PENGEMASAN BAHAN PANGAN “ALUMINIUM FOIL”

PENGEMASAN BAHAN PANGAN “ALUMINIUM FOIL”

Pengertian umum dari kemasan adalah suatu benda yang digunakan untuk wadah atau tempat dan dapat memberikan perlindungan sesuai dengan tujuannya. Adanya kemasan dapat membantu mencegah/mengurangi kerusakan, melindungi bahan yang ada di dalamnya dari pencemaran serta gangguan fisik seperti gesekan, benturan dan getaran. Dari segi promosi kemasan berfungsi sebagai perangsang atau daya tarik pembeli (Syarief, 1989). Bahan atau produk pangan bila tidak dikemas dapat mengalami kerusakan akibat serangan binatang (seperti tikus), serangga (seperti kecoa), maupun mikroba (bakteri, kapang dan khamir). Kerusakan bisa terjadi mulai dari bahan pangan sebelum dipanen, setelah dipanen, selama penyimpanan, pada saat transportasi dan distribusi maupun selama penjualan. Adanya mikroba dalam bahan pangan akan mengakibatkan bahan menjadi tidak menarik karena bahan menjadi rusak, terjadi fermentasi atau ditumbuhi oleh kapang. Bakteri yang tumbuh dalam bahan pangan akan mempengaruhi kualitasnya, disamping itu ada kecenderungan menghasilkan senyawa beracun bagi konsumen (manusia), sehingga menimbulkan sakit, bahkan bisa menyebabkan kematian (Syarief, dkk, 1989). Industri pangan hendaknya memproduksi bahan pangan yang memiliki kualitas bagus dan aman bila dikonsumsi. Pengemasan bahan pangan ikut berperan dalam menghasilkan produk dengan kualitas baik dan aman bila dikonsumsi. Pengemasan menjadi hal yang penting karena akan memudahkan dalam kegiatan transportasi dan penyimpanan. Pengertian transportasi tidak selalu memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain. Akan tetapibisa juga diartikan memindahkan bahan pangan dari piring atau gelas ke dalam mulut kita. Sebagai contoh: untuk minum diperlukan wadah atau gelas atau cangkir. Gelas atau cangkir ini juga merupakan salah satu wujud pengemasan. Contoh lain, memindahkan nasi dari piring ke mulut menggunakan sendok, maka sendok berperan sebagai bahan pengemas. Sebelum dibuat oleh manusia, alam juga telah menyediakan kemasan untuk bahan pangan, seperti jagung dengan kelobotnya, buahbuahan dengan kulitnya, buah kelapa dengan sabut dan tempurung, polong-polongan dengan kulit polong dan lain-lain. Manusia juga menggunakan kemasan untuk pelindung tubuh dari gangguan cuaca, serta agar tampak anggun dan menarik. Pada mulanya, orang menggunakan daun yang lebar sebagai bahan pengemas, seperti daun jati, daun talas, dan daun pisang untuk membungkus daging. Kulit binatang digunakan untuk mengambil atau membawa air, keranjang bambu atau yang sejenis untuk menyimpan atau membawa hasil panen (Syarief ,dkk , 1989). Kemasan fleksibel adalah suatu bentuk kemasan yang bersifat fleksibel yang dibentuk dari aluminium foil, film plastik, selopan, film plastik berlapis logam aluminium (metalized film) dan kertas dibuat satu lapis atau lebih dengan atau tanpa bahan thermoplastic maupun bahan perekat lainnya sebagai pengikat ataupun pelapis konstruksi kemasan dapat berbentuk lembaran, kantong, sachet maupun bentuk lainnya. Pemasaran kemasan ini akhir-akhir ini menjadi popular untuk mengemas berbagai produk baik padat maupun cair. Dipakai sebagai pengganti kemasan

