P. 1
makalah perlindungan konsumen

makalah perlindungan konsumen

|Views: 1,719|Likes:
Published by Shin Yenna

More info:

Published by: Shin Yenna on Jul 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2014

pdf

text

original

EKSISTENSI HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM DUNIA USAHA

MAKALAH Disusun: Untuk memenuhi Tugas Matakuliah Hukum Komersial Oleh : Dea Putri Yanuarista NIM. 105020101111026

UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN ILMU EKONOMI Juni , 2011

KATA PENGANTAR Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT. Bapak dan Ibu saya yang senantiasa mendoakan serta memberikan dorongan baik secara moral maupun secara spiritualdan segala yang tidak ternilai. Serta kritik dan saran sangat saya perlukan untuk menyempurnakan saya. atas limpahan petunjuk dan Karunia-Nya . Semua teman-teman yang tiada henti memotivasi saya menyelesaikan Makalah ini. 3. 4. Malang. Akhirnya penulis berharap Makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan Makalah yang berjudul “Eksistensi Hukum Perlindungan Konsumen dalam Dunia Usaha ”. 5 Juli 2011 agar segera ii . Orang-orang yang tanpa sengaja memberikan sebuah Inspirasi dalam Makalah ini. Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada: 1. 2. Semua Keluarga besar yang telah memberikan dukungan dan semangat serta doa hingga terselesaikannya Makalah ini.

9 2.7 Tanggung Jawab Pelaku Usaha terhadap Konsumen………………. 2 1.5 Hak dan Kewajiban dari Konsumen………………………………… 8 2.4 Dasar-Dasar Hukum Perlindungan Konsumen……………………. 7 2.iii BAB I PENDAHULUAN 1...2 Definisi Perlindungan Konsumen…………………………………... 10 2..1 Kesimpulan…………………………………………………………. 4 2. 5 2...2 Rumusan Masalah…………………………………………………….6 Usaha untuk Mendidik Konsumen…………………………………. i KATA PENGANTAR…………………………………………………………… ii DAFTAR ISI…………………………………………………………………….8 Sanksi-Sanksi jika Produsen Merugikan Konsumen………………… 11 BAB III PENUTUP 3...1 Latar Belakang……………………………………………………… 1 1. 15 iii .2 Saran………………………………………………………………… 13 DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………..3 Asas dan Tujuan dari Perlindungan Konsumen……………………… 5 2.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL……………………………………………………………. 13 3.1 Definisi Konsumen…………………………………………………...3 Manfaat Penelitian…………………………………………………… 2 BAB II PEMBAHASAN 2..

Dari kedua contoh diatas kita dapat mengetahui bahwa konsumen lah yang menjadi pihak yang dirugikan.BAB I PENDAHULUAN 1. Produk susu China yang mengandung melamin juga sempat menggemparkan masyarakat Indonesia dan China. khusunya dalam hal yang merugikan kesehatan para konsumen bahkan jiwa dari para konsumenpun tidak sering terancam. namun hal ini tidak menguntungkan konsumen tapi malah merugikan produsen karena banyak bayi yang mengalami penyakit – penyakit seperti gagal ginjal. Eksistensi konsumen tidak sepenuhnya dihargai oleh pihak produsen karena tujuan utama dari produsen adalah memperoleh untung sebanyak-banyaknya dalam jangka pendek bukan jangka panjang. Hal tersebut disebabkan mingkin karena kurangnya pengawasan dari pihak pemerintah . polisi dan dinas-dinas terkait setempat. 1 .1 Latar Belakang Saat ini semakin sering saja pihak produsen yang menganak tirikan pihak konsumen. masih banyak ditemukan makanan dan minuman kadaluarsa yang terdapat dalam parcel-parcel. Oleh karena itu saya menyusun makalah ini yang berisi tentang eksistensi hukum perlindungan konsumen dalam dunia usaha. Beberapa contohnya seperti . bahkan tidak sedikit dari mereka yang meniggal dunia setelah mengkonsumsi susu yang mengandung zat melamin ini. Zat melamin memang akan meningkatkan kandungan protein jika dicampurkan dengan susu. Dalam beberapa kasus banyak ditemukan pelanggaran – pelanggaran yang dilakukan oleh pihak produsen kepada pihak konsumen .

3 Manfaat Penulisan Dalam makalah ini. Mengetahui karakteristik dari hokum perlindungak konsumen 3. yaitu : 1. Apa saja usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mendidik konsumen agar konsumen tidak mengalami kerugian ? 7. Apa sajakah tanggung jawab pelaku usaha terhadap para konsumennya ? 8. Apa saja azaz dan tujuan dari perlindungan konsumen ? 4. Apa sajakah hak dan kewajinan dari konsumen ? 6. penulis menyajikan dua manfaat secara umum yang kemudian dikelompokkan lagi menjadi manfaat-manfaat secara khusus. Apa yang dimaksud dengan perlindungan konsumen ? 3. Dapat memberi pengetahuan bagi pembaca mengenai masalah social yang terjadi. Mengatahui aplikasi hokum perlindungak konsumen di dunia usaha 1. yaitu hokum perlindungan konsumen yang harus diketahui oleh konsumen agar konsumen tidak dirugikan oleh produsen 2 . Apa yang dimaksud dengan konsumen ? 2.1. yaitu : 1. Mengetahui pengertian konsumen dan perlindungan konsumen 2. Apa saja sanksi – sanksi yang dapat dikenakan kepada pihak produsen jika pihak konsumen merasa dirugikan ? Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini . Apa saja dasar-dasar hokum untuk perlindungan konsumen ? 5. antara lain: 1.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah ini . Secara Teoritis a.

Analisis sosial dapat ditindak lanjuti sebagai bahan penulisan selanjutnya. Secara Praktis Dapat dijadikan sebagi bahan pertimbangan bagi pihak-pihak pemerintah maupun masyarakat untuk lebih memperhatikan adanya hukum yang mengatur dalam suatu kehidupan 3 . 2.b.

kita harus mengetahui dahulu definisi sari konsumen itu sendiri. Selain menurut Undang-Undang No.BAB II PEMBAHASAN 2. Selain itu Philip Kotler dalam bukunya Prinsiples Of Marketing adalah mengatakan . konsumen pada umumnya adalah setiap orang yang mendapatkan barang atau jasa digunakan untuk tujuan tertentu. Konsumen antara adalah setiap orang yang mendapatkan barang dan/ atau jasa untuk digunakan dengan tujuan komersial. setiap orang yang menggunakan barang atau jasa”. sesuatu atau seseorang yang menggunakan suatu persediaan atau sejumlah barang. Konsument. keluarga dan/atau rumah tangga dan tidak untuk diperdagangkan kembali.1 Definisi Konsumen Sebelum kita membahas tentang perlindungan konsumen lebih dalam .8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Pasal 1butir 2 : “ Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/ atau jasa yang tersedia dalam masyarakat. baik bagi kepentingan diri sendiri. Menurut Undang Undang No. keluarga.8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen . Istilah konsumen berasal dari bahasa Belanda. seorang ahli bernama Hornby juga mengutarakan pendapatnya tentang arti konsumen . yaitu “Konsumen (consumer) adalah seseorang yang membeli barang atau menggunakan jasa. 4 . “konsumen pada umumnya adalah setiap orang yang mendapatkan barang atau jasa digunakan untuk tujuan tertentu. maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan”. seseorang atau suatu perusahaan yang membeli barang tertentu atau menggunakan jasa tertentu. sedangkan konsumen akhir adalah setiap orang yang mendapatkan dan menggunakan barang dan/ atau jasa untuk tujuan memenuhi kebutuhan hidupnya pribadi.” Menurut Aziz Nasution . Konsumen masih dibedakan lagi yaitu konsumen antara dan konsumen akhir. “ semua individu dan rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang atau jasa untuk dikonsumsi pribadi. orang lain.” Terdapat berbagai pengertian mengenai konsumen walaupun tidak terdapat perbedaan yang mencolok antara satu pendapat dengan pendapat lainnya.

keamanan dan keselamatan konsumen. Kemudian dijelaskan dalam penjelasannya bahwa perlindungan konsumen diselenggarakan sebagai usaha bersama berdasarkan 5 ( lima ) asas yang relevan dalam pembangunan nasional. penjual diwajibkan menunjukkan tanda harga kepada pembeli sebagai pemberitahuan harga agar konsumen tidak merasa dirugikan oleh produsen.2 Definisi Perlindungan Konsumen Sekarang kita akan memulai membahas apa itu perlindungan konsumen.3 Asas dan Tujuan dari Perlindungan Konsumen Dalam pasal 2 Undang – Undang Perlindungan Konsumen disebutkan bahwa . yaitu: .”. “perlindungan konsumen berasaskan manfaat. Dengan menggalakkan hal seperti menunjukkan tanda harga di setiap barang yang akan dijual oleh pihak produsen maka akan mengurangi sedikit demi sedikit adanya praktek penipuasn yang dilakukan oleh produsen yang sering kali merugikan para konsumen . 2. serta kepastian hukum. keseimbangan. Sebagai contohnya .2. apalagi para konsumen yang tidak terlalu teliti jika akan memeli suatu barang. Perlindungan konsumen adalah jaminan yang seharusnya didapatkan oleh para konsumen atas setiap produk bahan makanan yang dibeli. Namun dalam kenyataannya saat ini konsumen seakan-akan dianak tirikan oleh para produsen. Maka dari itu disinilah pentingnya adanya perlindungan konsumen bagi para konsumen. Dalam beberapa kasus banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran yang merugikan para konsumen dalam tingkatan yang dianggap membahayakan kesehatan bahkan jiwa dari para konsumen. agar para konsumen tidak terus menerus dirugikan oleh para produsen yang tidak bertanggung jawab dengan ulah yang telah diperbuatnya. keadilan.

. Asas Kepastian Hukum dimaksudkan agar baik pelaku usaha maupun konsumen menaati hukum dan memperoleh keadilan dalam penyelenggaraan perlindungan konsumen. serta negara menjamin kepastian hokum. dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri Mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkannya dari ekses negatif pemakaian barang dan/ atau jasa Meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih. Asas Keseimbangan dimaksudkan untuk memberikan keseimbangan antara kepentingan konsumen. Asas Keadilan dimaksudkan agar partisipasi seluruh rakyat dapat diwujudkan secara maksimal dan memberikan kesempatan kepada konsumen dan pelaku usaha untuk memperoleh haknya dan melaksanakan kewajibannya secara adil. Asas Keamanan dan Keselamatan Konsumen dimaksudkan untuk memberikan jaminan atas keamanan dan keselamatankepada konsumen dalam penggunaan. kemampuan. dan pemanfaatan barang dan/ atau jasa yang dikonsumsi atau digunakan. pelaku usaha. dan pemerintah dalam arti materiil dan spirituil.5 Asas Manfaat dimaksudkan untuk mengamanatkan bahwa segala upaya dalam penyelenggaraan perlindungan kondumen harus memberikan manfaat sebesar – besarnya bagi kepentingan konsumen dan pelaku usaha secara keseluruhan. Selanjutnya dilanjutkan bahwa tujuan perlindungan konsumen yakni : Meningkatkan kesadaran. pemakaian. menentukan. dan menuntut hak – haknya sebagai konsumen Menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi .

terdapat dua instrumen hukum penting yang menjadi landasan kebijakan perlindungan konsumen di Indonesia. kesehatan. . selain itu guna terwujudnya tujuan perlindungan konsumen hendaklah dimulai dari diri kita sendiri selaku masyarakat konsumen. yakni : Undang-Undang Dasar 1945. Tujuan perlindungan konsumen juga dapat terjadi dengan cara menumbuh kembangkan diri selaku masyarakat konsumen sebagai satu kesatuan yang utuh dan tak terpisahkan. Tujuan pembangunan nasional diwujudkan melalui sistem pembangunan ekonomi yang demokratis sehingga mampu menumbuhkan dan mengembangkan dunia yang memproduksi barang dan jasa yang layak dikonsumsi oleh masyarakat. mengamanatkan bahwa pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. kenyamanan. sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. dan keselamatan konsumen. untuk terus aktif dalam memperjuangkan hak sebagai konsumen secara perseorangan dan sebagai masyarakat konsumen. sehingga tercipta daya yang lebih kuat dan pejal sebagai posisi tawar untuk perimbangan dari pada posisi pelaku usaha yang disadari memang lebih baik. Dasar – Dasar Hukum Perlindungan Konsumen Pada hakekatnya. Sesungguhnya asas dan tujuan dari perlindungan konsumen menitik beratkan konsumen sebagai bagian yang perlu mendapatkan perhatian khususnya oleh pemerintah.Menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan konsumen sehingga tumbuh sikap yang jujur dan bertanggung jawab dalam berusaha 6 Meningkatkan kualitas barang dan/ atau jasa yang menjamin kelangsungan usaha produksi barang dan/ atau jasa. keamanan.

hak atas kenyamanan. hak untuk mendapatkan kompensasi. jelas. dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa 4. Berikut hak-hak yang dimiliki para konsumen: Menurut pasal 4 : 1.Undang-Undang No. keamanan. hak atas informasi yang benar. 7 Hak dan Kewajiban dari Konsumen Penting kiranya para konsumen memahami hak-hak yang dimiliki demi mendapatkan perlindungan akan barang dan/jasa yang dikonsumsinya. untuk memperoleh perlindungan atas kerugian yang diderita atas transaksi suatu barang dan jasa. perlindungan. hak untuk mendapatpembinaan dan pendidikan konsumen. hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan 5. Lahirnya Undang-undang ini memberikan harapan bagi masyarakat Indonesia. dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa. 7. apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya. ganti rugi dan/atau penggantian. dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut 6. 2. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK). hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya . hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif 8. hak untuk mendapatkan advokasi. UUPK menjamin adanya kepastian hukum bagi konsumen. 9. hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan 3.

Undang-undang Perlindungan Konsumen dimaksudkan menjadi landasan hukum yang kuat bagi pemerintah dan lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat untuk melakukan upaya pemberdayaan konsumen melalui pembinaan dan pendidikan konsumen. beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa 3. membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa. 2. konsumen dapat diajarkan bagaimana mendeteksi adanya penipuan dan penyalahgunaan lain serta dibuat sadar akan obat yang ada dan . Oleh karena itu. membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati 4. demi keamanan dan keselamatan. yaitu : 1. Upaya pemberdayaan ini penting karena tidak mudah mengharapkan kesadaran pelaku usaha yang pada dasarnya prinsip ekonomi pelaku usaha adalah mendapat kentungan yang semaksimal mungkin dengan modal seminimal mungkin. baik secara langsung maupun tidak langsung. konsumen juga harus memenuhi kewajibannya. mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut 1.5 Usaha untuk Mendidik Konsumen Faktor utama yang menjadi kelemahan konsumen adalah tingkat kesadaran konsumen akan haknya masih rendah.8 Selain konsumen mempunyai hak . Menurut pasal 5 . Melalui pendidikan. Prinsip ini sangat potensial merugikan kepentingan konsumen. Hal ini terutama disebabkan oleh rendahnya pendidikan konsumen.

Di dalam Undang-undang No. Begitu pula. Pelaku Usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan.6 Tanggung Jawab Pelaku Usaha terhadap Konsumen Tanggung jawab produk adalah tanggung jawab para produsen untuk produk yang telah dibawanya ke dalam peredaran. siapa saja dapat mengambil manfaat dari wawasan yang lebih luas ke dalam strategi penghematan uang. dan/ atau kerugian konsumen akibat mengkomsumsi barang dan atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan. (50 Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak berlaku apabila pelaku usaha dapat membuktikan bahwa kesalahan tersebut merupakan kesalahan konsumen. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terdapat 3 (tiga) pasal yang menggambarkan sistem tanggung jawab produk dalam hukum perlindungan konsumen di Indonesia. 9 1. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen merumuskan tanggung jawab produsen sebagai berikut: 1. 4. 2. Pemberian ganti rugi dilaksanakan dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal transaksi. Ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa pengembalian uang atau penggantian barang dan/ atau jasa yang sejenis atau secara nilainya. yaitu ketentuan Pasal 19 Undang-undang No. Pemberian ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak menghapuskan kemungkinan adanya tuntutan pidana berdasrkan pembuktian lebih lanjut mengenai adanya unsure kesalahan. yang menimbulkan/ menyebabkan kerugian karena cacat yang melekat pada produk tersebut.” . atau perawatan kesehatan dan/ atau pemberian santunan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3. pencemaran.peluang untuk memperbaiki.

000. b. 5 tahun.000. 10.000.000 (dua milyar rupiah) (Pasal 8.500. Perawatan kesehatan. Sanksi Administrasi ganti rugi dalam bentuk : maksimal Rp.9. Penggantian barang atau 3.10 1. Kurungan : 1. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen : Sanksi perdata ganti rugi dalam bentuk : 1. Pemberian santunan Ganti rugi diberikan dalam tenggang waktu 7 hari setelah tanggal transaksi. c.000 (dua ratus juta rupiah). 2 tahun. 1999 tentang . 15. 16 dan 17 ayat (1) huruf d dan f Ketentuan pidana lain (di luar Undang-undang No. 12. 14. 13 ayat (2). dan/atau 4. 13 ayat (1).000 (lima ratus juta rupiah) (Pasal 11. 20. melalui BPSK jika melanggar Pasal 19 ayat (2) dan (3). 200.7 Sanksi – Sanksi jika Produsen Merugikan Konsumen Sanksi Bagi Pelaku Usaha Menurut Undang-undang No. Penjara. atau denda Rp. atau denda Rp. Pengembalian uang atau 2. Penjara.000. dan e dan Pasal 18 2. 17 ayat (1) huruf a. 25 Sanksi Pidana . 2. 8 Tahun.

Pengumuman keputusan Hakim 2. cacat tetap atau kematian. Pencabuttan izin usaha. sakit berat. 5. Hasil Pengawasan disebarluaskan kepada masyarakat . Dilarang memperdagangkan barang dan jasa . antara lain : 1. Wajib menarik dari peredaran barang dan jasa. . 4.Perlindungan Konsumen) jika konsumen luka berat. 3. 11 Hukuman tambahan .

namun sudah tergolong kedalam skala besar. Pemerintah harus segera menangani masalah ini sebelum akhirnya semua konsumen harus menanggung kerugian yang lebih berat akibat efek samping dari tidak adanya perlindungan konsumen atau jaminan terhadap konsumen. Pelanggaran.2 Saran Berdasarkan langkah yang mungkin dapat dilakukan oleh pemerintah menurut pendapat kami adalah : .pelanggaran yang terjadi saat ini bukan hanya pelanggaran dalam skala kecil. Dalam hal ini seharusnya pemerintah lebih siap dalam mengambil tindakan.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas maka kami menyimpulkan bahwa hingga saat ini perlindungan konsumen masih menjadi hal yang harus diperhatikan.12 BAB III PENUTUP 3. Konsumen sering kali dirugikan dengan pelanggaran-pelanggaran oleh produsen atau penjual. 3.

1. 4. Oleh karena itu pemerintah beserta badan hokum yang bertugas dan lebih mengerti masalah ini seharusnya . 3. Menetapkan undang-undang yang tegas dan jelas. Menetapkan sanksi yang tegas atas pelanggaran terhadap UU. 13 2. dan sanksi terhadap yang melanggarnya. sebaiknya pemerintah kembali memperbaharui atau merevisi undang . Hal ini diharapkan akan mengurangi kemungkinan sebuah perusahaan melakukan kecurangan dalam produksi. Melakukan pengawasan terhadap produk – produk yang dijual di pasaran Pelanggaran terhadap Undang-undang yang berkenaan dengan peelindungan konsumen juga dapat terjadi atau dilakukan oleh pihak penjual atau pengecer Dalam berbagai kasus. Mengawasi secara langsung dalam proses produksi sebuah produk yang akan diproduksi dalam skala besar. Selama ini pun pemerintah sudah membuat sanksi atas pelanggaran terhadap UU mengenai undang-undang terhadap perlindungan konsumen namun hingga saat ini sanksi tersebut belum diterapkan secara nyata dan tegas sehingga belum mampu menyebabkan efek jera pada setiap pelanggaran UU tersebut. Seperti kita ketahui beberapa produk seperti susu atau berbagai makanan dalam kemasan banyak dikonsumsi oleh masyarakat secara umum. Maka. Oleh karena itu ada baiknya jika selain pemerintah membuat UU.undang tersebut belum berjalan dengan efektif. Pemerintah memang sudah memiliki atau membuat beberapa undangundang yang membahas masalah yang sama sebelumnya. Namun hingga saat ini undang. perlindungan konsumen dilanggar dengan cara menjual barang-barang kadaluwarsa yang sudah tidak layak dikonsumsi tanpa sepengetahuan konsumen.undang tersebut. pemerintah pun melakukan pengawasan secara langsung.

com/lawarchives/indonesia/konsumen/asiamaya_uu_perlind ungan_konsumen_bab3_bagian1.html Diakses pada tanggal 17 Juni 2011 //pkditjenpdn.id/index.go.lebih bisa mengamankan dan melindungi konsumen.php?page=konsumen#Dasar http://id.asiatour.com/2011/05/dasar-hukum-perlindungankonsumen.wikipedia. 14 DAFTAR PUSTAKA http://lumanyun.org/wiki/Konsumen http://www.depdag.blogspot.htm http://anggara.org/2006/06/19/persoalan-persoalan-di-seputar-perlindungankonsumen/ .

15 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->