P. 1
Vektor dan Transformasi Geometri SMA XII-IA

Vektor dan Transformasi Geometri SMA XII-IA

|Views: 1,988|Likes:
Published by M.Rahmatullah, S.Pd

More info:

Published by: M.Rahmatullah, S.Pd on Jul 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2012

pdf

text

original

Bab 5 Vektor

Jenjang Sekolah Mata Pelajaran Kelas Program Studi : : : : SMA dan MA Matematika XlI Ilmu Alam

Pengertian Vektor
A. Standar Kompetensi Merancang dan menggunakan model matematika program linear, serta menggunakan sifat dan aturan yang berkaitan dengan barisan, deret, matriks, vektor, transformasi, fungsi eksponen, dan logaritma dalam pemecahan masalah. Kompetensi Dasar Menggunakan sifat-sifat dan operasi aljabar vektor dalam pemecahan masalah. Indikator Menjelaskan ciri suatu vektor sebagai ruas garis berarah dan pasangan terurut bilangan nyata. Materi Pokok Vektor Alokasi Waktu 4 jam pelajaran Strategi Pembelajaran 1. Apersepsi/Motivasi a. Mendiskusikan permasalahan sehari-hari yang berhubungan dengan vektor. b. Menugaskan siswa untuk mencari arti kata vektor dalam kamus besar bahasa Indonesia, kemudian dibahas bersama. 2. Kegiatan Inti Vektor Sebagai Garis Berarah a. Menjelaskan vektor sebagai suatu garis berarah, yaitu berupa anak panah. Kemudian menjelaskan cara menamakan suatu vektor. Vektor Sebagai Pasangan Terurut Bilangan Real b. Menjelaskan cara menentukan vektor pada bidang koordinat sebagai pasangan terurut bilangan real yang dituliskan dalam bentuk matriks kolom, baik vektor di R2 maupun di R3. c. Siswa mencoba menyatakan suatu vektor pada R2 dan R3 sebagai pasangan terurut bilangan real dengan melengkapi isian. d. Menginformasikan kepada siswa, bahwa selain dituliskan dalam bentuk kolom, suatu vektor dapat juga dituliskan dalam bentuk baris. e. Menguji keterampilan siswa dalam menyatakan suatu vektor pada bidang koordinat sebagai pasangan terurut bilangan real. Penutup Menekankan kepada siswa bahwa secara geometri, suatu vektor digambarkan sebagai garis berarah. Sedangkan secara aljabar, suatu vektor digambarkan sebagai pasangan terurut bilangan real.

B. C. D. E. F.

3.

G. Sumber/Bahan/Alat 1. Buku Matematika kelas XIl Program Studi Ilmu Alam, Intan Pariwara, halaman 109–113. 2. Buku PG Matematika kelas XlI Program Studi Ilmu Alam, Intan Pariwara, halaman 277–281.

PG Matematika Kelas XII

61

H. Penilaian 1. Tes tertulis (paper and pen test) Aspek-aspek yang dinilai: a. kemampuan menyatakan vektor di R2 sebagai pasangan terurut bilangan nyata; b. kemampuan menyatakan vektor di R3 sebagai pasangan terurut bilangan nyata. 2. Tes kinerja (performance test) Aspek-aspek yang dinilai: a. kemampuan menyampaikan pendapat dalam diskusi; b. kemandirian dalam mengerjakan soal-soal latihan.

Aljabar Vektor
A. Standar Kompetensi Merancang dan menggunakan model matematika program linear, serta menggunakan sifat dan aturan yang berkaitan dengan barisan, deret, matriks, vektor, transformasi, fungsi eksponen, dan logaritma dalam pemecahan masalah. Kompetensi Dasar Menggunakan sifat-sifat dan operasi aljabar vektor dalam pemecahan masalah. Indikator • Menentukan panjang suatu vektor di bidang dan ruang. • Menentukan jumlah, selisih, hasil kali vektor dengan skala, dan lawan suatu vektor. • Menggunakan rumus perbandingan vektor di bidang dan ruang. • Menjelaskan sifat-sifat vektor secara aljabar dan geometri. Materi Pokok Vektor Alokasi Waktu 8 jam pelajaran Strategi Pembelajaran 1. Apersepsi/Motivasi Bertanya jawab untuk mengingatkan siswa tentang dalil Pythagoras dan jarak antara dua titik. 2. Kegiatan Inti Panjang Vektor a. Bertanya jawab untuk menentukan panjang vektor dari sebuah contoh. b. Siswa mencoba menghitung panjang vektor di R2 dan R3 dengan melengkapi isian, kemudian bersamasama menyimpulkan rumus untuk menentukan panjang vektor. c. Menjelaskan tentang pengertian vektor satuan dan cara menentukannya. d. Menguji keterampilan siswa dalam menentukan panjang vektor, kemudian hasilnya dibahas bersama. Vektor Basis e. Menjelaskan pengertian dari vektor basis, vektor basis di R2 dan R3. _ _ _ f. Siswa mencoba menuliskan suatu vektor menggunakan vektor basis i , j , dan k dengan melengkapi isian. Operasi Jumlah dan Selisih Dua Vektor g. Menjelaskan penjumlahan vektor secara geometri, yaitu dengan cara segitiga atau dengan cara jajargenjang. Kemudian menjelaskan penjumlahan vektor di R2 dan R3 secara aljabar. h. Mempraktikkan penjumlahan vektor dengan cara segitiga dan geometri pada sebuah kubus. i. Siswa mencoba menjumlahkan dan mengurangkan dua vektor dengan melengkapi isian. j. Menginformasikan kepada siswa tentang kesamaan dua vektor, yaitu dua vektor yang mempunyai besar (panjang) dan arah yang sama. k. Secara terbimbing, siswa menurunkan sifat-sifat pada operasi penjumlahan dan pengurangan vektor. l. Menguji keterampilan siswa dalam melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan vektor, kemudian hasilnya dibahas bersama.
Model Pembelajaran

B. C.

D. E. F.

62

Hasil Kali Vektor dengan Skalar m. Menjelaskan cara mengalikan skalar dengan vektor, baik secara geometri maupun secara aljabar, kemudian bersama-sama menyimpulkannya. n. Secara terbimbing, siswa mencoba mengalikan skalar dengan vektor. Pengerjaan ini sekaligus sebagai contoh berlakunya sifat-sifat perkalian skalar dengan vektor. Selanjutnya menyimpulkan sifat-sifat perkalian skalar dengan vektor. o. Menguji keterampilan siswa dalam menentukan hasil kali skalar dengan vektor, kemudian hasilnya dibahas bersama. Rumus Perbandingan Vektor p. Bertanya jawab untuk menurunkan rumus perbandingan dalam bentuk vektor. Rumus ini digunakan untuk menentukan vektor posisi dari titik yang terletak pada ruas garis yang menghubungkan dua titik tertentu. q. Menugaskan siswa untuk membuktikan rumus yang digunakan untuk menentukan vektor posisi dari titik P yang terletak pada perpanjangan garis AB. r. Siswa mencoba menentukan vektor posisi suatu titik pada garis yang menghubungkan dua titik dengan melengkapi isian. s. Bertanya jawab untuk menurunkan perbandingan dalam bentuk koordinat titik, kemudian menugaskan siswa untuk menurunkan rumus perbandingan dalam bentuk koordinat titik pada perpanjangan ruas garis. t. Siswa mencoba menentukan koordinat titik yang terletak pada ruas garis dan perpanjangan dari ruas garis dengan melengkapi isian. u. Menguji pemahaman siswa tentang perbandingan dengan menyelesaikan soal yang menantang. v. Menguji keterampilan siswa dalam menentukan vektor posisi dan koordinat titik yang terletak pada ruas garis atau pada perpanjangan ruas garis, kemudian hasilnya dibahas bersama. 3. Penutup Mengevaluasi kegiatan belajar yang telah dilakukan dengan melakukan tanya jawab untuk memantapkan pemahaman siswa tentang vektor dan operasinya.

G. Sumber/Bahan/Alat 1. Buku Matematika kelas XIl Program Studi Ilmu Alam, Intan Pariwara, halaman 114–130. 2. Buku PG Matematika kelas XIl Program Studi Ilmu Alam, Intan Pariwara, halaman 282–300. H. Penilaian 1. Tes tertulis (paper and pen test) Aspek-aspek yang dinilai: a. kemampuan menentukan panjang suatu vektor di bidang; b. kemampuan menentukan panjang suatu vektor di ruang; c. kemampuan melakukan operasi penjumlahan vektor; d. kemampuan melakukan operasi pengurangan vektor; e. kemampuan melakukan operasi perkalian vektor dengan skalar; f. kemampuan menentukan lawan suatu vektor; g. kemampuan menggunakan rumus perbandingan vektor di bidang; dan h. kemampuan menggunakan rumus perbandingan vektor di ruang. 2. Tes kinerja (performance test) Aspek-aspek yang dinilai: a. keaktifan dalam tanya jawab; b. kemandirian dalam menyelesaikan soal-soal latihan.

PG Matematika Kelas XII

63

Perkalian Skalar Dua Vektor
A. Standar Kompetensi Merancang dan menggunakan model matematika program linear, serta menggunakan sifat dan aturan yang berkaitan dengan barisan, deret, matriks, vektor, transformasi, fungsi eksponen, dan logaritma dalam pemecahan masalah. Kompetensi Dasar Menggunakan sifat-sifat dan operasi perkalian skalar dua vektor dalam pemecahan masalah. Indikator • Menentukan hasil kali skalar dua vektor di bidang dan ruang. • Menentukan sudut antara dua vektor di bidang dan ruang. • Menentukan vektor proyeksi dan panjang proyeksinya. • Menjelaskan sifat-sifat perkalian skala r dua vektor. Materi Pokok Vektor Alokasi Waktu 8 jam pelajaran Strategi Pembelajaran 1. Apersepsi/Motivasi Bertanya jawab tentang beberapa operasi pengerjaan pada vektor yang telah dipelajari siswa pada subbab sebelumnya. Dari sini siswa dibawa untuk mengenal satu lagi operasi pengerjaan pada vektor, yaitu perkalian skalar yang merupakan perkalian vektor dengan vektor yang hasilnya skalar (suatu bilangan). 2. Kegiatan Inti a. Menjelaskan cara menentukan hasil operasi perkalian skalar antara dua vektor, baik vektor pada bidang maupun vektor dalam ruang, yaitu dengan mengalikan elemen-elemen yang bersesuaian kemudian menjumlahkannya. b. Siswa mencoba menghitung hasil perkalian skalar dua vektor dengan melengkapi isian. Sudut Antara Dua Vektor c. Secara terbimbing, siswa menurunkan rumus untuk menentukan sudut antara dua vektor, kemudian bersama-sama menyimpulkannya. d. Menguji keterampilan siswa dalam menggunakan aturan perkalian skalar dua vektor, kemudian hasilnya dibahas bersama. Sifat-Sifat Perkalian Skalar Dua Vektor e. Menugaskan siswa untuk membuktikan beberapa sifat perkalian skalar dua vektor. Tugas ini dapat dikerjakan secara berpasangan. Selanjutnya, bersama-sama menyimpulkan sifat-sifat yang berlaku pada perkalian skalar dua vektor. f. Menguji keterampilan siswa dalam menggunakan sifat-sifat perkalian skalar dua vektor untuk menyelesaikan soal-soal latihan. Selanjutnya, beberapa siswa menuliskan hasilnya untuk dibahas bersama. Vektor Proyeksi g. Bertanya jawab untuk menurunkan rumus panjang proyeksi suatu vektor terhadap vektor yang lainnya, kemudian menentukan rumus vektor proyeksinya. Selanjutnya, bersama-sama menyimpulkan rumus panjang proyeksi vektor dan vektor proyeksinya. h. Siswa mencoba menentukan panjang proyeksi vektor dan menentukan vektor proyeksinya dengan melengkapi isian. i. Menguji keterampilan siswa dalam menentukan panjang proyeksi vektor dan menentukan vektor proyeksinya, kemudian hasilnya dibahas bersama. j. Menguji kemampuan siswa menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berhubungan dengan vektor.

B. C.

D. E. F.

64

Model Pembelajaran

3.

Penutup a. Bertanya jawab untuk mengulas secara singkat materi yang telah dipelajari supaya siswa lebih mantap memahaminya. b. Mengingatkan siswa untuk mencari penerapan materi yang telah dipelajari sebagai bahan penilaian proyek. c. Mengevaluasi kegiatan belajar yang sudah dilakukan dengan mengerjakan soal-soal latihan ulangan. d. Membimbing siswa melakukan refleksi diri dalam memahami materi yang telah dipelajari. e. Menugaskan siswa membuat rangkuman.

G. Sumber/Bahan/Alat 1. Buku Matematika kelas XlI Program Studi Ilmu Alam, Intan Pariwara, halaman 130–141. 2. Buku PG Matematika kelas XIl Program Studi Ilmu Alam, Intan Pariwara, halaman 300–319. H. Penilaian 1. Tes tertulis (paper and pen test) Aspek-aspek yang dinilai: a. kemampuan menentukan hasil perkalian skalar dua vektor; b. kemampuan menentukan besar sudut antara dua vektor; c. kemampuan menggunakan sifat-sifat perkalian skalar untuk memecahkan masalah; d. kemampuan menentukan panjang proyeksi suatu vektor; dan e. kemampuan menentukan vektor proyeksi suatu vektor. 2. Tes kinerja (performance test) Aspek-aspek yang dinilai: a. keaktifan dalam tanya jawab; b. kemampuan bekerja secara berpasangan; c. kemampuan menyampaikan pendapat; dan d. kemandirian dalam mengerjakan soal-soal latihan. 3. Penugasan (proyek) Aspek-aspek yang dinilai: kemampuan menerapkan materi pada bidang studi lain.

PG Matematika Kelas XII

65

Bab 6 Transformasi Geometri
Jenjang Sekolah Mata Pelajaran Kelas Program Studi : : : : SMA dan MA Matematika XlI Ilmu Alam

Jenis-Jenis Transformasi
A. Standar Kompetensi Merancang dan menggunakan model matematika program linear, serta menggunakan sifat dan aturan yang berkaitan dengan barisan, deret, matriks, vektor, transformasi, fungsi eksponen, dan logaritma dalam pemecahan masalah. Kompetensi Dasar Menggunakan translasi dan transformasi geometri yang mempunyai matriks dalam pemecahan masalah. Indikator • Menjelaskan arti geometri dari suatu transformasi di bidang. • Menjelaskan operasi translasi pada bidang beserta aturannya. • Menentukan persamaan transformasi rotasi pada bidang beserta aturan dan matriks rotasinya. • Menentukan persamaan transformasi pencerminan pada bidang beserta aturan dan matriks pencerminannya. • Menentukan persamaan transformasi dilatasi pada bidang beserta aturan dan matriks dilatasinya. Materi Pokok Transformasi Geometri Alokasi Waktu 10 jam pelajaran Strategi Pembelajaran 1. Apersepsi/Motivasi Bertanya jawab tentang permasalahan sehari-hari yang berhubungan dengan transformasi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengarahkan siswa memahami prinsip transformasi dalam matematika, yaitu perpindahan. 2. Kegiatan Inti a. Melalui contoh pada apersepsi, menjelaskan kepada siswa tentang pengertian transformasi, yaitu perpindahan dari suatu posisi ke posisi yang lain. Translasi (Pergeseran) b. Bertanya jawab untuk menanamkan konsep tentang translasi melalui contoh. Untuk mentranslasikan (memindahkan) suatu titik atau bangun dibutuhkan arah dan jarak perpindahannya, sehingga translasi diwakili oleh suatu vektor. Selanjutnya, bersama-sama menyimpulkan rumus translasi. c. Siswa mencoba menggunakan rumus translasi untuk menyelesaikan soal-soal dengan melengkapi isian. d. Menguji keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal-soal rutin tentang translasi, kemudian hasilnya dibahas bersama. Rotasi (Perputaran) e. Bertanya jawab untuk menanamkan konsep tentang rotasi melalui contoh. Kemudian memberikan gambaran secara geometri tentang rotasi dengan pusat dan sudut tertentu. f. Secara terbimbing, siswa menurunkan rumus rotasi dengan pusat rotasi dan sudut rotasi yang telah ditentukan, kemudian bersama-sama menyimpulkan rumus rotasi yang telah ditemukan. g. Menguji keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal-soal rutin tentang rotasi, kemudian hasilnya dibahas bersama.

B. C.

D. E. F.

66

Model Pembelajaran

Refleksi (Pencerminan) h. Bertanya jawab untuk menanamkan tentang refleksi (pencerminan) melalui contoh dalam kehidupan sehari-hari. i. Menjelaskan pengertian refleksi terhadap titik secara geometri, kemudian bersama-sama menurunkan rumus untuk menentukan bayangan refleksi terhadap titik. j. Memberi gambaran kepada siswa tentang refleksi terhadap garis y = k secara geometri, kemudian bersama-sama menurunkan rumus untuk menentukan bayangannya. k. Memberi gambaran kepada siswa tentang refleksi terhadap garis x = k secara geometri, kemudian bersama-sama menurunkan rumus untuk menentukan bayangannya. l. Memberi gambaran kepada siswa tentang refleksi terhadap garis y = mx secara geometri, kemudian bersama-sama menurunkan rumus untuk menentukan bayangannya. m. Memberi gambaran kepada siswa tentang refleksi terhadap garis y = ax + b dengan a ≠ 0 dan b ≠ 0, kemudian bersama-sama menurunkan rumus untuk menentukan bayangannya. n. Secara terbimbing, siswa mencoba menggunakan rumus-rumus yang telah dipelajarinya untuk menentukan bayangan suatu bangun oleh suatu pencerminan. o. Menguji keterampilan siswa dalam menentukan bayangan titik terhadap suatu pencerminan, kemudian hasilnya dibahas bersama. Dilatasi (Perkalian) p. Bertanya jawab untuk menanamkan konsep tentang dilatasi melalui sebuah contoh dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian memberikan gambarannya secara geometri dan dilanjutkan dengan menurunkan rumus untuk menentukan bayangan suatu titik pada bidang koordinat setelah didilatasi dengan pusat dan faktor tertentu. q. Siswa mencoba menentukan bayangan suatu bangun akibat dilatasi tertentu dengan melengkapi isian. r. Menguji pemahaman siswa dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan dilatasi dengan nilai k khusus, misalnya k ≤ –1, –1 < k < 0, k = 0, atau k yang lain. s. Menguji keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal-soal rutin tentang dilatasi, kemudian hasilnya dibahas bersama. 3. Penutup Menekankan kepada siswa bahwa transformasi merupakan operasi pengawanan suatu titik ke titik yang lain pada bidang koordinat, sehingga transformasi dapat dianggap sebagai fungsi dan menentukan bayangan suatu titik berarti mencari kawan dari titik tersebut.

G. Sumber/Bahan/Alat 1. Buku Matematika kelas XIl Program Studi Ilmu Alam, Intan Pariwara, halaman 143–159. 2. Buku PG Matematika kelas XIl Program Studi Ilmu Alam, Intan Pariwara, halaman 321–342. H. Penilaian 1. Tes tertulis (paper and pen test) Aspek-aspek yang dinilai: a. kemampuan melakukan operasi translasi pada bidang; b. kemampuan melakukan rotasi pada bidang; c. kemampuan menentukan matriks yang mewakili suatu rotasi; d. kemampuan melakukan operasi pencerminan pada bidang; e. kemampuan menentukan matriks yang mewakili suatu pencerminan; f. kemampuan melakukan operasi dilatasi pada bidang; dan g. kemampuan menentukan matriks yang mewakili suatu dilatasi. 2. Tes kinerja (performance test) Aspek-aspek yang dinilai: a. keaktifan dalam tanya jawab; b. kemampuan menyampaikan pendapat; dan c. kemandirian dalam mengerjakan soal-soal latihan.

PG Matematika Kelas XII

67

Komposisi Transformasi
A. Standar Kompetensi Merancang dan menggunakan model matematika program linear, serta menggunakan sifat dan aturan yang berkaitan dengan barisan, deret, matriks, vektor, transformasi, fungsi eksponen, dan logaritma dalam pemecahan masalah. Kompetensi Dasar Menentukan komposisi dari beberapa transformasi geometri beserta matriks transformasinya. Indikator • Menjelaskan arti geometri dari komposisi transformasi di bidang. • Menentukan aturan transformasi dari komposisi beberapa transformasi. • Menentukan matriks transformasi dari komposisi transformasi. Materi Pokok Transformasi Geometri Alokasi Waktu 8 jam pelajaran Strategi Pembelajaran 1. Apersepsi/Motivasi Bertanya jawab untuk mengingatkan siswa tentang komposisi fungsi yang pernah dipelajari di kelas XI, kemudian mengarahkannya untuk menanamkan konsep tentang komposisi transformasi. 2. Kegiatan Inti Komposisi Translasi a. Memberi gambaran kepada siswa tentang komposisi translasi, kemudian bersama-sama menentukan translasi tunggal yang mewakili suatu komposisi translasi. b. Siswa mencoba menentukan bayangan suatu titik setelah ditransformasikan oleh komposisi beberapa translasi dan menentukan translasi tunggal yang mewakili suatu komposisi dari beberapa translasi dengan melengkapi isian. c. Menguji keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan komposisi translasi, kemudian hasilnya dibahas bersama. Komposisi Rotasi d. Bertanya jawab untuk memberi gambaran kepada siswa tentang komposisi rotasi, baik secara geometri maupun secara aljabar. e. Secara terbimbing, siswa menurunkan rumus transformasi tunggal yang mewakili suatu komposisi rotasi, kemudian bersama-sama menyimpulkannya. f. Menguji keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan komposisi rotasi, kemudian hasilnya dibahas bersama. Komposisi Refleksi g. Bertanya jawab untuk memberikan gambaran kepada siswa tentang komposisi refleksi terhadap dua garis sejajar. h. Secara terbimbing, siswa menurunkan transformasi tunggal yang mewakili komposisi refleksi terhadap dua garis sejajar, kemudian bersama-sama menyimpulkannya. i. Bertanya jawab untuk memberi gambaran kepada siswa tentang komposisi refleksi terhadap dua garis berpotongan. j. Secara terbimbing, siswa menurunkan rumus transformasi tunggal yang mewakili komposisi refleksi terhadap dua garis berpotongan, kemudian bersama-sama menyimpulkannya. k. Menguji keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan komposisi refleksi, kemudian hasilnya dibahas bersama. Komposisi Transformasi Sembarang l. Siswa mencoba menentukan bayangan dari suatu titik dan bangun terhadap suatu komposisi dari transformasi sembarang dengan melengkapi isian. m. Menguji keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan komposisi dari dua transformasi sembarang, kemudian hasilnya dibahas bersama. n. Menguji kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan sehari-hari dengan menggunakan konsep transformasi geometri.
Model Pembelajaran

B. C.

D. E. F.

68

3.

Penutup a. Menekankan kepada siswa bahwa pada prinsipnya komposisi transformasi sama dengan komposisi fungsi. Suatu titik A ditranslasikan terhadap P1, kemudian hasilnya ditransformasikan terhadap P2 berarti titik A ditransformasikan terhadap P2 P1, yaitu P2(P1(A)) = (P2 P1)(A). b. Mengingatkan siswa untuk mencari penerapan materi yang telah dipelajari pada bidang studi lain sebagai bahan proyek. c. Mengevaluasi kegiatan belajar yang telah dilakukan dengan mengerjakan soal-soal latihan ulangan. d. Membimbing siswa melakukan refleksi diri untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajari. e. Menugaskan siswa untuk membuat rangkuman. f. Memberikan ulangan blok dari materi bab 5 dan bab 6.

G. Sumber/Bahan/Alat 1. Buku Matematika kelas XIl Program Studi Ilmu Alam, Intan Pariwara, halaman 160–171. 2. Buku PG Matematika kelas XIl Program Studi Ilmu Alam, Intan Pariwara, halaman 342–367. H. Penilaian 1. Tes tertulis (paper and pen test) Aspek-aspek yang dinilai: a. kemampuan menentukan bayangan titik oleh komposisi translasi; b. kemampuan menentukan bayangan titik oleh komposisi rotasi; c. kemampuan menentukan bayangan titik oleh komposisi refleksi; d. kemampuan menentukan bayangan titik oleh komposisi transformasi sembarang; dan e. kemampuan menentukan bayangan bangun oleh komposisi transformasi sembarang. 2. Tes kinerja (performance test) Aspek-aspek yang dinilai: a. keaktifan siswa dalam tanya jawab; b. kemampuan menyampaikan pendapat; dan c. kemandirian dalam mengerjakan soal-soal latihan. 3. Penugasan (proyek) Aspek-aspek yang dinilai: kemampuan menerapkan materi pada bidang studi lain.

PG Matematika Kelas XII

69

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->