P. 1
BAB 1 Pendahuluan Makalah Anak (Fix)

BAB 1 Pendahuluan Makalah Anak (Fix)

|Views: 1,033|Likes:
Published by mrahmee

More info:

Published by: mrahmee on Jul 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/20/2013

pdf

text

original

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Pertumbuhan dan perkembangan seorang anak berawal pada saat konsepsi (intrauteri) hingga masa pertumbuhan dan perkembangan itu berakhir yaitu saat dewasa. Namun, terkadang pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut dapat mengalami suatu gangguan. Gangguan tersebut dapat berupa gangguan bentuk anatomi, fisiologi maupun psikososial seorang anak yang dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor diantaranya; penyakit, stressor, lingkungan,nutrisi dan lain-lain. Berkembangnya berbagai macam kasus penyakit pada anak dalam kurun waktu terakhir ini dapat menimbulkan berbagai macam gangguan baik pada segi kesehatan maupun perkembangan seorang anak. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu penanganan dan asuhan yang efektif dan efisien agar gangguan tersebut tidak berakibat fatal pada proses kedewasaannya, jika gangguan tersebut tidak ditangani dengan baik maka akan mempengaruhi kualitas SDM yang ada. Pasalnya anak atau generasi muda merupakan aset penerus perjuangan Bangsa dan Negara. Remaja merupakan populasi yang besar, sekitar seperlima penduduk dunia adalah remaja yang berusia 10-19 tahun. Kualitas generasi penerus ditentukan oleh berbagai upaya yang dilakukan agar masa remaja yang penuh gejolak ini dapat dilewati dengan mulus. Banyak remaja yang gagal menjadi dewasa yang sukses, yang disebabkan oleh masalah sosial ekonomi, ganguan tumbuh kembang psikobiologikal, juga tersangkut masalahmasalah kenakalan yang menjurus kekriminalitas seperti mencuri, merampok, membunuh, memperkosa, pangguna dan pengedar obat terlarang dan sebagainya. Masalah yang paling mengganggu bagi remaja adalah masalah biologis diantaranya yaitu; Akne, gangguan disfungsional seksual, obesitas dan lain-lain. Hal ini disebabkan karena remaja lebih berorientasi pada penampilan fisik yang ideal sehingga jika terjadi suatu gangguan pada fisiknya maka akan mempengaruhi seluruh aspek hidupnya.

1.2 TUJUAN 1.2.1 Tujuan Umum Mengetahui masalah-masalah yang terjadi pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia remaja. 1.2.2 Tujuan Khusus 1. Mengetahui definisi akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 2. Mengetahui etiologi pada akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 3. Mengetahui manifestasi klinis dari akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 4. Mengidentifikasi masalah tumbuh kembang yang diakibatkan oleh akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 5. Mengidentifikasi penatalaksanaan dari akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 6. Mengidentifikasi pencegahan akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 1.3 RUMUSAN MASALAH 1. Apa definisi dari akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 2. Bagaimana etiologi dari akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 3. Bagaimana manifestasi klinis dari akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 4. Masalah tumbuh kembang apa yang muncul pada anak usia remaja dengan akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 5. Bagaimana penatalaksanaan untuk akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis.

6. Bagaimana pencegahan dari akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 1.4 MANFAAT Agar mahasiswa lebih mengerti tentang definisi masalah dan asuhan keperawatan pada remaja yang mengalami Akne, Torsio Penis, Epididimitis dan Penile Problem.

BAB 2 ISI 1. ACNE 1.
1.

Definisi Jerawat dikenal juga sebagai acne vulgaris, yaitu radang kronis dari folikel pilosebacea yang disertai dengan penyumbatan atau penimbunan keratin dan ditandai dengan adanya komedo, pustula, papel, nodula, kista dan sikatrikskista 2. Akne adalah penyakit kulit yang terjadi akibat peradangan menahun folikel pilosebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustul, nodus, dan kista pada tempat predileksinya. 3. Akne vulgaris adalah penyakit peradangan menahun folikel pilosebasea yang umumnya terjadi pada masa remaja dan dapat sembuh sendiri. Gambaran klinis akne vulgaris sering polimorfi; terdiri atas berbagai kelainan kulit berupa komedo, papul, pustul, nodul, dan jaringan parut, yang terjadi akibat kelainan aktif tersebut, baik jaringan parut yang hipotrofik maupun yang hipertrofik( seperti ditulis pada artikel Segala Sesuatu tentang Jerawat oleh Dito Anurogo, S. Ked,up date 21 Agustus 2008,www.kabarindonesia.com) 4. akne vulgaris adalah peradangan kronis pada folikel pilosebaseus yang secara klinis ditandai adanya komedo, papula, pustula, nodul, dan kista, pada daerah predileksi yaitu di wajah, bahu, lengan atas, dada dan punggung bagian atas, yang sering dijumpai pada usia remaja dan dewasa muda (12-35 tahun), insiden tertinggi pada wanita(14-17 tahun) dan pada pria(16-19 tahun)(Clark.1993)( seperti ditulis pada Asuhan Keperawatan Akne vulgaris oleh Ns.Lukman, S.kep,M.M, up date Senin,31 Maret 2008,www.lukman.blogspot.com) 5. Akne vulgaris adalah suatu penyakit yang disebabkan inflamasi kronik dari unit pilosebasea yang ditandai oleh pembemtukan komedo, papul, pustule, nodul, dan pada beberapa kasus disertai jaringan parut, dengan

ikut berperan merangsang kelenjar sebasea. Meningkatnya aktifitas kelenjar sebasea pada penderita akne yang mempunyai kadar hormon androgen yang normal mungkin disebabkan oleh meningkatnya aktifitas enzim 5 Alfa reductase dikelenjar sebasea. Aktifitas enzim ini juga terjadi di epitel . Peningkatan produksi sebum 2. Enzim 5 Alfa reductase merubah testosterone menjadi dihidrotestosteron yang dianggap sebagai androgen jaringan yang paling poten. Aktifitas kelenjar sebasea diatur oleh androgen. Kelenjar sebasea mulai berkembang esbelum pubertas.2004) 2. leher. lengan atas.predileksi di wajah. Keratinisasi abnormal duktus pilo-sebasea 3.Etiologi 4 faktor utama yang berperan dalam pathogenesis akne vulgaris adalah: 1. Androgen yang dikeluarkan oleh kelenjar adrenal terutama dehydroepandrosterone sulphate (DHEA-S) merangsang aktifitas kelenjar sebasea. Peningkatan produksi sebum Penderita dengan akne vulgaris memiliki produksi sebum yang lebih dari rata-ratadan biasanya keparahan akne sebanding dengan jumlah produksi sebum. Proses inflamasi 1.menstimulasi pembentukan komedo. sehingga DHEA-S disebut acne androgen Pada saat pubertas androgen yang dihasilkan oleh gonad (ttestis pada pria dan ovarium pada perempuan) terutama testosterone. baik androgen yang terdapat di dalam sirkulasi maupun androgen yang dihasilkan oleh jaringan. dada. Kolonisasi Propionibacterium acnes 4. memegang peranan dalam proses ini. dan punggung(Soetjiningsih.

yang sebagian besar penderita mempunyai kadar androgen yang normal di dalam sirkulasi. sedangkan komedo terbuka berasal dari oksidasi tirosin menjadi melanin melalui pori-pori yang terbuka. Komedo tertutup mengandung keratin dan debris lemak.Remaja dengan kulit yang berminyak mengandung P. Penyebab terjadinya hyperkeratosis. yaitu: 1. Hal ini secara teori dikatakan dapat menginduksi hyperkeratosis folikel serta penurunan fungsi barier epitel. Androgen selain menstimulasi kelenjar sebasea juga berpengaruh pada hyperkeratosis saluran kelenjar 2. akne yang ada kaitannya dengan kelenjar endokrin. Lingkungan bakteri lebih penting .infundibulum.acnes). Beberapa penderita akne kistik yang berat. tumor pada kelenjar adrenal atau ovarium mempunyai kadar yang tinggi di dalam serum 2. Keratinisasi abnormal duktus pilo-sebasea Pada penderita akne terjadi hyperkeratosis duktus pilo-sebasea yang secara klinis tampak sebagai komedo tertutup (whitehead) dan komedo terbuka (blackhead) yang didahului oleh mikrokomedo. Kolonisasi Propionibacterium acnes Organisme yang dominan sebagai flora di folikel pilo-sebasea adalah Propionibacterium acnes (P. Mikrokomedo merupakan lesi inisial akne dengan inflamasi dan non inflamasi. sehingga hormone androgen diperkirakan berperan pada hiperkeratinisasi folikuler yang timbul pada penderita akne.acnes yang lebih tinggi. Pada penderita akne komposisi sebum menunjukan konsentrasi asam linoleat yang signifikan dan terdapat hubungan yang terbalik antara produksi sebum konsentrasi asam linoleat. Androgen jaringan khususnya dihidrostestosteron kemungkinan memegang peranan penting dalam pathogenesis akne. terutama pada akne ringan dan sedang. 3. yaitu difteroid pleomorfik yang bersifat anaerob. seperti hyperplasia adrenal congenital.

acnes yang terdapat di dalam folikel. Enzim hidrolisis yang dihasilkan lekosit dapat merusak dinding folikel.acnes menghasilkan enzim hidrolitik yang dapat merusak jaringan sehingga timbul inflamasi(reaksi imun). yang berperan dalam patogenesis akne vulgaris.acnes akan menarik lekosit ke daerah lesi. P.acnes masuk ke dermis.acnes dapat memicu reaksi reaksi radang imun dan non imun: 1. 4. dan smooth muscle contracting substance. Aktivasi komplemen dari penjamu Proliferasi P. epitel yang mengalami keratinisasi. rambut dan P.acnes menghasilkan enzim lipase yang dapat mengubah trigliserid dalam sebum menjadi asam lemak bebas.acnes dapat mengaktifasi komplemen melalui jalur klasik dan alternative.acnes memproduksi lipase yang dapat menghidrolisis trigliserida dari sebum menjadi asam lemak bebas yang bersifat iritasi dan komedogenik 2. Fraksi asam lemak bebas ini dapat menginduksi inflamasi dan mempengaruhi kekentalan sebum. Proses inflamasi Proses inflamasi disebabkan oleh mediator aktif yang dihasilkan oleh P. Lekosit yang ditarik oleh C5a menangkap P. . sehingga timbul inflamasi. P.acnes di dalam folikel meningkat. Reaksi imun ini akan menghasilkan C5a yang bersifat neutrophilic chemotactic factor dan menimbulkan inflamasi lanjutan. hyaluronate lyase. kemudian oleh sel makrofag dan sel raksasa.dibandingkan dengan jumlah bakteri dalam pembentukan lesi akne. protease. sehingga jumlah P. dan Asupan nutrisi mempengaruhi pertumbuhan P. Reaksi non-imun benda asing dimulai pertama kali oleh mononuclear. kemudian isi folikel seperti sebum. Pelepasan factor kemotaktik oleh P. Pada studi in-vitro ditunjukan bahwa oxygen tension. P.acnes dan produksi substansi aktif seperti lipase.acnes kemungkinan terjadi akibat produksi sebum yang meningkat. pH. fosfatase. 3. P.

Faktor genetic memegang peranan penting terhadap kemungkinan seseorang menderita akne. Kelenjar sebasea dibawah kendali endokrin. stimulasi hormone Androgen akan meningkatkan daya responsive kelenjar sebasea sehingga menimbulkan akne yang mengakibatkan duktus polisebaseus tersumbat oleh tumpukan sebum dan tumpukan tersebut akhirnya membentuk komedo. Pada masa pubertas hormone Androgen menstimulasi kelenjar sebasea sehingga kelenjar sebasea membesar.Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya acne 1. dan hanya 8 % bila kedua orang tuanya tidak menderita akne. Ada hubungan antara sindrom XYY dengan akne yang berat. pembesaran kelenjar ini mensekresi minyak alami(sebum) merembes hingga folikel rambut dan mengalir permukaan kulit. 2. . khususnya hormon androgen. Pada anakanak kelenjar sebasea masih kecil dan belum berfungsi. Penelitian di Jerman menunjukan bahwa akne terdapat pada 45 % remaja yang salah atau kedua orang tuanya menderita akne. Faktor Genetik atau Faktor Keturunan.). Pada remaja yang berjerawat. Aktivitas Hormonal Aktivitas hormonal pada proses perubahan atau siklus hormonal yang terjadi pada seseorang dapat menyebabkan timbulnya jerawat.

Stress Akne dapat kambuh atau bertambah buruk pada penderita dengan stress emosional. walaupun beberapa penderita menyatakan akne bertamabah parah setelah mengkonsumsi makanan tertentu seperti lemak dan coklat. dan juga dehydroepiandrosterone sulfate (DHEAS). Iklim Cuaca yang panas dan lembab memperburuk akne. 3. Diet Tidak ditemukan adanya hubungan antara akne dengan asupan total kalori dan jenis makanan. 2.Beberapa jenis hormon juga sering dikaitkan sebagai penyebab terjadinya Jerawat. insulit-like growth factor (IGF-I). 4. yang menyebabkan jerawat parah disebut Chloracne. 5. Pil Pengontrol Kelahiran atau pil KB 6. Semisal androgens testosterone. Kosmetika Misalnya: Moisturizers. Lingkungan Akne lebih sering ditemukan dan gejalanya lebih berat di daerah industry dan pertambangan dibandingkan dengan di pedesaan. Pajanan sinar matahari yang berlebihan dapat memperburuk akne. . Lingkungan yang mengandung kadar klorin yang tinggi terutama chlorinated dioxins. misalnya pada akne topical atau akne akibat kerja sebagai contoh pekerjaan di tempat yang panas dan lembab seperti di dapur atau tempat cuci pakaian. foundation 7. Hidrasi pada stratum korneum epidermis dapat merangsang terjadinya akne. dihydrotestosterone (DHT).

keratin. bakteri. Manifestasi klinis Akne vulgaris ditandai dengan 4 tipe dasar lesi : 1. Sering muncul 1-2 tahun sebelum pubertas. Komedo terbuka dapat terjadi karena akumulasi lipid. Papul . Lesi dapat berupa komedo tertutup dan terbuka. dan keratin yang menyumbat folikel berupa papula kecil berwarna keputihan dengan lubang folikuler yg halus.pustula dan kista inflamatorik. terbentuk dari lipid/minyak yang tersumbat.3. komedo terbuka dan tertutup (lesi non inflamasi) 2. lesi nodulokistik (lesi inflamasi dalam) Komedo Komedo adalah tanda awal dari akne.bakteri) ke dermis. papula (lesi inflamasi superfisial) 3. Komedo tertutup dapat menjadi terbuka jika isi saluran mempunyai hubungan dengan lingkungan luar serta mengalami ruptur dan menimbulkan reaksi inflamasi yg disebabkan oleh perembesan isi folikel (sebum. Komedo tertutup adalah lesi obstruktif. pustule (lesi inflamasi superfisial) 4. berupa papula eritematosa. dan debris epitel.

papula/pustula.10-20 pada salah satu sisi wajah 3. Derajat Akne (Stawiski. Derajat II : komedo . papula/pustula . Jaringan Parut Ada beberapa bentuk jaringan parut antara lain : 1. punggung. Papul yang lebih dalam penyembuhannya memerlukan waktu yang lebih lama dan dapat meninggalkan jaringan parut Pustul Pustul akne vulgaris merupakan papul dengan puncak berupa pus. Derajat I : komedo . lebih sering ditemukan pada orang berkulit gelap. 25-50 pada salah satu sisi wajah 4. Papul superficial sembuh dalam 5-10 hari dengan sedikit jaringan parut tetapi dapat terjadi hiperpigmentasi pasca inflamasi terutama pada remaja dengan kulit berwarna gelap. merupakan jaringan parut depresi dengan bentuk ireguler terutama di wajah 2.> 50 pada salah satu . Lesi bentuk inilah yang menimbulkan jaringan parut. papula/pustula . Derajat IV : komedo . Derajat III : komedo . Biasanya usia pustule lebih pendek dari papul Nodul Nodul pada akne vulgaris merupakan lesi radang dengan diameter 1 cm atau lebih disertai rasa nyeri dan lesi dapat bertahan sampai beberapa minggu atau bulan. garis rahang (jaw line). papula/pustula .Papul merupakan reaksi radang dengan diameter <5 mm. Fibrosis peri-folikuler ditandai dengan cincin kuning di sekitar folikel 3. dan telinga. Ice-pick scar. < 10 pada salah satu sisi wajah 2.1992) 1. Jaringan parut hipertrofik atau keloid sering terdapat di dada.

Masalah yang muncul Remaja yang mengalami jerawat. Mencoba semua merek penghilang jerawat yang ada di sponsor sampai ritual tradicional dari orang tua akan dilakukan. cenderung merasa minder. Peran orang terdekat. terutama saat. Apalagi jika usaha tersebut tidak berhasilremaja yang coping positifnya rendah. Pentalaksanaan Tujuan Utama dalam penatalaksanaan ini adalah menghindari trauma psikologis dan terjadinya jaringan parut( Soetjiningsih. punggung atas dan daerah deltoid. bahkan psikisnya. Hal ini dapat dimaklumi. terutama komedo tertutup sering disebabkan oleh penggunaan sedian minyak rambut (akne pomade). tergantung keparahan. 3. lesi terbatas pada komedo bagian tengah wajah. atrofi atau hipertrofi dapat ditemukan di sela-sela. karena pada usia remaja. bentuk yang paling ringan yang sering terlihat pada awal usia remaja. Lesi sering menyembuh dengan eritema dan hiperpigmentasi pasca Madang sementara. Berbagai macam cara akan dilakukan agar jerawat tersebut hilang. bisa membuat seorang remaja resah. terutama penampilan fisiknya. 2. fisik. materi. kedalaman dan kronisitas proses. bisa merasa frustasi dengan masalah ini. teman-temannya mencela fisiknya yang berhubungan dengan jerawat. Orang terdekatlah yang harus setia dan memperhatikan saat ia merasa sedih dan putus asa.2004) Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengobatan akne adalah: . teman dan orang tua khususnya sangatlah penting daam hal ini. sikatrik berlubang.sisi wajah Satu atau lebih tipe lesi dapat mendominasi. seseorang anak ingin menampilkan diri sebagai remaja yang sempurna. Lesi yang mendominasi pada kening. Mengenai tubuh paling sering pada laki-laki. Ritual/usaha ini akan banyak menyita waktu. Lesi dapat mengenai dada. Satu jerawat saja yang ada diwajahnya.

alopesia dan obesitas. Perlu ditanyakan tentang siklus menstruasi dan penggunaan pil kontrasepsi oral Secara umum ada 4 prinsip utama dalam pengobatan penderita akne. Penurunan aktivitas kelenjar sebasea 2. atau benzoil peroksid tambahan tretinoin. Memperbaiki keratinisasi folikel 3. akne Pengobatan akne vulgaris terdiri dari : Akne nodular yang tidak memberikan respon terhadap antibiotik Pada wanita. yaitu: 1. adapalen.1. Perhatian terhadap keadaan emocional remaja tidak bolah diabaikan 2. 6. Diet makanan tidak meningkatkan keparahan akne sehingga pembatasan diet tidak diperlukan. 2. 3. atau tazaroten topikal pada malam hari . Penurunan jumlah bakteri di dalam folikel terutama P. topikal 4. Akne dengan inflamasi sedang sampai berat dan akne inflamasi yang tidak memberikan respon terhadap antibiotik topikal memerlukan antibiotik sistemik 5. kecuali pada penderita yang mengeluhkan penyakitnya memburuk setelah mengkonsumsi makanan tertentu 4. resorsinol. Menghambat inflamasi Pemberian pengobatan pada penderita akne didasarkan atas berat dan luasnya lesi : 1. sulfur. pil kontrasepsi oral dapat diberikan untuk semua jenis sistemik diberikan isotretinoin oral dengan pengawasan yang ketat Akne komedonal yang ringan diberikan obat akne yang Akne komedonal yang sedang sampai berat diberikan obat Akne dengan inflamasi ringan diberikan tambahan antibiotik mengandung asam salisilat. Pengobatan memerlukan waktu beberapa bulan dan pengobatan topikal sering menyebabkan akne lebih parah dalam 3-4 minggu 3.acnes sehingga dapat mengurangi pembentukan produk inflamasi ekstraselular 4. Melakukan anamnesia dan pemeriksaan fisik Penderita wanita perlu diperiksa adanya hirsutisme.

Benzoil peroksid Benzoil peroksid merupakan antibakteri kyat yang mempunyai efek menurunkan jumlah P. retinoid (tretinoin. 13-cis-retinoic acid(isotretinoin). Pengobatan topikal Asam salisilat. azelic acid. Benzoil peroksid tersedia dalam konsentrasi 2. acnes sehingga dapat menghambat hidrólisis trigliserid dengan akibat berkurangnya asam lemak bebas dipermukaan kulit. Azelaic acid Obat ini dipakai untuk mengobati akne ringan sampai sedang yang mengalami inflamasi. eritromisin. Efek samping dapat berupa dermatitis kontak. Disamping itu juga bersifat komedolitik ringan. benzoil peroksid. Pembedahan Lain-lain 1. b. Obat ini mempunyai efek menormalkan proses keratinisasi dan memyebabkan penurunan . Bentuk sediaan dipilih sesuai dengan jenis kulit penderita. Terapi topikal Bentuk sediaan sama pentingnya dengan kandungan bahan aktif. kortikosteroid dan antiandrogen) 3. 4. rambut memutih dan mewarnai pakaian. Azelaic acid menganding asam dekarboksilat yang pada mulanyadipergunakan untuk hiperpigmentasi. resorsinol. Pengobatan sistemik Antibiotik. Krim dan lotio lebih lembab sehingga cocok untuk sebagian besar penderita. tazaroten dan adapalen). dan metronidazol) 2. Krim cocok untuk remaja dengan kulit kering dan sensitif. sulfur. dan hormon (kontrasepsi oral. Pengobatan diberikan sekali sehari kemudian ditingkatkan menjadi dua kali zaherí.5-10%.1. Solutio dan gel bersifat mengeringkan dan tidak berminyak sehingga cocok untuk kulit berminyak. antibiotik topikal(klindamisin. a.

Cara verja obat ini adalah dengan mengurangi hiperkeratosis dan kohesi sel epitel folikel sehingga pembentukan sumbatan folikel dan komedo terhambat. Adapalen mempunyai sifat antiinflamasi yang sedang sampai kuat . dan 0. bersifat tahan sinar matahari dan kurang iritasi. Obat ini tersedia dalam bentuk krim 20%. bercak kemerahan dan hipopigmentasi. Efek samping berupa pruritus. solutio dengan konsentrasi 0. dan bila telah adaptasi konsentrasi ditingkatkan. Pemakaian dimulai dengan konsentrasi rendah. Dipakai pada malam hari. mempunyai cara kerja yang sama dengan retinoid. Adapalen Adapalen merupakan derivat naphotoic acid. Retinoid (tretinoin. gel dengan konsentrasi 0. Azelaic acid lebih efektif bila dikobinasi dengan obat topikal lainnya.025%. dan 0. Preparat terbaru retinod adalah tazaroten dan adapelen yang bersifat kurang iritasi dibandingkan dengan tretinoin. c.1%. Efek samping dapat berupa: pengelupasan kulit. dioleskan dua kali sehari pada kulit yang bersih.jumlah bakteri dalam folikel. d.05%. kulit kering dan iritasi hiperpigmentasi atau hipopigmentasi sensitif terhadap sinar matahari berpotensi teratogenik. pada pemakaian topikal oabt diserap sangat sedikit dan belum ada laporan kelainan kongenital karena pemakaian topikal. Obat ini bersifat fotosensitif sehingga haris menghindari sinar matahari dan memakai tabir surya SPF 15 atau lebih pada siang hari. hindari pada daerah mulut dan sekitar mata. adapalen) Retinoid adalah derivat vitamin A yag bersifat komedolitik. Setelah pemakaian 3-4 minggu timbul erupsi postular sehingga nampak akne seperti memburuk.025%. ini menunjukkan obat sedang bekerja.05%. Tretinoin tersedia dalam bentuk krim dengan konsentrasi 0. rasa perih. tazaroten.01%. 0.

f. dipakai sekali sampai dua kali zaherí.acnes. Tersedia dengan konsentrasi 0. dan dapat dikombinasikan dengan obat topikal lainnya. tetapi sering terjadi resistensi kuman. Efek camping sama dengan golongan retinoid yang lain yaitu eritem. Selain itu juga dapat mengurangi factor khemotaktik yang dihasilkan oleh P. Adapalen tersedia dalam konsentrasi 0. Bahan ini mempengarihi kohesi korneosit dan menekan inflamasi.dibandingkan dengan tretinoin yang mempunyai sifat antiinflamasi yang lemah. Tazaroten dapat digunakan untuk psoriasis. Antibiotik sistemik juga mempunyai efek langsung pada . Pengobatan sistemik a. sehingga mengurangi terjadinya inflamasi. klindamisin 1% dan metronidazole. Obat bekerja dengan menurunkan populasi P. Antibiotik topikal yang sering digunakan adalah eritromisin 2%.05% dalam bentuk gel dan krim. pruritos. sehingga lipase yang dihasilkan berkurang dan menyebabkan konsentrasi asam lemak bebas juga berkurang. 2. akne ringan dan sedang.1% dalam bentuk gel. Antibiotik topikal mempunyai efek langsung pada kulit dan tidak menyebabkan efek camping sistemik. Antibiotik topikal Antibiotik topikal berguna untuk mengurangi jumlah P. rasa terbakar dan perih. Tazaroten Tazaroten merupakan bahan sintetik acetylenic retinoid yang cepat diserap oleh kulit dan berubah menjadi metabolit aktif yaitu tazarotenic acid. Antibiotik Antibiotik sistemik digaunakan pada lesi akne dengan inflamasi.acnes. Cara pemakaiannya adalah dengan mengoleskan sepanjang malam dan boleh terkena sinar matahari. dipakai setiap hari dan membutuhkan waktu 8-16 minggu untuk melihat hasilnya. krim.acnes dan menurunkan kadar asam lemak bebas di permukaan kulit. e. dan solutio.1% dan 0.

minosiklin. sebaiknya hanya digunakan pada akne yang berat dan sulit disembuhkan. dan dapson. juga dapat dilaporkan dapat terjadi minocyclineinduce autoimune hepatitis dan systhemic lupus rythematosus-like síndrome. Minosiklin Minosiklin diberikan dengan dosis terbagi 100-200 mg zaherí. Tetrasiklin juga menghambat pertumbuhan tulang pada fetos. Pada wanita hamil dan anak digunakan eritromisin. Kerugian utama dalam pemakaian doksisiklin adalah reaksi fotosensitifitas. b. Efektif pada kasus akne yang tidak memberikan respon dengan pengobatan antibiotik sistemik lainnya. karena itu tetrasiklin tidak booleh diberikan pada wanita hamil. bayi dan pada anak dibawahumur 8 tahun. Pemakaian dosis yang tinggi dapat terjadi vertigo dan tinitus. sehingga menimbulkan warna kuning yang kecoklatan pada gigi hermanen. Antibiotik yang sering dipakai adalah tetrasiklin. doksisiklin. walaupun jarana. Doksisiklin Doksisiklin diberikan dengan dosis 2x50 mg senhari atau 2x100 mg saharí pada kasus yang berat. dibagi menjadi dua dosis. Klindamisin dapat menimbulkan colitis pseudomembran yang dapat bersifat fatal. Tetrasiklin mempunyai afinitas yang kuat pada jaringan yang mengandung mineral dan dideposit pada gigi yang sedang tumbuh. Dosis diturunkan bila telah terjadi perbaikan dan dilanjutkan dengan dosis 250 mg per hari. Isotretinoin ( 13-cis-retinoic acid ) . eritromisin. Dapson dan klindamisin Dapson dan klindamisin memberikan efek camping yang serius. Tetrasiklin Tetrasiklin diberikan dengan dosis awal 500-1000 mg per hari. yaitu dengan menekan factor khemotaktik.reaksi inflamasi.

konjungtivitis. Pengobatan dengan isotretinoin biasanya diberikan sampai 20 minggu. c. Dosis dapat dinaikkan sampai 2 mg/kg bb/hariuntuk penderita dengan lesi di punggungyang sangat berat atau untuk penderita yang gagal dengan terapi yang biasa diberikan. Hal ini dapat dicapai dengan .1-0. Obat ini mempunyai efek teratogenik sehingga pemberiannya pada wanita usia produktif harus diberikan penjelasan mengenai resiko pada kehamilan.acnes. Dosis 0. dan remisi dapat bertahan selamabeberapa bulan sampai beberapa tahun. isotretionin sebaiknya hanya digunakan pada penderita akne yang berat dan perlu dilakukan pemeriksaan darah lengkap. Kelainan sistemik berupa kelainan kadar lemak yaitu peningkatan trigliserid dan kolesterol darah. kulit dan mulut kering. Kadar trigliserid yang tinggi dapat menyebabkan xanthoma dan pankreatitis.5 mg/kg bb/hari dapat memberikan hasil yang sama namun resiko untuk kambuh lebih besar. Efek samping isotretionin pada kulit dan mukosa berupa kheilitis. Oleh karena itu. fungsi hati dan kadar triggliserid serum. Dosis isotretinoin yang biasa diberikan adalah 1 mg/kg bb/hari dibagi dalam dua dosis dan diberikan bersama makanan. Tes kehamilan harus dilakukan setiap bulan. Hormon Pemakaian hormon pada terapi akne bertujuan untuk menghambat efek androgen pada kelenjar sebacea. sakit kepala.Isotretinoin memberikan hasil yang baik pada akne nodulokistik yang berat dan pada akne yang sulit disembuhkan. Efek samping lainnya adalah pseudomotor serebri. dan hiperostosis yang asimtomatis.. Isotretinoin merupakan derivat vitamin A sintetik yang mempengaruhi keratinisasi dengan menekan produksi sebum dan pertumbuhan P. Aspek yang nyata dari pengobatan isotretinoin adalah remisi yang komplit pada hampir semua kasus. Penderita harus menggunakan kontrasepsi yang efektif dimulai sebelum terapi diberikan. penurunan visus dimalam hari. selama terapi dan satu bulan setelah terapi dihentikan.

penggunaan esterogen. amenore. Kontrasepsi oral yang mengandung etinil estradiol dan norgestimate memberikan hasil yang lebih untuk pengobatan akne. Obat ini efektif untuk akne dan hirsutism. spotting. Gonadotropin-releasing hormone agonist (GnRH agonist) GnRH agonist bekerja pada kelenjar pituitary dengan menghambat siklus pelepasan gonadotropin sehingga menekan steroidogenesis ovarium. menoragi dan melasma. nyeri payudara. misalnya kontrasepsi oral. dan efektif menekan kelenjar sebacea. Untuk pengobatan akne doberikan dalam bentuk kombinasi dengan etinil . Glukokortikoid Glukokortikoid sistemik digunakan untuk akne karena mempunyai efek anti inflamasi dan dapat mengurangi produksi androgen adrenal. Biasanya diberikan prednison dengan dosis 5-7. Pilihan terbaik adalah kontrasepsi oral generasi ketiga yang mengandung lebih sedikit progestin androgenic seperti: desogestrel atau norgestimate. antiandrogen serta obat yang dapat menurunkan produksi androgen ovarium atau androgen kelenjar adrenal.5 mg atau deksametason 0. Penggunaanya terbatas karena efek sampingnya berupa gejala menopause dan tulang keropos. glukokortikoid. Obat ini dipakai dalam waktu yang terbatas karena efek samping yang dapat terjadi. Penggunaan yang lama dapat menimbulakn akne steroid.25-0. peningkatan berat badan. dan sering kambuh ketika obat dihentikan. Efek samping berupa mual. atau gonadotropin-releasing hormone agonist(GnRH agonist) Kontrasepsi oral Penggunaan kontrasepsi oral yang mengandung esterogen dan progesteron lebih baik dibandingkan dengan esterogen saja. Penggunaan terbatas dipakai pada akne yang parah seperti akne konglobata. akne fulminan dan reaksi radang akut pada akne yang mendapat terapi isotretinoin.5 mg per hari. Antiandrogen Siproteron asetat bekerja dengan menghambat reseptor androgen.

Kombinasi LED merupakan satu terapi yang tergolong efektif. 3. Sinar biru pada LED (light emitting diode) dapat merusak P.1 ml dibagian tengah lesi. Selain itu pada tahun 2006 diadakan sebuah Regional Conference of Dermatology (RCD) yang berlangsung di Westin Resort. Pengobatan diulang setelah 18 bulan 4. Lain-lain Cover Mark untuk menutupi jaringan parut dan pigmentasi pasaca inflamsi. Injeksi steroid intralesi Injeksi steroid intralesi digunakan untuk lesi nodular. acne namun tidak untuk mekanisme autoimun. bebas . Sebelum injeksi dilakukan aspirasi kemudian disuntikan triamsinolon (2. Nusa Dua. Sinar biru 415 nm dengan sinar merah 633 nm merupakan kombinasi tepat untuk hasil terbaik. Spirinolakton berfungsi sebagai penghambat reseptor androgen dan 5-reductase. Bali dibahas menegenai terapi acne dengan LED. Mengeluarkan komedo dengan komedo ekstraktor b. Pembedahan pada akne a.estradiol sebagai kontrasepsi oral.5 mg/ml) sebanyak 0. Sinar merah dengan panjang 633 nm memiliki properti anti inflamasi dan meningkatkan proses pemulihan dengan cepat.025-0. 81% clearance dalam 12 minggu. Injeksi kolagen dengan menggunakan kolagen dermal sapi untuk meninggikan jaringan parut yang cekung. dengan tingkat kekambuhan rendah. Pengobatan jaringan parut Eksisi untuk lesi kecil dengan batas yang jelas Dermabrasi untuk jaringan parut yang mempunyai kedalaman yang rata. c. Flutamid suatu penghambat reseptor androgen dikombinasi dengan kontrasepsi oral untuk mengobati akne atau hirsutism pada wanita. Terapi LED Acne merupakan penyakit berkaitan dengan inflamasi dan autoimun.

( seperti tercetak di Majalah Farmacia Edisi Oktober 2006) Pencegahan 1. Nasehat makanan – – – – Makan bebas cukup & seimbang Banyak makan sayur & buah Ada hub lemak & kalori >> Anamnese: ⊕ thdp makanan merangsang à hindarkan Diet rendah lemak dan karbohidrat.l heksaklorofen. (kacang. dan lain-lain) Diet pada penderita Acne Pantang Keju Kacang mete Kacang tanah Durian Alpukat Coklat Es krim Daging kambing. mentega. daging babi Susu Mentega Santan kelapa Pedas Makanan mengandung banyak lemak Goreng-gorengan Dikurangi 2. minyak. Perawatan kulit (skin care) – – – – – – Cuci muka + sabun & air hangat secara teratur Tidak dipegang. Error: Reference source not found. mudah diterapkan. ditoleransi baik dan merupakan solusi non invansif pada problem jerawat yang rumit. dikorek & dipijat dgn tangan Cegah kosmetik berminyak & pelembab Hirup udara segar & gerak badan teratur Hindarkan cuci muka >> (6-8 x sehari) + sabun keras Sabun bakteriostatik a.nyeri. trikarbanilid atau Sebamed .

acne lotion dan bedak (acne face powder. 4. cukup istirahat. bersihkan muka dengan sabun lalu dengan cleansing milk. (baik jumlah/banyaknya dan lamanya). Hidup teratur dan seimbang. gel. Penggunaan 3. bedak baby. pemencetan jerawat yang dilakukan oleh bukan ahlinya. sewajarnya pabrik. Pakai med acne lotion (bedak kocok) sampai pagi 1. hindari stres. Perawatan Muka (pada penderita Acne) Langkah I Pagi cuci muka dengan sabun baby/ sabun khusus. . semua yang bercitarasa pedas. bersihkan/ kompres dengan acne freshener/ cleansing lotion. rokok. lalu bersihkan dengan cleansing lotion Langkah III Sewaktu istirahat siang wajah tidak perlu pakai apa-apa Langkah IV Malam: pakai obat (salep. Bersihkan dengan air. minuman keras. misalnya teratur mencuci muka setelah pulang dari bepergian. 2. bedak marcks’) Langkah II Siang sesudah bepergian dan malam sebelum pakai obat.Melakukan perawatan kulit (tidak hanya wajah) secara rutin dan teratur. cream. Kemudian dilap sampai bersih dengan handuk yang dibasahi air. secukupnya debu. dll. Kemudian pakai cream/ lotion/ med. dll) selama 2 sampai beberapa jam sesuai petunjuk dokter. cukup olahraga. kendaraan bermotor. Mengetahui dan memahami informasi tentang jerawat dari berbagai literatur.). Menghindari: kosmetika polusi. asap dan (rokok.

tidak diketahui kelainan bentuk yang dapat menyebabkan masalah psikologi yang serius selama masa pertumbuhan ketika keanehan atau kelainan tersebut menjadi sangat berat. hypospadia. Fimosis mungkin berdampak . Perubahan pada masa dewasa salah satunya adalah balanitis . Anak laki-laki tersebut butuh diindentifikasi untuk dilakukan pembedahan untuk perbaikan kerusakan. PENILE PROBLEMS I Definisi Penile problem adalah kelainan bawaan yang biasa terjadi pada penis yang bisa dideteksi atau diketahui pada masa pertumbuhan (masa anak-anak). Perubahan konginetal dan masa anak-anak meliputi fimosis. dan epispadia . paraphimosis dan penile carcinoma. kadang karena infeksi atau cedera. Penyebabnya seringkali merupakan bawaan . Etiologi dan manifestasi klinis Penile problem meliputi : a Fimosis Fimosis adalah keadaan orificium atau muara preputium yang terlalu kecil sehingga tidak dapat dilalui glans penis. Walaupun beberapa anak laki-laki yang membutuhkan prosedur-prosedur yang berlaku untuk memperbaiki hypospadias (kelainan bentuk pada penis yang paling banyak terjadi meluas hingga remaja dengan penis yang tampak berbeda dari keadaan normal. II Masalah Tumbuh kembang Beberapa orang yang tidak menerima perawatan medis . Perubahan pada penis dan fungsi dapat dibagi menjadi perubahan yang berhubungan dengan anomaly konginetal dan perubahan yang mempengaruhi masa dewasa.2.

d. Epispadia Epispadia adalah suatu anomaly konginetal yaitu meatus uretra terletak pada permukaan dorasal penis dan disertai dengan anomaly saluran kemih . Balanitis Balanitis adalah peradangan glans. membuang chordee dan memperluas uretra ke glans . odema harus ditekan-tekan perlahan-lahan sehingga odema surut maka glans penis dan preputium dapat direposisi ke depan glans penis. Pada hypospadia muara orificium uretra eksterna (lubang tempat air seni keluar) berada diproksimal dari normalnya yaitu pada ujung distal glans penis . bau yang sangat tidak enak sebab ketidakmampuan penis untuk membereskan smegma -suatu film yang putih bahwa membentuk benar di bawah glans. Terapi dilakukan dengan pembedahan atau menutup. Pada paraphimosis peputium terperangkap dalam gland penis didalam sulkus koronarius . b. sepanjang ventral batang penis sampai perineum. Hypospadia Hypospadia adalah salah satu kelainan bawaan pada anak-anak yang sering ditemukan dan mudah untuk mendiagnosanya .terhadap 1:20 orang yang tidak disunat . Apabila berat maka dapat mengakibatkan gangrene kering kecuali bila dikoreksi. terpaksa dilakukan sayatan dorsal. Terapi yang dilakukan dengan sirkumsisi pemakaian krim-krim steroidal. c. perbaikan dengan pembedahan dilakukan untuk memperbaiki inkonensia. Peradangan dapat disebabkan oleh gonore. yang kurang bersih atau terkena penyakit kelainan . Bila usaha ini gagal. Paraphimosis akan menimbulkan pembengkakan glans penis yang nyeri. Hal tersebut dicirikan dengan pembuluh yang ketat pada kulit yang tidak elastic pada ujung kulit lipatan . Paraphimosis Paraphimosis adalah retraksi prepusium fimorik.. e. Dalam penanggulangannya. Manifestasi klinisnya berupa perasaan gelisah. keadaan ini lebih daripada hypospadia. biasanya terjadi bendungan diglans penis maupun didalam preputium yang menjadi besar sekali kaerena odema. trikomonasis . hanya pengelolanya harus dilakukan oleh mereka yang betul-betul ahli agar dapat tercapai hasil yang memuaskan. balanopostitis adalah peradangan glans dan preputium pada pria yang tidak disirkumsisi .

pemakaian kondom dan jeli kontrasepsi. Dapat pula sebagai komplikasi dermatitis seperti dermatitis kontak akibat celana. zat pembunuh kuman dapat menjernihkannya. Chordec biasanya dapat diperbaiki lewat operasi. Balanopostitis juga disebabkan oleh preputium yang ketat atau kurang menjaga kebersihan.. diperlukan perawatan antijamur. Kondisi tersebut dapat dibagi menjadi 2 tipe yaitu : 1. Banyak laki-laki yang memiliki penis yang miring ke kiri atau ke kanan dan tidak ada masalah dengan hal ini selama tidak menyakitkan dan mengganggu hubungan seksual Anda. Kulit tadi masih bisa digunkan untuk menutup defek. . Umumnya dikatakan pembengkokan kecil jika tidak menyebabkan banyak masalah dan sebagian besar pria mempunyai penis yang agak bengkok.eksisi dan tandur alih kulit. yang menyebabkan kerusakan jaringan lunak.sifilis. dokter dapat menentukan suatu krim steroid. Hal ini disebabkan oleh suatu keadaan konginetal di mana uretra sedikit lebih pendek dari pada penis yang dapat menyebabkan lengkungan penis yang parah dan kadang-kadang menyakitkan. Setelah pencucian luka dan debrideman. Jika balanitis disebabkan oleh infeksi/peradangan-infeksi/peradangan hasil bakteri. perineum bahkan bisa sampai ke dinding perut Penatalaksanaan apabila kulit yang avulse atau terkelupas masih dihubungkan dengan pedike. Pencegahan : Membersihkan penis secara menyeluruh setiap hari. krepitasi gas subkutis . Jika disebabkan oleh psoriasis. f. Bila kulit yang avulse terlepas total dilakukan debrideman. Skin condition affecting the penis Avulsi kulit daerah organ genetalia yang terserig berhubungan dengan cedera mayor lain. g. candida albican s. Jika karena alergi. Penis. Gambaran klinis berupa genetalia membengkak . Chordec Chordec merupakan Lekukan konginetal yang dapat menyebabkan penis bengkok. Penatalaksanaan : Jika balanitis disebabkan oleh sejenis murai. dengan nekrosis kulit yang cepat meluas dalam waktu1-3 hari pada daerah skrotum . dokter dapat menyusun suatu test untuk mengidentifikasi penyebab alergi. terutama jika tak disunat. tinea atau organism yang lain. Penis yang melengkung.

Kelenjar inguinal maligna yang membesar dapat membentuk paket besar.penis plastic dan penile induration. eksofitikm. Lekukan konginetal dapat menyebabkan penis bengkok. Peyronic’s disease adalah pengerasan corpora kavernosa penis. Penile carcinoma dimulai dari kelainan kecil dipermukaan dalam preputium atau glans penis . Ada juga yang menyarankan dengan terapi vitamin anti oksidan dan biasanya dengan terapi vitamin anti oksidan dan biasanya dengan pemberaian anti oksidan dosis tinggi selama 3 bulan yang akan membantu mengurangi radikal bebas pada perkembangan jarinagan parut. termasuk korona glans. yang menyebabkan korda fibrosa disebut fibrous cavernitis. dan bagian bawah dinding perut.intern dan obtutor. Pada awalnya Peyronic’s disease . h. Penile Carcinoma (karsinoma penis) Karsinoma penis merupakan sel skuamosa dari epitel glans penis atau permukaan dalan preputium . nyeri sering menjadi masalah karena inflamasi aktif pada area yang berkaitan . Gumpalan ini mungkin mengalami nekrosis yang meluas ke kulit diatasnya sampai terbentuk tukak yang kotor dan .2. rata atau tukak .kemudian dapat meluas ke kelenjar iliaka ekstern.Insidennya tinggi pada fimosis . Kelenjar limfe pertama yang terkena adalah kelenjar inguinal superficial. karsinoma ini berangsur angsur membesar sampai meliputi seluruh penis hingga sebagian besar atau seluruhnya hilang dan meluas lagi ke region pubis. Peyronic’s disease adalah sebuah kondisi dimana sebuah plak fibrosa atau fibrous menyebabkan jaringan fibrosa penutup pada penis. Umumnya dikatakan pembengkokan kecil sering tidak menyebabkan banyak masalah dan sebagian besar pria mempunyai penis yang agak bengkok. Penanganan awal pada fase nyeri pada penyakit ini masalah controversial dengan beberapa studi menunjukan bahwa penangannya cukup dengan istirahat saja . Insdensnya tinggi pada fimosis . serta suntikansuntikan steroid. Peyronic’s disease Tipe lengkungan ini biasanya muncul setelah usia 40 tahun. Faktor penyebab utama ialah rangsangan lama seperti (balano) prostitis kronik pada fimosis . Bentuk kelainan dapat papiler.

4. Health Education. Memberikan penyuluhan pada para orang tua tentang tumbuh kembang anak-anaknya terutama tentang bagian reproduksinya baik dari segi anatomi maupun fisiologisnya.Pembedahan 3. merupakan kanker dengan tingkat keganasan rendah tetapi mempunyai daya destruksi setempat yang kuat. Pada dasarnya hygiene diri sangat diperlukan untuk pencegahan dalam masalah penile problem. Penatalaksanaan. obat-obatan anti jamur yang sesuai dengan jamur penyebabnya. Masalah utamanya bagaimana orang membersihkan diri setelah kencing perlu juga diperhatikan juga pada pasien yang tidak disunat perlu mencuci penisnya dari ujung penis hingga menyeluruh dengan tujuan untuk membersihkan smegmanya. Metastasis jauh. . Erosi ke dalam pembuluh besar femoral dapat mengakibatkan perdarahan berbahaya. masalah-masalah pada penis dapat terhindari. namun jika infeksi tersebut disebabkan oleh sejenis bakteri maka dapat diberikan antibiotik dan antiseptik.Manajemen psikologis. Penggantian celana dalam secara teratur minimal 2x sehari dapat dilakukan juga sebagai tahap pencegahan. Penggunaan kondom juga perlu diwaspadai sebab kondom dan jeli kontrasepsi dapat mengiritasi kulit penis jika tidak dibersihkan dengan baik. Karsinoma skuomosa penis yang umumnya berdiferensi baik . Pendekatan perorangan dengan komunikasi terapuitik dapat dilakukan untuk mengurangi kegelisahan pada remaja yang mengalami masalah-masalah pada penisnya. Pencegahan. dapat mengenai paru. tulang dan otak . Apabila pencegahan lebih baik dapat dilakukan dengan cara khitan penis sehingga tidak ada lipatan kotoran-kotoran pada preputium penis. yang jarang ditemukan .Obat-obatan. Misalnya.berbau karena radang kronik sekunder. hepar . 1. 2.

Klebsiella) menjadi penyebab umum terjadinya epididimitis pada anak-anak. http://www. EPIDIDIMITIS 1. Virus (Edmund S Sabanegh.4 1.3. Etiologi a. maka diagnosis yang umum adalah epididimitis baik akut maupun kronis. Infeksi bakteri non spesifik Bakteri coliforms (misalnya E coli. Infeksi yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae. Infeksi yang disebabkan oleh Haemophilus influenzae and N meningitides sangat jarang terjadi. and Mima polymorpha juga dapat ditemukan pada golongan penderita tersebut.com) . Trichomonas dan Gardnerella vaginalis juga sering terjadi pada populasi ini. 2008. Corynebacterium. Pseudomonas. b. Saat seseorang mengeluh testis nyeri. Epididimitis. Menurut laporan jurnal di Amerika. Epididimitis jarang terjadi pada anak-anak prepubertas. Treponema pallidum. Epididimitis akut memiliki waktu timbulnya nyeri dan bengkak hanya dalam beberapa hari sedangkan pada epididimitis kronik. Penyakit Menular Seksual Chlamydia merupakan penyebab tersering pada laki-laki berusia kurang dari 35 tahun dengan aktivitas seksual aktif. Epididimis merupakan suatu struktur berbentuk kurva (koil) yang menempel di belakang testis dan berfungsi sebagai alat transport. Mycoplasma.a. timbulnya nyeri dan peradangan pada epididimis telah berlangsung sedikitnya selama enam minggu disertai dengan timbulnya indurasi pada skrotum. dewasa dengan usia lebih dari 35 tahun dan homoseksual. Pengertian : Epididymitis adalah suatu proses inflamasi yang terjadi pada epididimis.b. Ureaplasma urealyticum. Sekitar 40% epididimitis terbanyak terjadi pada laki-laki usia 20-39 tahun dan sekitar 29% terjadi pada laki-laki usia 40-59 tahun. c. epididimitis merupakan keluhan kelima terbanyak di bidang urologi yang dikeluhkan oleh laki-laki berusia 18-50 tahun dan 70% menjadi penyebab keluhan nyeri akut pada skrotum.emedicine. Proteus. dan tempat penyimpanan sperma yang matur dari testis.

h. malformasi urogenital memicu terjadinya refluks. daerah antara penis dan anus serta punggung bagian bawah. Bagian yang sering terkena adalah bagian cranial dari epididimis dan kasus ini terjadi pada 3-11 % pasien yang menggunakan obat amiodarone. demam dan menggigil. Gejala yang juga sering menyertai adalah nyeri di selangkangan. Pada epididimitis yang disebabkan oleh virus tidak didapatkan adanya pyuria. Obstruksi BPH. coccidioidomycosis.Virus menjadi penyebab yang cukup dominan pada anak-anak. Mumps merupakan virus yang sering menyebabkan epididimitis selain coxsackie virus A dan varicella d. kemerahan dan jika disentuh terasa sangat nyeri. e. menyebabkan timbulnya epididimitis dengan rasa nyeri yang hebat. cytomegalovirus (CMV). g. Tuberkulosis Epididimitis yang disebabkan oleh basil tuberkulosis sering terjadi di daerah endemis TB dan menjadi penyebab utama terjadinya TB urogenitalis. pembengkakan. candidiasis. CMV pada HIV dapat menjadi penyebab terjadinya epididimitis namun biasanya hanya terjadi pada individu dengan sistem imun tubuh yang rendah atau menurun. Vaskulitis Henoch-Schönlein purpura pada anak-anak sering menyebabkan epididimitis akibat adanya proses infeksi sistemik. blastomycosis. Penggunaan Amiodarone dosis tinggi Amiodarone adalah obat yang digunakan pada kasus aritmia jantung dengan dosis awal 600 mg/hari – 800 mg/ hari selama 1 – 3 minggu secara bertahap dan dosis pemeliharaan 400 mg/hari. i. Pada pemeriksaan . Prostatitis Prostatitis merupakan reaksi inflamasi pada kelenjar prostat yang dapat disebabkan oleh bakteri maupun non bakteri dapat menyebar ke skrotum. Penyebab infeksi lain brucellosis. f. Penggunaan Amiodarone dosis tinggi ini (lebih dari 200 mg/hari) akan menimbulkan antibodi amiodarone HCL yang kemudian akan menyerang epidididmis sehingga timbullah gejala epididimitis.

dan rasa terbakar saat miksi (akibat infeksi pada vesika urinaria yang disebut Cystitis). demam. nyeri pada daerah perineum. Tindakan pembedahan seperti prostatektomi Prostatektomi dapat menimbulkan epididimitis karena terjadinya infeksi preoperasi pada traktus urinarius. Tanda klinis pada epididimitis yang didapat saat melakukan pemeriksaan fisik adalah : • Pada pemeriksaan ditemukan testis pada posisi yang normal. Manifestasi klinis Gejala klinis Gejala yang timbul tidak hanya berasal dari infeksi lokal namun juga berasal dari sumber infeksi yang asli. Membengkak di permukaan dorsal testis yang sangat nyeri. j. nyeri panggul dan frekuensi miksi yang meningkat. . Hal ini terjadi pada 13% kasus yang dilakukan prostatektomi suprapubik. ukuran kedua testis sama besar. demam dan nyeri pada regio flank (akibat infeksi pada ginjal yang disebut pielonefritis). Tanda Klinis a. skrotum dan kadangkala ke daerah inguinal disertai peningkatan suhu badan yang tinggi. Nyeri mulai timbul dari bagian belakang salah satu testis namun dengan cepat akan menyebar ke seluruh testis. dan rasa perih dan terbakar saat miksi (akibat infeksi pada prostat yang disebut prostatitis). 1. Biasanya hanya mengenai salah satu skrotum saja dan tidak disertai dengan mual dan muntah. dan tidak terdapat peninggian pada salah satu testis dan epididimis.3. Gejala yang sering berasal dari sumber infeksi asli seperti duh uretra dan nyeri atau itching pada uretra (akibat uretritis). k. Kateterisasi dan instrumentasi Terjadinya epididimitis akibat tindakan kateterisasi maupun pemasangan instrumentasi dipicu oleh adanya infeksi pada urethra yang menyebar hingga ke epididimis. urgensi. Gejala lokal pada epididimitis berupa nyeri pada skrotum.colok dubur didapatkan prostat yang membengkak dan terasa nyeri jika disentuh.

Namun pemeriksaan ini kurang spesifik. Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan laboratorium yang dapat digunakan untuk mengetahui adanya suatu infeksi adalah : • • • • • Pemeriksaan darah dimana ditemukan leukosit meningkat dengan shift to the left (10. merah dan bengkak karena adanya udem dan infiltrat. epididimitis dapat disertai dengan anomali kongenital pada traktus urogenitalis seperti ureter ektopik.000/µl) Kultur urin dan pengecatan gram untuk kuman penyebab infeksi Analisa urin untuk melihat apakah disertai pyuria atau tidak Tes penyaringan untuk klamidia dan gonorhoeae Kultur darah bila dicurigai telah terjadi infeksi sistemik pada penderita c. Kulit skrotum teraba panas. Pemeriksaan menggunakan ultrasonografi dilakukan untuk melihat aliran darah pada arteri . Funikulus spermatikus juga turut meradang menjadi bengkak dan nyeri. b. dll. pemeriksaan radiologis yang dapat digunakan adalah : • Color Doppler Ultrasonography Pemeriksaan ini memiliki rentang kegunaan yang luas dimana pemeriksaan ini lebih banyak digunakan untuk membedakan epididimitis dengan penyebab akut skrotum lainnya. Biasanya didapatkan eritema dan selulitis pada skrotum yang ringan Pada anak-anak. Pemeriksaan Radiologis Sampai saat ini. epididimis dan testis tidak dapat diraba terpisah karena bengkak yang juga meliputi testis.000-30. Keefektifan pemeriksaan ini dibatasi oleh nyeri dan ukuran anatomi pasien (seperti ukuran bayi berbeda dengan dewasa). • • • • Pembesaran kelanjar getah bening di regio inguinalis.Setelah beberapa hari. • • Hasil pemeriksaan refleks kremaster normal Phren sign bernilai positif dimana nyeri dapat berkurang bila skrotum diangkat ke atas karena pengangkatan ini akan mengurangi regangan pada testis. Pada colok dubur mungkin didapatkan tanda prostatitis kronik yaitu adanya pengeluaran sekret atau nanah setelah dilakukan masase prostat. vas deferens ektopik.

azithromycin. Penanganan epididimitis lainnya berupa penanganan suportif. namun penggunaannya telah dibatasi karena terbukti resisten terhadap kuman gonorhoeae Sefalosforin Levofloxacin atau ofloxacin untuk mengatasi infeksi klamidia dan digunakan pada pasien yang alergi penisilin Doksisiklin. 3. aliran darah pada arteri testikularis cenderung meningkat. Identifikasi masalah tumbuh kembang Nyeri saat miksi karena infeksi menyebabkan keengganan buang air kecil. Ultrasonografi juga dapat dipakai untuk mengetahui adanya abses skrotum sebagai komplikasi dari epididimitis.testikularis. Antibiotik yang sering digunakan adalah : • • • • Fluorokuinolon. seperti : • • • • • Pengurangan aktivitas Skrotum lebih ditinggikan dengan melakukan tirah baring total selama dua sampai tiga hari untuk mencegah regangan berlebihan pada skrotum. Pada epididimitis. Penatalaksanaan Medis Penatalaksanaan medis ada beberapa cara diantaranya adalah : a. Kronik epididimitis dapat diketahui melalui pembesaran testis dan epididimis yang disertai penebalan tunika vaginalis dimana hal ini akan menimbulkan gambaran echo yang heterogen pada ultrasonografi. Antibiotik digunakan bila diduga adanya suatu proses infeksi. dan tetrasiklin digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri non gonokokal lainnya b. 2. Kompres es Pemberian analgesik dan NSAID Mencegah penggunaan instrumentasi pada urethra Penatalaksanaan Bedah Penatalaksanaan di bidang bedah meliputi : • Scrotal exploration .

4. pada saat udara dingin di luar. • Selalu menjaga kebersihan daerah urogenital agar tidak terinfeksi bakteri non spesifik seperti bakteri coliforms (misalnya E coli. • Pemasangan kateter secara benar sesuai prosedur dan steril. Torsio testis kadang-kadang disebut “winter syndrome”. Diagnosis tentang gangguan intrascrotal baru dapat ditegakkan saat dilakukan orchiectomy. • Epididymectomy Tindakan ini dilaporkan telah berhasi mengurangi nyeri yang disebabkan oleh kronik epididimitis pada 50% kasus. • Epididymotomy Tindakan ini dilakukan pada pasien dengan epididimitis akut supurativa. Klebsiella). 4. Scrotum laki-laki . TESTICULAR TORSION 1.ganti pasangan. Ini merupakan kondisi yang paling penting karena merupakan kasus emergensi yang harus segera ditangani. Tindakan Pencegahan • Untuk pencegahan epididimitis yang disebabkan oleh infeksi clamidia disarankan untuk melakukan hubungan seksual yang aman yaitu tidak berganti. sehingga bisa meminimalisir adanya infeksi pada urethra yang bisa berkembang menjadi epididimitis. Proteus. Hal ini karena sering terjadi pada musim dingin. Pseudomonas. Testicular torsion jangka panjang akan menyebabkan kematian testis dan jaringan di sekitarnya.Tindakan ini digunakan bila telah terjadi komplikasi dari epididimitis dan orchitis seperti abses.DEFINISI Torsio testis adalah terpeluntirnya funikulus spermatikus yang berakibat terjadinya gangguan aliran darah pada testis. pyocele. Waktu penanganan yang lama dpat menyebabkan kerusakan permanen perawatan juga diperlukan untuk menghindari terulangnya kembali torsio testis. maupun terjadinya infark pada testis.

testis dan epididimis dikelilingi oleh tunika vaginalis yang terdiri atas 2 lapis. namun demikian tetap harus dipertimbangkan pada pasien dengan sakit di skrotum.yang berada pada tempat yang hangat akan mengendur. Keadaan ini diderita oleh 1 diantara 4000 pria yang berumur kurang dari 25 tahun. yaitu lapisan viseralis yang langsung menempul ke testis dan di sebelah luarnya adalah lapisan parietalis yang menempel ke muskulus dartos pada dinding skrotum. scrotumnya diekspose pada udara ruangan yang lebih dingin. trauma pada skrotum. Secara fisiologis otot kremaster berfungsi menggerakkan testis mendekati dan menjauhi rongga abdomen guna mempertahankan suhu ideal untuk testis. Jika spermatic cord terbelit saat skrotum melonggar. Pada permukaan anterior dan lateral. Saat dia bangun. Kondisi nyata yang sering memicu terjadinya torsio testis adalah: aktifitas fisik yang berlebih. Torsio testis jarang ditemukan di atas umur 25 tahun. kontraksi yang tiba-tiba yang dihasilkan dari perubahan temperature yang tiba-tiba dapat merubah posisi testis. Beberapa keadaan yang menyebabkan pergerakan yang berlebihan itu. Hasilnya adalah testicular torsion. Adanya kelainan sistem penyanggah testis menyebabkan testis dapat mengalami torsio jika bergerak secara berlebihan. dan paling banyak (90%) diderita oleh anak pada masa pubertas (12-20 tahun). Etioligi Seorang lelaki yang menderita torsio testis bisa disebabkan karena factor keturunan. Insiden terbesar pada bayi berumur kurang dari satu tahun (jenis torsi ekstravaginal) dan anak laki-laki pada masa pubertas (jenis torsi intravaginal). Di samping itu tidak jarang janin yang masih berada di dalam uterus atau bayi baru lahir menderita torsio testis yang tidak terdiagnosis sehingga mengakibatkan kehilangan testis baik unilateral ataupun bilateral. Patogenesis Testis normal dibungkus oleh tunika albuginea. antara lain adalah perubahan suhu yang .

pada kelainan ini tunika mengelilingi seluruh permukaan testis sehingga mencegah insersi epididimis ke dinding skrotum. Tunika vaginalis yang seharusnya mengelilingi sebagian dari testis pada permukaan anterior dan lateral testis. . dan iskemia.mendadak (seperti pada saat berenang). namun pada beberapa pasien torsio timbul pada saat pasien tidur. celana yang terlalu ketat. atau trauma yang mengenai skrotum. Pada beberapa pasien berhubungan dengan aktivitas fisik yang berat. Terpelintirnya funikulus spermatikus menyebabkan obstruksi aliran darah testis sehingga testis mengalami hipoksia. Pada akhirnya testis akan mengalami nekrosis. Kelainan ini dikenal sebagai anomali bellclapper. Mekanisme yang memicunya tidak diketahui. Keadaan ini akan memudahkan testis mengalami torsio intravaginal. Keadaan ini menyebabkan testis dan epididimis dengan mudahnya bergerak di kantung tunika vaginalis dan menggantung pada funikulus spermatikus. latihan yang berlebihan. batuk. edema testis. Terpluntirnya testis pada keadaan ini disebut torsio testis ekstravaginal. Torsio testis intravaginal lebih sering terjadi pada sisi kiri karena korda spermatikus kiri lebih panjang daripada yang kanan sehingga lebih mudah terjadi puntiran. defekasi. Adanya kontraksi spasmodik serat-serat otot kremaster menyebabkan terpuntirnya korda spermatikus dan testis. Faktor yang memperbesar kemungkinan terjadinya torsio testis karena adanya kelainan pada saat turunnya testis dari rongga abdomen di mana terdapat insersi yang tinggi lapisan parietal tunika vaginalis. epididimis. duduk atau pada situasi nonaktif lainnya. terpuntir bersama tunika vaginalis. Terjadinya torsio testis pada masa remaja banyak dikaitkan dengan kelainan sistem penyanggah testis. Torsio testis intravaginal terjadi karena korda spermatikus. Pada masa janin dan neonatus lapisan parietal yang menempel pada muskulus dartos masih belum banyak jaringan penyanggahnya sehingga testis. ketakutan. dan tunika vaginalis mudah sekali bergerak dan memungkinkan untuk terpluntir pada sumbu funikulus spermatikus. juga testis.

Gejala penting yang sangat membantu adalah adanya nyeri testis yang hilang timbul dengan hilangnya rasa sakit secara spontan dalam waktu singkat. apakah elevasi (pengangkatan) testis akan meningkatkan rasa sakit. Pemeriksaan ini dikonfirmasikan dengan sisi yang tidak sakit. Dokter akan melakukan pemeriksaan palpasi (perabaan dengan jari-jari tangan). pasien harus diperiksa testisnya. Pada bayi gejalanya tidak khas yakni gelisah. Keadaan ini biasanya tidak disertai dengan demam. Kemudian pasien akan diperiksa dalam keadaan tidur terlentang. Kerusakan yang menetap akan terjadi bila torsio tidak ditangani dalam 5-12 jam sejak terasa sakit. pemeriksaan yang paling penting adalah pemeriksaan fisik.Gambaran Klinis Gejala yang timbul adalah rasa sakit yang sedang sampai berat pada testis yang torsio. testis membengkak. dapat diraba adanya lilitan atau penebalan funikulus spermatikus. rewel atau tidak mau menyusui. Biasanya pasien mengeluh nyeri hebat di daerah skrotum. Nyeri dapat menjalar sepanjang korda spermatikus ke daerah inguinal. yang sifatnya mendadak dan diikuti pembengkakan pada testis. Gejala-gejala salurah kemih sangat jarang ditemukan. Pada pemeriksaan fisis. letaknya lebih tinggi dan lebih horizontal daripada testis sisi kontralateral. Testis yang mengalami torsio biasanya terlihat menonjol dan retraksi (memendek) di dalam skrotum. . Oleh karena itu setiap ada keluhan sakit perut bagian bawah. Diagnosis Untuk menegakkan diagnosis. Kadang-kadang pada torsio testis yang baru saja terjadi. Bila torsio berlanjut terus suplai darah ke testis berkurang dan dapat menyebabkan kerusakan bahkan kematian jaringan testis. Pada torsio intravaginal terdapat obstruksi vena yang menyebabkan pembesaran dan udema testis. Keadaan itu dikenal sebagai akut skrotum. Apakah ada penebalan korda spermatikus dan berapa derajat torsio yang terjadi. Keluhan biasanya disertai mual dan muntah karena tidaka danya suplai darah pada testis. ke panggul atau abdomen bagian bawah sehingga jika tidak diwaspadai sering dikacaukan dengan apendisitis akut.

ada riwayat coitus suspectus (dugaan melakukan senggama dengan bukan isterinya). Tumor testis Benjolan tidak dirasakan nyeri kecuali terjadi perdarahan di dalam testis. 2. Hernia skrotalis inkarserata Biasanya pada anamnesis didapatkan benjolan yang dapat keluar dan masuk ke dalam skrotum. filariasis. Nyeri skrotum akut biasanya disertai dengan kenaikan suhu tubuh. adanya pembuntuan saluran limfe inguinal. Pasien epididimitis akut biasanya berumur lebih dari 20 tahun dan pada pemeriksaan sedimen urine didapatkan adanya leukosituria atau bakteriuria. Jika dilakukan elevasi (pengangkatan) testis. kecuali pada torsio testis yang sudah lama dan telah mengalami keradangan steril. Epididimitis akut Penyakit ini secara klinis sulit dibedakan dengan torsio testis. 3. dan sintigrafi testis yang kesemuanya bertujuan menilai adanya aliran darah ke testis. Hidrokel terinfeksi Dengan anamnesis sebelumya sudah ada benjolan di dalam skrotum 4. atau kelainan-kelainan yang tidak diketahui sebabnya (idiopatik) . pada epididimitis akut terkadang nyeri akan berkurang sedangkan pada torsio testis nyeri tetap ada (tanda dari Prehn). Edema skrotum Dapat disebabkan oleh hipoproteinemia. Pemeriksaan penunjang yang berguna untuk membedakan torsio testis dengan keadaan akut skrotum yang lain adalah dengan memakai: stetoskop Doppler. terjadi peningkatan aliran darah ke testis. kelainan jantung. Pada torsio testis tidak didapatkan adanya aliran darah ke testis sedangkan pada keradangan akut testis.Pemeriksaan sedimen urine tidak menunjukkan adanya leukosit dalam urine dan pemeriksaan darah tidak menunjukkan tanda inflamasi. Diagnosis Banding 1. keluarnya nanah dari uretra. ultrasonografi Doppler. 5. atau pernah menjalani kateterisasi uretra sebelumnya.

Karena arah torsio biasanya ke medial maka dianjurkan untuk memutar testis ke arah lateral dahulu. Sebagian besar urolog meyakini bahwa testis sebaiknya diangkat kerena adanya fenomena autoimun dari testis yang ditinggalkan. Setelah diagnosis ditegakkan terapi harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya infark testis. Detorsi Manual Detorsi manual adalah mengembalikan posisi testis ke asalnya. kemudian jika tidak terjadi perubahan. harus dibuat sutura di 2-3 lokasi di dalam skrotum sehingga tidak terjadi torsio di kemudian hari. Setelah observasi selama 20-30 menit diamati apakah testis yang semula berwarna biru kehitaman kembali ke warna normalnya yang kemerahan. dicoba detorsi ke arah medial. Jika dirawat dalam waktu 6 jam. Sekali testis mati harus dihilangkan untuk mencegah infeksi gangrene. Beberapa urolog berpendapat bahwa meskipun testis tidak cukup viable untuk proses spermatogenesis tetapi sel Leydig masih dapat memproduksi testosteron. Bila testis tidak diangkat. Mula-mula dilakukan eksplorasi. . yaitu dengan jalan memutar testis ke arah berlawanan dengan arah torsio. Hilangnya nyeri setelah detorsi menandakan bahwa detorsi telah berhasil. Jika detorsi berhasil operasi harus tetap dilaksanakan. Dengan ditegakkannya diagnosa dan perawatan testis dapat diselamatkan pada sebagian besar kasus. Untuk mengetahui apakah dengan cara melakukan detorsi (mengembalikan torsio ke keadaan semula). Pada testis kontralateral (sisi yang lain) dilakukan hal yang sama karena biasanya faktor predisposisi yang memungkinkan terjadinya torsio (insersi tunika vaginalis yang tinggi) terjadi bilateral. terdapat kemungkinan hamper 100% untuk menyelamatkan testis. Dalam 24 jam yaitu 20% dan setelah 24 jam mendekati 0.Terapi Secara klinis dan eksperimental infark (kematian jaringan) testis timbul bila suplai darah terganggu selama 5-12 jam. kemudian dilakukan kompres hangat. Sehingga testis hanya diangkat bila terjadi gangren (pembusukan). Testicular torsion adalah keadaan medis yang darurat yang memerlukan perawatan dengan segera. Dalam 12 jam akan menurun hingga 70%.

Testis yang telah mengalami nekrosis jika tetap dibiarkan berada di dalam skrotum akan merangsang terbentuknya antibodi antisperma sehingga mengurangi kemampuan fertilitas dikemudian hari.Operasi Tindakan operasi ini dimaksudkan untuk mengembalikan posisi testis pada arah yang benar (reposisi) dan setelah itu dilakukan penilaian apakah testis yang mengalami torsio masih viable (hidup) atau sudah mengalami nekrosis. Jika testis masih hidup. sedangkan pada testis yang sudah mengalami nekrosis dilakukan pengangkatan testis (orkidektomi) dan kemudian disusul orkidopeksi pada testis kontralateral. . dilakukan orkidopeksi (fiksasi testis) pada tunika dartos kemudian disusul orkidopeksi pada testis kontralateral. Orkidopeksi dilakukan dengan mempergunakan benang yang tidak diserap pada 3 tempat untuk mencegah agar testis tidak terpluntir kembali.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->