KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs

)

PERANGKAT PEMBELAJARAN
PANDUAN PENGEMBANGAN SILABUS PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran Satuan Pendidikan Kelas/Semester Nama Guru NIP Sekolah : Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) : SMP/MTs. : VII s/d IX /1-2 : ........................... : ........................... : ...........................

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

Silabus Pembelajaran

51

KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

52

Silabus Pembelajaran

KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

I.

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV Pasal 10 menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan, membimbing, dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selanjutnya, Pasal 11 Ayat (1) juga menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. Dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, wewenang Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan pendidikan di daerah menjadi semakin besar. Lahirnya kedua undang-undang tersebut menandai sistem baru dalam penyelenggaraan pendidikan dari sistem yang cenderung sentralistik menjadi lebih desentralistik. Kurikulum sebagai salah satu substansi pendidikan perlu didesentralisasikan terutama dalam pengembangan Silabus Pembelajaran dan pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa, keadaan sekolah, dan kondisi sekolah atau daerah. Dengan demikian, sekolah atau daerah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan materi pokok/pembelajaran, kegiatan pem belajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh daerah karena sebagian besar kebijakan yang berkaitan dengan implementasi Standar Nasional Pendidikan dilaksanakan oleh sekolah atau daerah. Sekolah harus menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan KTSP, kalender pendidikan, dan Silabus Pembelajaran dengan cara melakukan penjabaran dan penyesuaian Standar Isi yang ditetapkan dengan Permendiknas No. 22 Tahun 2006 dan Standar Kompetensi Lulusan yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 23 Tahun 2006 Di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan: • Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan Silabus Pembelajarannya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan di bawah supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang bertangung jawab terhadap pendidikan untuk SMP, SMA, dan SMK, serta Departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK ( Pasal 17 Ayat 2) • Perencanan proses pembelajaran meliputi Silabus Pembelajaran dan rencana pelaksanan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar (Pasal 20) Berdasarkan ketentuan di atas, daerah atau sekolah memiliki ruang gerak yang luas untuk melakukan modifikasi dan mengembangkan variasi-variasi penyelengaraan pendidikan sesuai dengan keadaan, potensi, dan kebutuhan daerah, serta kondisi siswa. Untuk keperluan di atas,

Silabus Pembelajaran

53

Aspek-aspek kompetensi tersebut mencakup pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge). sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. dan kreatif. sehingga mampu memahami berbagai wacana kewarganegaraan. yakni warga negara yang sanggup melaksanakan hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. memiliki watak dan kepribadian yang baik. tujuan. Karakteristik Mata Pelajaran Sebagaimana lazimnya semua mata pelajaran. keterampilan kewarganegaraan (civic skills). dan ruang lingkup isi. misi. Rumusan tujuan tersebut sejalan dengan aspek-aspek kompetensi yang hendak dikembangkan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pengetahuan kewarganegaraan Keterampilan kewarganegaraa n Warga negara yang baik (berpengetahua n. 3. Hal tersebut analog dengan konsep Benjamin S. agar daerah atau sekolah tidak mengalami kesulitan. memiliki kemampuan berfikir secara rasional. Cakupan aspek-aspek kompetensi dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat digambarkan sebagaimana pada diagram berikut ini. psikomotor. B. Bloom tentang pengembangan kemampuan siswa yang mencakup ranah kognitif. terampil. dan berwatak) Watak kewarganegara an Diagram : Aspek-aspek kompetensi dalam Pendidikan Kewarganegaraan Aspek kompetensi pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge) menyangkut kemampuan akademik-keilmuan yang dikembangkan dari berbagai teori atau konsep 54 Silabus Pembelajaran . Visi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah terwujudnya suatu mata pelajaran yang berfungsi sebagai sarana pembinaan watak bangsa (nation and character building) dan pemberdayaan warga negara. Adapun tujuan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah mengembangkan kompetensi sebagai berikut: 1. dan watak atau karakter kewarganegaraan (civic dispositions). Adapun misi mata pelajaran ini adalah membentuk warga negara yang baik. dan afektif.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) perlu adanya panduan pengembangan Silabus Pembelajaran untuk setiap mata pelajaran. memiliki ketrampilan intelektual dan keterampilan berpartisipasi secara demokratis dan bertanggung jawab. kritis. 2. mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan memiliki visi.

hukum dan moral. dan bentuk-bentuk negara 6. memiliki rasa kesetiakawanan sosial. Watak/karakter kewarganegaraan (civic dispositions) sesungguhnya merupakan dimensi yang paling substantif dan esensial dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. prinsip-prinsip dan proses demokrasi. serta nilai-nilai dan norma-norma dalam masyarakat. memiliki semangat kebangsaan yang kuat. Dengan memperhatikan visi. hukum. Dengan demikian seorang warga negara pertama-tama perlu memiliki pengetahuan kewarganegaraan yang baik. karakter. demokratis. Watak. dan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. lembaga pemerintah dan nonpemerintah. Tabel 1. Manusia sebagai zoon politikon (makhluk sosial) Proses terbentuknya masyarakat politik Proses terbentuknya bangsa Asal usul negara Unsur-unsur negara. 3.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) politik. pemerintahan berdasar hukum (rule of law) dan peradilan yang bebas dan tidak memihak. toleran. tujuan negara. misi. adil. mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan bidang kajian multidisipliner. konstitusi. 4. karakter. Lembaga politik 8. pengetahuan dan keterampilannya itu akan membentuk suatu watak atau karakter yang mapan. sikap dan potensi lain yang bersifat afektif. 1. sehingga menjadi sikap dan kebiasaan hidup seharihari. 5. Contoh keterampilan intelektual adalah keterampilan dalam merespon berbagai persoalan politik. Selanjutnya seorang warganegara diharapkan memiliki keterampilan secara intelektual maupun secara partisipatif dalam kehidupan berbangsa dan negara. Pada akhirnya. karakteristik mata pelajaran ini ditandai dengan penekanan pada dimensi watak. materi pengetahuan kewarganegaraan meliputi pengetahuan tentang hak dan tanggung jawab warga negara. menghargai perbedaan. dan lain-lain. misalnya segera melapor kepada polisi atas terjadinya kejahatan yang diketahui. Keterampilan kewarganegaraan (civic skills) meliputi keterampilan intelektual (intelectual skills) dan keterampilan berpartisipasi (participatory skills) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. menghormati hak orang lain. Ruang Lingkup Isi Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan NO. DIMENSI KEILMUAN Politik MATERI 1. terutama pengetahuan di bidang politik. Adapun ruang lingkup isi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat dilihat pada tabel 1. identitas nasional. dan tujuan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Dengan demikian. sikap atau kebiasaan hidup sehari-hari yang mencerminkan warga negara yang baik itu misalnya sikap religius. Dimensi watak/karakter kewarganegaraan dapat dipandang sebagai "muara" dari pengembangan kedua dimensi sebelumnya. Model-model sistem politik Silabus Pembelajaran 55 . Kewarganegaraan 7. hak asasi manusia. Secara lebih terperinci. 2. Contoh keterampilan berpartisipasi adalah keterampilan menggunakan hak dan kewajibannya di bidang hukum. menghormati hukum. misalnya merancang dialog dengan DPRD. jujur.

3. 3. peraturan yang berlaku dalam berbangsa dan bernegara masyarakat.3 Menerapkan norma-norma.2 Menjelaskan hakikat dan arti penting hukum bagi warga negara 1. dan dalam kehidupan bermasyarakat. obyek hukum. dan moral 2. kebiasaan. berbangsa dan bernegara Mendeskripsikan makna Proklamasi Kemerdekaan dan konstitusi pertama 2. Demokrasi Pancasila 11.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) 2.3 Menunjukkan sikap positif terha dap Silabus Pembelajaran 2. Implementasi nilai-nilai moral Pancasila Dari ruang lingkup isi materi tersebut sebagian dipilih dan ditetapkan sebagai objek materi guna pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar tingkat SMP/MTs. peristiwa hukum. 4. Standar Isi tersebut memuat Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang deskripsinya sebagaimana tercantum dalam format berikut ini. 56 . Sumber-sumber ajaran moral 4. 5. psikomotor. adat istiadat dan peraturan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. Terkait dengan hal itu. 7. 2. Peradilan 1. norma dan moral 3. Pengertian nilai.1 Mendeskripsikan hakikat normaterhadap norma-norma yang berlaku norma. kebiasaan -kebiasaan. norma. STANDAR KOMPETENSI 1. Globalisasi Rule of law (Negara Hukum) Konstitusi Sistem hukum Sumber hukum Subyek hukum. Lembaga-Lembaga Negara 10. KOMPETENSI DASAR Menunjukkan sikap positif 1.1 Menjelaskan makna proklamasi kemer dekaan 2. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menetapkan Standar Isi Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Tingkat SMP/MTs. Hubungan antara nilai. 1. 6. Hukum 1. adat istiadat. dengan mempertimbangkan perkembangan intelektual dan emosional peserta didi atau dalam konsep Bloom adalah perkembangan kognitif. Moral 9. maupun afektifnya. Norma-norma dalam masyarakat 5.2 Mendeskripsikan suasana kebatin an konstitusi pertama 2. dan sanksi hukum Pembidangan hukum Proses hukum 8.

4 Menampilkan sikap positif terha dap pelaksanaan UUD 1945 hasil amandemen 7. Menampilkan ke taatan terhadap perundang-undangan nasional 57 . Menampilkan sikap positif terhadap perlindungan dan penegakan Hak Azasi Manusia (HAM) 3.1 Mengidentifikasi tata urutan pera turan perundang-undangan nasional 7.1 Menguraikan hakikat hukum dan kelembagaan HAM 3.3 Menunjukkan sikap positif ter hadap Pancasila dalam kehidup an berbangsa dan bernegara 5.1 Menjelaskan hakekat kemerdeka an mengemuka kan pendapat 4. Memahami berbagai konstitusi yang pernah di gunakan di Indonesia 7. Menampilkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila 6.2 Menguraikan pentingnya kemerde kaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab 4.3 Menunjukkan hasil-hasil amande men UUD 1945 6.2 Mendeskripsikan kasus pelanggar an dan upaya penegakan HAM 3.4 Menghargai upaya penegakkan HAM 4.3 Mengakuatlisasikan kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab 5. Menampilkan perilaku kemerdekaan mengemukakan pendapat 5.2 Mendeskripsikan proses pembuat an peraturan perundang-undangan nasional Silabus Pembelajaran 4.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) makna proklamasi kemerdek aan dan suasana kebatinan konstitusi pertama 3.4 Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat 6.1 Menjelaskan berbagai konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia 6.2 Menganalisis penyimpangan-pe nyimpangan terhadap konstitusi yang berla ku di Indonesia 6.2 Menguraikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara 5.3 Menghargai upaya perlindungan HAM 3.1 Menjelaskan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara 5.

Memahami pelaksanaan pentingnya globalisasi bagi Indonesia otonomi daerah 12. Memahami pelaksanaan demokrasi dalam berbagai aspek kehidupan 9.5 Mendeskripsikan pengertian anti korupsi dan instrumen (hukum dan kelembagaan) anti korupsi di Indonesia 8.1 Menjelaskan pentingnya usaha pembelaan Negara 10. Memahami kedaulatan rakyat dalam sistem pemerintahan di Indonesia Menampilkan partisipasi dalam usaha pembelaan negara .4 Mengidentifikasi kasus korupsi dan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia 7.3 Mendeskripsikan dampak 12. dan bernegara 8. 11.3 Menunjukkan sikap positif terhadap kedaulatan rakyat dan sistem pemerintahan Indonesia 10. berbangsa.3 Menujukkan sikap positif terhadap pe laksanaan demokrasi dalam berbagai kehidupan 9.2 Menjelaskan pentingnya parti si pasi masyarakat dalam perumus an kebijakan publik di daerah 12.1 Mendeskripsikan pengertian otono mi daerah 11.1 Menjelaskan pengertian dan 11.1 Menjelaskan makna kedaulatan rakyat 9.1 Menjelaskan haki kat demokrasi 8.3 Menampilkan peran serta dalam usaha pembelaan negara 10. berbangsa dan berbangsa dan bernegara bernegara 58 Silabus Pembelajaran 8. Memahami dampak globalisasi globalisasi terhadap kehidupan dalam kehidupan bermasyarakat.3 Mentaati peraturan perundangundangan nasional 7.2 Menjelaskan pentingnya kehidup an demokrasi dalam bermasyara kat.2 Mengidentifikasi bentuk-bentuk usaha pembelaan Negara 10. bermasyarakat.2 Mendeskripsikan sistem pemerin tahan Indonesia dan peran lembaga negara sebagai pelaksana kedaulatan rakyat 9.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) 7.2 Mendeskripsikan politik luar negeri dalam hubungan internasional di era global 12.

Perkembangan Aspek Kognitif Menurut Piaget (1970). yaitu: (1) kecerdasan linguistik (kemampuan berbahasa yang fungsional). Mereka mempunyai perasaan dan pikiran serta keinginan atau aspirasi. Dalam tahap perkembangannya. Mereka mempunyai kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi (pangan. kebutuhan akan rasa aman. periode yang dimulai pada usia 12 tahun. sandang. papan). Pada usia ini. Berikut ini disajikan perkembangan yang sangat erat kaitannya dengan pembelajaran. 2. dari segala aspek. yang berkembang pada siswa adalah kemampuan berfikir secara simbolis dan bisa memahami sesuatu secara bermakna (meaningfully) tanpa memerlukan objek yang kongkrit atau bahkan objek yang visual.2 Mengenal potensi diri untuk berprestasi sesuai kemampuan 13. psikomotor. (6) kecerdasan intra-pribadi (kemampuan untuk mengenal diri sendiri dan mengembangkan rasa jati diri).3 Menampilkan peran serta dalam berbagai aktivitas untuk mewujudkan prestasi diri sesuai kemampuan demi keunggulan bangsa C. merupakan ‘period of formal operation’. kecerdasan antar pribadi (kemampuan memahami orang lain). dan afektif. Perkembangan Aspek Psikomotor Aspek psikomotor merupakan salah satu aspek yang penting untuk diketahui oleh guru. Pada tahap perkembangan ini juga berkembang ketujuh kecerdasan dalam Multiple Intelligences yang dikemukakan oleh Gardner (1993). Tahap-tahap tersebut antara lain: a. kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) 12. (4) kecerdasan spasial (kemampuan membentuk imaji mental tentang realitas).1 Menentukan sikap dampak globalisasi terhadap 13. (3) kecerdasan musikal (kemampuan menangkap dan menciptakan pola nada dan irama). siswa SMP berada pada tahap periode perkembangan yang sangat pesat. Tahap kognitif Silabus Pembelajaran 59 . (5) kecerdasan kinestetik-ragawi (kemampuan menghasilkan gerakan motorik yang halus).4 13. 1. Menampilkan prestasi diri sesuai kemampuan demi keunggulan bangsa Menjelaskan pentingnya presta si diri bagi keunggulan bangsa 13. Perkembangan aspek psikomotor juga melalui beberapa tahap. Siswa telah memahami hal-hal yang bersifat imajinatif. yaitu yang lebih kurang sama dengan usia siswa SMP. dan kebutuhan untuk mengaktualisasi dirinya (menjadi dirinya sendiri sesuai dengan potensinya). (2) kecerdasan logis-matematis (kemampuan berfikir runtut). Karakteristik Peserta Didik Peserta didik adalah manusia dengan segala fitrahnya. yaitu perkembangan aspek kognitif.

2. Tahap otonomi Pada tahap ini. yaitu keberanian mengambil risiko. 2000) memberikan definisi tentang ranah afektif yang terbagi atas lima tataran afektif yang implikasinya dalam siswa SMP lebih kurang sebagai berikut: (1) sadar akan situasi. yaitu sikap mempertahankan diri atau melindungi ego. tegang. Dan karena waktu yang diperlukan untuk berpikir lebih pendek. Pada tahap ini.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tahap ini ditandai dengan adanya gerakan-gerakan yang kaku dan lambat. 5. fenomena. Pada tahap ini. seorang siswa telah mencapai tingkat otonomi yang tinggi. dan apa yang diyakini dan diapresiasi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam teori pemerolehan bahasa kedua atau bahasa asing. gerakangerakannya sudah mulai tidak kaku. masyarakat. (5) sudah mulai memiliki karakteristik dan mengetahui karakteristik tersebut dalam bentuk sistem nilai. yang meliputi rasa frustrasi. 6. dan menentukan hubungan di antara nilai-nilai yang ada. c. Empati. Oleh karena itu. Dia mulai dapat mengasosiasikan gerakan yang sedang dipelajarinya dengan gerakan yang sudah dikenal. (3) bisa menilai. Risk-taking. Tahap ini disebut tahap autonomi karena siswa sudah tidak memerlukan kehadiran instruktur untuk melakukan gerakan-gerakan. Pemahaman terhadap apa yang dirasakan dan direspon. 60 Silabus Pembelajaran . Dia harus berpikir sebelum melakukan suatu gerakan. 4. Proses belajarnya sudah hampir lengkap meskipun dia tetap dapat memperbaiki gerakan-gerakan yang dipelajarinya. gerakan-gerakan telah dilakukan secara spontan dan oleh karenanya gerakan-gerakan yang dilakukan juga tidak mengharuskan pembelajar untuk memikirkan tentang gerakannya. seorang siswa membutuhkan waktu yang lebih pendek untuk memikirkan tentang gerakan-gerakannya. gerakan-gerakan pada tahap ini belum merupakan gerakan-gerakan yang sifatnya otomatis. Tahap asosiatif Pada tahap ini. Ranah afektif tersebut mencakup emosi atau perasaan yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Faktor pribadi yang lebih spesifik dalam tingkah laku siswa yang sangat penting dalam penguasaan berbagai materi pembelajaran. Self-esteem. Motivasi. 3. yaitu sifat yang berkaitan dengan pelibatan diri individu pada perasaan orang lain. Inhibition. (4) sudah mulai bisa mengorganisir nilai-nilai dalam suatu sistem. b. Tahap ini masih dalam tahap pertengahan dalam perkembangan psikomotor. khawatir. (2) responsif terhadap stimulus-stimulus yang ada di lingkungan mereka. Ini terjadi karena siswa masih dalam taraf belajar untuk mengendalikan gerakan-gerakannya. seorang siswa masih menggunakan pikirannya untuk melakukan suatu gerakan tetapi waktu yang diperlukan untuk berpikir lebih sedikit dibanding pada waktu dia berada pada tahap kognitif. yaitu penghargaan yang diberikan seseorang kepada dirinya sendiri. Anxiety (kecemasan). yaitu dorongan untuk melakukan suatu kegiatan. dsbnya. Bloom (Brown. Pada tahap ini siswa sering membuat kesalahan dan kadang-kadang terjadi tingkat frustasi yang tinggi. Perkembangan Aspek Afektif Keberhasilan proses pembelajaran juga ditentukan oleh pemahaman tentang perkembangan aspek afektif siswa. yang meliputi: 1. dan objek di sekitar. 3.

Bagaimanakah cara mengetahui ketercapaian kompetensi berdasarkan Indikator sebagai acuan dalam menentukan jenis dan aspek yang akan dinilai. Penilaian. dan Sumber Belajar. Kompetensi apa saja yang harus dicapai siswa sesuai dengan yang dirumuskan oleh Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar). Kelompok Sekolah Apabila guru kelas atau guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan Silabus Pembelajaran secara mandiri. Materi Pokok/Pembelajaran apa saja yang perlu dibahas dan dipelajari peserta didik untuk mencapai Standar Isi. yang di dalamnya berisikan Identitas Mata Pelajaran. 61 . 1. dan Dinas Pendidikan. 5. PENGERTIAN. kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Beberapa sekolah atau sekolah-sekolah dalam sebuah yayasan dapat bergabung untuk menyusun Silabus Pembelajaran. sekolah bersama komite sekolah dapat meminta bimbingan teknis dari perguruan tinggi. Materi Pokok/Pembelajaran. 6. 2. 7. LPMP. maka pihak sekolah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru kelas atau guru mata pelajaran untuk mengembangkan Silabus Pembelajaran yang akan dipergunakan oleh sekolah tersebut 3.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) II. Untuk menghasilkan Silabus Pembelajaran yang bermutu. Silabus Pembelajaran pada dasarnya menjawab permasalahan-permasalahan sebagai berikut. 1. Alokasi Waktu. Kegiatan Pembelajaran. DAN TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN SILABUS PEMBELAJARAN A. Kegiatan Pembelajaran apa yang seharusnya diskenariokan oleh guru sehingga peserta didik mampu berinteraksi dengan sumber-sumber belajar. 4. Pengembang Silabus Pembelajaran Pengembangan Silabus Pembelajaran dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah atau beberapa sekolah. Hal ini dimungkinkankarena sekolah dan komite Silabus Pembelajaran B. Pengertian Silabus Pembelajaran Silabus Pembelajaran disusun berdasarkan Standar Isi. Sumber Belajar apa yang dapat diberdayakan untuk mencapai Standar Isi tertentu. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Indikator. 2. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai Standar Isi tertentu. Dengan demikian. Indikator apa saja yang harus dirumuskan untuk mengetahui ketercapaian KD dan SK. dan lembaga terkait seperti Balitbang Depdiknas. PRINSIP. Sekolah dan komite sekolah Pengembang Silabus Pembelajaran adalah sekolah bersama komite sekolah. 3.

intelektual. kelompok kerja guru. Menyeluruh: Komponen Silabus Pembelajaran mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. psikomotor). materi ajar ditentukan berdasarkan dan atau memperhatikan kultur daerah masing-masing. atau unit utama terkait yang ada di Departemen Pendidikan Nasional C. dan lembaga terkait seperti Balitbang Depdiknas dalam menyusun Silabus Pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar kehidupan peserta didik tidak tercerabut dari lingkungannya. tingkat kesukaran. dan sistem penilaian. Perencanaan: Tim yang ditugaskan untuk menyusun Silabus Pembelajaran terlebih dahulu perlu mengumpulkan informasi dan mempersiapkan kepustakaan atau referensi yang sesuai untuk mengembangkan Silabus Pembelajaran. Sementara itu. emosional. Konsisten: Ada hubungan yang konsisten (ajeg. kegiatan pembelajaran. Aktual dan Kontekstual: Cakupan indikator. 7. LPMP. Fleksibel: Keseluruhan komponen Silabus Pembelajaran dapat mengakomodasi variasi peserta didik. 5. atau dinas pendidikan dapat meminta bimbingan teknis dari perguruan tinggi. Tahap-tahap Pengembangan Silabus Pembelajaran 1. 6. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. Kelompok sekolah ini juga dapat meminta bimbingan teknis dari perguruan tinggi. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. indikator. kegiatan pembelajaran. Ilmiah: Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam Silabus Pembelajaran harus benar dan dapat dipertangungjawabkan secara keilmuan. materi pokok/pembelajaran. materi pokok/pembelajaran. Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan setempat dapat memfasilitasi penyusunan Silabus Pembelajaran dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masingmasing. Relevan: Cakupan. sumber belajar. 4. materi pokok/pembelajaran. kegiatan pembelajaran. Sistematis: Komponen-komponen Silabus Pembelajaran saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. 2. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapain kompetensi dasar. 2. dan urutan penyajian materi dalam Silabus Pembelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. teknologi. 8. afektif. LPMP. sosial.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) 4 sekolah karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan penyusunan Silabus Pembelajaran. D. 3. taat asas) antara kompetensi dasar. penyusun Silabus Pembelajaran perlu memahami semua perangkat yang berhubungan 62 Silabus Pembelajaran . dan peristiwa yang terjadi. Dalam pengembangan Silabus Pembelajaran ini sekolah. Pencarian informasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan perangkat teknologi dan informasi seperti multi media dan internet. sumber belajar. Prinsip Pengembangan Silabus Pembelajaran 1. Memadai: Cakupan indikator. Pelaksanaan: Dalam melaksanakan penyusunan Silabus Pembelajaran. dan spiritual peserta didik. pendidikan. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. kedalaman.

