P. 1
desinfeksi

desinfeksi

|Views: 423|Likes:
Published by tulus

More info:

Published by: tulus on Jul 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2013

pdf

text

original

DESINFEKSI

Oleh: Ana isnaini Arris iskandar s Machrus ali M. Rafik

Desinfeksi adalah kegiatan untuk mengurangi jumlah mikroorganisme patogen pada benda mati. Desinfektan merupakan bahan kimia yang dapat mematikan mikroorganisme yang sedang dalam keadaan tidak aktif, sehingga hanya membunuh bentuk vegetatif dari mikroorganisme, mencegah infeksi dengan jalan penghancuran atau pelarutan jasad renik yang patogen.

Sifat yang harus dimiliki oleh desinfektan adalah : y Tidak mengiritasi jaringan hewan atau manusia. y Toksisitasnya rendah, tidak berbahaya bagi manusia maupun ternak. y Tetap aktif meskipun terdapat bahan organik seperti cairan tubuh, darah, nanah dan jaringan yang mati. y Tidak mengganggu proses kesembuhan. y Tidak menimbulkan warna yang mengganggu pada jaringan yang dioperasi. y Harga ekonomis, karena biasanya diperlukan dalam jumlah yang besar. y Harus bisa dicampur dengan air, karena air merupakan pelarut yang universal dan dengan senyawa-senyawa lain yang digunakan untuk desinfeksi. y Tetap stabil dalam jangka waktu yang panjang.

Desinfeksi air dapat menggunakan bermacam-macam cara antara lain:
y Pemanasan y Penyinaran dengan sinar ultra violet y Reaksi dengan ion-ion logam y Dengan kapur y Dengan penambahan KMnO4 y Ozonisasi y Clorinasi

y Tujuan utama desinfeksi adalah untuk

memenuhi persyaratan bakteriologi bagi air, disamping bermanfaat untuk mengoksidir zat-zat organic sebagai reduktor, mengurangi bau, mencegah berkembang biaknya bakteri pada sistem distribusi.

y Macam-macam desinfektan yang digunakan:

1. Alkohol Etil alkohol atau propil alkohol pada air digunakan untuk mendesinfeksi kulit. Alkohol yang dicampur dengan aldehid digunakan dalam bidang kedokteran gigi unguk mendesinfeksi permukaan, namun ADA tidak menganjurkkan pemakaian alkohol untuk mendesinfeksi permukaan oleh karena cepat menguap tanpa meninggalkan efek sisa.

y Aldehid

Glutaraldehid merupakan salah satu desinfektan yang populer pada kedokteran gigi, baik tunggal maupun dalam bentuk kombinasi. Aldehid merupakan desinfektan yang kuat. Glutaraldehid 2% dapat dipakai untuk mendesinfeksi alat-alat yang tidak dapat disterilkan, diulas dengan kasa steril kemudian diulas kembali dengan kasa steril yang dibasahi dengan akuades, karena glutaraldehid yang tersisa pada instrumen dapat mengiritasi kulit/mukosa, operator harus memakai masker, kacamata pelindung dan sarung tangan heavy duty. Larutan glutaraldehid 2% efektif terhadap bakteri vegetatif seperti M. tuberculosis, fungi, dan virus

y Biguanid y Klorheksidin merupakan contoh dari biguanid yang

digunakan secara luas dalam bidang kedokteran gigi sebagai antiseptik dan kontrok plak, misalnya 0,4% larutan pada detergen digunakan pada surgical scrub (Hibiscrub), 0,2% klorheksidin glukonat pada larutan air digunakan sebagai bahan antiplak (Corsodyl) dan pada konsentrasi lebih tinggi 2% digunakan sebagai desinfeksi geligi tiruan. Zat ini sangat aktif terhadap bakteri Gram(+) maupun Gram(-). y Senyawa halogen. Hipoklorit dan povidon-iodin adalah zat oksidasi dan melepaskan ion halide. Walaupun murah dan efektif, zat ini dapat menyebabkan karat pada logam dan cepat diinaktifkan oleh bahan organik (misalnya Chloros, Domestos, dan Betadine).

y Fenol

Larutan jernih, tidak mengiritasi kulit dan dapat digunakan untuk membersihkan alat yang terkontaminasi oleh karena tidak dapat dirusak oleh zat organik. Zat ini bersifat virusidal dan sporosidal yang lemah. Namun karena sebagian besar bakteri dapat dibunuh oleh zat ini, banyak digunakan di rumah sakit dan laboratorium.

y Klorsilenol

Klorsilenol merupakan larutan yang tidak mengiritasi dan banyak digunakan sebagai antiseptik, aktifitasnya rendah terhadap banyak bakteri dan penggunaannya terbatas sebagai desinfektan (misalnya Dettol).

y Desinfeksi adalah membunuh mikroorganisme penyebab

penyakit dengan bahan kimia atau secara fisik, hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadi infeksi dengan jalam membunuh mikroorganisme patogen. Disinfektan yang tidak berbahaya bagi permukaan tubuh dapat digunakan dan bahan ini diDisinfektan dapat membunuh mikroorganisme patogen pada benda mati. Disinfektan dibedakan menurut kemampuannya membunuh beberapa kelompok mikroorganisme, disinfektan "tingkat tinggi" dapat membunuh virus seperti virus influenza dan herpes, tetapi tidak dapat membunuh virus polio, hepatitis B atau M. tuberculosis.namakan antiseptik

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->