sehingga menjadi satu kesatuan ataupun dilaminasi dengan adhesive tertentu . polypropylene. Secara umum fungsi pengemasan pada bahan pangan adalah : • • • • • • Mewadahi produk selama distribusi dari produsen hingga kekonsumen. dalam hal ini kemasan dapat digunakan sebagai alat komunikasi dan informasi kepada konsumen melalui label yang terdapat pada kemasan. Melindungi pengaruh buruk dari produk di dalamnya. 2007). Meningkatkan efisiensi. Hal ini penting dalam dunia perdagangan. kertas dan sebagainya. selopan. 1 lusin. polyethilen. Berdasarkan penjelasan di atas maka pembuatan tugas ini penting untuk mengetahui berbagai jenis bahan pengemas dan lebih spesifik pada bahan pengemas yang berbahan alumunium foil. kontaminasi dari kotoran dan mikroba yang dapat merusak dan menurunkan mutu produk. memudahkan pengiriman dan penyimpanan. Pembuatan makalah ini juga diharapkan memberikan informasi tentang bahan pengemas lebih rinci.rigid maupun kemas kaleng atas pertimbangan ekonomis kemudahan dalam handling (Departemen perindustrian. Sebagai identitas produk. Memperluas pemakaian dan pemasaran produk. sehingga lebih mudah disimpan. Selain itu juga dapat mengetahui mesin yang digunakan untuk mengemas alumunium foil. Fungsi dan Peranan Kemasan Menurut Syarief. akan memberikan kemasan yang lebih sempurna dari prosuk tersebut. atau produk berbahaya seperti air keras. pasta atau butiran Melindungi dan mengawetkan produk. Untuk memenuhi fungsinya dengan baik film plastik dan aluminium foil dan kertas dalam berbagai kombinasi dibentuk sebagai multi layer dan diextrusion dengan resin plastik. terutama untuk cairan. gas beracun dan produk yang dapat menularkan warna. Kombinasi dari berbagai material tersebut. Bahan Pengikat: perekat/adhesive dan extrusion dari bahan Thermoplastic Bahan Penolong: antara lain tinta dan solven (Departemen perindustrian. eva. Dapat disimpulkan bahwa bahan yang digunakan adalah sebagai berikut : Bahan Utama : film plastik. 2007). misalnya jika produk yang dikemas berupa produk yang berbau tajam. namun sekarang berkembang dengan menggunakan kemasan botol plastik. selopan. kelembaban udara. misalnya penjualan kecap dan sirup yang semula dikemas dalam botol gelas. Biasanya bahan yang digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan kemas flexible adalah antara lain film plastic. metalized film. misalnya: memudahkan penghitungan (satu kemasan berisi 10. dan lain sebagainya. benturan. maka dengan mengemas produk dapat melindungi produkproduk lain di sekitarnya. 1 gross dan seterusnya).dkk (1989) fungsi paling mendasar dari kemasan adalah untuk mewadahi dan melindungi produk dari kerusakan-kerusakan. panas. oksigen. . agar produk tidak tercecer. diangkut dan dipasarkan. seperti melindungi dari sinar ultraviolet. aluminium foil. aluminium foil dan kertas.

daun jati untuk membungkus daging segar. struktur sistem kemasan.• • • Menambah daya tarik calon pembeli Sebagai sarana informasi dan iklan Memberi kenyamanan bagi konsumen. . untuk membungkus tempe. kantong plastik untuk es. sehingga penampilan kemasan harus betul-betul menarik bagi calon pembeli. kemasan juga mempunyai peranan penting dalam industri pangan. yaitu : • • • • • sebagai identitas produk media promosi media penyuluhan. g dan h merupakan fungsi tambahan dari kemasan. Contoh: daun pisang. fungsi tambahan ini justru lebih ditonjolkan. maka kemasan digolongkan menjadi tiga. Fungsi f. daun waru. sifat perlindungan terhadap lingkungan dan tingkat kesiapan pakai. yaitu: • kemasan sekali pakai (disposable). Kemasan juga mempunyai beberapa kelemahan. sifat kekakuan bahan kemasan. Berdasarkan frekuensi pemakaian. merupakan kemasan yang langsung dibuang setelah digunakan. Di samping fungsi-fungsi di atas. usaha perlindungan konsumen bagi konsumen kemasan dapat digunakan sebagai sumber informasi tentang isi/produk. Beberapa cara untuk meningkatkan penampilan kemasan: • • • • Kemasan dibuat dengan beberapa warna dan mengkilat sehingga menarik dan berkesan mewah Kemasan dibuat sedemikian rupa sehingga memberi kesan produk yang dikemas bermutu dan mahal Desain kemasan dibuat sedemikian rupa sehingga memudahkan bagi konsumen Desain teknik wadahnya selalu mengikuti teknik mutahir sehingga produk yang dikemas terkesan mengikuti perkembangan terakhir. akan tetapi dengan semakin meningkatnya persaingan dalam industri pangan. mempropagandakan produk secara tidak proporsional atau menyesatkan sehingga menjurus kepada penipuan atau pemalsuan. kamasan dapat digolongkan berdasarkan: frekuensi pemakaian. seperti memberikan informasi tentang petunjuk cara penggunaan dan manfaat produk yang ada di dalamnya bagi pemerintah kemasan dapat digunakan sebagai. sebagai dasar dalam mengambil keputusan untuk membeli produk tersebut atau tidak. seperti: • • Pengemasan bisa disalahgunakan oleh produsen karena digunakan untuk menutupi kekurangan mutu atau kerusakan produk. Sehingga sering disalahgunakan oleh produsen Pengemasan bahan pangan akan meningkatkan biaya produksi Klasifikasi Pengemasan Menurut Syarief. dkk (1989).

peti kemas dll. Penggunaan logam sebagai bahan pengemas diperkenalkan oleh Nicholas Appert pada zaman perang Napoleon Bonaparte. seperti bungkus tempe. maka bahan kemasan dapat dibedakan menjadi tiga. Agar kemasan lebih ringan. Kemasan ini memudahkan kegiatan pengangkutan.• • kemasan yang dapat digunakan beberapa kali (multi trip). Nicholas Appert membuktikan makanan yang dikemas dalam kaleng. Sejak akhir abad ke-19 aluminium digunakan sebagai kemasan karena harganya lebih murah dibanding tin foil (foil dari timah). botol atau kaleng minuman. disegel dan disterilisasi dengan merebusnya dapat disimpan untuk jangka waktu lama. Hal itu disebabkan oleh tekanan karbon-dioksida dari dalam. kemasan kaku. maka bahan kemasan dapat dibedakan menjadi tiga. merupakan bahan kemasan yang digunakan untuk mengemas langsung produk makanan. Kemasan ini akan membantu memudahkan kegiatan pengangkutan dan penyimpanan. contoh plastik. Sejarah Alumunium foil Awal abad ke-19. aluminium foil. yaitu logam. produsen mengurangi ketebalan dinding kaleng. peti telur. contoh bahan kemasan dari bahan gelas. Napoleon III menggunakannya sebagai peralatan makan. namun bentuknya masih dapat dipertahankan dengan baik. Banyak digunakan pada minuman kaleng dengan penutup yang mudah dibuka tanpa alat. seperti botol kecap. Teknik pengalengan makanan sebagai upaya pengawetan bahan pangan pertama sekali dikembangkan pada tahun 1809 yaitu pada zaman pemerintahan Napoleon Bonaparte yaitu dari hasil penemuan Nicholas Appert. Tahun 1810 Peter Duran dari Ingris menciptakan . kantong keripik dll. Contoh: peti kemas. kertas. kemasan tersier. kemasan sekunder. Contoh: kardus untuk mengemas minunan dalam kaleng/botol/kardus. bahan jenis ini mudah dilenturkan atau dibentuk sesuai keinginan. botol bir. Berdasarkan kekakuan bahan kemas. Aspek legislasi pengalengan makanan ditetapkan tahun 1810 yang dikenal dengan “l’art de conserver”. Contoh: kaleng susu bubuk dan beberapa jenis botol yang menarik bagi konsumen. kemasan semi kaku atau semi fleksibel. yaitu: • • • kemasan fleksibel. 2008). Wadah atau kemasan produk biasanya tidak dikembalikan ke produsen melainkan digunakan untuk wadah sesuatu oleh konsumen atau dibuang begitu saja. gelas. yaitu: • • • kemasan primer. kemasan ini tidak dapat ditekuk-tekuk atau tidak dapat dilenturkan. contoh botol plastik. Berdasarkan struktur sistem kemas. botol teh dalam kemasan. dan plastik (Astawan. kayu dan logam. Produsen kemasan kaleng membuat kemasan seringan dan semurah mungkin dengan mengurangi ketebalan logam. terutama untuk jarak jauh. Produk minuman ini menggunakan tiga material berbeda pada varian produknya. kaleng untuk mengemas permen dll. merupakan kemasan yang berfungsi melindungi produk yang sudah dikemas menggunakan kemasan primer. aluminium menghiasi mahkota raja Denmark. merupakan kemasan yang digunakan untuk mengemas produk setelah dikemas dalam kemasan primer dan sekunder. kemasan yang tidak dibuang atau digunakan kembali oleh konsumen (semi disposal). Produk minuman cola menggunakan logam tipis.

