P. 1
Edit Praktek Konseling Di Sekolah

Edit Praktek Konseling Di Sekolah

|Views: 2,289|Likes:
Published by Dc Ky Putra

More info:

Published by: Dc Ky Putra on Jul 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/18/2014

pdf

text

original

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI....................................................................................................1 PENDAHULUAN..............................................................................................1 BAB XII..........................................................................................................2 PRAKTEK KONSELING DI SEKOLAH..................................................................2 PRAKTEK KONSELING................................................................................................................4 TEKNIK DI TIAP TAHAP KONSELING................................................................................................4 LATIHAN KONSELING MIKRO (MICROCOUNSELING).............................................................................14 LATIHAN KONSELING MAKRO.....................................................................................................21 PRAKTEK KONSELING INDIVIDUAL.................................................................................................23 SISTEMATIKA KEGIATAN PRAKTEK KONSELING...................................................................................24 SENI DIALOG MENYENTUH NURANI..............................................................................................32 PENUTUP.....................................................................................................34 DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................35

PENDAHULUAN Bimbingan pada prinsipnya adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu dalam hal memahami diri -1-

sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengan lingkungan, memilih, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan berdasarkan norma-norma yang berlaku. Konseling adalah usaha membantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus. Dengan kata lain, teratasinya masalah yang dihadapi oleh konseli/klien. Bimbingan dan konseling sangat diperlukan dalam dunia pendidikan pada khususnya. Bimbingan Konseling yang terdapat pada tiap sekolah tidak hanya diperuntukan bagi siswa yang mendapat masalah. Tetapi, bimbingan konseling membantu peran seorang guru untuk menghadapi perkembangan psikologi anak didik (siswa-siswi). Berbagai kesalahkaprahan dan kasus malpraktek yang terjadi dalam layanan bimbingan dan konseling selama ini,seperti adanya anggapan bimbingan dan konseling sebagai “polisi sekolah”, atau berbagai persepsi lainnya yang keliru tentang layanan bimbingan dan konseling,- sangat mungkin memiliki keterkaitan erat dengan tingkat pemahaman dan penguasaan konselor tentang landasan bimbingan dan konseling. Dengan kata lain, penyelenggaraan bimbingan dan konseling dilakukan secara asal-asalan, tidak dibangun di atas apa yang seharusnya.

BAB XII PRAKTEK KONSELING DI SEKOLAH

-1-

Pengalaman lapangan menunjukkan bahwa pembimbing di sekolah-sekolah dalam segi ketrampilan (skill) konseling untuk mengembangkan potensi siswa dan membantu siswa untuk mengantisipasi permasalahan yang dihadapinya. Hasil studi Dani (1984) dan Ineu Maryati (1996) mahasiswa Jurusan PPB-IKIP Bandung, atas bimbingan penulis, meneliti mengenai kemampuan guru-guru pembimbing SMA di Jawa Barat dalam memberikan konseling terhadap para siswa telah membuktikkan hal-hal berikut ini. 1. Kebanyakan pembimbing SMA tidak mampu bersama klien (siswa) untuk mendefinisikan masalah siswa pada Tahap Akhir konseling. 2. Kurangnya ketrampilan pembimbing dalam mengaplikasikan teknik-teknik konseling.
3. Tidak mampu membantu pengembangan potensi dan penyelesaian masalah siswa

secara tuntas. Pada akhir proses konseling siswa tidak memperoleh penyelesaian dan tetap dalam kebingungan. Seharusnya di akhir proses konseling ada pegangan siswa yakni: a. Kesimpulan pengembangan potensi dan pemecahan masalahnya. b. Adanya rencana hidup sebagai implikasi kemampuan mengatasi masalah (menemukan jalan keluar). Kedua hal tersebut kebanyakan hasil prakarsa siswa sebagai akibat kemampuan pembimbing dalam memimpin proses konseling. c. Menurunnya derajat kecemasan siswa secara berarti, sehingga mukanya berseriseri saat keluar dari ruang bimbingan dan konseling. d. Adanya evaluasi proses konseling oleh siswa (klien). 4. Kebanyakan pembimbing sekolah yang diteliti tidak memahami tahapan-tahapan proses konseling serta tujuan, isi, dan teknik-teknik konseling yang dapat digunakan pada setiap tahapan tersebut. Kelemahan-kelemahan dalam konseling yaitu: a. Tidak jelas tahap-tahap konseling b. Tidak mampu menangkap dan mendefinisikan masalah klien sehingga proses konseling berjalan bolak-balik dan tanpa arah yang jelas c. Tidak mampu menyelesaikan masalah klien d. Hanya berputar pada 5 teknik konseling yaitu: • • • • • Bertanya tertutup Pemberian Informasi Pemberian nasehat Mengarahkan (directing), dan Mendorong (supporting). -1-

bermain peran) c. Evaluasi sebagai masukan (input). Ketrampilan Konseling Kegiatan konseling tidak berjalan tanpa ketrampilan. Karena itu untuk memperkuat konseling Indonesia. Aliran-aliran konseling umumnya dating dari Barat. Konseling mikro (microcounseling) disebut juga microtraining. Teknik di Tiap Tahap Konseling 1. mandiri. Selama lima tahun terakhir ini sudah terlihat kecendurangan adanya keseimbangan antara teori dengan praktek konseling. sudah saatnya dimasukkan nilai dan budaya Indonesiakedalam konseling. 2. Tidak semua nilai dan budaya tersebut sesuai dengan nilai dan budaya kita. sehingga klien tersebut berkembang dan punya rencana hidup. Pelatihan d. Perekaman video e. yaitu suatu metode pelatihan teknik-twknik konseling dalam setting lab yang mencakupkegiatan-kegiatan: a. yang tidak bebas nilai dan budayanya. Penayangan rekaman video konseling mikro b. Untuk menguasai beragam ketrampilan konseling diperlukan praktek yang terus menerus. Belajar dari pengalaman tersebut. mampu mengatasi masalahnya. Tahap-Tahap Konseling a. Attending -1- . Tayangan ulang f. Terutama dalam menghadapi era globalisasi.Praktek Konseling Praktek konseling adalah suatu cara yang dilakukan untuk memberikan ketrampilan konseling kepada para calon konselor agar terampil memberikan bantuan terhadap kliennya. Pengembangan konseling sesuai dengan kebutuhan masa kini dan masa depan dianggap hal yang amat perlu. dan mampu menyeseuaikan diri. praktek konseling mikro dan makro amat dirasakan keperluannya. Dengan perkataan lain praktek konseling harus dilandasi teori. Antara teori dan praktek tak akan pernah terpisahkan. Tahap Awal Konseling Teknik-teknik konseling yang harus ada pada Tahap Awal konseling adalah: 1. Pemberian materi dan petunkuk latihan (simulasi.

2. Memberi nasehat (aadvising)-hanya diminta klien (siswa) 7. dan eksplorasi ide 5. Tahap Akhir Konseling Teknik-teknik konseling yang ada dan diperlukan pada tahap ini sebagian mencakup yang ada di Tahap Awal dan Pertengahan. Bertanya terbuka (open question) Teknik-teknik empati. Refleksi perasaan 4. Eksplorasi perasaan. Dorongan minimal (minimal encouragement) b. -1- . Menangkap ide-ide/ pesan-pesan utama 6. Menginformasikan (informing)-hanya jika diminta nklien (siswa) 6. c. Memimpin (leading) 2. Mengevaluasi Disamping itu teknik-teknik di Tahap Awal dan Pertengahan tetap bisa digunakan. Mendefinisikan masalah bersama klien 8. Menyimpulkan 2. attending. Merencanakan 4. Menyimpulkan sementara (summarizing) 8. Konfrontasi (confrontation) 4. Mendorong (supporting) 5. Bertanya terbuka 7. Memfokuskan (focusing) 3. Secara spesifik adalah: 1. eksplorasi pengalaman. Memimpin 3. Tahap Pertengahan Konseling Pada tahap ini teknik-teknik konseling yang dibutuhkan adalah: 1. refleksi (Tahap Awal) tetap digunakan. Empati primer dan advance 3.

TAHAP AWAL Empati Atending Bertanya Terbuka Refleksi Perasaan/pengalaman/Ide Eksplorasi Perasaan/Pengalaman/Ide DEFINISI MASALAH TAHAP PERTENGAHAN Memimpin Fokus Mengarahkan Menafsir Memperjelas Konfrontasi Mendorong Informasi Nasehat Menyimpul sementara Bertanya TAHAP KERJA DENGAN DEFINISI MASALAH TAHAP AKHIR Menyimpulkan Mendorong Merencana Menilai (evaluasi) Mengakhiri Proses/Sesi Konseling TAHAP TINDAKAN (ACTION) -1- .

agak pucat. halloo Yahya.1: Dialog Konseling Individual (Setting Lab) N o Ungkapan Verbal Konselor Kl : …(masuk)… 1 “Assalamu’alaikum ” Ko : “Alaikumsalam. menunduk Ramah.(*) Pada Tahap Akhir. TAHAP AWAL 2 1. menghampiri. Empati 4.(Diam) Ungkapan Nonverbal Muak kecut. apa yang bisa saya bantu?” 3 Kl : …. silakan masuk” (duduk. senyum. (menghampiri klien) 3. Attending 2. cerah. Bertanya terbuka Tujuan : Mendefinisik an masalah bersama klien Menunduk. cemas. tangan - -1- .1: Tahapan Proses Konseling Tabel 12. bersalaman). Bagan 12. santai. menjawab salam/menyapa dengan senang dan mempersilahkan duduk Teknik Ket. jalan perlahan. teknik-teknik di Tahap Awal dan Tahap Pertengahan Tetap Dapat Dipergunakan. “senang sekali berjumpa anda.

serius.diremas. murung. Bertanya terbuka 3. murung Ko : “Kelihatannya kamu begitu cemas. menatap yahya Menatap konselor. (mengangguk) 5 Melihat/memanda ng konselor dengan sesaat. Sebab terakhir ini prestasi belajar saya hancur. Bertanya terbuka 3. attending 4 - 6 Ko : “Dapatkah Yahya menjelaskan lebih lanjut tentang kecemasan yang anda hadapi?” Kl : “Saya merasa tertekan. attending 7 - 8 1. menatap wajah klien. lalu menunduk lagi Tenang. dan saudara. senyum. ramah . Empati primer 2. Eksplorasi perasaan 9 Wajah murung. eksplorasi perasaan 2. refleksi perasaan 2. ramah Attending. menatap. menunduk lagi. Dapatkah kamu mengungkapkan perasaan tak berguna itu?” Kl : “Saya merasa ayah. Bertanya terbuka 4. saya merasa tidak berguna” Ko : “Saya memahami perasaanmu tertekan karena merasa tidak berguna. memojokkan.dan menghina saya. dan tenang 1. suara bergetar. perhatian. melihat konselor kemudian menunduk. attending. ibu.saudara saya merendahkan. padahal 1. tangan diremasremas - -1- . Saya tidak mampu menjelaskan pada mereka. Refleksi pengalaman 3. dan tidak semangat? Apakah demikian?” Kl : …. muka mulai tenang Empati. serius.

Mendefinisikan masalah 5. tanagn tetap diremas - 1 4 1. akan tetapi kesalahan orang tuamu. Penekanan 3.kehancuran prestasi belajar saya bersumber dari sikap orang tua. refleksi ide 1 1 1 2 Menunduk. Menangkap isu utama 2. ramah 1. bu” (diam) Ko : “Apakah kamu berpendapat bahwa hancurnya prestasi di sekolah adalah sebagai akibat kelalaian. jadi kalau begitu masalahmu adalah turunnya prestasi belajar bersumber dari orangtuamu dan orangtuamu Ramah. Attending -1- . Demikian?” Kl : “ ya. dan saya merasa terhina dan malu. kekurangan perhatian dari orang tua? “ Kl : “ ya. Bertanya terbuka 2. karena karena saya merasakan demikian. perhatian. menatap. Penjernihan 4. tenang. kurang semangat Tenang. juga di sekolah “ Ko : “ Baiklah. Eksplorasi pengalaman 1 3 Mulai tenang. Menangkap isu utama 2. Attending 3. penuh perhatian.” 1 0 Ko : “kalau begitu kamu beranggapan sejauh ini hancurnya prestasi belajar bukanlah kesalahanmu sendiri. menatap wajah klien. kedua tangan menekankan ucapan 1. Karena itu sikap memojokkan dari orang tua membuat kamu terhina. masih cemas. serius.

bagaimana. sekarang masalahmu sudah jelas. tapi kepada adik saya tampakanya mereka lebih menyayangi. Memimpin 2. Bertanya. bu. Bertanya terbuka 4. terbuka 4. Eksplorasi Pengalaman 3. Ko : “ Ya. lalu memojokkan dan kamu merasa terhina di rumah. ramah. apakah demikian ? “ 1 5 1 6 Kl : “Ya. padahal saya sudah berusaha untuk menyenangkan hati orang tua saya dengan belajar rajin. serius. Wajah kesal. Attending - -1- . ramah. sya sependapat “ Ko : “ Baiklah.merasa tidak senang. menatap. mendorong minimal 2. Attending TAHAP PERTENGAH AN (TAHAP KERJA) Tujuan : Untuk mengolah masalah klien yang sudah didefinisika n 1 7 Wajah cemas. Namun ibu ingin mengetahui lebih jauh bagaimana pendanganmu terhadap sikap orangtua yang telah kamu alami sehubungan dengan prestasi belajarmu? “ Kl : “ Orang tua saya benci kepada saya. serius. terus bagaimana? “ Wajah Tenang Tenang. Saya merasa dianaktirikan. 1. Ekspolrasi pemgalaman 3. menatap konselor tangan diremas - 1 8 Mendorong. 1 Kl : “ … Yah…. tangan/telapak tangan mengarah kepada klien 1.

Tapi saya tidak peduli. ramah. sulit merubah sikap tegas. “ Ko : “ Ya. Empati primer 2. tetap ramah terlihat pada wajah. 1. Mungkinkah kamu sendiri yang dapat mengetahui caranya? Ibu meminta saran “ Kl : “ sya kurang tahu. Konfrontasi 2 1 2 2 - Sungguhsungguh. Sugesti 3. saya memahami jalan pikiranmu. Eksplorasi pengalaman 4. menatap/perhatia n serius. Refleksi pengalaman 3. dan hal itulah yang sangat saya harapkan. - -1- . Mengarahkan 2 5 Menatap dengan tenang. sanata. kedua tanagn menekan pembicaraan. senyum. Tapi bila saya berpikir. wajah agak meragukan - 2 4 Tenang. Fokus 2. Bagaimana pendapat anda? “ Klo : “ Habis pilih kasih tak menghargai “ Ko : “ Jika orangtuamu tidak pilih kasih dan menghargai. Bertanya terbuka 2 3 Tenag. kedua tangan dipangku. kedua tangan mengarah ke pembimbing. Empati primer 2. Nampaknya kamu seperti membalas dendam terhadap sikap orangtuamu. kepala menggeleng 2 0 Tanag. Eksplorasi 3. Tapi bagaimana caranya? Saya kurang yakin dengan pendapat itu “ Ko : “ saya senang dengan sikap keterbukaan dan kritismu. muka serius.9 saya malas dan tidak belajar lagi seperti biasa dan nilai-nilai saya jadi buruk. ramah 1. bagaimana pendapatmu? “ Kl : “ saya senang sekali. menatap serius. menatap klien 1.

Eksplorasi Pengalaman 3. Bertanya terbuka 2 9 Menatap dengan perhatian. Kecuali jika ibu pembimbing dapat berbicara dengan orangtua saya tentang hal tersebut “ 2 6 Ko : “ Bagus. mengarahkan tangan kepada klien. Tampaknya anda adalah seorang siswa yang cukup cerdas dan bijak. Tapi saya ingin tahu apakah orangtuamu mungkin dapat bertemu dengan saya? “ Kl : “ Tentu bisa. duduk santai. misalnya tentang masalah studi saudaramu? “ Kl : “ tentu bu. memberi kepercayaan diri pada ibu pembimbing - MEMASUKI TAHAP AKHIR KONSELING Tujuan : Perencanaa n Menyimpulk an mengevalua si 2 8 Menghargai. “ Ko : “ saya sangat menghargai pendapatmu.negatif orangtua saya terhadap saya. Empati 2. Refleksi Content (ide/pikiran) 3. menganggukkan kepala 1. senang 1. menekankan. Menghargai 4. - -1- . mungkin dia akan hadir. berseri/senang. nereka selalu ada perhatian jika ada ramah terbuka Gembira. empati primer 2. ramah. Namun apakah biasanya orang tuamu pernah hadir pada panggilanpanggilan sekolah. saya senang dengan sikap keterbukaanmu. Saya percaya kalau orang tua saya. badan agak condong kepada klien. Penekanan 4. orang tua saya cukup terbuka dan senang dengan orang-orang di luar keluarganya. Pujian/Pengharg aan 2 7 Tenang. serius.

penuh pengertian. santai 1. senyum. sikap sopan. menatap konselor Rasa empati. Kemudian mungkin ibu akan mengajukan usul- tenang. Saya merasa senang sekali. bahkan menghilang. Bagaimana perasaanmu setelah berbincangbincang? “ Kl : “Setelah mengikuti pembicaraan ini. perasaan cemas saya sudah menurun. saya hargai sampai saat ini. Menyimpulkan semntara 2. tangan dipangku di paha 1. saya setuju “ Ko : “ baik. ramah. senang. tangan terlipat di atas paha Tenang.panggilan seperti oleh kepala sekolah “ 3 0 Ko : “ kalau begitu apa kesimpulan ini kamu setuju ? yaitu melalui kepala sekolah saya ingin bertemu orangtuamu di sekolah pukul 10. Upaya menyimpulkan 3. menatap klien. ramam. menghargai. yaitu bahwa ibu akan mengadakan petemuan dengan orang tua saya untuk memahami sikap orang tua terhadap keadaan saya. Mengarahkan 2. menatap konselor. empati primer 2.00 WIB? “ Kl : “ ya bu. santai Tenag.” Ko : kalau begitu apakah sudah ada kesimpulan pertemuan ini?” Kl : Ada. Upaya merencanakan 3 5 Menyimpulkan. Bertanya terbuka 3 3 3 4 - 1. Eksplorasi perasaan 3. tanag dilipat di atas perut. tenang - -1- . Bertanya terbuka 3 1 3 2 Mengangguk tenang. gembira. menatap klien.

-1- . mungkin pula ada pertemuan segi tiga antara orang tuamu. saya setuju. tenang. Menetapkan pasangan-pasangan calon konselor-klien untuk simulasi 3. 3 8 Ko : “Kalau begitu apakah pertemuan ini dapat kita akhiri?” Kl : “Ya. saya kira demikian” Ko : “Terima kasih” (bersalaman dengan klien) Tenang.usul tentang kebaikan saya. Bertanya terbuka 2. saya. Terrima kasih”. ramah 1. Menjelaskan 2. dan mungkin pula dengan saudarasaudaramu. Menyimpulkan 3. Mengadakan putar ulang film untuk dievaluasi bersama-sama Berikut ini adalah contoh-contoh latihan simulasi konseling mikro untuk beberapa teknik konseling. Penayangan film konseling mikro (contoh yang terbaik) 2. merencanakan AKHIR TAHAPAN KONSELING 3 7 Sopan. tenang. Memvideokan latihan konseling mikro 5. kamu. mengangguk Latihan Konseling Mikro (Microcounseling) Microcounseling atau Microtraining adalah suatu cara pelatihan teknik-teknik kinseling satu per satu dalam setting laboratorium. Eksplorasi ide - 1. menatap konselor 3 9 4 0 Ramah. Bagaimana?” Kl : “Ya bu. Dengan konseling mikro calon-calon konselor dilatih melalui mekanisme pelatihan sebagai berikut: 1. Menentukan materi teknik yang akan dilatihkan oleh pelatih 4.” 3 6 Ko : “ya.

Saya tidak suka dengan keadaan ini”.Apakah keadaannya Menangkap perasaan klien melalui bahasa tubuh.apakah sesuai dengan bahasa tubuh klien.Seolah-olah ayah. silakan duduk” (bersalaman. Kl: “Saya amat tertekan akhir-akhir ini.disekolah oleh guru. KI: … (diam.dikatakan pemalas. Setelah latihan ini para pengamat memberi komentar tentang: Bahasa tubuh konselor. Eksplorasi perasaan. Bahasa verbal konselor.Pasangan calon konselor: Andi (konselor) – Yahya (klien). Attending yang bertanya terbuka (ramah. Refleksi perasaan dan bertanya terbuka (tetap attending). Ko: (*) “ Kelihatannya kamu begitu cemas dan gelisah. Adakah sesuatu yang ingin anda diskusikan dengan saya?”.dengan tetap attending.Dirumah saya suka dimarahi. Menggali perasaan klien dengan memahami dulu perasaannya(empati primer).saya dicuekin dimana-mana. senyum.karena nilai-nilai rapor saya terakhir memang jelek”. 2.”(empati primer). : “ Wa’alaikum salam.Saya tidak terima perlakuannya. Ko: “Saya memahami perasaamu. cemas). Yahya duduk).Saya suka diejek didepan teman-teman.tetapi untuk protes saya tidak berani. Ko: “Oh.terutama guru matematika.bertanya terbuka)*.lalu merefleksikannya demikian?”.apakah cukup baik dan mengena terhadap klien dengan teknik-teknik konseling tepat.* -1- .empati primer. dan menyapa dengan ramah) Klien (KI) Konselor (Ko) : … (masuk) … “ Assalamu’allaikum”.dan bertanya terbuka.jadi kamu merasa tertekan oleh sikap guru dan keluarga?Apakah demikian?”. “Senang sekali berjumpa anda. menunduk. apa kira-kira keinginan mereka terhadap kamu?”(eksplorasi perasaan.suka main dijalan. 3. Menangkap pesan-pesan utama/ide (langkah untuk mencapai definisi masalah) Kl: “Bagaimana saya bias tenang.* kepada klien.Namun apakah kamu dapat memahami (*) 4.ibu dan saudara-saudara saya menganggap saya anak yang tak berguna. Teknik yang dilatihkan: 1. santai.

Mari silahkan masuk”. ramah. menyapa. sikap badan terbuka. Silahkan masuk.2: Latihan Ketrampilan Konseling Mikro (Microcounselling). tubuh santai. Konsisten mengikuti topik/pernyataan klien “Saya setuju dengan topik pembicaraan yang anda kemukakan. suara ceria. -1- . berhubung saya punya waktu terluang. Apa kabar. Akan mendefinisikan masalah yang penting pada diri klien ini. Mungkinkah menurut anda ada topik-topik penting untuk kita diskusikan saat ini?”. bahasa badan penuh perhatian. menghadap klien dengan posisi terbuka. sebut nama. Selamat pagi. Attending (menghampiri. “mungkin panggilan ini mengagetkan anda. saya memanggil anda” (saudara. Suara rendah. senyum. Jangan cemas. Bahasa Tubuh Kontak mata. Jenis keterampilan Bahasa Lisan “Wa’alaikum salam. kamu). Duduk cenderung agak membungkuk ke arah klien. Konselor memilih satu isu yang penting menurut klien untuk didiskusikan dan nantinya.(*) Menangkap isu-isu penting dapat dilakukan setelah dilakukan penggalian perasaan. tidak mendiskusikan topik yang tidak dikemukakan klien. boleh kan ?”. muka ramah.bahasa lisan dan bahasa tubuh selengkapnya dapat diikuti pada table berikut: Tabel 12. saya hanya ingin bicara-bicara santai dengan anda. tangan mengarah ke kursi. Wah senang sekali beremu dengan anda. menyapa) “terima kasih. Dan dengan segala senang hati saya akan Membolehkan klien dengan bebas menyatakan ide. “maaf. Saya senang sekali bahwa anda berbincang-bincang dengan saya. Bentuk-bentuk latihan yang lain beserta teknik.

tenang. Refleksi Content (ide. Respon konselor tidak terburu-buru dan tidak mengintervensi.d. posisi badan agak membungkuk. penuh perhatian. pikiran) Menatap klien tenang. suara rendah. nada bertanya. dan pengalaman. -1- . Dan amat senang jika dapat mendengarkannya. sungguhsungguh. badan agak membungkuk ke arah klien. Membolehkan klien untuk tidak setuju/menolak. memperlihatkan wajah sungguh-sungguh. konselor tegas dan jelas dalam memberikan pandangan. Refleksi feeling (merefleksikan perasaan klien) “saya melihat dan merasakan bahwa anda agak cemas dan gugup. ramah. atau memotong pembicaraan. Apakah demikian?”.a Refleksi pengalaman S.” “Saya memahami perasaan cemas saudara.a Eksplorasi feeling (menggali perasaan) Eksplorasi Content (menggali ide. Tapi alangkah baiknya jika anda dapat mengungkapkan perasaan itu dengan lebih rinci”. Apakah begitu?”.mendengarkannya. Membolehkan klien untuk berpikir dan melanjutkan pembicaraan.d. pikiran) “saya perhatikan bahwa saudara memiliki beberapa alternatif atau pemikiran. Tapi alangkah baiknya jika saudara S. “tampaknya anda mempunyai pengalaman buruk unik dalam peristiwa itu. suara rendah. konselor sabar. sikap santai dan bersahabat. tangan kanan memberi dorongan.” perasaan. diam dan menunggu dengan perhatian. suara rendah. “saya percaya bahwa saudara akan mampu mengembangkan minat dibidang itu. mensugesti/mendorong Meyakinkan. perhatian. Kontak mata. tenang ramah.

jelas. posisi badan agak lurus. ramah. banyak pengalaman. kedua tangan digenggam atau dilipat dengan sopan. ramah. Suara rendah dan jelas. Dari pembicaraan itu saya tangkap bahwa saudara tengah mengalami konflik antara citacita ke perguruan tinggi terbaik dengan keadaan ekonomi orang tua yang kurang mendukung. tegas. kecewa. ramah.a Menangkap pesan/isu utama Kontak mata. pikiran. dan tegang”. santai.d. suara rendah. senyum Pernyataan terbuka (open question) “Susi. atau Konfrontasi Serius. Apakah masalah belajar dalam hubungannya dengan guru. Badan membungkuk Empati Mengosongkan subjektif dan perasaan tinggi diri.mengemukakan ide-ide yang mungkin untuk mengembangkan minat tersebut”. dan jelas. jelas. Eksplorasi pengalaman S. Kontak mata. Kedua telapak tangan membantu pernyataan agar meyakinkan. “Saya memahami perasaan itu dan peristiwa itu telah membuat anda begitu kacau. kontak Menjernihkan -1- . posisi badan agak membungkuk. dan pengalaman yang anda kemukakan tadi. “saudara bergitu hebat. adakah kemungkinan bagimu untuk memikirkan cara-cara terbaik dalam mengembangkan kemampuan di bidang seni gambarmu?” “saya melihat adanya perbedaan antara ucapan dengan perasaan anda. ikhlas. ramah. Apakah pendapat saya ini benar atau keliru?”. tegas. menatap mata klien. suara agak tinggi hingga rendah Kedua tangan membantu penjelasan. tenang. saya menghargai semua perasaan. kontak mata. tegas dan jelas. “setelah beberapa saat kita berbincang-bincang. serius. menatap. suara rendah serius. Apakah anda menyadari akan hal itu?” “bisakah anda jelaskan permasalahan yang anda hadapi. masuk ke dalam perasaan klien dengan jujur. Namun saya ingin mendengarkan pengalaman anda yang unik tadi”.

perhatian Menyimpulkan sementara Tenang. terarah. tenang dan ramah. tangan disusun tergenggam. Namun. saya pikir ada beberapa hal yang dapat kita peroleh sebagai kesimpulan sementara. serius. karena saya melihat anda masih dapat berusaha lebih mata.hubungannya dengan keadaan di keluarga sendiri. jelas. Bagaimana pendapat anda?” “Dari sekian banyak hambatan sebagaimana yang saudara kemukakan. suara mantap. mantap. kontak mata. sebaiknya saudara memasuki sekolah yang kirakira mengajarkan keterampilan yang dibutuhkan pasar “ selaku pembimbing. teas. mensugesti. posisi tubuh sedikit membungkuk ke arah klien. posisi tubuh agak condong ke arah klien. Dapatkah anda mengemukakannya?” “Menurut saya. namun saya yakin saudara mempunyai potensi besar yang belum anda gali. Suara rendah. santai. sungguhsungguh. kontak mata. santai. dibantu oleh kedua tangan untuk memfokuskan hal penting Meyakinkan dengan wajah tenang tapi serius. wajah senyum. alangkah baiknya anda pertimbangkan lagi hambatan-hambatan kedepan. karena anda telah memilih dari sekian banyak alternatif melalui berbagai pertimbangan. tenang. Hanya. Kontak mata. ramah. kontak mata Penampilan yerbuka. Konselor bersikap logis. kedua kaki dalam posisi biasa. suara rendah dan mantap Mendorong Mengambil inisiatif Memberi nasehat -1- . tentu ada yang terberat anda rasakan. ramah. mendorong Memimpin Tenang. Bisakah anda menjelaskan ?” “ walaupun kelihatannya saudara bersikap agak pesimistik. saya anggap wajar jika saudara meminta nasehat kepada saya. suara rendah. kedua tangan dapat membantu meyakinkan klien. Kontak mata. Memfokuskan Serius. alternatif yang anda pilih tampaknya cukup realistis. suara datar sedikit menaik. permintaan anda belum pada tempatnya. suara jelas.” “Dari pembicaraan kita sejak tadi. Coba saudara lihat lebih jauh kekuatan yang anda miliki terutama dalam bakat studi “ kalau memang ingin segera bekerja.

bersahabat. tapi sampai saat ini masih ragu dan belum juga mencoba untuk bertindak atau setidak-tidaknya memiliki rencana yang jelas dan tersusun “ “………………………………. memberi kesempatan kepada klien untuk berpikir 2.baik. santai. bicara tegas dan suara rendah mantap Diam : Dilakukan jika : 1. nanti akan saya berikan daftarnya dan bisa anda pelajari “ “ anda seolah-olah berkeinginan untuk meraihnya. dan anda punya potensi untuk hal itu “ Memudahkan “ tentu ada hal-hal yang anda harus lakukan sebagai tanggung jawab anda selaku mahasiswa. ramah dan tenang. Saya melihat belum begitu jelas. apakah itu tidak berkhayal? Mengenai berbagai jenis perguruan tinggi dan jurusanjurusannya. bantuan tangan untuk penjelasan. bisa juga mata konselor hanya menatap jauh. Tapi hambatan pribadi tadi tidak mudah diabaikan begitu saja. Sebab jika kemampuan terbatas ingin masuk Jurusan Teknik di ITB. suara rendah tegas dan jelas. Memberi informasi Penampilan terbuka. tenang.. Karena itu perjelaslah tanggung jawab sebagai mahasiswa. tenang. tangan ke dagu -1- . ramah. kontak mata. suara rendah dan jelas Menafsirkan Menatap klien dengan serius. karena itu berbelit dengan urusan lain yang pribadi tadi “ “ yang penting anda harus menyesuaikan kemampuan dengan keinginan untuk memilih perguruan tinggi atau jurusan bermutu. sebagai protes karena klien bicara bertele-tele Menatap wajah klien. dan buktikan.” konselor diam Kontak mata. tenang.

tenang. terarah. Sikap badan terbuka.bersahabat. tenang dan santai.dan partisipasi siswa)pada tahap awal konseling. apakah dalam pikiran anda sudah ada rencana-rencana yang agak realistis? Setidaknya garisgaris besar saja “ “ saya percaya bahwa saudara akan dapat membuat rencana yang realistik dan berguna bagi anda “ “ setelah kita berdiskusi lebih dari 45 menit. santai. meyakinkan.keluar dari topik Merencanakan “ berkaitan dengan pembicaraan kita tadi. mendorong. Jika anda setuju. Badan agak kedepan. bersahabat. santai. suara rendah dan mantap. bersahabat.d. tanagn membantu untuk meyakinkan “ jika tidak ada lagi yang akan anda sampaikan apakah sesi ini sudah bisa kita akhiri? “ Latihan Konseling Makro Latihan koneling makro adalah melatih teknik-teknik konseling secara bervariasi dan multi dalam menangani sebuah kasus ringan. Mungkin mulai minggu depan telah ada realisasi rencana itu.a Mengevaluasi Mengakhiri sessi konseling Sikap terbuka. Berapapun yang dapat anda laksanakan. kapan kita bertemu lagi? “.a Sugesti Menyimpulkan (conclusion) Tenang. Suara rendah dan mantap. barangkali ada baiknya kita bertemu lagi.Latihan yang amat penting adalah bagaimana pembimbing mampu membuka hubungan konseling dan rapport(akrab. saya harapkan anda dapat menyimpulkan hasil yang kita peroleh “ “ adakah penilaian saudara tentang jalannya pembicaraan sejak awal hingga saat ini “ setelah saya memperhatikan rencana anda dan kelihatannya cukup baik. -1- . tanagn kanan mendorong klien untuk yakin akan idenya S.terbuka. kontak mata. memberi dukungan dengan anggukan dan/atau tangan S. tinggal bagaimana melaksanakannya.d.

Ko: “Saya senang sekali bertemu dengan saudara.empati tingkat tinggi.bertanya terbuka.Tetapi saya belum begitu memahami tentang perasaan rendah -1- ..refleksi. Kl: “……benar pak”.Sudah puluhan lamaran saya masukan ternyata gagal” (…. 4. Kl: “Begini pak…Pekerjaan saya sekarang adalah sbagai sales pada sebuah perusahaan makanan.empati primer. Kl: “…………” (diam) 4. Membentuk pasangan-pasangan konselor-klien.bertanya terbuka). Ko: “……….saya terpaksa mengambil pekerjaan ini. Memulai latihan simulasi dan diamati oleh 3-4 orang.Bagaimana?”(attending. Ko: “Kelihatanya….eksplorasi perasaan. Mengadakan penilaian terhadap: a.Berikut ini contoh dialognya: 1. b.Saya adalah sarjana S1 lulusan sebuah PT swasta.menarik nafas). Bahasa badan konselor.Pada tahap ini pembimbing akan menggunakan teknik-teknik konseling attending. 6.Apakah saya keliru?” (refleksi perasaan.Namun karena tekanan ekonomi.mengamati bahasa tubuh klien. 5.seperti ada sesuatu yang anda cemaskan. 2.eksplorasi.bertanya terbuka.Pekerjaan ini membuat saya rendah diri dan cemas menghadapi masa depan. 8.eksplorasi perasaan.” 3.bertanya terbuka). Ko: “Saya dapat merasakan apa yang anda rasakan saat ini.menangkap isu/ide/pesan-pesan utama. 2.refleksi perasaan.Tapi … bisakah anda menjelaskan lebih jauh kecemasan tersebut?” (empati primer. Setiap pasangan menulis cerita/kasus dan dialog konselingnya.Hati saya mendua.saya amat menghargainya. Bahasa lisan konselor.berpikir). Kl: “Terima kasih. 7.dan tentu saya amat senang jika konselor akan melakukan konseling makro dengan kita akan berbincang-bincang mengenai sesuatu hal yang penting. 9. Untuk bisa terlaksana latihan ini harus dilakukan urutan kegiatan-kegiatan berikut: 1.Dan saya ikut terharu mendengar kisahnya. Ko: “Saya memahami perasaan anda.” (diam.Untuk bekerja dibidang yang sesuai dengan ijazah ternyata amat sulit.dorongan minimal.bertanya terbuka). Sebagai contoh menggunakan enam Teknik dasar yaitu: Attending. 3.kemudian mendefinisikan masalah klien/siswa.

calon klien pada mulanya tidak mau mengukuri proses konseling. angka rapor buruk.dan tidak jelas masa depan…” Praktek Konseling Individual Praktek konseling individual pada prinsipnya adalah suatu rangkaian kegiatan yang memberikan pemahaman dan pengalaman dengan cara teknik konseling dengan tujuan agar calon konselor mampu melaksanakan praktek konseling secara benar. Para siswa yang under achiever (lemah prestasi karena kurang mampu secara akademis) 2. 3.bertanya terbuka.melelahkan. dan sulit penyesuaian diri d.eksplorasi perasaan) 10. Kasus-kasus pelanggaran disiplin c. Klien terpaksa/enggan (reluctant client) Menurut Dyer. pemakai narkoba/minuman keras.diri dan kecemasan anda. terarah.saya ini kan sarjana. Sehingga menghiangkan imej buruk di sekolah dan masyarakat. -1- . jarang hadir. Karena itu terlebih dahulu harus dibedakan jenis/macam klien berdasarkan sifat dan perilaku. Kl: “…bagaimana tidak sedih pak.empati tingkat tinggi. 1.Bisakah menjelaskan lebih jauh?” (empati primer. Para siswa yang akan terkena DO (drop out) karena sebab tertentu misalnya hamil e. Siswa yang diisolasi menjadi klien khusus karena dia malas belajar. Akan tetapi perilaku itu tidaklah merupakan penolakan (resistance) dan bukan pula merupakan suatu patologi. Klien kiriman dari wali kelas/guru bidang studi b. tinggal kelas. Klien sukarela Artinya dia datang dengan sadar minta dibantu. Sebagian besar siswa/I sekolah adalah reluctance client. Mereka terdiri atas: a.Akan tetapi pekerjaan saya begitu rendah. Klien untuk simulasi atu latihan konseling Biasanya klien seperti ini adalah rekayasa agar dia berperan sebagai klien sebenarnya. yaitu bahwa dialog konseling hanya biasa-biasa saja dan sanggup dilakukkan oleh siapa saja. dan bertujuan.

Sistematika Kegiatan Praktek Konseling 1. Lihatlah bagan berikut: membuat sebuah essai tentang kasus itu. komponen penunjang yang lainnya untuk perilaku attending adalah perhatian yang terpilih (selective attention). b. Latihan wawancara konseling makro. dan bahasa lisan. Latihan menyusun sebuah scenario yang berasal dari sebuah kasus. a. Lihatlah bagan pembimbing dan seorang evaluator. bahasa badan. CK teknik-teknik konseling melalui microtraining atau microcounseling dengan dua cara: Dialog antara dua calon konselor (CK) dengan disaksikan oleh Merespon pernyataan klien dengan benar. Disamping listening. Kontak mata Dalam melakukan kontak mata terhadap klien mata konselor harus tetap alami b. yaitu konselor secara selektif -1- . senyum alami. Bahasa badan Badan menampakkan minat yang baik yakni santai. Latihan a. kemudian disusun dialog konseling ( wawancara konseling) secara sistematik dari Tahap Awal hingga berakhirnya sesi konseling. pengamat. berikut: 3. Hasil rekaman akan dievaluasi didalam kelompok (CK. Bahasa Lisan Yakni menyapa dengan empati. Konselor yang efektif akan: 1. 1. c. dan meyenangkan. dengan kasus yang telah diskenario. ramah. 4. Tidak pernah memotong pembicaraan klien Kesalahan terbesar konselor adalah sering mengubah-ubah topic pembicaraan dan mengabaikan serta acuk tak acuh dalam mendengarkan apa yang dikatakan klien. Selalu mempertahankan topic masalah klien 3. lalu divideokan. dan pembimbing) utnuk menerima masukkan dan kritikan yang baik. Perilaku Attending Didalam perilaku attending itu ada tiga komponen yang amat penting yaitu kontak mata. dan diadakan rekaman video atau kaset. 5. sopan. menghargai. Latihan wawancara konseling dengan klien sebenarnya. Memelihara postur tubuh yang menarik 2. Latihan memilih calon klien melalui negosiasi 2.

menghindari halhal yang tidak disetujui. konselor sebaiknya memanfaatkan kontak mata.bersikap attending dan perhatian penuh terhadap ucapan dan bahasa badan tertentu dari klien dan mengabaikan secara selektif ucapan dan bahsa badan lainnya. suara agak rendah. terlalu cepat merespon. konsisten mengikuti pernyataan klien. Ketika memberikan nasehat. sehingga seleksi terhadap butirbutir issue yang dianggap penting oleh klien lebih akurat dan obyektif dan bukan penting hanya menurut subyek konselor.3 Hubungan Ketrampilan Attending dan Influencing Keterampilan Konselor efektif Attending Melakukan kontak mata alami dan langsung sesuai budaya/ agama Influencing Melalui kontak mata alami dan langsung sesuai budaya/agama Konselor tidak efektif Tanpa melakukan kontak mata atau menatap dengan tajam ( melotot) Duduk bersandar jauh dari klien. perasaan. mengizinkan klien untuk bebas menyatakan ide. selalu tegas dan jelas dalam memberikan pandangan. mengizinkan klien untuk berpikir dan tidak setuju. Tidak boleh interprestasi. bahasa badan. kaku. hanya bicara tentang isu diri sendiri. sugesti. arah dan interprestasi sesuai dengan yang telah dinyatakan klien. respon konselor perlahanlahan tidak terburuburu (mengizinkan -1- . pengalaman. komunikasi terbuka baik dalam hal-hal tak disetujui. Tabel 12. memotong pembicaraan. Dalam relasi konseling. sikap badan cenderung tertutup. konselor yang efektif adalah yang mampu menemukan aspek-aspek diri klien yang paling dirasakan dan menarik perhatiannya. santai. bahasa badan menggambarkan kepercayaan. dan tegang Berbicara melompatlompat dari satu topik ke topik lain. dan bahasa lisan untuk memperkuat responnya. Berdasarkan teori. lupa apa yang telah diucapkan klien. muka menghadap klien Sama dengan Attending. cepat bicara. Verbal Jarang mengemukakan topik yang tidak dikemukakan klien. penuh perhatian. hanya sedikit Kontak Mata Bahasa Badan Cenderung agak membungkuk kearah klien.

Kalau hanya satu gaya. Refleksi perasaan (reflection of feeling) 6. dan dijawab dengan yes. adanya kemauan untuk diam. Bertanya tertutup (closed question) 2. Bertanya terbuka (open question) 3. Ketrampilan attending berkaitan dengan teknik-teknik lain yang semuanya membutuhkan attending yaitu dibicarakan di sini adalah: 1. dan menuntut klien yang terlalu banyak bicara Memberi kemungkinan 2. menolak kekuatan skill karena dogma atau terlalu kaku. dan menunggu penuh perhatian kesempatan klien bicara dan analisis. atau sedikit kata-kata Biasanya dimulai Dipakai dalam Wawancara Pengumpulan Informasi. klasifikasi. Bertanggung jawab terhadap kekuatan skill dalam wawancara konseling Konselor yang berpengalaman umumnya lebih banyak mendengarkan dengan akurat terhadap klien dan tentang kepeduliannya secara rinci kemudian baru melakukan respon (action). Menyimpulkan sementara (summarizing) Berikut ini deskripsi ketrampilan-ketrampilan tersebut Tabel 12.4 : Deskripsi Ketrampilan-Ketrampilan Konseling N o Keterampilan Pertanyaan Tertutup (closed question) 1.klien berpikir dan melanjutkan pembicaraan tanpa memotong. Mempertimbangkan secara cermat skill ini terhadap kondisi klien. Menangkap pesan klien (paraphrasing) 5. sabar. Berbicara banyak sekali daripada klien dan demonstrasi bicara cepat suara tinggi. Deskripsi Biasanya dimulai dengan do. Dorongan minimal (minimal encouragement) 4. Pertanyaan terbuka -1- . are. Kemampuan untuk menjalin keterampilan attending dan influencing Kedua skill itu bukan untuk mempengaruhi kehidupan klien. Sedangkan konselor pemula rata-rata hamper semuanya terlalu ingin memecahkan masalah klien sebelum dia mendengarkan apa sebenarnya yang diucapkan klien. Harus skill dalam attending untuk menunjang influencing. atau no. is.

kemudian menguraikan/mengungk apkan dengan kata-kata konselor sendiri. Mengulang kembali inti/pesan utama dari ucapan dan pemikiran klien Konselor menangkap perasaan klien kemudian merefleksikannya Menyimpulkan ucapan/jalan pikiran klien buat sementara agar diskusi berlanjut terus klien eksplorasi. mendorong untuk melanjutkan jalan pikiran dan perasaannya Menangkap pesan utama klien (paraphrase) 4. would.(open question) dengan what. Melanjutkan diskusi. Menyimpulkan sementara (summarization) 2. meningkatkan diskusi. Pertanyaan Terbuka (Open Question) -1- . memberi fokus wawancara konseling 6. meningkatkan diskusi. Memberikan suatu kronologi tentang kemajuan klien. mencek terhadap kejelasan pemahaman klien. terus. Memusatkan perhatian klien terhadap feelingnya. uhm. Refleksi perasaan (reflection of feeling) 5. how. selanjutnya. Pertanyaan tertutup cenderung mengajak/mendorong klien untuk menghindari diskusi tentang dirinya yang berlebihan (keterlaluan). dan sebagainya Menangkap isi atau pesan utama klien. Pertanyaan Tertutup (Closed Question) Pertanyaan tertutup berguna pula sebagai alat pencegah diskusi yang bertele-tele. tidak dapat dijawab dengan kata-kata singkat atau yes-no Konselor mengulang kata-kata penting klien dan menggunakan katakata yang mendorong klien seperti : ya. juga memungkinkan terjadi diskusi Dorongan minimal (minimal encouragement) 3. Pertanyaan dapat dijawab dalam satu atau dua kata. could. 3. meningkatkan diskusi tentang keadaan afektif Memberi klien kesempatan untuk refleksi. hal ini tidak memungkinkan komunikasi interpersonal yang berlebihan. menyimpulkan kemajuan.

c. dapatkah. d. bagaimana. bolehkah. -1- . Menurut aliran Rogerian. penggunaan kata-kata Tanya disarankan jangan sampai mengganggu penampilan. Mengungkapkan kata-kata atau pikiran/ide yang penting yang ditekankan klien. Secara umum kebanyakan konselor menggunakan kata mengapa (why) adalah karena cenderung untuk beralih dari aspek krusial-emosional dan memimpin ke cerita masa lalu klien. maka pembicaraan klien hanya tertahan sampai kata mabuk atau dengan respon ya. apa sebabnya) besar kemungkinan membuat klien menutup diri karena terasa mendapat tekanan dari konselor. Memberi kesempatan klien untuk eksplorasi masa-masa yang lalu dan menghubungkannya dengan kondisi sekarang. Pertanyaan terbuka harus dijawab dengan keterangan. b. 4. Menangkap Pesan Utama Klien (Paraphrase) Adalah pengulangan kembali ucapan atau pikiran klien dengan bahasa konselor sendiri. dan emosi. Dorongan Minimal (Minimal Encourage) Ketrampilan dorongan minimal juga merupakan kekuatan respon konselor dengan cara perhatian selektif untuk membuat klien selalu bicara. Jika konselor memberikan dorongan pada kata mabuk. Memperjelas inti masalah yang akan didiskusikan bersama. atau kerahasiaan pribadi klien. dan tidak dijawab dengan mudah dengan ya atau tidak. Karena dengan cara itu klien akan berbicara terus. jalan pikiran. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa pertanyaan yang dimulai dengan kata apakah sering mampu mengumpulkan fakta dan informasi. Pertanyaan yang dimulai dengan how (bagaimana) kebanyakan berhubungan dengan sequence (urutan). contoh: Kl: “Saya amat bingung karena setiap hari suami saya pulang dini hari dalam keadaan mabuk” Ko: “Bingung?” (disini konselor menekankan dengan dorongan minimal pada kata bingung). menuntut terjadi diskusi. apa yang terjadi. Memberi kesempatan klien menentukan keputusan yang lebih jelas. Kemudian diucapkan kembali dengan bahasa konselor. 5. proses. Sebaliknya kata why (mengapa.Dimulai dengan apa. Ketrampilan ini berguna sekali untuk: a. Perkataan selektif diberikan terhadap isi/inti pembicaraan klien.

6. Perilaku mempengaruhi dekat sekali dengan attending. senang. seperti perasaan saying bercampur dengan benci. Sebaiknya tentukanlah perasaan anda yang sebenarnya. Suatu context yang sering ditambahkan umembentuk setting pernyataan emosional. Para konselor pemula kesulitan untuk mengenal emosi orang lain. Memberi nama atau kata-kata pas terhadap emosi. Sebagai contoh adalah pernyataan klien sebagai berikut. Contoh perasaan seperti. apakah anda masih mencintainnya atau akan meninggalkannya” (refleksi perasaan untuk menyadarkan klien terhadap perasaannya). perasaan setuju bercampur dengan kontra. Kata ganti anda atau nama klien (yang mana merupakan refleksi diri). Bentuk kalimatnya. Refleksi perasaan bersifat dinamik untuk menangkap pengalaman dan emosi klien saat ini. Jika konselor ingin mempengaruhi dia harus melakukan kontak mata dan menatap klien.Contoh: Ko: “Jadi disatu sisi anda mencintainya. Konselor berupaya untuk menangkap perasaan itu dan merefleksikannya kepada klien seperti: Ko: “Saya tidak dapat memehami perasaan anda yang sesungguhnya karena anda seperti orang yang kebingungan. perasaan setia bercampur dengan anti. Refleksi Perasaan (Reflection of Feeling) Refleksi perasaan terpusat pada emosi/feeling klien. a. Dalam wawancara konseling sering klien mempunyai perasaan campur aduk (perasaan galau). c. namun kelakuan boss saya amat menjijikkan”. Yaitu bagaimana konselor mampu merefleksikan kepada klien tentang perasaanya saat ini. akan tetapi disisi lain anda tak mau menikahinya”. dan girang. dan sebagainya. KI: “Saya sangat menyenangi pekerjaan itu. Refleksi perasaan terdiri dari tiga atau empat bagian penting yaitu. namun saya sulit untuk melepaskan cinta padanya”. 7. d. Perilaku Memengaruhi (Influencing Behavior) Perilaku mempengaruhi adalah keterlibatan konselor dalam mengefektifkan klien untuk pertumbuhan dan perubahan. sinis. Untuk melatih pengenalan emosi tersebut seorang calon konselor dilatih melalui refleksi perasaan. keadaan tubuh -1- . marah. KI: “ Saya amat benci dengan kelakuannya. b.

Klien hanya berpikir untuk aborsi tanpa berpikir tentang sebabsebabnya tanpa menyesali kelemahan moralnya Menyata kan perasaa n.agak membungkuk kea rah klien dan sikap lebih mempengaruhi dan bukan sikap sekedar perhatian. masalah keinginan untuk aborsi -1- . tanpa izin klien Konselor tak akan pernah merekam suara/gambar. ramah. informa si. jujur Klien menjadi jujur dan terbuka dengan mengemukakan berbagai topik tentang pertengkarandengan pacar dan tentang penolakan orang tuanya Klien kurang mampu menyalahkan diri untuk mencari kelemahannya. dan inti masalah Topik tentang minimnya upaya memotivas i diri. senyum Topik tentang rekaman Ko : “Bagaimana pendapat anda jika konseling hari ini direkam untuk keperluan studi mahasiswa?” Ko : “apa saja yang telah terjadi/yang kau alami minggu ini dalam hidup anda dikeluarga?” Kl : “Ya. tanpa izin klien Pertanyaan terbuka dan menggali pengalaman klien Pertan yaan Terbuk a Respek.5 Teknik-Teknik Konseling Mikro (Microskill) Microsk ill Pertan yaan Tertutu p Bahasa Tubuh Ramah. ramah. saya habis bertengkar dengan pacar. sebab beliau sejak awal memang kurang setuju”. Ucapan-ucapan konselor sangat penting. dan orang tua saya amat mendukung pertengkaran itu. sugesti.keadaan kurang begitu baik. namun sifatnya cenderung nasehat. Namun untuk aborsi saya tak Pertan yaan Terbuk a Respek. Si Roni juga tak ingin menikah. respek Fokus Masalah Topik tentang rekaman Pernyataan Ko : Ingatkah saudara kalau sesi ini akan direkam?” Analisis Konselor tak akan pernah merekam suara/gambar. Tabel 12. saya menangis karena saya tak mau menikah dengan dia. atau pengarahan. proses konseling. Kl : “saya dan pacar saya bertengkar habis-habisan karena minggu lalu saya cek ke dokter ternyata aku hamil. hatihati. proses konseling. senyum Topik tentang kondisi klien Topik tentang konflik Tenang.

-1- . Fokus dan Perhatian Terseleksi (Selective Attention) Biasanya konselor membuat focus pada perasaan. serius. kamu tidak yakin apa yang akan kamu lakukan”. pokok pembicaraan akan lebih diperdalam. Terangkanlah tentang dia dan apa yang telah dilakukannya” (focus pada orang lain). memah ami Topik tentang aborsi Ko: “saudara tak yakin apa yang saudara lakukan ? Namun keadaan ini harus saudarapikirkan dan atasi segera. leading Konfro ntasi Konselor membac a bahasa tubuh klien Topik tentang cinta pada pacar. dan pengalaman klien. saya tak yakin apa yang harus saya lakukan. (focus pada topic). Ko: “Roni telah membuat kamu menderita.punya uang. Berikut ini contoh-contoh respon konselor memfokuskan pembicaraan dalam konseling. pemikiran. (focus pada diri klien). perhatia n. tapi tak mau menikah walaupun hamil. 8. Dengan konfrontasi. Ko: “Pengguguran kandungan? Kamu memikirkan aborsi? Sebaiknya kamu memikirkan masak-masak dengan berbagai pertimbangan”. Ko :”Disatu pihak saudara mencintai Roni namun di pihak lain anda tak mau untuk hidup berkeluarga.” Konselor berusaha agar klien berpikir internal agar terdorong untuk memahami diri dan masalahnya/pemeca hannya yaitu ketakmampuan mengambil keputusan yang disebabkan feeling dan pikiran yangtak relevan dengan tindakan Konselor mencoba mengemukakan adanya pertentangan antara perasaan dengan perbuatan klien.” Tenang. yakni agar ada relevansi antara perasaan dengan perbuatan Paraph asing. padahal saudara sudah hamil”. Ko: “Donna. bertan ya tertutu p. Oh Tuhan.

hangat). Dan kebanyakan saya bingung. bu – betul …? (ragu-ragu) – (suara mereka kurang kompak). karena kalian senang dengan pelajaran ini” (ramah. “Helen tampaknya ada sesuatu perasaan yang kamu simpan?” (refleksi perasaan. Mereka tak boleh lagi menjadi objek laki-laki. Analisis focus. adalah berkaitan erat dengan tema utama subjek (klien) dengan struktur kalimat yang jelas untuk mengintervensi pernyataan-pernyataan klien. - Ko: “ Saat ini saya punya beberapa reaksi terhadapmu. bingung. ramah. Saya amat terluka. senyum. Pertama. - Ko: “Mungkin budaya menyerah adalah yang biasa dilakukan wanita harus diatasi sendiri oleh wanita itu. hangat. Guru (G): “Anak-anak ibu yakin kalian akan mudah belajar matematika. (topic pada konselor dank lien). 2. ramah. “Ibu sangat senang kalau ada diantara kalian yang bertanya” (ramah. G: “ Ibu memahami. mendorong). dendam. “Apakah ada yang akan kamu ungkapkan saying?” (mendorong. Mari kita amati apakah kita bisa kerjasama dalam hal ini”. Seni Dialog Menyentuh Nurani Di Kelas I SLTP guru sedang mengajar matematika (guru berperan sebagai pembimbing) Dialog Konseling 1. bolehkah saya menemui ibu disekolah atau di rumah?” -1- . sedih. Murid-murid (M): “Ya. dan kesepian. (focus budaya). “Akan tetapi ibu akan membantu siapa saja yang belum memahami pelajaran matematika” (tulus. 3. halus) 4. Dan wanita tak boleh selalu menyalahkan dirinya sendiri”. (topic pada konselor wanita). barangkali sama dengan yang anda rasakan. Mau kan? Dulu saya juga hamil diluar nikah. perhatian). saya merasa terluka. senyum. “Betul anak-anak?” (sugesti). Namun yang lebih penting adalah saya merasa baik dan anda tidak seperti saya.- Ko: “ Saya ingin berbagi pengalaman dengan anda. mendorong) – (kelas sunyi). Helen: (Sejak lama punya masalah dengan matematika) – “Maaf bu. Apakah pengalaman saya ada kaitannya dengan anda?”. bahwa ada diantara kalian yang masih sulit mempelajari mata pelajaran ini” (empati).

ibu saya sakit. Wali kelas (WK): “Selamat siang anak-anak” (ramah. 4. Saya harus pergi ke -1- . pukul 13. saya memenuhi panggilan bapak”. Bapak percaya bahwa kamu akan berkata dan berbuat jujur selalu” (empati.5. WK: “Terima kasih. dan tentu ada sesuatu yang penting kamu kerjakan di luar sana” (paraphrasing). D: “Ayah saya sedang merantau ke Sumatera. ibu bersedia selalu membantu. 2. artinya kamu berkata jujur. “Tentu saying. Akan tetapi bukan berarti kalian bebas. -Besok pagi6. 10. 3. D: Diam sebentar…. wibawa). perhatian. oh engkau David. dorongan. senyum. 13. 16. “maaf pak. 8. silahkan nak” (terbuka. Di kelas IIA SMA. WK: “Pagi. besok pagi-pagi suruh dia menemui bapak di kantor”. perhatian). WK: “Kalau boleh saya tahu. WK: “Bagus. karena kamu anak yang jujur dan terus terang” (penghargaan. empati. G: “Helen ibu bangga dengan kamu. D: Diam…. 11. pujian. D: “Kasih Pak” (masuk dan duduk kaku). apa kira-kira menurut kamu tujuan bapak memanggilmu?” (pertanyaan terbuka). memahami. mari silahkan masuk” (ramah. empati). yang kebetulan jam tersebut guru yang mengajar Bahasa Indonesia sedang penataran. senyum. Jadi untuk menjaga warung kami adalah saya sebagai anak tertua. Tapi… siapa saja yang sudah pulang?”. artinya kamu sebenarnya anak yang baik.00. WK: “Bapak memahami bahwa pak Joni tidak dapat melaksanakan tugas karena beliau ikut penataran. ramah). S: “David Pak!”. WK: “Tolong. Dialog Konseling 1. wali kelas berkunjung ke kelasnya. 14. Gugup…. “Oh… mungkin karena kemarin saya bolos”. “Silahkan duduk”. 12. tegang dan agak takut?” (refleksi perasaan).. 15. D: Diam…. menghargai). David (D): “Pagi Pak” (berdiri di depan pintu kantor WK. 9. WK: “Tampaknya kamu begitu kaku. agak gugup) 7. Siswa/i: “Selamat siang”. 5.

B: Tertunduk malu. Dialog Konseling 1. G: “Bagus. kemudian harus melayani pembeli. saya hanya bergaul dengan si mbok di rumah”. Guru (G): Mendekat ke B. ibu-bapak sibuk. diam. Siswa B (kelas VI) sedang mengganggu teman-teman wanita di kelas saat guru sedang menemui kepala sekolah. Adapun tujuan pelayanan bimbingan konseling agar dapat: -1- . 6. 3. kemampuan belajar. berdasarkan norma-norma yang berlaku. “Saya hanya iseng menaruh kecoa di baju Ani”. 2. Ibu memahami keadaanmu!” (empati). B anak yang jujur” (dorongan. dan perencanaan karir. “Kalau boleh ibu tahu saudara perempuanmu berapa orang?” 10.Pasar Caringin membeli barang pagi-pagi sekali. Tiba-tiba guru kelas masuk dan menemukan keadaan seperti itu. Saya anak tunggal. kita bicara di kelas sebelah” (kelas kosong). agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. 5. 4. Adik saya yang SMP terpaksa gentian menjaga warung”. dan bapak prihatin atas keadaan ibumu” (empati tinggi). B: Malu…. G: “Oh… begitu. PENUTUP Bimbingan dan Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik. “Tampaknya kamu senang kalau anak-anak perempuan menjerit-jerit?”. 8. G: “Mari saying. empati). kehidupan sosial. B: Agak takut. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi. apa yang terjadi sehingga ank-anak itu menjerit-jerit?” (bertanya terbuka). baik secara perorangan maupun kelompok. G: “Kalau boleh ibu Tanya. Dengan ramah dan sambil memegang pundak B. B: Tidak punya bu. betulkah?”. 17. “Dan bapak menghargai upaya kamu untuk membantu ibumu yang sedang sakit” (dorongan). WK: “Bapak memahami keadaan kamu dan keluarga. 11. 9. 7. B: Mengangguk…. G: “Ibu paham bahwa B takut.

Counseling Psychology in Community Settings.. 1983. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. 1985. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin 3. New York.org/resouce/code of ethics. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. Dirjen Perti Depdikbud. Springer Publishing Company. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi. DAFTAR PUSTAKA ACA Code of Ethics and Standards of Practice. 2. Blocher. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. -1- . http://www. Program Akta Mengajar V B. masyarakat. Donald A. Jakarta. Donald H. Teori Developmental dalam Karir. and Biggs. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. 4.1. maupun lingkungan kerja.

Body Language. Calofornia. -1- . Washington Swuare Press.. Inc. Hackney. Sherlyn L. Funk & Wagnalls. Theories of Personality. Counseling Strategies and Objectives. The Skilled Helper. Steven D. Brammer. 1981. Hackney. The Helping Relathionship: Process and Skills. New York. Monterey. The Art of Helping. www. 1973. 1978. 1979. and Cormier. Inc. 1977.. John Willey & Sons. M. 1984. Human Resource Development Press.. New Jersey. PrenticeHall. 1979. New York. Robert W. Mannerism of Speech and Gestures in Everyday Life. Eanglewood Cliffs. Fast. Viktor. 1984. The Professional Counselor. and Michell. 1987. Man’s Search for Meaning.. Vriend. Inc. Inc. Massachusetts. 1975.counseling-usa. 1983..org. Harold. Macmillan Publishing Co. Gardener. Prentice-Hall. Wayne W. Evans and Company.. Harold. Macmillan Publishing Company. Carkhuff... New York. New York. Inc. Franki.. New York.. Hall. 21 May 1974. Council for Accreditation of Counseling and Related Educational Program(CACREP).. Journal of Counseling Psychology. John Wiley & Sons. Calvin S.. Lindzey. Introduction to Guidace. Handbook of Counseling Psychology. New York. Brown.. Gibson. Dyer. New York. Julius. John. and Lent. Counseling Techniques That Work.Blocher. Gerard. Egan.. Donald H. Brooks/Cole Publishing Company... Robert L. Lawrance M. Robert R. Englewood Cliffs. New Jersey. Marianne H.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->