Kumpulan Abstrak Tesis Semester Genap 2008/2009 Pendidikan Bahasa Inggris (ING

)

228 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009

Menggunakan Film untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas 8 MTs Negeri Planjan Kesugihan Cilacap dalam Menulis Paragraf Narasi Akhmad Fauzan Abstrak
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada permasalahan yang dialami oleh peneliti sebagai guru Bahasa Inggris di MTs Negeri Planjan Kesugihan Cilacap. Berdasarkan hasil stui pendahuluan siswa kelas VIII MTs Negeri Planjan Kesugihan Cilacap, menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks narrative siswa kelas VIII E masih kurang memuaskan dan siswa mempunyai motivasi yang rendah dalam proses belajar dan mengajar. untuk mengatasi masalah tersebut peneliti menggunakan film teknik. Teknik ini dipilih karena dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan menulis sehingga kemampuan menulis mereka dapat meningkat. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah “Bagaimana film bisa meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis siswa MTs Negeri Planjan Kesugihan Cilacap dalam menulis paragraph narrative?”. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas secara kolaborasi. Dalam penelitian ini, peneliti dan kolaborator bekerja sama dalam menyusun rencana pelajaran, mengimplementasikan tindakan, mengamati tindakan, dan melakukan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII E pada MTs Negeri Planjan Kesugihan Cilacap tahun ajaran 2008-2009. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengikuti prosedur penelitian tindakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Prosedur penerapan media film dalam pembelajaran menulis pada penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) mengawali pelajaran dengan ice breaking,(2) mengelompokan anak-anak dengan cara memberi daftar kata kunci.(3) menyuruh anak-anak duduk berkelompok, terdiri dari empat sampai lima orang setiap kelompoknya,(4) menyuruh anak-anak untuk membaca daftar kata dipandu oleh , (5). menampilkan gambar sesuai dengan tema , (6) menapilkan model teks, (6) menayangkan narrative film pendek secara lambat atau bahkan berhenti pada bebarapa kejadian dan mengisi narrative chart berkelompok, (8) Siswa menjawab pertanyaan bersama anggota kelompoknya, (9) Siswa mengembangkan draft berdasarkan jawaban-jawaban pada pertanyaan, (10) Siswa diminta untuk merevisi dan mengedit draft yang telah mereka buat, (11) Siswa diberi kesempatan untuk menampilkan karya tulisnya, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi ini dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf narrative. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari nilai tes rerata siswa pada siklus 1,dan siklus 2.Nilai rerata siswa pada sikulus 1 adalah 61dan pada siklus 2 menjadi 72. Selain itu film juga mampu meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa selama pembelajaran menulis. Hal ini dapat dilihat dari prosentase keterlibatan siswa pada siklus1 yaitu 63% dan 70% pada siklus 2. Berkaitan dengan response siswa, 86% menyatakn termotivasi pada siklus 1 dan 87% pada siklus 2. Berdasarkan temuan di atas, beberapa saran dikemukakan.Bagi guru bahasa inggris, untuk menerapkan media film dalam mengajar menulis. Kepada pihak sekolah untuk menyediakan media pembelajaran seperti halnya computer dan LCD proyektor Ketiga, bagi peneliti mendatang, disarankan melakukan studi semacam ini dengan ketrampilan dan type teks yang berbeda. Kata kunci: films, kemampuan menulis, paragraph narrative

Penggunaan Blog untuk Memperbaiki Keterampilan Menulis Mahasiswa dalam Mengembangkan Esai Percontohan (Example Essay) di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Palangka Raya Akhmad Fauzan Abstrak
Ada empat masalah utama dalam pengajaran menulis di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Masalah tersebut berhubungan dengan keterbatasan sumber materi cetak, kegiatan yang terpusat pada guru, pembaca tulisan mahasiswa, dan timbal balik terhadap tulisan mahasiswa. Keempat masalah ini kemudian mempengaruhi mahasiswa dalam menulis Bahasa Inggris, khususnya menulis esai akademik. Oleh sebab itu, penelitian ini mencoba memecahkan masalah dalam pengajaran menulis. Penggunaan blog dimaksudkan untuk membantu mahasiswa memperbaiki keterampilan 227

Program Studi S2 ING 229

menulis mereka dalam mengembangkan esai percontohan. Blog digunakan sebagai strategi dalam penelitian ini karena blog adalah sumber potensial untuk pembelajaran bahasa, blog cocok untuk mahasiswa, blog adalah pembelajaran otentik, dan blog praktis digunakan. Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa Menulis 3 di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Palangka Raya. Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini memiliki 2 siklus. Pada siklus pertama, perbaikan keterampilan menulis mahasiswa tidak menunjukkan kemajuan berarti. Hanya ada 3 mahasiswa yang memiliki skor 2 atau 3 poin untuk semua sub-kriteria dalam rubrik penilaian. Jadi, siklus pertama tidak memenuhi kriteria keberhasilan. Kegagalan strategi dalam memperbaiki kemampuan menulis mahasiswa pada siklus pertama terdapat pada kekurangan waktu, kesulitan dalam mengungkapkan ide, dan keraguan dalam menggunakan kosa kata yang sesuai dan tata bahasa Inggris yang tepat. Setelah strategi diperbaiki berdasarkan temuan-temuan selama pelaksanaan siklus pertama, mahasiswa pun menunjukkan perbaikan dalam mengembangkan esai percontohan. Ada 16 mahasiswa yang memiliki skor 2 atau 3 poin untuk semua sub-kriteria di rubrik penilaian. Angka ini menunjukkan 80% dari jumlah keseluruhan mahasiswa, dan ini berarti kriteria keberhasilan telah dicapai. Berdasarkan temuan-temuan pada kedua siklus, peneliti mengambil kesimpulan untuk keefektifan penerapan strategi blog. Pertama, dosen dan mahasiswa harus mendaftar di blog untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan blog. Kedua, mahasiswa harus menggunakan mesin pencari untuk menemukan situs jejaring atau blog yang berkenaan dengan topik tulisan mereka. Ketiga, mahasiswa juga harus memeriksa situs jejaring tata bahasa dan kamus Bahasa Inggris selama proses menulis untuk meyakinkan struktur kalimat dan pilihan kata. Keempat, dosen dan mahasiswa harus memberikan komentar, pembenaran, dan saran kepada blog mahasiswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengilhami guru Bahasa Inggris dalam memanfaatkan teknologi di dalam ruang kelas, mahasiswa yang berlatih keterampilan berbahasa melalui aplikasi internet, dan peneliti lain untuk melakukan penelitian serupa yang bertujuan meningkatkan keterampilan mahasiswa tidak hanya dalam menulis, tetapi juga dalam menyimak dan membaca. Kata kunci: blog, keterampilan menulis, esai percontohan

Keefektifan Jurnal Dialog dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Naratif Siswa Kelas 12 MAN 3 Malang Ali Mukti Abstrak
Jurnal dialog adalah sesuatu yang baru dan keefektifannya pada siswa MAN 3 Malang belum terbukti. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keefektifan teknik jurnal dialog dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa dalam menulis teks naratif. Masalah penelitian umum yang harus dijawab adalah, “Apakah para siswa yang diajar dengan menggunakan teknik jurnal dialog menunjukkan hasil yang lebih baik dalam menulis teks naratif dari pada mereka yang tidak diajarkan dengan menggunakan teknik jurnal dialog?” Jawaban sementara untuk pertanyaan tersebut kemudian di formulasikan dalam sebuah hipotesa kerja yang berbunyi “Nilai rerata kelompok yang diajar dengan menggunakan jurnal dialog lebih tinggi secara signifikan dari pada nilai rerata kelompok yang tidak diajar menggunakan teknik jurnal dialog.“ Desain penelitian ini adalah semi-eksperimen dengan tes awal-tes akhir kelompok control yang tidak diacak. Sampel penelitian ini diambil dari populasi kelas 12 MAN 3 Malang tahun pelajaran 2008/2009; yaitu kelas 12 IPA 3 sebagai kelompok kontrol, dan kelas 12 IPA 2 sebagai kelompok eksperimen. Kedua kelas ini masing-masing diisi oleh 36 siswi. Dalam pengumpulan data, dua soal tes menulis digunakan sebagai instrumen; satu soal digunakan dalam tes awal, dan satu soal lain dalam tes akhir. Dalam tes tersebut, siswa diminta untuk menulis teks naratif. Kemudian, pekerjaan mereka dinilai dengan menggunakan rubrik penskoran analitik. Disamping itu, kuesioner digunakan sebagai instrumen sekunder. Kuesioner ini diberikan hanya pada kelompok eksperimen guna mengevaluasi pelaksanaan jurnal dialog. Berdasarkan karakteristik deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rerata dari kelima aspek menulis kelompok eksperimen lebih baik dari pada kelompok kontrol. Dengan demikian, teknik jurnal dialog yang diterapkan di kelompok eksperimen membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks naratif. Disamping itu, dengan menggunakan analisa covarian (ANCOVA) dengan tingkat signifikan 0,05, hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kosa kata dan tata bahasa menghasilkan perbedaan yang signifikan. Hal ini karena F hitung untuk kosa kata adalah 4,595 dan 27,548 untuk tata bahasa sementara F

230 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009

tabelnya adalah 3,988. Untuk tiga aspek yang lain, yaitu isi, organisasi, dan mekanis, menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai F hitung ketiga aspek ini lebih kecil dari pada F tabelnya. Secara berurutan nial F hitung untuk masing-masing adalah 0,071, 0,669, and 3,755. Secara umum, akan tetapi, hasil yang dihitung dari keseluruhan aspek menunjukkan bahwa nilai F hitung dari seluruh aspek menulis (8,580) lebih besar dari pada F tabel (3,988). Maka, terdapat cukup bukti untuk menolak hipotesa nol. Dengan kata lain, hipotesa kerja dapat diterima. Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa teknik jurnal dialog yang diberikan kepada kelompok eksperimen terbukti efektif meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis teks naratif. Oleh karena itu, disarankan bahwa guru bahasa Inggris menerapkan teknik jurnal dialog ini dalam pengajaran menulis. Disamping itu, guru juga perlu memberikan perhatian lebih terhadap kemampuan menulis siswa berkaitan dengan tata bahasa dan mekanik selain ketiga aspek yang lain. Hal ini dikarenakan kedua aspek yang disebut pertama berada pada criteria rendah hingga sedang. Saran juga ditujukan kepada peneliti yang akan datang bahwa percobaan penelitian dapat dilakukan lebih dari 10 kali pertemuan dan pada siswa kelas 10 atau 11 sebagai subjeknya.Disamping itu, peneilitian dapat dilakukan pada kelas atau program yang memiliki perkembangan kognitif rendah dan atau masalah afektif. Peneliti, agar lebih netral, tidak perlu terlibat langsung dalam pengajaran di kelas tetapi dapat menugaskan seorang atau dua orang guru lain untuk mengajar di kedua kelompok. Kata kunci: keefektifan, jurnal dialog, keterampilan menulis, teks naratif

Menerapkan Strategy DRTA untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca Siswa Kelas Sebelas MAN Kandangan Kediri Ani Mutadayyinah Abstrak
Membaca sebagai salah satu ketrampilan dasar bahasa yang harus dikuasai dipembelajaran bahasa. Biasanya diajarkan bersama dengan tiga ketrampilan bahasa lain. Sebagai salah satu ketrampilan bahasa, membaca mendapat perhatian lebih dari keterampilan bahasa lainnya. Ada prioritas utama. Bagaimanapun, banyak siswa tidak mempunyai cukup ketrampilan dalam membaca dan prestasi membaca mereka rendah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dan bertujuan meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa kelas sebelas pada teks narasi di MAN Kandangan melalui DRTA (Directed Reading Thinking Activity). Strategi ini dipilih karena membantu mengembangkan kemampuan membaca kritis and mendorong membaca aktif. Selain itu, strategi ini telah terbukti, melalui banyak penelitian, telah mampu meningkatkan prestasi pemahaman membaca dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah tiga puluh siswa kelas tiga MAN Kandangan pada tahun akademik 2008/2009. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu, planning, implementing, observing, dan reflecting. Masing-masing siklus dalam penelitian terdiri dari dua pertemuan untuk penerapan strategi dan satu pertemuan untuk tes. Data penelitian ini dikumpulkan melalui beberapa instrument berikut; lembar observasi, lembar catatan, kuestioner, dan tes membaca pemahaman. Hasil penelitian ini menunjukkan model yang tepat dari DRTA strategi dalam pengajaran membaca di MAN Kandangan terdiri dari langkah langkah berikut: ditahap membaca awal; (1) mengelompokkan siswa, (2) menjelaskan tujuan pelajaran, (3) mengiring siswa pada topic dengan memberi beberapa pertanyaan dan menunjukkan gambar, (4) meminta siswa memprediksi topic bacaan dari gambar dan judul yang diberikan, (5) mengenalkan kosakata baru. Ditahap membaca diam terpadu; (1) memberikan pertanyaan, (2) meminta siswa memprediksi bacaan kemudian menulisnya dalam lembaran, (3) meminta siswa berbagi dengan kelompok. Dalam hal ini, beberapa prediksi siswa ditulis di papan tulis, (4) menugaskan salah satu siswa untuk membaca keras diikuti oleh semua siswa membaca secara diam, (5) meminta untuk mencatat informasi, (6) meminta siswa berdiskusi dengan kelompok. Di tahap membaca akhir; (1) menugaskan untuk memeriksa dan membuktikan prediksi mereka, (2) meminta menemukan bukti untuk mendukung prediksi, (3) berdiskusi prediksi murid, (4) meminta siswa mengerjakan tugas, (5) mendiskusikan jawaban siswa. Lebih lanjut, hasil penelitian ini menjelaskan bahwa strategi DRTA meningkatkan pemahaman membaca siswa. Peningkatan ini dapat dilihat dari bertambahnya skor pemahaman membaca siswa yang dapat mencapai nilai target (75 pada rentang 0 sampai 100), yaitu pada tes awal, hanya ada 8 siswa atau 24%

Program Studi S2 ING 231

dari 33 siswa yang dapat mencapai nilai target. Pada siklus pertama, ada 17 siswa atau 48% dari 33 siswa yang dapat mencapai nilai target. Pada siklus kedua, ada 22 siswa atau 67% out of 33 siswa yang dapat mencapai nilai target. Selain itu, penemuan ini menjelaskan bahwa strategi DRTA sukses meningkatkan murid aktif terlibat dikelas. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa strategi DRTA tidak hanya sukses dalam meningkatkan pemahaman membaca siswa tetapi juga dapat meningkatkan keterlibatan siswa pada proses pembelajara. Oleh sebab itu, beberapa saran dibuat. Pertama, guru-guru bahasa Inggris dapat menerapkan strategi DRTA dalam pembelajaran membaca. Mereka harus mengunakan teks bacaan yang belum dibaca oleh siswa dan mereka juga harus positif, suportif, and memberi semangat. Kedua, peneliti-peneliti selanjutnya disarankan mereka melakukan penelitian yang sama mengunakan strategi DRTA pada ketrampilan bahasa lainnya dan pada jenis teks yang lain seperti expository, report, dan recount. Kata kunci: strategy directed reading thinking activity, pemahaman membaca

Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Recount Dengan Menggunakan Teknik Pertanyaan Berakhir Terbuka Bagi Siswa MTsN Godean Kelas Delapan B.M. Hartono Abstrak
Studi awal menunjukkan bahwa pengajaran menulis di MTsN Godeanbelum membantu siswa terampil menulis. Tulisan siswa terdapat kesalahan-kesalahan. Oleh karena itu peneliti benar-benar perlu mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan teknik pertanyaan berakhir terbuka dalam mengajarkan menulis. Teknik ini merupakan gabungan dari proses menulis yang terdiri dari menggali gagasan, mengembangkan gagasan, menambah atau mengurangi gagasan, dan membenarkan kekeliruan-kekeliruan serta jenis teks ,khususnya recount, yang mengaitkan antara tujuan dan bentuk. Masalah penelitian yang diajukan adalah bagaimana teknik pertanyaan berakhir terbuka dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa dalam teks recount? Berbasis pada masalah penelitian itu, penelitian menekankan pada penggunaan pertanyaan berakhir terbuka untuk meningkatkan kemampuan kemampuan menulis teks recount bagi siswa MTsN Godean kelas delapan. Rancangan penelitian yang diterapkan adala penelitian tindakan kelas. Pada penelitian ini peneliti dibantu oleh seorang teman sejawat. Penelitian dilakukan pada sebuah kelas yang terdiri 41 siswa yang diambil sebagai subyek penelitian. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, penerapan, pengamatan, dan penilaian. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa instrumen seperti daftar pengamatan, catatan-catatan lapangan, angket, dan porto folio atau tulisan-tulisan siswa. Penarapan open-ended questioning technique diawali dengan menanyakan kegiatan siswa yang telah mereka lakukan sebagai persiapan menulis. Berdasarkan jawaban siswa, guru mendisain gambaran situasi (prompt) dengan mempertimbangkan bahwa prompt tersebut menarik, dialami oleh seluruh siswa, dan disesuaikan dengan tingkat kemampuan bahasa siswa. Kemudian secara berkelompok siswa mengubah prompt menjadi pembuka cerita pengalamannya yang akan ditulisnya. Kemudian untuk mengembangkan tulisan tentang pengalamannya guru memberikan pertanyaan terbuka. Untuk memperbaiki tulisannya, guru meminta siswa menambah keterangan yang diperlukan atau menghilangkan keterangan yang tidak diperlukan. Sebagai penutup tulisan siswa guru menanyakan kesan yang telah dirasakan dari apa yang telah ditulisan. Terakhir, siswa diminta membenahi hal-hal yang terkait dengan teknik penulisan. Penemuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teknik pertanyaan berakhir terbuka meningkatkan kemampuan menulis siswa. Peningkatan skor rata-rata tulisan siswa dapat dilihat dari tiap-tiap siklus. Sebelum teknik ini diterapkan skor rata-rata tulisan siswa 45.585. Setelah teknik ini diterapkan pada siklus pertama skor rata-rata tulisan siswa 57.870. Dan skor rata-rata tulisan siswa pada siklus kedua 76.121. Berdasarkan hasil dari penerapan teknik pertanyaan berakhir terbuka untuk pengajaran menulis, guru-guru bahasa Inggris dianjurkan menerapkan teknik tersebut terutama dalam mengajar menulis teks recount. Dan bagi peneliti selanjutnya, khususnya bagi mereka yang tertarik untuk menerapkan teknik ini, dianjurkan untuk menerapkan teknik ini dalam menulis jenis-jenis teks yang lain seperti deskripsi, narasi, prosedur, dan laporan. Kata kunci: kemampuan menulis, teknik pertanyaan berakhir terbujka, recount

beberapa masalah utama dalam paragraf yang berkaitan dengan isi. dan struktur kalimat termasuk tata bahasa dan mekanik (ejaan. Selama melaksanakan penelitian. dan hasil pekerjaan mahasiswa. dan refleksi. pemilihan kata. Pendekatan ini dipilih karena dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam proses menulis. tanda baca. Selain itu. peningkatan juga diketahui dari partisipasi aktif mahasiswa dalam proses menulis dari 56.232 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Peningkatan Kemampuan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.46) pada siklus pertama bertambah menjadi 25. organisasi. Data yang diambil melalui lembar pengamatan. Pertemuan pertama difokuskan pada kegiatan pramenulis dan menulis draf awal. Selanjutnya. FKIP Universitas Tadulako dalam Menulis Paragraf melalui Pendekatan Berbasis Proses Budi Abstrak Berdasarkan pengalaman peneliti dalam mengajar mata kuliah menulis paragraf dan hasil evaluasi diri program studi pendidikan bahasa Inggris. mengamati. eksposisi. tanda baca. kemampuan mahasiswa menulis paragraf masih rendah. Berdasarkan hasil penelitian ini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. pendukung. Setiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari 3 pertemuan. Peneliti dan collaborator bekerja sama untuk membuat rencana satuan pelajaran. dan merefleksikannya. Palu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pendekatan berbasis proses berhasil meningkatkan kemampuan mahasiswa menulis paragraf. pertemuan kedua digunakan untuk kegiatan merevisi dan mengedit. peneliti mengajukan beberapa saran. dan pertemuan ketiga dilakukan untuk kegiatan menulis draf akhir. menerapkan.37 (84. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengikuti prosedur: perencanaan. questionnaire. salah satu cara yang cocok untuk mengatasi masalah itu adalah menerapkan pendekatan berbasis proses. persuasi. ataupun bentuk argumentasi. Tahap pramenulis dilaksanakan untuk mengeluarkan dan mengorganisasikan gagasan dengan cara mengklasifikasi ide (gagasan) dan membuat kerangka atau outline dari sebuah paragraf. dan simpulan.04 (63. Tahap menulis draf awal digunakan untuk mengembangkan gagasan dari kerangka tersebut dengan cara menulis kalimat dalam draf dan mengorganisasikan kalimat itu menjadi tiga bagian yakni kalimat topik. Penelitian ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis paragraf deskriptif melalui pendekatan berbasis proses. Saran kedua ditujukan kepada pimpinan program studi pendidikan bahasa Inggris pada fakultas ini agar membuat suatu kebijakan untuk peningkatan kualitas pendidikan dengan mengadakan deseminasi dari prosedur pendekatan ini kepada para dosen mata kuliah Writing II (menulis paragraf) and meminta kepada mereka agar menggunakannya untuk mengajar mata kuliah tersebut. Hasil tersebut diperoleh dari implementasi pendekatan ini yang dilakukan melalui lima tahap dalam menulis. observasi. Tahap mengedit dilaksanakan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan pada struktur kalimat. dua orang tidak hadir karena sakit. tata bahasa. para peneliti disarankan untuk melakukan penelitian dengan menggunakan prosedur pendekatan ini untuk memecahkan permasalahan yang hampir sama dalam penelitian ini pada penulisan bentuk paragraf yang lain seperti narasi. Saran pertama ditujukan kepada para dosen untuk mengimplementasikan prosedur dari strategi pada pendekatan ini dalam mengajar menulis paragraf dengan cara mengetahui dulu permasalahan mahasiswa jika mereka menemukan permasalahan yang hampir sama dalam penelitian ini. dan mekanik seperti penulisan ejaan. . pelaksanaan. Tahap menulis draf akhir dilakukan untuk menulis kembali draf yang telah direvisi dan diedit ke dalam draf akhir dengan menggunakan tulisan tangan dan pengetikan di komputer. pemilihan kata.09% pada siklus kedua. dan huruf besar) dihadapi oleh mahasiswa di program studi tersebut. dengan cara mengedit sendiri dan teman pasangan. Rumusan masalah penelitian ini adalah “Bagaimana kemampuan mahasiswa dalam menulis paragraf dapat ditingkatkan melalui pendekatan berbasis proses?” Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif. Oleh karena itu. catatan lapangan.82% pada siklus pertama bertambah menjadi 84. Peningkatan itu dapat diketahui dari hasil skor ratarata 19. Sehubungan dengan data tersebut. Tahap merevisi dilakukan untuk mengidentifikasi dan memberbaiki isi dan organisasi sebuah paragraf dengan menggunakan strategi merevisi sendiri dan teman pasangan.57) pada siklus kedua. Subyek penelitian ini melibatkan 29 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris semester dua tahun pelajaran 2008/2009. dan huruf besar. Kalimat-kalimat itu disusun secara berhubungan dan beraturan dengan menggunakan tanda pengatur atau penghubung.

menjelaskan kata-kata. Siswa belajar bagaimana memprediksi isi materi berikutnya. Dalam hal ini Reciprocal Teaching (RT) Method atau Metode Pengajaran Timbal Balik dengan empat strateginya. 58. memprediksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tiga kali pertemuan. penerapan sebuah metode atau strategi yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar membaca sangatlah diperlukan. clarifying (mengklarifikasi). bertanya. dan merangkum. kemampuan menulis Menerapkan Metode Pengajaran Timbal-Balik untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca Siswa Kelas Sebelas MAN Muara Teweh. Melalui proses belajar mengajar membaca. Kalimantan Tengah Budi Suryanto Abstrak Membaca merupakan salah satu dari keterampilan berhahasa yang harus diajarkan kepada muridmurid Sekolah Menengah Atas dalam pelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keampuan pemahaman membaca siswa dalam bahasa Inggris melalui penerapan Metode Pengajaran Timbal-Balik. Peningkatan tersebut ditunjukan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa melalui siklus kegiatan yaitu 53.69 untuk tes Siklus 1. Akan tetapi berdasarkan study pendahuluan ditemukan bahwa siswa siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Muara Teweh masih mengalami kesulitan dalam menemukan gambaran umum dari suatu bacaan. Tahap ketiga adalah kegiatan akhir. dan (4) kuesener digunakan untuk memperoleh informasi dari siswa apakah strategi yang diterapkan dapat memotivasi siswa terlibat selama proses pengajaran dan pembelajaran. menjelaskan. Oleh karena itu.56 untuk tes awal. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil (1) lembar observasi. siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari empat orang siswa. mengamati.Program Studi S2 ING 233 Kata kunci: pendekatan berbasis proses. paragraf. (2) catatan lapangan. Subyek penelitian ini berjumlah 40 orang siswa kelas XI IPS 2 MAN Muara Teweh-Kalimantan Tengah pada tahun akademik 2008/2009. disarankan kepada para guru untuk menggunakan Metode Pembelajaran Timbal-Balik sebagai satu alternative pengajaran pemahaman membaca di kelas dan pengajaran bahasa Inggris lainnya untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Dalam kegiatan Metode Pengajaran Timbal-Balik. atau kalimat yang dianggap sulit kepada rekannya. Prosedur penerapan Metode Pengajaran Timbal-Balik dalam pengajaran dan pembelajaran pemahaman membaca dibagi menjadi tiga tahap. para siswa diharapkan mampu memahami teks bacaan yang mereka baca. Tahap pertama adalah kegiatan awal. digunakan untuk mencatat data yang tidak tercakup pada lembar observasi. frase. Kepada para siswa juga disarankan untuk menggunakan Metode Pengajaran Timbal-Balik untuk melatih kemampuan pemahaman membaca mereka yang dapat dilakukan melalui kegiatan intra atau ekstra kurikuler. kurangnya kemampuan siswa dalam menguasai keterampilan membaca. menemukan pokok pikiran serta menemukan informasi yang tersurat dan tersirat. serta teknik mengajar yang kurang variatif. dan melakukan refleksi.00 untuk tes Siklus 2. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti. dan menyimpulkan isi dari apa yang mereka telah baca. dan summarizing (menyimpulkan) diterapkan untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan kemampuan memahami bacaan. predicting (memprediksi). Selain itu siswa termotivasi dan aktif dalam kelas belajar yang menggunakan metode tersebut dalam hal belajar bekerja bersama dan saling membantu satu sama lainnya dalam sebuah kelompok yang berbeda kemampuan yang ditunjukan dengan hasil kerja mereka. Berdasarkan temuan tesebut. merancang rencana pembelajaran. menemukan informasi tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa. rendahnya motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris. kesatuan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang mana peneliti dan guru bekerja sama dalam menyiapkan prosedur Metode Pengajaran Timbal-Balik yang sesuai. Tahap kedua adalah kegiatan inti yang terdiri dari empat strategi. Selanjutnya bagi para peneliti berikutnya disarankan untuk melakukan penelitian yang sama yang mencakup tingkat siswa yang lebih tinggi atau . untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. paragraf deskriptif. untuk memperoleh informasi tentang kegiatan dan penampilan guru dan siswa selama pelaksanaan Metode Pengajaran Timbal-Balik. terbatasnya jumlah kosakata bahasa Inggris yang mereka kuasai. dan 72. melaksanakan kegiatan. koherensi. menentukan criteria keberhasilan. digunakan untuk mengidentifikasikan apakah siswa sudah memperoleh kemajuan dalam pemahaman membaca. (3) kuis. Hasil penelitian menunjukan bahwa Metode Pengajaran Timbal-Balik dalam pengajaran dan pembelajaran pemahaman membaca adalah efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa. questioning (bertanya).

dan menyuruh siswa menampilkan dialog yang telah mereka buat atau modifikasi sendiri di depan kelas bersama anggota kelompoknya masing-masing. rendahnya motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris. dan situasi yang sama dengan Madrasah Aliyah Sunan Drajat Sugio-Lamongan.5% siswa di siklus kedua. yaitu lembar observasi. yaitu: menentukan materi pembelajaran. memberikan teks situasi dan dialog yang harus dimainkan. dan penggunaan teknik yang monoton dan tidak tepat oleh guru. disarankan bahwa teknik bermain peran ini bisa digunakan sebagai teknik alternativ untuk mengajarkan kemampuan berbicara bahasa Inggris di tingkat SMA/MA. siswa mengalami kesulitan untuk mendapatkan ide. Kemampuan berbicara siswa meningkat dari 41. Selain itu. Selain itu. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketrampilan berbicara siswa meningkat secara signifikan dari satu siklus ke siklus berikutnya. Mereka tidak dapat menulis dengan lancar karena mereka tidak tahu apa yang akan ditulis dan mereka mandek ketika sedang menulis. catatan lapangan. karakter.7% siswa di siklus kedua. Rancangan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus secara kolaboratif dimana peneliti dibantu oleh guru kolaborator didalam melakukan penelitian. Oleh karena itu.7% siswa yang mampu mencapai paling tidak tingkat baik (good) di siklus pertama menjadi 66. Kata kunci: metode pengajaran timbal-balik. .234 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 rendah seperti menggunakan siswa kelas X and XII sekolah lanjutan tingkat atas sebagai subyek penelitian berikutnya. peneliti sangat termotivasi untuk mengatasi masalah tersebut dengan cara menerapkan teknik bermain peran dalam pengajaran ketrampilan berbicara. Rasa percaya diri siswa juga meningkat dari 37. Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan bagaimana teknik bermain peran meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas 11 Madrasah Aliyah Sunan Drajat Sugio-Lamongan. Ini bisa dilihat dari hasil di tiap siklus. meningkatkan. yaitu perencanaan. Kata kunci: teknik bermain peran. maka bagi guru bahasa Inggris yang siswanya memiliki masalah kelas. kemampuan berbicara Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa dalam Menulis Teks Recount melalui Gambar Berseri di MTs Negeri Lubuk Basung I Sumatera Barat Era Susanti Abstrak Menulis merupakan keterampilan yang paling sulit bagi siswa di MTs Negeri Lubuk Basung 1 Sumatra Barat. peneliti menggunakan beberapa instrumen penelitian. menyuruh siswa memodifikasi situasi dan dialog yang telah dimainkan bersama kelompoknya masing-masing. peneliti menemukan beberapa masalah terkait dengan aktivitas pembelajaran bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Sunan Drajat Sugio-Lamongan. pengamatan (pengambilan data). pemahaman membaca Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa di Madrasah Aliyah Sunan Drajat SugioLamongan melalui Teknik Bermain Peran Chothibul Umam Abstrak Berdasarkan penelitian pendahuluan. Untuk memperoleh data penelitian. dan angket. dan refleksi. Menulis menempati skor terendah dibandingkan tiga kemampuan bahasa lainnya. Berdasarkan efektifitas dari penerapan teknik bermain peran dalam pengajaran berbicara. mengatur kelompok siswa. Hal ini dapat dilihat dari skor yang tidak memuaskan dan beberapa masalah yang dihadapi siswa ketika menulis. Penelitian dilakukan di dalam satu kelas yang terdiri dari 24 siswa yang secara keseluruhan dijadikan subyek penelitian.5% siswa di siklus pertama menjadi 62. mengajari teks dialog yang telah diberikan. menyuruh siswa praktek bermain peran dengan teman kelompoknya sesuai dialog yang telah diberikan. Masalah-masalah tersebut adalah rendahnya kemampuan berbicara siswa. Prosedur pelaksanaan penelitian ini terdiri dari empat tahapan. penerapan. Prosedur teknik bermain peran yang diterapkan oleh peneliti dalam penelitian ini terdiri dari 7 langkah pokok.

(13) meminta siswa menulis teks recount secara individu berdasarkan gambar berseri. memberikan kontrol dan bimbingan dalam kerja kelompok. maka guru menyiapkan teknik yang menarik dalam mengajar ketrampilan berbahasa Inggris yaitu teknik permainan bahasa. skor rata-rata pada siklus ini naik menjadi 66. dan (16) meminta siswa merespon karangan yang dibacakan oleh temanya. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus . Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaborasi dimana peneliti dan guru kolaborasi bekerja sama dalam melaksanakan penelitian. siswa tidak memiliki motivasi untuk menulis dan menjadikan menulis sebagai kegiatan yang sulit dan membosankan bagi mereka. (6) meminta siswa mengidentifikasi kata kerja yang digunakan di dalam teks. gambar berseri. Masalah penelitian ini adalah “Bagaimana permainan bahasa bisa meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris siswa kelas VIII MTs Tarbiyah Takalar?” Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang prosedurnya meliputi empat tahapan: perencanaan. disarankan untuk melakukan penelitian selanjutnya tentang penggunaan gambar berseri dalam pengajaran bahasa Inggris yang berfokus pada peningkatan penguasaan tata bahasa siswa.(12) menyuruh siswa memasang kartu-kartu yang bertuliskan kata hubung untuk menghubungkan gambar-gambar. observasi pelaksanaan. Prosedur penelitian terdiri dari empat tahapan utama. Berkenaan dengan masalah tersebut. teknik mengajar yang monoton menjadi fokus penelitian ini. (2) meminta siswa menyusun gambar acak menjadi gambar berseri (3) meminta siswa mencari kosakata dan informasiinformasi dari gambar. Karena teknik mengajar yang beragam sangat menentukan keberhasilan siswa. Penelitian ini menemukan prosedur yang cocok dalam penggunaan gambar berseri dalam mengajar menulis teks recount sebagai berikut: (1) membagi siswa dalam kelompok-kelompok. teknik mengajar guru yang monoton. Subyek penelitian ini adalah 31siswa MTs Negeri Lubuk Basung 1 Sumatera Barat kelas VIII. Dari faktor tersebut. Menulis menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menarik bagi mereka. (14) meminta siswa membaca kembali draf dan mengoreksinya. mengatur waktu seefektif mungkin.4 tahun pelajaran 2008/2009. dan penguasaan kosa kata yang kurang. Hasilnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan siswa tersebut yakni perasaan takut melakukan kesalahan. Di samping peningkatan skor karangan siswa. dan wawancara. Kata kunci: kemampuan menulis. dan refleksi. pengamatan. teks recount Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Inggris Siswa Kelas Dua MTs Tarbiyah Takalar melalui Permainan Bahasa Herman Abstrak Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan dan juga pengalaman peneliti sebagai guru. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes menulis. dan refleksi. perencanaan tindakan. Dari temuan penelitian. format observasi. temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa siswa aktif dan antusias dalam kegiatan belajar. Nilai rata-rata yang mereka peroleh dalam pelajaran berbicara bahasa Inggris adalah paling rendah diantara empat ketrampilan berbahasa. dan memilih topik dan gambar berseri yang dekat dengan kehidupan siswa. (5) memberikan model teks recount kepada siswa. motivasi yang rendah.Program Studi S2 ING 235 mereka juga mendapatkan kesulitan bagaimana membuat kalimat.0 dimana 73.(4) meminta siswa menentukan outline masing-masing gambar. khususnya kelas VIIIC yang menjadi subyek penelitian ini. siswa MTs Tarbiyah Takalar belum mampu berbahasa Inggris dengan baik. Penerapan penggunaan gambar berseri dalam mengajar menulis teks recount juga mendapat tanggapan positif dari siswa. (10) menyuruh siswa mengidentifikasi penggunaan huruf kapital dan tanda baca dalam teks model. Bagi peneliti lain. (11) meminta siswa menyusun kalimat acak menjadi teks recount yang baik berdasarkan gambar berseri. penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana gambar berseri digunakan dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks recount di MTs Negeri Lubuk Basung 1 Sumatera Barat. penerapan. disarankan kepada guru-guru bahasa Inggris yang menerapkan strategi ini untuk memberikan instruksi yang jelas kepada siswa. Setelah dites. catatan lapangan. (9) mendiskusikan isi teks dengan memberikan beberapa pertanyaan. (7) meminta siswa mengidentifikasi kata sambung yang digunakan dalam teks.(8) meminta siswa mendiskusikan bagian-bagian teks. pelaksanaan tindakan.3% siswa memperoleh skor 65 keatas. (15) meminta siswa membaca nyaring hasil tulisan siswa di depan kelas.

masalah tata bahasa. (2) memotivasi siswa bertanya sebanyak mungkin tentang ”diri baru” nya. (5) meminta setiap kelompok menentukan ”reporter” nya masing-masing. (11) menanyakan beberapa pertanyaan kepada siswa lain setiap selesai satu reporter menyampaikan laporan untuk mengecek perhatian mereka. lembar penilaian diri siswa. (9) meminta umpan balik dari siswa mengenai kesalahan tata bahasa dan pengucapan dari setiap ”reporter” dan masalah yang mereka hadapi selama proses belajar mengajar. Namun demikian. (5) meminta siswa kelompok A mewawancarai siswa kelompok B secara berpasangan. (10) menugaskan masing-masing siswa merevisi laporan mereka dan mengumpulkannya dalam bentuk tertulis. (4) mengelompokkan siswa dalam dua kelompok (A dan B). . Sedangkan prosedur permainan ”Be Someone Else” adalah: (1) memberikan contoh cara melakukan permainan itu dengan menjadi ”orang lain” dan memberi beberapa informasi tentang ”diri barunya” (misalnya saya seorang polisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur permainan bahasa yang efektif dalam pengajaran berbicara memiliki prosedur yang berbeda. siswa menganggap membaca merupakan kegiatan yang tidak menarik dan mereka kurang menguasai strategi yang efektif untuk memahami suatu teks. catatan lapangan. Rata-rata 86% siswa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. (8) meminta ”reporter” setiap kelompok mewawancarai kelompok yang bertukar gambar dengan kelompoknya. Oleh karena itu. (2) mengelompokkan siswa. dan lembar kuesioner. (7) melaporkan hasil wawancara mereka secara bergiliran dan menyuruh siswa yang lain memperhatikan isi. (8) menjawab beberapa pertanyaan setiap satu laporan selesai melaporkan. (3) meminta siswa menentukan ”diri baru” mereka masing-masing dan memikirkan informasi-informasi tentang ”diri baru” mereka itu. keadaan ini terjadi karena beberapa faktor. Berdasarkan hasil beberapa penelitian. prosedurnya adalah: (1) memberi contoh cara melakukan permainan dibantu dua orang siswa. tata bahasa dan pengucapan dari para reporter. disarankan kepada para guru bahasa Inggris agar menerapkan teknik ini dalam pengajaran berbahasa Inggris di kelas yang siswanya bermotivasi rendah dan kemampuan yang beragam dan menyampaikan teknik ini pada kegiatan MGMP. (10) meminta para ”reporter” menyampaikan laporan secara bergiliran dan siswa lain memperhatikan isi.). (9) meminta para ”reporter” kembali ke kelompoknya masing-masing dan mendiskusikan hasil wawancara untuk laporan lisan. disarankan pula kepada para calon peneliti untuk melakukan penelitian yang sejenis dengan permasalahan yang mirip pula tetapi dengan tempat penelitian yang berbeda. Kata kunci: permainan bahasa. Dalam permainan ”Trainee Reporter”. (6) meminta siswa menukar gambar dengan kelompok lain sebagai acuan wawancara. baik mengenai keterlibatan siswa maupun unjuk kerja berbicara siswa. Selain itu. ataupun pelatihan guru. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi. Mereka dapat juga melalukan penelitian eksperimen mengenai keterampilan berbicara untuk menguji atau memperkuat hasil penelitian ini. (13) menugaskan kepada masing-masing kelompok merevisi laporan mereka dan mengumpulkannya dalam bentuk tertulis. dst. Hasil penelitian pada Siklus Dua menunjukkan peningkatan berarti. dan pengucapan dari setiap laporan. membaca adalah keterampilan wajib yang diajarkan di sekolah-sekolah mulai tingkat sekolah dasar dampai pendidikan tinggi. hasil hasil yang diperoleh oleh para siswa dalam hal membaca tidak sebaik seperti yang diharapkan. alat rekam.236 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 dengan tiga pertemuan setiap siklus. (7) meminta setiap kelompok memilih dua orang di dalam gambar tersebut untuk diperankan dan menyiapkan berbagai informasi yang berhubungan dengan kejadian di gambar tersebut untuk wawancara. Ini berarti bahwa temuan di Siklus Dua telah mencapai ke tiga kriteria keberhasilan yang ditetapkan. (6) meminta siswa bertukar peran dan berganti pasangan. antara lain. (3) meminta satu kelompok untuk mencontohkan kembali permainan tersebut. (12) meminta umpan balik dari siswa mengenai kesalahan tata bahasa dan pengucapan dari setiap ”reporter” dan masalah yang mereka hadapi selama proses belajar mengajar. keterampilan berbicara Meningkatkan Pemahaman Membaca Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui Strategi Pemahaman Membaca PreQueS Hermanto Abstrak Dalam konteks pengajaran dan pembelajaran Bahasa Inggris. Sedangkan nilai rata-rata siswa dalam melakukan dialog sederhana adalah 76 dan dalam menyampaikan laporan lisan adalah 74. (4) membagikan gambar berbeda kepada setiap kelompok sebagai acuan pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan oleh ”Trainee Reporter”. saya sering menangkap penjahat. workshop.

Berdasarkan hasil analisa kemampuan membaca mahasiswa Kelas XI TPB ITS semester Genap 2007/2008 menunjukkan bahwa rata-rata nilai tes membaca mereka adalah 68. maka strategi PreQueS. Aspek kedua adalah respon mahasiswa terhadap penerapan strategi PreQueS dan hasil yang dapat dicapai oleh mereka. Kerja kelompok berguna untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa pada tahap awal dalam menerapkan strategi PreQueS. yaitu sebuah strategi yang merupakan gabungan dari previewing. Setelah satu putaran selesai. Akibatnya. menurut hasil survey yang diadakan. mahasiswa akan menjadi lebih penasaran ingin tahu dan menikmati bahan bacaan itu.8 (setara dengan B atau ‘Baik’ menurut peraturan akademik ITS) menjadi 71 (setara dengan AB atau ‘Sangat Baik’ menurut peraturan akademik ITS). Aspek pertama terkait dengan pengembangan strategi membaca. dan summarizing diterapkan untuk meningkatkan kemampuan membaca mahasiswa ITS Surabaya. dan kerja individu. nilai rata-rata membaca yang dicapai meningkat dari 68. Brain storming berguna untuk memberi mahasiswa konsep strategi PreQueS secara kuat. peningkatan prestasi tersebut ditunjukkan oleh hasil penelitian berupa peningkatan nilai rata-rata dan nilai minimum mahasiswa.8 menjadi 81. kriteria keberhasilan serta instrument penelitian. adalah terbatasnya latar belakang pengetahuan dan kurangnya penguasaan strategi membaca. Dengan hasil penelitian yang baik. yaitu perencanaan berupa kegiatan untuk mempersiapkan rencana pembelajaran.8 dengan bentangan nilai 56 di mana nilai terendah adalah 40 dan yang tertinggi adalah 96. Selanjutnya pencapaian kemampuan membaca mahasiswa juga menunjukkan peningkatan dari rata-rata semula 68. kerja kelompok. Previewing membantu mahasiswa dalam membaca untuk menangkap ide umum dari isi bahan bacaan. mahasiswa mampu menerapkan strategi PreQueS dalam kegiatan membaca mereka. pengamatan yaitu kegiatan pengumpulan data serta analisa data dan refleksi pelaksanaan kegiatan.3 pada akhir penelitian. Strategi membaca PreQueS yang pada dasarnya terdiri dari strategi previewing. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya . pelaksanaan rencana yaitu kegiatan pelaksanaan rencana pembelajaran. Questioning membantu mahasiswa dalam menentukan apa yang ingin mereka ketahui lebih lanjut pada saat membaca. Dalam tahap kerja kelompok ini mahasiswa dipandu oleh guru dalam menerapkan strategi. Aspek pertama berhubungan dengan implementasi strategi PreQueS oleh pengajar. pemodelan. Untuk memperbaiki keadaan ini. questioning. Refleksi dilakukan dengan membandingkan hasil penelitian dengan criteria keberhasilan yang terdiri dari 1). Supaya semua yang disarankan ini dapat berjalan maka dukungan dari institusi juga sangat diharapkan. Dalam hal ini. 3). questioning dan summarizing mampu membantu mahasiswa ITS Surabaya meningkatkan kemampuan membaca. Dari empat pertemuan kelas yang dilakukan.5% mampu menunjukkan secara eksplisit bagaimana cara mengimplementasikan strategi PreQueS dalam membaca. Kata kunci: meningkatkan pemahaman membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari mahasiswa (73.5%) mampu mengimplementasikan strategi PreQueS dengan baik dan sebanyak 76. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan strategi PreQueS mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi guru di mana penelitian ini dilakukan dalam 2 aspek. Summarizing membantu mahasiswa membangun kembali atau merekonstruksi apa yang telah mereka pahami dari bahan bacaan yang telah mereka baca. Guru berhasil menerapkan langkah-langkah yang diperlukan dalam mengimplementasikan strategi PreQueS seperti yang telah direncanakan sehingga pada akhir penelitian para siswa yang pada mulanya tidak mengetahui strategi PreQueS akhirnya menjadi tahu dan dapat menerapkannya sendiri. kegagalan mendapatkan hasil yang memuaskan dalam membaca. hasil penelitian menunjukkan dua aspek penting. Penerapan strategi membaca PreQueS terdiri dari empat tahap yaitu brain storming. Aspek kedua adalah peningkatan prestasi kemampuan membaca mahasiswa. Dari apa yang telah mereka putuskan untuk mereka ketahui dari bahan bacaan itu. kemampuan memahami bacaan mereka tidak memuaskan.Program Studi S2 ING 237 Pada kasus mahasiswa ITS. nilai terendah yang dicapai oleh mahasiswa adalah 56 (setara dengan C atau ‘Cukup’ menurut peraturan akademik ITS). Selain itu. guru secara bertahap berhasil memperkenalkan strategi PreQueS kepada siswa. Pemodelan adalah suatu langkah yang dilakukan oleh pengajar untuk memberi contoh atau model bagaimana menerapkan strategi PreQueS. maka disarankan para mahasiswa menerapkan strategi pemahaman membaca PreQueS dalam kegiatan membaca mereka. Kerja individu bertujuan untuk meltih siswa menerapkan strategi PreQueS secara mandiri. para peneliti lain juga disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan untuk mengembangkan strategi pemahaman membaca PreQueS ini. Nilai terendah yang diperoleh mahasiswa juga berubah dari semula 40 menjadi 66 pada akhir putaran. Para guru yang mengajar membaca juga disarankan untuk mengajar siswa strategi pemahaman membaca PreQueS. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode penelitian tindakan kelas kolaborasi yang terdiri dari empat langkah. strategi pemahaman membaca PreQueS. 2). sehingga mereka mampu mengantisipasi apa yang akan dibahas selanjutnya dari bahan bacaan tersebut.

Di siklus II nilai rata-rata siswa mencapai 70. Nilai rata-rata diperoleh siswa pada dua siklus yang ditunjukkan dengan daftar pengamatan. dianjurkan untuk meneliti penerapan diskusi kelompok kecil dalam pengajaran membaca pemahaman yang berhubungan dengan jenis-jenis teks yang tidak hanya jenis teks penelitian ini . brosur. Menurut Djiwandono (2008:62).6 menjadi 6. iklan. Ada dua kriteria untuk menunjukan bahwa penelitian ini berhasil jika nilai rata-rata siswa yang didapatkan dari 5. guru Bahasa Inggris disarankan untuk menerapkan diskusi kelompok kecil khususnya dalam pengajaran membaca pemahaman. Hasil penelitian ini mengungkapkan model yang sesuai pada diskusi kelompok kecil dengan diterapkan tiga prosedur: (a) sebelum kegiatan membaca berfokus untuk mengaktifkan pengetahuan awal siswa.70 di siklus I belum mencapai kriteria kesuksesan I. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa diskusi kelompok kecil tidak hanya efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa tetapi juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca. memilih jenis teks. (b) kegiatan inti berfoukus untuk membaca teks dengan diam. membaca merupakan kegiatan yang lebih penting dalam kehidupan dunia moderen dengan perkembangan setiap aspek kehidupan yang serba cepat Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pemahaman membaca dengan menggunakan diskusi kelompok kecil. Selanjutnya penemuan ini juga menunjukan bahwa siklus diskusi kelompok kecil berhasil dalam meningkatan kemampuan pemahaman bacaan siswa. narrative dan hortatory exposition. Namun. khususnya yang berminat dalam meneliti didalam kelasnya. menyusun tugastugas. 65% keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca meningkat dan prosentase 80% lebih besar di siklus kedua. recount. perencanaan. Disamping itu guru juga perlu memperhatikan prinsip-prinsip diskusi kelompok kecil sehingga sesuai dengan tugas yang dikerjakan siswa. Nilai rata-rata 64. report. penerapan. Peningkatan ini dapat dilihat dari kenaikan nilai ratarata siswa dan keterlibatan dalam kegiatan pemahaman membaca. Kata kunci: meningkatkan. Oleh sebab itu. dan membagi waktu karena membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengajarkan siswa yang berkemampuan rendah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. dan lain-lainnya. guru harus mendesain model diskusi kelompok kecil yang sesuai. teknik diskusi kelompok kecil . majalah.83 yang berarti kriteria kesuksesan II tercapai. Dengan membaca orang dapat memperoleh informasi dari berbagai macam teks tertulis yang berasal dari koran. kemampuan pemahaman membaca. menjawab pertanyaan-pertanyaan pemahaman. Penelitian ini menggunakan kegiatan yang berkesinambungan untuk pengumpulan data yang terdiri dari penelitian sebelumnya.238 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas Sebelas MAN 2 Madiun Melalui Diskusi dalam kelompok kecil Ida Sriwidati Abstrak Membaca sebagai satu kegiatan yang penting pada setiap kegiatan bahasa. Hal ini menunjukkan bahwa criteria kedua tercapai. Tugas-tugas tersebut bisa menjadi pekerjaan rumah apabila waktu di sekolah terbatas. Semakin banyak dan beragam tugas untuk siswa maka semakin meningkat pengetahuan siswa dan membuat mereka semakin terlatih. mendesain rencana pembelajaran. (c) kegiatan akhir memfokuskan pemeriksaan kembali pada pemahaman bacaan siswa pada teks. Disamping itu penemuan tersebut juga menunjukan bahwa diskusi kelompok kecil merupakan teknik yang efektif untuk menumbuhkan keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca pemahaman. catatan lapangan dan hasil tes siswa. Di siklus I. pengamatan dan refleksi. misalnya: procedure. mengamati dengan memberikan pengarahan dan memeriksa hasil tes siswa. mendiskusikan isi bacaan dengan diskusi kelompok kecil mereka. Kepada peneliti selanjutnya.5 dimana siswa terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan 80% siswa dapat menjawab tes pemahaman membaca. Sasaran penelitian siswa kelas XI IPA 3 MAN 2 Madiun tahun 2008-2009 yang terdiri empat puluh siswa.

(2) memberikan contoh bagaimana cara membaca tek yang benar dan meminta siswa untuk mengikuti dan menggaris-bawahi kata-kata yang sulit. kelompok lain. (2) menyuruh siswa memprediksi topic yang akan dipelajari. (2) Catatan lapangan digunakan untuk mencatat data yang tidak terdapat pada lembar observasi. yaitu (1) menyuruh siswa membaca tek dalam hati. (7) menjelaskan langkah-langkah dan kegiatan yang akan siswa lakukan dalam kelas membaca. setiap pasangan berbagi jawaban dengan pasangan lain. Dalam kegiatan ini. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil (1) lembar observasi. (4) menjelaskan isi dari tek. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yaitu kolaborasi antara peniliti dengan guru untuk berkerjasama untuk mengembangkan prosedur strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi yang sesuai. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus yang terdiri atas tiga kali pertemuan. (11) menyuruh setiap pasangan untuk berbagi jawaban secara bergiliran. menyuruh siswa untuk menjawab pertanyaan (ya-tidak) secara lisan. memonitor dan memberikan bantuan jika diperlukan. dan mengakses teknologi informasi dengan mendalam.Berpasangan-Berbagi dan satu pertemuan untuk test. Siswa juga memberikan respon yang positip terhadap pembelajaran dengan menggunakan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi. Siswa juga direkomendasikan untuk menggunakan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi . (10) menyuruh setiap pasangan untuk mendiskusikan pertanyaan dan memberikan semangat kepada siswa untuk membantu pasangannya. siswa terlihat aktif dalam berbagi pendapat. membuat rencana pengajaran. (3) menjelaskan arti dari kata-kata sulit. setiap siswa berpikir sendiri tentang pertanyaan atau masalah yang diberikan guru. Pada langkah ke tiga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Tanpa membaca. siswa tiadak bisa memperluas pengetahuannya. Langkah ke dua. (5) memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Subjek penelitian ini adalah 32 siswa kelas sebelas MA Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan Probolinggo tahun ajaran 2008-2009. Langkah ke dua adalah kegiatan initi.BerpasanganBerbagi Juhari Abstrak Membaca adalah salah satu dari empat komponen bahasa yang harus dikuasai oleh siswa. mengamati dan melakukan refleksi. membuka cakrawala dunia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langhah-langkah dalam melaksanakan stategi BerpikirBerpasangan-Berbagi dalam pengajaran membaca pemahaman terdiri atas tiga langkah. siswa berpasangan dan bertukar pikiran dengan pasangannya masing-masing. Langkah pertama adalah kegiatan awal. untuk memperoleh informasi tentang kegiatan dan penampilan guru dan siswa selama pelaksanaan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi. Lebih lanjut. Agar siswa dapat memahami bacaan dengan baik. (3) meminta siswa menyebutkan kata-kata yang mungkin digunakan dalam tek dan menuliskan kata-kata yang telah diprediksi di papan tulis. Disarankan kepada para guru untuk menggunakan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi sebagai salah satu strategi alternatif dalam pengajaran membaca pemahaman di dalam kelas dan pelajaran bahasa Inggris lainnya. banyak alternative strategy pengajaran reading dapat dikembangkan. siswa di bagi dua (berpasangan) dan setiap pasang melakukan tiga tahap kegiatan kerjasama yang terpadu yaitu pada langkah awal. melakukan tindakan.Program Studi S2 ING 239 Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas Sebelas MA Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan Probolinggo dengan menggunakan Strategi Berpikir. yaitu (1) menunjukkan gambar kepada siswa dan memberikan beberapa pertanyaan lisan yang berhubungan dengan gambar. Salah satunya adalah penerapan strategi BerpikirBerpasangan-Berbagi. Langkah ke tiga adalah kegiatan akhir. Dua Pertemuan untuk penerapan strategy Berpikir. (8) menyuruh siswa untuk menjawab sendiri pertanyaan pemahaman dan memberikan bantuan apabila diperlukan. (6). atau dengan seluruh kelompok atau kelas. (2) menulis jawaban yang benar di papan tulis dan (3) membuat kesimpulan dan menutup pelajaran. Penelitian ini menunjukkan bahawa pelaksanaan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi dalam pembelajaran membaca pemahaman adalah efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca pemahaman dengan menggunakan stategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi. menentukan kreteria kesuksesan belajar. yaitu (1) memeriksa kembali jawaban siswa. (9) menyuruh siswa berpasangan. bertanya dan menjawab pertanyaan selama pembelajaran dengan menggunakan strategi Berpikir-Berpasangan-Berbagi. (3) Kuis membaca pemahaman digunakan untuk mengidentifikasikan apakah siswa sudah memperoleh kemajuan dalam membaca pemahaman dan (4) kuesiner digunakan untuk memperoleh informasi dari siswa apakah strategi yang diterapkan dapat memotivasi keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.

dan catatan lapangan. Tiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. kelas B3. mereka belajar bagaimana mengembangkan paragraf dan menulis esei. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus mengikuti langkah-langkah dalam penelitian tindakan kelas: perencanaan. narasi. tetapi juga meningkatkan kemampuan berbicara dan membaca. Setelah penerapan Teknik Diagram Pohon. (Lee. Mereka dipilih sebagai subyek karena berdasarkan silabus Mata Kuliah Writing III. siswa dapat meningkatkan kualitas tulisan mereka. (3) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Lambung Mangkurat memberikan perhatian lebih terhadap masalah pengajaran ketrampilan menulis di lembaganya dengan mempertimbangkan kekuatan Teknik Diagram Pohon dan mensosialisasikan teknik tersebut. Riley. peningkatan jumlah mahasiswa yang mencapai nilai minimal masih belum memenuhi kriteria keberhasilan studi. 2004. tidak hanya dalam hal organisasi tapi juga tata bahasa. kosakata. Subyek penelitian ini adalah para mahasiswa Strata 1 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Lambung Mangkurat yang sedang mengikuti Mata Kuliah Writing III pada Tahun Ajaran 2008/2009. yakni Teknik Diagram Pohon. kemampuan membaca pemahaman. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan. dan refleksi. Kata kunci: meningkatkan.240 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 sebagai strategi belakajar dalam membaca pemahaman yang dapat mereka lakukan pada kegiatan intra kurikuler atau ekstra kurikuler.87%) berhasil mencapai kriteria keberhasilan studi. dan mekanisme penulisan. Meningkatkan Kemampuan Menulis Argumentasi Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dengan Menggunakan Teknik Diagram Pohon Jumariati Abstrak Menulis esei argumentasi adalah salah satu masalah yang dihadapi oleh mahasiswa Strata 1 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. sejumlah 26 orang dari 31 mahasiswa (83. Meskipun demikian. dan mengadakan refleksi. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif: peneliti bekerjasama dengan kolaborator dalam hal: merancang rencana pembelajaran. Mereka adalah mahasiswa jalur non-reguler (mandiri). atau eksposisi. dari 27 mahasiswa hanya 4 orang yang mencapai nilai sama dengan atau lebih dari 70 (kriteria keberhasilan minimal dalam studi ini). Sebagai hasilnya. lembar pengamatan. diadakanlah studi ini dengan menerapkan Teknik Diagram Pohon (TDP) dalam pengajaran menulis esei argumentasi. pengamatan. 18 orang dari 33 mahasiswa mencapai nilai minimal. Kemungkinan penyebab dari masalah tersebut adalah penggunaan strategi pembelajaran yang kurang efektif untuk membimbing mahasiswa dalam menulis. Teknik ini dipilih untuk mengatasi masalah mahasiswa karena berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. argumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TDP dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis esei argumentasi. tindakan dilanjutkan ke siklus kedua. teknik diagram pohon . Hal ini sejalan dengan kegunaan teknik yang diterapkan. dan (4) para peneliti lain mengadakan penelitian serupa dengan menerapkan Teknik Diagram Pohon untuk meningkatkan tidak hanya kemampuan menulis esei dalam jenis teks lain seperti deskripsi. Untuk mengatasi masalah tersebut. Setelah penerapan TDP di siklus kedua. Sehingga. akhirnya dapat disarankan bahwa: (1) para mahasiswa mata kuliah Writing menggunakan Teknik Diagram Pohon untuk merencanakan dan menyusun tulisannya. yakni 75% dari seluruh jumlah mahasiswa di kelas. strategy berpikir berpasangan berbagi. 2002) teknik ini membantu siswa melihat hubungan antar ide-ide dalam tulisannya. pelaksanaan. (2) para pengajar ketrampilan menulis menerapkan Teknik Diagram Pohon didalam pengajarannya. Universitas Lambung Mangkurat. Kata kunci: menulis. Pada studi awal. Data penelitian diperoleh dari hasil tulisan akhir mahasiswa. menerapkan dan mengamati tindakan.

Untuk mengatasi masalah ini. Kedua. Guru harus memonitor siswa saat mereka kerja kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. salah satu alternatif strategi digunakan dalam pengajaran menulis paragraf deskripsi. Data diperoleh dari proses belajar dan mengajar melalui hasil observasi. Studi menunjukan bahwa empat siswa dapat bekerja secara berpasangan.Program Studi S2 ING 241 The Implementation of Cooperative Learning in Developing Students’ Speaking Ability at SMA Negeri 1 Malang Junette Cinthya Tamaela Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Cooperative Learning untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Keberhasilan kelompok bergantung pada interaksi dari masing-masing anggota. dan proses pengelompokkan). pendeskripsian penerapan Cooperative Learning untuk meningkatkan kemapuan berbicara siswa dapat diperoleh. speaking ability Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas Delapan MTs PKP Manado Melalui Pemetaan Konsep Kalsum Maloho Abstrak Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan temuan pada studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa kemampuan menulis siswa kelas delapan MTs PKP Manado masih kurang memuaskan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dari data yang diperoleh. struktur tugas. Mereka berkomunikasi satu dengan yang lain dengan memberikan opini. Mereka mengembangkan kemampuan berbicara mereka dengan mempraktekkan berbicara sebanyak mungkin melalui interaksi dengan teman sekelompok. menjawab pertanyaan. Formasi kelompok disusun sehingga siswa duduk berdekatan dan saling berhadapan dalam satu dengan mencampurkan siswa berdasarkan jenis kelamin dan kemampuan agar tercipta perbedaan pandangan. empat siswa dalam satu kelompok merupakan jumlah yang maksimum untuk mengatur pembelajaran. meminta klarifikasi. dan wawancara yang dilakukan dilokasi penelitian. karena masing-masing siswa mempunyai tiga kesempatan dalam berpasangan untuk bertukar pikiran. peranan guru dan siswa. Guru harus merencanakan dengan baik sebelum mengajar siswa menggunakan Cooperative Learning dimana guru harus mempersiapkan materi yang sesuai dengan tingkatan kelas dan kemampuan siswa dan menerapkan beberapa prinsip dasar (manajemen kooperatif. Kata kunci: cooperative learning. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris interaksi antara siswa yang terjadi saat penerapan Cooperative Learning memberikan kesempatan bagi siswa untuk mendapat pemerolehan Bahasa Inggris. dengan bekerja melalui Cooperative Learning. dan meresponi dukungan yang diberikan oleh teman. Cooperative Learning memungkinkan siswa untuk berpartisipasi dalam bekerja sebagai suatu tim dimana mereka saling mengisi antar satu dengan yang lain dalam kelompok-kelompok kecil. Subjek dari penelitian ini adalah 35 orang siswa Kelas X-4 SMAN 1 Malang. bertanya. siswa termotivasi untuk berbicara. Sehingga adanya saling mendorong dan saling mengembangkan kelemahan satu dengan yang lain. Dengan belajar dalam kelompok koperatif ada kesempatan bagi siswa untuk menerima bantuan secara individu dari teman sekelompoknya. Hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertama. Ada beberapa saran bagi guru Bahasa Inggris yang ingin menerapkan Cooperative Learning untuk meningkatkan berbicara siswa. Bantuan dari teman meningkatkan kemampuan baik bagi siswa yang dibantu maupun bagi yang membantu. hal ini terlihat saat siswa yang mengetahui jawaban memberitahukan kepada teman yang lainnya dalam kelompok itu dan menanyakan pendapat mereka tentang jawaban yang ia berikan. Hal ini memberikan kesempatan untuk mengalami pengalaman pembelajaran yang baik dan memberi ruang untuk memberi kontribusi secara individu. Siswa kesulitan menulis dalam hal memperoleh ide. Mempertimbangkan hal ini maka penelitian ini berusaha untuk memperlihatkan bahwa Cooperative Learning dapat membantu mengembangkan kemampuan berbicara siswa. Dalam menggunakan kelompok kecil. membuat tulisan relevan dengan topic. Siswa memperoleh banyak kesempatan untuk berbicara karena Cooperative Learning menuntut dan memperdalam kemampuan berbicara siswa. dan memilih kata-kata. . catatan lapangan. tanggungjawab individu dan kelompok.

dan (19) menyimpulkan pelajaran. (8) meminta siswa duduk dalam kelompok yang terdiri dari 4 orang. Berdasarkan hasil penelitian. Disamping itu guru juga perlu memperhatikan prinsip-prinsip pemetaan konsep sehingga sesuai dengan tugas yang dikerjakan siswa. kriteria keberhasilan kedua adalah 70% siswa harus terlibat dan keterlibatan mereka berada pada skala “Baik” dan “Lebih Baik. kertas berukuran (A4). (10) memberitahukan siswa tentang kegiatan yang akan dilakukan dalam kelompok. khususnya yang berminat dalam meneliti pemetaan konsep didalam kelasnya.Tiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari satu pertemuan untuk pelaksanaan strategi dan dua pertemuan untuk pemberian tugas melalui proses menulis. dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah dua puluh siswa (Kelas VIII-A) MTs PKP Manado. pengamatan. (13) meminta siswa untuk saling bertukar draft mereka dalam kelompok. (18) meminta siswa untuk menulis draf akhir. disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan pemetaan konsep khususnya dalam pengajaran menulis. Berkaitan dengan produk akhir siswa. (5) meminta siswa untuk mengamati gambar. perencanaan. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu portofolio. kriteria keberhasilan pertama dari penelitian ini adalah nilai rata-rata siswa harus mencapai 65 atau lebih. (3) memperkenalkan topik dan menjelaskan tujuan pembelajaran. pelaksanaan. dan spidol warna. Hal ini berarti memenuhi kriteria keberhasilan kedua. (12) meminta siswa menulis draf awal secara indifidu. kemampuan menulis . Selain itu. dalam banyak penelitian. Menulis berarti menyalurkan pesan dalam bentuk tulisan. telah terbukti. dan recount. lembar pengamatan dan catatan lapangan. Kata kunci: pemetaan konsep. mendisain rencana pembelajaran. (14) membimbing siswa merevisi tulisan mereka dari segi isi dan organisasi. (15) meminta siswa untuk mengomentari dan memberikan saran terhadap tulisan mereka.68 pada Siklus 1 belum memenuhi kriteria keberhasilan pertama. Pemetaan konsep ini dipilih karena dapat membantu siswa berusaha secara kooperatif dalam kegiatan menulis dan belajar menulis secara bersama dengan cara yang menyenangkan namun kompetitif. memilih jenis teks. Sementara keterlibatan siswa dalam kegiatan menulis ditunjukkan melalui lembar pengamatan dan catatan lapangan. (11) meminta siswa menulis judul berdasarkan gambar yang dimulai dari tengah kertas. (6) meminta siswa memperoleh ide dan menyusun ide-ide mereka melalui pemetaan konsep sebagai contoh dipapan tulis. Disamping itu. Menulis sebagai salah satu keterampilan bahasa berperan penting dalam konteks pengajaran bahasa Inggris.” Nilai rata-rata 59. terutama dalam memperoleh dan menyusun ide-ide. (2) menghubungkan topik dengan pengetahuan siswa sebelumnya. (16) membimbing siswa mengedit tulisan mereka dari segi tata bahasa dan pilihan kata. Sementara. Oleh sebab itu. Perolehan nilai rata-rata siswa pada dua siklus ditunjukkan melalui portofolio. menyusun tugas-tugas. (4) menunjukkan gambar yang berkaitan dengan topik dengan cara menempelkannya di papan tulis. guru harus mendisain model pemetaan konsep yang sesuai. hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan konsep juga sangat efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan menulis. Namun. pemetaan konsep dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan menulis. Sulawesi Utara pada tahun akademik 2008/2009. 2003). dan membagi waktu karena membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengajarkan siswa yang berkemampuan rendah. Menulis adalah salah satu cara bertukar pikiran dan menunjukkan kemampuan seseorang untuk mengungkapkan cara pandang berdasarkan topik tertentu (Hyland. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan konsep efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa. (7) membagikan contoh paragraf deskripsi. dianjurkan untuk meneliti penerapan pemetaan konsep dalam pengajaran menulis yang berhubungan dengan jenis teks yang berbeda. Ini berarti bahwa pengungkapan ide dari pesan tertentu di tuangkan dalam bentuk tulisan. Pada Siklus 2.242 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana pemetaan konsep meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas delapan MTs PKP Manado?” Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dirancang untuk mengembangkan stategi pemetaan konsep untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas delapan. (9) membagikan gambar-gambar binatang lucu. Penelitian ini dilakukan melalui dua siklus yang mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu. Pada Siklus 1. berkaitan dengan keterlibatan siswa dalam keiatan menulis. misalnya narasi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa model pemetaan konsep yang sesuai dalam pengajaran menulis meliputi langkah-langkah berikut: (1) mengarahkan siswa kepada topik dengan memberikan pertanyaan. Peningkatan dapat dilihat dari kenaikan nilai rata-rata dan keterlibatan siswa dalam kegiatan menulis. 70% siswa terlibat dalam kegiatan menulis. dapat disimpulkan bahwa pemetaan konsep tidak hanya efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa tetapi juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan menulis. (17) ) meminta siswa untuk saling bertukar draf mereka untuk di baca kembali oleh teman lain dalam kelompok.85. Kepada peneliti selanjutnya. nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 69. prosedur. dan persentasenya meningkat pada Siklus 2 menjadi 80%.

catatan lapangan. (9) menugaskan siswa untuk menyampaikan cerita tersebut di depan kelas satu persatu secara individu. maka penelitian ini diadakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa melalui teknik Incomplete Picture Series. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 2A MTs. (5) menugaskan siswa untuk memberitahukan kepada teman kelompoknya tentang gambar yang mereka lihat secara bergiliran. Kata kunci: teknik incomplete picture series. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari persentase siswa yang memperoleh nilai yang telah ditentukan pada kriteria keberhasilan yaitu minimal 65. (2) memberi tahu apa yang akan dilakukan. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. (4).6% dari keseluruhan siswa yang memperoleh nilai lebih dari dan/atau sama dengan 65. Kriteria keberhasilan penelitian ini diketahui berdasarkan pada tanggapan siswa terhadap penerapan teknik tersebut dan keterlibatan mereka dalam proses belajar mengajar. (7) meminta siswa untuk meyimpulkan akhir cerita setelah mereka mengumpulkan informasi dari semua teman kelompok mereka. Lebih lanjut. kemampuan berbicara . Lombok Barat. dan lembar penilaian diri siswa. Sementara di Siklus 2. bisa disimpulkan bahwa teknik Incomplete Picture Series telah terbukti tidak hanya meningkatkan kemampuan berbicara siswa melainkan juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar bahasa. disarankan kepada guru bahasa Inggris untuk menerapkan teknik ini sebagai salah satu pilihan yang bisa dilakukan dalam pembelajaran keterampilan berbicara. Penelitian ini diadakan dalam dua siklus. Berdasarkan hasil penelitian tersebut. Apabila 65% dari keseluruhan siswa memperoleh nilai lebih dari dan/atau sama dengan 65.Program Studi S2 ING 243 Menggunakan Teknik Incomplete Picture Series untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa Kelas II MTs. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas. hasil penelitian juga menunjukkan bahwa cara yang tepat dalam menggunakan teknik Incomplete Picture Series untuk pengajaran berbicara meliputi langkah-langkah sebagai berikut: (1) melakukan pemanasan dengan bernyanyi kemudian memberi pertanyaan yang berkaitan dengan apa yang akan dilakukan berikutnya. Disarankan juga kepada peneliti yang akan datang supaya mengadakan penelitian serupa dengan menggunakan teknik Incomplete Picture Series terhadap subyek dan tempat yang berbeda untuk mengetahui apakah teknik ini efektif dan bisa diterapkan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. khususnya dalam pembelajaran berbicara. alat perekam suara. Instrumen penelitian ini adalah angket. hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik Incomplete Picture Series ini juga efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan berbicara. Sebagai penelitian tindakan kelas.4% dari keseluruhan siswa memperoleh nilai lebih dari dan/atau sama dengan 65. memberikan gambar seri yang tidak lengkap yang berbeda kepada setiap kelompok. siswa dianjurkan untuk menulis informasi tersebut. Hikmatusysyarif NW Salut. hanya ada 48. (3) membagi siswa menjadi beberapa kelompok. (6) meminta siswa untuk mengumpulkan informasi yang diperoleh dari teman kelompok mereka. disarankan kepada para siswa untuk mengadopsi teknik ini sebagai strategi belajar dalam praktek berbicara dan bahkan untuk latihan menulis dalam bahasa Inggris. Lombok Laila Wati Abstrak Penelitian ini didasarkan pada perlunya meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Disamping itu. penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan seorang guru bahasa Inggris dalam mengamati penerapan teknik tersebut. siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Teknik ini dipercaya bisa meningkatkan kemampuan berbicara dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. maka criteria keberhasilan dalam hal kemampuan berbicara siswa telah tercapai. (8) memberitahukan kepada siswa bahwa akhir ceritanya bebas berdasarkan imajinasi mereka. Dengan demikian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik Incomplete Picture Series berhasil meningkatkan kemampuan berbicara siswa sebagaimana halnya juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. Pada Siklus 1. Kedua kriteria keberhasilan ini dinyatakan tercapai apabila 70% dari keseluruhan siswa memberi tanggapan positif terhadap teknik tersebut dan terlibat secara aktif dalam proses belajar mengajar. khususnya ketika berkelompok. Bisa juga teknik ini diterapkan dalam meningkatkan keahlian produktif seperti keahlian menulis. Setiap kelompok diberi gambar seri yang berbeda. Kesuksesan teknik ini juga ditandai dengan nilai berbicara siswa. masing-masing kelompok duduk melingkar. ada 91. Karena kelebihan teknik ini bukan hanya meningkatkan kemampuan berbicara siswa melainkan juga keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Kegiatan seperti ini bisa dilakukan dalam ekstra kurikuler. Hikmatusysyarief NW Salut. ceklist pengamatan. Dalam teknik ini.

yaitu perencanaan. Akhirnya. dan refleksi. Bagaimanapun juga. Selanjutnya. Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana penggunaan foto dapat meningkatkan kemampuan menulis teks recount siswa kelas dua MTs Negeri Mojorejo Blitar?”. Akhirnya. kuisioner dan tulisan siswa. (3) menyuruh siswa untuk bekerja dalam kelompok. siswa kelihatan active dan bersemangat dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan foto. tempat. Foto biasanya menangkap masalalu. Kata kunci: photo. nilai rata-rata siswa adalah 60. pelaksanaan. Connectors) kepada siswa sebelum mereka menulis draf kasar. Siklus satu terdiri atas enam pertemuan. disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan strategi ini dalam pengajaran menulis karena ini sangat membantu siswa dalam memberikan cara yang menarik untuk menemukan dan menghasilkan ide-ide yang akhirnya menjadi tulisan yang bermakna. Dan.244 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Menggunakan Photo untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas Dua MTsN Mojorejo Blitar Lilik Lutfiyah Abstrak Menulis adalah salah satu dari empat keahlian berbahasa yang memainkan sebuah peranan yang sangat penting dalam pengajaran bahasa inggris karena sebenarnya menulis dapat membantu siswa mempelajari bahasa kedua. kemampuan menulis. bagi peneliti selanjutnya. (9) meminta siswa untuk menulis draf awal secara individu. disarankan pula untuk mengadakan penelitian dalam bidang menulis tapi dengan genre yang berbeda khususnya teks deskriptif. dan kejadian yang ada dalam foto tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah yang tepat yang digunakan penerapan foto dalam menulis recount meliputi prosedur berikut: (1) mengarahkan siswa kepada topic yang akan dibahas dengan memberikan pertanyaan (2) memperkenalkan strategi dan prosedur tentang cara membuat recount. di siklus kedua. foto dapat menjadi sumber sebuah tulisan.3 dengan 23 sisws mendapat nilai sama dengan atau lebih besar 65. dapat disimpulkan bahwa penggunaan foto sangat bermanfaat tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa tetapi juga dalam meningkatkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran. Disamping itu. Siswa cenderung merasa kesulitan dalam menemukan dan menghasilkan ide-ide. (5) menyuruh siswa untuk melihat foto dengan seksama selama beberapa saat (6) menjelaskan kepada siswa tentang apa yang harus mereka lakukan dalam kelompok. (8) memberikan model sebuah teks recount lalu menjelaskan tentang teks recount beserta ciri-ciri kebahasaannya (Simple Past Tense. Berdasarkan hasil penelitian. siswa merasa bingung memulai kegiatan menulis dan siswa juga tampak kurang tertarik dengan kegiatan menulis. observasi. dan pasti ini dapat membantu siswa mengingat secara detail orang. disarankan untuk mengadakan penelitian tindakan dalam bidang menulis tapi dengan genre yang berbeda khususnya teks deskriptif. Untuk mencapai tujuan tersebut. disarankan pula untuk mengadakan penelitian dgn bidang sama tapi untuk tingkat pendidikan yang berbeda contohnya SMA. penelitian tindakan kelas dilakukan dalam studi ini dengan menggunakan 4 langkah. Disamping itu. kemampuan menulis siswa MTsN Mojorejo masih belum memuaskan. bagi peneliti selanjutnya. lalu menghasilkan ide dengan menjawab pertanyaan. disarankan untuk mengadakan penelitian tindakan dgn bidang sama tapi untuk tingkat pendidikan yang berbeda contohnya SMA. Pada siklus satu. sedang siklus dua terdiri dari dua pertemuan. teks recount . (10) memberi siswa waktu untuk melihat kembali dan merevisi draft awal menggunakan panduan revisi (11) meminta siswa untuk menulis kembali draft berdasarka feedback dari guru. Di samping itu. Oleh karena itu. Subjek penelitian ini adalah 29 siswa kelas VIII MTs Negeri Mojorejo Blitar tahun pelajaran 2008/2009. nilai rata-rata siswa menjadi 70. terutama yang mempunyai masalah yang sama dan memang tertarik mengadakan penelitian. sebuah foto bisa bernilai beribu-ribu kata karena satu gambar dapat menceritakan sesuatu bahkan cerita di baliknya. (7) menyuruh siswa untuk mendaftar kata sebanyak mungkin yang berkaitan dengan foto. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. catatan lapangan. Di samping itu. yang selanjutnya dikumpulkan sebagai draft akhir. Disamping itu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas delapan MTsN Mojorejo Blitar dalam menulis teks recount dengan menggunakan foto.7 dan hanya 14 siswa yang mendapatkan nilai sama dengan atau lebih besar 65. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan foto telah meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII MTs Negeri Mojorejo Blitar dalam menulis teks recount. terutama yang mempunyai masalah yang sama dan memang tertarik mengadakan penelitian. Pendeknya. Strategi ini dipilih karena dapat menuntun siswa dalam menemukan dan menghasilkan ide-ide sampai menjadi tulisan yang bermakna. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu lembar observasi. (4) menyuruh siswa untuk meletakkan foto masingmasing di depan mereka.

97% siswa (27 siswa) telah memperoleh nilai sama dengan atau lebih dari 65. dan media. strategi menulis proses Memanfaatkan Gambar Kartun Berangkai Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Narasi Siswa Kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri Nganjuk Mochammad Abdul Rasyid Abstrak Salah satu permasalahan pengajaran menulis Bahasa Inggris di MTsN Nganjuk adalah tidak efektifnya pengajaran menulis yang diterapkan guru. Kata kunci: kemampuan menulis. dan (7) meminta siswa untuk menulis hasil akhir karangan mereka. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa semua indikator kesuksesan telah dapat dicapai pada Siklus I. (3) menugaskan siswa untuk memperoleh ide. Untuk mengatasi masalah tersebut. dan refleksi. Kemudian. Sayangnya. lembar kerja siswa. Bagi peneliti lainnya. pembelajaran menulis tidak dilakukan dengan baik oleh para guru bahasa Inggris di sekolah tersebut dan hal itu menyebabkan rendahnya kemampuan menulis para siswa. hasil analisis data menunjukkan bahwa 72. disarankan agar mereka mengadakan penelitian mengenai pemanfaatan strategi menulis proses di tingkat SD (khususnya RSBI) dan SMA/MA karena belum ada penelitian mengenai hal itu di tingkat tersebut. hasil temuan menunjukkan bahwa 75% siswa telah berpartisipasi pada sekurang. Untuk pengumpulan data peneliti menggunakan 4 instrumen yaitu lembar observasi. Hasil penelitian awal menunjukkan bahwa tidak ada seorang siswapun yang mendapatkan nilai 65 sebagai nilai minimal. Mereka tidak terbiasa menerapkan langkah-langkah pembejaran menulis . strategi menulis proses diajukan karena telah dibuktikan berhasil oleh beberapa peneliti dalam meningkatkan kemampuan menulis para siswa. catatan lapangan. penelitian yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas 8 dalam menulis teks recount melalui strategi menulis proses di MTsN Grogol Kediri dilaksanakan. Guru bahasa Inggris tidak membuat perencanaan yang baik dalam pengajaran menulis. teks recount. Mengenai indikator yang pertama. dan (3) sekurang-kurangnya 75% siswa memiliki tanggapan yang bagus terhadap penggunaan strategi menulis proses. Pada setiap langkah. yaitu perencanaan. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan yang terdiri dari 4 tahap. kosa kata. Penelitian ini dianggap berhasil apabila memenuhi kriteria kesuksesan berikut: (1) 75% siswa atau lebih berpartisipasi dalam proses belajar mengajar. Tahap-tahap tersebut didahului oleh penelitian awal yang bertujuan untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan masalah-masalah dalam pembelajaran menulis. Mempertimbangkan hasil temuan penelitian yang positif mengenai penggunaan strategi menulis proses untuk mengajar menulis. (2) membagikan gambar berangkai untuk tahap pemodelan. (6) meminta siswa untuk mengedit draf dalam hal tata bahasa. Prosedur yang tepat dalam penerapan strategi menulis proses untuk mengajar menulis adalah (1) membagi siswa menjadi beberapa kelompok. (2) sekurang-kurangnya 50% siswa memperoleh nilai sama dengan atau lebih dari 65. siswa diberi contoh terlebih dahulu. dan tanda baca. portofolio. disarankan kepada para guru bahasa Inggris untuk memanfaatkan strategi ini untuk mengajar menulis. Untuk kriteria yang ketiga. pelaksanaan dan pengamatan. Berkenaan dengan kriteria yang kedua. (4) meminta siswa untuk menyusun ide-ide tersebut ke dalam paragraf. menulis dianggap sebagai kecakapan berbahasa yang paling sulit dikuasai. hasil analisis data dari kuesioner menunjukkan bahwa sekurang-kurangnya 94% siswa (34 siswa) memberikan respon positif terhadap penggunaan strategi menulis proses. Subyek penelitian ini adalah 37 siswa kelas VIII-C pada tahun ajaran 2008-2009.kurangnya 9 kegiatan dari 13 kegiatan di lembar observasi. ejaan. dan kuesioner.Program Studi S2 ING 245 Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas VIII dalam Menulis Teks Recount melalui Starategi Menulis Proses di MTsN Grogol Kediri Luluk Rahmawati Abstrak Menurut para siswa kelas 8 di MTsN Grogol Kediri. pemakaian huruf kapital. (5) menugaskan siswa untuk merevisi draf dalam hal isi dan penyusunan.

memperbaiki teks. sebuah teks narasi dicontohkan oleh guru untuk dipahami dan dianalisis. tahap pelaksanaan atau penerapan strategi. dan catatan lapangan digunakan untuk mengumpulkan data tentang tingkat keterlibatan siswa dan tingkat motivasi siswa selama penerapan strategi pembelajaran. Kedua. jumlah siswa yang mendapat nilai 65 atau lebih mencapai 70% (24 siswa) dari jumlah siswa keseluruhan. Pendekatan menulis sebagai proses mengarahkan siswa untuk melakukan langkah-langkah dalam menulis. Sedangakan hasil tulisan siswa dinilai berdasarkan format penilaian dengan menyesuaikan format yang dikembangkan oleh Hill. Mengacu pada rumusan masalah tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IX-E yang terdiri dari 33 siswa. dan menulis kembali teks setelah mendapatkan masukan dari teman dan atau guru. majalah. Pertama. nilai rata-rata siswa minimal 65. Para siswa disarankan untuk senantiasa berlatih menulis dalam topik yang berbeda dengan memanfaatkan keberadaan gambar kartun berangkai yang terdapat di koran. pendekatan menulis sebagai proses memandu siswa terhadap langkah-langkah penciptaan teks. Sejumlah alat bantu penelitian seperti lembar observasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gambar kartun berangkai dapat meningkatkan kemampuan menulis teks narasi siswa kelas IX MTsN Nganjuk. Gambar kartun berangkai menginspirasi siswa dalam berimajinasi. meningkatkan. Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan peneliti di kelas IX-E. dan ICoT). siswa secara individu mengakses gambar kartun berangkai dari koran atau majalah dan mengembangkannya dalam bentuk cerita narasi. saling mengoreksi dengan teman dan atau guru. mengembangkan ide-ide mereka. MoT. dapat disimpulkan bahwa gambar kartun berangkai efektif dalam pengajaran menulis teks narasi. peneliti merasa sangat termotivasi untuk memecahkan permasalahan tersebut dengan memanfaatkan gambar kartun berangkai melalui pendekatan menulis sebagai proses dan empat tahap pembelajaran Bahasa Inggris (BKoF. tema. dan memajangkannya di majalah dinding. JCoT. bermain peran. guru mempublikasikan karya-karya mereka melalui kegiatan membaca. Diberikan satu set gambar kartun berangkai. dan refleksi dan dilaksanakan dalam dua siklus. tahap observasi atau pengamatan. tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran mencapai 75% dari hasil observasi yang dilakukan oleh pengamat. sedangkan empat tahap pembelajaran sangat efektif diterapkan dalam pengajaran menulis. Kegiatan diawali dengan BKoF. ditemukan beberapa fakta sebagai berikut: (1) Siswa mempunyai masalah dalam mengembangkan ide dan mengorganisasikan teks.246 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 sebagai proses. dan susunan kalimat. tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi dengan memanfaatkan gambar kartun berangkai dalam pengajaran menulis dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa kelas IX dalam menulis teks narasi. kosa kata. (3) Siswa kelas IX-E menginginkan adanya kegiatan menulis teks narasi karena mereka belum pernah menulis teks tersebut sebelumnya. dan ICoT). Pada akhir kegiatan. dan mengorganisasikan teks. MoT. meminta teman lain untuk membaca untuk kemudian dikoreksi dan diperbaiki. Pendekatan menulis sebagai proses muncul pada tahap JCoT. Sedangkan empat tahap pembelajaran memfasilitasi siswa terhadap langkah-langkah pembelajaran menulis secara berkelompok dan menulis secara mandiri. Kedua. kuesioner. dkk (1998) dengan mempertimbangkan cara pendeskripsian tokoh pelaku dan tempat kejadian. Dalam tahap ICoT. gambar kartun berangkai membantu siswa dalam hal pengembangan ide dan mengorganisasikan teks. Dari fakta di atas. Ketiga. Strategi tersebut lebih efektif dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengakses sendiri gambar kartun berangaki dan mengembangkankannya dalam bentuk cerita narasi. dsb. teks narasi . dan kesimpulan atau pesan cerita serta mempertimbangkan aspek bahasa seperti tata bahasa. Kata kunci: gambar kartun berangkai. kemampuan menulis. Desain penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tinadakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam empat tahap. mengembangkannya dalam bentuk teks. Penelitian ini dianggap berhasil jika memenuhi tiga criteria. Untuk peneliti yang lain. Pertama. (2) Kempuan siswa terhadap kemampuan tata bahasa dan kosa kata kurang memadai. yaitu tahap perencanaan. Mengacu pada hasil-hasil penelitian diatas. Para siswa melakukan proses menulis yang dimulai dari mengembangkan ide cerita. siswa membuat garis besar cerita. Langkah-langkah penerapan gambar kartun berangkai dalam pengajaran menulis teks narasi mengikuti empat tahap pembelajaran (BKoF. JCoT. Guru Bahasa Inggris disarankan untuk memanfaatkan gambar kartun berangkai dalam pengajaran menulis teks narasi. yaitu bercerita oleh guru dan menulis kembali cerita tersebut. diharapkan untuk melakukan penelitian berdasarkan temuan dalam penelitian ini demi mengembangkan strategi yang lebih baik dalam pengajaran menulis. Dalam tahap MoT. Sejumlah temuan selama penelitian ini menunjukkan bahwa gambar kartun berangkai yang diimplementasikan dalam empat tahap pembelajaran dan pendekatan menulis sebagai proses sangat efektif dalam pengajaran menulis teks narasi. Pendekatan individu terhadap siswa juga mendorong mereka untuk lebih berkreasi dan meminimalkan jarak antara guru dan murid. alur cerita.

(8) memerintahkan siswa untuk membaca dan memberikan feedback pada contoh draf dengan menggunakan lembar revising checklists. (2) meminta siswa secara berkelompok untuk menyusun paragraf acak ke dalam susunan yang tepat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan peer feedback dalam pengajaran menulis dapat memperbaiki kemampuan menulis siswa serta sukses mendorong mereka untuk berpartisipasi secara aktif dan antusias dalam proses belajar mengajar menulis. dan pengalaman saya menjadi guru bahasa Inggris di sekolah tersebut. Mereka pada umumnya menginginkan teksnya dibaca oleh guru mereka untuk melihat bagaimana respon guru terhadap pekerjaan mereka. diimplementasikan dalam penelitian ini. Data yang diambil dari catatan lapangan dan wawancara dianalisa secara kualitatif dan dideskripsikan secara jelas. keterlibatan. dan berharap bahwa mereka bisa belajar dari respon tersebut untuk memperbaiki drafnya. penelitian ini dilakukan dalam dua siklus saja karena pada siklus kedua kriteria kesuksesan dalam penelitian ini telah tercapai. subjek penelitian ini adalah siswa kelas tiga Madrasah Aliyah Tarbiyatul Wathon Gresik tahun ajaran 2008/2009. (3) meminta siswa untuk ambil bagian dalam diskusi antara siswa dan guru berkenaan dengan susunan yang tepat dari paragraf acak tersebut. dan refleksi. (5) menyuruh siswa untuk menulis rencana awal penulisan. ketertarikan dan keantusiasan siswa dalam seluruh kegiatan proses belajar mengajar sangat bagus. Hasil tulisan mereka telah mencapai kriteria kesuksesan yang berarti bahwa ada 26 siswa atau 82% siswa mendapatkan nilai yang sama atau lebih dari 60. (9) meminta siswa untuk mendiskusikan contoh draf tersebut dalam kelompok. . Sebagai jawaban atas permasalahan tersebut. observasi. Dalam pelaksanaannya. (7) mendiskusikan makna masing-masing item dari revising checklists. kelas tiga Madrasah Aliyah Tarbiyatul Wathon Gresik. Berkenaan dengan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar. Mengacu pada kekuatan penerapan peer feedback dalam penelitian ini. (12) meminta mereka untuk saling mendiskusikan draf mereka masing-masing dengan memberikan komentar dan saran-saran terhadap draf teman mereka dengan cara menjelaskan checklists mereka. penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kemampuan siswa kelas tiga Madrasah Aliyah Tarbiyatul Wathon Gresik dalam menulis teks narrative melalui pengimplementasian peer feedback. guru dianjurkan untuk memberi dan mengajarkan model penerapan peer feedback sebelum mengimplementasikannya. penelitian tindakan kelas model kolaborasi dengan empat tahapan. pelaksanaan. angket dan hasil pekerjaan tulis siswa dianalisis serta dipresentasikan secara kuantitatif dan diskipsi. Hal ini berarti bahwa kriteria ketuntasan yang berkaitan dengan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar telah tercapai. guru mereka. atau 87% siswa secara aktif berpartisipasi dalam aktivitas proses belajar mengajar. wawancara dan hasil pekerjaan siswa. disarankan kepada guru-guru bahasa Inggris yang mempunyai masalah pengajaran yang sama untuk menerapkan strategi ini sebagai solusi alternatif dalam pengajaran menulis. Data dari penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen-instrumen sebagai berikut: lembar pengamatan checklists. berdasarkan penelitian awal di kelas saya. Namun demikian. perencanaan. Hal yang menonjol dari strategi ini adalah bahwa peer feedback memberi siswa cara bagaimana memperbaiki draft awal mereka. Berkenaan dengan subjek penelitian. peer feedback dalam bentuk revising checklists diajukan sebagai solusinya. feedback sangat penting dalam membantu siswa untuk memperbaiki tulisannya. yaitu. Namun demikian. Penerapan peer feedback dalam penelitian ini mengikuti prosedur sebagai berikut: (1) menentukan siswa dalam kelompok yang terdiri dari 4 siswa. dalam pengimplementasiannya. (10) menyuruh siswa untuk berdiskusi berkaitan dengan feedback siswa terhadap draf pilihan dalam bentuk diskusi kelas. Sementara itu. (6) meminta siswa untuk menulis draf awal mereka. (4) menyuruh siswa untuk menulis topik dalam waktu 1-5 menit. (11) menyuruh mereka membaca dan memberi feedback terhadap draf teman sejawat mereka. Kemajuan penulisan narrative siswa terpotret dari hasil nilai menulis mereka. data yang diambil melalui lembar pengamatan checklists. catatan lapangan. Untuk mencapai tujuan tersebut. Kemungkinan penyebab dari permasalahan siswa tersebut terletak pada feedback yang tidak efektif yang diberikan oleh saya. angket. (14) memerintahkan mereka untuk menulis draf mereka sebagai draf akhir. saya menemukan bahwa kebanyakan siswa tidak mampu memperbaiki draft pertama mereka khususnya draf dalam bentuk teks narrative setelah mendapatkan feedback dari saya.Program Studi S2 ING 247 Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas Tiga Madrasah Aliyah Tarbiyatul Wathon Gresik dalam Menulis Teks Narrative melalui Peer Feedback Mohammad Faizal Mubarok Abstrak Sebagai bagian dari tahapan-tahapan dalam writing process. Karena alasan itulah. (13) meminta mereka untuk merivisi dan memperbaiki draf mereka berdasarkan feedback teman mereka. Setiap siklus dari penelitian ini terdiri dari tiga pertemuan.

(14) bimbinglah mereka untuk memperbaiki draf. Pengalamannya sebagai guru Bahasa Inggris pada kelas X di Madasah Aliyah (MA) Mambaus Sholihin Gresik menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis masih rendah. Peneliti bekerja sama dengan guru Bahasa Inggris dalam kegiatan yang bersiklus yaitu perencanaan. mereka direkomendasikan untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan strategi ini dalam pengajaran kemampuan bahasa lainnya atau dalam pengajaran menulis dengan model teks lainnya dan memperluas fokus mereka pada semua aspek menulis yang meliputi isi. bagi peneliti yang akan datang. (15) suruhlah mereka memperbaiki drafnya sendiri dengan menggunakan pedoman revising dan menggunakan ide yang dipetakan untuk mengembangkan isi dari draf tersebut. dan questionnaire. (8) distribusikan gambar-gambar yang berbeda atau (dengan cara lain) suruhlah mereka mengamati obyek yang nyata. peer feedback Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas X di MA Mambaus Sholihin Gresik melalui Pemetaan Ide M. pelaksanaan. ditemukan bahwa nilai rata-rata siswa dari tugas menulis adalah 50. field notes. menempatkan posisi mereka sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar serta menentukan alokasi waktu yang sesuai khususnya ketika dalam kegiatan membaca dan memberi feedback berdasarkan kemampuan siswa. Berdasarkan studi pendahuluan. Subyek penelitian ini adalah semua siswa kelas X-6 semester kedua pada tahun pelajaran 2008/2009 yang terdiri dari tiga puluh delapan siswa putra. (13) suruhlah lebih lebih menekankan isi dan organisasi daripada mekanik. (6) distribusikan contoh teks diskriptif.5. (16) tugasi mereka melakukan proofread terhadap draf temannya. mengaktifkan partisipasi siswa dalam kegiatan peer feedback. Setiap siklusnya terdiri dari empat pertemuan.248 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 mengelompokkan mereka berdasarkan kemampuan bahasa Inggrisnya. Sementara itu. Zaini Miftah Abstrak Penelitian ini dilakukan berdasarkan masalah yang dihadapi oleh peneliti dalam pembelajaran Bahasa Inggris di kelas. (2) tunjukkan gambar yang akan didiskripsikan dan suruh mereka untuk mengamatinya. penilitian ini menitikberatkan pada pemecahan masalah yang berkaitan dengan bagaimana cara siswa menemukan ide dan mengorganisasikannya dalam menulis sebuah topik. tatabahasa. Untuk memecahkan masalah tersebut. Ditemukan juga bahwa ada beberapa masalah yang harus dipecahkan. (4) bimbinglah mereka untuk mengembangkan setiap ide penjelas. (12) tugasi mereka untuk menulis draf awal berdasarkan ide yang dipetakan. (7) kelompokkan mereka menjadi empat kelompok. dan refleksi terhadap data yang diperoleh dari proses belajar mengajar yang dilaksanakan sebanyak tiga siklus. Setelah penelitian dilakukan. (11) bimbinglah mereka untuk melakukan drafting. (5) bimbinglah mereka untuk membuat kalimat dalam mengembangkan ide penjelas tersebut. “Bagaimana strategi pemetaan ide bisa meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas X di MA Mambaus Sholihin Gresik?” Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif. Instrumen yang digunakan adalah tugas menulis. Hasil dari refleksi digunakan untuk menentukan perencanaan terhadap siklus berikutnya. organisasi. Masalah dalam penelitian ini adalah. menunjuk siswa untuk memimpin diskusi. lengkapilah dengan petunjuk kosa kata dan kamus. siswa terlibat aktif dalam kegiatan menulis. langkah-langkah model yang cocok dalam menerapkan pemetaan ide adalah sebagai berikut: (1) beritahukan kepada siswa tentang tujuan pembelajaran. dan suruhlah mereka membaca dan memahaminya. Hasil ini cenderung belum memuaskan karena belum mencapai target belajar yang harus paling tidak 65 untuk standar kesuksesan di sekolah. dan (2) dengan instrumen observation checklist. lalu latihlah mereka. kosa kata dan mekanik. (17) . prestasi menulis siswa meningkat (≥75% siswa dalam satu kelas mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan 65 dalam skala nilai 0-100). Masalah utamanya adalah para siswa tidak mengetahui bagaimana cara menemukan dan mengorganisasi ide untuk menulis sebuah topic. (3) tulislah obyek (topik atau kata kunci) pada lingkaran dan datangkan ide-ide siswa. (10) suruhlah mereka mencari ide dan mengelompokkannya dengan cara pemetaan ide. (9) distribusikan kertas A4. Kata kunci: kemampuan menulis. teks narrative. observation checklist. mengendalikan kegiatan peer feedback. pengamatan. Refleksi dilakukan berdasarkan temuan selama pengamatan dan dibandingkan dengan kriteria sukses yang meliputi: (1) dengan instrumen tugas menulis. Penelitian ini menawarkan pemetaan ide yang dikembangkan dalam model yang cocok untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas X dalam menulis teks diskriptif.

Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh peningkatan persentase prestasi siswa dalam menulis teks diskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan prosedur sirkular. Berdasarkan temuan. dan Universitas dengan mempertimbangkan keampuhan pemetaan ide sebagai strategi dalam pembelajaran Bahasa Inggris. yaitu perencanaan. dan mekanik terhadap draf tersebut. observasi.11% (13 siswa). para peneliti yang akan datang disarankan agar melakukan berbagai penelitian yang berkaitan dengan penerapan pemetaan ide dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk skill yang lain seperti listening. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif dimana peneliti yang bertindak sebagai seorang guru dan kolaborator yang bertindak sebagai seorang observator bekerja sama dalam melaksanakan semua tahapan. (21) tugasi mereka untuk berbagi hasil tulisan mereka. Kedua. Hal ini ditunjukkan dengan adanya nilai 65 persen siswa mencapai 60 atau lebih tinggi dalam skala penilaian 1-100. tata bahasa. ada tiga saran yang diberikan.78% (19 siswa) pada akhir Siklus II. Persentase siswa yang mendapatkan skor ≥65 pada akhir Siklus I 36. catatan lapangan. Ketiga. speaking. and reading. (20) tugasi mereka untuk melakukan proofread lagi. Adapun model penerapan teknik kolaborasi yang sesuai mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: (1) membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok. kelompok kecil. Peneliti menggunakan beberapa instrumen penelitian untuk mengumpulkan data. seperti berpasangan. (3) menugaskan kepada siswa dalam kelompok untuk mendiskusikan tugas yang telah ditentukan dan meminta masing-masing siswa untuk membuat catatan hasil diskusi secara individu. dan kuesioner. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa siswa menjadi aktif selama pembelajaran menulis dan kemampuan siswa meningkat setelah penerapan tindakan dilakukan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan teknik kolaborasi yang dilakukan dalam satu siklus dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas delapan dalam menulis teks deskriptif. para guru Bahasa Inggris disarankan agar menerapkan langkah-langkah model pemetaan ide sebagai salah satu strategi alternatif dalam pembelajaran menulis dan juga mengembangkan cara pembelajaran mereka sendiri agar lebih tepat dipakai dalam pembelajaran mereka di kelas. (2) menugaskan kepada siswa dalam kelompok untuk melengkapi contoh model teks yang telah disediakan oleh guru. penerapan teknik kolaborasi juga mampu meningkatkan motivasi siswa yang diindikasikan oleh tingkat keaktifan siswa dan partisipasi siswa terhadap semua kegiatan dalam proses belajar dan mengajar. (18) bimbinglah mereka untuk melakukan editing. (5) menganjurkan siswa untuk saling membantu satu dengan yang lainnya dengan tujuan untuk menutupi kelemahan anggota kelompok yang mungkin kurang mampu dalam . kemampuan menulis. Pertama. organisasi. Kata kunci: pemetaan ide. rubrik penilaian analitis. Disamping meningkatkan prestasi siswa. atau kelompok besar. Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs). (4) menganjurkan siswa untuk bekerjasama dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas tersebut. kepala sekolah sebagai pihak pembuat kebijakan disarankan agar memberikan waktu pelajaran yang khusus bagi siswa untuk mempraktikkan menulis Bahasa Inggris yang berkelanjutan. Persentase ini meningkat menjadi 52. Subjek penelitian ini adalah 36 siswa kelas depalan (VIII C) MTsN Pulosari-Tulungagung tahun pelajaran 2008/2009.Program Studi S2 ING 249 suruhlah mereka membuat perubahan yang sesungguhnya. Oleh karena itu maka teknik kolaborasi dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas delapan MTsN Pulosari-Tulungagung dalam menulis teks deskriptif.86% (29 siswa). dan refleksi. (19) suruhlah mereka meng-edit drafnya sendiri dengan menggunakan pedoman editing dan menggunakan ide yang dipetakan untuk meneliti/memperbaiki isi. Pada akhir Siklus III. dan untuk level yang lain misalnya Sekolah Dasar (SD/MI). siswa juga memberikan respon positif (kategori Baik dan Sangat Baik) terhadap penerapan teknik kolaborasi. pelaksanaan. Selain itu. Hal ini disebabkan karena teknik pengajaran yang monoton dimana siswa belajar secara individu dalam situasi kompetitif. Penggunaan Teknik Kolaborasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa MTsN PulosariTulungagung Menulis Teks Deskriptif Mahfud Efendi Abstrak Dari hasil penelitian pendahuluan diketahui bahwa siswa kelas depalan MTsN PulosariTulungagung memiliki kemampuan menulis yang kurang memuaskan dan tidak termotivasi dalam proses belajar dan mengajar. yaitu lembar observasi. dan (22) suruhlah mereka mengumpulkan tulisan akhir untuk dinilai. persentase siswa yang mendapatkan skor ≥65 mencapai 82.

. Bagi calon peneliti yang berkeinginan untuk meneliti teknik kolaborasi. tidak hanya mencatat perkembangan siswa dari tingkat keaktifan mengumpulkan tugas saja. dan (6) menugaskan siswa untuk membuat teks deskriptif secara individu dengan tetap memperhatikan masukan positif dari hasil diskusi kelompok. tautologi (4. Kata kunci: teknik kolaborasi. yaitu dengan tidak mengatakan suatu yang diyakini itu tidak benar atau suatu yang bukti kebenarannya kurang meyakinkan.65%). pertanyaan retorik (4. Penelitian ini mencoba mendeskripsikan bagaimana para pelaku dalam novel The Secret Agent melanggar dan/atau membatasi maksim-maksim tuturan. Dalam kenyataan hidup sehari-hari penutur sering tidak mematuhi maksim-maksim tersebut.73%). Hal ini dijabarkan dalam: (1) deskripsi tentang jenis maksim tuturan yang dilanggar/dibatasi dalam tuturan. Grice mengemukakan empat macam maksim tuturan: (1) Maksim Kuantitas. hiperbola. Pelanggaran terhadap Prinsip Kerja Sama sering dilakukan penutur dengan menggunakan majas. (2) Maksim Kualitas. (3) deskripsi dari kemungkinan alasan-alasan para penutur untuk melanggar dan/atau membatasi maksim-maksim tuturan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut. dan tidak lebih informatif dari yang diperlukan.65%). disusul dengan overstatement (4. dan understatement (pernyataan yang dibuat kurang dari yang sebenarnya). tautologi.250 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 menyelesaikan tugas yang diberikan. Data diambil dari tuturan-tuturan para pelaku dalam novel tersebut. yang kedua adalah maksim Kualitas (42. Dengan kata lain mereka sering melanggar dan atau mengungkung/membatasi maksim-maksim tersebut. dan (4) Maksim Cara yang mengatakan bahwa penutur harus memberikan informasi yang mudah dimengerti: (a) menghindari pernyataan-pernyataan yang samar. (2) penjelasan tentang distribusi dari pelanggaran (flouting) dan pembatasan (hedging).33%). Hasil penelitian menunjukkan ada lima jenis majas yang digunakan dalam tuturan. Juga ditemukan ada tiga macam maksim tuturan yang dilanggar/dibatasi. pertanyaan retorik (rhetorical question). (b) menghindari ketaksaan. dan (4) deskripsi tentang pola tatabahasa dari pelanggaran (flouting) dan pembatasan (hedging) tersebut.03%). maka disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan teknik kolaborasi dalam pengajarannya dengan jalan mengadaptasi atau memodifikasinya dan juga mempertimbangkan kondisi riil kelas mereka. Deskripsi tentang jenis-jenis maksim tuturan yang dilanggar/dibatasi dalam tuturan-tuturan dan penjelasan tentang distribusi dari pelanggaran (flouting) dan pembatasan (hedging) didasarkan pada teori Grice tentang maksim-maksim dalam Prinsip Kerja Sama. Melanggar (flouting) maksim berarti penutur tidak mematuhi maksim-maksim dalam Prinsip Kerja Sama. dan majas yang paling banyak digunakan oleh para penutur adalah metaphor (83. H. kemampuan menulis. yaitu memberikan kontribusi yang cukup informatif sesuai yang diperlukan. (3) Maksim Hubungan yang mengatakan bahwa penutur harus memberikan informasi yang relevan. sedangkan mengungkung/membatasi (hedging) berarti penutur tidak ingin terlibat sepenuhnya dalam isi pokok tuturan. Prinsip itu menyatakan bahwa seorang penutur harus bekerja sama dengan memberikan kontribusi yang diperlukan dalam tuturan itu. sementara diskripsi tentang pola tatbahasa dalam pelanggaran/pembatasan (flouting/hedging) didasarkan pada bagian kalimat yang mengandung pelanggaran/pembatasan. metafor. teks dekriptif The Gricean Cooperative Principle: Flouting and Hedging in the Conversations in Joseph Conrad’s The Secret Agent Maria Goretti Sri Ningsih Abstrak Prinsip Kerja Sama (PK) diperkenalkan oleh seorang filsuf. Grice. dan yang paling sedikit adalah ironi (2.72%). Untuk menjawab pertanyaan penelitian dilakukan riset kualitatif. (c) usahakan membuat pernyataan yang ringkas. dan maksim Cara adalah maksim yang paling banyak dilanggar/dibatasi oleh para penutur (50.65%). yang berisi 6 jenis majas yang disebutkan dalam Grundy (2000): ironi.P. sangat disarankan untuk memetakan kemampuan siswanya terlebih dahulu sebelum pengelompokan dan menilai setiap pekerjaan siswa selama proses belajar dan mengajar. deskripsi tentang alasan-alasan penutur untuk melanggar/membatasi maksim-maksim tersebut ditulis berdasarkan teori Grice tentang Prinsip Kerja Sama (PK) dan teori yang dikemukakan Leech tentang Prinsip Sopan Santun (PS). dan (d) usahakan berbicara dengan teratur.

namun kemampuan memahami bacaan siswa masih belum memuaskan. Itu adalah belum memenuhi kriteria keberhasilan. mendiskusikan dan mereview sebuah teks atau bacaan selama proses belajar mengajar dengan menggunakan strategi PQ4R. yaitu kolaborasi antara peniliti dengan guru yang berkerjasama untuk mengembangkan prosedur strategi PQ4R yang sesuai. mengamati dan melakukan refleksi. yaitu preview(preview). tuturan. untuk memperoleh informasi tentang kegiatan dan penampilan guru dan siswa selama pelaksanaan strategi PQ4R. novel ini dianjurkan untuk digunakan sebagai bahan ajar literature dan cross-cultural understanding (CCU=pengertian tentang kultur negara/bangsa lain) karena novel ini menyajikan penggunaan majas-majas untuk menyampaikan pesan atau pikiran. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan strategi PQ4R dalam pembelajaran pemahaman membaca adalah dapat meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa. membuat rencana pengajaran. Subjek penelitian ini adalah 42 siswa kelas X-10 MAN Mojokerto tahun pelajaran 20082009. Untuk peneliti yang lain. Kata kunci: prinsip kerja sama grice. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari dua kali pertemuan. Lebih lanjut.Program Studi S2 ING 251 dan yang terakhir adalah maksim Kuantitas (7. pelanggaran. (2) catatan lapangan digunakan untuk mencatat data yang tidak terdapat pada lembar observasi. dan “I suppose the cup of horrors was full enough for such as me (Aku kira piala yang berisi hal-hal yang mengerikan ini terlalu penuh untuk orang sepertiku)” (hal. Ungkapan-ungkapan semacam itu akan memperkaya pengetahuan dan pengertian para mahasiswa tentang kultur bangsa Inggris. recite (membaca nyaring). digunakan untuk mengidentifikasikan apakah siswa sudah memperoleh kemajuan dalam pemahaman membaca. Rodli Abstrak Membaca adalah salah satu keterampilan bahasa yang membantu keberhasil dalam belajar bahasa. Di siklus ke-1 jumlah siswa yang memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 65 hanya 25 dari 42 siswa atau 59. melakukan tindakan. disarankan kepada para guru untuk menggunakan strategi PQ4R sebagai salah satu strategi alternatif dalam pengajaran pemahaman membaca di dalam kelas. misalnya. Berdasarkan pertimbangan pentingnya membaca. temuan dari penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk peneliti yang tertarik dalam melaksanakan riset di bidang yang sama. Hasil tersebut adalah telah memenuhi kriteria sukses dari penelitian ini. menentukan kriteria kesuksesan belajar. Siswa juga direkomendasikan untuk menggunakan strategi PQ4R sebagai strategi belajar dalam pemahaman membaca yang dapat mereka lakukan pada jenis-jenis teks yang lain.45%. Oleh karena itu. Sehingga. read (membaca). Berdasarkan pada hasil penelitian. Berdasarkan hasil dari studi pendahuluan. merefleksikan. Berdasarkan temuan dari penelitian ini.29). pembatasan. Sedangkan pola tatabahasa yang digunakan dalam pelanggaran (flouting) dan pembatasan (hedging) pola kalimat lengkap. pengajaran membaca di MAN Mojokerto tidak memfasilitasi siswa dalam menguasai ketrampilan membaca. the secret agent Meningkatkan Membaca Pemahaman Siswa Kelas Sepuluh MAN Mojokerto dengan Menggunakan Strategi PQ4R Moh. mempreiview atau meninjau bacaan. Di siklus ke-2.52%. jumlah siswa yang memperoleh nilai sama dengan atau lebih besar dari 65 adalah34 dari 42 siswa atau 80. Keterampilan siswa dalam membaca adalah belum memadai. majas. membaca. dan review (mereview) Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas kolaboratif.24%). siswa terlihat aktif dalam berbagi pendapat. . question (bertanya). “My heart went down into my boots (Jantungku turun ke sepatuku)” (hal. waluapun membaca diajarkan lebih banyak daripada keterampilan bahasa yang lain. dan (3) tes pemahaman membaca. Itu dapat diidentifikasi bahwa ada peningkatan nilai pemahaman membaca yang signifikan setelah pelaksanaan dari tindakan di setiap siklusnya. membaca diajarkan lebih banyak dari pada ketrampilan bahasa yang lain.298). penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pemahaman membaca dengan menggunakan strategi PQ4R Dalam kegiatan PQ4R strategi. siswa diberi tugas untuk memahami sebuah teks dengan menggunakan prosedur PQ4R. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui (1) lembar observasi. menjawab pertanyaan. reflect (merefleks)i. membaca adalah salah satu ketrampilan bahasa inggris yang dianggap penting dalam pertumbuhan siswa dalam berbagai aspek kehidupan.

strategi PQ4R . pemahaman membaca.252 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Kata kunci: meningkatkan.

mengamati tindakan. siswa-siswa masih membuat kesalahan dalam hal isi karangan. implementasi.Program Studi S2 ING 253 Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas II Madrasah Tsanawiyah Biringkanaya Makassar Dalam Penuliasan Paragraf Deskriptif Melalui Tehnik Bertanya Muhammad Saleh Abstrak Dari hasil kajian pendahuluan yang dilaksanakan di MTs Negeri Biringkanaya Makassar. Disamping itu. organisasi. Ini adalah salah satu kegiatan guru yang dapat mendorong dan membimbing siswa mampu mengungkapkan ide melalui proses belajar mengajar secara kontekstual (CTL). (12) menugaskan siswa untuk menulis draft dari jawaban-jawaban pertanyaan itu. didapatkan bahwa kemampuan menulis siswa kelas II masih jauh dari apa yang diharapkan oleh kurikulum. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas II MTs Negeri Biringkanaya Makassar tahun pelajaran 2008/2009. Siswa-siswa masih mendapatkan kesulitan dalam menulis sebuah karangan dengan mengungkapkan ide. (8) meminta siswa untuk menyempurnakan dialog dengan kata-katanya sendiri. dan refleksi. Di dalam menyusun kalimat menjadi sebuah paragraf. Permasalahan dalam penelitian ini diformulasikan sebagai berikut: Bagaimana cara tehnik bertanya ini dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas II MTs Negeri Biringkanaya Makassar dalam menulis paragraf deskriptif? Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara berkolaborasi di mana peneliti dan kolaborator bekerjasama merancang desain pembelajaran. dan melakukan refleksi. Untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi siswa tersebut. peneliti mengusulkan salah satu tehnik di dalam mengajarkan keterampilan menulis ini yaitu tehnik bertanya. tehnik bertanya (questioning technique) dapat juga memicu motivasi siswa dalam mengikuti proses kegiatan menulis di kelas. (5) meminta siswa untuk menemukan arti kata dan frase dengan menjodohkan kata-kata dan frase tersebut dengan gambar yang sesuai. dan mean skor siswa pada post-test di siklus pertama adalah 63. dan juga komponen bahasa Inggris lainnya. (13) meminta siswa untuk melakukan revisi yang difokuskan pada ide dan organisasi baik dalam kelompok atau pun dengan berpasangan. (9) memberikan pertanyaan ke setiap siswa. pikiran dan perasaanya dalam bentuk teks deskriptif. Faktanya dapat dilihat pada respon siswa terhadap kuestioner yang dibagikan kepada mereka. (3) memberikan contoh teks deskripsi. Berdasarkan hasil temuan. mengimplementasikan tindakan. Pada pre-test. (15) melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran.1. Untuk menyusun kalimat menjadi sebuah paragraf siswa diberikan beberapa pertanyaan lalu siswa diminta untuk menjawab pertanyaan tersebut. mean skor siswa adalah 52. (14) meminta salah seorang dari kelompok tersebut untuk membaca tulisannya di depan kelas. (2) membantu siswa memahami topik dengan memberikan beberapa pertanyaan berdasarkan gambar yang ditunjukkan. Prosedur penerapan tehnik bertanya (questioning technique) dalam pembelajaran menulis pada penelitian ini adalah: (1) memperkenalkan topik kepada siswa dengan menunjukkan sebuah gambar. Lebih dari 75% siswa mengatakan bahwa mereka setuju bahwa tehnik bertanya (questioning technique) sangat menarik. kosa kata. Peningkatan ini dapat dilihat pada mean skor tulisan siswa pada pre-test yang dilaksanakan pada penelitian pendahuluan (preliminary study) dan mean skor siswa pada kedua post-test yang diadakan masing-masing setelah siklus pertama dan siklus kedua. sementara mean skor siswa pada post-test siklus kedua mencapai 71. (4) meminta siswa untuk menyebutkan dan melafalkan beberapa kata dan frase yang berhubungan dengan topik dalam teks yang telah diberikan. (10) meminta siswa menjawab pertanyaan yang diberikan. (7) meminta siswa menjawab pertanyan yang diberikan dengan menggunakan katakata yang yang tersedia dalam kotak.2. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model tehnik bertanya (questioning technique) dapat meningkatkan kemampuan siswa di dalam menulis paragraf deskriptif. observasi. (2) guru seharusnya memberikan seragkaian pertanyaan pada siswa untuk menghasilkan kalimat dengan menyediakan sebuah gambar yang berhubungan dengan topik yang dibahas. Jawaban pertanyan itu akan menjadi rujukan untuk menyusun kalimat menjadi suatu paragraf. (11) meminta siswa untuk menyusun jawaban pertanyaan itu ke dalam sebuah paragraf. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengikuti prosedur penelitian tindakan yakni perencanaan. (6 ) meminta siswa untuk menemukan arti dari kata dan frase dengan menjodohkan kata dan frase di kolom A dan kolom B.4. (3) siswa dianjurkan untuk melakukan praktek menulis di luar jam sekolah dengan menggunakan questioning . beberapa saran akan diusulkan sebagai berikut. Tehnik bertanya adalah salah satu komponen dari proses belajar mengajar secara kontekstual (CTL) yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskriptif. (1) guru bahasa Inggris hendaknya mempertimbangkan model tehnik bertanya (questioning technique) yang dikembangkan dalam peneltian ini sebagai salah strategi alternative yang digunakan dalam pengajaran menulis paragraf deskriptif siswa MTs atau SMP.

Disarankan juga kepada dosen mata kuliah Membaca Pemahaman yang ingin menerapkan strategi RT. (5) bekerja kelompok (berguna untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa). penelitian ini dimaksudkan untuk memperbaiki kemampuan pemahaman membaca mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako Palu melalui Strategi RT. Membaca IV. dan mata kuliah Membaca lebih khusus diajarkan di tingkat universitas. Membaca II. agar melaksanakan tiga tahap dalam pengajaran . Dari proses pengajaran Membaca Pemahaman berdasarkan data awal sebelum penelitian. kemudian pada siklus 2 respon mahasiswa adalah 100%. masalahmasalah berpusat pada: (1) rendahnya pencapaian mahasiswa dalam membaca pemahaman. Selama bekerja kelompok mahasiswa dibimbing oleh dosen untuk menerapkan strategi RT. Membaca III. Dengan hasil penelitian yang baik maka disarankan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako agar membiasakan berdiskusi dan berbagi ide dengan temantemannya ketika mengalami masalah dalam pembelajaran. Hal ini berarti bahwa mahasiswa aktif dalam kelas resiprokal membaca pemahaman. Dalam melaksanakan penelitian ini. Pada khususnya. (3) kegiatan membaca dimonopoli oleh sebagian kelompok mahasiswa yang berkemampuan baik. dan (6) pemberian tes (praktik mandiri yang menggunakan strategi RT yang mana mahasiswa diharapkan dapat menerapkan strategi secara individu dan mandiri). paragraf Menerapkan Strategi Pengajaran Resiprokal untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca Mahasiswa pada Program Studi Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako Muhsin Abstrak Bahasa Inggris secara resmi dan wajib diajarkan di sekolah-sekolah di Indonesia. Penerapan strategi RT meliputi enam komponen: (1) memprediksi (berguna untuk memberikan konsep yang kuat dan mengaktifkan pengetahuan awal mahasiswa). (4) peneliti yang lain hendaknya melakukan penetian tindakan kelas dengan topik yang sama di sekolah lanjutan baik MTs maupun SMP.254 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 technique seperti yang dikembangkan dalam penelitian ini. merancang rencana pembelajaran. (2) kesulitan mahasiswa dalam memahami teks. kemampuan menulis. Hasil penelitian menunjukkan pencapaian mahasiswa dalam tes membaca pemahaman setelah mereka menyelesaikan dua pertemuan penerapan strategi RT adalah 67% dari mahasiswa dalam kelas memperoleh nilai ≥80. Program Studi Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako menawarkan mata kuliah Membaca Pemahaman yang dibagi menjadi Membaca I. Penelitian ini telah dilaksanakan dalam dua siklus. setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan dan pertemuan ketiga dilaksanakan untuk memberikan tes membaca pemahaman dengan menggunakan strategi Pengajaran Resiprokal. Kata kunci: tehnik bertanya. (4) strategi yang diterapkan oleh dosen lebih terpusat pada dosen itu sendiri. Penelitian ini dilaksanakan pada mata kuliah Membaca Pemahaman II Kelas B tahun akademik 2008/2009. dan menetapkan kriteria keberhasilan). Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas kolaborasi (PTK) yang terdiri dari perencanaan (merancang prosedur pengajaran untuk menerapkan strategi Pengajaran Resiprokal. dan merefleksi hasil kegiatan. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi RT dalam membaca pemahaman efektif menyelesaikan masalah mahasiswa. (3) bertanya (langkah yang mengarahkan mahasiswa untuk membuat pertanyaan sesuai dengan bacaan). Respon mahasiswa pada siklus 1 adalah 97% dari jumlah mahasiswa aktif dalam kegiatan pembelajaran menggunakan strategi RT. peneliti bekerjasama dengan salah seorang dosen Membaca Pemahaman pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako. mengamati kegiatan. menyiapkan materi pengajaran dan instrumen. (2) mengklarifikasi (langkah yang dilaksanakan oleh peneliti yang bertujuan menambah kosakata mahasiswa). Dalam pemahaman membaca khususnya diarahkan untuk mengamati pelaksanaan Strategi RT dan sekaligus memperbaiki kemampuan pemahaman membaca mahasiswa dengan menggunakan model pengajaran Strategi RT. Hal ini berarti bahwa terdapat sekitar dua puluh mahasiswa yang memperoleh nilai ≥80. melaksanakan rencana kegiatan. dan Membaca Ekstensif. Mata pelajaran wajib yang diajarkan di SMP dan di SMA. Penelitian ini dirancang untuk memperoleh informasi bagaimana Strategi Pengajaran Resiprokal (RT) dapat memperbaiki kemampuan pemahaman membaca mahasiswa. (4) meringkas (langkah yang mengarahkan mahasiswa untuk menyatakan ide yang sesuai bacaan dengan menulis dalam bentuk satu paragraf).

Ada 2 macam criteria yang ditetapkan untuk menentukan bahwa penelitian dianggap berhasil yaitu nilai rata-rata kemampuan membaca siswa meningkat dari 56. serta teknik mengajar yang kurang vareatif. dan membaca ekstensif. disarankan kepada peneliti berikutnya agar melaksanakan penelitian di tingkat mahir membaca pemahaman seperti membaca kritis. Akan tetapi berdasarkan study pendahuluan ditemukan bahwa siswa siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Temanggung masih mengalami kesulitan dalm menemukan gambaran umum dari suatu bacaan. guru-guru bahasa Inggris disarankan untuk menerapkan strategi GRASP dalam kegiatan belajar megajar membaca karena strategi GRASP terbukti dapat meningkatkan kemampuan memahami bacaan para siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI Bahasa 2 MAN Temanggung semester kedua pada tahun ajaran 2008/2009. untuk meningkatkan kemampuan mebaca siswa. Kata kunci: strategi pengajaran resiprokal. menemukan pokok pikiran serta menemukan informasi yang tersurat dan tersirat.31 pada akhir siklus kedua. meningkatkan. penerapan sebuah metode atau strategi yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar membaca sangatlah diperlukan. Sementara penelitian ini dikhususkan pada Analytical dan Hortatory Exposition text sebagai text type atau jenis-jenis text yang harus diajarkan kepada siswa siswi kelas dua Sekolah Menengah Atas. kegiatan pendahuluan (Preliminary study). Berdasarkan penemuan dari penelitian ini. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa siklus yang terdiri dari kegiatan yang meliputi. pemahaman membaca. pemahaman membaca Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca Siswa Kelas II MAN Temanggung melalui Strategi “GRASP” Muslih Abstrak Membaca merupakan salah satu dari keterampilan berhahasa yang harus diajarkan kepada muridmurid Sekolah Menengah Atas dalam pelajaran Bahasa Inggris. descriptive text dan lain-lain.00 pada saat preliminary study menjadi 73. Masalah utama yang mesti dicari solusinyanya adalah “Bagaimana Strategi GRASP dapat meningkatkan kemampuan memahami bacaan siswa kelas XI MAN Temanggung?” Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah bahwa dengan menerapkan dan mengadaptasi Strategi GRASP yang terdiari dari 4 langkah. kemampuan memahami bacaan para siswa kelas XI MAN Temanggung dapat ditingkatkan. Kata kunci: meningkatkan. Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan memahami bacaan para siswa kelas XI MAN Temanggung Jawa Tengah. terbatasnya jumlah kosakata bahasa Inggris yang mereka kuasai. Perencanaan (Planning). Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakn secara berkolaborasi atau bekerjasama dengan guru bahasa inggris yang mengajar dikelas yang dijadikan sebagai subyek penelitian.Program Studi S2 ING 255 sambil memberikan perbaikan terhadap pekerjaan mahasiswa. dan siswa terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Terakhir. para siswa diharapkan mampu memahami teks bacaan yang mereka baca. Dalam hal ini Guided Reading and Summarizing Procedure atau disingkat GRASP diterapkan untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan kemampuan memahami bacaan. strategi “GRASP” . Melalui proses belajar mengajar membaca. Pelaksanaan (Implemanting) sekaligus Pengamatan (Observing) dan Refleksi (Reflecting) yakni melakukan analisa hasil penelitian untuk menentukan apakah criteria keberhasilan sudah tercapai atau belum. kurangnya kemampuan siswa dalam menguasai keterampilan membaca. Para peneliti yang akan datang disarankan untuk menerapkan Strategi GRASP kepada siswa siswi kelas X ataupun kelas XII dan juga disarankan untuk menerapkan strategi tersebut untuk beberapa jenis text yang lain seperti review. Oleh karena itu. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti. report. menemukan informasi tertentu. membaca kreatif. rendahnya motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris.

berbicara. dan yang lebih khusus adalah mempersiapkan anggota kelompok untuk menghadapi tes. membaca.46. Kata kunci: metode cooperative STAD. ketrampilan. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor yang antara lain. disarankan kepada guru bahasa inggris terutama yang mengajar bahasa inggris pada MAN 1 Kota Bima agar menerapkan metode tersebut di dalam kelasnya khususnya dalam pengajaran membaca pemahaman. disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan metode cooperative STAD untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa dan mengurangi kesulitannya didalam memahami isi bacaan. dan mengadakan test pada siswa. peneliti menggunakan beberapa instrument penelitian yang antara lain angket.44. Kemudian pada akhir Siklus 1 nilai rata-rata siswa masih belum mencapai kriteria ketuntasan belajar. Siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bima masih mengalami kesulitan dalam menemukan gambaran umum dan khusus. kedua adalah penerapan. ketiga adalah melakukan pengamatan. Rancangan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus secara kolaboratif dimana peneliti dibantu oleh guru kolaborator didalam melakukan penelitian. catatan lapangan. Penelitian dilakukan di dalam satu kelas yang terdiri dari empat puluh dua siswa yang secara keseluruhan dijadikan subyek penelitian. penelitian ini dirancang dalam upaya untuk meningkatkan prestasi siswa didalam membaca pemahaman.256 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Penggunaan Metode Pembelajaran Cooperative STAD Untuk Meningkatkan Prestasi Membaca Pemahaman Siswa MAN 1 Kota Bima Najamuddin Abstrak Menyadari akan pentingnya penguasaan bahasa inggris dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. lembar observasi. sangat disarankan kepada siswa bahwa hasil penelitian ini akan memberikan langkah-langkah kepada mereka sebagai fariasi metode dalam kegiatan belajar yang dapat meningkatkan membaca pemahaman mereka. Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh adanya peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada akhir Siklus 2. Dengan melihat kelebihan maupun kelemahan dari pada penggunaan metode cooperative STAD didalam pengajaran membaca pemahaman. Sementara pada akhir Siklus 2. berdasarkan hasil study pendahuluan ditemukan bahwa pengajaran membaca pada MAN 1 Kota Bima tidak memberdayakan siswa untuk terampil dalam memahami isi bacaan. Selanjutnya disarankan pula untuk mempelajari bagaimana cara menggunakan metode cooperative STAD tersebut pada keterampilan-keterampilan bahasa yang lainnya. dan jenis kelamin. 2004). Prosedur pelaksanaan penelitian adalah terdiri dari empat tahapan: tahap pertama adalah perencanaan. materi yang disajikan di dalam buku adalah sulit dipahami siswa. Oleh karena itu. dan kepada siapa saja yang berminat menggunakan metode cooperative STAD pada Penelitian Tindakan Kelas. Untuk memperoleh data penelitian. membaca pemahaman . Kemudian kepada peneliti berikutnya. menemukan informasi tertentu. Berkaitan dengan hal tersebut. dan menulis (Depdiknas. Adapun tujuan dari pada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana metode cooperative STAD dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi membaca pemahaman siswa. siswa dibagi kedalam beberapa kelompok yang terdiri dari empat orang untuk satu kelompok yang digabung berdasarkan tingkat kemampuan. Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode cooperative STAD dalam pengajaran membaca pemahaman dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa. Disamping itu. rendahnya motifasi siswa dan kadang-kadang mereka pasif mempelajari bahasa inggris. prestasi. Dalam penerapan metode cooperative STAD. rendahnya pengetahuan guru bahasa inggris terhadap metode pembelajaran yang dapat motivasi siswa dalam memahami materi yang disampaikan. dan guru bahasa inggris jarang sekali menggunakan media untuk menunjang kegiatan belajar. perolehan nilai ratarata melebihi criteria ketuntasan yang telah ditentukan dengan skor rata-rata 72. guru bahasa inggris tidak menyederhanakan dan mengembangkan materi yang disajikan di dalam buku paket yang sesuai kebutuhan siswa. pemerintah Indonesia telah menetapkan bahawa bahasa Inggris adalah merupakan mata pelajaran wajib yang diajarkan pada siswa sekolah menengah pertama maupun sekolah menengah atas. Membaca adalah merupakan salah satu dari keterampilan berhahasa yang harus diajarkan kepada siswa-siswi Sekolah Menengah Atas. dan yang terakhrir adalah refleksi. Skor rata-rata peroleh siswa pada tes pendahuluan adalah 58. Pengajaran bahasa Inggris diarahkan pada penguasaan empat keterampilan berbahasa yakni mendengarkan. Adapun tujuan dari pada pengajaran membaca pada siswa-siswi Sekolah Menengah Atas adalah untuk membantu mereka memahami naskah bacaan dan materi-materi tertulis lainnya dalam bahasa inggris. menemukan pokok pikiran serta menemukan informasi yang tersurat dan tersirat didalam naskah bacaan. Fungsi dan tujuan utama pembagian kelompok tersebut adalah untuk memastikan bahwa semua anggota kelompok belajar.

teknik tersebut meningkatkan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris. Kriteria pertama adalah jika 65% siswa berpartisipasi atau terlibat aktif dalam proses berlaja mengajar. 15) menyanyikan lagu berhubungan dengan cerita. Instrumen penelitian dalam pengumpulan data adalah lembar pengamatan. 8) memberikan siswa fotokopi daftar kata-kata yang berhubungan dengan cerita. temuan penelitian menjelaskan bahwa 89% siswa memperlihatkan respon baik terhadap teknik tersebut. lembar penilaian antar sesama. lembar penilaian diri. jika 75% siswa memiliki respon yang baik terhadap penerapan tehnik bercerita menggunakan puppets. Tiga pertemuan untuk membaca (memahami tiga cerita). guru menggunakan teknik pengajaran yang monoton. 5) menugaskan siswa membaca teks dengan pelan. 22) merekam suara siswa dan menilai penampilan mereka. catatan lapangan. dan analisa data menjelaskan bahwa 83% siswa terlibat aktif. para guru disarankan menyediakan media dan materi yang menarik dan bagus. Disamping itu. Kepala sekolah diharapkan dapat menyediakan fasilitas dan alat-alat untuk membuat media yang dapat di pakai dalam kegiatan belajar-mengajar untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam belajaar . penemuan menunjukkan bahwa 87% siswa telah mencapai nilai lebih dari 65. 13) memberikan model kepada siswa bagaimana menyebutkan kata dengan benar. dan jarang membuat mediamedia pengajaran. kurang paham tata-bahasa. 14) memberikan lembar penilaian diri dan lembar kerja kepada siswa. 6) mendiskusikan teks dalam kelompok berhubungan dengan topik and kata-kata sulitnya. Guru-guru bahasa Inggris disarankan untuk menerapkan teknik tersebut dalam pengajaran speaking atau skill lain seperti listening dan writing. Disamping itu. atau jika mereka mempunyai ide. 4) memberikan siswa fotokopi teks narrative. penelitian tindak kelas ini dilakukan untuk mengatasi masalah siswa dalam berbicara. 3) membagi siswa menjadi kelompok kelompok. tiga pertemuan berikutnya untuk berbicara (memperaktekkan cerita menggunakan puppets dalam kelompok). Karena itu. rekaman. dan angket. tidak hanya sesuai dengan kebutuhan siswa tetapi juga dapat memotivasi siswa dalam belajar bahasa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII7 MTsN Tangerang II Pamulang.Program Studi S2 ING 257 Teknik Bercerita Menggunakan Puppets Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa MTsN Tangerang II Pamulang Nalti Nasution Abstrak Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di MTsN Tangerang II Pamulang ditemukan bahwa kemapuan berbicara siswa tahun 2008-2009 di kelas VIII-7 masih belum memuaskan. 7) menanyakan cerita atau/dan mendiskusikan kosa-kata dan tata bahasa (kata kerja atau keterangan waktu yang digunakan dalam teks tersebut). Berdasarkan temuan dapat disimpulkan bahwa teknik bercerita menggunakan puppets sangat efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam process belajar-mengajar. 21) memberikan lembar penilaian sesama untuk menilai teman. dan tiga pertemuan terakhir untuk bercerita menggunakan puppets di depan kelas secara individu. pencapaian speaking siswa dalam hal nilai (menceritakan cerita secara perorangan). 11) memberikan voucher bagi para siswa yang mau menjawab dan menjelaskan sesuatu mengenai cerita tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus terdiri atas sembilan pertemuan. dalam hal ini menilai penampilan guru. 20) meminta siswa menceritakan cerita tersebut dengan menggunakan puppets secara individu di depan kelas. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara melalui teknik bercerita menggunakan puppets dalam hal isi cerita dan penyampaian cerita. Berhubungan dengan cerita dan puppets sebagai media dan materi pengajaran. Mengenai kriteria kedua yaitu jika 65% siswa memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 65. 18) meminta siswa memperaktekkan cerita dan bercerita menggunakan puppets dalam kelompok kecil. Semua itu dikarenakan kurangnya kosa-kata. dan meningkatkan pencapaian – nilai– berbicara siswa. penampilan berbicara siswa menggunakan rubrik penilaian. Siswa tidak mempunyai ide atau inisiatif untuk berbicara. 16) mencontohkan cara bercerita kepada siswa dengan menggunakan irama musik. 19) memotivasi siswa untuk melafalkan cerita kembali di rumah. 17) memberikan lembar penilaian antar sesama. 2) menanyakan tentang gambar atau puppets tersebut. karena kriteria sukses telah tercapai. dan respon siswa terhadap penerapan teknik bercerita menggunakan puppets. Penerapan teknik bercerita menggunakan puppets dalam pengajaran berbicara terdiri aras beberapa langkah: 1) menujukkan gambar pada slide atau menunjukkan puppets. Untuk kriteria terakhir. dan kurang praktek berbicara bahasa Inggris. 12) meminta siswa membaca teks dengan keras. Siswa-siwa terlihat pasif dalam proses belajar-mengajar speaking. Memberikan motivasi dari luar sangatlah diperlukan karena hal tersebut dapat membantu motivasi dari dalam diri siswa untuk belajar bahasa Inggris. 9) mengidentifikasi dan menganalisa semua aspek dari teks narrative bersama dengan para siswa. 10) mendiskusikan pesan atau nilai moral dari teks tersebut bersama dengan siswa. mereka tidak tahu bagaimana mengekspresikan ide tersebut. Kriteria sukses ditentukan berdasarkan partisipasi siswa dalam proses belajar-mengajar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik tersebut berhasil dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa.

Karena nilai F-rasio hasil perhitungan lebih tinggi secara signifikan dibanding dengan nilai F Tabel (3. maka sebagai konsekwensinya hipotesis alternative diterima. Dengan demikian.69.Terakhir. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX MTs Negeri Pamekasan 1 yang berjumlah 72 siswa. ada beberapa saran yang tujukan pada guru-guru bahasa Inggris dan peneliti-peneliti yang akan datang. Kata kunci: teknik bercerita menggunakan puppets. kemudian kelompok eksperimental diajar pemahaman membaca dan kecepatan membaca dengan menggunakan kegiatan membaca ekstensif tambahan. Semua F-rasio yang dicapai dalam uji hipotesis menunjukkan tingkat signifikan lebih tinggi pada p<.258 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 bahasa Inggris khususnya kemampuan berbicara. sedangkan kelompok kontrol diajar pemahaman membaca dan kecepatan membaca dengan tanpa kegiatan membaca ekstensif tambahan. Setelah itu. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental nonrandomized control group pretestposttest. Guru bahasa Inggris seharusnya mempertimbangkan manfaat dari kegiatan membaca ekstensif dalam meningkatkan pemahaman membaca dan kecepatan membaca. Selanjutnya. . Nilai F-rasio pada hipotesis pertama diperoleh angka 16. mengajar membaca dengan memberikan kegiatan membaca ekstensif tambahan lebih efektif bila dibandingkan dengan tanpa memberikan kegiatan membaca ekstensif tambahan.25 dan hipotesis kedua diperoleh nilai 27. dan (2) siswa yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan mencapai kecepatan membaca secara signifikan lebih tinggi dari pada siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan. (1) prestasi pemahaman membaca siswa yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan tidak lebih tinggi secara signifikan dari prestasi siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan. kemampuan berbicara Efektifitas Kegiatan Membaca Ekstensif dalam Meningkatkan Pemahaman Membaca dan Kecepatan Membaca Teks Bahasa Inggris Pada Siswa-Siswa Kelas IX MTs Negeri Pamekasan 1 Nanang Rohmat Busthomi Abstrak Studi ini dilakukan untuk menentukan efektifitas kegiatan membaca ekstensif di dalam meningkatkan pemahaman membaca dan kecepatan membaca. Instrumen penelitian ini dengan menggunakan 30 butir soal yang berbentuk pilihan ganda dengan meliputi materi membaca pemahaman untuk kelas IX semester dua.05 (df 70). eksperimental dan kontrol diberi sebuah tes awal. Sehubungan dengan ditolaknya hipotesa nol. Pertanyaan utama yang perlu dijawab adalah: (1) "Apakah siswa kelas IX MTs Negeri Pamekasan 1 yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan mencapai pemahaman membaca lebih tinggi bila dibandingkan dengan siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan?" (2) "Apakah siswa kelas IX MTs Negeri Pamekasan 1 yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan mencapai kecepatan membaca lebih tinggi bila dibandingkan dengan siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan?" Jawaban sementara untuk kedua pertanyaan utama tersebut dirumuskan dalam bentuk hipotesis-hipotesis yang menyatakan sebagai berikut: (1) siswa yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan mencapai pemahaman membaca secara signifikan lebih tinggi dari pada siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan. Kedua kelompok tersebut. data yang berbentuk skor pencapaian siswa dianalisa dengan menggunakan ANOVA satu jalur. Peneliti-peneliti yang akan datang disarankan untuk menggunakan hasil temuan ini sebagai dasar dalam melakukan riset-riset berikutnya dengan topik yang sama. Disamping meyediakan berbagai jenis buku cerita berbahasa Inggris baik lokal maupun asing di perpustakaan untuk memperkaya jumlah bacaan siswa sangatlah diperlukan.98) maka hasil tersebut merupakan cukup bukti untuk menolak hipotesis nol. Dengan kata lain. hal ini bisa diputuskan bahwa siswa yang diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan mencapai prestasi lebih tinggi dalam pemahaman membaca dan kecepatan membaca dari pada siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan. (2) prestasi kecepatan membaca siswa tidak lebih tinggi secara signifikan dari prestasi siswa yang tidak diberi kegiatan membaca ekstensif tambahan. kedua kelompok diberi tes akhir dengan menggunakan instrument seperti yang dipakai dalam tes awal. Berdasarkan penemuan-penemuan dalam eksperimen ini. 36 siswa ditetapkan di kelompok eksperimental sedangkan sisanya 36 siswa ditetapkan di kelompok kontrol. calon peneliti disarankan melakukan penelitian dengan menerapkan teknik bercerita menggunakan puppets atau media lain dalam keterampilan berbahasa yang lain pula atau dengan menggunakan rancangan penelitian yang lain.

(6) menyiapkan dan mendiskusikan model teks. (9) meminta siswa mengedit kosakata yang digunakan.07 dan prosentase siswa yang nilainya di atas skor yang ditargetkan adalah 82. strategi permainanan tebak-tebakan dapat meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa selama mengerjakan tugas menulis. observing. (3) meminta siswa untuk membuat daftar kosakata berdasarkan gambar atau benda yang dipilih. implementing. Berdasarkan hasil temuan.Program Studi S2 ING 259 Kata kunci: kegiatan membaca ekstensif. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu lembar observasi. menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks deskriptif siswa kelas II masih kurang memuaskan dan siswa mempunyai motivasi yang rendah untuk berpartisipasi dalam kegiatan tugas menulis. disarankan bagi para guru untuk menggunakan strategi permainan tebaktebakan untuk meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa dalam pengajaran menulis.4%. dan reflecting. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu. kuisioner. Masalah dalam penelitian ini adalah “ Bagaimana strategi permainan tebak-tebakan digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas II MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik dalam menulis teks deskriptif?” Subjek penelitian ini adalah para siswa kelas VIII MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik tahun pelajaran 2008/2009. (7) meminta siswa membuat draf secara individu dengan strategi yang sama dalam membuat kartu deskripsi. Pada siklus 2 nilai rata-rata menjadi 7. (8) meminta siswa merevisi draf yang difokuskan pada isi dan susunan. interview dan tugas menulis. Bagi para peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian dengan menerapkan strategi tebak-tebakan dalam pengajaran menulis pada jenis teks yang lain. (5) meminta siswa untuk menebak kartu deskripsi –kegiatan ini digunakan sebagai kompetisi untuk meningkatkan motivasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model strategi permainan tebak-tebakan yang sesuai untuk pengajaran menulis teks deskriptif meliputi langkah-langkah berikut: (1) membagi siswa dalam beberapa kelompok kecil terdiri dari 3-4 siswa. (10) meminta siswa membaca hasil tulisan di depan kelas (10) melakukan refleksi terhadap proses belajar mengajar kemampuan menulis. Berdasarkan pengamatan pada siswa kelas II MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik. (4) meminta siswa untuk menyusun kalimat dari daftar kata yang diperoleh untuk membuat kartu deskripsi. kemampuan menulis . Strategi ini dipilih karena mampu membuat siswa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar sehingga mampu membantu meningkatkan kemampuan menulis siswa. kecepatan membaca Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas II MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik Melalui Permainan tebak-tebakan (Guessing Games) Nif ‘atul Aula Abstrak Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada permasalahan yang dialami oleh peneliti sebagai guru Bahasa Inggris di MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik. Peningkatan dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata siswa dalam menulis dan juga jumlah siswa yang nilainya dapat mencapai skor minimal untuk writing. Disamping itu. catatan lapangan. planning. Tiap siklus meliputi tiga pertemuan. Hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa strategi permainan tebak-tebakan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis. Kata kunci: permainan tebak-tebakan. (2) menyiapkan beberapa gambar atau benda kecil dan meminta salah satu siswa dari tiap kelompok untuk memilih gambar atau benda yang dimasukkan dalam sebuah amplop.6%. Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana permainan tebak-tebakan digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas II MTs Ihyaul Islam Ujungpangkah Gresik dalam menulis teks deskriptif?” Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaborasi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar menulis melalui strategi permainan tebak-tebakan. pemahaman membaca.83 dan prosentase siswa yang nilainya di atas skor yang ditargetkan adalah 43. Pada siklus 1 nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 5.

Dalam kuesioner yang mencakup lima faktor keterkaitan multimedia dengan pembelajaran Bahasa Inggris di kelas. Dengan kata lain. bila dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan tidak menggunakan multimedia. Penelitian ini dirancang untuk memperbaiki keterampilan menulis dalam bahasa Inggris melalui penerapan strategi dialog jurnal. terhadap kemampuan menulis paragraph deskriptif oleh siswa-siswa kelas 7 SMPN 37 Semarang pada tahun ajaran 2008/2009. Setelah penelitian. penyusunan komposisi. subyek penelitian mengerjakan pre-tes untuk mengetahui kemampuan awal mereka dan untuk memastikan bahwa kedua kelompok tersebut setara. efek media terhadap pemahaman materi belajar. daftar cek pengamatan dan catatan pengamatan lapangan untuk mengukur sikap (positif atau negatif) dan motivasi siswa terhadap penggunaan multimedia. non-multimedia. dan tata bahasa. cakupan bidang penelitian. Instrument lain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner.260 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Efek Multimedia untuk Membantu Proses Mengajar Menulis Paragraf Deskriptif di SMPN 37 Semarang Nur Khamim Abstrak Penelitian ini merupakan sebuah investigasi terhadap efek penggunaan media. Delapan puluh siswa terpilih dari jumlah total dua ratus tiga puluh delapan siswa yang berasal dari dua kelas berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai subjek penelitian. hampir seluruh siswa menyatakan sikap positifnya. Kontribusi praktikal dari penelitian ini adalah penggunaan multimedia dalam kelas menulis bisa menjadi pilihan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. yaitu siswa yang diajar dengan menggunakan multimedia memperoleh skor yang lebih tinggi. Masalah tersebut adalah kurangnya motivasi dalam belajar. dan fenomena kehomogenan pada kelompok eksperimen setelah pemberian perlakuan yang ditemukan dalam penelitian ini. baik skor keseluruhan maupun pada aspek-aspek menulis. Selanjutnya. yaitu kelompok kontrol dan eksperimen. strategi dialog jurnal memberikan kegiatan menulis yang menarik kepada siswa. pengamatan yang dilakukan oleh kolaborator menyimpulkan bahwa kelompok eksperimen cenderung lebih termotivasi dalam pembelajaran bila dibandingkan dengan kelompok kontrol yang ditunjukkan dengan pencapaian skala yang lebih tinggi untuk partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Pertama. Sulawesi Barat Nurdin Abstrak Berdasarkan studi pendahuluan yang dilaksanakan di MTsN Tinambung Sulawesi Barat diketahui bahwa siswa-siswa sekolah tersebut mempunyai masalah dalam belajar menulis dalam bahasa Inggris. prestasi belajar. faktor yang berpengaruh dalam pembelajaran. Berkenaan sikap belajar siswa dalam kelas menulis. berdasarkan asal kelasnya. Strategi ini dipilih karena beberapa alasan. efek media terhadap situasi belajar. Terkait implikasi kependidikan dan saran-saran bagi penelitian lanjutan. implementasi multimedia dalam kelas menulis lebih efektif bila dibandingkan dengan non-multimedia untuk meningkatkan prestasi belajar. disimpulkan bahwa penggunaan multimedia mempunyai efek yang signifikan terhadap prestasi belajar. dimana siswa dapat dengan bebas menulis apa . penelitian ini juga menyarankan beberapa pengarahan bagi penelitian lanjutan terkait dengan desain penelitian. penggunaan kosakata yang tepat. Selanjutnya. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kovarian (ANAKOVA) untuk membandingkan skor rata-rata kedua kelompok dengan skor pre-tes sebagai kovariannya. yaitu: kemenarikan media tersebut. yaitu multimedia dan non-multimedia. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental semu. subyek penelitian kembali mengerjakan post-tes dengan sosal yang sama untuk mengukur efek perlakuan pada masing-masing kelompok. Mereka terbagi dalam dua kelompok penelitian. ketidakmampuan dalam membuat kalimat dan kesukaran untuk memulai menulis. efek. Sebelum perlakuan. Setelah analisis data. Kata kunci: multimedia. sikap Menggunakan Strategi Dialog Jurnal untuk Memperbaiki Keterampilan Menulis dalam Bahasa Inggris Siswa Kelas Dua MTsN Tinambung Polewali Mandar. yaitu isi. peneliti menyajikannya dalam bab terakhir dari laporan penelitian ini. analisis yang didasarkan pada jawaban siswa sebagai respon terhadap pertanyaan di kuesioner menyimpulkan bahwa para siswa cenderung bersikap positif terhadapnya. dan penerapan media dalam pembelajaran sesungguhnya.

Masalah penelitian dirumuskan sebagai berikut: “Bagaimana strategi dialog jurnal dapat memperbaiki keterampilan menulis dalam bahasa Inggris siswa kelas dua MTsN Tinambung Polewali Mandar. fikiran dan perasaan. siswa dapat menulis beragam topic dengan jumlah kalimat dan paragraph yang terus bertambah di setiap entri. (2) meminta siswa menceriatakan sesuatu. (8) memberikan penjelasan tentang dialog jurnal. Dengan menulis jurnal. Kata kunci: dialog jurnal. dan (4) pada kegiatan-kegiatan awal menulis jurnal. bertambah dari pre-test ke post-test. Berkenaan dengan kuantitas. beberapa saran diajukan sebagai berikut: (1) guru bahasa Inggris disarankan agar menggunakan strategi dialog jurnal dalam mengajarkan bahasa Inggris. kemampuan dalam menulis paragraf masih jauh dari yang diharapkan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. siswa-siswa menunjukkan kemajuan di empat aspek keterampilan menulis: isi. Tiap . penelitian tindakan kelas diimplementasikan dengan 4 langkah. umpamanya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut. (9)menunjukkan kepada siswa daftar topic untuk ditulis dalam jurnal. Juga bias dilihat dari skor akhir dari siswa. Permasalahan utama yang dihadapi oleh guru bahasa Inggris adalah bagaimana memotivasi siswa untuk menulis materi yang menyenangkan. Subjek penelitian adalah siswa kelas dua MTsN Tinambung Polewali Mandar. Sulawesi Barat?” Penelitian ini menerapkan desain penelitian tindakan kelas yang di dalamnya. (6) meminta siswa untuk menuliskan ulang kalimat dan paragraph mereka. Strategi ini dipilih karena dapat menuntun siswa dalam menuangkan ide ke dalam sebuah tulisan dengan cara menempatkan dirinya dalam sebuah gambar. mereka diharapkan dapat menulis dengan baik karena adanya kegiatan menulis yang berlangsung secara teratur dan terus-menerus. mengobservasi dan melakukan refleksi.Program Studi S2 ING 261 saja yang disukai seperti ide. pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. (7) menunjukkan kepada siswa model-model dialog jurnal. (3) guru seharusnya menunjukkan contohcontoh dialog jurnal kepada siswa. peneliti dan kolaborator bekerja sama merancang rencana pembelajaran. dan (11) meminta siswa untuk menulis jurnal mereka sendiri di rumah. Perbaikan keterampilan itu dapat dilihat dari jumlah tulisan siswa yang semakin baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. organisasi. disarankan agar guru memberikan daftar topik yang bisa ditulis oleh siswa. pembelajaran menulis sering diabaikan. pelaksanaan. Masalah dalam penelitian ini adalah ‘Bagaimana strategi “Put Yourself in the Picture” dapat dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks deskriptif siswa kelas dua MTs Muhammadiyah 1 Jombang?’ Untuk mencapai tujuan tersebut. Prosedur penerapan strategi dialog jurnal dalam penelitian ini adalah: (1)mengarahkan siswa ke topik pelajaran dengan memberikan beberapa pertanyaan. (2) dalam menerapkan strategi dialog jurnal. Oleh karena itu. guru seharusnya yakin bahwa siswa telah menguasai kosa kata dasar dan konsep-konsep dasar kalimat dan paragraf. jumlah siswa yang skornya 60 atau lebih. Sulawesi Barat. Contoh-contoh kalimat dan paragraf juga perlu ditunjukkan kepada siswa. khususnya menulis. kosa kata dan tata bahasa. penerapan. (10) meminta siswa untuk menulis berdasarkan topic yang mereka pilih. dengan mengikuti prosedur penelitian dalam penelitian tindakan kelas: perencanaan. siswa mempunyai banyak kesempatan untuk berlatih menulis. (5)meminta siswa untuk membandingkan antara kalimat dan paragraph mereka dengan model kalimat dan paragraph yang ditunjukkan. observasi. menerapkan tindakan. kemampuan menulis Implementasi Strategi “Put Yourself in the Picture” untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Bahasa Asing Siswa Kelas 2 MTs Muhammadiyah 1 Jombang Pryla Rochmah Wati Abstrak Menulis adalah salah satu keahlian yang mendukung kesuksesan dalam pembelajaran bahasa. Berkenaan dengan skor akhir. (3) meminta siswa untuk menuliskan apa yang telah mereka ceritakan. Akhirakhir ini. Subjek penelitian ini adalah 15 siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah 1 Jombang tahun pelajaran 2008/2009. Oleh karena itu. (4) menunjukkan kepada siswa model-model kalimat dan paragraph. Berkenaan dengan kualitas. kegiatan seharihari atau pengalaman mereka. Siswa juga dapat berkomunikasi dengan guru melalui tulisan karena guru memberikan tanggapan terhadap tulisan-tulisan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas delapan MTs Muhammadiyah 1 Jombang dalam menulis teks deskriptif dengan menggunakan strategi “Put Yourself in the Picture”. tahun akademik 2008-2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dialog jurnal dapat memperbaiki keterampilan menulis siswa dalam bahasa Inggris. yaitu perencanaan. dan refleksi.

dapat disimpulkan bahwa strategi “Put Yourself in the Picture” tidak hanya efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa namun juga dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. rubrik penilaian. (3) mengamati tindakan. (5) meminta siswa untuk menempatkan dirinya dalam gambar dan menjawab pertanyaan “Apa yang dapat kamu lihat dalam gambar?” dan “Apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang ada dalam gambar?” (6) meminta siswa untuk membuat kalimat berdasarkan daftar yang dibuat sebelumnya. (8) meminta siswa untuk menulis draf kasar (9) meminta siswa bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan draf dan merevisi draf teman mereka. Rumusan masalah yang diformulasikan dalam penelitian ini adalah”How can process writing approach be used to improve the ability in writing recount paragraphs of the second year students of MTsN Lamala Central Sulawesi? Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf recount siswa kelas dua MTsN Lamala Sulawesi Tengah dengan menggunakan pendekatan menulis proses. (10) meminta siswa untuk melakukan konfrensi kecil dengan gurunya dan (11) meminta siswa untuk mengedit draf kasar sebagi rujukan dalam menulis karangan akhir mereka. Diketahui bahwa kemampuan menulis siswa masih rendah. Kata kunci: strategi “Put Yourself in the Picture”. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar format pengamatan. (3) meminta siswa untuk bekerja dalam kelompok. Preposition) kepada siswa sebelum mereka menulis draf kasar. Tindakan dalam penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan prosedur sebagai berikut: (1) perencanaan tindakan. (2) pelaksanaan tindakan. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan sistim kolaborasi. Nilai rata-rata siswa adalah 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan dalam penerapan strategi “Put Yourself in the Picture” yang sesuai dalam pengajaran menulis meliputi langkah-langkah berikut: (1) mengarahkan siswa kepada topic yang akan dibahas dengan memberikan pertanyaan dan gambar (2) memperkenalkan strategi dan membagikan gambar dan lembar kerja kepada siswa. Model pendekatan menulis proses yang tepat dalam pengajaran menulis meliputi prosedur berikut: (1) memberikan siswa gambar kegiatan berangkai yang berwarna untuk membantu membangun pengetahuan . kuisioner dan porto folio. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu lembar observasi.22 pada tugas awal. dan terlibat aktif dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan strategi “Put Yourself in the Picture”. Peneliti bekerjasama dengan seorang kolaborator dalam hal merancang rencana pembelajaran. 54.00. menentukan kriteria kesuksesan belajar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas dua MTsN Lamala Central Sulawesi tahun pelajaran 2008-2009. catatan lapangan. teks diskriptif Penggunaan Pendekatan Menulis Proses untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Paragraf Recount Siswa Kelas Dua MTsN Lamala Sulawesi Tengah Pudariati Abstrak Berdasarkan hasil studi awal yang dilaksanakan pada tanggal 21 sampai dengan 23 Juli 2008.13 sedangkan kreteria ketuntasan minimum adalah 6. bersemangat. disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan strategi “Put Yourself in the Picture” yang bermanfaat dalam memeberikan kemudahan bagi siswa untuk menentukan ide dalam membuat tulisan. Peningkatan itu ditandai oleh peningkatan nilai rata-rata menulis siswa dari 46. Oleh karena itu. Jumlah siswa dalam kelas adalah 38 orang. catatan lapangan. (7) memberikan dan menjelaskan suatu model teks deskriptif beserta ciri-ciri kebahasaannya (Simple Present Tense. menjadi 68.00 pada siklus kedua. Data yang terkumpul dianalisis untuk memperoleh hasil penelitian. melaksanakan dan mengobservasi kegiatan mengajar serta merefleksi data yang didapat dari proses pengajaran dan pembelajaran. Di samping itu.262 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 siklus terdiri atas tiga pertemuan. siswa antusias. kuisener dan lembaran wawancara untuk siswa. Berdasarkan hasil penelitian. dan (4) menganalisa dan merefleksi. kemampuan menulis. disarankan agar penelitian-penelitian selanjutnya difokuskan pada pengajaran menulis teks deskriptif di jenjang yang berbeda misalnya pada Sekolah Dasar dan teks naratif dan diterapkan pada genre yang berbeda misalnya teks naratif dan recount (jenis teks). Akhirnya. (4) menjelaskan kepada siswa tentang tugas mereka di dalam kelompok. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa strategi “Put Yourself in the Picture” telah terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas 2 MTs Muhammadiyah 1 Jombang dalam menulis deskriptif teks.53 pada siklus pertama.

Program Studi S2 ING 263 mereka tentang teks recount. (5) menuntun siswa dalam menuangkan. dan mengatur ide mereka. Sehubungan dengan hasil tulisan siswa. dan tahapan revising dan editing pada pertemuan ketiga. dan melakukan analisis dan refleksi.16%) memperoleh nilai sama atau lebih tinggi dari 6. dan (11) meminta siswa untuk merapikan tulisan mereka. (6) meminta siswa untuk menuangkan ide dalam bentuk kalimat dan mengatur kalimat tersebut dalam bentuk draft awal (7) meminta siswa untuk merevisi draft mereka dengan merujuk pada format petunjuk revisi (8) meminta siswa untuk berdiskusi dengan teman sekelas dan guru. memilih. media pengajaran dan prosedur pelaksanaan empat tahapan dalam pendekatan proses menulis. Dalam melakukan penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang berdasarkan prosedur penelitian tindakan kelas yang . (10) meminta siswa untuk memeriksa grammar dan mekanik tulisan mereka dengan merujuk pada format petunjuk mengedit. (2) Memberikan siswa model teks recount yang strukturnya sudah ditandai dengan jelas. melakukan pengamatan. Pada siklus yang pertama.32%) dari tigapuluh delapan siswa yang memperoleh skor sama atau lebih tinggi dari 6. terbukti prestasi mereka masih relatif rendah dan belum memenuhi standar ketuntasan belajar minimal. Dan kepada para peneliti yang akan melaksanakan penelitian yang serupa disarankan untuk melakukan perubahan-perubahan dalam hal pemilihan jenis teks. Hasil lembar pengamatan dan catatan lapangan menunjukkan bahwa pendekatan menulis proses dapat meningkatkan partisipasi siswa dimana sebagian besar siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran. mengimplementasikan rencana tindakan. Namun guru-guru harus mempertimbangkan model yang sesuai bagi siswa yang dapat memfasilitasi mereka dengan pengalaman belajar yang menyenangkan. tahapan revisi pada pertemuan kedua. Penelitian ini dirancang untuk penelitian tindakan kelas secara kolaborasi yang melibatkan peneliti dan guru kelas yang berkolaborasi merancang rencana pembelajaran. Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini. Bagaimanapun. Oleh karena itu penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kesulitan yang diharapi siswa dalam membaca pemahaman. (3) meminta siswa untuk bekerja kelompok untuk mempelajari struktur teks recount (4) mengajak siswa untuk mengungkapkan ide mereka dalam tekhnik clustering. dan tahapan editing pada pertemuan ketiga. paragraf recount Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa MAN 2 Madiun Melalui Strategi SQ3R Purwatiningsih Abstrak Memebaca sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. tahapan prewriting dan drafting dilakukan pada pertemuan pertama.00. Skor siswa dalam siklus pertama belum mencapai kreteria keberhasilan karna hanya ada sepuluh (26. Sehubungan dengan pentingnya membaca bagi siswa.00 yang berarti bahwa kreteria keberhasilan telah tercapai. kemampuan menulis. maka SQ3R diterapkan pada pembelajaran membaca pemahaman untuk meningkatkan membaca pemahaman siswa. duapuluh empat (63. Sehingga keberhasilan didalam membaca sangat penting bagi siswa. oleh karena itu membaca sangat bpenting untuk dipelajari. Pada siklus yang kedua. Kata kunci: pendekatan menulis proses. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas sebelas MAN 2 Madiun Jurusan Bahasa tahun pelajaran 2008/2009 yang berjumlah 30 orang. hasil penelitian pendahuluan yang dilakukan di MAN 2 Madiun menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa belum memadahi. Dengan alasan tersebut. Peningkatan ini ditandai dengan meningkatnya partisipasi dan skor menulis siswa dalam kegiatan menulis. di Indonesia ketrampilan membaca diajarkan ditingkat SD sampai perguruan tinggi. penjelasan tentang recount teks dilakukan pada pertemuan pertama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan menulis proses berhasil meningkatkan kemampuan dalam menulis paragraf recount siswa kelas dua MTsN Lamala Sulawesi Tengah. Sementara di siklus kedua.00. peneliti menyarankan kepada guru-guru bahasa Inggris untuk menerapkan pendekatan menulis proses dalam pengajaran menulis. peneliti bertindak sebagai praktisi dan guru kelas berperan sebagai pengamat. Bagi siswa membaca diperlukan sebagai alat untuk mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tiga pertemuan. telah ditetapkan dalam kreteria keberhasilan kedua bahwa 60% dari keseluruhan jumlah siswa harus mencapai skor sama atau lebih tinggi dari 6. tahapan prewriting dan drafting pada pertemuan kedua. (9) meminta siswa untuk saling menukar pekerjaan dengan pasangannya.

10) membuktikan laporan yang dibuat dengan membaca teks.5 dari tes 1 dan 78. Bagi guru bahasa Inggris yang mempunyai masalah serupa diharapkan mereka dapat mengimplementasikan strategi SQ3R sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa.264 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 meliputi tahap perencanaan. Setiap siklus dilaksanakan dalam tiga pertemuan. Kriteria kesuksesan tercapai jika 75% siswa mendapatkan nilai lebih dari 6. checklist pengamatan. Kedua. Dengan kata lain siswa yang terkategori sukses dalam pre-test sebanyak 33. kemampuan membaca Meningkatkan Keterampilan Menyimak dalam Bahasa Inggris dengan Menggunakan Teknik Storytelling di Kelas Dua MTsN Model Amuntai Rahmah Fitriah Abstrak Berdasarkan hasil studi pendahuluan. Kata kunci: strategi SQ3R. pedoman wawancara. dan 86. peneliti dibantu oleh guru bahasa Inggris dalam mengobservasi proses belajar mengajar. 9) melakukan laporan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari nilai membaca siswa yang telah memenuhi standar ketuntasan belajar minimal. Beberapa kesulitan yang dialami siswa adalah memahami dan menemukan informasi rinci dalam teks yang mereka dengarkan. (6) . catatan lapangan. (4) mempraktekkan pengucapan kosakata. Selanjutnya hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa strategi SQ3R telah meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. kriteria kesuksesan tercapai pada siklus kedua. (5) menanyakan kepada siswa tentang pemahaman mereka terhadap cerita. 3) menemukan arti dari kata-kata sulit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang tepat untuk membelajarkan siswa dalam membaca pemahaman melalui strategi SQ3R meliputi beberapa tahap yang masing-masing terdiri dari beberapa kegiatan penting yang antara lain: 1) mengaktifkan latarbelakang pengetahuan sebelum membaca tek. Berdasarkan hasil penelitian di atas. implementasi. 2) menggunakan gambar atau benda nyata sebagai alat pembelajaran. (2) menanyakan tentang gambar. dan jenis teks yang berbeda untuk mengetahui apakah strategi SQ3R juga efektif untuk meningkatkan prestasi membaca siswa. kurang beragamnya teknik dalam mengajar menyimak. dan kuesioner. ditemukan bahwa prestasi siswa dalam kegiatan menyimak masih belum memuaskan. Penelitian ini diadakan dalam dua siklus. subyek penelitan. 5) membaca paragraph pembuka dan penutup. 64. 4) membuat pertanyaan prediksi. Kriteria kesuksesan penelitian ini adalah peningkatan nilai listening siswa dan minat mereka terhadap penerapan teknik storytelling. Kepada peneliti yang akan datang. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa prosedur dari teknik storytelling yang efektif adalah (1) menunjukkan gambar berukuran 20x25 cm kepada siswa. analisis dan refleksi. dna tes membaca pemahaman. Adapun rata-rata nilai yang diperoleh siswa dari tiga kali tes adalah 59.3% atau 10 orang. observasi. 8) mengingat kembali informasi yang disimpan. peningkatan. Kesulitan tersebut disebabkan beberapa factor. 11) menulis hasil pembuktiannya. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas.7 dari nilai tes 2. 50% atau 15 dalam test 1. Sebanyak 81% total siswa yang memperoleh nilai lebih dari 6 dan sebanyak 80% siswa memiliki respon yang positif terhadap penerapan teknik storytelling. kriteria kesuksesan juga ditentukan berdasarkan minat siswa terhadap kegiatan storytelling.7% atau 26 orang pada test 2. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII F MTsN Model Amuntai.1 diperoleh dari pre-tes. Pertama. Dengan penerapan teknik storytelling. Kriteria kesuksesan tercapai jika 75% siswa memiliki respon yang positif terhadap penerapan teknik storytelling. dalam hal ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana teknik storytelling bisa meningkatkan keterampilan menyimak siswa. Peningkatan partisipasi siswa dalam pemebelajaran adalah 59% pada siklus1 dan 79% pada siklus 2. beberapa saran ditujukan untuk guru dan peneliti yang akan datang. kurangnya kreatifitas guru dalam menggunakan materi yang tersedia. (3) memberikan kosakata kunci yang berkaitan dengan cerita. Di samping itu hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi SQ3R sangat efketif untuk membangkitkan motivasi siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. mereka dianjurkan untuk membuat kajian penelitian serupa secara mendalam di tingkat pendidikan yang berbeda dengan tempat. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian yang berupa ceklist pengamatan. Disamping itu. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa dengan menggunakan teknik storytelling. Instrumen penelitian ini adalah tes menyimak. 6) mencari jawaban dari pertanyaan yang telah dibuat. 7) menyimpan semua informasi yang diperoleh dalam ingatan jangka panjang.

teknik storytelling Sebuah Rancangan Silabus Kelas Speaking untuk Mata Kuliah Intensive English bagi Mahasiswa Tingkat Pertama di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin Raida Asfihana Abstrak Hasil dari survey pendahuluan yang dilakukan di institusi ini menunjukkan bahwa tidak ada silabus tertentu yang dapat dipakai untuk mengajarkan bahasa Inggris. bekerja berpasangan. kata kerja. muncullah suatu kebutuhan yang tidak dapat ditawar lagi akan perancangan sebuah silabus untuk mahasiswa di institusi Islam ini. tujuan pengajaran. Silabus komunikatif berbasis genre ini terutama berisi gambaran singkat mata kuliah. disarankan kepada kepala sekolah untuk menyediakan fasilitas berupa buku-buku cerita berbahasa Inggris dan cerita-cerita lokal di perpustakaan dan menyelenggarakan acara-acara yang berkaitan dengan penggunaan cerita. seperti lomba bercerita untuk meningkatkan minat siswa pada cerita berbahasa Inggris dan juga pada bahasa Inggris itu sendiri. di kelas Intensive English tahap B di IAIN Antasari Banjarmasin. Guru-guru bahasa Inggris MTs diharapkan menggunakan teknik storytelling sebagai teknik alternatif dalam mengajar untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa. seperti bentuk waktu kini dan lampau. Selanjutnya dapat dicermati bahwa panduan tersebut tidaklah memadai untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam hal konten keIslaman dan efisiensi pedagogisnya. Pengembang materi disarankan agar mengembangkan materi cerita untuk siswa MTs dengan mempertimbangkan karakter khusus mereka. Penelitian ini diakhiri dengan pemberian saran-saran. yang ruang lingkupnya adalah bahasa Inggris umum. para dosen hanya mengikuti panduan yang disajikan di buku teks. Kalimantan Selatan. antara lain penceritaan. Prosedurnya melingkupi sembilan tahap pengembangan. yaitu: (1) analisa kebutuhan. Silabus yang dirancang untuk mata kuliah ini mengacu kepada empat jenis teks (genre). Terakhir. (6) uji coba. dan melakukan diskusi kelompok kecil dan diskusi panel. (2) perencanaan. Karena fungsi bahasa dalam silabus ini berbasis genre. Peneliti yang lain diharapkan untuk mengadakan penelitian tentang teknik storytelling untuk keterampilan berbahasa yang lain. Lebih lanjut. yang telah diuji-cobakan secara empiris dalam tahap uji coba. pelaporan informasi. (5) pembuatan silabus pedagogis. (3) pembuatan silabus purwa-rupa. terutama keterampilan berbicara. yang telah divalidasi oleh dua orang ahli. Kata kunci: keterampilan menyimak. penceritaan kembali. Empat model rencana pengajaran. kata sifat. Selain itu. dan ekposisi. Produk akhir dari penelitian pengembangan ini berupa sebuah Speaking for Islamic Studies silabus untuk pengajaran bahasa Inggris. kata keterangan. (8) evaluasi (validasi ahli terhadap produk akhir yang telah direvisi). Berdasarkan temuan studi ini. Dapat disimpulkan bahwa teknik storytelling telah terbukti mampu meningkatkan kemampuan menyimak siswa dalam hal memahami cerita dan menemukan informasi rinci dalam cerita. pemilihan topik dan sub-topik.Program Studi S2 ING 265 mengulangi cerita sekali lagi agar siswa benar-benar memahami ceritanya. dan sistem evaluasi. Berangkat dari masalah diatas. Prosedur penelitian pengembangan dipakai di dalam penelitian ini. termasuk didalamnya deskripsi tujuan pengembangan dan pemilihan tipe silabus. Lebih lanjut. Silabus ini berisi empat topik utama yang kemudian di rinci lagi menjadi sepuluh sub topik yang berkaitan dengan kepercayaan dan praktik-praktik budaya Islam. dan (9) produk akhir. dan kata penghubung. dan (7) Menanyakan siswa tentang pendapat dan perasaan mereka terhadap ceritanya. mudah untuk ditafsirkan. Model pengembangan silabusnya merupakan perpaduan dari Pengembangan Program Bahasa oleh Yalden (1987) dan tahap-tahap penelitian pengembangan oleh Borg and Gall (1983). akan mudah bagi para pemakai silabus ini untuk membuat rencana dan materi pengajaran lainnya dikarenakan format dari rancangan silabus ini. disarankan kepada para dosen pengajar bahasa Inggris dan peneliti lain untuk merancang silabus keterampilan berbahasa Inggris lainnya yang berkaitan dengan studi Islam dikarenakan silabus yang baru dirancang ini mungkin perlu dievaluasi dan direvisi secara kontinyu sebagai . maka keterampilan yang dilatih melingkupi keterampilan dasar berbicara yang dipadukan dengan fitur-fitur gramatikal dari jenis teks tersebut. (7) revisi produk akhir. penyajian presentasi singkat. juga tersedia didalamnya. narasi. kata benda. penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah silabus yang sesuai untuk mengajarkan keterampilan berbicara kepada mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin. mata kuliah ini juga menyajikan keterampilan berbicara dalam bertukar peran percakapan. (4) validasi ahli terhadap silabus purwa-rupa.

menjadi 70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teknik Tanya-Jawab dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks recount dengan membimbing para siswa dalam membuat kalimat. dan reflecting. kuisioner. Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif dimana peneliti dan guru bekerja sama dalam melaksanakan penelitian ini. Dalam membuat kalimat. Terlebih lagi. observing. Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Menulis Teks Recount melalui Teknik TanyaJawab di MTs Siti Mariam Banjarmasin Raudhatun Nisa Abstrak Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada permasalahan yang dialami oleh peneliti sebagai guru Bahasa Inggris di MTs Siti Mariam Banjarmasin. dan (10) memberi pendapat dan saran kepada siswa untuk merevisi dan mengedit tulisan mereka.266 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 akibat dari penerapannya dalam aktivitas pengajaran di kelas. Tiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari tiga pertemuan. gambar berseri. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu planning. khususnya para mahasiswa di IAIN Antasari Banjarmasin. (9) menugaskan siswa untuk menggabungkan kalimat-kalimat dalam teks recount mereka dengan kata sambung yang sesuai secara individu. hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa Teknik TanyaJawab sangat efektif dalam meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa dalam proses belajar dan mengajar. sebagian pertanyaan yang lain tidak berhubungan dengan topik dan gambar berseri tersebut) kepada masing-masing kelompok siswa. Di samping itu. Lebih lanjut. Peneliti berperan sebagai guru sedangkan guru bahasa Inggris menjadi observer yang mengobservasi pelaksanaan Teknik Tanya-Jawab. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu ceklis observasi. Jawaban lengkap dari pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian diolah dengan cara tertentu untuk menghasilkan sebuah teks recount yang terorganisasi dengan baik. implementing. pertemuan-pertemuan profesional dengan para ahli di bidang pengembangan produk dan melalui tulisan dalam jurnal. keterampilan berbicara. dari hasil ceklis observasi. (3) memberikan pertanyaan yang bertujuan untuk menyakinkan pemahaman siswa tentang isi cerita dan generic structure dari teks recount. para siswa diberi serangkaian pertanyaan berdasarkan media tertentu (seperti daftar kegiatan. (2) memerintahkan siswa untuk membaca teks recount tersebut dan memperhatikan kosa kata dan tata bahasa atau ciri-ciri kebahasan dari teks recount. Berdasarkan hasil studi awal pada siswa kelas delapan MTs Siti Mariam Banjarmasin. dan lain-lain). studi Islam. Kata kunci: perancangan silabus. (4) mengelompokkan siswa. (6) menugaskan siswa untuk memilih pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan topik dan gambar berseri tersebut secara berkelompok. dan kuisioner. Sehingga produk akhir dari penelitian pengembangan ini akan berhasil mengakomodir kebutuhan pembelajar dalam menguasai keterampilan berbicara bahasa Inggris dalam konteks studi Islam. Subyek penelitian ini adalah 35 siswa kelas delapan MTs Siti Mariam Banjarmasin pada tahun ajaran 2008/2009. (5) mendistribusikan gambar berseri dengan serangkaian pertanyaan (sebagian pertanyaan-pertanyaan itu berhubungan dengan topik dan gambar berseri tersebut. Kegiatan ini akan sangat membantu dalam usaha menjaga kualitas dari produk akhir penelitian ini. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Teknik Tanya-Jawab yang sesuai dalam pengajaran menulis meliputi prosedur berikut: (1) memberikan model teks recount kepada siswa. peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks recount dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata menulis siswa dari 52. dan tugas-tugas menulis siswa. penelitian ini dirancang untuk mengetahui bagaimana Teknik Tanya-Jawab dapat meningkatkan kemampuan siswa-siswi kelas delapan MTs Siti Mariam Banjarmasin dalam menulis teks recount. Teknik Tanya-Jawab dipilih untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. diketahui bahwa kemampuan siswa dalam menulis teks recount masih kurang memuaskan dan siswa mempunyai motivasi yang rendah untuk berpartisipasi dalam tugas menulis. catatan lapangan. catatan lapangan. (8) menugaskan siswa untuk menyusun jawaban-jawaban mereka menjadi sebuah teks recount secara individu.1 di putaran pertama. Berdasarkan hasil penelitian.1 di putaran kedua. (7) menugaskan siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dipilih secara berkelompok. Oleh karena itu. seminar lokal dan internasional. Produk dari penelitian ini juga bisa disosialisasikan melalui diskusi rutin diantara para dosen pengajar mata kuliah bahasa Inggris. disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan Teknik Tanya-Jawab karena teknik ini bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks .

sedangkan kreteria ketuntasan minimum adalah 60. (6) meminta setiap siswa untuk menulis hasil diskusi tentang deskripsi sebuah gambar bagian dari sebuah cerita. (13) memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyunting tulisan mereka dengan mengunakan petunjuk penyuntingan. menulis. Semua siswa menjadi subyek penelitian ini. peneliti mengusulkan salah satu strategi yang sesuai dalam mengajarkan menulis narasi. dan (14) mempublikasikan hasil tulisan mereka pada sesi terakhir pembelajaran dengan membacanya di depan kelas atau menempelnya di majalah dinding. khususnya bagi mereka yang memiliki permasalahan yang sama dan tertarik untuk menerapkan Teknik Tanya-Jawab dalam penelitian mereka. observing. (7) mengumpulkan gambar. dan kemudian menyuruh mereka menjawab pertanyaanpertanyaan tentang monolog tersebut secara lisan). dan ciri-ciri kebahasaan dari teks narasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana teknik Jigsaw dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks narasi siswa di MTs Negeri 2 Medan. (5) mendistribusikan sebuah gambar yang khusus dan berbeda dari rangkain gambar yang berurutan yang dilengkapi dengan beberapa kata kunci kepada setiap kelompok ahli. Nilai rata-rata tulisan teks narasi siswa adalah 49. . dan ciri-ciri kebahasan dari teks narasi. (2) strategi pengajaran dan pembelajaran menulis yang tidak efektif. (8) mengelompokkan kembali siswa ke kelompok jigsaw. tata bahasa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif dimana peneliti dan guru bekerja sama dalam melaksanakan penelitian ini. (9) meminta siswa untuk mempresentasikan bagian dari cerita yang dikuasainya dan saling bertukar cerita untuk mendapatkan satu cerita yang lengkap. dan (3) motivasi siswa untuk menulis sangat rendah. (2) memerintahkan siswa untuk membaca cerita dan memperhatikan kosa kata. implementing. mengorganisasikan dan mengalihbahasakan ide-ide mereka ke dalam teks yang menarik. kuisener. Subyek penelitian ini adalah 42 siswa kelas dua MTs Negeri 2 Medan pada tahun ajaran 2008/2009. Untuk mengatasi masalah ini. disarankan agar mereka menerapkan Teknik Tanya-Jawab pada bidang keterampilan yang sama yang difokuskan untuk peningkatan kreatifitas dan keinginan-tahu siswa dalam menulis (menulis kreatif) atau pada pembelajaran bidang keterampilan bahasa lainnya seperti menyimak dan berbicara (dengan menyuruh siswa untuk menyimak sebuah monolog lisan.Program Studi S2 ING 267 recount. tata bahasa. (4) mengelompokkan siswa dalam kelompok ahli yang terdiri dari empat siswa. (10) berkeliling dari satu kelompok ke kelompok yang lain untuk mengawasi proses pembelajaran. yaitu teknik Jigsaw. Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan ketrampilan menulis teks narasi siswa dengan menggunakan teknik Jigsaw. dan reflecting. teknik tanya-jawab Menggunakan Teknik Jigsaw untuk Memperbaiki Kemampuan Menulis Siswa Kelas Dua MTs Negeri 2 Medan Raudhatuz Zahrah Abstrak Berdasarkan pengalaman peneliti dalam mengajar bahasa Inggris dan studi awal yang dilakukan. Prestasi yang tidak memuaskan ini dikarenakan (1) siswa mengalami kesulitan untuk memulai menulis.0. (12) meminta siswa ntuk memperbaiki tulisan pertama mereka dengan menggunakan petunjuk pebaikan. planning. catatan lapangan. (3) memberikan pertanyaan yang bertujuan untuk menyakinkan pemahaman siswa tentang cerita dan ciri kebahasaan teks narasi.6. prestasi siswa pada menulis teks narasi belum memuaskan. kepada peneliti yang akan datang. Kata kunci: teks recount. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang mengacu pada prosedur penelitian tindakan yaitu. dan hasil tulisan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model teknik Jigsaw yang sesuai dalam pengajaran menulis teks narasi meliputi langkah-langkah berikut: (1) memberikan model teks narasi yang dilengkapi dengan rangkaian gambar berurutan kepada siswa dengan tujuan untuk membangun pengetahuan siswa tentang cerita dan input bahasa berupa kosa kata. Tiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari tiga pertemuan untuk pelaksanaan teknik. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu lembar observasi. (11) meminta siswa untuk menulis kembali cerita tersebut secara perseorangan sehingga mereka menyadari bahwa bagian ini bukan sekedar permainan tetapi juga pembelajaran yang sangat berarti. misalnya. Peneliti berperan sebagai pengajar sedangkan guru bahasa Inggris menjadi kolaborator peneliti untuk mengobservasi pelaksanaan teknik Jigsaw. Lebih lanjut.

1% siswa berpartisipasi secara aktif di siklus pertama dan 88.0% siswa termotivasi di siklus pertama dan 83. (2) memainkan game. (9) membacakan atau mengumpulkan tulisan dalam kegiatan publikasi. diketahui bahwa 83. Dalam keterampilan ini. kemempuan menulis Menggunakan Game Twenty-question untuk Memperbaiki Kemampuan Menulis Siswa Kelas Tujuh Semester Dua MTS. Dengan mempertimbangkan hasil temuan.9% siswa berpatisipasi di siklus kedua. mengamati tindakan. Dengan demikian. khususnya bagi mereka yang mempunyai masalah yang sama dan tertarik untuk melaksanakan penelitian. (4) menjelaskan bermacam tipe kalimat yang dipakai untuk menggambarkan obyek sehingga siswa bisa menambahkan dengan deskripsinya sendiri. (7) memperoleh penilaian dan umpan balik dari kelompok atau siswa yang lain dalam hal organisasi. Rumusan masalah penelitian ini adalah “Bagaimana permainanTwenty-question bisa meningkatkan kemampuan siswa kelas tujuh semester dua MTs. dan kemudian saling bertukar informasi dengan yang lain untuk menyelesaikan tugas. disarankan agar (1) para guru Bahasa Inggris menerapkan dan memodifikasi model ini terutama bila siswa lemah dalam tata bahasa serta mengarahkan siswa untuk . teks narasi. disarankan agar siswa menggunakan teknik Jigsaw sebagai strategi belajar untuk melatih dan meningkatkan kemampuan menulis teks narasi mereka yang dapat dilakukan dalam kegiatan ekstrakurikuler. Selain dari itu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas dua pada MTs. hasil penelitian juga menunjukkan bahwa teknik Jigsaw sangat efektif dalam meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa. dan melakukan refleksi.8% siswa termotivasi di siklus kedua. Hasyim Asy’ari Piyungan Bantul DIY dalam menulis teks deskriptif?” Model penelitian ini adalah tindakan kelas dimana peneliti dan kolaborator bekerja sama dalam menyusun rencana pelajaran. Berdasarkan hasil penilaian terhadap tulisan siswa dimana rerata pada pra-penelitian adalah 50. Jigsaw juga berguna dalam mendorong siswa untuk ikut serta secara aktif dalam menulis teks narasi. hasil tulisannya akan lebih baik. Peningkatan dapat dilihat dari kenaikan nilai rata-rata menulis teks narasi siswa dari nilai studi awal 49. Untuk calon guru-guru peneliti. (3) menjelaskan cara mengubah kalimat tanya ya/tidak. (6) melengkapi bagian teks yang belum ada sebelum direvisi dan disunting. Model pembelajaran yang diterapkan adalah sebagai berikut: (1) mengenalkan dan menjelaskan tata cara. observasi hingga refleksi. aturan dan ketrampilan yang diperlukan untuk melakukan permainan. dan (10) merefleksikan proses menulis. disarankan agar guru Bahasa Inggris menggunakan teknik lain dari cooperative learning sebagai strategi belajar untuk meningkatkan kemampuan siswa tidak hanya dalam keterampilan menulis tetapi juga pada ketiga keterampilan bahasa yang lain. mengimplementasikan tindakan. Diketahui bahwa 74. (4) menyajikan teks sebagai model guna dianalisa dan diikuti formatnya.268 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa Jigsaw efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks narasi. Kata kunci: teknik jigsaw. Para siswa dapat melaporkan tugas tersebut secara lisan atau tertulis. (8) menulis versi akhir. 60. Selain itu. menerapkan ketrampilan mengubah kalimat dan pembimbingan proses menulis dengan suasana menyenangkan sehingga siswa lebih tertarik dengan langkah-langkah menulis. disarankan untuk menerapkan Jigsaw pada bidang keterampilan yang sama di penelitian mereka atau pada bidang keterampilan bahasa yang lain. Hasyim Asy’ari Piyungan Bantul DIY Tahun Ajaran 2008/2009 Risnaryanto Abstrak Penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa dalam bahasa Inggris dengan menggunakan model pengajaran berbasis Game Twenty-question dan bimbingan per langkah karena dapat membangun ketrampilan siswa menggunakan pertanyaan deskriptif. Di samping itu.2 di siklus pertama. Di samping itu. Berdasarkan hasil penelitian. terdapat peningkatan yang menggembirakan dan dengan demikian model pengajaran ini bisa meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus mengikuti langkah mulai dari perencanaan. dan 70. disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan Jigsaw karena teknik ini tidak hanya bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan menulis teks narasi namun juga dalam memotivasi siswa untuk menulis dan bekerja sama dalam mendeskripsikan kejadian yang ada di dalam gambar. seperti keterampilan mendengar. Selain itu. pelaksanaan.2 di siklus kedua.6. para siswa mendengarkan bagian yang berbeda dari sebuah bacaan. Hasyim Asy’ari Piyungan tahun ajaran 2008/2009. kemudian 61 pada siklus satu dan 69 pada siklus dua. tata bahasa dan tanda baca.

7% siswa merespon positif terhadap penerapan gambar berseri. Kriteria kesuksesan tercapai jika 60% siswa mendapatkan nilai 70. menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas IX masih kurang memuaskan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX E MTsN Malang III. Dapat disimpulkan bahwa strategi gambar berseri telah terbukti mampu meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur. Prosedur dari strategi gambar berseri yang efektif adalah (1) menunjukkan gambar kepada siswa. mempraktekkan permainan ini dan mengembangkan topiknya kedalam tulisan deskripsi. isi. kriteria kesuksesan tercapai pada siklus kedua. teks prosedur. Mereka masih membuat kesalahan dalam menulis berkenaan dengan komposisi. (7) menulis kalimat sesuai dengan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. (8) merevisi tulisan ditekankan pada konten. Instrumen penelitian ini adalah hasil tulisan siswa. kemampuan menulis Pengajaran Menulis Teks Prosedure Menggunakan Strategi Gambar Berseri di MTsN Malang III Roudlatul Hasanah Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur dengan menggunakan strategi gambar berseri. peneliti dibantu oleh guru bahasa Inggris dalam mengobservasi proses belajar mengajar. mereka diharapkan menggunakan strategi gambar berseri sebagai strategi alternatif dalam mengajar untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. Penelitian ini diakhiri dengan pemberian saran-saran. Untuk guru-guru bahasa Inggris MTs. strategi gambar berseri Meningkatkan Kemampuan Menulis dengan Menggunakan Gambar Seri bagi Siswa Kelas II MA Darul Lughah wal Karomah Kraksaan Samsuddin Abstrak Kemampuan siswa kelas dua MA Darul Lughah wal Karomah Kraksaan Probolinggo dalam menulis paragraf masih kurang memuaskan. dan siswa mempunyai motivasi yang rendah untuk berpartisipasi dalam kegiatan menulis. dengan penerapan strategi gambar berseri. dan jika 60% siswa berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar. Kriteria kesuksesan penelitian ini adalah peningkatan nilai menulis siswa.3.3% siswa berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar serta 84. organisasi dan struktur tulisan. Siswa tidak mampu mengekspresikan gagasan mereka dalam sebuah paragraf yang baik. (3) memberikan kosakata kunci yang berkaitan dengan gambar . partisipasi aktif dan respon mereka dalam proses belajar mengajar.70% total siswa yang memperoleh nilai lebih dari 70 dan sebanyak 82. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. dan mekanisme. Kata kunci: game twenty-question. mereka diharapkan untuk mengadakan penelitian tentang gambar berseri untuk keterampilan berbahasa yang lain. penggunaan bahasa.Program Studi S2 ING 269 membentuk kelompok-kelompok kecil. diajukan peneliti sebagai salah satu strategi yang tepat dalam mengajarkan menulis paragraph narasi dengan menggunakan gambar seri.field note dan kuesioner. Sebanyak 71. organisasi dan struktur tulisan. . (6) meminta siswa untuk mengurutkan gambar. Kata kunci: pengajaran menulis. (9) mengedit tulisan ditekankan pada konten. Berdasarkan pengamatan pada siswa kelas IX E MTsN Malang III. Penelitian ini diadakan dalam dua siklus. Bagi peneliti yang lain.(4) memberikan dan mendiskusikan contoh teks prosedur. dan (3) calon peneliti memvariasikan permainan ini dengan rangkaian gambar deskriptif untuk meningkatkan efektifitas. (2) bertanya mengenai gambar. nilai rata-rata mereka hanya 50. Untuk mengatasi masalah ini. (5) mempertunjukkan gambar acak. checklist pengamatan. dalam hal ini.

guru memberikan gambar seri kepada kelompokkelompok siswa yang beranggotakan empat orang. terlihat bahwa hasil siswa pada siklus kedua meningkat. Siswa menyimpan atau mencetak hasil pekerjaanya untuk ditempelkan di majalah dinding. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan cara terbaik dalam mengarang deskriptif. guru menyediakan kosakata dari kata kerja yang tak beraturan dan kata benda jamak yang disediakan dalam lembaran kertas untuk membantu siswa menulis lebih baik. yang dapat dilakukan dalam kegiatan ekstra kurikuler mereka. (4) Pameran. (2) Mengadakan tanya jawab. disarankan melakukan studi semacam ini dengan subjek dan tempat yang berbeda untuk perbaikan mengajar menulis paragraph narasi. Kata kunci: gambar seri. Pertama. Siswa mengungkapkan pendapat yang berhubungan dengan topic dengan guru dan temannya. Hanya 6 dari 36 siswa (16. (3) meningkatkan pemahaman siswa terhadap hubungan antara bahasa dan budaya. Kedua. Juga berdasar pada pengalaman guru pada studi penjajakan di SMP Negeri 4 Kepanjen. Kedua. Subjek dari penelitian ini adalah 36 siswa kelas II B MA Darul Lughah wal Karomah Kraksaan tahun ajaran 2008/2009. Siswa menulis paragraf dengan menggunakan computer mengambil gambar dari internet atau kamus encarta yang bisa diakses secara langsung dari microsotf yang telah tersedia di komputer. pengimplementasian. ditemukan bahwa pelajaran mengarang pada siswa kelas delapan jauh dari yang diharapkan. workshop. siswa lebih aktif dan termotivasi karena ada kegiatan tanya jawab.270 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Penelitian ini bertujuan memperbaiki kemampuan siswa dalam menulis paragraph narasi dengan menggunakan gambar seri bagi siswa kelas dua MA Darul Lughah wal Karomah Kraksaan Probolinggo . Berdasarkan temuan di atas. siswa merasa senang karena kegiatan pembelajaran dilaksanakan di laboratorium multimedia. atau menulis artikel yang menggunakan strategi gambar seri dalam buku-buku siswa. Strategi pembelajaran berbasis computer menpunyai kelebihan. Setelah peneliti menyelesaikan siklus pertama dan kedua. dianjurkan bahwa siswa menggunakan gambar seri sebagai salah satu strategi belajar untuk melatih kemampuan mereka dalam menulis paragraph narasi. pelatihan. Masalah penelitiannya adalah “Bagaimana kemampuan mengarang siswa kelas delapan dapat ditingkatkan dengan menggunakan pembelajaran berbasis computer. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Karena sebagian besar guru berfikir bahwa pelajaran mengarang jauh lebih sulit daripada keterampilan bahasa yang lain. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. Ketiga. kemampuan menulis Penerapan Pembelajaran Berbasis Komputer Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengarang Siswa non Inggris di SMP Negeri 4 Kepanjen. (3) Pengeditan. Siswa mengaktifkan fasilitas spellchecker dan mengedit pekerjaannya dengan cara menyisipkan atau menghapus huruf yang kurang tepat berdasarkan masukan dari guru atau temannya dari hasil tanya jawab. Ketiga. .” Penelitian ini menerapkan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang mana guru dan kolaborator bekerja sama dalam merencanakan. Terindikasi bahwa penemuan gambar seri telah memperbaiki kemampuan siswa dalam menulis paragraph narasi. Peneliti dan kolaborator bekerja sama dalam hal perencanaan. Pertama. Model yang tepat dari strategi pembelajaran berbasis computer adalah sebagai berikut: (1) Membuat dratf. Pertama. kosa kata dari kata kerja tak beraturan dan kata benda jamak untuk membantu siswa memecahkan masalah-masalah mereka dalam menulis paragraph narasi. mengamati dan melihat hasil tindakan. bagi peneliti mendatang. menerapkan. Gambar-gambar ini membantu siswa untuk diuraikan dalam karangan sesuai dengan topiknya secara rinci sehingga karangan mereka akan terlihat lebih hidup. pengamatan tindakan dan refleksi data yang diperoleh selama proses kegiatan belajar mengajar dan hasil tulisan siswa. atau jurnal. untuk mengembangkan strategi guru dalam menerapkan gambar seri.5%) saja yang masih mendapat skor di bawah target skor 60. Kedua. (2) menyadarkan siswa pada kenyataan dan pentingnya bahasa Inggris untuk meningkatkan ide persaingan di masyarakat global. disarankan bahwa guru mensosialisasikannya dalam pertemuan guru. dan setiap siklus dilaksanakan dalam 4 pertemuan. Malang Siti Umasitah Abstrak Keputusan menteri pendidikan nomor 22 tahun 2006 menyatakan bahwa tujuan pengajaran bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama atau Madrasah Tsanawiwah adalah: (1) meningkatkan kemampuan komunikatif berbicara dan menulis siswa. dibuatlah tiga saran. Ketiga. strategi ini dapat meningkatkan kemampuan mengarang siswa kelas delapan di SMP Negeri 4 Kepanjen. guru menjelaskan Simple Past. menggunakan penelitian tindakan kelas secara kolaboratif.

84 pada siklus pertama. memasangkan atau mengelompokkan siswa. memotivasi siswa. Teknik ini dipilih berdasarkan kelebihannya dalam memotivasi siswa untuk lebih terlibat aktif dalam proses pembelajaran sehingga kemampuan mereka dalam menulis paragraf recount meningkat. membantu proses imajinasi. yaitu perencanaan. menyajikan contoh teks recount. Di samping itu. memberi kesempatan kepada siswa untuk menyusun teks recount. dan kuestioner untuk siswa. Karena hal itu sangat penting untuk memaksimalkan kekuatan pikiran agar mudah melahirkan gagasan. Terakhir. memberi kesempatan kepada siswa untuk membuat peta pikiran. Disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan teknik pembelajaran ini sebagai teknik alternatif atau strategi untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Guru bahasa Inggris disarankan menerapkan strategi pembelajaran berbasis computer untuk memperkaya strategy dalam pengajaran bahasa. Bagi para peneliti berikutnya disarankan melanjutkan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan pembelajaran berbasis computer untuk keterampilan bahasa yang lain dan unsur-unsur bahasa. 66. Perlu dicobakan teknik ini sesering mungkin. memberi kesempatan kepada siswa untuk menampilkan karya dengan membaca di depan kelas. meminta siswa bercerita kepada pasangan atau kelompok tentang apa yang telah diimajinasikan. siswa sangat antusias. Yang mana pencapaian ini sudah memenuhi kriteria sukses yakni rata-rata siswa mencapai 75. Ilmu pengetahuan alam. guru bahasa Inggris memahami kebutuhan siswa untuk menghadapi persaingan yang ketat di masa depan. bersemangat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur yang digunakan adalah: menyajikan pembukaan. Subjek penelitian ini adalah 47 siswa kelas VIII A MTs Negeri Tuban tahun pelajaran 2008/2009. dan terlibat aktif dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan Metode Pembelajaran Akselarasi melalui Teknik Master . LCD proyektor). dan tentang kesan terhadap teknik pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan lisan dan melalui questionair. rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Metode Pembelajaran Akselerasi melalui Teknik Master bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas delapan MTs Negeri Tuban dalam menulis paragraf ?” Untuk mencapai tujuan tersebut. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran Akselerasi melaui Teknik Master telah meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII A MTsN Tuban dalam menulis paragraf recount.4 pada siklus kedua. memberikan kesmpatan kepada siswa untuk melakukan refleksi dengan memberi pertanyaan dan kemontar tentang apa yang sudah atau belum dimengerti.00. memberikan keterangan tentang cara menyusun teks recount dan memberi kesempatan siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang dimengerti. Oleh karena itu. kemampuan mengarang siswa non Inggris Implementasi Metode Pembelajaran Akselerasi Melalui Teknik Master Untuk Meningkatkan Ketrampilan Menulis Siswa kelas VIII di MTs Negeri Tuban Suwarno Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas delapan MTs Negeri Tuban dalam menulis paragraf dengan menggunakan Metode Pembelajaran Akselerasi melalui Teknik Master. Peningkatan itu ditandai oleh peningkatan nilai rata-rata menulis siswa dari 59. Kepada guru juga disarankan agar mempelajari paradigma tentang kerja otak. Beberapa saran yang dapat diajukan kepada guru Bahasa Inggris berdasarkan temuan penelitian dan diskusi adalah sebagai berikut. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari empat pertemuan. pelaksanaan.Program Studi S2 ING 271 Dalam penerapan strategi ini disarankan. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data terdiri atas lembaran format pengamatan. mensugesti siswa supaya relaks. penelitian tindakan kelas dengan sistem kolaborasi diimplementasikan dengan 4 langkah. sejarah dan lain-lain. memberikan umpan balik pada karya siswa. Guru mampu megoperasikan sarana technology dalam kegiatan belajar mengajar. Selanjutnya. siswa diminta untuk menempelkan hasil karya mereka di papan pajangan.04 pada tes awal. Data yang terkumpul dianalisis untuk memperoleh hasil penelitian. Kata kunci: pembelajaran berbasis komputer. lalu meningkat menjadi 81. menyediakan media pembelajaran yang memadai (gambar. kepada . juga memperkuat kepercayaan diri. memainkan musik yang tepat untuk latar belakang. catatan lapangan. Saran kepada guru berikutnya adalah agar menyebarkan implementasi dari pembelajaran ini untuk mata pelajaran lain selain bahasa Inggris seperti matematika. observasi. dan refleksi. meminta siswa menutup mata dan mensugesti untuk mengimajinasikan kegiatan-kegiatan rekreasi.

dan paragraph recount Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Berbentuk Recount dari Siswa Kelas I MAN Wlingi Blitar melalui Strategi Menulis dengan Cara Kolaboratif Syafudin Zuhri Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas satu MAN Wlingi melalui collaborative writing strategy. vocabulary.272 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 peneliti mendatang. Prosedur penelitian ni mencakup empat langkah utama: perencanaan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tahap-tahap yang tepat yang digunakan untuk menerapkan strategi collaborative writing terdiri dari langka-langkah sebagai berikut: Tahap 1 adalah idea generating. Di tahap ini guru menyuruh murid (writer) menulis draf yang paling baik. dengan dibantu oleh seorang guru (rekan sejawat) dalam melaksanakan penelitian. daftar pengamatan.51. organazation. dan evaluating. drafting. Kata kunci: pembelajaran akselerasi melalui teknik master. Tahap 4 adalah editing. rata-rata nilai menulis siswa 50. penelitian ini bertujuan menggunakan strategi collaborative writing untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks dalam bentuk recount. dan refleksi. pengajaran di MAN Wlingi belum memfasilitasi siswa-siswa untuk menjadi terampil dalam menulis. (2) menyuruh penulis untuk menulis ide-ide. Guru melaksanakan kegiatan sebagai berikut: (1) mengadakan konferensi untuk mendiskusikan masalah yang dihadapi oleh kelas agar dapat mengurangi kesalahan-kesalahan murid. Tahap 6 adalah evaluating.23. editing. Peningkatannya ditandai dengan meningkatnya rata-rata nilai siswa. di tahap ini guru menyuruh siswa mengedit draf mereka di bagian content. Guru melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: (1) menyuruh murid (writer) membaca draf dan menyuruh murid (helper) untuk mengoreksi draf itu. untuk membuat paragraph-paragrap yang terpadu. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu kelas yang terdiri dari 32 siswa. rata-rata nilai menjadi 54. dan mechanic. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana strategi collaborative writing dapat digunakan untuk meningkatkan ketrampilan siswa dalam menulis recount text dari siswa kelas satu MAN Wlingi? Berdasarkan rumusan masalah tersebut. Mereka mempunyai masalah: (1) bagaimana untuk memulai menulis. peneliti sangat termotivasi untuk mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan strategi collaborative writing dalam pengajaran writing karena strategi tersebut menyuruh siswa untuk mengikuti tahapan-tahapan menulis yaitu idea generating. Peneliti menggunakan desain penelitian tindakan kelas bersifat kolaboratif. angket.40. guru menyuruh murid (writer) untuk menulis draf sebagai draf yang pertama berdasarkan ide-ide yang ditemukan dan dari hasil review dari helper. (2) menyuruh penulis menata kembali apa yang telah ditulis di draf pertama dan memperbaiki ide-ide berdasarkan masukan pendapat dari helper. Tahap 2 adalah drafting. Sesudah siklus pertama dilaksanakan. Tahap 5 adalah copying. (5) bagaimana membuat kalimat-kalimat sesuai dengan tatabahasa. catatan lapangan dan tulisan siswa. Di tahap ini. pelaksanaan. (3) menyuruh helper untuk mendiskusikan atau meneliti kata-kata pokok dan membantu untuk mengorganisasi ide-ide itu. . peneliti berharap agar melakukan penelitian yang lebih bermutu agar bisa membuktikan efektifitas dari penerapan Metode Pembelajaran Akselerasi melalui Teknik Master untuk meningkatkan prestasi siswa tidak hanya dalam matapelajaran Bahasa inggrius tetapi juga pada matapelajaran lain. Oleh karena itu. Tahap 3 adalah reading. kemampuan menulis. Guru melaksanakn kegiatan-kegiatan sebagai berikut: (1) menyuruh helper bertanya untuk merangsang ide-ide penulis (writer). Ini dapat dilihat dari hasil masing-masing siklus. (6) bagaimana untuk meningkatkan motivasi mereka dalam belajar bahasa Inggris. grammar. peneliti menggunakan beberapa instrumen berupa kuesioner. Sebelum tindakan dilaksanakan. dan untuk membuat kalimat-kalimat yang sesuai dengan tatabahasa. Berdasarkan penelitian pendahuluan. copying. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi collaborative writing dalam pengajaran writing dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. untuk mengorganisasi ide. yang seluruh siswanya merupakan subjek dari penelitian ini. Untuk pengumpulan data. (4) bagaimana mengorganisasi ide secara logis. Strategi ini dipilih untuk mengatasi masalah di MAN Wlingi karena strategi tersebut dapat membimbing siswa untuk mengungkapkan ide. Dan rata-rata nilai di siklus kedua adalah 60. observasi. (2) bagaimana mengungkapkan ide (3) bagaimana membuat paragraph yang terpadu. reading.

Program Studi S2 ING 273 (2) mengevaluasi karangan murid-murid dengan menggunakan analytic scroring rubric dan memberi komentar pada kesalahan itu. Kata kunci: mengembangkan. Prosedur penelitian dan pengembangan yang diterapkan meliputi survei kebutuhan. Instrumen yang digunakan pada survei kebutuhan adalah angket. dan catatan lapangan. Berdasarkan penemuan itu. Hasil uji coba pertama menunjukkan bahwa hanya unit 5 yang perlu direvisi dalam hal bentuk latihannya. Hasil dari survey kebutuhan menunjukkan bahwa siswa belum mendapatkan cukup latihan untuk ketrampilan menyimak. unit yang telah direvisi diujicobakan. disarankan untuk menindak lajuti penelitian yang berkenaan dengan penggunaan collaborative writing strategy. Hasil uji coba kedua menunjukkan bahwa unit yang direvisi telah sesuai. Hasil validasi ahli dan guru menunjukkan bahwa 8 unit dapat diterima dan diaplikasikan kecuali unit 1. Produk akhir berupa materi rekaman pada CD dan Kaset. Seorang ahli dan guru menyatakan bahwa unit tersebut terlalu mudah. Buku petunjuk guru berisi arahan bagaimana mengajarkan materi tersebut. Ada sembilan unit yang dikembangkan dalam draft usulan. Mayoritas siswa setuju jika bahan ajar listening perlu disediakan. revisi. pengembangan materi. Revisi dilakukan dengan menambahkan soal tertulis pada bagian A dan bagian B yang semula dalam bentuk membuat ringkasan diubah menjadi menyusun paragraf acak. Ahli dan Guru memvalidasi materi dalam hal bahasa. kwalitas rekaman dianalisa secara kwantitatif dengan prosentase. Kata kunci: teks recount. uji coba. naskah dan kunci jawaban. MAN Jombang. disarankan pada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan strategi collaborative writing. dan lembar kerja siswa. panjangnya materi menyimak. kemampuan menulis. Peningkatan Kemampuan Menulis Siswa Kelas 11 MA Hasyim Asy’ari Kembangbahu Lamongan melalui Penerapan Strategi Scaffolding Uzlifatul Masruroh Isnawati Abstrak . Bahan ajar menyimak dikembangkan. dan produk akhir. kwalitas rekaman. Subyek uji coba adalah murid kelas dua belas Jurusan Bahasa pada MAN Jombang tahun pelajaran 2008/2009. Bagi peneliti yang akan melakukan penelitian yang sama disarankan agar mengembangkan materi menyimak untuk siswa kelas X dan XI. menulis secara kolaboratif Developing a Prototype of Listening Materials for Grade XII Students of MAN Jombang Syamsul Ma’arif Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan materi menyimak Bahasa Inggris untuk kelas dua belas semester satu. pedoman wawancara. Maka unit 1 dalam draft dihapus dan ditambahkan unit Review sebagaimana saran dari guru bahasa Inggris. Kemudian. Lembar kerja siswa berisi latihan-latihan yang harus dikerjakan oleh siswa. prototipe. dan kepraktisan penggunaannya.28 Maret 2008. validasi ahli dan guru. khususnya pada pengajaran writing. kecepatan berbicara. kecepatan berbicara. Setelah selesai. urutan dalam mengajarkannya. kesesuaian isi dengan kurikulum. Kepada para peneliti di masa mendatang. revisi. Bagi guru bahasa Inggris yang akan memakai produk penelitian ini disarankan mengikuti buku petunjuk yang ada dan meragamkan jenis latihan bagian Expansion Activities. Uji coba produk dilakukan pada tanggal 4 . Berdasarkan keefektifan implementasi strategi collaborative writing pada pengajaran writing. Data yang diperoleh dari guru dan observasi yang berhubungan dengan kepraktisan dan keefektifan materi selama uji coba dipaparkan secara kwalitatif dan data dari siswa yang berhubungan dengan bahasa. materi menyimak Bahasa Inggris. Collaborative writing srategy dapat digunakan untuk mengajar jenis genre-genre yang berbeda dari berbagai tingkat pendidikan mulai SMP sampai SMA. panjangnya materi menyimak. khususnya yang berminat pada penerapan pendekatan strategi collaborative writing dalam penelitian kelas mereka. kesesuaian isi dengan kurikulum. buku petunjuk guru. draft tersebut dikirim ke para ahli dan guru bahasa Inggris untuk divalidasi dan dievaluasi.

Guru kelas hanya menunggu hasil kerja siswa tanpa membimbing mereka dalam proses menyelesaikan tugas menulis tersebut. j) siswa menukar revisi draft mereka dengan draft temannya. Sehingga. b) guru mengatur semua ide siswa dalam word webbing. Penelitian ini adalah penelitian dengan rancangan penelitian tindakan kelas. pemberian daftar kosa kata dan permodelan. rumusan masalah dari penelitian ini adalah “Bagaimana meningkatkan kemampuan siswa kelas 11 MA Hasyim AS’ari Kembangbahu Lamongan dalam menulis dapat ditingkatkan dengan menggunakan strategi scaffolding?” Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan strategi scaffolding dalam proses menulis sehingga kemampuan siswa dalam menulis bisa meningkat.274 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 Menyadari rendahnya kemampuan siswa kelas sebelas MA Hasyim Asy’ari dalam menulis karangan Bahasa Inggris. d) guru menunjukkan model draft awal sebagai pengembangan dari outline. kemudian strategi scaffolding diterapkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis. l) siswa menulis draft akhir mereka. penggunaan strategi scaffolding dalam menulis dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karena strategi ini memberi kebebasan kepeda guru untuk mengatur kegiatan menulis secara sistematis untuk memenuhi kebutuhan dari semua siswa. f) guru dan siswa mendiskusikan model dari teks tersebut. . siswa mampu menyelesaikan dengan baik tugas-tugas menulis tertentu sebagaimana tujuan pengajaran di tiap tahap dari proses menulis. g) siswa menulis draft awal. Strategi scaffolding diberikan diberikan dalam seluruh proses menulis yaitu pada tahap pra menulis. tahap pengeditan. tahap perbaikan. Berdasarkan alasan ini. Penyebab rendahnya kemampuan menulis ini adalah pelaksanaan pengajaran menulis itu sendiri menggunakan pendekatan yang berpusat pada hasil. Pendekatan kolaborasi tindakan kelas dilaksanakan dimana peneliti secara bersama-sama dengan guru kelas melaksanakan perencanaan tindakan. d) siswa menulis outline mereka. Strategi scaffolding dalam tahap pengeditan adalah pengeditan teman sekelas. gambar. h) guru berdiskusi dengan siswa tentang isi draft mereka i) siswa merevisi draft mereka. Strategi scaffolding dalam tahap pembuatan draft adalah permodelan dan pembahasan model text. dan m) siswa mempublikasikan hasil kerja mereka dengan membacanya di depan kelas di depan teman-teman mereka dan memajangnya di majalah dinding kelas dan n) siswa memberi komentar/apresiasi atas hasil tulisan teman mereka. dan berbicara dengan menggunakan strategi scaffolding. ejaan dan tanda baca. Langkah-langkah dari strategi scaffolding dalam proses menulis ini adalah sebagai berikut: a) guru dan siswa melakukan kegiatan tanya jawab tentang topik. tahap pembuatan draft. pelaksanaan tindakan. Ketiga. Terdapat tiga keunggulan dengan menggunakan strategi scaffolding dalam proses menulis. hasil dari tugas akhir siswa meningkat dimana 87 % siswa mencapai kriteria skor minimal adalah tujuh (7). Untuk Guru Bahasa Inggris diharapkan menerapkan strategi scaffolding dalam mengajar menulis. Strategi scaffolding dalam tahap pemublikasian adalah membacakan draft akhir di depan kelas dan memajangnya di majalah dinding kelas yang selanjutnya hasil karangan mereka akan dikomentari oleh teman satu kelas. Kedua. dan melakukan refleksi tindakan. Kata kunci: strategi scaffolding. Strategi scaffolding dalam tahap perbaikan adalah diskusi dengan siswa tentang draft mereka. mengamati tindakan. Strategi scaffolding yang dilakukan dalam tahap pra menulis berupa tanya jawab. kemampuan menulis Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas Dua SMP Negeri 3 Tanggul melalui Pembelajaran Berbasis Proyek Wahyu Ekawati Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa SMP Negeri 3 TanggulJember kususnya menulis paragraf deskriptif melalui pembelajaran berbasis proyek dikarenakan kemampun menulis mereka yang kurang dalam empat aspek menulis yaitu pengaturan paragraf atau organisasi. c) guru memberi contoh atau model tentang pembuatan outline. . dan tahap pemublikasian. Dan bagi peneliti yang akan datang agar mengadakan penelitian pada keahlian Bahasa Inggris yang lain. tata bahasa. menyimak. Akhirnya. Pertama. maka studi tentang peningkatan kemampuan sisws dalam menulis perlu dilaksanakan. yaitu pada keahlian membaca. Menurut Vernon (2000). siswa aktif dan termotivasi ketika strategi scaffolding ini diterapkan. word webbing. Penelitian ini telah berhasil mengimplementasikan strategi scaffolding. perbendaharaan kata. k) guru menjelaskan cara mengoreksi atau mengedit draft. beberapa rekomendasi ditawarkan baik untuk guru bahasa Inggris maupun peneliti yang akan datang.

Dua siklus diimplementasikan melalui empat langkah yang meliputi kegiatan merencanakan. Peningkatan ini dicapai melalui dua tahap dalam setiap siklusnya. kemampuan menulis Menggunakan Buku Saku Kecakapan Keterampilan Fungsional untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Siswa di MTsN Munjungan Trenggalek Wiratno Abstrak Pembelajaran bahasa Inggris di MTsN Munjungan belum mencapai tujuan kompetensi komunikatif karena para siswanya kurang mendapat kesempatan menggunakan bahasa itu. kegiatan percakapan independen yang mencakup tahapan-tahapan berikut.0% menjadi 84. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana buku saku kecakapan keterampilan fungsional dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa MTsN Munjungan Trenggalek. Peningkatan kemampuan siswa dapat dilihat pada peningkatan prosentase respon positif siswa selama dua putaran proses penelitian. (b) membuat rancangan awal berdasarkan hasil menulis bebas. Kata kunci: pembelajaran berbasis proyek. (3) Mereka meminta guru menandatangani buku sakunya. (c) mengevaluasi dengan melakukan penilaian sendiri dan teman. mengobservasi dan merefleksi pada setiap siklusnya.3% . yaitu: (1) tahap persiapan yang meliputi persiapan proyek dan bahasa yang dibutuhkan. Hampir semua siswa bahkan hampir tidak pernah berbahasa Inggris walaupun saat pelajaran di kelasnya adalah bahasa Inggris. dan (2) tahap penyelesaian yang mengunakan kegiatan proses menulis yang meliputi: (a) pra menulis yang terdiri dari pengamatan ’hot spot’ (tempat menarik yang paling disenangi siswa) sebagai kegiatan luar ruangan dan menuliskan hasil pengamatannya kedalam ’T-Chart’ yang sudah disediakan (format lembar observasi yang berbentuk seperti huruf ’T’). dianalisa dengan mendeskripsikan semua kejadian dan peristiwa yang berhubungan dengan pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek dalam pelajaran menulis paragraf deskriptif yang dilaksanakan dalam empat pertemuan didalam kelas pada jam sekolah dan diluar kelas setelah pulang sekolah pada setiap siklusnya. (1) Siswa mencari pasangan dan mempersiapkan percakapannya sendiri. Data yang diperoleh melalui beberapa instrumen seperti: (1) pengecek proyek siswa. (2) catatan lapangan. (4) portofolio siswa. (3) laporan kemajuan proyek. (2) Mereka menemui guru untuk mendemonstrasikan percakapannya.7% di putaran kedua. guru mengaktifkan pikiran/ingatan siswa agar terpusat pada topik yang akan dipelajari.3%. Kedua. Temuan-temuan penelitian ini mengungkap bahwa penerapan buku saku kecakapan keterampilan fungsional dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris. (5) pedoman pengamatan. Pertama. mereka adalah peneliti sendiri dan koleganya. and (b) percakapan terbimbing. Mereka sangat cemas dan tidak percaya diri ketika berbicara bahasa Inggris. (4) Mereka meminta orang tua/wali muridnya untuk menandatangani buku sakunya. (2) Kegiatan inti mencakup dua tahap: (a) tahap pemahaman.7% menjadi 84. juga melalui kegiatan konferensi guru dan siswa. hasil kuesioner close-ended meningkat dari 70. Faktanya kemampuan berbicara bahasa Inggris para siswa sangat rendah. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif karena peneliti dibantu oleh teman sejawatnya yang juga guru bahasa Inggris.5 %. Penelitian ini diaplikasikan pada satu kelas yang terdiri dari tiga puluh lima anak yang seluruhnya menjadi subjek penelitian. dan menulis bebas berdasarkan TChart. (3) Fase penutup.Program Studi S2 ING 275 Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang melibatkan dua guru bahasa Ingris dari sekolah dimana penelitian ini dilaksanakan. dan (d) merevisi untuk menghasilkan rancangan akhir. kemampuan menulis siswa kelas 8E SMP Negeri 3 Tanggul-Jember pada tahun pelajaran 2008/2009 khususnya dalam menulis paragraf deskriptif bisa ditingkatkan. Model penerapan buku saku kecakapan keterampilan fungsional yang tepat terdiri dari dua sesi utama. mengimplementasikan. hasil kuesioner open-ended meningkat dari 71. dan hasil wawancara meningkat dari 73. dan (6) kuesioner.7% di putaran pertama menjadi 80. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui implementasi pembelajaran berbasis proyek dalam dua siklus. pembelajaran di kelas yang mencakup tiga fase: (1) Fase pemanasan. dan (e) menulis akhir dengan menyempurnakan tulisan dan memajang hasil proyek terakhir tersebut di majalah dinding sekolah sebagai kegiatan publikasi. guru memberikan penguatan terhadap kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung.3%.Rata-rata. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah siswa yang mencapai tingkat kemampuan baik menjadi 37 siswa dari 40 siswa atau 92. prosentase respon positif hasil observasi meningkat dari 65.

para peneliti disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut terhadap strategi ini dengan konteks dan tingkat kelas yang berbeda. dalam menulis berbahasa Inggris. Selain itu. Kata kunci: buku saku. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 4 Februari 2008. yaitu: (1) pengujian reliabilitas. yang berarti bahwa nilai rerata hanya naik 0. Melalui pembelajaran keterampilan menulis.276 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 menjadi 90.20 poin setelah pelaksanaan strategi. Hal ini menunjukkan bahwa hasil tersebut mempunyai tingkat reliabilitas yang tinggi. Sementara itu. Selanjutnya. sementara itu. Hal ini menunjukkan bahwa distribusi data adalah normal. Desain penelitian ini adalah semi-eksperimen dengan rancangan tes awal-tes akhir kelompok kontrol. sementara langkah ketiga dilaksanakan untuk menjawab masalah penelitian. satu soal digunakan dalam tes awal. perasaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rerata komponen tatabahasa dari kelompok eksperimen dalam tes awal dan tes akhir masing-masing adalah 37. Langkah kedua dimaksudkan untuk menguji normalitas dan homogenitas distribusi data. Hal ini berarti bahwa nilai rerata dalam tes akhir lebih tinggi daripada nilai rerata dalam tes awal. nilai rerata dari kelompok eksperimen lebih tinggi daripada nilai rerata kelompok kontrol. Hasil ini juga didukung oleh pengujian reliabilitas tes dari kelompok eksperimen yang masingmasing adalah 0. sedangkan prosentase respon positif hasil kuesioner dan wawancara lebih besar dari kriteria keberhasilan 75%. dan (3) pengujian hipotesis.89 dalam tes awal dan 0. Sampel penelitian ini diambil dari populasi kelas X MAN Lasem tahun pelajaran 2008/2009.00. kemampuan berbicara Keefektivan Pengajaran Tatabahasa dalam Konteks untuk Mengurangi Kesilapan Tatabahasa Siswa dalam Menulis Yadhi Nur Amin Abstrak Menulis merupakan salah satu keterampilan dasar berbahasa yang harus diajarkan pada siswa sekolah menengah. pengajaran tatabahasa dalam konteks yang dipadukan dengan pengajaran menulis diterapkan untuk mengatasi masalah kesilapan tatabahasa dalam tulisan mereka. dan nilai rerata naik 16. dan satu soal lain dalam tes akhir.20. hasil uji homogenitas yang . Yang terakhir. Ada tiga langkah dalam analisis data. pengalaman. Langkah pertama dilakukan untuk mengukur tingkat reliabilitas penilaian yang dilakukan oleh dua penilai. Masalah penelitian umum yang harus dijawab adalah. Maka dari itu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keefektivan pengajaran tatabahasa dalam konteks untuk mengurangi kesilapan tatabahasa dalam menulis. hasil pengujian reliabilitas dari kelompok kontrol yaitu 0. dan kelas X-5 dengan 40 siswa sebagai kelompok eksperimen. siswa disuruh untuk menulis sebuah teks recount. “Apakah siswa yang diajar dengan pengajaran tatabahasa dalam konteks membuat lebih sedikit kesilapan tatabahasa dalam menulis daripada siswa yang diajar dengan pengajaran tatabahasa secara konvensional?” Jawaban sementara untuk pertanyaan ini dirumuskan dalam hipotesis kerja yaitu siswa yang diajar dengan pengajaran tatabahasa dalam konteks membuat lebih sedikit kesilapan tatabahasa dalam menulis daripada siswa yang diajar dengan pengajaran tatabahasa secara konvensional. yaitu kelas X-7 dengan 40 siswa sebagai kelompok kontrol. Namun demikian. hasil uji normalitas menunjukkan bahwa nilai assymp.00.80 dan 54. Dalam tes tersebut. Singkatnya. keterampilan fungsional.99 baik dalam tes awal maupun tes akhir.20 poin. Berdasarkan temuan-temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan buku saku kecakapan keterampilan fungsional dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa.73 dalam tes akhir. Prosentase respon positif hasil observasi tersebut lebih besar dari kriteria keberhasilan 65%. nilai rerata dari kelompok kontrol masing-masing adalah 37. para guru bahasa Inggris di sekolah tersebut disarankan menerapakan strategi tersebut dalam pembelajarannya karena ini sangat praktis dan bermanfaat. (2-tailed) dari tes menulis kedua kelompok tersebut pada tingkat signifikan 0. hasil tulisan siswa MAN Lasem tidak dapat dipahami dengan baik karena masih terdapat banyak kesilapan tatabahasa. penggunaan metode pengajaran tatabahasa yang tepat sangat diperlukan. Oleh karena itu.sig.05 adalah 0. untuk mengurangi kesilapan tatabahasa dalam tulisan mereka. (2) pengujian normalitas dan homogenitas data. dan penguasaan komponen bahasa dalam struktur bahasa Inggris tulis. mereka masih menemui banyak kesulitan. dua soal tes menulis digunakan sebagai instrumen.0%. Pekerjaan siswa dikoreksi oleh dua penilai yang independen (peneliti sendiri dan salah satu guru bahasa Inggris MAN Lasem). Dalam pengumpulan data.00 dan 37. Oleh karena itu. para siswa diharapkan dapat menuangkan ide.

kegiatan di kelas adalah berupa kegiatan merevisi dan mengedit sekaligus menulis draf akhir. Pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP Santu Paulus Ruteng materi pembelajaran Writing III yang sesuai dengan silabus yang dipakai belum ada. uji coba pada mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP Santu Paulus Ruteng. Oleh karena itu. F-hitung yang diperoleh lebih tinggi daripada F-tabel. Ketika diminta pendapat mereka tentang apa yang hendak diperbaiki dalam produk tersebut. ketika akan menggunakan materi ini. analisis varian (ANOVA) digunakan dalam uji hipotesis untuk mengetahui perbedaan hasil kemampuan menulis dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan menggunakan tingkat signifikan 0. Hasil evaluasi para ahli menunjukkan bahwa selain terdapat kelebihan dalam materi tersebut. para mahasiswa terlihat antusias mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan menggunakan materi tersebut. yaitu “Siswa yang diajar tatabahasa dalam konteks tidak melakukan lebih sedikit kesilapan tatabahasa daripada siswa yang diajar tatabahasa secara konvensional. dan mahasiswa dalam rangka perbaikan produk tersebut. dilanjutkan dengan pengembangan materi. proses revisi sesudah uji coba. Selanjutnya.963. dosen dapat memperkenalkan penggunaan portofolio untuk merekam seluruh aktivitas menulis dan semua draf . Hasil analisis menunjukkan bahwa F-hitung yang diperoleh adalah 17. Untuk memonitor kemajuan siswa dalam menulis. ada pedoman evaluasi dan catatan lapangan yang dipakai sebagai instrumen untuk merekam masukan dari para ahli. Pertama. Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas tersebut. dalam penelitian ini adalah materi pembelajaran mata kuliah Writing III. produk akhir dapat diselesaikan seperti terlihat pada bagian akhir dari tesis ini. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan karena tujuannya adalah untuk mengembangkan suatu produk. dan karena itu produk direvisi seperti yang disarankan. contoh. Pada pertemuan kedua. penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengembangkan materi pembelajaran untuk mata kuliah Writing III. dapat disimpulkan bahwa siswa yang diajar dengan tatabahasa dalam konteks membuat lebih sedikit kesilapan tatabahasa dalam menulis daripada siswa yang diajar tatabahasa secara konvensional.05 menunjukkan bahwa varian antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen untuk tes menulis teks recount tidaklah berbeda atau homogen. strategi yang diujikan ini (pengajaran tatabahasa dalam konteks) terbukti efektif untuk mengurangi kesilapan tatabahasa siswa dalam menulis. proses revisi. Materi pembelajaran mata kuliah Writing III yang dikembangkan terdiri atas 7 unit dan memuat penjelasan tentang konsep dasar. Ketersediaan materi tersebut sangat penting terutama dalam pembelajaran menulis di mana banyak siswa menghadapi kesulitan ketika menuangkan idenya dalam tulisan. kemudian diikuti oleh penulisan esei dengan pendekatan proses termasuk kegiatan mengumpulkan ide dan penulisan draf awal. dan produk akhir. menulis Mengembangkan Materi Pengajaran Mata Kuliah Writing untuk Mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Santu Paulus Ruteng Yerni Miss Endang Polly Abstrak Salah satu komponen yang menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran di kelas adalah ketersediaan materi pengajaran yang berfungsi sebagai sumber ilmu yang dapat mempermudah proses pembelajaran.Program Studi S2 ING 277 menggunakan F-Lavene dengan tingkat signifikan 0. soal tes dianggap reliabel untuk digunakan dalam uji hipotesis. Hal itu berarti bahwa ada cukup bukti untuk menolak hipotesis nol dan menerima hipotesis kerja. Berdasarkan hasil penelitian. ada beberapa saran yang dapat dikemukakan sebagai berikut. Ketika diujicobakan. Dengan demikian. beberapa langkah pengembangan dilakukan sebagai berikut. Langkah pertama adalah proses pengumpulan informasi mengenai ketidaktersediaan materi untuk Writing III. Pada awal pertemuan pertama. Dalam proses validasi ahli dan uji coba. mengurangi. model teks. Selanjutnya. Dengan menggunakan cara yang sama yaitu memperbandingkan F-hitung dan F-tabel seperti yang digunakan dalam uji hipotesis. sesudah melakukan revisi dari hasil validasi ahli dan uji coba.05. dosen Writing III disarankan untuk memperhatikan alokasi waktu karena satu unit dialokasikan untuk 2 kali pertemuan. dosen. dan latihan menulis dengan menggunakan pendekatan proses. hipotesis kerja lebih dulu diformulasikan dalam hipotesis nol. Berdasarkan adaptasi model pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall (1983:775). Oleh karena itu.967 dan F-tabel adalah 3. mereka menyarankan untuk menambahkan beberapa contoh lagi di setiap unit. Dengan kata lain. dosen menjelaskan konsep dan model teks. proses validasi oleh seorang ahli dalam pengembangan produk dan seorang ahli di bidang pembelajaran menulis. ada juga beberapa kelemahan yang perlu direvisi. kesilapan tatabahasa. untuk mempermudah dalam analisis data. Kata kunci: tatabahasa dalam konteks.

Kata kunci: silabus. Dengan begitu. Saran untuk langkah selanjutnya adalah penggunaan silabus di pusat pelatihan awak kabin yang menggunakan silabus komunikatif yang didasarkan pada survei kebutuhan terlebih dahulu untuk mengetahui apa yang ada di dunia nyata. 3) memilih tipe silabus. Bagi para mahasiswa yang mengambil mata kuliah Writing III. 6) Giving Information and before Landing. Bagi peneliti lain dalam bidang pengembangan materi terutama menulis. 7) After Landing and Parting. Penelitian hasil kerja pengembangan (Research and Development) ini didasarkan pada teori Yalden dalam artikelnya yang berjudul Language Program Development yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa dengan melalui delapan tahapan. 2) Before Take-off. 8) Flight Safety Procedure. materi pengajaran. Untuk memperbaiki produk tersebut. Sosialisasi dapat pula dilakukan kepada institusi dalam rangka memperoleh izin penggunaan materi ini di kelas. 5) Sales On-board. ESP. awak kabin . uji coba yang lebih luas perlu dilakukan. 6) uji coba silabus. Silabus ini juga merefleksikan keadaan-keadaan nyata di dunia penerbangan sehingga para awak kabin akan mampu berkomunikasi dengan baik menggunakan Bahasa Inggris yang baik dan benar karena hal tersebut merupakan aspek yang sangat penting di dalam dunia penerbangan.278 KUMPULAN ABSTRAK TESIS & DISERTASI 2008/2009 yang dihasilkan oleh siswa. Para dosen yang mengajar mata kuliah Writing III juga dapat diperkenalkan pada materi ini untuk dipakai di kelas. Silabus yang dikembangkan ini terdiri dari topik-topik yang berhubungan dengan dunia penerbangan. Silabus yang sudah dilengkapi dengan tabel penyebaran kegiatan dan satuan pelajaran ini kemudian diuji-cobakan oleh guru Bahasa Inggris yang mengajar ESP di salah satu pusat pelatihan awak kabin di Malang. untuk kemudian diolah untuk menjadi hasil akhir. silabus yang dikembangkan dibuat berdasarkan kemampuan komunikatif sebagai dasar dalam pengembangannya. 2) Mendeskripsikan/menentukan tujuan. yaitu: 1) Boarding and seating. 9) Announcement. model teks. dan 8) produk akhir. 4) menulis proto silabus. mereka dapat belajar sendiri dengan menggunakan materi tersebut ketika dosen berhalangan hadir. 7) evaluasi/revisi silabus. lebih banyak orang terutama para dosen mata kuliah Writing III perlu dilibatkan untuk memberikan kontribusi bagi perbaikan materi tersebut. Kata kunci: pengembangan. dan latihan menulis dengan pendekatan proses. direvisi. 5) menulis silabus pengajaran. Mereka dapat mengikuti petunjuk di dalam materi mulai dari tujuan. maka pengajaran Bahasa Inggris di pusat pelatihan awak kabin akan semakin mengena pada sasaran yaitu seorang awak kabin tidak saja cakap dalam melayani penumpang namun juga mampu berbahasa Inggris secara baik dan benar dan dimengerti oleh penumpang asing. Selain itu. latihan. Karena kemampuan berkomunikasi dengan penumpang asing menggunakan Bahasa Inggris sangat penting. 4) socializing/personal service/extra care. Kedua. Topik-topik ini akan disajikan dalam dua belas kali pertemuan dengan waktu Sembilan puluh menit per pertemuan. konsep. Writing Pengembangan Silabus Bahasa Inggris Komunikatif untuk Siswa Awak Kabin di Pusat Pelatihan Yudi Setyaningsih Abstrak Studi ini dimaksudkan untuk mengembangkan seperangkat silabus untuk siswa awak kabin yang sedang menempuh pendidikan di pusat pelatihan awak kabin. yaitu: 1) Melaksanakan survey kebutuhan. 3) Meals and Drinks Service. penelitian ini termasuk produk yang dihasilkan dapat dipakai sebagai rujukan dalam penelitian mereka. Setelah uji coba dilaksanakan kemudian dievaluasi oleh para pakar silabus. upaya untuk memperkenalkan materi ini dapat dilakukan pada awal pertemuan kepada mahasiawa. Para pengajar Bahasa Inggris dan siswa awak kabin akan sangat terbantu oleh silabus ini karena pembuatannya didasarkan pada survey kebutuhan yang dilakukan terhadap orang-orang yang terlibat dalam dunia penerbangan. Silabus yang diusulkan ini akan sangat berguna untuk para pengajar Bahasa Inggris yang mengajarkan ESP di pusat pelatihan awak kabin karena telah dilengkapi dengan satuan pelajaran yang menguraikan dengan sangat jelas kegiatan-kegiatan belajar/mengajar serta materi pengajaran yang terutama bersumber dari internet. dan 10) Language Reinforcement.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.