06 meter. maka foil tersebut dapat dilalui oleh gas dan uap. Kaleng alumunium awalnya diperkenalkan sebagai wadah pelumas. tahan panas. Alumunium foil (alufo) diproduksi secara komersial pertama kali pada tahun 1910. Kemasan ini mempunyai tingkat kekerasan dari 0 yaitu sangat lunak. sekalipun mudah berkerut. Aluminum foil sering digunakan sebagai lapisan dalam dari kontainer untuk melindungi produk dari kerusakan. Selain itu. sehingga memerlukan tambahan lapisan dari lilin atau lapisan kimia lain. Ketebalan dari Alumunium Foil menentukan sifat protektifnya.52 meter hingga 4. mudah dibentuk. ringan. mudah dibentuk. sehingga membantu memisahkan aluminium dari kaleng saat daur ulang. fleksibel. Alumunium foil lebih ringan daripada baja. mempunyai konduktivitas panas yang baik dan dapat didaur ulang. 2007). tidak berasa. maka Alumunium Foil tersebut semakin keras. Awalnya pembuatan kaleng dilakukan secara manual yaitu hanya dihasilkan 5-6 kaleng per jam. tidak berbau. tidak tembus cahaya sehingga dapat digunakan untuk mengemas bahan-bahan yang berlemak dan bahan-bahan yang peka terhadap .15 mm dan memiliki lebar 1. Tahun 1817 William Underwood (imigran asal Inggris) mendirikan industri pengalengan makanan yang pertama di Amerika Serikat. Akhir tahun 1900 ditemukan cara pembuatan kaleng termasuk cara pengisian dan penutupannya yang lebih maju dan bersih. hingga H-n yang berarti keras. Kaleng aluminium untuk kemasan bir digunakan pertama sekali tahun 1965. Semakin tinggi bilangan H-. 2008). dan hampir kedap udara. tidak mengandung magnet. 2007). Tahun 1875 ditemukan alat pembuka kaleng dengan prinsip ungkit. tetapi saat ini kaleng aerosol banyak ditentang karena dapat merusak lapisan ozon (Julianti. Tahun 1866 ditemukan alat pembuka kaleng yang berupa kunci pemutar untuk menggantikan paku atau pahat. maka permeabilitasnya terhadap uap air = 0. Karakteristik aluminum foil dikagumi karena kuat.15 mm. Foil dengan ukuran 0. 2007). sehingga alat-alat kedokteran dapat disterilkan dengan dibungkus bahan ini (Astawan. Ketahanannya terhadap panas matahari membuat aluminum foil banyak digunakan juga pada bahan-bahan kesehatan. sedangkan foil dengan ukuran 0. Pada ketebalan 0. Kapten Edward Perry yang melakukan ekspedisi ke kutub utara pada tahun 1819.0375 mm. tidak beracun. Umumnya foil tidak murni berbasis logam. dapat menahan masuknya gas. Meskipun dapat menahan lemak. seperti melapisi bagian dalam kotak jus. Kekedapan terhadap oksigen membuat aluminum foil merupakan kemasan ideal untuk ekspor karena sering mengalami kendala korosi. Sifat-sifat Alumunium foil Sifat-sifat dari Alumunium Foil adalah hermetis. Alumunium Foil adalah bahan kemasan berupa lembaran logam aluminum yang padat dan tipis dengan ketebalan <0.009 mm biasanya digunakan untuk permen dan susu. Jika kurang tebal. Tahun 1889 ditemukan kaleng-kaleng aerosol. Ketahanan aluminum foil terhadap panas dapat mencapai suhu 550 derajat Celsius. artinya foil tersebut tidak dapat dilalui oleh uap air. ketahanannya terhadap asam dan basa masih kurang.05 mm digunakan sebagai tutup botol multitrip (Julianti.kaleng. 1824 dan 1826 telah menggunakan makanan kaleng sebagai logistik mereka (Julianti. Pengertian Alumunium foil Foil adalah bahan tipis dari logam yang digulung dengan ketebalan kurang dari 0.

teknik penutupan mudah. Alumunium Foil banyak digunakan sebagai bahan pelapis atau laminan. Sifat kekerasan alumunium foil menurut Suyitno (1990) adalah sebagai berikut: 1. 2007). tidak menunjukkan perubahan ukuran dengan berubah-ubah RH. Coating yang sangat tipis dari aluminium. Apabila secra ritmis kontak dengan air. biasanya tidak akan terpengaruh atau bila berpengaruh sangat kecil. “H” temper : dihasilkan dengan mengeraskan metal dibawah tegangan dengan rolling sampai keras. 2. Umumnya untuk kepentingan kemas fleksibel foil yang digunakan tebalnya kurang dari 25 mikron. Foil yang biasa digunakan dengan ketebalan antara 6 mikron sampai dengan 150 mikron baik soft temper maupun hard temper. elastisitas dan daya tahannya terhadap sobekan dan lipatan (Suyitno. tidak ada rasa. dalam aplikasi kemas fleksibel dan memiliki proteksi yang cukup baik terhadap cahaya. moisture dan oksigen (Departemen perindustrian. Sifat-sifat mekanis alumunium foil yang sangat penting adalah “tensile strength“. “O” temper dihasilkan dengan membiarkan foil dikenakan pemanasan terkontrol. tidak berbahaya dan hygienis.cahaya seperti margarin dan yoghurt. Kombinasi Alumunium Foil dengan bahan kemasan lain dapat menghasilkan jenis kemasan baru yang disebut dengan retort pouch. Syarat-syarat retort pouch adalah harus mempunyai daya simpan yang tinggi. maka aplikasi dari Alumunium Foil sekarang ini banyak disaingi oleh metalized aluminium film. dikeraskan dengan rolling H 19 : “foil superhard” Penggunaan Alumunium foil untuk Kemasan Bahan Pangan Berbagai jenis produk makanan yangdikemas dengan menggunakan bahan pengemas alumunium foil menunjukkan makanan tersebut cukup baik dan tahan terhadap alumuniu dengan resiko pengkaratan kecil. Teknik pengemasan dengan cara mengkombinasikan berbagai jenis bahan . Alumunium foil memiliki sifat-sifat yaitu tidak terpengaruh sinar matahari. tidak mudah membuat pertumbuhan bakteri dan jamur. Alumunium foil memiliki sifat tidak berbau. Soft maupun hard temper. 2007). yang dilaksanakan di ruang vacuum. H 18 : keras penuh. tidak bersifat menyerap bahan atau zat lain. Alumunium Foil menempati posisi yang penting dalam produk kemas fleksibel karena memiliki barriers yang memuaskan dan penampilan yang baik. hasilnya adalah suatu produk yang ekonomis dan kadang-kadang fungsinya dapat menyaingi Alumunium Foil. tidak dapat terbakar. disusul oleh pendinginan terkendali. Namun demikian untuk keperluan tertentu dengan contoh yang lebih tebal Alumunium Foil yang soft temper akan mudah membentuk dead-fold. 2007). 1990). Foil dengan “O” temper berarti paling empuk dan memiliki sifat-sifat fisik fisik terendah. dan bisa dibentuk menurut keinginan (Departemen perindustrian. Karena harganya yang cukup mahal. tergantung dari komposisi dari alloy dan treatment terhadap foil tersebut. dan tidak mudah kembali. tidak mudah sobek bila tertusuk dan tahan terhadap suhu sterilisasi yang tinggi (Julianti.

