P. 1
Proses Pengujian Pelumas Yang Berkualitas Tinggi Agar Memenuhi Standart Yang Telah Ditentukan

Proses Pengujian Pelumas Yang Berkualitas Tinggi Agar Memenuhi Standart Yang Telah Ditentukan

|Views: 8,643|Likes:
Published by Basrib Relri

More info:

Published by: Basrib Relri on Jul 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/07/2015

pdf

text

original

Termasuk Jam Kerja

Laboratorium UPPS dibawah pengawasan Asisten Manager Quality
Assurance yang langsung membawahi Lab Head UPPS. Lab Head UPPS
memimpin beberapa sub bagian, antara lain: Pengawas Utama Lab BBM yang
langsung membawahi Asisten Lab BBM, Pengawas Utama Lab pelumas yang
langsung membawahi Asisten Lab pelumas dan asisten Lab JPK, serta asisten
Lab Gas dan Petkim. (Anonim, 2007)
Gambar struktur organisasi laboratorium UPPS bisa dilihat sebagai berikut:

- 14 -

Basilio Ribeiro & Kristiani Boi Tokan
08.2006.1.90061 & 08.2005.1.01328

Laporan Kerja Praktek

PT. Pertamina ( PERSERO )
Unit Produksi Pelumas Surabaya ( UPPS )

Teknik Kimia - ITATS

Ast. Manager
Quality Assurance

Lab Head UPPS

Pengawasan Utama
Lab. BBM

Pengawasan Utama
Lab. Pelumas

Pengawasan Utama
Lab. Gas & Petkim

Asisten Lab
Pelumas

Asisten Lab
PJK

Asisten Lab
BBM

Gambar 2.2 Struktur Organisasi Laboratorium UPPS

Adapun Tugas dan tanggung jawab setiap personel laboratorium UPPS:
1. Asisten Manager Quality Assurance, bertugas melakukan pengawasan dan
memberikan jaminan terhadap kualitas produk.
2. Lab Head UPPS, bertanggung jawab atas semua kegiatan yang dilakukan
di laboratorium UPPS
3. Pengawasan utama Laboratorium BBM
Mengatur terlaksananya pemeriksaan sampel dilaboratorium dengan
hasil pemeriksaan yang akurat dan tepat waktu denagn memperhatikan
keselamatan kerja.
Melaksanakan SOP (Standar Operasi Prosedur) keselamatan kerja.

- 15 -

Basilio Ribeiro & Kristiani Boi Tokan
08.2006.1.90061 & 08.2005.1.01328

Laporan Kerja Praktek

PT. Pertamina ( PERSERO )
Unit Produksi Pelumas Surabaya ( UPPS )

Teknik Kimia - ITATS

Mengawasi pelaksanaan ISO/IEC: 17025-2005
4. Pengawasan utama laboratorium pelumas
Mengatur terlaksananya pemeriksaan sampel di laboratorium dengan
hasil pemeriksaan yang akurat dan tepat waktu dengan memperhatikan
keselamatan kerja
Mengatur SOP keselamatan kerja
Mengawasi pelaksanaan ISO/IEC: 17025-2005
5. Pengawas utama laboratorium Gas dan PetroKimia
Mengawasi kegiatan pemeriksaan aspal, elpiji di laboratorium UPPS
Mengawasi dan mengatur pengambilan sampel
Meneliti dan mengevaluasi hasil pemeriksaan test report
Memantau pengiriman sampel dari lokasi
Menyampaikan ke test aspal dan elpiji
Merencanakan kebutuhan peralatan dan bahan kimia untuk
pemeriksaan contoh aspal dan elpiji
Mengawasi penyimpanan retain sampel
Membuat laporan kegiatan pada laboratorium UPPS.
6. Asisten Laboratorium BBM
Memeriksa BBM penerbangan dan BBM non penerbangan
Membuat test report dan bahan kimia yang digunakan
Memelihara peralatan test yang dipakai
Menjaga keselamatan dan kesehatan kerja
Mengawasi penyimpanan retain sampel
Melakukan trial blend dan korelasi test.
7. Asisten Laboratorium Pelumas
Mengatur dan melaksanakan laboratorium test produksi ex. Blending

tank dan filing shed

Membuat test report batch pertama, berkala, quality check dan
certificate of quality pelumas bulk dan perincian biaya.
Mengkalibrasi peralatan test dan bahan kimia yang dipakai

- 16 -

Basilio Ribeiro & Kristiani Boi Tokan
08.2006.1.90061 & 08.2005.1.01328

Laporan Kerja Praktek

PT. Pertamina ( PERSERO )
Unit Produksi Pelumas Surabaya ( UPPS )

Teknik Kimia - ITATS

Memelihara peralatan test yang dipakai
Menjaga keselamatan dan kesehatan lingkungan kerja
Mengawasi penyimpanan retain sampel
8. Asisten Laboratorium Jasa Pelayanan dan Konsumen (JPK)
Bertanggung jawab terhadap hasil pemeriksaan mutu yang dihasilkan
sesuai metode yang berlaku
Melaksanakan SOP keselamatan kerja
Mengawasi pelaksanaan ISO/IEC: 17025-2005
Dalam kegiatan sehari-hari pertamina mempunyai karyawan-karyawan di
lingkungannya. Secara garis besar jam kerja karyawan pertamina dibagi menjadi
dua bagian antara lain:
a. Pekerja Harian

Pekerja harian bekerja selama 40 jam setiap 1 minggu sebagai berikut:
Hari Senin s/d Kamis : pkl. 07.00 – 11.30 ; 12.00 – 15.30

Istirihat

: pkl. 11.30 – 12.00

Hari Jumat

: pkl. 07.00 – 11.00 ; 13.00 – 15.30

Istirihat

: pkl. 11.00 – 13.00

Hari Sabtu s/d minggu : Libur.

b. Pekerja Shift

Pekerja Operasi : Shift Pagi : pkl. 07.30 – 15.30
Shift Sore

: pkl. 15.30 – 23.30

Pekerja Keamanan: Shift Pagi

: pkl. 06.00 – 14.00

Shift Sore

: pkl. 14.00 – 22.00
Shift malam : pkl. 22.00 – 06.00

*)

Catatan : Karyawan UPPS pada proses produksi tetap masuk pada hari sabtu
begitu pula untuk pekerja harian laboratorium.

- 17 -

Basilio Ribeiro & Kristiani Boi Tokan
08.2006.1.90061 & 08.2005.1.01328

Laporan Kerja Praktek

PT. Pertamina ( PERSERO )
Unit Produksi Pelumas Surabaya ( UPPS )

Teknik Kimia - ITATS

II. 6 Lokasi dan Tata Letak Pabrik (Lay Out) UPPS

Lokasi pabrik Pertamina merupakan hal penting yang akan menentukan
kelancaran pabrik dam menjalankan operasinya. Pertamina UPPS terletak di Jl.
Perak Barat No. 277 Surabaya
, sedangkan Laboratorium UPPS memiliki sarana

gedung seluas 850 m2

yang terletak di dalam lokasi instalasi Pertamina Tanjung

Perak.

Pendirian suatu pabrik haruslah memperhatikan hal-hal yang berhubungan
dengan Lay Out pabrik sebab sangatlah berperan dalam pendirian suatu pabrik.
Bila sudah punya spesifikasi, macam alat ukur, letak dan sebagainya maka akan
dibuat Lay Out (denah pabrik). Letak peralatan, bangunan dalam pabrik baik yang
plan view (proyek ke bawah) atau elevatie(bertingkat ke atas). Selain berguna
untuk mengatur letak bangunan lay out juga berguna untuk mengetahui luas tanah
yang digunakan dan melihat kedepan apakah perlu perluasan pabrik atau tidak.
Apakah produk ditingkatkan terus atau perluasan pabrik untuk pengembangan
produk sebagai bahan baku yang dirubah menjadi produk baru. Apabila lay out-
nya masih salah maka akan merugikan bila ditinjau dari segi ekonomi atau
mengalami kerugian. Oleh karena itu lokasi pabrik harus dipilih pada letak yang
paling menguntungkan yang optimun, sehingga tujuan akhir dari perancangan
pabrik dapat terealita yaitu melakukan perhitungan sedemikian rupa sehingga
dapat diketahui laba dan rugi dari pabrik tersebut. Jika dalam denah pabrik yang
didirikan akan ada yang ditingkat, maka luas tanah yang diperlukan akan
berkurang. Untuk bahan yang dikerjakan dengan alat vaccum, misalnya ejector
yang tingginya bisa mencapai 10 m dengan cara bertingkat maka dapat digunakan
sistim grafitasi. Pada daerah yang tinggi biasanya untuk meletakkan storage
(tendong) dengan sistim grafitasi maka pendirian pabrik baru benar-benar
dipertimbangkan.

Pendirian suatu pabrik harus memperhatikan faktor-faktor dalam
perencanaan pabrik , meliputi : faktor teknis, faktor ekonomis, faktor safety
(keselamatan) dan lingkungan, faktor hukum, dan faktor sosial. Salah satu faktor
yang berperan dalam perancangan pabrik adlah faktor teknis.

- 18 -

Basilio Ribeiro & Kristiani Boi Tokan
08.2006.1.90061 & 08.2005.1.01328

Laporan Kerja Praktek

PT. Pertamina ( PERSERO )
Unit Produksi Pelumas Surabaya ( UPPS )

Teknik Kimia - ITATS

Faktor teknis adalah segala sesuatu yang bersifat teknis, seperti pasaran, flow

diagram, peralatan, lay aout (denah) pabrik, lokasi pabrik dan bangunan. Pasaran
menyangkut pasaran produk, maupun bahan baku, jarak antar pasar, dengan lokasi
pabrik, mutu produk, harga yaitu kemampuan pasar untuk membeli produk,
kompetisi yang ada di pasaran. Peralatan harus dilakukan survey dari alat yang
tersedia, baik mengenai harga, buatan dalam negri atau luar negri, dan diusahakan
alat yang dipakai dalam pabrik adalah alat-alat standart yang sudah ada dipasaran.

Lay out (denah) pabrik berguna untuk mengatur letak bangunan, mengetahui luas

tanah yang akan digunakan dan melihat ke depan apakah perlu perluasan pabrik
untuk mengembangkan produk sebagai bahan baku yang diubah menjadi produk
baru. Bangunan pabrik, pabrik dibuat sesudah denah pabrik sehingga
pembanguan pabrik dipandu oleh denah pabrik. Dalam perencanaan dipilih pabrik
out door construction atau in door construction (bangunan menutupi seluruh
peralatan pabrik). Lokasi pabrik didasarkan pada lay out serta terkait dengan
masalah bahan baku, pasaran, buruh dan trasportasi. Lokasi dipilih berdasarkan
pada letak yang paling menguntugkan atau yang optimun. Menuntungkan
didasarkan pada finansial sedangkan optimun didasarkan pada kuantitatif, yang
akhirnya juga didasarkan pada dana.
Faktor-faktor yang mempengaruhi lokasi pabrik, yaitu faktor utama dan
faktor spesifik. Faktor utama meliputi bahan baku dan pasaran, merupakan dua
faktor yang sangat penting. Bahan baku merupakan faktor penting dan faktor
penentu lokasi pabrik. Jarak, meskipun pabrik tidak didirikan pada daerah bahan
baku, tetapi bila biaya taransportasi murah maka pabrik boleh didirikan. Faktor
utama meliputi :

1. Bahan baku, antara lain menyangkut jumlah persediaan yang ada atau
yang akan ada dari suplayer, kemudian penggunaan bahan baku, jarak, dan
harga.
2. pasaran, meliputi kebutuhan akan gudang dan saingan.
3. power, meliputi persedian listrik dan harganya.
4. Persedian air, meliputi mutu air (kandungan mineral, suhu), dan harga air.

- 19 -

Basilio Ribeiro & Kristiani Boi Tokan
08.2006.1.90061 & 08.2005.1.01328

Laporan Kerja Praktek

PT. Pertamina ( PERSERO )
Unit Produksi Pelumas Surabaya ( UPPS )

Teknik Kimia - ITATS

5. Iklim, meliputi biaya investasi, kelembaban atau pun suhu, gempa dan

angin

6. Kebijakan pemerintah, seperti pemerataan bangunan, industrial estate.
Selain faktor utama, lokasi pendirian pabrik juga dipengaruhi oleh faktor spesifik
yang terdiri atas :

1. Transportasi : instansi untuk angkutan bahan baku dan pabrik, peraturan
pemerintah, tempat pembuangan waste, polusi udara, darat dan air.
2. Buruh : adanya skill labour, hubungan dengan buruh, stabilitas upah dan
sistemnya.
3. peraturan / undang-undang : peraturan tentang bangunan, peraturan
pembagian daerah, peraturan penggunaan jalan raya, peraturan bahan
buangan dan polusi.
4. Karakteristik tempat pabrik, meliputi profil tanah terkait dengan pondasi,
luas tanah, harga tanah, area untuk perluasan pabrik.
5. Masyarakyat : daerah kota / desa, biaya perumahan, aspek budaya, agama,
adanya sekolahan disekitar pabrik, tempat rekreasi dan fasilitas kesehatan.
6. Faktor yang berhubungan keadaan perang : jarak pabrik sampai kefasilitas
penting, pusat konsentrasi industri.
7. Faktor yang berhubungan dengan banjir / kebakaran : mengetahui sejarah
tentang banjir disekitar lokasi pabrik, kebakaran, apakah sudah tersedia
alat-alat untuk hal-hal tersebut.
8. faktor spesifik berdasarkan score, nilai dan kredit.
Lokasi pabrik pertamina merupakan hal yang akan menetukan kelancaran
pabrik dalam menjalankan operasinya. Pertamina UPPS terletak di Jl. Prapat

Kurung Selatan – Tanjung Perak Surabaya / 60177 Indonesia. Sedangkan

laboratorium UPPS memiliki sarana gedung seluas 850 m2

yang terletak didalam
lokasi instalasi pertamina tanjung perak. Adapun lay out atau tata letak dari pabrik
pertamina UPPS dilihatkan pada gambar berikut ini:

- 20 -

Basilio Ribeiro & Kristiani Boi Tokan
08.2006.1.90061 & 08.2005.1.01328

Laporan Kerja Praktek

PT. Pertamina ( PERSERO )
Unit Produksi Pelumas Surabaya ( UPPS )

Teknik Kimia - ITATS

- 21 -

Basilio Ribeiro & Kristiani Boi Tokan
08.2006.1.90061 & 08.2005.1.01328

7

7

1
0

6
.a

6
.b

1
1

1
2

1
3

1
4

1
5

4

3

2

5

1

G
a
m
b
a
r
2
.3

L
a
y
O
u
t U
P
P
S

Laporan Kerja Praktek

PT. Pertamina ( PERSERO )
Unit Produksi Pelumas Surabaya ( UPPS )

Teknik Kimia - ITATS

Keterangan lay Out UPPS:
1. Jalan raya
2. Pos Satpam
3. K3LL
4. Parkir mobil dan sepeda motor
5. Area drum pelumas.
6. a. LOBP
b. Kantor SDM
7. Area storage tank aditif / base Oil
8. Kolom penampung air
9. Area parkir mobil tanki
10. Terminal pengisian minyak tanah / BBM
11. Laboratorium UPPS
12. Gudang 4
13. Gudang 3
14. Gudang 2
15. Gudang 1

- 22 -

Basilio Ribeiro & Kristiani Boi Tokan
08.2006.1.90061 & 08.2005.1.01328

Laporan Kerja Praktek

PT. Pertamina ( PERSERO )
Unit Produksi Pelumas Surabaya ( UPPS )

Teknik Kimia - ITATS

BAB III

KAJIAN PUSTAKA

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->