P. 1
RLC 2

RLC 2

|Views: 1,039|Likes:

More info:

Published by: Rachmat Guntur Dwi Putra on Jul 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2013

pdf

text

original

BAB III SOAL DAN PENUTUP PERHITUNGAN PADA RANGKAIAN RLC Pada rangkaian RLC, hukum Ohm tetap

memenuhi untuk digunakan dalam perhitungan. Akan tetapi operasi aritmatiknya tetap mengikuti kaidah dalam perhitungan vektor kompleks. Teknik perhitungan pada rangkaian RLC ini akan lebih jelas dari contoh-contoh berikut.

Contoh Soal 8.1. Rangkaian resistansi murni
Hitung kuat arus (rms) dan gambarkan tegangan, arus dan daya terhadap waktu dari rangkaian resistansi berikut
Gambar Rangkaian R

Jawab: Impedansi dari rangkaian ini hanya mencakup resistansi.

atau dapat ditulis sebagai 60Ω pada sudut 0o (arus dan tegangan berada pada fase yang sama). Perlu diingat bahwa E adalah nilai rms, sehingga demikian arusnya dapat dihitung sebagai:

Gambar Arus, Tegangan dan Daya terhadap Waktu pada rangkaian R Waktu

Komentar:
• Karena tegangan dan arus pada satu fase (selalu sama tanda) sehingga daya sesaat yang dihasilkan adalah selalu positif. Hal ini berarti resistansi R mengkonsumsi energi.

Contoh Soal 8.2. Rangkaian induktansi murni
Hitung kuat arus (rms) dan gambarkan tegangan, arus dan daya dari rangkaian berikut
Gambar Rangkaian L

Jawab: Impedansi dari rangkaian ini hanya mencakup reaktansi induktif, sehingga dapat dinyatakan sebagai:

atau ditulis sebagai 60.319 ohm pada sudut 90o (tegangan dan arus berbeda fase 90o). Dengan demikian arusnya dapat dihitung sebagai:

Gambar Arus, Tegangan dan Daya terhadap Waktu pada rangkaian L Waktu

Komentar:
• Karena tegangan dan arus pada fase yang berbeda sehingga daya sesaat yang dihasilkan adalah bernilai positif dan negatif secara bergantian. Daya yang bernilai negatif menunjukkan bahwa daya dilepas kembali oleh induktor ke rangkaian. Karena perbedaan positip dan negatip besarnya sama dan dalam waktu yang sama maka resultannya adalah nol. Oleh karena itu kalau sumbernya adalah generator maka daya akan dikembalikan ke sumber sehingga tidak perlu energi mekanis untuk menggerakkan generator dan induktor tidak menjadi panas (sebagaimana yang terjadi pada beban resistif).

Contoh Soal 8.3. Rangkaian seri R-L-C
Hitung impedansi total dan tegangan pada masing-masing resistor, induktor dan kapastior dari rangkaian SERI resistansi-induktansi-kapasitor berikut

Jawab: Impedansi dari rangkaian ini hanya mencakup resitansi, reaktansi induktif dan reaktansi kapasitif.

oleh karena itu atau atau atau atau Dengan tegangan total adalah Sehingga arusnya adalah: bilangan kompleks ditulis sebagai: Karena rangkaian seri, maka besarnya arus pada ketiga komponen adalah sama sehingga masing-masing tegangan adalah atau 19.434 V pada sudut 80.68
o

pada 0o pada 90o pada – 90o pada sudut -80.68o atau pada sudut 0o

pada sudut (0-(-80.68))o= 80.68o, atau dalam

atau 19.048 V pada sudut 170.68
o

atau 137.46 V pada sudut -9.3199 Komentar:
• Ketika tegangan total dijadikan acuan, maka dapat dilihat bahwa tegangan pada masing-masing komponen memiliki fase yang berbeda.
o

Contoh Soal 8.4. Rangkaian paralel R-L-C
Hitunglah impedansi total dan kuat arus dari masing-masing resistor, induktor dan kapasitor dari rangkaian PARALEL resistansi-induktansi-kapasitor berikut

Jawab: Karena rangkaiannya adalah paralel, maka tegangan pada masing-masing komponen R, L dan C adalah sama dengan tegangan total Karena tahanan masing-masing adalah atau pada 0o atau pada sudut 0o.

atau

pada 90o

atau

pada – 90o

maka kuat arus pada masing-masing R, L dan C adalah

pada sudut (0-(0))o=0o atau

pada sudut (0-(90))o=-90o atau

pada sudut (0-(-90))o=90o atau

Sedangkan I total adalah

atau Komentar:

pada sudut -41.311o

Ketika tegangan total dijadikan acuan, maka dapat dilihat bahwa arus pada masing-masing komponen memiliki fase yang berbeda.

4. FAKTOR DAYA Terdapat tiga jenis daya sehubungan dengan resistance (tahanan, R), reaktansi X dan impedance, Z yang masing-masing adalah True Power (P), Reactive Power (Q) dan Apparent Power (S). Formula dari ketiga jenis daya tersebut adalah:

atau

atau

atau Hubungan antara ketiga jenis daya dapat dilihat pada Gambar

Faktor daya didefinisikan sebagai:

Dapat dilihat bahwa sebenarnya faktor daya adalah cosinus dari sudut fase impedansi. Faktor daya sangat penting untuk diketahui karena ketika faktor daya kurang dari 1 (rangkaian resistance – reaktansi) maka kebutuhan arusnya harus melebihi dari jika rangkaiannya adalah resitance murni. Jika faktor daya = 0.7 maka daya yang dibutuhkan adalah = 1 / 0.7 = 1.43 kali dari jika rangkaiannya adalah murni resitance dengan nilai resistansi yang sama. Faktor daya penting untuk diketahui sehubungan dengan keefisienan dari rangkaian. Faktor daya yang terlalu rendah membuat kebutuhan Faktor daya dapat konduktor yang tinggi, padahal daya (true power) yang dibutuhkan tidak memerlukan konduktor dengan spesifikasi tersebut.

ditingkatkan dengan membuat kompensasi pada rangkaian.

P, Watt Q, VAR S, VA
Sudut fase impedansi Gambar Hubungan antara True Power, Reactive Power, dan Apparent Power

5. KOMPENSASI REAKTANSI INDUKTIF DENGAN REAKTANSI KAPASITIF Peningkatan faktor daya dapat dilakukan dengan mengkompensasi reaktansi induktif oleh reaktansi kapasitif. Teknik perhitungan untuk mengkompensasi rangkaian tersebut contoh berikut.

Contoh Soal 8.5. Rangkaian paralel R-L-C
Hitunglah kapasitor yang diperlukan untuk membuat faktor daya dari rangkaian berikut ini menjadi 1. Beban
Gambar Rangkaian Resistansi-Induktansi

Jawab: mpedansi induktif dari rangkaian tersebut adalah

atau ditulis sebagai 60.319 berbeda fase 90 ).
o

pada sudut 90o (tegangan dan arus

Sedangkan impedansi resistansi dari rangkaian tersebut adalah atau ditulis sebagai 60 sama). Dengan demikian impedansi total dari rangkaian tersebut adalah pada sudut 0o (tegangan dan arus pada fase yang

atau 85.078 dan kuat arusnya menjadi

pada sudut fase 45.152o.

sehingga reactive powernya adalah

untuk mengkompensasi Q tersebut maka dibutuhkan

rangkaian (Gambar ) dengan kapasitor yang memiliki reaktansi

sehingga

Dengan pembulatan nilai

maka pembuktian terbalik memberikan:

atau 85.078 atau 120.57 Sehingga

pada sudut fase 45.152o. pada sudut fase -90o. atau 120.64 pada 0.2724o.

Beban

Gambar Rangkaian Resistansi-Induktansi dengan Kompensasi Kapasitansi

Dan dengan demikian

Dapat dilihat bahwa faktor daya telah ditingkatkan sampai kira-kira satu, yaitu:

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->