produk daging. dapat dicegah dengan menambahkan asam askorbat. Bahan kemasan yang berbentuk “retort pouch” memiliki beberapa keunggulan diantaranya yaitu: • • • • • Daya simpan tinggi Teknik penutupan mudah. minyak atau komponen makanan lainnya Tahan terhadap UV Menurut Julianti (2007) aluminium dapat digunakan untuk mengemas produk buah-buahan dan sayuran. Tahan thd proses pemanasan sterilisasi Resisten terhadap penetrasi lemak. dengan panas.kemas bentuk (fleksibel) telah menghasilkan suatu bentuk yang disebut “retort pouch“. ikan dan kernag-kerangan. Pada produk daging yang berkadar garam tinggi dan mengandung bumbu yang mudah berkarat. tidak mudah sobek tertusuk. Penambahan aluminium yang dipatri pada kaleng tin plate dapat mencegah pembentukan noda karat. Produk Buah-buahan dan Sayuran Aluminium yang digunakan untuk mengemasan produk buah-buah harus dilapisi dengan enamel untuk mencegah terjadinya akumulasi gas hidrogen yang dapat menyebabkan terbentuknya gelembung gas dan karat. produk susu dan minuman. Produk yang mengandung asam amino dengan sulfur seperti daging dan ikan dapat bereaksi dengan besi dan membentuk noda hitam. kuat. Penggunaan kemasan aluminium untuk bahan-bahan ini harus memperhatikan beberapa kondisi sebagai berikut: a. maka penambahan gelatin dapat mengurangi sernagan karat pada logam c. Penyimpangan warna pada saus apel yang dikemas dengan aluminium. Ikan dan Kerang-kerangan . Produk daging Pengemasan daging dengan wadah aluminium tidak menyebabkan terjadinya perubahan warna sebagaimana yang terjadi pada logam lain. b.

Metode Penutupan Container dari Alufo . yaitu epoksivinil atau epoksi jernih untuk bir dan epoksivinil atau vinil organosol untuk minuman ringan atau minuman berkarbonasi. Minuman Pengemasan minuman dengan wadah aluminium harus diberi pelapis.Pengemasan ikan sarden dalam minyak atau saus tomat dan saus mustard degan kemasan aluminium yang berlapis enamel.0. Pengemasan lobster dengan kaleng aluminium tidak memerlukan kertas perkamen yang biasanya digunakan untuk mencegah perubahan warna pada kaleng tinplate. e. Pengemasan teh dengan aluminium yang tidak diberi lapis dapat menyebabkan terjadinya perubahan warna dan flavor. karena jika lebih besar enamel tidak dapat melindungi produk. Produk-produk susu Kemasan aluminium untuk produk susu memerlukan lapisan pelindung. berperan untuk memberikan sifat opaq sehingga menjadi sekat lintasan bagi cahaya dan O2. d. Penggunaan aluminium untuk produk-produk susu seperti margarine dan mentega. maka pH nya tidak boleh lebih dari 3. terutama pada susu kental yang tidak manis.

. tapi terdapat cekungan yang berfungsi untuk meningkatkan kekuatan Metoda Penutupan Container dari Alufo • Hooded Seal: foil tutupkan ke seluruh permukaan kontainer sampai bagian bawah kontainer yang melengkung • Coverlok: Penutupan dilakukan dengan cara ditekuk 90 derajat. Mesin Untuk Kemasan Alumunium Foil. • Heat Sealing: Foil dilapisi bahan sealer atay film plastik. kemudian diberi perlakuan panas untuk merekatkannya.• Standard Seal : penutupan standar menggunakan alufo atau PVC di seluruh pemukaan container • Serrated Seal: Seperti standard seal.

