1

A. dPendahuluan

Iklim investasi di Indonesia dinilai sebagai salah satu yang terburuk di dunia. Juga untuk kesekian kalinya, Bank Dunia memberikan penilaian yang sama. Indonesia bukan menjadi tujuan utama investasi asing. Para pemodal yang sudah mengenal Indonesia pun berusaha menghindari negeri ini. Hasil survei Bank Dunia terhadap 155 negara menunjukkan, iklim investasi di Indonesia tergolong paling buruk di muka bumi. Iklim investasi yang dimaksudkan mencakup stabilitas ekonomi makro, kepastian hukum, sistem perpajakan, regulasi, korupsi, ketersediaan SDM terampil, dan ketersediaan infrastruktur (listrik, jalan, pelabuhan, telekomunikasi, dsb). Dalam laporan Bank Dunia berjudul 'Doing Business in 2006' dijelaskan, untuk memulai bisnis di Indonesia, para pemodal membutuhkan waktu 151 hari. Hanya sedikit lebih cepat dibanding Laos. Waktu yang diperlukan memang sangat panjang karena para pemodal harus melewati 12 prosedur. Sedangkan biaya untuk memulai usaha yang harus dikeluarkan investor mencapai 101,7% dari PDB per kapita. Dari 26 negara yang disurvei, Indonesia hanya lebih baik dari Timor Leste dan Laos. Untuk sekadar mendapatkan perizinan di Indonesia, pemodal harus menghabiskan waktu 224 hari. Biaya minimal yang dikeluarkan 364,9% dari PDB per kapita dan modal minimum yang dihabiskan 97,8% dari PDB per kapita. Kondisi ini diperparah oleh korupsi yang merebak di mana-mana, di berbagai level. Para pengusaha selama ini mengeluhkan tarif pajak yang terlalu tinggi, jenis pajak yang terlampau banyak, pajak berganda (double taxation), dan posisi petugas pajak yang terlampau tinggi. Survei Bank Dunia menunjukkan, pengusaha harus membayar pajak sebesar 38,8% dari keuntungan kotor. Selain menguras dana begitu besar, para pengusaha menyisihkan waktu hingga 560 jam per tahun untuk mengurusi pembayaran pajak. Peraturan ketenagakerjaan juga terlampau memberatkan pemodal. Pekerja yang terkena PHK tetap mendapatkan uang pesangon meski si pekerja dipecat lantaran tindak kriminal atau pelanggaran berat. Tidak heran bila Indonesia tertinggi dalam soal biaya

Pengertian Investasi Investasi merupakan penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk memperoleh keuntungan. dalam pembicaraan seharihari jenis investasi ini disebut juga dengan investasi pada sector real. b.3 1 Investor Daily. pengeluaran perusahaan untuk menambah atau mengganti alat-alat produksi yang sudah aus dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas. biasanya dalam jangka panjang. 2007).org (5 Juni 2011). Investasi Langsung (Direct Investment) Investasi langsung adalah investasi pada assets atau faktor produksi untuk melakukan usaha (bisnis). took dan jenis usaha lainnya. Pembahasan 1. Pada umumnya. perikanan. http://go. atau investasi yang jelas wujudnya. 2 Sigit Wanarno dan Sujana Ismaya. Misalnya: investasi perkebunan. h. 267. dan sebagainya.1 B. Henry Faizal Noor. 11. h. h. tetapi pada assets keuangan (financial assets). investasi pada surat berharga (sekuritas). seperti saham dan obligasi. CP (Commercial Paper). dalam teori ekonomi. 1-2. Iklim Investasi di Indonesia Tergolong yang Terburuk di Dunia . Investasi (Jakarta: Indeks. 2009). pabrik. reksadana.2 2. yaitu mencapai 145 gaji mingguan.worldbank. 3 .2 untuk mem-PHK karyawan. seperti deposito. Jenis Investasi dan Karakteristik Investasi Investasi menurut jenis a. mudah dilihat dan diukur dampaknya terhadap masyarakat secara keseluruhan. Investasi Tidak Langsung (Indirect Investment) Investasi tidak langsung adalah investasi bukan pada assets atau faktor produksi. Kamus Besar Ekonomi (Bandung: Pustaka Grafika.

membangun sarana ibadah dan sarana keagamaan lainnya. Investasi Swasta (Private Investment) Investasi swasta merupakan investasi yang dilakukan oleh swasta. investasi . investasi dibidang teknologi. investasi dibidang konservasi atau alam tertentu. jembatan.3 Investasi menurut karakteristik (sifat dan pelaku) a. untuk membangun prasarana dan sarana (infrastruktur) guna memenuhi kebutuhan masyarakat (public). investasi dibidang infrastruktur (jalan. sekolah. pasar. seperti investasi dibidang keagamaan. taman. atau non profit motif. investasi dibidang konservasi alam. Investasi Publik (Public Investment) Investasi public merupakan investasi yang dilakukan oleh negara atau pemerintah. dan lingkungan tertentu. dibidang tertentu. investasi dibidang penelitian dan pengembangan. serta investasi dibidang lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat luas. 3. pelabuhan. Manfaat Investasi a. investasi dibidang olah raga. investasi dibidang pengelolaan sampah. rumah sakit dan sarana serta prasarana publik lainnya. Investasi jenis ini disebut juga dengan istilah investasi dengan profit motif. investasi dibidang olah raga tertentu. dengan tujuan mendapat manfaat berupa laba. investasi dibidang infrastruktur tertentu. Investasi dengan karakteristik seperti ini bersifat nirlaba. b. b. investasi pada lembaga pendidikan dan sumber daya manusia. dan seterusnya). investasi dibidang pertahanan dan keamanan. pasar. Misal: pembangunan jalan dan jembatan. Investasi yang bermanfaat untuk umum (public) Investasi yang bermanfaat untuk umum (public) seperti. Investasi yang bermanfaat untuk kelompok tertentu Investasi yang mendatangkan manfaat pada kelompok masyarakat tertentu.

investasi dibidsang keagamaan. 5. Berdasarkan hal tersebut. Indonesia memiliki keterbatasan dana untuk mencukupi upaya pembangunan ekonominya. c. PMDN dapat diartikan sebagai pengeluaran atau pembelanjaan penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang produksi. investasi untuk usaha (mendapat penghasilan). .PMDN dan PMA Sebagai negara berkembang.. Sedangkan PMA adalah pembelanjaan barang-barang modal untuk menambah kemampuan produksi barang dan jasa yang dilakukan oleh penanam modal asing dengan menggunakan modal asing 4 Ibid. suatu negara dengan sistem ekonomi terbuka seperti Indonesia sudah pasti menjadi ajang gabungan investasi domestik dan asing. dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginannya di masa datang.4 4. serta investasi dibidang lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat atau kelompok tertentu. baik berupa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA). maka peningkatan modal sangat berperan penting untuk meningkatkan perekonomian. Melihat kondisi Indonesia yang sedemikian rupa. seperti investasi untuk perumahan pribadi maupun keluarga. Oleh karena itu pemerintah dan swasta berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui penghimpunan dana yang diarahkan pada kegiatan ekonomi produktif yaitu dengan menggenjot investasi. investasi untuk pendidikan pribadi maupun keluarga. Investasi Swasta.4 dibidang pengelolaan sampah di lingkungan tertentu. Investasi yang bermanfaat untuk pribadi atau rumah tangga Investasi yang mendatangkan manfaat bagi pribadi atau rumah tangga. h. serta investasi dibidang lainnya yang bermanfaat bagi pribadi maupun keluarga. untuk menambah kemampuan memproduksi barang dan jasa yang tersedia dalam perekonomian yang berasal dari investasi dalam negeri.

Oleh karena itu investasi. namun tidaklah berarti bahwa kehadiran PMA akan sepenuhnya menjamin terciptanya pembangunan ekonomi yang lebih cepat.5 (Eni dan Siti. perkembangan realisasi investasi PMDN dan PMA menurut sektor dari tahun 2006 sampai Desember 2009. PMA dalam jangka panjang dapat mengurangi tingkat tabungan yang tercipta pada masa yang akan datang apabila kegiatan PMA justru mempertinggi tingkat konsumsi mayarakat. . maka hal ini akan menimbulkan pengangguran dan menghapuskan mata pencaharian golongan masyarakat tertentu (Mudrajad. baik PMDN dan PMA. PMA dapat juga menimbulkan beberapa akibat yang tidak menguntungkan terhadap pembangunan ekonomi. Dengan adanya berbagai sumbangan yang dapat diciptakan oleh PMA terhadap pembangunan perekonomian. Adanya perusahaan-perusahaan asing juga dapat menghambat perkembangan perusahaan-perusahaan nasional yang sejenis dengannya. 2007). 2000). maka output potensial suatu bangsa akan bertambah dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang juga akan meningkat. Apabila perkembangan perusahaan-perusahaan asing tersebut mematikan perusahaan-perusahaan nasional yang sudah ada. PMDA dan PMA di Indonesia berfluktuasi dari tahun ke tahun seiring dengan situasi ekonomi di tanah air dan dunia internasional. Berikut ini merupakan gambaran perkembangan realisasi investasi dari tahun 1990 hingga Desember 2009. memainkan peranan penting dalam menentukan jumlah output dan pendapatan. Investasi menghimpun akumulasi modal dengan membangun sejumlah gedung dan peralatan yang berguna bagi kegiatan produktif.

Perkembangan Realisasi Investasi.6 Tabel 1. 1990-Desember 2009 Sumber: BKPM .

Perkembangan Realisasi Investasi PMDN menurut sektor. Sumber: BKPM .7 Tabel 2.

Perkembangan Realisasi Investasi PMA menurut sektor.8 Tabel 3. Sumber: BKPM .

9 5. . pemerintah mengeluarkan peraturan tambahan untuk memudahkan masuknya modal dan perusahaan asing ke Indonesia. Sejarah kebijakan nasional saat ini didasarkan pada undang-undang Investasi Asing No. Investasi di Indonesia tidak lagi digolongkan ke dalam kategori domestik (Penanaman Modal Dalam Negeri atau PMDN) dan asing (Penanaman Modal Asing atau PMA). 12/ 1970. Selanjutnya. memperoleh. BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) dan Peraturan Investasi Kebijakan Pemerintah Indonesia mendorong kepastian pertumbuhan sektor swasta dan investasi asing. 25 Tahun 2007. investor di sektor manufactur diharapkan memiliki perbandingan pinjaman dan penyertaan 3:1 atau lebih sedikit. 6/1968 dan juga seperti yang diamandemenkan oleh undang-undang No. PMA harus mempunyai sedikitnya dua pemegang saham. 1/1967 seperti yang diamandemenkan oleh undang-undang No. dan menjalankan usaha perusahaan di Indonesia. sedangkan pada sektor agrikultur atau pekerjaan tambang diperbolehkan memiliki perbandingan 6:1 atau lebih besar. Saat ini investasi di Indonesia mengacu kepada Undang-undang Penanaman Modal No. Dalam tahun 1998 dan 1999. Tidak ada maksimum atau minimum total untuk kebutuhan investasi (pinjaman dan penyertaan). Investor asing bisa berbentuk perorangan atau suatu perusahaan. dan industri asuransi. Peraturan saat ini mengijinkan pengakusisian perusahaan domestik oleh perusahaan asing untuk sektor yang terbuka bagi investasi asing. Pihak swasta boleh mendirikan. perbankan. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sedang dalam proses meninjau ulang hukum saat ini dan telah membuat rekomendasi meningkatkan iklim investasi kedepan di Indonesia. Investasi dengan kepemilikan asing langsung disebut sebagai PMA. Departemen teknis pemerintah terkait yang menangani investasi di minyak dan gas. 11/1970 seperti halnya juga undang-undang Penanaman modal dalam negeri No. dan sedikitnya satu Ketua dan Direktur. dengan persetujuan dari BKPM. BKPM memainkan suatu peran kunci di dalam mempromosikan investasi asing dan menyetujui usulan proyek.

BPN dan Kementerian Kehakiman dan Hak azasi Manusia. atau Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD yang ada pada setiap ibu kota provinsi). .blogspot. perbankan. yang mana dapat diaplikasikan bagi duanya balk investor domestik maupun asing. Meskipun demikian. 1. seperti Kementerian Keuangan. investor dianjurkan untuk bekerjasama dengan departemen teknis pemerintah terkait. BKPM juga menyetujui import barang modal dan bahan baku untuk investor asing dan dalam negeri. Sebagai bagian dari kebijakan untuk menciptakan suatu iklim investasi yang kondusif. h. dapat diramalkan. menyetujui penanaman modal dalam negeri clan asing dalam semua sektor kecuali minyak dan gas. kecuali jika investor menanamkan modalnya dalam Kawasan Berikat atau Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu/Kapet.com (5 Juni 2009). Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. pemerintah telah menye-derhanakan proses aplikasi investasi asing sejalan dengan reformasi menegakkan Kebijakan investasi. seperti halnya otoritas lokal dan yang regional. berorientasi pada pasar. 5 Peraturan Investasi.10 BKPM. BKPM ingin menyediakan suatu layanan jasa yang terintegrasi untuk investor di Indonesia. Peraturan dan Undang-Undang Kunci http://indonesiainvestmentconsulting.5 Joshua. dan industri asuransi yang akan ditangani oleh departemen teknis pemerintah terkait. Sasaran dari kebijakan ini adalah untuk mendorong dan memudahkan investasi sektor swasta melalui implementasi dan perubahan melalui transparansi.