Kumpulan Abstrak Tesis Semester Genap 2008/2009 Pendidikan Bahasa Inggris (ING

)

228 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009

Menggunakan Film untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas 8 MTs Negeri Planjan Kesugihan Cilacap dalam Menulis Paragraf Narasi Akhmad Fauzan Abstrak
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada permasalahan yang dialami oleh peneliti sebagai guru Bahasa Inggris di MTs Negeri Planjan Kesugihan Cilacap. Berdasarkan hasil stui pendahuluan siswa kelas VIII MTs Negeri Planjan Kesugihan Cilacap, menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks narrative siswa kelas VIII E masih kurang memuaskan dan siswa mempunyai motivasi yang rendah dalam proses belajar dan mengajar. untuk mengatasi masalah tersebut peneliti menggunakan film teknik. Teknik ini dipilih karena dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan menulis sehingga kemampuan menulis mereka dapat meningkat. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah “Bagaimana film bisa meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis siswa MTs Negeri Planjan Kesugihan Cilacap dalam menulis paragraph narrative?”. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas secara kolaborasi. Dalam penelitian ini, peneliti dan kolaborator bekerja sama dalam menyusun rencana pelajaran, mengimplementasikan tindakan, mengamati tindakan, dan melakukan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII E pada MTs Negeri Planjan Kesugihan Cilacap tahun ajaran 2008-2009. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengikuti prosedur penelitian tindakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Prosedur penerapan media film dalam pembelajaran menulis pada penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) mengawali pelajaran dengan ice breaking,(2) mengelompokan anak-anak dengan cara memberi daftar kata kunci.(3) menyuruh anak-anak duduk berkelompok, terdiri dari empat sampai lima orang setiap kelompoknya,(4) menyuruh anak-anak untuk membaca daftar kata dipandu oleh , (5). menampilkan gambar sesuai dengan tema , (6) menapilkan model teks, (6) menayangkan narrative film pendek secara lambat atau bahkan berhenti pada bebarapa kejadian dan mengisi narrative chart berkelompok, (8) Siswa menjawab pertanyaan bersama anggota kelompoknya, (9) Siswa mengembangkan draft berdasarkan jawaban-jawaban pada pertanyaan, (10) Siswa diminta untuk merevisi dan mengedit draft yang telah mereka buat, (11) Siswa diberi kesempatan untuk menampilkan karya tulisnya, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi ini dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf narrative. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari nilai tes rerata siswa pada siklus 1,dan siklus 2.Nilai rerata siswa pada sikulus 1 adalah 61dan pada siklus 2 menjadi 72. Selain itu film juga mampu meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa selama pembelajaran menulis. Hal ini dapat dilihat dari prosentase keterlibatan siswa pada siklus1 yaitu 63% dan 70% pada siklus 2. Berkaitan dengan response siswa, 86% menyatakn termotivasi pada siklus 1 dan 87% pada siklus 2. Berdasarkan temuan di atas, beberapa saran dikemukakan.Bagi guru bahasa inggris, untuk menerapkan media film dalam mengajar menulis. Kepada pihak sekolah untuk menyediakan media pembelajaran seperti halnya computer dan LCD proyektor Ketiga, bagi peneliti mendatang, disarankan melakukan studi semacam ini dengan ketrampilan dan type teks yang berbeda. Kata kunci: films, kemampuan menulis, paragraph narrative

Penggunaan Blog untuk Memperbaiki Keterampilan Menulis Mahasiswa dalam Mengembangkan Esai Percontohan (Example Essay) di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Palangka Raya Akhmad Fauzan Abstrak
Ada empat masalah utama dalam pengajaran menulis di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Masalah tersebut berhubungan dengan keterbatasan sumber materi cetak, kegiatan yang terpusat pada guru, pembaca tulisan mahasiswa, dan timbal balik terhadap tulisan mahasiswa. Keempat masalah ini kemudian mempengaruhi mahasiswa dalam menulis Bahasa Inggris, khususnya menulis esai akademik. Oleh sebab itu, penelitian ini mencoba memecahkan masalah dalam pengajaran menulis. Penggunaan blog dimaksudkan untuk membantu mahasiswa memperbaiki keterampilan 227

Program Studi S2 ING 229

menulis mereka dalam mengembangkan esai percontohan. Blog digunakan sebagai strategi dalam penelitian ini karena blog adalah sumber potensial untuk pembelajaran bahasa, blog cocok untuk mahasiswa, blog adalah pembelajaran otentik, dan blog praktis digunakan. Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa Menulis 3 di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Palangka Raya. Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini memiliki 2 siklus. Pada siklus pertama, perbaikan keterampilan menulis mahasiswa tidak menunjukkan kemajuan berarti. Hanya ada 3 mahasiswa yang memiliki skor 2 atau 3 poin untuk semua sub-kriteria dalam rubrik penilaian. Jadi, siklus pertama tidak memenuhi kriteria keberhasilan. Kegagalan strategi dalam memperbaiki kemampuan menulis mahasiswa pada siklus pertama terdapat pada kekurangan waktu, kesulitan dalam mengungkapkan ide, dan keraguan dalam menggunakan kosa kata yang sesuai dan tata bahasa Inggris yang tepat. Setelah strategi diperbaiki berdasarkan temuan-temuan selama pelaksanaan siklus pertama, mahasiswa pun menunjukkan perbaikan dalam mengembangkan esai percontohan. Ada 16 mahasiswa yang memiliki skor 2 atau 3 poin untuk semua sub-kriteria di rubrik penilaian. Angka ini menunjukkan 80% dari jumlah keseluruhan mahasiswa, dan ini berarti kriteria keberhasilan telah dicapai. Berdasarkan temuan-temuan pada kedua siklus, peneliti mengambil kesimpulan untuk keefektifan penerapan strategi blog. Pertama, dosen dan mahasiswa harus mendaftar di blog untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan blog. Kedua, mahasiswa harus menggunakan mesin pencari untuk menemukan situs jejaring atau blog yang berkenaan dengan topik tulisan mereka. Ketiga, mahasiswa juga harus memeriksa situs jejaring tata bahasa dan kamus Bahasa Inggris selama proses menulis untuk meyakinkan struktur kalimat dan pilihan kata. Keempat, dosen dan mahasiswa harus memberikan komentar, pembenaran, dan saran kepada blog mahasiswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengilhami guru Bahasa Inggris dalam memanfaatkan teknologi di dalam ruang kelas, mahasiswa yang berlatih keterampilan berbahasa melalui aplikasi internet, dan peneliti lain untuk melakukan penelitian serupa yang bertujuan meningkatkan keterampilan mahasiswa tidak hanya dalam menulis, tetapi juga dalam menyimak dan membaca. Kata kunci: blog, keterampilan menulis, esai percontohan

Keefektifan Jurnal Dialog dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Naratif Siswa Kelas 12 MAN 3 Malang Ali Mukti Abstrak
Jurnal dialog adalah sesuatu yang baru dan keefektifannya pada siswa MAN 3 Malang belum terbukti. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keefektifan teknik jurnal dialog dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa dalam menulis teks naratif. Masalah penelitian umum yang harus dijawab adalah, “Apakah para siswa yang diajar dengan menggunakan teknik jurnal dialog menunjukkan hasil yang lebih baik dalam menulis teks naratif dari pada mereka yang tidak diajarkan dengan menggunakan teknik jurnal dialog?” Jawaban sementara untuk pertanyaan tersebut kemudian di formulasikan dalam sebuah hipotesa kerja yang berbunyi “Nilai rerata kelompok yang diajar dengan menggunakan jurnal dialog lebih tinggi secara signifikan dari pada nilai rerata kelompok yang tidak diajar menggunakan teknik jurnal dialog.“ Desain penelitian ini adalah semi-eksperimen dengan tes awal-tes akhir kelompok control yang tidak diacak. Sampel penelitian ini diambil dari populasi kelas 12 MAN 3 Malang tahun pelajaran 2008/2009; yaitu kelas 12 IPA 3 sebagai kelompok kontrol, dan kelas 12 IPA 2 sebagai kelompok eksperimen. Kedua kelas ini masing-masing diisi oleh 36 siswi. Dalam pengumpulan data, dua soal tes menulis digunakan sebagai instrumen; satu soal digunakan dalam tes awal, dan satu soal lain dalam tes akhir. Dalam tes tersebut, siswa diminta untuk menulis teks naratif. Kemudian, pekerjaan mereka dinilai dengan menggunakan rubrik penskoran analitik. Disamping itu, kuesioner digunakan sebagai instrumen sekunder. Kuesioner ini diberikan hanya pada kelompok eksperimen guna mengevaluasi pelaksanaan jurnal dialog. Berdasarkan karakteristik deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rerata dari kelima aspek menulis kelompok eksperimen lebih baik dari pada kelompok kontrol. Dengan demikian, teknik jurnal dialog yang diterapkan di kelompok eksperimen membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks naratif. Disamping itu, dengan menggunakan analisa covarian (ANCOVA) dengan tingkat signifikan 0,05, hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kosa kata dan tata bahasa menghasilkan perbedaan yang signifikan. Hal ini karena F hitung untuk kosa kata adalah 4,595 dan 27,548 untuk tata bahasa sementara F

230 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009

tabelnya adalah 3,988. Untuk tiga aspek yang lain, yaitu isi, organisasi, dan mekanis, menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai F hitung ketiga aspek ini lebih kecil dari pada F tabelnya. Secara berurutan nial F hitung untuk masing-masing adalah 0,071, 0,669, and 3,755. Secara umum, akan tetapi, hasil yang dihitung dari keseluruhan aspek menunjukkan bahwa nilai F hitung dari seluruh aspek menulis (8,580) lebih besar dari pada F tabel (3,988). Maka, terdapat cukup bukti untuk menolak hipotesa nol. Dengan kata lain, hipotesa kerja dapat diterima. Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa teknik jurnal dialog yang diberikan kepada kelompok eksperimen terbukti efektif meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis teks naratif. Oleh karena itu, disarankan bahwa guru bahasa Inggris menerapkan teknik jurnal dialog ini dalam pengajaran menulis. Disamping itu, guru juga perlu memberikan perhatian lebih terhadap kemampuan menulis siswa berkaitan dengan tata bahasa dan mekanik selain ketiga aspek yang lain. Hal ini dikarenakan kedua aspek yang disebut pertama berada pada criteria rendah hingga sedang. Saran juga ditujukan kepada peneliti yang akan datang bahwa percobaan penelitian dapat dilakukan lebih dari 10 kali pertemuan dan pada siswa kelas 10 atau 11 sebagai subjeknya.Disamping itu, peneilitian dapat dilakukan pada kelas atau program yang memiliki perkembangan kognitif rendah dan atau masalah afektif. Peneliti, agar lebih netral, tidak perlu terlibat langsung dalam pengajaran di kelas tetapi dapat menugaskan seorang atau dua orang guru lain untuk mengajar di kedua kelompok. Kata kunci: keefektifan, jurnal dialog, keterampilan menulis, teks naratif

Menerapkan Strategy DRTA untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca Siswa Kelas Sebelas MAN Kandangan Kediri Ani Mutadayyinah Abstrak
Membaca sebagai salah satu ketrampilan dasar bahasa yang harus dikuasai dipembelajaran bahasa. Biasanya diajarkan bersama dengan tiga ketrampilan bahasa lain. Sebagai salah satu ketrampilan bahasa, membaca mendapat perhatian lebih dari keterampilan bahasa lainnya. Ada prioritas utama. Bagaimanapun, banyak siswa tidak mempunyai cukup ketrampilan dalam membaca dan prestasi membaca mereka rendah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dan bertujuan meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa kelas sebelas pada teks narasi di MAN Kandangan melalui DRTA (Directed Reading Thinking Activity). Strategi ini dipilih karena membantu mengembangkan kemampuan membaca kritis and mendorong membaca aktif. Selain itu, strategi ini telah terbukti, melalui banyak penelitian, telah mampu meningkatkan prestasi pemahaman membaca dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah tiga puluh siswa kelas tiga MAN Kandangan pada tahun akademik 2008/2009. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu, planning, implementing, observing, dan reflecting. Masing-masing siklus dalam penelitian terdiri dari dua pertemuan untuk penerapan strategi dan satu pertemuan untuk tes. Data penelitian ini dikumpulkan melalui beberapa instrument berikut; lembar observasi, lembar catatan, kuestioner, dan tes membaca pemahaman. Hasil penelitian ini menunjukkan model yang tepat dari DRTA strategi dalam pengajaran membaca di MAN Kandangan terdiri dari langkah langkah berikut: ditahap membaca awal; (1) mengelompokkan siswa, (2) menjelaskan tujuan pelajaran, (3) mengiring siswa pada topic dengan memberi beberapa pertanyaan dan menunjukkan gambar, (4) meminta siswa memprediksi topic bacaan dari gambar dan judul yang diberikan, (5) mengenalkan kosakata baru. Ditahap membaca diam terpadu; (1) memberikan pertanyaan, (2) meminta siswa memprediksi bacaan kemudian menulisnya dalam lembaran, (3) meminta siswa berbagi dengan kelompok. Dalam hal ini, beberapa prediksi siswa ditulis di papan tulis, (4) menugaskan salah satu siswa untuk membaca keras diikuti oleh semua siswa membaca secara diam, (5) meminta untuk mencatat informasi, (6) meminta siswa berdiskusi dengan kelompok. Di tahap membaca akhir; (1) menugaskan untuk memeriksa dan membuktikan prediksi mereka, (2) meminta menemukan bukti untuk mendukung prediksi, (3) berdiskusi prediksi murid, (4) meminta siswa mengerjakan tugas, (5) mendiskusikan jawaban siswa. Lebih lanjut, hasil penelitian ini menjelaskan bahwa strategi DRTA meningkatkan pemahaman membaca siswa. Peningkatan ini dapat dilihat dari bertambahnya skor pemahaman membaca siswa yang dapat mencapai nilai target (75 pada rentang 0 sampai 100), yaitu pada tes awal, hanya ada 8 siswa atau 24%

Program Studi S2 ING 231

dari 33 siswa yang dapat mencapai nilai target. Pada siklus pertama, ada 17 siswa atau 48% dari 33 siswa yang dapat mencapai nilai target. Pada siklus kedua, ada 22 siswa atau 67% out of 33 siswa yang dapat mencapai nilai target. Selain itu, penemuan ini menjelaskan bahwa strategi DRTA sukses meningkatkan murid aktif terlibat dikelas. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa strategi DRTA tidak hanya sukses dalam meningkatkan pemahaman membaca siswa tetapi juga dapat meningkatkan keterlibatan siswa pada proses pembelajara. Oleh sebab itu, beberapa saran dibuat. Pertama, guru-guru bahasa Inggris dapat menerapkan strategi DRTA dalam pembelajaran membaca. Mereka harus mengunakan teks bacaan yang belum dibaca oleh siswa dan mereka juga harus positif, suportif, and memberi semangat. Kedua, peneliti-peneliti selanjutnya disarankan mereka melakukan penelitian yang sama mengunakan strategi DRTA pada ketrampilan bahasa lainnya dan pada jenis teks yang lain seperti expository, report, dan recount. Kata kunci: strategy directed reading thinking activity, pemahaman membaca

Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Recount Dengan Menggunakan Teknik Pertanyaan Berakhir Terbuka Bagi Siswa MTsN Godean Kelas Delapan B.M. Hartono Abstrak
Studi awal menunjukkan bahwa pengajaran menulis di MTsN Godeanbelum membantu siswa terampil menulis. Tulisan siswa terdapat kesalahan-kesalahan. Oleh karena itu peneliti benar-benar perlu mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan teknik pertanyaan berakhir terbuka dalam mengajarkan menulis. Teknik ini merupakan gabungan dari proses menulis yang terdiri dari menggali gagasan, mengembangkan gagasan, menambah atau mengurangi gagasan, dan membenarkan kekeliruan-kekeliruan serta jenis teks ,khususnya recount, yang mengaitkan antara tujuan dan bentuk. Masalah penelitian yang diajukan adalah bagaimana teknik pertanyaan berakhir terbuka dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa dalam teks recount? Berbasis pada masalah penelitian itu, penelitian menekankan pada penggunaan pertanyaan berakhir terbuka untuk meningkatkan kemampuan kemampuan menulis teks recount bagi siswa MTsN Godean kelas delapan. Rancangan penelitian yang diterapkan adala penelitian tindakan kelas. Pada penelitian ini peneliti dibantu oleh seorang teman sejawat. Penelitian dilakukan pada sebuah kelas yang terdiri 41 siswa yang diambil sebagai subyek penelitian. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, penerapan, pengamatan, dan penilaian. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa instrumen seperti daftar pengamatan, catatan-catatan lapangan, angket, dan porto folio atau tulisan-tulisan siswa. Penarapan open-ended questioning technique diawali dengan menanyakan kegiatan siswa yang telah mereka lakukan sebagai persiapan menulis. Berdasarkan jawaban siswa, guru mendisain gambaran situasi (prompt) dengan mempertimbangkan bahwa prompt tersebut menarik, dialami oleh seluruh siswa, dan disesuaikan dengan tingkat kemampuan bahasa siswa. Kemudian secara berkelompok siswa mengubah prompt menjadi pembuka cerita pengalamannya yang akan ditulisnya. Kemudian untuk mengembangkan tulisan tentang pengalamannya guru memberikan pertanyaan terbuka. Untuk memperbaiki tulisannya, guru meminta siswa menambah keterangan yang diperlukan atau menghilangkan keterangan yang tidak diperlukan. Sebagai penutup tulisan siswa guru menanyakan kesan yang telah dirasakan dari apa yang telah ditulisan. Terakhir, siswa diminta membenahi hal-hal yang terkait dengan teknik penulisan. Penemuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teknik pertanyaan berakhir terbuka meningkatkan kemampuan menulis siswa. Peningkatan skor rata-rata tulisan siswa dapat dilihat dari tiap-tiap siklus. Sebelum teknik ini diterapkan skor rata-rata tulisan siswa 45.585. Setelah teknik ini diterapkan pada siklus pertama skor rata-rata tulisan siswa 57.870. Dan skor rata-rata tulisan siswa pada siklus kedua 76.121. Berdasarkan hasil dari penerapan teknik pertanyaan berakhir terbuka untuk pengajaran menulis, guru-guru bahasa Inggris dianjurkan menerapkan teknik tersebut terutama dalam mengajar menulis teks recount. Dan bagi peneliti selanjutnya, khususnya bagi mereka yang tertarik untuk menerapkan teknik ini, dianjurkan untuk menerapkan teknik ini dalam menulis jenis-jenis teks yang lain seperti deskripsi, narasi, prosedur, dan laporan. Kata kunci: kemampuan menulis, teknik pertanyaan berakhir terbujka, recount

Saran kedua ditujukan kepada pimpinan program studi pendidikan bahasa Inggris pada fakultas ini agar membuat suatu kebijakan untuk peningkatan kualitas pendidikan dengan mengadakan deseminasi dari prosedur pendekatan ini kepada para dosen mata kuliah Writing II (menulis paragraf) and meminta kepada mereka agar menggunakannya untuk mengajar mata kuliah tersebut. questionnaire. Rumusan masalah penelitian ini adalah “Bagaimana kemampuan mahasiswa dalam menulis paragraf dapat ditingkatkan melalui pendekatan berbasis proses?” Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif.232 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Peningkatan Kemampuan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. organisasi. dan simpulan.09% pada siklus kedua. Tahap menulis draf akhir dilakukan untuk menulis kembali draf yang telah direvisi dan diedit ke dalam draf akhir dengan menggunakan tulisan tangan dan pengetikan di komputer. mengamati. Sehubungan dengan data tersebut. pertemuan kedua digunakan untuk kegiatan merevisi dan mengedit. Hasil tersebut diperoleh dari implementasi pendekatan ini yang dilakukan melalui lima tahap dalam menulis. catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian ini. Peneliti dan collaborator bekerja sama untuk membuat rencana satuan pelajaran. salah satu cara yang cocok untuk mengatasi masalah itu adalah menerapkan pendekatan berbasis proses. Data yang diambil melalui lembar pengamatan. observasi. persuasi.57) pada siklus kedua. para peneliti disarankan untuk melakukan penelitian dengan menggunakan prosedur pendekatan ini untuk memecahkan permasalahan yang hampir sama dalam penelitian ini pada penulisan bentuk paragraf yang lain seperti narasi. pemilihan kata.46) pada siklus pertama bertambah menjadi 25. Selama melaksanakan penelitian. Tahap merevisi dilakukan untuk mengidentifikasi dan memberbaiki isi dan organisasi sebuah paragraf dengan menggunakan strategi merevisi sendiri dan teman pasangan. beberapa masalah utama dalam paragraf yang berkaitan dengan isi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Pendekatan ini dipilih karena dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam proses menulis. dan huruf besar.37 (84. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pendekatan berbasis proses berhasil meningkatkan kemampuan mahasiswa menulis paragraf. pelaksanaan. dan struktur kalimat termasuk tata bahasa dan mekanik (ejaan. Selain itu. dan mekanik seperti penulisan ejaan. tanda baca. dan merefleksikannya. dan pertemuan ketiga dilakukan untuk kegiatan menulis draf akhir. dan huruf besar) dihadapi oleh mahasiswa di program studi tersebut. Palu.82% pada siklus pertama bertambah menjadi 84. peningkatan juga diketahui dari partisipasi aktif mahasiswa dalam proses menulis dari 56. Setiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari 3 pertemuan. FKIP Universitas Tadulako dalam Menulis Paragraf melalui Pendekatan Berbasis Proses Budi Abstrak Berdasarkan pengalaman peneliti dalam mengajar mata kuliah menulis paragraf dan hasil evaluasi diri program studi pendidikan bahasa Inggris. Kalimat-kalimat itu disusun secara berhubungan dan beraturan dengan menggunakan tanda pengatur atau penghubung. eksposisi. Peningkatan itu dapat diketahui dari hasil skor ratarata 19. menerapkan. Subyek penelitian ini melibatkan 29 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris semester dua tahun pelajaran 2008/2009. Tahap pramenulis dilaksanakan untuk mengeluarkan dan mengorganisasikan gagasan dengan cara mengklasifikasi ide (gagasan) dan membuat kerangka atau outline dari sebuah paragraf. Pertemuan pertama difokuskan pada kegiatan pramenulis dan menulis draf awal. Selanjutnya. pemilihan kata. Penelitian ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis paragraf deskriptif melalui pendekatan berbasis proses. dan refleksi. dengan cara mengedit sendiri dan teman pasangan. peneliti mengajukan beberapa saran. tata bahasa. Oleh karena itu. pendukung. tanda baca. Tahap mengedit dilaksanakan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan pada struktur kalimat.04 (63. . dan hasil pekerjaan mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengikuti prosedur: perencanaan. kemampuan mahasiswa menulis paragraf masih rendah. dua orang tidak hadir karena sakit. ataupun bentuk argumentasi. Saran pertama ditujukan kepada para dosen untuk mengimplementasikan prosedur dari strategi pada pendekatan ini dalam mengajar menulis paragraf dengan cara mengetahui dulu permasalahan mahasiswa jika mereka menemukan permasalahan yang hampir sama dalam penelitian ini. Tahap menulis draf awal digunakan untuk mengembangkan gagasan dari kerangka tersebut dengan cara menulis kalimat dalam draf dan mengorganisasikan kalimat itu menjadi tiga bagian yakni kalimat topik.

rendahnya motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris. questioning (bertanya). Tahap kedua adalah kegiatan inti yang terdiri dari empat strategi. menemukan pokok pikiran serta menemukan informasi yang tersurat dan tersirat. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti. Melalui proses belajar mengajar membaca. paragraf. untuk memperoleh informasi tentang kegiatan dan penampilan guru dan siswa selama pelaksanaan Metode Pengajaran Timbal-Balik. paragraf deskriptif. Dalam hal ini Reciprocal Teaching (RT) Method atau Metode Pengajaran Timbal Balik dengan empat strateginya. Siswa belajar bagaimana memprediksi isi materi berikutnya. untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil (1) lembar observasi. Tahap pertama adalah kegiatan awal.00 untuk tes Siklus 2. dan menyimpulkan isi dari apa yang mereka telah baca. predicting (memprediksi).69 untuk tes Siklus 1. penerapan sebuah metode atau strategi yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar membaca sangatlah diperlukan. (3) kuis. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keampuan pemahaman membaca siswa dalam bahasa Inggris melalui penerapan Metode Pengajaran Timbal-Balik. merancang rencana pembelajaran.56 untuk tes awal. dan (4) kuesener digunakan untuk memperoleh informasi dari siswa apakah strategi yang diterapkan dapat memotivasi siswa terlibat selama proses pengajaran dan pembelajaran. kesatuan. Kepada para siswa juga disarankan untuk menggunakan Metode Pengajaran Timbal-Balik untuk melatih kemampuan pemahaman membaca mereka yang dapat dilakukan melalui kegiatan intra atau ekstra kurikuler. Kalimantan Tengah Budi Suryanto Abstrak Membaca merupakan salah satu dari keterampilan berhahasa yang harus diajarkan kepada muridmurid Sekolah Menengah Atas dalam pelajaran Bahasa Inggris. menemukan informasi tertentu. Oleh karena itu. clarifying (mengklarifikasi). Hasil penelitian menunjukan bahwa Metode Pengajaran Timbal-Balik dalam pengajaran dan pembelajaran pemahaman membaca adalah efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa. menjelaskan. disarankan kepada para guru untuk menggunakan Metode Pembelajaran Timbal-Balik sebagai satu alternative pengajaran pemahaman membaca di kelas dan pengajaran bahasa Inggris lainnya untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. mengamati. Tahap ketiga adalah kegiatan akhir. Prosedur penerapan Metode Pengajaran Timbal-Balik dalam pengajaran dan pembelajaran pemahaman membaca dibagi menjadi tiga tahap. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang mana peneliti dan guru bekerja sama dalam menyiapkan prosedur Metode Pengajaran Timbal-Balik yang sesuai. Selanjutnya bagi para peneliti berikutnya disarankan untuk melakukan penelitian yang sama yang mencakup tingkat siswa yang lebih tinggi atau . Dalam kegiatan Metode Pengajaran Timbal-Balik. menentukan criteria keberhasilan. memprediksi. dan 72. dan summarizing (menyimpulkan) diterapkan untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan kemampuan memahami bacaan. melaksanakan kegiatan. (2) catatan lapangan. bertanya. dan melakukan refleksi. serta teknik mengajar yang kurang variatif. para siswa diharapkan mampu memahami teks bacaan yang mereka baca. Akan tetapi berdasarkan study pendahuluan ditemukan bahwa siswa siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Muara Teweh masih mengalami kesulitan dalam menemukan gambaran umum dari suatu bacaan. Subyek penelitian ini berjumlah 40 orang siswa kelas XI IPS 2 MAN Muara Teweh-Kalimantan Tengah pada tahun akademik 2008/2009.Program Studi S2 ING 233 Kata kunci: pendekatan berbasis proses. frase. terbatasnya jumlah kosakata bahasa Inggris yang mereka kuasai. dan merangkum. atau kalimat yang dianggap sulit kepada rekannya. digunakan untuk mengidentifikasikan apakah siswa sudah memperoleh kemajuan dalam pemahaman membaca. digunakan untuk mencatat data yang tidak tercakup pada lembar observasi. Peningkatan tersebut ditunjukan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa melalui siklus kegiatan yaitu 53. kemampuan menulis Menerapkan Metode Pengajaran Timbal-Balik untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca Siswa Kelas Sebelas MAN Muara Teweh. kurangnya kemampuan siswa dalam menguasai keterampilan membaca. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tiga kali pertemuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa. Berdasarkan temuan tesebut. 58. Selain itu siswa termotivasi dan aktif dalam kelas belajar yang menggunakan metode tersebut dalam hal belajar bekerja bersama dan saling membantu satu sama lainnya dalam sebuah kelompok yang berbeda kemampuan yang ditunjukan dengan hasil kerja mereka. menjelaskan kata-kata. koherensi. siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari empat orang siswa.

dan angket. pengamatan (pengambilan data). Untuk memperoleh data penelitian. Oleh karena itu. Ini bisa dilihat dari hasil di tiap siklus. peneliti menggunakan beberapa instrumen penelitian. Kata kunci: teknik bermain peran. peneliti sangat termotivasi untuk mengatasi masalah tersebut dengan cara menerapkan teknik bermain peran dalam pengajaran ketrampilan berbicara. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketrampilan berbicara siswa meningkat secara signifikan dari satu siklus ke siklus berikutnya. mengajari teks dialog yang telah diberikan. karakter. Rancangan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus secara kolaboratif dimana peneliti dibantu oleh guru kolaborator didalam melakukan penelitian. Masalah-masalah tersebut adalah rendahnya kemampuan berbicara siswa. Selain itu. dan situasi yang sama dengan Madrasah Aliyah Sunan Drajat Sugio-Lamongan. Penelitian dilakukan di dalam satu kelas yang terdiri dari 24 siswa yang secara keseluruhan dijadikan subyek penelitian. maka bagi guru bahasa Inggris yang siswanya memiliki masalah kelas. disarankan bahwa teknik bermain peran ini bisa digunakan sebagai teknik alternativ untuk mengajarkan kemampuan berbicara bahasa Inggris di tingkat SMA/MA. Selain itu. dan refleksi. meningkatkan. menyuruh siswa memodifikasi situasi dan dialog yang telah dimainkan bersama kelompoknya masing-masing.7% siswa yang mampu mencapai paling tidak tingkat baik (good) di siklus pertama menjadi 66. Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan bagaimana teknik bermain peran meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas 11 Madrasah Aliyah Sunan Drajat Sugio-Lamongan.7% siswa di siklus kedua. Menulis menempati skor terendah dibandingkan tiga kemampuan bahasa lainnya. siswa mengalami kesulitan untuk mendapatkan ide.5% siswa di siklus kedua. Prosedur teknik bermain peran yang diterapkan oleh peneliti dalam penelitian ini terdiri dari 7 langkah pokok. mengatur kelompok siswa. yaitu lembar observasi. . kemampuan berbicara Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa dalam Menulis Teks Recount melalui Gambar Berseri di MTs Negeri Lubuk Basung I Sumatera Barat Era Susanti Abstrak Menulis merupakan keterampilan yang paling sulit bagi siswa di MTs Negeri Lubuk Basung 1 Sumatra Barat. penerapan. rendahnya motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris. Rasa percaya diri siswa juga meningkat dari 37. peneliti menemukan beberapa masalah terkait dengan aktivitas pembelajaran bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Sunan Drajat Sugio-Lamongan. menyuruh siswa praktek bermain peran dengan teman kelompoknya sesuai dialog yang telah diberikan. Prosedur pelaksanaan penelitian ini terdiri dari empat tahapan. Kata kunci: metode pengajaran timbal-balik. yaitu perencanaan. pemahaman membaca Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa di Madrasah Aliyah Sunan Drajat SugioLamongan melalui Teknik Bermain Peran Chothibul Umam Abstrak Berdasarkan penelitian pendahuluan. dan menyuruh siswa menampilkan dialog yang telah mereka buat atau modifikasi sendiri di depan kelas bersama anggota kelompoknya masing-masing. Berdasarkan efektifitas dari penerapan teknik bermain peran dalam pengajaran berbicara. dan penggunaan teknik yang monoton dan tidak tepat oleh guru. catatan lapangan. Mereka tidak dapat menulis dengan lancar karena mereka tidak tahu apa yang akan ditulis dan mereka mandek ketika sedang menulis.234 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 rendah seperti menggunakan siswa kelas X and XII sekolah lanjutan tingkat atas sebagai subyek penelitian berikutnya.5% siswa di siklus pertama menjadi 62. Kemampuan berbicara siswa meningkat dari 41. yaitu: menentukan materi pembelajaran. memberikan teks situasi dan dialog yang harus dimainkan. Hal ini dapat dilihat dari skor yang tidak memuaskan dan beberapa masalah yang dihadapi siswa ketika menulis.

Berkenaan dengan masalah tersebut. motivasi yang rendah. khususnya kelas VIIIC yang menjadi subyek penelitian ini. (6) meminta siswa mengidentifikasi kata kerja yang digunakan di dalam teks.(4) meminta siswa menentukan outline masing-masing gambar. mengatur waktu seefektif mungkin. (2) meminta siswa menyusun gambar acak menjadi gambar berseri (3) meminta siswa mencari kosakata dan informasiinformasi dari gambar. Dari faktor tersebut. teks recount Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Inggris Siswa Kelas Dua MTs Tarbiyah Takalar melalui Permainan Bahasa Herman Abstrak Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan dan juga pengalaman peneliti sebagai guru. Setelah dites.(12) menyuruh siswa memasang kartu-kartu yang bertuliskan kata hubung untuk menghubungkan gambar-gambar. Karena teknik mengajar yang beragam sangat menentukan keberhasilan siswa. dan refleksi. observasi pelaksanaan. Penerapan penggunaan gambar berseri dalam mengajar menulis teks recount juga mendapat tanggapan positif dari siswa. Prosedur penelitian terdiri dari empat tahapan utama. skor rata-rata pada siklus ini naik menjadi 66. Masalah penelitian ini adalah “Bagaimana permainan bahasa bisa meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris siswa kelas VIII MTs Tarbiyah Takalar?” Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang prosedurnya meliputi empat tahapan: perencanaan. Menulis menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menarik bagi mereka. (9) mendiskusikan isi teks dengan memberikan beberapa pertanyaan. (5) memberikan model teks recount kepada siswa. dan memilih topik dan gambar berseri yang dekat dengan kehidupan siswa. pelaksanaan tindakan. dan penguasaan kosa kata yang kurang. catatan lapangan. disarankan kepada guru-guru bahasa Inggris yang menerapkan strategi ini untuk memberikan instruksi yang jelas kepada siswa. Nilai rata-rata yang mereka peroleh dalam pelajaran berbicara bahasa Inggris adalah paling rendah diantara empat ketrampilan berbahasa. memberikan kontrol dan bimbingan dalam kerja kelompok. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan siswa tersebut yakni perasaan takut melakukan kesalahan. penerapan. (11) meminta siswa menyusun kalimat acak menjadi teks recount yang baik berdasarkan gambar berseri. dan wawancara. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaborasi dimana peneliti dan guru kolaborasi bekerja sama dalam melaksanakan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus . perencanaan tindakan. siswa tidak memiliki motivasi untuk menulis dan menjadikan menulis sebagai kegiatan yang sulit dan membosankan bagi mereka. Subyek penelitian ini adalah 31siswa MTs Negeri Lubuk Basung 1 Sumatera Barat kelas VIII. (13) meminta siswa menulis teks recount secara individu berdasarkan gambar berseri.0 dimana 73. penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana gambar berseri digunakan dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks recount di MTs Negeri Lubuk Basung 1 Sumatera Barat. temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa siswa aktif dan antusias dalam kegiatan belajar. dan refleksi. Kata kunci: kemampuan menulis. Penelitian ini menemukan prosedur yang cocok dalam penggunaan gambar berseri dalam mengajar menulis teks recount sebagai berikut: (1) membagi siswa dalam kelompok-kelompok. gambar berseri. Dari temuan penelitian. format observasi. (10) menyuruh siswa mengidentifikasi penggunaan huruf kapital dan tanda baca dalam teks model.3% siswa memperoleh skor 65 keatas. teknik mengajar yang monoton menjadi fokus penelitian ini. dan (16) meminta siswa merespon karangan yang dibacakan oleh temanya. (7) meminta siswa mengidentifikasi kata sambung yang digunakan dalam teks. Hasilnya. siswa MTs Tarbiyah Takalar belum mampu berbahasa Inggris dengan baik.Program Studi S2 ING 235 mereka juga mendapatkan kesulitan bagaimana membuat kalimat. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes menulis. pengamatan.4 tahun pelajaran 2008/2009. teknik mengajar guru yang monoton. disarankan untuk melakukan penelitian selanjutnya tentang penggunaan gambar berseri dalam pengajaran bahasa Inggris yang berfokus pada peningkatan penguasaan tata bahasa siswa. Di samping peningkatan skor karangan siswa.(8) meminta siswa mendiskusikan bagian-bagian teks. Bagi peneliti lain. (14) meminta siswa membaca kembali draf dan mengoreksinya. (15) meminta siswa membaca nyaring hasil tulisan siswa di depan kelas. maka guru menyiapkan teknik yang menarik dalam mengajar ketrampilan berbahasa Inggris yaitu teknik permainan bahasa.

(8) menjawab beberapa pertanyaan setiap satu laporan selesai melaporkan. (4) membagikan gambar berbeda kepada setiap kelompok sebagai acuan pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan oleh ”Trainee Reporter”. (8) meminta ”reporter” setiap kelompok mewawancarai kelompok yang bertukar gambar dengan kelompoknya. prosedurnya adalah: (1) memberi contoh cara melakukan permainan dibantu dua orang siswa. Ini berarti bahwa temuan di Siklus Dua telah mencapai ke tiga kriteria keberhasilan yang ditetapkan. (7) melaporkan hasil wawancara mereka secara bergiliran dan menyuruh siswa yang lain memperhatikan isi. membaca adalah keterampilan wajib yang diajarkan di sekolah-sekolah mulai tingkat sekolah dasar dampai pendidikan tinggi. dst. dan lembar kuesioner. Rata-rata 86% siswa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. keadaan ini terjadi karena beberapa faktor. Selain itu. workshop. Sedangkan nilai rata-rata siswa dalam melakukan dialog sederhana adalah 76 dan dalam menyampaikan laporan lisan adalah 74. Sedangkan prosedur permainan ”Be Someone Else” adalah: (1) memberikan contoh cara melakukan permainan itu dengan menjadi ”orang lain” dan memberi beberapa informasi tentang ”diri barunya” (misalnya saya seorang polisi. (2) memotivasi siswa bertanya sebanyak mungkin tentang ”diri baru” nya. . (2) mengelompokkan siswa. (13) menugaskan kepada masing-masing kelompok merevisi laporan mereka dan mengumpulkannya dalam bentuk tertulis. Mereka dapat juga melalukan penelitian eksperimen mengenai keterampilan berbicara untuk menguji atau memperkuat hasil penelitian ini. disarankan kepada para guru bahasa Inggris agar menerapkan teknik ini dalam pengajaran berbahasa Inggris di kelas yang siswanya bermotivasi rendah dan kemampuan yang beragam dan menyampaikan teknik ini pada kegiatan MGMP. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi. (6) meminta siswa menukar gambar dengan kelompok lain sebagai acuan wawancara. Oleh karena itu. (12) meminta umpan balik dari siswa mengenai kesalahan tata bahasa dan pengucapan dari setiap ”reporter” dan masalah yang mereka hadapi selama proses belajar mengajar. dan pengucapan dari setiap laporan. keterampilan berbicara Meningkatkan Pemahaman Membaca Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui Strategi Pemahaman Membaca PreQueS Hermanto Abstrak Dalam konteks pengajaran dan pembelajaran Bahasa Inggris. lembar penilaian diri siswa. alat rekam. tata bahasa dan pengucapan dari para reporter. (11) menanyakan beberapa pertanyaan kepada siswa lain setiap selesai satu reporter menyampaikan laporan untuk mengecek perhatian mereka. (10) menugaskan masing-masing siswa merevisi laporan mereka dan mengumpulkannya dalam bentuk tertulis. ataupun pelatihan guru. Namun demikian. (10) meminta para ”reporter” menyampaikan laporan secara bergiliran dan siswa lain memperhatikan isi. Dalam permainan ”Trainee Reporter”.236 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 dengan tiga pertemuan setiap siklus. (3) meminta siswa menentukan ”diri baru” mereka masing-masing dan memikirkan informasi-informasi tentang ”diri baru” mereka itu. (5) meminta setiap kelompok menentukan ”reporter” nya masing-masing. (3) meminta satu kelompok untuk mencontohkan kembali permainan tersebut. (7) meminta setiap kelompok memilih dua orang di dalam gambar tersebut untuk diperankan dan menyiapkan berbagai informasi yang berhubungan dengan kejadian di gambar tersebut untuk wawancara. (6) meminta siswa bertukar peran dan berganti pasangan. Kata kunci: permainan bahasa. saya sering menangkap penjahat. Hasil penelitian pada Siklus Dua menunjukkan peningkatan berarti.). antara lain. baik mengenai keterlibatan siswa maupun unjuk kerja berbicara siswa. catatan lapangan. disarankan pula kepada para calon peneliti untuk melakukan penelitian yang sejenis dengan permasalahan yang mirip pula tetapi dengan tempat penelitian yang berbeda. (9) meminta umpan balik dari siswa mengenai kesalahan tata bahasa dan pengucapan dari setiap ”reporter” dan masalah yang mereka hadapi selama proses belajar mengajar. (9) meminta para ”reporter” kembali ke kelompoknya masing-masing dan mendiskusikan hasil wawancara untuk laporan lisan. hasil hasil yang diperoleh oleh para siswa dalam hal membaca tidak sebaik seperti yang diharapkan. (4) mengelompokkan siswa dalam dua kelompok (A dan B). (5) meminta siswa kelompok A mewawancarai siswa kelompok B secara berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur permainan bahasa yang efektif dalam pengajaran berbicara memiliki prosedur yang berbeda. Berdasarkan hasil beberapa penelitian. siswa menganggap membaca merupakan kegiatan yang tidak menarik dan mereka kurang menguasai strategi yang efektif untuk memahami suatu teks. masalah tata bahasa.

mahasiswa mampu menerapkan strategi PreQueS dalam kegiatan membaca mereka. Guru berhasil menerapkan langkah-langkah yang diperlukan dalam mengimplementasikan strategi PreQueS seperti yang telah direncanakan sehingga pada akhir penelitian para siswa yang pada mulanya tidak mengetahui strategi PreQueS akhirnya menjadi tahu dan dapat menerapkannya sendiri. peningkatan prestasi tersebut ditunjukkan oleh hasil penelitian berupa peningkatan nilai rata-rata dan nilai minimum mahasiswa. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya . adalah terbatasnya latar belakang pengetahuan dan kurangnya penguasaan strategi membaca. para peneliti lain juga disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan untuk mengembangkan strategi pemahaman membaca PreQueS ini. Aspek kedua adalah respon mahasiswa terhadap penerapan strategi PreQueS dan hasil yang dapat dicapai oleh mereka.3 pada akhir penelitian. Untuk memperbaiki keadaan ini. nilai terendah yang dicapai oleh mahasiswa adalah 56 (setara dengan C atau ‘Cukup’ menurut peraturan akademik ITS). dan summarizing diterapkan untuk meningkatkan kemampuan membaca mahasiswa ITS Surabaya. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan strategi PreQueS mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi guru di mana penelitian ini dilakukan dalam 2 aspek. kriteria keberhasilan serta instrument penelitian. yaitu sebuah strategi yang merupakan gabungan dari previewing.Program Studi S2 ING 237 Pada kasus mahasiswa ITS. Nilai terendah yang diperoleh mahasiswa juga berubah dari semula 40 menjadi 66 pada akhir putaran. Dari empat pertemuan kelas yang dilakukan. Kerja individu bertujuan untuk meltih siswa menerapkan strategi PreQueS secara mandiri. maka disarankan para mahasiswa menerapkan strategi pemahaman membaca PreQueS dalam kegiatan membaca mereka.5%) mampu mengimplementasikan strategi PreQueS dengan baik dan sebanyak 76. Setelah satu putaran selesai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari mahasiswa (73. nilai rata-rata membaca yang dicapai meningkat dari 68. kerja kelompok. Questioning membantu mahasiswa dalam menentukan apa yang ingin mereka ketahui lebih lanjut pada saat membaca. Dengan hasil penelitian yang baik.5% mampu menunjukkan secara eksplisit bagaimana cara mengimplementasikan strategi PreQueS dalam membaca. Aspek pertama berhubungan dengan implementasi strategi PreQueS oleh pengajar. Selanjutnya pencapaian kemampuan membaca mahasiswa juga menunjukkan peningkatan dari rata-rata semula 68. Para guru yang mengajar membaca juga disarankan untuk mengajar siswa strategi pemahaman membaca PreQueS. Summarizing membantu mahasiswa membangun kembali atau merekonstruksi apa yang telah mereka pahami dari bahan bacaan yang telah mereka baca. Dari apa yang telah mereka putuskan untuk mereka ketahui dari bahan bacaan itu. questioning. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode penelitian tindakan kelas kolaborasi yang terdiri dari empat langkah. Aspek kedua adalah peningkatan prestasi kemampuan membaca mahasiswa. pemodelan. Pemodelan adalah suatu langkah yang dilakukan oleh pengajar untuk memberi contoh atau model bagaimana menerapkan strategi PreQueS. menurut hasil survey yang diadakan. maka strategi PreQueS. Supaya semua yang disarankan ini dapat berjalan maka dukungan dari institusi juga sangat diharapkan. Kata kunci: meningkatkan pemahaman membaca. 2). Akibatnya. Aspek pertama terkait dengan pengembangan strategi membaca. guru secara bertahap berhasil memperkenalkan strategi PreQueS kepada siswa. Strategi membaca PreQueS yang pada dasarnya terdiri dari strategi previewing. mahasiswa akan menjadi lebih penasaran ingin tahu dan menikmati bahan bacaan itu. 3).8 dengan bentangan nilai 56 di mana nilai terendah adalah 40 dan yang tertinggi adalah 96. dan kerja individu.8 (setara dengan B atau ‘Baik’ menurut peraturan akademik ITS) menjadi 71 (setara dengan AB atau ‘Sangat Baik’ menurut peraturan akademik ITS). Brain storming berguna untuk memberi mahasiswa konsep strategi PreQueS secara kuat. yaitu perencanaan berupa kegiatan untuk mempersiapkan rencana pembelajaran. strategi pemahaman membaca PreQueS. Dalam hal ini. questioning dan summarizing mampu membantu mahasiswa ITS Surabaya meningkatkan kemampuan membaca. Refleksi dilakukan dengan membandingkan hasil penelitian dengan criteria keberhasilan yang terdiri dari 1). pelaksanaan rencana yaitu kegiatan pelaksanaan rencana pembelajaran. Selain itu. kegagalan mendapatkan hasil yang memuaskan dalam membaca. Berdasarkan hasil analisa kemampuan membaca mahasiswa Kelas XI TPB ITS semester Genap 2007/2008 menunjukkan bahwa rata-rata nilai tes membaca mereka adalah 68.8 menjadi 81. Kerja kelompok berguna untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa pada tahap awal dalam menerapkan strategi PreQueS. Previewing membantu mahasiswa dalam membaca untuk menangkap ide umum dari isi bahan bacaan. kemampuan memahami bacaan mereka tidak memuaskan. hasil penelitian menunjukkan dua aspek penting. Dalam tahap kerja kelompok ini mahasiswa dipandu oleh guru dalam menerapkan strategi. Penerapan strategi membaca PreQueS terdiri dari empat tahap yaitu brain storming. sehingga mereka mampu mengantisipasi apa yang akan dibahas selanjutnya dari bahan bacaan tersebut. pengamatan yaitu kegiatan pengumpulan data serta analisa data dan refleksi pelaksanaan kegiatan.

menjawab pertanyaan-pertanyaan pemahaman. 65% keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca meningkat dan prosentase 80% lebih besar di siklus kedua. dan lain-lainnya. mendiskusikan isi bacaan dengan diskusi kelompok kecil mereka. perencanaan. Nilai rata-rata 64. majalah. Semakin banyak dan beragam tugas untuk siswa maka semakin meningkat pengetahuan siswa dan membuat mereka semakin terlatih. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa diskusi kelompok kecil tidak hanya efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa tetapi juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca. Namun.238 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas Sebelas MAN 2 Madiun Melalui Diskusi dalam kelompok kecil Ida Sriwidati Abstrak Membaca sebagai satu kegiatan yang penting pada setiap kegiatan bahasa. memilih jenis teks.70 di siklus I belum mencapai kriteria kesuksesan I. Di siklus II nilai rata-rata siswa mencapai 70. Disamping itu guru juga perlu memperhatikan prinsip-prinsip diskusi kelompok kecil sehingga sesuai dengan tugas yang dikerjakan siswa. kemampuan pemahaman membaca. brosur. mendesain rencana pembelajaran. Hasil penelitian ini mengungkapkan model yang sesuai pada diskusi kelompok kecil dengan diterapkan tiga prosedur: (a) sebelum kegiatan membaca berfokus untuk mengaktifkan pengetahuan awal siswa. dan membagi waktu karena membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengajarkan siswa yang berkemampuan rendah.6 menjadi 6. report. Selanjutnya penemuan ini juga menunjukan bahwa siklus diskusi kelompok kecil berhasil dalam meningkatan kemampuan pemahaman bacaan siswa. Menurut Djiwandono (2008:62). Disamping itu penemuan tersebut juga menunjukan bahwa diskusi kelompok kecil merupakan teknik yang efektif untuk menumbuhkan keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca pemahaman. membaca merupakan kegiatan yang lebih penting dalam kehidupan dunia moderen dengan perkembangan setiap aspek kehidupan yang serba cepat Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pemahaman membaca dengan menggunakan diskusi kelompok kecil. pengamatan dan refleksi. iklan. dianjurkan untuk meneliti penerapan diskusi kelompok kecil dalam pengajaran membaca pemahaman yang berhubungan dengan jenis-jenis teks yang tidak hanya jenis teks penelitian ini . catatan lapangan dan hasil tes siswa. Penelitian ini menggunakan kegiatan yang berkesinambungan untuk pengumpulan data yang terdiri dari penelitian sebelumnya. Dengan membaca orang dapat memperoleh informasi dari berbagai macam teks tertulis yang berasal dari koran. narrative dan hortatory exposition. (b) kegiatan inti berfoukus untuk membaca teks dengan diam. menyusun tugastugas. recount. Kepada peneliti selanjutnya. Hal ini menunjukkan bahwa criteria kedua tercapai. Kata kunci: meningkatkan. teknik diskusi kelompok kecil . Peningkatan ini dapat dilihat dari kenaikan nilai ratarata siswa dan keterlibatan dalam kegiatan pemahaman membaca. (c) kegiatan akhir memfokuskan pemeriksaan kembali pada pemahaman bacaan siswa pada teks. misalnya: procedure. Sasaran penelitian siswa kelas XI IPA 3 MAN 2 Madiun tahun 2008-2009 yang terdiri empat puluh siswa. Tugas-tugas tersebut bisa menjadi pekerjaan rumah apabila waktu di sekolah terbatas. Oleh sebab itu. Di siklus I.5 dimana siswa terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan 80% siswa dapat menjawab tes pemahaman membaca. guru harus mendesain model diskusi kelompok kecil yang sesuai. khususnya yang berminat dalam meneliti didalam kelasnya. penerapan.83 yang berarti kriteria kesuksesan II tercapai. Nilai rata-rata diperoleh siswa pada dua siklus yang ditunjukkan dengan daftar pengamatan. mengamati dengan memberikan pengarahan dan memeriksa hasil tes siswa. Ada dua kriteria untuk menunjukan bahwa penelitian ini berhasil jika nilai rata-rata siswa yang didapatkan dari 5. guru Bahasa Inggris disarankan untuk menerapkan diskusi kelompok kecil khususnya dalam pengajaran membaca pemahaman.

banyak alternative strategy pengajaran reading dapat dikembangkan. membuka cakrawala dunia. Langkah ke dua adalah kegiatan initi. menentukan kreteria kesuksesan belajar. yaitu (1) menyuruh siswa membaca tek dalam hati. (10) menyuruh setiap pasangan untuk mendiskusikan pertanyaan dan memberikan semangat kepada siswa untuk membantu pasangannya. Siswa juga direkomendasikan untuk menggunakan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi . (2) menulis jawaban yang benar di papan tulis dan (3) membuat kesimpulan dan menutup pelajaran. mengamati dan melakukan refleksi. (2) memberikan contoh bagaimana cara membaca tek yang benar dan meminta siswa untuk mengikuti dan menggaris-bawahi kata-kata yang sulit. memonitor dan memberikan bantuan jika diperlukan. setiap pasangan berbagi jawaban dengan pasangan lain. untuk memperoleh informasi tentang kegiatan dan penampilan guru dan siswa selama pelaksanaan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi. (3) Kuis membaca pemahaman digunakan untuk mengidentifikasikan apakah siswa sudah memperoleh kemajuan dalam membaca pemahaman dan (4) kuesiner digunakan untuk memperoleh informasi dari siswa apakah strategi yang diterapkan dapat memotivasi keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Lebih lanjut. (2) Catatan lapangan digunakan untuk mencatat data yang tidak terdapat pada lembar observasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. membuat rencana pengajaran. siswa berpasangan dan bertukar pikiran dengan pasangannya masing-masing. yaitu (1) memeriksa kembali jawaban siswa. yaitu (1) menunjukkan gambar kepada siswa dan memberikan beberapa pertanyaan lisan yang berhubungan dengan gambar. Subjek penelitian ini adalah 32 siswa kelas sebelas MA Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan Probolinggo tahun ajaran 2008-2009. Tanpa membaca. Penelitian ini menunjukkan bahawa pelaksanaan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi dalam pembelajaran membaca pemahaman adalah efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa.Program Studi S2 ING 239 Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas Sebelas MA Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan Probolinggo dengan menggunakan Strategi Berpikir. (4) menjelaskan isi dari tek. Pada langkah ke tiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langhah-langkah dalam melaksanakan stategi BerpikirBerpasangan-Berbagi dalam pengajaran membaca pemahaman terdiri atas tiga langkah. Langkah ke tiga adalah kegiatan akhir. Langkah ke dua. menyuruh siswa untuk menjawab pertanyaan (ya-tidak) secara lisan. Disarankan kepada para guru untuk menggunakan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi sebagai salah satu strategi alternatif dalam pengajaran membaca pemahaman di dalam kelas dan pelajaran bahasa Inggris lainnya. Agar siswa dapat memahami bacaan dengan baik. Langkah pertama adalah kegiatan awal. Dalam kegiatan ini. kelompok lain. (8) menyuruh siswa untuk menjawab sendiri pertanyaan pemahaman dan memberikan bantuan apabila diperlukan. (11) menyuruh setiap pasangan untuk berbagi jawaban secara bergiliran. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yaitu kolaborasi antara peniliti dengan guru untuk berkerjasama untuk mengembangkan prosedur strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi yang sesuai. (2) menyuruh siswa memprediksi topic yang akan dipelajari. bertanya dan menjawab pertanyaan selama pembelajaran dengan menggunakan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi. (3) menjelaskan arti dari kata-kata sulit.Berpasangan-Berbagi dan satu pertemuan untuk test. (9) menyuruh siswa berpasangan. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus yang terdiri atas tiga kali pertemuan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil (1) lembar observasi. melakukan tindakan. (5) memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca pemahaman dengan menggunakan stategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi. Siswa juga memberikan respon yang positip terhadap pembelajaran dengan menggunakan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi. dan mengakses teknologi informasi dengan mendalam. siswa di bagi dua (berpasangan) dan setiap pasang melakukan tiga tahap kegiatan kerjasama yang terpadu yaitu pada langkah awal.BerpasanganBerbagi Juhari Abstrak Membaca adalah salah satu dari empat komponen bahasa yang harus dikuasai oleh siswa. Salah satunya adalah penerapan strategi BerpikirBerpasangan-Berbagi. (6). Dua Pertemuan untuk penerapan strategy Berpikir. atau dengan seluruh kelompok atau kelas. siswa tiadak bisa memperluas pengetahuannya. siswa terlihat aktif dalam berbagi pendapat. (3) meminta siswa menyebutkan kata-kata yang mungkin digunakan dalam tek dan menuliskan kata-kata yang telah diprediksi di papan tulis. (7) menjelaskan langkah-langkah dan kegiatan yang akan siswa lakukan dalam kelas membaca. setiap siswa berpikir sendiri tentang pertanyaan atau masalah yang diberikan guru.

tidak hanya dalam hal organisasi tapi juga tata bahasa. Universitas Lambung Mangkurat. Pada studi awal. siswa dapat meningkatkan kualitas tulisan mereka. (Lee. Untuk mengatasi masalah tersebut. tetapi juga meningkatkan kemampuan berbicara dan membaca. Subyek penelitian ini adalah para mahasiswa Strata 1 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Lambung Mangkurat yang sedang mengikuti Mata Kuliah Writing III pada Tahun Ajaran 2008/2009. Hal ini sejalan dengan kegunaan teknik yang diterapkan.87%) berhasil mencapai kriteria keberhasilan studi. Kata kunci: meningkatkan. Sebagai hasilnya. dari 27 mahasiswa hanya 4 orang yang mencapai nilai sama dengan atau lebih dari 70 (kriteria keberhasilan minimal dalam studi ini). Sehingga. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif: peneliti bekerjasama dengan kolaborator dalam hal: merancang rencana pembelajaran. narasi. Mereka dipilih sebagai subyek karena berdasarkan silabus Mata Kuliah Writing III. Meningkatkan Kemampuan Menulis Argumentasi Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dengan Menggunakan Teknik Diagram Pohon Jumariati Abstrak Menulis esei argumentasi adalah salah satu masalah yang dihadapi oleh mahasiswa Strata 1 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. diadakanlah studi ini dengan menerapkan Teknik Diagram Pohon (TDP) dalam pengajaran menulis esei argumentasi. lembar pengamatan. Kemungkinan penyebab dari masalah tersebut adalah penggunaan strategi pembelajaran yang kurang efektif untuk membimbing mahasiswa dalam menulis. mereka belajar bagaimana mengembangkan paragraf dan menulis esei. Data penelitian diperoleh dari hasil tulisan akhir mahasiswa. (2) para pengajar ketrampilan menulis menerapkan Teknik Diagram Pohon didalam pengajarannya. menerapkan dan mengamati tindakan. kosakata. peningkatan jumlah mahasiswa yang mencapai nilai minimal masih belum memenuhi kriteria keberhasilan studi. (3) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Lambung Mangkurat memberikan perhatian lebih terhadap masalah pengajaran ketrampilan menulis di lembaganya dengan mempertimbangkan kekuatan Teknik Diagram Pohon dan mensosialisasikan teknik tersebut. Kata kunci: menulis. yakni Teknik Diagram Pohon. kemampuan membaca pemahaman. 18 orang dari 33 mahasiswa mencapai nilai minimal. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan. Tiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus mengikuti langkah-langkah dalam penelitian tindakan kelas: perencanaan.240 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 sebagai strategi belakajar dalam membaca pemahaman yang dapat mereka lakukan pada kegiatan intra kurikuler atau ekstra kurikuler. akhirnya dapat disarankan bahwa: (1) para mahasiswa mata kuliah Writing menggunakan Teknik Diagram Pohon untuk merencanakan dan menyusun tulisannya. teknik diagram pohon . 2004. atau eksposisi. Setelah penerapan Teknik Diagram Pohon. sejumlah 26 orang dari 31 mahasiswa (83. dan catatan lapangan. yakni 75% dari seluruh jumlah mahasiswa di kelas. kelas B3. dan (4) para peneliti lain mengadakan penelitian serupa dengan menerapkan Teknik Diagram Pohon untuk meningkatkan tidak hanya kemampuan menulis esei dalam jenis teks lain seperti deskripsi. argumentasi. dan refleksi. dan mekanisme penulisan. pengamatan. pelaksanaan. Riley. dan mengadakan refleksi. 2002) teknik ini membantu siswa melihat hubungan antar ide-ide dalam tulisannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TDP dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis esei argumentasi. strategy berpikir berpasangan berbagi. Teknik ini dipilih untuk mengatasi masalah mahasiswa karena berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Meskipun demikian. Setelah penerapan TDP di siklus kedua. tindakan dilanjutkan ke siklus kedua. Mereka adalah mahasiswa jalur non-reguler (mandiri).

pendeskripsian penerapan Cooperative Learning untuk meningkatkan kemapuan berbicara siswa dapat diperoleh.Program Studi S2 ING 241 The Implementation of Cooperative Learning in Developing Students’ Speaking Ability at SMA Negeri 1 Malang Junette Cinthya Tamaela Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Cooperative Learning untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Siswa kesulitan menulis dalam hal memperoleh ide. Bantuan dari teman meningkatkan kemampuan baik bagi siswa yang dibantu maupun bagi yang membantu. Studi menunjukan bahwa empat siswa dapat bekerja secara berpasangan. Mereka berkomunikasi satu dengan yang lain dengan memberikan opini. Keberhasilan kelompok bergantung pada interaksi dari masing-masing anggota. Dalam menggunakan kelompok kecil. catatan lapangan. Mempertimbangkan hal ini maka penelitian ini berusaha untuk memperlihatkan bahwa Cooperative Learning dapat membantu mengembangkan kemampuan berbicara siswa. Subjek dari penelitian ini adalah 35 orang siswa Kelas X-4 SMAN 1 Malang. Ada beberapa saran bagi guru Bahasa Inggris yang ingin menerapkan Cooperative Learning untuk meningkatkan berbicara siswa. dan proses pengelompokkan). Cooperative Learning memungkinkan siswa untuk berpartisipasi dalam bekerja sebagai suatu tim dimana mereka saling mengisi antar satu dengan yang lain dalam kelompok-kelompok kecil. dan memilih kata-kata. peranan guru dan siswa. empat siswa dalam satu kelompok merupakan jumlah yang maksimum untuk mengatur pembelajaran. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris interaksi antara siswa yang terjadi saat penerapan Cooperative Learning memberikan kesempatan bagi siswa untuk mendapat pemerolehan Bahasa Inggris. dengan bekerja melalui Cooperative Learning. Formasi kelompok disusun sehingga siswa duduk berdekatan dan saling berhadapan dalam satu dengan mencampurkan siswa berdasarkan jenis kelamin dan kemampuan agar tercipta perbedaan pandangan. Kedua. Mereka mengembangkan kemampuan berbicara mereka dengan mempraktekkan berbicara sebanyak mungkin melalui interaksi dengan teman sekelompok. dan wawancara yang dilakukan dilokasi penelitian. Siswa memperoleh banyak kesempatan untuk berbicara karena Cooperative Learning menuntut dan memperdalam kemampuan berbicara siswa. meminta klarifikasi. struktur tugas. karena masing-masing siswa mempunyai tiga kesempatan dalam berpasangan untuk bertukar pikiran. menjawab pertanyaan. . Untuk mengatasi masalah ini. Guru harus merencanakan dengan baik sebelum mengajar siswa menggunakan Cooperative Learning dimana guru harus mempersiapkan materi yang sesuai dengan tingkatan kelas dan kemampuan siswa dan menerapkan beberapa prinsip dasar (manajemen kooperatif. Dari data yang diperoleh. speaking ability Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas Delapan MTs PKP Manado Melalui Pemetaan Konsep Kalsum Maloho Abstrak Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan temuan pada studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa kemampuan menulis siswa kelas delapan MTs PKP Manado masih kurang memuaskan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sehingga adanya saling mendorong dan saling mengembangkan kelemahan satu dengan yang lain. Data diperoleh dari proses belajar dan mengajar melalui hasil observasi. Hal ini memberikan kesempatan untuk mengalami pengalaman pembelajaran yang baik dan memberi ruang untuk memberi kontribusi secara individu. hal ini terlihat saat siswa yang mengetahui jawaban memberitahukan kepada teman yang lainnya dalam kelompok itu dan menanyakan pendapat mereka tentang jawaban yang ia berikan. salah satu alternatif strategi digunakan dalam pengajaran menulis paragraf deskripsi. Hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertama. Dengan belajar dalam kelompok koperatif ada kesempatan bagi siswa untuk menerima bantuan secara individu dari teman sekelompoknya. siswa termotivasi untuk berbicara. tanggungjawab individu dan kelompok. Kata kunci: cooperative learning. membuat tulisan relevan dengan topic. dan meresponi dukungan yang diberikan oleh teman. Guru harus memonitor siswa saat mereka kerja kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. bertanya.

(5) meminta siswa untuk mengamati gambar. dianjurkan untuk meneliti penerapan pemetaan konsep dalam pengajaran menulis yang berhubungan dengan jenis teks yang berbeda. khususnya yang berminat dalam meneliti pemetaan konsep didalam kelasnya. Subyek penelitian ini adalah dua puluh siswa (Kelas VIII-A) MTs PKP Manado. Berkaitan dengan produk akhir siswa. guru harus mendisain model pemetaan konsep yang sesuai. 2003). Pemetaan konsep ini dipilih karena dapat membantu siswa berusaha secara kooperatif dalam kegiatan menulis dan belajar menulis secara bersama dengan cara yang menyenangkan namun kompetitif. Peningkatan dapat dilihat dari kenaikan nilai rata-rata dan keterlibatan siswa dalam kegiatan menulis. Sementara keterlibatan siswa dalam kegiatan menulis ditunjukkan melalui lembar pengamatan dan catatan lapangan.Tiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari satu pertemuan untuk pelaksanaan strategi dan dua pertemuan untuk pemberian tugas melalui proses menulis. (7) membagikan contoh paragraf deskripsi. Hal ini berarti memenuhi kriteria keberhasilan kedua. (16) membimbing siswa mengedit tulisan mereka dari segi tata bahasa dan pilihan kata. perencanaan. Oleh sebab itu. Perolehan nilai rata-rata siswa pada dua siklus ditunjukkan melalui portofolio. dan (19) menyimpulkan pelajaran. Ini berarti bahwa pengungkapan ide dari pesan tertentu di tuangkan dalam bentuk tulisan. (4) menunjukkan gambar yang berkaitan dengan topik dengan cara menempelkannya di papan tulis. (13) meminta siswa untuk saling bertukar draft mereka dalam kelompok.242 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana pemetaan konsep meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas delapan MTs PKP Manado?” Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dirancang untuk mengembangkan stategi pemetaan konsep untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas delapan. Disamping itu. mendisain rencana pembelajaran. dan recount. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa model pemetaan konsep yang sesuai dalam pengajaran menulis meliputi langkah-langkah berikut: (1) mengarahkan siswa kepada topik dengan memberikan pertanyaan. Menulis berarti menyalurkan pesan dalam bentuk tulisan. 70% siswa terlibat dalam kegiatan menulis. Sulawesi Utara pada tahun akademik 2008/2009. Pada Siklus 2. kriteria keberhasilan kedua adalah 70% siswa harus terlibat dan keterlibatan mereka berada pada skala “Baik” dan “Lebih Baik. Menulis adalah salah satu cara bertukar pikiran dan menunjukkan kemampuan seseorang untuk mengungkapkan cara pandang berdasarkan topik tertentu (Hyland. Disamping itu guru juga perlu memperhatikan prinsip-prinsip pemetaan konsep sehingga sesuai dengan tugas yang dikerjakan siswa. (8) meminta siswa duduk dalam kelompok yang terdiri dari 4 orang. Pada Siklus 1. telah terbukti. (14) membimbing siswa merevisi tulisan mereka dari segi isi dan organisasi. kertas berukuran (A4). Selain itu. hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan konsep juga sangat efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan menulis. dan refleksi. disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan pemetaan konsep khususnya dalam pengajaran menulis. Kepada peneliti selanjutnya. prosedur. (12) meminta siswa menulis draf awal secara indifidu. Namun. dapat disimpulkan bahwa pemetaan konsep tidak hanya efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa tetapi juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan menulis. lembar pengamatan dan catatan lapangan. dan spidol warna. Menulis sebagai salah satu keterampilan bahasa berperan penting dalam konteks pengajaran bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan konsep efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa. (3) memperkenalkan topik dan menjelaskan tujuan pembelajaran. (17) ) meminta siswa untuk saling bertukar draf mereka untuk di baca kembali oleh teman lain dalam kelompok. misalnya narasi. Kata kunci: pemetaan konsep. menyusun tugas-tugas. (6) meminta siswa memperoleh ide dan menyusun ide-ide mereka melalui pemetaan konsep sebagai contoh dipapan tulis.” Nilai rata-rata 59.85. kriteria keberhasilan pertama dari penelitian ini adalah nilai rata-rata siswa harus mencapai 65 atau lebih. dan membagi waktu karena membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengajarkan siswa yang berkemampuan rendah. (11) meminta siswa menulis judul berdasarkan gambar yang dimulai dari tengah kertas. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu portofolio. memilih jenis teks. Sementara. (15) meminta siswa untuk mengomentari dan memberikan saran terhadap tulisan mereka. pemetaan konsep dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan menulis. Berdasarkan hasil penelitian. (10) memberitahukan siswa tentang kegiatan yang akan dilakukan dalam kelompok. (2) menghubungkan topik dengan pengetahuan siswa sebelumnya. dan persentasenya meningkat pada Siklus 2 menjadi 80%.68 pada Siklus 1 belum memenuhi kriteria keberhasilan pertama. (18) meminta siswa untuk menulis draf akhir. nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 69. kemampuan menulis . dalam banyak penelitian. Penelitian ini dilakukan melalui dua siklus yang mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu. terutama dalam memperoleh dan menyusun ide-ide. (9) membagikan gambar-gambar binatang lucu. berkaitan dengan keterlibatan siswa dalam keiatan menulis. pengamatan. pelaksanaan.

Karena kelebihan teknik ini bukan hanya meningkatkan kemampuan berbicara siswa melainkan juga keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Sebagai penelitian tindakan kelas. Kesuksesan teknik ini juga ditandai dengan nilai berbicara siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 2A MTs. (8) memberitahukan kepada siswa bahwa akhir ceritanya bebas berdasarkan imajinasi mereka. disarankan kepada para siswa untuk mengadopsi teknik ini sebagai strategi belajar dalam praktek berbicara dan bahkan untuk latihan menulis dalam bahasa Inggris. maka criteria keberhasilan dalam hal kemampuan berbicara siswa telah tercapai. alat perekam suara. Dalam teknik ini. dan lembar penilaian diri siswa. Penelitian ini diadakan dalam dua siklus. Berdasarkan hasil penelitian tersebut. Disamping itu.Program Studi S2 ING 243 Menggunakan Teknik Incomplete Picture Series untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa Kelas II MTs. (2) memberi tahu apa yang akan dilakukan. Hikmatusysyarief NW Salut. siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Kriteria keberhasilan penelitian ini diketahui berdasarkan pada tanggapan siswa terhadap penerapan teknik tersebut dan keterlibatan mereka dalam proses belajar mengajar. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Dengan demikian. Sementara di Siklus 2. Kedua kriteria keberhasilan ini dinyatakan tercapai apabila 70% dari keseluruhan siswa memberi tanggapan positif terhadap teknik tersebut dan terlibat secara aktif dalam proses belajar mengajar. penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan seorang guru bahasa Inggris dalam mengamati penerapan teknik tersebut. Disarankan juga kepada peneliti yang akan datang supaya mengadakan penelitian serupa dengan menggunakan teknik Incomplete Picture Series terhadap subyek dan tempat yang berbeda untuk mengetahui apakah teknik ini efektif dan bisa diterapkan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. siswa dianjurkan untuk menulis informasi tersebut. hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik Incomplete Picture Series ini juga efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan berbicara. catatan lapangan. (6) meminta siswa untuk mengumpulkan informasi yang diperoleh dari teman kelompok mereka. Bisa juga teknik ini diterapkan dalam meningkatkan keahlian produktif seperti keahlian menulis. Lombok Laila Wati Abstrak Penelitian ini didasarkan pada perlunya meningkatkan kemampuan berbicara siswa. (5) menugaskan siswa untuk memberitahukan kepada teman kelompoknya tentang gambar yang mereka lihat secara bergiliran. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas. ceklist pengamatan. (9) menugaskan siswa untuk menyampaikan cerita tersebut di depan kelas satu persatu secara individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik Incomplete Picture Series berhasil meningkatkan kemampuan berbicara siswa sebagaimana halnya juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. memberikan gambar seri yang tidak lengkap yang berbeda kepada setiap kelompok. ada 91. Instrumen penelitian ini adalah angket. khususnya dalam pembelajaran berbicara. Lombok Barat. hanya ada 48. Hikmatusysyarif NW Salut. bisa disimpulkan bahwa teknik Incomplete Picture Series telah terbukti tidak hanya meningkatkan kemampuan berbicara siswa melainkan juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar bahasa. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari persentase siswa yang memperoleh nilai yang telah ditentukan pada kriteria keberhasilan yaitu minimal 65. Apabila 65% dari keseluruhan siswa memperoleh nilai lebih dari dan/atau sama dengan 65. maka penelitian ini diadakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa melalui teknik Incomplete Picture Series. kemampuan berbicara . disarankan kepada guru bahasa Inggris untuk menerapkan teknik ini sebagai salah satu pilihan yang bisa dilakukan dalam pembelajaran keterampilan berbicara. khususnya ketika berkelompok. Teknik ini dipercaya bisa meningkatkan kemampuan berbicara dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. Lebih lanjut. Setiap kelompok diberi gambar seri yang berbeda. (4). (7) meminta siswa untuk meyimpulkan akhir cerita setelah mereka mengumpulkan informasi dari semua teman kelompok mereka.4% dari keseluruhan siswa memperoleh nilai lebih dari dan/atau sama dengan 65. Pada Siklus 1. hasil penelitian juga menunjukkan bahwa cara yang tepat dalam menggunakan teknik Incomplete Picture Series untuk pengajaran berbicara meliputi langkah-langkah sebagai berikut: (1) melakukan pemanasan dengan bernyanyi kemudian memberi pertanyaan yang berkaitan dengan apa yang akan dilakukan berikutnya. Kata kunci: teknik incomplete picture series. Kegiatan seperti ini bisa dilakukan dalam ekstra kurikuler. masing-masing kelompok duduk melingkar. (3) membagi siswa menjadi beberapa kelompok.6% dari keseluruhan siswa yang memperoleh nilai lebih dari dan/atau sama dengan 65.

Bagaimanapun juga. Kata kunci: photo. (7) menyuruh siswa untuk mendaftar kata sebanyak mungkin yang berkaitan dengan foto. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas delapan MTsN Mojorejo Blitar dalam menulis teks recount dengan menggunakan foto. disarankan untuk mengadakan penelitian tindakan dalam bidang menulis tapi dengan genre yang berbeda khususnya teks deskriptif. Connectors) kepada siswa sebelum mereka menulis draf kasar. disarankan untuk mengadakan penelitian tindakan dgn bidang sama tapi untuk tingkat pendidikan yang berbeda contohnya SMA. siswa kelihatan active dan bersemangat dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan foto. disarankan pula untuk mengadakan penelitian dgn bidang sama tapi untuk tingkat pendidikan yang berbeda contohnya SMA. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan foto telah meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII MTs Negeri Mojorejo Blitar dalam menulis teks recount. sebuah foto bisa bernilai beribu-ribu kata karena satu gambar dapat menceritakan sesuatu bahkan cerita di baliknya. bagi peneliti selanjutnya. Disamping itu. (4) menyuruh siswa untuk meletakkan foto masingmasing di depan mereka. kemampuan menulis. lalu menghasilkan ide dengan menjawab pertanyaan. tempat. penelitian tindakan kelas dilakukan dalam studi ini dengan menggunakan 4 langkah. Pendeknya. Siklus satu terdiri atas enam pertemuan. yang selanjutnya dikumpulkan sebagai draft akhir. Disamping itu. yaitu perencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah yang tepat yang digunakan penerapan foto dalam menulis recount meliputi prosedur berikut: (1) mengarahkan siswa kepada topic yang akan dibahas dengan memberikan pertanyaan (2) memperkenalkan strategi dan prosedur tentang cara membuat recount. Foto biasanya menangkap masalalu. terutama yang mempunyai masalah yang sama dan memang tertarik mengadakan penelitian. (5) menyuruh siswa untuk melihat foto dengan seksama selama beberapa saat (6) menjelaskan kepada siswa tentang apa yang harus mereka lakukan dalam kelompok. (10) memberi siswa waktu untuk melihat kembali dan merevisi draft awal menggunakan panduan revisi (11) meminta siswa untuk menulis kembali draft berdasarka feedback dari guru.7 dan hanya 14 siswa yang mendapatkan nilai sama dengan atau lebih besar 65. foto dapat menjadi sumber sebuah tulisan. Akhirnya. Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana penggunaan foto dapat meningkatkan kemampuan menulis teks recount siswa kelas dua MTs Negeri Mojorejo Blitar?”. kuisioner dan tulisan siswa. disarankan pula untuk mengadakan penelitian dalam bidang menulis tapi dengan genre yang berbeda khususnya teks deskriptif. nilai rata-rata siswa menjadi 70. Akhirnya. Oleh karena itu. Strategi ini dipilih karena dapat menuntun siswa dalam menemukan dan menghasilkan ide-ide sampai menjadi tulisan yang bermakna. dapat disimpulkan bahwa penggunaan foto sangat bermanfaat tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa tetapi juga dalam meningkatkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran. teks recount . observasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. siswa merasa bingung memulai kegiatan menulis dan siswa juga tampak kurang tertarik dengan kegiatan menulis. (9) meminta siswa untuk menulis draf awal secara individu. (3) menyuruh siswa untuk bekerja dalam kelompok. Dan. di siklus kedua. Untuk mencapai tujuan tersebut. Pada siklus satu. Siswa cenderung merasa kesulitan dalam menemukan dan menghasilkan ide-ide. Di samping itu. sedang siklus dua terdiri dari dua pertemuan. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu lembar observasi. Disamping itu. dan kejadian yang ada dalam foto tersebut. dan refleksi. nilai rata-rata siswa adalah 60. terutama yang mempunyai masalah yang sama dan memang tertarik mengadakan penelitian. Selanjutnya. Subjek penelitian ini adalah 29 siswa kelas VIII MTs Negeri Mojorejo Blitar tahun pelajaran 2008/2009. dan pasti ini dapat membantu siswa mengingat secara detail orang. bagi peneliti selanjutnya. pelaksanaan. Berdasarkan hasil penelitian. (8) memberikan model sebuah teks recount lalu menjelaskan tentang teks recount beserta ciri-ciri kebahasaannya (Simple Past Tense. kemampuan menulis siswa MTsN Mojorejo masih belum memuaskan.3 dengan 23 sisws mendapat nilai sama dengan atau lebih besar 65. Di samping itu. disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan strategi ini dalam pengajaran menulis karena ini sangat membantu siswa dalam memberikan cara yang menarik untuk menemukan dan menghasilkan ide-ide yang akhirnya menjadi tulisan yang bermakna. catatan lapangan.244 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Menggunakan Photo untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas Dua MTsN Mojorejo Blitar Lilik Lutfiyah Abstrak Menulis adalah salah satu dari empat keahlian berbahasa yang memainkan sebuah peranan yang sangat penting dalam pengajaran bahasa inggris karena sebenarnya menulis dapat membantu siswa mempelajari bahasa kedua.

Mengenai indikator yang pertama. Untuk kriteria yang ketiga. Pada setiap langkah. Prosedur yang tepat dalam penerapan strategi menulis proses untuk mengajar menulis adalah (1) membagi siswa menjadi beberapa kelompok. (2) sekurang-kurangnya 50% siswa memperoleh nilai sama dengan atau lebih dari 65. Kata kunci: kemampuan menulis. dan (7) meminta siswa untuk menulis hasil akhir karangan mereka.Program Studi S2 ING 245 Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas VIII dalam Menulis Teks Recount melalui Starategi Menulis Proses di MTsN Grogol Kediri Luluk Rahmawati Abstrak Menurut para siswa kelas 8 di MTsN Grogol Kediri. (6) meminta siswa untuk mengedit draf dalam hal tata bahasa. (5) menugaskan siswa untuk merevisi draf dalam hal isi dan penyusunan. Kemudian. portofolio. pembelajaran menulis tidak dilakukan dengan baik oleh para guru bahasa Inggris di sekolah tersebut dan hal itu menyebabkan rendahnya kemampuan menulis para siswa. dan refleksi. menulis dianggap sebagai kecakapan berbahasa yang paling sulit dikuasai. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa semua indikator kesuksesan telah dapat dicapai pada Siklus I. dan tanda baca.97% siswa (27 siswa) telah memperoleh nilai sama dengan atau lebih dari 65. kosa kata. siswa diberi contoh terlebih dahulu. dan kuesioner. hasil analisis data menunjukkan bahwa 72.kurangnya 9 kegiatan dari 13 kegiatan di lembar observasi. catatan lapangan. (2) membagikan gambar berangkai untuk tahap pemodelan. Mempertimbangkan hasil temuan penelitian yang positif mengenai penggunaan strategi menulis proses untuk mengajar menulis. Sayangnya. hasil temuan menunjukkan bahwa 75% siswa telah berpartisipasi pada sekurang. dan media. Penelitian ini dianggap berhasil apabila memenuhi kriteria kesuksesan berikut: (1) 75% siswa atau lebih berpartisipasi dalam proses belajar mengajar. lembar kerja siswa. disarankan kepada para guru bahasa Inggris untuk memanfaatkan strategi ini untuk mengajar menulis. pelaksanaan dan pengamatan. Guru bahasa Inggris tidak membuat perencanaan yang baik dalam pengajaran menulis. teks recount. disarankan agar mereka mengadakan penelitian mengenai pemanfaatan strategi menulis proses di tingkat SD (khususnya RSBI) dan SMA/MA karena belum ada penelitian mengenai hal itu di tingkat tersebut. Bagi peneliti lainnya. strategi menulis proses diajukan karena telah dibuktikan berhasil oleh beberapa peneliti dalam meningkatkan kemampuan menulis para siswa. strategi menulis proses Memanfaatkan Gambar Kartun Berangkai Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Narasi Siswa Kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri Nganjuk Mochammad Abdul Rasyid Abstrak Salah satu permasalahan pengajaran menulis Bahasa Inggris di MTsN Nganjuk adalah tidak efektifnya pengajaran menulis yang diterapkan guru. ejaan. Untuk pengumpulan data peneliti menggunakan 4 instrumen yaitu lembar observasi. yaitu perencanaan. (3) menugaskan siswa untuk memperoleh ide. hasil analisis data dari kuesioner menunjukkan bahwa sekurang-kurangnya 94% siswa (34 siswa) memberikan respon positif terhadap penggunaan strategi menulis proses. Tahap-tahap tersebut didahului oleh penelitian awal yang bertujuan untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan masalah-masalah dalam pembelajaran menulis. dan (3) sekurang-kurangnya 75% siswa memiliki tanggapan yang bagus terhadap penggunaan strategi menulis proses. Untuk mengatasi masalah tersebut. penelitian yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas 8 dalam menulis teks recount melalui strategi menulis proses di MTsN Grogol Kediri dilaksanakan. Berkenaan dengan kriteria yang kedua. Mereka tidak terbiasa menerapkan langkah-langkah pembejaran menulis . (4) meminta siswa untuk menyusun ide-ide tersebut ke dalam paragraf. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan yang terdiri dari 4 tahap. Hasil penelitian awal menunjukkan bahwa tidak ada seorang siswapun yang mendapatkan nilai 65 sebagai nilai minimal. Subyek penelitian ini adalah 37 siswa kelas VIII-C pada tahun ajaran 2008-2009. pemakaian huruf kapital.

tahap pelaksanaan atau penerapan strategi. diharapkan untuk melakukan penelitian berdasarkan temuan dalam penelitian ini demi mengembangkan strategi yang lebih baik dalam pengajaran menulis. tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran mencapai 75% dari hasil observasi yang dilakukan oleh pengamat. Pendekatan menulis sebagai proses mengarahkan siswa untuk melakukan langkah-langkah dalam menulis.246 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 sebagai proses. nilai rata-rata siswa minimal 65. tahap observasi atau pengamatan. ditemukan beberapa fakta sebagai berikut: (1) Siswa mempunyai masalah dalam mengembangkan ide dan mengorganisasikan teks. memperbaiki teks. dan memajangkannya di majalah dinding. Pendekatan individu terhadap siswa juga mendorong mereka untuk lebih berkreasi dan meminimalkan jarak antara guru dan murid. Pertama. MoT. JCoT. MoT. majalah. Pada akhir kegiatan. kemampuan menulis. Gambar kartun berangkai menginspirasi siswa dalam berimajinasi. Mengacu pada rumusan masalah tersebut. mengembangkan ide-ide mereka. Mengacu pada hasil-hasil penelitian diatas. dan ICoT). Penelitian ini dilaksanakan di kelas IX-E yang terdiri dari 33 siswa. Pertama. Penelitian ini dianggap berhasil jika memenuhi tiga criteria. dan kesimpulan atau pesan cerita serta mempertimbangkan aspek bahasa seperti tata bahasa. yaitu bercerita oleh guru dan menulis kembali cerita tersebut. guru mempublikasikan karya-karya mereka melalui kegiatan membaca. gambar kartun berangkai membantu siswa dalam hal pengembangan ide dan mengorganisasikan teks. Dalam tahap ICoT. alur cerita. sedangkan empat tahap pembelajaran sangat efektif diterapkan dalam pengajaran menulis. dan refleksi dan dilaksanakan dalam dua siklus. Kedua. Sejumlah temuan selama penelitian ini menunjukkan bahwa gambar kartun berangkai yang diimplementasikan dalam empat tahap pembelajaran dan pendekatan menulis sebagai proses sangat efektif dalam pengajaran menulis teks narasi. meningkatkan. Pendekatan menulis sebagai proses muncul pada tahap JCoT. meminta teman lain untuk membaca untuk kemudian dikoreksi dan diperbaiki. Kegiatan diawali dengan BKoF. bermain peran. Sejumlah alat bantu penelitian seperti lembar observasi. Untuk peneliti yang lain. Diberikan satu set gambar kartun berangkai. kosa kata. Strategi tersebut lebih efektif dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengakses sendiri gambar kartun berangaki dan mengembangkankannya dalam bentuk cerita narasi. peneliti merasa sangat termotivasi untuk memecahkan permasalahan tersebut dengan memanfaatkan gambar kartun berangkai melalui pendekatan menulis sebagai proses dan empat tahap pembelajaran Bahasa Inggris (BKoF. dan catatan lapangan digunakan untuk mengumpulkan data tentang tingkat keterlibatan siswa dan tingkat motivasi siswa selama penerapan strategi pembelajaran. sebuah teks narasi dicontohkan oleh guru untuk dipahami dan dianalisis. Sedangkan empat tahap pembelajaran memfasilitasi siswa terhadap langkah-langkah pembelajaran menulis secara berkelompok dan menulis secara mandiri. Para siswa melakukan proses menulis yang dimulai dari mengembangkan ide cerita. dan menulis kembali teks setelah mendapatkan masukan dari teman dan atau guru. Ketiga. tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi dengan memanfaatkan gambar kartun berangkai dalam pengajaran menulis dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa kelas IX dalam menulis teks narasi. Para siswa disarankan untuk senantiasa berlatih menulis dalam topik yang berbeda dengan memanfaatkan keberadaan gambar kartun berangkai yang terdapat di koran. (2) Kempuan siswa terhadap kemampuan tata bahasa dan kosa kata kurang memadai. dsb. pendekatan menulis sebagai proses memandu siswa terhadap langkah-langkah penciptaan teks. dkk (1998) dengan mempertimbangkan cara pendeskripsian tokoh pelaku dan tempat kejadian. Kedua. Guru Bahasa Inggris disarankan untuk memanfaatkan gambar kartun berangkai dalam pengajaran menulis teks narasi. dapat disimpulkan bahwa gambar kartun berangkai efektif dalam pengajaran menulis teks narasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gambar kartun berangkai dapat meningkatkan kemampuan menulis teks narasi siswa kelas IX MTsN Nganjuk. dan ICoT). Desain penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tinadakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam empat tahap. JCoT. Sedangakan hasil tulisan siswa dinilai berdasarkan format penilaian dengan menyesuaikan format yang dikembangkan oleh Hill. Dalam tahap MoT. siswa secara individu mengakses gambar kartun berangkai dari koran atau majalah dan mengembangkannya dalam bentuk cerita narasi. dan mengorganisasikan teks. saling mengoreksi dengan teman dan atau guru. kuesioner. (3) Siswa kelas IX-E menginginkan adanya kegiatan menulis teks narasi karena mereka belum pernah menulis teks tersebut sebelumnya. teks narasi . Langkah-langkah penerapan gambar kartun berangkai dalam pengajaran menulis teks narasi mengikuti empat tahap pembelajaran (BKoF. dan susunan kalimat. tema. mengembangkannya dalam bentuk teks. yaitu tahap perencanaan. Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan peneliti di kelas IX-E. jumlah siswa yang mendapat nilai 65 atau lebih mencapai 70% (24 siswa) dari jumlah siswa keseluruhan. Dari fakta di atas. Kata kunci: gambar kartun berangkai. siswa membuat garis besar cerita.

(12) meminta mereka untuk saling mendiskusikan draf mereka masing-masing dengan memberikan komentar dan saran-saran terhadap draf teman mereka dengan cara menjelaskan checklists mereka. dan pengalaman saya menjadi guru bahasa Inggris di sekolah tersebut. Kemungkinan penyebab dari permasalahan siswa tersebut terletak pada feedback yang tidak efektif yang diberikan oleh saya. (11) menyuruh mereka membaca dan memberi feedback terhadap draf teman sejawat mereka. dalam pengimplementasiannya. Berkenaan dengan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar. Namun demikian. Mengacu pada kekuatan penerapan peer feedback dalam penelitian ini. catatan lapangan. saya menemukan bahwa kebanyakan siswa tidak mampu memperbaiki draft pertama mereka khususnya draf dalam bentuk teks narrative setelah mendapatkan feedback dari saya. angket dan hasil pekerjaan tulis siswa dianalisis serta dipresentasikan secara kuantitatif dan diskipsi. dan refleksi. guru mereka. feedback sangat penting dalam membantu siswa untuk memperbaiki tulisannya. (6) meminta siswa untuk menulis draf awal mereka. Kemajuan penulisan narrative siswa terpotret dari hasil nilai menulis mereka. dan berharap bahwa mereka bisa belajar dari respon tersebut untuk memperbaiki drafnya. keterlibatan. (13) meminta mereka untuk merivisi dan memperbaiki draf mereka berdasarkan feedback teman mereka. (4) menyuruh siswa untuk menulis topik dalam waktu 1-5 menit. Karena alasan itulah. perencanaan. (8) memerintahkan siswa untuk membaca dan memberikan feedback pada contoh draf dengan menggunakan lembar revising checklists. . peer feedback dalam bentuk revising checklists diajukan sebagai solusinya. data yang diambil melalui lembar pengamatan checklists. penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kemampuan siswa kelas tiga Madrasah Aliyah Tarbiyatul Wathon Gresik dalam menulis teks narrative melalui pengimplementasian peer feedback. (3) meminta siswa untuk ambil bagian dalam diskusi antara siswa dan guru berkenaan dengan susunan yang tepat dari paragraf acak tersebut. angket. kelas tiga Madrasah Aliyah Tarbiyatul Wathon Gresik. (14) memerintahkan mereka untuk menulis draf mereka sebagai draf akhir. (7) mendiskusikan makna masing-masing item dari revising checklists. atau 87% siswa secara aktif berpartisipasi dalam aktivitas proses belajar mengajar. Sebagai jawaban atas permasalahan tersebut. Hal yang menonjol dari strategi ini adalah bahwa peer feedback memberi siswa cara bagaimana memperbaiki draft awal mereka. pelaksanaan. (5) menyuruh siswa untuk menulis rencana awal penulisan. disarankan kepada guru-guru bahasa Inggris yang mempunyai masalah pengajaran yang sama untuk menerapkan strategi ini sebagai solusi alternatif dalam pengajaran menulis. (2) meminta siswa secara berkelompok untuk menyusun paragraf acak ke dalam susunan yang tepat. Sementara itu. Untuk mencapai tujuan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan peer feedback dalam pengajaran menulis dapat memperbaiki kemampuan menulis siswa serta sukses mendorong mereka untuk berpartisipasi secara aktif dan antusias dalam proses belajar mengajar menulis. observasi. Berkenaan dengan subjek penelitian. Setiap siklus dari penelitian ini terdiri dari tiga pertemuan. Data dari penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen-instrumen sebagai berikut: lembar pengamatan checklists. berdasarkan penelitian awal di kelas saya. yaitu. Namun demikian. diimplementasikan dalam penelitian ini. penelitian ini dilakukan dalam dua siklus saja karena pada siklus kedua kriteria kesuksesan dalam penelitian ini telah tercapai. (10) menyuruh siswa untuk berdiskusi berkaitan dengan feedback siswa terhadap draf pilihan dalam bentuk diskusi kelas. Data yang diambil dari catatan lapangan dan wawancara dianalisa secara kualitatif dan dideskripsikan secara jelas. penelitian tindakan kelas model kolaborasi dengan empat tahapan. subjek penelitian ini adalah siswa kelas tiga Madrasah Aliyah Tarbiyatul Wathon Gresik tahun ajaran 2008/2009. Mereka pada umumnya menginginkan teksnya dibaca oleh guru mereka untuk melihat bagaimana respon guru terhadap pekerjaan mereka. ketertarikan dan keantusiasan siswa dalam seluruh kegiatan proses belajar mengajar sangat bagus. wawancara dan hasil pekerjaan siswa. Penerapan peer feedback dalam penelitian ini mengikuti prosedur sebagai berikut: (1) menentukan siswa dalam kelompok yang terdiri dari 4 siswa. Dalam pelaksanaannya. Hasil tulisan mereka telah mencapai kriteria kesuksesan yang berarti bahwa ada 26 siswa atau 82% siswa mendapatkan nilai yang sama atau lebih dari 60. (9) meminta siswa untuk mendiskusikan contoh draf tersebut dalam kelompok. guru dianjurkan untuk memberi dan mengajarkan model penerapan peer feedback sebelum mengimplementasikannya. Hal ini berarti bahwa kriteria ketuntasan yang berkaitan dengan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar telah tercapai.Program Studi S2 ING 247 Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas Tiga Madrasah Aliyah Tarbiyatul Wathon Gresik dalam Menulis Teks Narrative melalui Peer Feedback Mohammad Faizal Mubarok Abstrak Sebagai bagian dari tahapan-tahapan dalam writing process.

prestasi menulis siswa meningkat (≥75% siswa dalam satu kelas mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan 65 dalam skala nilai 0-100). (4) bimbinglah mereka untuk mengembangkan setiap ide penjelas. penilitian ini menitikberatkan pada pemecahan masalah yang berkaitan dengan bagaimana cara siswa menemukan ide dan mengorganisasikannya dalam menulis sebuah topik. Setiap siklusnya terdiri dari empat pertemuan. Berdasarkan studi pendahuluan.248 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 mengelompokkan mereka berdasarkan kemampuan bahasa Inggrisnya. Instrumen yang digunakan adalah tugas menulis. “Bagaimana strategi pemetaan ide bisa meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas X di MA Mambaus Sholihin Gresik?” Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif. observation checklist. siswa terlibat aktif dalam kegiatan menulis. ditemukan bahwa nilai rata-rata siswa dari tugas menulis adalah 50. langkah-langkah model yang cocok dalam menerapkan pemetaan ide adalah sebagai berikut: (1) beritahukan kepada siswa tentang tujuan pembelajaran. (15) suruhlah mereka memperbaiki drafnya sendiri dengan menggunakan pedoman revising dan menggunakan ide yang dipetakan untuk mengembangkan isi dari draf tersebut. Masalah dalam penelitian ini adalah. Peneliti bekerja sama dengan guru Bahasa Inggris dalam kegiatan yang bersiklus yaitu perencanaan. Untuk memecahkan masalah tersebut. Ditemukan juga bahwa ada beberapa masalah yang harus dipecahkan. field notes. Kata kunci: kemampuan menulis. lengkapilah dengan petunjuk kosa kata dan kamus. dan (2) dengan instrumen observation checklist. mengendalikan kegiatan peer feedback. (3) tulislah obyek (topik atau kata kunci) pada lingkaran dan datangkan ide-ide siswa. Setelah penelitian dilakukan. (13) suruhlah lebih lebih menekankan isi dan organisasi daripada mekanik. menempatkan posisi mereka sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar serta menentukan alokasi waktu yang sesuai khususnya ketika dalam kegiatan membaca dan memberi feedback berdasarkan kemampuan siswa. tatabahasa. (10) suruhlah mereka mencari ide dan mengelompokkannya dengan cara pemetaan ide. Hasil dari refleksi digunakan untuk menentukan perencanaan terhadap siklus berikutnya. Sementara itu. lalu latihlah mereka. mereka direkomendasikan untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan strategi ini dalam pengajaran kemampuan bahasa lainnya atau dalam pengajaran menulis dengan model teks lainnya dan memperluas fokus mereka pada semua aspek menulis yang meliputi isi. kosa kata dan mekanik. Refleksi dilakukan berdasarkan temuan selama pengamatan dan dibandingkan dengan kriteria sukses yang meliputi: (1) dengan instrumen tugas menulis. bagi peneliti yang akan datang. (5) bimbinglah mereka untuk membuat kalimat dalam mengembangkan ide penjelas tersebut. (8) distribusikan gambar-gambar yang berbeda atau (dengan cara lain) suruhlah mereka mengamati obyek yang nyata. Masalah utamanya adalah para siswa tidak mengetahui bagaimana cara menemukan dan mengorganisasi ide untuk menulis sebuah topic. mengaktifkan partisipasi siswa dalam kegiatan peer feedback. (11) bimbinglah mereka untuk melakukan drafting. (12) tugasi mereka untuk menulis draf awal berdasarkan ide yang dipetakan. pelaksanaan. menunjuk siswa untuk memimpin diskusi. teks narrative. organisasi. dan suruhlah mereka membaca dan memahaminya. (17) . (9) distribusikan kertas A4. (7) kelompokkan mereka menjadi empat kelompok. (2) tunjukkan gambar yang akan didiskripsikan dan suruh mereka untuk mengamatinya. Zaini Miftah Abstrak Penelitian ini dilakukan berdasarkan masalah yang dihadapi oleh peneliti dalam pembelajaran Bahasa Inggris di kelas. (6) distribusikan contoh teks diskriptif. dan questionnaire. peer feedback Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas X di MA Mambaus Sholihin Gresik melalui Pemetaan Ide M. Subyek penelitian ini adalah semua siswa kelas X-6 semester kedua pada tahun pelajaran 2008/2009 yang terdiri dari tiga puluh delapan siswa putra. (16) tugasi mereka melakukan proofread terhadap draf temannya. Penelitian ini menawarkan pemetaan ide yang dikembangkan dalam model yang cocok untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas X dalam menulis teks diskriptif. Pengalamannya sebagai guru Bahasa Inggris pada kelas X di Madasah Aliyah (MA) Mambaus Sholihin Gresik menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis masih rendah. (14) bimbinglah mereka untuk memperbaiki draf.5. pengamatan. Hasil ini cenderung belum memuaskan karena belum mencapai target belajar yang harus paling tidak 65 untuk standar kesuksesan di sekolah. dan refleksi terhadap data yang diperoleh dari proses belajar mengajar yang dilaksanakan sebanyak tiga siklus.

rubrik penilaian analitis. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif dimana peneliti yang bertindak sebagai seorang guru dan kolaborator yang bertindak sebagai seorang observator bekerja sama dalam melaksanakan semua tahapan. (21) tugasi mereka untuk berbagi hasil tulisan mereka. dan Universitas dengan mempertimbangkan keampuhan pemetaan ide sebagai strategi dalam pembelajaran Bahasa Inggris. para peneliti yang akan datang disarankan agar melakukan berbagai penelitian yang berkaitan dengan penerapan pemetaan ide dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk skill yang lain seperti listening. (5) menganjurkan siswa untuk saling membantu satu dengan yang lainnya dengan tujuan untuk menutupi kelemahan anggota kelompok yang mungkin kurang mampu dalam . atau kelompok besar. para guru Bahasa Inggris disarankan agar menerapkan langkah-langkah model pemetaan ide sebagai salah satu strategi alternatif dalam pembelajaran menulis dan juga mengembangkan cara pembelajaran mereka sendiri agar lebih tepat dipakai dalam pembelajaran mereka di kelas. (18) bimbinglah mereka untuk melakukan editing.Program Studi S2 ING 249 suruhlah mereka membuat perubahan yang sesungguhnya. Peneliti menggunakan beberapa instrumen penelitian untuk mengumpulkan data. Kedua. yaitu perencanaan. Ketiga. (3) menugaskan kepada siswa dalam kelompok untuk mendiskusikan tugas yang telah ditentukan dan meminta masing-masing siswa untuk membuat catatan hasil diskusi secara individu. (20) tugasi mereka untuk melakukan proofread lagi. ada tiga saran yang diberikan. dan refleksi. Disamping meningkatkan prestasi siswa. (2) menugaskan kepada siswa dalam kelompok untuk melengkapi contoh model teks yang telah disediakan oleh guru. Persentase siswa yang mendapatkan skor ≥65 pada akhir Siklus I 36. Adapun model penerapan teknik kolaborasi yang sesuai mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: (1) membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok. Penggunaan Teknik Kolaborasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa MTsN PulosariTulungagung Menulis Teks Deskriptif Mahfud Efendi Abstrak Dari hasil penelitian pendahuluan diketahui bahwa siswa kelas depalan MTsN PulosariTulungagung memiliki kemampuan menulis yang kurang memuaskan dan tidak termotivasi dalam proses belajar dan mengajar.78% (19 siswa) pada akhir Siklus II. dan (22) suruhlah mereka mengumpulkan tulisan akhir untuk dinilai. observasi. Kata kunci: pemetaan ide. kemampuan menulis. siswa juga memberikan respon positif (kategori Baik dan Sangat Baik) terhadap penerapan teknik kolaborasi. Hal ini disebabkan karena teknik pengajaran yang monoton dimana siswa belajar secara individu dalam situasi kompetitif. kelompok kecil. dan kuesioner. Pertama. tata bahasa. and reading. penerapan teknik kolaborasi juga mampu meningkatkan motivasi siswa yang diindikasikan oleh tingkat keaktifan siswa dan partisipasi siswa terhadap semua kegiatan dalam proses belajar dan mengajar. Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs). Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh peningkatan persentase prestasi siswa dalam menulis teks diskriptif. (4) menganjurkan siswa untuk bekerjasama dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan adanya nilai 65 persen siswa mencapai 60 atau lebih tinggi dalam skala penilaian 1-100. Berdasarkan temuan.86% (29 siswa). Penelitian ini dilakukan dengan prosedur sirkular.11% (13 siswa). speaking. dan untuk level yang lain misalnya Sekolah Dasar (SD/MI). Persentase ini meningkat menjadi 52. organisasi. Subjek penelitian ini adalah 36 siswa kelas depalan (VIII C) MTsN Pulosari-Tulungagung tahun pelajaran 2008/2009. Selain itu. dan mekanik terhadap draf tersebut. (19) suruhlah mereka meng-edit drafnya sendiri dengan menggunakan pedoman editing dan menggunakan ide yang dipetakan untuk meneliti/memperbaiki isi. persentase siswa yang mendapatkan skor ≥65 mencapai 82. seperti berpasangan. yaitu lembar observasi. catatan lapangan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa siswa menjadi aktif selama pembelajaran menulis dan kemampuan siswa meningkat setelah penerapan tindakan dilakukan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan teknik kolaborasi yang dilakukan dalam satu siklus dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas delapan dalam menulis teks deskriptif. Oleh karena itu maka teknik kolaborasi dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas delapan MTsN Pulosari-Tulungagung dalam menulis teks deskriptif. Pada akhir Siklus III. pelaksanaan. kepala sekolah sebagai pihak pembuat kebijakan disarankan agar memberikan waktu pelajaran yang khusus bagi siswa untuk mempraktikkan menulis Bahasa Inggris yang berkelanjutan.

Prinsip itu menyatakan bahwa seorang penutur harus bekerja sama dengan memberikan kontribusi yang diperlukan dalam tuturan itu.250 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 menyelesaikan tugas yang diberikan. dan (d) usahakan berbicara dengan teratur. Bagi calon peneliti yang berkeinginan untuk meneliti teknik kolaborasi. Data diambil dari tuturan-tuturan para pelaku dalam novel tersebut. (c) usahakan membuat pernyataan yang ringkas. Melanggar (flouting) maksim berarti penutur tidak mematuhi maksim-maksim dalam Prinsip Kerja Sama. hiperbola.65%). dan tidak lebih informatif dari yang diperlukan. yaitu dengan tidak mengatakan suatu yang diyakini itu tidak benar atau suatu yang bukti kebenarannya kurang meyakinkan. Hasil penelitian menunjukkan ada lima jenis majas yang digunakan dalam tuturan. metafor. tidak hanya mencatat perkembangan siswa dari tingkat keaktifan mengumpulkan tugas saja. dan (6) menugaskan siswa untuk membuat teks deskriptif secara individu dengan tetap memperhatikan masukan positif dari hasil diskusi kelompok. sedangkan mengungkung/membatasi (hedging) berarti penutur tidak ingin terlibat sepenuhnya dalam isi pokok tuturan. tautologi. teks dekriptif The Gricean Cooperative Principle: Flouting and Hedging in the Conversations in Joseph Conrad’s The Secret Agent Maria Goretti Sri Ningsih Abstrak Prinsip Kerja Sama (PK) diperkenalkan oleh seorang filsuf.65%). pertanyaan retorik (rhetorical question). yang kedua adalah maksim Kualitas (42. (b) menghindari ketaksaan. Grice. pertanyaan retorik (4. (3) Maksim Hubungan yang mengatakan bahwa penutur harus memberikan informasi yang relevan. Juga ditemukan ada tiga macam maksim tuturan yang dilanggar/dibatasi. dan maksim Cara adalah maksim yang paling banyak dilanggar/dibatasi oleh para penutur (50. Pelanggaran terhadap Prinsip Kerja Sama sering dilakukan penutur dengan menggunakan majas. deskripsi tentang alasan-alasan penutur untuk melanggar/membatasi maksim-maksim tersebut ditulis berdasarkan teori Grice tentang Prinsip Kerja Sama (PK) dan teori yang dikemukakan Leech tentang Prinsip Sopan Santun (PS).P.33%). Untuk menjawab pertanyaan penelitian dilakukan riset kualitatif.03%). Kata kunci: teknik kolaborasi. (2) penjelasan tentang distribusi dari pelanggaran (flouting) dan pembatasan (hedging). dan majas yang paling banyak digunakan oleh para penutur adalah metaphor (83. . maka disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan teknik kolaborasi dalam pengajarannya dengan jalan mengadaptasi atau memodifikasinya dan juga mempertimbangkan kondisi riil kelas mereka.65%). (2) Maksim Kualitas. Dalam kenyataan hidup sehari-hari penutur sering tidak mematuhi maksim-maksim tersebut.73%). dan understatement (pernyataan yang dibuat kurang dari yang sebenarnya). Hal ini dijabarkan dalam: (1) deskripsi tentang jenis maksim tuturan yang dilanggar/dibatasi dalam tuturan. Penelitian ini mencoba mendeskripsikan bagaimana para pelaku dalam novel The Secret Agent melanggar dan/atau membatasi maksim-maksim tuturan. sementara diskripsi tentang pola tatbahasa dalam pelanggaran/pembatasan (flouting/hedging) didasarkan pada bagian kalimat yang mengandung pelanggaran/pembatasan. yaitu memberikan kontribusi yang cukup informatif sesuai yang diperlukan. Dengan kata lain mereka sering melanggar dan atau mengungkung/membatasi maksim-maksim tersebut. dan yang paling sedikit adalah ironi (2. Grice mengemukakan empat macam maksim tuturan: (1) Maksim Kuantitas. (3) deskripsi dari kemungkinan alasan-alasan para penutur untuk melanggar dan/atau membatasi maksim-maksim tuturan. Deskripsi tentang jenis-jenis maksim tuturan yang dilanggar/dibatasi dalam tuturan-tuturan dan penjelasan tentang distribusi dari pelanggaran (flouting) dan pembatasan (hedging) didasarkan pada teori Grice tentang maksim-maksim dalam Prinsip Kerja Sama. disusul dengan overstatement (4.72%). kemampuan menulis. dan (4) deskripsi tentang pola tatabahasa dari pelanggaran (flouting) dan pembatasan (hedging) tersebut. tautologi (4. dan (4) Maksim Cara yang mengatakan bahwa penutur harus memberikan informasi yang mudah dimengerti: (a) menghindari pernyataan-pernyataan yang samar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut. sangat disarankan untuk memetakan kemampuan siswanya terlebih dahulu sebelum pengelompokan dan menilai setiap pekerjaan siswa selama proses belajar dan mengajar. H. yang berisi 6 jenis majas yang disebutkan dalam Grundy (2000): ironi.

pelanggaran.29). siswa terlihat aktif dalam berbagi pendapat. Sedangkan pola tatabahasa yang digunakan dalam pelanggaran (flouting) dan pembatasan (hedging) pola kalimat lengkap. Berdasarkan temuan dari penelitian ini. namun kemampuan memahami bacaan siswa masih belum memuaskan. Untuk peneliti yang lain. waluapun membaca diajarkan lebih banyak daripada keterampilan bahasa yang lain. mengamati dan melakukan refleksi. dan review (mereview) Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas kolaboratif. Keterampilan siswa dalam membaca adalah belum memadai. membaca adalah salah satu ketrampilan bahasa inggris yang dianggap penting dalam pertumbuhan siswa dalam berbagai aspek kehidupan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan strategi PQ4R dalam pembelajaran pemahaman membaca adalah dapat meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa. penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pemahaman membaca dengan menggunakan strategi PQ4R Dalam kegiatan PQ4R strategi. pengajaran membaca di MAN Mojokerto tidak memfasilitasi siswa dalam menguasai ketrampilan membaca. membaca. misalnya.52%. mendiskusikan dan mereview sebuah teks atau bacaan selama proses belajar mengajar dengan menggunakan strategi PQ4R. jumlah siswa yang memperoleh nilai sama dengan atau lebih besar dari 65 adalah34 dari 42 siswa atau 80. Kata kunci: prinsip kerja sama grice. the secret agent Meningkatkan Membaca Pemahaman Siswa Kelas Sepuluh MAN Mojokerto dengan Menggunakan Strategi PQ4R Moh. untuk memperoleh informasi tentang kegiatan dan penampilan guru dan siswa selama pelaksanaan strategi PQ4R. Sehingga.298). Rodli Abstrak Membaca adalah salah satu keterampilan bahasa yang membantu keberhasil dalam belajar bahasa. disarankan kepada para guru untuk menggunakan strategi PQ4R sebagai salah satu strategi alternatif dalam pengajaran pemahaman membaca di dalam kelas. membuat rencana pengajaran. Berdasarkan hasil dari studi pendahuluan. read (membaca). reflect (merefleks)i. merefleksikan. pembatasan. Berdasarkan pada hasil penelitian. Oleh karena itu. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui (1) lembar observasi. menjawab pertanyaan. “My heart went down into my boots (Jantungku turun ke sepatuku)” (hal. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari dua kali pertemuan. menentukan kriteria kesuksesan belajar. .24%). dan “I suppose the cup of horrors was full enough for such as me (Aku kira piala yang berisi hal-hal yang mengerikan ini terlalu penuh untuk orang sepertiku)” (hal. tuturan. mempreiview atau meninjau bacaan. Di siklus ke-1 jumlah siswa yang memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 65 hanya 25 dari 42 siswa atau 59. Subjek penelitian ini adalah 42 siswa kelas X-10 MAN Mojokerto tahun pelajaran 20082009. novel ini dianjurkan untuk digunakan sebagai bahan ajar literature dan cross-cultural understanding (CCU=pengertian tentang kultur negara/bangsa lain) karena novel ini menyajikan penggunaan majas-majas untuk menyampaikan pesan atau pikiran. Ungkapan-ungkapan semacam itu akan memperkaya pengetahuan dan pengertian para mahasiswa tentang kultur bangsa Inggris. (2) catatan lapangan digunakan untuk mencatat data yang tidak terdapat pada lembar observasi. question (bertanya). Itu dapat diidentifikasi bahwa ada peningkatan nilai pemahaman membaca yang signifikan setelah pelaksanaan dari tindakan di setiap siklusnya. Berdasarkan pertimbangan pentingnya membaca. Siswa juga direkomendasikan untuk menggunakan strategi PQ4R sebagai strategi belajar dalam pemahaman membaca yang dapat mereka lakukan pada jenis-jenis teks yang lain. Itu adalah belum memenuhi kriteria keberhasilan. yaitu kolaborasi antara peniliti dengan guru yang berkerjasama untuk mengembangkan prosedur strategi PQ4R yang sesuai. dan (3) tes pemahaman membaca. yaitu preview(preview). majas. recite (membaca nyaring). digunakan untuk mengidentifikasikan apakah siswa sudah memperoleh kemajuan dalam pemahaman membaca. temuan dari penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk peneliti yang tertarik dalam melaksanakan riset di bidang yang sama. membaca diajarkan lebih banyak dari pada ketrampilan bahasa yang lain. Lebih lanjut. Di siklus ke-2. Hasil tersebut adalah telah memenuhi kriteria sukses dari penelitian ini. siswa diberi tugas untuk memahami sebuah teks dengan menggunakan prosedur PQ4R.Program Studi S2 ING 251 dan yang terakhir adalah maksim Kuantitas (7.45%. melakukan tindakan.

strategi PQ4R . pemahaman membaca.252 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Kata kunci: meningkatkan.

Di dalam menyusun kalimat menjadi sebuah paragraf. beberapa saran akan diusulkan sebagai berikut. (4) meminta siswa untuk menyebutkan dan melafalkan beberapa kata dan frase yang berhubungan dengan topik dalam teks yang telah diberikan. Lebih dari 75% siswa mengatakan bahwa mereka setuju bahwa tehnik bertanya (questioning technique) sangat menarik. siswa-siswa masih membuat kesalahan dalam hal isi karangan. Disamping itu. (3) memberikan contoh teks deskripsi. Siswa-siswa masih mendapatkan kesulitan dalam menulis sebuah karangan dengan mengungkapkan ide. (13) meminta siswa untuk melakukan revisi yang difokuskan pada ide dan organisasi baik dalam kelompok atau pun dengan berpasangan. (9) memberikan pertanyaan ke setiap siswa. Tehnik bertanya adalah salah satu komponen dari proses belajar mengajar secara kontekstual (CTL) yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskriptif. (6 ) meminta siswa untuk menemukan arti dari kata dan frase dengan menjodohkan kata dan frase di kolom A dan kolom B. Faktanya dapat dilihat pada respon siswa terhadap kuestioner yang dibagikan kepada mereka. (14) meminta salah seorang dari kelompok tersebut untuk membaca tulisannya di depan kelas. mengamati tindakan. (3) siswa dianjurkan untuk melakukan praktek menulis di luar jam sekolah dengan menggunakan questioning . (2) guru seharusnya memberikan seragkaian pertanyaan pada siswa untuk menghasilkan kalimat dengan menyediakan sebuah gambar yang berhubungan dengan topik yang dibahas. (15) melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran. mengimplementasikan tindakan. Untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi siswa tersebut. (5) meminta siswa untuk menemukan arti kata dan frase dengan menjodohkan kata-kata dan frase tersebut dengan gambar yang sesuai. (1) guru bahasa Inggris hendaknya mempertimbangkan model tehnik bertanya (questioning technique) yang dikembangkan dalam peneltian ini sebagai salah strategi alternative yang digunakan dalam pengajaran menulis paragraf deskriptif siswa MTs atau SMP.1. dan refleksi. dan mean skor siswa pada post-test di siklus pertama adalah 63. mean skor siswa adalah 52. sementara mean skor siswa pada post-test siklus kedua mencapai 71. Permasalahan dalam penelitian ini diformulasikan sebagai berikut: Bagaimana cara tehnik bertanya ini dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas II MTs Negeri Biringkanaya Makassar dalam menulis paragraf deskriptif? Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara berkolaborasi di mana peneliti dan kolaborator bekerjasama merancang desain pembelajaran. Untuk menyusun kalimat menjadi sebuah paragraf siswa diberikan beberapa pertanyaan lalu siswa diminta untuk menjawab pertanyaan tersebut. (11) meminta siswa untuk menyusun jawaban pertanyaan itu ke dalam sebuah paragraf. (8) meminta siswa untuk menyempurnakan dialog dengan kata-katanya sendiri. didapatkan bahwa kemampuan menulis siswa kelas II masih jauh dari apa yang diharapkan oleh kurikulum. kosa kata. (7) meminta siswa menjawab pertanyan yang diberikan dengan menggunakan katakata yang yang tersedia dalam kotak. peneliti mengusulkan salah satu tehnik di dalam mengajarkan keterampilan menulis ini yaitu tehnik bertanya. organisasi. dan juga komponen bahasa Inggris lainnya. Berdasarkan hasil temuan. Jawaban pertanyan itu akan menjadi rujukan untuk menyusun kalimat menjadi suatu paragraf. observasi. tehnik bertanya (questioning technique) dapat juga memicu motivasi siswa dalam mengikuti proses kegiatan menulis di kelas. Pada pre-test. (12) menugaskan siswa untuk menulis draft dari jawaban-jawaban pertanyaan itu. Prosedur penerapan tehnik bertanya (questioning technique) dalam pembelajaran menulis pada penelitian ini adalah: (1) memperkenalkan topik kepada siswa dengan menunjukkan sebuah gambar. implementasi. dan melakukan refleksi. (10) meminta siswa menjawab pertanyaan yang diberikan. Ini adalah salah satu kegiatan guru yang dapat mendorong dan membimbing siswa mampu mengungkapkan ide melalui proses belajar mengajar secara kontekstual (CTL). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas II MTs Negeri Biringkanaya Makassar tahun pelajaran 2008/2009. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model tehnik bertanya (questioning technique) dapat meningkatkan kemampuan siswa di dalam menulis paragraf deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengikuti prosedur penelitian tindakan yakni perencanaan.Program Studi S2 ING 253 Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas II Madrasah Tsanawiyah Biringkanaya Makassar Dalam Penuliasan Paragraf Deskriptif Melalui Tehnik Bertanya Muhammad Saleh Abstrak Dari hasil kajian pendahuluan yang dilaksanakan di MTs Negeri Biringkanaya Makassar.2. Peningkatan ini dapat dilihat pada mean skor tulisan siswa pada pre-test yang dilaksanakan pada penelitian pendahuluan (preliminary study) dan mean skor siswa pada kedua post-test yang diadakan masing-masing setelah siklus pertama dan siklus kedua.4. pikiran dan perasaanya dalam bentuk teks deskriptif. (2) membantu siswa memahami topik dengan memberikan beberapa pertanyaan berdasarkan gambar yang ditunjukkan.

dan merefleksi hasil kegiatan. Penerapan strategi RT meliputi enam komponen: (1) memprediksi (berguna untuk memberikan konsep yang kuat dan mengaktifkan pengetahuan awal mahasiswa). dan Membaca Ekstensif. Dengan hasil penelitian yang baik maka disarankan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako agar membiasakan berdiskusi dan berbagi ide dengan temantemannya ketika mengalami masalah dalam pembelajaran. Hal ini berarti bahwa mahasiswa aktif dalam kelas resiprokal membaca pemahaman. Disarankan juga kepada dosen mata kuliah Membaca Pemahaman yang ingin menerapkan strategi RT. kemudian pada siklus 2 respon mahasiswa adalah 100%. Mata pelajaran wajib yang diajarkan di SMP dan di SMA. setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan dan pertemuan ketiga dilaksanakan untuk memberikan tes membaca pemahaman dengan menggunakan strategi Pengajaran Resiprokal. masalahmasalah berpusat pada: (1) rendahnya pencapaian mahasiswa dalam membaca pemahaman. Membaca IV. Program Studi Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako menawarkan mata kuliah Membaca Pemahaman yang dibagi menjadi Membaca I. Hasil penelitian menunjukkan pencapaian mahasiswa dalam tes membaca pemahaman setelah mereka menyelesaikan dua pertemuan penerapan strategi RT adalah 67% dari mahasiswa dalam kelas memperoleh nilai ≥80. Membaca II. Dalam melaksanakan penelitian ini. dan mata kuliah Membaca lebih khusus diajarkan di tingkat universitas. merancang rencana pembelajaran. Respon mahasiswa pada siklus 1 adalah 97% dari jumlah mahasiswa aktif dalam kegiatan pembelajaran menggunakan strategi RT. Pada khususnya. Hal ini berarti bahwa terdapat sekitar dua puluh mahasiswa yang memperoleh nilai ≥80. (3) bertanya (langkah yang mengarahkan mahasiswa untuk membuat pertanyaan sesuai dengan bacaan). paragraf Menerapkan Strategi Pengajaran Resiprokal untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca Mahasiswa pada Program Studi Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako Muhsin Abstrak Bahasa Inggris secara resmi dan wajib diajarkan di sekolah-sekolah di Indonesia. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi RT dalam membaca pemahaman efektif menyelesaikan masalah mahasiswa. Kata kunci: tehnik bertanya. Penelitian ini dirancang untuk memperoleh informasi bagaimana Strategi Pengajaran Resiprokal (RT) dapat memperbaiki kemampuan pemahaman membaca mahasiswa. (4) meringkas (langkah yang mengarahkan mahasiswa untuk menyatakan ide yang sesuai bacaan dengan menulis dalam bentuk satu paragraf). kemampuan menulis. (2) mengklarifikasi (langkah yang dilaksanakan oleh peneliti yang bertujuan menambah kosakata mahasiswa). peneliti bekerjasama dengan salah seorang dosen Membaca Pemahaman pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako. melaksanakan rencana kegiatan. (4) strategi yang diterapkan oleh dosen lebih terpusat pada dosen itu sendiri. mengamati kegiatan. Dalam pemahaman membaca khususnya diarahkan untuk mengamati pelaksanaan Strategi RT dan sekaligus memperbaiki kemampuan pemahaman membaca mahasiswa dengan menggunakan model pengajaran Strategi RT. Dari proses pengajaran Membaca Pemahaman berdasarkan data awal sebelum penelitian. Penelitian ini telah dilaksanakan dalam dua siklus. Membaca III.254 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 technique seperti yang dikembangkan dalam penelitian ini. penelitian ini dimaksudkan untuk memperbaiki kemampuan pemahaman membaca mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako Palu melalui Strategi RT. (2) kesulitan mahasiswa dalam memahami teks. menyiapkan materi pengajaran dan instrumen. (3) kegiatan membaca dimonopoli oleh sebagian kelompok mahasiswa yang berkemampuan baik. agar melaksanakan tiga tahap dalam pengajaran . (5) bekerja kelompok (berguna untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa). dan menetapkan kriteria keberhasilan). dan (6) pemberian tes (praktik mandiri yang menggunakan strategi RT yang mana mahasiswa diharapkan dapat menerapkan strategi secara individu dan mandiri). (4) peneliti yang lain hendaknya melakukan penetian tindakan kelas dengan topik yang sama di sekolah lanjutan baik MTs maupun SMP. Selama bekerja kelompok mahasiswa dibimbing oleh dosen untuk menerapkan strategi RT. Penelitian ini dilaksanakan pada mata kuliah Membaca Pemahaman II Kelas B tahun akademik 2008/2009. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas kolaborasi (PTK) yang terdiri dari perencanaan (merancang prosedur pengajaran untuk menerapkan strategi Pengajaran Resiprokal.

Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan memahami bacaan para siswa kelas XI MAN Temanggung Jawa Tengah. serta teknik mengajar yang kurang vareatif. Oleh karena itu. Dalam hal ini Guided Reading and Summarizing Procedure atau disingkat GRASP diterapkan untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan kemampuan memahami bacaan. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti. disarankan kepada peneliti berikutnya agar melaksanakan penelitian di tingkat mahir membaca pemahaman seperti membaca kritis. pemahaman membaca Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca Siswa Kelas II MAN Temanggung melalui Strategi “GRASP” Muslih Abstrak Membaca merupakan salah satu dari keterampilan berhahasa yang harus diajarkan kepada muridmurid Sekolah Menengah Atas dalam pelajaran Bahasa Inggris. menemukan pokok pikiran serta menemukan informasi yang tersurat dan tersirat. Masalah utama yang mesti dicari solusinyanya adalah “Bagaimana Strategi GRASP dapat meningkatkan kemampuan memahami bacaan siswa kelas XI MAN Temanggung?” Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah bahwa dengan menerapkan dan mengadaptasi Strategi GRASP yang terdiari dari 4 langkah.31 pada akhir siklus kedua. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa siklus yang terdiri dari kegiatan yang meliputi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI Bahasa 2 MAN Temanggung semester kedua pada tahun ajaran 2008/2009. Kata kunci: meningkatkan. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakn secara berkolaborasi atau bekerjasama dengan guru bahasa inggris yang mengajar dikelas yang dijadikan sebagai subyek penelitian. Melalui proses belajar mengajar membaca. kegiatan pendahuluan (Preliminary study). Terakhir. Ada 2 macam criteria yang ditetapkan untuk menentukan bahwa penelitian dianggap berhasil yaitu nilai rata-rata kemampuan membaca siswa meningkat dari 56. dan siswa terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar. guru-guru bahasa Inggris disarankan untuk menerapkan strategi GRASP dalam kegiatan belajar megajar membaca karena strategi GRASP terbukti dapat meningkatkan kemampuan memahami bacaan para siswa. kemampuan memahami bacaan para siswa kelas XI MAN Temanggung dapat ditingkatkan. menemukan informasi tertentu. Berdasarkan penemuan dari penelitian ini. membaca kreatif. strategi “GRASP” . terbatasnya jumlah kosakata bahasa Inggris yang mereka kuasai. Kata kunci: strategi pengajaran resiprokal. untuk meningkatkan kemampuan mebaca siswa. kurangnya kemampuan siswa dalam menguasai keterampilan membaca. report. Para peneliti yang akan datang disarankan untuk menerapkan Strategi GRASP kepada siswa siswi kelas X ataupun kelas XII dan juga disarankan untuk menerapkan strategi tersebut untuk beberapa jenis text yang lain seperti review. rendahnya motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris. dan membaca ekstensif. descriptive text dan lain-lain. Perencanaan (Planning). para siswa diharapkan mampu memahami teks bacaan yang mereka baca. Sementara penelitian ini dikhususkan pada Analytical dan Hortatory Exposition text sebagai text type atau jenis-jenis text yang harus diajarkan kepada siswa siswi kelas dua Sekolah Menengah Atas. Pelaksanaan (Implemanting) sekaligus Pengamatan (Observing) dan Refleksi (Reflecting) yakni melakukan analisa hasil penelitian untuk menentukan apakah criteria keberhasilan sudah tercapai atau belum.00 pada saat preliminary study menjadi 73.Program Studi S2 ING 255 sambil memberikan perbaikan terhadap pekerjaan mahasiswa. meningkatkan. penerapan sebuah metode atau strategi yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar membaca sangatlah diperlukan. pemahaman membaca. Akan tetapi berdasarkan study pendahuluan ditemukan bahwa siswa siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Temanggung masih mengalami kesulitan dalm menemukan gambaran umum dari suatu bacaan.

Adapun tujuan dari pada pengajaran membaca pada siswa-siswi Sekolah Menengah Atas adalah untuk membantu mereka memahami naskah bacaan dan materi-materi tertulis lainnya dalam bahasa inggris. Dengan melihat kelebihan maupun kelemahan dari pada penggunaan metode cooperative STAD didalam pengajaran membaca pemahaman. peneliti menggunakan beberapa instrument penelitian yang antara lain angket. perolehan nilai ratarata melebihi criteria ketuntasan yang telah ditentukan dengan skor rata-rata 72. Dalam penerapan metode cooperative STAD. kedua adalah penerapan. Skor rata-rata peroleh siswa pada tes pendahuluan adalah 58. dan menulis (Depdiknas. membaca. Penelitian dilakukan di dalam satu kelas yang terdiri dari empat puluh dua siswa yang secara keseluruhan dijadikan subyek penelitian. Sementara pada akhir Siklus 2. dan yang lebih khusus adalah mempersiapkan anggota kelompok untuk menghadapi tes.46. sangat disarankan kepada siswa bahwa hasil penelitian ini akan memberikan langkah-langkah kepada mereka sebagai fariasi metode dalam kegiatan belajar yang dapat meningkatkan membaca pemahaman mereka. prestasi. rendahnya motifasi siswa dan kadang-kadang mereka pasif mempelajari bahasa inggris.256 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Penggunaan Metode Pembelajaran Cooperative STAD Untuk Meningkatkan Prestasi Membaca Pemahaman Siswa MAN 1 Kota Bima Najamuddin Abstrak Menyadari akan pentingnya penguasaan bahasa inggris dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. Membaca adalah merupakan salah satu dari keterampilan berhahasa yang harus diajarkan kepada siswa-siswi Sekolah Menengah Atas. Oleh karena itu. rendahnya pengetahuan guru bahasa inggris terhadap metode pembelajaran yang dapat motivasi siswa dalam memahami materi yang disampaikan. Rancangan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus secara kolaboratif dimana peneliti dibantu oleh guru kolaborator didalam melakukan penelitian. Siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bima masih mengalami kesulitan dalam menemukan gambaran umum dan khusus. ketrampilan. Kemudian pada akhir Siklus 1 nilai rata-rata siswa masih belum mencapai kriteria ketuntasan belajar. Prosedur pelaksanaan penelitian adalah terdiri dari empat tahapan: tahap pertama adalah perencanaan. Fungsi dan tujuan utama pembagian kelompok tersebut adalah untuk memastikan bahwa semua anggota kelompok belajar. siswa dibagi kedalam beberapa kelompok yang terdiri dari empat orang untuk satu kelompok yang digabung berdasarkan tingkat kemampuan. berbicara. menemukan pokok pikiran serta menemukan informasi yang tersurat dan tersirat didalam naskah bacaan. berdasarkan hasil study pendahuluan ditemukan bahwa pengajaran membaca pada MAN 1 Kota Bima tidak memberdayakan siswa untuk terampil dalam memahami isi bacaan. Adapun tujuan dari pada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana metode cooperative STAD dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi membaca pemahaman siswa. Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode cooperative STAD dalam pengajaran membaca pemahaman dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa. lembar observasi. Kemudian kepada peneliti berikutnya. disarankan kepada guru bahasa inggris terutama yang mengajar bahasa inggris pada MAN 1 Kota Bima agar menerapkan metode tersebut di dalam kelasnya khususnya dalam pengajaran membaca pemahaman. catatan lapangan. disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan metode cooperative STAD untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa dan mengurangi kesulitannya didalam memahami isi bacaan. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor yang antara lain. penelitian ini dirancang dalam upaya untuk meningkatkan prestasi siswa didalam membaca pemahaman. ketiga adalah melakukan pengamatan. Selanjutnya disarankan pula untuk mempelajari bagaimana cara menggunakan metode cooperative STAD tersebut pada keterampilan-keterampilan bahasa yang lainnya. dan kepada siapa saja yang berminat menggunakan metode cooperative STAD pada Penelitian Tindakan Kelas.44. Pengajaran bahasa Inggris diarahkan pada penguasaan empat keterampilan berbahasa yakni mendengarkan. membaca pemahaman . dan guru bahasa inggris jarang sekali menggunakan media untuk menunjang kegiatan belajar. guru bahasa inggris tidak menyederhanakan dan mengembangkan materi yang disajikan di dalam buku paket yang sesuai kebutuhan siswa. dan mengadakan test pada siswa. 2004). Untuk memperoleh data penelitian. menemukan informasi tertentu. Kata kunci: metode cooperative STAD. Disamping itu. dan yang terakhrir adalah refleksi. Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh adanya peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada akhir Siklus 2. materi yang disajikan di dalam buku adalah sulit dipahami siswa. dan jenis kelamin. Berkaitan dengan hal tersebut. pemerintah Indonesia telah menetapkan bahawa bahasa Inggris adalah merupakan mata pelajaran wajib yang diajarkan pada siswa sekolah menengah pertama maupun sekolah menengah atas.

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara melalui teknik bercerita menggunakan puppets dalam hal isi cerita dan penyampaian cerita. Kepala sekolah diharapkan dapat menyediakan fasilitas dan alat-alat untuk membuat media yang dapat di pakai dalam kegiatan belajar-mengajar untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam belajaar . 17) memberikan lembar penilaian antar sesama. Instrumen penelitian dalam pengumpulan data adalah lembar pengamatan. dan kurang praktek berbicara bahasa Inggris. dan jarang membuat mediamedia pengajaran. Karena itu. Siswa tidak mempunyai ide atau inisiatif untuk berbicara. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus terdiri atas sembilan pertemuan. dan tiga pertemuan terakhir untuk bercerita menggunakan puppets di depan kelas secara individu. catatan lapangan. para guru disarankan menyediakan media dan materi yang menarik dan bagus. 22) merekam suara siswa dan menilai penampilan mereka. 16) mencontohkan cara bercerita kepada siswa dengan menggunakan irama musik. 19) memotivasi siswa untuk melafalkan cerita kembali di rumah. dan meningkatkan pencapaian – nilai– berbicara siswa. Kriteria pertama adalah jika 65% siswa berpartisipasi atau terlibat aktif dalam proses berlaja mengajar. guru menggunakan teknik pengajaran yang monoton. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII7 MTsN Tangerang II Pamulang. Berdasarkan temuan dapat disimpulkan bahwa teknik bercerita menggunakan puppets sangat efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam process belajar-mengajar. penemuan menunjukkan bahwa 87% siswa telah mencapai nilai lebih dari 65. temuan penelitian menjelaskan bahwa 89% siswa memperlihatkan respon baik terhadap teknik tersebut. penelitian tindak kelas ini dilakukan untuk mengatasi masalah siswa dalam berbicara. 12) meminta siswa membaca teks dengan keras. penampilan berbicara siswa menggunakan rubrik penilaian. Mengenai kriteria kedua yaitu jika 65% siswa memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 65. 7) menanyakan cerita atau/dan mendiskusikan kosa-kata dan tata bahasa (kata kerja atau keterangan waktu yang digunakan dalam teks tersebut). 13) memberikan model kepada siswa bagaimana menyebutkan kata dengan benar. atau jika mereka mempunyai ide. 10) mendiskusikan pesan atau nilai moral dari teks tersebut bersama dengan siswa. lembar penilaian diri. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik tersebut berhasil dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa. 15) menyanyikan lagu berhubungan dengan cerita. Disamping itu. teknik tersebut meningkatkan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris. tidak hanya sesuai dengan kebutuhan siswa tetapi juga dapat memotivasi siswa dalam belajar bahasa. 20) meminta siswa menceritakan cerita tersebut dengan menggunakan puppets secara individu di depan kelas. karena kriteria sukses telah tercapai. Penerapan teknik bercerita menggunakan puppets dalam pengajaran berbicara terdiri aras beberapa langkah: 1) menujukkan gambar pada slide atau menunjukkan puppets. pencapaian speaking siswa dalam hal nilai (menceritakan cerita secara perorangan). Siswa-siwa terlihat pasif dalam proses belajar-mengajar speaking. Semua itu dikarenakan kurangnya kosa-kata. 5) menugaskan siswa membaca teks dengan pelan. 9) mengidentifikasi dan menganalisa semua aspek dari teks narrative bersama dengan para siswa. 11) memberikan voucher bagi para siswa yang mau menjawab dan menjelaskan sesuatu mengenai cerita tersebut. jika 75% siswa memiliki respon yang baik terhadap penerapan tehnik bercerita menggunakan puppets. 14) memberikan lembar penilaian diri dan lembar kerja kepada siswa. Untuk kriteria terakhir. Memberikan motivasi dari luar sangatlah diperlukan karena hal tersebut dapat membantu motivasi dari dalam diri siswa untuk belajar bahasa Inggris. 4) memberikan siswa fotokopi teks narrative. Disamping itu. Kriteria sukses ditentukan berdasarkan partisipasi siswa dalam proses belajar-mengajar. 6) mendiskusikan teks dalam kelompok berhubungan dengan topik and kata-kata sulitnya. 21) memberikan lembar penilaian sesama untuk menilai teman. 2) menanyakan tentang gambar atau puppets tersebut. dan respon siswa terhadap penerapan teknik bercerita menggunakan puppets. rekaman. dalam hal ini menilai penampilan guru. Berhubungan dengan cerita dan puppets sebagai media dan materi pengajaran. Tiga pertemuan untuk membaca (memahami tiga cerita). Guru-guru bahasa Inggris disarankan untuk menerapkan teknik tersebut dalam pengajaran speaking atau skill lain seperti listening dan writing. dan analisa data menjelaskan bahwa 83% siswa terlibat aktif. 18) meminta siswa memperaktekkan cerita dan bercerita menggunakan puppets dalam kelompok kecil. mereka tidak tahu bagaimana mengekspresikan ide tersebut. 3) membagi siswa menjadi kelompok kelompok. kurang paham tata-bahasa. dan angket. lembar penilaian antar sesama.Program Studi S2 ING 257 Teknik Bercerita Menggunakan Puppets Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa MTsN Tangerang II Pamulang Nalti Nasution Abstrak Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di MTsN Tangerang II Pamulang ditemukan bahwa kemapuan berbicara siswa tahun 2008-2009 di kelas VIII-7 masih belum memuaskan. 8) memberikan siswa fotokopi daftar kata-kata yang berhubungan dengan cerita. tiga pertemuan berikutnya untuk berbicara (memperaktekkan cerita menggunakan puppets dalam kelompok).

Semua F-rasio yang dicapai dalam uji hipotesis menunjukkan tingkat signifikan lebih tinggi pada p<. Peneliti-peneliti yang akan datang disarankan untuk menggunakan hasil temuan ini sebagai dasar dalam melakukan riset-riset berikutnya dengan topik yang sama. Disamping meyediakan berbagai jenis buku cerita berbahasa Inggris baik lokal maupun asing di perpustakaan untuk memperkaya jumlah bacaan siswa sangatlah diperlukan.258 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 bahasa Inggris khususnya kemampuan berbicara. ada beberapa saran yang tujukan pada guru-guru bahasa Inggris dan peneliti-peneliti yang akan datang. hal ini bisa diputuskan bahwa siswa yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan mencapai prestasi lebih tinggi dalam pemahaman membaca dan kecepatan membaca dari pada siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan. kemampuan berbicara Efektifitas Kegiatan Membaca Ekstensif dalam Meningkatkan Pemahaman Membaca dan Kecepatan Membaca Teks Bahasa Inggris Pada Siswa-Siswa Kelas IX MTs Negeri Pamekasan 1 Nanang Rohmat Busthomi Abstrak Studi ini dilakukan untuk menentukan efektifitas kegiatan membaca ekstensif di dalam meningkatkan pemahaman membaca dan kecepatan membaca.Terakhir. Nilai F-rasio pada hipotesis pertama diperoleh angka 16. dan (2) siswa yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan mencapai kecepatan membaca secara signifikan lebih tinggi dari pada siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan. Dengan demikian. . Karena nilai F-rasio hasil perhitungan lebih tinggi secara signifikan dibanding dengan nilai F Tabel (3.69. kedua kelompok diberi tes akhir dengan menggunakan instrument seperti yang dipakai dalam tes awal. 36 siswa ditetapkan di kelompok eksperimental sedangkan sisanya 36 siswa ditetapkan di kelompok kontrol. Sehubungan dengan ditolaknya hipotesa nol. (2) prestasi kecepatan membaca siswa tidak lebih tinggi secara signifikan dari prestasi siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan. Selanjutnya. Kedua kelompok tersebut. calon peneliti disarankan melakukan penelitian dengan menerapkan teknik bercerita menggunakan puppets atau media lain dalam keterampilan berbahasa yang lain pula atau dengan menggunakan rancangan penelitian yang lain. Berdasarkan penemuan-penemuan dalam eksperimen ini. Instrumen penelitian ini dengan menggunakan 30 butir soal yang berbentuk pilihan ganda dengan meliputi materi membaca pemahaman untuk kelas IX semester dua.25 dan hipotesis kedua diperoleh nilai 27. Kata kunci: teknik bercerita menggunakan puppets.05 (df 70). Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental nonrandomized control group pretestposttest. (1) prestasi pemahaman membaca siswa yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan tidak lebih tinggi secara signifikan dari prestasi siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan. sedangkan kelompok kontrol diajar pemahaman membaca dan kecepatan membaca dengan tanpa kegiatan membaca ekstensif tambahan. Setelah itu. Dengan kata lain. Guru bahasa Inggris seharusnya mempertimbangkan manfaat dari kegiatan membaca ekstensif dalam meningkatkan pemahaman membaca dan kecepatan membaca. maka sebagai konsekwensinya hipotesis alternative diterima.98) maka hasil tersebut merupakan cukup bukti untuk menolak hipotesis nol. Pertanyaan utama yang perlu dijawab adalah: (1) "Apakah siswa kelas IX MTs Negeri Pamekasan 1 yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan mencapai pemahaman membaca lebih tinggi bila dibandingkan dengan siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan?" (2) "Apakah siswa kelas IX MTs Negeri Pamekasan 1 yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan mencapai kecepatan membaca lebih tinggi bila dibandingkan dengan siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan?" Jawaban sementara untuk kedua pertanyaan utama tersebut dirumuskan dalam bentuk hipotesis-hipotesis yang menyatakan sebagai berikut: (1) siswa yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan mencapai pemahaman membaca secara signifikan lebih tinggi dari pada siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan. mengajar membaca dengan memberikan kegiatan membaca ekstensif tambahan lebih efektif bila dibandingkan dengan tanpa memberikan kegiatan membaca ekstensif tambahan. data yang berbentuk skor pencapaian siswa dianalisa dengan menggunakan ANOVA satu jalur. eksperimental dan kontrol diberi sebuah tes awal. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX MTs Negeri Pamekasan 1 yang berjumlah 72 siswa. kemudian kelompok eksperimental diajar pemahaman membaca dan kecepatan membaca dengan menggunakan kegiatan membaca ekstensif tambahan.

observing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model strategi permainan tebak-tebakan yang sesuai untuk pengajaran menulis teks deskriptif meliputi langkah-langkah berikut: (1) membagi siswa dalam beberapa kelompok kecil terdiri dari 3-4 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu. Masalah dalam penelitian ini adalah “ Bagaimana strategi permainan tebak-tebakan digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas II MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik dalam menulis teks deskriptif?” Subjek penelitian ini adalah para siswa kelas VIII MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik tahun pelajaran 2008/2009. pemahaman membaca. Berdasarkan hasil temuan.07 dan prosentase siswa yang nilainya di atas skor yang ditargetkan adalah 82. Berdasarkan pengamatan pada siswa kelas II MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik. (6) menyiapkan dan mendiskusikan model teks. Kata kunci: permainan tebak-tebakan. (5) meminta siswa untuk menebak kartu deskripsi –kegiatan ini digunakan sebagai kompetisi untuk meningkatkan motivasi siswa. implementing. catatan lapangan. (10) meminta siswa membaca hasil tulisan di depan kelas (10) melakukan refleksi terhadap proses belajar mengajar kemampuan menulis. kecepatan membaca Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas II MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik Melalui Permainan tebak-tebakan (Guessing Games) Nif ‘atul Aula Abstrak Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada permasalahan yang dialami oleh peneliti sebagai guru Bahasa Inggris di MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik. Pada siklus 2 nilai rata-rata menjadi 7. (4) meminta siswa untuk menyusun kalimat dari daftar kata yang diperoleh untuk membuat kartu deskripsi. Peningkatan dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata siswa dalam menulis dan juga jumlah siswa yang nilainya dapat mencapai skor minimal untuk writing.6%. Disamping itu. (3) meminta siswa untuk membuat daftar kosakata berdasarkan gambar atau benda yang dipilih. (2) menyiapkan beberapa gambar atau benda kecil dan meminta salah satu siswa dari tiap kelompok untuk memilih gambar atau benda yang dimasukkan dalam sebuah amplop. Pada siklus 1 nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 5. (9) meminta siswa mengedit kosakata yang digunakan. (7) meminta siswa membuat draf secara individu dengan strategi yang sama dalam membuat kartu deskripsi. disarankan bagi para guru untuk menggunakan strategi permainan tebaktebakan untuk meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa dalam pengajaran menulis. dan reflecting. kuisioner.Program Studi S2 ING 259 Kata kunci: kegiatan membaca ekstensif. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu lembar observasi.83 dan prosentase siswa yang nilainya di atas skor yang ditargetkan adalah 43. (8) meminta siswa merevisi draf yang difokuskan pada isi dan susunan. Tiap siklus meliputi tiga pertemuan. Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana permainan tebak-tebakan digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas II MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik dalam menulis teks deskriptif?” Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaborasi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar menulis melalui strategi permainan tebak-tebakan. strategi permainanan tebak-tebakan dapat meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa selama mengerjakan tugas menulis. interview dan tugas menulis. Bagi para peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian dengan menerapkan strategi tebak-tebakan dalam pengajaran menulis pada jenis teks yang lain. Strategi ini dipilih karena mampu membuat siswa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar sehingga mampu membantu meningkatkan kemampuan menulis siswa. planning. menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks deskriptif siswa kelas II masih kurang memuaskan dan siswa mempunyai motivasi yang rendah untuk berpartisipasi dalam kegiatan tugas menulis. kemampuan menulis .4%. Hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa strategi permainan tebak-tebakan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis.

Sebelum perlakuan. yaitu siswa yang diajar dengan menggunakan multimedia memperoleh skor yang lebih tinggi. hampir seluruh siswa menyatakan sikap positifnya. efek media terhadap situasi belajar. Instrument lain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. pengamatan yang dilakukan oleh kolaborator menyimpulkan bahwa kelompok eksperimen cenderung lebih termotivasi dalam pembelajaran bila dibandingkan dengan kelompok kontrol yang ditunjukkan dengan pencapaian skala yang lebih tinggi untuk partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. disimpulkan bahwa penggunaan multimedia mempunyai efek yang signifikan terhadap prestasi belajar. Terkait implikasi kependidikan dan saran-saran bagi penelitian lanjutan. penyusunan komposisi. Setelah analisis data. dan tata bahasa. efek. Selanjutnya. faktor yang berpengaruh dalam pembelajaran. penelitian ini juga menyarankan beberapa pengarahan bagi penelitian lanjutan terkait dengan desain penelitian. sikap Menggunakan Strategi Dialog Jurnal untuk Memperbaiki Keterampilan Menulis dalam Bahasa Inggris Siswa Kelas Dua MTsN Tinambung Polewali Mandar. daftar cek pengamatan dan catatan pengamatan lapangan untuk mengukur sikap (positif atau negatif) dan motivasi siswa terhadap penggunaan multimedia. Dalam kuesioner yang mencakup lima faktor keterkaitan multimedia dengan pembelajaran Bahasa Inggris di kelas. implementasi multimedia dalam kelas menulis lebih efektif bila dibandingkan dengan non-multimedia untuk meningkatkan prestasi belajar. dan penerapan media dalam pembelajaran sesungguhnya. non-multimedia. berdasarkan asal kelasnya. strategi dialog jurnal memberikan kegiatan menulis yang menarik kepada siswa. baik skor keseluruhan maupun pada aspek-aspek menulis. Setelah penelitian. subyek penelitian kembali mengerjakan post-tes dengan sosal yang sama untuk mengukur efek perlakuan pada masing-masing kelompok. Kontribusi praktikal dari penelitian ini adalah penggunaan multimedia dalam kelas menulis bisa menjadi pilihan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Selanjutnya. Masalah tersebut adalah kurangnya motivasi dalam belajar. Mereka terbagi dalam dua kelompok penelitian. Berkenaan sikap belajar siswa dalam kelas menulis. Kata kunci: multimedia. dimana siswa dapat dengan bebas menulis apa . analisis yang didasarkan pada jawaban siswa sebagai respon terhadap pertanyaan di kuesioner menyimpulkan bahwa para siswa cenderung bersikap positif terhadapnya. Dengan kata lain. bila dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan tidak menggunakan multimedia. terhadap kemampuan menulis paragraph deskriptif oleh siswa-siswa kelas 7 SMPN 37 Semarang pada tahun ajaran 2008/2009. yaitu: kemenarikan media tersebut. peneliti menyajikannya dalam bab terakhir dari laporan penelitian ini. subyek penelitian mengerjakan pre-tes untuk mengetahui kemampuan awal mereka dan untuk memastikan bahwa kedua kelompok tersebut setara. Penelitian ini dirancang untuk memperbaiki keterampilan menulis dalam bahasa Inggris melalui penerapan strategi dialog jurnal. Delapan puluh siswa terpilih dari jumlah total dua ratus tiga puluh delapan siswa yang berasal dari dua kelas berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kovarian (ANAKOVA) untuk membandingkan skor rata-rata kedua kelompok dengan skor pre-tes sebagai kovariannya. cakupan bidang penelitian. prestasi belajar. Sulawesi Barat Nurdin Abstrak Berdasarkan studi pendahuluan yang dilaksanakan di MTsN Tinambung Sulawesi Barat diketahui bahwa siswa-siswa sekolah tersebut mempunyai masalah dalam belajar menulis dalam bahasa Inggris. yaitu multimedia dan non-multimedia. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental semu.260 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Efek Multimedia untuk Membantu Proses Mengajar Menulis Paragraf Deskriptif di SMPN 37 Semarang Nur Khamim Abstrak Penelitian ini merupakan sebuah investigasi terhadap efek penggunaan media. yaitu kelompok kontrol dan eksperimen. Pertama. Strategi ini dipilih karena beberapa alasan. efek media terhadap pemahaman materi belajar. dan fenomena kehomogenan pada kelompok eksperimen setelah pemberian perlakuan yang ditemukan dalam penelitian ini. yaitu isi. ketidakmampuan dalam membuat kalimat dan kesukaran untuk memulai menulis. penggunaan kosakata yang tepat.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas delapan MTs Muhammadiyah 1 Jombang dalam menulis teks deskriptif dengan menggunakan strategi “Put Yourself in the Picture”. khususnya menulis. penerapan. Juga bias dilihat dari skor akhir dari siswa. Akhirakhir ini. siswa-siswa menunjukkan kemajuan di empat aspek keterampilan menulis: isi. (4) menunjukkan kepada siswa model-model kalimat dan paragraph. Subjek penelitian adalah siswa kelas dua MTsN Tinambung Polewali Mandar. Berkenaan dengan skor akhir. (9)menunjukkan kepada siswa daftar topic untuk ditulis dalam jurnal. (7) menunjukkan kepada siswa model-model dialog jurnal. Permasalahan utama yang dihadapi oleh guru bahasa Inggris adalah bagaimana memotivasi siswa untuk menulis materi yang menyenangkan. Oleh karena itu. dan refleksi.Program Studi S2 ING 261 saja yang disukai seperti ide. Berkenaan dengan kualitas. kemampuan dalam menulis paragraf masih jauh dari yang diharapkan. dengan mengikuti prosedur penelitian dalam penelitian tindakan kelas: perencanaan. beberapa saran diajukan sebagai berikut: (1) guru bahasa Inggris disarankan agar menggunakan strategi dialog jurnal dalam mengajarkan bahasa Inggris. Sulawesi Barat. (3) guru seharusnya menunjukkan contohcontoh dialog jurnal kepada siswa. mengobservasi dan melakukan refleksi. kosa kata dan tata bahasa. Prosedur penerapan strategi dialog jurnal dalam penelitian ini adalah: (1)mengarahkan siswa ke topik pelajaran dengan memberikan beberapa pertanyaan. disarankan agar guru memberikan daftar topik yang bisa ditulis oleh siswa. fikiran dan perasaan. Perbaikan keterampilan itu dapat dilihat dari jumlah tulisan siswa yang semakin baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. mereka diharapkan dapat menulis dengan baik karena adanya kegiatan menulis yang berlangsung secara teratur dan terus-menerus. Strategi ini dipilih karena dapat menuntun siswa dalam menuangkan ide ke dalam sebuah tulisan dengan cara menempatkan dirinya dalam sebuah gambar. (2) meminta siswa menceriatakan sesuatu. menerapkan tindakan. dan (11) meminta siswa untuk menulis jurnal mereka sendiri di rumah. pelaksanaan. Sulawesi Barat?” Penelitian ini menerapkan desain penelitian tindakan kelas yang di dalamnya. observasi. umpamanya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut. (5)meminta siswa untuk membandingkan antara kalimat dan paragraph mereka dengan model kalimat dan paragraph yang ditunjukkan. pengamatan dan refleksi. organisasi. guru seharusnya yakin bahwa siswa telah menguasai kosa kata dasar dan konsep-konsep dasar kalimat dan paragraf. Contoh-contoh kalimat dan paragraf juga perlu ditunjukkan kepada siswa. (10) meminta siswa untuk menulis berdasarkan topic yang mereka pilih. Subjek penelitian ini adalah 15 siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah 1 Jombang tahun pelajaran 2008/2009. Tiap . Dengan menulis jurnal. peneliti dan kolaborator bekerja sama merancang rencana pembelajaran. yaitu perencanaan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Kata kunci: dialog jurnal. siswa mempunyai banyak kesempatan untuk berlatih menulis. Siswa juga dapat berkomunikasi dengan guru melalui tulisan karena guru memberikan tanggapan terhadap tulisan-tulisan siswa. siswa dapat menulis beragam topic dengan jumlah kalimat dan paragraph yang terus bertambah di setiap entri. jumlah siswa yang skornya 60 atau lebih. kegiatan seharihari atau pengalaman mereka. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. bertambah dari pre-test ke post-test. dan (4) pada kegiatan-kegiatan awal menulis jurnal. (6) meminta siswa untuk menuliskan ulang kalimat dan paragraph mereka. (2) dalam menerapkan strategi dialog jurnal. (8) memberikan penjelasan tentang dialog jurnal. tahun akademik 2008-2009. penelitian tindakan kelas diimplementasikan dengan 4 langkah. pembelajaran menulis sering diabaikan. kemampuan menulis Implementasi Strategi “Put Yourself in the Picture” untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Bahasa Asing Siswa Kelas 2 MTs Muhammadiyah 1 Jombang Pryla Rochmah Wati Abstrak Menulis adalah salah satu keahlian yang mendukung kesuksesan dalam pembelajaran bahasa. Oleh karena itu. Masalah penelitian dirumuskan sebagai berikut: “Bagaimana strategi dialog jurnal dapat memperbaiki keterampilan menulis dalam bahasa Inggris siswa kelas dua MTsN Tinambung Polewali Mandar. Berkenaan dengan kuantitas. (3) meminta siswa untuk menuliskan apa yang telah mereka ceritakan. Masalah dalam penelitian ini adalah ‘Bagaimana strategi “Put Yourself in the Picture” dapat dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks deskriptif siswa kelas dua MTs Muhammadiyah 1 Jombang?’ Untuk mencapai tujuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dialog jurnal dapat memperbaiki keterampilan menulis siswa dalam bahasa Inggris.

54. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar format pengamatan.13 sedangkan kreteria ketuntasan minimum adalah 6.00 pada siklus kedua. (4) menjelaskan kepada siswa tentang tugas mereka di dalam kelompok.262 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 siklus terdiri atas tiga pertemuan. Diketahui bahwa kemampuan menulis siswa masih rendah. menjadi 68. siswa antusias. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan sistim kolaborasi. (2) pelaksanaan tindakan. dan terlibat aktif dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan strategi “Put Yourself in the Picture”. Oleh karena itu. Kata kunci: strategi “Put Yourself in the Picture”. catatan lapangan.22 pada tugas awal. Di samping itu.53 pada siklus pertama. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa strategi “Put Yourself in the Picture” telah terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas 2 MTs Muhammadiyah 1 Jombang dalam menulis deskriptif teks. Jumlah siswa dalam kelas adalah 38 orang. disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan strategi “Put Yourself in the Picture” yang bermanfaat dalam memeberikan kemudahan bagi siswa untuk menentukan ide dalam membuat tulisan. rubrik penilaian. teks diskriptif Penggunaan Pendekatan Menulis Proses untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Paragraf Recount Siswa Kelas Dua MTsN Lamala Sulawesi Tengah Pudariati Abstrak Berdasarkan hasil studi awal yang dilaksanakan pada tanggal 21 sampai dengan 23 Juli 2008. (8) meminta siswa untuk menulis draf kasar (9) meminta siswa bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan draf dan merevisi draf teman mereka. dan (4) menganalisa dan merefleksi. Peningkatan itu ditandai oleh peningkatan nilai rata-rata menulis siswa dari 46. Rumusan masalah yang diformulasikan dalam penelitian ini adalah”How can process writing approach be used to improve the ability in writing recount paragraphs of the second year students of MTsN Lamala Central Sulawesi? Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf recount siswa kelas dua MTsN Lamala Sulawesi Tengah dengan menggunakan pendekatan menulis proses. Preposition) kepada siswa sebelum mereka menulis draf kasar. Tindakan dalam penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan prosedur sebagai berikut: (1) perencanaan tindakan. kemampuan menulis. bersemangat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan dalam penerapan strategi “Put Yourself in the Picture” yang sesuai dalam pengajaran menulis meliputi langkah-langkah berikut: (1) mengarahkan siswa kepada topic yang akan dibahas dengan memberikan pertanyaan dan gambar (2) memperkenalkan strategi dan membagikan gambar dan lembar kerja kepada siswa. Model pendekatan menulis proses yang tepat dalam pengajaran menulis meliputi prosedur berikut: (1) memberikan siswa gambar kegiatan berangkai yang berwarna untuk membantu membangun pengetahuan . Nilai rata-rata siswa adalah 4. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian. (3) meminta siswa untuk bekerja dalam kelompok. (10) meminta siswa untuk melakukan konfrensi kecil dengan gurunya dan (11) meminta siswa untuk mengedit draf kasar sebagi rujukan dalam menulis karangan akhir mereka. (7) memberikan dan menjelaskan suatu model teks deskriptif beserta ciri-ciri kebahasaannya (Simple Present Tense.00. Data yang terkumpul dianalisis untuk memperoleh hasil penelitian. (5) meminta siswa untuk menempatkan dirinya dalam gambar dan menjawab pertanyaan “Apa yang dapat kamu lihat dalam gambar?” dan “Apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang ada dalam gambar?” (6) meminta siswa untuk membuat kalimat berdasarkan daftar yang dibuat sebelumnya. (3) mengamati tindakan. dapat disimpulkan bahwa strategi “Put Yourself in the Picture” tidak hanya efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa namun juga dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas dua MTsN Lamala Central Sulawesi tahun pelajaran 2008-2009. kuisener dan lembaran wawancara untuk siswa. kuisioner dan porto folio. melaksanakan dan mengobservasi kegiatan mengajar serta merefleksi data yang didapat dari proses pengajaran dan pembelajaran. menentukan kriteria kesuksesan belajar. Akhirnya. disarankan agar penelitian-penelitian selanjutnya difokuskan pada pengajaran menulis teks deskriptif di jenjang yang berbeda misalnya pada Sekolah Dasar dan teks naratif dan diterapkan pada genre yang berbeda misalnya teks naratif dan recount (jenis teks). Peneliti bekerjasama dengan seorang kolaborator dalam hal merancang rencana pembelajaran. catatan lapangan.

Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas sebelas MAN 2 Madiun Jurusan Bahasa tahun pelajaran 2008/2009 yang berjumlah 30 orang. di Indonesia ketrampilan membaca diajarkan ditingkat SD sampai perguruan tinggi. media pengajaran dan prosedur pelaksanaan empat tahapan dalam pendekatan proses menulis. peneliti bertindak sebagai praktisi dan guru kelas berperan sebagai pengamat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan menulis proses berhasil meningkatkan kemampuan dalam menulis paragraf recount siswa kelas dua MTsN Lamala Sulawesi Tengah. Sehingga keberhasilan didalam membaca sangat penting bagi siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tiga pertemuan. (5) menuntun siswa dalam menuangkan. oleh karena itu membaca sangat bpenting untuk dipelajari. melakukan pengamatan. Dengan alasan tersebut.00. Sementara di siklus kedua. tahapan revisi pada pertemuan kedua. (6) meminta siswa untuk menuangkan ide dalam bentuk kalimat dan mengatur kalimat tersebut dalam bentuk draft awal (7) meminta siswa untuk merevisi draft mereka dengan merujuk pada format petunjuk revisi (8) meminta siswa untuk berdiskusi dengan teman sekelas dan guru. Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini. telah ditetapkan dalam kreteria keberhasilan kedua bahwa 60% dari keseluruhan jumlah siswa harus mencapai skor sama atau lebih tinggi dari 6. duapuluh empat (63. Peningkatan ini ditandai dengan meningkatnya partisipasi dan skor menulis siswa dalam kegiatan menulis. Hasil lembar pengamatan dan catatan lapangan menunjukkan bahwa pendekatan menulis proses dapat meningkatkan partisipasi siswa dimana sebagian besar siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran. dan mengatur ide mereka. tahapan prewriting dan drafting dilakukan pada pertemuan pertama. (10) meminta siswa untuk memeriksa grammar dan mekanik tulisan mereka dengan merujuk pada format petunjuk mengedit. memilih. (2) Memberikan siswa model teks recount yang strukturnya sudah ditandai dengan jelas. Namun guru-guru harus mempertimbangkan model yang sesuai bagi siswa yang dapat memfasilitasi mereka dengan pengalaman belajar yang menyenangkan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang berdasarkan prosedur penelitian tindakan kelas yang . dan (11) meminta siswa untuk merapikan tulisan mereka. Pada siklus yang kedua. Sehubungan dengan pentingnya membaca bagi siswa. kemampuan menulis.00 yang berarti bahwa kreteria keberhasilan telah tercapai.32%) dari tigapuluh delapan siswa yang memperoleh skor sama atau lebih tinggi dari 6. terbukti prestasi mereka masih relatif rendah dan belum memenuhi standar ketuntasan belajar minimal. Dalam melakukan penelitian ini. mengimplementasikan rencana tindakan.16%) memperoleh nilai sama atau lebih tinggi dari 6. Oleh karena itu penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kesulitan yang diharapi siswa dalam membaca pemahaman. tahapan prewriting dan drafting pada pertemuan kedua. dan melakukan analisis dan refleksi. (9) meminta siswa untuk saling menukar pekerjaan dengan pasangannya. Skor siswa dalam siklus pertama belum mencapai kreteria keberhasilan karna hanya ada sepuluh (26. Penelitian ini dirancang untuk penelitian tindakan kelas secara kolaborasi yang melibatkan peneliti dan guru kelas yang berkolaborasi merancang rencana pembelajaran.00. Sehubungan dengan hasil tulisan siswa. dan tahapan editing pada pertemuan ketiga.Program Studi S2 ING 263 mereka tentang teks recount. Bagaimanapun. Kata kunci: pendekatan menulis proses. maka SQ3R diterapkan pada pembelajaran membaca pemahaman untuk meningkatkan membaca pemahaman siswa. paragraf recount Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa MAN 2 Madiun Melalui Strategi SQ3R Purwatiningsih Abstrak Memebaca sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. peneliti menyarankan kepada guru-guru bahasa Inggris untuk menerapkan pendekatan menulis proses dalam pengajaran menulis. penjelasan tentang recount teks dilakukan pada pertemuan pertama. dan tahapan revising dan editing pada pertemuan ketiga. hasil penelitian pendahuluan yang dilakukan di MAN 2 Madiun menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa belum memadahi. Bagi siswa membaca diperlukan sebagai alat untuk mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan. (3) meminta siswa untuk bekerja kelompok untuk mempelajari struktur teks recount (4) mengajak siswa untuk mengungkapkan ide mereka dalam tekhnik clustering. Pada siklus yang pertama. Dan kepada para peneliti yang akan melaksanakan penelitian yang serupa disarankan untuk melakukan perubahan-perubahan dalam hal pemilihan jenis teks.

dalam hal ini. Bagi guru bahasa Inggris yang mempunyai masalah serupa diharapkan mereka dapat mengimplementasikan strategi SQ3R sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Instrumen penelitian ini adalah tes menyimak. Di samping itu hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi SQ3R sangat efketif untuk membangkitkan motivasi siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. Kata kunci: strategi SQ3R. 4) membuat pertanyaan prediksi. Kedua. peneliti dibantu oleh guru bahasa Inggris dalam mengobservasi proses belajar mengajar. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa prosedur dari teknik storytelling yang efektif adalah (1) menunjukkan gambar berukuran 20x25 cm kepada siswa. peningkatan. Selanjutnya hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa strategi SQ3R telah meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian yang berupa ceklist pengamatan. 9) melakukan laporan.7 dari nilai tes 2. Kriteria kesuksesan tercapai jika 75% siswa memiliki respon yang positif terhadap penerapan teknik storytelling. kriteria kesuksesan tercapai pada siklus kedua. implementasi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII F MTsN Model Amuntai. 5) membaca paragraph pembuka dan penutup. 64. dan kuesioner. analisis dan refleksi. 50% atau 15 dalam test 1. 7) menyimpan semua informasi yang diperoleh dalam ingatan jangka panjang. 11) menulis hasil pembuktiannya. kurang beragamnya teknik dalam mengajar menyimak. subyek penelitan. (6) . Berdasarkan hasil penelitian di atas. Adapun rata-rata nilai yang diperoleh siswa dari tiga kali tes adalah 59. Kriteria kesuksesan penelitian ini adalah peningkatan nilai listening siswa dan minat mereka terhadap penerapan teknik storytelling. dan 86. kurangnya kreatifitas guru dalam menggunakan materi yang tersedia. (2) menanyakan tentang gambar.264 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 meliputi tahap perencanaan. beberapa saran ditujukan untuk guru dan peneliti yang akan datang. dan jenis teks yang berbeda untuk mengetahui apakah strategi SQ3R juga efektif untuk meningkatkan prestasi membaca siswa. Disamping itu. Peningkatan partisipasi siswa dalam pemebelajaran adalah 59% pada siklus1 dan 79% pada siklus 2. 8) mengingat kembali informasi yang disimpan.1 diperoleh dari pre-tes. (4) mempraktekkan pengucapan kosakata. catatan lapangan.7% atau 26 orang pada test 2. kemampuan membaca Meningkatkan Keterampilan Menyimak dalam Bahasa Inggris dengan Menggunakan Teknik Storytelling di Kelas Dua MTsN Model Amuntai Rahmah Fitriah Abstrak Berdasarkan hasil studi pendahuluan. (5) menanyakan kepada siswa tentang pemahaman mereka terhadap cerita. Pertama. 6) mencari jawaban dari pertanyaan yang telah dibuat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana teknik storytelling bisa meningkatkan keterampilan menyimak siswa. Beberapa kesulitan yang dialami siswa adalah memahami dan menemukan informasi rinci dalam teks yang mereka dengarkan. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa dengan menggunakan teknik storytelling. 10) membuktikan laporan yang dibuat dengan membaca teks. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari nilai membaca siswa yang telah memenuhi standar ketuntasan belajar minimal. checklist pengamatan. kriteria kesuksesan juga ditentukan berdasarkan minat siswa terhadap kegiatan storytelling. 3) menemukan arti dari kata-kata sulit.5 dari tes 1 dan 78. 2) menggunakan gambar atau benda nyata sebagai alat pembelajaran. Kesulitan tersebut disebabkan beberapa factor. mereka dianjurkan untuk membuat kajian penelitian serupa secara mendalam di tingkat pendidikan yang berbeda dengan tempat. (3) memberikan kosakata kunci yang berkaitan dengan cerita. Dengan penerapan teknik storytelling. ditemukan bahwa prestasi siswa dalam kegiatan menyimak masih belum memuaskan. dna tes membaca pemahaman. Kepada peneliti yang akan datang. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini diadakan dalam dua siklus. Kriteria kesuksesan tercapai jika 75% siswa mendapatkan nilai lebih dari 6. Sebanyak 81% total siswa yang memperoleh nilai lebih dari 6 dan sebanyak 80% siswa memiliki respon yang positif terhadap penerapan teknik storytelling. Setiap siklus dilaksanakan dalam tiga pertemuan. Dengan kata lain siswa yang terkategori sukses dalam pre-test sebanyak 33.3% atau 10 orang. observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang tepat untuk membelajarkan siswa dalam membaca pemahaman melalui strategi SQ3R meliputi beberapa tahap yang masing-masing terdiri dari beberapa kegiatan penting yang antara lain: 1) mengaktifkan latarbelakang pengetahuan sebelum membaca tek. pedoman wawancara.

Guru-guru bahasa Inggris MTs diharapkan menggunakan teknik storytelling sebagai teknik alternatif dalam mengajar untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa. (6) uji coba. Silabus ini berisi empat topik utama yang kemudian di rinci lagi menjadi sepuluh sub topik yang berkaitan dengan kepercayaan dan praktik-praktik budaya Islam. dan melakukan diskusi kelompok kecil dan diskusi panel. para dosen hanya mengikuti panduan yang disajikan di buku teks. tujuan pengajaran. Model pengembangan silabusnya merupakan perpaduan dari Pengembangan Program Bahasa oleh Yalden (1987) dan tahap-tahap penelitian pengembangan oleh Borg and Gall (1983). penyajian presentasi singkat. (3) pembuatan silabus purwa-rupa. Berdasarkan temuan studi ini. (5) pembuatan silabus pedagogis. bekerja berpasangan. Karena fungsi bahasa dalam silabus ini berbasis genre. dan (7) Menanyakan siswa tentang pendapat dan perasaan mereka terhadap ceritanya. pelaporan informasi. (2) perencanaan. Lebih lanjut. (7) revisi produk akhir. mata kuliah ini juga menyajikan keterampilan berbicara dalam bertukar peran percakapan. seperti bentuk waktu kini dan lampau. teknik storytelling Sebuah Rancangan Silabus Kelas Speaking untuk Mata Kuliah Intensive English bagi Mahasiswa Tingkat Pertama di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin Raida Asfihana Abstrak Hasil dari survey pendahuluan yang dilakukan di institusi ini menunjukkan bahwa tidak ada silabus tertentu yang dapat dipakai untuk mengajarkan bahasa Inggris. Selain itu. Prosedurnya melingkupi sembilan tahap pengembangan. penceritaan kembali. Dapat disimpulkan bahwa teknik storytelling telah terbukti mampu meningkatkan kemampuan menyimak siswa dalam hal memahami cerita dan menemukan informasi rinci dalam cerita. termasuk didalamnya deskripsi tujuan pengembangan dan pemilihan tipe silabus. Prosedur penelitian pengembangan dipakai di dalam penelitian ini. muncullah suatu kebutuhan yang tidak dapat ditawar lagi akan perancangan sebuah silabus untuk mahasiswa di institusi Islam ini. di kelas Intensive English tahap B di IAIN Antasari Banjarmasin. penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah silabus yang sesuai untuk mengajarkan keterampilan berbicara kepada mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin. Penelitian ini diakhiri dengan pemberian saran-saran. disarankan kepada para dosen pengajar bahasa Inggris dan peneliti lain untuk merancang silabus keterampilan berbahasa Inggris lainnya yang berkaitan dengan studi Islam dikarenakan silabus yang baru dirancang ini mungkin perlu dievaluasi dan direvisi secara kontinyu sebagai . yang telah diuji-cobakan secara empiris dalam tahap uji coba. yang telah divalidasi oleh dua orang ahli. pemilihan topik dan sub-topik. dan kata penghubung. Lebih lanjut. Kalimantan Selatan. Pengembang materi disarankan agar mengembangkan materi cerita untuk siswa MTs dengan mempertimbangkan karakter khusus mereka. kata benda. kata kerja. juga tersedia didalamnya. yaitu: (1) analisa kebutuhan. Berangkat dari masalah diatas. Empat model rencana pengajaran. (8) evaluasi (validasi ahli terhadap produk akhir yang telah direvisi). kata sifat. Selanjutnya dapat dicermati bahwa panduan tersebut tidaklah memadai untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam hal konten keIslaman dan efisiensi pedagogisnya. Terakhir. disarankan kepada kepala sekolah untuk menyediakan fasilitas berupa buku-buku cerita berbahasa Inggris dan cerita-cerita lokal di perpustakaan dan menyelenggarakan acara-acara yang berkaitan dengan penggunaan cerita.Program Studi S2 ING 265 mengulangi cerita sekali lagi agar siswa benar-benar memahami ceritanya. dan (9) produk akhir. Kata kunci: keterampilan menyimak. Silabus komunikatif berbasis genre ini terutama berisi gambaran singkat mata kuliah. narasi. Produk akhir dari penelitian pengembangan ini berupa sebuah Speaking for Islamic Studies silabus untuk pengajaran bahasa Inggris. mudah untuk ditafsirkan. dan sistem evaluasi. Peneliti yang lain diharapkan untuk mengadakan penelitian tentang teknik storytelling untuk keterampilan berbahasa yang lain. dan ekposisi. yang ruang lingkupnya adalah bahasa Inggris umum. terutama keterampilan berbicara. (4) validasi ahli terhadap silabus purwa-rupa. akan mudah bagi para pemakai silabus ini untuk membuat rencana dan materi pengajaran lainnya dikarenakan format dari rancangan silabus ini. kata keterangan. seperti lomba bercerita untuk meningkatkan minat siswa pada cerita berbahasa Inggris dan juga pada bahasa Inggris itu sendiri. antara lain penceritaan. maka keterampilan yang dilatih melingkupi keterampilan dasar berbicara yang dipadukan dengan fitur-fitur gramatikal dari jenis teks tersebut. Silabus yang dirancang untuk mata kuliah ini mengacu kepada empat jenis teks (genre).

(3) memberikan pertanyaan yang bertujuan untuk menyakinkan pemahaman siswa tentang isi cerita dan generic structure dari teks recount. Kegiatan ini akan sangat membantu dalam usaha menjaga kualitas dari produk akhir penelitian ini. (8) menugaskan siswa untuk menyusun jawaban-jawaban mereka menjadi sebuah teks recount secara individu. Kata kunci: perancangan silabus.266 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 akibat dari penerapannya dalam aktivitas pengajaran di kelas. para siswa diberi serangkaian pertanyaan berdasarkan media tertentu (seperti daftar kegiatan. catatan lapangan. (2) memerintahkan siswa untuk membaca teks recount tersebut dan memperhatikan kosa kata dan tata bahasa atau ciri-ciri kebahasan dari teks recount. dari hasil ceklis observasi. pertemuan-pertemuan profesional dengan para ahli di bidang pengembangan produk dan melalui tulisan dalam jurnal. Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Menulis Teks Recount melalui Teknik TanyaJawab di MTs Siti Mariam Banjarmasin Raudhatun Nisa Abstrak Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada permasalahan yang dialami oleh peneliti sebagai guru Bahasa Inggris di MTs Siti Mariam Banjarmasin. Produk dari penelitian ini juga bisa disosialisasikan melalui diskusi rutin diantara para dosen pengajar mata kuliah bahasa Inggris. dan lain-lain). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif dimana peneliti dan guru bekerja sama dalam melaksanakan penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu planning. Teknik Tanya-Jawab dipilih untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. studi Islam. implementing. observing. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Teknik Tanya-Jawab yang sesuai dalam pengajaran menulis meliputi prosedur berikut: (1) memberikan model teks recount kepada siswa. Oleh karena itu. disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan Teknik Tanya-Jawab karena teknik ini bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teknik Tanya-Jawab dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks recount dengan membimbing para siswa dalam membuat kalimat. Dalam membuat kalimat. (7) menugaskan siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dipilih secara berkelompok. seminar lokal dan internasional. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu ceklis observasi. peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks recount dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata menulis siswa dari 52.1 di putaran kedua. Lebih lanjut. kuisioner. menjadi 70. diketahui bahwa kemampuan siswa dalam menulis teks recount masih kurang memuaskan dan siswa mempunyai motivasi yang rendah untuk berpartisipasi dalam tugas menulis. Subyek penelitian ini adalah 35 siswa kelas delapan MTs Siti Mariam Banjarmasin pada tahun ajaran 2008/2009. (6) menugaskan siswa untuk memilih pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan topik dan gambar berseri tersebut secara berkelompok. (5) mendistribusikan gambar berseri dengan serangkaian pertanyaan (sebagian pertanyaan-pertanyaan itu berhubungan dengan topik dan gambar berseri tersebut. Tiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari tiga pertemuan. gambar berseri. Peneliti berperan sebagai guru sedangkan guru bahasa Inggris menjadi observer yang mengobservasi pelaksanaan Teknik Tanya-Jawab. catatan lapangan. Berdasarkan hasil studi awal pada siswa kelas delapan MTs Siti Mariam Banjarmasin. Sehingga produk akhir dari penelitian pengembangan ini akan berhasil mengakomodir kebutuhan pembelajar dalam menguasai keterampilan berbicara bahasa Inggris dalam konteks studi Islam.1 di putaran pertama. dan kuisioner. penelitian ini dirancang untuk mengetahui bagaimana Teknik Tanya-Jawab dapat meningkatkan kemampuan siswa-siswi kelas delapan MTs Siti Mariam Banjarmasin dalam menulis teks recount. keterampilan berbicara. sebagian pertanyaan yang lain tidak berhubungan dengan topik dan gambar berseri tersebut) kepada masing-masing kelompok siswa. Kalimantan Selatan. Terlebih lagi. Berdasarkan hasil penelitian. dan reflecting. (4) mengelompokkan siswa. dan (10) memberi pendapat dan saran kepada siswa untuk merevisi dan mengedit tulisan mereka. Jawaban lengkap dari pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian diolah dengan cara tertentu untuk menghasilkan sebuah teks recount yang terorganisasi dengan baik. khususnya para mahasiswa di IAIN Antasari Banjarmasin. (9) menugaskan siswa untuk menggabungkan kalimat-kalimat dalam teks recount mereka dengan kata sambung yang sesuai secara individu. Di samping itu. hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa Teknik TanyaJawab sangat efektif dalam meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa dalam proses belajar dan mengajar. dan tugas-tugas menulis siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model teknik Jigsaw yang sesuai dalam pengajaran menulis teks narasi meliputi langkah-langkah berikut: (1) memberikan model teks narasi yang dilengkapi dengan rangkaian gambar berurutan kepada siswa dengan tujuan untuk membangun pengetahuan siswa tentang cerita dan input bahasa berupa kosa kata. (4) mengelompokkan siswa dalam kelompok ahli yang terdiri dari empat siswa. dan hasil tulisan siswa. dan reflecting. observing. (6) meminta setiap siswa untuk menulis hasil diskusi tentang deskripsi sebuah gambar bagian dari sebuah cerita. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif dimana peneliti dan guru bekerja sama dalam melaksanakan penelitian ini. dan (14) mempublikasikan hasil tulisan mereka pada sesi terakhir pembelajaran dengan membacanya di depan kelas atau menempelnya di majalah dinding. teknik tanya-jawab Menggunakan Teknik Jigsaw untuk Memperbaiki Kemampuan Menulis Siswa Kelas Dua MTs Negeri 2 Medan Raudhatuz Zahrah Abstrak Berdasarkan pengalaman peneliti dalam mengajar bahasa Inggris dan studi awal yang dilakukan. tata bahasa. (5) mendistribusikan sebuah gambar yang khusus dan berbeda dari rangkain gambar yang berurutan yang dilengkapi dengan beberapa kata kunci kepada setiap kelompok ahli. khususnya bagi mereka yang memiliki permasalahan yang sama dan tertarik untuk menerapkan Teknik Tanya-Jawab dalam penelitian mereka. . implementing. dan ciri-ciri kebahasaan dari teks narasi. mengorganisasikan dan mengalihbahasakan ide-ide mereka ke dalam teks yang menarik. planning. dan (3) motivasi siswa untuk menulis sangat rendah. yaitu teknik Jigsaw. Subyek penelitian ini adalah 42 siswa kelas dua MTs Negeri 2 Medan pada tahun ajaran 2008/2009. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu lembar observasi. dan ciri-ciri kebahasan dari teks narasi. dan kemudian menyuruh mereka menjawab pertanyaanpertanyaan tentang monolog tersebut secara lisan). catatan lapangan. Untuk mengatasi masalah ini. sedangkan kreteria ketuntasan minimum adalah 60. Semua siswa menjadi subyek penelitian ini. peneliti mengusulkan salah satu strategi yang sesuai dalam mengajarkan menulis narasi. (3) memberikan pertanyaan yang bertujuan untuk menyakinkan pemahaman siswa tentang cerita dan ciri kebahasaan teks narasi. (13) memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyunting tulisan mereka dengan mengunakan petunjuk penyuntingan. kuisener. Nilai rata-rata tulisan teks narasi siswa adalah 49. (2) memerintahkan siswa untuk membaca cerita dan memperhatikan kosa kata. disarankan agar mereka menerapkan Teknik Tanya-Jawab pada bidang keterampilan yang sama yang difokuskan untuk peningkatan kreatifitas dan keinginan-tahu siswa dalam menulis (menulis kreatif) atau pada pembelajaran bidang keterampilan bahasa lainnya seperti menyimak dan berbicara (dengan menyuruh siswa untuk menyimak sebuah monolog lisan. Peneliti berperan sebagai pengajar sedangkan guru bahasa Inggris menjadi kolaborator peneliti untuk mengobservasi pelaksanaan teknik Jigsaw. prestasi siswa pada menulis teks narasi belum memuaskan. misalnya.0. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana teknik Jigsaw dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks narasi siswa di MTs Negeri 2 Medan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu. kepada peneliti yang akan datang. (7) mengumpulkan gambar. Prestasi yang tidak memuaskan ini dikarenakan (1) siswa mengalami kesulitan untuk memulai menulis. (8) mengelompokkan kembali siswa ke kelompok jigsaw. (11) meminta siswa untuk menulis kembali cerita tersebut secara perseorangan sehingga mereka menyadari bahwa bagian ini bukan sekedar permainan tetapi juga pembelajaran yang sangat berarti.6. Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan ketrampilan menulis teks narasi siswa dengan menggunakan teknik Jigsaw. Tiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari tiga pertemuan untuk pelaksanaan teknik.Program Studi S2 ING 267 recount. Kata kunci: teks recount. (9) meminta siswa untuk mempresentasikan bagian dari cerita yang dikuasainya dan saling bertukar cerita untuk mendapatkan satu cerita yang lengkap. tata bahasa. (12) meminta siswa ntuk memperbaiki tulisan pertama mereka dengan menggunakan petunjuk pebaikan. (2) strategi pengajaran dan pembelajaran menulis yang tidak efektif. (10) berkeliling dari satu kelompok ke kelompok yang lain untuk mengawasi proses pembelajaran. Lebih lanjut. menulis.

(4) menjelaskan bermacam tipe kalimat yang dipakai untuk menggambarkan obyek sehingga siswa bisa menambahkan dengan deskripsinya sendiri.1% siswa berpartisipasi secara aktif di siklus pertama dan 88. disarankan agar siswa menggunakan teknik Jigsaw sebagai strategi belajar untuk melatih dan meningkatkan kemampuan menulis teks narasi mereka yang dapat dilakukan dalam kegiatan ekstrakurikuler. diketahui bahwa 83.2 di siklus kedua. (9) membacakan atau mengumpulkan tulisan dalam kegiatan publikasi. Rumusan masalah penelitian ini adalah “Bagaimana permainanTwenty-question bisa meningkatkan kemampuan siswa kelas tujuh semester dua MTs.268 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa Jigsaw efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks narasi. 60. seperti keterampilan mendengar. tata bahasa dan tanda baca.9% siswa berpatisipasi di siklus kedua. pelaksanaan. Berdasarkan hasil penelitian. Hasyim Asy’ari Piyungan Bantul DIY dalam menulis teks deskriptif?” Model penelitian ini adalah tindakan kelas dimana peneliti dan kolaborator bekerja sama dalam menyusun rencana pelajaran. Dengan mempertimbangkan hasil temuan. (4) menyajikan teks sebagai model guna dianalisa dan diikuti formatnya. Untuk calon guru-guru peneliti. disarankan agar (1) para guru Bahasa Inggris menerapkan dan memodifikasi model ini terutama bila siswa lemah dalam tata bahasa serta mengarahkan siswa untuk . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas dua pada MTs. dan melakukan refleksi. (8) menulis versi akhir. Model pembelajaran yang diterapkan adalah sebagai berikut: (1) mengenalkan dan menjelaskan tata cara. Peningkatan dapat dilihat dari kenaikan nilai rata-rata menulis teks narasi siswa dari nilai studi awal 49. Kata kunci: teknik jigsaw. disarankan agar guru Bahasa Inggris menggunakan teknik lain dari cooperative learning sebagai strategi belajar untuk meningkatkan kemampuan siswa tidak hanya dalam keterampilan menulis tetapi juga pada ketiga keterampilan bahasa yang lain. hasil penelitian juga menunjukkan bahwa teknik Jigsaw sangat efektif dalam meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa. Selain itu. Jigsaw juga berguna dalam mendorong siswa untuk ikut serta secara aktif dalam menulis teks narasi. Dalam keterampilan ini.6. Berdasarkan hasil penilaian terhadap tulisan siswa dimana rerata pada pra-penelitian adalah 50. Diketahui bahwa 74. Dengan demikian. Para siswa dapat melaporkan tugas tersebut secara lisan atau tertulis. hasil tulisannya akan lebih baik.8% siswa termotivasi di siklus kedua. teks narasi. Di samping itu.0% siswa termotivasi di siklus pertama dan 83. (2) memainkan game. dan 70. mengamati tindakan. Hasyim Asy’ari Piyungan Bantul DIY Tahun Ajaran 2008/2009 Risnaryanto Abstrak Penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa dalam bahasa Inggris dengan menggunakan model pengajaran berbasis Game Twenty-question dan bimbingan per langkah karena dapat membangun ketrampilan siswa menggunakan pertanyaan deskriptif. Di samping itu. Hasyim Asy’ari Piyungan tahun ajaran 2008/2009. Selain dari itu. mengimplementasikan tindakan. terdapat peningkatan yang menggembirakan dan dengan demikian model pengajaran ini bisa meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis. (6) melengkapi bagian teks yang belum ada sebelum direvisi dan disunting. kemudian 61 pada siklus satu dan 69 pada siklus dua. dan kemudian saling bertukar informasi dengan yang lain untuk menyelesaikan tugas. kemempuan menulis Menggunakan Game Twenty-question untuk Memperbaiki Kemampuan Menulis Siswa Kelas Tujuh Semester Dua MTS. Selain itu. aturan dan ketrampilan yang diperlukan untuk melakukan permainan.2 di siklus pertama. disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan Jigsaw karena teknik ini tidak hanya bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan menulis teks narasi namun juga dalam memotivasi siswa untuk menulis dan bekerja sama dalam mendeskripsikan kejadian yang ada di dalam gambar. menerapkan ketrampilan mengubah kalimat dan pembimbingan proses menulis dengan suasana menyenangkan sehingga siswa lebih tertarik dengan langkah-langkah menulis. (7) memperoleh penilaian dan umpan balik dari kelompok atau siswa yang lain dalam hal organisasi. khususnya bagi mereka yang mempunyai masalah yang sama dan tertarik untuk melaksanakan penelitian. dan (10) merefleksikan proses menulis. (3) menjelaskan cara mengubah kalimat tanya ya/tidak. disarankan untuk menerapkan Jigsaw pada bidang keterampilan yang sama di penelitian mereka atau pada bidang keterampilan bahasa yang lain. para siswa mendengarkan bagian yang berbeda dari sebuah bacaan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus mengikuti langkah mulai dari perencanaan. observasi hingga refleksi.

dengan penerapan strategi gambar berseri.7% siswa merespon positif terhadap penerapan gambar berseri. (7) menulis kalimat sesuai dengan gambar. kemampuan menulis Pengajaran Menulis Teks Prosedure Menggunakan Strategi Gambar Berseri di MTsN Malang III Roudlatul Hasanah Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur dengan menggunakan strategi gambar berseri. Instrumen penelitian ini adalah hasil tulisan siswa. (6) meminta siswa untuk mengurutkan gambar. dan siswa mempunyai motivasi yang rendah untuk berpartisipasi dalam kegiatan menulis. dan mekanisme. teks prosedur. isi. strategi gambar berseri Meningkatkan Kemampuan Menulis dengan Menggunakan Gambar Seri bagi Siswa Kelas II MA Darul Lughah wal Karomah Kraksaan Samsuddin Abstrak Kemampuan siswa kelas dua MA Darul Lughah wal Karomah Kraksaan Probolinggo dalam menulis paragraf masih kurang memuaskan.(4) memberikan dan mendiskusikan contoh teks prosedur. mereka diharapkan untuk mengadakan penelitian tentang gambar berseri untuk keterampilan berbahasa yang lain. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX E MTsN Malang III. Mereka masih membuat kesalahan dalam menulis berkenaan dengan komposisi.3% siswa berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar serta 84. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. penggunaan bahasa. Prosedur dari strategi gambar berseri yang efektif adalah (1) menunjukkan gambar kepada siswa. kriteria kesuksesan tercapai pada siklus kedua. (8) merevisi tulisan ditekankan pada konten. mempraktekkan permainan ini dan mengembangkan topiknya kedalam tulisan deskripsi. Untuk mengatasi masalah ini. dalam hal ini. checklist pengamatan. dan jika 60% siswa berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan pengamatan pada siswa kelas IX E MTsN Malang III. Kata kunci: game twenty-question. Dapat disimpulkan bahwa strategi gambar berseri telah terbukti mampu meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur. organisasi dan struktur tulisan. menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas IX masih kurang memuaskan. Untuk guru-guru bahasa Inggris MTs. (3) memberikan kosakata kunci yang berkaitan dengan gambar . . Penelitian ini diadakan dalam dua siklus.field note dan kuesioner. mereka diharapkan menggunakan strategi gambar berseri sebagai strategi alternatif dalam mengajar untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. Bagi peneliti yang lain. Kriteria kesuksesan penelitian ini adalah peningkatan nilai menulis siswa. Sebanyak 71. Penelitian ini diakhiri dengan pemberian saran-saran.70% total siswa yang memperoleh nilai lebih dari 70 dan sebanyak 82. (5) mempertunjukkan gambar acak. Siswa tidak mampu mengekspresikan gagasan mereka dalam sebuah paragraf yang baik. peneliti dibantu oleh guru bahasa Inggris dalam mengobservasi proses belajar mengajar. Kata kunci: pengajaran menulis. Kriteria kesuksesan tercapai jika 60% siswa mendapatkan nilai 70. dan (3) calon peneliti memvariasikan permainan ini dengan rangkaian gambar deskriptif untuk meningkatkan efektifitas.Program Studi S2 ING 269 membentuk kelompok-kelompok kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. nilai rata-rata mereka hanya 50. partisipasi aktif dan respon mereka dalam proses belajar mengajar. (9) mengedit tulisan ditekankan pada konten. diajukan peneliti sebagai salah satu strategi yang tepat dalam mengajarkan menulis paragraph narasi dengan menggunakan gambar seri. organisasi dan struktur tulisan. (2) bertanya mengenai gambar.3.

Kedua. guru memberikan gambar seri kepada kelompokkelompok siswa yang beranggotakan empat orang. Hanya 6 dari 36 siswa (16. Siswa mengaktifkan fasilitas spellchecker dan mengedit pekerjaannya dengan cara menyisipkan atau menghapus huruf yang kurang tepat berdasarkan masukan dari guru atau temannya dari hasil tanya jawab. (3) Pengeditan. Siswa menyimpan atau mencetak hasil pekerjaanya untuk ditempelkan di majalah dinding. Masalah penelitiannya adalah “Bagaimana kemampuan mengarang siswa kelas delapan dapat ditingkatkan dengan menggunakan pembelajaran berbasis computer. untuk mengembangkan strategi guru dalam menerapkan gambar seri. guru menyediakan kosakata dari kata kerja yang tak beraturan dan kata benda jamak yang disediakan dalam lembaran kertas untuk membantu siswa menulis lebih baik. dibuatlah tiga saran.5%) saja yang masih mendapat skor di bawah target skor 60. Kata kunci: gambar seri. Pertama. strategi ini dapat meningkatkan kemampuan mengarang siswa kelas delapan di SMP Negeri 4 Kepanjen. Karena sebagian besar guru berfikir bahwa pelajaran mengarang jauh lebih sulit daripada keterampilan bahasa yang lain. Kedua. siswa merasa senang karena kegiatan pembelajaran dilaksanakan di laboratorium multimedia. ditemukan bahwa pelajaran mengarang pada siswa kelas delapan jauh dari yang diharapkan. atau menulis artikel yang menggunakan strategi gambar seri dalam buku-buku siswa. Siswa mengungkapkan pendapat yang berhubungan dengan topic dengan guru dan temannya. Subjek dari penelitian ini adalah 36 siswa kelas II B MA Darul Lughah wal Karomah Kraksaan tahun ajaran 2008/2009. Pertama. Ketiga. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. Model yang tepat dari strategi pembelajaran berbasis computer adalah sebagai berikut: (1) Membuat dratf. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. pelatihan. (3) meningkatkan pemahaman siswa terhadap hubungan antara bahasa dan budaya. Juga berdasar pada pengalaman guru pada studi penjajakan di SMP Negeri 4 Kepanjen. kemampuan menulis Penerapan Pembelajaran Berbasis Komputer Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengarang Siswa non Inggris di SMP Negeri 4 Kepanjen. (2) menyadarkan siswa pada kenyataan dan pentingnya bahasa Inggris untuk meningkatkan ide persaingan di masyarakat global. Berdasarkan temuan di atas. Strategi pembelajaran berbasis computer menpunyai kelebihan. atau jurnal. disarankan bahwa guru mensosialisasikannya dalam pertemuan guru. disarankan melakukan studi semacam ini dengan subjek dan tempat yang berbeda untuk perbaikan mengajar menulis paragraph narasi. Peneliti dan kolaborator bekerja sama dalam hal perencanaan. Setelah peneliti menyelesaikan siklus pertama dan kedua. Gambar-gambar ini membantu siswa untuk diuraikan dalam karangan sesuai dengan topiknya secara rinci sehingga karangan mereka akan terlihat lebih hidup. yang dapat dilakukan dalam kegiatan ekstra kurikuler mereka. siswa lebih aktif dan termotivasi karena ada kegiatan tanya jawab. bagi peneliti mendatang. (2) Mengadakan tanya jawab. workshop.270 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Penelitian ini bertujuan memperbaiki kemampuan siswa dalam menulis paragraph narasi dengan menggunakan gambar seri bagi siswa kelas dua MA Darul Lughah wal Karomah Kraksaan Probolinggo . Terindikasi bahwa penemuan gambar seri telah memperbaiki kemampuan siswa dalam menulis paragraph narasi. pengamatan tindakan dan refleksi data yang diperoleh selama proses kegiatan belajar mengajar dan hasil tulisan siswa. (4) Pameran. Pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan cara terbaik dalam mengarang deskriptif. mengamati dan melihat hasil tindakan. Siswa menulis paragraf dengan menggunakan computer mengambil gambar dari internet atau kamus encarta yang bisa diakses secara langsung dari microsotf yang telah tersedia di komputer. Kedua. dianjurkan bahwa siswa menggunakan gambar seri sebagai salah satu strategi belajar untuk melatih kemampuan mereka dalam menulis paragraph narasi. . dan setiap siklus dilaksanakan dalam 4 pertemuan. kosa kata dari kata kerja tak beraturan dan kata benda jamak untuk membantu siswa memecahkan masalah-masalah mereka dalam menulis paragraph narasi. menggunakan penelitian tindakan kelas secara kolaboratif. Malang Siti Umasitah Abstrak Keputusan menteri pendidikan nomor 22 tahun 2006 menyatakan bahwa tujuan pengajaran bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama atau Madrasah Tsanawiwah adalah: (1) meningkatkan kemampuan komunikatif berbicara dan menulis siswa. Ketiga. Ketiga. pengimplementasian.” Penelitian ini menerapkan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang mana guru dan kolaborator bekerja sama dalam merencanakan. menerapkan. guru menjelaskan Simple Past. terlihat bahwa hasil siswa pada siklus kedua meningkat.

Beberapa saran yang dapat diajukan kepada guru Bahasa Inggris berdasarkan temuan penelitian dan diskusi adalah sebagai berikut. memberi kesempatan kepada siswa untuk menyusun teks recount. juga memperkuat kepercayaan diri.00. Perlu dicobakan teknik ini sesering mungkin. lalu meningkat menjadi 81. catatan lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur yang digunakan adalah: menyajikan pembukaan. Saran kepada guru berikutnya adalah agar menyebarkan implementasi dari pembelajaran ini untuk mata pelajaran lain selain bahasa Inggris seperti matematika. dan kuestioner untuk siswa. Karena hal itu sangat penting untuk memaksimalkan kekuatan pikiran agar mudah melahirkan gagasan. dan refleksi. memberi kesempatan kepada siswa untuk menampilkan karya dengan membaca di depan kelas. Oleh karena itu. memberikan umpan balik pada karya siswa. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data terdiri atas lembaran format pengamatan. pelaksanaan. sejarah dan lain-lain. guru bahasa Inggris memahami kebutuhan siswa untuk menghadapi persaingan yang ketat di masa depan. penelitian tindakan kelas dengan sistem kolaborasi diimplementasikan dengan 4 langkah. meminta siswa bercerita kepada pasangan atau kelompok tentang apa yang telah diimajinasikan.84 pada siklus pertama. bersemangat. memasangkan atau mengelompokkan siswa.4 pada siklus kedua. dan tentang kesan terhadap teknik pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan lisan dan melalui questionair. siswa diminta untuk menempelkan hasil karya mereka di papan pajangan. siswa sangat antusias. Data yang terkumpul dianalisis untuk memperoleh hasil penelitian. 66.04 pada tes awal. menyajikan contoh teks recount. memainkan musik yang tepat untuk latar belakang. observasi. Kata kunci: pembelajaran berbasis komputer. kemampuan mengarang siswa non Inggris Implementasi Metode Pembelajaran Akselerasi Melalui Teknik Master Untuk Meningkatkan Ketrampilan Menulis Siswa kelas VIII di MTs Negeri Tuban Suwarno Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas delapan MTs Negeri Tuban dalam menulis paragraf dengan menggunakan Metode Pembelajaran Akselerasi melalui Teknik Master. Selanjutnya. Guru bahasa Inggris disarankan menerapkan strategi pembelajaran berbasis computer untuk memperkaya strategy dalam pengajaran bahasa. Bagi para peneliti berikutnya disarankan melanjutkan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan pembelajaran berbasis computer untuk keterampilan bahasa yang lain dan unsur-unsur bahasa. membantu proses imajinasi. Di samping itu. rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Metode Pembelajaran Akselerasi melalui Teknik Master bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas delapan MTs Negeri Tuban dalam menulis paragraf ?” Untuk mencapai tujuan tersebut. LCD proyektor). Ilmu pengetahuan alam. Disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan teknik pembelajaran ini sebagai teknik alternatif atau strategi untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Yang mana pencapaian ini sudah memenuhi kriteria sukses yakni rata-rata siswa mencapai 75. kepada . Guru mampu megoperasikan sarana technology dalam kegiatan belajar mengajar. meminta siswa menutup mata dan mensugesti untuk mengimajinasikan kegiatan-kegiatan rekreasi. memotivasi siswa. Kepada guru juga disarankan agar mempelajari paradigma tentang kerja otak. memberi kesempatan kepada siswa untuk membuat peta pikiran. mensugesti siswa supaya relaks. yaitu perencanaan. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran Akselerasi melaui Teknik Master telah meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII A MTsN Tuban dalam menulis paragraf recount. Peningkatan itu ditandai oleh peningkatan nilai rata-rata menulis siswa dari 59. dan terlibat aktif dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan Metode Pembelajaran Akselarasi melalui Teknik Master . Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari empat pertemuan.Program Studi S2 ING 271 Dalam penerapan strategi ini disarankan. Teknik ini dipilih berdasarkan kelebihannya dalam memotivasi siswa untuk lebih terlibat aktif dalam proses pembelajaran sehingga kemampuan mereka dalam menulis paragraf recount meningkat. menyediakan media pembelajaran yang memadai (gambar. Terakhir. memberikan kesmpatan kepada siswa untuk melakukan refleksi dengan memberi pertanyaan dan kemontar tentang apa yang sudah atau belum dimengerti. Subjek penelitian ini adalah 47 siswa kelas VIII A MTs Negeri Tuban tahun pelajaran 2008/2009. memberikan keterangan tentang cara menyusun teks recount dan memberi kesempatan siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang dimengerti.

Tahap 2 adalah drafting. Guru melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: (1) menyuruh murid (writer) membaca draf dan menyuruh murid (helper) untuk mengoreksi draf itu. dan paragraph recount Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Berbentuk Recount dari Siswa Kelas I MAN Wlingi Blitar melalui Strategi Menulis dengan Cara Kolaboratif Syafudin Zuhri Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas satu MAN Wlingi melalui collaborative writing strategy. dan untuk membuat kalimat-kalimat yang sesuai dengan tatabahasa. Oleh karena itu. reading. dan refleksi. editing. observasi. (2) menyuruh penulis menata kembali apa yang telah ditulis di draf pertama dan memperbaiki ide-ide berdasarkan masukan pendapat dari helper. Tahap 3 adalah reading. (6) bagaimana untuk meningkatkan motivasi mereka dalam belajar bahasa Inggris. Berdasarkan penelitian pendahuluan. (3) menyuruh helper untuk mendiskusikan atau meneliti kata-kata pokok dan membantu untuk mengorganisasi ide-ide itu. catatan lapangan dan tulisan siswa. vocabulary. peneliti berharap agar melakukan penelitian yang lebih bermutu agar bisa membuktikan efektifitas dari penerapan Metode Pembelajaran Akselerasi melalui Teknik Master untuk meningkatkan prestasi siswa tidak hanya dalam matapelajaran Bahasa inggrius tetapi juga pada matapelajaran lain. untuk membuat paragraph-paragrap yang terpadu. angket. Dan rata-rata nilai di siklus kedua adalah 60. yang seluruh siswanya merupakan subjek dari penelitian ini. Prosedur penelitian ni mencakup empat langkah utama: perencanaan. kemampuan menulis. rata-rata nilai menulis siswa 50. Tahap 4 adalah editing. Guru melaksanakan kegiatan sebagai berikut: (1) mengadakan konferensi untuk mendiskusikan masalah yang dihadapi oleh kelas agar dapat mengurangi kesalahan-kesalahan murid. untuk mengorganisasi ide. Peneliti menggunakan desain penelitian tindakan kelas bersifat kolaboratif. organazation. Di tahap ini guru menyuruh murid (writer) menulis draf yang paling baik. Strategi ini dipilih untuk mengatasi masalah di MAN Wlingi karena strategi tersebut dapat membimbing siswa untuk mengungkapkan ide. Guru melaksanakn kegiatan-kegiatan sebagai berikut: (1) menyuruh helper bertanya untuk merangsang ide-ide penulis (writer). (4) bagaimana mengorganisasi ide secara logis. daftar pengamatan. Kata kunci: pembelajaran akselerasi melalui teknik master. (2) menyuruh penulis untuk menulis ide-ide. pelaksanaan. copying. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu kelas yang terdiri dari 32 siswa.23.40. Untuk pengumpulan data. . grammar. Peningkatannya ditandai dengan meningkatnya rata-rata nilai siswa. pengajaran di MAN Wlingi belum memfasilitasi siswa-siswa untuk menjadi terampil dalam menulis. peneliti sangat termotivasi untuk mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan strategi collaborative writing dalam pengajaran writing karena strategi tersebut menyuruh siswa untuk mengikuti tahapan-tahapan menulis yaitu idea generating. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tahap-tahap yang tepat yang digunakan untuk menerapkan strategi collaborative writing terdiri dari langka-langkah sebagai berikut: Tahap 1 adalah idea generating. Sebelum tindakan dilaksanakan. rata-rata nilai menjadi 54. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi collaborative writing dalam pengajaran writing dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. penelitian ini bertujuan menggunakan strategi collaborative writing untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks dalam bentuk recount. dengan dibantu oleh seorang guru (rekan sejawat) dalam melaksanakan penelitian.272 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 peneliti mendatang. Ini dapat dilihat dari hasil masing-masing siklus. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana strategi collaborative writing dapat digunakan untuk meningkatkan ketrampilan siswa dalam menulis recount text dari siswa kelas satu MAN Wlingi? Berdasarkan rumusan masalah tersebut. Mereka mempunyai masalah: (1) bagaimana untuk memulai menulis. guru menyuruh murid (writer) untuk menulis draf sebagai draf yang pertama berdasarkan ide-ide yang ditemukan dan dari hasil review dari helper. peneliti menggunakan beberapa instrumen berupa kuesioner.51. drafting. Tahap 5 adalah copying. Di tahap ini. dan mechanic. dan evaluating. di tahap ini guru menyuruh siswa mengedit draf mereka di bagian content. Sesudah siklus pertama dilaksanakan. Tahap 6 adalah evaluating. (2) bagaimana mengungkapkan ide (3) bagaimana membuat paragraph yang terpadu. (5) bagaimana membuat kalimat-kalimat sesuai dengan tatabahasa.

pedoman wawancara. Kepada para peneliti di masa mendatang. Subyek uji coba adalah murid kelas dua belas Jurusan Bahasa pada MAN Jombang tahun pelajaran 2008/2009. Buku petunjuk guru berisi arahan bagaimana mengajarkan materi tersebut. panjangnya materi menyimak. materi menyimak Bahasa Inggris. urutan dalam mengajarkannya. Maka unit 1 dalam draft dihapus dan ditambahkan unit Review sebagaimana saran dari guru bahasa Inggris. disarankan pada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan strategi collaborative writing. Bahan ajar menyimak dikembangkan. pengembangan materi. Berdasarkan keefektifan implementasi strategi collaborative writing pada pengajaran writing. revisi. khususnya yang berminat pada penerapan pendekatan strategi collaborative writing dalam penelitian kelas mereka. Data yang diperoleh dari guru dan observasi yang berhubungan dengan kepraktisan dan keefektifan materi selama uji coba dipaparkan secara kwalitatif dan data dari siswa yang berhubungan dengan bahasa. disarankan untuk menindak lajuti penelitian yang berkenaan dengan penggunaan collaborative writing strategy. Hasil uji coba kedua menunjukkan bahwa unit yang direvisi telah sesuai. Setelah selesai. Kemudian. Ada sembilan unit yang dikembangkan dalam draft usulan. Ahli dan Guru memvalidasi materi dalam hal bahasa. buku petunjuk guru. uji coba. Mayoritas siswa setuju jika bahan ajar listening perlu disediakan. Instrumen yang digunakan pada survei kebutuhan adalah angket. revisi. khususnya pada pengajaran writing. kecepatan berbicara. dan produk akhir. dan kepraktisan penggunaannya.28 Maret 2008. Kata kunci: mengembangkan. prototipe. draft tersebut dikirim ke para ahli dan guru bahasa Inggris untuk divalidasi dan dievaluasi. Revisi dilakukan dengan menambahkan soal tertulis pada bagian A dan bagian B yang semula dalam bentuk membuat ringkasan diubah menjadi menyusun paragraf acak. Lembar kerja siswa berisi latihan-latihan yang harus dikerjakan oleh siswa. Uji coba produk dilakukan pada tanggal 4 . dan lembar kerja siswa. MAN Jombang. Bagi guru bahasa Inggris yang akan memakai produk penelitian ini disarankan mengikuti buku petunjuk yang ada dan meragamkan jenis latihan bagian Expansion Activities. Produk akhir berupa materi rekaman pada CD dan Kaset. Hasil validasi ahli dan guru menunjukkan bahwa 8 unit dapat diterima dan diaplikasikan kecuali unit 1. kesesuaian isi dengan kurikulum. kesesuaian isi dengan kurikulum. naskah dan kunci jawaban. kwalitas rekaman dianalisa secara kwantitatif dengan prosentase. unit yang telah direvisi diujicobakan. Collaborative writing srategy dapat digunakan untuk mengajar jenis genre-genre yang berbeda dari berbagai tingkat pendidikan mulai SMP sampai SMA. Peningkatan Kemampuan Menulis Siswa Kelas 11 MA Hasyim Asy’ari Kembangbahu Lamongan melalui Penerapan Strategi Scaffolding Uzlifatul Masruroh Isnawati Abstrak . kemampuan menulis. Berdasarkan penemuan itu. Hasil dari survey kebutuhan menunjukkan bahwa siswa belum mendapatkan cukup latihan untuk ketrampilan menyimak.Program Studi S2 ING 273 (2) mengevaluasi karangan murid-murid dengan menggunakan analytic scroring rubric dan memberi komentar pada kesalahan itu. Seorang ahli dan guru menyatakan bahwa unit tersebut terlalu mudah. panjangnya materi menyimak. Hasil uji coba pertama menunjukkan bahwa hanya unit 5 yang perlu direvisi dalam hal bentuk latihannya. validasi ahli dan guru. kecepatan berbicara. Bagi peneliti yang akan melakukan penelitian yang sama disarankan agar mengembangkan materi menyimak untuk siswa kelas X dan XI. menulis secara kolaboratif Developing a Prototype of Listening Materials for Grade XII Students of MAN Jombang Syamsul Ma’arif Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan materi menyimak Bahasa Inggris untuk kelas dua belas semester satu. dan catatan lapangan. Prosedur penelitian dan pengembangan yang diterapkan meliputi survei kebutuhan. kwalitas rekaman. Kata kunci: teks recount.

Akhirnya. b) guru mengatur semua ide siswa dalam word webbing. f) guru dan siswa mendiskusikan model dari teks tersebut. perbendaharaan kata. . kemampuan menulis Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas Dua SMP Negeri 3 Tanggul melalui Pembelajaran Berbasis Proyek Wahyu Ekawati Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa SMP Negeri 3 TanggulJember kususnya menulis paragraf deskriptif melalui pembelajaran berbasis proyek dikarenakan kemampun menulis mereka yang kurang dalam empat aspek menulis yaitu pengaturan paragraf atau organisasi. tahap pembuatan draft. g) siswa menulis draft awal. gambar. Strategi scaffolding dalam tahap pemublikasian adalah membacakan draft akhir di depan kelas dan memajangnya di majalah dinding kelas yang selanjutnya hasil karangan mereka akan dikomentari oleh teman satu kelas. Sehingga. dan melakukan refleksi tindakan. beberapa rekomendasi ditawarkan baik untuk guru bahasa Inggris maupun peneliti yang akan datang. Kedua. menyimak. c) guru memberi contoh atau model tentang pembuatan outline. Menurut Vernon (2000). Guru kelas hanya menunggu hasil kerja siswa tanpa membimbing mereka dalam proses menyelesaikan tugas menulis tersebut. d) guru menunjukkan model draft awal sebagai pengembangan dari outline. Strategi scaffolding diberikan diberikan dalam seluruh proses menulis yaitu pada tahap pra menulis. word webbing. tahap perbaikan. hasil dari tugas akhir siswa meningkat dimana 87 % siswa mencapai kriteria skor minimal adalah tujuh (7). Penelitian ini telah berhasil mengimplementasikan strategi scaffolding. maka studi tentang peningkatan kemampuan sisws dalam menulis perlu dilaksanakan. dan berbicara dengan menggunakan strategi scaffolding. siswa mampu menyelesaikan dengan baik tugas-tugas menulis tertentu sebagaimana tujuan pengajaran di tiap tahap dari proses menulis. l) siswa menulis draft akhir mereka. mengamati tindakan. tahap pengeditan. k) guru menjelaskan cara mengoreksi atau mengedit draft. dan tahap pemublikasian. h) guru berdiskusi dengan siswa tentang isi draft mereka i) siswa merevisi draft mereka. Pendekatan kolaborasi tindakan kelas dilaksanakan dimana peneliti secara bersama-sama dengan guru kelas melaksanakan perencanaan tindakan. pemberian daftar kosa kata dan permodelan. Penelitian ini adalah penelitian dengan rancangan penelitian tindakan kelas. . rumusan masalah dari penelitian ini adalah “Bagaimana meningkatkan kemampuan siswa kelas 11 MA Hasyim AS’ari Kembangbahu Lamongan dalam menulis dapat ditingkatkan dengan menggunakan strategi scaffolding?” Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan strategi scaffolding dalam proses menulis sehingga kemampuan siswa dalam menulis bisa meningkat. Terdapat tiga keunggulan dengan menggunakan strategi scaffolding dalam proses menulis. Strategi scaffolding dalam tahap pembuatan draft adalah permodelan dan pembahasan model text. Kata kunci: strategi scaffolding. ejaan dan tanda baca. Dan bagi peneliti yang akan datang agar mengadakan penelitian pada keahlian Bahasa Inggris yang lain. Untuk Guru Bahasa Inggris diharapkan menerapkan strategi scaffolding dalam mengajar menulis. tata bahasa.274 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Menyadari rendahnya kemampuan siswa kelas sebelas MA Hasyim Asy’ari dalam menulis karangan Bahasa Inggris. Pertama. j) siswa menukar revisi draft mereka dengan draft temannya. Strategi scaffolding dalam tahap pengeditan adalah pengeditan teman sekelas. penggunaan strategi scaffolding dalam menulis dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karena strategi ini memberi kebebasan kepeda guru untuk mengatur kegiatan menulis secara sistematis untuk memenuhi kebutuhan dari semua siswa. Penyebab rendahnya kemampuan menulis ini adalah pelaksanaan pengajaran menulis itu sendiri menggunakan pendekatan yang berpusat pada hasil. Langkah-langkah dari strategi scaffolding dalam proses menulis ini adalah sebagai berikut: a) guru dan siswa melakukan kegiatan tanya jawab tentang topik. d) siswa menulis outline mereka. dan m) siswa mempublikasikan hasil kerja mereka dengan membacanya di depan kelas di depan teman-teman mereka dan memajangnya di majalah dinding kelas dan n) siswa memberi komentar/apresiasi atas hasil tulisan teman mereka. siswa aktif dan termotivasi ketika strategi scaffolding ini diterapkan. kemudian strategi scaffolding diterapkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis. Strategi scaffolding yang dilakukan dalam tahap pra menulis berupa tanya jawab. yaitu pada keahlian membaca. Ketiga. pelaksanaan tindakan. Strategi scaffolding dalam tahap perbaikan adalah diskusi dengan siswa tentang draft mereka. Berdasarkan alasan ini.

Rata-rata. kemampuan menulis siswa kelas 8E SMP Negeri 3 Tanggul-Jember pada tahun pelajaran 2008/2009 khususnya dalam menulis paragraf deskriptif bisa ditingkatkan. hasil kuesioner close-ended meningkat dari 70. Peningkatan kemampuan siswa dapat dilihat pada peningkatan prosentase respon positif siswa selama dua putaran proses penelitian. Temuan-temuan penelitian ini mengungkap bahwa penerapan buku saku kecakapan keterampilan fungsional dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris. mengobservasi dan merefleksi pada setiap siklusnya. yaitu: (1) tahap persiapan yang meliputi persiapan proyek dan bahasa yang dibutuhkan. (b) membuat rancangan awal berdasarkan hasil menulis bebas. Model penerapan buku saku kecakapan keterampilan fungsional yang tepat terdiri dari dua sesi utama. (3) Fase penutup.0% menjadi 84. juga melalui kegiatan konferensi guru dan siswa. (1) Siswa mencari pasangan dan mempersiapkan percakapannya sendiri. (3) laporan kemajuan proyek. Kedua. pembelajaran di kelas yang mencakup tiga fase: (1) Fase pemanasan. dianalisa dengan mendeskripsikan semua kejadian dan peristiwa yang berhubungan dengan pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek dalam pelajaran menulis paragraf deskriptif yang dilaksanakan dalam empat pertemuan didalam kelas pada jam sekolah dan diluar kelas setelah pulang sekolah pada setiap siklusnya. (4) Mereka meminta orang tua/wali muridnya untuk menandatangani buku sakunya. Data yang diperoleh melalui beberapa instrumen seperti: (1) pengecek proyek siswa. (c) mengevaluasi dengan melakukan penilaian sendiri dan teman. (4) portofolio siswa. Hampir semua siswa bahkan hampir tidak pernah berbahasa Inggris walaupun saat pelajaran di kelasnya adalah bahasa Inggris. (5) pedoman pengamatan. dan (6) kuesioner. kegiatan percakapan independen yang mencakup tahapan-tahapan berikut.5 %.3%. (2) Kegiatan inti mencakup dua tahap: (a) tahap pemahaman.Program Studi S2 ING 275 Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang melibatkan dua guru bahasa Ingris dari sekolah dimana penelitian ini dilaksanakan. dan menulis bebas berdasarkan TChart.7% menjadi 84. guru memberikan penguatan terhadap kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. dan hasil wawancara meningkat dari 73. (2) Mereka menemui guru untuk mendemonstrasikan percakapannya. Faktanya kemampuan berbicara bahasa Inggris para siswa sangat rendah. Peningkatan ini dicapai melalui dua tahap dalam setiap siklusnya. prosentase respon positif hasil observasi meningkat dari 65. Mereka sangat cemas dan tidak percaya diri ketika berbicara bahasa Inggris. Pertama. and (b) percakapan terbimbing. hasil kuesioner open-ended meningkat dari 71.3% . Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana buku saku kecakapan keterampilan fungsional dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa MTsN Munjungan Trenggalek.7% di putaran kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui implementasi pembelajaran berbasis proyek dalam dua siklus. mereka adalah peneliti sendiri dan koleganya. Kata kunci: pembelajaran berbasis proyek. (2) catatan lapangan. dan (d) merevisi untuk menghasilkan rancangan akhir. mengimplementasikan. Penelitian ini diaplikasikan pada satu kelas yang terdiri dari tiga puluh lima anak yang seluruhnya menjadi subjek penelitian. dan (2) tahap penyelesaian yang mengunakan kegiatan proses menulis yang meliputi: (a) pra menulis yang terdiri dari pengamatan ’hot spot’ (tempat menarik yang paling disenangi siswa) sebagai kegiatan luar ruangan dan menuliskan hasil pengamatannya kedalam ’T-Chart’ yang sudah disediakan (format lembar observasi yang berbentuk seperti huruf ’T’).7% di putaran pertama menjadi 80. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif karena peneliti dibantu oleh teman sejawatnya yang juga guru bahasa Inggris. Dua siklus diimplementasikan melalui empat langkah yang meliputi kegiatan merencanakan.3%. kemampuan menulis Menggunakan Buku Saku Kecakapan Keterampilan Fungsional untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Siswa di MTsN Munjungan Trenggalek Wiratno Abstrak Pembelajaran bahasa Inggris di MTsN Munjungan belum mencapai tujuan kompetensi komunikatif karena para siswanya kurang mendapat kesempatan menggunakan bahasa itu. guru mengaktifkan pikiran/ingatan siswa agar terpusat pada topik yang akan dipelajari. dan (e) menulis akhir dengan menyempurnakan tulisan dan memajang hasil proyek terakhir tersebut di majalah dinding sekolah sebagai kegiatan publikasi. (3) Mereka meminta guru menandatangani buku sakunya. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah siswa yang mencapai tingkat kemampuan baik menjadi 37 siswa dari 40 siswa atau 92.

20. (2) pengujian normalitas dan homogenitas data. Hal ini menunjukkan bahwa distribusi data adalah normal. dan penguasaan komponen bahasa dalam struktur bahasa Inggris tulis.20 poin. (2-tailed) dari tes menulis kedua kelompok tersebut pada tingkat signifikan 0. Kata kunci: buku saku. Oleh karena itu. para peneliti disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut terhadap strategi ini dengan konteks dan tingkat kelas yang berbeda. Yang terakhir. nilai rerata dari kelompok eksperimen lebih tinggi daripada nilai rerata kelompok kontrol.20 poin setelah pelaksanaan strategi. Berdasarkan temuan-temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan buku saku kecakapan keterampilan fungsional dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. pengalaman. nilai rerata dari kelompok kontrol masing-masing adalah 37. sementara itu.99 baik dalam tes awal maupun tes akhir. yaitu kelas X-7 dengan 40 siswa sebagai kelompok kontrol.276 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 menjadi 90. dan nilai rerata naik 16.80 dan 54. yaitu: (1) pengujian reliabilitas. siswa disuruh untuk menulis sebuah teks recount.89 dalam tes awal dan 0. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keefektivan pengajaran tatabahasa dalam konteks untuk mengurangi kesilapan tatabahasa dalam menulis. hasil uji homogenitas yang . Maka dari itu. Singkatnya. Sementara itu. dua soal tes menulis digunakan sebagai instrumen. satu soal digunakan dalam tes awal. Oleh karena itu. sementara langkah ketiga dilaksanakan untuk menjawab masalah penelitian. mereka masih menemui banyak kesulitan. pengajaran tatabahasa dalam konteks yang dipadukan dengan pengajaran menulis diterapkan untuk mengatasi masalah kesilapan tatabahasa dalam tulisan mereka. para guru bahasa Inggris di sekolah tersebut disarankan menerapakan strategi tersebut dalam pembelajarannya karena ini sangat praktis dan bermanfaat. sedangkan prosentase respon positif hasil kuesioner dan wawancara lebih besar dari kriteria keberhasilan 75%. Desain penelitian ini adalah semi-eksperimen dengan rancangan tes awal-tes akhir kelompok kontrol. dalam menulis berbahasa Inggris. kemampuan berbicara Keefektivan Pengajaran Tatabahasa dalam Konteks untuk Mengurangi Kesilapan Tatabahasa Siswa dalam Menulis Yadhi Nur Amin Abstrak Menulis merupakan salah satu keterampilan dasar berbahasa yang harus diajarkan pada siswa sekolah menengah. “Apakah siswa yang diajar dengan pengajaran tatabahasa dalam konteks membuat lebih sedikit kesilapan tatabahasa dalam menulis daripada siswa yang diajar dengan pengajaran tatabahasa secara konvensional?” Jawaban sementara untuk pertanyaan ini dirumuskan dalam hipotesis kerja yaitu siswa yang diajar dengan pengajaran tatabahasa dalam konteks membuat lebih sedikit kesilapan tatabahasa dalam menulis daripada siswa yang diajar dengan pengajaran tatabahasa secara konvensional. para siswa diharapkan dapat menuangkan ide.0%. untuk mengurangi kesilapan tatabahasa dalam tulisan mereka. Langkah kedua dimaksudkan untuk menguji normalitas dan homogenitas distribusi data. Selanjutnya. hasil pengujian reliabilitas dari kelompok kontrol yaitu 0. Prosentase respon positif hasil observasi tersebut lebih besar dari kriteria keberhasilan 65%. Hal ini berarti bahwa nilai rerata dalam tes akhir lebih tinggi daripada nilai rerata dalam tes awal. keterampilan fungsional. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 4 Februari 2008. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rerata komponen tatabahasa dari kelompok eksperimen dalam tes awal dan tes akhir masing-masing adalah 37.73 dalam tes akhir. Masalah penelitian umum yang harus dijawab adalah. Selain itu. Hasil ini juga didukung oleh pengujian reliabilitas tes dari kelompok eksperimen yang masingmasing adalah 0. Sampel penelitian ini diambil dari populasi kelas X MAN Lasem tahun pelajaran 2008/2009. Dalam tes tersebut. Namun demikian.05 adalah 0. Hal ini menunjukkan bahwa hasil tersebut mempunyai tingkat reliabilitas yang tinggi. hasil tulisan siswa MAN Lasem tidak dapat dipahami dengan baik karena masih terdapat banyak kesilapan tatabahasa. penggunaan metode pengajaran tatabahasa yang tepat sangat diperlukan. dan satu soal lain dalam tes akhir.00 dan 37. Melalui pembelajaran keterampilan menulis.00. perasaan. Ada tiga langkah dalam analisis data. Dalam pengumpulan data.sig.00. Pekerjaan siswa dikoreksi oleh dua penilai yang independen (peneliti sendiri dan salah satu guru bahasa Inggris MAN Lasem). dan kelas X-5 dengan 40 siswa sebagai kelompok eksperimen. dan (3) pengujian hipotesis. Langkah pertama dilakukan untuk mengukur tingkat reliabilitas penilaian yang dilakukan oleh dua penilai. hasil uji normalitas menunjukkan bahwa nilai assymp. yang berarti bahwa nilai rerata hanya naik 0.

dan karena itu produk direvisi seperti yang disarankan. Dengan menggunakan cara yang sama yaitu memperbandingkan F-hitung dan F-tabel seperti yang digunakan dalam uji hipotesis. produk akhir dapat diselesaikan seperti terlihat pada bagian akhir dari tesis ini. hipotesis kerja lebih dulu diformulasikan dalam hipotesis nol. dapat disimpulkan bahwa siswa yang diajar dengan tatabahasa dalam konteks membuat lebih sedikit kesilapan tatabahasa dalam menulis daripada siswa yang diajar tatabahasa secara konvensional. ada juga beberapa kelemahan yang perlu direvisi. contoh. analisis varian (ANOVA) digunakan dalam uji hipotesis untuk mengetahui perbedaan hasil kemampuan menulis dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan menggunakan tingkat signifikan 0. Ketersediaan materi tersebut sangat penting terutama dalam pembelajaran menulis di mana banyak siswa menghadapi kesulitan ketika menuangkan idenya dalam tulisan. Selanjutnya. dosen. dalam penelitian ini adalah materi pembelajaran mata kuliah Writing III. Langkah pertama adalah proses pengumpulan informasi mengenai ketidaktersediaan materi untuk Writing III.Program Studi S2 ING 277 menggunakan F-Lavene dengan tingkat signifikan 0. strategi yang diujikan ini (pengajaran tatabahasa dalam konteks) terbukti efektif untuk mengurangi kesilapan tatabahasa siswa dalam menulis. Pada awal pertemuan pertama. Pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP Santu Paulus Ruteng materi pembelajaran Writing III yang sesuai dengan silabus yang dipakai belum ada. kegiatan di kelas adalah berupa kegiatan merevisi dan mengedit sekaligus menulis draf akhir. Untuk memonitor kemajuan siswa dalam menulis. proses validasi oleh seorang ahli dalam pengembangan produk dan seorang ahli di bidang pembelajaran menulis. Dengan kata lain. Berdasarkan adaptasi model pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall (1983:775). yaitu “Siswa yang diajar tatabahasa dalam konteks tidak melakukan lebih sedikit kesilapan tatabahasa daripada siswa yang diajar tatabahasa secara konvensional. Selanjutnya. dilanjutkan dengan pengembangan materi.05. penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengembangkan materi pembelajaran untuk mata kuliah Writing III.967 dan F-tabel adalah 3. model teks. dan produk akhir. uji coba pada mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP Santu Paulus Ruteng. Oleh karena itu. Kata kunci: tatabahasa dalam konteks. Berdasarkan hasil penelitian. beberapa langkah pengembangan dilakukan sebagai berikut. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan karena tujuannya adalah untuk mengembangkan suatu produk. para mahasiswa terlihat antusias mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan menggunakan materi tersebut. Dengan demikian. mereka menyarankan untuk menambahkan beberapa contoh lagi di setiap unit. dan mahasiswa dalam rangka perbaikan produk tersebut. proses revisi. ada beberapa saran yang dapat dikemukakan sebagai berikut. untuk mempermudah dalam analisis data. Hasil analisis menunjukkan bahwa F-hitung yang diperoleh adalah 17. ada pedoman evaluasi dan catatan lapangan yang dipakai sebagai instrumen untuk merekam masukan dari para ahli. Ketika diujicobakan. kesilapan tatabahasa. sesudah melakukan revisi dari hasil validasi ahli dan uji coba. dosen menjelaskan konsep dan model teks. mengurangi. Dalam proses validasi ahli dan uji coba. Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas tersebut. kemudian diikuti oleh penulisan esei dengan pendekatan proses termasuk kegiatan mengumpulkan ide dan penulisan draf awal. proses revisi sesudah uji coba. Hasil evaluasi para ahli menunjukkan bahwa selain terdapat kelebihan dalam materi tersebut. soal tes dianggap reliabel untuk digunakan dalam uji hipotesis. Hal itu berarti bahwa ada cukup bukti untuk menolak hipotesis nol dan menerima hipotesis kerja. Ketika diminta pendapat mereka tentang apa yang hendak diperbaiki dalam produk tersebut.963. dosen dapat memperkenalkan penggunaan portofolio untuk merekam seluruh aktivitas menulis dan semua draf . Pada pertemuan kedua. ketika akan menggunakan materi ini. Materi pembelajaran mata kuliah Writing III yang dikembangkan terdiri atas 7 unit dan memuat penjelasan tentang konsep dasar. menulis Mengembangkan Materi Pengajaran Mata Kuliah Writing untuk Mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Santu Paulus Ruteng Yerni Miss Endang Polly Abstrak Salah satu komponen yang menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran di kelas adalah ketersediaan materi pengajaran yang berfungsi sebagai sumber ilmu yang dapat mempermudah proses pembelajaran. F-hitung yang diperoleh lebih tinggi daripada F-tabel.05 menunjukkan bahwa varian antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen untuk tes menulis teks recount tidaklah berbeda atau homogen. Pertama. dan latihan menulis dengan menggunakan pendekatan proses. dosen Writing III disarankan untuk memperhatikan alokasi waktu karena satu unit dialokasikan untuk 2 kali pertemuan. Oleh karena itu.

materi pengajaran.278 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 yang dihasilkan oleh siswa. Kata kunci: silabus. untuk kemudian diolah untuk menjadi hasil akhir. Silabus yang dikembangkan ini terdiri dari topik-topik yang berhubungan dengan dunia penerbangan. Untuk memperbaiki produk tersebut. latihan. Setelah uji coba dilaksanakan kemudian dievaluasi oleh para pakar silabus. maka pengajaran Bahasa Inggris di pusat pelatihan awak kabin akan semakin mengena pada sasaran yaitu seorang awak kabin tidak saja cakap dalam melayani penumpang namun juga mampu berbahasa Inggris secara baik dan benar dan dimengerti oleh penumpang asing. 3) memilih tipe silabus. 4) menulis proto silabus. dan latihan menulis dengan pendekatan proses. Para pengajar Bahasa Inggris dan siswa awak kabin akan sangat terbantu oleh silabus ini karena pembuatannya didasarkan pada survey kebutuhan yang dilakukan terhadap orang-orang yang terlibat dalam dunia penerbangan. 5) menulis silabus pengajaran. direvisi. Kata kunci: pengembangan. 9) Announcement. Karena kemampuan berkomunikasi dengan penumpang asing menggunakan Bahasa Inggris sangat penting. Selain itu. mereka dapat belajar sendiri dengan menggunakan materi tersebut ketika dosen berhalangan hadir. 7) After Landing and Parting. Silabus yang diusulkan ini akan sangat berguna untuk para pengajar Bahasa Inggris yang mengajarkan ESP di pusat pelatihan awak kabin karena telah dilengkapi dengan satuan pelajaran yang menguraikan dengan sangat jelas kegiatan-kegiatan belajar/mengajar serta materi pengajaran yang terutama bersumber dari internet. Writing Pengembangan Silabus Bahasa Inggris Komunikatif untuk Siswa Awak Kabin di Pusat Pelatihan Yudi Setyaningsih Abstrak Studi ini dimaksudkan untuk mengembangkan seperangkat silabus untuk siswa awak kabin yang sedang menempuh pendidikan di pusat pelatihan awak kabin. yaitu: 1) Boarding and seating. awak kabin . Saran untuk langkah selanjutnya adalah penggunaan silabus di pusat pelatihan awak kabin yang menggunakan silabus komunikatif yang didasarkan pada survei kebutuhan terlebih dahulu untuk mengetahui apa yang ada di dunia nyata. 4) socializing/personal service/extra care. 5) Sales On-board. Para dosen yang mengajar mata kuliah Writing III juga dapat diperkenalkan pada materi ini untuk dipakai di kelas. Sosialisasi dapat pula dilakukan kepada institusi dalam rangka memperoleh izin penggunaan materi ini di kelas. Penelitian hasil kerja pengembangan (Research and Development) ini didasarkan pada teori Yalden dalam artikelnya yang berjudul Language Program Development yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa dengan melalui delapan tahapan. Kedua. penelitian ini termasuk produk yang dihasilkan dapat dipakai sebagai rujukan dalam penelitian mereka. dan 10) Language Reinforcement. 3) Meals and Drinks Service. yaitu: 1) Melaksanakan survey kebutuhan. konsep. Silabus ini juga merefleksikan keadaan-keadaan nyata di dunia penerbangan sehingga para awak kabin akan mampu berkomunikasi dengan baik menggunakan Bahasa Inggris yang baik dan benar karena hal tersebut merupakan aspek yang sangat penting di dalam dunia penerbangan. 7) evaluasi/revisi silabus. upaya untuk memperkenalkan materi ini dapat dilakukan pada awal pertemuan kepada mahasiawa. 2) Before Take-off. silabus yang dikembangkan dibuat berdasarkan kemampuan komunikatif sebagai dasar dalam pengembangannya. Silabus yang sudah dilengkapi dengan tabel penyebaran kegiatan dan satuan pelajaran ini kemudian diuji-cobakan oleh guru Bahasa Inggris yang mengajar ESP di salah satu pusat pelatihan awak kabin di Malang. uji coba yang lebih luas perlu dilakukan. dan 8) produk akhir. Topik-topik ini akan disajikan dalam dua belas kali pertemuan dengan waktu Sembilan puluh menit per pertemuan. 8) Flight Safety Procedure. 6) uji coba silabus. 2) Mendeskripsikan/menentukan tujuan. Dengan begitu. model teks. lebih banyak orang terutama para dosen mata kuliah Writing III perlu dilibatkan untuk memberikan kontribusi bagi perbaikan materi tersebut. Mereka dapat mengikuti petunjuk di dalam materi mulai dari tujuan. Bagi peneliti lain dalam bidang pengembangan materi terutama menulis. 6) Giving Information and before Landing. ESP. Bagi para mahasiswa yang mengambil mata kuliah Writing III.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.