Oleh karena itu. dll) yang dikemas dalam kantong plastik maupun alumunium foil. Mesin Vacuum Sealer (Dz-300a) adalah mesin pengemas dan langsung otomatis di vacuum atau dihilangkan udaranya (tidak ada udara lagi). Ketahanan Kemasan Kemasan yang baik harus dapat melindungi produk dari bahaya yang ditimbulkan oleh berbagai pengeruh luar. Biasa dipakai untuk mengemas makan ringan yang renyah seperti snack snack. hasil press atau sealer mesin ini sangat maksimal. dan lain lain. obat. 2011). bahaya-bahaya iklim akan ditentukan yang tidak hanya oleh tujuan barang jadi tetapi rute dan cara pengangkutannya itu. Mesin Vacuum Sealer Portable (DZ-280A) adalah sama fungsinya seperti mesin vacuum type DZ-300A di atas yaitu mesin pengemas dan langsung otomatic di vacuum atau dihilangkan udaranya (tidak ada udara lagi) tapi bedanya mesin ini type portable. Mesin Blower Sealer adalah mesin pengemas dan langsung otomatis ditiup atau dimasukan udara didalam kemasannya.Hand sealer adalah mesin pengemas yang pengoperasiannya menggunakan tangan. roti. Mesin ini bisa digunakan untuk mem-packing aneka produk dalam kemasan plastik. Mesin foot sealer adalah mesin pengemas/ sealer alumunium foil dan plastik yang pengoperasiannya menggunakan kaki. bahkan untuk mengemas dengan alumunium foil mesin ini cukup efektif. keripik. Menurut Departemen perindustrian (2007) bahayabahaya iklim dapat semakin mudah untuk dipertimbangkan berdasarkan empat pokok masalah : . Mesin ini biasanya dipakai oleh home industri dengan beragam produk (produk makanan. Selain itu juga terdapat mesin foot sealer. Kelebihan mesin ini selain bisa continue juga bisa digunakan untuk memberi cetakan tanggal kadaluarsa & kode produksi (Inkuiri. 2011). supaya makanan di dalam kemasan tidak mudah rusak atau patah. Biasa dipakai untuk mengemas makan supaya tidak cepat rusak atau lebih awet dan bisa juga mengemas benda atau product anda biar kelihatan rapi (Inkuiri. Mesin Continuous Sealer adalah Mesin sealer plastik dan alumunium foil yang continue atau bersambung terus dan kecepatannya juga bisa diatur sehingga dalam produksi akan lebih cepat dari mesin yang lain. cocok untuk ibu rumah tangga. Biasa dipakai untuk mengemas makan supaya tidak cepat rusak atau lebih awet dan bisa juga mengemas benda atau product anda biar kelihatan rapi (Inkuiri. mesin sealer ini sangat cocok untuk semua usaha yang produknya dikemas dalam kemasan alumunium foil dan plastik cocok untuk usaha menengah ke atas (Inkuiri. 2011). Panjang sealer mesin ini tidak terbatas jadi anda bisa mengemas plastik sepanjang apapun ( tidak terbatas ). 2011). dan udaranya bisa diseting sesuai dengan kebutuhan.

pendinginan moisture. yakni perubahan-perubahan kimia dan biologi dalam bahan makanan atau pharmasi. Misalnya. (c) Daging. meskipun ini tidaklah secepat seperti halnya ikan. Uap air yang berbahaya (kelembaban tinggi). Juga ada kecenderungan terhadap penggunaan boksboks yang berasal daro polystryrene kasar yang mana insulator-insulator panas baik dan selanjutnya tercapai penghematan pemakaian es. binatang-binatang kecil. Suhu-suhu yang lebih tinggi daripada perlawanan selama distribusi dan penyimpanan normal. Contoh barang-barang berbahaya yang dipengaruhi oleh peningkatan suhu adalah : (a) Coklat. 4. Perlindungan atas Temperatur. 2.Bahan cairan yang berbahaya yakni air hujan. perlu mempertimbangkan pengaruh perubahan-perubahan suhu bahkan khususnya untuk suhu dramatis yang tidak berbahaya. dan jamur. Bahaya disini adalah salah satu dari kelunakan dan melelehnya barang mengakibatkan kerugian penjualan. dan menyebabkan sifat off-odour ikan secara besar-besaran kurang baik yang disesuaikan oleh peningkatan suhu. Pendinginan selama distribusi tidaklah layak dan pemeliharaan secara ekonomi untuk merumuskan coklat dalam tingkat tidak basah tinggi. Pengaruh suhu atau umumnya. kimia dan lain sebagainya. (b) Ikan. karena ada perubahan-perubahan bagi barang itu sendiri yang disebabkan oleh peningkatan suhu udara. pendinginan air panas. pengaruh-pengaruh keasaman disesuaikan oleh peningkatan suhu. ada ambang batas tertinggi terhadap perubahan-perubahan biologi dengan dengan temperatur-temperatur tinggi biasanya akan membunuh bakteri. perubahan-perubahan suhu bervariasi secara besar-besaran dari satu barang ke barang. Daging dengan penyimpanan yang dingin selama distribusi dan daging-daging pra pengepakan ditawarkan untuk dijual dalam cabinet pendingin. Perubahan-perubahan biologi yang terjadi sesudah ikan dipancing. Dengan demikian. air laut atau kondensasi. jika jarak ekspor coklat ke Negara-negara dimana rata-rata suhunya dikenal sekital 350 – 400.1. Perubahan temperature. biasanya lebih sulit untuk suhu tinggi daripada suhu rendah. biasanya ikan dikemas pendingin es agar tersimpan dalam suhu rendah. pendinginan udara akan menyebabkan pengumpulan moisture akibat kondensasi dan air cairan ini dapat menyebabkan kekaratan baja sebahagian atau pengotoran air yang sensitive pada bahan makanan. . Peningkatan temperature juga menyesuaikan degradasi biologi daging. 3. Oleh karena itu. Sinar atau radiasi solar langsung yang berbahaya. Oleh karenanya. Meskipun ada peningkatan dalam resiko korosi atau degradasi bakteri barang. Meskipun perubahan-perubahan barang disebabkan oleh temperature tinggi atau rendah.

Atmosphere jarang seluruhnya kering dan bahkan menyerap udara yang biasanya berisi sejumlah uap air yang dapat dinilai yakni air dalam bentuk gas. Jumlah uap air dapat diambil oleh sejumlah udara secara langsung bervariasi dengan atmosphere yakni udara panas. Kebanyakan buah-buahan dan sayur mayor seperti tomat dan minuman dingin. Suhu ini . Jika pak yang dibawah pada dek kargo. akan ada penyusutan jumlah panas sehingga pak ventilasi perlu agar mencegah pengembangan panas. Bahan desiccant. dengan ventilasi di empat sudut pack untuk mencapai bebasnya udara selama pengisian. Jika nilai yang dikeluarkan pada cuaca dingin maka timah-timah tersebut harus ditempatkan diluar pengepakan guna memberikan panas berikutnya. Rasion sesungguhnya jumlah air ada yang diperlukan untuk mengisi air pada suhu yang sama dikenal dengan istilah kelembaban relative atmosphere (lihat pelajaran 2).(d) Buah-buahan dan sayur mayor. Perlindungan atas uap air Penelitian pertanyaan perlindungan atas uap air. Perlindungan Atas Cairan Air Perlindungan atas cairan air biasanya dimaksudkan untuk pengaturan bagian luar pak pipa air yakni film plastic atau serat fiber atau karton. terlebih dahulu membatasai pengertian apa yang dimaksud kapan akan membicarakan masalah kelembaban. (e) Makanan dalam kaleng. Meskipun atas perlindungan cairan air senantiasa harus diingat bahwa moisture dapat menurunkan ke dalam pak sampai dengan fluktuasi suhu. Penting untuk mencegah unsure air yang berasal dari pendinginan dengan kelambatan emulsi. Produk penting yang dipengaruhi oleh temperature rendah adalah nilai penguapan. Ini adalah salah satu alasan dalam pembentukan boks tomat konvensional. perlindungan atas air khususnya penting karena kandungan garam air laut. ini biasanya ditempatkan pada kain atau jenis kantong yang sama untuk mencegah hubungan diantara dessicant dengan barang yang dipak. Ini bahkan menjadi lebih korosif. Turunnya suhu tidaklah begitu penting dalam hal kebanyakan makanan membantu untuk menyimpannya dan semakin meningkat daur hidupnya. Jelaslah dapat dihindarkan atas peningkatan suhu dalam pengepakan-pengepakan disini yang didistribusikan dan diproses berdasarkan kondisi cukup dingin. lebih banyak uap air yang dapat diangkat. Masa air dinyatakan dalam meter kubik udara. dengan istilah kelembaban absolute atmosphere. Peningkatan suhu menyebabkan peningkatan tingkat pengembangan buah-buahan dan akhirnya akan menjadi pokok pengembangan off-odours dan racun. Nilai penguapan meliputi pemisahan pigmen dengan resin sintetis dalam air. diukur berdasar kondisi yang ada. Salah satu cara pencegahan untuk menempatkan bahan kimia seperti gel silica ke dalam pengepakan. Bilamana uap udara adalah suhu dingin yang akhirnya akan tercapai jika jumlah moisture yang adacukup untuk mengisi udara pada suhu tersebut dengan pendinginan kapanpun menyebabkan adanya gelembung-gelembung uap tersimpan disekeliling objek dalam bentuk pendek. Bahan-bahan kimia itu dikenal desiccant dan merupakan alat pengurai moisture dari atmosphere.

Pada pengepakan tertutup. Bidang daerah pada volume rasio pengepakan (Besarnya rasio. yakni container hanyalah barang yang cukup berbahaya. Namun. Sisa uap moisture paking. Kondisi atmosphere. 5. Kertas biasanya terlalu mudah sobek untuk menggerakan bejana uap moisture. Bejana itu dapat dalam bentuk kaca atau plat timah (yakni 100 persen bejana).disebut nilai pendek dengan kelembaban relative adalah 100 persen. Kelembaban relative atmosphere tetap yang dapat dipersiapkan oleh penempatan pengisian solusi asam bejana tertutup. Persamaan Kelembaban Relatif (ERH) barang dapat ditentukan kurang tepat dengan penempatan beban sample-sampel dalam serangkaian pipa tertutup berisi atmosphere dari perbedaan kelembaban-kelembaban relative. potassium nitrate. . Sampel yang dibebankan pada interval sampai dengan tidak ada perubahan beban selanjutnya yang terjadi. air bergerak dari atmosphere ke produk dan sebaliknya. jika barang yang ditempatkan di atmosphere mencapai kelembaban relative besar daripada Persamaan Kelembaban Relatif (ERH). yakni moisture dapat menguraikan moisture sampai dengan produk dan/atau pengepakan bahan. ini akan menghilangkan moisture. Pengepakan kelembaban relative dengan nilai disebut Persamaan Kelembaban Relatif (ERH). Perlindungan atas uap air atmosphere adalah salah satu factor pengaruh daur hidup pengepakan barang yang kembali tergantung kepada : 1. pengaruh itu dapat berubah atau menurun warna atau sinar yang dapat bergerak sebagai katalis beberapa reaksi kimia. besarnya perlindungan yang dibutuhkan). atau plastic (yakni bahan-bahan tertentu). 4. Kerangka kelembaban relative dapat dikembangkan dengan penggunaan perbedaan bahan yakni sodium nitrate. Jika ditempatkan pada kelembaban relative kurang dari Persamaan Kelembaban Relatif (ERH) yang menambah moisture. seperti makanan dihasilkan oleh bidang bejana moisture antara barang dengan atmosphere. sampai dengan jumlah yang sama dicapai. Perubahan sample sekurang-kurangnya pada beban yang jelas ada pada atmosphere yang mempunyai kelembaban relative sampai ke Persamaan Kelembaban Relatif (ERH). 3. yang perlu dicatat. maka perlindungan atas pengaruh kelembaban. dalam bagian barang-barang mati. tetapi dapat memelihara untuk mengembangkan peralatan tersebut. Bahan alumunium adalah bahan bejana lainnya. Pada pelajaran kedua dijelaskan. Isi moisture kritis barang – lihat pelajaran 2. sodium klorida dsb. Dalam hal barang mati. Perlindungan atas Sinar dan Radiasi Solar Langsung Kebanyakan barang sudah dipengaruhi oleh sinar. 2. biasanya 100% efektif tetapi biasanya ada beberapa lubang minyak (tebal dibawah 25 micron). Dengan demikian. Sifat barang. Konsep ini bermanfaat.

Teknologi Pangan. Departemen Perindustrian (Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah). E dan Mimi. → . dan oleh karenannya akan dipakkan dalam botol-botol berwarna. Kebanyakan bahan-bahan pharmasi yang dipengaruhi oleh sinar ultra violet. 2011. maka pemilihan timah. meskipun ada radiasinya (dan dampaknya off-odour atau sifat). Diakses tanggal 4 Maret 2011. Dr. R.ac. Bahan-bahan Pengemas. http://portal.cbn. N.sinar akan mengkataliskan gerakan oksigen pada beberapa lemak. Keunggulan Alumunium Foil & Logam. 2007.aspx?x=Nutrition&y=cybershopping|0|0|6| 474. Pada contoh yang ada dari kebutuhan barang dibutuhkan perlindungan absolute dari sinar film foto. It was filed under Keilmuan . Jakarta. 1990. Teknologi Pengemasan Pangan..net. Kemasan Flexibel. www. tube alumunium atau bejanabejana figmentasi yang tersedia. Diakses tanggal 4 Maret 2011.id/cbprtl/cybermed/detail. 2008. Suyitno. 2007. Prof. Syarief. Media. Tehnologi Pengemasan. Inkuiri. Santausa dan Isyana. S. 1989. suryayan-mesin-sealer-plastikalumunium-foil. Diakses tanggal 4 Maret 2011.id/elearning/Teknologi%20Pengemasan/Textbook/thp407-textbook-teknologi-pengemasan. Julianti. Yogyakarta: UGM. M. Jika dalam bejana yang cukup bening dibutuhkan.htm. DAFTAR PUSTAKA Astawan.pdf. Jakarta. This entry was posted on 10 Desember 2010. Penerbit PT. http://www. Mesin sealer plastik & alumunium foil.usu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful