P. 1
Lampiran i Pmk No 96

Lampiran i Pmk No 96

|Views: 241|Likes:
Published by YasMito

More info:

Published by: YasMito on Jul 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/19/2015

pdf

text

original

03/12/2010

LAMPIRAN I
LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 96/PMK.06/2007 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGGUNAAN, PEMANFAATAN, PENGHAPUSAN, DAN PEMINDAH TANGANAN BARANG MILIK NEGARA

TATA CARA PELAKSANAAN PENGGUNAAN BARANG MILIK NEGARA I Ketentuan Pokok Penggunaan Barang Milik Negara 1. Barang Milik Negara berupa tanah dan/atau bangunan harus ditetapkan status penggunaannya oleh Pengelola Barang. 2. Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan yang harus ditetapkan status penggunaannya oleh Pengelola Barang, yaitu: a. barang-barang yang mempunyai bukti kepemilikan, seperti sepeda motor, mobil, kapal, pesawat terbang; b. barang-barang dengan nilai perolehan di atas Rp 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah) per unit/satuan. 3. Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan dengan nilai perolehan sampai dengan Rp 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah) per unit/satuan ditetapkan status penggunaannya oleh Pengguna Barang. 4. Barang Milik Negara pada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang merupakan alat utama sistem persenjataan, tidak memerlukan penetapan status penggunaan dari Pengelola Barang. 5. Pencatatan Barang Milik Negara diatur sebagai berikut : a. pencatatan oleh Pengguna Barang/Kuasa Pengguna Barang dilakukan dalam Daftar Barang Pengguna/Kuasa Pengguna Barang untuk seluruh Barang Milik Negara yang berada dalam penguasaan pengguna/Kuasa Pengguna Barang; b. pencatatan oleh Pengelola Barang dilakukan dalam Daftar Barang Milik Negara untuk tanah dan/atau bangunan, dan barang lainnya sebagaimana dimaksud pada angka 2 di atas. 6. Barang Milik Negara yang dari awal pengadaannya direncanakan untuk penyertaan modal pemerintah pusat atau dihibahkan harus ditetapkan status penggunaannya oleh Pengelola Barang dengan terlebih dahulu diaudit oleh aparat pengawas fungsional. 7. Barang Milik Negara yang telah ditetapkan status penggunaannya pada Pengguna Barang, dapat digunakan sementara oleh Pengguna Barang lainnya dalam jangka waktu tertentu tanpa harus mengubah status penggunaan Barang Milik Negara tersebut setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan Pengelola Barang. 8. Pengguna Barang/Kuasa Pengguna Barang wajib menyerahkan Barang Milik Negara berupa tanah dan/atau bangunan yang tidak digunakan untuk penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya kepada Pengelola Barang. 9. Pengelola Barang menetapkan Barang Milik Negara berupa tanah dan/ atau
…depkeu.go.id/…/96~PMK.06~2007Per… 1/18

d. usulan penetapan status penggunaan bangunan tersebut harus disertai perjanjian antara Pengguna Barang dengan pihak lain tersebut yang memuat jangka waktu. IMB. berupa sertifikat atas nama Pemerintah Republik Indonesia sebagaimana dimaksud pada butir 1). dll.id/…/96~PMK. …depkeu. II. diajukan kepada Kantor Pertanahan setempat. 10. Tahap pendaftaran. 2) Penyelesaian dokumen kepemilikan atas tanah. Tahap pengajuan usulan 1) Kuasa Pengguna Barang mengajukan permintaan penetapan status penggunaan kepada Pengguna Barang disertai dengan asli dokumen kepemilikan dan dokumen pendukung lainnya atas tanah dan/atau bangunan yang bersangkutan paling lama 1(satu) bulan sejak diterimanya dokumen kepemilikan. pencatatan. 11. untuk dijadikan dasar pengajuan permintaan penetapan status penggunaan Barang Milik Negara kepada Pengelola Barang.) atas Barang Milik Negara berupa tanah dan/atau bangunan yang pengadaannya atas beban APBN atau perolehan lainnya yang sah. 2) Pengguna Barang mengajukan permintaan penetapan status penggunaan kepada Pengelola Barang dengan disertai asli dokumen kepemilikan dan dokumen pendukung lainnya paling lama 1(satu) bulan sejak diterimanya usulan dari Kuasa Pengguna Barang. dilakukan sebelum proses pembangunan dimulai.go. Tata Cara Penetapan Status Penggunaan Barang Milik Negara 1. Pengelola Barang dapat mengalihkan status penggunaan Barang Milik Negara dari suatu Pengguna Barang kepada Pengguna Barang lainnya. 3) Penyelesaian dokumen perizinan atas bangunan sebagaimana dimaksud pada butir 1). Tahap penetapan status penggunaan Pengelola Barang menetapkan status penggunaan tanah dan/atau bangunan dengan keputusan. Tata cara penetapan status penggunaan Barang Milik Negara berupa tanah dan/ atau bangunan. Dalam hal Barang Milik Negara berupa bangunan dibangun di atas tanah pihak lain. b. Tahap persiapan 1) Pengguna Barang atau Kuasa Pengguna Barang harus menyelesaikan dokumen kepemilikan (antara lain sertifikat tanah. Dalam rangka optimalisasi Barang Milik Negara sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Pengguna Barang. dan penyimpanan dokumen kepemilikan 1) Pengelola Barang melakukan pendaftaran dan pencatatan atas tanah dan/atau bangunan ke dalam Daftar Barang Milik Negara.03/12/2010 LAMPIRAN I bangunan yang harus diserahkan oleh Pengguna Barang karena sudah tidak digunakan untuk penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi kementerian/lembaga yang bersangkutan. a.06~2007Per… 2/18 . c. dan kewajiban para pihak. dan menyimpan dokumen kepemilikan asli dan dokumen pendukung lainnya menyatu dengan salinan keputusan penetapan status penggunaannya.

d. 2.06~2007Per… 3/18 . Kuasa Pengguna Barang dimaksud dapat mengajukan permintaan penetapan status penggunaan barang kepada instansi vertikal Pengelola Barang di daerah setelah menerima kuasa untuk itu dari Pengguna Barang. pencatatan.id/…/96~PMK. Tahap pendaftaran. paling lama 1(satu) bulan sejak diterimanya usulan dari Kuasa Pengguna Barang. Tahap persiapan Kuasa Pengguna Barang harus menyelesaikan dokumen/bukti kepemilikan atau berita acara serah terima barang dari pihak lain atas perolehan Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan.03/12/2010 LAMPIRAN I 2) Pengguna Barang melakukan pendaftaran dan pencatatan tanah dan/atau bangunan ke dalam Daftar Barang Pengguna dan menyimpan fotokopi dokumen kepemilikan dan dokumen pendukung lainnya menyatu dengan asli keputusan penetapan status penggunaannya. 3) Pengguna Barang mengajukan usul penetapan status penggunaan Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan kepada Pengelola Barang dengan disertai fotokopi dokumen kepemilikan atau berita acara serah terima barang. c. b. Tahap penetapan status penggunaan 1) Pengelola Barang menetapkan status penggunaan Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan setelah diterimanya permintaan beserta dokumen pendukung secara lengkap dari Pengguna Barang/ Kuasa Pengguna Barang. Tata cara penetapan status penggunaan Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan a. 2) Status penggunaan barang ditetapkan dengan keputusan Pengelola Barang dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Pengguna Barang/Kuasa Pengguna Barang. 2) Dalam hal Kuasa Pengguna Barang merupakan instansi vertikal di daerah. 2) Kuasa Pengguna Barang melakukan pendaftaran dan pencatatan Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan ke dalam Daftar Barang Kuasa Pengguna dan menyimpan asli dokumen kepemilikan menyatu dengan …depkeu. Tahap pengajuan usulan 1) Kuasa Pengguna Barang mengajukan usul penetapan status penggunaan kepada Pengguna Barang disertai dengan fotokopi dokumen/bukti kepemilikan atau berita acara serah terima dan dokumen pendukung lainnya paling lama 1(satu) bulan sejak diterimanya dokumen/bukti kepemilikan atau berita acara serah terima. dan penyimpanan dokumen kepemilikan 1) Pengguna Barang melakukan pendaftaran dan pencatatan Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan ke dalam Daftar Barang Pengguna dan menyimpan fotokopi dokumen kepemilikan menyatu dengan asli keputusan penetapan status penggunaan.go. 3) Kuasa Pengguna Barang melakukan pendaftaran dan pencatatan ke dalam Daftar Barang Kuasa Pengguna atas tanah dan/atau bangunan dan menyimpan fotokopi dokumen kepemilikan dan dokumen pendukung lainnya menyatu dengan salinan keputusan penetapan status penggunaannya.

b.00 (dua puluh lima juta rupiah) per unit/satuan ke dalam Daftar Barang Milik Negara.id/…/96~PMK. sebagaimana diatur pada angka Romawi II angka 1 dan angka 2 di atas. 3. c. kepada Pengelola Barang disertai dengan penjelasan dan pertimbangan.000. Tahap penetapan status penggunaan 1) Pengelola Barang menetapkan status penggunaan Barang Milik Negara yang akan dioperasikan oleh pihak lain dengan keputusan setelah diterimanya usulan secara lengkap dari Pengguna Barang.03/12/2010 LAMPIRAN I salinan keputusan penetapan status penggunaan. dan b) berita acara serah terima pengoperasian Barang Milik Negara. 5) Barang Milik Negara sebagaimana dimaksud pada angka 3 dapat dioperasikan kembali oleh pihak lain setelah mendapat persetujuan Pengelola Barang. 3) Pengelola Barang melakukan pencatatan Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan berupa barang yang mempunyai bukti kepemilikan dan barang dengan nilai perolehan di atas Rp 25.go. maka pelaksanaan pengalih-operasian tersebut harus dilaporkan kepada Pengelola Barang. serta menyimpan salinan keputusan penetapan status penggunaannya. Tahap pendaftaran. kemudian akan digunakan kembali oleh Pengguna Barang. maka harus dimintakan persetujuan kembali untuk penetapan status penggunaan kepada Pengelola Barang.000. 3) Dalam hal Barang Milik Negara yang telah ditetapkan status penggunaannya untuk dioperasikan oleh pihak lain akan dialih-operasikan kepada pihak lainnya lagi.06~2007Per… 4/18 . d. pencatatan. 4) Dalam hal Barang Milik Negara yang telah ditetapkan status penggunaannya untuk dioperasikan oleh pihak lain. yang akan dioperasikan oleh pihak lain. Tahap persiapan Pengguna Barang/Kuasa Pengguna Barang menyelesaikan dokumen kepemilikan atas perolehan Barang Milik Negara yang pengadaannya atas beban APBN atau perolehan lainnya yang sah. 4) Pengelola Barang menghimpun laporan Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan. Tata cara penetapan status penggunaan Barang Milik Negara yang dioperasikan oleh pihak lain dalam rangka menjalankan pelayanan umum sesuai tugas pokok dan fungsi kementerian/lembaga a. dengan melampirkan asli dokumen kepemilikan /berita acara serah terima barang. dan penyimpanan dokumen kepemilikan 1) Pengelola Barang melakukan pendaftaran dan pencatatan Barang Milik Negara berupa tanah dan/atau bangunan yang dioperasikan oleh pihak lain ke dalam Daftar Barang Milik Negara dan menyimpan asli dokumen kepemilikan dan …depkeu. Tahap pengajuan usulan Pengguna Barang mengajukan permintaan penetapan status penggunaan Barang Milik Negara. 2) Pengguna Barang menindaklanjuti keputusan penetapan status penggunaan Barang Milik Negara dengan membuat: a) keputusan penunjukan pengoperasian.

2) Pengelola Barang melakukan penelitian atas laporan yang disampaikan Pengguna Barang/Kuasa Pengguna Barang.Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) c. b. hasil inventarisasi tanah dan/ atau bangunan.go. berdasarkan: i. hasil audit atas penggunaan tanah dan/ atau bangunan. d.id/…/96~PMK. Tahap penyerahan …depkeu. 2) Dalam hal Pengguna Barang/Kuasa Pengguna Barang tidak menyampaikan laporan sebagaimana dimaksud dalam angka 4 huruf a poin 1. Tahap persiapan 1) Pengguna Barang/Kuasa Pengguna Barang wajib menyampaikan laporan Barang Milik Negara berupa tanah dan/atau bangunan yang tidak digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya kepada Pengelola Barang. 4. disertai penjelasan mengenai lokasi dan kondisi tanah dan/atau bangunan. 2) Pengelola Barang menghimpun data Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan yang dioperasikan oleh pihak lain dan menyimpan fotokopi dokumen kepemilikan menyatu dengan salinan keputusan penetapan status penggunaannya. Pengelola Barang menetapkan keputusan mengenai penyerahan Barang Milik Negara berupa tanah dan/atau bangunan dari Pengguna Barang/Kuasa Pengguna Barang kepada Pengelola Barang. Tata cara penetapan kembali status penggunaan Barang Milik Negara berupa tanah dan/atau bangunan yang tidak dipergunakan untuk penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Pengguna Barang/Kuasa Pengguna Barang a.06~2007Per… 5/18 . 3) Dalam hal terdapat permasalahan terkait dengan tanah dan/atau bangunan yang akan diserahkan. Tahap penetapan penyerahan 1) Berdasarkan laporan Pengguna Barang/Kuasa Pengguna Barang.03/12/2010 LAMPIRAN I dokumen pendukung lainnya menyatu dengan salinan keputusan penetapan status penggunaannya. maka permasalahan tersebut terlebih dahulu harus diselesaikan oleh Pengguna Barang dan/atau bersama Pengelola Barang sesuai batas kewenangannya dan dapat melibatkan instansi yang terkait. Pengelola Barang menetapkan Barang Milik Negara berupa tanah dan/atau bangunan. atau iii. Tahap penghapusan Pelaksanaan penghapusan dari Daftar Barang Pengguna dan/atau Daftar Kuasa Pengguna berpedoman pada tata cara penghapusan Barang Milik Negara sebagaimana diatur dalam Lampiran VI Peraturan Menteri Keuangan ini. 3) Pengguna Barang melakukan pendaftaran dan pencatatan Barang Milik Negara ke dalam Daftar Barang Pengguna dan menyimpan asli/fotokopi dokumen kepemilikan dan dokumen pendukung lainnya menyatu dengan asli keputusan penetapan status penggunaannya. ii.

2) Penyerahan Barang Milik Negara berupa tanah dan/atau bangunan dituangkan dalam berita acara serah terima. Pengelola Barang melakukan tindak lanjut sebagai berikut: 1) menetapkan status penggunaan untuk penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi instansi pemerintah lainnya. dan dokumen pendukung. 2) memanfaatkan dalam rangka optimalisasi Barang Milik Negara. Tahap persetujuan 1) Pengelola Barang melakukan penelitian atas usulan Pengguna Barang setelah diterimanya usulan secara lengkap. termasuk melakukan peninjauan lapangan dalam hal diperlukan.id/…/96~PMK. Pengelola Barang menyesuaikan catatan pada daftar Barang Milik Negara. atau 3) memindahtangankan. serta surat pernyataan kesediaan menerima pengalihan Barang Milik Negara dari calon Pengguna Barang baru. 5. 3) Surat persetujuan tersebut sekurang-kurangnya memuat: i. dan ii. keputusan penetapan status penggunaan asli. keputusan penetapan status penggunaan. disertai dengan. dengan disertai penjelasan dan pertimbangan. Tindak lanjut penyerahan Atas penyerahan tanah dan/atau bangunan sebagaimana tersebut di atas. Pengguna Barang/Kuasa Pengguna Barang menyerahkan Barang Milik Negara berupa tanah dan/atau bangunan kepada Pengelola Barang disertai fotokopi dokumen kepemilikan. Tahap pencatatan Berdasarkan berita acara serah terima barang.03/12/2010 LAMPIRAN I 1) Setelah dilakukan penghapusan dari Daftar Barang Pengguna dan/atau Daftar Barang Kuasa Pengguna. Tahap pengajuan usulan 1) Kuasa Pengguna Barang mengajukan usulan pengalihan status penggunaan kepada Pengguna Barang.go. pengalihan status penggunaan Barang Milik Negara tersebut dituangkan dalam berita acara serah terima antara Pengguna Barang lama dan …depkeu. Tata cara pengalihan status penggunaan Barang Milik Negara antar Pengguna Barang a. 2) Berdasarkan hasil penelitian di atas. b. e. 3) Pengguna Barang mengajukan usulan tersebut kepada Pengelola Barang. Pengelola Barang menerbitkan surat persetujuan pengalihan status penggunaan yang disampaikan kepada Pengguna Barang lama dan tembusannya disampaikan kepada Pengguna Barang baru. f. serta dokumen kepemilikan yang wajib disimpannya. paling lama 1(satu) bulan sejak tanggal keputusan penghapusan. pertimbangannya.06~2007Per… 6/18 . kewajiban Pengguna Barang lama untuk menghapus barang tersebut dari Daftar Barang Pengguna dengan keputusan Pengguna Barang. 2) Pengguna Barang meneliti usulan pengalihan status penggunaan. penjelasan.

Pelaksanaan penetapan status penggunaan dimaksud di atas dilaksanakan dengan berpedoman pada prosedur sebagaimana dimaksud pada Peraturan Menteri Keuangan ini. wajib dilakukan penetapan status penggunaan oleh Pengelola Barang. 2) Berdasarkan berita acara serah terima barang. paling lama 1(satu) bulan sejak keputusan penghapusan dimaksud diterbitkan dan dilaporkan kepada Pengelola Barang. Dalam hal tanah dan/atau bangunan tersebut belum dilengkapi dengan dokumen kepemilikan (antara lain sertifikat. Tahap penetapan status penggunaan Berdasarkan laporan penghapusan dari Daftar Barang Pengguna Barang lama. yang dituangkan dalam berita acara serah terima barang. IMB. Tahap serah terima Pengguna Barang lama melakukan serah terima kepada Pengguna Barang baru.id/…/96~PMK. c. Tahap pencatatan 1) Berdasarkan keputusan penetapan status penggunaan dari Pengelola Barang. Terhadap Barang Milik Negara berupa tanah dan/atau bangunan yang telah ada sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. f.go. Pengelola Barang menerbitkan keputusan penetapan status penggunaan kepada Pengguna Barang baru. Ketentuan Peralihan 1. Pengguna Barang baru mencatat ke dalam Daftar Barang Pengguna atas penyerahan barang tersebut untuk dipergunakan sesuai tugas pokok dan fungsinya dan menyimpan asli/fotokopi dokumen kepemilikan dan dokumen pendukung lainnya menyatu dengan asli keputusan penetapan status penggunaannya. MENTERI KEUANGAN SRI MULYANI INDRAWATI PERATURAN LAMPIRAN II MENTERI …depkeu. dll. 2.) Pengguna Barang wajib menyelesaikannya terlebih dahulu sebelum diajukan usulan penetapan status penggunaannya kepada Pengelola Barang.06~2007Per… 7/18 .03/12/2010 LAMPIRAN I Pengguna Barang baru. e. Pengelola Barang menyesuaikan catatan dalam Daftar Barang Milik Negara. Tahap penghapusan Pelaksanaan penghapusan dari Daftar Barang Pengguna berpedoman pada tata cara penghapusan Barang Milik Negara sebagaimana diatur dalam Lampiran VI Peraturan Menteri Keuangan ini. d. III.

PEMANFAATAN. menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kementerian/lembaga. Subjek Pelaksana Sewa 1. Pihak yang dapat menyewa Barang Milik Negara meliputi: a. II. Perpanjangan jangka waktu sewa Barang Milik Negara dilakukan dengan ketentuan …depkeu. Badan Hukum lainnya.06~2007Per… 8/18 . 2) Barang Milik Negara selain tanah dan/ atau bangunan. jangka waktu sewa Barang Milik Negara paling lama 5 (lima) tahun sejak ditandatanganinya perjanjian. dan Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan.03/12/2010 LAMPIRAN I KEUANGAN NOMOR 96/PMK. Barang Milik Negara yang dapat disewakan adalah Barang Milik Negara yang dalam kondisi belum atau tidak digunakan oleh Pengguna Barang atau Pengelola Barang. IV. untuk: 1) sebagian tanah dan/atau bangunan yang status penggunaannya ada pada Pengguna Barang. b. 2. Pengelola Barang. PENGHAPUSAN. atau mencegah penggunaan Barang Milik Negara oleh pihak lain secara tidak sah. baik yang ada pada Pengelola Barang maupun yang status penggunaannya ada pada Pengguna Barang.id/…/96~PMK. c. Badan Usaha Milik Negara. Badan Usaha Milik Daerah.06/2007 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGGUNAAN. Pertimbangan untuk Menyewakan Barang Milik Negara Penyewaan Barang Milik Negara dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Barang Milik Negara yang belum/tidak dipergunakan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan. dan dapat diperpanjang. V. Ketentuan dalam Penyewaan Barang Milik Negara 1. b. d. 3. Barang Milik Megara yang Dapat Disewakan Barang Milik Negara yang dapat disewakan adalah tanah dan/atau bangunan. 2. perorangan. Pihak yang dapat menyewakan Barang Milik Negara: a. Pengguna Barang dengan persetujuan Pengelola Barang. Definisi Sewa adalah pemanfaatan Barang Milik Negara oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dan menerima imbalan uang tunai. III. DAN PEMINDAH TANGANAN BARANG MILIK NEGARA TATA CARA PELAKSANAAN SEWA BARANG MILIK NEGARA I.go. untuk tanah dan/atau bangunan yang berada pada Pengelola Barang.

penghitungan nilai Barang Milik Negara berupa tanah dan/atau bangunan yang berada pada Pengelola Barang dilakukan oleh penilai yang ditugaskan oleh Pengelola Barang. Rumah negara golongan I dan golongan II yang disewakan kepada pejabat negara/pegawai negeri. Selama masa sewa. 7. b. b.A Peraturan Menteri Keuangan ini. ditetapkan oleh Pengguna Barang setelah mendapat persetujuan Pengelola Barang. 9. Seluruh biaya yang timbul dalam rangka penilaian. VI. 10. penghitungan nilai Barang Milik Negara untuk sebagian tanah dan/atau bangunan yang berada pada Pengguna Barang dilakukan oleh tim yang ditetapkan oleh Pengguna Barang dan dapat melibatkan instansi teknis terkait dan/atau penilai. penghitungan nilai Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan. Pengelola Barang melakukan penelitian mengenai: 1) kemungkinan penyewaan Barang Milik Negara yang ada dalam pengelolaannya. b. yang didasarkan pada kebutuhan Pengelola Barang untuk …depkeu. untuk sewa yang dilakukan oleh Pengelola Barang. pihak penyewa atas persetujuan Pengelola Barang hanya dapa mengubah bentuk Barang Milik Negara tanpa mengubah konstruksi dasar bangunan. untuk sewa yang dilakukan oleh Pengguna Barang. Besaran sewa atas Barang Milik Negara berupa tanah dan/atau bangunan yang berada pada Pengelola Barang ditetapkan oleh Pengelola Barang berdasarkan hasil perhitungan penilai. 5. Penghitungan besaran sewa minimum didasarkan pada formula tarif sewa yang diatur dalam Lampiran II. Penyewaan tanah dan/atau bangunan oleh Pengelola Barang a.03/12/2010 LAMPIRAN I sebagai berikut : a. pelaksanaannya berpedoman pada ketentuan yang mengatur mengenai rumah negara. dilakukan oleh tim yang ditetapkan oleh Pengguna Barang dan dapat melibatkan instansi teknis terkait dan/atau penilai. dengan ketentuan bagian yang ditambahkan pada bangunan tersebut menjadi Barang Milik Negara. 8.id/…/96~PMK.go. 4. Besaran sewa atas Barang Milik Negara sebagian tanah dan/atau bangunan yang berada pada Pengguna Barang dan Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan. 6.06~2007Per… 9/18 . Tatacara Pelaksanaan Sewa Barang Milik Negara 1. c. Penetapan besaran sewa a. dibebankan pada APBN. Penghitungan nilai Barang Milik Negara dalam rangka penentuan besaran sewa minimum dilakukan sebagai berikut: a. perpanjangan dilakukan setelah dilakukan evaluasi oleh Pengelola Barang. perpanjangan dilakukan setelah dievaluasi oleh Pengguna Barang dan disetujui oleh Pengelola Barang. Pembayaran uang sewa dilakukan secara sekaligus paling lambat pada saat penandatanganan kontrak.

yang akan melakukan penelitian dalam rangka penyewaan dimaksud terhadap tanah dan/atau bangunan yang akan disewakan serta menyiapkan hal-hal yang bersifat teknis. m. pihak penyewa dan jangka waktu sewa. g. e. nilai …depkeu. nilai tanah dan/atau bangunan. Penyewaan tanah dan/atau bangunan dituangkan dalam perjanjian sewa menyewa yang ditandatangani oleh Pengelola Barang dan pihak penyewa. Pengelola Barang menugaskan penilai untuk melakukan penghitungan Barang Milik Negara dalam rangka penentuan besaran tarif sewa minimum dan melaporkan hasil penilaiannya kepada Pengelola Barang melalui Tim. Pengelola Barang memutuskan untuk menyetujui atau tidaknya permintaan sewa Barang Milik Negara dengan mempertimbangkan laporan Tim. k. bukti kepemilikan. maka permintaan tersebut harus disampaikan kepada Pengelola Barang paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu sewa. a. l. penyewa menyerahkan tanah dan/atau bangunan yang disewa kepada Pengelola Barang. disertai alasannya. f. c. 2) kemungkinan kelayakan penyewaan tanah dan/atau bangunan berdasarkan permintaan pihak lain yang akan menyewa tanah dan/atau bangunan dimaksud. Pengelola Barang membentuk tim yang beranggotakan unsur Pengelola Barang. Penyewaan sebagian tanah dan/atau bangunan oleh Pengguna Barang/Kuasa Pengguna Barang. gambar lokasi. Dalam hal Pengelola Barang menyetujui permintaan tersebut. Tim menyampaikan laporan pelaksanaan tugasnya disertai laporan penilaian Barang Milik Negara kepada Pengelola Barang. besaran sewa atas tanah dan/atau bangunan. Dalam hal penyewa mengajukan permintaan perpanjangan jangka waktu sewa. Dalam hal Pengelola Barang tidak menyetujui permintaan tersebut.go. Pengelola Barang memberitahukan kepada pihak yang mengajukan permintaan sewa. n. Setelah berakhirnya masa sewa. b. Penyewa menyetorkan keseluruhan uang sewa ke rekening kas umum negara.id/…/96~PMK. yang penyerahannya dituangkan dalam berita acara serah terima.06~2007Per… 10/18 . luas yang akan disewakan. yang sekurang-kurangnya memuat tanah dan/atau bangunan yang disewakan. h. 2. Pengguna Barang mengajukan usulan kepada Pengelola Barang untuk menyewakan sebagian tanah dan/atau bangunan dengan disertai pertimbangan penyewaan. paling lambat pada saat surat perjanjian sewa menyewa ditandatangani. Pengelola Barang menetapkan tanah dan/atau bangunan yang akan disewakan berdasarkan hasil penelitian kelayakan tersebut. Pengelola Barang menatausahakan pelaksanaan sewa tanah dan/atau bangunan.03/12/2010 LAMPIRAN I melakukan penyewaan tanah dan/ atau bangunan dimaksud. i. d. Pengelola Barang melakukan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan penyewaan Barang Milik Negara. j. Pengelola Barang menetapkan surat keputusan penyewaan tanah dan/atau bangunan.

06~2007Per… 11/18 . d. nilai sewa dan jangka waktu penyewaan. calon penyewa dan jangka waktu sewa. c. Pengelola Barang melakukan penelitian atas usulan untuk menyewakan Barang Milik Negara dari Pengguna Barang tersebut. h. a. c. Penyewaan Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan oleh Pengguna Barang. Dalam hal Pengelola Barang menyetujui usulan tersebut. Pengguna Barang mengajukan usulan kepada Pengelola Barang disertai dengan hasil penelitian mengenai kelayakan kemungkinan penyewaan Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan dimaksud. yang sekurang-kurangnya memuat Barang Milik Negara yang disewakan. Pengelola Barang menerbitkan surat persetujuan. dan jangka waktu sewa. nilai sewa. Pengelola Barang memberitahukan kepada Pengguna Barang. calon penyewa. disertai alasannya. Penyewaan tanah dan/atau bangunan dituangkan dalam perjanjian sewa menyewa yang memuat sekurang-kurangnya hak dan kewajiban para pihak. termasuk pertimbangan mengenai calon penyewa. disertai alasannya d.03/12/2010 LAMPIRAN I perolehan dan NJOP tanah dan/atau bangunan. Pengelola Barang menerbitkan surat persetujuan penyewaan atas sebagian tanah dan/atau bangunan. …depkeu. f. maka permintaan tersebut harus disampaikan oleh Pengguna Barang kepada Pengelola Barang paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu sewa. Pengguna Barang menetapkan keputusan pelaksanaan penyewaan yang sekurang-kurangnya memuat informasi tentang tanah dan/atau bangunan yang akan disewakan. j. g. Dalam hal penyewa mengajukan permintaan perpanjangan jangka waktu sewa.go.id/…/96~PMK. pihak penyewa. calon penyewa. Dalam hal Pengelola Barang menyetujui usulan tersebut. b. serta jangka waktu penyewaan. data transaksi sebanding dan sejenis. Penyewa menyetorkan keseluruhan uang sewa ke rekening kas umum negara. besaran tarif sewa. b. Pengelola Barang memberitahukan kepada Pengguna Barang. Pengelola Barang dapat membentuk Tim dan/atau menugaskan penilai untuk melakukan penelitian dan kajian atas usulan sewa Barang Milik Negara berupa sebagian tanah dan/atau bangunan dari Pengguna Barang guna menentukan besaran tarif sewa dimaksud. nilai tanah dan/atau bangunan. 3. serta ditandatangani oleh Pengguna Barang/Kuasa Pengguna Barang dan pihak penyewa. nilai sewa dan jangka waktu sewa. Dalam hal Pengelola Barang tidak menyetujui usulan tersebut. e. Pengguna Barang melaporkan pelaksanaan sewa menyewa sebagian tanah dan/atau bangunan kepada Pengelola Barang dengan disertai bukti setor dan perjanjian sewa menyewa. Pengelola Barang melakukan penelitian atas usulan untuk menyewakan Barang Milik Negara tersebut. yang sekurang-kurangnya memuat tanah dan/atau bangunan yang disewakan. Dalam hal diperlukan. Dalam hal Pengelola Barang tidak menyetujui usulan tersebut. paling lambat pada saat surat perjanjian sewa menyewa ditandatangani. nilai sewa. i.

id/…/96~PMK. SRI MULYANI INDRAWATI LAMPIRAN II. penyewa.03/12/2010 LAMPIRAN I e. h. g. i. paling lambat pada saat surat perjanjian ditandatangani.go. permintaan tersebut harus disampaikan oleh Pengguna Barang kepada Pengelola Barang paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu sewa.06/2007 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGGUNAAN. Formula Sewa Tanah Kosong St = 3. DAN PEMINDAH TANGANAN BARANG MILIK NEGARA FORMULA TARIF SEWA ATAS PELAKSANAAN SEWA BARANG MILIK KEKAYAAN NEGARA Besarnya biaya sewa Barang Milik Negara dihitung dengan formula sebagai berikut: 1. serta ditandatangani oleh Pengguna Barang/Kuasa Pengguna Barang dan pihak penyewa. Penyewa menyetorkan keseluruhan uang sewa ke rekening kas umum negara. dan jangka waktu penyewaan. Pengguna Barang melaporkan pelaksanaan sewa menyewa Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan tersebut kepada Pengelola Barang dengan disertai bukti setor dan perjanjian sewa menyewa. Dalam hal penyewa mengajukan permintaan perpanjangan jangka waktu sewa.06~2007Per… 12/18 . PENGHAPUSAN. f. Penyewaan Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan dituangkan dalam perjanjian sewa menyewa yang memuat sekurang-kurangnya hak dan kewajiban para pihak.A PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 96/PMK. Pengguna Barang menetapkan surat keputusan penyewaan yang sekurangkurangnya memuat jenis. j. MENTERI KEUANGAN. PEMANFAATAN. besaran sewa Barang Milik Negara. nilai.33 % x (Lt x Nilai tanah) …depkeu. Dalam hal diperlukan. Pengelola Barang dapat membentuk Tim dan/atau menugaskan penilai untuk melakukan penelitian dan kajian atas usulan sewa Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan dari Pengguna Barang guna menentukan besaran tarif sewa dimaksud.

Penyusutan untuk bangunan semi permanen = 4 % /tahun .000 standar harga gedung bertingkat Bangunan 2 lantai Bangunan 3 lantai Bangunan 4 lantai Bangunan 5 lantai Bangunan 6 lantai …depkeu. Harga satuan bangunan Harga Satuan bangunan per M2 sesuai klasifikasi/tipe dalam keadaan baru berdasarkan keputusan pemerintah daerah kabupaten/kota setempat pada tahun yang bersangkutan. Lb Hs Nsb = Luas lantai Bangunan (M2) = Harga satuan bangunan standar dalam keadaan baru (Rp/M2) = Nilai sisa bangunan (%) .03/12/2010 LAMPIRAN I Keterangan: a.135 standar harga gedung bertingkat 1.64% x Lb x Hs x Nsb) Keterangan: a.06~2007Per… 1. Harga satuan tertinggi rata-rata per M2 bangunan bertingkat untuk Bangunan Gedung Negara.penyusutan maksimal 80 % b.id/…/96~PMK.090 standar harga gedung bertingkat 1. 2. St Lt = Sewa tanah = Luas tanah (M2) terendah menggunakan NJOP (per M2) b.162 standar harga gedung bertingkat 1. Luas bangunan dihitung berdasarkan luas lantai bangunan sesuai gambar dalam meter persegi. c. Nilai Tanah = Nilai tanah berdasarkan hasil penilaian dengan estimasi Sewa Tanah dan Bangunan Stb = (3. - Jumlah lantai bangunanHarga satuan per M2 tertinggi Bangunan 1 lantai 1.120 standar harga gedung bertingkat 1.33% x Lt x Nilai tanah) +( 6.go. Luas tanah dihitung berdasarkan pada gambar situasi/peta tanah atau sertifikat tanah dalam meter persegi.197 standar harga gedung 13/18 .Penyusutan untuk bangunan darurat = 10 %/tahun .Penyusutan untuk bangunan permanen = 2 % /tahun .

468 standar harga gedung bertingkat 1.570 standar harga gedung bertingkat 1.go.333 standar harga gedung bertingkat 1.508 standar harga gedung bertingkat 1.420 standar harga gedung bertingkat 1.584 standar harga gedung bertingkat 1.610 standar harga gedung bertingkat 1.393 standar harga gedung bertingkat 1.id/…/96~PMK.445 standar harga gedung bertingkat 1.556 standar harga gedung bertingkat 1.597 standar harga gedung bertingkat 1.265 standar harga gedung bertingkat 1.634 standar harga gedung bertingkat 1.06~2007Per… 1.645 standar harga gedung 14/18 .525 standar harga gedung bertingkat 1.299 standar harga gedung bertingkat 1.622 standar harga gedung bertingkat 1.236 standar harga gedung bertingkat 1.03/12/2010 LAMPIRAN I bertingkat Bangunan 7 lantai Bangunan 8 lantai Bangunan 9 lantai Bangunan 10 lantai Bangunan 11 lantai Bangunan 12 lantai Bangunan 13 lantai Bangunan 14 lantai Bangunan 15 lantai Bangunan 16 lantai Bangunan 17 lantai Bangunan 18 lantai Bangunan 19 lantai Bangunan 20 lantai Bangunan 21 lantai Bangunan 22 lantai Bangunan 23 lantai Bangunan 24 lantai Bangunan 25 lantai Bangunan 26 lantai Bangunan 27 lantai …depkeu.541 standar harga gedung bertingkat 1.364 standar harga gedung bertingkat 1.489 standar harga gedung bertingkat 1.

64% x Hp x Nsp a.695 standar harga gedung bertingkat 1.676 standar harga gedung bertingkat 1. Dalam hal sisa bangunan menurut umur tidak sesuai dengan kondisi nyata. Keterangan: Sp = sewa prasarana bangunan (Rp/tahun) 15/18 …depkeu.03/12/2010 LAMPIRAN I bertingkat Bangunan 28 lantai Bangunan 29 lantai Bangunan 30 lantai Bangunan 31 lantai Bangunan 32 lantai Bangunan 33 lantai Bangunan 34 lantai Bangunan 35 lantai Bangunan 36 lantai Bangunan 37 lantai Bangunan 38 lantai Bangunan 39 lantai Bangunan 40 lantai 1.id/…/96~PMK.baik .06~2007Per… .rusak berat = 55% s.go.738 standar harga gedung bertingkat 1.666 standar harga gedung bertingkat 1. < 85% rusak sebagian non struktur .rusak berat = 35% s.d.722 standar harga gedung bertingkat 1.713 standar harga gedung bertingkat 1.730 standar harga gedung bertingkat 1.686 standar harga gedung bertingkat 1. 100 % siap pakai/perlu pemeliharaan awal = 70% s.754 standar harga gedung bertingkat 1.d.704 standar harga gedung bertingkat 1.746 standar harga gedung bertingkat 1.761 standar harga gedung bertingkat d. < 70% rusak sebagian non struktur/struktur .d.d. < 55% rusak sebagian besar non struktur/struktur Sewa Prasarana Bangunan Sp = 6.656 standar harga gedung bertingkat 1. maka Nsb ditetapkan berdasarkan kondisi bangunan sebagai berikut: .rusak ringan = 85% s.

PENGHAPUSAN.mesin/instalasi =5% = 10% .06~2007Per… 16/18 .go. Besar penyusutan /tahun dihitung dengan ketentuan: . Pertimbangan Pinjam pakai Barang Milik Negara dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan Barang Milik Negara yang belum/ tidak dipergunakan untuk pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan pusat dan untuk menunjang pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah. II. SRI MULYANI INDRAWATI LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 96/PMK. MENTERI KEUANGAN.03/12/2010 LAMPIRAN I Hp = harga prasarana bangunan dalam keadaan baru (Rp) Nsp = nilai sisa prasarana bangunan (%) b.id/…/96~PMK. Jenis Barang Milik Negara yang dapat Dipinjam-pakaikan Barang Milik Negara yang dapat dipinjam-pakaikan adalah tanah dan/atau bangunan. III. Sewa Selain Tanah dan/atau Bangunan Formula tarif sewa ditetapkan oleh masing-masing pengguna barang berkoordinasi dengan instansi teknis terkait. PEMANFAATAN.pekerjaan halaman . baik yang ada pada Pengelola Barang maupun yang status penggunaannya ada pada …depkeu.furniture/ elektronik = 25 % . DAN PEMINDAH TANGANAN BARANG MILIK NEGARA TATA CARA PELAKSANAAN PINJAM PAKAI BARANG MILIK NEGARA I. Definisi Pinjam pakai Barang Milik Negara adalah penyerahan penggunaan Barang Milik Negara antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu berakhir Barang Milik Negara tersebut diserahkan kembali kepada pemerintah pusat.06/2007 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGGUNAAN.penyusutan maksimal = 80 % 3.

lokasi. Tata Cara Pelaksanaan Pinjam Pakai 1. Dalam hal jangka waktu peminjaman Barang Milik Negara akan diperpanjang. 6. peminjam harus mengembalikan Barang Milik Negara yang dipinjam dalam kondisi sebagaimana yang dituangkan dalam perjanjian.06~2007Per… 17/18 Ketentuan dalam Pelaksanaan Pinjam Pakai 2. Pengelola Barang. Barang Milik Negara yang dapat dipinjam-pakaikan harus dalam kondisi belum/tidak digunakan oleh Pengguna Barang atau Pengelola Barang untuk penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pemerintahan. 7. Pihak-pihak yang dapat meminjam-pakaikan Barang Milik Negara adalah: a. 3. serta detil peruntukan tanah dan/atau bangunan.id/…/96~PMK. serta Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan. V. Subjek Pelaksana Pinjam Pakai 1. Setelah masa pinjam pakai berakhir. baik menambah dan/ atau mengurangi bentuk bangunan. untuk: 1) sebagian tanah dan/atau bangunan yang status penggunaannya ada pada Pengguna Barang. 1. 2) Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan. 8. Tanah dan/atau bangunan yang dipinjam-pakaikan harus digunakan sesuai peruntukan dalam perjanjian pinjam pakai dan tidak diperkenankan mengubah. Tanah dan/atau bangunan yang dapat dipinjam-pakaikan Pengelola Barang meliputi tanah dan/atau bangunan yang berada pada Pengelola Barang yang seluruhnya belum/tidak digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan. Pemeliharaan dan segala biaya yang timbul selama masa pelaksanaan pinjam pakai menjadi tanggung jawab peminjam. 4. permintaan perpanjangan jangka waktu pinjam pakai dimaksud harus sudah diterima Pengelola Barang paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum jangka waktu pinjam pakai berakhir. 5. dan luas. Pihak yang dapat meminjam Barang Milik Negara adalah pemerintah daerah. Pengguna Barang dengan persetujuan Pengelola Barang. Tanah dan/atau bangunan yang dapat dipinjam-pakaikan Pengguna Barang meliputi sebagian tanah dan/atau bangunan yang merupakan sisa dari tanah dan/atau bangunan yang sudah digunakan oleh Pengguna Barang dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya. untuk tanah dan/atau bangunan yang berada pada Pengelola Barang.go. …depkeu. 2. b. . dan dapat diperpanjang. IV. Pelaksanaan Pinjam Pakai Barang Milik Negara oleh Pengelola Barang a. VI. Permintaan pinjam pakai yang diajukan oleh pemerintah daerah kepada Pengelola Barang sekurang-kurangnya memuat pertimbangan yang mendasari diajukannya permintaan. Jangka waktu peminjaman Barang Milik Negara paling lama 2 (dua) tahun sejak ditandatanganinya perjanjian pinjam pakai.03/12/2010 LAMPIRAN I Pengguna Barang.

Pelaksanaan pinjam pakai dituangkan dalam naskah perjanjian pinjam pakai antara Pengelola Barang dengan pemerintah daerah selaku peminjam. e.go. Berdasarkan hasil kajian tersebut dalam huruf b.03/12/2010 LAMPIRAN I b. d. tanah dan/atau bangunan yang dipinjamkan. peminjam wajib menyerahkan objek pinjam pakai kepada Pengelola Barang yang dituangkan dalam berita acara serah terima. Pengelola Barang melakukan kajian atas permintaan pemerintah daerah tersebut. yang antara lain memuat subjek dan objek pinjam pakai. dan persyaratan lain yang dianggap perlu. jangka waktu peminjaman. dan kewajiban peminjam untuk melakukan pemeliharaan tanah dan/atau bangunan yang dipinjam. Dalam hal Pengelola Barang menyetujui permintaan tersebut. disertai alasannya. g. Dalam hal Pengelola Barang tidak menyetujui permintaan tersebut. jangka waktu peminjaman. yang sekurang-kurangnya memuat pihak yang akan meminjam tanah dan/atau bangunan. c. terutama menyangkut kelayakan peminjaman tanah dan/atau bangunan yang diusulkan. Setelah berakhirnya jangka waktu peminjaman. f. hak dan kewajiban para pihak antara lain kewajiban peminjam untuk melakukan pemeliharaan dan menanggung biaya yang timbul selama pinjam pakai. Pengelola Barang memberitahukan kepada pemerintah daerah yang mengajukan permintaan pinjam pakai.id/…/96~PMK.06~2007Per… 18/18 . 2. Pengelola Barang dapat menyetujui atau tidaknya permintaan pinjam pakai tanah dan/atau bangunan dimaksud. Pengelola Barang menerbitkan surat persetujuan pinjam pakai tanah dan/atau bangunan. Pelaksanaan Pinjam Pakai Barang Milik Negara oleh Pengguna Barang a. …depkeu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->