Kumpulan Abstrak Tesis Semester Genap 2008/2009 Pendidikan Bahasa Inggris (ING

)

228 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009

Menggunakan Film untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas 8 MTs Negeri Planjan Kesugihan Cilacap dalam Menulis Paragraf Narasi Akhmad Fauzan Abstrak
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada permasalahan yang dialami oleh peneliti sebagai guru Bahasa Inggris di MTs Negeri Planjan Kesugihan Cilacap. Berdasarkan hasil stui pendahuluan siswa kelas VIII MTs Negeri Planjan Kesugihan Cilacap, menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks narrative siswa kelas VIII E masih kurang memuaskan dan siswa mempunyai motivasi yang rendah dalam proses belajar dan mengajar. untuk mengatasi masalah tersebut peneliti menggunakan film teknik. Teknik ini dipilih karena dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan menulis sehingga kemampuan menulis mereka dapat meningkat. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah “Bagaimana film bisa meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis siswa MTs Negeri Planjan Kesugihan Cilacap dalam menulis paragraph narrative?”. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas secara kolaborasi. Dalam penelitian ini, peneliti dan kolaborator bekerja sama dalam menyusun rencana pelajaran, mengimplementasikan tindakan, mengamati tindakan, dan melakukan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII E pada MTs Negeri Planjan Kesugihan Cilacap tahun ajaran 2008-2009. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengikuti prosedur penelitian tindakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Prosedur penerapan media film dalam pembelajaran menulis pada penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) mengawali pelajaran dengan ice breaking,(2) mengelompokan anak-anak dengan cara memberi daftar kata kunci.(3) menyuruh anak-anak duduk berkelompok, terdiri dari empat sampai lima orang setiap kelompoknya,(4) menyuruh anak-anak untuk membaca daftar kata dipandu oleh , (5). menampilkan gambar sesuai dengan tema , (6) menapilkan model teks, (6) menayangkan narrative film pendek secara lambat atau bahkan berhenti pada bebarapa kejadian dan mengisi narrative chart berkelompok, (8) Siswa menjawab pertanyaan bersama anggota kelompoknya, (9) Siswa mengembangkan draft berdasarkan jawaban-jawaban pada pertanyaan, (10) Siswa diminta untuk merevisi dan mengedit draft yang telah mereka buat, (11) Siswa diberi kesempatan untuk menampilkan karya tulisnya, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi ini dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf narrative. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari nilai tes rerata siswa pada siklus 1,dan siklus 2.Nilai rerata siswa pada sikulus 1 adalah 61dan pada siklus 2 menjadi 72. Selain itu film juga mampu meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa selama pembelajaran menulis. Hal ini dapat dilihat dari prosentase keterlibatan siswa pada siklus1 yaitu 63% dan 70% pada siklus 2. Berkaitan dengan response siswa, 86% menyatakn termotivasi pada siklus 1 dan 87% pada siklus 2. Berdasarkan temuan di atas, beberapa saran dikemukakan.Bagi guru bahasa inggris, untuk menerapkan media film dalam mengajar menulis. Kepada pihak sekolah untuk menyediakan media pembelajaran seperti halnya computer dan LCD proyektor Ketiga, bagi peneliti mendatang, disarankan melakukan studi semacam ini dengan ketrampilan dan type teks yang berbeda. Kata kunci: films, kemampuan menulis, paragraph narrative

Penggunaan Blog untuk Memperbaiki Keterampilan Menulis Mahasiswa dalam Mengembangkan Esai Percontohan (Example Essay) di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Palangka Raya Akhmad Fauzan Abstrak
Ada empat masalah utama dalam pengajaran menulis di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Masalah tersebut berhubungan dengan keterbatasan sumber materi cetak, kegiatan yang terpusat pada guru, pembaca tulisan mahasiswa, dan timbal balik terhadap tulisan mahasiswa. Keempat masalah ini kemudian mempengaruhi mahasiswa dalam menulis Bahasa Inggris, khususnya menulis esai akademik. Oleh sebab itu, penelitian ini mencoba memecahkan masalah dalam pengajaran menulis. Penggunaan blog dimaksudkan untuk membantu mahasiswa memperbaiki keterampilan 227

Program Studi S2 ING 229

menulis mereka dalam mengembangkan esai percontohan. Blog digunakan sebagai strategi dalam penelitian ini karena blog adalah sumber potensial untuk pembelajaran bahasa, blog cocok untuk mahasiswa, blog adalah pembelajaran otentik, dan blog praktis digunakan. Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa Menulis 3 di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Palangka Raya. Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini memiliki 2 siklus. Pada siklus pertama, perbaikan keterampilan menulis mahasiswa tidak menunjukkan kemajuan berarti. Hanya ada 3 mahasiswa yang memiliki skor 2 atau 3 poin untuk semua sub-kriteria dalam rubrik penilaian. Jadi, siklus pertama tidak memenuhi kriteria keberhasilan. Kegagalan strategi dalam memperbaiki kemampuan menulis mahasiswa pada siklus pertama terdapat pada kekurangan waktu, kesulitan dalam mengungkapkan ide, dan keraguan dalam menggunakan kosa kata yang sesuai dan tata bahasa Inggris yang tepat. Setelah strategi diperbaiki berdasarkan temuan-temuan selama pelaksanaan siklus pertama, mahasiswa pun menunjukkan perbaikan dalam mengembangkan esai percontohan. Ada 16 mahasiswa yang memiliki skor 2 atau 3 poin untuk semua sub-kriteria di rubrik penilaian. Angka ini menunjukkan 80% dari jumlah keseluruhan mahasiswa, dan ini berarti kriteria keberhasilan telah dicapai. Berdasarkan temuan-temuan pada kedua siklus, peneliti mengambil kesimpulan untuk keefektifan penerapan strategi blog. Pertama, dosen dan mahasiswa harus mendaftar di blog untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan blog. Kedua, mahasiswa harus menggunakan mesin pencari untuk menemukan situs jejaring atau blog yang berkenaan dengan topik tulisan mereka. Ketiga, mahasiswa juga harus memeriksa situs jejaring tata bahasa dan kamus Bahasa Inggris selama proses menulis untuk meyakinkan struktur kalimat dan pilihan kata. Keempat, dosen dan mahasiswa harus memberikan komentar, pembenaran, dan saran kepada blog mahasiswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengilhami guru Bahasa Inggris dalam memanfaatkan teknologi di dalam ruang kelas, mahasiswa yang berlatih keterampilan berbahasa melalui aplikasi internet, dan peneliti lain untuk melakukan penelitian serupa yang bertujuan meningkatkan keterampilan mahasiswa tidak hanya dalam menulis, tetapi juga dalam menyimak dan membaca. Kata kunci: blog, keterampilan menulis, esai percontohan

Keefektifan Jurnal Dialog dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Naratif Siswa Kelas 12 MAN 3 Malang Ali Mukti Abstrak
Jurnal dialog adalah sesuatu yang baru dan keefektifannya pada siswa MAN 3 Malang belum terbukti. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keefektifan teknik jurnal dialog dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa dalam menulis teks naratif. Masalah penelitian umum yang harus dijawab adalah, “Apakah para siswa yang diajar dengan menggunakan teknik jurnal dialog menunjukkan hasil yang lebih baik dalam menulis teks naratif dari pada mereka yang tidak diajarkan dengan menggunakan teknik jurnal dialog?” Jawaban sementara untuk pertanyaan tersebut kemudian di formulasikan dalam sebuah hipotesa kerja yang berbunyi “Nilai rerata kelompok yang diajar dengan menggunakan jurnal dialog lebih tinggi secara signifikan dari pada nilai rerata kelompok yang tidak diajar menggunakan teknik jurnal dialog.“ Desain penelitian ini adalah semi-eksperimen dengan tes awal-tes akhir kelompok control yang tidak diacak. Sampel penelitian ini diambil dari populasi kelas 12 MAN 3 Malang tahun pelajaran 2008/2009; yaitu kelas 12 IPA 3 sebagai kelompok kontrol, dan kelas 12 IPA 2 sebagai kelompok eksperimen. Kedua kelas ini masing-masing diisi oleh 36 siswi. Dalam pengumpulan data, dua soal tes menulis digunakan sebagai instrumen; satu soal digunakan dalam tes awal, dan satu soal lain dalam tes akhir. Dalam tes tersebut, siswa diminta untuk menulis teks naratif. Kemudian, pekerjaan mereka dinilai dengan menggunakan rubrik penskoran analitik. Disamping itu, kuesioner digunakan sebagai instrumen sekunder. Kuesioner ini diberikan hanya pada kelompok eksperimen guna mengevaluasi pelaksanaan jurnal dialog. Berdasarkan karakteristik deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rerata dari kelima aspek menulis kelompok eksperimen lebih baik dari pada kelompok kontrol. Dengan demikian, teknik jurnal dialog yang diterapkan di kelompok eksperimen membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks naratif. Disamping itu, dengan menggunakan analisa covarian (ANCOVA) dengan tingkat signifikan 0,05, hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kosa kata dan tata bahasa menghasilkan perbedaan yang signifikan. Hal ini karena F hitung untuk kosa kata adalah 4,595 dan 27,548 untuk tata bahasa sementara F

230 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009

tabelnya adalah 3,988. Untuk tiga aspek yang lain, yaitu isi, organisasi, dan mekanis, menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai F hitung ketiga aspek ini lebih kecil dari pada F tabelnya. Secara berurutan nial F hitung untuk masing-masing adalah 0,071, 0,669, and 3,755. Secara umum, akan tetapi, hasil yang dihitung dari keseluruhan aspek menunjukkan bahwa nilai F hitung dari seluruh aspek menulis (8,580) lebih besar dari pada F tabel (3,988). Maka, terdapat cukup bukti untuk menolak hipotesa nol. Dengan kata lain, hipotesa kerja dapat diterima. Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa teknik jurnal dialog yang diberikan kepada kelompok eksperimen terbukti efektif meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis teks naratif. Oleh karena itu, disarankan bahwa guru bahasa Inggris menerapkan teknik jurnal dialog ini dalam pengajaran menulis. Disamping itu, guru juga perlu memberikan perhatian lebih terhadap kemampuan menulis siswa berkaitan dengan tata bahasa dan mekanik selain ketiga aspek yang lain. Hal ini dikarenakan kedua aspek yang disebut pertama berada pada criteria rendah hingga sedang. Saran juga ditujukan kepada peneliti yang akan datang bahwa percobaan penelitian dapat dilakukan lebih dari 10 kali pertemuan dan pada siswa kelas 10 atau 11 sebagai subjeknya.Disamping itu, peneilitian dapat dilakukan pada kelas atau program yang memiliki perkembangan kognitif rendah dan atau masalah afektif. Peneliti, agar lebih netral, tidak perlu terlibat langsung dalam pengajaran di kelas tetapi dapat menugaskan seorang atau dua orang guru lain untuk mengajar di kedua kelompok. Kata kunci: keefektifan, jurnal dialog, keterampilan menulis, teks naratif

Menerapkan Strategy DRTA untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca Siswa Kelas Sebelas MAN Kandangan Kediri Ani Mutadayyinah Abstrak
Membaca sebagai salah satu ketrampilan dasar bahasa yang harus dikuasai dipembelajaran bahasa. Biasanya diajarkan bersama dengan tiga ketrampilan bahasa lain. Sebagai salah satu ketrampilan bahasa, membaca mendapat perhatian lebih dari keterampilan bahasa lainnya. Ada prioritas utama. Bagaimanapun, banyak siswa tidak mempunyai cukup ketrampilan dalam membaca dan prestasi membaca mereka rendah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dan bertujuan meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa kelas sebelas pada teks narasi di MAN Kandangan melalui DRTA (Directed Reading Thinking Activity). Strategi ini dipilih karena membantu mengembangkan kemampuan membaca kritis and mendorong membaca aktif. Selain itu, strategi ini telah terbukti, melalui banyak penelitian, telah mampu meningkatkan prestasi pemahaman membaca dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah tiga puluh siswa kelas tiga MAN Kandangan pada tahun akademik 2008/2009. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu, planning, implementing, observing, dan reflecting. Masing-masing siklus dalam penelitian terdiri dari dua pertemuan untuk penerapan strategi dan satu pertemuan untuk tes. Data penelitian ini dikumpulkan melalui beberapa instrument berikut; lembar observasi, lembar catatan, kuestioner, dan tes membaca pemahaman. Hasil penelitian ini menunjukkan model yang tepat dari DRTA strategi dalam pengajaran membaca di MAN Kandangan terdiri dari langkah langkah berikut: ditahap membaca awal; (1) mengelompokkan siswa, (2) menjelaskan tujuan pelajaran, (3) mengiring siswa pada topic dengan memberi beberapa pertanyaan dan menunjukkan gambar, (4) meminta siswa memprediksi topic bacaan dari gambar dan judul yang diberikan, (5) mengenalkan kosakata baru. Ditahap membaca diam terpadu; (1) memberikan pertanyaan, (2) meminta siswa memprediksi bacaan kemudian menulisnya dalam lembaran, (3) meminta siswa berbagi dengan kelompok. Dalam hal ini, beberapa prediksi siswa ditulis di papan tulis, (4) menugaskan salah satu siswa untuk membaca keras diikuti oleh semua siswa membaca secara diam, (5) meminta untuk mencatat informasi, (6) meminta siswa berdiskusi dengan kelompok. Di tahap membaca akhir; (1) menugaskan untuk memeriksa dan membuktikan prediksi mereka, (2) meminta menemukan bukti untuk mendukung prediksi, (3) berdiskusi prediksi murid, (4) meminta siswa mengerjakan tugas, (5) mendiskusikan jawaban siswa. Lebih lanjut, hasil penelitian ini menjelaskan bahwa strategi DRTA meningkatkan pemahaman membaca siswa. Peningkatan ini dapat dilihat dari bertambahnya skor pemahaman membaca siswa yang dapat mencapai nilai target (75 pada rentang 0 sampai 100), yaitu pada tes awal, hanya ada 8 siswa atau 24%

Program Studi S2 ING 231

dari 33 siswa yang dapat mencapai nilai target. Pada siklus pertama, ada 17 siswa atau 48% dari 33 siswa yang dapat mencapai nilai target. Pada siklus kedua, ada 22 siswa atau 67% out of 33 siswa yang dapat mencapai nilai target. Selain itu, penemuan ini menjelaskan bahwa strategi DRTA sukses meningkatkan murid aktif terlibat dikelas. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa strategi DRTA tidak hanya sukses dalam meningkatkan pemahaman membaca siswa tetapi juga dapat meningkatkan keterlibatan siswa pada proses pembelajara. Oleh sebab itu, beberapa saran dibuat. Pertama, guru-guru bahasa Inggris dapat menerapkan strategi DRTA dalam pembelajaran membaca. Mereka harus mengunakan teks bacaan yang belum dibaca oleh siswa dan mereka juga harus positif, suportif, and memberi semangat. Kedua, peneliti-peneliti selanjutnya disarankan mereka melakukan penelitian yang sama mengunakan strategi DRTA pada ketrampilan bahasa lainnya dan pada jenis teks yang lain seperti expository, report, dan recount. Kata kunci: strategy directed reading thinking activity, pemahaman membaca

Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Recount Dengan Menggunakan Teknik Pertanyaan Berakhir Terbuka Bagi Siswa MTsN Godean Kelas Delapan B.M. Hartono Abstrak
Studi awal menunjukkan bahwa pengajaran menulis di MTsN Godeanbelum membantu siswa terampil menulis. Tulisan siswa terdapat kesalahan-kesalahan. Oleh karena itu peneliti benar-benar perlu mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan teknik pertanyaan berakhir terbuka dalam mengajarkan menulis. Teknik ini merupakan gabungan dari proses menulis yang terdiri dari menggali gagasan, mengembangkan gagasan, menambah atau mengurangi gagasan, dan membenarkan kekeliruan-kekeliruan serta jenis teks ,khususnya recount, yang mengaitkan antara tujuan dan bentuk. Masalah penelitian yang diajukan adalah bagaimana teknik pertanyaan berakhir terbuka dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa dalam teks recount? Berbasis pada masalah penelitian itu, penelitian menekankan pada penggunaan pertanyaan berakhir terbuka untuk meningkatkan kemampuan kemampuan menulis teks recount bagi siswa MTsN Godean kelas delapan. Rancangan penelitian yang diterapkan adala penelitian tindakan kelas. Pada penelitian ini peneliti dibantu oleh seorang teman sejawat. Penelitian dilakukan pada sebuah kelas yang terdiri 41 siswa yang diambil sebagai subyek penelitian. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, penerapan, pengamatan, dan penilaian. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa instrumen seperti daftar pengamatan, catatan-catatan lapangan, angket, dan porto folio atau tulisan-tulisan siswa. Penarapan open-ended questioning technique diawali dengan menanyakan kegiatan siswa yang telah mereka lakukan sebagai persiapan menulis. Berdasarkan jawaban siswa, guru mendisain gambaran situasi (prompt) dengan mempertimbangkan bahwa prompt tersebut menarik, dialami oleh seluruh siswa, dan disesuaikan dengan tingkat kemampuan bahasa siswa. Kemudian secara berkelompok siswa mengubah prompt menjadi pembuka cerita pengalamannya yang akan ditulisnya. Kemudian untuk mengembangkan tulisan tentang pengalamannya guru memberikan pertanyaan terbuka. Untuk memperbaiki tulisannya, guru meminta siswa menambah keterangan yang diperlukan atau menghilangkan keterangan yang tidak diperlukan. Sebagai penutup tulisan siswa guru menanyakan kesan yang telah dirasakan dari apa yang telah ditulisan. Terakhir, siswa diminta membenahi hal-hal yang terkait dengan teknik penulisan. Penemuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teknik pertanyaan berakhir terbuka meningkatkan kemampuan menulis siswa. Peningkatan skor rata-rata tulisan siswa dapat dilihat dari tiap-tiap siklus. Sebelum teknik ini diterapkan skor rata-rata tulisan siswa 45.585. Setelah teknik ini diterapkan pada siklus pertama skor rata-rata tulisan siswa 57.870. Dan skor rata-rata tulisan siswa pada siklus kedua 76.121. Berdasarkan hasil dari penerapan teknik pertanyaan berakhir terbuka untuk pengajaran menulis, guru-guru bahasa Inggris dianjurkan menerapkan teknik tersebut terutama dalam mengajar menulis teks recount. Dan bagi peneliti selanjutnya, khususnya bagi mereka yang tertarik untuk menerapkan teknik ini, dianjurkan untuk menerapkan teknik ini dalam menulis jenis-jenis teks yang lain seperti deskripsi, narasi, prosedur, dan laporan. Kata kunci: kemampuan menulis, teknik pertanyaan berakhir terbujka, recount

pemilihan kata. Saran pertama ditujukan kepada para dosen untuk mengimplementasikan prosedur dari strategi pada pendekatan ini dalam mengajar menulis paragraf dengan cara mengetahui dulu permasalahan mahasiswa jika mereka menemukan permasalahan yang hampir sama dalam penelitian ini. dan mekanik seperti penulisan ejaan. Selanjutnya. dan huruf besar) dihadapi oleh mahasiswa di program studi tersebut. tanda baca. Selain itu. dan hasil pekerjaan mahasiswa. dan struktur kalimat termasuk tata bahasa dan mekanik (ejaan. pendukung. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengikuti prosedur: perencanaan. Peningkatan itu dapat diketahui dari hasil skor ratarata 19. dan merefleksikannya. eksposisi.04 (63. Kalimat-kalimat itu disusun secara berhubungan dan beraturan dengan menggunakan tanda pengatur atau penghubung. FKIP Universitas Tadulako dalam Menulis Paragraf melalui Pendekatan Berbasis Proses Budi Abstrak Berdasarkan pengalaman peneliti dalam mengajar mata kuliah menulis paragraf dan hasil evaluasi diri program studi pendidikan bahasa Inggris.37 (84. Tahap menulis draf akhir dilakukan untuk menulis kembali draf yang telah direvisi dan diedit ke dalam draf akhir dengan menggunakan tulisan tangan dan pengetikan di komputer. catatan lapangan. dan refleksi. pertemuan kedua digunakan untuk kegiatan merevisi dan mengedit. Tahap mengedit dilaksanakan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan pada struktur kalimat. Palu. Penelitian ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis paragraf deskriptif melalui pendekatan berbasis proses. organisasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pendekatan berbasis proses berhasil meningkatkan kemampuan mahasiswa menulis paragraf. para peneliti disarankan untuk melakukan penelitian dengan menggunakan prosedur pendekatan ini untuk memecahkan permasalahan yang hampir sama dalam penelitian ini pada penulisan bentuk paragraf yang lain seperti narasi. . salah satu cara yang cocok untuk mengatasi masalah itu adalah menerapkan pendekatan berbasis proses.46) pada siklus pertama bertambah menjadi 25. ataupun bentuk argumentasi.82% pada siklus pertama bertambah menjadi 84. menerapkan. dua orang tidak hadir karena sakit.09% pada siklus kedua. Tahap merevisi dilakukan untuk mengidentifikasi dan memberbaiki isi dan organisasi sebuah paragraf dengan menggunakan strategi merevisi sendiri dan teman pasangan.232 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Peningkatan Kemampuan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. peneliti mengajukan beberapa saran. dan pertemuan ketiga dilakukan untuk kegiatan menulis draf akhir. observasi. dengan cara mengedit sendiri dan teman pasangan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. tanda baca. Sehubungan dengan data tersebut. kemampuan mahasiswa menulis paragraf masih rendah. persuasi. tata bahasa. pelaksanaan. Berdasarkan hasil penelitian ini.57) pada siklus kedua. Rumusan masalah penelitian ini adalah “Bagaimana kemampuan mahasiswa dalam menulis paragraf dapat ditingkatkan melalui pendekatan berbasis proses?” Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif. Subyek penelitian ini melibatkan 29 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris semester dua tahun pelajaran 2008/2009. questionnaire. Peneliti dan collaborator bekerja sama untuk membuat rencana satuan pelajaran. Pendekatan ini dipilih karena dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam proses menulis. Pertemuan pertama difokuskan pada kegiatan pramenulis dan menulis draf awal. Data yang diambil melalui lembar pengamatan. Setiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari 3 pertemuan. beberapa masalah utama dalam paragraf yang berkaitan dengan isi. Tahap pramenulis dilaksanakan untuk mengeluarkan dan mengorganisasikan gagasan dengan cara mengklasifikasi ide (gagasan) dan membuat kerangka atau outline dari sebuah paragraf. dan simpulan. Hasil tersebut diperoleh dari implementasi pendekatan ini yang dilakukan melalui lima tahap dalam menulis. Saran kedua ditujukan kepada pimpinan program studi pendidikan bahasa Inggris pada fakultas ini agar membuat suatu kebijakan untuk peningkatan kualitas pendidikan dengan mengadakan deseminasi dari prosedur pendekatan ini kepada para dosen mata kuliah Writing II (menulis paragraf) and meminta kepada mereka agar menggunakannya untuk mengajar mata kuliah tersebut. Tahap menulis draf awal digunakan untuk mengembangkan gagasan dari kerangka tersebut dengan cara menulis kalimat dalam draf dan mengorganisasikan kalimat itu menjadi tiga bagian yakni kalimat topik. dan huruf besar. pemilihan kata. Oleh karena itu. mengamati. Selama melaksanakan penelitian. peningkatan juga diketahui dari partisipasi aktif mahasiswa dalam proses menulis dari 56.

Tahap ketiga adalah kegiatan akhir. predicting (memprediksi).00 untuk tes Siklus 2. menjelaskan kata-kata. memprediksi. para siswa diharapkan mampu memahami teks bacaan yang mereka baca. mengamati. paragraf deskriptif. dan menyimpulkan isi dari apa yang mereka telah baca. Subyek penelitian ini berjumlah 40 orang siswa kelas XI IPS 2 MAN Muara Teweh-Kalimantan Tengah pada tahun akademik 2008/2009. untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Kepada para siswa juga disarankan untuk menggunakan Metode Pengajaran Timbal-Balik untuk melatih kemampuan pemahaman membaca mereka yang dapat dilakukan melalui kegiatan intra atau ekstra kurikuler. Siswa belajar bagaimana memprediksi isi materi berikutnya. kesatuan. Dalam kegiatan Metode Pengajaran Timbal-Balik. Tahap kedua adalah kegiatan inti yang terdiri dari empat strategi. Kalimantan Tengah Budi Suryanto Abstrak Membaca merupakan salah satu dari keterampilan berhahasa yang harus diajarkan kepada muridmurid Sekolah Menengah Atas dalam pelajaran Bahasa Inggris. Tahap pertama adalah kegiatan awal. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tiga kali pertemuan. digunakan untuk mengidentifikasikan apakah siswa sudah memperoleh kemajuan dalam pemahaman membaca. menemukan pokok pikiran serta menemukan informasi yang tersurat dan tersirat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Metode Pengajaran Timbal-Balik dalam pengajaran dan pembelajaran pemahaman membaca adalah efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa. disarankan kepada para guru untuk menggunakan Metode Pembelajaran Timbal-Balik sebagai satu alternative pengajaran pemahaman membaca di kelas dan pengajaran bahasa Inggris lainnya untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. paragraf. dan melakukan refleksi.56 untuk tes awal. Selanjutnya bagi para peneliti berikutnya disarankan untuk melakukan penelitian yang sama yang mencakup tingkat siswa yang lebih tinggi atau . (3) kuis. Melalui proses belajar mengajar membaca. Prosedur penerapan Metode Pengajaran Timbal-Balik dalam pengajaran dan pembelajaran pemahaman membaca dibagi menjadi tiga tahap. dan (4) kuesener digunakan untuk memperoleh informasi dari siswa apakah strategi yang diterapkan dapat memotivasi siswa terlibat selama proses pengajaran dan pembelajaran. Peningkatan tersebut ditunjukan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa melalui siklus kegiatan yaitu 53. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang mana peneliti dan guru bekerja sama dalam menyiapkan prosedur Metode Pengajaran Timbal-Balik yang sesuai. 58. digunakan untuk mencatat data yang tidak tercakup pada lembar observasi. clarifying (mengklarifikasi). serta teknik mengajar yang kurang variatif. dan 72. untuk memperoleh informasi tentang kegiatan dan penampilan guru dan siswa selama pelaksanaan Metode Pengajaran Timbal-Balik. kurangnya kemampuan siswa dalam menguasai keterampilan membaca. dan summarizing (menyimpulkan) diterapkan untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan kemampuan memahami bacaan. rendahnya motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris. bertanya. (2) catatan lapangan.Program Studi S2 ING 233 Kata kunci: pendekatan berbasis proses. koherensi. siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari empat orang siswa. Dalam hal ini Reciprocal Teaching (RT) Method atau Metode Pengajaran Timbal Balik dengan empat strateginya. questioning (bertanya). melaksanakan kegiatan. kemampuan menulis Menerapkan Metode Pengajaran Timbal-Balik untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca Siswa Kelas Sebelas MAN Muara Teweh. menemukan informasi tertentu. menentukan criteria keberhasilan. frase. Selain itu siswa termotivasi dan aktif dalam kelas belajar yang menggunakan metode tersebut dalam hal belajar bekerja bersama dan saling membantu satu sama lainnya dalam sebuah kelompok yang berbeda kemampuan yang ditunjukan dengan hasil kerja mereka. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti. terbatasnya jumlah kosakata bahasa Inggris yang mereka kuasai. menjelaskan. atau kalimat yang dianggap sulit kepada rekannya. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keampuan pemahaman membaca siswa dalam bahasa Inggris melalui penerapan Metode Pengajaran Timbal-Balik.69 untuk tes Siklus 1. merancang rencana pembelajaran. Akan tetapi berdasarkan study pendahuluan ditemukan bahwa siswa siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Muara Teweh masih mengalami kesulitan dalam menemukan gambaran umum dari suatu bacaan. Berdasarkan temuan tesebut. Oleh karena itu. dan merangkum. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil (1) lembar observasi. penerapan sebuah metode atau strategi yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar membaca sangatlah diperlukan.

7% siswa yang mampu mencapai paling tidak tingkat baik (good) di siklus pertama menjadi 66. pengamatan (pengambilan data). Mereka tidak dapat menulis dengan lancar karena mereka tidak tahu apa yang akan ditulis dan mereka mandek ketika sedang menulis.5% siswa di siklus kedua. peneliti menggunakan beberapa instrumen penelitian. memberikan teks situasi dan dialog yang harus dimainkan. Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan bagaimana teknik bermain peran meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas 11 Madrasah Aliyah Sunan Drajat Sugio-Lamongan. Untuk memperoleh data penelitian. dan refleksi. Kata kunci: metode pengajaran timbal-balik. kemampuan berbicara Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa dalam Menulis Teks Recount melalui Gambar Berseri di MTs Negeri Lubuk Basung I Sumatera Barat Era Susanti Abstrak Menulis merupakan keterampilan yang paling sulit bagi siswa di MTs Negeri Lubuk Basung 1 Sumatra Barat. yaitu perencanaan. Oleh karena itu. mengatur kelompok siswa.7% siswa di siklus kedua.234 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 rendah seperti menggunakan siswa kelas X and XII sekolah lanjutan tingkat atas sebagai subyek penelitian berikutnya. peneliti menemukan beberapa masalah terkait dengan aktivitas pembelajaran bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Sunan Drajat Sugio-Lamongan. catatan lapangan. peneliti sangat termotivasi untuk mengatasi masalah tersebut dengan cara menerapkan teknik bermain peran dalam pengajaran ketrampilan berbicara. Kata kunci: teknik bermain peran. yaitu: menentukan materi pembelajaran. dan menyuruh siswa menampilkan dialog yang telah mereka buat atau modifikasi sendiri di depan kelas bersama anggota kelompoknya masing-masing. dan situasi yang sama dengan Madrasah Aliyah Sunan Drajat Sugio-Lamongan. Menulis menempati skor terendah dibandingkan tiga kemampuan bahasa lainnya. Rasa percaya diri siswa juga meningkat dari 37. Kemampuan berbicara siswa meningkat dari 41. . Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketrampilan berbicara siswa meningkat secara signifikan dari satu siklus ke siklus berikutnya. Prosedur pelaksanaan penelitian ini terdiri dari empat tahapan. menyuruh siswa praktek bermain peran dengan teman kelompoknya sesuai dialog yang telah diberikan. meningkatkan. yaitu lembar observasi. disarankan bahwa teknik bermain peran ini bisa digunakan sebagai teknik alternativ untuk mengajarkan kemampuan berbicara bahasa Inggris di tingkat SMA/MA. dan penggunaan teknik yang monoton dan tidak tepat oleh guru. Selain itu. penerapan. mengajari teks dialog yang telah diberikan. Prosedur teknik bermain peran yang diterapkan oleh peneliti dalam penelitian ini terdiri dari 7 langkah pokok. maka bagi guru bahasa Inggris yang siswanya memiliki masalah kelas. Penelitian dilakukan di dalam satu kelas yang terdiri dari 24 siswa yang secara keseluruhan dijadikan subyek penelitian. Masalah-masalah tersebut adalah rendahnya kemampuan berbicara siswa. karakter.5% siswa di siklus pertama menjadi 62. dan angket. Rancangan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus secara kolaboratif dimana peneliti dibantu oleh guru kolaborator didalam melakukan penelitian. menyuruh siswa memodifikasi situasi dan dialog yang telah dimainkan bersama kelompoknya masing-masing. pemahaman membaca Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa di Madrasah Aliyah Sunan Drajat SugioLamongan melalui Teknik Bermain Peran Chothibul Umam Abstrak Berdasarkan penelitian pendahuluan. Hal ini dapat dilihat dari skor yang tidak memuaskan dan beberapa masalah yang dihadapi siswa ketika menulis. Berdasarkan efektifitas dari penerapan teknik bermain peran dalam pengajaran berbicara. Ini bisa dilihat dari hasil di tiap siklus. rendahnya motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris. siswa mengalami kesulitan untuk mendapatkan ide. Selain itu.

(14) meminta siswa membaca kembali draf dan mengoreksinya. dan (16) meminta siswa merespon karangan yang dibacakan oleh temanya. Prosedur penelitian terdiri dari empat tahapan utama. (9) mendiskusikan isi teks dengan memberikan beberapa pertanyaan. Bagi peneliti lain.3% siswa memperoleh skor 65 keatas. penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana gambar berseri digunakan dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks recount di MTs Negeri Lubuk Basung 1 Sumatera Barat. disarankan kepada guru-guru bahasa Inggris yang menerapkan strategi ini untuk memberikan instruksi yang jelas kepada siswa. dan wawancara. pengamatan. temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa siswa aktif dan antusias dalam kegiatan belajar. (2) meminta siswa menyusun gambar acak menjadi gambar berseri (3) meminta siswa mencari kosakata dan informasiinformasi dari gambar. format observasi. catatan lapangan. teknik mengajar yang monoton menjadi fokus penelitian ini. Nilai rata-rata yang mereka peroleh dalam pelajaran berbicara bahasa Inggris adalah paling rendah diantara empat ketrampilan berbahasa. Kata kunci: kemampuan menulis. dan penguasaan kosa kata yang kurang. siswa MTs Tarbiyah Takalar belum mampu berbahasa Inggris dengan baik. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaborasi dimana peneliti dan guru kolaborasi bekerja sama dalam melaksanakan penelitian. dan refleksi. observasi pelaksanaan. Subyek penelitian ini adalah 31siswa MTs Negeri Lubuk Basung 1 Sumatera Barat kelas VIII.Program Studi S2 ING 235 mereka juga mendapatkan kesulitan bagaimana membuat kalimat. Masalah penelitian ini adalah “Bagaimana permainan bahasa bisa meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris siswa kelas VIII MTs Tarbiyah Takalar?” Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang prosedurnya meliputi empat tahapan: perencanaan. (13) meminta siswa menulis teks recount secara individu berdasarkan gambar berseri. Penerapan penggunaan gambar berseri dalam mengajar menulis teks recount juga mendapat tanggapan positif dari siswa. (6) meminta siswa mengidentifikasi kata kerja yang digunakan di dalam teks. Berkenaan dengan masalah tersebut. memberikan kontrol dan bimbingan dalam kerja kelompok. maka guru menyiapkan teknik yang menarik dalam mengajar ketrampilan berbahasa Inggris yaitu teknik permainan bahasa. (5) memberikan model teks recount kepada siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus . gambar berseri. dan memilih topik dan gambar berseri yang dekat dengan kehidupan siswa. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes menulis. pelaksanaan tindakan. perencanaan tindakan. Dari faktor tersebut. skor rata-rata pada siklus ini naik menjadi 66. khususnya kelas VIIIC yang menjadi subyek penelitian ini. teks recount Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Inggris Siswa Kelas Dua MTs Tarbiyah Takalar melalui Permainan Bahasa Herman Abstrak Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan dan juga pengalaman peneliti sebagai guru. dan refleksi. teknik mengajar guru yang monoton. penerapan.4 tahun pelajaran 2008/2009. (11) meminta siswa menyusun kalimat acak menjadi teks recount yang baik berdasarkan gambar berseri. siswa tidak memiliki motivasi untuk menulis dan menjadikan menulis sebagai kegiatan yang sulit dan membosankan bagi mereka. Setelah dites. Dari temuan penelitian. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan siswa tersebut yakni perasaan takut melakukan kesalahan.(4) meminta siswa menentukan outline masing-masing gambar. motivasi yang rendah. disarankan untuk melakukan penelitian selanjutnya tentang penggunaan gambar berseri dalam pengajaran bahasa Inggris yang berfokus pada peningkatan penguasaan tata bahasa siswa. (10) menyuruh siswa mengidentifikasi penggunaan huruf kapital dan tanda baca dalam teks model.(8) meminta siswa mendiskusikan bagian-bagian teks.(12) menyuruh siswa memasang kartu-kartu yang bertuliskan kata hubung untuk menghubungkan gambar-gambar.0 dimana 73. Di samping peningkatan skor karangan siswa. Penelitian ini menemukan prosedur yang cocok dalam penggunaan gambar berseri dalam mengajar menulis teks recount sebagai berikut: (1) membagi siswa dalam kelompok-kelompok. (7) meminta siswa mengidentifikasi kata sambung yang digunakan dalam teks. Menulis menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menarik bagi mereka. Hasilnya. (15) meminta siswa membaca nyaring hasil tulisan siswa di depan kelas. Karena teknik mengajar yang beragam sangat menentukan keberhasilan siswa. mengatur waktu seefektif mungkin.

(9) meminta umpan balik dari siswa mengenai kesalahan tata bahasa dan pengucapan dari setiap ”reporter” dan masalah yang mereka hadapi selama proses belajar mengajar. catatan lapangan. (4) membagikan gambar berbeda kepada setiap kelompok sebagai acuan pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan oleh ”Trainee Reporter”. dan pengucapan dari setiap laporan. Hasil penelitian pada Siklus Dua menunjukkan peningkatan berarti. (7) melaporkan hasil wawancara mereka secara bergiliran dan menyuruh siswa yang lain memperhatikan isi. baik mengenai keterlibatan siswa maupun unjuk kerja berbicara siswa. (3) meminta satu kelompok untuk mencontohkan kembali permainan tersebut. (9) meminta para ”reporter” kembali ke kelompoknya masing-masing dan mendiskusikan hasil wawancara untuk laporan lisan. membaca adalah keterampilan wajib yang diajarkan di sekolah-sekolah mulai tingkat sekolah dasar dampai pendidikan tinggi. Sedangkan prosedur permainan ”Be Someone Else” adalah: (1) memberikan contoh cara melakukan permainan itu dengan menjadi ”orang lain” dan memberi beberapa informasi tentang ”diri barunya” (misalnya saya seorang polisi. (5) meminta siswa kelompok A mewawancarai siswa kelompok B secara berpasangan. ataupun pelatihan guru. (5) meminta setiap kelompok menentukan ”reporter” nya masing-masing. masalah tata bahasa. disarankan pula kepada para calon peneliti untuk melakukan penelitian yang sejenis dengan permasalahan yang mirip pula tetapi dengan tempat penelitian yang berbeda. (6) meminta siswa bertukar peran dan berganti pasangan. (12) meminta umpan balik dari siswa mengenai kesalahan tata bahasa dan pengucapan dari setiap ”reporter” dan masalah yang mereka hadapi selama proses belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur permainan bahasa yang efektif dalam pengajaran berbicara memiliki prosedur yang berbeda.). (11) menanyakan beberapa pertanyaan kepada siswa lain setiap selesai satu reporter menyampaikan laporan untuk mengecek perhatian mereka. alat rekam. (10) menugaskan masing-masing siswa merevisi laporan mereka dan mengumpulkannya dalam bentuk tertulis. Selain itu.236 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 dengan tiga pertemuan setiap siklus. (8) meminta ”reporter” setiap kelompok mewawancarai kelompok yang bertukar gambar dengan kelompoknya. (7) meminta setiap kelompok memilih dua orang di dalam gambar tersebut untuk diperankan dan menyiapkan berbagai informasi yang berhubungan dengan kejadian di gambar tersebut untuk wawancara. dst. (4) mengelompokkan siswa dalam dua kelompok (A dan B). disarankan kepada para guru bahasa Inggris agar menerapkan teknik ini dalam pengajaran berbahasa Inggris di kelas yang siswanya bermotivasi rendah dan kemampuan yang beragam dan menyampaikan teknik ini pada kegiatan MGMP. Oleh karena itu. Sedangkan nilai rata-rata siswa dalam melakukan dialog sederhana adalah 76 dan dalam menyampaikan laporan lisan adalah 74. (3) meminta siswa menentukan ”diri baru” mereka masing-masing dan memikirkan informasi-informasi tentang ”diri baru” mereka itu. Kata kunci: permainan bahasa. antara lain. (10) meminta para ”reporter” menyampaikan laporan secara bergiliran dan siswa lain memperhatikan isi. workshop. Berdasarkan hasil beberapa penelitian. (6) meminta siswa menukar gambar dengan kelompok lain sebagai acuan wawancara. Dalam permainan ”Trainee Reporter”. siswa menganggap membaca merupakan kegiatan yang tidak menarik dan mereka kurang menguasai strategi yang efektif untuk memahami suatu teks. hasil hasil yang diperoleh oleh para siswa dalam hal membaca tidak sebaik seperti yang diharapkan. tata bahasa dan pengucapan dari para reporter. Rata-rata 86% siswa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. dan lembar kuesioner. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi. lembar penilaian diri siswa. (2) memotivasi siswa bertanya sebanyak mungkin tentang ”diri baru” nya. (2) mengelompokkan siswa. Namun demikian. saya sering menangkap penjahat. (8) menjawab beberapa pertanyaan setiap satu laporan selesai melaporkan. (13) menugaskan kepada masing-masing kelompok merevisi laporan mereka dan mengumpulkannya dalam bentuk tertulis. . prosedurnya adalah: (1) memberi contoh cara melakukan permainan dibantu dua orang siswa. keadaan ini terjadi karena beberapa faktor. keterampilan berbicara Meningkatkan Pemahaman Membaca Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui Strategi Pemahaman Membaca PreQueS Hermanto Abstrak Dalam konteks pengajaran dan pembelajaran Bahasa Inggris. Ini berarti bahwa temuan di Siklus Dua telah mencapai ke tiga kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Mereka dapat juga melalukan penelitian eksperimen mengenai keterampilan berbicara untuk menguji atau memperkuat hasil penelitian ini.

pelaksanaan rencana yaitu kegiatan pelaksanaan rencana pembelajaran. sehingga mereka mampu mengantisipasi apa yang akan dibahas selanjutnya dari bahan bacaan tersebut. mahasiswa mampu menerapkan strategi PreQueS dalam kegiatan membaca mereka. kriteria keberhasilan serta instrument penelitian. para peneliti lain juga disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan untuk mengembangkan strategi pemahaman membaca PreQueS ini. Dalam hal ini. yaitu perencanaan berupa kegiatan untuk mempersiapkan rencana pembelajaran. hasil penelitian menunjukkan dua aspek penting. 2). Previewing membantu mahasiswa dalam membaca untuk menangkap ide umum dari isi bahan bacaan. Setelah satu putaran selesai. Akibatnya. Nilai terendah yang diperoleh mahasiswa juga berubah dari semula 40 menjadi 66 pada akhir putaran.8 (setara dengan B atau ‘Baik’ menurut peraturan akademik ITS) menjadi 71 (setara dengan AB atau ‘Sangat Baik’ menurut peraturan akademik ITS). Brain storming berguna untuk memberi mahasiswa konsep strategi PreQueS secara kuat. 3). Refleksi dilakukan dengan membandingkan hasil penelitian dengan criteria keberhasilan yang terdiri dari 1). yaitu sebuah strategi yang merupakan gabungan dari previewing. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode penelitian tindakan kelas kolaborasi yang terdiri dari empat langkah. Pemodelan adalah suatu langkah yang dilakukan oleh pengajar untuk memberi contoh atau model bagaimana menerapkan strategi PreQueS. maka strategi PreQueS. Selain itu.8 dengan bentangan nilai 56 di mana nilai terendah adalah 40 dan yang tertinggi adalah 96. Dari empat pertemuan kelas yang dilakukan. pengamatan yaitu kegiatan pengumpulan data serta analisa data dan refleksi pelaksanaan kegiatan. Berdasarkan hasil analisa kemampuan membaca mahasiswa Kelas XI TPB ITS semester Genap 2007/2008 menunjukkan bahwa rata-rata nilai tes membaca mereka adalah 68. nilai rata-rata membaca yang dicapai meningkat dari 68. dan kerja individu. kegagalan mendapatkan hasil yang memuaskan dalam membaca. Dalam tahap kerja kelompok ini mahasiswa dipandu oleh guru dalam menerapkan strategi. Aspek kedua adalah respon mahasiswa terhadap penerapan strategi PreQueS dan hasil yang dapat dicapai oleh mereka. Para guru yang mengajar membaca juga disarankan untuk mengajar siswa strategi pemahaman membaca PreQueS. Aspek pertama berhubungan dengan implementasi strategi PreQueS oleh pengajar. Aspek pertama terkait dengan pengembangan strategi membaca. Guru berhasil menerapkan langkah-langkah yang diperlukan dalam mengimplementasikan strategi PreQueS seperti yang telah direncanakan sehingga pada akhir penelitian para siswa yang pada mulanya tidak mengetahui strategi PreQueS akhirnya menjadi tahu dan dapat menerapkannya sendiri. adalah terbatasnya latar belakang pengetahuan dan kurangnya penguasaan strategi membaca.5%) mampu mengimplementasikan strategi PreQueS dengan baik dan sebanyak 76. dan summarizing diterapkan untuk meningkatkan kemampuan membaca mahasiswa ITS Surabaya. Kerja individu bertujuan untuk meltih siswa menerapkan strategi PreQueS secara mandiri. maka disarankan para mahasiswa menerapkan strategi pemahaman membaca PreQueS dalam kegiatan membaca mereka. Aspek kedua adalah peningkatan prestasi kemampuan membaca mahasiswa. pemodelan. Kata kunci: meningkatkan pemahaman membaca.8 menjadi 81.Program Studi S2 ING 237 Pada kasus mahasiswa ITS. Kerja kelompok berguna untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa pada tahap awal dalam menerapkan strategi PreQueS. questioning. Untuk memperbaiki keadaan ini. kerja kelompok. Questioning membantu mahasiswa dalam menentukan apa yang ingin mereka ketahui lebih lanjut pada saat membaca. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya . strategi pemahaman membaca PreQueS. Penerapan strategi membaca PreQueS terdiri dari empat tahap yaitu brain storming. Strategi membaca PreQueS yang pada dasarnya terdiri dari strategi previewing. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan strategi PreQueS mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi guru di mana penelitian ini dilakukan dalam 2 aspek. nilai terendah yang dicapai oleh mahasiswa adalah 56 (setara dengan C atau ‘Cukup’ menurut peraturan akademik ITS). Dengan hasil penelitian yang baik. questioning dan summarizing mampu membantu mahasiswa ITS Surabaya meningkatkan kemampuan membaca. kemampuan memahami bacaan mereka tidak memuaskan. menurut hasil survey yang diadakan. guru secara bertahap berhasil memperkenalkan strategi PreQueS kepada siswa. Selanjutnya pencapaian kemampuan membaca mahasiswa juga menunjukkan peningkatan dari rata-rata semula 68.3 pada akhir penelitian. peningkatan prestasi tersebut ditunjukkan oleh hasil penelitian berupa peningkatan nilai rata-rata dan nilai minimum mahasiswa. Summarizing membantu mahasiswa membangun kembali atau merekonstruksi apa yang telah mereka pahami dari bahan bacaan yang telah mereka baca. Supaya semua yang disarankan ini dapat berjalan maka dukungan dari institusi juga sangat diharapkan. Dari apa yang telah mereka putuskan untuk mereka ketahui dari bahan bacaan itu. mahasiswa akan menjadi lebih penasaran ingin tahu dan menikmati bahan bacaan itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari mahasiswa (73.5% mampu menunjukkan secara eksplisit bagaimana cara mengimplementasikan strategi PreQueS dalam membaca.

Nilai rata-rata 64. misalnya: procedure. Disamping itu penemuan tersebut juga menunjukan bahwa diskusi kelompok kecil merupakan teknik yang efektif untuk menumbuhkan keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca pemahaman. Menurut Djiwandono (2008:62).5 dimana siswa terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan 80% siswa dapat menjawab tes pemahaman membaca. narrative dan hortatory exposition.83 yang berarti kriteria kesuksesan II tercapai. mengamati dengan memberikan pengarahan dan memeriksa hasil tes siswa. Sasaran penelitian siswa kelas XI IPA 3 MAN 2 Madiun tahun 2008-2009 yang terdiri empat puluh siswa. memilih jenis teks. recount. penerapan. menyusun tugastugas. catatan lapangan dan hasil tes siswa. Nilai rata-rata diperoleh siswa pada dua siklus yang ditunjukkan dengan daftar pengamatan. Tugas-tugas tersebut bisa menjadi pekerjaan rumah apabila waktu di sekolah terbatas. guru Bahasa Inggris disarankan untuk menerapkan diskusi kelompok kecil khususnya dalam pengajaran membaca pemahaman. Di siklus I. iklan. Selanjutnya penemuan ini juga menunjukan bahwa siklus diskusi kelompok kecil berhasil dalam meningkatan kemampuan pemahaman bacaan siswa. majalah. mendesain rencana pembelajaran. Kata kunci: meningkatkan. Kepada peneliti selanjutnya. Oleh sebab itu. dan membagi waktu karena membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengajarkan siswa yang berkemampuan rendah. 65% keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca meningkat dan prosentase 80% lebih besar di siklus kedua. (b) kegiatan inti berfoukus untuk membaca teks dengan diam. membaca merupakan kegiatan yang lebih penting dalam kehidupan dunia moderen dengan perkembangan setiap aspek kehidupan yang serba cepat Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pemahaman membaca dengan menggunakan diskusi kelompok kecil. Hal ini menunjukkan bahwa criteria kedua tercapai. Ada dua kriteria untuk menunjukan bahwa penelitian ini berhasil jika nilai rata-rata siswa yang didapatkan dari 5. Penelitian ini menggunakan kegiatan yang berkesinambungan untuk pengumpulan data yang terdiri dari penelitian sebelumnya.6 menjadi 6. pengamatan dan refleksi. Dengan membaca orang dapat memperoleh informasi dari berbagai macam teks tertulis yang berasal dari koran. mendiskusikan isi bacaan dengan diskusi kelompok kecil mereka. Di siklus II nilai rata-rata siswa mencapai 70. dianjurkan untuk meneliti penerapan diskusi kelompok kecil dalam pengajaran membaca pemahaman yang berhubungan dengan jenis-jenis teks yang tidak hanya jenis teks penelitian ini . Peningkatan ini dapat dilihat dari kenaikan nilai ratarata siswa dan keterlibatan dalam kegiatan pemahaman membaca. guru harus mendesain model diskusi kelompok kecil yang sesuai. report. Semakin banyak dan beragam tugas untuk siswa maka semakin meningkat pengetahuan siswa dan membuat mereka semakin terlatih. teknik diskusi kelompok kecil . Hasil penelitian ini mengungkapkan model yang sesuai pada diskusi kelompok kecil dengan diterapkan tiga prosedur: (a) sebelum kegiatan membaca berfokus untuk mengaktifkan pengetahuan awal siswa. brosur. Disamping itu guru juga perlu memperhatikan prinsip-prinsip diskusi kelompok kecil sehingga sesuai dengan tugas yang dikerjakan siswa. (c) kegiatan akhir memfokuskan pemeriksaan kembali pada pemahaman bacaan siswa pada teks. Namun. kemampuan pemahaman membaca. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. perencanaan.238 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas Sebelas MAN 2 Madiun Melalui Diskusi dalam kelompok kecil Ida Sriwidati Abstrak Membaca sebagai satu kegiatan yang penting pada setiap kegiatan bahasa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa diskusi kelompok kecil tidak hanya efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa tetapi juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca.70 di siklus I belum mencapai kriteria kesuksesan I. khususnya yang berminat dalam meneliti didalam kelasnya. dan lain-lainnya. menjawab pertanyaan-pertanyaan pemahaman.

yaitu (1) memeriksa kembali jawaban siswa. Tanpa membaca. mengamati dan melakukan refleksi. menyuruh siswa untuk menjawab pertanyaan (ya-tidak) secara lisan. (8) menyuruh siswa untuk menjawab sendiri pertanyaan pemahaman dan memberikan bantuan apabila diperlukan. Dua Pertemuan untuk penerapan strategy Berpikir. (3) Kuis membaca pemahaman digunakan untuk mengidentifikasikan apakah siswa sudah memperoleh kemajuan dalam membaca pemahaman dan (4) kuesiner digunakan untuk memperoleh informasi dari siswa apakah strategi yang diterapkan dapat memotivasi keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Langkah pertama adalah kegiatan awal. (2) menulis jawaban yang benar di papan tulis dan (3) membuat kesimpulan dan menutup pelajaran. Penelitian ini menunjukkan bahawa pelaksanaan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi dalam pembelajaran membaca pemahaman adalah efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Siswa juga direkomendasikan untuk menggunakan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi . Langkah ke tiga adalah kegiatan akhir. dan mengakses teknologi informasi dengan mendalam. (3) menjelaskan arti dari kata-kata sulit. Siswa juga memberikan respon yang positip terhadap pembelajaran dengan menggunakan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi. (9) menyuruh siswa berpasangan. (11) menyuruh setiap pasangan untuk berbagi jawaban secara bergiliran.BerpasanganBerbagi Juhari Abstrak Membaca adalah salah satu dari empat komponen bahasa yang harus dikuasai oleh siswa. (7) menjelaskan langkah-langkah dan kegiatan yang akan siswa lakukan dalam kelas membaca. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yaitu kolaborasi antara peniliti dengan guru untuk berkerjasama untuk mengembangkan prosedur strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi yang sesuai. menentukan kreteria kesuksesan belajar. siswa berpasangan dan bertukar pikiran dengan pasangannya masing-masing. Langkah ke dua. (3) meminta siswa menyebutkan kata-kata yang mungkin digunakan dalam tek dan menuliskan kata-kata yang telah diprediksi di papan tulis. siswa terlihat aktif dalam berbagi pendapat. Langkah ke dua adalah kegiatan initi. (2) menyuruh siswa memprediksi topic yang akan dipelajari. yaitu (1) menyuruh siswa membaca tek dalam hati. untuk memperoleh informasi tentang kegiatan dan penampilan guru dan siswa selama pelaksanaan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil (1) lembar observasi. setiap pasangan berbagi jawaban dengan pasangan lain. (10) menyuruh setiap pasangan untuk mendiskusikan pertanyaan dan memberikan semangat kepada siswa untuk membantu pasangannya. siswa tiadak bisa memperluas pengetahuannya. kelompok lain. (2) memberikan contoh bagaimana cara membaca tek yang benar dan meminta siswa untuk mengikuti dan menggaris-bawahi kata-kata yang sulit. Salah satunya adalah penerapan strategi BerpikirBerpasangan-Berbagi. siswa di bagi dua (berpasangan) dan setiap pasang melakukan tiga tahap kegiatan kerjasama yang terpadu yaitu pada langkah awal. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus yang terdiri atas tiga kali pertemuan. (4) menjelaskan isi dari tek. bertanya dan menjawab pertanyaan selama pembelajaran dengan menggunakan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi. banyak alternative strategy pengajaran reading dapat dikembangkan. melakukan tindakan. (2) Catatan lapangan digunakan untuk mencatat data yang tidak terdapat pada lembar observasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa.Program Studi S2 ING 239 Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas Sebelas MA Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan Probolinggo dengan menggunakan Strategi Berpikir. (6). Agar siswa dapat memahami bacaan dengan baik. setiap siswa berpikir sendiri tentang pertanyaan atau masalah yang diberikan guru. (5) memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langhah-langkah dalam melaksanakan stategi BerpikirBerpasangan-Berbagi dalam pengajaran membaca pemahaman terdiri atas tiga langkah. Disarankan kepada para guru untuk menggunakan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi sebagai salah satu strategi alternatif dalam pengajaran membaca pemahaman di dalam kelas dan pelajaran bahasa Inggris lainnya. yaitu (1) menunjukkan gambar kepada siswa dan memberikan beberapa pertanyaan lisan yang berhubungan dengan gambar.Berpasangan-Berbagi dan satu pertemuan untuk test. Subjek penelitian ini adalah 32 siswa kelas sebelas MA Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan Probolinggo tahun ajaran 2008-2009. Lebih lanjut. Pada langkah ke tiga. membuat rencana pengajaran. membuka cakrawala dunia. atau dengan seluruh kelompok atau kelas. memonitor dan memberikan bantuan jika diperlukan. Dalam kegiatan ini. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca pemahaman dengan menggunakan stategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi.

diadakanlah studi ini dengan menerapkan Teknik Diagram Pohon (TDP) dalam pengajaran menulis esei argumentasi. dan refleksi. (Lee. Tiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Meningkatkan Kemampuan Menulis Argumentasi Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dengan Menggunakan Teknik Diagram Pohon Jumariati Abstrak Menulis esei argumentasi adalah salah satu masalah yang dihadapi oleh mahasiswa Strata 1 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Kata kunci: meningkatkan. Sebagai hasilnya. Teknik ini dipilih untuk mengatasi masalah mahasiswa karena berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. peningkatan jumlah mahasiswa yang mencapai nilai minimal masih belum memenuhi kriteria keberhasilan studi. argumentasi. 18 orang dari 33 mahasiswa mencapai nilai minimal. kemampuan membaca pemahaman. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif: peneliti bekerjasama dengan kolaborator dalam hal: merancang rencana pembelajaran. Kata kunci: menulis. Subyek penelitian ini adalah para mahasiswa Strata 1 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Lambung Mangkurat yang sedang mengikuti Mata Kuliah Writing III pada Tahun Ajaran 2008/2009. kosakata. Kemungkinan penyebab dari masalah tersebut adalah penggunaan strategi pembelajaran yang kurang efektif untuk membimbing mahasiswa dalam menulis. dan mengadakan refleksi. atau eksposisi. Hal ini sejalan dengan kegunaan teknik yang diterapkan. Meskipun demikian. sejumlah 26 orang dari 31 mahasiswa (83. Untuk mengatasi masalah tersebut. teknik diagram pohon .240 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 sebagai strategi belakajar dalam membaca pemahaman yang dapat mereka lakukan pada kegiatan intra kurikuler atau ekstra kurikuler. dari 27 mahasiswa hanya 4 orang yang mencapai nilai sama dengan atau lebih dari 70 (kriteria keberhasilan minimal dalam studi ini). 2002) teknik ini membantu siswa melihat hubungan antar ide-ide dalam tulisannya. strategy berpikir berpasangan berbagi. Mereka dipilih sebagai subyek karena berdasarkan silabus Mata Kuliah Writing III. siswa dapat meningkatkan kualitas tulisan mereka. kelas B3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TDP dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis esei argumentasi. 2004. (3) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Lambung Mangkurat memberikan perhatian lebih terhadap masalah pengajaran ketrampilan menulis di lembaganya dengan mempertimbangkan kekuatan Teknik Diagram Pohon dan mensosialisasikan teknik tersebut. mereka belajar bagaimana mengembangkan paragraf dan menulis esei. yakni Teknik Diagram Pohon. Sehingga. dan mekanisme penulisan. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan. tetapi juga meningkatkan kemampuan berbicara dan membaca. tindakan dilanjutkan ke siklus kedua. lembar pengamatan. dan catatan lapangan. Pada studi awal. Setelah penerapan Teknik Diagram Pohon. dan (4) para peneliti lain mengadakan penelitian serupa dengan menerapkan Teknik Diagram Pohon untuk meningkatkan tidak hanya kemampuan menulis esei dalam jenis teks lain seperti deskripsi. pengamatan. yakni 75% dari seluruh jumlah mahasiswa di kelas. Data penelitian diperoleh dari hasil tulisan akhir mahasiswa. narasi. Riley. akhirnya dapat disarankan bahwa: (1) para mahasiswa mata kuliah Writing menggunakan Teknik Diagram Pohon untuk merencanakan dan menyusun tulisannya.87%) berhasil mencapai kriteria keberhasilan studi. (2) para pengajar ketrampilan menulis menerapkan Teknik Diagram Pohon didalam pengajarannya. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus mengikuti langkah-langkah dalam penelitian tindakan kelas: perencanaan. Mereka adalah mahasiswa jalur non-reguler (mandiri). menerapkan dan mengamati tindakan. pelaksanaan. tidak hanya dalam hal organisasi tapi juga tata bahasa. Setelah penerapan TDP di siklus kedua. Universitas Lambung Mangkurat.

Siswa memperoleh banyak kesempatan untuk berbicara karena Cooperative Learning menuntut dan memperdalam kemampuan berbicara siswa. Dari data yang diperoleh. dan memilih kata-kata. menjawab pertanyaan. siswa termotivasi untuk berbicara. dan meresponi dukungan yang diberikan oleh teman. Untuk mengatasi masalah ini. Siswa kesulitan menulis dalam hal memperoleh ide. Dengan belajar dalam kelompok koperatif ada kesempatan bagi siswa untuk menerima bantuan secara individu dari teman sekelompoknya. Mereka mengembangkan kemampuan berbicara mereka dengan mempraktekkan berbicara sebanyak mungkin melalui interaksi dengan teman sekelompok. Data diperoleh dari proses belajar dan mengajar melalui hasil observasi. Mereka berkomunikasi satu dengan yang lain dengan memberikan opini. dan proses pengelompokkan). Dalam menggunakan kelompok kecil. dan wawancara yang dilakukan dilokasi penelitian. Cooperative Learning memungkinkan siswa untuk berpartisipasi dalam bekerja sebagai suatu tim dimana mereka saling mengisi antar satu dengan yang lain dalam kelompok-kelompok kecil. bertanya. Ada beberapa saran bagi guru Bahasa Inggris yang ingin menerapkan Cooperative Learning untuk meningkatkan berbicara siswa. Formasi kelompok disusun sehingga siswa duduk berdekatan dan saling berhadapan dalam satu dengan mencampurkan siswa berdasarkan jenis kelamin dan kemampuan agar tercipta perbedaan pandangan. catatan lapangan. speaking ability Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas Delapan MTs PKP Manado Melalui Pemetaan Konsep Kalsum Maloho Abstrak Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan temuan pada studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa kemampuan menulis siswa kelas delapan MTs PKP Manado masih kurang memuaskan. Hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertama. hal ini terlihat saat siswa yang mengetahui jawaban memberitahukan kepada teman yang lainnya dalam kelompok itu dan menanyakan pendapat mereka tentang jawaban yang ia berikan. . Bantuan dari teman meningkatkan kemampuan baik bagi siswa yang dibantu maupun bagi yang membantu. Sehingga adanya saling mendorong dan saling mengembangkan kelemahan satu dengan yang lain. Subjek dari penelitian ini adalah 35 orang siswa Kelas X-4 SMAN 1 Malang. tanggungjawab individu dan kelompok. pendeskripsian penerapan Cooperative Learning untuk meningkatkan kemapuan berbicara siswa dapat diperoleh. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris interaksi antara siswa yang terjadi saat penerapan Cooperative Learning memberikan kesempatan bagi siswa untuk mendapat pemerolehan Bahasa Inggris. empat siswa dalam satu kelompok merupakan jumlah yang maksimum untuk mengatur pembelajaran. Guru harus merencanakan dengan baik sebelum mengajar siswa menggunakan Cooperative Learning dimana guru harus mempersiapkan materi yang sesuai dengan tingkatan kelas dan kemampuan siswa dan menerapkan beberapa prinsip dasar (manajemen kooperatif. Studi menunjukan bahwa empat siswa dapat bekerja secara berpasangan. salah satu alternatif strategi digunakan dalam pengajaran menulis paragraf deskripsi. dengan bekerja melalui Cooperative Learning. Kata kunci: cooperative learning. Hal ini memberikan kesempatan untuk mengalami pengalaman pembelajaran yang baik dan memberi ruang untuk memberi kontribusi secara individu. Mempertimbangkan hal ini maka penelitian ini berusaha untuk memperlihatkan bahwa Cooperative Learning dapat membantu mengembangkan kemampuan berbicara siswa.Program Studi S2 ING 241 The Implementation of Cooperative Learning in Developing Students’ Speaking Ability at SMA Negeri 1 Malang Junette Cinthya Tamaela Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Cooperative Learning untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Guru harus memonitor siswa saat mereka kerja kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. peranan guru dan siswa. membuat tulisan relevan dengan topic. Keberhasilan kelompok bergantung pada interaksi dari masing-masing anggota. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. karena masing-masing siswa mempunyai tiga kesempatan dalam berpasangan untuk bertukar pikiran. Kedua. struktur tugas. meminta klarifikasi.

85. Menulis berarti menyalurkan pesan dalam bentuk tulisan. prosedur.242 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana pemetaan konsep meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas delapan MTs PKP Manado?” Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dirancang untuk mengembangkan stategi pemetaan konsep untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas delapan. berkaitan dengan keterlibatan siswa dalam keiatan menulis. Subyek penelitian ini adalah dua puluh siswa (Kelas VIII-A) MTs PKP Manado. (11) meminta siswa menulis judul berdasarkan gambar yang dimulai dari tengah kertas. (9) membagikan gambar-gambar binatang lucu. Hal ini berarti memenuhi kriteria keberhasilan kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan konsep efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa. Disamping itu guru juga perlu memperhatikan prinsip-prinsip pemetaan konsep sehingga sesuai dengan tugas yang dikerjakan siswa. dianjurkan untuk meneliti penerapan pemetaan konsep dalam pengajaran menulis yang berhubungan dengan jenis teks yang berbeda. (6) meminta siswa memperoleh ide dan menyusun ide-ide mereka melalui pemetaan konsep sebagai contoh dipapan tulis. Kepada peneliti selanjutnya. Sementara keterlibatan siswa dalam kegiatan menulis ditunjukkan melalui lembar pengamatan dan catatan lapangan. (5) meminta siswa untuk mengamati gambar. Namun. Pemetaan konsep ini dipilih karena dapat membantu siswa berusaha secara kooperatif dalam kegiatan menulis dan belajar menulis secara bersama dengan cara yang menyenangkan namun kompetitif. (16) membimbing siswa mengedit tulisan mereka dari segi tata bahasa dan pilihan kata. kriteria keberhasilan pertama dari penelitian ini adalah nilai rata-rata siswa harus mencapai 65 atau lebih. kemampuan menulis . dan spidol warna. dan membagi waktu karena membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengajarkan siswa yang berkemampuan rendah. kriteria keberhasilan kedua adalah 70% siswa harus terlibat dan keterlibatan mereka berada pada skala “Baik” dan “Lebih Baik. Pada Siklus 2. Menulis sebagai salah satu keterampilan bahasa berperan penting dalam konteks pengajaran bahasa Inggris. mendisain rencana pembelajaran.68 pada Siklus 1 belum memenuhi kriteria keberhasilan pertama. Sementara. (4) menunjukkan gambar yang berkaitan dengan topik dengan cara menempelkannya di papan tulis. Disamping itu. disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan pemetaan konsep khususnya dalam pengajaran menulis. pelaksanaan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa model pemetaan konsep yang sesuai dalam pengajaran menulis meliputi langkah-langkah berikut: (1) mengarahkan siswa kepada topik dengan memberikan pertanyaan. guru harus mendisain model pemetaan konsep yang sesuai. khususnya yang berminat dalam meneliti pemetaan konsep didalam kelasnya. (2) menghubungkan topik dengan pengetahuan siswa sebelumnya. lembar pengamatan dan catatan lapangan. dan persentasenya meningkat pada Siklus 2 menjadi 80%. (13) meminta siswa untuk saling bertukar draft mereka dalam kelompok. Kata kunci: pemetaan konsep. Menulis adalah salah satu cara bertukar pikiran dan menunjukkan kemampuan seseorang untuk mengungkapkan cara pandang berdasarkan topik tertentu (Hyland. 70% siswa terlibat dalam kegiatan menulis. (18) meminta siswa untuk menulis draf akhir. dalam banyak penelitian. dan refleksi. dan recount. Oleh sebab itu. Selain itu. menyusun tugas-tugas. pemetaan konsep dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan menulis. (12) meminta siswa menulis draf awal secara indifidu. 2003). Perolehan nilai rata-rata siswa pada dua siklus ditunjukkan melalui portofolio. Penelitian ini dilakukan melalui dua siklus yang mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu. Ini berarti bahwa pengungkapan ide dari pesan tertentu di tuangkan dalam bentuk tulisan. (10) memberitahukan siswa tentang kegiatan yang akan dilakukan dalam kelompok. hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan konsep juga sangat efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan menulis. pengamatan. Peningkatan dapat dilihat dari kenaikan nilai rata-rata dan keterlibatan siswa dalam kegiatan menulis.” Nilai rata-rata 59. (15) meminta siswa untuk mengomentari dan memberikan saran terhadap tulisan mereka. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu portofolio. (8) meminta siswa duduk dalam kelompok yang terdiri dari 4 orang. (14) membimbing siswa merevisi tulisan mereka dari segi isi dan organisasi. terutama dalam memperoleh dan menyusun ide-ide. Sulawesi Utara pada tahun akademik 2008/2009. Berkaitan dengan produk akhir siswa. perencanaan. (17) ) meminta siswa untuk saling bertukar draf mereka untuk di baca kembali oleh teman lain dalam kelompok. nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 69. kertas berukuran (A4). telah terbukti. Berdasarkan hasil penelitian. memilih jenis teks. (3) memperkenalkan topik dan menjelaskan tujuan pembelajaran. Pada Siklus 1. (7) membagikan contoh paragraf deskripsi. dapat disimpulkan bahwa pemetaan konsep tidak hanya efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa tetapi juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan menulis.Tiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari satu pertemuan untuk pelaksanaan strategi dan dua pertemuan untuk pemberian tugas melalui proses menulis. dan (19) menyimpulkan pelajaran. misalnya narasi.

Dengan demikian. Instrumen penelitian ini adalah angket. Karena kelebihan teknik ini bukan hanya meningkatkan kemampuan berbicara siswa melainkan juga keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.6% dari keseluruhan siswa yang memperoleh nilai lebih dari dan/atau sama dengan 65. penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan seorang guru bahasa Inggris dalam mengamati penerapan teknik tersebut. hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik Incomplete Picture Series ini juga efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan berbicara. Sementara di Siklus 2. khususnya ketika berkelompok. maka criteria keberhasilan dalam hal kemampuan berbicara siswa telah tercapai. Kriteria keberhasilan penelitian ini diketahui berdasarkan pada tanggapan siswa terhadap penerapan teknik tersebut dan keterlibatan mereka dalam proses belajar mengajar. Pada Siklus 1. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari persentase siswa yang memperoleh nilai yang telah ditentukan pada kriteria keberhasilan yaitu minimal 65. Kedua kriteria keberhasilan ini dinyatakan tercapai apabila 70% dari keseluruhan siswa memberi tanggapan positif terhadap teknik tersebut dan terlibat secara aktif dalam proses belajar mengajar. Disarankan juga kepada peneliti yang akan datang supaya mengadakan penelitian serupa dengan menggunakan teknik Incomplete Picture Series terhadap subyek dan tempat yang berbeda untuk mengetahui apakah teknik ini efektif dan bisa diterapkan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. (9) menugaskan siswa untuk menyampaikan cerita tersebut di depan kelas satu persatu secara individu. catatan lapangan. memberikan gambar seri yang tidak lengkap yang berbeda kepada setiap kelompok. (2) memberi tahu apa yang akan dilakukan.4% dari keseluruhan siswa memperoleh nilai lebih dari dan/atau sama dengan 65. ceklist pengamatan. (5) menugaskan siswa untuk memberitahukan kepada teman kelompoknya tentang gambar yang mereka lihat secara bergiliran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut. Teknik ini dipercaya bisa meningkatkan kemampuan berbicara dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. (3) membagi siswa menjadi beberapa kelompok. dan lembar penilaian diri siswa. Kegiatan seperti ini bisa dilakukan dalam ekstra kurikuler. bisa disimpulkan bahwa teknik Incomplete Picture Series telah terbukti tidak hanya meningkatkan kemampuan berbicara siswa melainkan juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar bahasa. Lombok Laila Wati Abstrak Penelitian ini didasarkan pada perlunya meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 2A MTs. siswa dianjurkan untuk menulis informasi tersebut. Hikmatusysyarif NW Salut. Sebagai penelitian tindakan kelas.Program Studi S2 ING 243 Menggunakan Teknik Incomplete Picture Series untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa Kelas II MTs. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas. masing-masing kelompok duduk melingkar. Apabila 65% dari keseluruhan siswa memperoleh nilai lebih dari dan/atau sama dengan 65. Setiap kelompok diberi gambar seri yang berbeda. (8) memberitahukan kepada siswa bahwa akhir ceritanya bebas berdasarkan imajinasi mereka. khususnya dalam pembelajaran berbicara. Bisa juga teknik ini diterapkan dalam meningkatkan keahlian produktif seperti keahlian menulis. disarankan kepada guru bahasa Inggris untuk menerapkan teknik ini sebagai salah satu pilihan yang bisa dilakukan dalam pembelajaran keterampilan berbicara. siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Kata kunci: teknik incomplete picture series. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik Incomplete Picture Series berhasil meningkatkan kemampuan berbicara siswa sebagaimana halnya juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. Lombok Barat. Kesuksesan teknik ini juga ditandai dengan nilai berbicara siswa. (7) meminta siswa untuk meyimpulkan akhir cerita setelah mereka mengumpulkan informasi dari semua teman kelompok mereka. Lebih lanjut. Penelitian ini diadakan dalam dua siklus. Hikmatusysyarief NW Salut. hanya ada 48. kemampuan berbicara . ada 91. Dalam teknik ini. alat perekam suara. hasil penelitian juga menunjukkan bahwa cara yang tepat dalam menggunakan teknik Incomplete Picture Series untuk pengajaran berbicara meliputi langkah-langkah sebagai berikut: (1) melakukan pemanasan dengan bernyanyi kemudian memberi pertanyaan yang berkaitan dengan apa yang akan dilakukan berikutnya. disarankan kepada para siswa untuk mengadopsi teknik ini sebagai strategi belajar dalam praktek berbicara dan bahkan untuk latihan menulis dalam bahasa Inggris. (4). Disamping itu. (6) meminta siswa untuk mengumpulkan informasi yang diperoleh dari teman kelompok mereka. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. maka penelitian ini diadakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa melalui teknik Incomplete Picture Series.

terutama yang mempunyai masalah yang sama dan memang tertarik mengadakan penelitian. bagi peneliti selanjutnya. Bagaimanapun juga. Disamping itu. bagi peneliti selanjutnya.7 dan hanya 14 siswa yang mendapatkan nilai sama dengan atau lebih besar 65. Di samping itu. Kata kunci: photo. disarankan pula untuk mengadakan penelitian dalam bidang menulis tapi dengan genre yang berbeda khususnya teks deskriptif. (9) meminta siswa untuk menulis draf awal secara individu. Berdasarkan hasil penelitian. Selanjutnya. Disamping itu. foto dapat menjadi sumber sebuah tulisan. Akhirnya. Akhirnya. disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan strategi ini dalam pengajaran menulis karena ini sangat membantu siswa dalam memberikan cara yang menarik untuk menemukan dan menghasilkan ide-ide yang akhirnya menjadi tulisan yang bermakna. Oleh karena itu. catatan lapangan. kemampuan menulis. Siswa cenderung merasa kesulitan dalam menemukan dan menghasilkan ide-ide. Dan. sedang siklus dua terdiri dari dua pertemuan. siswa merasa bingung memulai kegiatan menulis dan siswa juga tampak kurang tertarik dengan kegiatan menulis. disarankan untuk mengadakan penelitian tindakan dgn bidang sama tapi untuk tingkat pendidikan yang berbeda contohnya SMA. nilai rata-rata siswa adalah 60. disarankan untuk mengadakan penelitian tindakan dalam bidang menulis tapi dengan genre yang berbeda khususnya teks deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas delapan MTsN Mojorejo Blitar dalam menulis teks recount dengan menggunakan foto. Pada siklus satu. lalu menghasilkan ide dengan menjawab pertanyaan. yaitu perencanaan. (3) menyuruh siswa untuk bekerja dalam kelompok. dan kejadian yang ada dalam foto tersebut. nilai rata-rata siswa menjadi 70. kuisioner dan tulisan siswa. yang selanjutnya dikumpulkan sebagai draft akhir. dapat disimpulkan bahwa penggunaan foto sangat bermanfaat tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa tetapi juga dalam meningkatkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan foto telah meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII MTs Negeri Mojorejo Blitar dalam menulis teks recount. penelitian tindakan kelas dilakukan dalam studi ini dengan menggunakan 4 langkah. Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana penggunaan foto dapat meningkatkan kemampuan menulis teks recount siswa kelas dua MTs Negeri Mojorejo Blitar?”. kemampuan menulis siswa MTsN Mojorejo masih belum memuaskan. terutama yang mempunyai masalah yang sama dan memang tertarik mengadakan penelitian. sebuah foto bisa bernilai beribu-ribu kata karena satu gambar dapat menceritakan sesuatu bahkan cerita di baliknya. (8) memberikan model sebuah teks recount lalu menjelaskan tentang teks recount beserta ciri-ciri kebahasaannya (Simple Past Tense. observasi. (4) menyuruh siswa untuk meletakkan foto masingmasing di depan mereka. tempat. disarankan pula untuk mengadakan penelitian dgn bidang sama tapi untuk tingkat pendidikan yang berbeda contohnya SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah yang tepat yang digunakan penerapan foto dalam menulis recount meliputi prosedur berikut: (1) mengarahkan siswa kepada topic yang akan dibahas dengan memberikan pertanyaan (2) memperkenalkan strategi dan prosedur tentang cara membuat recount. Foto biasanya menangkap masalalu.244 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Menggunakan Photo untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas Dua MTsN Mojorejo Blitar Lilik Lutfiyah Abstrak Menulis adalah salah satu dari empat keahlian berbahasa yang memainkan sebuah peranan yang sangat penting dalam pengajaran bahasa inggris karena sebenarnya menulis dapat membantu siswa mempelajari bahasa kedua. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu lembar observasi. (10) memberi siswa waktu untuk melihat kembali dan merevisi draft awal menggunakan panduan revisi (11) meminta siswa untuk menulis kembali draft berdasarka feedback dari guru. Untuk mencapai tujuan tersebut. teks recount .3 dengan 23 sisws mendapat nilai sama dengan atau lebih besar 65. Di samping itu. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. dan refleksi. pelaksanaan. (7) menyuruh siswa untuk mendaftar kata sebanyak mungkin yang berkaitan dengan foto. Disamping itu. Strategi ini dipilih karena dapat menuntun siswa dalam menemukan dan menghasilkan ide-ide sampai menjadi tulisan yang bermakna. Subjek penelitian ini adalah 29 siswa kelas VIII MTs Negeri Mojorejo Blitar tahun pelajaran 2008/2009. dan pasti ini dapat membantu siswa mengingat secara detail orang. Pendeknya. Connectors) kepada siswa sebelum mereka menulis draf kasar. siswa kelihatan active dan bersemangat dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan foto. di siklus kedua. (5) menyuruh siswa untuk melihat foto dengan seksama selama beberapa saat (6) menjelaskan kepada siswa tentang apa yang harus mereka lakukan dalam kelompok. Siklus satu terdiri atas enam pertemuan.

Tahap-tahap tersebut didahului oleh penelitian awal yang bertujuan untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan masalah-masalah dalam pembelajaran menulis. dan media. Pada setiap langkah. yaitu perencanaan. hasil analisis data menunjukkan bahwa 72. (3) menugaskan siswa untuk memperoleh ide. Penelitian ini dianggap berhasil apabila memenuhi kriteria kesuksesan berikut: (1) 75% siswa atau lebih berpartisipasi dalam proses belajar mengajar. Untuk pengumpulan data peneliti menggunakan 4 instrumen yaitu lembar observasi. penelitian yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas 8 dalam menulis teks recount melalui strategi menulis proses di MTsN Grogol Kediri dilaksanakan. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa semua indikator kesuksesan telah dapat dicapai pada Siklus I. Mereka tidak terbiasa menerapkan langkah-langkah pembejaran menulis . Untuk mengatasi masalah tersebut. strategi menulis proses Memanfaatkan Gambar Kartun Berangkai Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Narasi Siswa Kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri Nganjuk Mochammad Abdul Rasyid Abstrak Salah satu permasalahan pengajaran menulis Bahasa Inggris di MTsN Nganjuk adalah tidak efektifnya pengajaran menulis yang diterapkan guru. Untuk kriteria yang ketiga. Prosedur yang tepat dalam penerapan strategi menulis proses untuk mengajar menulis adalah (1) membagi siswa menjadi beberapa kelompok. catatan lapangan. dan refleksi. (4) meminta siswa untuk menyusun ide-ide tersebut ke dalam paragraf. Subyek penelitian ini adalah 37 siswa kelas VIII-C pada tahun ajaran 2008-2009. teks recount. dan kuesioner.kurangnya 9 kegiatan dari 13 kegiatan di lembar observasi. menulis dianggap sebagai kecakapan berbahasa yang paling sulit dikuasai. siswa diberi contoh terlebih dahulu. kosa kata. Bagi peneliti lainnya.97% siswa (27 siswa) telah memperoleh nilai sama dengan atau lebih dari 65. hasil analisis data dari kuesioner menunjukkan bahwa sekurang-kurangnya 94% siswa (34 siswa) memberikan respon positif terhadap penggunaan strategi menulis proses. (5) menugaskan siswa untuk merevisi draf dalam hal isi dan penyusunan. Kata kunci: kemampuan menulis. pemakaian huruf kapital. dan tanda baca. (6) meminta siswa untuk mengedit draf dalam hal tata bahasa. portofolio. (2) membagikan gambar berangkai untuk tahap pemodelan. strategi menulis proses diajukan karena telah dibuktikan berhasil oleh beberapa peneliti dalam meningkatkan kemampuan menulis para siswa. pelaksanaan dan pengamatan. Guru bahasa Inggris tidak membuat perencanaan yang baik dalam pengajaran menulis. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan yang terdiri dari 4 tahap. dan (3) sekurang-kurangnya 75% siswa memiliki tanggapan yang bagus terhadap penggunaan strategi menulis proses. ejaan. Mempertimbangkan hasil temuan penelitian yang positif mengenai penggunaan strategi menulis proses untuk mengajar menulis. Berkenaan dengan kriteria yang kedua. disarankan kepada para guru bahasa Inggris untuk memanfaatkan strategi ini untuk mengajar menulis.Program Studi S2 ING 245 Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas VIII dalam Menulis Teks Recount melalui Starategi Menulis Proses di MTsN Grogol Kediri Luluk Rahmawati Abstrak Menurut para siswa kelas 8 di MTsN Grogol Kediri. Mengenai indikator yang pertama. Sayangnya. Hasil penelitian awal menunjukkan bahwa tidak ada seorang siswapun yang mendapatkan nilai 65 sebagai nilai minimal. hasil temuan menunjukkan bahwa 75% siswa telah berpartisipasi pada sekurang. lembar kerja siswa. (2) sekurang-kurangnya 50% siswa memperoleh nilai sama dengan atau lebih dari 65. dan (7) meminta siswa untuk menulis hasil akhir karangan mereka. disarankan agar mereka mengadakan penelitian mengenai pemanfaatan strategi menulis proses di tingkat SD (khususnya RSBI) dan SMA/MA karena belum ada penelitian mengenai hal itu di tingkat tersebut. pembelajaran menulis tidak dilakukan dengan baik oleh para guru bahasa Inggris di sekolah tersebut dan hal itu menyebabkan rendahnya kemampuan menulis para siswa. Kemudian.

guru mempublikasikan karya-karya mereka melalui kegiatan membaca. siswa secara individu mengakses gambar kartun berangkai dari koran atau majalah dan mengembangkannya dalam bentuk cerita narasi. dan memajangkannya di majalah dinding. Mengacu pada rumusan masalah tersebut. pendekatan menulis sebagai proses memandu siswa terhadap langkah-langkah penciptaan teks. tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran mencapai 75% dari hasil observasi yang dilakukan oleh pengamat. Kedua. Strategi tersebut lebih efektif dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengakses sendiri gambar kartun berangaki dan mengembangkankannya dalam bentuk cerita narasi. tahap observasi atau pengamatan. Dalam tahap MoT. yaitu tahap perencanaan. Desain penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tinadakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam empat tahap. kemampuan menulis. saling mengoreksi dengan teman dan atau guru. Penelitian ini dianggap berhasil jika memenuhi tiga criteria. Untuk peneliti yang lain. Pendekatan menulis sebagai proses mengarahkan siswa untuk melakukan langkah-langkah dalam menulis. ditemukan beberapa fakta sebagai berikut: (1) Siswa mempunyai masalah dalam mengembangkan ide dan mengorganisasikan teks. bermain peran. Sedangkan empat tahap pembelajaran memfasilitasi siswa terhadap langkah-langkah pembelajaran menulis secara berkelompok dan menulis secara mandiri. dapat disimpulkan bahwa gambar kartun berangkai efektif dalam pengajaran menulis teks narasi. Pertama. sedangkan empat tahap pembelajaran sangat efektif diterapkan dalam pengajaran menulis. sebuah teks narasi dicontohkan oleh guru untuk dipahami dan dianalisis. gambar kartun berangkai membantu siswa dalam hal pengembangan ide dan mengorganisasikan teks. Pada akhir kegiatan. Diberikan satu set gambar kartun berangkai. memperbaiki teks. tema. dan mengorganisasikan teks. peneliti merasa sangat termotivasi untuk memecahkan permasalahan tersebut dengan memanfaatkan gambar kartun berangkai melalui pendekatan menulis sebagai proses dan empat tahap pembelajaran Bahasa Inggris (BKoF. Kedua. mengembangkan ide-ide mereka. Sedangakan hasil tulisan siswa dinilai berdasarkan format penilaian dengan menyesuaikan format yang dikembangkan oleh Hill. dkk (1998) dengan mempertimbangkan cara pendeskripsian tokoh pelaku dan tempat kejadian. Mengacu pada hasil-hasil penelitian diatas. meningkatkan. jumlah siswa yang mendapat nilai 65 atau lebih mencapai 70% (24 siswa) dari jumlah siswa keseluruhan. dan refleksi dan dilaksanakan dalam dua siklus. dsb. kuesioner. dan menulis kembali teks setelah mendapatkan masukan dari teman dan atau guru. Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan peneliti di kelas IX-E. siswa membuat garis besar cerita. majalah. dan kesimpulan atau pesan cerita serta mempertimbangkan aspek bahasa seperti tata bahasa. nilai rata-rata siswa minimal 65. (3) Siswa kelas IX-E menginginkan adanya kegiatan menulis teks narasi karena mereka belum pernah menulis teks tersebut sebelumnya. Sejumlah temuan selama penelitian ini menunjukkan bahwa gambar kartun berangkai yang diimplementasikan dalam empat tahap pembelajaran dan pendekatan menulis sebagai proses sangat efektif dalam pengajaran menulis teks narasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gambar kartun berangkai dapat meningkatkan kemampuan menulis teks narasi siswa kelas IX MTsN Nganjuk. teks narasi . Kegiatan diawali dengan BKoF. JCoT. MoT. Gambar kartun berangkai menginspirasi siswa dalam berimajinasi. MoT.246 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 sebagai proses. Pendekatan menulis sebagai proses muncul pada tahap JCoT. Dari fakta di atas. Para siswa disarankan untuk senantiasa berlatih menulis dalam topik yang berbeda dengan memanfaatkan keberadaan gambar kartun berangkai yang terdapat di koran. meminta teman lain untuk membaca untuk kemudian dikoreksi dan diperbaiki. Pendekatan individu terhadap siswa juga mendorong mereka untuk lebih berkreasi dan meminimalkan jarak antara guru dan murid. Guru Bahasa Inggris disarankan untuk memanfaatkan gambar kartun berangkai dalam pengajaran menulis teks narasi. mengembangkannya dalam bentuk teks. Sejumlah alat bantu penelitian seperti lembar observasi. diharapkan untuk melakukan penelitian berdasarkan temuan dalam penelitian ini demi mengembangkan strategi yang lebih baik dalam pengajaran menulis. dan ICoT). Penelitian ini dilaksanakan di kelas IX-E yang terdiri dari 33 siswa. tahap pelaksanaan atau penerapan strategi. Ketiga. alur cerita. yaitu bercerita oleh guru dan menulis kembali cerita tersebut. dan susunan kalimat. Dalam tahap ICoT. dan catatan lapangan digunakan untuk mengumpulkan data tentang tingkat keterlibatan siswa dan tingkat motivasi siswa selama penerapan strategi pembelajaran. JCoT. dan ICoT). Pertama. Kata kunci: gambar kartun berangkai. Langkah-langkah penerapan gambar kartun berangkai dalam pengajaran menulis teks narasi mengikuti empat tahap pembelajaran (BKoF. (2) Kempuan siswa terhadap kemampuan tata bahasa dan kosa kata kurang memadai. Para siswa melakukan proses menulis yang dimulai dari mengembangkan ide cerita. tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi dengan memanfaatkan gambar kartun berangkai dalam pengajaran menulis dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa kelas IX dalam menulis teks narasi. kosa kata.

(4) menyuruh siswa untuk menulis topik dalam waktu 1-5 menit. catatan lapangan. dalam pengimplementasiannya. penelitian ini dilakukan dalam dua siklus saja karena pada siklus kedua kriteria kesuksesan dalam penelitian ini telah tercapai. (6) meminta siswa untuk menulis draf awal mereka. Berkenaan dengan subjek penelitian. penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kemampuan siswa kelas tiga Madrasah Aliyah Tarbiyatul Wathon Gresik dalam menulis teks narrative melalui pengimplementasian peer feedback. wawancara dan hasil pekerjaan siswa. subjek penelitian ini adalah siswa kelas tiga Madrasah Aliyah Tarbiyatul Wathon Gresik tahun ajaran 2008/2009. Karena alasan itulah. (7) mendiskusikan makna masing-masing item dari revising checklists. Setiap siklus dari penelitian ini terdiri dari tiga pertemuan. (8) memerintahkan siswa untuk membaca dan memberikan feedback pada contoh draf dengan menggunakan lembar revising checklists. atau 87% siswa secara aktif berpartisipasi dalam aktivitas proses belajar mengajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan peer feedback dalam pengajaran menulis dapat memperbaiki kemampuan menulis siswa serta sukses mendorong mereka untuk berpartisipasi secara aktif dan antusias dalam proses belajar mengajar menulis. dan pengalaman saya menjadi guru bahasa Inggris di sekolah tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut. Berkenaan dengan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar. (3) meminta siswa untuk ambil bagian dalam diskusi antara siswa dan guru berkenaan dengan susunan yang tepat dari paragraf acak tersebut. peer feedback dalam bentuk revising checklists diajukan sebagai solusinya. angket dan hasil pekerjaan tulis siswa dianalisis serta dipresentasikan secara kuantitatif dan diskipsi. guru mereka. Data dari penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen-instrumen sebagai berikut: lembar pengamatan checklists. Namun demikian. dan berharap bahwa mereka bisa belajar dari respon tersebut untuk memperbaiki drafnya. Sementara itu. . (12) meminta mereka untuk saling mendiskusikan draf mereka masing-masing dengan memberikan komentar dan saran-saran terhadap draf teman mereka dengan cara menjelaskan checklists mereka. Kemungkinan penyebab dari permasalahan siswa tersebut terletak pada feedback yang tidak efektif yang diberikan oleh saya. (13) meminta mereka untuk merivisi dan memperbaiki draf mereka berdasarkan feedback teman mereka. saya menemukan bahwa kebanyakan siswa tidak mampu memperbaiki draft pertama mereka khususnya draf dalam bentuk teks narrative setelah mendapatkan feedback dari saya. diimplementasikan dalam penelitian ini. Mereka pada umumnya menginginkan teksnya dibaca oleh guru mereka untuk melihat bagaimana respon guru terhadap pekerjaan mereka. Mengacu pada kekuatan penerapan peer feedback dalam penelitian ini. (10) menyuruh siswa untuk berdiskusi berkaitan dengan feedback siswa terhadap draf pilihan dalam bentuk diskusi kelas.Program Studi S2 ING 247 Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas Tiga Madrasah Aliyah Tarbiyatul Wathon Gresik dalam Menulis Teks Narrative melalui Peer Feedback Mohammad Faizal Mubarok Abstrak Sebagai bagian dari tahapan-tahapan dalam writing process. feedback sangat penting dalam membantu siswa untuk memperbaiki tulisannya. penelitian tindakan kelas model kolaborasi dengan empat tahapan. ketertarikan dan keantusiasan siswa dalam seluruh kegiatan proses belajar mengajar sangat bagus. Hal yang menonjol dari strategi ini adalah bahwa peer feedback memberi siswa cara bagaimana memperbaiki draft awal mereka. perencanaan. Sebagai jawaban atas permasalahan tersebut. Data yang diambil dari catatan lapangan dan wawancara dianalisa secara kualitatif dan dideskripsikan secara jelas. dan refleksi. Dalam pelaksanaannya. Penerapan peer feedback dalam penelitian ini mengikuti prosedur sebagai berikut: (1) menentukan siswa dalam kelompok yang terdiri dari 4 siswa. kelas tiga Madrasah Aliyah Tarbiyatul Wathon Gresik. disarankan kepada guru-guru bahasa Inggris yang mempunyai masalah pengajaran yang sama untuk menerapkan strategi ini sebagai solusi alternatif dalam pengajaran menulis. yaitu. (11) menyuruh mereka membaca dan memberi feedback terhadap draf teman sejawat mereka. (5) menyuruh siswa untuk menulis rencana awal penulisan. guru dianjurkan untuk memberi dan mengajarkan model penerapan peer feedback sebelum mengimplementasikannya. (9) meminta siswa untuk mendiskusikan contoh draf tersebut dalam kelompok. (2) meminta siswa secara berkelompok untuk menyusun paragraf acak ke dalam susunan yang tepat. Hal ini berarti bahwa kriteria ketuntasan yang berkaitan dengan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar telah tercapai. pelaksanaan. observasi. Namun demikian. angket. Kemajuan penulisan narrative siswa terpotret dari hasil nilai menulis mereka. keterlibatan. data yang diambil melalui lembar pengamatan checklists. (14) memerintahkan mereka untuk menulis draf mereka sebagai draf akhir. berdasarkan penelitian awal di kelas saya. Hasil tulisan mereka telah mencapai kriteria kesuksesan yang berarti bahwa ada 26 siswa atau 82% siswa mendapatkan nilai yang sama atau lebih dari 60.

prestasi menulis siswa meningkat (≥75% siswa dalam satu kelas mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan 65 dalam skala nilai 0-100). Setiap siklusnya terdiri dari empat pertemuan. (7) kelompokkan mereka menjadi empat kelompok. Zaini Miftah Abstrak Penelitian ini dilakukan berdasarkan masalah yang dihadapi oleh peneliti dalam pembelajaran Bahasa Inggris di kelas. Instrumen yang digunakan adalah tugas menulis. lalu latihlah mereka. bagi peneliti yang akan datang. (6) distribusikan contoh teks diskriptif. Hasil ini cenderung belum memuaskan karena belum mencapai target belajar yang harus paling tidak 65 untuk standar kesuksesan di sekolah. Sementara itu. (2) tunjukkan gambar yang akan didiskripsikan dan suruh mereka untuk mengamatinya.248 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 mengelompokkan mereka berdasarkan kemampuan bahasa Inggrisnya. (16) tugasi mereka melakukan proofread terhadap draf temannya. (9) distribusikan kertas A4. Berdasarkan studi pendahuluan. dan suruhlah mereka membaca dan memahaminya. pengamatan. Refleksi dilakukan berdasarkan temuan selama pengamatan dan dibandingkan dengan kriteria sukses yang meliputi: (1) dengan instrumen tugas menulis. teks narrative. Hasil dari refleksi digunakan untuk menentukan perencanaan terhadap siklus berikutnya. lengkapilah dengan petunjuk kosa kata dan kamus. dan refleksi terhadap data yang diperoleh dari proses belajar mengajar yang dilaksanakan sebanyak tiga siklus. menempatkan posisi mereka sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar serta menentukan alokasi waktu yang sesuai khususnya ketika dalam kegiatan membaca dan memberi feedback berdasarkan kemampuan siswa. penilitian ini menitikberatkan pada pemecahan masalah yang berkaitan dengan bagaimana cara siswa menemukan ide dan mengorganisasikannya dalam menulis sebuah topik. (12) tugasi mereka untuk menulis draf awal berdasarkan ide yang dipetakan. Masalah dalam penelitian ini adalah. “Bagaimana strategi pemetaan ide bisa meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas X di MA Mambaus Sholihin Gresik?” Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif. (5) bimbinglah mereka untuk membuat kalimat dalam mengembangkan ide penjelas tersebut. (4) bimbinglah mereka untuk mengembangkan setiap ide penjelas. langkah-langkah model yang cocok dalam menerapkan pemetaan ide adalah sebagai berikut: (1) beritahukan kepada siswa tentang tujuan pembelajaran. field notes. siswa terlibat aktif dalam kegiatan menulis. (17) . Untuk memecahkan masalah tersebut. (14) bimbinglah mereka untuk memperbaiki draf. Ditemukan juga bahwa ada beberapa masalah yang harus dipecahkan. kosa kata dan mekanik. observation checklist. ditemukan bahwa nilai rata-rata siswa dari tugas menulis adalah 50. Kata kunci: kemampuan menulis. Peneliti bekerja sama dengan guru Bahasa Inggris dalam kegiatan yang bersiklus yaitu perencanaan. Penelitian ini menawarkan pemetaan ide yang dikembangkan dalam model yang cocok untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas X dalam menulis teks diskriptif. (10) suruhlah mereka mencari ide dan mengelompokkannya dengan cara pemetaan ide. mereka direkomendasikan untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan strategi ini dalam pengajaran kemampuan bahasa lainnya atau dalam pengajaran menulis dengan model teks lainnya dan memperluas fokus mereka pada semua aspek menulis yang meliputi isi. mengendalikan kegiatan peer feedback. Setelah penelitian dilakukan. dan (2) dengan instrumen observation checklist. dan questionnaire. menunjuk siswa untuk memimpin diskusi. (13) suruhlah lebih lebih menekankan isi dan organisasi daripada mekanik. (11) bimbinglah mereka untuk melakukan drafting. Pengalamannya sebagai guru Bahasa Inggris pada kelas X di Madasah Aliyah (MA) Mambaus Sholihin Gresik menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis masih rendah. (8) distribusikan gambar-gambar yang berbeda atau (dengan cara lain) suruhlah mereka mengamati obyek yang nyata. mengaktifkan partisipasi siswa dalam kegiatan peer feedback. (15) suruhlah mereka memperbaiki drafnya sendiri dengan menggunakan pedoman revising dan menggunakan ide yang dipetakan untuk mengembangkan isi dari draf tersebut. Masalah utamanya adalah para siswa tidak mengetahui bagaimana cara menemukan dan mengorganisasi ide untuk menulis sebuah topic. Subyek penelitian ini adalah semua siswa kelas X-6 semester kedua pada tahun pelajaran 2008/2009 yang terdiri dari tiga puluh delapan siswa putra. tatabahasa. (3) tulislah obyek (topik atau kata kunci) pada lingkaran dan datangkan ide-ide siswa. pelaksanaan.5. peer feedback Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas X di MA Mambaus Sholihin Gresik melalui Pemetaan Ide M. organisasi.

Pada akhir Siklus III. catatan lapangan. (4) menganjurkan siswa untuk bekerjasama dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas tersebut. Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh peningkatan persentase prestasi siswa dalam menulis teks diskriptif. Adapun model penerapan teknik kolaborasi yang sesuai mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: (1) membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok.86% (29 siswa). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif dimana peneliti yang bertindak sebagai seorang guru dan kolaborator yang bertindak sebagai seorang observator bekerja sama dalam melaksanakan semua tahapan. seperti berpasangan.11% (13 siswa). (2) menugaskan kepada siswa dalam kelompok untuk melengkapi contoh model teks yang telah disediakan oleh guru. Disamping meningkatkan prestasi siswa. observasi. kelompok kecil. (21) tugasi mereka untuk berbagi hasil tulisan mereka. yaitu perencanaan. organisasi. speaking. Persentase siswa yang mendapatkan skor ≥65 pada akhir Siklus I 36. Kedua. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa siswa menjadi aktif selama pembelajaran menulis dan kemampuan siswa meningkat setelah penerapan tindakan dilakukan. Ketiga. dan untuk level yang lain misalnya Sekolah Dasar (SD/MI). Hal ini disebabkan karena teknik pengajaran yang monoton dimana siswa belajar secara individu dalam situasi kompetitif. Pertama. (19) suruhlah mereka meng-edit drafnya sendiri dengan menggunakan pedoman editing dan menggunakan ide yang dipetakan untuk meneliti/memperbaiki isi. persentase siswa yang mendapatkan skor ≥65 mencapai 82. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan teknik kolaborasi yang dilakukan dalam satu siklus dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas delapan dalam menulis teks deskriptif. kemampuan menulis. para guru Bahasa Inggris disarankan agar menerapkan langkah-langkah model pemetaan ide sebagai salah satu strategi alternatif dalam pembelajaran menulis dan juga mengembangkan cara pembelajaran mereka sendiri agar lebih tepat dipakai dalam pembelajaran mereka di kelas. dan kuesioner. atau kelompok besar. Oleh karena itu maka teknik kolaborasi dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas delapan MTsN Pulosari-Tulungagung dalam menulis teks deskriptif. dan mekanik terhadap draf tersebut. tata bahasa. (20) tugasi mereka untuk melakukan proofread lagi. dan Universitas dengan mempertimbangkan keampuhan pemetaan ide sebagai strategi dalam pembelajaran Bahasa Inggris. rubrik penilaian analitis. yaitu lembar observasi. (5) menganjurkan siswa untuk saling membantu satu dengan yang lainnya dengan tujuan untuk menutupi kelemahan anggota kelompok yang mungkin kurang mampu dalam . Berdasarkan temuan. Peneliti menggunakan beberapa instrumen penelitian untuk mengumpulkan data. Subjek penelitian ini adalah 36 siswa kelas depalan (VIII C) MTsN Pulosari-Tulungagung tahun pelajaran 2008/2009. Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs).Program Studi S2 ING 249 suruhlah mereka membuat perubahan yang sesungguhnya. Hal ini ditunjukkan dengan adanya nilai 65 persen siswa mencapai 60 atau lebih tinggi dalam skala penilaian 1-100. Penggunaan Teknik Kolaborasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa MTsN PulosariTulungagung Menulis Teks Deskriptif Mahfud Efendi Abstrak Dari hasil penelitian pendahuluan diketahui bahwa siswa kelas depalan MTsN PulosariTulungagung memiliki kemampuan menulis yang kurang memuaskan dan tidak termotivasi dalam proses belajar dan mengajar. Penelitian ini dilakukan dengan prosedur sirkular. penerapan teknik kolaborasi juga mampu meningkatkan motivasi siswa yang diindikasikan oleh tingkat keaktifan siswa dan partisipasi siswa terhadap semua kegiatan dalam proses belajar dan mengajar. kepala sekolah sebagai pihak pembuat kebijakan disarankan agar memberikan waktu pelajaran yang khusus bagi siswa untuk mempraktikkan menulis Bahasa Inggris yang berkelanjutan. (3) menugaskan kepada siswa dalam kelompok untuk mendiskusikan tugas yang telah ditentukan dan meminta masing-masing siswa untuk membuat catatan hasil diskusi secara individu. and reading. dan refleksi. siswa juga memberikan respon positif (kategori Baik dan Sangat Baik) terhadap penerapan teknik kolaborasi. Selain itu. (18) bimbinglah mereka untuk melakukan editing.78% (19 siswa) pada akhir Siklus II. pelaksanaan. para peneliti yang akan datang disarankan agar melakukan berbagai penelitian yang berkaitan dengan penerapan pemetaan ide dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk skill yang lain seperti listening. Kata kunci: pemetaan ide. dan (22) suruhlah mereka mengumpulkan tulisan akhir untuk dinilai. Persentase ini meningkat menjadi 52. ada tiga saran yang diberikan.

yaitu dengan tidak mengatakan suatu yang diyakini itu tidak benar atau suatu yang bukti kebenarannya kurang meyakinkan. dan majas yang paling banyak digunakan oleh para penutur adalah metaphor (83. dan tidak lebih informatif dari yang diperlukan. dan (4) Maksim Cara yang mengatakan bahwa penutur harus memberikan informasi yang mudah dimengerti: (a) menghindari pernyataan-pernyataan yang samar. Prinsip itu menyatakan bahwa seorang penutur harus bekerja sama dengan memberikan kontribusi yang diperlukan dalam tuturan itu. yang kedua adalah maksim Kualitas (42.250 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 menyelesaikan tugas yang diberikan. Grice. tautologi (4. Dalam kenyataan hidup sehari-hari penutur sering tidak mematuhi maksim-maksim tersebut. disusul dengan overstatement (4. Untuk menjawab pertanyaan penelitian dilakukan riset kualitatif.65%). (2) Maksim Kualitas. hiperbola. sementara diskripsi tentang pola tatbahasa dalam pelanggaran/pembatasan (flouting/hedging) didasarkan pada bagian kalimat yang mengandung pelanggaran/pembatasan. yaitu memberikan kontribusi yang cukup informatif sesuai yang diperlukan. dan (4) deskripsi tentang pola tatabahasa dari pelanggaran (flouting) dan pembatasan (hedging) tersebut.65%). Penelitian ini mencoba mendeskripsikan bagaimana para pelaku dalam novel The Secret Agent melanggar dan/atau membatasi maksim-maksim tuturan. dan (6) menugaskan siswa untuk membuat teks deskriptif secara individu dengan tetap memperhatikan masukan positif dari hasil diskusi kelompok. Grice mengemukakan empat macam maksim tuturan: (1) Maksim Kuantitas. Data diambil dari tuturan-tuturan para pelaku dalam novel tersebut. sedangkan mengungkung/membatasi (hedging) berarti penutur tidak ingin terlibat sepenuhnya dalam isi pokok tuturan. (b) menghindari ketaksaan. Bagi calon peneliti yang berkeinginan untuk meneliti teknik kolaborasi.33%). H. dan (d) usahakan berbicara dengan teratur. maka disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan teknik kolaborasi dalam pengajarannya dengan jalan mengadaptasi atau memodifikasinya dan juga mempertimbangkan kondisi riil kelas mereka. Hasil penelitian menunjukkan ada lima jenis majas yang digunakan dalam tuturan. kemampuan menulis. Melanggar (flouting) maksim berarti penutur tidak mematuhi maksim-maksim dalam Prinsip Kerja Sama. dan maksim Cara adalah maksim yang paling banyak dilanggar/dibatasi oleh para penutur (50. Kata kunci: teknik kolaborasi. (c) usahakan membuat pernyataan yang ringkas. (3) deskripsi dari kemungkinan alasan-alasan para penutur untuk melanggar dan/atau membatasi maksim-maksim tuturan. deskripsi tentang alasan-alasan penutur untuk melanggar/membatasi maksim-maksim tersebut ditulis berdasarkan teori Grice tentang Prinsip Kerja Sama (PK) dan teori yang dikemukakan Leech tentang Prinsip Sopan Santun (PS).72%).73%).P. Hal ini dijabarkan dalam: (1) deskripsi tentang jenis maksim tuturan yang dilanggar/dibatasi dalam tuturan. . dan understatement (pernyataan yang dibuat kurang dari yang sebenarnya). tautologi. Pelanggaran terhadap Prinsip Kerja Sama sering dilakukan penutur dengan menggunakan majas. teks dekriptif The Gricean Cooperative Principle: Flouting and Hedging in the Conversations in Joseph Conrad’s The Secret Agent Maria Goretti Sri Ningsih Abstrak Prinsip Kerja Sama (PK) diperkenalkan oleh seorang filsuf. Berdasarkan hasil penelitian tersebut. Dengan kata lain mereka sering melanggar dan atau mengungkung/membatasi maksim-maksim tersebut. yang berisi 6 jenis majas yang disebutkan dalam Grundy (2000): ironi. (2) penjelasan tentang distribusi dari pelanggaran (flouting) dan pembatasan (hedging). pertanyaan retorik (4. dan yang paling sedikit adalah ironi (2. pertanyaan retorik (rhetorical question). metafor. sangat disarankan untuk memetakan kemampuan siswanya terlebih dahulu sebelum pengelompokan dan menilai setiap pekerjaan siswa selama proses belajar dan mengajar. Deskripsi tentang jenis-jenis maksim tuturan yang dilanggar/dibatasi dalam tuturan-tuturan dan penjelasan tentang distribusi dari pelanggaran (flouting) dan pembatasan (hedging) didasarkan pada teori Grice tentang maksim-maksim dalam Prinsip Kerja Sama. Juga ditemukan ada tiga macam maksim tuturan yang dilanggar/dibatasi. tidak hanya mencatat perkembangan siswa dari tingkat keaktifan mengumpulkan tugas saja.03%).65%). (3) Maksim Hubungan yang mengatakan bahwa penutur harus memberikan informasi yang relevan.

mendiskusikan dan mereview sebuah teks atau bacaan selama proses belajar mengajar dengan menggunakan strategi PQ4R. membaca adalah salah satu ketrampilan bahasa inggris yang dianggap penting dalam pertumbuhan siswa dalam berbagai aspek kehidupan. Di siklus ke-1 jumlah siswa yang memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 65 hanya 25 dari 42 siswa atau 59. Berdasarkan pada hasil penelitian. question (bertanya). menentukan kriteria kesuksesan belajar. siswa diberi tugas untuk memahami sebuah teks dengan menggunakan prosedur PQ4R. melakukan tindakan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari dua kali pertemuan. Berdasarkan hasil dari studi pendahuluan.29). Keterampilan siswa dalam membaca adalah belum memadai. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui (1) lembar observasi. Itu dapat diidentifikasi bahwa ada peningkatan nilai pemahaman membaca yang signifikan setelah pelaksanaan dari tindakan di setiap siklusnya. jumlah siswa yang memperoleh nilai sama dengan atau lebih besar dari 65 adalah34 dari 42 siswa atau 80. Untuk peneliti yang lain.52%. Subjek penelitian ini adalah 42 siswa kelas X-10 MAN Mojokerto tahun pelajaran 20082009. membaca diajarkan lebih banyak dari pada ketrampilan bahasa yang lain. disarankan kepada para guru untuk menggunakan strategi PQ4R sebagai salah satu strategi alternatif dalam pengajaran pemahaman membaca di dalam kelas. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan strategi PQ4R dalam pembelajaran pemahaman membaca adalah dapat meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa. Berdasarkan pertimbangan pentingnya membaca.45%. namun kemampuan memahami bacaan siswa masih belum memuaskan. digunakan untuk mengidentifikasikan apakah siswa sudah memperoleh kemajuan dalam pemahaman membaca. Hasil tersebut adalah telah memenuhi kriteria sukses dari penelitian ini. yaitu kolaborasi antara peniliti dengan guru yang berkerjasama untuk mengembangkan prosedur strategi PQ4R yang sesuai. read (membaca). dan review (mereview) Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas kolaboratif. majas. “My heart went down into my boots (Jantungku turun ke sepatuku)” (hal. . recite (membaca nyaring). Sedangkan pola tatabahasa yang digunakan dalam pelanggaran (flouting) dan pembatasan (hedging) pola kalimat lengkap. Oleh karena itu.298). penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pemahaman membaca dengan menggunakan strategi PQ4R Dalam kegiatan PQ4R strategi. merefleksikan. Rodli Abstrak Membaca adalah salah satu keterampilan bahasa yang membantu keberhasil dalam belajar bahasa. Ungkapan-ungkapan semacam itu akan memperkaya pengetahuan dan pengertian para mahasiswa tentang kultur bangsa Inggris. (2) catatan lapangan digunakan untuk mencatat data yang tidak terdapat pada lembar observasi. temuan dari penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk peneliti yang tertarik dalam melaksanakan riset di bidang yang sama. dan “I suppose the cup of horrors was full enough for such as me (Aku kira piala yang berisi hal-hal yang mengerikan ini terlalu penuh untuk orang sepertiku)” (hal. Di siklus ke-2. mengamati dan melakukan refleksi. yaitu preview(preview). Berdasarkan temuan dari penelitian ini. pelanggaran. membaca.Program Studi S2 ING 251 dan yang terakhir adalah maksim Kuantitas (7. membuat rencana pengajaran. reflect (merefleks)i. Kata kunci: prinsip kerja sama grice. mempreiview atau meninjau bacaan. siswa terlihat aktif dalam berbagi pendapat. dan (3) tes pemahaman membaca. the secret agent Meningkatkan Membaca Pemahaman Siswa Kelas Sepuluh MAN Mojokerto dengan Menggunakan Strategi PQ4R Moh. novel ini dianjurkan untuk digunakan sebagai bahan ajar literature dan cross-cultural understanding (CCU=pengertian tentang kultur negara/bangsa lain) karena novel ini menyajikan penggunaan majas-majas untuk menyampaikan pesan atau pikiran.24%). misalnya. untuk memperoleh informasi tentang kegiatan dan penampilan guru dan siswa selama pelaksanaan strategi PQ4R. pembatasan. pengajaran membaca di MAN Mojokerto tidak memfasilitasi siswa dalam menguasai ketrampilan membaca. Itu adalah belum memenuhi kriteria keberhasilan. menjawab pertanyaan. tuturan. Sehingga. Siswa juga direkomendasikan untuk menggunakan strategi PQ4R sebagai strategi belajar dalam pemahaman membaca yang dapat mereka lakukan pada jenis-jenis teks yang lain. waluapun membaca diajarkan lebih banyak daripada keterampilan bahasa yang lain. Lebih lanjut.

252 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Kata kunci: meningkatkan. pemahaman membaca. strategi PQ4R .

didapatkan bahwa kemampuan menulis siswa kelas II masih jauh dari apa yang diharapkan oleh kurikulum. mengimplementasikan tindakan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas II MTs Negeri Biringkanaya Makassar tahun pelajaran 2008/2009. dan refleksi. Berdasarkan hasil temuan. (14) meminta salah seorang dari kelompok tersebut untuk membaca tulisannya di depan kelas. Siswa-siswa masih mendapatkan kesulitan dalam menulis sebuah karangan dengan mengungkapkan ide. Disamping itu. Untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi siswa tersebut. Faktanya dapat dilihat pada respon siswa terhadap kuestioner yang dibagikan kepada mereka. dan melakukan refleksi. observasi.4. Jawaban pertanyan itu akan menjadi rujukan untuk menyusun kalimat menjadi suatu paragraf. (11) meminta siswa untuk menyusun jawaban pertanyaan itu ke dalam sebuah paragraf.2. (6 ) meminta siswa untuk menemukan arti dari kata dan frase dengan menjodohkan kata dan frase di kolom A dan kolom B.Program Studi S2 ING 253 Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas II Madrasah Tsanawiyah Biringkanaya Makassar Dalam Penuliasan Paragraf Deskriptif Melalui Tehnik Bertanya Muhammad Saleh Abstrak Dari hasil kajian pendahuluan yang dilaksanakan di MTs Negeri Biringkanaya Makassar. Prosedur penerapan tehnik bertanya (questioning technique) dalam pembelajaran menulis pada penelitian ini adalah: (1) memperkenalkan topik kepada siswa dengan menunjukkan sebuah gambar. (5) meminta siswa untuk menemukan arti kata dan frase dengan menjodohkan kata-kata dan frase tersebut dengan gambar yang sesuai. (7) meminta siswa menjawab pertanyan yang diberikan dengan menggunakan katakata yang yang tersedia dalam kotak. Di dalam menyusun kalimat menjadi sebuah paragraf. (13) meminta siswa untuk melakukan revisi yang difokuskan pada ide dan organisasi baik dalam kelompok atau pun dengan berpasangan. kosa kata. (2) membantu siswa memahami topik dengan memberikan beberapa pertanyaan berdasarkan gambar yang ditunjukkan. (10) meminta siswa menjawab pertanyaan yang diberikan. Permasalahan dalam penelitian ini diformulasikan sebagai berikut: Bagaimana cara tehnik bertanya ini dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas II MTs Negeri Biringkanaya Makassar dalam menulis paragraf deskriptif? Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara berkolaborasi di mana peneliti dan kolaborator bekerjasama merancang desain pembelajaran. (4) meminta siswa untuk menyebutkan dan melafalkan beberapa kata dan frase yang berhubungan dengan topik dalam teks yang telah diberikan. (3) memberikan contoh teks deskripsi. (15) melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran. (3) siswa dianjurkan untuk melakukan praktek menulis di luar jam sekolah dengan menggunakan questioning . (9) memberikan pertanyaan ke setiap siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model tehnik bertanya (questioning technique) dapat meningkatkan kemampuan siswa di dalam menulis paragraf deskriptif. Untuk menyusun kalimat menjadi sebuah paragraf siswa diberikan beberapa pertanyaan lalu siswa diminta untuk menjawab pertanyaan tersebut. peneliti mengusulkan salah satu tehnik di dalam mengajarkan keterampilan menulis ini yaitu tehnik bertanya. (1) guru bahasa Inggris hendaknya mempertimbangkan model tehnik bertanya (questioning technique) yang dikembangkan dalam peneltian ini sebagai salah strategi alternative yang digunakan dalam pengajaran menulis paragraf deskriptif siswa MTs atau SMP. organisasi. sementara mean skor siswa pada post-test siklus kedua mencapai 71. siswa-siswa masih membuat kesalahan dalam hal isi karangan. mean skor siswa adalah 52. Ini adalah salah satu kegiatan guru yang dapat mendorong dan membimbing siswa mampu mengungkapkan ide melalui proses belajar mengajar secara kontekstual (CTL). Pada pre-test. Peningkatan ini dapat dilihat pada mean skor tulisan siswa pada pre-test yang dilaksanakan pada penelitian pendahuluan (preliminary study) dan mean skor siswa pada kedua post-test yang diadakan masing-masing setelah siklus pertama dan siklus kedua. (2) guru seharusnya memberikan seragkaian pertanyaan pada siswa untuk menghasilkan kalimat dengan menyediakan sebuah gambar yang berhubungan dengan topik yang dibahas. (12) menugaskan siswa untuk menulis draft dari jawaban-jawaban pertanyaan itu.1. Lebih dari 75% siswa mengatakan bahwa mereka setuju bahwa tehnik bertanya (questioning technique) sangat menarik. tehnik bertanya (questioning technique) dapat juga memicu motivasi siswa dalam mengikuti proses kegiatan menulis di kelas. dan juga komponen bahasa Inggris lainnya. dan mean skor siswa pada post-test di siklus pertama adalah 63. pikiran dan perasaanya dalam bentuk teks deskriptif. (8) meminta siswa untuk menyempurnakan dialog dengan kata-katanya sendiri. beberapa saran akan diusulkan sebagai berikut. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengikuti prosedur penelitian tindakan yakni perencanaan. implementasi. Tehnik bertanya adalah salah satu komponen dari proses belajar mengajar secara kontekstual (CTL) yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskriptif. mengamati tindakan.

Kata kunci: tehnik bertanya. (4) strategi yang diterapkan oleh dosen lebih terpusat pada dosen itu sendiri. (4) peneliti yang lain hendaknya melakukan penetian tindakan kelas dengan topik yang sama di sekolah lanjutan baik MTs maupun SMP. Selama bekerja kelompok mahasiswa dibimbing oleh dosen untuk menerapkan strategi RT. Disarankan juga kepada dosen mata kuliah Membaca Pemahaman yang ingin menerapkan strategi RT. Mata pelajaran wajib yang diajarkan di SMP dan di SMA. setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan dan pertemuan ketiga dilaksanakan untuk memberikan tes membaca pemahaman dengan menggunakan strategi Pengajaran Resiprokal. Dari proses pengajaran Membaca Pemahaman berdasarkan data awal sebelum penelitian. dan merefleksi hasil kegiatan. (4) meringkas (langkah yang mengarahkan mahasiswa untuk menyatakan ide yang sesuai bacaan dengan menulis dalam bentuk satu paragraf). Dalam pemahaman membaca khususnya diarahkan untuk mengamati pelaksanaan Strategi RT dan sekaligus memperbaiki kemampuan pemahaman membaca mahasiswa dengan menggunakan model pengajaran Strategi RT. Pada khususnya. penelitian ini dimaksudkan untuk memperbaiki kemampuan pemahaman membaca mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako Palu melalui Strategi RT. Penelitian ini dilaksanakan pada mata kuliah Membaca Pemahaman II Kelas B tahun akademik 2008/2009. melaksanakan rencana kegiatan. Membaca III. paragraf Menerapkan Strategi Pengajaran Resiprokal untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca Mahasiswa pada Program Studi Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako Muhsin Abstrak Bahasa Inggris secara resmi dan wajib diajarkan di sekolah-sekolah di Indonesia. masalahmasalah berpusat pada: (1) rendahnya pencapaian mahasiswa dalam membaca pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan pencapaian mahasiswa dalam tes membaca pemahaman setelah mereka menyelesaikan dua pertemuan penerapan strategi RT adalah 67% dari mahasiswa dalam kelas memperoleh nilai ≥80. menyiapkan materi pengajaran dan instrumen. Penerapan strategi RT meliputi enam komponen: (1) memprediksi (berguna untuk memberikan konsep yang kuat dan mengaktifkan pengetahuan awal mahasiswa). dan Membaca Ekstensif. Membaca IV. Dalam melaksanakan penelitian ini. Penelitian ini dirancang untuk memperoleh informasi bagaimana Strategi Pengajaran Resiprokal (RT) dapat memperbaiki kemampuan pemahaman membaca mahasiswa.254 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 technique seperti yang dikembangkan dalam penelitian ini. mengamati kegiatan. kemampuan menulis. (3) bertanya (langkah yang mengarahkan mahasiswa untuk membuat pertanyaan sesuai dengan bacaan). (3) kegiatan membaca dimonopoli oleh sebagian kelompok mahasiswa yang berkemampuan baik. (2) mengklarifikasi (langkah yang dilaksanakan oleh peneliti yang bertujuan menambah kosakata mahasiswa). Program Studi Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako menawarkan mata kuliah Membaca Pemahaman yang dibagi menjadi Membaca I. dan menetapkan kriteria keberhasilan). dan mata kuliah Membaca lebih khusus diajarkan di tingkat universitas. merancang rencana pembelajaran. (2) kesulitan mahasiswa dalam memahami teks. (5) bekerja kelompok (berguna untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa). Dengan hasil penelitian yang baik maka disarankan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako agar membiasakan berdiskusi dan berbagi ide dengan temantemannya ketika mengalami masalah dalam pembelajaran. kemudian pada siklus 2 respon mahasiswa adalah 100%. peneliti bekerjasama dengan salah seorang dosen Membaca Pemahaman pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako. Penelitian ini telah dilaksanakan dalam dua siklus. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi RT dalam membaca pemahaman efektif menyelesaikan masalah mahasiswa. Hal ini berarti bahwa terdapat sekitar dua puluh mahasiswa yang memperoleh nilai ≥80. Membaca II. Respon mahasiswa pada siklus 1 adalah 97% dari jumlah mahasiswa aktif dalam kegiatan pembelajaran menggunakan strategi RT. dan (6) pemberian tes (praktik mandiri yang menggunakan strategi RT yang mana mahasiswa diharapkan dapat menerapkan strategi secara individu dan mandiri). Hal ini berarti bahwa mahasiswa aktif dalam kelas resiprokal membaca pemahaman. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas kolaborasi (PTK) yang terdiri dari perencanaan (merancang prosedur pengajaran untuk menerapkan strategi Pengajaran Resiprokal. agar melaksanakan tiga tahap dalam pengajaran .

Berdasarkan penemuan dari penelitian ini. membaca kreatif. serta teknik mengajar yang kurang vareatif. para siswa diharapkan mampu memahami teks bacaan yang mereka baca. pemahaman membaca. menemukan informasi tertentu. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa siklus yang terdiri dari kegiatan yang meliputi. strategi “GRASP” .31 pada akhir siklus kedua. Pelaksanaan (Implemanting) sekaligus Pengamatan (Observing) dan Refleksi (Reflecting) yakni melakukan analisa hasil penelitian untuk menentukan apakah criteria keberhasilan sudah tercapai atau belum. Kata kunci: strategi pengajaran resiprokal. Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan memahami bacaan para siswa kelas XI MAN Temanggung Jawa Tengah. pemahaman membaca Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca Siswa Kelas II MAN Temanggung melalui Strategi “GRASP” Muslih Abstrak Membaca merupakan salah satu dari keterampilan berhahasa yang harus diajarkan kepada muridmurid Sekolah Menengah Atas dalam pelajaran Bahasa Inggris. Melalui proses belajar mengajar membaca. Kata kunci: meningkatkan. Ada 2 macam criteria yang ditetapkan untuk menentukan bahwa penelitian dianggap berhasil yaitu nilai rata-rata kemampuan membaca siswa meningkat dari 56. terbatasnya jumlah kosakata bahasa Inggris yang mereka kuasai. kemampuan memahami bacaan para siswa kelas XI MAN Temanggung dapat ditingkatkan. Sementara penelitian ini dikhususkan pada Analytical dan Hortatory Exposition text sebagai text type atau jenis-jenis text yang harus diajarkan kepada siswa siswi kelas dua Sekolah Menengah Atas. Oleh karena itu. kurangnya kemampuan siswa dalam menguasai keterampilan membaca. descriptive text dan lain-lain. dan membaca ekstensif.00 pada saat preliminary study menjadi 73. disarankan kepada peneliti berikutnya agar melaksanakan penelitian di tingkat mahir membaca pemahaman seperti membaca kritis. dan siswa terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI Bahasa 2 MAN Temanggung semester kedua pada tahun ajaran 2008/2009. Masalah utama yang mesti dicari solusinyanya adalah “Bagaimana Strategi GRASP dapat meningkatkan kemampuan memahami bacaan siswa kelas XI MAN Temanggung?” Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah bahwa dengan menerapkan dan mengadaptasi Strategi GRASP yang terdiari dari 4 langkah. meningkatkan. rendahnya motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris. Terakhir.Program Studi S2 ING 255 sambil memberikan perbaikan terhadap pekerjaan mahasiswa. Para peneliti yang akan datang disarankan untuk menerapkan Strategi GRASP kepada siswa siswi kelas X ataupun kelas XII dan juga disarankan untuk menerapkan strategi tersebut untuk beberapa jenis text yang lain seperti review. untuk meningkatkan kemampuan mebaca siswa. Akan tetapi berdasarkan study pendahuluan ditemukan bahwa siswa siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Temanggung masih mengalami kesulitan dalm menemukan gambaran umum dari suatu bacaan. kegiatan pendahuluan (Preliminary study). report. Dalam hal ini Guided Reading and Summarizing Procedure atau disingkat GRASP diterapkan untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan kemampuan memahami bacaan. Perencanaan (Planning). guru-guru bahasa Inggris disarankan untuk menerapkan strategi GRASP dalam kegiatan belajar megajar membaca karena strategi GRASP terbukti dapat meningkatkan kemampuan memahami bacaan para siswa. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakn secara berkolaborasi atau bekerjasama dengan guru bahasa inggris yang mengajar dikelas yang dijadikan sebagai subyek penelitian. penerapan sebuah metode atau strategi yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar membaca sangatlah diperlukan. menemukan pokok pikiran serta menemukan informasi yang tersurat dan tersirat.

46. Rancangan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus secara kolaboratif dimana peneliti dibantu oleh guru kolaborator didalam melakukan penelitian. Adapun tujuan dari pada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana metode cooperative STAD dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi membaca pemahaman siswa. siswa dibagi kedalam beberapa kelompok yang terdiri dari empat orang untuk satu kelompok yang digabung berdasarkan tingkat kemampuan. prestasi. Siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bima masih mengalami kesulitan dalam menemukan gambaran umum dan khusus. dan yang lebih khusus adalah mempersiapkan anggota kelompok untuk menghadapi tes. catatan lapangan. Untuk memperoleh data penelitian. menemukan informasi tertentu. 2004). dan guru bahasa inggris jarang sekali menggunakan media untuk menunjang kegiatan belajar. dan menulis (Depdiknas. Kata kunci: metode cooperative STAD. Pengajaran bahasa Inggris diarahkan pada penguasaan empat keterampilan berbahasa yakni mendengarkan. Berkaitan dengan hal tersebut. Fungsi dan tujuan utama pembagian kelompok tersebut adalah untuk memastikan bahwa semua anggota kelompok belajar. menemukan pokok pikiran serta menemukan informasi yang tersurat dan tersirat didalam naskah bacaan. Oleh karena itu. rendahnya pengetahuan guru bahasa inggris terhadap metode pembelajaran yang dapat motivasi siswa dalam memahami materi yang disampaikan. perolehan nilai ratarata melebihi criteria ketuntasan yang telah ditentukan dengan skor rata-rata 72. Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode cooperative STAD dalam pengajaran membaca pemahaman dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa.44. dan mengadakan test pada siswa. berbicara. disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan metode cooperative STAD untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa dan mengurangi kesulitannya didalam memahami isi bacaan. Sementara pada akhir Siklus 2. berdasarkan hasil study pendahuluan ditemukan bahwa pengajaran membaca pada MAN 1 Kota Bima tidak memberdayakan siswa untuk terampil dalam memahami isi bacaan. Prosedur pelaksanaan penelitian adalah terdiri dari empat tahapan: tahap pertama adalah perencanaan. Membaca adalah merupakan salah satu dari keterampilan berhahasa yang harus diajarkan kepada siswa-siswi Sekolah Menengah Atas. Penelitian dilakukan di dalam satu kelas yang terdiri dari empat puluh dua siswa yang secara keseluruhan dijadikan subyek penelitian. Kemudian pada akhir Siklus 1 nilai rata-rata siswa masih belum mencapai kriteria ketuntasan belajar. dan jenis kelamin. dan kepada siapa saja yang berminat menggunakan metode cooperative STAD pada Penelitian Tindakan Kelas. Dalam penerapan metode cooperative STAD. Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh adanya peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada akhir Siklus 2. materi yang disajikan di dalam buku adalah sulit dipahami siswa. kedua adalah penerapan. Skor rata-rata peroleh siswa pada tes pendahuluan adalah 58. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor yang antara lain. membaca pemahaman . peneliti menggunakan beberapa instrument penelitian yang antara lain angket. guru bahasa inggris tidak menyederhanakan dan mengembangkan materi yang disajikan di dalam buku paket yang sesuai kebutuhan siswa. Selanjutnya disarankan pula untuk mempelajari bagaimana cara menggunakan metode cooperative STAD tersebut pada keterampilan-keterampilan bahasa yang lainnya. pemerintah Indonesia telah menetapkan bahawa bahasa Inggris adalah merupakan mata pelajaran wajib yang diajarkan pada siswa sekolah menengah pertama maupun sekolah menengah atas. dan yang terakhrir adalah refleksi. sangat disarankan kepada siswa bahwa hasil penelitian ini akan memberikan langkah-langkah kepada mereka sebagai fariasi metode dalam kegiatan belajar yang dapat meningkatkan membaca pemahaman mereka. Disamping itu.256 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Penggunaan Metode Pembelajaran Cooperative STAD Untuk Meningkatkan Prestasi Membaca Pemahaman Siswa MAN 1 Kota Bima Najamuddin Abstrak Menyadari akan pentingnya penguasaan bahasa inggris dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. Kemudian kepada peneliti berikutnya. lembar observasi. ketiga adalah melakukan pengamatan. penelitian ini dirancang dalam upaya untuk meningkatkan prestasi siswa didalam membaca pemahaman. ketrampilan. disarankan kepada guru bahasa inggris terutama yang mengajar bahasa inggris pada MAN 1 Kota Bima agar menerapkan metode tersebut di dalam kelasnya khususnya dalam pengajaran membaca pemahaman. Dengan melihat kelebihan maupun kelemahan dari pada penggunaan metode cooperative STAD didalam pengajaran membaca pemahaman. rendahnya motifasi siswa dan kadang-kadang mereka pasif mempelajari bahasa inggris. membaca. Adapun tujuan dari pada pengajaran membaca pada siswa-siswi Sekolah Menengah Atas adalah untuk membantu mereka memahami naskah bacaan dan materi-materi tertulis lainnya dalam bahasa inggris.

13) memberikan model kepada siswa bagaimana menyebutkan kata dengan benar. 14) memberikan lembar penilaian diri dan lembar kerja kepada siswa. Tiga pertemuan untuk membaca (memahami tiga cerita). 9) mengidentifikasi dan menganalisa semua aspek dari teks narrative bersama dengan para siswa. Guru-guru bahasa Inggris disarankan untuk menerapkan teknik tersebut dalam pengajaran speaking atau skill lain seperti listening dan writing. Karena itu. rekaman. pencapaian speaking siswa dalam hal nilai (menceritakan cerita secara perorangan). Instrumen penelitian dalam pengumpulan data adalah lembar pengamatan. dan meningkatkan pencapaian – nilai– berbicara siswa. Disamping itu. Berdasarkan temuan dapat disimpulkan bahwa teknik bercerita menggunakan puppets sangat efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam process belajar-mengajar. Mengenai kriteria kedua yaitu jika 65% siswa memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 65. 11) memberikan voucher bagi para siswa yang mau menjawab dan menjelaskan sesuatu mengenai cerita tersebut. 17) memberikan lembar penilaian antar sesama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik tersebut berhasil dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa. catatan lapangan. Kriteria pertama adalah jika 65% siswa berpartisipasi atau terlibat aktif dalam proses berlaja mengajar. atau jika mereka mempunyai ide. dan analisa data menjelaskan bahwa 83% siswa terlibat aktif. dan respon siswa terhadap penerapan teknik bercerita menggunakan puppets. 4) memberikan siswa fotokopi teks narrative. 22) merekam suara siswa dan menilai penampilan mereka. tiga pertemuan berikutnya untuk berbicara (memperaktekkan cerita menggunakan puppets dalam kelompok). 15) menyanyikan lagu berhubungan dengan cerita. jika 75% siswa memiliki respon yang baik terhadap penerapan tehnik bercerita menggunakan puppets. lembar penilaian antar sesama. mereka tidak tahu bagaimana mengekspresikan ide tersebut. penemuan menunjukkan bahwa 87% siswa telah mencapai nilai lebih dari 65. 3) membagi siswa menjadi kelompok kelompok. 19) memotivasi siswa untuk melafalkan cerita kembali di rumah.Program Studi S2 ING 257 Teknik Bercerita Menggunakan Puppets Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa MTsN Tangerang II Pamulang Nalti Nasution Abstrak Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di MTsN Tangerang II Pamulang ditemukan bahwa kemapuan berbicara siswa tahun 2008-2009 di kelas VIII-7 masih belum memuaskan. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus terdiri atas sembilan pertemuan. Kepala sekolah diharapkan dapat menyediakan fasilitas dan alat-alat untuk membuat media yang dapat di pakai dalam kegiatan belajar-mengajar untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam belajaar . dan angket. 21) memberikan lembar penilaian sesama untuk menilai teman. 10) mendiskusikan pesan atau nilai moral dari teks tersebut bersama dengan siswa. dan jarang membuat mediamedia pengajaran. Semua itu dikarenakan kurangnya kosa-kata. Siswa-siwa terlihat pasif dalam proses belajar-mengajar speaking. penampilan berbicara siswa menggunakan rubrik penilaian. 16) mencontohkan cara bercerita kepada siswa dengan menggunakan irama musik. temuan penelitian menjelaskan bahwa 89% siswa memperlihatkan respon baik terhadap teknik tersebut. dan kurang praktek berbicara bahasa Inggris. Untuk kriteria terakhir. teknik tersebut meningkatkan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris. Kriteria sukses ditentukan berdasarkan partisipasi siswa dalam proses belajar-mengajar. Memberikan motivasi dari luar sangatlah diperlukan karena hal tersebut dapat membantu motivasi dari dalam diri siswa untuk belajar bahasa Inggris. 2) menanyakan tentang gambar atau puppets tersebut. 20) meminta siswa menceritakan cerita tersebut dengan menggunakan puppets secara individu di depan kelas. 5) menugaskan siswa membaca teks dengan pelan. Disamping itu. Berhubungan dengan cerita dan puppets sebagai media dan materi pengajaran. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara melalui teknik bercerita menggunakan puppets dalam hal isi cerita dan penyampaian cerita. 7) menanyakan cerita atau/dan mendiskusikan kosa-kata dan tata bahasa (kata kerja atau keterangan waktu yang digunakan dalam teks tersebut). kurang paham tata-bahasa. tidak hanya sesuai dengan kebutuhan siswa tetapi juga dapat memotivasi siswa dalam belajar bahasa. 18) meminta siswa memperaktekkan cerita dan bercerita menggunakan puppets dalam kelompok kecil. 6) mendiskusikan teks dalam kelompok berhubungan dengan topik and kata-kata sulitnya. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII7 MTsN Tangerang II Pamulang. guru menggunakan teknik pengajaran yang monoton. penelitian tindak kelas ini dilakukan untuk mengatasi masalah siswa dalam berbicara. 12) meminta siswa membaca teks dengan keras. dalam hal ini menilai penampilan guru. lembar penilaian diri. Siswa tidak mempunyai ide atau inisiatif untuk berbicara. Penerapan teknik bercerita menggunakan puppets dalam pengajaran berbicara terdiri aras beberapa langkah: 1) menujukkan gambar pada slide atau menunjukkan puppets. dan tiga pertemuan terakhir untuk bercerita menggunakan puppets di depan kelas secara individu. para guru disarankan menyediakan media dan materi yang menarik dan bagus. karena kriteria sukses telah tercapai. 8) memberikan siswa fotokopi daftar kata-kata yang berhubungan dengan cerita.

Terakhir. Disamping meyediakan berbagai jenis buku cerita berbahasa Inggris baik lokal maupun asing di perpustakaan untuk memperkaya jumlah bacaan siswa sangatlah diperlukan. hal ini bisa diputuskan bahwa siswa yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan mencapai prestasi lebih tinggi dalam pemahaman membaca dan kecepatan membaca dari pada siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan. Semua F-rasio yang dicapai dalam uji hipotesis menunjukkan tingkat signifikan lebih tinggi pada p<. kedua kelompok diberi tes akhir dengan menggunakan instrument seperti yang dipakai dalam tes awal. eksperimental dan kontrol diberi sebuah tes awal. calon peneliti disarankan melakukan penelitian dengan menerapkan teknik bercerita menggunakan puppets atau media lain dalam keterampilan berbahasa yang lain pula atau dengan menggunakan rancangan penelitian yang lain. Peneliti-peneliti yang akan datang disarankan untuk menggunakan hasil temuan ini sebagai dasar dalam melakukan riset-riset berikutnya dengan topik yang sama. sedangkan kelompok kontrol diajar pemahaman membaca dan kecepatan membaca dengan tanpa kegiatan membaca ekstensif tambahan. Instrumen penelitian ini dengan menggunakan 30 butir soal yang berbentuk pilihan ganda dengan meliputi materi membaca pemahaman untuk kelas IX semester dua. Berdasarkan penemuan-penemuan dalam eksperimen ini. kemudian kelompok eksperimental diajar pemahaman membaca dan kecepatan membaca dengan menggunakan kegiatan membaca ekstensif tambahan. Sehubungan dengan ditolaknya hipotesa nol. Dengan kata lain. Karena nilai F-rasio hasil perhitungan lebih tinggi secara signifikan dibanding dengan nilai F Tabel (3. 36 siswa ditetapkan di kelompok eksperimental sedangkan sisanya 36 siswa ditetapkan di kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental nonrandomized control group pretestposttest. Guru bahasa Inggris seharusnya mempertimbangkan manfaat dari kegiatan membaca ekstensif dalam meningkatkan pemahaman membaca dan kecepatan membaca. (1) prestasi pemahaman membaca siswa yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan tidak lebih tinggi secara signifikan dari prestasi siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan. maka sebagai konsekwensinya hipotesis alternative diterima. Selanjutnya. Pertanyaan utama yang perlu dijawab adalah: (1) "Apakah siswa kelas IX MTs Negeri Pamekasan 1 yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan mencapai pemahaman membaca lebih tinggi bila dibandingkan dengan siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan?" (2) "Apakah siswa kelas IX MTs Negeri Pamekasan 1 yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan mencapai kecepatan membaca lebih tinggi bila dibandingkan dengan siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan?" Jawaban sementara untuk kedua pertanyaan utama tersebut dirumuskan dalam bentuk hipotesis-hipotesis yang menyatakan sebagai berikut: (1) siswa yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan mencapai pemahaman membaca secara signifikan lebih tinggi dari pada siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan. mengajar membaca dengan memberikan kegiatan membaca ekstensif tambahan lebih efektif bila dibandingkan dengan tanpa memberikan kegiatan membaca ekstensif tambahan. . Kedua kelompok tersebut. Setelah itu.258 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 bahasa Inggris khususnya kemampuan berbicara. (2) prestasi kecepatan membaca siswa tidak lebih tinggi secara signifikan dari prestasi siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan. Kata kunci: teknik bercerita menggunakan puppets. kemampuan berbicara Efektifitas Kegiatan Membaca Ekstensif dalam Meningkatkan Pemahaman Membaca dan Kecepatan Membaca Teks Bahasa Inggris Pada Siswa-Siswa Kelas IX MTs Negeri Pamekasan 1 Nanang Rohmat Busthomi Abstrak Studi ini dilakukan untuk menentukan efektifitas kegiatan membaca ekstensif di dalam meningkatkan pemahaman membaca dan kecepatan membaca. Dengan demikian. Nilai F-rasio pada hipotesis pertama diperoleh angka 16. data yang berbentuk skor pencapaian siswa dianalisa dengan menggunakan ANOVA satu jalur. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX MTs Negeri Pamekasan 1 yang berjumlah 72 siswa.69. ada beberapa saran yang tujukan pada guru-guru bahasa Inggris dan peneliti-peneliti yang akan datang.98) maka hasil tersebut merupakan cukup bukti untuk menolak hipotesis nol.25 dan hipotesis kedua diperoleh nilai 27. dan (2) siswa yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan mencapai kecepatan membaca secara signifikan lebih tinggi dari pada siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan.05 (df 70).

(5) meminta siswa untuk menebak kartu deskripsi –kegiatan ini digunakan sebagai kompetisi untuk meningkatkan motivasi siswa. interview dan tugas menulis. menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks deskriptif siswa kelas II masih kurang memuaskan dan siswa mempunyai motivasi yang rendah untuk berpartisipasi dalam kegiatan tugas menulis.6%. (9) meminta siswa mengedit kosakata yang digunakan. catatan lapangan. Kata kunci: permainan tebak-tebakan. implementing. Hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa strategi permainan tebak-tebakan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis. (7) meminta siswa membuat draf secara individu dengan strategi yang sama dalam membuat kartu deskripsi. dan reflecting. Berdasarkan hasil temuan. pemahaman membaca. Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana permainan tebak-tebakan digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas II MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik dalam menulis teks deskriptif?” Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaborasi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar menulis melalui strategi permainan tebak-tebakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model strategi permainan tebak-tebakan yang sesuai untuk pengajaran menulis teks deskriptif meliputi langkah-langkah berikut: (1) membagi siswa dalam beberapa kelompok kecil terdiri dari 3-4 siswa. Bagi para peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian dengan menerapkan strategi tebak-tebakan dalam pengajaran menulis pada jenis teks yang lain. Masalah dalam penelitian ini adalah “ Bagaimana strategi permainan tebak-tebakan digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas II MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik dalam menulis teks deskriptif?” Subjek penelitian ini adalah para siswa kelas VIII MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik tahun pelajaran 2008/2009.Program Studi S2 ING 259 Kata kunci: kegiatan membaca ekstensif. kemampuan menulis . observing. Tiap siklus meliputi tiga pertemuan. kuisioner. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu lembar observasi.07 dan prosentase siswa yang nilainya di atas skor yang ditargetkan adalah 82. Pada siklus 1 nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 5. (10) meminta siswa membaca hasil tulisan di depan kelas (10) melakukan refleksi terhadap proses belajar mengajar kemampuan menulis. Strategi ini dipilih karena mampu membuat siswa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar sehingga mampu membantu meningkatkan kemampuan menulis siswa. (2) menyiapkan beberapa gambar atau benda kecil dan meminta salah satu siswa dari tiap kelompok untuk memilih gambar atau benda yang dimasukkan dalam sebuah amplop. (3) meminta siswa untuk membuat daftar kosakata berdasarkan gambar atau benda yang dipilih. Disamping itu. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu. Peningkatan dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata siswa dalam menulis dan juga jumlah siswa yang nilainya dapat mencapai skor minimal untuk writing.4%.83 dan prosentase siswa yang nilainya di atas skor yang ditargetkan adalah 43. strategi permainanan tebak-tebakan dapat meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa selama mengerjakan tugas menulis. kecepatan membaca Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas II MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik Melalui Permainan tebak-tebakan (Guessing Games) Nif ‘atul Aula Abstrak Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada permasalahan yang dialami oleh peneliti sebagai guru Bahasa Inggris di MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik. disarankan bagi para guru untuk menggunakan strategi permainan tebaktebakan untuk meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa dalam pengajaran menulis. Pada siklus 2 nilai rata-rata menjadi 7. (4) meminta siswa untuk menyusun kalimat dari daftar kata yang diperoleh untuk membuat kartu deskripsi. (6) menyiapkan dan mendiskusikan model teks. planning. Berdasarkan pengamatan pada siswa kelas II MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik. (8) meminta siswa merevisi draf yang difokuskan pada isi dan susunan.

peneliti menyajikannya dalam bab terakhir dari laporan penelitian ini. prestasi belajar. cakupan bidang penelitian. efek. efek media terhadap situasi belajar. yaitu kelompok kontrol dan eksperimen. yaitu isi. penyusunan komposisi. berdasarkan asal kelasnya. Selanjutnya. Instrument lain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Selanjutnya. analisis yang didasarkan pada jawaban siswa sebagai respon terhadap pertanyaan di kuesioner menyimpulkan bahwa para siswa cenderung bersikap positif terhadapnya. bila dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan tidak menggunakan multimedia. baik skor keseluruhan maupun pada aspek-aspek menulis. Kata kunci: multimedia. Strategi ini dipilih karena beberapa alasan. ketidakmampuan dalam membuat kalimat dan kesukaran untuk memulai menulis. Sebelum perlakuan. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental semu. daftar cek pengamatan dan catatan pengamatan lapangan untuk mengukur sikap (positif atau negatif) dan motivasi siswa terhadap penggunaan multimedia. dan fenomena kehomogenan pada kelompok eksperimen setelah pemberian perlakuan yang ditemukan dalam penelitian ini. faktor yang berpengaruh dalam pembelajaran. Delapan puluh siswa terpilih dari jumlah total dua ratus tiga puluh delapan siswa yang berasal dari dua kelas berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai subjek penelitian. Setelah analisis data. dan penerapan media dalam pembelajaran sesungguhnya. subyek penelitian kembali mengerjakan post-tes dengan sosal yang sama untuk mengukur efek perlakuan pada masing-masing kelompok. Pertama. non-multimedia. Penelitian ini dirancang untuk memperbaiki keterampilan menulis dalam bahasa Inggris melalui penerapan strategi dialog jurnal. Setelah penelitian. penggunaan kosakata yang tepat. disimpulkan bahwa penggunaan multimedia mempunyai efek yang signifikan terhadap prestasi belajar. strategi dialog jurnal memberikan kegiatan menulis yang menarik kepada siswa. yaitu: kemenarikan media tersebut. Sulawesi Barat Nurdin Abstrak Berdasarkan studi pendahuluan yang dilaksanakan di MTsN Tinambung Sulawesi Barat diketahui bahwa siswa-siswa sekolah tersebut mempunyai masalah dalam belajar menulis dalam bahasa Inggris. dimana siswa dapat dengan bebas menulis apa . Dalam kuesioner yang mencakup lima faktor keterkaitan multimedia dengan pembelajaran Bahasa Inggris di kelas. sikap Menggunakan Strategi Dialog Jurnal untuk Memperbaiki Keterampilan Menulis dalam Bahasa Inggris Siswa Kelas Dua MTsN Tinambung Polewali Mandar. penelitian ini juga menyarankan beberapa pengarahan bagi penelitian lanjutan terkait dengan desain penelitian. hampir seluruh siswa menyatakan sikap positifnya. implementasi multimedia dalam kelas menulis lebih efektif bila dibandingkan dengan non-multimedia untuk meningkatkan prestasi belajar. subyek penelitian mengerjakan pre-tes untuk mengetahui kemampuan awal mereka dan untuk memastikan bahwa kedua kelompok tersebut setara. yaitu multimedia dan non-multimedia. yaitu siswa yang diajar dengan menggunakan multimedia memperoleh skor yang lebih tinggi. terhadap kemampuan menulis paragraph deskriptif oleh siswa-siswa kelas 7 SMPN 37 Semarang pada tahun ajaran 2008/2009. Berkenaan sikap belajar siswa dalam kelas menulis. Masalah tersebut adalah kurangnya motivasi dalam belajar. Kontribusi praktikal dari penelitian ini adalah penggunaan multimedia dalam kelas menulis bisa menjadi pilihan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Mereka terbagi dalam dua kelompok penelitian.260 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Efek Multimedia untuk Membantu Proses Mengajar Menulis Paragraf Deskriptif di SMPN 37 Semarang Nur Khamim Abstrak Penelitian ini merupakan sebuah investigasi terhadap efek penggunaan media. Dengan kata lain. Terkait implikasi kependidikan dan saran-saran bagi penelitian lanjutan. pengamatan yang dilakukan oleh kolaborator menyimpulkan bahwa kelompok eksperimen cenderung lebih termotivasi dalam pembelajaran bila dibandingkan dengan kelompok kontrol yang ditunjukkan dengan pencapaian skala yang lebih tinggi untuk partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kovarian (ANAKOVA) untuk membandingkan skor rata-rata kedua kelompok dengan skor pre-tes sebagai kovariannya. dan tata bahasa. efek media terhadap pemahaman materi belajar.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas delapan MTs Muhammadiyah 1 Jombang dalam menulis teks deskriptif dengan menggunakan strategi “Put Yourself in the Picture”. (7) menunjukkan kepada siswa model-model dialog jurnal. penelitian tindakan kelas diimplementasikan dengan 4 langkah. peneliti dan kolaborator bekerja sama merancang rencana pembelajaran. dengan mengikuti prosedur penelitian dalam penelitian tindakan kelas: perencanaan. kosa kata dan tata bahasa. mereka diharapkan dapat menulis dengan baik karena adanya kegiatan menulis yang berlangsung secara teratur dan terus-menerus. Permasalahan utama yang dihadapi oleh guru bahasa Inggris adalah bagaimana memotivasi siswa untuk menulis materi yang menyenangkan. fikiran dan perasaan. disarankan agar guru memberikan daftar topik yang bisa ditulis oleh siswa. kemampuan menulis Implementasi Strategi “Put Yourself in the Picture” untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Bahasa Asing Siswa Kelas 2 MTs Muhammadiyah 1 Jombang Pryla Rochmah Wati Abstrak Menulis adalah salah satu keahlian yang mendukung kesuksesan dalam pembelajaran bahasa. (4) menunjukkan kepada siswa model-model kalimat dan paragraph. jumlah siswa yang skornya 60 atau lebih. dan (4) pada kegiatan-kegiatan awal menulis jurnal. Berkenaan dengan skor akhir. (8) memberikan penjelasan tentang dialog jurnal. Subjek penelitian adalah siswa kelas dua MTsN Tinambung Polewali Mandar. (5)meminta siswa untuk membandingkan antara kalimat dan paragraph mereka dengan model kalimat dan paragraph yang ditunjukkan. Sulawesi Barat?” Penelitian ini menerapkan desain penelitian tindakan kelas yang di dalamnya. dan refleksi. beberapa saran diajukan sebagai berikut: (1) guru bahasa Inggris disarankan agar menggunakan strategi dialog jurnal dalam mengajarkan bahasa Inggris. (2) dalam menerapkan strategi dialog jurnal. (9)menunjukkan kepada siswa daftar topic untuk ditulis dalam jurnal. kemampuan dalam menulis paragraf masih jauh dari yang diharapkan. Perbaikan keterampilan itu dapat dilihat dari jumlah tulisan siswa yang semakin baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. penerapan. (2) meminta siswa menceriatakan sesuatu. khususnya menulis. Berdasarkan hasil penelitian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dialog jurnal dapat memperbaiki keterampilan menulis siswa dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu. menerapkan tindakan. Contoh-contoh kalimat dan paragraf juga perlu ditunjukkan kepada siswa. guru seharusnya yakin bahwa siswa telah menguasai kosa kata dasar dan konsep-konsep dasar kalimat dan paragraf. (3) meminta siswa untuk menuliskan apa yang telah mereka ceritakan. Prosedur penerapan strategi dialog jurnal dalam penelitian ini adalah: (1)mengarahkan siswa ke topik pelajaran dengan memberikan beberapa pertanyaan. siswa-siswa menunjukkan kemajuan di empat aspek keterampilan menulis: isi. Dengan menulis jurnal. Strategi ini dipilih karena dapat menuntun siswa dalam menuangkan ide ke dalam sebuah tulisan dengan cara menempatkan dirinya dalam sebuah gambar. bertambah dari pre-test ke post-test. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Sulawesi Barat. Berkenaan dengan kualitas. Juga bias dilihat dari skor akhir dari siswa. (3) guru seharusnya menunjukkan contohcontoh dialog jurnal kepada siswa. Siswa juga dapat berkomunikasi dengan guru melalui tulisan karena guru memberikan tanggapan terhadap tulisan-tulisan siswa. dan (11) meminta siswa untuk menulis jurnal mereka sendiri di rumah. kegiatan seharihari atau pengalaman mereka. (10) meminta siswa untuk menulis berdasarkan topic yang mereka pilih. Masalah dalam penelitian ini adalah ‘Bagaimana strategi “Put Yourself in the Picture” dapat dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks deskriptif siswa kelas dua MTs Muhammadiyah 1 Jombang?’ Untuk mencapai tujuan tersebut. siswa mempunyai banyak kesempatan untuk berlatih menulis. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. siswa dapat menulis beragam topic dengan jumlah kalimat dan paragraph yang terus bertambah di setiap entri. organisasi. Tiap . (6) meminta siswa untuk menuliskan ulang kalimat dan paragraph mereka. Berkenaan dengan kuantitas. tahun akademik 2008-2009. Kata kunci: dialog jurnal. mengobservasi dan melakukan refleksi. Oleh karena itu. pengamatan dan refleksi. Akhirakhir ini.Program Studi S2 ING 261 saja yang disukai seperti ide. yaitu perencanaan. observasi. pelaksanaan. pembelajaran menulis sering diabaikan. Subjek penelitian ini adalah 15 siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah 1 Jombang tahun pelajaran 2008/2009. Masalah penelitian dirumuskan sebagai berikut: “Bagaimana strategi dialog jurnal dapat memperbaiki keterampilan menulis dalam bahasa Inggris siswa kelas dua MTsN Tinambung Polewali Mandar. umpamanya.

dapat disimpulkan bahwa strategi “Put Yourself in the Picture” tidak hanya efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa namun juga dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. dan (4) menganalisa dan merefleksi. (3) mengamati tindakan. dan terlibat aktif dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan strategi “Put Yourself in the Picture”. Di samping itu. Nilai rata-rata siswa adalah 4. (10) meminta siswa untuk melakukan konfrensi kecil dengan gurunya dan (11) meminta siswa untuk mengedit draf kasar sebagi rujukan dalam menulis karangan akhir mereka. (3) meminta siswa untuk bekerja dalam kelompok. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu lembar observasi. Kata kunci: strategi “Put Yourself in the Picture”. kuisioner dan porto folio. catatan lapangan. disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan strategi “Put Yourself in the Picture” yang bermanfaat dalam memeberikan kemudahan bagi siswa untuk menentukan ide dalam membuat tulisan. Preposition) kepada siswa sebelum mereka menulis draf kasar.00 pada siklus kedua.53 pada siklus pertama. (4) menjelaskan kepada siswa tentang tugas mereka di dalam kelompok. Peneliti bekerjasama dengan seorang kolaborator dalam hal merancang rencana pembelajaran.262 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 siklus terdiri atas tiga pertemuan. 54. menentukan kriteria kesuksesan belajar. menjadi 68. Akhirnya. melaksanakan dan mengobservasi kegiatan mengajar serta merefleksi data yang didapat dari proses pengajaran dan pembelajaran.13 sedangkan kreteria ketuntasan minimum adalah 6. kuisener dan lembaran wawancara untuk siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas dua MTsN Lamala Central Sulawesi tahun pelajaran 2008-2009. siswa antusias. Diketahui bahwa kemampuan menulis siswa masih rendah. Peningkatan itu ditandai oleh peningkatan nilai rata-rata menulis siswa dari 46. (7) memberikan dan menjelaskan suatu model teks deskriptif beserta ciri-ciri kebahasaannya (Simple Present Tense. disarankan agar penelitian-penelitian selanjutnya difokuskan pada pengajaran menulis teks deskriptif di jenjang yang berbeda misalnya pada Sekolah Dasar dan teks naratif dan diterapkan pada genre yang berbeda misalnya teks naratif dan recount (jenis teks).00. kemampuan menulis. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa strategi “Put Yourself in the Picture” telah terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas 2 MTs Muhammadiyah 1 Jombang dalam menulis deskriptif teks. bersemangat. teks diskriptif Penggunaan Pendekatan Menulis Proses untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Paragraf Recount Siswa Kelas Dua MTsN Lamala Sulawesi Tengah Pudariati Abstrak Berdasarkan hasil studi awal yang dilaksanakan pada tanggal 21 sampai dengan 23 Juli 2008. (5) meminta siswa untuk menempatkan dirinya dalam gambar dan menjawab pertanyaan “Apa yang dapat kamu lihat dalam gambar?” dan “Apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang ada dalam gambar?” (6) meminta siswa untuk membuat kalimat berdasarkan daftar yang dibuat sebelumnya. Oleh karena itu. catatan lapangan. Tindakan dalam penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan prosedur sebagai berikut: (1) perencanaan tindakan. Jumlah siswa dalam kelas adalah 38 orang. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan sistim kolaborasi. (2) pelaksanaan tindakan. Data yang terkumpul dianalisis untuk memperoleh hasil penelitian. Model pendekatan menulis proses yang tepat dalam pengajaran menulis meliputi prosedur berikut: (1) memberikan siswa gambar kegiatan berangkai yang berwarna untuk membantu membangun pengetahuan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan dalam penerapan strategi “Put Yourself in the Picture” yang sesuai dalam pengajaran menulis meliputi langkah-langkah berikut: (1) mengarahkan siswa kepada topic yang akan dibahas dengan memberikan pertanyaan dan gambar (2) memperkenalkan strategi dan membagikan gambar dan lembar kerja kepada siswa.22 pada tugas awal. Rumusan masalah yang diformulasikan dalam penelitian ini adalah”How can process writing approach be used to improve the ability in writing recount paragraphs of the second year students of MTsN Lamala Central Sulawesi? Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf recount siswa kelas dua MTsN Lamala Sulawesi Tengah dengan menggunakan pendekatan menulis proses. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar format pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian. rubrik penilaian. (8) meminta siswa untuk menulis draf kasar (9) meminta siswa bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan draf dan merevisi draf teman mereka.

Dalam melakukan penelitian ini. (3) meminta siswa untuk bekerja kelompok untuk mempelajari struktur teks recount (4) mengajak siswa untuk mengungkapkan ide mereka dalam tekhnik clustering. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan menulis proses berhasil meningkatkan kemampuan dalam menulis paragraf recount siswa kelas dua MTsN Lamala Sulawesi Tengah. (10) meminta siswa untuk memeriksa grammar dan mekanik tulisan mereka dengan merujuk pada format petunjuk mengedit. Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini. Sehingga keberhasilan didalam membaca sangat penting bagi siswa. duapuluh empat (63. dan tahapan revising dan editing pada pertemuan ketiga. paragraf recount Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa MAN 2 Madiun Melalui Strategi SQ3R Purwatiningsih Abstrak Memebaca sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. peneliti menyarankan kepada guru-guru bahasa Inggris untuk menerapkan pendekatan menulis proses dalam pengajaran menulis. Peningkatan ini ditandai dengan meningkatnya partisipasi dan skor menulis siswa dalam kegiatan menulis. dan tahapan editing pada pertemuan ketiga.32%) dari tigapuluh delapan siswa yang memperoleh skor sama atau lebih tinggi dari 6. (5) menuntun siswa dalam menuangkan.Program Studi S2 ING 263 mereka tentang teks recount. hasil penelitian pendahuluan yang dilakukan di MAN 2 Madiun menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa belum memadahi. melakukan pengamatan. (2) Memberikan siswa model teks recount yang strukturnya sudah ditandai dengan jelas.00. peneliti bertindak sebagai praktisi dan guru kelas berperan sebagai pengamat. Pada siklus yang kedua. Penelitian ini dirancang untuk penelitian tindakan kelas secara kolaborasi yang melibatkan peneliti dan guru kelas yang berkolaborasi merancang rencana pembelajaran. Sehubungan dengan hasil tulisan siswa. Bagi siswa membaca diperlukan sebagai alat untuk mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan.00. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang berdasarkan prosedur penelitian tindakan kelas yang . Dengan alasan tersebut. Sementara di siklus kedua. Bagaimanapun. dan melakukan analisis dan refleksi.00 yang berarti bahwa kreteria keberhasilan telah tercapai. Hasil lembar pengamatan dan catatan lapangan menunjukkan bahwa pendekatan menulis proses dapat meningkatkan partisipasi siswa dimana sebagian besar siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran. mengimplementasikan rencana tindakan. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas sebelas MAN 2 Madiun Jurusan Bahasa tahun pelajaran 2008/2009 yang berjumlah 30 orang. memilih. (9) meminta siswa untuk saling menukar pekerjaan dengan pasangannya. Skor siswa dalam siklus pertama belum mencapai kreteria keberhasilan karna hanya ada sepuluh (26. Dan kepada para peneliti yang akan melaksanakan penelitian yang serupa disarankan untuk melakukan perubahan-perubahan dalam hal pemilihan jenis teks.16%) memperoleh nilai sama atau lebih tinggi dari 6. dan (11) meminta siswa untuk merapikan tulisan mereka. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tiga pertemuan. terbukti prestasi mereka masih relatif rendah dan belum memenuhi standar ketuntasan belajar minimal. Oleh karena itu penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kesulitan yang diharapi siswa dalam membaca pemahaman. penjelasan tentang recount teks dilakukan pada pertemuan pertama. telah ditetapkan dalam kreteria keberhasilan kedua bahwa 60% dari keseluruhan jumlah siswa harus mencapai skor sama atau lebih tinggi dari 6. dan mengatur ide mereka. maka SQ3R diterapkan pada pembelajaran membaca pemahaman untuk meningkatkan membaca pemahaman siswa. tahapan prewriting dan drafting dilakukan pada pertemuan pertama. (6) meminta siswa untuk menuangkan ide dalam bentuk kalimat dan mengatur kalimat tersebut dalam bentuk draft awal (7) meminta siswa untuk merevisi draft mereka dengan merujuk pada format petunjuk revisi (8) meminta siswa untuk berdiskusi dengan teman sekelas dan guru. media pengajaran dan prosedur pelaksanaan empat tahapan dalam pendekatan proses menulis. tahapan revisi pada pertemuan kedua. di Indonesia ketrampilan membaca diajarkan ditingkat SD sampai perguruan tinggi. Namun guru-guru harus mempertimbangkan model yang sesuai bagi siswa yang dapat memfasilitasi mereka dengan pengalaman belajar yang menyenangkan. Kata kunci: pendekatan menulis proses. kemampuan menulis. oleh karena itu membaca sangat bpenting untuk dipelajari. tahapan prewriting dan drafting pada pertemuan kedua. Sehubungan dengan pentingnya membaca bagi siswa. Pada siklus yang pertama.

peneliti dibantu oleh guru bahasa Inggris dalam mengobservasi proses belajar mengajar. dalam hal ini. kriteria kesuksesan juga ditentukan berdasarkan minat siswa terhadap kegiatan storytelling. Kriteria kesuksesan penelitian ini adalah peningkatan nilai listening siswa dan minat mereka terhadap penerapan teknik storytelling. Sebanyak 81% total siswa yang memperoleh nilai lebih dari 6 dan sebanyak 80% siswa memiliki respon yang positif terhadap penerapan teknik storytelling. beberapa saran ditujukan untuk guru dan peneliti yang akan datang. Selanjutnya hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa strategi SQ3R telah meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. 8) mengingat kembali informasi yang disimpan. ditemukan bahwa prestasi siswa dalam kegiatan menyimak masih belum memuaskan. peningkatan. checklist pengamatan. Bagi guru bahasa Inggris yang mempunyai masalah serupa diharapkan mereka dapat mengimplementasikan strategi SQ3R sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari nilai membaca siswa yang telah memenuhi standar ketuntasan belajar minimal. Dengan kata lain siswa yang terkategori sukses dalam pre-test sebanyak 33. 50% atau 15 dalam test 1. 64. Pertama. Disamping itu. observasi. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian yang berupa ceklist pengamatan. 3) menemukan arti dari kata-kata sulit. (6) . Kriteria kesuksesan tercapai jika 75% siswa memiliki respon yang positif terhadap penerapan teknik storytelling. analisis dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII F MTsN Model Amuntai. Kriteria kesuksesan tercapai jika 75% siswa mendapatkan nilai lebih dari 6. 9) melakukan laporan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang tepat untuk membelajarkan siswa dalam membaca pemahaman melalui strategi SQ3R meliputi beberapa tahap yang masing-masing terdiri dari beberapa kegiatan penting yang antara lain: 1) mengaktifkan latarbelakang pengetahuan sebelum membaca tek. pedoman wawancara. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa prosedur dari teknik storytelling yang efektif adalah (1) menunjukkan gambar berukuran 20x25 cm kepada siswa. implementasi. dan kuesioner. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana teknik storytelling bisa meningkatkan keterampilan menyimak siswa. 2) menggunakan gambar atau benda nyata sebagai alat pembelajaran. dna tes membaca pemahaman. Instrumen penelitian ini adalah tes menyimak. Kedua. Kepada peneliti yang akan datang. kemampuan membaca Meningkatkan Keterampilan Menyimak dalam Bahasa Inggris dengan Menggunakan Teknik Storytelling di Kelas Dua MTsN Model Amuntai Rahmah Fitriah Abstrak Berdasarkan hasil studi pendahuluan. Kesulitan tersebut disebabkan beberapa factor. (2) menanyakan tentang gambar.264 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 meliputi tahap perencanaan.3% atau 10 orang. 7) menyimpan semua informasi yang diperoleh dalam ingatan jangka panjang. Kata kunci: strategi SQ3R.5 dari tes 1 dan 78.7% atau 26 orang pada test 2. 4) membuat pertanyaan prediksi. Berdasarkan hasil penelitian di atas. kurangnya kreatifitas guru dalam menggunakan materi yang tersedia. mereka dianjurkan untuk membuat kajian penelitian serupa secara mendalam di tingkat pendidikan yang berbeda dengan tempat. dan jenis teks yang berbeda untuk mengetahui apakah strategi SQ3R juga efektif untuk meningkatkan prestasi membaca siswa. 5) membaca paragraph pembuka dan penutup. kriteria kesuksesan tercapai pada siklus kedua. subyek penelitan. 11) menulis hasil pembuktiannya. (3) memberikan kosakata kunci yang berkaitan dengan cerita. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. 10) membuktikan laporan yang dibuat dengan membaca teks. Penelitian ini diadakan dalam dua siklus. Peningkatan partisipasi siswa dalam pemebelajaran adalah 59% pada siklus1 dan 79% pada siklus 2. catatan lapangan. Beberapa kesulitan yang dialami siswa adalah memahami dan menemukan informasi rinci dalam teks yang mereka dengarkan.7 dari nilai tes 2. Adapun rata-rata nilai yang diperoleh siswa dari tiga kali tes adalah 59. Dengan penerapan teknik storytelling. Di samping itu hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi SQ3R sangat efketif untuk membangkitkan motivasi siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. (5) menanyakan kepada siswa tentang pemahaman mereka terhadap cerita. Setiap siklus dilaksanakan dalam tiga pertemuan. dan 86. kurang beragamnya teknik dalam mengajar menyimak. (4) mempraktekkan pengucapan kosakata.1 diperoleh dari pre-tes. 6) mencari jawaban dari pertanyaan yang telah dibuat. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa dengan menggunakan teknik storytelling.

disarankan kepada para dosen pengajar bahasa Inggris dan peneliti lain untuk merancang silabus keterampilan berbahasa Inggris lainnya yang berkaitan dengan studi Islam dikarenakan silabus yang baru dirancang ini mungkin perlu dievaluasi dan direvisi secara kontinyu sebagai . akan mudah bagi para pemakai silabus ini untuk membuat rencana dan materi pengajaran lainnya dikarenakan format dari rancangan silabus ini. penyajian presentasi singkat. juga tersedia didalamnya. kata keterangan. pelaporan informasi. penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah silabus yang sesuai untuk mengajarkan keterampilan berbicara kepada mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin. Kata kunci: keterampilan menyimak. dan kata penghubung. Prosedurnya melingkupi sembilan tahap pengembangan. dan (9) produk akhir. Produk akhir dari penelitian pengembangan ini berupa sebuah Speaking for Islamic Studies silabus untuk pengajaran bahasa Inggris. (3) pembuatan silabus purwa-rupa. dan melakukan diskusi kelompok kecil dan diskusi panel. seperti bentuk waktu kini dan lampau. Kalimantan Selatan. penceritaan kembali. Pengembang materi disarankan agar mengembangkan materi cerita untuk siswa MTs dengan mempertimbangkan karakter khusus mereka. Penelitian ini diakhiri dengan pemberian saran-saran. (2) perencanaan. Selanjutnya dapat dicermati bahwa panduan tersebut tidaklah memadai untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam hal konten keIslaman dan efisiensi pedagogisnya. dan sistem evaluasi.Program Studi S2 ING 265 mengulangi cerita sekali lagi agar siswa benar-benar memahami ceritanya. (7) revisi produk akhir. Empat model rencana pengajaran. dan (7) Menanyakan siswa tentang pendapat dan perasaan mereka terhadap ceritanya. mata kuliah ini juga menyajikan keterampilan berbicara dalam bertukar peran percakapan. Guru-guru bahasa Inggris MTs diharapkan menggunakan teknik storytelling sebagai teknik alternatif dalam mengajar untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa. Terakhir. muncullah suatu kebutuhan yang tidak dapat ditawar lagi akan perancangan sebuah silabus untuk mahasiswa di institusi Islam ini. bekerja berpasangan. yaitu: (1) analisa kebutuhan. (8) evaluasi (validasi ahli terhadap produk akhir yang telah direvisi). Silabus yang dirancang untuk mata kuliah ini mengacu kepada empat jenis teks (genre). Prosedur penelitian pengembangan dipakai di dalam penelitian ini. Silabus komunikatif berbasis genre ini terutama berisi gambaran singkat mata kuliah. Lebih lanjut. disarankan kepada kepala sekolah untuk menyediakan fasilitas berupa buku-buku cerita berbahasa Inggris dan cerita-cerita lokal di perpustakaan dan menyelenggarakan acara-acara yang berkaitan dengan penggunaan cerita. Selain itu. narasi. Lebih lanjut. di kelas Intensive English tahap B di IAIN Antasari Banjarmasin. maka keterampilan yang dilatih melingkupi keterampilan dasar berbicara yang dipadukan dengan fitur-fitur gramatikal dari jenis teks tersebut. Peneliti yang lain diharapkan untuk mengadakan penelitian tentang teknik storytelling untuk keterampilan berbahasa yang lain. yang telah divalidasi oleh dua orang ahli. terutama keterampilan berbicara. yang ruang lingkupnya adalah bahasa Inggris umum. (4) validasi ahli terhadap silabus purwa-rupa. teknik storytelling Sebuah Rancangan Silabus Kelas Speaking untuk Mata Kuliah Intensive English bagi Mahasiswa Tingkat Pertama di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin Raida Asfihana Abstrak Hasil dari survey pendahuluan yang dilakukan di institusi ini menunjukkan bahwa tidak ada silabus tertentu yang dapat dipakai untuk mengajarkan bahasa Inggris. pemilihan topik dan sub-topik. yang telah diuji-cobakan secara empiris dalam tahap uji coba. kata benda. termasuk didalamnya deskripsi tujuan pengembangan dan pemilihan tipe silabus. Model pengembangan silabusnya merupakan perpaduan dari Pengembangan Program Bahasa oleh Yalden (1987) dan tahap-tahap penelitian pengembangan oleh Borg and Gall (1983). dan ekposisi. kata sifat. kata kerja. Berdasarkan temuan studi ini. Dapat disimpulkan bahwa teknik storytelling telah terbukti mampu meningkatkan kemampuan menyimak siswa dalam hal memahami cerita dan menemukan informasi rinci dalam cerita. antara lain penceritaan. (6) uji coba. (5) pembuatan silabus pedagogis. mudah untuk ditafsirkan. Silabus ini berisi empat topik utama yang kemudian di rinci lagi menjadi sepuluh sub topik yang berkaitan dengan kepercayaan dan praktik-praktik budaya Islam. tujuan pengajaran. seperti lomba bercerita untuk meningkatkan minat siswa pada cerita berbahasa Inggris dan juga pada bahasa Inggris itu sendiri. Karena fungsi bahasa dalam silabus ini berbasis genre. Berangkat dari masalah diatas. para dosen hanya mengikuti panduan yang disajikan di buku teks.

catatan lapangan. (2) memerintahkan siswa untuk membaca teks recount tersebut dan memperhatikan kosa kata dan tata bahasa atau ciri-ciri kebahasan dari teks recount. dan tugas-tugas menulis siswa. diketahui bahwa kemampuan siswa dalam menulis teks recount masih kurang memuaskan dan siswa mempunyai motivasi yang rendah untuk berpartisipasi dalam tugas menulis. studi Islam. Berdasarkan hasil studi awal pada siswa kelas delapan MTs Siti Mariam Banjarmasin.1 di putaran pertama. (3) memberikan pertanyaan yang bertujuan untuk menyakinkan pemahaman siswa tentang isi cerita dan generic structure dari teks recount. observing. Subyek penelitian ini adalah 35 siswa kelas delapan MTs Siti Mariam Banjarmasin pada tahun ajaran 2008/2009. dan reflecting. (4) mengelompokkan siswa. sebagian pertanyaan yang lain tidak berhubungan dengan topik dan gambar berseri tersebut) kepada masing-masing kelompok siswa. disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan Teknik Tanya-Jawab karena teknik ini bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks . Produk dari penelitian ini juga bisa disosialisasikan melalui diskusi rutin diantara para dosen pengajar mata kuliah bahasa Inggris. Kata kunci: perancangan silabus. (6) menugaskan siswa untuk memilih pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan topik dan gambar berseri tersebut secara berkelompok. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu planning. dan (10) memberi pendapat dan saran kepada siswa untuk merevisi dan mengedit tulisan mereka. Lebih lanjut.1 di putaran kedua. hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa Teknik TanyaJawab sangat efektif dalam meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa dalam proses belajar dan mengajar. catatan lapangan. dan kuisioner. Oleh karena itu. Di samping itu. kuisioner. Teknik Tanya-Jawab dipilih untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Peneliti berperan sebagai guru sedangkan guru bahasa Inggris menjadi observer yang mengobservasi pelaksanaan Teknik Tanya-Jawab. Tiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari tiga pertemuan. dan lain-lain). (7) menugaskan siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dipilih secara berkelompok. implementing. seminar lokal dan internasional. keterampilan berbicara. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Teknik Tanya-Jawab yang sesuai dalam pengajaran menulis meliputi prosedur berikut: (1) memberikan model teks recount kepada siswa. khususnya para mahasiswa di IAIN Antasari Banjarmasin. Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Menulis Teks Recount melalui Teknik TanyaJawab di MTs Siti Mariam Banjarmasin Raudhatun Nisa Abstrak Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada permasalahan yang dialami oleh peneliti sebagai guru Bahasa Inggris di MTs Siti Mariam Banjarmasin. Berdasarkan hasil penelitian. gambar berseri. menjadi 70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teknik Tanya-Jawab dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks recount dengan membimbing para siswa dalam membuat kalimat. (8) menugaskan siswa untuk menyusun jawaban-jawaban mereka menjadi sebuah teks recount secara individu. pertemuan-pertemuan profesional dengan para ahli di bidang pengembangan produk dan melalui tulisan dalam jurnal. Sehingga produk akhir dari penelitian pengembangan ini akan berhasil mengakomodir kebutuhan pembelajar dalam menguasai keterampilan berbicara bahasa Inggris dalam konteks studi Islam. Jawaban lengkap dari pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian diolah dengan cara tertentu untuk menghasilkan sebuah teks recount yang terorganisasi dengan baik. (5) mendistribusikan gambar berseri dengan serangkaian pertanyaan (sebagian pertanyaan-pertanyaan itu berhubungan dengan topik dan gambar berseri tersebut. para siswa diberi serangkaian pertanyaan berdasarkan media tertentu (seperti daftar kegiatan. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu ceklis observasi. Kalimantan Selatan. Kegiatan ini akan sangat membantu dalam usaha menjaga kualitas dari produk akhir penelitian ini. Dalam membuat kalimat. penelitian ini dirancang untuk mengetahui bagaimana Teknik Tanya-Jawab dapat meningkatkan kemampuan siswa-siswi kelas delapan MTs Siti Mariam Banjarmasin dalam menulis teks recount. Terlebih lagi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif dimana peneliti dan guru bekerja sama dalam melaksanakan penelitian ini. (9) menugaskan siswa untuk menggabungkan kalimat-kalimat dalam teks recount mereka dengan kata sambung yang sesuai secara individu. peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks recount dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata menulis siswa dari 52. dari hasil ceklis observasi.266 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 akibat dari penerapannya dalam aktivitas pengajaran di kelas.

prestasi siswa pada menulis teks narasi belum memuaskan. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu lembar observasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu. misalnya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif dimana peneliti dan guru bekerja sama dalam melaksanakan penelitian ini. menulis. Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan ketrampilan menulis teks narasi siswa dengan menggunakan teknik Jigsaw. Untuk mengatasi masalah ini. khususnya bagi mereka yang memiliki permasalahan yang sama dan tertarik untuk menerapkan Teknik Tanya-Jawab dalam penelitian mereka. Tiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari tiga pertemuan untuk pelaksanaan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model teknik Jigsaw yang sesuai dalam pengajaran menulis teks narasi meliputi langkah-langkah berikut: (1) memberikan model teks narasi yang dilengkapi dengan rangkaian gambar berurutan kepada siswa dengan tujuan untuk membangun pengetahuan siswa tentang cerita dan input bahasa berupa kosa kata. Nilai rata-rata tulisan teks narasi siswa adalah 49. mengorganisasikan dan mengalihbahasakan ide-ide mereka ke dalam teks yang menarik. (8) mengelompokkan kembali siswa ke kelompok jigsaw. (12) meminta siswa ntuk memperbaiki tulisan pertama mereka dengan menggunakan petunjuk pebaikan. dan hasil tulisan siswa. observing. tata bahasa. dan (3) motivasi siswa untuk menulis sangat rendah.6. Kata kunci: teks recount. (7) mengumpulkan gambar. (13) memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyunting tulisan mereka dengan mengunakan petunjuk penyuntingan. Semua siswa menjadi subyek penelitian ini. kepada peneliti yang akan datang. (5) mendistribusikan sebuah gambar yang khusus dan berbeda dari rangkain gambar yang berurutan yang dilengkapi dengan beberapa kata kunci kepada setiap kelompok ahli. (9) meminta siswa untuk mempresentasikan bagian dari cerita yang dikuasainya dan saling bertukar cerita untuk mendapatkan satu cerita yang lengkap.0.Program Studi S2 ING 267 recount. (4) mengelompokkan siswa dalam kelompok ahli yang terdiri dari empat siswa. Lebih lanjut. dan kemudian menyuruh mereka menjawab pertanyaanpertanyaan tentang monolog tersebut secara lisan). (10) berkeliling dari satu kelompok ke kelompok yang lain untuk mengawasi proses pembelajaran. teknik tanya-jawab Menggunakan Teknik Jigsaw untuk Memperbaiki Kemampuan Menulis Siswa Kelas Dua MTs Negeri 2 Medan Raudhatuz Zahrah Abstrak Berdasarkan pengalaman peneliti dalam mengajar bahasa Inggris dan studi awal yang dilakukan. tata bahasa. (6) meminta setiap siswa untuk menulis hasil diskusi tentang deskripsi sebuah gambar bagian dari sebuah cerita. planning. (2) strategi pengajaran dan pembelajaran menulis yang tidak efektif. dan ciri-ciri kebahasan dari teks narasi. (11) meminta siswa untuk menulis kembali cerita tersebut secara perseorangan sehingga mereka menyadari bahwa bagian ini bukan sekedar permainan tetapi juga pembelajaran yang sangat berarti. catatan lapangan. Prestasi yang tidak memuaskan ini dikarenakan (1) siswa mengalami kesulitan untuk memulai menulis. (3) memberikan pertanyaan yang bertujuan untuk menyakinkan pemahaman siswa tentang cerita dan ciri kebahasaan teks narasi. . (2) memerintahkan siswa untuk membaca cerita dan memperhatikan kosa kata. Subyek penelitian ini adalah 42 siswa kelas dua MTs Negeri 2 Medan pada tahun ajaran 2008/2009. sedangkan kreteria ketuntasan minimum adalah 60. yaitu teknik Jigsaw. implementing. disarankan agar mereka menerapkan Teknik Tanya-Jawab pada bidang keterampilan yang sama yang difokuskan untuk peningkatan kreatifitas dan keinginan-tahu siswa dalam menulis (menulis kreatif) atau pada pembelajaran bidang keterampilan bahasa lainnya seperti menyimak dan berbicara (dengan menyuruh siswa untuk menyimak sebuah monolog lisan. Peneliti berperan sebagai pengajar sedangkan guru bahasa Inggris menjadi kolaborator peneliti untuk mengobservasi pelaksanaan teknik Jigsaw. dan (14) mempublikasikan hasil tulisan mereka pada sesi terakhir pembelajaran dengan membacanya di depan kelas atau menempelnya di majalah dinding. kuisener. dan reflecting. dan ciri-ciri kebahasaan dari teks narasi. peneliti mengusulkan salah satu strategi yang sesuai dalam mengajarkan menulis narasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana teknik Jigsaw dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks narasi siswa di MTs Negeri 2 Medan.

9% siswa berpatisipasi di siklus kedua. Kata kunci: teknik jigsaw. disarankan agar (1) para guru Bahasa Inggris menerapkan dan memodifikasi model ini terutama bila siswa lemah dalam tata bahasa serta mengarahkan siswa untuk . Berdasarkan hasil penelitian. kemudian 61 pada siklus satu dan 69 pada siklus dua. Jigsaw juga berguna dalam mendorong siswa untuk ikut serta secara aktif dalam menulis teks narasi. Hasyim Asy’ari Piyungan tahun ajaran 2008/2009. disarankan untuk menerapkan Jigsaw pada bidang keterampilan yang sama di penelitian mereka atau pada bidang keterampilan bahasa yang lain. dan kemudian saling bertukar informasi dengan yang lain untuk menyelesaikan tugas.0% siswa termotivasi di siklus pertama dan 83. hasil tulisannya akan lebih baik. dan (10) merefleksikan proses menulis. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus mengikuti langkah mulai dari perencanaan. (6) melengkapi bagian teks yang belum ada sebelum direvisi dan disunting. observasi hingga refleksi. disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan Jigsaw karena teknik ini tidak hanya bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan menulis teks narasi namun juga dalam memotivasi siswa untuk menulis dan bekerja sama dalam mendeskripsikan kejadian yang ada di dalam gambar. menerapkan ketrampilan mengubah kalimat dan pembimbingan proses menulis dengan suasana menyenangkan sehingga siswa lebih tertarik dengan langkah-langkah menulis. (8) menulis versi akhir. (2) memainkan game. Rumusan masalah penelitian ini adalah “Bagaimana permainanTwenty-question bisa meningkatkan kemampuan siswa kelas tujuh semester dua MTs. mengamati tindakan. disarankan agar siswa menggunakan teknik Jigsaw sebagai strategi belajar untuk melatih dan meningkatkan kemampuan menulis teks narasi mereka yang dapat dilakukan dalam kegiatan ekstrakurikuler. (9) membacakan atau mengumpulkan tulisan dalam kegiatan publikasi. Untuk calon guru-guru peneliti. Berdasarkan hasil penilaian terhadap tulisan siswa dimana rerata pada pra-penelitian adalah 50. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas dua pada MTs. (4) menyajikan teks sebagai model guna dianalisa dan diikuti formatnya. Para siswa dapat melaporkan tugas tersebut secara lisan atau tertulis. Hasyim Asy’ari Piyungan Bantul DIY Tahun Ajaran 2008/2009 Risnaryanto Abstrak Penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa dalam bahasa Inggris dengan menggunakan model pengajaran berbasis Game Twenty-question dan bimbingan per langkah karena dapat membangun ketrampilan siswa menggunakan pertanyaan deskriptif. Peningkatan dapat dilihat dari kenaikan nilai rata-rata menulis teks narasi siswa dari nilai studi awal 49.6. (4) menjelaskan bermacam tipe kalimat yang dipakai untuk menggambarkan obyek sehingga siswa bisa menambahkan dengan deskripsinya sendiri. diketahui bahwa 83. terdapat peningkatan yang menggembirakan dan dengan demikian model pengajaran ini bisa meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis. teks narasi. disarankan agar guru Bahasa Inggris menggunakan teknik lain dari cooperative learning sebagai strategi belajar untuk meningkatkan kemampuan siswa tidak hanya dalam keterampilan menulis tetapi juga pada ketiga keterampilan bahasa yang lain. 60. pelaksanaan. Selain dari itu. Selain itu. dan 70. para siswa mendengarkan bagian yang berbeda dari sebuah bacaan. Hasyim Asy’ari Piyungan Bantul DIY dalam menulis teks deskriptif?” Model penelitian ini adalah tindakan kelas dimana peneliti dan kolaborator bekerja sama dalam menyusun rencana pelajaran. Model pembelajaran yang diterapkan adalah sebagai berikut: (1) mengenalkan dan menjelaskan tata cara.2 di siklus pertama. Di samping itu.8% siswa termotivasi di siklus kedua. Dalam keterampilan ini. khususnya bagi mereka yang mempunyai masalah yang sama dan tertarik untuk melaksanakan penelitian. Di samping itu. aturan dan ketrampilan yang diperlukan untuk melakukan permainan. mengimplementasikan tindakan. kemempuan menulis Menggunakan Game Twenty-question untuk Memperbaiki Kemampuan Menulis Siswa Kelas Tujuh Semester Dua MTS.2 di siklus kedua. Dengan mempertimbangkan hasil temuan. Dengan demikian. tata bahasa dan tanda baca. dan melakukan refleksi.268 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa Jigsaw efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks narasi. Selain itu. seperti keterampilan mendengar. (3) menjelaskan cara mengubah kalimat tanya ya/tidak.1% siswa berpartisipasi secara aktif di siklus pertama dan 88. hasil penelitian juga menunjukkan bahwa teknik Jigsaw sangat efektif dalam meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa. Diketahui bahwa 74. (7) memperoleh penilaian dan umpan balik dari kelompok atau siswa yang lain dalam hal organisasi.

3. strategi gambar berseri Meningkatkan Kemampuan Menulis dengan Menggunakan Gambar Seri bagi Siswa Kelas II MA Darul Lughah wal Karomah Kraksaan Samsuddin Abstrak Kemampuan siswa kelas dua MA Darul Lughah wal Karomah Kraksaan Probolinggo dalam menulis paragraf masih kurang memuaskan.Program Studi S2 ING 269 membentuk kelompok-kelompok kecil. Instrumen penelitian ini adalah hasil tulisan siswa. menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas IX masih kurang memuaskan.70% total siswa yang memperoleh nilai lebih dari 70 dan sebanyak 82. (9) mengedit tulisan ditekankan pada konten. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX E MTsN Malang III. peneliti dibantu oleh guru bahasa Inggris dalam mengobservasi proses belajar mengajar. checklist pengamatan. Penelitian ini diakhiri dengan pemberian saran-saran. Sebanyak 71.field note dan kuesioner.7% siswa merespon positif terhadap penerapan gambar berseri. Untuk mengatasi masalah ini. mempraktekkan permainan ini dan mengembangkan topiknya kedalam tulisan deskripsi. mereka diharapkan untuk mengadakan penelitian tentang gambar berseri untuk keterampilan berbahasa yang lain. Untuk guru-guru bahasa Inggris MTs. mereka diharapkan menggunakan strategi gambar berseri sebagai strategi alternatif dalam mengajar untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. (6) meminta siswa untuk mengurutkan gambar. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. dan jika 60% siswa berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar. Dapat disimpulkan bahwa strategi gambar berseri telah terbukti mampu meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur. diajukan peneliti sebagai salah satu strategi yang tepat dalam mengajarkan menulis paragraph narasi dengan menggunakan gambar seri. partisipasi aktif dan respon mereka dalam proses belajar mengajar. penggunaan bahasa.3% siswa berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar serta 84.(4) memberikan dan mendiskusikan contoh teks prosedur. dan (3) calon peneliti memvariasikan permainan ini dengan rangkaian gambar deskriptif untuk meningkatkan efektifitas. dan siswa mempunyai motivasi yang rendah untuk berpartisipasi dalam kegiatan menulis. (8) merevisi tulisan ditekankan pada konten. Prosedur dari strategi gambar berseri yang efektif adalah (1) menunjukkan gambar kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Mereka masih membuat kesalahan dalam menulis berkenaan dengan komposisi. kriteria kesuksesan tercapai pada siklus kedua. (3) memberikan kosakata kunci yang berkaitan dengan gambar . (5) mempertunjukkan gambar acak. Kriteria kesuksesan penelitian ini adalah peningkatan nilai menulis siswa. nilai rata-rata mereka hanya 50. Kata kunci: game twenty-question. (7) menulis kalimat sesuai dengan gambar. dalam hal ini. organisasi dan struktur tulisan. Kata kunci: pengajaran menulis. (2) bertanya mengenai gambar. isi. . organisasi dan struktur tulisan. kemampuan menulis Pengajaran Menulis Teks Prosedure Menggunakan Strategi Gambar Berseri di MTsN Malang III Roudlatul Hasanah Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur dengan menggunakan strategi gambar berseri. Berdasarkan pengamatan pada siswa kelas IX E MTsN Malang III. Siswa tidak mampu mengekspresikan gagasan mereka dalam sebuah paragraf yang baik. teks prosedur. Penelitian ini diadakan dalam dua siklus. dengan penerapan strategi gambar berseri. Bagi peneliti yang lain. Kriteria kesuksesan tercapai jika 60% siswa mendapatkan nilai 70. dan mekanisme.

(4) Pameran. guru menjelaskan Simple Past. dan setiap siklus dilaksanakan dalam 4 pertemuan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan cara terbaik dalam mengarang deskriptif. Ketiga. ditemukan bahwa pelajaran mengarang pada siswa kelas delapan jauh dari yang diharapkan. Terindikasi bahwa penemuan gambar seri telah memperbaiki kemampuan siswa dalam menulis paragraph narasi. Masalah penelitiannya adalah “Bagaimana kemampuan mengarang siswa kelas delapan dapat ditingkatkan dengan menggunakan pembelajaran berbasis computer. Strategi pembelajaran berbasis computer menpunyai kelebihan. bagi peneliti mendatang. Subjek dari penelitian ini adalah 36 siswa kelas II B MA Darul Lughah wal Karomah Kraksaan tahun ajaran 2008/2009. kosa kata dari kata kerja tak beraturan dan kata benda jamak untuk membantu siswa memecahkan masalah-masalah mereka dalam menulis paragraph narasi.270 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Penelitian ini bertujuan memperbaiki kemampuan siswa dalam menulis paragraph narasi dengan menggunakan gambar seri bagi siswa kelas dua MA Darul Lughah wal Karomah Kraksaan Probolinggo . pengamatan tindakan dan refleksi data yang diperoleh selama proses kegiatan belajar mengajar dan hasil tulisan siswa. dibuatlah tiga saran. Kata kunci: gambar seri. (3) Pengeditan. Ketiga. Siswa menyimpan atau mencetak hasil pekerjaanya untuk ditempelkan di majalah dinding. . pelatihan. guru memberikan gambar seri kepada kelompokkelompok siswa yang beranggotakan empat orang. (2) Mengadakan tanya jawab. untuk mengembangkan strategi guru dalam menerapkan gambar seri. Pertama. Kedua. menerapkan. workshop. Pertama. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. mengamati dan melihat hasil tindakan. atau menulis artikel yang menggunakan strategi gambar seri dalam buku-buku siswa. Karena sebagian besar guru berfikir bahwa pelajaran mengarang jauh lebih sulit daripada keterampilan bahasa yang lain. atau jurnal.5%) saja yang masih mendapat skor di bawah target skor 60. Pertama.” Penelitian ini menerapkan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang mana guru dan kolaborator bekerja sama dalam merencanakan. pengimplementasian. Gambar-gambar ini membantu siswa untuk diuraikan dalam karangan sesuai dengan topiknya secara rinci sehingga karangan mereka akan terlihat lebih hidup. Kedua. Siswa menulis paragraf dengan menggunakan computer mengambil gambar dari internet atau kamus encarta yang bisa diakses secara langsung dari microsotf yang telah tersedia di komputer. Peneliti dan kolaborator bekerja sama dalam hal perencanaan. Siswa mengungkapkan pendapat yang berhubungan dengan topic dengan guru dan temannya. Juga berdasar pada pengalaman guru pada studi penjajakan di SMP Negeri 4 Kepanjen. guru menyediakan kosakata dari kata kerja yang tak beraturan dan kata benda jamak yang disediakan dalam lembaran kertas untuk membantu siswa menulis lebih baik. Hanya 6 dari 36 siswa (16. Siswa mengaktifkan fasilitas spellchecker dan mengedit pekerjaannya dengan cara menyisipkan atau menghapus huruf yang kurang tepat berdasarkan masukan dari guru atau temannya dari hasil tanya jawab. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Model yang tepat dari strategi pembelajaran berbasis computer adalah sebagai berikut: (1) Membuat dratf. strategi ini dapat meningkatkan kemampuan mengarang siswa kelas delapan di SMP Negeri 4 Kepanjen. kemampuan menulis Penerapan Pembelajaran Berbasis Komputer Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengarang Siswa non Inggris di SMP Negeri 4 Kepanjen. dianjurkan bahwa siswa menggunakan gambar seri sebagai salah satu strategi belajar untuk melatih kemampuan mereka dalam menulis paragraph narasi. (2) menyadarkan siswa pada kenyataan dan pentingnya bahasa Inggris untuk meningkatkan ide persaingan di masyarakat global. siswa merasa senang karena kegiatan pembelajaran dilaksanakan di laboratorium multimedia. disarankan melakukan studi semacam ini dengan subjek dan tempat yang berbeda untuk perbaikan mengajar menulis paragraph narasi. siswa lebih aktif dan termotivasi karena ada kegiatan tanya jawab. Setelah peneliti menyelesaikan siklus pertama dan kedua. Berdasarkan temuan di atas. Kedua. Ketiga. terlihat bahwa hasil siswa pada siklus kedua meningkat. yang dapat dilakukan dalam kegiatan ekstra kurikuler mereka. (3) meningkatkan pemahaman siswa terhadap hubungan antara bahasa dan budaya. disarankan bahwa guru mensosialisasikannya dalam pertemuan guru. menggunakan penelitian tindakan kelas secara kolaboratif. Malang Siti Umasitah Abstrak Keputusan menteri pendidikan nomor 22 tahun 2006 menyatakan bahwa tujuan pengajaran bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama atau Madrasah Tsanawiwah adalah: (1) meningkatkan kemampuan komunikatif berbicara dan menulis siswa.

Saran kepada guru berikutnya adalah agar menyebarkan implementasi dari pembelajaran ini untuk mata pelajaran lain selain bahasa Inggris seperti matematika. dan refleksi. meminta siswa bercerita kepada pasangan atau kelompok tentang apa yang telah diimajinasikan. penelitian tindakan kelas dengan sistem kolaborasi diimplementasikan dengan 4 langkah. Perlu dicobakan teknik ini sesering mungkin. Subjek penelitian ini adalah 47 siswa kelas VIII A MTs Negeri Tuban tahun pelajaran 2008/2009. menyajikan contoh teks recount. Karena hal itu sangat penting untuk memaksimalkan kekuatan pikiran agar mudah melahirkan gagasan. dan terlibat aktif dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan Metode Pembelajaran Akselarasi melalui Teknik Master . Ilmu pengetahuan alam. Guru mampu megoperasikan sarana technology dalam kegiatan belajar mengajar. LCD proyektor).04 pada tes awal. memberikan keterangan tentang cara menyusun teks recount dan memberi kesempatan siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang dimengerti. membantu proses imajinasi. Guru bahasa Inggris disarankan menerapkan strategi pembelajaran berbasis computer untuk memperkaya strategy dalam pengajaran bahasa. siswa diminta untuk menempelkan hasil karya mereka di papan pajangan. Oleh karena itu. mensugesti siswa supaya relaks. pelaksanaan. sejarah dan lain-lain. memotivasi siswa. Disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan teknik pembelajaran ini sebagai teknik alternatif atau strategi untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data terdiri atas lembaran format pengamatan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari empat pertemuan.84 pada siklus pertama. memberi kesempatan kepada siswa untuk membuat peta pikiran. guru bahasa Inggris memahami kebutuhan siswa untuk menghadapi persaingan yang ketat di masa depan. memberi kesempatan kepada siswa untuk menyusun teks recount. menyediakan media pembelajaran yang memadai (gambar. rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Metode Pembelajaran Akselerasi melalui Teknik Master bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas delapan MTs Negeri Tuban dalam menulis paragraf ?” Untuk mencapai tujuan tersebut. Selanjutnya. catatan lapangan.00. memainkan musik yang tepat untuk latar belakang.4 pada siklus kedua. Data yang terkumpul dianalisis untuk memperoleh hasil penelitian. Terakhir. kepada . 66. lalu meningkat menjadi 81. juga memperkuat kepercayaan diri. siswa sangat antusias. Bagi para peneliti berikutnya disarankan melanjutkan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan pembelajaran berbasis computer untuk keterampilan bahasa yang lain dan unsur-unsur bahasa. memberikan kesmpatan kepada siswa untuk melakukan refleksi dengan memberi pertanyaan dan kemontar tentang apa yang sudah atau belum dimengerti.Program Studi S2 ING 271 Dalam penerapan strategi ini disarankan. memasangkan atau mengelompokkan siswa. memberi kesempatan kepada siswa untuk menampilkan karya dengan membaca di depan kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur yang digunakan adalah: menyajikan pembukaan. Di samping itu. observasi. Kata kunci: pembelajaran berbasis komputer. Kepada guru juga disarankan agar mempelajari paradigma tentang kerja otak. meminta siswa menutup mata dan mensugesti untuk mengimajinasikan kegiatan-kegiatan rekreasi. Peningkatan itu ditandai oleh peningkatan nilai rata-rata menulis siswa dari 59. Beberapa saran yang dapat diajukan kepada guru Bahasa Inggris berdasarkan temuan penelitian dan diskusi adalah sebagai berikut. dan kuestioner untuk siswa. yaitu perencanaan. memberikan umpan balik pada karya siswa. Teknik ini dipilih berdasarkan kelebihannya dalam memotivasi siswa untuk lebih terlibat aktif dalam proses pembelajaran sehingga kemampuan mereka dalam menulis paragraf recount meningkat. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran Akselerasi melaui Teknik Master telah meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII A MTsN Tuban dalam menulis paragraf recount. dan tentang kesan terhadap teknik pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan lisan dan melalui questionair. kemampuan mengarang siswa non Inggris Implementasi Metode Pembelajaran Akselerasi Melalui Teknik Master Untuk Meningkatkan Ketrampilan Menulis Siswa kelas VIII di MTs Negeri Tuban Suwarno Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas delapan MTs Negeri Tuban dalam menulis paragraf dengan menggunakan Metode Pembelajaran Akselerasi melalui Teknik Master. Yang mana pencapaian ini sudah memenuhi kriteria sukses yakni rata-rata siswa mencapai 75. bersemangat.

pengajaran di MAN Wlingi belum memfasilitasi siswa-siswa untuk menjadi terampil dalam menulis. Tahap 4 adalah editing. Di tahap ini guru menyuruh murid (writer) menulis draf yang paling baik. Untuk pengumpulan data. (6) bagaimana untuk meningkatkan motivasi mereka dalam belajar bahasa Inggris. Prosedur penelitian ni mencakup empat langkah utama: perencanaan. untuk membuat paragraph-paragrap yang terpadu. Oleh karena itu. pelaksanaan. Guru melaksanakn kegiatan-kegiatan sebagai berikut: (1) menyuruh helper bertanya untuk merangsang ide-ide penulis (writer). Penelitian ini dilaksanakan dalam satu kelas yang terdiri dari 32 siswa. reading. vocabulary.272 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 peneliti mendatang. Guru melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: (1) menyuruh murid (writer) membaca draf dan menyuruh murid (helper) untuk mengoreksi draf itu. Peningkatannya ditandai dengan meningkatnya rata-rata nilai siswa. kemampuan menulis. Tahap 2 adalah drafting. (4) bagaimana mengorganisasi ide secara logis. organazation. peneliti berharap agar melakukan penelitian yang lebih bermutu agar bisa membuktikan efektifitas dari penerapan Metode Pembelajaran Akselerasi melalui Teknik Master untuk meningkatkan prestasi siswa tidak hanya dalam matapelajaran Bahasa inggrius tetapi juga pada matapelajaran lain. peneliti menggunakan beberapa instrumen berupa kuesioner. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tahap-tahap yang tepat yang digunakan untuk menerapkan strategi collaborative writing terdiri dari langka-langkah sebagai berikut: Tahap 1 adalah idea generating. Guru melaksanakan kegiatan sebagai berikut: (1) mengadakan konferensi untuk mendiskusikan masalah yang dihadapi oleh kelas agar dapat mengurangi kesalahan-kesalahan murid. (2) bagaimana mengungkapkan ide (3) bagaimana membuat paragraph yang terpadu. dan paragraph recount Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Berbentuk Recount dari Siswa Kelas I MAN Wlingi Blitar melalui Strategi Menulis dengan Cara Kolaboratif Syafudin Zuhri Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas satu MAN Wlingi melalui collaborative writing strategy. peneliti sangat termotivasi untuk mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan strategi collaborative writing dalam pengajaran writing karena strategi tersebut menyuruh siswa untuk mengikuti tahapan-tahapan menulis yaitu idea generating. guru menyuruh murid (writer) untuk menulis draf sebagai draf yang pertama berdasarkan ide-ide yang ditemukan dan dari hasil review dari helper. Tahap 6 adalah evaluating. dan refleksi. dengan dibantu oleh seorang guru (rekan sejawat) dalam melaksanakan penelitian.40. (2) menyuruh penulis menata kembali apa yang telah ditulis di draf pertama dan memperbaiki ide-ide berdasarkan masukan pendapat dari helper. Tahap 5 adalah copying. Tahap 3 adalah reading. catatan lapangan dan tulisan siswa. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi collaborative writing dalam pengajaran writing dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. penelitian ini bertujuan menggunakan strategi collaborative writing untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks dalam bentuk recount. dan mechanic. Berdasarkan penelitian pendahuluan. untuk mengorganisasi ide. editing. dan evaluating. Sebelum tindakan dilaksanakan. Strategi ini dipilih untuk mengatasi masalah di MAN Wlingi karena strategi tersebut dapat membimbing siswa untuk mengungkapkan ide. daftar pengamatan.23. (2) menyuruh penulis untuk menulis ide-ide. Peneliti menggunakan desain penelitian tindakan kelas bersifat kolaboratif. . yang seluruh siswanya merupakan subjek dari penelitian ini. angket. rata-rata nilai menulis siswa 50. rata-rata nilai menjadi 54. Ini dapat dilihat dari hasil masing-masing siklus. Mereka mempunyai masalah: (1) bagaimana untuk memulai menulis. observasi. drafting. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana strategi collaborative writing dapat digunakan untuk meningkatkan ketrampilan siswa dalam menulis recount text dari siswa kelas satu MAN Wlingi? Berdasarkan rumusan masalah tersebut. (3) menyuruh helper untuk mendiskusikan atau meneliti kata-kata pokok dan membantu untuk mengorganisasi ide-ide itu. Kata kunci: pembelajaran akselerasi melalui teknik master. di tahap ini guru menyuruh siswa mengedit draf mereka di bagian content. (5) bagaimana membuat kalimat-kalimat sesuai dengan tatabahasa. Di tahap ini. dan untuk membuat kalimat-kalimat yang sesuai dengan tatabahasa. grammar.51. Dan rata-rata nilai di siklus kedua adalah 60. copying. Sesudah siklus pertama dilaksanakan.

kemampuan menulis. kecepatan berbicara. dan kepraktisan penggunaannya. kesesuaian isi dengan kurikulum. revisi. Collaborative writing srategy dapat digunakan untuk mengajar jenis genre-genre yang berbeda dari berbagai tingkat pendidikan mulai SMP sampai SMA. Kemudian. Kata kunci: teks recount. naskah dan kunci jawaban. dan lembar kerja siswa. Kata kunci: mengembangkan. kecepatan berbicara. Maka unit 1 dalam draft dihapus dan ditambahkan unit Review sebagaimana saran dari guru bahasa Inggris. kwalitas rekaman. unit yang telah direvisi diujicobakan. Buku petunjuk guru berisi arahan bagaimana mengajarkan materi tersebut. revisi. draft tersebut dikirim ke para ahli dan guru bahasa Inggris untuk divalidasi dan dievaluasi. panjangnya materi menyimak. Ada sembilan unit yang dikembangkan dalam draft usulan. Berdasarkan keefektifan implementasi strategi collaborative writing pada pengajaran writing. khususnya yang berminat pada penerapan pendekatan strategi collaborative writing dalam penelitian kelas mereka. Peningkatan Kemampuan Menulis Siswa Kelas 11 MA Hasyim Asy’ari Kembangbahu Lamongan melalui Penerapan Strategi Scaffolding Uzlifatul Masruroh Isnawati Abstrak . kesesuaian isi dengan kurikulum. buku petunjuk guru. Instrumen yang digunakan pada survei kebutuhan adalah angket. Hasil validasi ahli dan guru menunjukkan bahwa 8 unit dapat diterima dan diaplikasikan kecuali unit 1. materi menyimak Bahasa Inggris. Bagi guru bahasa Inggris yang akan memakai produk penelitian ini disarankan mengikuti buku petunjuk yang ada dan meragamkan jenis latihan bagian Expansion Activities. Revisi dilakukan dengan menambahkan soal tertulis pada bagian A dan bagian B yang semula dalam bentuk membuat ringkasan diubah menjadi menyusun paragraf acak. khususnya pada pengajaran writing. Berdasarkan penemuan itu. Bagi peneliti yang akan melakukan penelitian yang sama disarankan agar mengembangkan materi menyimak untuk siswa kelas X dan XI.Program Studi S2 ING 273 (2) mengevaluasi karangan murid-murid dengan menggunakan analytic scroring rubric dan memberi komentar pada kesalahan itu. kwalitas rekaman dianalisa secara kwantitatif dengan prosentase. Seorang ahli dan guru menyatakan bahwa unit tersebut terlalu mudah.28 Maret 2008. pedoman wawancara. prototipe. Prosedur penelitian dan pengembangan yang diterapkan meliputi survei kebutuhan. Kepada para peneliti di masa mendatang. pengembangan materi. Uji coba produk dilakukan pada tanggal 4 . panjangnya materi menyimak. disarankan untuk menindak lajuti penelitian yang berkenaan dengan penggunaan collaborative writing strategy. Subyek uji coba adalah murid kelas dua belas Jurusan Bahasa pada MAN Jombang tahun pelajaran 2008/2009. Data yang diperoleh dari guru dan observasi yang berhubungan dengan kepraktisan dan keefektifan materi selama uji coba dipaparkan secara kwalitatif dan data dari siswa yang berhubungan dengan bahasa. dan produk akhir. MAN Jombang. Hasil uji coba kedua menunjukkan bahwa unit yang direvisi telah sesuai. menulis secara kolaboratif Developing a Prototype of Listening Materials for Grade XII Students of MAN Jombang Syamsul Ma’arif Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan materi menyimak Bahasa Inggris untuk kelas dua belas semester satu. disarankan pada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan strategi collaborative writing. Hasil dari survey kebutuhan menunjukkan bahwa siswa belum mendapatkan cukup latihan untuk ketrampilan menyimak. urutan dalam mengajarkannya. Setelah selesai. Mayoritas siswa setuju jika bahan ajar listening perlu disediakan. Bahan ajar menyimak dikembangkan. Ahli dan Guru memvalidasi materi dalam hal bahasa. dan catatan lapangan. Produk akhir berupa materi rekaman pada CD dan Kaset. Hasil uji coba pertama menunjukkan bahwa hanya unit 5 yang perlu direvisi dalam hal bentuk latihannya. Lembar kerja siswa berisi latihan-latihan yang harus dikerjakan oleh siswa. validasi ahli dan guru. uji coba.

siswa aktif dan termotivasi ketika strategi scaffolding ini diterapkan. . h) guru berdiskusi dengan siswa tentang isi draft mereka i) siswa merevisi draft mereka. g) siswa menulis draft awal. Langkah-langkah dari strategi scaffolding dalam proses menulis ini adalah sebagai berikut: a) guru dan siswa melakukan kegiatan tanya jawab tentang topik. k) guru menjelaskan cara mengoreksi atau mengedit draft. Menurut Vernon (2000). b) guru mengatur semua ide siswa dalam word webbing. perbendaharaan kata. yaitu pada keahlian membaca. pelaksanaan tindakan. Pendekatan kolaborasi tindakan kelas dilaksanakan dimana peneliti secara bersama-sama dengan guru kelas melaksanakan perencanaan tindakan. Ketiga. Strategi scaffolding diberikan diberikan dalam seluruh proses menulis yaitu pada tahap pra menulis. f) guru dan siswa mendiskusikan model dari teks tersebut. Strategi scaffolding dalam tahap pemublikasian adalah membacakan draft akhir di depan kelas dan memajangnya di majalah dinding kelas yang selanjutnya hasil karangan mereka akan dikomentari oleh teman satu kelas. penggunaan strategi scaffolding dalam menulis dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karena strategi ini memberi kebebasan kepeda guru untuk mengatur kegiatan menulis secara sistematis untuk memenuhi kebutuhan dari semua siswa. tahap perbaikan. Strategi scaffolding dalam tahap perbaikan adalah diskusi dengan siswa tentang draft mereka. pemberian daftar kosa kata dan permodelan. Dan bagi peneliti yang akan datang agar mengadakan penelitian pada keahlian Bahasa Inggris yang lain. Strategi scaffolding yang dilakukan dalam tahap pra menulis berupa tanya jawab. Sehingga. gambar. Pertama. Untuk Guru Bahasa Inggris diharapkan menerapkan strategi scaffolding dalam mengajar menulis. Penelitian ini telah berhasil mengimplementasikan strategi scaffolding. c) guru memberi contoh atau model tentang pembuatan outline. Strategi scaffolding dalam tahap pembuatan draft adalah permodelan dan pembahasan model text. kemampuan menulis Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas Dua SMP Negeri 3 Tanggul melalui Pembelajaran Berbasis Proyek Wahyu Ekawati Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa SMP Negeri 3 TanggulJember kususnya menulis paragraf deskriptif melalui pembelajaran berbasis proyek dikarenakan kemampun menulis mereka yang kurang dalam empat aspek menulis yaitu pengaturan paragraf atau organisasi. tahap pembuatan draft. dan tahap pemublikasian. siswa mampu menyelesaikan dengan baik tugas-tugas menulis tertentu sebagaimana tujuan pengajaran di tiap tahap dari proses menulis. Penyebab rendahnya kemampuan menulis ini adalah pelaksanaan pengajaran menulis itu sendiri menggunakan pendekatan yang berpusat pada hasil. Guru kelas hanya menunggu hasil kerja siswa tanpa membimbing mereka dalam proses menyelesaikan tugas menulis tersebut. dan m) siswa mempublikasikan hasil kerja mereka dengan membacanya di depan kelas di depan teman-teman mereka dan memajangnya di majalah dinding kelas dan n) siswa memberi komentar/apresiasi atas hasil tulisan teman mereka. kemudian strategi scaffolding diterapkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis. d) guru menunjukkan model draft awal sebagai pengembangan dari outline. beberapa rekomendasi ditawarkan baik untuk guru bahasa Inggris maupun peneliti yang akan datang. Kata kunci: strategi scaffolding. dan berbicara dengan menggunakan strategi scaffolding. Terdapat tiga keunggulan dengan menggunakan strategi scaffolding dalam proses menulis. d) siswa menulis outline mereka. rumusan masalah dari penelitian ini adalah “Bagaimana meningkatkan kemampuan siswa kelas 11 MA Hasyim AS’ari Kembangbahu Lamongan dalam menulis dapat ditingkatkan dengan menggunakan strategi scaffolding?” Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan strategi scaffolding dalam proses menulis sehingga kemampuan siswa dalam menulis bisa meningkat.274 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Menyadari rendahnya kemampuan siswa kelas sebelas MA Hasyim Asy’ari dalam menulis karangan Bahasa Inggris. word webbing. menyimak. mengamati tindakan. tata bahasa. hasil dari tugas akhir siswa meningkat dimana 87 % siswa mencapai kriteria skor minimal adalah tujuh (7). Berdasarkan alasan ini. Penelitian ini adalah penelitian dengan rancangan penelitian tindakan kelas. j) siswa menukar revisi draft mereka dengan draft temannya. l) siswa menulis draft akhir mereka. Kedua. Strategi scaffolding dalam tahap pengeditan adalah pengeditan teman sekelas. dan melakukan refleksi tindakan. Akhirnya. tahap pengeditan. . ejaan dan tanda baca. maka studi tentang peningkatan kemampuan sisws dalam menulis perlu dilaksanakan.

Peningkatan ini dicapai melalui dua tahap dalam setiap siklusnya. dan (d) merevisi untuk menghasilkan rancangan akhir. kegiatan percakapan independen yang mencakup tahapan-tahapan berikut. dan hasil wawancara meningkat dari 73. dan (6) kuesioner. Data yang diperoleh melalui beberapa instrumen seperti: (1) pengecek proyek siswa. (3) Mereka meminta guru menandatangani buku sakunya. mengimplementasikan. Pertama. Hampir semua siswa bahkan hampir tidak pernah berbahasa Inggris walaupun saat pelajaran di kelasnya adalah bahasa Inggris. juga melalui kegiatan konferensi guru dan siswa.3% .7% menjadi 84. (3) laporan kemajuan proyek. hasil kuesioner open-ended meningkat dari 71. (1) Siswa mencari pasangan dan mempersiapkan percakapannya sendiri. (2) catatan lapangan. mengobservasi dan merefleksi pada setiap siklusnya.5 %.3%. (b) membuat rancangan awal berdasarkan hasil menulis bebas. Temuan-temuan penelitian ini mengungkap bahwa penerapan buku saku kecakapan keterampilan fungsional dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris. (c) mengevaluasi dengan melakukan penilaian sendiri dan teman. dan (2) tahap penyelesaian yang mengunakan kegiatan proses menulis yang meliputi: (a) pra menulis yang terdiri dari pengamatan ’hot spot’ (tempat menarik yang paling disenangi siswa) sebagai kegiatan luar ruangan dan menuliskan hasil pengamatannya kedalam ’T-Chart’ yang sudah disediakan (format lembar observasi yang berbentuk seperti huruf ’T’). dianalisa dengan mendeskripsikan semua kejadian dan peristiwa yang berhubungan dengan pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek dalam pelajaran menulis paragraf deskriptif yang dilaksanakan dalam empat pertemuan didalam kelas pada jam sekolah dan diluar kelas setelah pulang sekolah pada setiap siklusnya.3%. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif karena peneliti dibantu oleh teman sejawatnya yang juga guru bahasa Inggris. (4) Mereka meminta orang tua/wali muridnya untuk menandatangani buku sakunya.Program Studi S2 ING 275 Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang melibatkan dua guru bahasa Ingris dari sekolah dimana penelitian ini dilaksanakan. Dua siklus diimplementasikan melalui empat langkah yang meliputi kegiatan merencanakan. (4) portofolio siswa. hasil kuesioner close-ended meningkat dari 70. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah siswa yang mencapai tingkat kemampuan baik menjadi 37 siswa dari 40 siswa atau 92. Kedua. pembelajaran di kelas yang mencakup tiga fase: (1) Fase pemanasan. kemampuan menulis siswa kelas 8E SMP Negeri 3 Tanggul-Jember pada tahun pelajaran 2008/2009 khususnya dalam menulis paragraf deskriptif bisa ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana buku saku kecakapan keterampilan fungsional dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa MTsN Munjungan Trenggalek.Rata-rata. dan (e) menulis akhir dengan menyempurnakan tulisan dan memajang hasil proyek terakhir tersebut di majalah dinding sekolah sebagai kegiatan publikasi. dan menulis bebas berdasarkan TChart. Peningkatan kemampuan siswa dapat dilihat pada peningkatan prosentase respon positif siswa selama dua putaran proses penelitian. guru mengaktifkan pikiran/ingatan siswa agar terpusat pada topik yang akan dipelajari. and (b) percakapan terbimbing. (5) pedoman pengamatan. mereka adalah peneliti sendiri dan koleganya. guru memberikan penguatan terhadap kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. kemampuan menulis Menggunakan Buku Saku Kecakapan Keterampilan Fungsional untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Siswa di MTsN Munjungan Trenggalek Wiratno Abstrak Pembelajaran bahasa Inggris di MTsN Munjungan belum mencapai tujuan kompetensi komunikatif karena para siswanya kurang mendapat kesempatan menggunakan bahasa itu. Model penerapan buku saku kecakapan keterampilan fungsional yang tepat terdiri dari dua sesi utama. Faktanya kemampuan berbicara bahasa Inggris para siswa sangat rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui implementasi pembelajaran berbasis proyek dalam dua siklus. Penelitian ini diaplikasikan pada satu kelas yang terdiri dari tiga puluh lima anak yang seluruhnya menjadi subjek penelitian. prosentase respon positif hasil observasi meningkat dari 65. (2) Kegiatan inti mencakup dua tahap: (a) tahap pemahaman. Mereka sangat cemas dan tidak percaya diri ketika berbicara bahasa Inggris. yaitu: (1) tahap persiapan yang meliputi persiapan proyek dan bahasa yang dibutuhkan.0% menjadi 84. Kata kunci: pembelajaran berbasis proyek. (3) Fase penutup. (2) Mereka menemui guru untuk mendemonstrasikan percakapannya.7% di putaran kedua.7% di putaran pertama menjadi 80.

untuk mengurangi kesilapan tatabahasa dalam tulisan mereka. Hasil ini juga didukung oleh pengujian reliabilitas tes dari kelompok eksperimen yang masingmasing adalah 0. dan satu soal lain dalam tes akhir. keterampilan fungsional. Oleh karena itu. hasil pengujian reliabilitas dari kelompok kontrol yaitu 0. pengajaran tatabahasa dalam konteks yang dipadukan dengan pengajaran menulis diterapkan untuk mengatasi masalah kesilapan tatabahasa dalam tulisan mereka.73 dalam tes akhir. Dalam pengumpulan data. Pekerjaan siswa dikoreksi oleh dua penilai yang independen (peneliti sendiri dan salah satu guru bahasa Inggris MAN Lasem). dan kelas X-5 dengan 40 siswa sebagai kelompok eksperimen. Selanjutnya. Langkah pertama dilakukan untuk mengukur tingkat reliabilitas penilaian yang dilakukan oleh dua penilai.20 poin.00. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rerata komponen tatabahasa dari kelompok eksperimen dalam tes awal dan tes akhir masing-masing adalah 37. hasil tulisan siswa MAN Lasem tidak dapat dipahami dengan baik karena masih terdapat banyak kesilapan tatabahasa. Hal ini menunjukkan bahwa hasil tersebut mempunyai tingkat reliabilitas yang tinggi. Berdasarkan temuan-temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan buku saku kecakapan keterampilan fungsional dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Kata kunci: buku saku.20 poin setelah pelaksanaan strategi.sig. yang berarti bahwa nilai rerata hanya naik 0. Yang terakhir. (2-tailed) dari tes menulis kedua kelompok tersebut pada tingkat signifikan 0.00. Dalam tes tersebut. dan nilai rerata naik 16. Langkah kedua dimaksudkan untuk menguji normalitas dan homogenitas distribusi data. Prosentase respon positif hasil observasi tersebut lebih besar dari kriteria keberhasilan 65%. yaitu: (1) pengujian reliabilitas. Masalah penelitian umum yang harus dijawab adalah. sementara itu. sementara langkah ketiga dilaksanakan untuk menjawab masalah penelitian. Maka dari itu. pengalaman. siswa disuruh untuk menulis sebuah teks recount. perasaan. para guru bahasa Inggris di sekolah tersebut disarankan menerapakan strategi tersebut dalam pembelajarannya karena ini sangat praktis dan bermanfaat. para siswa diharapkan dapat menuangkan ide. Desain penelitian ini adalah semi-eksperimen dengan rancangan tes awal-tes akhir kelompok kontrol. “Apakah siswa yang diajar dengan pengajaran tatabahasa dalam konteks membuat lebih sedikit kesilapan tatabahasa dalam menulis daripada siswa yang diajar dengan pengajaran tatabahasa secara konvensional?” Jawaban sementara untuk pertanyaan ini dirumuskan dalam hipotesis kerja yaitu siswa yang diajar dengan pengajaran tatabahasa dalam konteks membuat lebih sedikit kesilapan tatabahasa dalam menulis daripada siswa yang diajar dengan pengajaran tatabahasa secara konvensional. nilai rerata dari kelompok eksperimen lebih tinggi daripada nilai rerata kelompok kontrol. Melalui pembelajaran keterampilan menulis.276 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 menjadi 90. nilai rerata dari kelompok kontrol masing-masing adalah 37. Namun demikian. Ada tiga langkah dalam analisis data. kemampuan berbicara Keefektivan Pengajaran Tatabahasa dalam Konteks untuk Mengurangi Kesilapan Tatabahasa Siswa dalam Menulis Yadhi Nur Amin Abstrak Menulis merupakan salah satu keterampilan dasar berbahasa yang harus diajarkan pada siswa sekolah menengah.80 dan 54. Oleh karena itu. para peneliti disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut terhadap strategi ini dengan konteks dan tingkat kelas yang berbeda. Hal ini berarti bahwa nilai rerata dalam tes akhir lebih tinggi daripada nilai rerata dalam tes awal. Sampel penelitian ini diambil dari populasi kelas X MAN Lasem tahun pelajaran 2008/2009. sedangkan prosentase respon positif hasil kuesioner dan wawancara lebih besar dari kriteria keberhasilan 75%. Singkatnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keefektivan pengajaran tatabahasa dalam konteks untuk mengurangi kesilapan tatabahasa dalam menulis. yaitu kelas X-7 dengan 40 siswa sebagai kelompok kontrol.20. Selain itu. hasil uji normalitas menunjukkan bahwa nilai assymp. hasil uji homogenitas yang . penggunaan metode pengajaran tatabahasa yang tepat sangat diperlukan. dua soal tes menulis digunakan sebagai instrumen. mereka masih menemui banyak kesulitan.05 adalah 0. dalam menulis berbahasa Inggris.89 dalam tes awal dan 0. Sementara itu. (2) pengujian normalitas dan homogenitas data. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 4 Februari 2008. dan penguasaan komponen bahasa dalam struktur bahasa Inggris tulis. Hal ini menunjukkan bahwa distribusi data adalah normal. dan (3) pengujian hipotesis.0%. satu soal digunakan dalam tes awal.99 baik dalam tes awal maupun tes akhir.00 dan 37.

Oleh karena itu. Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas tersebut.Program Studi S2 ING 277 menggunakan F-Lavene dengan tingkat signifikan 0. Ketersediaan materi tersebut sangat penting terutama dalam pembelajaran menulis di mana banyak siswa menghadapi kesulitan ketika menuangkan idenya dalam tulisan. analisis varian (ANOVA) digunakan dalam uji hipotesis untuk mengetahui perbedaan hasil kemampuan menulis dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan menggunakan tingkat signifikan 0. proses revisi. Materi pembelajaran mata kuliah Writing III yang dikembangkan terdiri atas 7 unit dan memuat penjelasan tentang konsep dasar. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan karena tujuannya adalah untuk mengembangkan suatu produk. proses validasi oleh seorang ahli dalam pengembangan produk dan seorang ahli di bidang pembelajaran menulis. Dalam proses validasi ahli dan uji coba. yaitu “Siswa yang diajar tatabahasa dalam konteks tidak melakukan lebih sedikit kesilapan tatabahasa daripada siswa yang diajar tatabahasa secara konvensional. F-hitung yang diperoleh lebih tinggi daripada F-tabel. strategi yang diujikan ini (pengajaran tatabahasa dalam konteks) terbukti efektif untuk mengurangi kesilapan tatabahasa siswa dalam menulis. kesilapan tatabahasa. untuk mempermudah dalam analisis data. Oleh karena itu. model teks. dosen Writing III disarankan untuk memperhatikan alokasi waktu karena satu unit dialokasikan untuk 2 kali pertemuan. Selanjutnya. Ketika diujicobakan. Langkah pertama adalah proses pengumpulan informasi mengenai ketidaktersediaan materi untuk Writing III. dapat disimpulkan bahwa siswa yang diajar dengan tatabahasa dalam konteks membuat lebih sedikit kesilapan tatabahasa dalam menulis daripada siswa yang diajar tatabahasa secara konvensional. contoh. ada beberapa saran yang dapat dikemukakan sebagai berikut. penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengembangkan materi pembelajaran untuk mata kuliah Writing III. dan latihan menulis dengan menggunakan pendekatan proses. dosen menjelaskan konsep dan model teks. Dengan menggunakan cara yang sama yaitu memperbandingkan F-hitung dan F-tabel seperti yang digunakan dalam uji hipotesis. para mahasiswa terlihat antusias mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan menggunakan materi tersebut. soal tes dianggap reliabel untuk digunakan dalam uji hipotesis. Untuk memonitor kemajuan siswa dalam menulis. Pada awal pertemuan pertama.967 dan F-tabel adalah 3. Berdasarkan adaptasi model pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall (1983:775). menulis Mengembangkan Materi Pengajaran Mata Kuliah Writing untuk Mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Santu Paulus Ruteng Yerni Miss Endang Polly Abstrak Salah satu komponen yang menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran di kelas adalah ketersediaan materi pengajaran yang berfungsi sebagai sumber ilmu yang dapat mempermudah proses pembelajaran. Hal itu berarti bahwa ada cukup bukti untuk menolak hipotesis nol dan menerima hipotesis kerja. dalam penelitian ini adalah materi pembelajaran mata kuliah Writing III. Hasil evaluasi para ahli menunjukkan bahwa selain terdapat kelebihan dalam materi tersebut. Pertama. Dengan kata lain. Pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP Santu Paulus Ruteng materi pembelajaran Writing III yang sesuai dengan silabus yang dipakai belum ada. dosen.05 menunjukkan bahwa varian antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen untuk tes menulis teks recount tidaklah berbeda atau homogen. dosen dapat memperkenalkan penggunaan portofolio untuk merekam seluruh aktivitas menulis dan semua draf . kemudian diikuti oleh penulisan esei dengan pendekatan proses termasuk kegiatan mengumpulkan ide dan penulisan draf awal. sesudah melakukan revisi dari hasil validasi ahli dan uji coba. beberapa langkah pengembangan dilakukan sebagai berikut. ketika akan menggunakan materi ini. ada juga beberapa kelemahan yang perlu direvisi. dan karena itu produk direvisi seperti yang disarankan. mereka menyarankan untuk menambahkan beberapa contoh lagi di setiap unit. dan mahasiswa dalam rangka perbaikan produk tersebut. hipotesis kerja lebih dulu diformulasikan dalam hipotesis nol. mengurangi. Kata kunci: tatabahasa dalam konteks. uji coba pada mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP Santu Paulus Ruteng.963. dilanjutkan dengan pengembangan materi. kegiatan di kelas adalah berupa kegiatan merevisi dan mengedit sekaligus menulis draf akhir. proses revisi sesudah uji coba. Hasil analisis menunjukkan bahwa F-hitung yang diperoleh adalah 17. Ketika diminta pendapat mereka tentang apa yang hendak diperbaiki dalam produk tersebut. produk akhir dapat diselesaikan seperti terlihat pada bagian akhir dari tesis ini. Selanjutnya. dan produk akhir.05. Dengan demikian. Berdasarkan hasil penelitian. ada pedoman evaluasi dan catatan lapangan yang dipakai sebagai instrumen untuk merekam masukan dari para ahli. Pada pertemuan kedua.

Kata kunci: silabus. yaitu: 1) Boarding and seating. Mereka dapat mengikuti petunjuk di dalam materi mulai dari tujuan. awak kabin . Kata kunci: pengembangan. 4) socializing/personal service/extra care. Bagi para mahasiswa yang mengambil mata kuliah Writing III. Saran untuk langkah selanjutnya adalah penggunaan silabus di pusat pelatihan awak kabin yang menggunakan silabus komunikatif yang didasarkan pada survei kebutuhan terlebih dahulu untuk mengetahui apa yang ada di dunia nyata. Bagi peneliti lain dalam bidang pengembangan materi terutama menulis. 7) evaluasi/revisi silabus. dan latihan menulis dengan pendekatan proses. Silabus yang dikembangkan ini terdiri dari topik-topik yang berhubungan dengan dunia penerbangan. mereka dapat belajar sendiri dengan menggunakan materi tersebut ketika dosen berhalangan hadir. untuk kemudian diolah untuk menjadi hasil akhir. Silabus ini juga merefleksikan keadaan-keadaan nyata di dunia penerbangan sehingga para awak kabin akan mampu berkomunikasi dengan baik menggunakan Bahasa Inggris yang baik dan benar karena hal tersebut merupakan aspek yang sangat penting di dalam dunia penerbangan. 4) menulis proto silabus. Untuk memperbaiki produk tersebut. Writing Pengembangan Silabus Bahasa Inggris Komunikatif untuk Siswa Awak Kabin di Pusat Pelatihan Yudi Setyaningsih Abstrak Studi ini dimaksudkan untuk mengembangkan seperangkat silabus untuk siswa awak kabin yang sedang menempuh pendidikan di pusat pelatihan awak kabin. 9) Announcement. 2) Before Take-off. 5) menulis silabus pengajaran. uji coba yang lebih luas perlu dilakukan.278 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 yang dihasilkan oleh siswa. konsep. Sosialisasi dapat pula dilakukan kepada institusi dalam rangka memperoleh izin penggunaan materi ini di kelas. 7) After Landing and Parting. ESP. 6) uji coba silabus. silabus yang dikembangkan dibuat berdasarkan kemampuan komunikatif sebagai dasar dalam pengembangannya. Dengan begitu. penelitian ini termasuk produk yang dihasilkan dapat dipakai sebagai rujukan dalam penelitian mereka. 3) memilih tipe silabus. direvisi. dan 8) produk akhir. lebih banyak orang terutama para dosen mata kuliah Writing III perlu dilibatkan untuk memberikan kontribusi bagi perbaikan materi tersebut. Kedua. materi pengajaran. Para dosen yang mengajar mata kuliah Writing III juga dapat diperkenalkan pada materi ini untuk dipakai di kelas. Setelah uji coba dilaksanakan kemudian dievaluasi oleh para pakar silabus. Silabus yang diusulkan ini akan sangat berguna untuk para pengajar Bahasa Inggris yang mengajarkan ESP di pusat pelatihan awak kabin karena telah dilengkapi dengan satuan pelajaran yang menguraikan dengan sangat jelas kegiatan-kegiatan belajar/mengajar serta materi pengajaran yang terutama bersumber dari internet. model teks. Karena kemampuan berkomunikasi dengan penumpang asing menggunakan Bahasa Inggris sangat penting. Silabus yang sudah dilengkapi dengan tabel penyebaran kegiatan dan satuan pelajaran ini kemudian diuji-cobakan oleh guru Bahasa Inggris yang mengajar ESP di salah satu pusat pelatihan awak kabin di Malang. upaya untuk memperkenalkan materi ini dapat dilakukan pada awal pertemuan kepada mahasiawa. dan 10) Language Reinforcement. Penelitian hasil kerja pengembangan (Research and Development) ini didasarkan pada teori Yalden dalam artikelnya yang berjudul Language Program Development yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa dengan melalui delapan tahapan. latihan. yaitu: 1) Melaksanakan survey kebutuhan. 5) Sales On-board. 8) Flight Safety Procedure. Selain itu. maka pengajaran Bahasa Inggris di pusat pelatihan awak kabin akan semakin mengena pada sasaran yaitu seorang awak kabin tidak saja cakap dalam melayani penumpang namun juga mampu berbahasa Inggris secara baik dan benar dan dimengerti oleh penumpang asing. Topik-topik ini akan disajikan dalam dua belas kali pertemuan dengan waktu Sembilan puluh menit per pertemuan. 2) Mendeskripsikan/menentukan tujuan. Para pengajar Bahasa Inggris dan siswa awak kabin akan sangat terbantu oleh silabus ini karena pembuatannya didasarkan pada survey kebutuhan yang dilakukan terhadap orang-orang yang terlibat dalam dunia penerbangan. 6) Giving Information and before Landing. 3) Meals and Drinks Service.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.