... Pengkajian dapat melibatkan para spesialis kurikulum. guru/instruktur. 5. Apabila telah memenuhi kriteria rancangan Silabus Pembelajaran dapat segera disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya. KOMPONEN DAN PENGEMBANGAN SILABUS PEMBELAJARAN LANGKAH-LANGKAH a. kepala sekolah. f. selanjutnya dapat disajikan dalam contoh format Silabus Pembelajaran secara horisontal atau vertikal sebagai berikut... ahli penilaian. pengawas. dan siswa itu sendiri. : . : .. g. III. h. c. 4. Komponen Silabus Pembelajaran Silabus Pembelajaran memuat sekurang-kurangnya komponen-komponen berikut ini. staf profesional dinas pendidikan.... e....... Identitas Silabus Pembelajaran Standar Kompentensi Kompetensi Dasar Materi Pokok/Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Komponen-komponen Silabus Pembelajaran di atas. b. perwakilan orang tua siswa. seperti Standar Isi yang berhubungan dengan mata pelajaran yang bersangkutan dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 3....... ahli mata pelajaran. Penilaian Silabus Pembelajaran: Penilaian pelaksanaan Silabus Pembelajaran perlu dilakukan secara berkala dengan mengunakaan model-model penilaian kurikulum. Pemantapan: Masukan dari pengkajian ulang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk memperbaiki buram awal. : . Format 1: Horizontal SILABUS PEMBELAJARAN Sekolah Kelas Mata Pelajaran Semester Standar Kompetensi : SMP : ... i.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) dengan penyusunan Silabus Pembelajaran.. A. d..... ahli didaktik-metodik. Perbaikan: Buram Silabus Pembelajaran perlu dikaji ulang sebelum digunakan dalam kegiatan pembelajaran. psikolog. Silabus Pembelajaran 63 .

urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan Kompetensi Dasar. 3. B. Standar Kompetensi dituliskan di atas matrik Silabus Pembelajaran di bawah tulisan semester. Identitas Silabus Pembelajaran ditulis di atas matriks Silabus Pembelajaran. Menuliskan Standar Kompetensi Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan. Sebelum menentukan atau memilih Kompetensi Dasar. b. Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Penilaian Indikator Alokasi Sumber penca Teknik Bentuk Contoh Waktu Belajar paian penilaian Instrumen Instrumen Catatan: * Kegiatan Pembelajaran: kegiatan-kegiatan yang spesifik yang dilakukan siswa untuk mencapai SK dan KD * Alokasi waktu: termasuk alokasi penilaian yang terintegrasi dengan pembelajaran (n x 40 menit) * Sumber belajar: buku teks. 64 Silabus Pembelajaran . sikap. alat. Standar Kompetensi diambil dari Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar) Mata Pelajaran. nara sumber. c. penyusun terlebih dahulu mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau SK dan KD. Sebelum menuliskan Standar Kompetensi. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. Mengisi identitas Silabus Pembelajaran Identitas terdiri dari nama sekolah. bahan.atau lainnya.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kompetensi Dasar 1. penyusun terlebih dahulu mengkaji Standar Isi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. Langkah-langkah Pengembangan Silabus Pembelajaran 1. kelas. 2. Kompetensi dasar dipilih dari yang tercantum dalam Standar Isi. mata pelajaran.1. Menuliskan Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran tertentu. dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu. dan semester.

Selain itu harus diperhatikan: a. e. c. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik. emosional. e. Silabus Pembelajaran 65 . Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. relevansi materi pokok dengan SK dan KD. Guru harus selalu berpikir kegiatan apa yang bisa dilakukan agar siswa memiliki kompetensi yang telah ditetapkan. relevansi dengan kebutuhan peseta didik dan tuntutan lingkungan. khususnya guru. alokasi waktu. dan spiritual peserta didik.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) b. d. struktur keilmuan. b. c. f. kedalaman dan keluasan materi. kebermanfaatan (utility): materi tersebut memberikan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan pada jenjang berikutnya. c. 5. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. agar mereka dapat bekerja dan melaksanakan proses pembelajaran secara profesional sesuai dengan tuntutan kurikulum. Kegiatan pembelajaran yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. a. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Dalam mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran harus dipertimbangkan: a. e. Kegiatan pembelajaran memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. tingkat perkembangan fisik. Kegiatan pembelajaran disusun bertujuan untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. keterkaitan antar Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam mata pelajaran. kesahihan (validity): materi memang benar-benar teruji kebenaran dan kesahihannya. d. 4. layak dipelajari (learnability): materi layak dipelajari baik dari aspek tingkat kesulitan maupun aspek pemanfaatan bahan ajar dan kondisi setempat. kebermanfaatan bagi peserta didik. d. Kriteria dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran sebagai berikut. intelektual. Kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa (student-centered). b. dan c. sikap. keterkaitan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar antarmata pelajaran. tingkat kepentingan (significance): materi yang diajarkan memang benar-benar diperlukan oleh siswa diperlukan oleh siswa. dan keterampilan. sosial. b. dan g. peserta didik dengan guru. Kegiatan pembelajaran disusun berdasarkan atas satu tuntutan kompetensi dasar secara utuh. lingkungan. menarik minat (interest): materinya menarik minat siswa dan memotivasinya untuk mempelajari lebih lanjut. Materi kegiatan pembelajaran dapat berupa pengetahuan.

• Memperhatikan aspek manfaat dalam kehidupan sehari-hari (life skills). dan klasikal. Penentuan urutan langkah pembelajaran sangat penting artinya bagi KD-KD yang memerlukan prasyarat tertentu. d. afektif. di bawah bimbingan guru. kemampuan. berpasangan. 7. g. serta masalah khusus yang dihadapi siswa yang bersangkutan. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Memperhatikan sumber-sumber belajar yang relevan. dan e. Kriteria indikator sebagai berikut. minat. Pemilihan kegiatan pembelajaran mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: a. • Sesuai tingkat perkembangan berpikir siswa. dan psikomotor). Untuk mengembangkan instrumen penilaian terlebih dahulu diperhatikan indikator. bervariasi dengan mengombinasikan kegiatan individu/perorangan. Di dalam kegiatan penilaian ini terdapat tiga komponen penting. Pembelajaran bersifat spiral (terjadi pengulangan-pengulangan pembelajaran materi tertentu). dan menemukan sendiri pengetahuan. (b) bentuk instrumen. Rumusan pernyataan dalam Kegiatan Pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan kegiatan pembeljaran siswa. memberikan peluang bagi siswa untuk mencari. Perumusan kegiatan pembelajaran harus jelas memuat materi yang harus dikuasai untuk mencapai Kompetensi Dasar. g. dan budaya. Harus dapat menunjukkan pencapaian hasil belajar siswa secara utuh (kognitif. latar belakang keluarga. Dapat diukur/dapat dikuantifikasikan/dapat diamati. Sesuai tingkat perkembangan berpikir siswa. kelompok. sumber belajar dan sarana yang tersedia. mencerminkan ciri khas dalam pegembangan kemapuan mata pelajaran. Merumuskan Indikator Untuk mengembangkan instrumen penilaian. d. Oleh karena itu. Kriteria indikator adalah sebagai berikut. Memperhatikan aspek manfaat dalam kehidupan sehari-hari (life skills). yaitu kegiatan dan objek belajar. Menggunakan kata kerja operasional. yang meliputi: (a) teknik penilaian. c. 6. disesuaikan dengan kemampuan siswa. b. terlebih dahulu diperhatikan indikator. Berkaitan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. i. e. • Berkaitan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. sosial-ekomomi. 66 Silabus Pembelajaran . di dalam penentuan indikator diperlukan kriteria-kriteria berikut ini. b. a. di dalam penentuan indikator diperlukan kriteria-kriteria berikut ini. f.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) f. mengolah. Oleh karena itu. dan (c) contoh instrumen. h. memperhatikan pelayanan terhadap perbedaan individual siswa seperti: bakat. c.

1) Pemilihan jenis penilaian harus disertai dengan aspek-aspek yang akan dinilai sehingga memudahkan dalam penyusunan soal. sedangkan teknik nontes adalah suatu cara untuk memperoleh informasi melalui pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban betul atau salah. afektif. serta untuk mengetahui kesulitan siswa.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) • • • • Harus dapat menunjukan pencapaian hasil belajar siswa secara utuh (kognitif.Teknik tes merupakan cara untuk memperoleh informasi melalui pertanyaan yang memerlukan jawaban betul atau salah. Menggunakan kata kerja operasional. Teknik Penilaian Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. menganalisis dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan untuk menentukan tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan dalam rangka penilaian ini. penyusun Silabus Pembelajaran perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini. 7) Dalam sistem penilaian berkelanjutan. 8) Penilaian dilakukan untuk menyeimbangkan berbagai aspek pembelajaran: kognitif. a. 6) Siswa yang telah menguasai semua atau hampir semua kompetensi dasar dapat diberi tugas untuk mempelajari kompetensi dasar berikutnya. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan siswa setelah siswa mengikuti proses pembelajaran. yang secara garis besar dapat dikategorikan sebagai teknik tes dan teknik nontes. 2) Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian indikator. Memperhatikan sumber-sumber belajar yang relevan. 5) Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan. dan bila telah menguasai kompetensi dasar. Adapun yang dimaksud dengan teknik penilaian adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik. dan psikomotor). guru harus membuat kisi-kisi penilaian dan rancangan penilaian secara menyeluruh untuk satu semester dengan menggunakan teknik penilaian yang tepat. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. Silabus Pembelajaran 67 . 4) Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. 3) Penilaian menggunakan acuan kriteria. berupa program remedi. baik formal maupun nonformal secara berkesinambungan. Apabila siswa belum menguasai suatu kompetensi dasar. Dapat diukur/dapat dikuantifikasikan/dapat diamati. afektif dan psikomotor dengan menggunakan berbagai model penilaian. Dalam melaksanakan penilaian. ia harus mengikuti proses pembelajaran lagi. ia diberi tugas pengayaan.

bukti-bukti otentik.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) 9) Penilaian merupakan suatu proses pengumpulan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip berkelanjutan. Dengan demikian. seperti tugas proyek atau tugas rumah. Kompetensi Dasar dan Indikator. dapat berupa tes esai/uraian. akurat. b. menjodohkan dll. baik sebagai efek langsung (main effect) maupun efek pengiring (nurturant effect) dari proses pembelajaran. uji petik kerja prosedur. dan konsisten sebagai akuntabilitas publik. 4) Penugasan. karya. menjodohkan dan sebagainya. 2) Tes lisan. Oleh karena itu. 6) Wawancara yaitu dengan menggunakan pedoman wawancara 7) Portofolio dengan menggunakan dokumen pekerjaan. 11) Penilaian berorientasi pada Standar Kompetensi. dan atau prestasi siswa. benar • Tes salah. pilihan ganda. selanjutnya instrumen tes itu dituliskan di dalam kolom matriks Silabus Pembelajaran yang tersedia. 12) Penilaian dilakukan secara berkelanjutan (direncanakan dan dilakukan terus menerus) guna mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan penguasaan kompetensi siswa. Ragam Teknik Penilaian beserta Ragam Bentuk Instrumennya Teknik Bentuk Instrumen Tes pilihan : Pilihan ganda. penilaian harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. Berikut ini disajikan ragam teknik penilaian beserta bentuk instrumen yang dapat digunakan. Misalnya. dan uji petik kerja produk. 10) Penilaian merupakan proses identifikasi pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan hasil belajar siswa. Tabel 1. isian. Bentuk Instrumen Bentuk instrumen yang dipilih harus sesuai dengan teknik penilaiannya. tes simulasi. yaitu berbentuk daftar pertanyaan. 8) Penilaian diri dengan menggunakan lembar penilaian diri Sesudah penentuan instrumen tes telah dipandang tepat. atau uji petik kerja prosedur dan produk. 3) Tes unjuk kerja. hasilnya akan memberikan gambaran mengenai perkembangan pencapaian kompetensi. dapat berupa tes identifikasi. maupun produk/hasil dengan melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. 5) Observasi yaitu dengan menggunakan lembar observasi. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan. 13) Sistem penilaian harus disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang ditempuh dalam proses pembelajaran. terulis Tes aisian : isian singkat dan uraian • Observasi • Lembar observasi ( lembar (pengamatan) pengamatan ) 68 Silabus Pembelajaran . bentuk instrumen yang dikembangkan dapat berupa bentuk instrumen yang tergolong teknik: 1) Tes tulis.

Untuk itu. New York: Addison Wesley Longman Inc. Curriculum development. Silabus Pembelajaran ini akan dikembangkan lebih rinci dalam Rencana Program Pembelajaran ( RPP) DAFTAR PUSTAKA Brady. apabila dipandang hal itu menyulitkan karena kolom yang tersedia tidak mencukupi. dan c.H. media elektronika. Contoh instrumen dapat dituliskan di dalam kolom matriks Silabus Pembelajaran yang tersedia. Namun. Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar merupakan segala sesuatu yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Brown. b. Contoh Instrumen Setelah ditetapkan bentuk instrumennya. dengan memperhatikan: a. (1992). 7. L. selanjutnya contoh instrumen penilaian diletakkan di dalam lampiran. Silabus Pembelajaran 69 .KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) • • • • • • Penugasa n Individu atau kelompok Tes Lisan Pnilaian portofolio Jurnal Penilaian diri Penilaian antarteman • • • • • • • Pekerjaan rumah Proyek Daftar pertanyaan Lember penilaian portofolio Buku catatan jurnal Kuisioner / lembar penilaian diri Lembar penilaian antarteman c. yang dapat berupa: buku teks. selanjutnya dibuat contohnya. D. media cetak. 8. dan sebagainya. minggu efektif per semester. diharapkan sekolah atau daerah dapat mengembangkan sendiri bentuk Silabus Pembelajaran yang lain. alokasi waktu mata pelajaran. nara sumber.) New York: Prentice-Hall. lingkungan alam sekitar. Menentukan Alokasi Waktu Alokasi waktu adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk ketercapaian suatu Kompetensi Dasar tertentu. (2000) Principles of Language Learning and Teaching. jumlah kompetensi per semester. (4th ed. PENUTUP Contoh Silabus Pembelajaran yang terdapat di dalam Lampiran 3 bukan contoh satu-satunya di dalam pengembangan Silabus Pembelajaran yang disusun berdasarkan Standar Isi. IV.

H. London: Paul Chapman Publishing Ltd..R. MA: D. Heat and Company.J. I.E. Funk.J. Rezba.J.. Pedoman Umum Pengembangan Silabus Pembelajaran Berbasis Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Science curriculum. N. (1999). Robertson.S. Cavendish. (2000). J. Yogyakarta: Program Pascasarjana UNY. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Oxford: Heinemann Educational Books. R.J..K. (3rd ed. (1989). R. Biological science: A molecular approach. Mukminan dkk.. (1970) Science of Education and the Psychology of the Child. R.) Iowa: Kendall/Hunt Publishing Company. New York: Viking. (2002). Learning and assessing science process skills. McCall. N. Sprinthall. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA UNY Gardner. J. J. Romiszowski. New York: Basic Books Gronlund. Walden University. (1990).. Djohar. dan Sund. (2002). Columbus: Merrill Publishing Company. (1993) Multiple Intelligences: From Theory to Practice.H. H. (1990). (1976) Measurement & Evaluation in Teaching. R.L. & Jaus.. Techniques for assessing process skills in practical science: Teacher’s guide. Observation activities. Inc.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bryce. H.C dan N. (1995). A. Teaching science through discovery.A..B. (1981) Designing Instructional Systems.G. New York: Macmillan publishing Co. London:Nichols publishing.A. Lampiran 1 DAFTAR KATA KERJA OPERASIONAL PADA PENYUSUNAN STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR STANDAR KOMPETENSI Contoh: 70 Silabus Pembelajaran . Carin. Piaget. BSCS (1996).C.. A. Sydney: Addison-Wesley Publishing Company Sukmadinata. T. Fiel.. Sprinthall (1977) Educational Psychology: A Developmental Approach. R. Pengembangan kurikulum: Teori dan Praktek. S. J. & Weston.A. Okey. Lexington. MacGregor..S.J. C. Sparague. Struktur IPA.

misalnya: kemampuan berpikir kompleks. Satu butir standar kompetensi dapat dipecah menjadi beberapa butir kompetensi dasar. bahagia dan secara bermartabat. dan kegiatan pembelajaran). Kreatif : mampu menghasilkan suatu karya meskipun dalam bentuk sederhana. materi pembelajaran. 2. Satu butir kompetensi dasar. Kompetensi lulusan : kemampuan yang dapat dilakukan atau ditampilkan lulusan suatu jenjang pendidikan yang meliputi ranah kognitif. berkomunikasi secara efektif. seperti mengidentifikasikan. kemampuan minimum yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk standar kompetensi tertentu dari suatu mata pelajaran. Standar kompetensi dan kompetensi dasar belum memuat atau bukan merupakan indikator. dapat dipakai baik pada standar kompetensi maupun kompetensi dasar. Komunikasi : interaksi atau kontak berbahasa antara pihak satu dengan pihak lain. kesiapan untuk terjun ke dunia kerja. dan psikomotor. 4. nantinya harus dipecah menjadi minimal 2 indikator. 3. perbedaannya terletak bahwa pada standar kompetensi cakupannya lebih luas daripada pada kompetensi dasar. melaksanakan peran sebagai warganegara yang bertanggung jawab.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) mendefinisikan menerapkan mengkonstruksikan mengidentifikasikan mendeskripsikan mengenal menyusun menyelesaikan KOMPETENSI DASAR Contoh: mengidentifikasikan mendemonstrasikan menunjukkan menafsirkan membaca menerapkan menghitung menceritakan menggambarkan menggunakan melafalkan menentukan mengucapkan menyusun membedakan menyimpulkan membuat menerjemahkan merumuskan menyelesaikan menganalisis mensintesis mengevaluasi KETERANGAN: 1. Silabus Pembelajaran 71 . Konsistensi (ketaatasasan) : keselarasan hubungan antar komponen dalam Silabus Pembelajaran (kompetensi dasar. Lampiran 2 GLOSARIUM Kecakapan hidup (life skill) : kemampuan yang diperlukan untuk menempuh kehidupan dengan sukses. afektif. membangun kerjasama. Satu kata kerja tertentu. Kecukupan (adequacy) : mempunyai cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran yang memadai untuk menunjang penguasaan Kompetensi Dasar maupun standar kompetensi. Materi pembelajaran : bahan ajar minimal yang harus dipelajari siswa untuk menguasai Kompetensi Dasar. Kompetensi dasar : kemampuan minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan.

Ranah kognitif : aspek yang berkaitan dengan kemampuan berpikir. Tatap muka: Menunjukkan aktivitas belajar yang dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi dasar atau materi pembelajaran. Pendekatan terjala (webbed) : strategi pengembangan pelajaran. yang bukan kegiatan interaksi guru-siswa seperti mendengarkan uraian guru. pengenalan. Pendekatan hierarkis : strategi pengembangan materi pembelajaran berdasarkan penjenjangan materi pokok. menelaah. berdiskusi di bawah bimbingan guru. Pendekatan prosedural : strategi pengembangan materi pembelajaran berdasarkan atas urutan penyelesaian suatu tugas pembelajaran. kompetensi dalam mata pelajaran tertentu yang harus dimiliki oleh siswa. mensimulasikan. misalnya: diskusi di bawah bimbingan guru. Pendekatan tematik : strategi pengembangan materi pembelajaran yang bertitik tolak dari sebuah tema. Standar kompetensi : kemampuan yang dapat dilakukan atau ditampilkan untuk satu mata pelajaran. Relevansi : keterkaitan Silabus Pembelajaran : susunan teratur materi pembelajaran mata pelajaran tertentu pada kelas/semester tertentu. kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan dalam suatu mata pelajaran. menganalisis. yang dilakukan melalui interaksi siswa dengan guru. mengamati. Pengalaman belajar dapat dipilih sesuai dengan kompetensinya. dapat diperoleh di dalam kelas dan di luar kelas. kemampuan yang berkaitan dengan gerak fisik. penerimaan atau penolakan terhadap suatu objek. penentuan. presentasi. kemampuan memperoleh pengetahuan. mengadakan eksperimen. mempraktikkan. penghayatan nilai-nilai. dll. Ranah afektif : aspek yang berkaitan dengan perasaan. kuis. Ranah psikomotor : aspek yang berkaitan dengan kemampuan melakukan pekerjaan dengan melibatkan anggota badan. dan penalaran. yaitu dari lingkup lingkungan yang paling dekat dengan siswa menuju ke lingkup lingkungan yang lebih jauh. semangat. Pengalaman belajar : Menunjukkan aktivitas belajar yang dilakukan siswa melalui interaksi siswa dengan objek atau sumber belajar. meneliti. menemukan. 72 Silabus Pembelajaran . dan bersifat abstrak. kemampuan yang berkaitan dengan pemerolehan pengetahuan. konseptualisasi. Wacana: satuan kebahasaan yang mengandung makna atau maksud lengkap yang kedudukannya di atas kalimat.. sikap. Bentuknya dapat berupa kegiatan mendemonstrasikan. Pendekatan spiral : strategi pengembangan materi pembelajaran berdasarkan lingkup lingkungan. mengaplikasikan. Strategi pembelajaran : dimaksudkan sebagai bentuk/pola umum kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. pemahaman. dan sebagainya.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pembelajaran berbasis kompetensi : pembelajaran yang mensyaratkan dirumuskannya secara jelas kompetensi yang harus dimiliki atau ditampilkan oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. dan hubungan antara tema dengan subtema dapat digambarkan sebagai sebuah jala (webb). Strategi pembelajaran dapat dipilih antara kegiatan tatap muka dan non tatap muka (pengalaman belajar). dll. dengan menggunakan topik dari beberapa mata pelajaran yang relevan sebagai titik sentral. ujian blok.

: VII /1 : ........ : ................. : .. KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Silabus Pembelajaran 73 .................................KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) PERANGKAT PEMBELAJARAN SILABUS PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Satuan Pendidikan Kelas/Semester Nama Guru NIP Sekolah : Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) : SMP/MTs.......................

KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) 74 Silabus Pembelajaran .

Contoh norma UUD 1945 Tokoh masyarakat artikel/berita di media massa... adat istiadat.. dan lain-lain Silabus Pembelajaran 75 .. kebiasaan dan adat istiadat.... berbangsa dan bernegara b... TEKNIK PENILAIAN Tes tertulis BENTUK INSTRUMEN Pilihan Ganda CONTOH INSTRUMEN Pengertian norma adalah ....... kebiasaankebiasaan yang berlaku dalam masyarakat dan berjalan WAKTU 6 x 40’ SUMBER BELAJAR Buku teks.. peraturan yang berlaku dalam masyarakat MATERI PEMBELAJARAN • Pengertian norma....1 Mendeskripsikan hakikat norma-norma.. berbangsa dan bernegara PENILAIAN KOMPETENSI DASAR 1..... aturan-aturan hukum yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat... Kelas : VII (tujuh) Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Semester : 1(satu) Standar Kompetensi: 1... KEGIATAN PEMBELAJARAN • Mencari informasi dari berbagai sumber tentang normanorma.. kebiasaan....KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) SILABUS PEMBELAJARAN Sekolah : ........ Buku pengayaan . ketentuan hukum yang tertulis secara sistematis dan dibuat oleh pihak yang berwenang c. kebiasaan. adat istiadat dan peraturan yang berlaku dalam masyarakat INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI • Menjelaskan pengertian norma.... a. kebiasaan dan adat istiadat. Menunjukkan sikap positif terhadap norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat.

KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI TEKNIK PENILAIAN PENILAIAN BENTUK INSTRUMEN CONTOH INSTRUMEN sebagai aturan hidup d. merasa aman dalam setiap langkah hidupnya b. Kaidah-kaidah atau ketentuanketentuan yang dijadikan peraturan hidup sehingga mempengaruhi tingkah laku dalam masyarakat Manfaat yang didapat jika seseorang patuh terhadap norma yang berlaku adalah … a. selalu mendapat kesempatan untuk melakukan sesuatu WAKTU SUMBER BELAJAR • Manfaat norma Mengamati dan mendiskusikan manfaat dan pentingnya norma dalam kehidupaan masyarakat dan macam-macam norma yang berlaku di masyarakat Tes tertulis • Menjelaskan manfaat norma Pilihan Ganda 76 Silabus Pembelajaran . mendapat penghargaan sebagai pribadi yang baik c. mudah memperoleh segala apa yang diinginkan d.

TEKNIK PENILAIAN Tes tertulis PENILAIAN BENTUK INSTRUMEN Uraian CONTOH INSTRUMEN Jelaskan pentingnya norma dalam kehidupan bermasyarakat Jelaskan macam-macam norma yang ada di masyarakat! WAKTU SUMBER BELAJAR Tes lisan Daftar pertanyaan Tes Tertulis Uraian Jelaskan Sumber-sumber norma dalam masyarakat! • Sanksi pelanggaran norma • Mencari informasi dan mendiskusikan akibat tidak mematuhi normanorma. Menelaah dan mengamti. sumber-sumber norma masyarakat. • Menjelaskan sanksi pelanggaran norma Tes Tertulis Uraian Jelaskan sanksi pelanggaran norma kesusilaan di masyarakat! Karakter Building Dapat dipercaya ( Trustworthines) Rasa hormat dan perhatian ( respect ) Tekun ( diligence ) Jujur ( fairnes ) Kewarganegaraan ( citizenship ) Silabus Pembelajaran 77 .KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN • Pentingnya norma dalam kehidupan bermasyarakat • Macam-macam norma • Sumber-sumber norma masyarakat. peraturan yang berlaku. adat istiadat. kebiasaan. KEGIATAN PEMBELAJARAN • Membaca. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI • Menjelaskan pentingnya norma dalam kehidupan bermasyarakat • Menjelaskan macam-macam norma • Menjelaskan sumber-sumber norma masyarakat.

contoh UU. bersifat memaksa 4. dan lain-lain Tes Tertulis 78 Silabus Pembelajaran . sifat dan isinya. sifat dan isinya. bagi yang melanggar mendapat sanksi tegas Da Dari pernyataan di atas. bentuknya b. 4 dan 5 uraian Jelaskan Pembagian hukum menurut a. a. 2. 2. • Membaca dan mendiskusikan pembagian hukum menurut. 3 dan 5 d. atau Perda. Menjelaskan hakikat dan arti penting hukum bagi warga negara MATERI PEMBELAJARAN • Pengertian hukum KEGIATAN PEMBELAJARAN • Membaca buku dan mendiskusikan pengertian hukum INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI • Menjelaskan pengertian hukum TEKNIK PENILAIAN Tes Tertulis • Pembagian hukum menurut bentuk. 2. 1. 4 dan 5 b. peraturan tertulis 5. 3. unsurunsur pengertian hukum ditunjukkan nomor….PP. PENILAIAN BENTUK CONTOH INSTRUMEN INSTRUMEN Pilihan ganda Perhatikan pernyataan berikut! 1. 3 dan 4 c. 2. peraturan mengenai tingkah laku dalam pergaulan 2. artikel/berita di media massa.2. 1. dibuat oleh badan-badan resmi 3.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) KOMPETENSI DASAR 1. sifatnya WAKTU 8 x 40’ SUMBER BELAJAR Buku teks. sifat dfan isinya • Menjelaskan pembagian hukum menurut bentuk. 1. UUD 1945.

tercipta ketertiban dan ketenteraman c.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN • Pentingnya norma hukum dalam kehidupan bermasyarakat KEGIATAN PEMBELAJARAN • Berdiskusi tentang pentingnya norma hukum dalam kehidupan masyarakat INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI • Menjelaskan pentingnya norma hukum dalam kehidupan bermasyarakat TEKNIK PENILAIAN Tes Tertulis PENILAIAN BENTUK INSTRUMEN Pilihan ganda CONTOH INSTRUMEN c.. terbinanya kebahagiaan hidup masyarakat d. terwujudnya harga diri manusia yang hakiki b. isinya Pentingnya mentaati hukum yang berlaku dalam masyarakat adalah .. m elindungi warga masyarakat b. a. a. terjaminnya kehidupan masyarakat dengan baik Salah satu tujuan ditetapkannya hukum dalam suatu negara dalah…. menjamin hakhak asasi manusia c... WAKTU SUMBER BELAJAR • Tujuan ditetapkannya hukum dalam suatu negara • Membeca menelaah dan Berdiskusi tentang tujuan ditetapkannya hukum dalam suatu negara • Menjelaskan tujuan ditetapkannya hukum dalam suatu negara Tes Tertulis Pilihan ganda Silabus Pembelajaran 79 .

a. contoh norma. panitera d.3 Menerapkan • Contoh norma-norma perilaku yang sesuai kebiasaan.. • Macam-macam peradilan • negara Indonesia adalah negara hukum menelaah dan mendiskusikan tugas penegak hukum di negara RI dan mengadakan wawancara tentag macam-macam peradilan serta negara Indonesia adalah negara hukum • Menjelaskan macam-macam peradilan • Menjelaskan negara Indonesia adalah negara hukum Tes Tertulis Uraian Karakter Building 1.. Polisi Jelaskan macammacam peradilan di negara RI Jelaskan 3 ciri bahwa negara Indonesia adalah negara hukum WAKTU SUMBER BELAJAR • Tugas penegak hukum di negara RI Tes Tertulis Pilihan ganda • Membaca. hakim c. 80 Silabus Pembelajaran .KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI • Menjelaskan tugas penegak hukum di negara RI TEKNIK PENILAIAN PENILAIAN BENTUK INSTRUMEN CONTOH INSTRUMEN menegakkan keadilan dan kebenaran d. dengan norma • Mengamati Contoh perilaku yang sesuai \Dapat dipercaya ( Trustworthines) Rasa hormat dan perhatian ( respect ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) observasi Lembar • Memberikan observasi contoh perilaku yang Observasi dan buatkan laporan tentang 6 x 40’ Buku teks. mewujudkan kesejahteraan masyarakat Alat kekuasaan negara di pengadilan yang bertugas sebagai penuntut umum adalah . jaksa b..

kebiasaan dan adat istiadat yang • Penerapan norma . kebiasaan dan adat istiadat yang terjadi di masyarakat sekitar tempat tinggalmu. • Mengamati t. Aspek-aspek yang dinilai : 1. Mensimulasikan Norma. Sumber data jelas Penilaian sikap (instrumenterlampir). adat. jenis dan jumlah pelanggaran terhadap norma. Isi atau materi yang dilaporkan 4. berbangsa dalam hidup contoh adat dan • Memberikan dan bernegara bermasyarrakat. Kerapihan 3. kebiasaan dalam contoh adat hidup dan kebiasaan bermasyarakat • Norma. • Mematuhi dan adat istiadat peraturan yang yang berlaku dalam berlaku dalam • Mengamati. tokoh adat. mensimulasikan adat. dan berikan komentar. masyarakat hidup Mensimulasikan bermasyarakat Penerapan norma . dalam Peraturan yang kehidupan berlaku dalam • Penerapan masyarakat. bermasyarakat dalam kehidupan . • Mengamati dan masyarakat. Ketepatan mengumpulkan tugas 2. • Mengarmati dan bermasyarakat. adat. • Menghormati • Peraturan dalam kehidupan dan yang berlaku dalam masyarakat. dalam hidup kebiasaan. berlaku dalam kebiasaan dan masyarakat adat istiadat yang berlaku TEKNIK PENILAIAN PENILAIAN BENTUK INSTRUMEN CONTOH INSTRUMEN Contoh-contoh .KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) INDIKATOR KOMPETENSI MATERI KEGIATAN DASAR PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN PENCAPAIAN KOMPETENSI adat istiadat dalam hidup dengan norma sesuai dengan dan peraturan berbangsa dan dalam hidup norma dalam yang berlaku bernegara berbangsa dan hidup dalam bernegara berbangsa dan kehidupan bernegara • Contoh bermasyaraka adat dan kebiasaan . menjunjung hidup tinggi norma. Penilaian diri Lembar penilaian diri Lembar penilaian antar teman Lembar penilaian antar teman Penilaian antar teman Penilaian antar teman Silabus Pembelajaran 81 .. hidup norma . kebiasaan. kebiasaan bermasyarakat. kebiasaan. Intrumen pengamatan perilaku Intrumen pengamatan perilaku WAKTU SUMBER BELAJAR Tokoh agama. Ketua RT/RW Orang tua.

KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI dalam masyarakat TEKNIK PENILAIAN PENILAIAN BENTUK INSTRUMEN CONTOH INSTRUMEN WAKTU SUMBER BELAJAR Karakter Building \Dapat dipercaya ( Trustworthines) Rasa hormat dan perhatian ( respect ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Berani ( courage ) Ketulusan ( Honesty ) 82 Silabus Pembelajaran .

. terjadi kemiskinan dan kelaparan 3...... Silabus Pembelajaran 83 .... UUD 1945.. sebelum dan sesudah dan sesudah Tahun 1908.1 MATERI PEMBELAJA RAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI PENILAIAN Teknik penilaian Tes lisan Bentuk Instrumen Daftar pertanya-an CONTOH INSTRUMEN Jelaskan ciri perjuangan bangsa Indonesia sebelum dan sesudah 1908! WAKTU SUMBER BELAJAR Buku teks...... Mendeskripsikan makna proklamasi kemerdekaan dan konstitusi pertama KOMPETENSI DASAR 2. artikel.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) SILABUS PEMBELAJARAN Sekolah Kelas Mata Pelajaran Semester Standar Kompetensi : . Tahun 1908. Pender • menelaah dan itaan rakyat • Menjelas mendiskusikan pada masa kan penderitaan penderitaan rakyat penjajahan... rakyat pada masa pada masa penjajahan... Rakyat tidak dapat menentukan masa depannya 2...... : VII (tujuh) : Pendidikan Kewarganegaraan : 1(satu) : 2.......• Menelaah • Mengura makna ciri perjuangan dan mendiskusikan ikan ciri-ciri proklamasi bangsa Indo isi tulisan tentang perjuangan kemerdekaan nesia sebelum ciri-ciri perjuangan bangsa Indo dan sesudah bangsa Indo nesia nesia sebelum Tahun 1908.. penjajahan.. • Membaca..... kesempatan menikmati pendidikan 4.. serta faktor yang menjadi pemicu rakyat Indonesia memperjuangkan kemerdekaannya 4 x 40’ Tes Tertulis Pilihan ganda Pernyataan : 1.. nara sumber dll Menjelaskan • Ciri.. rakyat disuruh kerja paksa Dari pernyataan di atas pada masa penjajahan penderitaan yang dialami oleh rakyat ditunjukkan nomor ….

3 dan 4 d. 2 dan 3 b. a. 1. 3 dan 4 WAKTU SUMBER BELAJAR • faktor • Menelaah yang menjadi buku dan pemicu rakyat mendikusikan Arti Indonesia kemerdekaan bagi memperjuangk suatu bangsa an kemerdekaannya • Menjelas kan faktor yang menjadi pemicu rakyat Indonesia memperjuangkan kemerdekaannya • Arti kemerdekaan bagi suatu bangsa • • Mendiskusi kan Pentingnya pewarisan semangat proklamasi kemerdekaan Menjelas kan arti kemerdekaan bagi suatu bangsa Tes Tertulis Pilihan ganda Dikumandangkannya Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia yaitu atas dorongan …. Tes Tertulis Pilihan ganda c. 1. keing inan untuk menjadi Negara berkembang Arti penting kemerdekaan suatu bangsa adalah …. bebas menentukan negaranya sesuai keinginan pimpinan negaranya 84 Silabus Pembelajaran . negar a tetangga yang berkerja sama dengan Indonesia b. 2. bangsa itu bebas menentukan masa depannya tanpa dipengaruhi bangsa lain b.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJA RAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI PENILAIAN Teknik penilaian Bentuk Instrumen CONTOH INSTRUMEN a. keing inan luhur seluruh rakyat Indonesia d. 2 dan 4. a. 1 . agar dihormati dan di hargai oleh bangsa lain c.

pangkal pelaksanaan pembangunan disegala bidang b. Peristiwa perumusan naskah proklamasi •Menjelaskan •Mendiskusikan peristiwa Makna proklamasi perumusan bagi bangsa naskah Indonesia proklamasi Buatkan rangkuman . Peristiwa Rengas Dengklok dan peristiwa perumusan naskah proklamasi! Proklamasi kemerdekaan RI memiliki arti penting sebagai …. a. titik puncak perjuangan bangsa 6 x 40’ Tes Tertulis Pilihan ganda Buku Paket. •Menjelaskan mendiskusikan peristiwa Rengas Peristiwa Rengas Dengklok Dengklok.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJA RAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI PENILAIAN Teknik penilaian Bentuk Instrumen CONTOH INSTRUMEN WAKTU SUMBER BELAJAR c. bebas bekerjasama dengan Negara lain asalkan menguntungkan Jelaskan pentingnya pewarisan semangat proklamasi kemerdekaan. Buku Pengayaan. berhak mengatur Tes Tertulis • Uraian pemerintahannya atas bantuan Negara lain d. • Pentin gnya pewarisan semangat proklamasi kemerdekaan Karakter Building Menjelas kan pentingnya pewarisan semangat proklamasi kemerdekaan Berani ( courage ) Ketulusan ( Honesty ) Integritas ( integrity ) Kewarganegaraan ( citizenship ) Penugasn Pekerjaan rumah 2. UUD 1945 pasca perubahan Nara sumber Silabus Pembelajaran 85 .2 Mendeskrip •Peristiwa si-kan suasana Rengas kebatinan Dengklok konstitusi •Peristiwa pertama perumusan naskah proklamasi Membaca .

1. 3 dan 4 Karakter Building Dapat dipercaya ( Trustworthines) Kewarganegaraan ( citizenship ) 86 Silabus Pembelajaran . 2. menetapkan Presiden dan wakil presiden 4. menetapkan Pancasila dan UUD 1945 3. pembentukan KNIP Dari pernyataan di atas hasil sidang PPKI 18 Agustus 1945 ditunjukkan nomor …. 2 dan 3 c. a.akhir menangani suatu masalah bangsa Indonesia d. 2 dan 4 d. 1. pembentukan MPR 2.akhir pelaksanaan hukum internasional WAKTU SUMBER BELAJAR •Makna proklamasi bagi •Membaca dan •Menjelaskan bangsa menelaah suasana makna Indonesia sidang PPKI tanggal proklamasi bagi 18-8-1945 bangsa Indonesia •Suasana sidang PPKI tanggal • Membaca •Menjelaskan 18-8-1945 dan menelaah hasilsuasana sidang hasil sidang PPKI PPKI tanggal 18tanggal 18-8-1945 8-1945 • Hasilhasil sidang PPKI tanggal 18-8-1945 • Mengura ikan hasil-hasil sidang PPKI tanggal 18-81945 Tes lisan Daftar pertanyaan Sila keberapa yang di permasalhkan dalam sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 Tes Tertulis Pilihan ganda Pernyataan : 1.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJA RAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI PENILAIAN Teknik penilaian Bentuk Instrumen CONTOH INSTRUMEN Indonesia melawan penjajahan c. 3 dan 4 b. 1.

4 Menunjukkan •Cara sikap setia si kap positif kepada terhadap Proklamasi makna prok Kemerdekaan lamasi RI kemerde kaan •Contoh cara dan suasana menghargai kebatinan para pahlawan konstitusi •Perilaku untuk pertama meneladani sikap-sikap yang dimiliki para pahlawan •Perilaku positif terhadap makna proklamasi kemerdekaan RI. Buku Pengayaan. Petunjuk! Berilah tanda cek (V) pada kolom yang sesuai dengan pendapat kalian! N o 1 PernyaTaan Proklamasi membawa kebe basan bagi bangsa Indonesia Di negara yang merdeka setiap warga negara bebas melakukan Y a T dk 4 x 40’ Buku Paket. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI • Menjelaskan hubungan proklamasi kemerdekaan dengan Pembukaan UUD 1945.Menganalisis hubungan antara proklamasi kemerdekaan dengan UUD 1945 MATERI PEMBELAJA RAN • Hubungan proklamasi kemerdekaan dengan Pembukaan UUD 1945.3. menelaah dan mendiskusikan Hubungan proklamasi kemerdekaan dengan Pembukaan UUD 1945. KEGIATAN PEMBELAJARAN •Membaca. •Mensimulasikan •Cara sikap setia kepada Proklamasi Kemerdekaan RI • Mencgamati dan mensimulasikan Contoh cara menghargai para pahlawan •Mengamati dan mensimulasikan perilaku untuk meneladani sikapsikap yang dimiliki para pahlawan •Mengamati dan mensimulasikan sikap positif terhadap makna Dapat dipercaya ( Trustworthines) Kewarganegaraan ( citizenship ) Integritas ( integrity ) •Menerapkan cara Penilaian Quesioner diri sikap setia kepada Proklamasi Penilaian Lembar Kemerdekaan RI antar penilaian •Memberi contoh teman antar teman cara menghargai para pahlawan •Menunjukkan perilaku untuk meneladani sikap-sikap yang dimiliki para pahlawan •Menunjukkan perilku positif terhadap makna proklamasi kemerdekaan RI.KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) KOMPETENSI DASAR 2. UUD 1945 pasca perubahan Dokumenta si berupa poto-poto sidang PPKI 2 Silabus Pembelajaran 87 . PENILAIAN Teknik penilaian Tes Tertulis Bentuk Instrumen Uraian CONTOH INSTRUMEN Jelaskan hubungan proklamasi kemerdekaan dengan Pembukaan UUD 1945 WAKTU SUMBER BELAJAR Karakter Building 2.

dan skor 0 jika pernyataan negatif) Tdk=tidak sependapat dengan 88 Silabus Pembelajaran .KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJA RAN KEGIATAN PEMBELAJARAN proklamasi kemerdekaan RI INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI PENILAIAN Teknik penilaian Bentuk Instrumen CONTOH INSTRUMEN apa saja 3 Pada saat proklamasi kemerdekaan dibacakan tanggal 17-81945 bangsa Indonesia belum mempunyai presiden UUD 1945 petrtama kali berlaku setelah ditetapkan oleh PPKI Penetapan UUD 1945 oleh PPKI melanggar UUD 1945 WAKTU SUMBER BELAJAR 3 4 5 Keterangan: Ya= sependapat dengan pernyataan ( skor 1. jika pernyataan positif.

.. Kepala ........................................................ .............. .... WAKTU SUMBER BELAJAR Karakter Building Dapat dipercaya ( Trustworthines) Kewarganegaraan ( citizenship ) Mengetahui............. Guru mata pelajaran ...................KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJA RAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI PENILAIAN Teknik penilaian Bentuk Instrumen CONTOH INSTRUMEN pernyataan ( skor 0................ NIP/NIK ..... NIP/NIK Silabus Pembelajaran 89 .................. jika pernyataan positif dan skor 1 jika pernyataan negatif) Penialain perilaku melalui pengamatan ( Instrumen terlampir ).......

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful