Sejarah Teologi Islam

Makalah

Sejarah Teologi Islam
diajukan sebagai tugas mata kuliah Studi Islam

Waznah Karamina Fanniridha Maulana Wahid Abdurrahman

Teknik Informatika A 2008 Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2009 M/1430 H

1

Sejarah Teologi Islam

BAB I SEJARAH AWAL TEOLOGI ISLAM
1.1 PENGERTIAN TEOLOGI 1. Menurut William L. Resse, Teologi berasal dari bahasa Inggris yaitu theology adalah Pemikiran tentang ketuhanan.1 2. Menurut William Ockham, Teologi adalah Disiplin ilmu yang membicarakan kebenaran wahyu serta independensi filsafat dan ilmu pengetahuan.2 3. Menurut Ibnu Kaldun, Teologi adalah disiplin ilmu yang mengandung berbagai argumentasi tentang akidah imani yang diperkuat dalil-dalil rasional. 1.2 SEJARAH TIMBULNYA PERSOALAN-PERSOALAN TEOLOGI DALAM ISLAM Timbulnya aliran-aliran teologi Islam tidak terlepas dari fitnah-fitnah yang beredar setelah wafatnya Rasulullah Saw. Setelah Rasulullah Saw wafat peran sebagai kepala Negara digantikan oleh para sahabat-sahabatnya, yang disebut khulafaur Rasyidin yakni Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Namun, ketika pada masa Utsman bin Affan mulai timbul adanya perpecahan antara umat Islam yang disebabkan oleh banyaknya fitnah yang timbul pada masa itu. Sejarah mencatat, akibat dari banyaknya fitnah yang timbulkan pada masa itu menyebabkan perpecahan pada umat Islam, dari masalah politik sampai pada masalah teologis.

1. Persoalan Politik
1 2

Abdul Rozak. Ilmu Kalam. Bandung :Pustaka Setia. 2007. Hal. 14 Ibid

2

Sejarah Teologi Islam

Awal mula perpecahan bisa kita simak sejak kematian Utsman bin Affan r.a. Ahli sejarah menggambarkan ‘Usman sebagai orang yang lemah dan tak sanggup menentang ambisi keluarganya yang kaya dan berpengaruh itu untuk menjadi gubernur. Tindakan-tindakan yang dijalankan Usman ini mengakibatkan reaksi yang tidak menguntungkan bagi dirinya. Sahabat-sahabat nabi setelah melihat tindakan Usman ini mulai meninggalkan khalifah yang ketiga ini. Perasaan tidak senang akan kondisi ini mengakibatkan terjadinya pemberontakan, seperti adanya lima ratus pemberontak berkumpul dan kemudian bergerak ke Madinah. Perkembangan suasana di Madinah ini membawa pada pembunuhan Usman oleh pemuka-pemuka pemberontak di Mesir ini. Setelah Usman wafat Ali sebagai calon terkuat menjadi khalifah keempat. Tetapi segera ia mendapat tantangan dari pemuka-pemuka yang ingin pula menjadi khalifah, terutama Talhah dan Zubeir dari Mekkah yang mendapat sokongan dari Aisyah. Tantangan ini dapat dipatahkan Ali dalam pertempuran yang terjadi di Irak tahun 656 M. Talhah dan Zubeir mati terbunuh dan Aisyah dikirim kembali ke Mekkah.3 Tantangan kedua datang dari Mu’awiyah, Gubernur Damaskus dan keluarga dekat Usman. Ia menuntut Ali supaya menghukum pembunuhpembunuh Usman, bahkan ia menuduh bahwa Ali turut campur dalam soal pembunuhan itu. Dalam pertempuran yang terjadi antara kedua golongan ini di Siffin, tentara Ali mendesak tentara Mu’awiya sehingga yang tersebut akhir ini bersiap-siap untuk lari. Tetapi tangan kanan Mu’awiyah Amr Ibn al-’As yang terkenal sebagai orang licik minta berdamai dengan mengangkat al-Quran keatas. Qurra’ atau syi’ah yang ada dipihak Ali mendesak Ali untuk mnerima tawaran itu dan dicarilah perdamaian dengan mengadakan arbitase. Sebagai pengantara diangkat dua orang, yaitu Amr Ibn al-‘As dari pihak MU’awiyah dan Abu Musa al-Asy’ari dari pihak Ali. Dalam pertemuan mereka, kelicikan Amr mengalahkan perasaan takwa Abu Musa. Sejarah mengatakan bahwa keduanya terdapat pemufakatan untuk menjatuhkan kedua pemuka yang bertentangan, Ali dan Mu’awiyah.Tradisi
3

menyebutkan

bahwa

Abu

Musa

terlebih

dahulu

Harun Nasution. Sejarah Teologi Islam. Jakarta: UI-Press. 2006. Hal.6

3

Setelah Khawarij kalah Ali terlalu lelah untuk meneruskan pertempuran dengan Mu’awiyah. Putusan hanya datang dari Allah dengan kembali kepada hukum-hukum yang ada dalam al-Quran. Mu’awiyah.Sejarah Teologi Islam mengumumkan kepada orang ramai putusan menjatuhkan kedua pemuka yang bertentangan itu. mereka melawan Ali. Peritiwa ini merugikan bagi Ali dan menguntungkan bagi Mu’awiyah. hal. yaitu Mu’awiyah dan Khawarij. Abu Musa alAsy’ari dan lain-lain yang telah menerima arbitase adalah kafir.4 Sikap Ali yang menerima dan mengadakan arbitase ini. hal. menjadi semboyan mereka. Amr Ibn al-‘As. tetapi menolak penjatuhan Mu’awiyah. Karena keempat 4 5 Ibid. 8 4 . Mereka berpendapat bahwa hal serupa itu idak dapat diputuskan oleh arbitase manusia.karena selalu mendapat serangan dari kedua pihak ini Ali terlebih dahulu memusatkan usahanya untuk menghancurkan Khawarij. Amr mengumumkan hanya menyutujui penjatuhan Ali yang telah di umumkan Abu Musa.7 Ibid. Mu’awiyah tetap berkuasa di Damaskus dan setelah Ali wafatia dengan mudah dapat memperoleh pengakuan sebagai khalifah umat Islam pada tahun 661 M. Dengan adanya arbitase ini kedudukannya telah naik menjadi khalifah yang tidak resmi. Karena memandang Ali bersalah dan berbuat dosa. Timbullah persoalan siapa yang kafir dan siapa yang bukan kafir. oleh karena itu mereka meninggalkan barisannya. Khalifah yang sebenarnya adalah Ali. Ali sekarang menghadapi dua musuh. tidak disetujui oleh sebagian tentaranya. sedangkan Mu’awiyah kedudukannya tak lebih dari Gubernur daerah yang tak mau tunduk kepada Ali sebagai khalifah. Golongan mereka inilah dalam sejarah islam terkenal dengan nama al-Khawarij.5 Mereka memandang Ali telah berbuat salah . Persoalan-persoalan politik yang terjadi ini akhirnya menimbulkan persoalan teologi. La hukma illa lillah (tidak ada hukum selain hukum dari Allah) atau la hakama illa Allah (Tidak ada pengantar selain dari hukum Allah). Khawarij menganggap Ali. Berlainan dengan apa yang telah disetujui. yaitu orang yang keluar dan memisahkan diri. sungguhpun dalam keadaan terpaksa.

Yang dipandang kafir bukan lagi hanya orang yang tidak menentukan hukum dengan al-Qur’an. Aliran Khawarij mengatakan bahwa orang yang telah berbuat dosa besar adalah kafir. Lambat laun kaum Khawarij pecah menjadi beberapa sekte. Orang yang seperti ini menurut mereka mengambil posisi diantara dua posisi mukmin dan kafir yang dalam bahsa arabnya terkenal dengan istilah almanzilah bain al-manzilitain (posisi diantara dua posisi). Persoalan orang yang berbuat dosa inilah yang kemudian mempunyai pengaruh besar terhadap pertumbuhan teologi selanjutnya dalam islam. menurut jabariah.Sejarah Teologi Islam pemuka ini dianggap kafir dalam arti telah keluar dari islam. Adapun soal dosa yang dilakukannya. tetapi orang yang berbuat dosa besar juga dipandang kafir. Persoalan ini menimbulkan tiga aliran teologi.terpengaruh oleh pemakaian rasio atau akal yang mempunyai kedudukan tinggidalam kebudayaan Yunani klasik itu. Mu’tazilah. Konsep kafir turut pula mengalami perubahan. menurut al-qadariah manusia mempunyai kemerdekaan dalam kehendak dan perbuatannya. Sebaliknya dengan al-jabariah berpendapat bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam kehendak dan perbuatannya. kaum Khawarij menganggap mereka harus dibunuh. Dengan 5 . Murji’ah. terserah kepada Allah SWT yang mengampuninya atau tidak. yaitu Khawarij. Bagi mereka orang yang telah berbuat dosa besar bukan kafir tetapi bukan pula mukmin. mereka tidak meninggalkan wahyu. Dalam keadaan seperti ini timbullah dua aliran teologi yang terkenal dengan nama al-qadariah dan al-jabariah. Dengan pemakaian rasio ini oleh kaum Mu’tazilah membawa mereka untuk mengambil teologi liberal. Selanjutnya. kaum Mu’tazilah dengan diterjemahkannya buku-buku falsafat dan ilmu pengetahuan Yunanikedalam bahsa Arab. Manusia dalam tingkah lakunya bertindak dengan paksaan Tuhan dan gerak-gerik ditentukan oleh Tuhan. dalam arti bahwa sungguhpunkaum Mu’tazilah banyak mempergnakan rasio mereka. Kaum Murji’ah mengatakan bahwa orang yang telah melakukan dosa besar tetap masih mukmin dan bukan kafir. Sedangkan Mu’tazilah sebagai aliran ketiga tidak menerima pendapat diatas. dalam arti telah keluar dari agama islam dan ia wajib dibunuh.

Al-Asy’ari sendiri pada mulanya adalah mu’tazilah.7 Aliran mu’tazilah yang bersifat rasional ini menimbulkan tantangan keras dari golongan tradisional Islam.Sejarah Teologi Islam penggambaran diatas sudah pasti bahwa Mu’tazilah lebih memilih qadariah dibanding jabariah yang mana golongan yang percaya pada kekuatan dan kemerdekaan akal untuk berfikir. Khalifah al-Ma’mun. Terutama paham mereka bahwa al-Qur’an bersifat makhluq dalam arti diciptakan bukan bersifat qadim dalam arti kekal dan tidak diciptakan.6 Teologi mereka yang bersifat rasional dan liberal ini membuat kaum intelegensia tertarik akan teologi mereka yang terdapat dalam lingkungan pemerintahan Kerajaan Islam Abbasiah dipermulaan abad ke-9 Masehi. tetapi kini mereka telah mempunyai lawan yang bukan sedikit dari kalangan umat islam.hal. yaitu pengikutpengikut mazhab Ibn Hambal. al-Asy’ari meninggalkan ajaran tiu dan membentuk ajaran baru yang trerkenal dengan nama teologi al-Asy’ariah atau al-Asya’irah. 9 Ibid. tetapi kemudian menurut riwayatnya setelah melihat dalam mimpi bahwa ajaran-ajaran Mu’tazilah diocap Nabi Muhammad sebagai ajaran yang sesat. dan akhirnya aliran Mu’tazilah sebagai mazhab resmi dari negara dibatalkan oleh khalifah al-Mutawwakil pada tahun 856 M. putra dari khalifah Harun al-Rasyid pada tahun 827 M menjadikan teologi Mu’tazilah sebagai mazhab yang resmi dianut negara..8 Disamping aliran asy’ariah timbul pula di Samarkand perlawanan menentang aliran Mu’tazilah yang didirikan oleh Abu Mansur Muhammad al- 6 7 8 Ibid. hal. Katena telah menjadi aliran resmi dari pemerintahan. terutama golongan Hambali. Ibid. Perlawanan ini kemudian mengambil bentuk aliran teologi tradisional yang disusun oleh Abu al-Hasan al-Asy’ari (932 M).politik menyiarkan aliran Mu’tazilah secara kekerasan berkurang setelal al-Ma’mun meninggal pada tahun 833 M. dengan demikian kaum Mu’tazilah kembali kepada kadudukan mereka semula. 10 6 . kaum Mu’tazilah mulai bersikap paksa dalam menyiarkan ajaran mereka.

timbul atau memberontak. Selain Abu al-Hasan al-Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi ada lagi seorang teolog dari Mesir yang juga bermaksud menentang ajaran-ajaran kaum Mu’tazilah. muncul. Syahrastani mengartikan khawarij sebagai kelompok masyarakat yang memberontak dan tidak mengakui terhadap imam yang sah dan sudah disepakati oleh kaum muslimin. sedangkan aliran Asy’ariah pada umumnya dipakai oleh umat Islam Sunni lainnya.101 7 . Khawarij a. khususnya dikalangan kauimintelegensia islam yang mendapat pendidikan Barat.9 Namun. yaitu kharaja yang berarti keluar. Mu’tazilah tidak mempunyai wujud lagi kecuali dalam sejarah. Yang masih ada sampai sekarang ialah aliran Asy’ariah dan Maturidiah. Mu’tazilah. Asal Usul dan Sejarah Khawarij Kata khawarij secara etimologi berasal dari bahasa Arab. Murji’ah. Asy’ariah dan Maturidiah. Aliran Khawarij. Banyak ajaran-ajaran Mu’tazilah mulai timbul kembali. BAB II MADZHAB-MADZHAB TEOLOGI ISLAM 1. Surabaya: PT Bina Ilmu.Sejarah Teologi Islam Maturidi. Dengan masuknya kembali paham rasionalisme kedunia islam yang mana sekarang masuk melalui kebudayaan modern. baik pada masa sahabat. Al-Milal wa Al-Nihal. pada masa tabiin maupun pada masa sesudahnya. akan tetapi tidak pula seliberal Mu’tazilah. Hal. Aliran ini dikenal dengan nama teologi al-Maturidiahyang mana tidak bersifat setradisional al-Asy’ariah. Teolog itu bernama al-Tahawi (933 M) yang mana ajaran-ajaran ini tidak menjelma sebagai aliran teologi Islam. menurut Harun Nasution ada pula pendapat yang mengatakan bahwa nama 9 Asy-syahrastani. dan keduannya disebut Ahl Sunnah wa al-Jama’ah. Dengan demikian aliran-aliran teologi penting yang timbul dalam islam adalah aliran Khawarij. 2006. Aliran Maturidiah banyak dianut oleh umat Islam yang bermazhab Hanafi. Murji’ah.

Dalam pertempuran dengan Ali mereka mengalami kekalahan besar. menurut sebagian pendapat. Nama lain yang diberikan kepada mereka adalah Haruriah. Pada mulanya.13 11 Ibid. 12 Asy-Syahrastani.10 Selain itu mereka menyebut diri mereka Syurah. Kemudian mereka mengusulkan agar Ali mengirim Abu Musa al Asy’ary Harun Nasution. Dalam perundingan damai tersebut. Ali mengutus Abdullah bin Abbas sebagai delegasi juru damai (Hakam)nya. suatu desa didekat kufah.Sejarah Teologi Islam khawarij diberikan atas surat an-Nisa ayat 100 yang didalamnya disebutkan : “Keluar dari rumah lari kepada Allah dan Rasul-Nya”.12 Sebelumnya. Mereka beralasan bahwa Abdullah bin Abbas berasal dari kelompoknya Ali sendiri. sebagaimana disebutkan dalam Al-Baqoroh ayat 207 : “Ada manusia yang menjual dirinya untuk keridhaan Allah”.cit. Loc. karena desakan sebagian pengikutnya. Namun setelah Ali dan Muawiyah melakukan arbitrase. Hal. Dengan sangat terpaksa Ali menerima permintaan perjanjian damai tersebut. terutama Ahl-Qurra. dari kata harura. tetapi orang khawarij menolaknya. Ali sebenarnya mencium adanya tipu daya dibalik ajakan perundingan damai tersebut sehingga ia bermaksud menolak permintaan itu. kelompok ini menolak kesepakatan arbitrase dan keluar dari kelompok Ali. 2002. Namun. Jakarta: UI Press. Irak. Dengan demikian kaum khawarij memandang diri mereka sebagai orang yang meninggalkan rumah dari kampung halamannya untuk men gabdikan diri kepada Allah dan RasulNya. yang berasal dari kata Yasyiri (Menjual). 10 8 . kelompok ini berjuang di pihak Ali ketika terjadi perang siffin antara Ali dan Muawiayah dan kelompok inilah yang mendukung Ali untuk melakukan Arbitrase dengan Muawiyah. tetapi seorang khawarij bernama Abd al-Rahman Ibn Muljam dapat membunuh Ali. mereka yang pada waktu itu berjumlah dua belas ribu orang berkumpul setelah memisahkan diri dari Ali. Disini mereka memilih ‘Abdullah bin abdul wahab al-Rasyidi menjadi imam sebagai ganti dari Ali bin Abi Thalib. Di tempat inilah.11 Khawarij merupakan kelompok pertama yang tidak mengakui bahkan memberontak terhadap Ali Bin Abi Thalib setelah terjadinya Arbitrase antara Ali dan Muawiyah. Teologi Islam : Aliran-aliran sejarah analisa perbadingan.

tetapi mereka artikan dengan keliru.15 b. Ilmu Kalam. Cit. Khalifah dipilih secara permanen selama yang bersangkutan bersikap adil dan menjalankan syariat Islam. mereka sampai di Harura.a menjawab. dan Thaif. Lainnya bermarkas di Arab daratan yang menguasai kaum khawarij yang berada di Yaman. Keputusan tahkim menurut riwayat. Ibid.14 Gerakan khawarij berpusat di dua tempat. Qathar bin Faja’ah. Op. dan Abu Fudaika. Hal. Mereka membelot dengan mengatakan.” Pada saat itulah orang-orang khawarij keluar dari pasukan Ali r. kelompok Khawarij ini melanjutkan perlawanan terhadap Muawiyah dan juga kepada Ali. Pengantar Ilmu Kalam.13 Kadang-kadang mereka disebut dengan Syurah dan Al Mariqoh. Siapapun berhak menjadi khalifah apabila memenuhi syarat.Sejarah Teologi Islam dengan harapan yang dapat memutuskan perkara berdasarkan Kitabullah. hal. khawarij disebut sebagai Haruriah. Tidak ada hukum selain hukum disisi Allah. 94 16 Abdul Rozak. Mereka mengangkat seorang pemimpin bernama Abdullah bin Shahab Ar-Rasyibi. Di Harura. Yaitu di Bathaih yang menguasai dan mengontrol kaum khawarij yang berada di Persia dan sekeliling Irak.a dan menuju Harura. 1. Itulah sebabnya. Jakarta: Raja Grafindo Persada. “Mengapa kalian berhukum kepada manusia.” Ini adalah ungkapan yang benar. 50 15 Sahilun A Nasir. Doktrin-doktrin pokok Khawarij16 Diantara doktrin-doktrin pokok Khawarij adalah berikut ini.51 14 13 9 . et.2007. 2. Tokoh-tokohnya ialah Nafi’ Bin Azraq. Abdul Rozak. Khalifah tidak harus berasal dari keturunan Arab. yakni Ali diberhentikan jabatannya sebagai khalifah oleh utusannya dan mengangkat Muawiyah sebagai Khalifah sangat mengecewakan orang-orang Khawarij.” Ali r. Hadlaramaut. Ia harus dijatuhkan bahkan dibunuh kalau melakukan kezaliman. Dengan Arahan Abdullah Al-Kiwa. 3. Khalifah atau Imam harus dipilih secara bebas oleh kaum Muslimin. hal. Najdar bin Amri. Tokoh-tokohnya ialah Abu Thaluf. Bandung: Pustaka Setia. 1994.al.

tetapi setelah adanya Arbitrase. Tetapi setelah tahun ketujuh dari masa kekhalifahannya. 8. mereka menganggap bahwa seorang muslim dapat menjadi kafir apabila ia tidak mau membunuh muslim lain yang telah dianggap kafir dengan resiko ia menanggung beban harus dilenyapkan pula. Quran adalah makhluk. bukan dari Tuhan. Pasukan perang jamal yang telah melawan Ali juga Kafir. Utsman r. 12. 13.a dianggap telah menyeleweng. Memalingkan ayat-ayat al-Quran yang tampak Mutasabihat (samar). 10. Yang lebih parah. Muawaiyah dan Amr bin Ash serta Abu Musa Al-As’ary juga telah dianggap menyeleweng dan telah menjadi kafir. Seseorang yang berdosa besar tidak lagi disebut muslim sehingga harus dibunuh. ia dianggap telah menyeleweng. Amar ma’ruf nahi munkar. 5. sedang golongan mereka sendiri dianggap berada dalam dar al-islam (Negara Islam). 7. 14. 11. Adanya wa’ad dan wa’id (Orang yang baik harus masuk surga. Seseorang harus menghindar dari pimpinan yang menyeleweng. Bila tidak mau bergabung maka ia wajib diperangi karena hidup dalam dar el-harb (Negara musuh). Setiap muslim harus berhijrah dan bergabung dengan golongan mereka.Sejarah Teologi Islam 4. Manusia bebas memutuskan perbuatannya. sedangkan yang jahat harus masuk kedalam neraka). 9. 6. dan Utsman) adalah sah. 15. Khalifah Ali adalah sah. 10 . Umar. Khalifah sebelum Ali (Abu Bakar.

An-Najdiyah. ada subsekte Khawarij yang agak lunak. dan asShufriyah. merekapun terpecah belah dalam beberapa golongan/sekte. Keduanya membedakan antara kafir nikmat dan kafir agama. Hal ini membuat kondisi tertentu seseorang yang bias menjadi kafir dan dalam waktu bersamaan menjadi seorang mukmin. Op. Cit. namun sekte yang paling pentingnya adalah Al-Muhakimah. hal. Op.15 Asy-Syahrastani. dan tidak bergantung pada orang lain. seperti yang dikutip harun nasution ada dua puluh sub sekte Khawarij. Al-A’jaridah. berani. hal. Cit. dikatakan bahwa jiwa seorang Yahudi dan Majusi itu lebih berharga daripada dengan jiwa seorang mukmin. AlAzariqoh. tetapi keras hati. yaitu Najdiyah dan Ibadiyah. Bahkan. 102 Harun Nasution. jiwa seseorang harus melayang. Orang semacam ini tidak perlu dikucilkan dari 17 18 19 20 Harun Nasution.Sejarah Teologi Islam c. sebab dengan cap kafir yang diberikan salah satu subsekte Khawarij tertentu. Pemikiran subsekte ini bersikap praktis daripada teoritis sehingga kriteria mukmin dan kafirnya menjadi tidak jelas. Selain itu.19 Sekte-sekte Khawarij tersebut membicarakan persoalan hukum bagi orang yang berbuat dosa besar. Op.18 Menurut al-Bagdady. Doktrin inilah yang terlihat mendominasi mereka.17 Menurut Asy-Syahrastani. 15 Abdul Rozak. 55 11 . mereka terpecah menjadi delapan belas subsekte. apa dia masih dianggap mukmin atau dia telah menjadi kafir. bersifat merdeka. Akibat dari sifat-sifat seperti inilah mereka bersikap keras walaupun dengan sesama muslim.Cit.Perkembangan Khawarij Kaum khawarij yang pada umumnya terdiri dari orang-orang Arab badawi yang hidup di padang pasir tandus membuat mereka bersifat sederhana dalam tetacara hidup dan pemikiran. meskipun oleh subsekte lain masih dianggap mukmin.20 Tindakan-tindakan Khawarij ini membuat risau Umat Islam saat itu. Kafir nikmat hanya melaksanakan dosa dan tidak berterima kasih kepada Allah. Namun begitu. Op. hal. ats-Ts’alibah. Perubahan agama tidak membawa perubahan pada sifat-sifat ke-badawiyan mereka. Al-Baihasiyah. Cit. sedangkan doktrindoktrin lainnya hanya sebagai penunjang saja. hal.

Murjiah a. Oleh karena itu. irja’a juga bisa memiliki arti meletakkan di belakang atau mengemudikan. yaitu orang yang mengemudikan amal dan iman.Sejarah Teologi Islam masyarakat. Op. Al-Hasan bin Muhammad Al-Hanafiyah. dan pengharapan. Asal-usul dan sejarah munculnya Nama Murjiah beraal dari kata irja atau arja’a yang bermakna penundaan. 56 Ibid 12 . Murjiah berarti orang yang menunda penjelasan kedudukan seseorang yang bersengketa. ke hari kiamat kelak.21 2. Perkembangan selanjutnya. penangguhan. Diperkirakan Murjiah ini muncul bersamaan dengan munculnya Khawarij. Menurut Watt. Teori pertama mengatakan bahwa gagasan Irja’a atau arja dikembangkan oleh sebagian sahabat dengan tujuan menjamin persatuan dan kesatuan umat Islam ketika terjadinya pertikaian politik dan juga bertujuan untuk menghindari sektarianisme. Memberi harapan dalam artian member harapan kepada para pelaku dosa besar untuk memperoleh pengampunan Allah Swt.22 Ada beberapa teori yang mengemukakan asal-usul adanya aliran Murjiah. Al-Mukhtar membawa paham Syiah ke Kufah dari tahun 685-687. muncul pertama kali sebagai gerakan politik yang diperlihatkan oleh cucu Ali bin Abi Thalib. yakni Ali dan Muawiyah serta pasukannya masing-masing. Abdul Rozak.23 Teori lain mengatakan bahwa gagasan irja. yang merupakan basis doktrin Murjiah. semua aliran yang bersifat radikal dikategorikan sebagai golongan Khawarij. dunia Islam dikoyak oleh pertikayan sipil. Cit. sekitar tahun 695. Selain itu. Ibn Zubair mengklaim kekhalifahan di mekah hingga yang berada di 21 22 23 Ibid. 20 tahun setelah kematian Muawiyah. hal.

Kelompok Ali terpecah menjadi dua kubu. Sebagai respon dari keadaan ini. “ Kita mengakui Abu Bakar dan Umar. dan Zubair. Ali. Al-Hasan bin Muhammad Al-Hanafiyah.Sejarah Teologi Islam bawah kekuasaan Islam. Kelompok kontra akhirnya keluar dari Ali. yang memandang bahwa keputusan takhim bertentangan dengan al-Quran.25 b. hal. apakah dia akan mengampuninya atau tidak. Watt. Pendapat ini ditolak oleh sebagian sahabat yang kemudian disebut Murjiah. hal. Oleh karena itu. Dalam surat ini Al Hasan menunjukan sikap politiknya dengan mengatakan.24 Teori lain mengatakan bahwa ketika terjadi perseteruan Ali dan Muawiyah. serta menjauhkan diri dari Khawarij yang menolak mengaki kekhalifahan Muawiyah dengan alasan bahwa dia adalah keturunan si pendosa Utsman. muncul gagasan irja atau penangguhan (postponenment). tetapi menangguhkan keputusan atas persoalan yang terjadi pada konflik sipil yang pertama yang melibatkan Utsman. sementara dosanya diserahkan kepada Allah. yang pro dan yang kontra. Al-Hasan mencoba untuk menanggulangi perpecahan umat Islam.57 Ibid.58 13 . Doktrin-doktrin Murjiah Menurut W. 24 25 26 Ibid. Ibid. Ia pun mengelak berdampingan dengan kelompok Syiah yang terlampau mengagungkan Ali dan para pengikutnya. tidak kafir. M. pengikut Muawiyah. doktrin-doktin Murjiah secara umum sebagai berikut:26 1. ” Dengan sikap politik ini. Penangguhan keputusan terhadap Ali dan Muawiyah hingga Allah yang memutuskannya di hari kiamat kelak. yaitu kelompok Khawarij. pelakunya melakukan dosa besar dan pelakunya dapat dihukumi kafir. Gagasan ini pertama kali digunakan tahun 695 olleh cucu Ali bin Abi Thalib. dalam sebuah surat pendeknya. dilakukan Tahkim atas usulan Amr bin Ash. yang mengatakan bahwa pembuat dosa besar tetaplah mukmin.

59 14 . 4. 3. setiap maksiat tidak dapat mendatangkan madarat atas seseorang. Sementara Abu A’la al Maududi menyebutkan dua ajaran paling pokok Murjiah. Pemberian harapan terhadap orang muslim yang berdosa besar untuk mendapat ampunan dan rahmat dari Allah Swt. golongan Murjiah terpecah dalam beberapa sekte. kelompok 27 Ibid. Adapun amal dan perbuatan tidak merupakan suatu keharusan bagi adanya iman. Menurut Asy-Syahrastani. Untuk mendapat ampunan. Penangguhan Ali untuk menduduki rangking keempat dalam peringkat al- Khalifah ar-Rasyidun.Sejarah Teologi Islam 2. Dasar keselamatan adalah iman semata. yaitu :27 1. 2. Iman adalah percaya kepada Allah dan Rasul-Nya saja. hal. Doktrin-doktrin Murjiah menyerupai pengajaran (mazdhab) para skeptik dan empiris dari kalangan Helenis. c. manusia hanya cukup dengan menjauhkan diri dari syirik dan mati dalam keadaan akidah tauhid. Seseorang tetap dianggap mukmin walaupun meninggalkan perbuatan yang diwajibkan dan melakukan dosa besar. Perpecahan ini dipicu akibat terjadinya perbedaan-perbedaan pendapat dalam golongan Murjiah itu sendiri. Perkembangan Murjiah Dalam perkembagannya. Selama masih ada iman di hati.

Asy-Syahrastani membagi Jabariah dalam dua bentuk.31 28 29 30 31 Asy-Syahrastani. Op. yaitu : 1. Cit. dan Murjiah Murni. hal. Jabariah Murni.30 Mengenai paham Jabariyah ini. para ahli sejarah teologi Islam ada yang berpendapat bahwa kehidupan bangsa Arab yang dikelilingi gurun sahara telah mempengaruhi cara hidup mereka. 2. orang yang mengakui adanya perbuatan makhluk yang mereka namakan “kasb” bukan termasuk Jabariyah. Op.175 Abdul Rozak. 133 Abdul Rozak. hal. Cit.28 3. Murjiah al-Qadariyah. Op. Op. Nasir. yang menolak adanya perbuatan berasal dari manusia dan memandang manusia tidak memiliki kemampuan untuk berbuat. Dalam perkembangannya paham ini juga dikembangkan oleh tokoh lainnya. Berdasarkan hal ini. hal.Sejarah Teologi Islam Murjiah terbagi dalam empat kelompok besar. Cit. Kebergantungan mereka terhadap gurun sahara yang panas telah memunculkan sikap penyerahan diri terhadap alam. Murjiah Jabbariyah. Yaitu Yahudi sekte Qurro dan agama Nasrani yang bersekte Ya’cubiyah. yang mengakui adanya perbuatan manusia namun perbuatan manusia tidak membatasi. Paham al-Jabr pertama kali diperkenalkan oleh Ja’ad bin Dirham kemudian disebarluaskan oleh Jahm bin Shafwan dari Khurasan. Cit. Jabariah Pertengahan (Moderat). Pendapat yang lain mengatakan bahwa kemunculan paham Jabariyah terpengaruh dari paham ajaran Yahudi dan Nasrani. 63 Sahilun A. 64 15 . Jabariyah Kata Jabariyah berasal dari kata Jabara yang mengandung arti memaksa dan mengharuskan melakukan sesuatu. diantaranya al-Husain bin Muhammad an-Najjar dan Ja’ad bin Dirrar. Yakni Murjiah al-Khawarij. hal.29 Asy-Syahrastani mengartikan Jabariah sebagai menolak adanya perbuatan dan menyadarkan semua perbuatan kepada Allah Swt. Namun.

5. Doktrin-doktrin Jabariyah secara umum dapat dipaparkan sebagai berikut. 4. hal. Kalam Tuhan adalah Makhluk. yaitu :33 1. Hal itu terlihat dari beberapa peristiwa yang terjadi baik pada masa Nabi maupun sesudahnya. hal. hal. pendapat ini sama dengan konsep iman yang di ajarkan Murji’ah. dan ad-Dhirariyah. 2. Perkembangan Jabariyah Dalam perkembangannya Jabariyah terbagi antara Jabariyah Murni dan Jabariyah Moderat. 67-69 Asy-Syahrastani. menurut Abdul Rozak. yang akhirnya pencuri tersebut mendapat hukuman potong tangan dan dera karena telah menggunakan dalil Tuhan. Op.71-74 16 . Dalam hal ini. Fatalisme. dan dipaksa berbuat oleh Allah Swt. Iman adalah ma’rifat atau membenarkan dalam hati. yaitu ketika terjadinya pencurian dimana pencuri berargumen bahwa ia telah ditakdirkan untuk mencuri. cit. yaitu alJahmiyah.34 32 33 34 Ibid. pemikiran-pemikiran Jabariah telah ada sejak awal periode Islam. Doktrin-doktrin Jabariyah. c. Surga dan Neraka tidak kekal. Cit. Op. an-Najjariyah.32 b. Jabariyah Murni terbagi dalam beberapa golongan. yakni kepasrahan total yang menganggap manusia tidak dapat melakukan apa-apa. 3. tidak memiliki daya. tidak ada yang kekal selain Allah Swt. seperti pada masa Umar bin Khatab. Tuhan tidak dapat dilihat di akhirat. 64-65 Abdul Rozak.Sejarah Teologi Islam Selain itu.

35 Para pakar sejarah teologi Islam tidak mengetahui secara pasti kapan paham ini timbul.36 4. Qodariyah adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala perbuatan manusia tidak diintervensi oleh Tuhan.Sejarah Teologi Islam 4.38 35 36 37 38 Abdul Rozak. Qodariyah 3. yaitu Qadara. doktrin-doktrin Qodariah pada dasarnya berkisar tentang takdir Tuhan. Takdir adalah ketentuan Allah Swt yang diciptakan-Nya bagi seluruh alam semesta beserta seluruh isinya. 34 Ibid. menurut Ibn Nabatah. tetapi menurut keterangan ahli lainnya. Ghailan al-Dimasyiqi mengambil paham ini dari seorang Kristen yang masuk Islam di Irak. 70 Harun Nasution. Menurut terminology. hal. sejak zaman azali. Asal Muasal paham Qodariyah Qodariyah berasal dari bahasa Arab. cit. 74 17 . Jadi.37 2. Dan Menurut Zahabi. yaitu hukum dalam istilah al-Quran disebut Sunatullah. Op. Op. cit. dia mati terbunuh. tiap-tiap orang adalah pencipta dari perbuatannya. hal. 35 Abdul Rozak. Op. Dalam pertempuran dengan al-Hajjad tahun 80 H. cit. paham Qodariyah diperkirakan timbul pertama kali oleh seorang bernama Ma’bad al-Juhani. hal. hal. Manusia berkuasa atas segala perbuatannya. Doktrin-doktrin Qodariyah Secara garis besar. Ma’bad adalah seorang tabi’i yang baik dan ia pun menentang kekuasaan Bani Umayah. yang artinya kemampuan dan kekuatan. Ma’bad al-Juhani dan temannya. yaitu : 1.

Hal ini disebabkan karena paham qodar dijelaskan lebih luas pada aliran Mu’tazilah. tidak mukmin dan tidak kafir. “ Saya berpendapat bahwa orang yang berdosa besar. Ketika Washil mengikut pengajaran yang diberikan oleh Hasan al-Basri tentang dosa besar. muncul sebagai respon persoalan teologis yang berkembang di kalangan khawarij dan Murjiah tentang pemberian status kafir kepada orang yang berbuat dosa besar. Menurut Abdul Rozak. Beberapa versi tentang pemberian nama Mu’tazilah (golongan kedua) ini. Perkembangan Qodariyah Dalam perkembangannya. 2. tetapi berada dalam posisi diantara keduanya. Golongan kedua. 18 . Amr bin Ubaid dan Hasan Al-Basri di Basrah. yaitu : 1. yaitu bersifat lunak dalam menyikapi pertentangan antara Ali dan lawan-lawannya. muncul sebagai respon politik. Mu’tazilah Secara harfiayah kata Mu’tazilah berasal dari kata i’tazala yang berarti berpisah atau memisahkan diri. 39 40 Ibid. Golongan pertama. merujuk pada peristiwa yang terjadi antara Washil bin A’tha. paham qodariyah seringkali disebut dengan paham Mu’tazilah seperti yang dijelaskan Asy-Syahrastani yang menyatukan pembahasan Mu’tazilah dengan pembahasan Qodariyah.” Kemudian Washil menjauhkan diri dari Hasan Basri dan pergi di tempat lain di lingkungan masjid. golongan inilah yang pertama-tama disebut Mu’tazilah karena mereka menjaukan diri dari pertikaian masalah Imamah. bukan mukmin dan bukan pula kafir.Sejarah Teologi Islam 5. 77 Ibid. Ketika Hasan Basri masih berpikir. hal. Washil mengemukakan pendapatnya dengan mengatakan. yang berarti juga menjauh atau menjauhkan diri39. Mu’tazilah inilah yang akan dibahas kemudian. 5. Mu’tazilah menunjuk pada dua golongan40. Secara teknis.

dan golongan lain menjauhkan diri ke Kharbita (I’tazalat ila Kharbita). “ini kaum Mu’tazilah. Ibid Asy-Syahrastani. kelompok yang menjauhkan diri inilah yang kemudian disebut sebagai Mu’tazilah. Hasan Basri berkata.Sejarah Teologi Islam Disana Washil mengulangi pendapatnya di depan para pengikutnya. satu golongan turut padanya.44 Golongan Mu’tazilah juga dikenal dengan nama lain seperti Ahl al-Adl yang berarti golongan yang mempertahankan keadilan Tuhan dan ahl al-tawhid wa al-adl45 yang berarti golongan yang mempertahankan keesaan murni dan 41 42 43 44 45 Ibid. Qais yang waktu itu sebagai gubernur di mesir pada masa Ali. 78 Harun Nasution. nama Mu’tazilah sudah ada sebelum peristiwa antara Washil dan Hasan al-Basri. Setelah ia tahu bahwa itu bukanlah majelis Hasan al-Basri. Nama Mu’tazilah diberikan kepada golongan yang tidak mau berintervensi dalam pertikaian politik yang terjadi pada masa Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. tetapi mengambil posisi diantara kedua posisi itu (al-mazilah bain al-manzilatain).37 19 . ia menamai golongan yang menjauhkan diri dengan nama Mu’tazilah. mereka disebut kaum Mu’tazilah. ia menjumpai pertikaian disana. Dengan peristiwa ini. cit. mereka disebut kaum Mu’tazilah karena mereka berpendapat bahwa orang yang berdosa besar bukan mukmin dan juga bukan kafir. ia berdiri dan meninggalkan tempat itu sambil berkata. 41 Ibid. hal.41 Versi lain yang diberikan oleh Tasy Kubra Zadah. menyebut bahwa Qatadah Ibn Da’amah pada suatu hari masuk ke masjid Basrah dan menuju ke majelis ‘Amr bin Ubaid yang disangkanya majelis Hasan al-Basri. cit. Op.43 Menurut Ahmad Amin. hal.” Wazhil menjauhkan diri dari kita (I’tazaala anna). Menurut Asy-Syahrastani. Dalam suratnya kepada Khalifah. hal. Op.” Sejak itu.42 Al-Mas’udi memberikan keterangan lain lagi.

dalam arti sifat yang memiliki wujud diluar zat Tuhan. Sedangkan dari Bani Abbasiyah yaitu : Al-Makmun (198-218H). Dia-lah yang qadim. yakni khalifah Yazib bin Walid (125-227H). 80 Ibid.Sejarah Teologi Islam keadilan Tuhan. Mereka juga sering disamakan dengan paham Qadariyah yang menganut paham free act dan free will.46 Ajaran-ajaran Mu’tazilah mendapat dukungan dan penganut dari penguasa Bani Umayyah. Op. Al-Mu’tasim billah (218-227H). 80-83 20 . dan Al-Watsiq ( 227-232H). penggambaran fisik. hal. Yaitu : a. Selain itu mereka juga dinamai alMua’tillah karena golongan Mu’tazilah berpendapat bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat. karena mereka berpendapat bahwa ancaman Tuhan itu pasti akan menimpa orang-orang yang tidak taat akan hukum-hukum Tuhan. cit. Karena itu. Op. b. hal. At-Tauhid49 al- At-Tauhid (pengesaan Tuhan) merupakan prinsip utama dan intisari ajaran Mu’tazilah. maka telah terjadi ta’adud al qudama (tebilangnya zat yang tak berpemulaan). yang unik dan tidak satupun yang menyamai-Nya. Tuhanlah satu-satunya yang Esa. Bila ada yang qadim lebih dari satu. Mu’tazilah menolak konsep Tuhan memiliki sifat-sifat.48 Yaitu : 1. hal. cit. Namun.47 b. Tauhid dalam paham Mu’tazilah memiliki arti spesifik. Mereka juga diberi nama dengan Wa’diyyah. 46 47 48 49 Abdul Rozak. Ajaran-ajaran dasar Mu’tazilah ini juga disebut dengan al-Ushul Khamsah. Sebenarnya. 80 Abdul Rozak. semua aliran teologis dalam Islam memegang doktrin ini. dan Tuhan dilihat dengan mata kepala. Ajaran Dasar Teologi Mu’tazilah.

2. bahkan terbaik untuk manusia. Mengutus Rasul Mengutus rasul bagi manusia merupakan kewajiban bagi Tuhan dengan alasan sebagai berikut : 1. Konsep ini memiliki konsekuensi logis dengan keadilan Tuhan. melakukan dan menciptakan perbuatannya sendiri. Maka Tuhan pastilah berbuat yang terbaik bagi manusia. 3. Al-Adl50 Ajaran tentang keadilan ini berkait erat dengan beberapa hal. Perbuatan Manusia Menurut Mu’tazilah. terlepas dari kehendak dan kekuasaan Tuhan. Tuhan wajib berlaku baik kepada manusia. Berbuat baik dan terbaik (as-shalah wa al-ashlah) Maksudnya adalah kewajiban Tuhan untuk berbuat baik. antara lain : a. karena hal tersebt tidak layak bagi Tuhan. Tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah kepadaNya. hal. baik secara langsung maupun tidak. 83-84 21 . 50 Ibid. yaitu apapun yang akan diterima manusia di akhirat merupakan balasan perbuatannya di dunia. Tuhan tidak mungkin jahat dan penganiaya. Al-Quran secara tegas menyatakan kewajiban Tuhan untuk memberikan belas kasih kepada manusia (QS 26:29). b. c.Sejarah Teologi Islam 2. Jika Tuhan berlaku jahat terhadap seseorang dan berlaku jahat kepada orang lain berarti Ia tidak adil.

dan tidak cukup hanya pengakuan dan pembenaran. Al-Amru bi al-Ma’ruf wa an-Nahy an Munkar.Sejarah Teologi Islam Agar tujuan tersebut berhasil. Rasul-Nya. 3. Ibid. Ia mengetahui perbuatan yang disuruh itu memang ma’ruf dan yang dilarang itu memang munkar. Dalam paham Mu’tazilah. 86-87 22 . hal. Al-Wa’ad wa al-Wa’id51 Al-Wa’ad wa al-Waid berarti janji da ancaman. dan mengerjakan pekerjaan yang baik. pelaku dosa besar tidak dapat dikatakan sebagai orang mukmin secara mutlak. 51 52 53 Ibid. ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seorang mukmin untuk melakukan hal ini. Yaitu untuk member pahala surge bagi yang berbuat baik dan mengancam dengan siksa neraka atas orang yang durhaka. 85 Ibid. tidak akan melanggar janji-Nya. Hal ini karena keimanan menuntut adanya kepatuhan kepada Tuahan. Yaitu : 1. Begitu pula janji Tuhan untuk member ampunan orang yang bertaubat nasuha pasti benar adanya. 4. hal. Pelaku dosa besar juga tidak bias dikatakan kafir secara mutlak karena ia masih percaya kepada Tuhan.53 Al-Amru bi al-Ma’ruf wa an-Nahyi an-Munkar berarti menyuruh kebaikan dan mencegah kemungkaran. Tuhan yang Mahaadil dan Mahabijaksana. tidak ada jalan lain selain mengutus rasul. 5. Al-Manzilah bain al-Manzilatain52 Menurut pandangan Mu’tazilah.

Asal-usul kemunculan Syiah Syiah secara bahasa berarti pengikut. Syiah mulai muncul pada akhir masa pemerintahan Utsman bin Affan kemudian tumbuh dan berkembang pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib.Sejarah Teologi Islam 2. pendukung. Nubuwah. Syiah benar-benar muncul ketka berlangsung peperangan antara Ali dan Muawiyah pada perang siffin. hal. yakni Tauhid. atau orang yang disebut sebagai ahl-bait. partai. Dalam respon ini. Adapun menurut Watt. Ajaran-ajaran Syiah 1. 89 Ibid. Imamah( (kepercayaan terhadap imamah yang merupakan hak ahlul bait). Ma’ad (Kepercayaan akan adanya hidup di akhirat). dan adl (keadilan Tuhan). atau kelompok.54 Menurut Abu Zahrah. Syiah a. 6. Ia mengetahui atau paling tidak menduga bahwa tindakannya tidak akan membahayakan dirinya dan hartanya. mereka memiliki lima rukun iman. Ia mengetahui bahwa kemungkaran telah nyata dilakukan oleh orang. golongan yang mendukung Ali disebut sebagai Syiah dan yang tidak menolak Ali disebut sebagai Khawarij. 4.55 Berkaitan dengan teologi. Tauhid 54 55 Ibid. 3. hal. 90 23 . sedangkan secara terminology adalah sebagian kaum muslimin yang dalam bidang spiritual dan keagamaannya selalu merujuk kepada keturunan Nabi Muhammad Saw. b. Ia mengetahui bahwa perbuatan amr ma’ruf atau nahy munkar tidak akan membawa mudharat yang lebih besar.

Keesaan adalah mutlak. Manusia dapat menggunakan indranya untuk melakukan perbuatan. Ma’ad Ma’ad adalah hari akhir untuk menghadapi Tuhan di akhirat.Sejarah Teologi Islam Tuhan adalah Esa. Rasul merupakan petunjuk hakiki utusan Tuhan yang diutus untuk memberikan acuan dalam membedakan antara baik dan buruk di alam semesta. Tuhan tidak membutuhkan sesuatu. Mati adalah kehidupan transit dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat. dan tidak dibatasi oleh ciptaanNya. 2. Nubuwah Setiap mahkluk membutuhkan petunjuk. Tuhan telah mengutus 124. 4. Keesaan Tuhan tidak murakkab (tersusun). baik perbuatan baik maupun perbuatan buruk. Tuhan memberikan akal kepada manusia untuk mengetahui perkara yang salah melalui perasaan.000 rasul untuk memberikan petunjuk kepada manusia. baik ekstensi maupun esensi-Nya. 5. 24 . 3. Ia berdiri sendiri.Imamah Imamah adalah institusi yang diinagurasikan Tuhan untuk memberikan petunjuk manusia yang dipilih dari keturunan Ibrahim dan didelegasikan kepada keturunan Muhammad Saw. baik petunjuk dari Tuhan maupun dari manusia. Jadi.Adl Tuhan menciptakan kebaikan di Alam semesta ini merupakan keadilan. manusia dapat memanfaatkan potensi berkehendak sebagai anugrah Tuhan untuk mewujudkan dan bertanggung jawab atas perbuatannya.

65 58 Harun Nasution. yaitu umum dan khusus. dua aliran yang menentang ajaran Mu’tazilah.56 Selanjutnya. dan kaum kafir kepada al-Jubba’i. trem Ahlussunah banyak dipakai setelah munculnya aliran As’ariyah dan Maturidiyah. cit.Sejarah Teologi Islam b. hal. hal. Perpecahan ini dipicu karena doktrin imamah yang berbeda-beda. Setelah itu. 119 Harun Naution. Dalam artian ini. dan Gullat. cit. Sunni dalam pengertian umum adalah lawan dari Syiah. Op. Hal. Diantara sekte syiah itu adalah Istsna Asy’Ariyah. Tuhan dan Sifat-sifat-Nya60 56 57 Abdul Rozak.57 a. Sab’iyah. Perkembangan Syiah Dalam perkembangannya. Zaidiyah. Ajaran Asy’ariah Ajaran Asy’ariah muncul atas keberanian Abu Hasan Al-Asy’ary yang menenteng paham Mu’tazilah.58 Namun menurut pendapat yang lain.59 Ajaran-ajaran Asy’ariyah : 1. yang melatar belakangi al-Asy’ary meninggalkan paham Mu’tazilah adalah pengakuan al-Asy’ary yang telah bermimpi bertemu Rasulullah Saw sebanyak tiga kali pada bulan Ramadhan. hal. Abu hasan Al-Asy’asy adalah seorang pengikut M’tazilah sampai ia berusia 40 tahun. Ahlus Sunnah wal Jama’ah Ungkapan Ahl Sunnah wal Jamaah (sering disebut dengan Sunni) dapat dibedakan menjadi dua pengertian. anak-anak. 66-67 59 Ibid. cit. 7. Op. Mu’tazilah dan As’ariyah masuk dalam golongan Sunni.121 25 . golongan syiah ini terpecah dalam beberapa sekte. secara tiba-tiba dia mengumumkan diri dihadapan jama’ah masjid Basrah bahwa dia keluar dari golongan Mu’tazilah dan menunjukan keburukan-keburukannya. 60 Abdul Rozak. al-Asy’ary keluar dari Mu’tazilah karena adanya keraguan ketika dia mempertanyakan hal tentang mukmin dewasa. Sunni adalah mazhab dalam barisan As’ariyah dan merupakan lawan dari Mu’tazilah. Dalam pengertian khusus. Op. Menurut Ibn Asakir.

al-Asy’ary menjelaskan bahwa sifat-sifat Allah itu unik sehingga tidak dapat dibandingkan dengan sifat-sifat manusia. Akal dan Wahyu dan Kriteria Baik-buruk62 Al-Asy’ary mengutamakan wahyu dalam menghadapi persoalan yang memperoleh penjelasan kontadiktif antara akal dan wahyu. melainkan secara simbolis. 2. tetapi-sejauh menyangkut realitasnya tidak terpisah dari esensi-Nya. 122 Ibid. 61 62 Ibid. Selanjutnya. tetapi (muktasib). manusia lah yang mengupayakannaya 3. Menghadapi dua kelompok tersebut. al-Asy’ary membedakan anta ra khaliq dan kasb. hal. Kebebasan dalam berkehendak61 Dalam kebebasan berkehendak. seperti mempunyai tangan dan kaki. Dengan demikian tidak berbeda dengan-Nya.Sejarah Teologi Islam Al-Asy’ary berhadapan pada dua pandangan ekstrim. Allah adalah Khaliq (pencipta) perbuatan manusia. DI satu pihak dia berhadapan dengan kelompok mujassimah (antromorfis) dan kelompok musyabbihah yang berpendapat bahwa Allah memiliki sifat yang disebutkan dalam al-Quran dan Sunnah dan sifat-sifat itu harus dipahami menurut arti harfiahnya. ia berhadapan dengan Mu’tazilah yang berpendapat bahwa sifat-sifat Allah tidak lain esensiNya. al-Asy’ary berpendapat bahwa Allah memiliki sifat-sifat itu. Sifatsifat Allah Swt berbeda dengan Allah sendiri. 26 . dan ini tidak boleh diartikan secara harfiah. Menurutnya. Di pihak lain.

66 Ibid.Sejarah Teologi Islam 4. 7. 5. jadi Dia tidak memiliki keharusan apapun. Keadilan65 Allah adalah penguasa mutlak. dan bunyi. Kemungkinan rukyat dapat terjadi manakala Allah sendiri yang menyebabkan dapat dilihat atau bilamana dia menciptakan kemampuan penglihatan manusia untuk melihat-Nya. 63 64 Ibid Ibid. sebab iman tidak mungkin hilang karana dosa kecuali kufur. Qadimnya al-Quran63 Al-Asy’ary mengatakan bahwa walaupun al-Quran terdiri atas katakata. hal. tetapi tidak dapat digambarkan. semuanya tidak melekat pada esensi Allah dan karenanya tidak qadim.123 65 Ibid. hal. huruf.124 27 . Melihat Allah64 Al-Asy’ary yakin bahwa Allah dapat dilihat di akhirat. Namun. 6. bagi al-Asy’ary al-Quran tidaklah diciptakan. Kedudukan orang yang berdosa66 Al-Asy’ary berpendapat bahwa mukmin yang melakukan dosa besar adalah mukmin yang fasik.

sebuah kota kecil di Al-Maturidi hidup pada masa Samarkand. al-Maturidi berpendapat bahwa penentu baik dan buruk sesuatu terletak pada sesuatu itu sendiri. 126-128 28 . Sistem teologi Abu Mansur dikenal dengan nama Al-Maturidiyah. dan keadilan kehendak 67 68 69 Harun Nasution. 76 Abdul Rozak. Dalam masalah baik dan buruk. Akal dan Wahyu68 Menurut al-Maturidi. Op. hal.67 Ajaran-ajaran Al-Maturidy a. Ia adalah pengikut Abu Hanifah dan pahampaham teologisnya banyak persamaannya dengan paham yang dimajukan oleh Abu Hanifah. hal. Kemampuan akal dalam mengetahui kedua hal tersebut sesuai dengan ayat-ayat Al-Quran yang memerintahkan agar manusia menggunakan akal dalam usaha memperoleh pengetahuan dan pemikiran yang mendalam tentang makhluk ciptaan-Nya. Ia sendiri wafat pada tahun 333 H/944 M. 125 Ibid. Op. Khusus mengenai mengenai perbuatan manusia. cit.Sejarah Teologi Islam b. Ajaran Maturidiah Abu Mansur al-Maturidi dilahirkan di Maturid. kebijaksanaan. cit. b. wilayah Uzbekistan (sekarang). khalifah al-Mutawakil yang memerintah tahun 232-274/847-861 M. sedangkan perintah atau larangan syariah hanyalah mengikuti ketentuan akal mengenai baik dan buruknya sesuatu. mengetahui Tuhan dan kewajiban mengetahui Tuhan dapat diketahui dengan akal. hal. Perbuatan Manusia69 Menurut al-Maturidi perbuatan manusia adalah ciptaan Tuhan karena segala sesuatu dalam wujud ini adalah ciptaan-Nya.

Sejarah Teologi Islam Tuhan mengharuskan manusia memiliki kemampuan berbuat (ikhtiar) agar kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepadanya dapat dilaksanakannya. baca: inheren) zat tanpa terpisah. antara lain firman Allah dalam surat AlQiyamah ayat 22-23. Hal ini diberitakan oleh al-Quran. e. Dengan demikian tidak ada pertentangan antara qudrat Tuhan yang telah menciptakan perbuatan manusia dan ikhtiar yang ada pada manusia. Ibid. hal. Daya-daya tersebut diciptakan bersamaan dengan perbuatan manusia. Kekuasaan dan kehendak mutlak Tuhan70 Qudrat Tuhan tidak sewenang-wenang. Menetapkan sifat Allah tidak harus membawanya pada antromorphisme karena sifat tidak berwujud tersendiri dari zat. sehingga terbilangnya sifat tidak akan membawa terbilangnya yang qadim (taaddud al-qudama). 128 Ibid. tetapi perbuatan dan kehendakNya itu berlangsung sesuai dengan hikmah dan keadilan yang sudah ditetapkan-Nya. c. Sifat Tuhan71 Al-Maturidi berpendapat bahwa sifat Tuhan tidak dikatakan sebagai esensi-Nya dan bukan pula lain dari esensi-Nya. hal. Melihat Tuhan72 Al-Maturidi mengatakan bahwa manusia dapat melihat Tuhan. Tuhan menciptakan daya (kasb) dalam diri manusia dan manusia bebas memakainya. Al-Maturidi lebih lanjut mengatakan bahwa Tuhan 70 71 72 Ibid. d. Sifat-sifat Tuhan itu mulzamah (ada bersama. 129 29 .

hal. hal. kelak di akhirat tidak dalam bentuknya (bila kaifa). Tanpa mengikuti ajaran wahyu yang disampaikan rasul berarti manusia telah dibebankan sesuatu yang berada diluar kemampuannya. karena Tuhan memiliki wujud walaupun Ia immateri. Pengutusan Rasul74 Akal memerlukan bimbingan ajaran wahyu untuk mengetahui kewajibankewajiban. Kalam nafsy adalah sifat yang qadim bagi Allah. Hal ini karena Tuhan telah menjanjikan akan memberikan balasan kepada manusia sesuai dengan perbuatannya. g.Sejarah Teologi Islam kelak di akhirat dapat dilihat dengan mata. 130-131 30 . kecuali hanya menambah atau mengurangi sifatnya saja. Sedangkan amal adalah penyempurna iman. amal tidak akan menambah atau mengurangi esensi iman. Pelaku dosa besar75 Al-Maturidi berpendapat bahwa orang yang berdosa besar tidak kafir dan tidak kekal di dalam neraka walaupun dia mati sebelum bertobat. h. melihat Tuhan. sedangkan kalam yang tersusun dari huruf dan kata-kata adalah bahar (hadis). Namun. Ibid. 73 74 75 Ibid. Menurut al-Maturidi. iman itu cukup dengan tasdhiq dan iqrar. Oleh karena itu. 130 Ibid. pengutusan rasul berfungsi sebagai sumber informasi. Kalam Tuhan73 Al-Maturidi membedakan antara kalam (sabda) yang tersusun dengan huruf dan bersuara dengan kalam nafsy (sabda yang sebenarnya). karena keadaan di akhirat tidak sama dengan keadaan di dunia. Jadi. f.

Setidaknya banyak aliran yang timbul dari persoalan ini. yang berawal dari terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan serta naiknya Ali sebagai Khalifah yang memimpin dunia Islam pada saat itu. tidak sedikit berimbas terhadapan tatanan kehidupan masyarakat sosial yang secara tidak langsung ikut terlibat serta menjadi bagian di dalamnya. Persoalan teologipun menjadi suatu hal yang menarik pada saat itu. Sejarah Islam secara gamblang menjelaskan bahwa Perang Siffin berimbas kepada lahirnya golongan-golongan yang berdiri di atas paham mereka sendiri. bahkan hingga menimbulkan perselisihan di dalam golongan itu sendiri. Adapun pengaruh atau imbas dari teologi itu sendiri adalah : 1.Sejarah Teologi Islam BAB III PENGARUH TEOLOGI Persoalan teologi yang berawal dari persoalan politik pemerintahan. antara lain Khawarij. Murji’ah dan Mu’tazilah serta Qadariyah dan Jabariyah. Terpecahnya Umat Islam dalam Keberagaman Sudut Pandang Terpecahnya umat Islam pada daat itu. Berbagai kalangan bersaing untuk mempertahankan paham mereka. tidak terlepas dari sejarah lahirnya teologi. terlebih jika dikaitkan dengan berbagai perkembangan pemikiran dari suatu golongan dan bahkan peikiran para tokoh Islam. Hal ini menggambarkan bahwa bukanlah suatu hal yang aneh jika terjadi perpecahan di kalangan umat Islam. Aliran-aliran ini berdiri dengan paham dan pemikiran mereka masing-masing terhadap situasi yang terjadi pada saat itu. 31 golongan-golongan inilah menggambarkan bahwa Islam terpecah dalam beberapa kelompok yang . terlebih dalam satu golongan tidak kokoh dengan satu pemahaman. Dengan adanya menjunjung tinggi pemikiran mereka masing-masing.

yang dikenal sebagai barisan yang keluar dari pendukung Ali bin Abi Thalib. malah memusuhi orang-orang yang tidak mengikuti paham mereka. Tidak sedikit dari golongan-golongan ini yang menggunakan kekerasan dalam pelaksanaannya. 32 . Mereka yang hendak mempertahankan pemikiran dan kebebasan mereka sendiri. Bukan hanya melibatkan kelompok-kelompok besar. Peristiwa ini mencapai puncak hingga menimbulkan perpecahan yang justru melahirkan golongan baru. sehingga memicu kekerasan yang akan berdampak lebih buruk lagi. Golongan khawarij juga sering mengadakan perlawanan terhadap penguasa-penguasa Islam dan Umat Islam yang ada di zaman mereka. Lain hal dengan Mu’tazilah. ternyata dari pengikut golongan khawarijpun tepecah ke dalam beberapa sekte dengan pemikiran yang berbeda. Dan tentunya tidak semua pihak yang mampu menerima tindak paksaan seperti itu. Banyak terjadi pemaksaan terhadap umat Islam dan terhadap pengikut golongan itu sendiri untuk meyakini atau ikut dengan pemikiran yang mereka anut. Kecekcokan dalam Suatu Golongan. Mu’tazilah mengalami kemunduran drastis yang disebabkan oleh perbuatan mereka sendiri. teologi ternyata juga berdampak terhadap apa yang terjadi di dalam golongan-golongan tersebut.Sejarah Teologi Islam 2. Persoalan yang awalnya menimbulkan perbedaan beberapa golongan. ternyata juga mengalami perbedaan tersendiri di dalam ruang lingkup golongan tersebut Khawarij misalnya. dan telah mempunyai pemikiran tersendiri. setelah beberapa saat mencapai puncak kejayaannya.

Inflasi dari pertentangan itu justru memunculkan ajaran-ajaran aqidah asing dalam lembaran sejarah khawarij. adanya sikap ingin memisahkan diri dan mengulangulang kesalahan. bahkan sebagian aliran justru bergabung dengan aliran lain untuk menyerang aliran utama. walaupun tindakannya itu akan mengantarkan mereka ke dalam keputusan yang tidak diharapkan. kerasnya watak khawarij serta adanya ektrimitas. Muhammad Amhazun. disebabkan oleh watak keras kepala dari golongan tersebut. mereka malah kembali menarik diri. Ketika suatu saat terbukti bahwa proposisi itu keliru.490 33 .Sejarah Teologi Islam Dari fenomena ini terlihat bahwa keberagaman pemikiran dan sifat ingin berkuasanya manusia dapat menimbulkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu terjadi. Selain itu. Timbulnya Pemberontakan a. menyebabkan setiap tindakan dan aktivitasanya dijalankan tanpa pemikiran yang matang serta revolusi yang selalu berubah. pemberontakan-pemberontakan yang muncul dalam satu aliran. Mereka beranggapan bahwa meninggalkannya hanyalah membawa kekafiran dan kesesatan. 3. 76 Dr. Mereka memberontak hanya untuk menetapkan proposisi keliru dari ajaran-ajarannya. seperti peperangan antar sesame Muslim. Khwarijpun sering mengadakan pemberontakan terhadap penguasa yang dzalim. namun setelah itu mereka melkaukan pemberontakan yang jauh lebih dahsyat sebagai tanda bahwa mereka hendak menebus kesalahan yang telah mereka lakukan. hlm. Fitnah Kubro.76 Dari kondisi yang demikian. Aliran Khawarij Pengikut aliran khawarij juga terpecah menjadi beberapa golongan.

Syiah yang pertama kali muncul tidak pernah mencaci dan mencerca sahabat Nabi. hal 502 34 . Mereka bukannya membentengi umat Islam.Sejarah Teologi Islam b. Gerakan yang dilakukan oleh khawarij dan syi’ah ini berjalan dalam waktu dan kondisi yang tidak tepat. 4. mereka membulatkan tekad membuat sebuah keputusan untuk mendukung Ali bin Abi Thalib. Implikasi dari Perselisihan Politik Gerakan-gerakan Khawarij dan Syi’ah cukup menyibukkan penguasa Islam dan banyak menguras keringat pasukan yang seharusnya digunakan untuk penaklukan. Syiah berjalan dengan memunculkan konsep-konsep yang berbahaya yang ditandai dengan watak ekstrim serta menganut keyakinan yang tidak diakui oleh Islam. akan tetapi bergerilya dengan pertumbahan darah dan perampasan harta kaum muslimin sendiri 5. Aliran Syi’ah Aliran Syi’ah muncul diawali dengan tersisanya pasukan Ali setelah Khawarij menyempal. Impilkasi dari Aqidah 77 Ibid. Setelah adanya keputusan tahkim.77 Namun ketika melangkah lebih jauh. Keterlambatan dalam penaklukan adalah imbas langsung dari perselisihan yang terjadi.

Bid’ah khawarij Diantara hal yang tergolong ke dalam bid’ah khawarij adalah : Mereka mengkafirkan para pendosa besar Menyalahi Al-Qur’an baik secara aksi maupun pola pikir tergolong kafir. c. hal 509 35 . Konsep iman inilah yang bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an. sebagai orang yang terhindar dari dosa dan mampu melihat hal-hal yang ghaib.seperti halnya kekafiran yang tidak akan terpengaruh oleh ketaatan78. Bid’ah Syi’ah Termasuk ke dalam bid’ah Syi’ah adalah sikap fanatik yang berlebihan terhadap imam. bid’ah murji’ah dan bid’ah syi’ah. karena Al-Qur’an menjelaskan baha amal dan iman merupkan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. terdapat bid’ah khwarij. Ancaman bagi pendosa besar adalah abadi di dalam api neraka. Bid’ah Murji’ah Ajaran Murji’ah yang berpegang kepada sebuah pendapat bahwa iman seseorang tidak terpengaruh kepada kemaksiatan. 78 Ibid. Bid’ah ini timbul karena sikam ekstrim di dalam beragama. a.Jadi berdasarkan catatatan sejarah Islam.Sejarah Teologi Islam Permasalah implikasi dari aqidah ini berarah pada konsep pemahaman dari suatu aliran. Mereka menempatkan kedudukan imam di atas posisi Nabi. b. Keyakinan yang dianut oleh masing-masing aliran justru menimbulkan bid’ah.

Teologi Islam: Sejarah Perbandingan Aliran-aliran. Ilmu Kalam. Jakarta : LP2SI Al-Haramain. Sahilun. 1994 Rozak. 2006. Pengantar Ilmu Kalam.Sejarah Teologi Islam Selain dari itu yang termasuk bid’ah Syi’ah adalah keberpihakan mereka kepada keyakinan Jahmiyyah dalam hal sifat-sifat Allah dan aliran Qadariyah dalam hal perbuatan hamba. Bandung : Pustaka Setia.al. 2007 36 . Natsir. Fitnah Kubro: Tragedi pada masa Sahabat. et. Jakarta : UI-Press. Harun. Jakarta : Raja Grafindo. Abdul. DAFTAR PUSTAKA Ahmazun. 1999 Nasution.Muhammad.

Sejarah Teologi Islam 37 .