BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Pertumbuhan dan perkembangan seorang anak berawal pada saat konsepsi (intrauteri) hingga masa pertumbuhan dan perkembangan itu berakhir yaitu saat dewasa. Namun, terkadang pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut dapat mengalami suatu gangguan. Gangguan tersebut dapat berupa gangguan bentuk anatomi, fisiologi maupun psikososial seorang anak yang dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor diantaranya; penyakit, stressor, lingkungan,nutrisi dan lain-lain. Berkembangnya berbagai macam kasus penyakit pada anak dalam kurun waktu terakhir ini dapat menimbulkan berbagai macam gangguan baik pada segi kesehatan maupun perkembangan seorang anak. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu penanganan dan asuhan yang efektif dan efisien agar gangguan tersebut tidak berakibat fatal pada proses kedewasaannya, jika gangguan tersebut tidak ditangani dengan baik maka akan mempengaruhi kualitas SDM yang ada. Pasalnya anak atau generasi muda merupakan aset penerus perjuangan Bangsa dan Negara. Remaja merupakan populasi yang besar, sekitar seperlima penduduk dunia adalah remaja yang berusia 10-19 tahun. Kualitas generasi penerus ditentukan oleh berbagai upaya yang dilakukan agar masa remaja yang penuh gejolak ini dapat dilewati dengan mulus. Banyak remaja yang gagal menjadi dewasa yang sukses, yang disebabkan oleh masalah sosial ekonomi, ganguan tumbuh kembang psikobiologikal, juga tersangkut masalahmasalah kenakalan yang menjurus kekriminalitas seperti mencuri, merampok, membunuh, memperkosa, pangguna dan pengedar obat terlarang dan sebagainya. Masalah yang paling mengganggu bagi remaja adalah masalah biologis diantaranya yaitu; Akne, gangguan disfungsional seksual, obesitas dan lain-lain. Hal ini disebabkan karena remaja lebih berorientasi pada penampilan fisik yang ideal sehingga jika terjadi suatu gangguan pada fisiknya maka akan mempengaruhi seluruh aspek hidupnya.

1.2 TUJUAN 1.2.1 Tujuan Umum Mengetahui masalah-masalah yang terjadi pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia remaja. 1.2.2 Tujuan Khusus 1. Mengetahui definisi akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 2. Mengetahui etiologi pada akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 3. Mengetahui manifestasi klinis dari akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 4. Mengidentifikasi masalah tumbuh kembang yang diakibatkan oleh akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 5. Mengidentifikasi penatalaksanaan dari akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 6. Mengidentifikasi pencegahan akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 1.3 RUMUSAN MASALAH 1. Apa definisi dari akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 2. Bagaimana etiologi dari akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 3. Bagaimana manifestasi klinis dari akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 4. Masalah tumbuh kembang apa yang muncul pada anak usia remaja dengan akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 5. Bagaimana penatalaksanaan untuk akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis.

6. Bagaimana pencegahan dari akne, phenile problem, torsio testicular, dan epididimitis. 1.4 MANFAAT Agar mahasiswa lebih mengerti tentang definisi masalah dan asuhan keperawatan pada remaja yang mengalami Akne, Torsio Penis, Epididimitis dan Penile Problem.

BAB 2 ISI 1. ACNE 1.
1.

Definisi Jerawat dikenal juga sebagai acne vulgaris, yaitu radang kronis dari folikel pilosebacea yang disertai dengan penyumbatan atau penimbunan keratin dan ditandai dengan adanya komedo, pustula, papel, nodula, kista dan sikatrikskista 2. Akne adalah penyakit kulit yang terjadi akibat peradangan menahun folikel pilosebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustul, nodus, dan kista pada tempat predileksinya. 3. Akne vulgaris adalah penyakit peradangan menahun folikel pilosebasea yang umumnya terjadi pada masa remaja dan dapat sembuh sendiri. Gambaran klinis akne vulgaris sering polimorfi; terdiri atas berbagai kelainan kulit berupa komedo, papul, pustul, nodul, dan jaringan parut, yang terjadi akibat kelainan aktif tersebut, baik jaringan parut yang hipotrofik maupun yang hipertrofik( seperti ditulis pada artikel Segala Sesuatu tentang Jerawat oleh Dito Anurogo, S. Ked,up date 21 Agustus 2008,www.kabarindonesia.com) 4. akne vulgaris adalah peradangan kronis pada folikel pilosebaseus yang secara klinis ditandai adanya komedo, papula, pustula, nodul, dan kista, pada daerah predileksi yaitu di wajah, bahu, lengan atas, dada dan punggung bagian atas, yang sering dijumpai pada usia remaja dan dewasa muda (12-35 tahun), insiden tertinggi pada wanita(14-17 tahun) dan pada pria(16-19 tahun)(Clark.1993)( seperti ditulis pada Asuhan Keperawatan Akne vulgaris oleh Ns.Lukman, S.kep,M.M, up date Senin,31 Maret 2008,www.lukman.blogspot.com) 5. Akne vulgaris adalah suatu penyakit yang disebabkan inflamasi kronik dari unit pilosebasea yang ditandai oleh pembemtukan komedo, papul, pustule, nodul, dan pada beberapa kasus disertai jaringan parut, dengan

Enzim 5 Alfa reductase merubah testosterone menjadi dihidrotestosteron yang dianggap sebagai androgen jaringan yang paling poten. Aktifitas kelenjar sebasea diatur oleh androgen. sehingga DHEA-S disebut acne androgen Pada saat pubertas androgen yang dihasilkan oleh gonad (ttestis pada pria dan ovarium pada perempuan) terutama testosterone. dan punggung(Soetjiningsih. Proses inflamasi 1. Kolonisasi Propionibacterium acnes 4. baik androgen yang terdapat di dalam sirkulasi maupun androgen yang dihasilkan oleh jaringan. memegang peranan dalam proses ini. lengan atas. leher.Etiologi 4 faktor utama yang berperan dalam pathogenesis akne vulgaris adalah: 1. Keratinisasi abnormal duktus pilo-sebasea 3. Aktifitas enzim ini juga terjadi di epitel .menstimulasi pembentukan komedo. Peningkatan produksi sebum 2. Androgen yang dikeluarkan oleh kelenjar adrenal terutama dehydroepandrosterone sulphate (DHEA-S) merangsang aktifitas kelenjar sebasea.predileksi di wajah.2004) 2. ikut berperan merangsang kelenjar sebasea. Peningkatan produksi sebum Penderita dengan akne vulgaris memiliki produksi sebum yang lebih dari rata-ratadan biasanya keparahan akne sebanding dengan jumlah produksi sebum. Meningkatnya aktifitas kelenjar sebasea pada penderita akne yang mempunyai kadar hormon androgen yang normal mungkin disebabkan oleh meningkatnya aktifitas enzim 5 Alfa reductase dikelenjar sebasea. Kelenjar sebasea mulai berkembang esbelum pubertas. dada.

Remaja dengan kulit yang berminyak mengandung P.acnes yang lebih tinggi. Mikrokomedo merupakan lesi inisial akne dengan inflamasi dan non inflamasi. yaitu: 1. Androgen selain menstimulasi kelenjar sebasea juga berpengaruh pada hyperkeratosis saluran kelenjar 2. Pada penderita akne komposisi sebum menunjukan konsentrasi asam linoleat yang signifikan dan terdapat hubungan yang terbalik antara produksi sebum konsentrasi asam linoleat. yang sebagian besar penderita mempunyai kadar androgen yang normal di dalam sirkulasi. 3. Kolonisasi Propionibacterium acnes Organisme yang dominan sebagai flora di folikel pilo-sebasea adalah Propionibacterium acnes (P. terutama pada akne ringan dan sedang. Hal ini secara teori dikatakan dapat menginduksi hyperkeratosis folikel serta penurunan fungsi barier epitel. Lingkungan bakteri lebih penting . akne yang ada kaitannya dengan kelenjar endokrin. Komedo tertutup mengandung keratin dan debris lemak.infundibulum. tumor pada kelenjar adrenal atau ovarium mempunyai kadar yang tinggi di dalam serum 2. Beberapa penderita akne kistik yang berat. sedangkan komedo terbuka berasal dari oksidasi tirosin menjadi melanin melalui pori-pori yang terbuka. yaitu difteroid pleomorfik yang bersifat anaerob. Androgen jaringan khususnya dihidrostestosteron kemungkinan memegang peranan penting dalam pathogenesis akne. sehingga hormone androgen diperkirakan berperan pada hiperkeratinisasi folikuler yang timbul pada penderita akne. Keratinisasi abnormal duktus pilo-sebasea Pada penderita akne terjadi hyperkeratosis duktus pilo-sebasea yang secara klinis tampak sebagai komedo tertutup (whitehead) dan komedo terbuka (blackhead) yang didahului oleh mikrokomedo. seperti hyperplasia adrenal congenital. Penyebab terjadinya hyperkeratosis.acnes).

acnes yang terdapat di dalam folikel. . dan Asupan nutrisi mempengaruhi pertumbuhan P. Pelepasan factor kemotaktik oleh P.acnes dapat mengaktifasi komplemen melalui jalur klasik dan alternative.acnes di dalam folikel meningkat.acnes masuk ke dermis. hyaluronate lyase. 4. Fraksi asam lemak bebas ini dapat menginduksi inflamasi dan mempengaruhi kekentalan sebum. Aktivasi komplemen dari penjamu Proliferasi P. Pada studi in-vitro ditunjukan bahwa oxygen tension. kemudian isi folikel seperti sebum. pH. yang berperan dalam patogenesis akne vulgaris. rambut dan P. P. Enzim hidrolisis yang dihasilkan lekosit dapat merusak dinding folikel. epitel yang mengalami keratinisasi. sehingga jumlah P.acnes dapat memicu reaksi reaksi radang imun dan non imun: 1.acnes memproduksi lipase yang dapat menghidrolisis trigliserida dari sebum menjadi asam lemak bebas yang bersifat iritasi dan komedogenik 2. Reaksi imun ini akan menghasilkan C5a yang bersifat neutrophilic chemotactic factor dan menimbulkan inflamasi lanjutan. P. P. Reaksi non-imun benda asing dimulai pertama kali oleh mononuclear.acnes menghasilkan enzim hidrolitik yang dapat merusak jaringan sehingga timbul inflamasi(reaksi imun). sehingga timbul inflamasi. 3. Lekosit yang ditarik oleh C5a menangkap P. kemudian oleh sel makrofag dan sel raksasa.acnes kemungkinan terjadi akibat produksi sebum yang meningkat.dibandingkan dengan jumlah bakteri dalam pembentukan lesi akne.acnes akan menarik lekosit ke daerah lesi. Proses inflamasi Proses inflamasi disebabkan oleh mediator aktif yang dihasilkan oleh P. P.acnes dan produksi substansi aktif seperti lipase. protease. dan smooth muscle contracting substance.acnes menghasilkan enzim lipase yang dapat mengubah trigliserid dalam sebum menjadi asam lemak bebas. fosfatase.

. pembesaran kelenjar ini mensekresi minyak alami(sebum) merembes hingga folikel rambut dan mengalir permukaan kulit. Faktor Genetik atau Faktor Keturunan. Pada anakanak kelenjar sebasea masih kecil dan belum berfungsi. stimulasi hormone Androgen akan meningkatkan daya responsive kelenjar sebasea sehingga menimbulkan akne yang mengakibatkan duktus polisebaseus tersumbat oleh tumpukan sebum dan tumpukan tersebut akhirnya membentuk komedo. Aktivitas Hormonal Aktivitas hormonal pada proses perubahan atau siklus hormonal yang terjadi pada seseorang dapat menyebabkan timbulnya jerawat. Pada masa pubertas hormone Androgen menstimulasi kelenjar sebasea sehingga kelenjar sebasea membesar. dan hanya 8 % bila kedua orang tuanya tidak menderita akne. Kelenjar sebasea dibawah kendali endokrin. Pada remaja yang berjerawat. 2. Ada hubungan antara sindrom XYY dengan akne yang berat.). Penelitian di Jerman menunjukan bahwa akne terdapat pada 45 % remaja yang salah atau kedua orang tuanya menderita akne.Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya acne 1. Faktor genetic memegang peranan penting terhadap kemungkinan seseorang menderita akne. khususnya hormon androgen.

Semisal androgens testosterone. Iklim Cuaca yang panas dan lembab memperburuk akne. dan juga dehydroepiandrosterone sulfate (DHEAS). Diet Tidak ditemukan adanya hubungan antara akne dengan asupan total kalori dan jenis makanan.Beberapa jenis hormon juga sering dikaitkan sebagai penyebab terjadinya Jerawat. Kosmetika Misalnya: Moisturizers. insulit-like growth factor (IGF-I). Pil Pengontrol Kelahiran atau pil KB 6. dihydrotestosterone (DHT). Lingkungan yang mengandung kadar klorin yang tinggi terutama chlorinated dioxins. Pajanan sinar matahari yang berlebihan dapat memperburuk akne. misalnya pada akne topical atau akne akibat kerja sebagai contoh pekerjaan di tempat yang panas dan lembab seperti di dapur atau tempat cuci pakaian. 2. yang menyebabkan jerawat parah disebut Chloracne. Hidrasi pada stratum korneum epidermis dapat merangsang terjadinya akne. foundation 7. 4. walaupun beberapa penderita menyatakan akne bertamabah parah setelah mengkonsumsi makanan tertentu seperti lemak dan coklat. Stress Akne dapat kambuh atau bertambah buruk pada penderita dengan stress emosional. 3. . 5. Lingkungan Akne lebih sering ditemukan dan gejalanya lebih berat di daerah industry dan pertambangan dibandingkan dengan di pedesaan.

bakteri) ke dermis. Sering muncul 1-2 tahun sebelum pubertas.3. terbentuk dari lipid/minyak yang tersumbat. Manifestasi klinis Akne vulgaris ditandai dengan 4 tipe dasar lesi : 1. Papul . papula (lesi inflamasi superfisial) 3. Komedo terbuka dapat terjadi karena akumulasi lipid. Komedo tertutup adalah lesi obstruktif. Komedo tertutup dapat menjadi terbuka jika isi saluran mempunyai hubungan dengan lingkungan luar serta mengalami ruptur dan menimbulkan reaksi inflamasi yg disebabkan oleh perembesan isi folikel (sebum. dan keratin yang menyumbat folikel berupa papula kecil berwarna keputihan dengan lubang folikuler yg halus.pustula dan kista inflamatorik. pustule (lesi inflamasi superfisial) 4. dan debris epitel. bakteri. Lesi dapat berupa komedo tertutup dan terbuka.keratin. komedo terbuka dan tertutup (lesi non inflamasi) 2. berupa papula eritematosa. lesi nodulokistik (lesi inflamasi dalam) Komedo Komedo adalah tanda awal dari akne.

Derajat Akne (Stawiski. < 10 pada salah satu sisi wajah 2. Jaringan parut hipertrofik atau keloid sering terdapat di dada. Derajat II : komedo . garis rahang (jaw line). dan telinga. punggung. Ice-pick scar. Papul superficial sembuh dalam 5-10 hari dengan sedikit jaringan parut tetapi dapat terjadi hiperpigmentasi pasca inflamasi terutama pada remaja dengan kulit berwarna gelap. merupakan jaringan parut depresi dengan bentuk ireguler terutama di wajah 2. Derajat I : komedo . lebih sering ditemukan pada orang berkulit gelap. Fibrosis peri-folikuler ditandai dengan cincin kuning di sekitar folikel 3. Papul yang lebih dalam penyembuhannya memerlukan waktu yang lebih lama dan dapat meninggalkan jaringan parut Pustul Pustul akne vulgaris merupakan papul dengan puncak berupa pus. Jaringan Parut Ada beberapa bentuk jaringan parut antara lain : 1. Biasanya usia pustule lebih pendek dari papul Nodul Nodul pada akne vulgaris merupakan lesi radang dengan diameter 1 cm atau lebih disertai rasa nyeri dan lesi dapat bertahan sampai beberapa minggu atau bulan. papula/pustula . papula/pustula . Lesi bentuk inilah yang menimbulkan jaringan parut. papula/pustula. Derajat IV : komedo . papula/pustula . Derajat III : komedo .1992) 1.> 50 pada salah satu .10-20 pada salah satu sisi wajah 3. 25-50 pada salah satu sisi wajah 4.Papul merupakan reaksi radang dengan diameter <5 mm.

lesi terbatas pada komedo bagian tengah wajah. sikatrik berlubang. Peran orang terdekat. 2. kedalaman dan kronisitas proses. terutama penampilan fisiknya. karena pada usia remaja. Apalagi jika usaha tersebut tidak berhasilremaja yang coping positifnya rendah. bentuk yang paling ringan yang sering terlihat pada awal usia remaja. bahkan psikisnya. teman dan orang tua khususnya sangatlah penting daam hal ini. tergantung keparahan. Lesi yang mendominasi pada kening. Mengenai tubuh paling sering pada laki-laki. Mencoba semua merek penghilang jerawat yang ada di sponsor sampai ritual tradicional dari orang tua akan dilakukan. atrofi atau hipertrofi dapat ditemukan di sela-sela. fisik. cenderung merasa minder. Berbagai macam cara akan dilakukan agar jerawat tersebut hilang. Lesi dapat mengenai dada. bisa membuat seorang remaja resah. Orang terdekatlah yang harus setia dan memperhatikan saat ia merasa sedih dan putus asa. Ritual/usaha ini akan banyak menyita waktu. seseorang anak ingin menampilkan diri sebagai remaja yang sempurna. terutama saat.2004) Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengobatan akne adalah: . teman-temannya mencela fisiknya yang berhubungan dengan jerawat. Satu jerawat saja yang ada diwajahnya. punggung atas dan daerah deltoid. Masalah yang muncul Remaja yang mengalami jerawat. materi. 3. Hal ini dapat dimaklumi. bisa merasa frustasi dengan masalah ini.sisi wajah Satu atau lebih tipe lesi dapat mendominasi. Pentalaksanaan Tujuan Utama dalam penatalaksanaan ini adalah menghindari trauma psikologis dan terjadinya jaringan parut( Soetjiningsih. Lesi sering menyembuh dengan eritema dan hiperpigmentasi pasca Madang sementara. terutama komedo tertutup sering disebabkan oleh penggunaan sedian minyak rambut (akne pomade).

6. Melakukan anamnesia dan pemeriksaan fisik Penderita wanita perlu diperiksa adanya hirsutisme. alopesia dan obesitas.1. yaitu: 1. 3. akne Pengobatan akne vulgaris terdiri dari : Akne nodular yang tidak memberikan respon terhadap antibiotik Pada wanita. Akne dengan inflamasi sedang sampai berat dan akne inflamasi yang tidak memberikan respon terhadap antibiotik topikal memerlukan antibiotik sistemik 5. Perhatian terhadap keadaan emocional remaja tidak bolah diabaikan 2. atau tazaroten topikal pada malam hari . topikal 4. atau benzoil peroksid tambahan tretinoin. Perlu ditanyakan tentang siklus menstruasi dan penggunaan pil kontrasepsi oral Secara umum ada 4 prinsip utama dalam pengobatan penderita akne. Diet makanan tidak meningkatkan keparahan akne sehingga pembatasan diet tidak diperlukan. Menghambat inflamasi Pemberian pengobatan pada penderita akne didasarkan atas berat dan luasnya lesi : 1. pil kontrasepsi oral dapat diberikan untuk semua jenis sistemik diberikan isotretinoin oral dengan pengawasan yang ketat Akne komedonal yang ringan diberikan obat akne yang Akne komedonal yang sedang sampai berat diberikan obat Akne dengan inflamasi ringan diberikan tambahan antibiotik mengandung asam salisilat. Penurunan jumlah bakteri di dalam folikel terutama P. resorsinol. Pengobatan memerlukan waktu beberapa bulan dan pengobatan topikal sering menyebabkan akne lebih parah dalam 3-4 minggu 3.acnes sehingga dapat mengurangi pembentukan produk inflamasi ekstraselular 4. Penurunan aktivitas kelenjar sebasea 2. adapalen. 2. sulfur. Memperbaiki keratinisasi folikel 3. kecuali pada penderita yang mengeluhkan penyakitnya memburuk setelah mengkonsumsi makanan tertentu 4.

kortikosteroid dan antiandrogen) 3. dan metronidazol) 2. Benzoil peroksid Benzoil peroksid merupakan antibakteri kyat yang mempunyai efek menurunkan jumlah P. sulfur. Bentuk sediaan dipilih sesuai dengan jenis kulit penderita. antibiotik topikal(klindamisin. retinoid (tretinoin.5-10%. Pembedahan Lain-lain 1. Krim cocok untuk remaja dengan kulit kering dan sensitif. Disamping itu juga bersifat komedolitik ringan. Benzoil peroksid tersedia dalam konsentrasi 2. Azelaic acid Obat ini dipakai untuk mengobati akne ringan sampai sedang yang mengalami inflamasi.1. tazaroten dan adapalen). dan hormon (kontrasepsi oral. Efek samping dapat berupa dermatitis kontak. a. b. Azelaic acid menganding asam dekarboksilat yang pada mulanyadipergunakan untuk hiperpigmentasi. Solutio dan gel bersifat mengeringkan dan tidak berminyak sehingga cocok untuk kulit berminyak. 4. azelic acid. Pengobatan diberikan sekali sehari kemudian ditingkatkan menjadi dua kali zaherí. resorsinol. rambut memutih dan mewarnai pakaian. Pengobatan topikal Asam salisilat. benzoil peroksid. acnes sehingga dapat menghambat hidrólisis trigliserid dengan akibat berkurangnya asam lemak bebas dipermukaan kulit. Pengobatan sistemik Antibiotik. Krim dan lotio lebih lembab sehingga cocok untuk sebagian besar penderita. Obat ini mempunyai efek menormalkan proses keratinisasi dan memyebabkan penurunan . 13-cis-retinoic acid(isotretinoin). eritromisin. Terapi topikal Bentuk sediaan sama pentingnya dengan kandungan bahan aktif.

kulit kering dan iritasi hiperpigmentasi atau hipopigmentasi sensitif terhadap sinar matahari berpotensi teratogenik. tazaroten. dan 0. Setelah pemakaian 3-4 minggu timbul erupsi postular sehingga nampak akne seperti memburuk.01%. solutio dengan konsentrasi 0.025%. Efek samping berupa pruritus. Efek samping dapat berupa: pengelupasan kulit. Adapalen mempunyai sifat antiinflamasi yang sedang sampai kuat . pada pemakaian topikal oabt diserap sangat sedikit dan belum ada laporan kelainan kongenital karena pemakaian topikal. c. dan 0. Pemakaian dimulai dengan konsentrasi rendah. ini menunjukkan obat sedang bekerja. Preparat terbaru retinod adalah tazaroten dan adapelen yang bersifat kurang iritasi dibandingkan dengan tretinoin. adapalen) Retinoid adalah derivat vitamin A yag bersifat komedolitik. dan bila telah adaptasi konsentrasi ditingkatkan. Azelaic acid lebih efektif bila dikobinasi dengan obat topikal lainnya.05%. Cara verja obat ini adalah dengan mengurangi hiperkeratosis dan kohesi sel epitel folikel sehingga pembentukan sumbatan folikel dan komedo terhambat. hindari pada daerah mulut dan sekitar mata. Dipakai pada malam hari.025%. rasa perih. mempunyai cara kerja yang sama dengan retinoid. Obat ini tersedia dalam bentuk krim 20%.05%.1%. bercak kemerahan dan hipopigmentasi. d. dioleskan dua kali sehari pada kulit yang bersih. Tretinoin tersedia dalam bentuk krim dengan konsentrasi 0.jumlah bakteri dalam folikel. Obat ini bersifat fotosensitif sehingga haris menghindari sinar matahari dan memakai tabir surya SPF 15 atau lebih pada siang hari. bersifat tahan sinar matahari dan kurang iritasi. gel dengan konsentrasi 0. Adapalen Adapalen merupakan derivat naphotoic acid. 0. Retinoid (tretinoin.

dipakai sekali sampai dua kali zaherí. sehingga mengurangi terjadinya inflamasi. dipakai setiap hari dan membutuhkan waktu 8-16 minggu untuk melihat hasilnya. Selain itu juga dapat mengurangi factor khemotaktik yang dihasilkan oleh P.dibandingkan dengan tretinoin yang mempunyai sifat antiinflamasi yang lemah. Tersedia dengan konsentrasi 0. klindamisin 1% dan metronidazole. Antibiotik topikal Antibiotik topikal berguna untuk mengurangi jumlah P.1% dalam bentuk gel. Antibiotik topikal yang sering digunakan adalah eritromisin 2%.05% dalam bentuk gel dan krim. Efek camping sama dengan golongan retinoid yang lain yaitu eritem. e. Adapalen tersedia dalam konsentrasi 0. f. pruritos. Bahan ini mempengarihi kohesi korneosit dan menekan inflamasi. Tazaroten Tazaroten merupakan bahan sintetik acetylenic retinoid yang cepat diserap oleh kulit dan berubah menjadi metabolit aktif yaitu tazarotenic acid.1% dan 0. akne ringan dan sedang. tetapi sering terjadi resistensi kuman. dan dapat dikombinasikan dengan obat topikal lainnya.acnes. Tazaroten dapat digunakan untuk psoriasis.acnes. Antibiotik sistemik juga mempunyai efek langsung pada . Antibiotik topikal mempunyai efek langsung pada kulit dan tidak menyebabkan efek camping sistemik. Obat bekerja dengan menurunkan populasi P. Cara pemakaiannya adalah dengan mengoleskan sepanjang malam dan boleh terkena sinar matahari. Antibiotik Antibiotik sistemik digaunakan pada lesi akne dengan inflamasi. sehingga lipase yang dihasilkan berkurang dan menyebabkan konsentrasi asam lemak bebas juga berkurang.acnes dan menurunkan kadar asam lemak bebas di permukaan kulit. 2. dan solutio. Pengobatan sistemik a. krim. rasa terbakar dan perih.

doksisiklin. Tetrasiklin juga menghambat pertumbuhan tulang pada fetos. walaupun jarana. Pemakaian dosis yang tinggi dapat terjadi vertigo dan tinitus. Efektif pada kasus akne yang tidak memberikan respon dengan pengobatan antibiotik sistemik lainnya. juga dapat dilaporkan dapat terjadi minocyclineinduce autoimune hepatitis dan systhemic lupus rythematosus-like síndrome. Dapson dan klindamisin Dapson dan klindamisin memberikan efek camping yang serius. dan dapson. sebaiknya hanya digunakan pada akne yang berat dan sulit disembuhkan. Isotretinoin ( 13-cis-retinoic acid ) . Kerugian utama dalam pemakaian doksisiklin adalah reaksi fotosensitifitas. yaitu dengan menekan factor khemotaktik. sehingga menimbulkan warna kuning yang kecoklatan pada gigi hermanen. dibagi menjadi dua dosis. Dosis diturunkan bila telah terjadi perbaikan dan dilanjutkan dengan dosis 250 mg per hari. eritromisin. Minosiklin Minosiklin diberikan dengan dosis terbagi 100-200 mg zaherí.reaksi inflamasi. Klindamisin dapat menimbulkan colitis pseudomembran yang dapat bersifat fatal. Tetrasiklin Tetrasiklin diberikan dengan dosis awal 500-1000 mg per hari. bayi dan pada anak dibawahumur 8 tahun. minosiklin. Doksisiklin Doksisiklin diberikan dengan dosis 2x50 mg senhari atau 2x100 mg saharí pada kasus yang berat. Tetrasiklin mempunyai afinitas yang kuat pada jaringan yang mengandung mineral dan dideposit pada gigi yang sedang tumbuh. Pada wanita hamil dan anak digunakan eritromisin. karena itu tetrasiklin tidak booleh diberikan pada wanita hamil. Antibiotik yang sering dipakai adalah tetrasiklin. b.

Hormon Pemakaian hormon pada terapi akne bertujuan untuk menghambat efek androgen pada kelenjar sebacea. Hal ini dapat dicapai dengan . c. Pengobatan dengan isotretinoin biasanya diberikan sampai 20 minggu. kulit dan mulut kering. Aspek yang nyata dari pengobatan isotretinoin adalah remisi yang komplit pada hampir semua kasus. Kadar trigliserid yang tinggi dapat menyebabkan xanthoma dan pankreatitis. Isotretinoin merupakan derivat vitamin A sintetik yang mempengaruhi keratinisasi dengan menekan produksi sebum dan pertumbuhan P. dan hiperostosis yang asimtomatis. Efek samping isotretionin pada kulit dan mukosa berupa kheilitis. Tes kehamilan harus dilakukan setiap bulan.1-0. isotretionin sebaiknya hanya digunakan pada penderita akne yang berat dan perlu dilakukan pemeriksaan darah lengkap. penurunan visus dimalam hari..5 mg/kg bb/hari dapat memberikan hasil yang sama namun resiko untuk kambuh lebih besar. fungsi hati dan kadar triggliserid serum. konjungtivitis. Oleh karena itu.Isotretinoin memberikan hasil yang baik pada akne nodulokistik yang berat dan pada akne yang sulit disembuhkan.acnes. dan remisi dapat bertahan selamabeberapa bulan sampai beberapa tahun. Efek samping lainnya adalah pseudomotor serebri. Dosis isotretinoin yang biasa diberikan adalah 1 mg/kg bb/hari dibagi dalam dua dosis dan diberikan bersama makanan. Dosis dapat dinaikkan sampai 2 mg/kg bb/hariuntuk penderita dengan lesi di punggungyang sangat berat atau untuk penderita yang gagal dengan terapi yang biasa diberikan. Dosis 0. selama terapi dan satu bulan setelah terapi dihentikan. Penderita harus menggunakan kontrasepsi yang efektif dimulai sebelum terapi diberikan. Kelainan sistemik berupa kelainan kadar lemak yaitu peningkatan trigliserid dan kolesterol darah. Obat ini mempunyai efek teratogenik sehingga pemberiannya pada wanita usia produktif harus diberikan penjelasan mengenai resiko pada kehamilan. sakit kepala.

5 mg per hari. Untuk pengobatan akne doberikan dalam bentuk kombinasi dengan etinil . Gonadotropin-releasing hormone agonist (GnRH agonist) GnRH agonist bekerja pada kelenjar pituitary dengan menghambat siklus pelepasan gonadotropin sehingga menekan steroidogenesis ovarium. misalnya kontrasepsi oral. menoragi dan melasma. peningkatan berat badan. Pilihan terbaik adalah kontrasepsi oral generasi ketiga yang mengandung lebih sedikit progestin androgenic seperti: desogestrel atau norgestimate. akne fulminan dan reaksi radang akut pada akne yang mendapat terapi isotretinoin. dan sering kambuh ketika obat dihentikan. Obat ini dipakai dalam waktu yang terbatas karena efek samping yang dapat terjadi.25-0. Efek samping berupa mual. Penggunaanya terbatas karena efek sampingnya berupa gejala menopause dan tulang keropos. nyeri payudara.5 mg atau deksametason 0. antiandrogen serta obat yang dapat menurunkan produksi androgen ovarium atau androgen kelenjar adrenal. Penggunaan yang lama dapat menimbulakn akne steroid. atau gonadotropin-releasing hormone agonist(GnRH agonist) Kontrasepsi oral Penggunaan kontrasepsi oral yang mengandung esterogen dan progesteron lebih baik dibandingkan dengan esterogen saja. amenore. glukokortikoid. dan efektif menekan kelenjar sebacea. Antiandrogen Siproteron asetat bekerja dengan menghambat reseptor androgen. Biasanya diberikan prednison dengan dosis 5-7. Glukokortikoid Glukokortikoid sistemik digunakan untuk akne karena mempunyai efek anti inflamasi dan dapat mengurangi produksi androgen adrenal. Obat ini efektif untuk akne dan hirsutism. spotting. Penggunaan terbatas dipakai pada akne yang parah seperti akne konglobata. Kontrasepsi oral yang mengandung etinil estradiol dan norgestimate memberikan hasil yang lebih untuk pengobatan akne.penggunaan esterogen.

3. Pengobatan jaringan parut Eksisi untuk lesi kecil dengan batas yang jelas Dermabrasi untuk jaringan parut yang mempunyai kedalaman yang rata. acne namun tidak untuk mekanisme autoimun.1 ml dibagian tengah lesi. Sebelum injeksi dilakukan aspirasi kemudian disuntikan triamsinolon (2. Lain-lain Cover Mark untuk menutupi jaringan parut dan pigmentasi pasaca inflamsi. Sinar merah dengan panjang 633 nm memiliki properti anti inflamasi dan meningkatkan proses pemulihan dengan cepat. 81% clearance dalam 12 minggu. Flutamid suatu penghambat reseptor androgen dikombinasi dengan kontrasepsi oral untuk mengobati akne atau hirsutism pada wanita. Injeksi kolagen dengan menggunakan kolagen dermal sapi untuk meninggikan jaringan parut yang cekung. c. Bali dibahas menegenai terapi acne dengan LED. Terapi LED Acne merupakan penyakit berkaitan dengan inflamasi dan autoimun. Injeksi steroid intralesi Injeksi steroid intralesi digunakan untuk lesi nodular. Spirinolakton berfungsi sebagai penghambat reseptor androgen dan 5-reductase.025-0. Sinar biru 415 nm dengan sinar merah 633 nm merupakan kombinasi tepat untuk hasil terbaik. Pengobatan diulang setelah 18 bulan 4. Nusa Dua. dengan tingkat kekambuhan rendah.estradiol sebagai kontrasepsi oral. Mengeluarkan komedo dengan komedo ekstraktor b. Sinar biru pada LED (light emitting diode) dapat merusak P. Selain itu pada tahun 2006 diadakan sebuah Regional Conference of Dermatology (RCD) yang berlangsung di Westin Resort. bebas .5 mg/ml) sebanyak 0. Kombinasi LED merupakan satu terapi yang tergolong efektif. Pembedahan pada akne a.

trikarbanilid atau Sebamed .l heksaklorofen. minyak.( seperti tercetak di Majalah Farmacia Edisi Oktober 2006) Pencegahan 1. Perawatan kulit (skin care) – – – – – – Cuci muka + sabun & air hangat secara teratur Tidak dipegang.nyeri. dikorek & dipijat dgn tangan Cegah kosmetik berminyak & pelembab Hirup udara segar & gerak badan teratur Hindarkan cuci muka >> (6-8 x sehari) + sabun keras Sabun bakteriostatik a. (kacang. Error: Reference source not found. ditoleransi baik dan merupakan solusi non invansif pada problem jerawat yang rumit. daging babi Susu Mentega Santan kelapa Pedas Makanan mengandung banyak lemak Goreng-gorengan Dikurangi 2. Nasehat makanan – – – – Makan bebas cukup & seimbang Banyak makan sayur & buah Ada hub lemak & kalori >> Anamnese: ⊕ thdp makanan merangsang à hindarkan Diet rendah lemak dan karbohidrat. mudah diterapkan. dan lain-lain) Diet pada penderita Acne Pantang Keju Kacang mete Kacang tanah Durian Alpukat Coklat Es krim Daging kambing. mentega.

dll. cukup olahraga. 2. lalu bersihkan dengan cleansing lotion Langkah III Sewaktu istirahat siang wajah tidak perlu pakai apa-apa Langkah IV Malam: pakai obat (salep. (baik jumlah/banyaknya dan lamanya). . Hidup teratur dan seimbang. Kemudian dilap sampai bersih dengan handuk yang dibasahi air.Melakukan perawatan kulit (tidak hanya wajah) secara rutin dan teratur. bedak marcks’) Langkah II Siang sesudah bepergian dan malam sebelum pakai obat. asap dan (rokok. rokok. cream. bersihkan muka dengan sabun lalu dengan cleansing milk. gel. hindari stres. 4. Pakai med acne lotion (bedak kocok) sampai pagi 1. dll) selama 2 sampai beberapa jam sesuai petunjuk dokter. Penggunaan 3.). pemencetan jerawat yang dilakukan oleh bukan ahlinya. bersihkan/ kompres dengan acne freshener/ cleansing lotion. Perawatan Muka (pada penderita Acne) Langkah I Pagi cuci muka dengan sabun baby/ sabun khusus. kendaraan bermotor. misalnya teratur mencuci muka setelah pulang dari bepergian. secukupnya debu. bedak baby. sewajarnya pabrik. Kemudian pakai cream/ lotion/ med. Mengetahui dan memahami informasi tentang jerawat dari berbagai literatur. cukup istirahat. Bersihkan dengan air.acne lotion dan bedak (acne face powder. semua yang bercitarasa pedas. Menghindari: kosmetika polusi. minuman keras.

kadang karena infeksi atau cedera. Anak laki-laki tersebut butuh diindentifikasi untuk dilakukan pembedahan untuk perbaikan kerusakan. PENILE PROBLEMS I Definisi Penile problem adalah kelainan bawaan yang biasa terjadi pada penis yang bisa dideteksi atau diketahui pada masa pertumbuhan (masa anak-anak). II Masalah Tumbuh kembang Beberapa orang yang tidak menerima perawatan medis . tidak diketahui kelainan bentuk yang dapat menyebabkan masalah psikologi yang serius selama masa pertumbuhan ketika keanehan atau kelainan tersebut menjadi sangat berat. Walaupun beberapa anak laki-laki yang membutuhkan prosedur-prosedur yang berlaku untuk memperbaiki hypospadias (kelainan bentuk pada penis yang paling banyak terjadi meluas hingga remaja dengan penis yang tampak berbeda dari keadaan normal. Penyebabnya seringkali merupakan bawaan . dan epispadia . Perubahan konginetal dan masa anak-anak meliputi fimosis. Perubahan pada penis dan fungsi dapat dibagi menjadi perubahan yang berhubungan dengan anomaly konginetal dan perubahan yang mempengaruhi masa dewasa. Perubahan pada masa dewasa salah satunya adalah balanitis .2. Etiologi dan manifestasi klinis Penile problem meliputi : a Fimosis Fimosis adalah keadaan orificium atau muara preputium yang terlalu kecil sehingga tidak dapat dilalui glans penis. Fimosis mungkin berdampak . hypospadia. paraphimosis dan penile carcinoma.

c. trikomonasis . Terapi dilakukan dengan pembedahan atau menutup. Apabila berat maka dapat mengakibatkan gangrene kering kecuali bila dikoreksi. Bila usaha ini gagal. perbaikan dengan pembedahan dilakukan untuk memperbaiki inkonensia. Paraphimosis Paraphimosis adalah retraksi prepusium fimorik. yang kurang bersih atau terkena penyakit kelainan .. balanopostitis adalah peradangan glans dan preputium pada pria yang tidak disirkumsisi . Terapi yang dilakukan dengan sirkumsisi pemakaian krim-krim steroidal. e. Dalam penanggulangannya. odema harus ditekan-tekan perlahan-lahan sehingga odema surut maka glans penis dan preputium dapat direposisi ke depan glans penis. Pada paraphimosis peputium terperangkap dalam gland penis didalam sulkus koronarius . Epispadia Epispadia adalah suatu anomaly konginetal yaitu meatus uretra terletak pada permukaan dorasal penis dan disertai dengan anomaly saluran kemih . Manifestasi klinisnya berupa perasaan gelisah. hanya pengelolanya harus dilakukan oleh mereka yang betul-betul ahli agar dapat tercapai hasil yang memuaskan. Hypospadia Hypospadia adalah salah satu kelainan bawaan pada anak-anak yang sering ditemukan dan mudah untuk mendiagnosanya . b. Balanitis Balanitis adalah peradangan glans. bau yang sangat tidak enak sebab ketidakmampuan penis untuk membereskan smegma -suatu film yang putih bahwa membentuk benar di bawah glans. membuang chordee dan memperluas uretra ke glans . terpaksa dilakukan sayatan dorsal. Hal tersebut dicirikan dengan pembuluh yang ketat pada kulit yang tidak elastic pada ujung kulit lipatan . d. biasanya terjadi bendungan diglans penis maupun didalam preputium yang menjadi besar sekali kaerena odema. sepanjang ventral batang penis sampai perineum. Pada hypospadia muara orificium uretra eksterna (lubang tempat air seni keluar) berada diproksimal dari normalnya yaitu pada ujung distal glans penis . Peradangan dapat disebabkan oleh gonore.terhadap 1:20 orang yang tidak disunat . Paraphimosis akan menimbulkan pembengkakan glans penis yang nyeri. keadaan ini lebih daripada hypospadia.

krepitasi gas subkutis . Kondisi tersebut dapat dibagi menjadi 2 tipe yaitu : 1. dokter dapat menentukan suatu krim steroid. Jika balanitis disebabkan oleh infeksi/peradangan-infeksi/peradangan hasil bakteri. candida albican s. g. diperlukan perawatan antijamur. perineum bahkan bisa sampai ke dinding perut Penatalaksanaan apabila kulit yang avulse atau terkelupas masih dihubungkan dengan pedike. Kulit tadi masih bisa digunkan untuk menutup defek.eksisi dan tandur alih kulit. Penatalaksanaan : Jika balanitis disebabkan oleh sejenis murai. yang menyebabkan kerusakan jaringan lunak.. zat pembunuh kuman dapat menjernihkannya. Penis. dengan nekrosis kulit yang cepat meluas dalam waktu1-3 hari pada daerah skrotum . Penis yang melengkung. Chordec biasanya dapat diperbaiki lewat operasi. Gambaran klinis berupa genetalia membengkak . pemakaian kondom dan jeli kontrasepsi. terutama jika tak disunat. tinea atau organism yang lain. Umumnya dikatakan pembengkokan kecil jika tidak menyebabkan banyak masalah dan sebagian besar pria mempunyai penis yang agak bengkok. Pencegahan : Membersihkan penis secara menyeluruh setiap hari. Setelah pencucian luka dan debrideman. Bila kulit yang avulse terlepas total dilakukan debrideman. Hal ini disebabkan oleh suatu keadaan konginetal di mana uretra sedikit lebih pendek dari pada penis yang dapat menyebabkan lengkungan penis yang parah dan kadang-kadang menyakitkan. Skin condition affecting the penis Avulsi kulit daerah organ genetalia yang terserig berhubungan dengan cedera mayor lain. f. Jika disebabkan oleh psoriasis. . Chordec Chordec merupakan Lekukan konginetal yang dapat menyebabkan penis bengkok. Dapat pula sebagai komplikasi dermatitis seperti dermatitis kontak akibat celana.sifilis. Banyak laki-laki yang memiliki penis yang miring ke kiri atau ke kanan dan tidak ada masalah dengan hal ini selama tidak menyakitkan dan mengganggu hubungan seksual Anda. Jika karena alergi. Balanopostitis juga disebabkan oleh preputium yang ketat atau kurang menjaga kebersihan. dokter dapat menyusun suatu test untuk mengidentifikasi penyebab alergi.

Peyronic’s disease Tipe lengkungan ini biasanya muncul setelah usia 40 tahun. serta suntikansuntikan steroid.intern dan obtutor. rata atau tukak . eksofitikm. Insdensnya tinggi pada fimosis . Peyronic’s disease adalah pengerasan corpora kavernosa penis. nyeri sering menjadi masalah karena inflamasi aktif pada area yang berkaitan . Ada juga yang menyarankan dengan terapi vitamin anti oksidan dan biasanya dengan terapi vitamin anti oksidan dan biasanya dengan pemberaian anti oksidan dosis tinggi selama 3 bulan yang akan membantu mengurangi radikal bebas pada perkembangan jarinagan parut. Bentuk kelainan dapat papiler. karsinoma ini berangsur angsur membesar sampai meliputi seluruh penis hingga sebagian besar atau seluruhnya hilang dan meluas lagi ke region pubis. Umumnya dikatakan pembengkokan kecil sering tidak menyebabkan banyak masalah dan sebagian besar pria mempunyai penis yang agak bengkok. Lekukan konginetal dapat menyebabkan penis bengkok. h. Faktor penyebab utama ialah rangsangan lama seperti (balano) prostitis kronik pada fimosis .kemudian dapat meluas ke kelenjar iliaka ekstern. Peyronic’s disease adalah sebuah kondisi dimana sebuah plak fibrosa atau fibrous menyebabkan jaringan fibrosa penutup pada penis. Penile carcinoma dimulai dari kelainan kecil dipermukaan dalam preputium atau glans penis .2. Penile Carcinoma (karsinoma penis) Karsinoma penis merupakan sel skuamosa dari epitel glans penis atau permukaan dalan preputium . Penanganan awal pada fase nyeri pada penyakit ini masalah controversial dengan beberapa studi menunjukan bahwa penangannya cukup dengan istirahat saja . Gumpalan ini mungkin mengalami nekrosis yang meluas ke kulit diatasnya sampai terbentuk tukak yang kotor dan .Insidennya tinggi pada fimosis .penis plastic dan penile induration. yang menyebabkan korda fibrosa disebut fibrous cavernitis. termasuk korona glans. Kelenjar limfe pertama yang terkena adalah kelenjar inguinal superficial. Pada awalnya Peyronic’s disease . Kelenjar inguinal maligna yang membesar dapat membentuk paket besar. dan bagian bawah dinding perut.

Pendekatan perorangan dengan komunikasi terapuitik dapat dilakukan untuk mengurangi kegelisahan pada remaja yang mengalami masalah-masalah pada penisnya. Health Education. Erosi ke dalam pembuluh besar femoral dapat mengakibatkan perdarahan berbahaya. Pada dasarnya hygiene diri sangat diperlukan untuk pencegahan dalam masalah penile problem. Misalnya.Pembedahan 3. Penggantian celana dalam secara teratur minimal 2x sehari dapat dilakukan juga sebagai tahap pencegahan.berbau karena radang kronik sekunder. dapat mengenai paru. Metastasis jauh. 2. Pencegahan. 4. 1. Penggunaan kondom juga perlu diwaspadai sebab kondom dan jeli kontrasepsi dapat mengiritasi kulit penis jika tidak dibersihkan dengan baik. hepar . Memberikan penyuluhan pada para orang tua tentang tumbuh kembang anak-anaknya terutama tentang bagian reproduksinya baik dari segi anatomi maupun fisiologisnya. Masalah utamanya bagaimana orang membersihkan diri setelah kencing perlu juga diperhatikan juga pada pasien yang tidak disunat perlu mencuci penisnya dari ujung penis hingga menyeluruh dengan tujuan untuk membersihkan smegmanya. tulang dan otak . obat-obatan anti jamur yang sesuai dengan jamur penyebabnya. yang jarang ditemukan .Manajemen psikologis.Obat-obatan. Karsinoma skuomosa penis yang umumnya berdiferensi baik . Penatalaksanaan. masalah-masalah pada penis dapat terhindari. Apabila pencegahan lebih baik dapat dilakukan dengan cara khitan penis sehingga tidak ada lipatan kotoran-kotoran pada preputium penis. namun jika infeksi tersebut disebabkan oleh sejenis bakteri maka dapat diberikan antibiotik dan antiseptik. . merupakan kanker dengan tingkat keganasan rendah tetapi mempunyai daya destruksi setempat yang kuat.

Corynebacterium.4 1. Pseudomonas. dewasa dengan usia lebih dari 35 tahun dan homoseksual. Sekitar 40% epididimitis terbanyak terjadi pada laki-laki usia 20-39 tahun dan sekitar 29% terjadi pada laki-laki usia 40-59 tahun. Treponema pallidum. Klebsiella) menjadi penyebab umum terjadinya epididimitis pada anak-anak.emedicine. c. Epididimitis jarang terjadi pada anak-anak prepubertas. Trichomonas dan Gardnerella vaginalis juga sering terjadi pada populasi ini. Penyakit Menular Seksual Chlamydia merupakan penyebab tersering pada laki-laki berusia kurang dari 35 tahun dengan aktivitas seksual aktif.b. Infeksi yang disebabkan oleh Haemophilus influenzae and N meningitides sangat jarang terjadi. Proteus. Infeksi bakteri non spesifik Bakteri coliforms (misalnya E coli. b. Menurut laporan jurnal di Amerika. Epididimis merupakan suatu struktur berbentuk kurva (koil) yang menempel di belakang testis dan berfungsi sebagai alat transport. 2008. Etiologi a. Infeksi yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae.a. Ureaplasma urealyticum. Mycoplasma. EPIDIDIMITIS 1.3. maka diagnosis yang umum adalah epididimitis baik akut maupun kronis. Pengertian : Epididymitis adalah suatu proses inflamasi yang terjadi pada epididimis. Epididimitis akut memiliki waktu timbulnya nyeri dan bengkak hanya dalam beberapa hari sedangkan pada epididimitis kronik. Saat seseorang mengeluh testis nyeri. timbulnya nyeri dan peradangan pada epididimis telah berlangsung sedikitnya selama enam minggu disertai dengan timbulnya indurasi pada skrotum. epididimitis merupakan keluhan kelima terbanyak di bidang urologi yang dikeluhkan oleh laki-laki berusia 18-50 tahun dan 70% menjadi penyebab keluhan nyeri akut pada skrotum. Epididimitis. and Mima polymorpha juga dapat ditemukan pada golongan penderita tersebut. dan tempat penyimpanan sperma yang matur dari testis. Virus (Edmund S Sabanegh. http://www.com) .

g. Pada pemeriksaan . demam dan menggigil. malformasi urogenital memicu terjadinya refluks. kemerahan dan jika disentuh terasa sangat nyeri. Pada epididimitis yang disebabkan oleh virus tidak didapatkan adanya pyuria. Penggunaan Amiodarone dosis tinggi ini (lebih dari 200 mg/hari) akan menimbulkan antibodi amiodarone HCL yang kemudian akan menyerang epidididmis sehingga timbullah gejala epididimitis. cytomegalovirus (CMV). h. e. Mumps merupakan virus yang sering menyebabkan epididimitis selain coxsackie virus A dan varicella d. blastomycosis. coccidioidomycosis. f. Penyebab infeksi lain brucellosis. Tuberkulosis Epididimitis yang disebabkan oleh basil tuberkulosis sering terjadi di daerah endemis TB dan menjadi penyebab utama terjadinya TB urogenitalis. pembengkakan. CMV pada HIV dapat menjadi penyebab terjadinya epididimitis namun biasanya hanya terjadi pada individu dengan sistem imun tubuh yang rendah atau menurun. Obstruksi BPH. candidiasis. Prostatitis Prostatitis merupakan reaksi inflamasi pada kelenjar prostat yang dapat disebabkan oleh bakteri maupun non bakteri dapat menyebar ke skrotum. Vaskulitis Henoch-Schönlein purpura pada anak-anak sering menyebabkan epididimitis akibat adanya proses infeksi sistemik.Virus menjadi penyebab yang cukup dominan pada anak-anak. menyebabkan timbulnya epididimitis dengan rasa nyeri yang hebat. daerah antara penis dan anus serta punggung bagian bawah. i. Bagian yang sering terkena adalah bagian cranial dari epididimis dan kasus ini terjadi pada 3-11 % pasien yang menggunakan obat amiodarone. Gejala yang juga sering menyertai adalah nyeri di selangkangan. Penggunaan Amiodarone dosis tinggi Amiodarone adalah obat yang digunakan pada kasus aritmia jantung dengan dosis awal 600 mg/hari – 800 mg/ hari selama 1 – 3 minggu secara bertahap dan dosis pemeliharaan 400 mg/hari.

j. Hal ini terjadi pada 13% kasus yang dilakukan prostatektomi suprapubik. dan tidak terdapat peninggian pada salah satu testis dan epididimis. ukuran kedua testis sama besar. nyeri panggul dan frekuensi miksi yang meningkat.3. k. dan rasa perih dan terbakar saat miksi (akibat infeksi pada prostat yang disebut prostatitis). 1. nyeri pada daerah perineum. Gejala lokal pada epididimitis berupa nyeri pada skrotum. Biasanya hanya mengenai salah satu skrotum saja dan tidak disertai dengan mual dan muntah. Tanda klinis pada epididimitis yang didapat saat melakukan pemeriksaan fisik adalah : • Pada pemeriksaan ditemukan testis pada posisi yang normal. skrotum dan kadangkala ke daerah inguinal disertai peningkatan suhu badan yang tinggi. . urgensi. demam. Membengkak di permukaan dorsal testis yang sangat nyeri. Gejala yang sering berasal dari sumber infeksi asli seperti duh uretra dan nyeri atau itching pada uretra (akibat uretritis).colok dubur didapatkan prostat yang membengkak dan terasa nyeri jika disentuh. dan rasa terbakar saat miksi (akibat infeksi pada vesika urinaria yang disebut Cystitis). Kateterisasi dan instrumentasi Terjadinya epididimitis akibat tindakan kateterisasi maupun pemasangan instrumentasi dipicu oleh adanya infeksi pada urethra yang menyebar hingga ke epididimis. Tindakan pembedahan seperti prostatektomi Prostatektomi dapat menimbulkan epididimitis karena terjadinya infeksi preoperasi pada traktus urinarius. Nyeri mulai timbul dari bagian belakang salah satu testis namun dengan cepat akan menyebar ke seluruh testis. Manifestasi klinis Gejala klinis Gejala yang timbul tidak hanya berasal dari infeksi lokal namun juga berasal dari sumber infeksi yang asli. demam dan nyeri pada regio flank (akibat infeksi pada ginjal yang disebut pielonefritis). Tanda Klinis a.

Biasanya didapatkan eritema dan selulitis pada skrotum yang ringan Pada anak-anak.Setelah beberapa hari. • • • • Pembesaran kelanjar getah bening di regio inguinalis. merah dan bengkak karena adanya udem dan infiltrat. vas deferens ektopik. b. Kulit skrotum teraba panas.000/µl) Kultur urin dan pengecatan gram untuk kuman penyebab infeksi Analisa urin untuk melihat apakah disertai pyuria atau tidak Tes penyaringan untuk klamidia dan gonorhoeae Kultur darah bila dicurigai telah terjadi infeksi sistemik pada penderita c. Namun pemeriksaan ini kurang spesifik. epididimitis dapat disertai dengan anomali kongenital pada traktus urogenitalis seperti ureter ektopik. Funikulus spermatikus juga turut meradang menjadi bengkak dan nyeri. Pemeriksaan menggunakan ultrasonografi dilakukan untuk melihat aliran darah pada arteri . • • Hasil pemeriksaan refleks kremaster normal Phren sign bernilai positif dimana nyeri dapat berkurang bila skrotum diangkat ke atas karena pengangkatan ini akan mengurangi regangan pada testis. Pemeriksaan Radiologis Sampai saat ini. epididimis dan testis tidak dapat diraba terpisah karena bengkak yang juga meliputi testis. Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan laboratorium yang dapat digunakan untuk mengetahui adanya suatu infeksi adalah : • • • • • Pemeriksaan darah dimana ditemukan leukosit meningkat dengan shift to the left (10. Keefektifan pemeriksaan ini dibatasi oleh nyeri dan ukuran anatomi pasien (seperti ukuran bayi berbeda dengan dewasa). pemeriksaan radiologis yang dapat digunakan adalah : • Color Doppler Ultrasonography Pemeriksaan ini memiliki rentang kegunaan yang luas dimana pemeriksaan ini lebih banyak digunakan untuk membedakan epididimitis dengan penyebab akut skrotum lainnya. dll. Pada colok dubur mungkin didapatkan tanda prostatitis kronik yaitu adanya pengeluaran sekret atau nanah setelah dilakukan masase prostat.000-30.

namun penggunaannya telah dibatasi karena terbukti resisten terhadap kuman gonorhoeae Sefalosforin Levofloxacin atau ofloxacin untuk mengatasi infeksi klamidia dan digunakan pada pasien yang alergi penisilin Doksisiklin. Penatalaksanaan Medis Penatalaksanaan medis ada beberapa cara diantaranya adalah : a. Pada epididimitis. Kronik epididimitis dapat diketahui melalui pembesaran testis dan epididimis yang disertai penebalan tunika vaginalis dimana hal ini akan menimbulkan gambaran echo yang heterogen pada ultrasonografi. 2. Penanganan epididimitis lainnya berupa penanganan suportif. Kompres es Pemberian analgesik dan NSAID Mencegah penggunaan instrumentasi pada urethra Penatalaksanaan Bedah Penatalaksanaan di bidang bedah meliputi : • Scrotal exploration . azithromycin. seperti : • • • • • Pengurangan aktivitas Skrotum lebih ditinggikan dengan melakukan tirah baring total selama dua sampai tiga hari untuk mencegah regangan berlebihan pada skrotum. 3. aliran darah pada arteri testikularis cenderung meningkat. dan tetrasiklin digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri non gonokokal lainnya b. Antibiotik digunakan bila diduga adanya suatu proses infeksi. Antibiotik yang sering digunakan adalah : • • • • Fluorokuinolon.testikularis. Identifikasi masalah tumbuh kembang Nyeri saat miksi karena infeksi menyebabkan keengganan buang air kecil. Ultrasonografi juga dapat dipakai untuk mengetahui adanya abses skrotum sebagai komplikasi dari epididimitis.

Testicular torsion jangka panjang akan menyebabkan kematian testis dan jaringan di sekitarnya. Klebsiella). 4.Tindakan ini digunakan bila telah terjadi komplikasi dari epididimitis dan orchitis seperti abses. Waktu penanganan yang lama dpat menyebabkan kerusakan permanen perawatan juga diperlukan untuk menghindari terulangnya kembali torsio testis. 4. pyocele. Ini merupakan kondisi yang paling penting karena merupakan kasus emergensi yang harus segera ditangani. • Selalu menjaga kebersihan daerah urogenital agar tidak terinfeksi bakteri non spesifik seperti bakteri coliforms (misalnya E coli.DEFINISI Torsio testis adalah terpeluntirnya funikulus spermatikus yang berakibat terjadinya gangguan aliran darah pada testis. pada saat udara dingin di luar. Pseudomonas.ganti pasangan. Hal ini karena sering terjadi pada musim dingin. Proteus. Scrotum laki-laki . • Pemasangan kateter secara benar sesuai prosedur dan steril. Tindakan Pencegahan • Untuk pencegahan epididimitis yang disebabkan oleh infeksi clamidia disarankan untuk melakukan hubungan seksual yang aman yaitu tidak berganti. • Epididymotomy Tindakan ini dilakukan pada pasien dengan epididimitis akut supurativa. TESTICULAR TORSION 1. sehingga bisa meminimalisir adanya infeksi pada urethra yang bisa berkembang menjadi epididimitis. Torsio testis kadang-kadang disebut “winter syndrome”. maupun terjadinya infark pada testis. • Epididymectomy Tindakan ini dilaporkan telah berhasi mengurangi nyeri yang disebabkan oleh kronik epididimitis pada 50% kasus. Diagnosis tentang gangguan intrascrotal baru dapat ditegakkan saat dilakukan orchiectomy.

namun demikian tetap harus dipertimbangkan pada pasien dengan sakit di skrotum. yaitu lapisan viseralis yang langsung menempul ke testis dan di sebelah luarnya adalah lapisan parietalis yang menempel ke muskulus dartos pada dinding skrotum. dan paling banyak (90%) diderita oleh anak pada masa pubertas (12-20 tahun). Jika spermatic cord terbelit saat skrotum melonggar. scrotumnya diekspose pada udara ruangan yang lebih dingin. Di samping itu tidak jarang janin yang masih berada di dalam uterus atau bayi baru lahir menderita torsio testis yang tidak terdiagnosis sehingga mengakibatkan kehilangan testis baik unilateral ataupun bilateral. Beberapa keadaan yang menyebabkan pergerakan yang berlebihan itu. Patogenesis Testis normal dibungkus oleh tunika albuginea. Secara fisiologis otot kremaster berfungsi menggerakkan testis mendekati dan menjauhi rongga abdomen guna mempertahankan suhu ideal untuk testis. trauma pada skrotum. Kondisi nyata yang sering memicu terjadinya torsio testis adalah: aktifitas fisik yang berlebih. Hasilnya adalah testicular torsion. Adanya kelainan sistem penyanggah testis menyebabkan testis dapat mengalami torsio jika bergerak secara berlebihan. Pada permukaan anterior dan lateral. Keadaan ini diderita oleh 1 diantara 4000 pria yang berumur kurang dari 25 tahun. Torsio testis jarang ditemukan di atas umur 25 tahun. kontraksi yang tiba-tiba yang dihasilkan dari perubahan temperature yang tiba-tiba dapat merubah posisi testis. testis dan epididimis dikelilingi oleh tunika vaginalis yang terdiri atas 2 lapis. antara lain adalah perubahan suhu yang .yang berada pada tempat yang hangat akan mengendur. Saat dia bangun. Insiden terbesar pada bayi berumur kurang dari satu tahun (jenis torsi ekstravaginal) dan anak laki-laki pada masa pubertas (jenis torsi intravaginal). Etioligi Seorang lelaki yang menderita torsio testis bisa disebabkan karena factor keturunan.

duduk atau pada situasi nonaktif lainnya. namun pada beberapa pasien torsio timbul pada saat pasien tidur. Tunika vaginalis yang seharusnya mengelilingi sebagian dari testis pada permukaan anterior dan lateral testis. Mekanisme yang memicunya tidak diketahui. Kelainan ini dikenal sebagai anomali bellclapper. edema testis. Terjadinya torsio testis pada masa remaja banyak dikaitkan dengan kelainan sistem penyanggah testis. Keadaan ini akan memudahkan testis mengalami torsio intravaginal. batuk. dan iskemia. celana yang terlalu ketat. Pada akhirnya testis akan mengalami nekrosis. juga testis. . Torsio testis intravaginal terjadi karena korda spermatikus. ketakutan. Pada beberapa pasien berhubungan dengan aktivitas fisik yang berat. Keadaan ini menyebabkan testis dan epididimis dengan mudahnya bergerak di kantung tunika vaginalis dan menggantung pada funikulus spermatikus. pada kelainan ini tunika mengelilingi seluruh permukaan testis sehingga mencegah insersi epididimis ke dinding skrotum. atau trauma yang mengenai skrotum. Faktor yang memperbesar kemungkinan terjadinya torsio testis karena adanya kelainan pada saat turunnya testis dari rongga abdomen di mana terdapat insersi yang tinggi lapisan parietal tunika vaginalis. Terpluntirnya testis pada keadaan ini disebut torsio testis ekstravaginal. Torsio testis intravaginal lebih sering terjadi pada sisi kiri karena korda spermatikus kiri lebih panjang daripada yang kanan sehingga lebih mudah terjadi puntiran. dan tunika vaginalis mudah sekali bergerak dan memungkinkan untuk terpluntir pada sumbu funikulus spermatikus. terpuntir bersama tunika vaginalis.mendadak (seperti pada saat berenang). Adanya kontraksi spasmodik serat-serat otot kremaster menyebabkan terpuntirnya korda spermatikus dan testis. epididimis. Pada masa janin dan neonatus lapisan parietal yang menempel pada muskulus dartos masih belum banyak jaringan penyanggahnya sehingga testis. defekasi. latihan yang berlebihan. Terpelintirnya funikulus spermatikus menyebabkan obstruksi aliran darah testis sehingga testis mengalami hipoksia.

Nyeri dapat menjalar sepanjang korda spermatikus ke daerah inguinal. dapat diraba adanya lilitan atau penebalan funikulus spermatikus. Kemudian pasien akan diperiksa dalam keadaan tidur terlentang. ke panggul atau abdomen bagian bawah sehingga jika tidak diwaspadai sering dikacaukan dengan apendisitis akut. Bila torsio berlanjut terus suplai darah ke testis berkurang dan dapat menyebabkan kerusakan bahkan kematian jaringan testis. Gejala penting yang sangat membantu adalah adanya nyeri testis yang hilang timbul dengan hilangnya rasa sakit secara spontan dalam waktu singkat. pemeriksaan yang paling penting adalah pemeriksaan fisik. Pada bayi gejalanya tidak khas yakni gelisah. Pemeriksaan ini dikonfirmasikan dengan sisi yang tidak sakit. Keluhan biasanya disertai mual dan muntah karena tidaka danya suplai darah pada testis. Apakah ada penebalan korda spermatikus dan berapa derajat torsio yang terjadi. Oleh karena itu setiap ada keluhan sakit perut bagian bawah. Biasanya pasien mengeluh nyeri hebat di daerah skrotum. Dokter akan melakukan pemeriksaan palpasi (perabaan dengan jari-jari tangan). pasien harus diperiksa testisnya. Kerusakan yang menetap akan terjadi bila torsio tidak ditangani dalam 5-12 jam sejak terasa sakit. Pada pemeriksaan fisis. Keadaan ini biasanya tidak disertai dengan demam. Kadang-kadang pada torsio testis yang baru saja terjadi. Pada torsio intravaginal terdapat obstruksi vena yang menyebabkan pembesaran dan udema testis. letaknya lebih tinggi dan lebih horizontal daripada testis sisi kontralateral. Testis yang mengalami torsio biasanya terlihat menonjol dan retraksi (memendek) di dalam skrotum. testis membengkak. . rewel atau tidak mau menyusui.Gambaran Klinis Gejala yang timbul adalah rasa sakit yang sedang sampai berat pada testis yang torsio. yang sifatnya mendadak dan diikuti pembengkakan pada testis. Gejala-gejala salurah kemih sangat jarang ditemukan. Keadaan itu dikenal sebagai akut skrotum. apakah elevasi (pengangkatan) testis akan meningkatkan rasa sakit. Diagnosis Untuk menegakkan diagnosis.

atau kelainan-kelainan yang tidak diketahui sebabnya (idiopatik) . Edema skrotum Dapat disebabkan oleh hipoproteinemia. ada riwayat coitus suspectus (dugaan melakukan senggama dengan bukan isterinya). filariasis. Hidrokel terinfeksi Dengan anamnesis sebelumya sudah ada benjolan di dalam skrotum 4. 2.Pemeriksaan sedimen urine tidak menunjukkan adanya leukosit dalam urine dan pemeriksaan darah tidak menunjukkan tanda inflamasi. 5. Pemeriksaan penunjang yang berguna untuk membedakan torsio testis dengan keadaan akut skrotum yang lain adalah dengan memakai: stetoskop Doppler. Tumor testis Benjolan tidak dirasakan nyeri kecuali terjadi perdarahan di dalam testis. Diagnosis Banding 1. ultrasonografi Doppler. 3. Nyeri skrotum akut biasanya disertai dengan kenaikan suhu tubuh. adanya pembuntuan saluran limfe inguinal. Pada torsio testis tidak didapatkan adanya aliran darah ke testis sedangkan pada keradangan akut testis. kecuali pada torsio testis yang sudah lama dan telah mengalami keradangan steril. pada epididimitis akut terkadang nyeri akan berkurang sedangkan pada torsio testis nyeri tetap ada (tanda dari Prehn). terjadi peningkatan aliran darah ke testis. kelainan jantung. keluarnya nanah dari uretra. Pasien epididimitis akut biasanya berumur lebih dari 20 tahun dan pada pemeriksaan sedimen urine didapatkan adanya leukosituria atau bakteriuria. Epididimitis akut Penyakit ini secara klinis sulit dibedakan dengan torsio testis. Hernia skrotalis inkarserata Biasanya pada anamnesis didapatkan benjolan yang dapat keluar dan masuk ke dalam skrotum. dan sintigrafi testis yang kesemuanya bertujuan menilai adanya aliran darah ke testis. atau pernah menjalani kateterisasi uretra sebelumnya. Jika dilakukan elevasi (pengangkatan) testis.

kemudian dilakukan kompres hangat. Setelah observasi selama 20-30 menit diamati apakah testis yang semula berwarna biru kehitaman kembali ke warna normalnya yang kemerahan. Dalam 24 jam yaitu 20% dan setelah 24 jam mendekati 0. Sebagian besar urolog meyakini bahwa testis sebaiknya diangkat kerena adanya fenomena autoimun dari testis yang ditinggalkan. harus dibuat sutura di 2-3 lokasi di dalam skrotum sehingga tidak terjadi torsio di kemudian hari. Beberapa urolog berpendapat bahwa meskipun testis tidak cukup viable untuk proses spermatogenesis tetapi sel Leydig masih dapat memproduksi testosteron. Sekali testis mati harus dihilangkan untuk mencegah infeksi gangrene. Pada testis kontralateral (sisi yang lain) dilakukan hal yang sama karena biasanya faktor predisposisi yang memungkinkan terjadinya torsio (insersi tunika vaginalis yang tinggi) terjadi bilateral. . kemudian jika tidak terjadi perubahan. Dalam 12 jam akan menurun hingga 70%. Hilangnya nyeri setelah detorsi menandakan bahwa detorsi telah berhasil.Terapi Secara klinis dan eksperimental infark (kematian jaringan) testis timbul bila suplai darah terganggu selama 5-12 jam. yaitu dengan jalan memutar testis ke arah berlawanan dengan arah torsio. dicoba detorsi ke arah medial. Mula-mula dilakukan eksplorasi. Sehingga testis hanya diangkat bila terjadi gangren (pembusukan). Karena arah torsio biasanya ke medial maka dianjurkan untuk memutar testis ke arah lateral dahulu. terdapat kemungkinan hamper 100% untuk menyelamatkan testis. Bila testis tidak diangkat. Detorsi Manual Detorsi manual adalah mengembalikan posisi testis ke asalnya. Testicular torsion adalah keadaan medis yang darurat yang memerlukan perawatan dengan segera. Untuk mengetahui apakah dengan cara melakukan detorsi (mengembalikan torsio ke keadaan semula). Setelah diagnosis ditegakkan terapi harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya infark testis. Jika detorsi berhasil operasi harus tetap dilaksanakan. Jika dirawat dalam waktu 6 jam. Dengan ditegakkannya diagnosa dan perawatan testis dapat diselamatkan pada sebagian besar kasus.

Testis yang telah mengalami nekrosis jika tetap dibiarkan berada di dalam skrotum akan merangsang terbentuknya antibodi antisperma sehingga mengurangi kemampuan fertilitas dikemudian hari. . Orkidopeksi dilakukan dengan mempergunakan benang yang tidak diserap pada 3 tempat untuk mencegah agar testis tidak terpluntir kembali.Operasi Tindakan operasi ini dimaksudkan untuk mengembalikan posisi testis pada arah yang benar (reposisi) dan setelah itu dilakukan penilaian apakah testis yang mengalami torsio masih viable (hidup) atau sudah mengalami nekrosis. dilakukan orkidopeksi (fiksasi testis) pada tunika dartos kemudian disusul orkidopeksi pada testis kontralateral. sedangkan pada testis yang sudah mengalami nekrosis dilakukan pengangkatan testis (orkidektomi) dan kemudian disusul orkidopeksi pada testis kontralateral. Jika testis masih hidup.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful