Kumpulan Abstrak Tesis & Disertasi 20082009

Kumpulan Abstrak Tesis Semester Genap 2008/2009 Pendidikan Bahasa Inggris (ING

)

228 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009

Menggunakan Film untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas 8 MTs Negeri Planjan Kesugihan Cilacap dalam Menulis Paragraf Narasi Akhmad Fauzan Abstrak
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada permasalahan yang dialami oleh peneliti sebagai guru Bahasa Inggris di MTs Negeri Planjan Kesugihan Cilacap. Berdasarkan hasil stui pendahuluan siswa kelas VIII MTs Negeri Planjan Kesugihan Cilacap, menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks narrative siswa kelas VIII E masih kurang memuaskan dan siswa mempunyai motivasi yang rendah dalam proses belajar dan mengajar. untuk mengatasi masalah tersebut peneliti menggunakan film teknik. Teknik ini dipilih karena dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan menulis sehingga kemampuan menulis mereka dapat meningkat. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah “Bagaimana film bisa meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis siswa MTs Negeri Planjan Kesugihan Cilacap dalam menulis paragraph narrative?”. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas secara kolaborasi. Dalam penelitian ini, peneliti dan kolaborator bekerja sama dalam menyusun rencana pelajaran, mengimplementasikan tindakan, mengamati tindakan, dan melakukan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII E pada MTs Negeri Planjan Kesugihan Cilacap tahun ajaran 2008-2009. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengikuti prosedur penelitian tindakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Prosedur penerapan media film dalam pembelajaran menulis pada penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) mengawali pelajaran dengan ice breaking,(2) mengelompokan anak-anak dengan cara memberi daftar kata kunci.(3) menyuruh anak-anak duduk berkelompok, terdiri dari empat sampai lima orang setiap kelompoknya,(4) menyuruh anak-anak untuk membaca daftar kata dipandu oleh , (5). menampilkan gambar sesuai dengan tema , (6) menapilkan model teks, (6) menayangkan narrative film pendek secara lambat atau bahkan berhenti pada bebarapa kejadian dan mengisi narrative chart berkelompok, (8) Siswa menjawab pertanyaan bersama anggota kelompoknya, (9) Siswa mengembangkan draft berdasarkan jawaban-jawaban pada pertanyaan, (10) Siswa diminta untuk merevisi dan mengedit draft yang telah mereka buat, (11) Siswa diberi kesempatan untuk menampilkan karya tulisnya, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi ini dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf narrative. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari nilai tes rerata siswa pada siklus 1,dan siklus 2.Nilai rerata siswa pada sikulus 1 adalah 61dan pada siklus 2 menjadi 72. Selain itu film juga mampu meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa selama pembelajaran menulis. Hal ini dapat dilihat dari prosentase keterlibatan siswa pada siklus1 yaitu 63% dan 70% pada siklus 2. Berkaitan dengan response siswa, 86% menyatakn termotivasi pada siklus 1 dan 87% pada siklus 2. Berdasarkan temuan di atas, beberapa saran dikemukakan.Bagi guru bahasa inggris, untuk menerapkan media film dalam mengajar menulis. Kepada pihak sekolah untuk menyediakan media pembelajaran seperti halnya computer dan LCD proyektor Ketiga, bagi peneliti mendatang, disarankan melakukan studi semacam ini dengan ketrampilan dan type teks yang berbeda. Kata kunci: films, kemampuan menulis, paragraph narrative

Penggunaan Blog untuk Memperbaiki Keterampilan Menulis Mahasiswa dalam Mengembangkan Esai Percontohan (Example Essay) di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Palangka Raya Akhmad Fauzan Abstrak
Ada empat masalah utama dalam pengajaran menulis di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Masalah tersebut berhubungan dengan keterbatasan sumber materi cetak, kegiatan yang terpusat pada guru, pembaca tulisan mahasiswa, dan timbal balik terhadap tulisan mahasiswa. Keempat masalah ini kemudian mempengaruhi mahasiswa dalam menulis Bahasa Inggris, khususnya menulis esai akademik. Oleh sebab itu, penelitian ini mencoba memecahkan masalah dalam pengajaran menulis. Penggunaan blog dimaksudkan untuk membantu mahasiswa memperbaiki keterampilan 227

Program Studi S2 ING 229

menulis mereka dalam mengembangkan esai percontohan. Blog digunakan sebagai strategi dalam penelitian ini karena blog adalah sumber potensial untuk pembelajaran bahasa, blog cocok untuk mahasiswa, blog adalah pembelajaran otentik, dan blog praktis digunakan. Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa Menulis 3 di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Palangka Raya. Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini memiliki 2 siklus. Pada siklus pertama, perbaikan keterampilan menulis mahasiswa tidak menunjukkan kemajuan berarti. Hanya ada 3 mahasiswa yang memiliki skor 2 atau 3 poin untuk semua sub-kriteria dalam rubrik penilaian. Jadi, siklus pertama tidak memenuhi kriteria keberhasilan. Kegagalan strategi dalam memperbaiki kemampuan menulis mahasiswa pada siklus pertama terdapat pada kekurangan waktu, kesulitan dalam mengungkapkan ide, dan keraguan dalam menggunakan kosa kata yang sesuai dan tata bahasa Inggris yang tepat. Setelah strategi diperbaiki berdasarkan temuan-temuan selama pelaksanaan siklus pertama, mahasiswa pun menunjukkan perbaikan dalam mengembangkan esai percontohan. Ada 16 mahasiswa yang memiliki skor 2 atau 3 poin untuk semua sub-kriteria di rubrik penilaian. Angka ini menunjukkan 80% dari jumlah keseluruhan mahasiswa, dan ini berarti kriteria keberhasilan telah dicapai. Berdasarkan temuan-temuan pada kedua siklus, peneliti mengambil kesimpulan untuk keefektifan penerapan strategi blog. Pertama, dosen dan mahasiswa harus mendaftar di blog untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan blog. Kedua, mahasiswa harus menggunakan mesin pencari untuk menemukan situs jejaring atau blog yang berkenaan dengan topik tulisan mereka. Ketiga, mahasiswa juga harus memeriksa situs jejaring tata bahasa dan kamus Bahasa Inggris selama proses menulis untuk meyakinkan struktur kalimat dan pilihan kata. Keempat, dosen dan mahasiswa harus memberikan komentar, pembenaran, dan saran kepada blog mahasiswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengilhami guru Bahasa Inggris dalam memanfaatkan teknologi di dalam ruang kelas, mahasiswa yang berlatih keterampilan berbahasa melalui aplikasi internet, dan peneliti lain untuk melakukan penelitian serupa yang bertujuan meningkatkan keterampilan mahasiswa tidak hanya dalam menulis, tetapi juga dalam menyimak dan membaca. Kata kunci: blog, keterampilan menulis, esai percontohan

Keefektifan Jurnal Dialog dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Naratif Siswa Kelas 12 MAN 3 Malang Ali Mukti Abstrak
Jurnal dialog adalah sesuatu yang baru dan keefektifannya pada siswa MAN 3 Malang belum terbukti. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keefektifan teknik jurnal dialog dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa dalam menulis teks naratif. Masalah penelitian umum yang harus dijawab adalah, “Apakah para siswa yang diajar dengan menggunakan teknik jurnal dialog menunjukkan hasil yang lebih baik dalam menulis teks naratif dari pada mereka yang tidak diajarkan dengan menggunakan teknik jurnal dialog?” Jawaban sementara untuk pertanyaan tersebut kemudian di formulasikan dalam sebuah hipotesa kerja yang berbunyi “Nilai rerata kelompok yang diajar dengan menggunakan jurnal dialog lebih tinggi secara signifikan dari pada nilai rerata kelompok yang tidak diajar menggunakan teknik jurnal dialog.“ Desain penelitian ini adalah semi-eksperimen dengan tes awal-tes akhir kelompok control yang tidak diacak. Sampel penelitian ini diambil dari populasi kelas 12 MAN 3 Malang tahun pelajaran 2008/2009; yaitu kelas 12 IPA 3 sebagai kelompok kontrol, dan kelas 12 IPA 2 sebagai kelompok eksperimen. Kedua kelas ini masing-masing diisi oleh 36 siswi. Dalam pengumpulan data, dua soal tes menulis digunakan sebagai instrumen; satu soal digunakan dalam tes awal, dan satu soal lain dalam tes akhir. Dalam tes tersebut, siswa diminta untuk menulis teks naratif. Kemudian, pekerjaan mereka dinilai dengan menggunakan rubrik penskoran analitik. Disamping itu, kuesioner digunakan sebagai instrumen sekunder. Kuesioner ini diberikan hanya pada kelompok eksperimen guna mengevaluasi pelaksanaan jurnal dialog. Berdasarkan karakteristik deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rerata dari kelima aspek menulis kelompok eksperimen lebih baik dari pada kelompok kontrol. Dengan demikian, teknik jurnal dialog yang diterapkan di kelompok eksperimen membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks naratif. Disamping itu, dengan menggunakan analisa covarian (ANCOVA) dengan tingkat signifikan 0,05, hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kosa kata dan tata bahasa menghasilkan perbedaan yang signifikan. Hal ini karena F hitung untuk kosa kata adalah 4,595 dan 27,548 untuk tata bahasa sementara F

230 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009

tabelnya adalah 3,988. Untuk tiga aspek yang lain, yaitu isi, organisasi, dan mekanis, menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai F hitung ketiga aspek ini lebih kecil dari pada F tabelnya. Secara berurutan nial F hitung untuk masing-masing adalah 0,071, 0,669, and 3,755. Secara umum, akan tetapi, hasil yang dihitung dari keseluruhan aspek menunjukkan bahwa nilai F hitung dari seluruh aspek menulis (8,580) lebih besar dari pada F tabel (3,988). Maka, terdapat cukup bukti untuk menolak hipotesa nol. Dengan kata lain, hipotesa kerja dapat diterima. Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa teknik jurnal dialog yang diberikan kepada kelompok eksperimen terbukti efektif meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis teks naratif. Oleh karena itu, disarankan bahwa guru bahasa Inggris menerapkan teknik jurnal dialog ini dalam pengajaran menulis. Disamping itu, guru juga perlu memberikan perhatian lebih terhadap kemampuan menulis siswa berkaitan dengan tata bahasa dan mekanik selain ketiga aspek yang lain. Hal ini dikarenakan kedua aspek yang disebut pertama berada pada criteria rendah hingga sedang. Saran juga ditujukan kepada peneliti yang akan datang bahwa percobaan penelitian dapat dilakukan lebih dari 10 kali pertemuan dan pada siswa kelas 10 atau 11 sebagai subjeknya.Disamping itu, peneilitian dapat dilakukan pada kelas atau program yang memiliki perkembangan kognitif rendah dan atau masalah afektif. Peneliti, agar lebih netral, tidak perlu terlibat langsung dalam pengajaran di kelas tetapi dapat menugaskan seorang atau dua orang guru lain untuk mengajar di kedua kelompok. Kata kunci: keefektifan, jurnal dialog, keterampilan menulis, teks naratif

Menerapkan Strategy DRTA untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca Siswa Kelas Sebelas MAN Kandangan Kediri Ani Mutadayyinah Abstrak
Membaca sebagai salah satu ketrampilan dasar bahasa yang harus dikuasai dipembelajaran bahasa. Biasanya diajarkan bersama dengan tiga ketrampilan bahasa lain. Sebagai salah satu ketrampilan bahasa, membaca mendapat perhatian lebih dari keterampilan bahasa lainnya. Ada prioritas utama. Bagaimanapun, banyak siswa tidak mempunyai cukup ketrampilan dalam membaca dan prestasi membaca mereka rendah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dan bertujuan meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa kelas sebelas pada teks narasi di MAN Kandangan melalui DRTA (Directed Reading Thinking Activity). Strategi ini dipilih karena membantu mengembangkan kemampuan membaca kritis and mendorong membaca aktif. Selain itu, strategi ini telah terbukti, melalui banyak penelitian, telah mampu meningkatkan prestasi pemahaman membaca dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah tiga puluh siswa kelas tiga MAN Kandangan pada tahun akademik 2008/2009. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu, planning, implementing, observing, dan reflecting. Masing-masing siklus dalam penelitian terdiri dari dua pertemuan untuk penerapan strategi dan satu pertemuan untuk tes. Data penelitian ini dikumpulkan melalui beberapa instrument berikut; lembar observasi, lembar catatan, kuestioner, dan tes membaca pemahaman. Hasil penelitian ini menunjukkan model yang tepat dari DRTA strategi dalam pengajaran membaca di MAN Kandangan terdiri dari langkah langkah berikut: ditahap membaca awal; (1) mengelompokkan siswa, (2) menjelaskan tujuan pelajaran, (3) mengiring siswa pada topic dengan memberi beberapa pertanyaan dan menunjukkan gambar, (4) meminta siswa memprediksi topic bacaan dari gambar dan judul yang diberikan, (5) mengenalkan kosakata baru. Ditahap membaca diam terpadu; (1) memberikan pertanyaan, (2) meminta siswa memprediksi bacaan kemudian menulisnya dalam lembaran, (3) meminta siswa berbagi dengan kelompok. Dalam hal ini, beberapa prediksi siswa ditulis di papan tulis, (4) menugaskan salah satu siswa untuk membaca keras diikuti oleh semua siswa membaca secara diam, (5) meminta untuk mencatat informasi, (6) meminta siswa berdiskusi dengan kelompok. Di tahap membaca akhir; (1) menugaskan untuk memeriksa dan membuktikan prediksi mereka, (2) meminta menemukan bukti untuk mendukung prediksi, (3) berdiskusi prediksi murid, (4) meminta siswa mengerjakan tugas, (5) mendiskusikan jawaban siswa. Lebih lanjut, hasil penelitian ini menjelaskan bahwa strategi DRTA meningkatkan pemahaman membaca siswa. Peningkatan ini dapat dilihat dari bertambahnya skor pemahaman membaca siswa yang dapat mencapai nilai target (75 pada rentang 0 sampai 100), yaitu pada tes awal, hanya ada 8 siswa atau 24%

Program Studi S2 ING 231

dari 33 siswa yang dapat mencapai nilai target. Pada siklus pertama, ada 17 siswa atau 48% dari 33 siswa yang dapat mencapai nilai target. Pada siklus kedua, ada 22 siswa atau 67% out of 33 siswa yang dapat mencapai nilai target. Selain itu, penemuan ini menjelaskan bahwa strategi DRTA sukses meningkatkan murid aktif terlibat dikelas. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa strategi DRTA tidak hanya sukses dalam meningkatkan pemahaman membaca siswa tetapi juga dapat meningkatkan keterlibatan siswa pada proses pembelajara. Oleh sebab itu, beberapa saran dibuat. Pertama, guru-guru bahasa Inggris dapat menerapkan strategi DRTA dalam pembelajaran membaca. Mereka harus mengunakan teks bacaan yang belum dibaca oleh siswa dan mereka juga harus positif, suportif, and memberi semangat. Kedua, peneliti-peneliti selanjutnya disarankan mereka melakukan penelitian yang sama mengunakan strategi DRTA pada ketrampilan bahasa lainnya dan pada jenis teks yang lain seperti expository, report, dan recount. Kata kunci: strategy directed reading thinking activity, pemahaman membaca

Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Recount Dengan Menggunakan Teknik Pertanyaan Berakhir Terbuka Bagi Siswa MTsN Godean Kelas Delapan B.M. Hartono Abstrak
Studi awal menunjukkan bahwa pengajaran menulis di MTsN Godeanbelum membantu siswa terampil menulis. Tulisan siswa terdapat kesalahan-kesalahan. Oleh karena itu peneliti benar-benar perlu mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan teknik pertanyaan berakhir terbuka dalam mengajarkan menulis. Teknik ini merupakan gabungan dari proses menulis yang terdiri dari menggali gagasan, mengembangkan gagasan, menambah atau mengurangi gagasan, dan membenarkan kekeliruan-kekeliruan serta jenis teks ,khususnya recount, yang mengaitkan antara tujuan dan bentuk. Masalah penelitian yang diajukan adalah bagaimana teknik pertanyaan berakhir terbuka dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa dalam teks recount? Berbasis pada masalah penelitian itu, penelitian menekankan pada penggunaan pertanyaan berakhir terbuka untuk meningkatkan kemampuan kemampuan menulis teks recount bagi siswa MTsN Godean kelas delapan. Rancangan penelitian yang diterapkan adala penelitian tindakan kelas. Pada penelitian ini peneliti dibantu oleh seorang teman sejawat. Penelitian dilakukan pada sebuah kelas yang terdiri 41 siswa yang diambil sebagai subyek penelitian. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, penerapan, pengamatan, dan penilaian. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa instrumen seperti daftar pengamatan, catatan-catatan lapangan, angket, dan porto folio atau tulisan-tulisan siswa. Penarapan open-ended questioning technique diawali dengan menanyakan kegiatan siswa yang telah mereka lakukan sebagai persiapan menulis. Berdasarkan jawaban siswa, guru mendisain gambaran situasi (prompt) dengan mempertimbangkan bahwa prompt tersebut menarik, dialami oleh seluruh siswa, dan disesuaikan dengan tingkat kemampuan bahasa siswa. Kemudian secara berkelompok siswa mengubah prompt menjadi pembuka cerita pengalamannya yang akan ditulisnya. Kemudian untuk mengembangkan tulisan tentang pengalamannya guru memberikan pertanyaan terbuka. Untuk memperbaiki tulisannya, guru meminta siswa menambah keterangan yang diperlukan atau menghilangkan keterangan yang tidak diperlukan. Sebagai penutup tulisan siswa guru menanyakan kesan yang telah dirasakan dari apa yang telah ditulisan. Terakhir, siswa diminta membenahi hal-hal yang terkait dengan teknik penulisan. Penemuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teknik pertanyaan berakhir terbuka meningkatkan kemampuan menulis siswa. Peningkatan skor rata-rata tulisan siswa dapat dilihat dari tiap-tiap siklus. Sebelum teknik ini diterapkan skor rata-rata tulisan siswa 45.585. Setelah teknik ini diterapkan pada siklus pertama skor rata-rata tulisan siswa 57.870. Dan skor rata-rata tulisan siswa pada siklus kedua 76.121. Berdasarkan hasil dari penerapan teknik pertanyaan berakhir terbuka untuk pengajaran menulis, guru-guru bahasa Inggris dianjurkan menerapkan teknik tersebut terutama dalam mengajar menulis teks recount. Dan bagi peneliti selanjutnya, khususnya bagi mereka yang tertarik untuk menerapkan teknik ini, dianjurkan untuk menerapkan teknik ini dalam menulis jenis-jenis teks yang lain seperti deskripsi, narasi, prosedur, dan laporan. Kata kunci: kemampuan menulis, teknik pertanyaan berakhir terbujka, recount

232 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Peningkatan Kemampuan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.09% pada siklus kedua. Berdasarkan hasil penelitian ini. dan simpulan.46) pada siklus pertama bertambah menjadi 25. dan huruf besar) dihadapi oleh mahasiswa di program studi tersebut. para peneliti disarankan untuk melakukan penelitian dengan menggunakan prosedur pendekatan ini untuk memecahkan permasalahan yang hampir sama dalam penelitian ini pada penulisan bentuk paragraf yang lain seperti narasi.82% pada siklus pertama bertambah menjadi 84. pertemuan kedua digunakan untuk kegiatan merevisi dan mengedit. dua orang tidak hadir karena sakit. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Tahap merevisi dilakukan untuk mengidentifikasi dan memberbaiki isi dan organisasi sebuah paragraf dengan menggunakan strategi merevisi sendiri dan teman pasangan. kemampuan mahasiswa menulis paragraf masih rendah. pemilihan kata.57) pada siklus kedua. dan hasil pekerjaan mahasiswa. Saran pertama ditujukan kepada para dosen untuk mengimplementasikan prosedur dari strategi pada pendekatan ini dalam mengajar menulis paragraf dengan cara mengetahui dulu permasalahan mahasiswa jika mereka menemukan permasalahan yang hampir sama dalam penelitian ini. persuasi. peneliti mengajukan beberapa saran. Tahap menulis draf akhir dilakukan untuk menulis kembali draf yang telah direvisi dan diedit ke dalam draf akhir dengan menggunakan tulisan tangan dan pengetikan di komputer. peningkatan juga diketahui dari partisipasi aktif mahasiswa dalam proses menulis dari 56. Hasil tersebut diperoleh dari implementasi pendekatan ini yang dilakukan melalui lima tahap dalam menulis. Selama melaksanakan penelitian. Kalimat-kalimat itu disusun secara berhubungan dan beraturan dengan menggunakan tanda pengatur atau penghubung. Subyek penelitian ini melibatkan 29 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris semester dua tahun pelajaran 2008/2009. dengan cara mengedit sendiri dan teman pasangan. ataupun bentuk argumentasi. . Setiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari 3 pertemuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengikuti prosedur: perencanaan. Selanjutnya. dan struktur kalimat termasuk tata bahasa dan mekanik (ejaan. Tahap menulis draf awal digunakan untuk mengembangkan gagasan dari kerangka tersebut dengan cara menulis kalimat dalam draf dan mengorganisasikan kalimat itu menjadi tiga bagian yakni kalimat topik. menerapkan. FKIP Universitas Tadulako dalam Menulis Paragraf melalui Pendekatan Berbasis Proses Budi Abstrak Berdasarkan pengalaman peneliti dalam mengajar mata kuliah menulis paragraf dan hasil evaluasi diri program studi pendidikan bahasa Inggris. dan huruf besar. Tahap pramenulis dilaksanakan untuk mengeluarkan dan mengorganisasikan gagasan dengan cara mengklasifikasi ide (gagasan) dan membuat kerangka atau outline dari sebuah paragraf. Pertemuan pertama difokuskan pada kegiatan pramenulis dan menulis draf awal. questionnaire. eksposisi. observasi. Saran kedua ditujukan kepada pimpinan program studi pendidikan bahasa Inggris pada fakultas ini agar membuat suatu kebijakan untuk peningkatan kualitas pendidikan dengan mengadakan deseminasi dari prosedur pendekatan ini kepada para dosen mata kuliah Writing II (menulis paragraf) and meminta kepada mereka agar menggunakannya untuk mengajar mata kuliah tersebut. Oleh karena itu. dan merefleksikannya. Penelitian ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis paragraf deskriptif melalui pendekatan berbasis proses.37 (84. tanda baca. salah satu cara yang cocok untuk mengatasi masalah itu adalah menerapkan pendekatan berbasis proses. organisasi. dan mekanik seperti penulisan ejaan. dan pertemuan ketiga dilakukan untuk kegiatan menulis draf akhir. Data yang diambil melalui lembar pengamatan.04 (63. Palu. Selain itu. tata bahasa. tanda baca. Sehubungan dengan data tersebut. catatan lapangan. Pendekatan ini dipilih karena dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam proses menulis. Rumusan masalah penelitian ini adalah “Bagaimana kemampuan mahasiswa dalam menulis paragraf dapat ditingkatkan melalui pendekatan berbasis proses?” Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif. Tahap mengedit dilaksanakan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan pada struktur kalimat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pendekatan berbasis proses berhasil meningkatkan kemampuan mahasiswa menulis paragraf. Peneliti dan collaborator bekerja sama untuk membuat rencana satuan pelajaran. Peningkatan itu dapat diketahui dari hasil skor ratarata 19. pemilihan kata. pelaksanaan. dan refleksi. beberapa masalah utama dalam paragraf yang berkaitan dengan isi. pendukung. mengamati.

bertanya. menjelaskan. clarifying (mengklarifikasi). digunakan untuk mengidentifikasikan apakah siswa sudah memperoleh kemajuan dalam pemahaman membaca. melaksanakan kegiatan. Kalimantan Tengah Budi Suryanto Abstrak Membaca merupakan salah satu dari keterampilan berhahasa yang harus diajarkan kepada muridmurid Sekolah Menengah Atas dalam pelajaran Bahasa Inggris. questioning (bertanya). Dalam kegiatan Metode Pengajaran Timbal-Balik. dan merangkum. disarankan kepada para guru untuk menggunakan Metode Pembelajaran Timbal-Balik sebagai satu alternative pengajaran pemahaman membaca di kelas dan pengajaran bahasa Inggris lainnya untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Siswa belajar bagaimana memprediksi isi materi berikutnya. dan melakukan refleksi. paragraf. Tahap ketiga adalah kegiatan akhir. menemukan informasi tertentu. dan summarizing (menyimpulkan) diterapkan untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan kemampuan memahami bacaan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil (1) lembar observasi. untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa.00 untuk tes Siklus 2. Melalui proses belajar mengajar membaca. (2) catatan lapangan. serta teknik mengajar yang kurang variatif. Akan tetapi berdasarkan study pendahuluan ditemukan bahwa siswa siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Muara Teweh masih mengalami kesulitan dalam menemukan gambaran umum dari suatu bacaan. predicting (memprediksi). menemukan pokok pikiran serta menemukan informasi yang tersurat dan tersirat. kemampuan menulis Menerapkan Metode Pengajaran Timbal-Balik untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca Siswa Kelas Sebelas MAN Muara Teweh. Subyek penelitian ini berjumlah 40 orang siswa kelas XI IPS 2 MAN Muara Teweh-Kalimantan Tengah pada tahun akademik 2008/2009. Selanjutnya bagi para peneliti berikutnya disarankan untuk melakukan penelitian yang sama yang mencakup tingkat siswa yang lebih tinggi atau . kesatuan. memprediksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa. frase. Kepada para siswa juga disarankan untuk menggunakan Metode Pengajaran Timbal-Balik untuk melatih kemampuan pemahaman membaca mereka yang dapat dilakukan melalui kegiatan intra atau ekstra kurikuler. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang mana peneliti dan guru bekerja sama dalam menyiapkan prosedur Metode Pengajaran Timbal-Balik yang sesuai. menjelaskan kata-kata. penerapan sebuah metode atau strategi yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar membaca sangatlah diperlukan. dan (4) kuesener digunakan untuk memperoleh informasi dari siswa apakah strategi yang diterapkan dapat memotivasi siswa terlibat selama proses pengajaran dan pembelajaran. Prosedur penerapan Metode Pengajaran Timbal-Balik dalam pengajaran dan pembelajaran pemahaman membaca dibagi menjadi tiga tahap. rendahnya motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris.56 untuk tes awal. digunakan untuk mencatat data yang tidak tercakup pada lembar observasi. menentukan criteria keberhasilan. Peningkatan tersebut ditunjukan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa melalui siklus kegiatan yaitu 53. Tahap kedua adalah kegiatan inti yang terdiri dari empat strategi. 58.69 untuk tes Siklus 1. Tahap pertama adalah kegiatan awal. mengamati. Berdasarkan temuan tesebut. terbatasnya jumlah kosakata bahasa Inggris yang mereka kuasai. dan 72. untuk memperoleh informasi tentang kegiatan dan penampilan guru dan siswa selama pelaksanaan Metode Pengajaran Timbal-Balik. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keampuan pemahaman membaca siswa dalam bahasa Inggris melalui penerapan Metode Pengajaran Timbal-Balik. Selain itu siswa termotivasi dan aktif dalam kelas belajar yang menggunakan metode tersebut dalam hal belajar bekerja bersama dan saling membantu satu sama lainnya dalam sebuah kelompok yang berbeda kemampuan yang ditunjukan dengan hasil kerja mereka. koherensi. paragraf deskriptif. para siswa diharapkan mampu memahami teks bacaan yang mereka baca. dan menyimpulkan isi dari apa yang mereka telah baca. atau kalimat yang dianggap sulit kepada rekannya. Dalam hal ini Reciprocal Teaching (RT) Method atau Metode Pengajaran Timbal Balik dengan empat strateginya.Program Studi S2 ING 233 Kata kunci: pendekatan berbasis proses. siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari empat orang siswa. Oleh karena itu. (3) kuis. kurangnya kemampuan siswa dalam menguasai keterampilan membaca. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti. merancang rencana pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tiga kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Metode Pengajaran Timbal-Balik dalam pengajaran dan pembelajaran pemahaman membaca adalah efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa.

karakter.7% siswa yang mampu mencapai paling tidak tingkat baik (good) di siklus pertama menjadi 66. dan refleksi. Hal ini dapat dilihat dari skor yang tidak memuaskan dan beberapa masalah yang dihadapi siswa ketika menulis. peneliti menemukan beberapa masalah terkait dengan aktivitas pembelajaran bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Sunan Drajat Sugio-Lamongan. memberikan teks situasi dan dialog yang harus dimainkan.5% siswa di siklus kedua. Penelitian dilakukan di dalam satu kelas yang terdiri dari 24 siswa yang secara keseluruhan dijadikan subyek penelitian. yaitu perencanaan. Kata kunci: metode pengajaran timbal-balik.5% siswa di siklus pertama menjadi 62. Untuk memperoleh data penelitian. peneliti menggunakan beberapa instrumen penelitian. dan angket. mengajari teks dialog yang telah diberikan.7% siswa di siklus kedua. Rancangan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus secara kolaboratif dimana peneliti dibantu oleh guru kolaborator didalam melakukan penelitian.234 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 rendah seperti menggunakan siswa kelas X and XII sekolah lanjutan tingkat atas sebagai subyek penelitian berikutnya. Berdasarkan efektifitas dari penerapan teknik bermain peran dalam pengajaran berbicara. peneliti sangat termotivasi untuk mengatasi masalah tersebut dengan cara menerapkan teknik bermain peran dalam pengajaran ketrampilan berbicara. catatan lapangan. Selain itu. penerapan. Ini bisa dilihat dari hasil di tiap siklus. siswa mengalami kesulitan untuk mendapatkan ide. rendahnya motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketrampilan berbicara siswa meningkat secara signifikan dari satu siklus ke siklus berikutnya. pengamatan (pengambilan data). Mereka tidak dapat menulis dengan lancar karena mereka tidak tahu apa yang akan ditulis dan mereka mandek ketika sedang menulis. yaitu lembar observasi. pemahaman membaca Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa di Madrasah Aliyah Sunan Drajat SugioLamongan melalui Teknik Bermain Peran Chothibul Umam Abstrak Berdasarkan penelitian pendahuluan. Masalah-masalah tersebut adalah rendahnya kemampuan berbicara siswa. disarankan bahwa teknik bermain peran ini bisa digunakan sebagai teknik alternativ untuk mengajarkan kemampuan berbicara bahasa Inggris di tingkat SMA/MA. yaitu: menentukan materi pembelajaran. Oleh karena itu. Kata kunci: teknik bermain peran. Menulis menempati skor terendah dibandingkan tiga kemampuan bahasa lainnya. mengatur kelompok siswa. Prosedur teknik bermain peran yang diterapkan oleh peneliti dalam penelitian ini terdiri dari 7 langkah pokok. dan penggunaan teknik yang monoton dan tidak tepat oleh guru. Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan bagaimana teknik bermain peran meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas 11 Madrasah Aliyah Sunan Drajat Sugio-Lamongan. menyuruh siswa praktek bermain peran dengan teman kelompoknya sesuai dialog yang telah diberikan. Selain itu. menyuruh siswa memodifikasi situasi dan dialog yang telah dimainkan bersama kelompoknya masing-masing. kemampuan berbicara Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa dalam Menulis Teks Recount melalui Gambar Berseri di MTs Negeri Lubuk Basung I Sumatera Barat Era Susanti Abstrak Menulis merupakan keterampilan yang paling sulit bagi siswa di MTs Negeri Lubuk Basung 1 Sumatra Barat. dan menyuruh siswa menampilkan dialog yang telah mereka buat atau modifikasi sendiri di depan kelas bersama anggota kelompoknya masing-masing. maka bagi guru bahasa Inggris yang siswanya memiliki masalah kelas. . Prosedur pelaksanaan penelitian ini terdiri dari empat tahapan. dan situasi yang sama dengan Madrasah Aliyah Sunan Drajat Sugio-Lamongan. meningkatkan. Rasa percaya diri siswa juga meningkat dari 37. Kemampuan berbicara siswa meningkat dari 41.

4 tahun pelajaran 2008/2009. disarankan untuk melakukan penelitian selanjutnya tentang penggunaan gambar berseri dalam pengajaran bahasa Inggris yang berfokus pada peningkatan penguasaan tata bahasa siswa. catatan lapangan. Dari faktor tersebut. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes menulis. format observasi. perencanaan tindakan. Di samping peningkatan skor karangan siswa. teks recount Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Inggris Siswa Kelas Dua MTs Tarbiyah Takalar melalui Permainan Bahasa Herman Abstrak Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan dan juga pengalaman peneliti sebagai guru. Dari temuan penelitian. (15) meminta siswa membaca nyaring hasil tulisan siswa di depan kelas. Penerapan penggunaan gambar berseri dalam mengajar menulis teks recount juga mendapat tanggapan positif dari siswa. (11) meminta siswa menyusun kalimat acak menjadi teks recount yang baik berdasarkan gambar berseri. memberikan kontrol dan bimbingan dalam kerja kelompok. (5) memberikan model teks recount kepada siswa. Penelitian ini menemukan prosedur yang cocok dalam penggunaan gambar berseri dalam mengajar menulis teks recount sebagai berikut: (1) membagi siswa dalam kelompok-kelompok. penerapan. siswa MTs Tarbiyah Takalar belum mampu berbahasa Inggris dengan baik. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan siswa tersebut yakni perasaan takut melakukan kesalahan. gambar berseri. dan penguasaan kosa kata yang kurang.3% siswa memperoleh skor 65 keatas. disarankan kepada guru-guru bahasa Inggris yang menerapkan strategi ini untuk memberikan instruksi yang jelas kepada siswa. Karena teknik mengajar yang beragam sangat menentukan keberhasilan siswa. (13) meminta siswa menulis teks recount secara individu berdasarkan gambar berseri. Hasilnya. teknik mengajar yang monoton menjadi fokus penelitian ini. motivasi yang rendah. Setelah dites. (7) meminta siswa mengidentifikasi kata sambung yang digunakan dalam teks. Kata kunci: kemampuan menulis. teknik mengajar guru yang monoton. dan wawancara. penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana gambar berseri digunakan dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks recount di MTs Negeri Lubuk Basung 1 Sumatera Barat. dan refleksi. dan memilih topik dan gambar berseri yang dekat dengan kehidupan siswa. pelaksanaan tindakan. Prosedur penelitian terdiri dari empat tahapan utama. Bagi peneliti lain. (10) menyuruh siswa mengidentifikasi penggunaan huruf kapital dan tanda baca dalam teks model. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus . Nilai rata-rata yang mereka peroleh dalam pelajaran berbicara bahasa Inggris adalah paling rendah diantara empat ketrampilan berbahasa. (6) meminta siswa mengidentifikasi kata kerja yang digunakan di dalam teks. Subyek penelitian ini adalah 31siswa MTs Negeri Lubuk Basung 1 Sumatera Barat kelas VIII. maka guru menyiapkan teknik yang menarik dalam mengajar ketrampilan berbahasa Inggris yaitu teknik permainan bahasa. skor rata-rata pada siklus ini naik menjadi 66.(8) meminta siswa mendiskusikan bagian-bagian teks. (9) mendiskusikan isi teks dengan memberikan beberapa pertanyaan. (2) meminta siswa menyusun gambar acak menjadi gambar berseri (3) meminta siswa mencari kosakata dan informasiinformasi dari gambar. siswa tidak memiliki motivasi untuk menulis dan menjadikan menulis sebagai kegiatan yang sulit dan membosankan bagi mereka.(4) meminta siswa menentukan outline masing-masing gambar.Program Studi S2 ING 235 mereka juga mendapatkan kesulitan bagaimana membuat kalimat.(12) menyuruh siswa memasang kartu-kartu yang bertuliskan kata hubung untuk menghubungkan gambar-gambar. khususnya kelas VIIIC yang menjadi subyek penelitian ini. observasi pelaksanaan. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaborasi dimana peneliti dan guru kolaborasi bekerja sama dalam melaksanakan penelitian. Masalah penelitian ini adalah “Bagaimana permainan bahasa bisa meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris siswa kelas VIII MTs Tarbiyah Takalar?” Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang prosedurnya meliputi empat tahapan: perencanaan. pengamatan. temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa siswa aktif dan antusias dalam kegiatan belajar. mengatur waktu seefektif mungkin. (14) meminta siswa membaca kembali draf dan mengoreksinya.0 dimana 73. dan refleksi. Menulis menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menarik bagi mereka. dan (16) meminta siswa merespon karangan yang dibacakan oleh temanya. Berkenaan dengan masalah tersebut.

Ini berarti bahwa temuan di Siklus Dua telah mencapai ke tiga kriteria keberhasilan yang ditetapkan. (12) meminta umpan balik dari siswa mengenai kesalahan tata bahasa dan pengucapan dari setiap ”reporter” dan masalah yang mereka hadapi selama proses belajar mengajar. (5) meminta setiap kelompok menentukan ”reporter” nya masing-masing. Kata kunci: permainan bahasa. (3) meminta satu kelompok untuk mencontohkan kembali permainan tersebut. (10) meminta para ”reporter” menyampaikan laporan secara bergiliran dan siswa lain memperhatikan isi. ataupun pelatihan guru. (4) membagikan gambar berbeda kepada setiap kelompok sebagai acuan pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan oleh ”Trainee Reporter”.236 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 dengan tiga pertemuan setiap siklus. catatan lapangan. Sedangkan nilai rata-rata siswa dalam melakukan dialog sederhana adalah 76 dan dalam menyampaikan laporan lisan adalah 74. (2) memotivasi siswa bertanya sebanyak mungkin tentang ”diri baru” nya. Sedangkan prosedur permainan ”Be Someone Else” adalah: (1) memberikan contoh cara melakukan permainan itu dengan menjadi ”orang lain” dan memberi beberapa informasi tentang ”diri barunya” (misalnya saya seorang polisi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi. keadaan ini terjadi karena beberapa faktor. (13) menugaskan kepada masing-masing kelompok merevisi laporan mereka dan mengumpulkannya dalam bentuk tertulis. prosedurnya adalah: (1) memberi contoh cara melakukan permainan dibantu dua orang siswa. Rata-rata 86% siswa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan hasil beberapa penelitian. alat rekam. workshop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur permainan bahasa yang efektif dalam pengajaran berbicara memiliki prosedur yang berbeda. Oleh karena itu. baik mengenai keterlibatan siswa maupun unjuk kerja berbicara siswa. (7) meminta setiap kelompok memilih dua orang di dalam gambar tersebut untuk diperankan dan menyiapkan berbagai informasi yang berhubungan dengan kejadian di gambar tersebut untuk wawancara. hasil hasil yang diperoleh oleh para siswa dalam hal membaca tidak sebaik seperti yang diharapkan. masalah tata bahasa. (11) menanyakan beberapa pertanyaan kepada siswa lain setiap selesai satu reporter menyampaikan laporan untuk mengecek perhatian mereka.). saya sering menangkap penjahat. membaca adalah keterampilan wajib yang diajarkan di sekolah-sekolah mulai tingkat sekolah dasar dampai pendidikan tinggi. tata bahasa dan pengucapan dari para reporter. (6) meminta siswa bertukar peran dan berganti pasangan. lembar penilaian diri siswa. (8) meminta ”reporter” setiap kelompok mewawancarai kelompok yang bertukar gambar dengan kelompoknya. (10) menugaskan masing-masing siswa merevisi laporan mereka dan mengumpulkannya dalam bentuk tertulis. antara lain. (5) meminta siswa kelompok A mewawancarai siswa kelompok B secara berpasangan. . dan pengucapan dari setiap laporan. dst. (3) meminta siswa menentukan ”diri baru” mereka masing-masing dan memikirkan informasi-informasi tentang ”diri baru” mereka itu. (8) menjawab beberapa pertanyaan setiap satu laporan selesai melaporkan. (4) mengelompokkan siswa dalam dua kelompok (A dan B). siswa menganggap membaca merupakan kegiatan yang tidak menarik dan mereka kurang menguasai strategi yang efektif untuk memahami suatu teks. (2) mengelompokkan siswa. disarankan pula kepada para calon peneliti untuk melakukan penelitian yang sejenis dengan permasalahan yang mirip pula tetapi dengan tempat penelitian yang berbeda. dan lembar kuesioner. (6) meminta siswa menukar gambar dengan kelompok lain sebagai acuan wawancara. Mereka dapat juga melalukan penelitian eksperimen mengenai keterampilan berbicara untuk menguji atau memperkuat hasil penelitian ini. Selain itu. (7) melaporkan hasil wawancara mereka secara bergiliran dan menyuruh siswa yang lain memperhatikan isi. disarankan kepada para guru bahasa Inggris agar menerapkan teknik ini dalam pengajaran berbahasa Inggris di kelas yang siswanya bermotivasi rendah dan kemampuan yang beragam dan menyampaikan teknik ini pada kegiatan MGMP. keterampilan berbicara Meningkatkan Pemahaman Membaca Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui Strategi Pemahaman Membaca PreQueS Hermanto Abstrak Dalam konteks pengajaran dan pembelajaran Bahasa Inggris. Namun demikian. Hasil penelitian pada Siklus Dua menunjukkan peningkatan berarti. (9) meminta umpan balik dari siswa mengenai kesalahan tata bahasa dan pengucapan dari setiap ”reporter” dan masalah yang mereka hadapi selama proses belajar mengajar. (9) meminta para ”reporter” kembali ke kelompoknya masing-masing dan mendiskusikan hasil wawancara untuk laporan lisan. Dalam permainan ”Trainee Reporter”.

Program Studi S2 ING 237 Pada kasus mahasiswa ITS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari mahasiswa (73. mahasiswa akan menjadi lebih penasaran ingin tahu dan menikmati bahan bacaan itu. questioning dan summarizing mampu membantu mahasiswa ITS Surabaya meningkatkan kemampuan membaca. kriteria keberhasilan serta instrument penelitian. adalah terbatasnya latar belakang pengetahuan dan kurangnya penguasaan strategi membaca. Selain itu. Selanjutnya pencapaian kemampuan membaca mahasiswa juga menunjukkan peningkatan dari rata-rata semula 68. Questioning membantu mahasiswa dalam menentukan apa yang ingin mereka ketahui lebih lanjut pada saat membaca. 2). Summarizing membantu mahasiswa membangun kembali atau merekonstruksi apa yang telah mereka pahami dari bahan bacaan yang telah mereka baca. sehingga mereka mampu mengantisipasi apa yang akan dibahas selanjutnya dari bahan bacaan tersebut.8 dengan bentangan nilai 56 di mana nilai terendah adalah 40 dan yang tertinggi adalah 96. mahasiswa mampu menerapkan strategi PreQueS dalam kegiatan membaca mereka.8 menjadi 81.3 pada akhir penelitian. Para guru yang mengajar membaca juga disarankan untuk mengajar siswa strategi pemahaman membaca PreQueS. kegagalan mendapatkan hasil yang memuaskan dalam membaca. Strategi membaca PreQueS yang pada dasarnya terdiri dari strategi previewing. Untuk memperbaiki keadaan ini. strategi pemahaman membaca PreQueS. pengamatan yaitu kegiatan pengumpulan data serta analisa data dan refleksi pelaksanaan kegiatan. Kerja kelompok berguna untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa pada tahap awal dalam menerapkan strategi PreQueS. Guru berhasil menerapkan langkah-langkah yang diperlukan dalam mengimplementasikan strategi PreQueS seperti yang telah direncanakan sehingga pada akhir penelitian para siswa yang pada mulanya tidak mengetahui strategi PreQueS akhirnya menjadi tahu dan dapat menerapkannya sendiri. guru secara bertahap berhasil memperkenalkan strategi PreQueS kepada siswa. para peneliti lain juga disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan untuk mengembangkan strategi pemahaman membaca PreQueS ini. yaitu perencanaan berupa kegiatan untuk mempersiapkan rencana pembelajaran. maka disarankan para mahasiswa menerapkan strategi pemahaman membaca PreQueS dalam kegiatan membaca mereka. questioning. dan summarizing diterapkan untuk meningkatkan kemampuan membaca mahasiswa ITS Surabaya. yaitu sebuah strategi yang merupakan gabungan dari previewing. Dari apa yang telah mereka putuskan untuk mereka ketahui dari bahan bacaan itu.5%) mampu mengimplementasikan strategi PreQueS dengan baik dan sebanyak 76. Kata kunci: meningkatkan pemahaman membaca. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode penelitian tindakan kelas kolaborasi yang terdiri dari empat langkah. pemodelan. Aspek kedua adalah respon mahasiswa terhadap penerapan strategi PreQueS dan hasil yang dapat dicapai oleh mereka.5% mampu menunjukkan secara eksplisit bagaimana cara mengimplementasikan strategi PreQueS dalam membaca. Nilai terendah yang diperoleh mahasiswa juga berubah dari semula 40 menjadi 66 pada akhir putaran. nilai rata-rata membaca yang dicapai meningkat dari 68. hasil penelitian menunjukkan dua aspek penting. Setelah satu putaran selesai. Berdasarkan hasil analisa kemampuan membaca mahasiswa Kelas XI TPB ITS semester Genap 2007/2008 menunjukkan bahwa rata-rata nilai tes membaca mereka adalah 68. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan strategi PreQueS mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi guru di mana penelitian ini dilakukan dalam 2 aspek. kerja kelompok. maka strategi PreQueS. nilai terendah yang dicapai oleh mahasiswa adalah 56 (setara dengan C atau ‘Cukup’ menurut peraturan akademik ITS). Aspek pertama berhubungan dengan implementasi strategi PreQueS oleh pengajar. Penerapan strategi membaca PreQueS terdiri dari empat tahap yaitu brain storming. Dalam hal ini. Previewing membantu mahasiswa dalam membaca untuk menangkap ide umum dari isi bahan bacaan. Dengan hasil penelitian yang baik. dan kerja individu. pelaksanaan rencana yaitu kegiatan pelaksanaan rencana pembelajaran. Aspek pertama terkait dengan pengembangan strategi membaca. Akibatnya. Dari empat pertemuan kelas yang dilakukan. kemampuan memahami bacaan mereka tidak memuaskan. menurut hasil survey yang diadakan. Brain storming berguna untuk memberi mahasiswa konsep strategi PreQueS secara kuat. 3). Pemodelan adalah suatu langkah yang dilakukan oleh pengajar untuk memberi contoh atau model bagaimana menerapkan strategi PreQueS.8 (setara dengan B atau ‘Baik’ menurut peraturan akademik ITS) menjadi 71 (setara dengan AB atau ‘Sangat Baik’ menurut peraturan akademik ITS). Supaya semua yang disarankan ini dapat berjalan maka dukungan dari institusi juga sangat diharapkan. peningkatan prestasi tersebut ditunjukkan oleh hasil penelitian berupa peningkatan nilai rata-rata dan nilai minimum mahasiswa. Aspek kedua adalah peningkatan prestasi kemampuan membaca mahasiswa. Dalam tahap kerja kelompok ini mahasiswa dipandu oleh guru dalam menerapkan strategi. Refleksi dilakukan dengan membandingkan hasil penelitian dengan criteria keberhasilan yang terdiri dari 1). Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya . Kerja individu bertujuan untuk meltih siswa menerapkan strategi PreQueS secara mandiri.

menyusun tugastugas. Disamping itu guru juga perlu memperhatikan prinsip-prinsip diskusi kelompok kecil sehingga sesuai dengan tugas yang dikerjakan siswa.6 menjadi 6. Menurut Djiwandono (2008:62). Kepada peneliti selanjutnya.5 dimana siswa terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan 80% siswa dapat menjawab tes pemahaman membaca. dan lain-lainnya. Nilai rata-rata 64. (b) kegiatan inti berfoukus untuk membaca teks dengan diam. Selanjutnya penemuan ini juga menunjukan bahwa siklus diskusi kelompok kecil berhasil dalam meningkatan kemampuan pemahaman bacaan siswa. Nilai rata-rata diperoleh siswa pada dua siklus yang ditunjukkan dengan daftar pengamatan. majalah. khususnya yang berminat dalam meneliti didalam kelasnya. Peningkatan ini dapat dilihat dari kenaikan nilai ratarata siswa dan keterlibatan dalam kegiatan pemahaman membaca. Namun. Penelitian ini menggunakan kegiatan yang berkesinambungan untuk pengumpulan data yang terdiri dari penelitian sebelumnya. menjawab pertanyaan-pertanyaan pemahaman. Semakin banyak dan beragam tugas untuk siswa maka semakin meningkat pengetahuan siswa dan membuat mereka semakin terlatih. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. membaca merupakan kegiatan yang lebih penting dalam kehidupan dunia moderen dengan perkembangan setiap aspek kehidupan yang serba cepat Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pemahaman membaca dengan menggunakan diskusi kelompok kecil. kemampuan pemahaman membaca. 65% keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca meningkat dan prosentase 80% lebih besar di siklus kedua. guru Bahasa Inggris disarankan untuk menerapkan diskusi kelompok kecil khususnya dalam pengajaran membaca pemahaman. report. (c) kegiatan akhir memfokuskan pemeriksaan kembali pada pemahaman bacaan siswa pada teks. narrative dan hortatory exposition. dianjurkan untuk meneliti penerapan diskusi kelompok kecil dalam pengajaran membaca pemahaman yang berhubungan dengan jenis-jenis teks yang tidak hanya jenis teks penelitian ini . mendesain rencana pembelajaran. Di siklus I. iklan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa diskusi kelompok kecil tidak hanya efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa tetapi juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca. memilih jenis teks. Sasaran penelitian siswa kelas XI IPA 3 MAN 2 Madiun tahun 2008-2009 yang terdiri empat puluh siswa. Di siklus II nilai rata-rata siswa mencapai 70. Hasil penelitian ini mengungkapkan model yang sesuai pada diskusi kelompok kecil dengan diterapkan tiga prosedur: (a) sebelum kegiatan membaca berfokus untuk mengaktifkan pengetahuan awal siswa. dan membagi waktu karena membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengajarkan siswa yang berkemampuan rendah. recount. brosur. Oleh sebab itu. Disamping itu penemuan tersebut juga menunjukan bahwa diskusi kelompok kecil merupakan teknik yang efektif untuk menumbuhkan keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca pemahaman. Ada dua kriteria untuk menunjukan bahwa penelitian ini berhasil jika nilai rata-rata siswa yang didapatkan dari 5.83 yang berarti kriteria kesuksesan II tercapai. Hal ini menunjukkan bahwa criteria kedua tercapai. Dengan membaca orang dapat memperoleh informasi dari berbagai macam teks tertulis yang berasal dari koran.238 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas Sebelas MAN 2 Madiun Melalui Diskusi dalam kelompok kecil Ida Sriwidati Abstrak Membaca sebagai satu kegiatan yang penting pada setiap kegiatan bahasa. misalnya: procedure.70 di siklus I belum mencapai kriteria kesuksesan I. Kata kunci: meningkatkan. teknik diskusi kelompok kecil . penerapan. catatan lapangan dan hasil tes siswa. pengamatan dan refleksi. mengamati dengan memberikan pengarahan dan memeriksa hasil tes siswa. Tugas-tugas tersebut bisa menjadi pekerjaan rumah apabila waktu di sekolah terbatas. mendiskusikan isi bacaan dengan diskusi kelompok kecil mereka. guru harus mendesain model diskusi kelompok kecil yang sesuai. perencanaan.

Langkah ke dua. bertanya dan menjawab pertanyaan selama pembelajaran dengan menggunakan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi. (3) Kuis membaca pemahaman digunakan untuk mengidentifikasikan apakah siswa sudah memperoleh kemajuan dalam membaca pemahaman dan (4) kuesiner digunakan untuk memperoleh informasi dari siswa apakah strategi yang diterapkan dapat memotivasi keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. (2) Catatan lapangan digunakan untuk mencatat data yang tidak terdapat pada lembar observasi.BerpasanganBerbagi Juhari Abstrak Membaca adalah salah satu dari empat komponen bahasa yang harus dikuasai oleh siswa. Agar siswa dapat memahami bacaan dengan baik. mengamati dan melakukan refleksi. menentukan kreteria kesuksesan belajar. membuat rencana pengajaran. (3) meminta siswa menyebutkan kata-kata yang mungkin digunakan dalam tek dan menuliskan kata-kata yang telah diprediksi di papan tulis. membuka cakrawala dunia. Langkah ke tiga adalah kegiatan akhir. Lebih lanjut. Langkah ke dua adalah kegiatan initi. (8) menyuruh siswa untuk menjawab sendiri pertanyaan pemahaman dan memberikan bantuan apabila diperlukan. siswa tiadak bisa memperluas pengetahuannya. siswa di bagi dua (berpasangan) dan setiap pasang melakukan tiga tahap kegiatan kerjasama yang terpadu yaitu pada langkah awal. (5) memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. yaitu (1) menunjukkan gambar kepada siswa dan memberikan beberapa pertanyaan lisan yang berhubungan dengan gambar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. banyak alternative strategy pengajaran reading dapat dikembangkan. Penelitian ini menunjukkan bahawa pelaksanaan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi dalam pembelajaran membaca pemahaman adalah efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. (7) menjelaskan langkah-langkah dan kegiatan yang akan siswa lakukan dalam kelas membaca. setiap pasangan berbagi jawaban dengan pasangan lain. Langkah pertama adalah kegiatan awal. Tanpa membaca. kelompok lain. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil (1) lembar observasi. setiap siswa berpikir sendiri tentang pertanyaan atau masalah yang diberikan guru. (10) menyuruh setiap pasangan untuk mendiskusikan pertanyaan dan memberikan semangat kepada siswa untuk membantu pasangannya. untuk memperoleh informasi tentang kegiatan dan penampilan guru dan siswa selama pelaksanaan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi. (3) menjelaskan arti dari kata-kata sulit. (2) memberikan contoh bagaimana cara membaca tek yang benar dan meminta siswa untuk mengikuti dan menggaris-bawahi kata-kata yang sulit. yaitu (1) menyuruh siswa membaca tek dalam hati. (6). Disarankan kepada para guru untuk menggunakan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi sebagai salah satu strategi alternatif dalam pengajaran membaca pemahaman di dalam kelas dan pelajaran bahasa Inggris lainnya. siswa berpasangan dan bertukar pikiran dengan pasangannya masing-masing. Siswa juga direkomendasikan untuk menggunakan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi .Berpasangan-Berbagi dan satu pertemuan untuk test. Dalam kegiatan ini. Pada langkah ke tiga. dan mengakses teknologi informasi dengan mendalam. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yaitu kolaborasi antara peniliti dengan guru untuk berkerjasama untuk mengembangkan prosedur strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi yang sesuai. (9) menyuruh siswa berpasangan. (2) menulis jawaban yang benar di papan tulis dan (3) membuat kesimpulan dan menutup pelajaran. melakukan tindakan. Siswa juga memberikan respon yang positip terhadap pembelajaran dengan menggunakan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi. memonitor dan memberikan bantuan jika diperlukan. Salah satunya adalah penerapan strategi BerpikirBerpasangan-Berbagi. yaitu (1) memeriksa kembali jawaban siswa. (2) menyuruh siswa memprediksi topic yang akan dipelajari. menyuruh siswa untuk menjawab pertanyaan (ya-tidak) secara lisan.Program Studi S2 ING 239 Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas Sebelas MA Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan Probolinggo dengan menggunakan Strategi Berpikir. (4) menjelaskan isi dari tek. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus yang terdiri atas tiga kali pertemuan. atau dengan seluruh kelompok atau kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langhah-langkah dalam melaksanakan stategi BerpikirBerpasangan-Berbagi dalam pengajaran membaca pemahaman terdiri atas tiga langkah. Subjek penelitian ini adalah 32 siswa kelas sebelas MA Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan Probolinggo tahun ajaran 2008-2009. Dua Pertemuan untuk penerapan strategy Berpikir. siswa terlihat aktif dalam berbagi pendapat. (11) menyuruh setiap pasangan untuk berbagi jawaban secara bergiliran. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca pemahaman dengan menggunakan stategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi.

akhirnya dapat disarankan bahwa: (1) para mahasiswa mata kuliah Writing menggunakan Teknik Diagram Pohon untuk merencanakan dan menyusun tulisannya. tindakan dilanjutkan ke siklus kedua. sejumlah 26 orang dari 31 mahasiswa (83.87%) berhasil mencapai kriteria keberhasilan studi. Untuk mengatasi masalah tersebut. kemampuan membaca pemahaman. mereka belajar bagaimana mengembangkan paragraf dan menulis esei. argumentasi. diadakanlah studi ini dengan menerapkan Teknik Diagram Pohon (TDP) dalam pengajaran menulis esei argumentasi. yakni 75% dari seluruh jumlah mahasiswa di kelas. Setelah penerapan TDP di siklus kedua. Meningkatkan Kemampuan Menulis Argumentasi Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dengan Menggunakan Teknik Diagram Pohon Jumariati Abstrak Menulis esei argumentasi adalah salah satu masalah yang dihadapi oleh mahasiswa Strata 1 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Riley. Mereka adalah mahasiswa jalur non-reguler (mandiri). strategy berpikir berpasangan berbagi. Sebagai hasilnya. Data penelitian diperoleh dari hasil tulisan akhir mahasiswa. Pada studi awal. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif: peneliti bekerjasama dengan kolaborator dalam hal: merancang rencana pembelajaran. Kata kunci: meningkatkan. dan catatan lapangan. lembar pengamatan. Teknik ini dipilih untuk mengatasi masalah mahasiswa karena berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TDP dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis esei argumentasi. dan mekanisme penulisan. (Lee. pelaksanaan. Sehingga. 2004. dari 27 mahasiswa hanya 4 orang yang mencapai nilai sama dengan atau lebih dari 70 (kriteria keberhasilan minimal dalam studi ini). Kemungkinan penyebab dari masalah tersebut adalah penggunaan strategi pembelajaran yang kurang efektif untuk membimbing mahasiswa dalam menulis. Kata kunci: menulis.240 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 sebagai strategi belakajar dalam membaca pemahaman yang dapat mereka lakukan pada kegiatan intra kurikuler atau ekstra kurikuler. atau eksposisi. 2002) teknik ini membantu siswa melihat hubungan antar ide-ide dalam tulisannya. Subyek penelitian ini adalah para mahasiswa Strata 1 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Lambung Mangkurat yang sedang mengikuti Mata Kuliah Writing III pada Tahun Ajaran 2008/2009. Universitas Lambung Mangkurat. teknik diagram pohon . tetapi juga meningkatkan kemampuan berbicara dan membaca. Hal ini sejalan dengan kegunaan teknik yang diterapkan. yakni Teknik Diagram Pohon. Meskipun demikian. kosakata. narasi. 18 orang dari 33 mahasiswa mencapai nilai minimal. pengamatan. Mereka dipilih sebagai subyek karena berdasarkan silabus Mata Kuliah Writing III. dan mengadakan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus mengikuti langkah-langkah dalam penelitian tindakan kelas: perencanaan. dan refleksi. tidak hanya dalam hal organisasi tapi juga tata bahasa. (3) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Lambung Mangkurat memberikan perhatian lebih terhadap masalah pengajaran ketrampilan menulis di lembaganya dengan mempertimbangkan kekuatan Teknik Diagram Pohon dan mensosialisasikan teknik tersebut. kelas B3. menerapkan dan mengamati tindakan. Setelah penerapan Teknik Diagram Pohon. peningkatan jumlah mahasiswa yang mencapai nilai minimal masih belum memenuhi kriteria keberhasilan studi. (2) para pengajar ketrampilan menulis menerapkan Teknik Diagram Pohon didalam pengajarannya. siswa dapat meningkatkan kualitas tulisan mereka. Tiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. dan (4) para peneliti lain mengadakan penelitian serupa dengan menerapkan Teknik Diagram Pohon untuk meningkatkan tidak hanya kemampuan menulis esei dalam jenis teks lain seperti deskripsi.

Cooperative Learning memungkinkan siswa untuk berpartisipasi dalam bekerja sebagai suatu tim dimana mereka saling mengisi antar satu dengan yang lain dalam kelompok-kelompok kecil. bertanya. Guru harus memonitor siswa saat mereka kerja kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. Data diperoleh dari proses belajar dan mengajar melalui hasil observasi. dengan bekerja melalui Cooperative Learning. Mempertimbangkan hal ini maka penelitian ini berusaha untuk memperlihatkan bahwa Cooperative Learning dapat membantu mengembangkan kemampuan berbicara siswa.Program Studi S2 ING 241 The Implementation of Cooperative Learning in Developing Students’ Speaking Ability at SMA Negeri 1 Malang Junette Cinthya Tamaela Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Cooperative Learning untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Bantuan dari teman meningkatkan kemampuan baik bagi siswa yang dibantu maupun bagi yang membantu. dan wawancara yang dilakukan dilokasi penelitian. salah satu alternatif strategi digunakan dalam pengajaran menulis paragraf deskripsi. speaking ability Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas Delapan MTs PKP Manado Melalui Pemetaan Konsep Kalsum Maloho Abstrak Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan temuan pada studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa kemampuan menulis siswa kelas delapan MTs PKP Manado masih kurang memuaskan. Dengan belajar dalam kelompok koperatif ada kesempatan bagi siswa untuk menerima bantuan secara individu dari teman sekelompoknya. Subjek dari penelitian ini adalah 35 orang siswa Kelas X-4 SMAN 1 Malang. dan memilih kata-kata. hal ini terlihat saat siswa yang mengetahui jawaban memberitahukan kepada teman yang lainnya dalam kelompok itu dan menanyakan pendapat mereka tentang jawaban yang ia berikan. Hal ini memberikan kesempatan untuk mengalami pengalaman pembelajaran yang baik dan memberi ruang untuk memberi kontribusi secara individu. Formasi kelompok disusun sehingga siswa duduk berdekatan dan saling berhadapan dalam satu dengan mencampurkan siswa berdasarkan jenis kelamin dan kemampuan agar tercipta perbedaan pandangan. membuat tulisan relevan dengan topic. menjawab pertanyaan. Mereka mengembangkan kemampuan berbicara mereka dengan mempraktekkan berbicara sebanyak mungkin melalui interaksi dengan teman sekelompok. pendeskripsian penerapan Cooperative Learning untuk meningkatkan kemapuan berbicara siswa dapat diperoleh. empat siswa dalam satu kelompok merupakan jumlah yang maksimum untuk mengatur pembelajaran. dan proses pengelompokkan). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. . catatan lapangan. Kata kunci: cooperative learning. struktur tugas. Ada beberapa saran bagi guru Bahasa Inggris yang ingin menerapkan Cooperative Learning untuk meningkatkan berbicara siswa. siswa termotivasi untuk berbicara. Keberhasilan kelompok bergantung pada interaksi dari masing-masing anggota. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris interaksi antara siswa yang terjadi saat penerapan Cooperative Learning memberikan kesempatan bagi siswa untuk mendapat pemerolehan Bahasa Inggris. Hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertama. Studi menunjukan bahwa empat siswa dapat bekerja secara berpasangan. Untuk mengatasi masalah ini. karena masing-masing siswa mempunyai tiga kesempatan dalam berpasangan untuk bertukar pikiran. dan meresponi dukungan yang diberikan oleh teman. tanggungjawab individu dan kelompok. Guru harus merencanakan dengan baik sebelum mengajar siswa menggunakan Cooperative Learning dimana guru harus mempersiapkan materi yang sesuai dengan tingkatan kelas dan kemampuan siswa dan menerapkan beberapa prinsip dasar (manajemen kooperatif. Kedua. Mereka berkomunikasi satu dengan yang lain dengan memberikan opini. Siswa memperoleh banyak kesempatan untuk berbicara karena Cooperative Learning menuntut dan memperdalam kemampuan berbicara siswa. Dari data yang diperoleh. Siswa kesulitan menulis dalam hal memperoleh ide. Sehingga adanya saling mendorong dan saling mengembangkan kelemahan satu dengan yang lain. Dalam menggunakan kelompok kecil. meminta klarifikasi. peranan guru dan siswa.

(13) meminta siswa untuk saling bertukar draft mereka dalam kelompok. (11) meminta siswa menulis judul berdasarkan gambar yang dimulai dari tengah kertas. Selain itu. (10) memberitahukan siswa tentang kegiatan yang akan dilakukan dalam kelompok. dan membagi waktu karena membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengajarkan siswa yang berkemampuan rendah. (2) menghubungkan topik dengan pengetahuan siswa sebelumnya. memilih jenis teks. Subyek penelitian ini adalah dua puluh siswa (Kelas VIII-A) MTs PKP Manado. Ini berarti bahwa pengungkapan ide dari pesan tertentu di tuangkan dalam bentuk tulisan. dan spidol warna. dapat disimpulkan bahwa pemetaan konsep tidak hanya efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa tetapi juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan menulis. kriteria keberhasilan kedua adalah 70% siswa harus terlibat dan keterlibatan mereka berada pada skala “Baik” dan “Lebih Baik. pemetaan konsep dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan menulis.68 pada Siklus 1 belum memenuhi kriteria keberhasilan pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan konsep efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa. misalnya narasi. 70% siswa terlibat dalam kegiatan menulis. disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan pemetaan konsep khususnya dalam pengajaran menulis.” Nilai rata-rata 59.85. Menulis adalah salah satu cara bertukar pikiran dan menunjukkan kemampuan seseorang untuk mengungkapkan cara pandang berdasarkan topik tertentu (Hyland. pelaksanaan. khususnya yang berminat dalam meneliti pemetaan konsep didalam kelasnya. pengamatan. mendisain rencana pembelajaran. Berkaitan dengan produk akhir siswa. Sementara keterlibatan siswa dalam kegiatan menulis ditunjukkan melalui lembar pengamatan dan catatan lapangan. (3) memperkenalkan topik dan menjelaskan tujuan pembelajaran. (8) meminta siswa duduk dalam kelompok yang terdiri dari 4 orang. kertas berukuran (A4). hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan konsep juga sangat efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan menulis. kriteria keberhasilan pertama dari penelitian ini adalah nilai rata-rata siswa harus mencapai 65 atau lebih. telah terbukti. Pemetaan konsep ini dipilih karena dapat membantu siswa berusaha secara kooperatif dalam kegiatan menulis dan belajar menulis secara bersama dengan cara yang menyenangkan namun kompetitif. (18) meminta siswa untuk menulis draf akhir. Perolehan nilai rata-rata siswa pada dua siklus ditunjukkan melalui portofolio. terutama dalam memperoleh dan menyusun ide-ide. (12) meminta siswa menulis draf awal secara indifidu. Kata kunci: pemetaan konsep. dan persentasenya meningkat pada Siklus 2 menjadi 80%. Penelitian ini dilakukan melalui dua siklus yang mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu. (14) membimbing siswa merevisi tulisan mereka dari segi isi dan organisasi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa model pemetaan konsep yang sesuai dalam pengajaran menulis meliputi langkah-langkah berikut: (1) mengarahkan siswa kepada topik dengan memberikan pertanyaan. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu portofolio. Menulis berarti menyalurkan pesan dalam bentuk tulisan. Disamping itu guru juga perlu memperhatikan prinsip-prinsip pemetaan konsep sehingga sesuai dengan tugas yang dikerjakan siswa. prosedur. (5) meminta siswa untuk mengamati gambar. dianjurkan untuk meneliti penerapan pemetaan konsep dalam pengajaran menulis yang berhubungan dengan jenis teks yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian. dan recount. (7) membagikan contoh paragraf deskripsi. 2003). kemampuan menulis . dan refleksi. (9) membagikan gambar-gambar binatang lucu. perencanaan. menyusun tugas-tugas. Kepada peneliti selanjutnya. dan (19) menyimpulkan pelajaran. nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 69. (6) meminta siswa memperoleh ide dan menyusun ide-ide mereka melalui pemetaan konsep sebagai contoh dipapan tulis. (15) meminta siswa untuk mengomentari dan memberikan saran terhadap tulisan mereka. Hal ini berarti memenuhi kriteria keberhasilan kedua.242 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana pemetaan konsep meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas delapan MTs PKP Manado?” Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dirancang untuk mengembangkan stategi pemetaan konsep untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas delapan. Sulawesi Utara pada tahun akademik 2008/2009. Oleh sebab itu. Namun. (16) membimbing siswa mengedit tulisan mereka dari segi tata bahasa dan pilihan kata. guru harus mendisain model pemetaan konsep yang sesuai. Disamping itu. (17) ) meminta siswa untuk saling bertukar draf mereka untuk di baca kembali oleh teman lain dalam kelompok. Pada Siklus 1. Menulis sebagai salah satu keterampilan bahasa berperan penting dalam konteks pengajaran bahasa Inggris. dalam banyak penelitian.Tiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari satu pertemuan untuk pelaksanaan strategi dan dua pertemuan untuk pemberian tugas melalui proses menulis. berkaitan dengan keterlibatan siswa dalam keiatan menulis. Peningkatan dapat dilihat dari kenaikan nilai rata-rata dan keterlibatan siswa dalam kegiatan menulis. lembar pengamatan dan catatan lapangan. (4) menunjukkan gambar yang berkaitan dengan topik dengan cara menempelkannya di papan tulis. Pada Siklus 2. Sementara.

Instrumen penelitian ini adalah angket. Sebagai penelitian tindakan kelas. maka criteria keberhasilan dalam hal kemampuan berbicara siswa telah tercapai. ada 91. Penelitian ini diadakan dalam dua siklus. khususnya dalam pembelajaran berbicara. hanya ada 48. Kegiatan seperti ini bisa dilakukan dalam ekstra kurikuler. dan lembar penilaian diri siswa. maka penelitian ini diadakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa melalui teknik Incomplete Picture Series.6% dari keseluruhan siswa yang memperoleh nilai lebih dari dan/atau sama dengan 65. (7) meminta siswa untuk meyimpulkan akhir cerita setelah mereka mengumpulkan informasi dari semua teman kelompok mereka. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas.4% dari keseluruhan siswa memperoleh nilai lebih dari dan/atau sama dengan 65. (4). Bisa juga teknik ini diterapkan dalam meningkatkan keahlian produktif seperti keahlian menulis. Teknik ini dipercaya bisa meningkatkan kemampuan berbicara dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. Disarankan juga kepada peneliti yang akan datang supaya mengadakan penelitian serupa dengan menggunakan teknik Incomplete Picture Series terhadap subyek dan tempat yang berbeda untuk mengetahui apakah teknik ini efektif dan bisa diterapkan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. ceklist pengamatan. catatan lapangan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari persentase siswa yang memperoleh nilai yang telah ditentukan pada kriteria keberhasilan yaitu minimal 65. Disamping itu. siswa dianjurkan untuk menulis informasi tersebut. disarankan kepada guru bahasa Inggris untuk menerapkan teknik ini sebagai salah satu pilihan yang bisa dilakukan dalam pembelajaran keterampilan berbicara. Sementara di Siklus 2. Kriteria keberhasilan penelitian ini diketahui berdasarkan pada tanggapan siswa terhadap penerapan teknik tersebut dan keterlibatan mereka dalam proses belajar mengajar. Setiap kelompok diberi gambar seri yang berbeda. kemampuan berbicara . Lombok Laila Wati Abstrak Penelitian ini didasarkan pada perlunya meningkatkan kemampuan berbicara siswa. penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan seorang guru bahasa Inggris dalam mengamati penerapan teknik tersebut. (2) memberi tahu apa yang akan dilakukan. (9) menugaskan siswa untuk menyampaikan cerita tersebut di depan kelas satu persatu secara individu. hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik Incomplete Picture Series ini juga efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan berbicara. Lombok Barat. Kesuksesan teknik ini juga ditandai dengan nilai berbicara siswa. Hikmatusysyarif NW Salut. alat perekam suara. disarankan kepada para siswa untuk mengadopsi teknik ini sebagai strategi belajar dalam praktek berbicara dan bahkan untuk latihan menulis dalam bahasa Inggris. Dalam teknik ini. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 2A MTs. Apabila 65% dari keseluruhan siswa memperoleh nilai lebih dari dan/atau sama dengan 65. Lebih lanjut. khususnya ketika berkelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik Incomplete Picture Series berhasil meningkatkan kemampuan berbicara siswa sebagaimana halnya juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. (5) menugaskan siswa untuk memberitahukan kepada teman kelompoknya tentang gambar yang mereka lihat secara bergiliran. Kata kunci: teknik incomplete picture series. Pada Siklus 1.Program Studi S2 ING 243 Menggunakan Teknik Incomplete Picture Series untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa Kelas II MTs. Karena kelebihan teknik ini bukan hanya meningkatkan kemampuan berbicara siswa melainkan juga keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. (3) membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Kedua kriteria keberhasilan ini dinyatakan tercapai apabila 70% dari keseluruhan siswa memberi tanggapan positif terhadap teknik tersebut dan terlibat secara aktif dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian. (8) memberitahukan kepada siswa bahwa akhir ceritanya bebas berdasarkan imajinasi mereka. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut. masing-masing kelompok duduk melingkar. bisa disimpulkan bahwa teknik Incomplete Picture Series telah terbukti tidak hanya meningkatkan kemampuan berbicara siswa melainkan juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar bahasa. Hikmatusysyarief NW Salut. hasil penelitian juga menunjukkan bahwa cara yang tepat dalam menggunakan teknik Incomplete Picture Series untuk pengajaran berbicara meliputi langkah-langkah sebagai berikut: (1) melakukan pemanasan dengan bernyanyi kemudian memberi pertanyaan yang berkaitan dengan apa yang akan dilakukan berikutnya. (6) meminta siswa untuk mengumpulkan informasi yang diperoleh dari teman kelompok mereka. memberikan gambar seri yang tidak lengkap yang berbeda kepada setiap kelompok.

(9) meminta siswa untuk menulis draf awal secara individu.7 dan hanya 14 siswa yang mendapatkan nilai sama dengan atau lebih besar 65. dan kejadian yang ada dalam foto tersebut. (8) memberikan model sebuah teks recount lalu menjelaskan tentang teks recount beserta ciri-ciri kebahasaannya (Simple Past Tense. foto dapat menjadi sumber sebuah tulisan. Untuk mencapai tujuan tersebut. Subjek penelitian ini adalah 29 siswa kelas VIII MTs Negeri Mojorejo Blitar tahun pelajaran 2008/2009. Disamping itu. disarankan pula untuk mengadakan penelitian dalam bidang menulis tapi dengan genre yang berbeda khususnya teks deskriptif. Akhirnya. nilai rata-rata siswa menjadi 70. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan foto telah meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII MTs Negeri Mojorejo Blitar dalam menulis teks recount. Di samping itu. teks recount . yaitu perencanaan. bagi peneliti selanjutnya. catatan lapangan. pelaksanaan. lalu menghasilkan ide dengan menjawab pertanyaan. disarankan untuk mengadakan penelitian tindakan dgn bidang sama tapi untuk tingkat pendidikan yang berbeda contohnya SMA. observasi. di siklus kedua. Pada siklus satu. terutama yang mempunyai masalah yang sama dan memang tertarik mengadakan penelitian. Di samping itu. dapat disimpulkan bahwa penggunaan foto sangat bermanfaat tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa tetapi juga dalam meningkatkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran. disarankan pula untuk mengadakan penelitian dgn bidang sama tapi untuk tingkat pendidikan yang berbeda contohnya SMA. Siswa cenderung merasa kesulitan dalam menemukan dan menghasilkan ide-ide. Disamping itu. Oleh karena itu. (5) menyuruh siswa untuk melihat foto dengan seksama selama beberapa saat (6) menjelaskan kepada siswa tentang apa yang harus mereka lakukan dalam kelompok. kemampuan menulis siswa MTsN Mojorejo masih belum memuaskan. kemampuan menulis. penelitian tindakan kelas dilakukan dalam studi ini dengan menggunakan 4 langkah. kuisioner dan tulisan siswa. Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana penggunaan foto dapat meningkatkan kemampuan menulis teks recount siswa kelas dua MTs Negeri Mojorejo Blitar?”. Berdasarkan hasil penelitian. nilai rata-rata siswa adalah 60. Bagaimanapun juga. dan refleksi. Connectors) kepada siswa sebelum mereka menulis draf kasar. siswa kelihatan active dan bersemangat dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan foto.3 dengan 23 sisws mendapat nilai sama dengan atau lebih besar 65. dan pasti ini dapat membantu siswa mengingat secara detail orang. Dan. (10) memberi siswa waktu untuk melihat kembali dan merevisi draft awal menggunakan panduan revisi (11) meminta siswa untuk menulis kembali draft berdasarka feedback dari guru. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah yang tepat yang digunakan penerapan foto dalam menulis recount meliputi prosedur berikut: (1) mengarahkan siswa kepada topic yang akan dibahas dengan memberikan pertanyaan (2) memperkenalkan strategi dan prosedur tentang cara membuat recount. bagi peneliti selanjutnya. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu lembar observasi. Strategi ini dipilih karena dapat menuntun siswa dalam menemukan dan menghasilkan ide-ide sampai menjadi tulisan yang bermakna. sebuah foto bisa bernilai beribu-ribu kata karena satu gambar dapat menceritakan sesuatu bahkan cerita di baliknya.244 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Menggunakan Photo untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas Dua MTsN Mojorejo Blitar Lilik Lutfiyah Abstrak Menulis adalah salah satu dari empat keahlian berbahasa yang memainkan sebuah peranan yang sangat penting dalam pengajaran bahasa inggris karena sebenarnya menulis dapat membantu siswa mempelajari bahasa kedua. tempat. (4) menyuruh siswa untuk meletakkan foto masingmasing di depan mereka. siswa merasa bingung memulai kegiatan menulis dan siswa juga tampak kurang tertarik dengan kegiatan menulis. yang selanjutnya dikumpulkan sebagai draft akhir. Pendeknya. (3) menyuruh siswa untuk bekerja dalam kelompok. Disamping itu. Foto biasanya menangkap masalalu. terutama yang mempunyai masalah yang sama dan memang tertarik mengadakan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas delapan MTsN Mojorejo Blitar dalam menulis teks recount dengan menggunakan foto. Kata kunci: photo. Akhirnya. (7) menyuruh siswa untuk mendaftar kata sebanyak mungkin yang berkaitan dengan foto. disarankan untuk mengadakan penelitian tindakan dalam bidang menulis tapi dengan genre yang berbeda khususnya teks deskriptif. Siklus satu terdiri atas enam pertemuan. sedang siklus dua terdiri dari dua pertemuan. Selanjutnya. disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan strategi ini dalam pengajaran menulis karena ini sangat membantu siswa dalam memberikan cara yang menarik untuk menemukan dan menghasilkan ide-ide yang akhirnya menjadi tulisan yang bermakna.

Mengenai indikator yang pertama. ejaan. dan media. hasil analisis data dari kuesioner menunjukkan bahwa sekurang-kurangnya 94% siswa (34 siswa) memberikan respon positif terhadap penggunaan strategi menulis proses. strategi menulis proses Memanfaatkan Gambar Kartun Berangkai Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Narasi Siswa Kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri Nganjuk Mochammad Abdul Rasyid Abstrak Salah satu permasalahan pengajaran menulis Bahasa Inggris di MTsN Nganjuk adalah tidak efektifnya pengajaran menulis yang diterapkan guru. Berkenaan dengan kriteria yang kedua. Guru bahasa Inggris tidak membuat perencanaan yang baik dalam pengajaran menulis. lembar kerja siswa. hasil analisis data menunjukkan bahwa 72. Bagi peneliti lainnya. (6) meminta siswa untuk mengedit draf dalam hal tata bahasa. Untuk pengumpulan data peneliti menggunakan 4 instrumen yaitu lembar observasi. Hasil penelitian awal menunjukkan bahwa tidak ada seorang siswapun yang mendapatkan nilai 65 sebagai nilai minimal. yaitu perencanaan. teks recount. siswa diberi contoh terlebih dahulu. portofolio. disarankan agar mereka mengadakan penelitian mengenai pemanfaatan strategi menulis proses di tingkat SD (khususnya RSBI) dan SMA/MA karena belum ada penelitian mengenai hal itu di tingkat tersebut.kurangnya 9 kegiatan dari 13 kegiatan di lembar observasi.Program Studi S2 ING 245 Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas VIII dalam Menulis Teks Recount melalui Starategi Menulis Proses di MTsN Grogol Kediri Luluk Rahmawati Abstrak Menurut para siswa kelas 8 di MTsN Grogol Kediri. dan (7) meminta siswa untuk menulis hasil akhir karangan mereka. catatan lapangan. Penelitian ini dianggap berhasil apabila memenuhi kriteria kesuksesan berikut: (1) 75% siswa atau lebih berpartisipasi dalam proses belajar mengajar. (2) sekurang-kurangnya 50% siswa memperoleh nilai sama dengan atau lebih dari 65. kosa kata. (2) membagikan gambar berangkai untuk tahap pemodelan. disarankan kepada para guru bahasa Inggris untuk memanfaatkan strategi ini untuk mengajar menulis. pelaksanaan dan pengamatan. (4) meminta siswa untuk menyusun ide-ide tersebut ke dalam paragraf. Untuk kriteria yang ketiga. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan yang terdiri dari 4 tahap. Untuk mengatasi masalah tersebut. Pada setiap langkah. menulis dianggap sebagai kecakapan berbahasa yang paling sulit dikuasai. strategi menulis proses diajukan karena telah dibuktikan berhasil oleh beberapa peneliti dalam meningkatkan kemampuan menulis para siswa. dan kuesioner. Sayangnya. dan tanda baca. Mempertimbangkan hasil temuan penelitian yang positif mengenai penggunaan strategi menulis proses untuk mengajar menulis. Kata kunci: kemampuan menulis. Prosedur yang tepat dalam penerapan strategi menulis proses untuk mengajar menulis adalah (1) membagi siswa menjadi beberapa kelompok. hasil temuan menunjukkan bahwa 75% siswa telah berpartisipasi pada sekurang. (3) menugaskan siswa untuk memperoleh ide.97% siswa (27 siswa) telah memperoleh nilai sama dengan atau lebih dari 65. dan refleksi. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa semua indikator kesuksesan telah dapat dicapai pada Siklus I. pemakaian huruf kapital. pembelajaran menulis tidak dilakukan dengan baik oleh para guru bahasa Inggris di sekolah tersebut dan hal itu menyebabkan rendahnya kemampuan menulis para siswa. Kemudian. Tahap-tahap tersebut didahului oleh penelitian awal yang bertujuan untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan masalah-masalah dalam pembelajaran menulis. dan (3) sekurang-kurangnya 75% siswa memiliki tanggapan yang bagus terhadap penggunaan strategi menulis proses. penelitian yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas 8 dalam menulis teks recount melalui strategi menulis proses di MTsN Grogol Kediri dilaksanakan. Subyek penelitian ini adalah 37 siswa kelas VIII-C pada tahun ajaran 2008-2009. (5) menugaskan siswa untuk merevisi draf dalam hal isi dan penyusunan. Mereka tidak terbiasa menerapkan langkah-langkah pembejaran menulis .

Pendekatan individu terhadap siswa juga mendorong mereka untuk lebih berkreasi dan meminimalkan jarak antara guru dan murid. Kata kunci: gambar kartun berangkai. Pada akhir kegiatan. tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran mencapai 75% dari hasil observasi yang dilakukan oleh pengamat. tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi dengan memanfaatkan gambar kartun berangkai dalam pengajaran menulis dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa kelas IX dalam menulis teks narasi. dan refleksi dan dilaksanakan dalam dua siklus. (3) Siswa kelas IX-E menginginkan adanya kegiatan menulis teks narasi karena mereka belum pernah menulis teks tersebut sebelumnya. Pertama. Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan peneliti di kelas IX-E. tema. dan kesimpulan atau pesan cerita serta mempertimbangkan aspek bahasa seperti tata bahasa. sebuah teks narasi dicontohkan oleh guru untuk dipahami dan dianalisis. mengembangkannya dalam bentuk teks. dkk (1998) dengan mempertimbangkan cara pendeskripsian tokoh pelaku dan tempat kejadian. (2) Kempuan siswa terhadap kemampuan tata bahasa dan kosa kata kurang memadai. saling mengoreksi dengan teman dan atau guru. gambar kartun berangkai membantu siswa dalam hal pengembangan ide dan mengorganisasikan teks. Mengacu pada hasil-hasil penelitian diatas. meminta teman lain untuk membaca untuk kemudian dikoreksi dan diperbaiki. Sedangakan hasil tulisan siswa dinilai berdasarkan format penilaian dengan menyesuaikan format yang dikembangkan oleh Hill. Kedua. tahap observasi atau pengamatan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gambar kartun berangkai dapat meningkatkan kemampuan menulis teks narasi siswa kelas IX MTsN Nganjuk. dan mengorganisasikan teks. kuesioner. tahap pelaksanaan atau penerapan strategi. siswa secara individu mengakses gambar kartun berangkai dari koran atau majalah dan mengembangkannya dalam bentuk cerita narasi. Ketiga. yaitu tahap perencanaan. dan ICoT). Para siswa melakukan proses menulis yang dimulai dari mengembangkan ide cerita. teks narasi . meningkatkan. dan menulis kembali teks setelah mendapatkan masukan dari teman dan atau guru. ditemukan beberapa fakta sebagai berikut: (1) Siswa mempunyai masalah dalam mengembangkan ide dan mengorganisasikan teks. JCoT. kemampuan menulis. diharapkan untuk melakukan penelitian berdasarkan temuan dalam penelitian ini demi mengembangkan strategi yang lebih baik dalam pengajaran menulis. Para siswa disarankan untuk senantiasa berlatih menulis dalam topik yang berbeda dengan memanfaatkan keberadaan gambar kartun berangkai yang terdapat di koran. alur cerita. majalah. Guru Bahasa Inggris disarankan untuk memanfaatkan gambar kartun berangkai dalam pengajaran menulis teks narasi. bermain peran. Pertama. Pendekatan menulis sebagai proses mengarahkan siswa untuk melakukan langkah-langkah dalam menulis. Langkah-langkah penerapan gambar kartun berangkai dalam pengajaran menulis teks narasi mengikuti empat tahap pembelajaran (BKoF. Mengacu pada rumusan masalah tersebut. nilai rata-rata siswa minimal 65. dan ICoT).246 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 sebagai proses. dsb. Sejumlah temuan selama penelitian ini menunjukkan bahwa gambar kartun berangkai yang diimplementasikan dalam empat tahap pembelajaran dan pendekatan menulis sebagai proses sangat efektif dalam pengajaran menulis teks narasi. Dalam tahap MoT. Pendekatan menulis sebagai proses muncul pada tahap JCoT. kosa kata. MoT. siswa membuat garis besar cerita. Gambar kartun berangkai menginspirasi siswa dalam berimajinasi. dan memajangkannya di majalah dinding. Kegiatan diawali dengan BKoF. sedangkan empat tahap pembelajaran sangat efektif diterapkan dalam pengajaran menulis. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IX-E yang terdiri dari 33 siswa. jumlah siswa yang mendapat nilai 65 atau lebih mencapai 70% (24 siswa) dari jumlah siswa keseluruhan. dan susunan kalimat. Sejumlah alat bantu penelitian seperti lembar observasi. Desain penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tinadakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam empat tahap. yaitu bercerita oleh guru dan menulis kembali cerita tersebut. Kedua. Diberikan satu set gambar kartun berangkai. mengembangkan ide-ide mereka. guru mempublikasikan karya-karya mereka melalui kegiatan membaca. memperbaiki teks. Strategi tersebut lebih efektif dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengakses sendiri gambar kartun berangaki dan mengembangkankannya dalam bentuk cerita narasi. dan catatan lapangan digunakan untuk mengumpulkan data tentang tingkat keterlibatan siswa dan tingkat motivasi siswa selama penerapan strategi pembelajaran. MoT. Penelitian ini dianggap berhasil jika memenuhi tiga criteria. peneliti merasa sangat termotivasi untuk memecahkan permasalahan tersebut dengan memanfaatkan gambar kartun berangkai melalui pendekatan menulis sebagai proses dan empat tahap pembelajaran Bahasa Inggris (BKoF. Untuk peneliti yang lain. Dalam tahap ICoT. dapat disimpulkan bahwa gambar kartun berangkai efektif dalam pengajaran menulis teks narasi. pendekatan menulis sebagai proses memandu siswa terhadap langkah-langkah penciptaan teks. Dari fakta di atas. Sedangkan empat tahap pembelajaran memfasilitasi siswa terhadap langkah-langkah pembelajaran menulis secara berkelompok dan menulis secara mandiri. JCoT.

pelaksanaan. observasi. kelas tiga Madrasah Aliyah Tarbiyatul Wathon Gresik. Data dari penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen-instrumen sebagai berikut: lembar pengamatan checklists. . (4) menyuruh siswa untuk menulis topik dalam waktu 1-5 menit. (6) meminta siswa untuk menulis draf awal mereka. angket dan hasil pekerjaan tulis siswa dianalisis serta dipresentasikan secara kuantitatif dan diskipsi. (5) menyuruh siswa untuk menulis rencana awal penulisan. angket. dan pengalaman saya menjadi guru bahasa Inggris di sekolah tersebut. (9) meminta siswa untuk mendiskusikan contoh draf tersebut dalam kelompok. Untuk mencapai tujuan tersebut. diimplementasikan dalam penelitian ini. Sementara itu. Kemungkinan penyebab dari permasalahan siswa tersebut terletak pada feedback yang tidak efektif yang diberikan oleh saya. Berkenaan dengan subjek penelitian. keterlibatan. Sebagai jawaban atas permasalahan tersebut. Namun demikian. dalam pengimplementasiannya. Karena alasan itulah. (12) meminta mereka untuk saling mendiskusikan draf mereka masing-masing dengan memberikan komentar dan saran-saran terhadap draf teman mereka dengan cara menjelaskan checklists mereka. yaitu. (7) mendiskusikan makna masing-masing item dari revising checklists. feedback sangat penting dalam membantu siswa untuk memperbaiki tulisannya. (3) meminta siswa untuk ambil bagian dalam diskusi antara siswa dan guru berkenaan dengan susunan yang tepat dari paragraf acak tersebut. (13) meminta mereka untuk merivisi dan memperbaiki draf mereka berdasarkan feedback teman mereka. guru mereka. subjek penelitian ini adalah siswa kelas tiga Madrasah Aliyah Tarbiyatul Wathon Gresik tahun ajaran 2008/2009. Data yang diambil dari catatan lapangan dan wawancara dianalisa secara kualitatif dan dideskripsikan secara jelas. Dalam pelaksanaannya. (10) menyuruh siswa untuk berdiskusi berkaitan dengan feedback siswa terhadap draf pilihan dalam bentuk diskusi kelas. Berkenaan dengan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar. penelitian tindakan kelas model kolaborasi dengan empat tahapan. peer feedback dalam bentuk revising checklists diajukan sebagai solusinya. berdasarkan penelitian awal di kelas saya. (14) memerintahkan mereka untuk menulis draf mereka sebagai draf akhir. ketertarikan dan keantusiasan siswa dalam seluruh kegiatan proses belajar mengajar sangat bagus. dan refleksi. penelitian ini dilakukan dalam dua siklus saja karena pada siklus kedua kriteria kesuksesan dalam penelitian ini telah tercapai. guru dianjurkan untuk memberi dan mengajarkan model penerapan peer feedback sebelum mengimplementasikannya. Mengacu pada kekuatan penerapan peer feedback dalam penelitian ini. wawancara dan hasil pekerjaan siswa. (8) memerintahkan siswa untuk membaca dan memberikan feedback pada contoh draf dengan menggunakan lembar revising checklists. (2) meminta siswa secara berkelompok untuk menyusun paragraf acak ke dalam susunan yang tepat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan peer feedback dalam pengajaran menulis dapat memperbaiki kemampuan menulis siswa serta sukses mendorong mereka untuk berpartisipasi secara aktif dan antusias dalam proses belajar mengajar menulis. catatan lapangan. Kemajuan penulisan narrative siswa terpotret dari hasil nilai menulis mereka. data yang diambil melalui lembar pengamatan checklists. Penerapan peer feedback dalam penelitian ini mengikuti prosedur sebagai berikut: (1) menentukan siswa dalam kelompok yang terdiri dari 4 siswa. Mereka pada umumnya menginginkan teksnya dibaca oleh guru mereka untuk melihat bagaimana respon guru terhadap pekerjaan mereka. perencanaan. disarankan kepada guru-guru bahasa Inggris yang mempunyai masalah pengajaran yang sama untuk menerapkan strategi ini sebagai solusi alternatif dalam pengajaran menulis. (11) menyuruh mereka membaca dan memberi feedback terhadap draf teman sejawat mereka. atau 87% siswa secara aktif berpartisipasi dalam aktivitas proses belajar mengajar.Program Studi S2 ING 247 Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas Tiga Madrasah Aliyah Tarbiyatul Wathon Gresik dalam Menulis Teks Narrative melalui Peer Feedback Mohammad Faizal Mubarok Abstrak Sebagai bagian dari tahapan-tahapan dalam writing process. Hal ini berarti bahwa kriteria ketuntasan yang berkaitan dengan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar telah tercapai. dan berharap bahwa mereka bisa belajar dari respon tersebut untuk memperbaiki drafnya. Setiap siklus dari penelitian ini terdiri dari tiga pertemuan. saya menemukan bahwa kebanyakan siswa tidak mampu memperbaiki draft pertama mereka khususnya draf dalam bentuk teks narrative setelah mendapatkan feedback dari saya. Hal yang menonjol dari strategi ini adalah bahwa peer feedback memberi siswa cara bagaimana memperbaiki draft awal mereka. Hasil tulisan mereka telah mencapai kriteria kesuksesan yang berarti bahwa ada 26 siswa atau 82% siswa mendapatkan nilai yang sama atau lebih dari 60. Namun demikian. penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kemampuan siswa kelas tiga Madrasah Aliyah Tarbiyatul Wathon Gresik dalam menulis teks narrative melalui pengimplementasian peer feedback.

(2) tunjukkan gambar yang akan didiskripsikan dan suruh mereka untuk mengamatinya. dan refleksi terhadap data yang diperoleh dari proses belajar mengajar yang dilaksanakan sebanyak tiga siklus. menempatkan posisi mereka sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar serta menentukan alokasi waktu yang sesuai khususnya ketika dalam kegiatan membaca dan memberi feedback berdasarkan kemampuan siswa. Zaini Miftah Abstrak Penelitian ini dilakukan berdasarkan masalah yang dihadapi oleh peneliti dalam pembelajaran Bahasa Inggris di kelas. (13) suruhlah lebih lebih menekankan isi dan organisasi daripada mekanik. lengkapilah dengan petunjuk kosa kata dan kamus. (5) bimbinglah mereka untuk membuat kalimat dalam mengembangkan ide penjelas tersebut. dan (2) dengan instrumen observation checklist. prestasi menulis siswa meningkat (≥75% siswa dalam satu kelas mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan 65 dalam skala nilai 0-100). Setiap siklusnya terdiri dari empat pertemuan. Untuk memecahkan masalah tersebut. mereka direkomendasikan untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan strategi ini dalam pengajaran kemampuan bahasa lainnya atau dalam pengajaran menulis dengan model teks lainnya dan memperluas fokus mereka pada semua aspek menulis yang meliputi isi. Berdasarkan studi pendahuluan. dan questionnaire. (16) tugasi mereka melakukan proofread terhadap draf temannya. langkah-langkah model yang cocok dalam menerapkan pemetaan ide adalah sebagai berikut: (1) beritahukan kepada siswa tentang tujuan pembelajaran. (7) kelompokkan mereka menjadi empat kelompok. (9) distribusikan kertas A4. penilitian ini menitikberatkan pada pemecahan masalah yang berkaitan dengan bagaimana cara siswa menemukan ide dan mengorganisasikannya dalam menulis sebuah topik. Instrumen yang digunakan adalah tugas menulis. Ditemukan juga bahwa ada beberapa masalah yang harus dipecahkan. Subyek penelitian ini adalah semua siswa kelas X-6 semester kedua pada tahun pelajaran 2008/2009 yang terdiri dari tiga puluh delapan siswa putra. mengaktifkan partisipasi siswa dalam kegiatan peer feedback.248 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 mengelompokkan mereka berdasarkan kemampuan bahasa Inggrisnya. Hasil ini cenderung belum memuaskan karena belum mencapai target belajar yang harus paling tidak 65 untuk standar kesuksesan di sekolah. (14) bimbinglah mereka untuk memperbaiki draf.5. (11) bimbinglah mereka untuk melakukan drafting. organisasi. (8) distribusikan gambar-gambar yang berbeda atau (dengan cara lain) suruhlah mereka mengamati obyek yang nyata. (4) bimbinglah mereka untuk mengembangkan setiap ide penjelas. bagi peneliti yang akan datang. Hasil dari refleksi digunakan untuk menentukan perencanaan terhadap siklus berikutnya. tatabahasa. dan suruhlah mereka membaca dan memahaminya. Penelitian ini menawarkan pemetaan ide yang dikembangkan dalam model yang cocok untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas X dalam menulis teks diskriptif. “Bagaimana strategi pemetaan ide bisa meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas X di MA Mambaus Sholihin Gresik?” Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif. siswa terlibat aktif dalam kegiatan menulis. teks narrative. Masalah utamanya adalah para siswa tidak mengetahui bagaimana cara menemukan dan mengorganisasi ide untuk menulis sebuah topic. Pengalamannya sebagai guru Bahasa Inggris pada kelas X di Madasah Aliyah (MA) Mambaus Sholihin Gresik menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis masih rendah. Setelah penelitian dilakukan. (10) suruhlah mereka mencari ide dan mengelompokkannya dengan cara pemetaan ide. observation checklist. peer feedback Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas X di MA Mambaus Sholihin Gresik melalui Pemetaan Ide M. (6) distribusikan contoh teks diskriptif. (17) . pelaksanaan. lalu latihlah mereka. (3) tulislah obyek (topik atau kata kunci) pada lingkaran dan datangkan ide-ide siswa. mengendalikan kegiatan peer feedback. (15) suruhlah mereka memperbaiki drafnya sendiri dengan menggunakan pedoman revising dan menggunakan ide yang dipetakan untuk mengembangkan isi dari draf tersebut. Peneliti bekerja sama dengan guru Bahasa Inggris dalam kegiatan yang bersiklus yaitu perencanaan. Sementara itu. ditemukan bahwa nilai rata-rata siswa dari tugas menulis adalah 50. Masalah dalam penelitian ini adalah. Refleksi dilakukan berdasarkan temuan selama pengamatan dan dibandingkan dengan kriteria sukses yang meliputi: (1) dengan instrumen tugas menulis. pengamatan. menunjuk siswa untuk memimpin diskusi. field notes. Kata kunci: kemampuan menulis. kosa kata dan mekanik. (12) tugasi mereka untuk menulis draf awal berdasarkan ide yang dipetakan.

para guru Bahasa Inggris disarankan agar menerapkan langkah-langkah model pemetaan ide sebagai salah satu strategi alternatif dalam pembelajaran menulis dan juga mengembangkan cara pembelajaran mereka sendiri agar lebih tepat dipakai dalam pembelajaran mereka di kelas. rubrik penilaian analitis.11% (13 siswa). (21) tugasi mereka untuk berbagi hasil tulisan mereka. Persentase siswa yang mendapatkan skor ≥65 pada akhir Siklus I 36.86% (29 siswa). dan (22) suruhlah mereka mengumpulkan tulisan akhir untuk dinilai. Berdasarkan temuan. dan mekanik terhadap draf tersebut. ada tiga saran yang diberikan. (3) menugaskan kepada siswa dalam kelompok untuk mendiskusikan tugas yang telah ditentukan dan meminta masing-masing siswa untuk membuat catatan hasil diskusi secara individu. kelompok kecil. speaking. Hal ini disebabkan karena teknik pengajaran yang monoton dimana siswa belajar secara individu dalam situasi kompetitif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa siswa menjadi aktif selama pembelajaran menulis dan kemampuan siswa meningkat setelah penerapan tindakan dilakukan. yaitu perencanaan. dan refleksi. Selain itu. siswa juga memberikan respon positif (kategori Baik dan Sangat Baik) terhadap penerapan teknik kolaborasi. observasi. (20) tugasi mereka untuk melakukan proofread lagi. (5) menganjurkan siswa untuk saling membantu satu dengan yang lainnya dengan tujuan untuk menutupi kelemahan anggota kelompok yang mungkin kurang mampu dalam . dan kuesioner. Peneliti menggunakan beberapa instrumen penelitian untuk mengumpulkan data. (2) menugaskan kepada siswa dalam kelompok untuk melengkapi contoh model teks yang telah disediakan oleh guru. Disamping meningkatkan prestasi siswa. Hal ini ditunjukkan dengan adanya nilai 65 persen siswa mencapai 60 atau lebih tinggi dalam skala penilaian 1-100. dan untuk level yang lain misalnya Sekolah Dasar (SD/MI). tata bahasa. dan Universitas dengan mempertimbangkan keampuhan pemetaan ide sebagai strategi dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Pada akhir Siklus III. persentase siswa yang mendapatkan skor ≥65 mencapai 82. kemampuan menulis. Subjek penelitian ini adalah 36 siswa kelas depalan (VIII C) MTsN Pulosari-Tulungagung tahun pelajaran 2008/2009. penerapan teknik kolaborasi juga mampu meningkatkan motivasi siswa yang diindikasikan oleh tingkat keaktifan siswa dan partisipasi siswa terhadap semua kegiatan dalam proses belajar dan mengajar. Persentase ini meningkat menjadi 52.78% (19 siswa) pada akhir Siklus II. pelaksanaan. Kata kunci: pemetaan ide. Ketiga. (18) bimbinglah mereka untuk melakukan editing. kepala sekolah sebagai pihak pembuat kebijakan disarankan agar memberikan waktu pelajaran yang khusus bagi siswa untuk mempraktikkan menulis Bahasa Inggris yang berkelanjutan. seperti berpasangan. para peneliti yang akan datang disarankan agar melakukan berbagai penelitian yang berkaitan dengan penerapan pemetaan ide dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk skill yang lain seperti listening. (4) menganjurkan siswa untuk bekerjasama dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas tersebut. organisasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif dimana peneliti yang bertindak sebagai seorang guru dan kolaborator yang bertindak sebagai seorang observator bekerja sama dalam melaksanakan semua tahapan. Penelitian ini dilakukan dengan prosedur sirkular.Program Studi S2 ING 249 suruhlah mereka membuat perubahan yang sesungguhnya. Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh peningkatan persentase prestasi siswa dalam menulis teks diskriptif. Penggunaan Teknik Kolaborasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa MTsN PulosariTulungagung Menulis Teks Deskriptif Mahfud Efendi Abstrak Dari hasil penelitian pendahuluan diketahui bahwa siswa kelas depalan MTsN PulosariTulungagung memiliki kemampuan menulis yang kurang memuaskan dan tidak termotivasi dalam proses belajar dan mengajar. atau kelompok besar. (19) suruhlah mereka meng-edit drafnya sendiri dengan menggunakan pedoman editing dan menggunakan ide yang dipetakan untuk meneliti/memperbaiki isi. yaitu lembar observasi. Oleh karena itu maka teknik kolaborasi dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas delapan MTsN Pulosari-Tulungagung dalam menulis teks deskriptif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan teknik kolaborasi yang dilakukan dalam satu siklus dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas delapan dalam menulis teks deskriptif. Kedua. Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs). catatan lapangan. Adapun model penerapan teknik kolaborasi yang sesuai mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: (1) membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok. Pertama. and reading.

03%).65%). Untuk menjawab pertanyaan penelitian dilakukan riset kualitatif. Juga ditemukan ada tiga macam maksim tuturan yang dilanggar/dibatasi. dan understatement (pernyataan yang dibuat kurang dari yang sebenarnya). sangat disarankan untuk memetakan kemampuan siswanya terlebih dahulu sebelum pengelompokan dan menilai setiap pekerjaan siswa selama proses belajar dan mengajar. sedangkan mengungkung/membatasi (hedging) berarti penutur tidak ingin terlibat sepenuhnya dalam isi pokok tuturan. Deskripsi tentang jenis-jenis maksim tuturan yang dilanggar/dibatasi dalam tuturan-tuturan dan penjelasan tentang distribusi dari pelanggaran (flouting) dan pembatasan (hedging) didasarkan pada teori Grice tentang maksim-maksim dalam Prinsip Kerja Sama. deskripsi tentang alasan-alasan penutur untuk melanggar/membatasi maksim-maksim tersebut ditulis berdasarkan teori Grice tentang Prinsip Kerja Sama (PK) dan teori yang dikemukakan Leech tentang Prinsip Sopan Santun (PS). Berdasarkan hasil penelitian tersebut. teks dekriptif The Gricean Cooperative Principle: Flouting and Hedging in the Conversations in Joseph Conrad’s The Secret Agent Maria Goretti Sri Ningsih Abstrak Prinsip Kerja Sama (PK) diperkenalkan oleh seorang filsuf. dan (6) menugaskan siswa untuk membuat teks deskriptif secara individu dengan tetap memperhatikan masukan positif dari hasil diskusi kelompok. (2) penjelasan tentang distribusi dari pelanggaran (flouting) dan pembatasan (hedging). sementara diskripsi tentang pola tatbahasa dalam pelanggaran/pembatasan (flouting/hedging) didasarkan pada bagian kalimat yang mengandung pelanggaran/pembatasan. . dan (4) Maksim Cara yang mengatakan bahwa penutur harus memberikan informasi yang mudah dimengerti: (a) menghindari pernyataan-pernyataan yang samar.65%). Prinsip itu menyatakan bahwa seorang penutur harus bekerja sama dengan memberikan kontribusi yang diperlukan dalam tuturan itu. Pelanggaran terhadap Prinsip Kerja Sama sering dilakukan penutur dengan menggunakan majas. (b) menghindari ketaksaan.72%). (3) Maksim Hubungan yang mengatakan bahwa penutur harus memberikan informasi yang relevan. Dalam kenyataan hidup sehari-hari penutur sering tidak mematuhi maksim-maksim tersebut. Melanggar (flouting) maksim berarti penutur tidak mematuhi maksim-maksim dalam Prinsip Kerja Sama. dan (4) deskripsi tentang pola tatabahasa dari pelanggaran (flouting) dan pembatasan (hedging) tersebut. hiperbola. pertanyaan retorik (4. tidak hanya mencatat perkembangan siswa dari tingkat keaktifan mengumpulkan tugas saja. yaitu memberikan kontribusi yang cukup informatif sesuai yang diperlukan. metafor. Grice. Bagi calon peneliti yang berkeinginan untuk meneliti teknik kolaborasi. yang kedua adalah maksim Kualitas (42. Hal ini dijabarkan dalam: (1) deskripsi tentang jenis maksim tuturan yang dilanggar/dibatasi dalam tuturan. Hasil penelitian menunjukkan ada lima jenis majas yang digunakan dalam tuturan.65%). dan tidak lebih informatif dari yang diperlukan. dan maksim Cara adalah maksim yang paling banyak dilanggar/dibatasi oleh para penutur (50. Penelitian ini mencoba mendeskripsikan bagaimana para pelaku dalam novel The Secret Agent melanggar dan/atau membatasi maksim-maksim tuturan. yang berisi 6 jenis majas yang disebutkan dalam Grundy (2000): ironi. Data diambil dari tuturan-tuturan para pelaku dalam novel tersebut.73%). dan majas yang paling banyak digunakan oleh para penutur adalah metaphor (83. kemampuan menulis. tautologi (4. (c) usahakan membuat pernyataan yang ringkas. H. Dengan kata lain mereka sering melanggar dan atau mengungkung/membatasi maksim-maksim tersebut. pertanyaan retorik (rhetorical question). disusul dengan overstatement (4. tautologi. Kata kunci: teknik kolaborasi. (2) Maksim Kualitas.33%). dan (d) usahakan berbicara dengan teratur.P.250 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 menyelesaikan tugas yang diberikan. (3) deskripsi dari kemungkinan alasan-alasan para penutur untuk melanggar dan/atau membatasi maksim-maksim tuturan. yaitu dengan tidak mengatakan suatu yang diyakini itu tidak benar atau suatu yang bukti kebenarannya kurang meyakinkan. dan yang paling sedikit adalah ironi (2. maka disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan teknik kolaborasi dalam pengajarannya dengan jalan mengadaptasi atau memodifikasinya dan juga mempertimbangkan kondisi riil kelas mereka. Grice mengemukakan empat macam maksim tuturan: (1) Maksim Kuantitas.

tuturan. membuat rencana pengajaran. reflect (merefleks)i. Keterampilan siswa dalam membaca adalah belum memadai. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui (1) lembar observasi. Kata kunci: prinsip kerja sama grice. Berdasarkan pertimbangan pentingnya membaca. digunakan untuk mengidentifikasikan apakah siswa sudah memperoleh kemajuan dalam pemahaman membaca. majas. Sedangkan pola tatabahasa yang digunakan dalam pelanggaran (flouting) dan pembatasan (hedging) pola kalimat lengkap.45%. menentukan kriteria kesuksesan belajar. recite (membaca nyaring). penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pemahaman membaca dengan menggunakan strategi PQ4R Dalam kegiatan PQ4R strategi. disarankan kepada para guru untuk menggunakan strategi PQ4R sebagai salah satu strategi alternatif dalam pengajaran pemahaman membaca di dalam kelas. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan strategi PQ4R dalam pembelajaran pemahaman membaca adalah dapat meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa. Berdasarkan pada hasil penelitian. Untuk peneliti yang lain. read (membaca).Program Studi S2 ING 251 dan yang terakhir adalah maksim Kuantitas (7. Rodli Abstrak Membaca adalah salah satu keterampilan bahasa yang membantu keberhasil dalam belajar bahasa. “My heart went down into my boots (Jantungku turun ke sepatuku)” (hal. Di siklus ke-2. mengamati dan melakukan refleksi. . pelanggaran. merefleksikan. Berdasarkan hasil dari studi pendahuluan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah 42 siswa kelas X-10 MAN Mojokerto tahun pelajaran 20082009. siswa terlihat aktif dalam berbagi pendapat. the secret agent Meningkatkan Membaca Pemahaman Siswa Kelas Sepuluh MAN Mojokerto dengan Menggunakan Strategi PQ4R Moh. Itu adalah belum memenuhi kriteria keberhasilan. jumlah siswa yang memperoleh nilai sama dengan atau lebih besar dari 65 adalah34 dari 42 siswa atau 80. Ungkapan-ungkapan semacam itu akan memperkaya pengetahuan dan pengertian para mahasiswa tentang kultur bangsa Inggris. melakukan tindakan. Berdasarkan temuan dari penelitian ini. waluapun membaca diajarkan lebih banyak daripada keterampilan bahasa yang lain.298). question (bertanya). pengajaran membaca di MAN Mojokerto tidak memfasilitasi siswa dalam menguasai ketrampilan membaca. temuan dari penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk peneliti yang tertarik dalam melaksanakan riset di bidang yang sama. Itu dapat diidentifikasi bahwa ada peningkatan nilai pemahaman membaca yang signifikan setelah pelaksanaan dari tindakan di setiap siklusnya. (2) catatan lapangan digunakan untuk mencatat data yang tidak terdapat pada lembar observasi. Hasil tersebut adalah telah memenuhi kriteria sukses dari penelitian ini.29). dan (3) tes pemahaman membaca. Sehingga. dan “I suppose the cup of horrors was full enough for such as me (Aku kira piala yang berisi hal-hal yang mengerikan ini terlalu penuh untuk orang sepertiku)” (hal. mempreiview atau meninjau bacaan. membaca. yaitu kolaborasi antara peniliti dengan guru yang berkerjasama untuk mengembangkan prosedur strategi PQ4R yang sesuai. Siswa juga direkomendasikan untuk menggunakan strategi PQ4R sebagai strategi belajar dalam pemahaman membaca yang dapat mereka lakukan pada jenis-jenis teks yang lain. mendiskusikan dan mereview sebuah teks atau bacaan selama proses belajar mengajar dengan menggunakan strategi PQ4R. novel ini dianjurkan untuk digunakan sebagai bahan ajar literature dan cross-cultural understanding (CCU=pengertian tentang kultur negara/bangsa lain) karena novel ini menyajikan penggunaan majas-majas untuk menyampaikan pesan atau pikiran.24%). untuk memperoleh informasi tentang kegiatan dan penampilan guru dan siswa selama pelaksanaan strategi PQ4R. Oleh karena itu.52%. Di siklus ke-1 jumlah siswa yang memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 65 hanya 25 dari 42 siswa atau 59. yaitu preview(preview). dan review (mereview) Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas kolaboratif. menjawab pertanyaan. siswa diberi tugas untuk memahami sebuah teks dengan menggunakan prosedur PQ4R. Lebih lanjut. membaca adalah salah satu ketrampilan bahasa inggris yang dianggap penting dalam pertumbuhan siswa dalam berbagai aspek kehidupan. pembatasan. membaca diajarkan lebih banyak dari pada ketrampilan bahasa yang lain. namun kemampuan memahami bacaan siswa masih belum memuaskan. misalnya.

strategi PQ4R . pemahaman membaca.252 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Kata kunci: meningkatkan.

implementasi. (10) meminta siswa menjawab pertanyaan yang diberikan. Untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi siswa tersebut. Ini adalah salah satu kegiatan guru yang dapat mendorong dan membimbing siswa mampu mengungkapkan ide melalui proses belajar mengajar secara kontekstual (CTL). observasi. (12) menugaskan siswa untuk menulis draft dari jawaban-jawaban pertanyaan itu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model tehnik bertanya (questioning technique) dapat meningkatkan kemampuan siswa di dalam menulis paragraf deskriptif. (4) meminta siswa untuk menyebutkan dan melafalkan beberapa kata dan frase yang berhubungan dengan topik dalam teks yang telah diberikan. organisasi. siswa-siswa masih membuat kesalahan dalam hal isi karangan.4. (8) meminta siswa untuk menyempurnakan dialog dengan kata-katanya sendiri. sementara mean skor siswa pada post-test siklus kedua mencapai 71. Permasalahan dalam penelitian ini diformulasikan sebagai berikut: Bagaimana cara tehnik bertanya ini dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas II MTs Negeri Biringkanaya Makassar dalam menulis paragraf deskriptif? Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara berkolaborasi di mana peneliti dan kolaborator bekerjasama merancang desain pembelajaran. (3) memberikan contoh teks deskripsi. dan mean skor siswa pada post-test di siklus pertama adalah 63. Pada pre-test. Di dalam menyusun kalimat menjadi sebuah paragraf. (1) guru bahasa Inggris hendaknya mempertimbangkan model tehnik bertanya (questioning technique) yang dikembangkan dalam peneltian ini sebagai salah strategi alternative yang digunakan dalam pengajaran menulis paragraf deskriptif siswa MTs atau SMP. (2) guru seharusnya memberikan seragkaian pertanyaan pada siswa untuk menghasilkan kalimat dengan menyediakan sebuah gambar yang berhubungan dengan topik yang dibahas. Siswa-siswa masih mendapatkan kesulitan dalam menulis sebuah karangan dengan mengungkapkan ide. beberapa saran akan diusulkan sebagai berikut. dan refleksi. Disamping itu. Berdasarkan hasil temuan. (6 ) meminta siswa untuk menemukan arti dari kata dan frase dengan menjodohkan kata dan frase di kolom A dan kolom B. (11) meminta siswa untuk menyusun jawaban pertanyaan itu ke dalam sebuah paragraf. (7) meminta siswa menjawab pertanyan yang diberikan dengan menggunakan katakata yang yang tersedia dalam kotak. peneliti mengusulkan salah satu tehnik di dalam mengajarkan keterampilan menulis ini yaitu tehnik bertanya. Lebih dari 75% siswa mengatakan bahwa mereka setuju bahwa tehnik bertanya (questioning technique) sangat menarik. dan juga komponen bahasa Inggris lainnya. Jawaban pertanyan itu akan menjadi rujukan untuk menyusun kalimat menjadi suatu paragraf.1. kosa kata.Program Studi S2 ING 253 Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas II Madrasah Tsanawiyah Biringkanaya Makassar Dalam Penuliasan Paragraf Deskriptif Melalui Tehnik Bertanya Muhammad Saleh Abstrak Dari hasil kajian pendahuluan yang dilaksanakan di MTs Negeri Biringkanaya Makassar. (3) siswa dianjurkan untuk melakukan praktek menulis di luar jam sekolah dengan menggunakan questioning . Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengikuti prosedur penelitian tindakan yakni perencanaan. (15) melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran. mengimplementasikan tindakan. Tehnik bertanya adalah salah satu komponen dari proses belajar mengajar secara kontekstual (CTL) yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskriptif. (13) meminta siswa untuk melakukan revisi yang difokuskan pada ide dan organisasi baik dalam kelompok atau pun dengan berpasangan. (5) meminta siswa untuk menemukan arti kata dan frase dengan menjodohkan kata-kata dan frase tersebut dengan gambar yang sesuai.2. didapatkan bahwa kemampuan menulis siswa kelas II masih jauh dari apa yang diharapkan oleh kurikulum. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas II MTs Negeri Biringkanaya Makassar tahun pelajaran 2008/2009. Untuk menyusun kalimat menjadi sebuah paragraf siswa diberikan beberapa pertanyaan lalu siswa diminta untuk menjawab pertanyaan tersebut. pikiran dan perasaanya dalam bentuk teks deskriptif. (2) membantu siswa memahami topik dengan memberikan beberapa pertanyaan berdasarkan gambar yang ditunjukkan. dan melakukan refleksi. (9) memberikan pertanyaan ke setiap siswa. Faktanya dapat dilihat pada respon siswa terhadap kuestioner yang dibagikan kepada mereka. mean skor siswa adalah 52. Prosedur penerapan tehnik bertanya (questioning technique) dalam pembelajaran menulis pada penelitian ini adalah: (1) memperkenalkan topik kepada siswa dengan menunjukkan sebuah gambar. Peningkatan ini dapat dilihat pada mean skor tulisan siswa pada pre-test yang dilaksanakan pada penelitian pendahuluan (preliminary study) dan mean skor siswa pada kedua post-test yang diadakan masing-masing setelah siklus pertama dan siklus kedua. tehnik bertanya (questioning technique) dapat juga memicu motivasi siswa dalam mengikuti proses kegiatan menulis di kelas. (14) meminta salah seorang dari kelompok tersebut untuk membaca tulisannya di depan kelas. mengamati tindakan.

Dalam pemahaman membaca khususnya diarahkan untuk mengamati pelaksanaan Strategi RT dan sekaligus memperbaiki kemampuan pemahaman membaca mahasiswa dengan menggunakan model pengajaran Strategi RT. (3) kegiatan membaca dimonopoli oleh sebagian kelompok mahasiswa yang berkemampuan baik.254 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 technique seperti yang dikembangkan dalam penelitian ini. melaksanakan rencana kegiatan. Selama bekerja kelompok mahasiswa dibimbing oleh dosen untuk menerapkan strategi RT. Penelitian ini telah dilaksanakan dalam dua siklus. menyiapkan materi pengajaran dan instrumen. dan menetapkan kriteria keberhasilan). Hal ini berarti bahwa terdapat sekitar dua puluh mahasiswa yang memperoleh nilai ≥80. Penelitian ini dilaksanakan pada mata kuliah Membaca Pemahaman II Kelas B tahun akademik 2008/2009. dan Membaca Ekstensif. (4) meringkas (langkah yang mengarahkan mahasiswa untuk menyatakan ide yang sesuai bacaan dengan menulis dalam bentuk satu paragraf). Dari proses pengajaran Membaca Pemahaman berdasarkan data awal sebelum penelitian. Membaca IV. merancang rencana pembelajaran. dan mata kuliah Membaca lebih khusus diajarkan di tingkat universitas. Hal ini berarti bahwa mahasiswa aktif dalam kelas resiprokal membaca pemahaman. Kata kunci: tehnik bertanya. penelitian ini dimaksudkan untuk memperbaiki kemampuan pemahaman membaca mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako Palu melalui Strategi RT. Respon mahasiswa pada siklus 1 adalah 97% dari jumlah mahasiswa aktif dalam kegiatan pembelajaran menggunakan strategi RT. Program Studi Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako menawarkan mata kuliah Membaca Pemahaman yang dibagi menjadi Membaca I. kemudian pada siklus 2 respon mahasiswa adalah 100%. Hasil penelitian menunjukkan pencapaian mahasiswa dalam tes membaca pemahaman setelah mereka menyelesaikan dua pertemuan penerapan strategi RT adalah 67% dari mahasiswa dalam kelas memperoleh nilai ≥80. masalahmasalah berpusat pada: (1) rendahnya pencapaian mahasiswa dalam membaca pemahaman. Pada khususnya. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas kolaborasi (PTK) yang terdiri dari perencanaan (merancang prosedur pengajaran untuk menerapkan strategi Pengajaran Resiprokal. peneliti bekerjasama dengan salah seorang dosen Membaca Pemahaman pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi RT dalam membaca pemahaman efektif menyelesaikan masalah mahasiswa. Membaca II. Penelitian ini dirancang untuk memperoleh informasi bagaimana Strategi Pengajaran Resiprokal (RT) dapat memperbaiki kemampuan pemahaman membaca mahasiswa. Dengan hasil penelitian yang baik maka disarankan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako agar membiasakan berdiskusi dan berbagi ide dengan temantemannya ketika mengalami masalah dalam pembelajaran. dan (6) pemberian tes (praktik mandiri yang menggunakan strategi RT yang mana mahasiswa diharapkan dapat menerapkan strategi secara individu dan mandiri). (4) peneliti yang lain hendaknya melakukan penetian tindakan kelas dengan topik yang sama di sekolah lanjutan baik MTs maupun SMP. (4) strategi yang diterapkan oleh dosen lebih terpusat pada dosen itu sendiri. setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan dan pertemuan ketiga dilaksanakan untuk memberikan tes membaca pemahaman dengan menggunakan strategi Pengajaran Resiprokal. paragraf Menerapkan Strategi Pengajaran Resiprokal untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca Mahasiswa pada Program Studi Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako Muhsin Abstrak Bahasa Inggris secara resmi dan wajib diajarkan di sekolah-sekolah di Indonesia. Membaca III. dan merefleksi hasil kegiatan. kemampuan menulis. Disarankan juga kepada dosen mata kuliah Membaca Pemahaman yang ingin menerapkan strategi RT. mengamati kegiatan. (2) mengklarifikasi (langkah yang dilaksanakan oleh peneliti yang bertujuan menambah kosakata mahasiswa). (2) kesulitan mahasiswa dalam memahami teks. Dalam melaksanakan penelitian ini. (3) bertanya (langkah yang mengarahkan mahasiswa untuk membuat pertanyaan sesuai dengan bacaan). Mata pelajaran wajib yang diajarkan di SMP dan di SMA. (5) bekerja kelompok (berguna untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa). agar melaksanakan tiga tahap dalam pengajaran . Penerapan strategi RT meliputi enam komponen: (1) memprediksi (berguna untuk memberikan konsep yang kuat dan mengaktifkan pengetahuan awal mahasiswa).

Penelitian ini dilakukan melalui beberapa siklus yang terdiri dari kegiatan yang meliputi. Oleh karena itu. menemukan pokok pikiran serta menemukan informasi yang tersurat dan tersirat.31 pada akhir siklus kedua. Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan memahami bacaan para siswa kelas XI MAN Temanggung Jawa Tengah. para siswa diharapkan mampu memahami teks bacaan yang mereka baca. kegiatan pendahuluan (Preliminary study). Masalah utama yang mesti dicari solusinyanya adalah “Bagaimana Strategi GRASP dapat meningkatkan kemampuan memahami bacaan siswa kelas XI MAN Temanggung?” Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah bahwa dengan menerapkan dan mengadaptasi Strategi GRASP yang terdiari dari 4 langkah. report. kurangnya kemampuan siswa dalam menguasai keterampilan membaca. kemampuan memahami bacaan para siswa kelas XI MAN Temanggung dapat ditingkatkan. Ada 2 macam criteria yang ditetapkan untuk menentukan bahwa penelitian dianggap berhasil yaitu nilai rata-rata kemampuan membaca siswa meningkat dari 56. menemukan informasi tertentu. rendahnya motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris. Akan tetapi berdasarkan study pendahuluan ditemukan bahwa siswa siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Temanggung masih mengalami kesulitan dalm menemukan gambaran umum dari suatu bacaan. dan membaca ekstensif. Dalam hal ini Guided Reading and Summarizing Procedure atau disingkat GRASP diterapkan untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan kemampuan memahami bacaan. strategi “GRASP” . pemahaman membaca Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca Siswa Kelas II MAN Temanggung melalui Strategi “GRASP” Muslih Abstrak Membaca merupakan salah satu dari keterampilan berhahasa yang harus diajarkan kepada muridmurid Sekolah Menengah Atas dalam pelajaran Bahasa Inggris. membaca kreatif. Melalui proses belajar mengajar membaca.Program Studi S2 ING 255 sambil memberikan perbaikan terhadap pekerjaan mahasiswa. disarankan kepada peneliti berikutnya agar melaksanakan penelitian di tingkat mahir membaca pemahaman seperti membaca kritis. Terakhir. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI Bahasa 2 MAN Temanggung semester kedua pada tahun ajaran 2008/2009. guru-guru bahasa Inggris disarankan untuk menerapkan strategi GRASP dalam kegiatan belajar megajar membaca karena strategi GRASP terbukti dapat meningkatkan kemampuan memahami bacaan para siswa. Berdasarkan penemuan dari penelitian ini. meningkatkan. Kata kunci: strategi pengajaran resiprokal. terbatasnya jumlah kosakata bahasa Inggris yang mereka kuasai. Perencanaan (Planning). serta teknik mengajar yang kurang vareatif.00 pada saat preliminary study menjadi 73. penerapan sebuah metode atau strategi yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar membaca sangatlah diperlukan. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakn secara berkolaborasi atau bekerjasama dengan guru bahasa inggris yang mengajar dikelas yang dijadikan sebagai subyek penelitian. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti. dan siswa terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Para peneliti yang akan datang disarankan untuk menerapkan Strategi GRASP kepada siswa siswi kelas X ataupun kelas XII dan juga disarankan untuk menerapkan strategi tersebut untuk beberapa jenis text yang lain seperti review. untuk meningkatkan kemampuan mebaca siswa. Pelaksanaan (Implemanting) sekaligus Pengamatan (Observing) dan Refleksi (Reflecting) yakni melakukan analisa hasil penelitian untuk menentukan apakah criteria keberhasilan sudah tercapai atau belum. Kata kunci: meningkatkan. Sementara penelitian ini dikhususkan pada Analytical dan Hortatory Exposition text sebagai text type atau jenis-jenis text yang harus diajarkan kepada siswa siswi kelas dua Sekolah Menengah Atas. descriptive text dan lain-lain. pemahaman membaca.

Kemudian pada akhir Siklus 1 nilai rata-rata siswa masih belum mencapai kriteria ketuntasan belajar. Prosedur pelaksanaan penelitian adalah terdiri dari empat tahapan: tahap pertama adalah perencanaan. Oleh karena itu. rendahnya pengetahuan guru bahasa inggris terhadap metode pembelajaran yang dapat motivasi siswa dalam memahami materi yang disampaikan. dan yang terakhrir adalah refleksi. Kemudian kepada peneliti berikutnya. Kata kunci: metode cooperative STAD. rendahnya motifasi siswa dan kadang-kadang mereka pasif mempelajari bahasa inggris. Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode cooperative STAD dalam pengajaran membaca pemahaman dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa. Membaca adalah merupakan salah satu dari keterampilan berhahasa yang harus diajarkan kepada siswa-siswi Sekolah Menengah Atas. membaca pemahaman . Sementara pada akhir Siklus 2. ketrampilan. lembar observasi. guru bahasa inggris tidak menyederhanakan dan mengembangkan materi yang disajikan di dalam buku paket yang sesuai kebutuhan siswa. Skor rata-rata peroleh siswa pada tes pendahuluan adalah 58. dan yang lebih khusus adalah mempersiapkan anggota kelompok untuk menghadapi tes. Pengajaran bahasa Inggris diarahkan pada penguasaan empat keterampilan berbahasa yakni mendengarkan. Dengan melihat kelebihan maupun kelemahan dari pada penggunaan metode cooperative STAD didalam pengajaran membaca pemahaman. ketiga adalah melakukan pengamatan.46. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor yang antara lain. Selanjutnya disarankan pula untuk mempelajari bagaimana cara menggunakan metode cooperative STAD tersebut pada keterampilan-keterampilan bahasa yang lainnya. Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh adanya peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada akhir Siklus 2. Penelitian dilakukan di dalam satu kelas yang terdiri dari empat puluh dua siswa yang secara keseluruhan dijadikan subyek penelitian. Untuk memperoleh data penelitian. Dalam penerapan metode cooperative STAD. 2004). dan menulis (Depdiknas. Siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bima masih mengalami kesulitan dalam menemukan gambaran umum dan khusus. dan kepada siapa saja yang berminat menggunakan metode cooperative STAD pada Penelitian Tindakan Kelas. Berkaitan dengan hal tersebut. Fungsi dan tujuan utama pembagian kelompok tersebut adalah untuk memastikan bahwa semua anggota kelompok belajar. dan guru bahasa inggris jarang sekali menggunakan media untuk menunjang kegiatan belajar. kedua adalah penerapan. perolehan nilai ratarata melebihi criteria ketuntasan yang telah ditentukan dengan skor rata-rata 72. disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan metode cooperative STAD untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa dan mengurangi kesulitannya didalam memahami isi bacaan.44. penelitian ini dirancang dalam upaya untuk meningkatkan prestasi siswa didalam membaca pemahaman. dan jenis kelamin. menemukan informasi tertentu. disarankan kepada guru bahasa inggris terutama yang mengajar bahasa inggris pada MAN 1 Kota Bima agar menerapkan metode tersebut di dalam kelasnya khususnya dalam pengajaran membaca pemahaman. pemerintah Indonesia telah menetapkan bahawa bahasa Inggris adalah merupakan mata pelajaran wajib yang diajarkan pada siswa sekolah menengah pertama maupun sekolah menengah atas. peneliti menggunakan beberapa instrument penelitian yang antara lain angket. membaca. sangat disarankan kepada siswa bahwa hasil penelitian ini akan memberikan langkah-langkah kepada mereka sebagai fariasi metode dalam kegiatan belajar yang dapat meningkatkan membaca pemahaman mereka. Adapun tujuan dari pada pengajaran membaca pada siswa-siswi Sekolah Menengah Atas adalah untuk membantu mereka memahami naskah bacaan dan materi-materi tertulis lainnya dalam bahasa inggris. berbicara. Disamping itu. siswa dibagi kedalam beberapa kelompok yang terdiri dari empat orang untuk satu kelompok yang digabung berdasarkan tingkat kemampuan. Adapun tujuan dari pada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana metode cooperative STAD dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi membaca pemahaman siswa. berdasarkan hasil study pendahuluan ditemukan bahwa pengajaran membaca pada MAN 1 Kota Bima tidak memberdayakan siswa untuk terampil dalam memahami isi bacaan. materi yang disajikan di dalam buku adalah sulit dipahami siswa.256 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Penggunaan Metode Pembelajaran Cooperative STAD Untuk Meningkatkan Prestasi Membaca Pemahaman Siswa MAN 1 Kota Bima Najamuddin Abstrak Menyadari akan pentingnya penguasaan bahasa inggris dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. catatan lapangan. dan mengadakan test pada siswa. prestasi. menemukan pokok pikiran serta menemukan informasi yang tersurat dan tersirat didalam naskah bacaan. Rancangan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus secara kolaboratif dimana peneliti dibantu oleh guru kolaborator didalam melakukan penelitian.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik tersebut berhasil dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa. 17) memberikan lembar penilaian antar sesama. 4) memberikan siswa fotokopi teks narrative. 20) meminta siswa menceritakan cerita tersebut dengan menggunakan puppets secara individu di depan kelas. 5) menugaskan siswa membaca teks dengan pelan. 3) membagi siswa menjadi kelompok kelompok.Program Studi S2 ING 257 Teknik Bercerita Menggunakan Puppets Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa MTsN Tangerang II Pamulang Nalti Nasution Abstrak Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di MTsN Tangerang II Pamulang ditemukan bahwa kemapuan berbicara siswa tahun 2008-2009 di kelas VIII-7 masih belum memuaskan. Kepala sekolah diharapkan dapat menyediakan fasilitas dan alat-alat untuk membuat media yang dapat di pakai dalam kegiatan belajar-mengajar untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam belajaar . 9) mengidentifikasi dan menganalisa semua aspek dari teks narrative bersama dengan para siswa. para guru disarankan menyediakan media dan materi yang menarik dan bagus. tidak hanya sesuai dengan kebutuhan siswa tetapi juga dapat memotivasi siswa dalam belajar bahasa. Berdasarkan temuan dapat disimpulkan bahwa teknik bercerita menggunakan puppets sangat efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam process belajar-mengajar. catatan lapangan. guru menggunakan teknik pengajaran yang monoton. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus terdiri atas sembilan pertemuan. Kriteria sukses ditentukan berdasarkan partisipasi siswa dalam proses belajar-mengajar. dan kurang praktek berbicara bahasa Inggris. Penerapan teknik bercerita menggunakan puppets dalam pengajaran berbicara terdiri aras beberapa langkah: 1) menujukkan gambar pada slide atau menunjukkan puppets. atau jika mereka mempunyai ide. Kriteria pertama adalah jika 65% siswa berpartisipasi atau terlibat aktif dalam proses berlaja mengajar. 11) memberikan voucher bagi para siswa yang mau menjawab dan menjelaskan sesuatu mengenai cerita tersebut. tiga pertemuan berikutnya untuk berbicara (memperaktekkan cerita menggunakan puppets dalam kelompok). Siswa-siwa terlihat pasif dalam proses belajar-mengajar speaking. dan jarang membuat mediamedia pengajaran. lembar penilaian diri. penampilan berbicara siswa menggunakan rubrik penilaian. dan angket. 16) mencontohkan cara bercerita kepada siswa dengan menggunakan irama musik. Disamping itu. karena kriteria sukses telah tercapai. dan analisa data menjelaskan bahwa 83% siswa terlibat aktif. Memberikan motivasi dari luar sangatlah diperlukan karena hal tersebut dapat membantu motivasi dari dalam diri siswa untuk belajar bahasa Inggris. pencapaian speaking siswa dalam hal nilai (menceritakan cerita secara perorangan). temuan penelitian menjelaskan bahwa 89% siswa memperlihatkan respon baik terhadap teknik tersebut. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII7 MTsN Tangerang II Pamulang. 12) meminta siswa membaca teks dengan keras. 15) menyanyikan lagu berhubungan dengan cerita. Semua itu dikarenakan kurangnya kosa-kata. Siswa tidak mempunyai ide atau inisiatif untuk berbicara. lembar penilaian antar sesama. mereka tidak tahu bagaimana mengekspresikan ide tersebut. Disamping itu. 14) memberikan lembar penilaian diri dan lembar kerja kepada siswa. dan meningkatkan pencapaian – nilai– berbicara siswa. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara melalui teknik bercerita menggunakan puppets dalam hal isi cerita dan penyampaian cerita. 13) memberikan model kepada siswa bagaimana menyebutkan kata dengan benar. Instrumen penelitian dalam pengumpulan data adalah lembar pengamatan. rekaman. Untuk kriteria terakhir. Mengenai kriteria kedua yaitu jika 65% siswa memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 65. 19) memotivasi siswa untuk melafalkan cerita kembali di rumah. Guru-guru bahasa Inggris disarankan untuk menerapkan teknik tersebut dalam pengajaran speaking atau skill lain seperti listening dan writing. 2) menanyakan tentang gambar atau puppets tersebut. 7) menanyakan cerita atau/dan mendiskusikan kosa-kata dan tata bahasa (kata kerja atau keterangan waktu yang digunakan dalam teks tersebut). Berhubungan dengan cerita dan puppets sebagai media dan materi pengajaran. 21) memberikan lembar penilaian sesama untuk menilai teman. 10) mendiskusikan pesan atau nilai moral dari teks tersebut bersama dengan siswa. penemuan menunjukkan bahwa 87% siswa telah mencapai nilai lebih dari 65. jika 75% siswa memiliki respon yang baik terhadap penerapan tehnik bercerita menggunakan puppets. 8) memberikan siswa fotokopi daftar kata-kata yang berhubungan dengan cerita. dan respon siswa terhadap penerapan teknik bercerita menggunakan puppets. Tiga pertemuan untuk membaca (memahami tiga cerita). dalam hal ini menilai penampilan guru. Karena itu. 18) meminta siswa memperaktekkan cerita dan bercerita menggunakan puppets dalam kelompok kecil. teknik tersebut meningkatkan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris. penelitian tindak kelas ini dilakukan untuk mengatasi masalah siswa dalam berbicara. 6) mendiskusikan teks dalam kelompok berhubungan dengan topik and kata-kata sulitnya. 22) merekam suara siswa dan menilai penampilan mereka. dan tiga pertemuan terakhir untuk bercerita menggunakan puppets di depan kelas secara individu. kurang paham tata-bahasa.

eksperimental dan kontrol diberi sebuah tes awal. 36 siswa ditetapkan di kelompok eksperimental sedangkan sisanya 36 siswa ditetapkan di kelompok kontrol. Sehubungan dengan ditolaknya hipotesa nol. Dengan kata lain. (2) prestasi kecepatan membaca siswa tidak lebih tinggi secara signifikan dari prestasi siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan. sedangkan kelompok kontrol diajar pemahaman membaca dan kecepatan membaca dengan tanpa kegiatan membaca ekstensif tambahan.25 dan hipotesis kedua diperoleh nilai 27. Kedua kelompok tersebut. mengajar membaca dengan memberikan kegiatan membaca ekstensif tambahan lebih efektif bila dibandingkan dengan tanpa memberikan kegiatan membaca ekstensif tambahan. .Terakhir. hal ini bisa diputuskan bahwa siswa yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan mencapai prestasi lebih tinggi dalam pemahaman membaca dan kecepatan membaca dari pada siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan. Berdasarkan penemuan-penemuan dalam eksperimen ini. Instrumen penelitian ini dengan menggunakan 30 butir soal yang berbentuk pilihan ganda dengan meliputi materi membaca pemahaman untuk kelas IX semester dua. Karena nilai F-rasio hasil perhitungan lebih tinggi secara signifikan dibanding dengan nilai F Tabel (3. Peneliti-peneliti yang akan datang disarankan untuk menggunakan hasil temuan ini sebagai dasar dalam melakukan riset-riset berikutnya dengan topik yang sama.258 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 bahasa Inggris khususnya kemampuan berbicara.98) maka hasil tersebut merupakan cukup bukti untuk menolak hipotesis nol. kemudian kelompok eksperimental diajar pemahaman membaca dan kecepatan membaca dengan menggunakan kegiatan membaca ekstensif tambahan. Pertanyaan utama yang perlu dijawab adalah: (1) "Apakah siswa kelas IX MTs Negeri Pamekasan 1 yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan mencapai pemahaman membaca lebih tinggi bila dibandingkan dengan siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan?" (2) "Apakah siswa kelas IX MTs Negeri Pamekasan 1 yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan mencapai kecepatan membaca lebih tinggi bila dibandingkan dengan siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan?" Jawaban sementara untuk kedua pertanyaan utama tersebut dirumuskan dalam bentuk hipotesis-hipotesis yang menyatakan sebagai berikut: (1) siswa yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan mencapai pemahaman membaca secara signifikan lebih tinggi dari pada siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX MTs Negeri Pamekasan 1 yang berjumlah 72 siswa. calon peneliti disarankan melakukan penelitian dengan menerapkan teknik bercerita menggunakan puppets atau media lain dalam keterampilan berbahasa yang lain pula atau dengan menggunakan rancangan penelitian yang lain. dan (2) siswa yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan mencapai kecepatan membaca secara signifikan lebih tinggi dari pada siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan. Setelah itu. Guru bahasa Inggris seharusnya mempertimbangkan manfaat dari kegiatan membaca ekstensif dalam meningkatkan pemahaman membaca dan kecepatan membaca. kedua kelompok diberi tes akhir dengan menggunakan instrument seperti yang dipakai dalam tes awal. Kata kunci: teknik bercerita menggunakan puppets. Disamping meyediakan berbagai jenis buku cerita berbahasa Inggris baik lokal maupun asing di perpustakaan untuk memperkaya jumlah bacaan siswa sangatlah diperlukan.05 (df 70). (1) prestasi pemahaman membaca siswa yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan tidak lebih tinggi secara signifikan dari prestasi siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan. kemampuan berbicara Efektifitas Kegiatan Membaca Ekstensif dalam Meningkatkan Pemahaman Membaca dan Kecepatan Membaca Teks Bahasa Inggris Pada Siswa-Siswa Kelas IX MTs Negeri Pamekasan 1 Nanang Rohmat Busthomi Abstrak Studi ini dilakukan untuk menentukan efektifitas kegiatan membaca ekstensif di dalam meningkatkan pemahaman membaca dan kecepatan membaca. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental nonrandomized control group pretestposttest. Semua F-rasio yang dicapai dalam uji hipotesis menunjukkan tingkat signifikan lebih tinggi pada p<. Selanjutnya. data yang berbentuk skor pencapaian siswa dianalisa dengan menggunakan ANOVA satu jalur.69. Nilai F-rasio pada hipotesis pertama diperoleh angka 16. Dengan demikian. ada beberapa saran yang tujukan pada guru-guru bahasa Inggris dan peneliti-peneliti yang akan datang. maka sebagai konsekwensinya hipotesis alternative diterima.

Bagi para peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian dengan menerapkan strategi tebak-tebakan dalam pengajaran menulis pada jenis teks yang lain. (2) menyiapkan beberapa gambar atau benda kecil dan meminta salah satu siswa dari tiap kelompok untuk memilih gambar atau benda yang dimasukkan dalam sebuah amplop. pemahaman membaca.Program Studi S2 ING 259 Kata kunci: kegiatan membaca ekstensif. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu lembar observasi. Berdasarkan pengamatan pada siswa kelas II MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik. (8) meminta siswa merevisi draf yang difokuskan pada isi dan susunan.07 dan prosentase siswa yang nilainya di atas skor yang ditargetkan adalah 82. (7) meminta siswa membuat draf secara individu dengan strategi yang sama dalam membuat kartu deskripsi. Disamping itu. interview dan tugas menulis. (6) menyiapkan dan mendiskusikan model teks. Pada siklus 2 nilai rata-rata menjadi 7. Hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa strategi permainan tebak-tebakan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis.4%. Kata kunci: permainan tebak-tebakan. disarankan bagi para guru untuk menggunakan strategi permainan tebaktebakan untuk meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa dalam pengajaran menulis.6%. Tiap siklus meliputi tiga pertemuan. (4) meminta siswa untuk menyusun kalimat dari daftar kata yang diperoleh untuk membuat kartu deskripsi. Strategi ini dipilih karena mampu membuat siswa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar sehingga mampu membantu meningkatkan kemampuan menulis siswa. Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana permainan tebak-tebakan digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas II MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik dalam menulis teks deskriptif?” Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaborasi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar menulis melalui strategi permainan tebak-tebakan. Peningkatan dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata siswa dalam menulis dan juga jumlah siswa yang nilainya dapat mencapai skor minimal untuk writing. (9) meminta siswa mengedit kosakata yang digunakan. (5) meminta siswa untuk menebak kartu deskripsi –kegiatan ini digunakan sebagai kompetisi untuk meningkatkan motivasi siswa. implementing. observing. planning. Masalah dalam penelitian ini adalah “ Bagaimana strategi permainan tebak-tebakan digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas II MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik dalam menulis teks deskriptif?” Subjek penelitian ini adalah para siswa kelas VIII MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik tahun pelajaran 2008/2009. Berdasarkan hasil temuan. kemampuan menulis . dan reflecting. menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks deskriptif siswa kelas II masih kurang memuaskan dan siswa mempunyai motivasi yang rendah untuk berpartisipasi dalam kegiatan tugas menulis. (10) meminta siswa membaca hasil tulisan di depan kelas (10) melakukan refleksi terhadap proses belajar mengajar kemampuan menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model strategi permainan tebak-tebakan yang sesuai untuk pengajaran menulis teks deskriptif meliputi langkah-langkah berikut: (1) membagi siswa dalam beberapa kelompok kecil terdiri dari 3-4 siswa. catatan lapangan. kecepatan membaca Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas II MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik Melalui Permainan tebak-tebakan (Guessing Games) Nif ‘atul Aula Abstrak Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada permasalahan yang dialami oleh peneliti sebagai guru Bahasa Inggris di MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik. kuisioner. strategi permainanan tebak-tebakan dapat meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa selama mengerjakan tugas menulis. (3) meminta siswa untuk membuat daftar kosakata berdasarkan gambar atau benda yang dipilih.83 dan prosentase siswa yang nilainya di atas skor yang ditargetkan adalah 43. Pada siklus 1 nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 5.

Penelitian ini menggunakan teknik analisis kovarian (ANAKOVA) untuk membandingkan skor rata-rata kedua kelompok dengan skor pre-tes sebagai kovariannya. efek media terhadap pemahaman materi belajar. Sulawesi Barat Nurdin Abstrak Berdasarkan studi pendahuluan yang dilaksanakan di MTsN Tinambung Sulawesi Barat diketahui bahwa siswa-siswa sekolah tersebut mempunyai masalah dalam belajar menulis dalam bahasa Inggris. Strategi ini dipilih karena beberapa alasan. Pertama. Selanjutnya. Kontribusi praktikal dari penelitian ini adalah penggunaan multimedia dalam kelas menulis bisa menjadi pilihan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. pengamatan yang dilakukan oleh kolaborator menyimpulkan bahwa kelompok eksperimen cenderung lebih termotivasi dalam pembelajaran bila dibandingkan dengan kelompok kontrol yang ditunjukkan dengan pencapaian skala yang lebih tinggi untuk partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Berkenaan sikap belajar siswa dalam kelas menulis. penelitian ini juga menyarankan beberapa pengarahan bagi penelitian lanjutan terkait dengan desain penelitian. daftar cek pengamatan dan catatan pengamatan lapangan untuk mengukur sikap (positif atau negatif) dan motivasi siswa terhadap penggunaan multimedia. prestasi belajar. ketidakmampuan dalam membuat kalimat dan kesukaran untuk memulai menulis. terhadap kemampuan menulis paragraph deskriptif oleh siswa-siswa kelas 7 SMPN 37 Semarang pada tahun ajaran 2008/2009. Selanjutnya. dimana siswa dapat dengan bebas menulis apa . strategi dialog jurnal memberikan kegiatan menulis yang menarik kepada siswa. Instrument lain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Setelah analisis data. efek media terhadap situasi belajar. yaitu siswa yang diajar dengan menggunakan multimedia memperoleh skor yang lebih tinggi. subyek penelitian mengerjakan pre-tes untuk mengetahui kemampuan awal mereka dan untuk memastikan bahwa kedua kelompok tersebut setara. berdasarkan asal kelasnya. Dalam kuesioner yang mencakup lima faktor keterkaitan multimedia dengan pembelajaran Bahasa Inggris di kelas. dan fenomena kehomogenan pada kelompok eksperimen setelah pemberian perlakuan yang ditemukan dalam penelitian ini. hampir seluruh siswa menyatakan sikap positifnya. baik skor keseluruhan maupun pada aspek-aspek menulis. efek. faktor yang berpengaruh dalam pembelajaran. Kata kunci: multimedia. yaitu: kemenarikan media tersebut. dan tata bahasa. non-multimedia. Setelah penelitian. penggunaan kosakata yang tepat. Sebelum perlakuan. Mereka terbagi dalam dua kelompok penelitian. implementasi multimedia dalam kelas menulis lebih efektif bila dibandingkan dengan non-multimedia untuk meningkatkan prestasi belajar. penyusunan komposisi. bila dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan tidak menggunakan multimedia. cakupan bidang penelitian. yaitu kelompok kontrol dan eksperimen. subyek penelitian kembali mengerjakan post-tes dengan sosal yang sama untuk mengukur efek perlakuan pada masing-masing kelompok. dan penerapan media dalam pembelajaran sesungguhnya. Dengan kata lain. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental semu. yaitu isi. Terkait implikasi kependidikan dan saran-saran bagi penelitian lanjutan. Masalah tersebut adalah kurangnya motivasi dalam belajar. analisis yang didasarkan pada jawaban siswa sebagai respon terhadap pertanyaan di kuesioner menyimpulkan bahwa para siswa cenderung bersikap positif terhadapnya. Penelitian ini dirancang untuk memperbaiki keterampilan menulis dalam bahasa Inggris melalui penerapan strategi dialog jurnal. sikap Menggunakan Strategi Dialog Jurnal untuk Memperbaiki Keterampilan Menulis dalam Bahasa Inggris Siswa Kelas Dua MTsN Tinambung Polewali Mandar. disimpulkan bahwa penggunaan multimedia mempunyai efek yang signifikan terhadap prestasi belajar. peneliti menyajikannya dalam bab terakhir dari laporan penelitian ini. Delapan puluh siswa terpilih dari jumlah total dua ratus tiga puluh delapan siswa yang berasal dari dua kelas berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai subjek penelitian. yaitu multimedia dan non-multimedia.260 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Efek Multimedia untuk Membantu Proses Mengajar Menulis Paragraf Deskriptif di SMPN 37 Semarang Nur Khamim Abstrak Penelitian ini merupakan sebuah investigasi terhadap efek penggunaan media.

tahun akademik 2008-2009. Masalah penelitian dirumuskan sebagai berikut: “Bagaimana strategi dialog jurnal dapat memperbaiki keterampilan menulis dalam bahasa Inggris siswa kelas dua MTsN Tinambung Polewali Mandar. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. kegiatan seharihari atau pengalaman mereka. peneliti dan kolaborator bekerja sama merancang rencana pembelajaran. (2) dalam menerapkan strategi dialog jurnal. (6) meminta siswa untuk menuliskan ulang kalimat dan paragraph mereka. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. bertambah dari pre-test ke post-test. Strategi ini dipilih karena dapat menuntun siswa dalam menuangkan ide ke dalam sebuah tulisan dengan cara menempatkan dirinya dalam sebuah gambar. umpamanya. Dengan menulis jurnal. (3) guru seharusnya menunjukkan contohcontoh dialog jurnal kepada siswa. khususnya menulis. jumlah siswa yang skornya 60 atau lebih. pembelajaran menulis sering diabaikan. (7) menunjukkan kepada siswa model-model dialog jurnal. Berkenaan dengan kualitas. beberapa saran diajukan sebagai berikut: (1) guru bahasa Inggris disarankan agar menggunakan strategi dialog jurnal dalam mengajarkan bahasa Inggris. Permasalahan utama yang dihadapi oleh guru bahasa Inggris adalah bagaimana memotivasi siswa untuk menulis materi yang menyenangkan. kemampuan dalam menulis paragraf masih jauh dari yang diharapkan. (4) menunjukkan kepada siswa model-model kalimat dan paragraph.Program Studi S2 ING 261 saja yang disukai seperti ide. disarankan agar guru memberikan daftar topik yang bisa ditulis oleh siswa. Contoh-contoh kalimat dan paragraf juga perlu ditunjukkan kepada siswa. Sulawesi Barat. kemampuan menulis Implementasi Strategi “Put Yourself in the Picture” untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Bahasa Asing Siswa Kelas 2 MTs Muhammadiyah 1 Jombang Pryla Rochmah Wati Abstrak Menulis adalah salah satu keahlian yang mendukung kesuksesan dalam pembelajaran bahasa. siswa mempunyai banyak kesempatan untuk berlatih menulis. mengobservasi dan melakukan refleksi. mereka diharapkan dapat menulis dengan baik karena adanya kegiatan menulis yang berlangsung secara teratur dan terus-menerus. Juga bias dilihat dari skor akhir dari siswa. (5)meminta siswa untuk membandingkan antara kalimat dan paragraph mereka dengan model kalimat dan paragraph yang ditunjukkan. (9)menunjukkan kepada siswa daftar topic untuk ditulis dalam jurnal. penerapan. Perbaikan keterampilan itu dapat dilihat dari jumlah tulisan siswa yang semakin baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. (8) memberikan penjelasan tentang dialog jurnal. Berkenaan dengan skor akhir. Oleh karena itu. Berdasarkan hasil penelitian tersebut. siswa dapat menulis beragam topic dengan jumlah kalimat dan paragraph yang terus bertambah di setiap entri. organisasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas dua MTsN Tinambung Polewali Mandar. Siswa juga dapat berkomunikasi dengan guru melalui tulisan karena guru memberikan tanggapan terhadap tulisan-tulisan siswa. Oleh karena itu. Tiap . dan (4) pada kegiatan-kegiatan awal menulis jurnal. (2) meminta siswa menceriatakan sesuatu. observasi. Kata kunci: dialog jurnal. dengan mengikuti prosedur penelitian dalam penelitian tindakan kelas: perencanaan. yaitu perencanaan. siswa-siswa menunjukkan kemajuan di empat aspek keterampilan menulis: isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dialog jurnal dapat memperbaiki keterampilan menulis siswa dalam bahasa Inggris. (3) meminta siswa untuk menuliskan apa yang telah mereka ceritakan. Sulawesi Barat?” Penelitian ini menerapkan desain penelitian tindakan kelas yang di dalamnya. dan (11) meminta siswa untuk menulis jurnal mereka sendiri di rumah. menerapkan tindakan. Akhirakhir ini. Masalah dalam penelitian ini adalah ‘Bagaimana strategi “Put Yourself in the Picture” dapat dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks deskriptif siswa kelas dua MTs Muhammadiyah 1 Jombang?’ Untuk mencapai tujuan tersebut. kosa kata dan tata bahasa. Prosedur penerapan strategi dialog jurnal dalam penelitian ini adalah: (1)mengarahkan siswa ke topik pelajaran dengan memberikan beberapa pertanyaan. (10) meminta siswa untuk menulis berdasarkan topic yang mereka pilih. guru seharusnya yakin bahwa siswa telah menguasai kosa kata dasar dan konsep-konsep dasar kalimat dan paragraf. Subjek penelitian ini adalah 15 siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah 1 Jombang tahun pelajaran 2008/2009. Berkenaan dengan kuantitas. penelitian tindakan kelas diimplementasikan dengan 4 langkah. pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas delapan MTs Muhammadiyah 1 Jombang dalam menulis teks deskriptif dengan menggunakan strategi “Put Yourself in the Picture”. dan refleksi. pengamatan dan refleksi. fikiran dan perasaan.

Rumusan masalah yang diformulasikan dalam penelitian ini adalah”How can process writing approach be used to improve the ability in writing recount paragraphs of the second year students of MTsN Lamala Central Sulawesi? Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf recount siswa kelas dua MTsN Lamala Sulawesi Tengah dengan menggunakan pendekatan menulis proses. rubrik penilaian. kuisioner dan porto folio. Peningkatan itu ditandai oleh peningkatan nilai rata-rata menulis siswa dari 46. Diketahui bahwa kemampuan menulis siswa masih rendah. dapat disimpulkan bahwa strategi “Put Yourself in the Picture” tidak hanya efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa namun juga dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan strategi “Put Yourself in the Picture” yang bermanfaat dalam memeberikan kemudahan bagi siswa untuk menentukan ide dalam membuat tulisan. (7) memberikan dan menjelaskan suatu model teks deskriptif beserta ciri-ciri kebahasaannya (Simple Present Tense. Preposition) kepada siswa sebelum mereka menulis draf kasar. kemampuan menulis. (8) meminta siswa untuk menulis draf kasar (9) meminta siswa bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan draf dan merevisi draf teman mereka. Kata kunci: strategi “Put Yourself in the Picture”. Model pendekatan menulis proses yang tepat dalam pengajaran menulis meliputi prosedur berikut: (1) memberikan siswa gambar kegiatan berangkai yang berwarna untuk membantu membangun pengetahuan . Nilai rata-rata siswa adalah 4.53 pada siklus pertama. siswa antusias. (3) mengamati tindakan.13 sedangkan kreteria ketuntasan minimum adalah 6. (3) meminta siswa untuk bekerja dalam kelompok.262 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 siklus terdiri atas tiga pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan dalam penerapan strategi “Put Yourself in the Picture” yang sesuai dalam pengajaran menulis meliputi langkah-langkah berikut: (1) mengarahkan siswa kepada topic yang akan dibahas dengan memberikan pertanyaan dan gambar (2) memperkenalkan strategi dan membagikan gambar dan lembar kerja kepada siswa. dan (4) menganalisa dan merefleksi. Tindakan dalam penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan prosedur sebagai berikut: (1) perencanaan tindakan.00 pada siklus kedua. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu lembar observasi. (4) menjelaskan kepada siswa tentang tugas mereka di dalam kelompok.00.22 pada tugas awal. kuisener dan lembaran wawancara untuk siswa. Akhirnya. Oleh karena itu. (2) pelaksanaan tindakan. catatan lapangan. disarankan agar penelitian-penelitian selanjutnya difokuskan pada pengajaran menulis teks deskriptif di jenjang yang berbeda misalnya pada Sekolah Dasar dan teks naratif dan diterapkan pada genre yang berbeda misalnya teks naratif dan recount (jenis teks). melaksanakan dan mengobservasi kegiatan mengajar serta merefleksi data yang didapat dari proses pengajaran dan pembelajaran. Peneliti bekerjasama dengan seorang kolaborator dalam hal merancang rencana pembelajaran. Data yang terkumpul dianalisis untuk memperoleh hasil penelitian. teks diskriptif Penggunaan Pendekatan Menulis Proses untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Paragraf Recount Siswa Kelas Dua MTsN Lamala Sulawesi Tengah Pudariati Abstrak Berdasarkan hasil studi awal yang dilaksanakan pada tanggal 21 sampai dengan 23 Juli 2008. Berdasarkan hasil penelitian. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan sistim kolaborasi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa strategi “Put Yourself in the Picture” telah terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas 2 MTs Muhammadiyah 1 Jombang dalam menulis deskriptif teks. Di samping itu. Jumlah siswa dalam kelas adalah 38 orang. bersemangat. menentukan kriteria kesuksesan belajar. (5) meminta siswa untuk menempatkan dirinya dalam gambar dan menjawab pertanyaan “Apa yang dapat kamu lihat dalam gambar?” dan “Apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang ada dalam gambar?” (6) meminta siswa untuk membuat kalimat berdasarkan daftar yang dibuat sebelumnya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar format pengamatan. menjadi 68. catatan lapangan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas dua MTsN Lamala Central Sulawesi tahun pelajaran 2008-2009. dan terlibat aktif dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan strategi “Put Yourself in the Picture”. 54. (10) meminta siswa untuk melakukan konfrensi kecil dengan gurunya dan (11) meminta siswa untuk mengedit draf kasar sebagi rujukan dalam menulis karangan akhir mereka.

penjelasan tentang recount teks dilakukan pada pertemuan pertama. di Indonesia ketrampilan membaca diajarkan ditingkat SD sampai perguruan tinggi. mengimplementasikan rencana tindakan.32%) dari tigapuluh delapan siswa yang memperoleh skor sama atau lebih tinggi dari 6. Pada siklus yang pertama. Dalam melakukan penelitian ini. Hasil lembar pengamatan dan catatan lapangan menunjukkan bahwa pendekatan menulis proses dapat meningkatkan partisipasi siswa dimana sebagian besar siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran. tahapan prewriting dan drafting pada pertemuan kedua.00. Dengan alasan tersebut. Bagi siswa membaca diperlukan sebagai alat untuk mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan.Program Studi S2 ING 263 mereka tentang teks recount. Dan kepada para peneliti yang akan melaksanakan penelitian yang serupa disarankan untuk melakukan perubahan-perubahan dalam hal pemilihan jenis teks. Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini. dan melakukan analisis dan refleksi. kemampuan menulis. Penelitian ini dirancang untuk penelitian tindakan kelas secara kolaborasi yang melibatkan peneliti dan guru kelas yang berkolaborasi merancang rencana pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tiga pertemuan. (3) meminta siswa untuk bekerja kelompok untuk mempelajari struktur teks recount (4) mengajak siswa untuk mengungkapkan ide mereka dalam tekhnik clustering. Pada siklus yang kedua. (2) Memberikan siswa model teks recount yang strukturnya sudah ditandai dengan jelas. hasil penelitian pendahuluan yang dilakukan di MAN 2 Madiun menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa belum memadahi. Sehubungan dengan hasil tulisan siswa. duapuluh empat (63. dan tahapan editing pada pertemuan ketiga. Skor siswa dalam siklus pertama belum mencapai kreteria keberhasilan karna hanya ada sepuluh (26. telah ditetapkan dalam kreteria keberhasilan kedua bahwa 60% dari keseluruhan jumlah siswa harus mencapai skor sama atau lebih tinggi dari 6. Sehingga keberhasilan didalam membaca sangat penting bagi siswa. tahapan prewriting dan drafting dilakukan pada pertemuan pertama. memilih. (5) menuntun siswa dalam menuangkan. maka SQ3R diterapkan pada pembelajaran membaca pemahaman untuk meningkatkan membaca pemahaman siswa. (10) meminta siswa untuk memeriksa grammar dan mekanik tulisan mereka dengan merujuk pada format petunjuk mengedit. dan mengatur ide mereka. peneliti bertindak sebagai praktisi dan guru kelas berperan sebagai pengamat.00 yang berarti bahwa kreteria keberhasilan telah tercapai.16%) memperoleh nilai sama atau lebih tinggi dari 6. Sehubungan dengan pentingnya membaca bagi siswa. (6) meminta siswa untuk menuangkan ide dalam bentuk kalimat dan mengatur kalimat tersebut dalam bentuk draft awal (7) meminta siswa untuk merevisi draft mereka dengan merujuk pada format petunjuk revisi (8) meminta siswa untuk berdiskusi dengan teman sekelas dan guru. Bagaimanapun. peneliti menyarankan kepada guru-guru bahasa Inggris untuk menerapkan pendekatan menulis proses dalam pengajaran menulis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan menulis proses berhasil meningkatkan kemampuan dalam menulis paragraf recount siswa kelas dua MTsN Lamala Sulawesi Tengah.00. (9) meminta siswa untuk saling menukar pekerjaan dengan pasangannya. dan (11) meminta siswa untuk merapikan tulisan mereka. Sementara di siklus kedua. Oleh karena itu penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kesulitan yang diharapi siswa dalam membaca pemahaman. media pengajaran dan prosedur pelaksanaan empat tahapan dalam pendekatan proses menulis. Namun guru-guru harus mempertimbangkan model yang sesuai bagi siswa yang dapat memfasilitasi mereka dengan pengalaman belajar yang menyenangkan. melakukan pengamatan. oleh karena itu membaca sangat bpenting untuk dipelajari. Peningkatan ini ditandai dengan meningkatnya partisipasi dan skor menulis siswa dalam kegiatan menulis. paragraf recount Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa MAN 2 Madiun Melalui Strategi SQ3R Purwatiningsih Abstrak Memebaca sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. dan tahapan revising dan editing pada pertemuan ketiga. tahapan revisi pada pertemuan kedua. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang berdasarkan prosedur penelitian tindakan kelas yang . terbukti prestasi mereka masih relatif rendah dan belum memenuhi standar ketuntasan belajar minimal. Kata kunci: pendekatan menulis proses. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas sebelas MAN 2 Madiun Jurusan Bahasa tahun pelajaran 2008/2009 yang berjumlah 30 orang.

pedoman wawancara. dan kuesioner. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa dengan menggunakan teknik storytelling. Pertama. (4) mempraktekkan pengucapan kosakata. Di samping itu hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi SQ3R sangat efketif untuk membangkitkan motivasi siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. Kesulitan tersebut disebabkan beberapa factor. kemampuan membaca Meningkatkan Keterampilan Menyimak dalam Bahasa Inggris dengan Menggunakan Teknik Storytelling di Kelas Dua MTsN Model Amuntai Rahmah Fitriah Abstrak Berdasarkan hasil studi pendahuluan. 8) mengingat kembali informasi yang disimpan. 10) membuktikan laporan yang dibuat dengan membaca teks. ditemukan bahwa prestasi siswa dalam kegiatan menyimak masih belum memuaskan. Dengan kata lain siswa yang terkategori sukses dalam pre-test sebanyak 33. (3) memberikan kosakata kunci yang berkaitan dengan cerita. 64. dan 86. Dengan penerapan teknik storytelling.7 dari nilai tes 2. kurangnya kreatifitas guru dalam menggunakan materi yang tersedia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang tepat untuk membelajarkan siswa dalam membaca pemahaman melalui strategi SQ3R meliputi beberapa tahap yang masing-masing terdiri dari beberapa kegiatan penting yang antara lain: 1) mengaktifkan latarbelakang pengetahuan sebelum membaca tek. observasi. Adapun rata-rata nilai yang diperoleh siswa dari tiga kali tes adalah 59. Setiap siklus dilaksanakan dalam tiga pertemuan. Selanjutnya hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa strategi SQ3R telah meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa.264 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 meliputi tahap perencanaan. peningkatan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari nilai membaca siswa yang telah memenuhi standar ketuntasan belajar minimal. 9) melakukan laporan. dalam hal ini. catatan lapangan. Penelitian ini diadakan dalam dua siklus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana teknik storytelling bisa meningkatkan keterampilan menyimak siswa. Berdasarkan hasil penelitian di atas. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII F MTsN Model Amuntai. beberapa saran ditujukan untuk guru dan peneliti yang akan datang. Kriteria kesuksesan penelitian ini adalah peningkatan nilai listening siswa dan minat mereka terhadap penerapan teknik storytelling. 6) mencari jawaban dari pertanyaan yang telah dibuat. Beberapa kesulitan yang dialami siswa adalah memahami dan menemukan informasi rinci dalam teks yang mereka dengarkan. 3) menemukan arti dari kata-kata sulit. 2) menggunakan gambar atau benda nyata sebagai alat pembelajaran. (6) . Kepada peneliti yang akan datang. Peningkatan partisipasi siswa dalam pemebelajaran adalah 59% pada siklus1 dan 79% pada siklus 2. Kriteria kesuksesan tercapai jika 75% siswa memiliki respon yang positif terhadap penerapan teknik storytelling. analisis dan refleksi. kriteria kesuksesan juga ditentukan berdasarkan minat siswa terhadap kegiatan storytelling. subyek penelitan. 5) membaca paragraph pembuka dan penutup. implementasi. Kedua. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas.1 diperoleh dari pre-tes. kurang beragamnya teknik dalam mengajar menyimak.3% atau 10 orang. 7) menyimpan semua informasi yang diperoleh dalam ingatan jangka panjang. Kriteria kesuksesan tercapai jika 75% siswa mendapatkan nilai lebih dari 6. (2) menanyakan tentang gambar. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa prosedur dari teknik storytelling yang efektif adalah (1) menunjukkan gambar berukuran 20x25 cm kepada siswa. Kata kunci: strategi SQ3R.7% atau 26 orang pada test 2. (5) menanyakan kepada siswa tentang pemahaman mereka terhadap cerita. checklist pengamatan. dan jenis teks yang berbeda untuk mengetahui apakah strategi SQ3R juga efektif untuk meningkatkan prestasi membaca siswa. mereka dianjurkan untuk membuat kajian penelitian serupa secara mendalam di tingkat pendidikan yang berbeda dengan tempat. 4) membuat pertanyaan prediksi. Bagi guru bahasa Inggris yang mempunyai masalah serupa diharapkan mereka dapat mengimplementasikan strategi SQ3R sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa.5 dari tes 1 dan 78. kriteria kesuksesan tercapai pada siklus kedua. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian yang berupa ceklist pengamatan. 50% atau 15 dalam test 1. dna tes membaca pemahaman. Disamping itu. Instrumen penelitian ini adalah tes menyimak. 11) menulis hasil pembuktiannya. Sebanyak 81% total siswa yang memperoleh nilai lebih dari 6 dan sebanyak 80% siswa memiliki respon yang positif terhadap penerapan teknik storytelling. peneliti dibantu oleh guru bahasa Inggris dalam mengobservasi proses belajar mengajar.

yang telah divalidasi oleh dua orang ahli. (8) evaluasi (validasi ahli terhadap produk akhir yang telah direvisi). Prosedur penelitian pengembangan dipakai di dalam penelitian ini. bekerja berpasangan. Dapat disimpulkan bahwa teknik storytelling telah terbukti mampu meningkatkan kemampuan menyimak siswa dalam hal memahami cerita dan menemukan informasi rinci dalam cerita. kata benda. Produk akhir dari penelitian pengembangan ini berupa sebuah Speaking for Islamic Studies silabus untuk pengajaran bahasa Inggris. Silabus yang dirancang untuk mata kuliah ini mengacu kepada empat jenis teks (genre). Terakhir. Berangkat dari masalah diatas. para dosen hanya mengikuti panduan yang disajikan di buku teks. yaitu: (1) analisa kebutuhan. antara lain penceritaan. (6) uji coba. penceritaan kembali. Selanjutnya dapat dicermati bahwa panduan tersebut tidaklah memadai untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam hal konten keIslaman dan efisiensi pedagogisnya. teknik storytelling Sebuah Rancangan Silabus Kelas Speaking untuk Mata Kuliah Intensive English bagi Mahasiswa Tingkat Pertama di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin Raida Asfihana Abstrak Hasil dari survey pendahuluan yang dilakukan di institusi ini menunjukkan bahwa tidak ada silabus tertentu yang dapat dipakai untuk mengajarkan bahasa Inggris. kata keterangan. Model pengembangan silabusnya merupakan perpaduan dari Pengembangan Program Bahasa oleh Yalden (1987) dan tahap-tahap penelitian pengembangan oleh Borg and Gall (1983). Selain itu. dan melakukan diskusi kelompok kecil dan diskusi panel. Prosedurnya melingkupi sembilan tahap pengembangan. Silabus komunikatif berbasis genre ini terutama berisi gambaran singkat mata kuliah. (4) validasi ahli terhadap silabus purwa-rupa. dan sistem evaluasi. dan (9) produk akhir. penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah silabus yang sesuai untuk mengajarkan keterampilan berbicara kepada mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin. Kata kunci: keterampilan menyimak. seperti bentuk waktu kini dan lampau. dan ekposisi. mudah untuk ditafsirkan. (3) pembuatan silabus purwa-rupa. narasi. Karena fungsi bahasa dalam silabus ini berbasis genre. Pengembang materi disarankan agar mengembangkan materi cerita untuk siswa MTs dengan mempertimbangkan karakter khusus mereka. kata kerja. juga tersedia didalamnya. yang ruang lingkupnya adalah bahasa Inggris umum. (7) revisi produk akhir. disarankan kepada para dosen pengajar bahasa Inggris dan peneliti lain untuk merancang silabus keterampilan berbahasa Inggris lainnya yang berkaitan dengan studi Islam dikarenakan silabus yang baru dirancang ini mungkin perlu dievaluasi dan direvisi secara kontinyu sebagai . dan (7) Menanyakan siswa tentang pendapat dan perasaan mereka terhadap ceritanya. penyajian presentasi singkat. yang telah diuji-cobakan secara empiris dalam tahap uji coba. Silabus ini berisi empat topik utama yang kemudian di rinci lagi menjadi sepuluh sub topik yang berkaitan dengan kepercayaan dan praktik-praktik budaya Islam. di kelas Intensive English tahap B di IAIN Antasari Banjarmasin. muncullah suatu kebutuhan yang tidak dapat ditawar lagi akan perancangan sebuah silabus untuk mahasiswa di institusi Islam ini. Lebih lanjut. (5) pembuatan silabus pedagogis. pemilihan topik dan sub-topik. pelaporan informasi. dan kata penghubung. (2) perencanaan. Guru-guru bahasa Inggris MTs diharapkan menggunakan teknik storytelling sebagai teknik alternatif dalam mengajar untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa. seperti lomba bercerita untuk meningkatkan minat siswa pada cerita berbahasa Inggris dan juga pada bahasa Inggris itu sendiri. tujuan pengajaran. mata kuliah ini juga menyajikan keterampilan berbicara dalam bertukar peran percakapan. kata sifat.Program Studi S2 ING 265 mengulangi cerita sekali lagi agar siswa benar-benar memahami ceritanya. maka keterampilan yang dilatih melingkupi keterampilan dasar berbicara yang dipadukan dengan fitur-fitur gramatikal dari jenis teks tersebut. termasuk didalamnya deskripsi tujuan pengembangan dan pemilihan tipe silabus. Berdasarkan temuan studi ini. Peneliti yang lain diharapkan untuk mengadakan penelitian tentang teknik storytelling untuk keterampilan berbahasa yang lain. Lebih lanjut. Empat model rencana pengajaran. Kalimantan Selatan. akan mudah bagi para pemakai silabus ini untuk membuat rencana dan materi pengajaran lainnya dikarenakan format dari rancangan silabus ini. terutama keterampilan berbicara. Penelitian ini diakhiri dengan pemberian saran-saran. disarankan kepada kepala sekolah untuk menyediakan fasilitas berupa buku-buku cerita berbahasa Inggris dan cerita-cerita lokal di perpustakaan dan menyelenggarakan acara-acara yang berkaitan dengan penggunaan cerita.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif dimana peneliti dan guru bekerja sama dalam melaksanakan penelitian ini. Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Menulis Teks Recount melalui Teknik TanyaJawab di MTs Siti Mariam Banjarmasin Raudhatun Nisa Abstrak Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada permasalahan yang dialami oleh peneliti sebagai guru Bahasa Inggris di MTs Siti Mariam Banjarmasin. Subyek penelitian ini adalah 35 siswa kelas delapan MTs Siti Mariam Banjarmasin pada tahun ajaran 2008/2009. hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa Teknik TanyaJawab sangat efektif dalam meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa dalam proses belajar dan mengajar. pertemuan-pertemuan profesional dengan para ahli di bidang pengembangan produk dan melalui tulisan dalam jurnal. Jawaban lengkap dari pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian diolah dengan cara tertentu untuk menghasilkan sebuah teks recount yang terorganisasi dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian. khususnya para mahasiswa di IAIN Antasari Banjarmasin. (3) memberikan pertanyaan yang bertujuan untuk menyakinkan pemahaman siswa tentang isi cerita dan generic structure dari teks recount. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Teknik Tanya-Jawab yang sesuai dalam pengajaran menulis meliputi prosedur berikut: (1) memberikan model teks recount kepada siswa. Kalimantan Selatan. observing. dan reflecting. Di samping itu. catatan lapangan. Produk dari penelitian ini juga bisa disosialisasikan melalui diskusi rutin diantara para dosen pengajar mata kuliah bahasa Inggris. seminar lokal dan internasional. (7) menugaskan siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dipilih secara berkelompok. gambar berseri. dari hasil ceklis observasi. Kegiatan ini akan sangat membantu dalam usaha menjaga kualitas dari produk akhir penelitian ini. Lebih lanjut. Sehingga produk akhir dari penelitian pengembangan ini akan berhasil mengakomodir kebutuhan pembelajar dalam menguasai keterampilan berbicara bahasa Inggris dalam konteks studi Islam. implementing. Tiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari tiga pertemuan. (2) memerintahkan siswa untuk membaca teks recount tersebut dan memperhatikan kosa kata dan tata bahasa atau ciri-ciri kebahasan dari teks recount. para siswa diberi serangkaian pertanyaan berdasarkan media tertentu (seperti daftar kegiatan. disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan Teknik Tanya-Jawab karena teknik ini bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks . sebagian pertanyaan yang lain tidak berhubungan dengan topik dan gambar berseri tersebut) kepada masing-masing kelompok siswa. diketahui bahwa kemampuan siswa dalam menulis teks recount masih kurang memuaskan dan siswa mempunyai motivasi yang rendah untuk berpartisipasi dalam tugas menulis. (5) mendistribusikan gambar berseri dengan serangkaian pertanyaan (sebagian pertanyaan-pertanyaan itu berhubungan dengan topik dan gambar berseri tersebut. Peneliti berperan sebagai guru sedangkan guru bahasa Inggris menjadi observer yang mengobservasi pelaksanaan Teknik Tanya-Jawab. dan (10) memberi pendapat dan saran kepada siswa untuk merevisi dan mengedit tulisan mereka. catatan lapangan. Terlebih lagi. (6) menugaskan siswa untuk memilih pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan topik dan gambar berseri tersebut secara berkelompok.266 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 akibat dari penerapannya dalam aktivitas pengajaran di kelas. Teknik Tanya-Jawab dipilih untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teknik Tanya-Jawab dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks recount dengan membimbing para siswa dalam membuat kalimat. Oleh karena itu. kuisioner. Kata kunci: perancangan silabus.1 di putaran pertama. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu ceklis observasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu planning. Dalam membuat kalimat. dan tugas-tugas menulis siswa. dan kuisioner. (8) menugaskan siswa untuk menyusun jawaban-jawaban mereka menjadi sebuah teks recount secara individu. penelitian ini dirancang untuk mengetahui bagaimana Teknik Tanya-Jawab dapat meningkatkan kemampuan siswa-siswi kelas delapan MTs Siti Mariam Banjarmasin dalam menulis teks recount. (4) mengelompokkan siswa. Berdasarkan hasil studi awal pada siswa kelas delapan MTs Siti Mariam Banjarmasin. studi Islam. peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks recount dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata menulis siswa dari 52. (9) menugaskan siswa untuk menggabungkan kalimat-kalimat dalam teks recount mereka dengan kata sambung yang sesuai secara individu. menjadi 70. keterampilan berbicara. dan lain-lain).1 di putaran kedua.

peneliti mengusulkan salah satu strategi yang sesuai dalam mengajarkan menulis narasi. prestasi siswa pada menulis teks narasi belum memuaskan. (2) memerintahkan siswa untuk membaca cerita dan memperhatikan kosa kata. Peneliti berperan sebagai pengajar sedangkan guru bahasa Inggris menjadi kolaborator peneliti untuk mengobservasi pelaksanaan teknik Jigsaw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model teknik Jigsaw yang sesuai dalam pengajaran menulis teks narasi meliputi langkah-langkah berikut: (1) memberikan model teks narasi yang dilengkapi dengan rangkaian gambar berurutan kepada siswa dengan tujuan untuk membangun pengetahuan siswa tentang cerita dan input bahasa berupa kosa kata. (6) meminta setiap siswa untuk menulis hasil diskusi tentang deskripsi sebuah gambar bagian dari sebuah cerita. dan reflecting. Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan ketrampilan menulis teks narasi siswa dengan menggunakan teknik Jigsaw. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu lembar observasi. (3) memberikan pertanyaan yang bertujuan untuk menyakinkan pemahaman siswa tentang cerita dan ciri kebahasaan teks narasi. yaitu teknik Jigsaw. tata bahasa. teknik tanya-jawab Menggunakan Teknik Jigsaw untuk Memperbaiki Kemampuan Menulis Siswa Kelas Dua MTs Negeri 2 Medan Raudhatuz Zahrah Abstrak Berdasarkan pengalaman peneliti dalam mengajar bahasa Inggris dan studi awal yang dilakukan. .0. Nilai rata-rata tulisan teks narasi siswa adalah 49. kuisener. dan ciri-ciri kebahasan dari teks narasi.6. Subyek penelitian ini adalah 42 siswa kelas dua MTs Negeri 2 Medan pada tahun ajaran 2008/2009. sedangkan kreteria ketuntasan minimum adalah 60. Untuk mengatasi masalah ini. disarankan agar mereka menerapkan Teknik Tanya-Jawab pada bidang keterampilan yang sama yang difokuskan untuk peningkatan kreatifitas dan keinginan-tahu siswa dalam menulis (menulis kreatif) atau pada pembelajaran bidang keterampilan bahasa lainnya seperti menyimak dan berbicara (dengan menyuruh siswa untuk menyimak sebuah monolog lisan. (11) meminta siswa untuk menulis kembali cerita tersebut secara perseorangan sehingga mereka menyadari bahwa bagian ini bukan sekedar permainan tetapi juga pembelajaran yang sangat berarti.Program Studi S2 ING 267 recount. catatan lapangan. (8) mengelompokkan kembali siswa ke kelompok jigsaw. kepada peneliti yang akan datang. (4) mengelompokkan siswa dalam kelompok ahli yang terdiri dari empat siswa. dan (3) motivasi siswa untuk menulis sangat rendah. observing. implementing. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif dimana peneliti dan guru bekerja sama dalam melaksanakan penelitian ini. dan hasil tulisan siswa. (2) strategi pengajaran dan pembelajaran menulis yang tidak efektif. (9) meminta siswa untuk mempresentasikan bagian dari cerita yang dikuasainya dan saling bertukar cerita untuk mendapatkan satu cerita yang lengkap. Prestasi yang tidak memuaskan ini dikarenakan (1) siswa mengalami kesulitan untuk memulai menulis. (13) memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyunting tulisan mereka dengan mengunakan petunjuk penyuntingan. (5) mendistribusikan sebuah gambar yang khusus dan berbeda dari rangkain gambar yang berurutan yang dilengkapi dengan beberapa kata kunci kepada setiap kelompok ahli. dan ciri-ciri kebahasaan dari teks narasi. (7) mengumpulkan gambar. dan (14) mempublikasikan hasil tulisan mereka pada sesi terakhir pembelajaran dengan membacanya di depan kelas atau menempelnya di majalah dinding. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu. planning. Semua siswa menjadi subyek penelitian ini. khususnya bagi mereka yang memiliki permasalahan yang sama dan tertarik untuk menerapkan Teknik Tanya-Jawab dalam penelitian mereka. (12) meminta siswa ntuk memperbaiki tulisan pertama mereka dengan menggunakan petunjuk pebaikan. misalnya. mengorganisasikan dan mengalihbahasakan ide-ide mereka ke dalam teks yang menarik. Kata kunci: teks recount. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana teknik Jigsaw dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks narasi siswa di MTs Negeri 2 Medan. Lebih lanjut. tata bahasa. dan kemudian menyuruh mereka menjawab pertanyaanpertanyaan tentang monolog tersebut secara lisan). (10) berkeliling dari satu kelompok ke kelompok yang lain untuk mengawasi proses pembelajaran. menulis. Tiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari tiga pertemuan untuk pelaksanaan teknik.

aturan dan ketrampilan yang diperlukan untuk melakukan permainan. Untuk calon guru-guru peneliti. disarankan agar guru Bahasa Inggris menggunakan teknik lain dari cooperative learning sebagai strategi belajar untuk meningkatkan kemampuan siswa tidak hanya dalam keterampilan menulis tetapi juga pada ketiga keterampilan bahasa yang lain. observasi hingga refleksi. teks narasi. pelaksanaan.6. Para siswa dapat melaporkan tugas tersebut secara lisan atau tertulis. Dalam keterampilan ini. kemempuan menulis Menggunakan Game Twenty-question untuk Memperbaiki Kemampuan Menulis Siswa Kelas Tujuh Semester Dua MTS. (3) menjelaskan cara mengubah kalimat tanya ya/tidak.268 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa Jigsaw efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks narasi. (9) membacakan atau mengumpulkan tulisan dalam kegiatan publikasi. Model pembelajaran yang diterapkan adalah sebagai berikut: (1) mengenalkan dan menjelaskan tata cara. dan (10) merefleksikan proses menulis. (8) menulis versi akhir. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas dua pada MTs. khususnya bagi mereka yang mempunyai masalah yang sama dan tertarik untuk melaksanakan penelitian. Rumusan masalah penelitian ini adalah “Bagaimana permainanTwenty-question bisa meningkatkan kemampuan siswa kelas tujuh semester dua MTs. Selain dari itu. Hasyim Asy’ari Piyungan Bantul DIY dalam menulis teks deskriptif?” Model penelitian ini adalah tindakan kelas dimana peneliti dan kolaborator bekerja sama dalam menyusun rencana pelajaran. seperti keterampilan mendengar. 60. hasil penelitian juga menunjukkan bahwa teknik Jigsaw sangat efektif dalam meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa. Berdasarkan hasil penilaian terhadap tulisan siswa dimana rerata pada pra-penelitian adalah 50. disarankan untuk menerapkan Jigsaw pada bidang keterampilan yang sama di penelitian mereka atau pada bidang keterampilan bahasa yang lain. Jigsaw juga berguna dalam mendorong siswa untuk ikut serta secara aktif dalam menulis teks narasi. dan 70. (4) menyajikan teks sebagai model guna dianalisa dan diikuti formatnya. Berdasarkan hasil penelitian. Di samping itu. menerapkan ketrampilan mengubah kalimat dan pembimbingan proses menulis dengan suasana menyenangkan sehingga siswa lebih tertarik dengan langkah-langkah menulis. Kata kunci: teknik jigsaw. terdapat peningkatan yang menggembirakan dan dengan demikian model pengajaran ini bisa meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis. tata bahasa dan tanda baca. para siswa mendengarkan bagian yang berbeda dari sebuah bacaan. dan melakukan refleksi. mengimplementasikan tindakan. (7) memperoleh penilaian dan umpan balik dari kelompok atau siswa yang lain dalam hal organisasi. Di samping itu. Dengan mempertimbangkan hasil temuan. Selain itu.2 di siklus kedua. disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan Jigsaw karena teknik ini tidak hanya bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan menulis teks narasi namun juga dalam memotivasi siswa untuk menulis dan bekerja sama dalam mendeskripsikan kejadian yang ada di dalam gambar. disarankan agar siswa menggunakan teknik Jigsaw sebagai strategi belajar untuk melatih dan meningkatkan kemampuan menulis teks narasi mereka yang dapat dilakukan dalam kegiatan ekstrakurikuler. kemudian 61 pada siklus satu dan 69 pada siklus dua. disarankan agar (1) para guru Bahasa Inggris menerapkan dan memodifikasi model ini terutama bila siswa lemah dalam tata bahasa serta mengarahkan siswa untuk . (6) melengkapi bagian teks yang belum ada sebelum direvisi dan disunting. dan kemudian saling bertukar informasi dengan yang lain untuk menyelesaikan tugas.1% siswa berpartisipasi secara aktif di siklus pertama dan 88.9% siswa berpatisipasi di siklus kedua. (2) memainkan game.8% siswa termotivasi di siklus kedua. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus mengikuti langkah mulai dari perencanaan. diketahui bahwa 83. Selain itu. Diketahui bahwa 74.2 di siklus pertama.0% siswa termotivasi di siklus pertama dan 83. (4) menjelaskan bermacam tipe kalimat yang dipakai untuk menggambarkan obyek sehingga siswa bisa menambahkan dengan deskripsinya sendiri. hasil tulisannya akan lebih baik. Hasyim Asy’ari Piyungan tahun ajaran 2008/2009. Peningkatan dapat dilihat dari kenaikan nilai rata-rata menulis teks narasi siswa dari nilai studi awal 49. Dengan demikian. mengamati tindakan. Hasyim Asy’ari Piyungan Bantul DIY Tahun Ajaran 2008/2009 Risnaryanto Abstrak Penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa dalam bahasa Inggris dengan menggunakan model pengajaran berbasis Game Twenty-question dan bimbingan per langkah karena dapat membangun ketrampilan siswa menggunakan pertanyaan deskriptif.

penggunaan bahasa. nilai rata-rata mereka hanya 50. . peneliti dibantu oleh guru bahasa Inggris dalam mengobservasi proses belajar mengajar. dan siswa mempunyai motivasi yang rendah untuk berpartisipasi dalam kegiatan menulis. Siswa tidak mampu mengekspresikan gagasan mereka dalam sebuah paragraf yang baik. Untuk guru-guru bahasa Inggris MTs. partisipasi aktif dan respon mereka dalam proses belajar mengajar. (6) meminta siswa untuk mengurutkan gambar.70% total siswa yang memperoleh nilai lebih dari 70 dan sebanyak 82. Mereka masih membuat kesalahan dalam menulis berkenaan dengan komposisi.field note dan kuesioner. Berdasarkan pengamatan pada siswa kelas IX E MTsN Malang III.(4) memberikan dan mendiskusikan contoh teks prosedur. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX E MTsN Malang III. Kata kunci: pengajaran menulis. isi. Penelitian ini diadakan dalam dua siklus. dan mekanisme.7% siswa merespon positif terhadap penerapan gambar berseri.Program Studi S2 ING 269 membentuk kelompok-kelompok kecil. mereka diharapkan untuk mengadakan penelitian tentang gambar berseri untuk keterampilan berbahasa yang lain. (3) memberikan kosakata kunci yang berkaitan dengan gambar . menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas IX masih kurang memuaskan.3% siswa berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar serta 84. Kriteria kesuksesan penelitian ini adalah peningkatan nilai menulis siswa. strategi gambar berseri Meningkatkan Kemampuan Menulis dengan Menggunakan Gambar Seri bagi Siswa Kelas II MA Darul Lughah wal Karomah Kraksaan Samsuddin Abstrak Kemampuan siswa kelas dua MA Darul Lughah wal Karomah Kraksaan Probolinggo dalam menulis paragraf masih kurang memuaskan. Dapat disimpulkan bahwa strategi gambar berseri telah terbukti mampu meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur. organisasi dan struktur tulisan. Kriteria kesuksesan tercapai jika 60% siswa mendapatkan nilai 70. Untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini diakhiri dengan pemberian saran-saran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Prosedur dari strategi gambar berseri yang efektif adalah (1) menunjukkan gambar kepada siswa. (7) menulis kalimat sesuai dengan gambar. diajukan peneliti sebagai salah satu strategi yang tepat dalam mengajarkan menulis paragraph narasi dengan menggunakan gambar seri. dan jika 60% siswa berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar. mereka diharapkan menggunakan strategi gambar berseri sebagai strategi alternatif dalam mengajar untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. dan (3) calon peneliti memvariasikan permainan ini dengan rangkaian gambar deskriptif untuk meningkatkan efektifitas. checklist pengamatan. (2) bertanya mengenai gambar. (9) mengedit tulisan ditekankan pada konten. Instrumen penelitian ini adalah hasil tulisan siswa. Bagi peneliti yang lain. dalam hal ini. mempraktekkan permainan ini dan mengembangkan topiknya kedalam tulisan deskripsi. organisasi dan struktur tulisan. kemampuan menulis Pengajaran Menulis Teks Prosedure Menggunakan Strategi Gambar Berseri di MTsN Malang III Roudlatul Hasanah Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur dengan menggunakan strategi gambar berseri. teks prosedur. dengan penerapan strategi gambar berseri.3. Kata kunci: game twenty-question. (5) mempertunjukkan gambar acak. (8) merevisi tulisan ditekankan pada konten. kriteria kesuksesan tercapai pada siklus kedua. Sebanyak 71.

. Model yang tepat dari strategi pembelajaran berbasis computer adalah sebagai berikut: (1) Membuat dratf. Siswa menulis paragraf dengan menggunakan computer mengambil gambar dari internet atau kamus encarta yang bisa diakses secara langsung dari microsotf yang telah tersedia di komputer. pengimplementasian. Strategi pembelajaran berbasis computer menpunyai kelebihan. guru menjelaskan Simple Past. pelatihan. Setelah peneliti menyelesaikan siklus pertama dan kedua. Karena sebagian besar guru berfikir bahwa pelajaran mengarang jauh lebih sulit daripada keterampilan bahasa yang lain. dianjurkan bahwa siswa menggunakan gambar seri sebagai salah satu strategi belajar untuk melatih kemampuan mereka dalam menulis paragraph narasi. Berdasarkan temuan di atas. Gambar-gambar ini membantu siswa untuk diuraikan dalam karangan sesuai dengan topiknya secara rinci sehingga karangan mereka akan terlihat lebih hidup. guru memberikan gambar seri kepada kelompokkelompok siswa yang beranggotakan empat orang. Ketiga. menerapkan. untuk mengembangkan strategi guru dalam menerapkan gambar seri. siswa merasa senang karena kegiatan pembelajaran dilaksanakan di laboratorium multimedia. Kedua.” Penelitian ini menerapkan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang mana guru dan kolaborator bekerja sama dalam merencanakan. bagi peneliti mendatang. (3) meningkatkan pemahaman siswa terhadap hubungan antara bahasa dan budaya. dibuatlah tiga saran. Siswa menyimpan atau mencetak hasil pekerjaanya untuk ditempelkan di majalah dinding. Siswa mengungkapkan pendapat yang berhubungan dengan topic dengan guru dan temannya. ditemukan bahwa pelajaran mengarang pada siswa kelas delapan jauh dari yang diharapkan. yang dapat dilakukan dalam kegiatan ekstra kurikuler mereka. Ketiga. Kata kunci: gambar seri. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Masalah penelitiannya adalah “Bagaimana kemampuan mengarang siswa kelas delapan dapat ditingkatkan dengan menggunakan pembelajaran berbasis computer. Pertama. guru menyediakan kosakata dari kata kerja yang tak beraturan dan kata benda jamak yang disediakan dalam lembaran kertas untuk membantu siswa menulis lebih baik. (3) Pengeditan. Subjek dari penelitian ini adalah 36 siswa kelas II B MA Darul Lughah wal Karomah Kraksaan tahun ajaran 2008/2009. Kedua. workshop. Pertama. Ketiga. Terindikasi bahwa penemuan gambar seri telah memperbaiki kemampuan siswa dalam menulis paragraph narasi. Hanya 6 dari 36 siswa (16. menggunakan penelitian tindakan kelas secara kolaboratif. atau jurnal. (2) menyadarkan siswa pada kenyataan dan pentingnya bahasa Inggris untuk meningkatkan ide persaingan di masyarakat global. atau menulis artikel yang menggunakan strategi gambar seri dalam buku-buku siswa. disarankan bahwa guru mensosialisasikannya dalam pertemuan guru. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. strategi ini dapat meningkatkan kemampuan mengarang siswa kelas delapan di SMP Negeri 4 Kepanjen. kosa kata dari kata kerja tak beraturan dan kata benda jamak untuk membantu siswa memecahkan masalah-masalah mereka dalam menulis paragraph narasi. terlihat bahwa hasil siswa pada siklus kedua meningkat. Pertama. (2) Mengadakan tanya jawab. siswa lebih aktif dan termotivasi karena ada kegiatan tanya jawab. pengamatan tindakan dan refleksi data yang diperoleh selama proses kegiatan belajar mengajar dan hasil tulisan siswa.270 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Penelitian ini bertujuan memperbaiki kemampuan siswa dalam menulis paragraph narasi dengan menggunakan gambar seri bagi siswa kelas dua MA Darul Lughah wal Karomah Kraksaan Probolinggo . Siswa mengaktifkan fasilitas spellchecker dan mengedit pekerjaannya dengan cara menyisipkan atau menghapus huruf yang kurang tepat berdasarkan masukan dari guru atau temannya dari hasil tanya jawab. dan setiap siklus dilaksanakan dalam 4 pertemuan.5%) saja yang masih mendapat skor di bawah target skor 60. Malang Siti Umasitah Abstrak Keputusan menteri pendidikan nomor 22 tahun 2006 menyatakan bahwa tujuan pengajaran bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama atau Madrasah Tsanawiwah adalah: (1) meningkatkan kemampuan komunikatif berbicara dan menulis siswa. disarankan melakukan studi semacam ini dengan subjek dan tempat yang berbeda untuk perbaikan mengajar menulis paragraph narasi. Juga berdasar pada pengalaman guru pada studi penjajakan di SMP Negeri 4 Kepanjen. Kedua. Peneliti dan kolaborator bekerja sama dalam hal perencanaan. kemampuan menulis Penerapan Pembelajaran Berbasis Komputer Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengarang Siswa non Inggris di SMP Negeri 4 Kepanjen. (4) Pameran. mengamati dan melihat hasil tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan cara terbaik dalam mengarang deskriptif.

rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Metode Pembelajaran Akselerasi melalui Teknik Master bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas delapan MTs Negeri Tuban dalam menulis paragraf ?” Untuk mencapai tujuan tersebut. memberi kesempatan kepada siswa untuk membuat peta pikiran. Di samping itu. Selanjutnya. siswa diminta untuk menempelkan hasil karya mereka di papan pajangan. Teknik ini dipilih berdasarkan kelebihannya dalam memotivasi siswa untuk lebih terlibat aktif dalam proses pembelajaran sehingga kemampuan mereka dalam menulis paragraf recount meningkat. Beberapa saran yang dapat diajukan kepada guru Bahasa Inggris berdasarkan temuan penelitian dan diskusi adalah sebagai berikut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur yang digunakan adalah: menyajikan pembukaan. Guru bahasa Inggris disarankan menerapkan strategi pembelajaran berbasis computer untuk memperkaya strategy dalam pengajaran bahasa. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data terdiri atas lembaran format pengamatan. Kata kunci: pembelajaran berbasis komputer. Peningkatan itu ditandai oleh peningkatan nilai rata-rata menulis siswa dari 59.4 pada siklus kedua. lalu meningkat menjadi 81. dan refleksi. yaitu perencanaan. LCD proyektor). menyediakan media pembelajaran yang memadai (gambar. Bagi para peneliti berikutnya disarankan melanjutkan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan pembelajaran berbasis computer untuk keterampilan bahasa yang lain dan unsur-unsur bahasa. Kepada guru juga disarankan agar mempelajari paradigma tentang kerja otak. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran Akselerasi melaui Teknik Master telah meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII A MTsN Tuban dalam menulis paragraf recount. dan terlibat aktif dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan Metode Pembelajaran Akselarasi melalui Teknik Master . sejarah dan lain-lain.00. Ilmu pengetahuan alam. memberi kesempatan kepada siswa untuk menyusun teks recount. memberikan umpan balik pada karya siswa. observasi. dan tentang kesan terhadap teknik pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan lisan dan melalui questionair. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari empat pertemuan. 66. penelitian tindakan kelas dengan sistem kolaborasi diimplementasikan dengan 4 langkah. Disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan teknik pembelajaran ini sebagai teknik alternatif atau strategi untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Guru mampu megoperasikan sarana technology dalam kegiatan belajar mengajar. memainkan musik yang tepat untuk latar belakang. Karena hal itu sangat penting untuk memaksimalkan kekuatan pikiran agar mudah melahirkan gagasan. Subjek penelitian ini adalah 47 siswa kelas VIII A MTs Negeri Tuban tahun pelajaran 2008/2009. kemampuan mengarang siswa non Inggris Implementasi Metode Pembelajaran Akselerasi Melalui Teknik Master Untuk Meningkatkan Ketrampilan Menulis Siswa kelas VIII di MTs Negeri Tuban Suwarno Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas delapan MTs Negeri Tuban dalam menulis paragraf dengan menggunakan Metode Pembelajaran Akselerasi melalui Teknik Master. memberi kesempatan kepada siswa untuk menampilkan karya dengan membaca di depan kelas. Saran kepada guru berikutnya adalah agar menyebarkan implementasi dari pembelajaran ini untuk mata pelajaran lain selain bahasa Inggris seperti matematika. Data yang terkumpul dianalisis untuk memperoleh hasil penelitian. memasangkan atau mengelompokkan siswa. guru bahasa Inggris memahami kebutuhan siswa untuk menghadapi persaingan yang ketat di masa depan.84 pada siklus pertama. bersemangat. meminta siswa bercerita kepada pasangan atau kelompok tentang apa yang telah diimajinasikan.Program Studi S2 ING 271 Dalam penerapan strategi ini disarankan. siswa sangat antusias. catatan lapangan. membantu proses imajinasi. Yang mana pencapaian ini sudah memenuhi kriteria sukses yakni rata-rata siswa mencapai 75. meminta siswa menutup mata dan mensugesti untuk mengimajinasikan kegiatan-kegiatan rekreasi. Terakhir. memberikan kesmpatan kepada siswa untuk melakukan refleksi dengan memberi pertanyaan dan kemontar tentang apa yang sudah atau belum dimengerti. mensugesti siswa supaya relaks. dan kuestioner untuk siswa. juga memperkuat kepercayaan diri.04 pada tes awal. pelaksanaan. menyajikan contoh teks recount. memotivasi siswa. Oleh karena itu. memberikan keterangan tentang cara menyusun teks recount dan memberi kesempatan siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang dimengerti. Perlu dicobakan teknik ini sesering mungkin. kepada .

guru menyuruh murid (writer) untuk menulis draf sebagai draf yang pertama berdasarkan ide-ide yang ditemukan dan dari hasil review dari helper. peneliti berharap agar melakukan penelitian yang lebih bermutu agar bisa membuktikan efektifitas dari penerapan Metode Pembelajaran Akselerasi melalui Teknik Master untuk meningkatkan prestasi siswa tidak hanya dalam matapelajaran Bahasa inggrius tetapi juga pada matapelajaran lain. dan refleksi. (2) menyuruh penulis untuk menulis ide-ide. Tahap 2 adalah drafting. Dan rata-rata nilai di siklus kedua adalah 60. Prosedur penelitian ni mencakup empat langkah utama: perencanaan. Guru melaksanakan kegiatan sebagai berikut: (1) mengadakan konferensi untuk mendiskusikan masalah yang dihadapi oleh kelas agar dapat mengurangi kesalahan-kesalahan murid. Sebelum tindakan dilaksanakan. kemampuan menulis. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana strategi collaborative writing dapat digunakan untuk meningkatkan ketrampilan siswa dalam menulis recount text dari siswa kelas satu MAN Wlingi? Berdasarkan rumusan masalah tersebut. (5) bagaimana membuat kalimat-kalimat sesuai dengan tatabahasa. Oleh karena itu. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu kelas yang terdiri dari 32 siswa. (6) bagaimana untuk meningkatkan motivasi mereka dalam belajar bahasa Inggris.40. dan paragraph recount Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Berbentuk Recount dari Siswa Kelas I MAN Wlingi Blitar melalui Strategi Menulis dengan Cara Kolaboratif Syafudin Zuhri Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas satu MAN Wlingi melalui collaborative writing strategy. peneliti menggunakan beberapa instrumen berupa kuesioner. rata-rata nilai menjadi 54. untuk membuat paragraph-paragrap yang terpadu. dan evaluating. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tahap-tahap yang tepat yang digunakan untuk menerapkan strategi collaborative writing terdiri dari langka-langkah sebagai berikut: Tahap 1 adalah idea generating. vocabulary.272 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 peneliti mendatang. daftar pengamatan. penelitian ini bertujuan menggunakan strategi collaborative writing untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks dalam bentuk recount. Tahap 5 adalah copying. Mereka mempunyai masalah: (1) bagaimana untuk memulai menulis. editing. angket. Tahap 3 adalah reading. Berdasarkan penelitian pendahuluan. copying. Tahap 4 adalah editing. (3) menyuruh helper untuk mendiskusikan atau meneliti kata-kata pokok dan membantu untuk mengorganisasi ide-ide itu. Guru melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: (1) menyuruh murid (writer) membaca draf dan menyuruh murid (helper) untuk mengoreksi draf itu. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi collaborative writing dalam pengajaran writing dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. Peningkatannya ditandai dengan meningkatnya rata-rata nilai siswa. Peneliti menggunakan desain penelitian tindakan kelas bersifat kolaboratif. Ini dapat dilihat dari hasil masing-masing siklus. drafting. (2) menyuruh penulis menata kembali apa yang telah ditulis di draf pertama dan memperbaiki ide-ide berdasarkan masukan pendapat dari helper. organazation. Untuk pengumpulan data. Sesudah siklus pertama dilaksanakan. dan untuk membuat kalimat-kalimat yang sesuai dengan tatabahasa. rata-rata nilai menulis siswa 50. . (4) bagaimana mengorganisasi ide secara logis. Strategi ini dipilih untuk mengatasi masalah di MAN Wlingi karena strategi tersebut dapat membimbing siswa untuk mengungkapkan ide. dan mechanic. Tahap 6 adalah evaluating. peneliti sangat termotivasi untuk mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan strategi collaborative writing dalam pengajaran writing karena strategi tersebut menyuruh siswa untuk mengikuti tahapan-tahapan menulis yaitu idea generating. reading. Di tahap ini. Kata kunci: pembelajaran akselerasi melalui teknik master. di tahap ini guru menyuruh siswa mengedit draf mereka di bagian content. Di tahap ini guru menyuruh murid (writer) menulis draf yang paling baik. dengan dibantu oleh seorang guru (rekan sejawat) dalam melaksanakan penelitian. observasi. pengajaran di MAN Wlingi belum memfasilitasi siswa-siswa untuk menjadi terampil dalam menulis. yang seluruh siswanya merupakan subjek dari penelitian ini. grammar. catatan lapangan dan tulisan siswa.23. Guru melaksanakn kegiatan-kegiatan sebagai berikut: (1) menyuruh helper bertanya untuk merangsang ide-ide penulis (writer). untuk mengorganisasi ide. (2) bagaimana mengungkapkan ide (3) bagaimana membuat paragraph yang terpadu. pelaksanaan.51.

disarankan untuk menindak lajuti penelitian yang berkenaan dengan penggunaan collaborative writing strategy. Kata kunci: teks recount. draft tersebut dikirim ke para ahli dan guru bahasa Inggris untuk divalidasi dan dievaluasi. Ahli dan Guru memvalidasi materi dalam hal bahasa. Hasil validasi ahli dan guru menunjukkan bahwa 8 unit dapat diterima dan diaplikasikan kecuali unit 1. pedoman wawancara. Ada sembilan unit yang dikembangkan dalam draft usulan. Lembar kerja siswa berisi latihan-latihan yang harus dikerjakan oleh siswa. Seorang ahli dan guru menyatakan bahwa unit tersebut terlalu mudah. Instrumen yang digunakan pada survei kebutuhan adalah angket. Buku petunjuk guru berisi arahan bagaimana mengajarkan materi tersebut. Bagi peneliti yang akan melakukan penelitian yang sama disarankan agar mengembangkan materi menyimak untuk siswa kelas X dan XI. Berdasarkan penemuan itu. unit yang telah direvisi diujicobakan. dan produk akhir. khususnya yang berminat pada penerapan pendekatan strategi collaborative writing dalam penelitian kelas mereka. disarankan pada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan strategi collaborative writing. Subyek uji coba adalah murid kelas dua belas Jurusan Bahasa pada MAN Jombang tahun pelajaran 2008/2009. uji coba. kemampuan menulis. urutan dalam mengajarkannya. Bahan ajar menyimak dikembangkan. menulis secara kolaboratif Developing a Prototype of Listening Materials for Grade XII Students of MAN Jombang Syamsul Ma’arif Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan materi menyimak Bahasa Inggris untuk kelas dua belas semester satu. Collaborative writing srategy dapat digunakan untuk mengajar jenis genre-genre yang berbeda dari berbagai tingkat pendidikan mulai SMP sampai SMA. dan kepraktisan penggunaannya. Kata kunci: mengembangkan.Program Studi S2 ING 273 (2) mengevaluasi karangan murid-murid dengan menggunakan analytic scroring rubric dan memberi komentar pada kesalahan itu. kesesuaian isi dengan kurikulum. Produk akhir berupa materi rekaman pada CD dan Kaset. Mayoritas siswa setuju jika bahan ajar listening perlu disediakan. khususnya pada pengajaran writing. kwalitas rekaman.28 Maret 2008. Kemudian. panjangnya materi menyimak. kwalitas rekaman dianalisa secara kwantitatif dengan prosentase. Uji coba produk dilakukan pada tanggal 4 . Hasil uji coba pertama menunjukkan bahwa hanya unit 5 yang perlu direvisi dalam hal bentuk latihannya. kesesuaian isi dengan kurikulum. MAN Jombang. Revisi dilakukan dengan menambahkan soal tertulis pada bagian A dan bagian B yang semula dalam bentuk membuat ringkasan diubah menjadi menyusun paragraf acak. kecepatan berbicara. Kepada para peneliti di masa mendatang. naskah dan kunci jawaban. Peningkatan Kemampuan Menulis Siswa Kelas 11 MA Hasyim Asy’ari Kembangbahu Lamongan melalui Penerapan Strategi Scaffolding Uzlifatul Masruroh Isnawati Abstrak . validasi ahli dan guru. revisi. Berdasarkan keefektifan implementasi strategi collaborative writing pada pengajaran writing. buku petunjuk guru. dan lembar kerja siswa. Data yang diperoleh dari guru dan observasi yang berhubungan dengan kepraktisan dan keefektifan materi selama uji coba dipaparkan secara kwalitatif dan data dari siswa yang berhubungan dengan bahasa. kecepatan berbicara. pengembangan materi. Setelah selesai. revisi. prototipe. Maka unit 1 dalam draft dihapus dan ditambahkan unit Review sebagaimana saran dari guru bahasa Inggris. panjangnya materi menyimak. Bagi guru bahasa Inggris yang akan memakai produk penelitian ini disarankan mengikuti buku petunjuk yang ada dan meragamkan jenis latihan bagian Expansion Activities. dan catatan lapangan. Hasil uji coba kedua menunjukkan bahwa unit yang direvisi telah sesuai. materi menyimak Bahasa Inggris. Hasil dari survey kebutuhan menunjukkan bahwa siswa belum mendapatkan cukup latihan untuk ketrampilan menyimak. Prosedur penelitian dan pengembangan yang diterapkan meliputi survei kebutuhan.

Penelitian ini telah berhasil mengimplementasikan strategi scaffolding. Ketiga. tata bahasa. beberapa rekomendasi ditawarkan baik untuk guru bahasa Inggris maupun peneliti yang akan datang. kemampuan menulis Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas Dua SMP Negeri 3 Tanggul melalui Pembelajaran Berbasis Proyek Wahyu Ekawati Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa SMP Negeri 3 TanggulJember kususnya menulis paragraf deskriptif melalui pembelajaran berbasis proyek dikarenakan kemampun menulis mereka yang kurang dalam empat aspek menulis yaitu pengaturan paragraf atau organisasi. Strategi scaffolding diberikan diberikan dalam seluruh proses menulis yaitu pada tahap pra menulis. maka studi tentang peningkatan kemampuan sisws dalam menulis perlu dilaksanakan. dan tahap pemublikasian. Menurut Vernon (2000). menyimak. mengamati tindakan. Guru kelas hanya menunggu hasil kerja siswa tanpa membimbing mereka dalam proses menyelesaikan tugas menulis tersebut. word webbing. tahap perbaikan. d) siswa menulis outline mereka. dan berbicara dengan menggunakan strategi scaffolding. l) siswa menulis draft akhir mereka. . g) siswa menulis draft awal. Kata kunci: strategi scaffolding. Penelitian ini adalah penelitian dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Strategi scaffolding dalam tahap pemublikasian adalah membacakan draft akhir di depan kelas dan memajangnya di majalah dinding kelas yang selanjutnya hasil karangan mereka akan dikomentari oleh teman satu kelas. Berdasarkan alasan ini. pelaksanaan tindakan. b) guru mengatur semua ide siswa dalam word webbing. siswa mampu menyelesaikan dengan baik tugas-tugas menulis tertentu sebagaimana tujuan pengajaran di tiap tahap dari proses menulis. f) guru dan siswa mendiskusikan model dari teks tersebut. Strategi scaffolding yang dilakukan dalam tahap pra menulis berupa tanya jawab. Akhirnya. ejaan dan tanda baca. gambar. yaitu pada keahlian membaca. hasil dari tugas akhir siswa meningkat dimana 87 % siswa mencapai kriteria skor minimal adalah tujuh (7). . dan m) siswa mempublikasikan hasil kerja mereka dengan membacanya di depan kelas di depan teman-teman mereka dan memajangnya di majalah dinding kelas dan n) siswa memberi komentar/apresiasi atas hasil tulisan teman mereka. Terdapat tiga keunggulan dengan menggunakan strategi scaffolding dalam proses menulis. penggunaan strategi scaffolding dalam menulis dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karena strategi ini memberi kebebasan kepeda guru untuk mengatur kegiatan menulis secara sistematis untuk memenuhi kebutuhan dari semua siswa. Kedua. Pertama. Strategi scaffolding dalam tahap pembuatan draft adalah permodelan dan pembahasan model text. c) guru memberi contoh atau model tentang pembuatan outline. d) guru menunjukkan model draft awal sebagai pengembangan dari outline. Dan bagi peneliti yang akan datang agar mengadakan penelitian pada keahlian Bahasa Inggris yang lain. siswa aktif dan termotivasi ketika strategi scaffolding ini diterapkan. Penyebab rendahnya kemampuan menulis ini adalah pelaksanaan pengajaran menulis itu sendiri menggunakan pendekatan yang berpusat pada hasil. kemudian strategi scaffolding diterapkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis.274 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Menyadari rendahnya kemampuan siswa kelas sebelas MA Hasyim Asy’ari dalam menulis karangan Bahasa Inggris. Strategi scaffolding dalam tahap pengeditan adalah pengeditan teman sekelas. h) guru berdiskusi dengan siswa tentang isi draft mereka i) siswa merevisi draft mereka. pemberian daftar kosa kata dan permodelan. perbendaharaan kata. Pendekatan kolaborasi tindakan kelas dilaksanakan dimana peneliti secara bersama-sama dengan guru kelas melaksanakan perencanaan tindakan. Strategi scaffolding dalam tahap perbaikan adalah diskusi dengan siswa tentang draft mereka. tahap pengeditan. tahap pembuatan draft. rumusan masalah dari penelitian ini adalah “Bagaimana meningkatkan kemampuan siswa kelas 11 MA Hasyim AS’ari Kembangbahu Lamongan dalam menulis dapat ditingkatkan dengan menggunakan strategi scaffolding?” Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan strategi scaffolding dalam proses menulis sehingga kemampuan siswa dalam menulis bisa meningkat. Langkah-langkah dari strategi scaffolding dalam proses menulis ini adalah sebagai berikut: a) guru dan siswa melakukan kegiatan tanya jawab tentang topik. Sehingga. j) siswa menukar revisi draft mereka dengan draft temannya. dan melakukan refleksi tindakan. k) guru menjelaskan cara mengoreksi atau mengedit draft. Untuk Guru Bahasa Inggris diharapkan menerapkan strategi scaffolding dalam mengajar menulis.

(5) pedoman pengamatan. and (b) percakapan terbimbing. Data yang diperoleh melalui beberapa instrumen seperti: (1) pengecek proyek siswa. dan menulis bebas berdasarkan TChart.3% . mengimplementasikan. (2) catatan lapangan. dan (2) tahap penyelesaian yang mengunakan kegiatan proses menulis yang meliputi: (a) pra menulis yang terdiri dari pengamatan ’hot spot’ (tempat menarik yang paling disenangi siswa) sebagai kegiatan luar ruangan dan menuliskan hasil pengamatannya kedalam ’T-Chart’ yang sudah disediakan (format lembar observasi yang berbentuk seperti huruf ’T’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui implementasi pembelajaran berbasis proyek dalam dua siklus. Peningkatan kemampuan siswa dapat dilihat pada peningkatan prosentase respon positif siswa selama dua putaran proses penelitian. Hampir semua siswa bahkan hampir tidak pernah berbahasa Inggris walaupun saat pelajaran di kelasnya adalah bahasa Inggris. kemampuan menulis siswa kelas 8E SMP Negeri 3 Tanggul-Jember pada tahun pelajaran 2008/2009 khususnya dalam menulis paragraf deskriptif bisa ditingkatkan. (4) portofolio siswa. kegiatan percakapan independen yang mencakup tahapan-tahapan berikut.Program Studi S2 ING 275 Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang melibatkan dua guru bahasa Ingris dari sekolah dimana penelitian ini dilaksanakan. (3) Fase penutup. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif karena peneliti dibantu oleh teman sejawatnya yang juga guru bahasa Inggris. Temuan-temuan penelitian ini mengungkap bahwa penerapan buku saku kecakapan keterampilan fungsional dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah siswa yang mencapai tingkat kemampuan baik menjadi 37 siswa dari 40 siswa atau 92. Mereka sangat cemas dan tidak percaya diri ketika berbicara bahasa Inggris. mereka adalah peneliti sendiri dan koleganya. dan (e) menulis akhir dengan menyempurnakan tulisan dan memajang hasil proyek terakhir tersebut di majalah dinding sekolah sebagai kegiatan publikasi. juga melalui kegiatan konferensi guru dan siswa. hasil kuesioner close-ended meningkat dari 70. (3) laporan kemajuan proyek. (1) Siswa mencari pasangan dan mempersiapkan percakapannya sendiri.3%. pembelajaran di kelas yang mencakup tiga fase: (1) Fase pemanasan. Kata kunci: pembelajaran berbasis proyek.0% menjadi 84. Model penerapan buku saku kecakapan keterampilan fungsional yang tepat terdiri dari dua sesi utama. dan (6) kuesioner.7% di putaran kedua.3%. (b) membuat rancangan awal berdasarkan hasil menulis bebas. dan hasil wawancara meningkat dari 73. guru memberikan penguatan terhadap kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. Peningkatan ini dicapai melalui dua tahap dalam setiap siklusnya. (4) Mereka meminta orang tua/wali muridnya untuk menandatangani buku sakunya. Pertama. (c) mengevaluasi dengan melakukan penilaian sendiri dan teman. mengobservasi dan merefleksi pada setiap siklusnya. (2) Mereka menemui guru untuk mendemonstrasikan percakapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana buku saku kecakapan keterampilan fungsional dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa MTsN Munjungan Trenggalek. Dua siklus diimplementasikan melalui empat langkah yang meliputi kegiatan merencanakan. kemampuan menulis Menggunakan Buku Saku Kecakapan Keterampilan Fungsional untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Siswa di MTsN Munjungan Trenggalek Wiratno Abstrak Pembelajaran bahasa Inggris di MTsN Munjungan belum mencapai tujuan kompetensi komunikatif karena para siswanya kurang mendapat kesempatan menggunakan bahasa itu.7% di putaran pertama menjadi 80. guru mengaktifkan pikiran/ingatan siswa agar terpusat pada topik yang akan dipelajari. prosentase respon positif hasil observasi meningkat dari 65. Penelitian ini diaplikasikan pada satu kelas yang terdiri dari tiga puluh lima anak yang seluruhnya menjadi subjek penelitian. dianalisa dengan mendeskripsikan semua kejadian dan peristiwa yang berhubungan dengan pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek dalam pelajaran menulis paragraf deskriptif yang dilaksanakan dalam empat pertemuan didalam kelas pada jam sekolah dan diluar kelas setelah pulang sekolah pada setiap siklusnya. hasil kuesioner open-ended meningkat dari 71. (3) Mereka meminta guru menandatangani buku sakunya. (2) Kegiatan inti mencakup dua tahap: (a) tahap pemahaman.7% menjadi 84. dan (d) merevisi untuk menghasilkan rancangan akhir. Faktanya kemampuan berbicara bahasa Inggris para siswa sangat rendah. yaitu: (1) tahap persiapan yang meliputi persiapan proyek dan bahasa yang dibutuhkan.Rata-rata.5 %. Kedua.

Kata kunci: buku saku. Melalui pembelajaran keterampilan menulis.99 baik dalam tes awal maupun tes akhir. hasil uji homogenitas yang . Namun demikian. Hal ini menunjukkan bahwa distribusi data adalah normal. dan (3) pengujian hipotesis. “Apakah siswa yang diajar dengan pengajaran tatabahasa dalam konteks membuat lebih sedikit kesilapan tatabahasa dalam menulis daripada siswa yang diajar dengan pengajaran tatabahasa secara konvensional?” Jawaban sementara untuk pertanyaan ini dirumuskan dalam hipotesis kerja yaitu siswa yang diajar dengan pengajaran tatabahasa dalam konteks membuat lebih sedikit kesilapan tatabahasa dalam menulis daripada siswa yang diajar dengan pengajaran tatabahasa secara konvensional. keterampilan fungsional. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 4 Februari 2008. Oleh karena itu.73 dalam tes akhir. Desain penelitian ini adalah semi-eksperimen dengan rancangan tes awal-tes akhir kelompok kontrol. pengajaran tatabahasa dalam konteks yang dipadukan dengan pengajaran menulis diterapkan untuk mengatasi masalah kesilapan tatabahasa dalam tulisan mereka. Langkah pertama dilakukan untuk mengukur tingkat reliabilitas penilaian yang dilakukan oleh dua penilai.00. Hal ini menunjukkan bahwa hasil tersebut mempunyai tingkat reliabilitas yang tinggi. dan penguasaan komponen bahasa dalam struktur bahasa Inggris tulis. Sementara itu.20 poin.20.00 dan 37. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rerata komponen tatabahasa dari kelompok eksperimen dalam tes awal dan tes akhir masing-masing adalah 37. yaitu kelas X-7 dengan 40 siswa sebagai kelompok kontrol. Yang terakhir. Maka dari itu. para guru bahasa Inggris di sekolah tersebut disarankan menerapakan strategi tersebut dalam pembelajarannya karena ini sangat praktis dan bermanfaat. untuk mengurangi kesilapan tatabahasa dalam tulisan mereka. Pekerjaan siswa dikoreksi oleh dua penilai yang independen (peneliti sendiri dan salah satu guru bahasa Inggris MAN Lasem).00. Hal ini berarti bahwa nilai rerata dalam tes akhir lebih tinggi daripada nilai rerata dalam tes awal. Selain itu. Hasil ini juga didukung oleh pengujian reliabilitas tes dari kelompok eksperimen yang masingmasing adalah 0. dua soal tes menulis digunakan sebagai instrumen. dan nilai rerata naik 16. sementara langkah ketiga dilaksanakan untuk menjawab masalah penelitian. Prosentase respon positif hasil observasi tersebut lebih besar dari kriteria keberhasilan 65%. Ada tiga langkah dalam analisis data. perasaan.20 poin setelah pelaksanaan strategi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keefektivan pengajaran tatabahasa dalam konteks untuk mengurangi kesilapan tatabahasa dalam menulis. yang berarti bahwa nilai rerata hanya naik 0. Selanjutnya. hasil tulisan siswa MAN Lasem tidak dapat dipahami dengan baik karena masih terdapat banyak kesilapan tatabahasa. Dalam pengumpulan data. (2) pengujian normalitas dan homogenitas data. kemampuan berbicara Keefektivan Pengajaran Tatabahasa dalam Konteks untuk Mengurangi Kesilapan Tatabahasa Siswa dalam Menulis Yadhi Nur Amin Abstrak Menulis merupakan salah satu keterampilan dasar berbahasa yang harus diajarkan pada siswa sekolah menengah. Sampel penelitian ini diambil dari populasi kelas X MAN Lasem tahun pelajaran 2008/2009.05 adalah 0. Singkatnya. dalam menulis berbahasa Inggris. hasil pengujian reliabilitas dari kelompok kontrol yaitu 0. Langkah kedua dimaksudkan untuk menguji normalitas dan homogenitas distribusi data. siswa disuruh untuk menulis sebuah teks recount. mereka masih menemui banyak kesulitan. dan kelas X-5 dengan 40 siswa sebagai kelompok eksperimen. satu soal digunakan dalam tes awal. hasil uji normalitas menunjukkan bahwa nilai assymp. Berdasarkan temuan-temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan buku saku kecakapan keterampilan fungsional dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. sementara itu. Dalam tes tersebut. nilai rerata dari kelompok eksperimen lebih tinggi daripada nilai rerata kelompok kontrol. Masalah penelitian umum yang harus dijawab adalah.89 dalam tes awal dan 0. sedangkan prosentase respon positif hasil kuesioner dan wawancara lebih besar dari kriteria keberhasilan 75%. penggunaan metode pengajaran tatabahasa yang tepat sangat diperlukan. Oleh karena itu. nilai rerata dari kelompok kontrol masing-masing adalah 37. (2-tailed) dari tes menulis kedua kelompok tersebut pada tingkat signifikan 0. para peneliti disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut terhadap strategi ini dengan konteks dan tingkat kelas yang berbeda.0%. yaitu: (1) pengujian reliabilitas. dan satu soal lain dalam tes akhir.276 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 menjadi 90.80 dan 54. pengalaman.sig. para siswa diharapkan dapat menuangkan ide.

Pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP Santu Paulus Ruteng materi pembelajaran Writing III yang sesuai dengan silabus yang dipakai belum ada. dosen Writing III disarankan untuk memperhatikan alokasi waktu karena satu unit dialokasikan untuk 2 kali pertemuan. proses revisi sesudah uji coba. untuk mempermudah dalam analisis data. ketika akan menggunakan materi ini. Pertama. Kata kunci: tatabahasa dalam konteks. produk akhir dapat diselesaikan seperti terlihat pada bagian akhir dari tesis ini.967 dan F-tabel adalah 3. Pada pertemuan kedua. Dalam proses validasi ahli dan uji coba. analisis varian (ANOVA) digunakan dalam uji hipotesis untuk mengetahui perbedaan hasil kemampuan menulis dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan menggunakan tingkat signifikan 0. Berdasarkan adaptasi model pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall (1983:775). Langkah pertama adalah proses pengumpulan informasi mengenai ketidaktersediaan materi untuk Writing III. contoh. Ketika diminta pendapat mereka tentang apa yang hendak diperbaiki dalam produk tersebut. model teks. proses revisi. kesilapan tatabahasa.05. dalam penelitian ini adalah materi pembelajaran mata kuliah Writing III. mereka menyarankan untuk menambahkan beberapa contoh lagi di setiap unit. mengurangi. Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas tersebut. beberapa langkah pengembangan dilakukan sebagai berikut. proses validasi oleh seorang ahli dalam pengembangan produk dan seorang ahli di bidang pembelajaran menulis. Ketersediaan materi tersebut sangat penting terutama dalam pembelajaran menulis di mana banyak siswa menghadapi kesulitan ketika menuangkan idenya dalam tulisan. dosen. Oleh karena itu. dan mahasiswa dalam rangka perbaikan produk tersebut.963. yaitu “Siswa yang diajar tatabahasa dalam konteks tidak melakukan lebih sedikit kesilapan tatabahasa daripada siswa yang diajar tatabahasa secara konvensional. strategi yang diujikan ini (pengajaran tatabahasa dalam konteks) terbukti efektif untuk mengurangi kesilapan tatabahasa siswa dalam menulis. Ketika diujicobakan. kemudian diikuti oleh penulisan esei dengan pendekatan proses termasuk kegiatan mengumpulkan ide dan penulisan draf awal. Hasil evaluasi para ahli menunjukkan bahwa selain terdapat kelebihan dalam materi tersebut. uji coba pada mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP Santu Paulus Ruteng. Dengan menggunakan cara yang sama yaitu memperbandingkan F-hitung dan F-tabel seperti yang digunakan dalam uji hipotesis. dilanjutkan dengan pengembangan materi. Hal itu berarti bahwa ada cukup bukti untuk menolak hipotesis nol dan menerima hipotesis kerja. soal tes dianggap reliabel untuk digunakan dalam uji hipotesis. para mahasiswa terlihat antusias mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan menggunakan materi tersebut. kegiatan di kelas adalah berupa kegiatan merevisi dan mengedit sekaligus menulis draf akhir. dan produk akhir. ada pedoman evaluasi dan catatan lapangan yang dipakai sebagai instrumen untuk merekam masukan dari para ahli. F-hitung yang diperoleh lebih tinggi daripada F-tabel. Oleh karena itu. hipotesis kerja lebih dulu diformulasikan dalam hipotesis nol. dan karena itu produk direvisi seperti yang disarankan. Berdasarkan hasil penelitian. ada beberapa saran yang dapat dikemukakan sebagai berikut. Untuk memonitor kemajuan siswa dalam menulis. sesudah melakukan revisi dari hasil validasi ahli dan uji coba. Selanjutnya. penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengembangkan materi pembelajaran untuk mata kuliah Writing III. ada juga beberapa kelemahan yang perlu direvisi. Dengan demikian. menulis Mengembangkan Materi Pengajaran Mata Kuliah Writing untuk Mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Santu Paulus Ruteng Yerni Miss Endang Polly Abstrak Salah satu komponen yang menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran di kelas adalah ketersediaan materi pengajaran yang berfungsi sebagai sumber ilmu yang dapat mempermudah proses pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa F-hitung yang diperoleh adalah 17. Selanjutnya. Materi pembelajaran mata kuliah Writing III yang dikembangkan terdiri atas 7 unit dan memuat penjelasan tentang konsep dasar.Program Studi S2 ING 277 menggunakan F-Lavene dengan tingkat signifikan 0. dosen menjelaskan konsep dan model teks. dapat disimpulkan bahwa siswa yang diajar dengan tatabahasa dalam konteks membuat lebih sedikit kesilapan tatabahasa dalam menulis daripada siswa yang diajar tatabahasa secara konvensional. Pada awal pertemuan pertama. dosen dapat memperkenalkan penggunaan portofolio untuk merekam seluruh aktivitas menulis dan semua draf . Dengan kata lain. dan latihan menulis dengan menggunakan pendekatan proses.05 menunjukkan bahwa varian antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen untuk tes menulis teks recount tidaklah berbeda atau homogen. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan karena tujuannya adalah untuk mengembangkan suatu produk.

lebih banyak orang terutama para dosen mata kuliah Writing III perlu dilibatkan untuk memberikan kontribusi bagi perbaikan materi tersebut. 7) evaluasi/revisi silabus. 2) Before Take-off. Silabus yang diusulkan ini akan sangat berguna untuk para pengajar Bahasa Inggris yang mengajarkan ESP di pusat pelatihan awak kabin karena telah dilengkapi dengan satuan pelajaran yang menguraikan dengan sangat jelas kegiatan-kegiatan belajar/mengajar serta materi pengajaran yang terutama bersumber dari internet. uji coba yang lebih luas perlu dilakukan. Para pengajar Bahasa Inggris dan siswa awak kabin akan sangat terbantu oleh silabus ini karena pembuatannya didasarkan pada survey kebutuhan yang dilakukan terhadap orang-orang yang terlibat dalam dunia penerbangan. ESP. Karena kemampuan berkomunikasi dengan penumpang asing menggunakan Bahasa Inggris sangat penting. untuk kemudian diolah untuk menjadi hasil akhir. Para dosen yang mengajar mata kuliah Writing III juga dapat diperkenalkan pada materi ini untuk dipakai di kelas. 8) Flight Safety Procedure. Setelah uji coba dilaksanakan kemudian dievaluasi oleh para pakar silabus. Kata kunci: silabus. Untuk memperbaiki produk tersebut. konsep. direvisi. silabus yang dikembangkan dibuat berdasarkan kemampuan komunikatif sebagai dasar dalam pengembangannya. Kata kunci: pengembangan. model teks. maka pengajaran Bahasa Inggris di pusat pelatihan awak kabin akan semakin mengena pada sasaran yaitu seorang awak kabin tidak saja cakap dalam melayani penumpang namun juga mampu berbahasa Inggris secara baik dan benar dan dimengerti oleh penumpang asing. Bagi para mahasiswa yang mengambil mata kuliah Writing III. yaitu: 1) Boarding and seating. Sosialisasi dapat pula dilakukan kepada institusi dalam rangka memperoleh izin penggunaan materi ini di kelas. Kedua. 6) uji coba silabus. Mereka dapat mengikuti petunjuk di dalam materi mulai dari tujuan. awak kabin . 4) socializing/personal service/extra care. Writing Pengembangan Silabus Bahasa Inggris Komunikatif untuk Siswa Awak Kabin di Pusat Pelatihan Yudi Setyaningsih Abstrak Studi ini dimaksudkan untuk mengembangkan seperangkat silabus untuk siswa awak kabin yang sedang menempuh pendidikan di pusat pelatihan awak kabin. Silabus ini juga merefleksikan keadaan-keadaan nyata di dunia penerbangan sehingga para awak kabin akan mampu berkomunikasi dengan baik menggunakan Bahasa Inggris yang baik dan benar karena hal tersebut merupakan aspek yang sangat penting di dalam dunia penerbangan. dan 10) Language Reinforcement. 7) After Landing and Parting. yaitu: 1) Melaksanakan survey kebutuhan. 4) menulis proto silabus. 9) Announcement. penelitian ini termasuk produk yang dihasilkan dapat dipakai sebagai rujukan dalam penelitian mereka. 5) Sales On-board. Penelitian hasil kerja pengembangan (Research and Development) ini didasarkan pada teori Yalden dalam artikelnya yang berjudul Language Program Development yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa dengan melalui delapan tahapan. Dengan begitu. Bagi peneliti lain dalam bidang pengembangan materi terutama menulis. 3) memilih tipe silabus. mereka dapat belajar sendiri dengan menggunakan materi tersebut ketika dosen berhalangan hadir. Silabus yang dikembangkan ini terdiri dari topik-topik yang berhubungan dengan dunia penerbangan.278 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 yang dihasilkan oleh siswa. dan latihan menulis dengan pendekatan proses. 2) Mendeskripsikan/menentukan tujuan. upaya untuk memperkenalkan materi ini dapat dilakukan pada awal pertemuan kepada mahasiawa. 6) Giving Information and before Landing. Topik-topik ini akan disajikan dalam dua belas kali pertemuan dengan waktu Sembilan puluh menit per pertemuan. materi pengajaran. Saran untuk langkah selanjutnya adalah penggunaan silabus di pusat pelatihan awak kabin yang menggunakan silabus komunikatif yang didasarkan pada survei kebutuhan terlebih dahulu untuk mengetahui apa yang ada di dunia nyata. dan 8) produk akhir. Selain itu. 3) Meals and Drinks Service. 5) menulis silabus pengajaran. latihan. Silabus yang sudah dilengkapi dengan tabel penyebaran kegiatan dan satuan pelajaran ini kemudian diuji-cobakan oleh guru Bahasa Inggris yang mengajar ESP di salah satu pusat pelatihan awak kabin di Malang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.