan proses fermentasi dengan inkubasi sekitar sekitar 10 – 14 hari. Proses inkubasi dilakukan dengan menutup ‘adonan’ dengan terpal untuk menjaga suhu dan keadaan bakteri pada lingkungan hidup tertentu. Setelah itu. proses fermentasi dapat dihentikan untuk dilanjutkan pada proses berikutnya. Kerja mesin ini hampir sama dengan sistem pengayakan skala rumah tangga yang dapat membuat adonan roti membulat. Setelah itu pupuk dikeringkan dengan rotary dryer dengan suhu yang meningkat bertahap yaitu dari 90o – 130o C. proses granulasi berlangsung pada mesin yang bernama granulator. Kemudian untuk menyebarkan dan menumbuhkan lebih banyak bakteri pengurai (decomposer). Proses pengayakan merupakan proses selanjutnya yang bertujuan untuk memudahkan pupuk agar dapat di campur secara homogen. Setiap 3 hari.

Bakteri dan mikroba tanah yang dipakai perusahaan adalah mikroba alami yang resistan terhadap panas. Reuse . Salah satu hal yang digunakan adalah pengolahan ampas hasil ekstraksi jahe dengan hasil berupa minyak atsiri.2. Namun. Minyak atsiri PT Sido Muncul memanfaatkan seluruh limbah yang dihasilkan secara maksimal sebagai wujud keterlibatan perusahaan terhadap pelestarian lingkungan. pencucian mesin dan gudang secara berkala. sisa cairan proses produksi. Divisi pupuk granul mengambil bahan dari limbah dan bahan-bahan lain yang tidak membutuhkan biaya tambahan. Minyak ini bernilai lebih tinggi dibandingkan produk jahe sendiri karena merupakan ekstrak asli dari jahe. 2. perawatan dan daya mesin serta gaji tenaga kerja menuntut keuntungan yang besar sehingga terus dilakukan penelitian tentang efektivitas mikroba agar produk jadi yang dihasilkan lebih banyak. Minyak atsiri dibuat dengan cara menguapkan ampas jahe dan menarik uap hasil penguapannya dengan memisahkan antara uap cair dan uap minyak dengan penyulingan. serta sisa molasses dari produksi etanol.Hasil Pengolahan Limbah Cair Limbah cair didapatkan dari pencucian bahan baku. sehingga beberapa mikroba mati pada tahap pengeringan dengan rotary dryer yang suhunya mencapai 130oC. Mula-mula ampas jahe dikumpulkan menjadi satu.2.4. sub unit ini masih menjadi masalah karena bahan bakar yang dipakai dan kinerja unit tidak sebanding dengan minyak atsiri yang didapatkan. Kemudian uap dipisahkan dengan penyulingan dan minyak atsiri dapat diambil. 2. pembuangan manusia (urin). Minyak atsiri mempunyai pengolahan dan bidangnya sendiri dalam perusahaan ini. Namun.Permasalahan pupuk granul adalah matinya beberapa bakteri yang sangat membantu kinerja pupuk pada tanaman.4. Dengan uap ini maka ampas jahe akan menguap dan menghasilkan dua bagian uap.1. yaitu uap minyak atsiri dan air. Sebagai perusahaan besar yang mempunyai kepedulian terhadap lingkungan diberlakukan sistem 3R yaitu Reduce (pengurangan penggunaan air). kemudian mesin uap dihidupkan untuk menghasilkan uap yang memanaskan ampas jahe.

dan hal ini baik untuk pertumbuhan tanaman. pembuatan pupuk cair diawali dengan pembuatan media yang berisi nutrisi penting baik bagi tanaman maupun mikroorganisme yang sengaja ditumbuhkan. Pada sistem Recycle digunakan pengolahan limbah untuk mendapatkan bahan cair dengan kualitas lebih tinggi sehingga didapatkan manfaat yang lebih baik seperti pengolahan pupuk cair dan pengolahan limbah cair (Waste Water Treatment). Secara umum. Perusahaan ini menetapkan sistem Reduce dengan memperingatkan pekerja untuk mempergunakan air secara hemat melalui pengumuman yang terletak di berbagai tempat yang mempergunakan air seperti kamar mandi. biasanya untuk melakukan pencucian berulang dengan bahan yang lebih kotor.4. Sedangkan sistem Reuse dipakai dalam jumlah kecil. wastafel. Selanjutnya. Perlakuan ini dilakukan agar mikroorganisme tidak menghabiskan nutrisi yang terkandung dalam media. Pengolahan bio-ethanol menyisakankan limbah berupa stillage. Air Jernih Pengolahan air limbah dilakukan dengan 2 tahap pengolahan yaitu: 1. Pupuk Cair PT Sido Muncul memiliki divisi lingkungan dan proses dengan pengolahan bio-ethanol sebagai salah satu unitnya. 2. Pengolahan secara Fisik-Kimiawi . Recycle (pengolahan limbah untuk manfaat yang lain). dll. Pada limbah ini masih tersisa nutrisi yang belum dipergunakan yeast untuk fermentasi.(penggunaan limbah kembali). dilakukan perlakuan tertentu sehingga mikroorganisme inaktif (dorman).2.2. Kebijakan PT Sido Muncul dalam divisi pupuk cair tidak mengijinkan proses pengolahannya diketahui oleh umum. 2.4. Limbah dipergunakan PT Sido Muncul sebagai larutan media tumbuh mikroorganisme untuk membuat pupuk cair.1. keran.2.

Pengolahan secara Fisika Kimiawi terbagi atas unit-unit pengolahan yang berbeda. untuk pembubuhan NaOH Tangki penampung NaOH Motor pengaduk (agitator) untuk pembuatan larutan NaOH . untuk mentransfer air dari Equalizing Tank ke Clarifier Tank Sand Drying Bed. Pengolahan secara Biologis Pengolahan secara biologis ini bertujuan untuk mengurangi kadar BOD5. Unit ini dilengkapi dengan: Dosing pump. Karena penambahan koagulan dan flokulan menimbulkan penurunan pH maka diperlukan pengaturan pH dan penambahan alkalinitas agar proses pembentukan flock dapat berlangsung optimum sehingga proses pengikatan endapan menjadi lebih baik. Unit Penetralan (penambahan NaOH) Proses koagulasi dengan Al2SO4 berlangsung secara optimum pada pH netral dan adanya Alkalinitas. dalam hal ini digunakan larutan NaOH.1. Pengolahan Secara Fisikokimiawi Pengolahan limbah secara fisikokimiawi dan biologi dibedakan menurut unit mesin atau peralatannya. Untuk pengaturan pH dan penambahan alkalinitas. antara lain: a. Sump Tank Bak ini berfungsi untuk penampungan awal dan mencampur limbah agar kualitas air yang diolah homogen. logam-logam berat. untuk menampung air hasil pencucian Gravity Sand Filter yang dilewatkan Sand Drying Bed dan untuk menjamin kontinuitas proses selanjutnya. ditambahkan larutan dengan konsentrasi tertentu dalam pipa. Unit ini dilengkapi dengan: Equalizing Pump. BOD5 (30 – 60 %). COD.1. COD (40 – 70 %) dan pengaturan pH 2. untuk mengatur mati hidupnya pompa a. 1. untuk menyaring hasil pencucian Gravity Sand Filter Level switch.Pengolahan ini bertujuan untuk mengurangi parameter limbah antara lain zat padat tersuspensi (TSS).1. dan zat padat tersuspensi dengan memanfaatkan organisme untuk proses penguraiannya.1.

Unit Flokulasi Unit ini berfungsi untuk penambahan flokulan dengan konsentrasi tertentu dalam pipa agar flock yang terbentuk menjadi flock yang lebih besar sehingga mudah mengendap dalam unit Clarifier. Setiap segmen dari sirip-sirip di dalam static mixer akan bekerja memecah aliran air yang menimbulkan efek penyebaran dan pengumpulan kembali aliran air secara bergantian yang . Unit ini dilengkapi dengan: Static mixer untuk pencampuran NaOH dan koagulan dengan air limbah agar homogen sehingga pengikatan padatan tersuspensi berjalan sempurna Dosing pump untuk pembubuhan koagulan Tangki penampungan koagulan Motor pengaduk (agitator) untuk pembuatan larutan koagulan Level switch untuk control alarm apabila koagulan habis a. tanpa banyak kehilangan air (head loss) dan tidak memerlukan peralatan-peralatan dan energi tambahan. Unit Koagulasi Unit ini berfungsi untuk penambahan koagulan dengan konsentrasi tertentu dalam pipa agar terbentuk bibit-bibit flok yang akan mengikat padatan tersuspensi yang terkandung dalam air limbah.Level switch untuk kontrol alaram apabila larutan NaOH habis a. Unit ini dilengkapi dengan: Static mixer untuk pencampuran flokulan dengan air limbah agar homogen sehingga pembentukan flock yang lebih besar berjalan sempurna Dosing pump untuk pembubuhan flokulan Tangki penampungan flokulan Motor pengaduk (agitator) untuk pembuatan larutan flokulan Level switch untuk control alarm apabila flokulan habis a. Unit Static mixer Static mixer berfungsi sebagai pengaduk cepat yang dirancang sedemikian rupa untuk pengadukan yang optimal.

Unit ini dilengkapi dengan : Lamella untuk memperbesar surface area Motorized valve untuk pembuangan sludge secara berkala dengan system otomati a. Kapasitas bak penampungan limbah cair ini adalah 50 m3. Untuk mencegah penumpukkan sludge pada clarifier maka dilakukan pembuangan dengan melakukan motorize valve yang terdapat pada salura pembuangan (Drainage). Jumlah ini terhitung kecil jika dibandingkan . c. Gravity Sand Filter beroperasi untuk jangka waktu terbatas. sehingga akan menimbulkan efek sedimintasi yang optimal dengan waktu yang relative singkat. b. dan separator / lamella yang terbuat dari fiberglass pada bagian atas clarifier berfungsi untuk memperlambat aliran dan menghambat flock-flock yang akan naik kebagian atas. Unit Pompa Kimia Pompa kimia dengan tipe diaphragm mampu melakukan injeksi bahan kimia secara akurat serta dapat diatur secara proportional dari 0% sampai dengan 100% kapasitas. Unit Gravity Sand Filter 1 Filtrasi dengan Gravity Sand Filter adalah proses melewatkakan air melalui suatu bantalan pasir Silica (Sand) yang akan menahan padatan tersuspensi dan flock yang halus yang lolos dari Clarifer. apabila sand tersebut sudah jenuh (tidak mengikat kotoran lagi) dan filter menjadi tersumbat maka harus dilakukan pembersihan filter dengan cara cuci balik (backwash) dan kemudian pembilasan (rinsing). Pembuangan sludge dapat dilakukan selama clarifier bekerja tanpa mengganggu proses sedimentasi yang terjadi. Unit Clarifier 1 Bentuk prismatic pada bagian bawah clarifier berfungsi untuk pengumpulan endapan.mengakibatkan bahan kimia yang diinjeksi kedalam air akan teraduk dengan sempurna dan pencampuran lebih merata. Proses pertama pengolahan limbah cair adalah penampungan limbah.

Tempat penampungan dan mesin pemompa yang menginjeksi senyawa kimia (Gambar 6) diletakan berdekatan dengan Clarifier dan unit proses yang lain agar mudah dalam pengontrolannya. Hal ini membuktikan limbah padat PT Sido Muncul tidak berbahaya bagi tanah. Namun. Pemompaan ini dikombinasikan dengan proses injeksi senyawa kimia pada pipa penyaluran. flow indicator akan menunjukan besarnya laju alir air limbah menuju Clarifier Tank 1 dan flow switch akan menghidupkan secara otomatis pengaduk pada tangki kimia. Pupuk ini dipergunakan untuk tanaman disekitar instalasi pengolahan limbah dan menghasilkan tanaman yang subur.dengan limbah cair yang dihasilkan perusahaan. Setelah melewati flow switch. Selanjutnya air limbah dialirkan pada Sump Tank untuk dicampur agar homogeny. Tank ini juga menampung air hasil pencucian kedua Gravity Sand Filter yang dilewatkan Sand Drying Bed terlebih dahulu. Padatan ini nantinya akan menghambat penyaluran cairan dengan menyumbat pipa dan akan menghentikan sistem. . dan polymer (Gambar 7). Penampungan ini bertujuan untuk menghomogenkan dan mengendapkan limbah cair yang tercampur dengan padatan. Sistem injeksi larutan dari tangki bahan kimia. dan timer yang mengontrol waktu pembuangan (drain) Clarifier. Senyawa kimia yang digunakan adalah Alumunium Sulfat (Al2SO4). Padatan yang terendapkan pada bak penampungan diambil secara manual dan dapat dipergunakan sebagai pupuk tanpa proses lebih lanjut. digunakan Dosing pump yang dapat diatur kapasitasnya. Dosing pump. instalasi pengolahan limbah cair berjalan terus menerus dan mampu mengatasi seluruh limbah cair perusahaan. aliran diinjeksi dengan bahan kimia NaOH dan Coagulant (Al2SO4) yang letak injeksinya berdekatan. Apabila level air sudah penuh (posisi high) dengan menggunakan Sump Pump dialirkan menuju ke Clarifier Tank 1. soda api (NaOH). Dengan adanya aliran dalam pipa menuju ke clarifier tank 1.

.Gambar 6. Al2SO4. Koagulan yang terbentuk akan membuat limbah cair semakin keruh karena berkumpulnya partikel-partikel kecil didalamnya. dan Penggunaan Al2SO4 digunakan untuk membentuk koagulan namun sifat limbah yang asam akan menghambat terbentuknya koagulan sehingga digunakan NaOH sebelumnya untuk menetralkan pH limbah sehingga koagulan dapat terbentuk dengan sempurna. Tangki Bahan Kimia dari kiri ke kanan: NaOH. Al2SO4 (ii). namun koagulan ini tidak dapat terendapkan dengan cepat. dan Polymer (i) (ii) polymer (iii) (iii) Gambar 7. Bahan Kimia yang digunakan PT Sido Muncul: NaOH (i). Oleh karena itu digunakan injeksi polymer untuk mengikat koagulan-koagulan menjadi satu sehingga berat jenis koagulan semakin besar dan dapat mengendap dengan cepat.

Penggunaan polymer juga harus selalu dicek. Pembongkaran dan pembersihan pipa juga dilakukan berkala untuk mencegah adanya penyumbatan pada sistem. pembentukan bibit-bibit flock serta pengikatan padatan terlarut pada bibit flock tersebut. pengapungan. Namun. Mixer juga digunakan untuk menyaring dan menghancurkan padatan yang ikut terpompa ke dalam clarifier. Static mixer kedua digunakan setelah injeksi polymer untuk membentuk flokulan yang besar di sepanjang pipa menuju clarifier 1. Clarifier berguna untuk menjernihkan cairan sehingga padatan tidak diperkenankan ikut masuk kedalamnya.Injeksi yang berlangsung di dalam pipa membuat pengadukan akan berjalan lebih sulit sehingga digunakan static mixer pertama agar bahan kimia teraduk dengan baik dan pencampuran lebih merata. Alur limbah pada clarifier meliputi proses kogulasi 1 dan sedimentasi pada kanal 1 serta proses koagulasi 2. hal ini dikarenakan penggunaan polymer yang terlalu banyak akan menyebabkan terikatnya O2 dan koagulan akan mengapung diatas bak Clarifier. Lapisan Masuk Limbah Lameela Sedimentasi Air jernih menuju Gravity Sand Pipa penyaluran air jernih Endapan (koagulan) menuju sand drying bed . Setelah teraduk didalam aliran terjadi proses penetralan pH dengan cepat. yaitu jalur Clarifier A dan Clarifier B dan 2 kanal pada setiap jalurnya. dan penyaluran menuju Sand Drying Bed pada kanal 2 (Gambar 8). Pada Clarifier terdapat 4 bagian yang dibagi atas 2 jalur. jika penggunaan terlalu sedikit maka pengendapan akan berlangsung lama.

Pipa dimodifikasi dengan pembuatan lubanglubang yang semakin lama semakin besar dengan tujuan menghambat kotoran yang masih mengapung di dalam bak. sedangkan kanal 2 dipakai untuk mengapungkan air jernih yang selanjutnya di proses pada Gravity Sand Filter. Kanal 1 dan kanal 2 dibatasi oleh sekat yang menggantung sehingga limbah dari kanal 1 akan menuju kanal 2 melalui bagian bawah. Flok yang berat kemudian akan turun pada bagian pengumpul (sludge) dan akan dibuang secara berkala dengan motorize valve yang diatur dengan timer dan dapat diantisipasi secara manual. tidak memusatkan aliran air. Kanal 1 menampung limbah dan mengendapkan koagulan.Gambar 8. dan melancarkan aliran air dengan lubang yang paling besar didekatan dengan hilir pipa. Lapisan lameela pada kanal 2 menghambat flok naik keatas permukaan sehingga hanya air jernih yang akan naik. Bentuk dan Alur Limbah Pada Clarifier Clarifier dengan kanal 1 dan 2 dirancang dengan bentuk yang semakin mengecil pada bagian bawah dan pipa berlubang pada bagian atas untuk mengendapkan koagulan dan mengapungkan air jernih (Gambar 9). .

4 m x 1. bagian atas Clarifier B yang dirancang untuk mengendapkan koagulan Bak Gravity Sand Filter berisikan pasir silika dengan 3 ukuran yang berbeda (ukuran kecil. bagian atas Clarifier A (ii).2 m (Gambar 10). Clarifier tampak samping (i). ukuran besar) dan memiliki kapasitas sebesar 14 m3 per jam dengan ukuran 1.(i) (ii) (iii) Gambar 9. ukuran sedang.2 m x 2. (i) . Pembagian ukuran ini dimaksudkan agar pasir tidak menyumbat saluran air menuju ke kolam aerasi dan penyaringan dapat berlangsung secara bertahap.

1. Unit ini dilengkapi dengan : Blower berfungsi untuk menghasilkan udara guna pengadukan dan suplai Oksigen a. masuk ke Existing Tank.1. Unit ini di lengkapi dengan : Effluent Pump berfungsi mentransfer air dari Effluent Tank untuk proses filtrasi dengan karbon filter Level switch untuk mengatur mati hidupnya pompa a. Pengolahan Secara Biologi ini meliputi: a.1. Didalam Aeration tank dipasang Spiroturb Aerator untuk proses pemerian Oksigen (O2) dengan cara penghembusan udara guna memberikan kehidupan bagi bakteri Aerobik pengurai.1. Gravity Sand Filter (i) yang berisikan: penyaring ukuran besar (ii). dan penyaring ukuran kecil (iv) 1. penyaring ukuran sedang (iii). Pit Tank Bak ini berfungsi menampung air hasil pengolahan Aeration tank dan penyediaan air awal untuk proses Clarifier. Unit Aeration tank Bak ini berfungsi untuk proses pengolahan biologis yaitu pengolahan air limbah oleh mikro organism Aerobik dengan suplai Oksigen. Clarification Tank 2 Bak ini berfungsi untuk pemisahan Biofock (lumpur aktif) dengan supernatannya (air jernih) agar Bioflock dapat disirkulasi ke Aeration tank untuk menjamin keberadaan mikro organisme pengurai limbah dan air jernih yang sudah diolah dialirkan secara grafitasi melalui kanal. dan separator/lamella yang terbuat dari fiber glass pada bagian atas Clarifer berfungsi untuk memperlambat aliran dan menghambat lumpur aktif yang akan naik kebagian .(ii) (iii) (iv) Gambar 10. Bentuk Prismatik pada bagian bawah Clarifier berfungsi untuk pengumpulan endapan. Pengolahan Secara Biologis Pengolahan secara biologis PT Sido Muncul memanfaatkan tumbuhan alga yang tumbuh secara alami di dalam kolam aerasi (aeration tank).

oleh karena itu dari kolam aerasi pompa kembali menaikan air menuju ke clarifier B kanal 1 dengan sistem outlet pipa yang dibuat memanjang dengan lubang-lubang agar tidak terjadi pemusatan aliran.5 mg/l untuk COD dan 10 mg/l untuk BOD. kemudian air limbah dialirkan melalui celah bawah menuju clarifier B kanal 2 dengan lapisan lameela yang sama dan fungsi yang sama dengan clarifier A. Untuk mencega penumpukan lumpur aktif maka dilakukan pembuangan dengan menggunakan motorize valve yang terdapat pada saluran pembuangan (Drainage). Namun. Unit Gravity Sand Filter 2 Filtrasi dengan Gravity Sand Filter adalah proses melewatkan air melalui suatu bantalan pasir Silica (sand) yang akan menahan padatan tersuspensi dan flock yang halus yang lolos dari clarifier. Unit ini dilengkapi dengan : Lamella untuk memperbesar surface area Motorized valve untuk pembuangan sludge secara berkla dengan sistem otomatis a. proses ini belum sempurna karena masih ada koagulan yang belum mengendap.atas. . Alga ini tidak sengaja ditumbuhkan namun dapat membantu mengurangi kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) pada limbah cair. apabila sand tersebut sudah jenuh (tidak mengikat kotoran lagi) dan filter menjadi tersumbat maka harus dilakukan pembersihan filter dengan cara cuci balik (Back wash) dan kemudian pembilasan (Rinsing) Kolam aerasi memiliki ukuran 15 x 6 meter dengan kedalaman 5 meter. Gravity Sand Filter beroperasi untuk jangka aktu terbatas. Tanpa penumbuhan alga dan penambahan mikroba secara sengaja kadar limbah pada kolam aerasi sudah aman untuk dibuang. sehingga akan menimbulkan efek sedimintasi yang optimal dengan waktu yang relative singkat.Pembuangan sludge dapat dilakukan secara Clarifier bekerja tanpa mengganggu proses sedimentasi yang terjadi. Hal ini membuat kolam aerasi ditumbuhi oleh alga berupa lumut yang tumbuh didinding kolam. Setelah ditampung dalam kolam aerasi kadar BOD dan COD dicek kembali dengan analisa laboratorium dan menunjukan nilai 2.

Hasil akhir limbah cair ini akan dibagi menjadi 2 bagian. telah terjadi pengendapan pada bak penampung sehingga air yang meluap tidak mengganggu saluran pembuangan dan aktivitas sungai. Koagulan yang dibuang pada Sand Drying Bed Instalasi ini menghasilkan hasil olahan berupa air bersih sebanyak 84 m3 per hari. Sebagian air lain disalurkan menuju kolam berliku untuk proses pengendapan lebih lanjut dan dialirkan menuju 3 kolam ikan. Limbah cair yang meluap ini berasal dari aktivitas pencucian bahan baku yang organik sehingga tidak mengganggu biota air sungai. Secara keseluruhan unit-unit pengolahan limbah terangkai dalam proses pengolahan air limbah. Selain itu overflow akan terjadi jika terdapat . Hal ini akan menyebabkan terjadinya overflow atau meluapnya air yang melebihi kapasitas daya tampung bak penampungan. sawah. Air yang meluap akan langsung terbuang ke sungai melalui aliran air dan terbuang ke tanah. dan tanaman milik perusahaan. Sedangkan endapan koagulan dan flokulan dari endapan clarifier dan penyaringan oleh Gravity Sand Filter akan dibuang menuju Sand Drying Bed (Gambar 11). Gambar 11. limbah cair yang tidak kontinyu akan menyebabkan penambahan air dalam jumlah besar yang tidak dapat ditanggulangi. Jumlah ini ditunjukan oleh Clarifier dan Gravity Sand Filter yang mengolah air sebanyak 14 m3 per jam. Namun. sebagian besar air bersih akan dipompa menuju 4 tower dengan kapasitas 5000 liter untuk dipakai kembali pada penyiraman ladang. Namun.

Namun. Hasil pengolahan Limbah PT Sido Muncul (a) Pupuk Granul “Herbafarm” (b) Pupuk Cair “Biofarm” (c) kolam ikan hasil pengolahan IPAL 1. pemeriksaan baku mutu limbah diperiksa oleh BAPEDA kabupaten Semarang setiap 3 bulan sekali dengan standarisasi tertentu (tabel 3). dilakukan penambahan kecepatan putaran mixer pada pipa sehingga padatan akan terurai dan bercampur dengan air. Standarisasi kualitas buangan industri dan kegiatan usha lainnya merupakan upaya preventive pengendalian pencemaran air dan perlindungan daya dukung lingkungan kabupaten Semarang. (a) (b) (c) Gambar 12.penyumbatan pada sistem karena jumlah padatan yang berlebih. Oleh karena itu. dan Recycle oleh PT Sido Muncul menghasilkan produk olahan limbah dengan nilai yang lebih tinggi.1. Penentuan standart limbah cair industri dan kegiatan lainnya di Semarang berdasarkan pada kadar/konsentrasi maksimum dan volume limbah cair maksimum. Pengolahan limbah dengan pemanfaatan Reuse. serta pupuk cair dan air bersih dari pengolahan limbah cair. Produk tersebut antara lain pupuk granul dan minyak atsiri dari pengolahan limbah padat. Volume Limbah cair ditetapkan pada produksi bulanan riil industri atau kegiatan usaha yang bersangkutan. Volume limbah cair maksimal . Kontrol Kontrol dan pengendalian limbah serta pemeriksaan baku mutu limbah dilakukan oleh PT Sido Muncul secara berkala yaitu sebulan sekali. Reduce.

mg/l 150 3.Ha) 4. Baku mutu Limbah Cair yang digunakan Bapeda untuk pengontrolan limbah PT Sido Muncul No. pH Kesadahan air - 6-9 Sumber: Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah No. Di mana semakin banyak kalorinya maka nilai BOD akan meningkat. 1. Biochemica l Oxygen Demand 5 (BOD5) Nilainya tergantung dari banyaknya bahan baku yang terbawa dan membusuk. 10 tahun 2004 Tabel 4. Chemical Oxygen Demand (COD) Larutan kimia yang digunakan mg/l 75 4.3 . Jenis Total Suspended Solid (TSS) Keterangan Total zat padat tersuspensi yang masih terbawa keluar dalam larutan Satuan mg/l Industri Jamu 75 2.diperoleh dengan menghitung debit limbah cair maksimum dibagi jumlah produksi sebenarnya dalam liter. Tabel 3. Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kawasan Industri Parameter Kadar maksimum (mg/L) BOD 5 50 Beban Pencemaran Maksimum (kg/hari.

COD TSS Ph 100 200 6.6 17. .0 – 9. Hasil pemeriksaan kualitas limbah cair dikirimkan kepada gubernur dan pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab di bidang pengendalian pencemaran. Setiap penanggung jawab kegiatan wajib memasang peralatan meter air pembuangan limbah cair yang dapat mencatat jumlah aliran limbah cair. 3 Tahun 1998 Pengambilan contoh limbah cair oleh petugas instalasi yang bertanggung jawab dan telah memiliki sertfikat contoh uji tingkat Propinsi/Kabupeten/Kota dan pemeriksaan kualitas dilakukan laboratorium yang ditunjuk oleh Gubernur sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan atas biaya penanggung jawab kegiatan.2 Sumber : Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.0 Debit Limbah Cair Maksimum 1 L per detik per HA lahan kawasan yang terpakai 8.

Dan PT Sido Muncul menghasilkan limbah sebanyak 6m3 setiap hari. sarana pengangkutan. limbah yang harus diolah mempertimbangkan beberapa faktor sebelum pengolahannya yaitu: 1. Sido Muncul adalah limbah dari proses produksi dari sisa ekstraksi dan penyaringan atau sortasi. 2. dan pilihan pengolahannya. Jenis limbah padat yang dimiliki PT. Berbeda dengan limbah padat yang mengandung senyawa kimia berbahaya dan beracun serta menimbulkan reaksi kimia baru.1. Limbah padat PT Sido Muncul masuk dalam kategori tanpa pengolahan yang dapat dibuang ke tempat tertentu sebagai tempat pembuangan akhir karena tidak ada unsur kimia yang beracun dan berbahaya terkandung di dalamnya. Limbah Padat Limbah padat terdiri atas berbagai macam wujud dan bentuk. pengolahan limbah padat menurut sifatnya dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu tanpa pengolahan atau dengan pengolahan. tergantung pada jenis industrinya. Sifat dan jumlah limbah akan mempengaruhi pilihan tempat pembuangan. Jumlah Limbah Limbah dikatakan banyak jika mencapai jumlah lebih dari 4m 3 setiap hari. PEMBAHASAN 2. Untuk limbah dengan jenis seperti ini dibutuhkan berbagai macam pengolahan. walaupun tidak berbahaya mempunyai jumlah limbah yang sangat banyak untuk setiap produksi. PT Sido Muncul mengolah sebagian besar limbah padat menjadi produk pupuk granul. Pembuangan limbah PT Sido Muncul dilakukan di lahan luas di areal belakang pabrik. Sifat Fisik dan Kimia Limbah . Hal ini mengakibatkan lahan pembuangan yang semakin sempit dan perlu diperlebar. Menurut Gintings (1992). Menurut Gintings (1992). Limbah PT Sido Muncul.2. hal ini sesuai dengan pernyataan Gintings (1992) yang menyatakan bahwa limbah semacam ini dapat langsung dibuang ke tempat tertentu seperti daratan yang luas. Pelebaran tanah pabrik akan mengakibatkan peningkatan biaya yang besar oleh karena itu.

Tujuan Akhir yang akan dicapai Dari pernyataan sebelumnya. kertas. Pada PT Sido Muncul hanya limbah alami yang dibuang ke lahan kosong. diketahui bahwa pengolahan limbah padat PT Sido Muncul dilakukan untuk mengurangi volume limbah dan pencemaran bau pada lingkungan. Begitu pula dengan sifat kimianya. tipus. Limbah Cair Jenis limbah cair yang diolah PT Sido Muncul adalah limbah industri jamu yang berasal dari pencucian bahan baku alami dan seluruh proses produksi jamu. dan limbah organik. 4. sedangkan limbah lainnya seperti kertas dan plastik dibakar pada mesin insinerator 3. Bahan kimia tersebut dapat memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit disentri. limbah merupakan buangan/bekas yang berbentuk cair. kertas. Menurut Sugiharto (1987). tidak ditemukan bahaya pada lingkungan sekitar namun terdapat pencemaran lingkungan seperti bau. PT Sido Muncul memisahkannya menjadi 2 pengolahan yaitu dengan incinerator dan pengomposan (pupuk granul) sedangkan minyak atsiri merupakan produk sampingan karena tidak mengolah limbah padat dalam jumlah yang banyak.Berdasarkan sifat fisiknya. Limbah logam. kolera dan sebagainya. Limbah padat PT Sido Muncul memiliki 3 ukuran dan bentuk yang berbeda yaitu limbah plastik. limbah dapat dikelompokan menurut besar dan bentuknya. Air limbah harus dikelola untuk mengurangi pencemaran. Kemungkinan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Menurut jenis limbah yang dihasilkan PT Sido Muncul. Air limbah tersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan.1. Dalam air limbah terdapat bahan kimia sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. dan plastik memiliki treatment yang berbeda. 1. Untuk itu. limbah dikelompokan menurut senyawa penyusunnya. gas dan padat. .

sampel limbah yang digunakan dilakukan berbagai treatment untuk mengurangi kadar senyawa organik dalam sampel limbah tersebut. (2005). Cara yang paling sederhana dari pembuangan benda padat yang kasar dan besar adalah dengan cara mengalirkan limbah melalui penyaring.1.. BOD5. NaOH. dan polymer secara kontinyu. Adapun treatment yang dilakukan dalam pengolahan air limbah ini adalah dengan mengambil sampel limbah serta menyaring dan mengendapkannya pada sebuah bak (pre treatment). 1.Menurut Koeniczny et al. Namun demikian PT Sido Muncul hanya mengukur karakteristik kimiawi yaitu nilai pH. Pengolahan tingkat pretreatment akan berpengaruh pada hasil pengolahan tingkat primer. sisa kain. Menurut Gintings (1992). COD. Karakteristik yang sama juga diukur pada sampel limbah cair setelah mengalami proses koagulasi.7 mm atau lebih besar. total fosfat. Menurut pendapat Mahida (1992). Pada umumnya bahan tersebut mudah diidentifikasikan dengan mata karena mudah terlihat pada air kotor. COD dan BOD. Padatan ini bisa berupa lumpur. proses penyaringan dapat menghilangkan padatan-padatan yang berukuran besar. Pada pengolahan pretreatment biasanya digunakan saringan agak kasar tapi dipilih yang tidak mudah berkarat. dalam air limbah banyak padatan yang terapung atau melayang yang ikut bersama air. parameter sampel limbah cair yang biasanya diukur berdasarkan Polish Standart antara lain. lemak. Pada pengolahan industri PT Sido Muncul dilakukan pengendapan pada bak penampung dan penyaringan pada pipa yang menuju Clarifier tank. pasir.Tahap-Tahap Proses Pengolahan Limbah Cair Pada pengamatan limbah di PT Sido Muncul. potongan kayu. padatan tersuspensi dan total dissolved solid dianggap aman karena limbah tidak dibuang ke perairan terdekat namun digunakan kembali untuk kebutuhan industri diluar proses produksi. total nitrogen. sisa pembersihan daging dan lainnya. Kemudian diaduk dengan . konsentrasi total padatan dan nilai pH. Saringan ini harus setiap hari diperiksa untuk mengambil bahan yang terjaring sehingga tidak sampai membuat kemacetan aliran air.1. Tahap selanjutnya adalah primary treatment dimana filtrat atau hasil penyaringan diberi koagulan Al2(SO)4. yaitu yang berukuran 0. Karakteristik fisikawi yang meliputi total padatan.

Penentuan Al2(SO)4 sebagai koagulan berdasarkan kadar pH sampel limbah yang telah disaring. maka koagulan yang dipakai adalah Al2(SO)4. – Efek garam . Dari teori tersebut diketahui bahwa tahap primary treatment yang dilakukan PT Sido Muncul merupakan metode pengolahan secara kimia. tawas. dan kaporit. Pengolahan secara fisik adalah pengendapan yang terjadi secara gravitasi. Pada primary treatment terjadi proses koagulasi. primary treatment dilakukan dengan dua metode. Pertimbangannya karena garam-garam Ca. koagulan yang digunakan adalah Al2(SO)4. Dengan dilaksanakan dalam zona optimum. Sedangkan pengolahan kimia yaitu dengan mengendapkan bahan padatan dengan penambahan bahan kimia. Menurut Gintings (1992). koagulan yang banyak digunakan adalah kapur. Karena pH sampel limbah bersifat asam. Menurut Kusnaedi (1998). Pada tahap ini. faktor-faktor yang mempengaruhi koagulasi antara lain : – Efek pH Untuk setiap jenis air terdapat sedikitnya satu range pH yang tepat untuk koagulasi dan flokulasi dalam waktu singkat dengan dosis yang diberikan. proses koagulasi bertujuan untuk mengikat partikel-partikel limbah cair dengan bahan yang disebut koagulan. Hal ini sesuai dengan pendapat Winarno (1986) bahwa zat-zat yang digunakan untuk menggumpalkan disebut koagulan. Al bersifat tidak larut dalam air sehingga mampu mengendap bila bertemu dengan sisa-sisa basa. Fe. yaitu pengolahan secara fisik dan pengolahan secara kimia.mixer yang berada dalam pipa. Menurut Suhardi (1991). Hal ini sesuai dengan pendapat Kusnaedi (1998). Sedangkan NaOH berfungsi untuk mendukung terciptanya koagulan yang dapat diikat senyawa polymer dengan mengatur pH menjadi netral. sehingga didapatkan flok yang berukuran besar dan dapat disaring atau diendapkan. Banyaknya koagulan tergantung pada jenis dan konsentrasi ion-ion yang larut dalam air olahan serta konsentrasi yang diharapkan sesuai dengan standar baku. Proses ini berlangsung pada pipa dan pengendapan dilakukan dalam Clarifier tank hingga semua flokulan mengendap.

Proses aerasi harus diikuti proses filtrasi atau pengendapan. Kation Fe2+ atau Mg2+ bila disemburkan ke udara akan membentuk oksida Fe2O3 dan MgO.Garam pada koagulasi berfungsi untuk mengubah beberapa titik yaitu rentang pH untuk koagulasi. Kemudian hasil proses secondary treatment yang terjadi pada kolam aerasi dipompa kembali ke dalam Clarifier tank untuk pengulangan proses pertama agar air benar-benar jernih. karbon aktif dan zeolit akan . Proses ini merupakan tahap tertiary treatment karena flok yang tidak dapat mengendap pada clarifier dapat terjebak dalam penyaring yang berukuran besar. dan kecil. sedang. warna dan rasa. partikel termasuk benda yang tidak dapat diuraikan (nonbiodegradable) ataupun gabungan antara bau. penjernihan air limbah dipergunakan untuk mengurangi pengotoran bahan organik. sisa koagulan dalam air setelah pengolahan. pasir. Menurut Sugiharto (1987). Proses aerasi terutama untuk menurunkan kadar besi (Fe) dan magnesium (Mg). Reaksi kation dan oksigen menghasilkan oksidasi logam yang sukar larut dalam air sehingga dapat mengendap. Limbah cair yang kembali masuk ke dalam Clarifier tank kemudian keluar menuju gravity sand filter. waktu flokulasi. Perlakuan aerasi pada limbah PT Sido Muncul ini sesuai dengan pendapat Kusnaedi (1998) bahwa secondary treatment umumnya dilakukan dengan aerasi. Aerasi merupakan suatu sistem oksigenasi melalui penangkapan O2 dari udara pada air olahan yang akan diproses. Menurut Sutarti & Rachmawati (1994) adanya penyaringan bertingkat pasir silikat yang terdiri dari batu kerikil. Limbah cair kemudian mengalami proses aerasi selama 2 sampai 3 jam. dosis koagulan optimum. Penambahan oksigen bertujuan agar O2 di udara dapat bereaksi dengan kation yang ada di dalam air olahan. Pada tahap kedua pengadukan kedua dimaksudkan untuk proses koagulasi dengan kecepatan rendah untuk menghasilkan kesatuan dari koloid-koloid yang tidak stabil. – Efek pengadukan Pengadukan yang cepat dibutuhkan pada penambahan koagulan agar distribusi koagulan lebih merata. Perkiraan waktu ini sesuai dengan banyaknya debit limbah yang dihasilkan setiap hari.

Sebab jika pH air limbah yang akan dibuang asam atau basa. akan dapat meningkatkan nilai pHnya. 1992). Bau pada limbah disebabkan oleh karena proses pembusukan atau degradasi bahan organik oleh mikroorganisme. maka jika ditambahkan dalam air limbah yang bersifat asam.1. dari bau tersebut kita dapat mengetahui kualitas limbah tersebut. 1. PT Sido Muncul pernah menerapkan penggunaan kapur dalam limbah industri karena bahan ini murah dan mudah didapatkan. bau-bauan yang busuk. biasanya pH air limbah menjadi asam.1.1. Proses netralisasi diperlukan agar pH air limbah sebelum dilepas atau dibuang telah sesuai dengan Baku Mutu Limbah (BML). bau dapat menunjukkan apakah suatu limbah masih baru atau sudah busuk. PT Sido Muncul menghasilkan limbah dengan pH netral sehingga tidak diperlukan proses netralisasi. industri pengolahan air limbah mengganti Ca(OH)2 dengan Na(OH). Oleh karena itu.memberikan perlakuan adsorbsi yang menyebabkan senyawa organik banyak yang terikat pada zeolit dan bisa dipisahkan dari limbah. Prinsip dari proses netralisasi adalah penambahan senyawa asam atau basa ke dalam air limbah sehingga pH air limbah menjadi mendekati 7.1. Dan menurut Suhardi (1991). . menyerupai bau hidrogen sulfida. Bila terlalu menyengat atau tidak enak. Proses netralisasi ini dilakukan karena diharapkan air yang akan digunakan untuk penyiraman lahan industri selalu netral. Na(OH) mempunyai sifat yang basa. Setelah melalui berbagai proses pengolahan dengan penambahan bahan kimia. sehingga perlu dilakukan penambahan Na(OH) agar pH meningkat dan bisa berada pada range pH yang diperbolehkan. Nilai pH untuk limbah domestik yang sesuai dengan BML adalah 6-9. Perbandingan Karakteristik Fisika Awal dan Akhir Limbah 1. akan tetapi kerugiannya dapat menimbulkan masalah pembuangan endapan yang sulit (Mahida. Setelah itu limbah hasil proses pengolahan diukur pHnya dengan pH meter. 1992). maka limbah tersebut banyak mengandung kandungan organik. Bau Menurut Mahida (1992).1. maka pH air limbah harus dikondisikan pada range pH tersebut. maka akan menggangu kehidupan biota air (Gintings.

1. Limbah yang belum diolah dan masih tersimpan dalam bak penampung dan Clarifier tank tercium bau yang busuk dan sangat menyengat. sulfur dan fosfor dan juga berasal dari pembusukan protein dan lain-lain bahan organik yang terdapat dalam air limbah. Hal ini sesuai dengan pendapat Mahida (1992) bahwa secara umum warna air limbah ini bersifat mencolok. Hasil akhir limbah menjadi berbau netral karena adanya proses biologis pada kolam aerasi. Warna dan Kekeruhan Menurut Sastrawijaya (1991). Hal tersebut didukung pula oleh pendapat Suhardi (1991). Penentuan limbah cair dapat menggunakan komparator warna dan skala standar. bau yang paling menyerang berasal dari hidrogen sulfida. Warna limbah sebelum pengolahan adalah coklat kehitaman. 1992). bahwa pengukuran bau dapat dilakukan dengan evaluasi sensori melalui indera pembau dan Gas Chromatography (GC) yang berfungsi untuk menganalisa senyawasenyawa penyebab bau.1. warna limbah menjadi putih kekuningan. Warna memberikan informasi pada kita tentang kualitas dari kekotoran limbah itu sendiri (Mahida.2. Jadi dapat . Menurut Mahida (1992). 1. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiharto (1987) bahwa cara pengukuran karakteristik fisikawi bau yaitu dengan kepekaan terhadap bau dari manusia terhadap tingkatan dari bau. banyak dari bau yang tidak sedap itu disebabkan karena adanya campuran dari nitrogen. warna air memberi petunjuk akan jumlah benda yang tersuspensi dan terlarut.Cara pengukuran bau limbah yang dilakukan PT Sido Muncul dilakukan dengan menggunakan indera pembau. Namun demikian setelah dilakukan pengolahan atau treatment terhadap limbah tersebut. Mahida (1992) mengungkapkan kembali bahwa makin pekat warna maka limbah yang kita ambil makin kotor. Namun demikian setelah dilakukan treatment pada limbah tersebut diketahui adanya perubahan bau pada sampel limbah tersebut.

Kemudian setelah limbah tersebut mengalami treatment. limbah tersebut memiliki kandungan padatan organik dan anorganik yang tinggi.1. pengentalan. limbah menjadi bening. 1. pengujian kandungan padatan . tegangan permukaan. Menurut Jenie & Rahayu (1993). Perubahan suhu memperlihatkan aktivitas kimiawi biologis pada benda padat dan gas dalam air. Menurut Sugiharto (1987). kekeruhan adalah ukuran yang menggunakan efek cahaya sebagai dasar untuk mengukur keadaan air sungai. Menurut Sastrawijaya (1991).1. 1. Temperatur air limbah akan mempengaruhi kecepatan reaksi kimia serta tata kehidupan dalam air. dengan melihat tingkat kekeruhan limbah cair akan dapat mengetahui banyak atau tidaknya padatan organik atau anorganik yang berada dalam limbah cair tersebut. dalam pengolahan limbah. dan nilai-nilai penjenuhan dari benda padat. Pada limbah PT Sido Muncul tidak dilakukan pengontrolan suhu karena jenis limbah yang alami walaupun begitu tidak terjadi perubahan suhu pada limbah awal dan akhir.dikatakan bahwa limbah yang telah mengalami treatment menjadi semakin bersih (tidak kotor lagi seperti sebelumnya). Analisa Padatan Parameter fisik lainnya yang juga diukur adalah kandungan padatan dalam limbah cair. dan gas. namun bukan berarti tidak terjadi aktivitas kimia bilogis pada sampel limbah tersebut. Jadi dapat dikatakan bahwa sebelum sampel limbah mengalami treatment. kekeruhan ini disebabkan oleh adanya benda tercampur atau benda koloid di dalam air.3. Suhu Menurut Mahida (1992). Sama halnya dengan warna. Namun setelah limbah mengalami treatment kandungan organik dan anorganik pada limbah menjadi kecil.4.1. Hal ini dibuktikan dengan hasil limbah yang menjadi bening. suhu berguna untuk melihat kecenderungan aktivitas-aktivitas kimiawi dan biologi. kekeruhan juga merupakan salah satu parameter fisik dari suatu limbah. Meskipun tidak terjadi perubahan suhu pada sampel limbah. tekanan uap.1. Limbah PT Sido Muncul memiliki tingkat kekeruhan yang sangat keruh.

. Hal ini sesuai dengan pendapat Mahida (1992). parameter yang diukur adalah pH. Cahaya tidak dapat tembus banyak jika konsentrasi bahan tersuspensi tinggi. Padatan terlarut didalam larutan dapat dipergunakan untuk menentukan jumlah kepekatan suatu contoh air. COD. ada aliran listrik yang dapat diketahui dari goyangan jarum yang terdapat pada alat penera dimana menggambarkan besarnya kadar ion H. tujuan analisa kimiawi limbah cair adalah untuk menentukan konsentrasi zat – zat kimia.2. Hal ini sesuai dengan pendapat Ryadi (1984) bahwa sifat kimia limbah cair meliputi pH.1. 1.ini berhubungan dengan tingkat kejernihan dan warna yang semuanya menunjukkan tinggi rendahnya kualitas air. COD dan BOD.2. dan BOD. Untuk analisa kimia pada percobaan kali ini. 1. Padatan terlarut dan tersuspensi mempengaruhi ketransparanan dan warna air. pH Menurut Suhardi (1991) bahwa kadar ion H yang terdapat dalam larutan dapat ditera atau diukur dengan beberapa cara antara lain memakai alat pH meter yang terdiri atas alat penera (potensiometer) dan dua buah elektroda. serta untuk menentukan tingkat kebusukan yang telah dicapai limbah.1. Kandungan padatan ini dibedakan menjadi tiga yaitu padatan total (Total Soluble/TS). Warna air juga ada hubungan dengan kualitas air. mengetahui ada atau tidaknya bahan – bahan beracun di dalam limbah. Analisa ini tidak dilakukan pada limbah PT Sido Muncul karena penggunaan lanjutannya sebagai air non-produksi dan tidak dibuang ke sungai atau perairan terdekat. Perbandingan Karakteristik Kimia Awal dan Akhir Limbah Menurut Utomo (1998). padatan tersuspensi total (Total Suspended Solid/TSS). dan padatan terlarut total (Total Dissolved Solid/TDS).1. serta upaya pembenahan limbah. Oleh karena itu. Penentuan padatan terlarut total dapat dengan cepat menentukan kualitas air limbah. Sebuah pH meter dihubungkan dengan sumber tenaga maka terdapat rantai tertutup. Penentuan analisa kimiawi limbah cair didasarkan atas unsur – unsur yang mempunyai nilai peubah terhadap kesehatan seperti bahaya yang ditimbulkan oleh zat beracun yang mungkin ada di dalam limbah.

Pada pengamatan limbah PT Sido Muncul tidak dilakukan penelitian secara khusus dan langsung mengenai kadar COD limbah cair. diperkirakan terjadi penurunan nilai COD pada limbah cair karena treatment yang telah dilakukan. Chemical Oxyggen Demand (COD) atau kebutuhan oksigen kimiawi (KOK) adalah banyaknya oksigen dalam ppm atau mg/l yang dibutuhkan dalam kondisi khusus untuk menguraikan benda organik secara kimiawi.2. Hal ini sesuai dengan pendapat Jenie & Rahayu (1993) bahwa perubahan . Hal ini menunjukan pH yang sudah netral karena menurut Sugiharto (1987).5 mg/l. air limbah dengan derajat keasaman (pH) tidak netral akan menyulitkan proses biologi. Dari pengamatan dan wawancara terhadap pengurus limbah PT Sido Muncul diketahui bahwa treatment pada limbah menyebabkan nilai COD limbah menjadi turun. agar pH limbah menjadi netral. setelah dilakukan penelitian pH awal limbah PT Sido Muncul bersifat asam. Menurut wawancara yang dilakukan mahasiswa kerja praktek pada salah satu pengurus limbah cair.2. 1. pH yang baik bagi limbah cair adalah pH netral. Nilai COD akhir limbah adalah 2. air menjadi asam karena adanya buangan yang mengandung asam seperti asam sulfat dan asam klorida. Menurut Sugiharto (1987).1. COD juga digunakan secara luas sebagai ukuran kekuatan pencemaran air limbah domestik maupun air limbah industri. Chemical Oxygen Demand (COD) Menurut Suhardi (1991). Kadar pH yang baik yaitu kadar dimana masih memungkinkan kehidupan biologis di dalam air berjalan baik.bahwa pH menyatakan keasaman atau alkalinitas dari suatu cairan encer. sehingga menganggu proses penjernihan sehingga dilakukan treatment. Untuk mengukur pH limbah digunakan pHmeter. Namun. penentuan total zat organik secara tidak langsung yaitu dengan menentukan COD karena yang ditentukan adalah kebutuhan O2 untuk menambah zat organik secara kimiawi. Kolam aerasi pun ditumbuhi alga hijau sedalam 1 meter dari permukaan kolam dan digunakan untuk pembiakan ikan mas. dan mewakili konsentrasi hidrogen ionnya. Menurut Hammer & Hammer (1996). Hal ini sesuai dengan pendapat Mahida (1992) bahwa pada umumnya pH limbah diatur sekitar kenetralan. biasanya antara 6 dan 8.

Dengan rendahnya nilai COD pada limbah yang telah mengalami treatment.nilai BOD dan COD suatu limbah akan terjadi selama penanganan. karena BOD dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam badan air tersebut sehingga dapat membahayakan atau bahkan mematikan aktivitas organisme yang terdapat dalam badan air tersebut.1. Hal yang sama dikemukakan oleh Hammer & Hammer (1996) bahwa pengujian BOD ini pada prinsipnya didefinisikan sebagai pengukuran banyaknya oksigen yang dapat digunakan oleh metabolisme mikroorganisme untuk mendegradasi senyawa organik yang terdapat di dalam limbah cair. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan organik dalam sampel limbah yang telah ditreatment sudah berkurang. Sehingga semakin tinggi BOD maka jumlah mikroorganisme dalam limbah tersebut semakin tinggi.3. Menurut Louis (1993) kadar BOD dapat mempengaruhi kualitas air ketika dilepas ke suatu badan air.2. . 1. Menurut Jenie & Rahayu (1993) O2 dibutuhkan untuk oksidasi bahan organik maka BOD menunjukkan indikasi kasar banyaknya kandungan bahan organik dalam sampel tersebut. maka diketahui bahwa banyaknya O2 yang diperlukan untuk menguraikan senyawa organik juga berkurang. Karena oksigen terlarut diperlukan untuk respirasi mikroorganisme aerob dan organisme aerob lainnya. pengujian BOD juga mengukur kandungan bahan organik yang ada dalam limbah cair. Selain itu BOD juga menunjukkan banyaknya mikroba yang terdapat dalam limbah cair tersebut. dan jumlah oksigen yang terdapat dalam limbah cair semakin sedikit. BOD (Biochemical Oxygen Demand) Menurut Ryadi (1984) BOD atau Biological Oxygen Demand merupakan sejumlah oksigen dalam sistem air yang dibutuhkan oleh bakteri aerobik untuk menstabilkan atau menetralisir bahan-bahan organik dalam air melalui proses oksidasi biologis secara dekomposisi aerobik. Sehingga secara tidak langsung.

2007) . Sutarti & Rachmawati (1994) juga mengungkapkan bahwa limbah yang telah diberikan beberapa perlakuan seperti penyaringan dengan batu kerikil atau karbon aktif akan mengalami penurunan kadar BOD. PT Sido Muncul menggunakan limbah cair hasil pengolahan IPAL untuk mengairi lahan pertanian di dalam pabrik dengan pertimbangan keuntungan sebagai berikut: • • • Mencegah pencemaran sungai Memberikan unsur pupuk pada tanaman Dapat memperbaiki struktur tanah (soil conditioning) Dapat dimanfaatkan untuk lahan yang cukup luas Kemungkinan adanya kontaminasi bahan kimia dari air limbah pada tanah dan air tanah Dipengaruhi oleh musim • • • Meskipun demikian ada beberapa kekurangannya: (Ginting. Apabila senyawa organik semakin berkurang.Dari data yang diperoleh dapat dilihat bahwa nilai BOD sesudah ditreatment sangat kecil yaitu 10 mg/l. maka semakin kecil pula jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme pengurai untuk menguraikan senyawa organik yang kecil jumlahnya. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Jenie dan Rahayu (1993) bahwa limbah cair pengolahan pangan umunya memiliki nilai BOD dan padatan tersuspensi tertinggi dan berlangsung dengan proses dekomposisi cepat.

Pada primary treatment terjadi koagulasi yang bertujuan untuk mengikat partikel – partikel limbah cair dengan koagulan Koagulan yang digunakan adalah Al2(SO)4 karena limbah bersifat asam. primary treatment. Karakteristik fisikawi yang mengalami perubahan setelah limbah mengalami pengolahan yaitu bau. Pada seconday treatment terjadi aerasi yaitu penambahan kandungan oksigen dalam limbah. dan kekeruhan sedangkan suhu tidak mengalami perubahan • • • • • • • • • • • • • • • Penilaian bau. secondary treatment. pH limbah dinetralkan dengan penambahan NaOH . warna dan kekeruhan limbah menggunakan panca indra. Pada tertiary treatment digunakan pasir silika yang bertujuan untuk menyaring limbah dan mengurangi kadar organik terlarut. warna.1. KESIMPULAN DAN SARAN • Limbah PT Sido Muncul terbagi atas 2 yaitu limbah padat dan cair Limbah padat PT Sido Muncul berupa plastik. dan tertiary treatment Pada pre treatment dilakukan penyaringan yaitu menghilangkan padatan-padatan yang berukuran besar. kertas dan ampas proses ekstraksi Pengolahan limbah padat PT Sido Muncul menghasilkan produk pupuk granul dan minyak atsiri Limbah cair PT Sido Muncul berupa cairan bekas pencucian bahan baku dan sisasisa produksi pabrik Pengolahan limbah cair PT Sido Muncul menghasilkan produk pupuk cair dan air jernih Limbah cair mengandung senyawa organik yang dapat mencemari lingkungan Air limbah harus dikelola untuk mengurangi senyawa organik sehingga mengurangi pencemaran Treatment yang digunakan dalam pengolahan limbah PT Sido Muncul antara lain pre treatment.

sehingga bisa dipisahkan dari limbah. Penurunan nilai BOD disebabkan karena adanya penyaringan oleh pasir silika yang menyebabkan senyawa organik berkurang jumlahnya karena terikat pada karbon katif. • • • • Pengujian kadar BOD penting untuk menentukan kekuatan atau daya cemar limbah. semakin tinggi jumlah mikroorganisme dan semakin sedikit jumlah oksigen dalam limbah.• Chemical Oxyggen Demand (COD) adalah banyaknya oksigen dalam ppm atau mg/l yang dibutuhkan dalam kondisi khusus untuk menguraikan benda organik secara kimiawi.5 mg/l. Nilai BOD limbah setelah treatment lebih rendah dari nilai BOD sebelum treatment yaitu 10 mg/l dan sesuai dengan Baku Mutu Limbah. Semakin tinggi nilai BOD. • Berkurangnya senyawa organik. BOD atau Biological Oxygen Demand merupakan sejumlah oksigen dalam sistem air yang dibutuhkan oleh bakteri aerobik untuk menstabilkan atau menetralisir bahan-bahan organik dalam air melalui proses oksidasi biologis secara dekomposisi aerobik. maka jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk menguraikan senyawa organik tersebut juga berkurang. • • • Penurunan nilai COD pada limbah menyatakan bahwa kandungan senyawa organik dalam limbah juga berkurang Nilai COD limbah PT Sido Muncul telah memenuhi standar Baku Mutu Limbah untuk Industri Jamu yaitu 2. Sesuai dengan ketentuan diatas maka setiap penanggung jawab kegiatan industri harus melakukan hal-hal sebagai berikut: • • • Melakukan pengolahan limbah cair sehingga mutu limbah cair yang dibuang ke lingkungan tidak melampaui Baku Mutu Limbah yang telah ditetapkan Membuat saluran pembuangan limbah cair yang kedap air sehingga tidak terjadi perembesan limbah cair ke lingkungan Memasang alat ukur debit atau laju air limbah cair dan melakukan pencatatan debit harian limbah cair tersebut .

(Ginting. 2007) .• • Tidak melakukan pengenceran limbah cair. termasuk mencampurkan buangan air bekas pendingin ke dalam aliran pembuangan limbah cair Memeriksakan dan menguji Mutu Limbah Cair sebagaimana tersebut dalam Lampiran Keputusan dan Dokumen Perusahaan secara periodic sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan.

P. Bandung. . Penerbit Karya Anda. Jenie. Dasar-dasar dan Pokok-pokok Penanggulangannya. Pol. S.J. Rineka Cipta. Tchobanoglous. (1998). Sutarti. Sastrawijaya. CV. (1992). Kanisius. M dan M. Rajawali. Winarno. Yrama Widya. Konieczny. 4 (1) : 123-132. Pencemaran Lingkungan.. Effevtive use of Ferric Sulfate in Treatment of Diferent Food Industry Wastewater. (1996). Mengolah Air Gambut dan Air Kotor Untuk Air Minum. Disposal. DAFTAR PUSTAKA Ginting. E. and Bozena. B. Yogyakarta. (1994). Inc. Wastewater Engineering Treatment. (1991). Prentice Hall. Penanganan Limbah Industri Pangan. Rachmawati. U. Jakarta. Penebar Swadaya. Suhardi. Jakarta. (1993). Pustaka Sinar Harapan. Ryadi. Jakarta. Jakarta. Water and Wastewater Technology 3nd Edition. Waldemar. PAU Pangan dan Gizi UGM. Gintings. T.J and M. N. Aliment. Rahayu. (1992). P. M. Acta Sui. G. P. Sugiharto. Petunjuk Laboratorium Analisa Air dan Penanganan Limbah. Pencemaran Air.G. Reuse. Jurnal Ilmiah Widya Mandala. New Delhi. Tata Mcgraw-Hill Publising Co. (1987). . S. Hammer. (1991). (1981). New Jersey. CV. Pusat Dokumentasi dan Informasi Limbah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Kimia Pangan dan Gizi.1. (2007) Sistem Pengelolaan Lingkungan dan Limbah Industri. Dasar – Dasar Pengelolaan Air Limbah. Utomo. (1984). Kusnaedi.. Ewa.. Hammer. PT Gramedia Pustaka Utama. Universitas Indonesia. Jakarta.R. Jakarta. Mencegah dan Mengendalikan Pencemaran Industri. (1986). P. L. Surabaya. Mahida. F. Ltd. A. A. U. dan W. Jakarta. (2005). Pencemaran Air dan Pemanfaatan Limbah Industri. Kemungkinan Pemanfaatan Limbah cair Industri Pengolahan Pangan untuk Irigasi. Zeolit. K. Technol. Yogyakarta. (1998).

.

Gemuk Sehat. Kunyit Asam. Sehat Wanita Komplit Tolak Angin Serbuk. Pria Perkasa. Pa’Tani Kuat. Kuku Bima TL Cair. Bersih Darah. Galian Singset. Galian Montok. Kencing Batu. Param Tahun. Sakit Pinggang. Galian Param. Tolak Angin Ekstra Hangat Kaplet Permen Tolak Angin. Melen. Influensa. Nifas. Tensi (darah tinggi). Kunyit Asam Sirih. Pasutri. Kuku Bima TL + Tribulus Cair Jamu Instan Galian Putri Instan. pil) Merek Bancar Darah. Pegelinu Instan. Pegal Linu Gingseng. Segar Bugar. JKI Kuku Bima TL + Tribulus. Permen Jahe Wangi Kuku Bima Serbuk. Red Gingseng Tea . Kuku Bima Gingseng Serbuk. 2. Sari Turas (kencing manis). Hamil Muda. Ulu Hati (maag). Pewangi Bulan. Ginger Milk. Terlambat Bulan. Cabe Puyung. LAMPIRAN 2. Gatal Gudik. Jampi Usus. Kuku Bima TL Serbuk. Pegal Linu Komplit. Penenang. V-Talytea. Peta Lokasi Pabrik Denah Pabrik PT Sido Muncul Struktur Organisasi PT Sido Muncul Produk PT Sido Muncul Produk Jamu tradisional (serbuk. Sehat Wanita Instan. Bersalin.43 2. Tujuh Angin Jamu Serbuk Komplit Tolak Angin Permen Kuku Bima Tradisional Kuku Bima Komplit. JKI Pegelinu. Kuku Bima Gingseng Instan. Kuku Bima TL + Tribulus Kapsul. Batuk. Tujuh Angin.1. Sambang. Galian Rapat Wangi. Pelangsing Perut Instan. 2. Sehat Pria. Anak Sehat Aneka Rasa. Jerawat. Jahe Wangi. Sehat Pria Instan. Komplit. Sehat Wanita.3. Men’s Kapsul. Ginger Tea. JKI Sehat Pria Sehat Bersalin 40 Hari Alang Sari Original. Permen Kunyit Asam. Sakit Kencing. Kuku Bima TL Kapsul. Sekalor.2. Kuku Bima TL + Tribulus Instan Jamu Komplit Instan (JKI) Jamu Bersalin Minuman Kesehatan Minuman Eksport 3. Kolesom. Pegal Linu. Sakit Perut. Cuci Perut. Alang Tea. Sakit Pinggang.4. Encok. Klingsir. Turmerric Plus. Selokarang Sekalor. JKI Kuku Bima Gingseng. Galian Delima Putih. Demam Malaria. Galian Putri. Tolak Angin Cair. 2. Este-Emje Aneka Rasa Filantra Tea. Kuku Bima TL + Tribulus Serbuk. Olah Raga. Hamil Tua. Alang Sari plus Fiber. Sariawan. Perokok.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful