P. 1
BAHAN MKN PRAJAB 2011

BAHAN MKN PRAJAB 2011

|Views: 267|Likes:
Published by Dody Harianto

More info:

Published by: Dody Harianto on Jul 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2014

pdf

text

original

1

KEPEGAWAIAN NEGARA
Oleh TIM MKN BKPP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH disampaikan pada

DIKLAT PRAJABATAN
Di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah
2

MANAJEMEN KEPEGAWAIAN NEGARA

( MKN )
* Kebijaksanaan MKN secara umum dipegang oleh Presiden. * Lembaga Pemerintah yang dipercaya untuk membantu Presiden di Bidang Kepegawaian adalah Badan Kepegawaian Negara (BKN). * Di daerah dibentuk Badan Kepegawaian Daerah / Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKD/BKPP) Prov / Kab / Kota
3

UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 1999 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1974 TENTANG POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN 4 .

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1974 TANGGAL 6 NOVEMBER 1974 TENTANG POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN 5 .

PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI SINGKAT Pegawai Negeri adalah perekat persatuan dan kesatuan NKRI. Bagi warga negara Republik Indonesia yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih dan diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Diklat Prajabatan adalah untuk memberi bekal pengetahuan, ketrampilan, kemampuan serta pembentukan perilaku dan etika moral bagi CPNS dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Lulus Diklat Prajabatan adalah salah satu syarat utama bagi CPNS untuk dapat diangkat menjadi PNS disamping persyaratan lainnya.
6

B. TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM (TPU) Peserta Diklat Prajabatan diharapkan setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan ini mampu memahami berbagai ketentuan di Bidang Kepegawaian yang berkaitan dengan tugas, fungsi,hak dan kewajiban Pegawai Negeri Sipil.

7

C. TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS (TPK) Setiap peserta Diklat Prajabatan diharapkan mampu memahami MKN tentang : 1. Pengertian Pegawai Negeri 2. Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pegawai Negeri 3. kewajiban dan Hak Pegawai Negeri 4. Sistem Rekruitmen 5. Sistem Penempatan Pegawai Negeri 6. Sistem Penggajian dan Penghargaan 7. Sistem Karir Pegawai Negeri 8. Sistem Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri 9. Sistem Pemberhentian Pegawai Negeri
8

‡ Munas KORPRI pada Tahun 1999 Merubah landasan etika KORPRI dari Sapta Prasetya KORPRI menjadi Panca Prasetya KORPRI. 9 .KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (KORPRI) ‡ KORPRI adalah pembinaan PNS di luar kedinasan dan semua PNS berhak menjadi anggota KORPRI.

Menegakkan kejujuran. yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia. adalah insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara. 2. 5.PANCA PRASETYA KORPRI Kami anggota Korps Pegawai Republik Indonesia. 4. 3. berjanji: 1. 10 . Memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan. keadilan dan disiplin serta meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme.

di lingkungan instansi Pemerintah. dan pemberhentian Pegawai Negeri. penilaian kinerja. penempatan.POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN ‡ A. penggajian. promosi. UMUM Pengertian Manajemen Kepegawaian Negara adalah proses dan prosedur tertentu di Bidang Kepegawaian yang mencakup kegiatan-kegiatan penerimaan. 11 .

‡ Pegawai Negeri adalah setiap warga negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan. dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.B. PENGERTIAN PEGAWAI NEGERI ‡ Pengertian Pegawai Negeri diatur pada Pasal 1 ayat (1) UU No. 12 .43 Tahun 1999. atau diserahi tugas negara lainnya. ‡ Pegawai Negeri adalah unsur Aparatur Negara dan disebut juga Aparatur Pemerintah. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri.

43 Tahun 1999 (1) Pegawai Negeri berkedudukan sebagai unsur apartur negara yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional. jujur. adil dan merata dalam penyelenggaraan tugas negara. terdiri dari PNS Pusat dan PNS Daerah. 13 .C. TUGAS DAN FUNGSI PNS Pasal 3 UU No. pemerintahan dan pembangunan. KEDUDUKAN. 2. (2) Pegawai Negeri harus netral dari pengaruh semua golongan dan partai politik serta tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. pegawai negeri dilarang menjadi anggota dan atau pengurus partai politik. POLRI. Pegawai Negeri Terdiri dari : 1. untuk menjamin netralitas dimaksud. TNI 3. PNS.

MENJAGA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA DALAM NKRI. 14 . NEGARA DAN PEMERINTAH. MENTAATI SEGALA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU. MELAKSANAKAN TUGAS KEDINASAN YANG DIPERCAYAKAN KEPADANYA DENGAN PENUH PENGABDIAN. MENYIMPAN RAHASIA NEGARA DAN JABATAN. KESADARAN DAN TANGGUNG JAWAB.GAJI CUTI PERAWATAN TUNJANGAN UANG DUKA PENSIUN PESERTA TASPEN PESERTA ASKES PESERTA TAPERUM PESERTA KORPRI SETIA DAN TAAT KEPADA PANCASILA DAN UUD TH 1945.

15 .

KEWAJIBAN : (3) 16 .

MEMBERIKAN KESEMPATAAN KPD BAWAHAN 17.15.MENAATI PERATURAN KEDDINASAN 17 .MEMBERI PELAYANAN 16.

18 .

19 .

20 .

Bekerja perusahaan asing 5. Menjadi Perantara 3. menggandakan. Memiliki. menjual. Tanpa izin menjadi pegawai pd negara lain 4. Bekerjasama dgn atasan utk keuntungan pribadi dan golongan 7. Bertindak sewenang-wenang kpd bawahan 21 . menyewakan barang milik negara 6. Menyalahgunakan wewenang 2. Menerima hadiah berkaitan dgn jabatan 2.LARANGAN : 1. Memberi sesuatu utk diangkat dlm jabatan 1.

8. Memberi dukungan Bupat/wkl dgn cara terilibat kampanye. Melakukan sesuatu yg merugikan yg dilayani 11. Bupat/wkl cara fc KTP 14. Bertindak sewenang-wenang kpd bawahan 10. Memberika dukungan calon preside/wakil 13. kegiatan yg berpihak 22 . Menghalangi tugas kedinasan 12. Menerima hadiah berkaitan dgn jabatan 9. Memberi dukungan DPRD. merugikan calon lain. fasilitas.

Menghalangi tugas kedinasan 12. merugikan calon lain.10. Memberika dukungan calon preside/wakil 13. Memberi dukungan DPRD. Memberi dukungan Bupat/wkl dgn cara terilibat kampanye. fasilitas. kegiatan yg berpihak 23 . Bupat/wkl cara fc KTP 14. Melakukan sesuatu yg merugikan yg dilayani 11.

24 .

Formasi PNS disusun berdasarkan analisa kebutuhan dan penyediaan pegawai sesuai dengan jabatan yang tersedia. Pengadaan Pegawai Negeri Sipil adalah kegiatan untuk mengisi formasi yang lowong dan dilaksanakan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian. secara teknis lebih lanjut diatur dengan Peraturan Kepala BKN Nomor 30 Tahun 2007. 25 .PENGADAAN PNS Dasar Hukum : PP Nomor 11 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas PP Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil.

4. Pengadaan PNS terdiri dari : 1. Penyaringan. 6. 2. 5. Pengadaan CPNS melalui dua jalur yaitu dari Tenaga Honor dan Pelamar Umum. Pengangkatan CPNS. Perencanaa. Pelamaran. Pengumuman.Setiap warga negara RI mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi PNS. 26 . 3. Pengangkatan CPNS menjadi PNS.

keahlian dan keterampilan yang diperlukan. karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan. Berkelakuan baik. b. h. c. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta. Sehat jasmani dan rohani. Tidak berkedudukan sebagai calon / Pegawai Negeri. Usia serendah-rendahnya 18 tahun dan setinggi-tingginya 35 tahun. dan j. i. Syarat lain yang ditentukan dalam persyaratan jabatan 27 .Syarat yang harus dipenuhi setiap pelamar ( Pasal 6 ) : a. WNI. f. g. kecakapan. Memupunyai pendidikan. e. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI atau negara lain yang ditentukan oleh pemerintah. d. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Fungsional Tertentu Selanjutnya Jabatan Fungsional Tertentu terdiri atas : .Jabatan Fungsional Tertentu karena Keahlian (Teknis) Contoh : Auditor. . Perawat. dll.Penempatan PNS adalah sesuai dengan kompetensinya ‡ PNS mengemban tugas jabatan negeri yaitu : . Dokter.Jabatan Fungsional : . Arsiparis.Jabatan Struktural .Fungsional Umum .Jabatan Fungsional Tertentu kerana Profesi Contoh : Guru. 28 . Bidan dll. Widyaiswara.

dan c. 29 (2) (3) (4) . Gaji CPNS 80% dari gaji pokok PNS. telah memenuhi syarat kesehatan jasmani dan rohani untuk diangkat menjadi PNS. TMT keputusan pengangkatan menjadi PNS tidak boleh berlaku surut.CPNS wajib melaksanaka tugas selambat-lambatnya 1 (satu) bulan. Setelah menerima keputusan pengangkatan sebagai CPNS (Psl 11A) Hak atas gaji CPNS berlaku sejak tanggal SPMT. PENGANGKATAN CPNS MENJADI PNS (Pasal 14) (1) CPNS yang telah menjalankan masa percobaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan paling lama 2 (dua) tahun. b. Lulus Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan dinyatakan dengan STTPL Prajabatan yang ditetapkan oleh PPK. apabila : a. diangkat menjadi PNS oleh PPK dalam jabatn dan pangkat tertentu. telah lulus Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan. setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik. Kesehatan jasmani dan rohani dinyatakan dalam surat keterangan yang dikeluarkan oleh Dokter Penguji Tersendiri/Tim Penguji Kesehatan yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan.

tetapi karena sesuatu sebab belum diangkat menjadi PNS hanya dapat diangkat menjadi PNS apabila alasannya bukan karena kesalahan yang bersangkutan (Pasal 15). CPNS yang menjalankan masa percobaan lebih dari 2 (dua) tahun dan telah memenuhi syarat.p. dengan nilai rata-rata harus BAIK. Kepala BKPP.Pengangkatan CPNS menjadi PNS diusulkan secara kolektif dengan surat pengantar dari Kepala Unit Kerja. Dan usulannya harus mendapat persetujuan teknis Kepala Kantor Regional BKN. 30 . Masa penilaian DP-3 untuk pengangkatan CPNS menjadi PNS dihitung 1 (satu) mulai dari TMT melaksanakan tugas. ditujukan kepada Gubernur u. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dibuat setelah 1 (satu) tahun atau lebih menjalankan masa percobaan sebagai PNS.

PENILAIAN KINERJA PNS Dasar Hukum : PP NO 10 TAHUN 1979 tentang PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL Lebih lanjut secara teknis diatur dengan : Surat Edaran Kepala BAKN Nomor : 02/SE/1980 tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil 31 .

yang selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah ini disebut Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan adalah suatu daftar yang memuat hasil penilaian pelaksanaan pekerjaan seorang Pegawai Negeri Sipil dalam jangka waktu 1 (satu) tahun dibuat oleh Pejabat Penilai. Pejabat Penilai adalah atasan langsung Pegawai Negeri Sipil yang dinilai. dengan ketentuan serendah-rendahnya Kepala Urusan atau pejabat lain yang setingkat dengan itu. Jaksa Agung. b. Atasan pejabat Penilai adalah atasan langsung dari Pejabat Penilai. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara. 32 . Kecuali ditentukan lain oleh Menteri. Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil.BAB I KETENTUAN UMUM Dalam peraturan Pemerintah ini dimaksud dengan : a. Pimpinan Lembaga Pemerintahan Non Departemen dan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I dalam lingkungannya masingmasing. c.

Tujuan dari Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan adalah untuk memperoleh bahan-bahan pertimbangan yang objektif dalam pembinaan Pegawai Negeri Sipil Terhadap setiap Pegawai Negeri Sipil dilakukan penilaian pelaksanaan pekerjaan sekali setahun oleh Pejabat Penilai 33 .

BAB II DAFTAR PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN 1). Dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan unsur-unsur yang dinilai adalah : a. dituangkan dalam Daftar Pelaksanaan Pekerjaan. Ketaatan e. Prakarsa dan h. Tanggung jawab d. Hasil penilaian pelaksanaan pekerjaan Pegawai Negeri Sipil. c. 2). Kesetiaan b. Unsur. Prestasi kerja. kepemimpinan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf h hanya dinilai bagi Pegawai Negeri Sipil yang berpangkat Pengatur Muda golongan ruang II /a ke atas yang memangku suatu jabatan. 34 . Kepemimpinan 3). Kerjasama g. Kejujuran f.

Pedoman dalam memberikan nilai pelaksanaan pekerjaan Pegawai Negeri Sipil. Baik 76 ± 90 c. adalah sebagai tersebut dalam Lampiran Peraturan Pemerintah ini Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan adalah bersifat rahasia 35 . Amat Baik 91 ± 100 b. Nilai pelaksanaan pekerjaan dinyatakan dengan sebutan dan angka sebagai berikut : a.1). Sedang 51 ± 60 e. Kurang 50 ke bawah 2). Cukup 61 ± 75 d.

dan pengabdian kepada Pancasila.1. melaksanakan dan mengamalkan sesuatu yang ditaati dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab yang tercermin dalam sikap dan tingkah laku sehari-hari serta dalam perbuatan dalam melaksanakan tugas. adalah tekad dan kesanggupan mentaati. ketaatan. Undang-Undang Dasar 1945. Negara dan Pemerintah. 36 .Kesetiaan : ‡ Yang dimaksud dengan kesetiaan disini adalah. ‡ Pada umumnya yang dimaksud dengan kesetiaan.

2. 37 . ketrampilan. Prestasi Kerja : ‡ Prestasi Kerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang PNS dalam melaksanakan tugasyang dibebankan kepadanya. dan kesungguhan PNS yang bersangkutan. pengalaman. ‡ Pada umumnya prestasi kerja seorang PNS antara lain dipengaruhi oleh kecakapan.

Tanggung Jawab : ‡ Tanggung jawab adalah kesanggupan seorang PNS menyelesaian pekerjaan yang diserahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya dan tepat pada waktunya serta berani memikul resiko atas keputusan yang diambilnya atau tindakan yang dilakukannya.3. 38 .

39 .4. serta kesanggupan untuk tidak melanggar larangan yang ditentukan. mentaati perintah kedinasan yang diberikan oleh atasan yang berwenang.Ketaatan : ‡ Ketaatan adalah kesanggupan seorang PNS untuk mentaati segala peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan yang berlaku.

40 .5. Kejujuran : ‡ Pada umumnya yang dimaksud dengan kejujuran adalah ketulusan hati seorang PNS dalam melaksanakan tugas dan kemampuan untuk tidak menyalah gunakan wewenang yang diberikan kepadanya.

sehingga mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya. Kerja sama : ‡ Kerja sama adalah kemampuan seorang PNS untuk bekerja bersama-sama dengan orang lain dalam menyelesaikan sesuatu tugas yang ditentukan.6. 41 .

atau melaksanakan sesuatu tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan tugas pokok tanpa menunggu perintah dari atasan. adalah kemampuan seorang PNS untuk mengambil keputusan. 42 .7. Prakarsa : ‡ Prakarsa. langkah-langkah.

43 . Kepemimpinan : ‡ Kepemimpinan. adalah kemampuan seorang PNS untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat dikerahkan secara maksimal untuk melaksanakan tugas pokok. penilaian unsur kepemimpinan hanya dikenakan bagi PNS yang berpangkat Pengatur Muda golongan ruang II/a keatas yang memangku suatu jabatan.8.

44 . Kolom 4 Penilaian. ‡ Kolom 6 Tanggapan Pejabat Penilai Atas Keberatan. Kolom 5 Keberatan dari PNS yang Dinilai (apabila ada).DP3 Terdiri Atas 10 Kolom : ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Kolom 1 PNS Yang Dinilai. Kolom 3 Atasan Pejabat Penilai. Kolom 2 Pejabat Penilai.

‡ Kolom 11 Tanggal Pengesahan oleh Atasan Pejabat Penilai. 45 . ‡ Kolom 10 Tanggal Diterima oleh PNS yang dinilai.‡ Kolom 7 Keputusan Atasan Pejabat Penilai atas Keberatan. ‡ Kolom 8 Keterangan-Keterangan. ‡ Kolom 9 Tanggal Pembuatan Oleh Pejabat Penilai.

KENAIKAN PANGKAT PNS Pangkat / Golongan Ruang adalah kedudukan yang menunjukan tingkat seseorang PNS dalam rangkaian susunan kepegawaian dan digunakan sebagai dasar penggajian. Pangkat awal seorang PNS ditetapkan berdasarkan Pendidikan Formal ybs. Periode kenaikan pangkat adalah 1 April dan 1 Oktober Kenaikan Pangkat berdasarkan PP Nomor 99 Tahun 2000 jo PP Nomor 12 Tahun 2002 tentang Kenaikan Pangkat PNS dan lebih lanjut secara teknis di atur dalam Keputusan Kepala BKN Nomor 12 Tahun 2002 Tanggal 17 Juni 2002 tentang Ketentuan Pelaksanaan PP Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat PNS sebagaimana telah diubah dengan PP 12 Tahun 2002. 46 . ‡ ‡ ‡ ‡ Kenaikan pangkat adalah penghargaan yang diberikan atas pengabdian PNS yang bersangkutan terhadap negara.

JENIS KENAIKAN PANGKAT ‡ Kenaikan pangkat bagi PNS secara umum dapat dibagi menjadi 5 (lima) jenis yaitu : ‡ 1. Kenaikan Pangkat Reguler ‡ 3. Kenaikan Pangkat Pengabdian 47 . Kenaikan Pangkat Pilihan ‡ 2. Kenaikan Pangkat Anumerta ‡ 4.

1. 48 . h. KENAIKAN PANGKAT PILIHAN Pasal 9 Kenaikan pangkat pilihan diberikan kepada PNS yang : a. Menemukan penemuan baru yang bermanfaat bagi Negara. f. Memperoleh Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah. Melaksanakan tugas belajar dan sebelumnya menduduki jabatan struktural atau jabatan fungsional tertentu. c. e. g. Menunjukkan prestasi kerja luar biasa baiknya. Telah selesai mengikuti dan lulus tugas belajar. b. Diangkat menjadi pejabat Negara. i. Dipekerjakan atau diperbantukan secara penuh di luar instansi induknya yang diangkat dalam jabatan pimpinan yang telah ditetapkan persamaan eselonnya atau jabatan fungsional tertentu. Menduduki jabatan tertentu yang pengangkatannya ditetapkan dengan Keputusan Presiden. Menduduki jabatan struktural atau jabatan fungsional tertentu. d.

a. Telah 1 (satu) tahun dalam pangkat yang dimilikinya. 49 . Setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. atau jabatan tertentu yang pengangkatannya ditetapkan dengan Keputusan Presiden diberikan dalam batas jenjang pangkat yang ditentukan untuk jabatan yang bersangkutan. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan struktural yang didudukinya (terhitung dari tanggal pelantikan). PNS yang menduduki jabatan struktural Pasal 12 PNS yang menduduki jabatan struktural dan pangkatnya masih 1 (satu) tingkat di bawah jenjang pangkat terendah yang ditentukan untuk jabatan itu.Pasal 10 Kenaikan pangkat pilihan bagi PNS yang menduduki jabatan struktural. dan c. apabila : a. jabatan fungsional tertentu. b. dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi.

PNS yang diangkat dalam jabatan struktural dan pangkatnya masih satu tingkat di bawah jenjang pangkat terendah untuk jabatan yang diduduki tetapi telah 4 (empat) tahun atau lebih dalam pangkat terakhir yang dimilki. Bersifat kumulatif tetapi tidak terputus dalam tingkat jabatan struktural yang sama. b. dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya setingkat lebih tinggi pada periode kenaikan pangkat setelah pelantikan apabila setiap unsur penilaian prestasi kerja/DP-3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. yaitu : a.Ketentuan sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan struktural yang didudukinya sebagaimana dimaksud. Dihitung sejak yang bersangkutan dilantik dalam jabatan yang definitif. 50 .

Fotocopy sah DP-3 2 (dua) tahun terakhir. dapat diberikan kenaikan pangkat reguler berdasarkan ijazah yang dimilikinya sepanjang memenuhi syarat lainnya.dan b. Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir. 51 . apabila : a. dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat pilihan setingkat lebih tinggi. dll. c. PNS yang menduduki jabatan struktural dan pangkatnya telah mencapai pangkat tertinggi dalam jenjang pangkat pada jabatannya. Setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Kelengkapan Administrasi : a.PNS yang menduduki jabatan struktural dan pangkatnya telah mencapai jenjang pangkat terendah yang ditentukan untuk jabatan itu. Fotocopy sah SK pengangkatan dalam jabatan terakhir + Surat Pernyataan Pelantikan. Fotocopy sah SK pangkat terakhir. b.

Telah memenuhi angka kredit yang ditentukan. apabila : a. Kelengkapan Administrasi : a. PNS yang menduduki jabatan fungsional tertentu Pasal 13 PNS yang menduduki jabatan fungsional tertentu. dapat dinaikkan pangkatnya setiap kali setingkat lebih tinggi. Setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. c.dan c. Fotocopy sah SK pangkat terakhir. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. Ketentuan mengenai Angka Kredit untuk kenaikan pangkat pilihan bagi PNS yang menduduki jabatan fungsional tertentu ditetapkan oleh Menteri yang bertanggungjawab dibidang pendayagunaan aparatur negara dengan memperhatikan usul dari pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan. dll. Asli Penetapan Angka Kredit PAK. Fotocopy sah DP-3 2 (dua) tahun terakhir. setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN.b. 52 . b. Fotocopy sah SK pengangkatan dalam jabatan terakhir. b. d.

apabila : a. Prestasi kerja luar biasa baiknya itu dinyatakan dalam surat keputusan yang ditandatangani sendiri oleh PPK. Kenaikan pangkat bagi PNS yang menunjukkan prestasi kerja luar biasa baiknya diberikan tanpa terikat ketentuan ujian dinas. Menunjukkan prestasi kerja luar biasa baiknya. sehingga PNS yang bersangkutan secara nyata menjadi teladan bagi pegawai lainnya. dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi tanpa terikat pada jenjang pangkat. Yang dimaksud perestasi kerja luar biasa baiknya adalah prestasi kerja yang menonjol baiknya yang secara nyata diakui dalam lingkungan kerjanya. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir. 53 .c. Pasal 15 PNS yang menunjukkan prestasi kerja luar biasa baiknya selama 1 (satu) tahun terakhir. Setiap unsur penilaian prestasi kerja bernilai amat baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.dan b.

54 . Fotocopy sah keputusan pengangkatan dalam jabatan terakhir apabila menduduki jabatan struktural/fungsional tertentu. c. b. Fotocopy sah keputusan dalam pangkat terakhir. Tembusan keputusan yang ditandatangani asli oleh Pejabat Pembina Kepegawaian tentang penetapan prestasi kerja luar biasa baiknya d. Kelengkapan Administrasi : a. tidak dapat diberikan kenaikan pangkat berdasarkan prestasi kerja luar biasa baiknya.Kenaikan pangkat bagi PNS yang menunjukkan prestasi kerja luar biasa baiknya dapat melampaui pangkat atasan langsungnya. PNS yang menjadi Pejabat Negara dan diberhentikan dari jabatan organiknya. dll. Fotocopy sah daftar penilaian prestasi kerja/DP-3 dalam 1 (satu) tahun terakhir.

(2) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan pada saat yang bersangkutan telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir dan penilaian prestasi kerja dalam 1 (satu) tahun terakhir rata-rata bernilai baik (3) Ketentuan mengenai penemuan baru sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan Keputusan Presiden. PNS yang menemukan penemuan baru yang bermanfaat bagi Negara dinaikan pangkatnya setingkat lebih tinggi tanpa terikat dengan jenjang pangkat Kenaikan pangkat bagi PNS yang menemukan penemuan baru yang bermanfaat bagi Negara diberikan tanpa terikat pada jabatan dan ketentuan ujian dinas. 55 . PNS yang menemukan penemuan baru yang bermanfaat bagi Negara Pasal 16 (1) PNS yang menemukan penemuan baru yang bermanfaat bagi Negara. dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi tanpa terikat dengan jenjang pangkat.d.

c. d.10/1982 tanggal 27 Oktober 1982. Kelengkapan Administrasi : a.Kenaikan pangkat bagi PNS yang menemukan penemuan baru yang bermanfaat bagi negara dapat melampaui pangkat atasan langsungnya. dll. b. Fotocopy sah keputusan dalam pangkat terakhir. 56 . Fotocopy sah daftar penilaian prestasi kerja/DP-3 dalam 1 (satu) tahun terakhir. Fotocopy sah keputusan tentang penemuan baru yang bermanfaat bagi Badan/Lembaga yang ditetapkan oleh Presiden. Fotocopy sah keputusan pengangkatan dalam jabatan terakhir apabila menduduki jabatan struktural/fungsional tertentu. Kriteria penemuan baru dan kriteria kemanfaatan terhadap Negara diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1981 dan peraturan pelaksanaannya diatur dengan SE Kepala BAKN dan Ketua LIPI Nomor 15/SE/1982 dan Nomor 704/KEP/J.

dapat dinaikkan pangkatnya setiap kali setingkat lebih tinggi tanpa terikat pada jenjang pangkat. Setiap unsur penilaian prestasi kerja dalam 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik.e. Kenaikan Pangkat Pilihan bagi PNS menjadi Pejabat Negara dan tidak diberhentikan dari jabatan organiknya : a. PNS yang diangkat menjadi Pejabat Negara tetapi tidak diberhentikan dari jabatan organiknya. syarat yang diperlukan adalah sebagaimana tersebut dalam huruf b. Bagi yang menduduki jabatan struktural/fungsional tertentu. PNS yang diangkat menjadi pejabat Negara Pasal 17 PNS yang diangkat menjadi Pejabat Negara dan diberhentikan dari jabatan organiknya. apabila : a. Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir. 57 . kenaikan pangkatnya dipertimbangkan berdasarkan jabatan organiknya. dan b.

d. Fotocopy sah daftar penilaian prestasi kerja/DP-3 dalam 1 (satu) tahun terakhir. b. Dalam mempertimbangkan kenaikan pangkat bagi PNS yang diangkat menjadi Pejabat Negara harus memperhatikan ketentuan sebagaimana diatur dalam SE Kepala BAKN Nomor 03/SE/1976 tanggal 1 Maret 1976 tentang PNS yang Menjadi Pejabat Negara. c. sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku.b. Fotocopy sah keputusan pemberhentian dari jabatan organiknya. Kelengkapan Administrasi Kenaikan Pangkat Pilihan bagi PNS yang menjadi Pejabat Negara dan diberhentikan dari jabatan organiknya : a. Fotocopy sah keputusan pengangkatan sebagai pejabat negara. dll 58 . Fotocopy sah keputusan dalam pangkat terakhir. Bagi yang tidak menduduki jabatan struktural/fungsional tertentu syarat yang diperlukan adalah sebagaimana tersebut dalam huruf a.

Bagi yang menduduki jabatan struktural/fungsional tertentu : a. Fotocopy sah keputusan dalam pangkat terakhir.Kelengkapan Administrasi Kenaikan Pangkat Pilihan bagi PNS yang menjadi Pejabat Negara dan tidak diberhentikan dari jabatan organiknya : . Fotocopy sah keputusan dalam pangkat terakhir. c. dll. b. Asli penetapan angka kredit bagi Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan fungsional tertentu. b. dll. c. Fotocopy sah keputusan dalam pangkat terakhir. Fotocopy sah keputusan pengangkatan dalam jabatan terakhir. d.Bagi yang tidak menduduki jabatan struktural/fungsional tertentu: a. Fotocopy sah daftar penilaian prestasi kerja/DP-3 dalam 2 (dua) tahun terakhir. . 59 . Fotocopy sah daftar penilaian prestasi kerja/DP-3 dalam 2 (dua) tahun terakhir.

PNS yang memperoleh STTB / Ijazah Pasal 18 (1) PNS yang memperoleh : a.f. Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. b. 60 . golongan ruang II/a. golongan ruang II/a ke bawah. Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama atau yang setingkat dan masih berpangkat Juru Muda Tingkat I. dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Pengatur Muda Muda Tingkat I. c. golongan ruang II/b. golongan ruang I/d ke bawah dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Pengatur Muda. golongan ruang I/c. golongan ruang I/b ke bawah dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Juru. Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa atau Diploma II dan masih berpangkat Pengatur Muda. Diploma I atau yang setingkat dan masih berpangkat Juru Tingkat I.

dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Penata Muda. Ijazah Akademi atau Ijazah Diploma III. atau Ijazah Spesialis I. dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Penata Muda Tingkat I. dan masih berpangkat Pengatur Muda Tingkat I. Ijazah Apoteker dan Ijazah lain yang setara. Ijazah Doktor (S3) atau Ijazah Spesialis II dan masih berpangkat Penata Muda Tingkat I.d. golongan ruang II/c. f. Ijazah Sarjana Muda. golongan ruang III/c. Ijazah Dokter. g. golongan ruang III/b. golongan ruang II/d ke bawah. 61 . golongan ruang III/b ke bawah. golongan ruang III/a ke bawah. dan masih berpangkat Penata Muda. golongan ruang III/a. Ijazah Magister (S2). dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Pengatur. e. dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Penata. golongan ruang II/b ke bawah. Ijazah Sarjana (S1) atau Ijazah Diploma IV dan masih berpangkat Pengatur Tingkat I.

dapat diberikan apabila : a. Setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Diangkat dalam jabatan/diberi tugas yang memerlukan pengetahuan/keahlian yang sesuai Ijazah yang diperoleh. c. b. 62 . Memperoleh STTB/Ijazah termasuk bagi PNS yang telah memilki STTB/Ijazah yang diperoleh sebelum yang bersangkutan diangkat menjadi CPNS. d. Lulus ujian penyesuaian kenaikan pangkat.dan e.(2) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan bagi yang menduduki jabatan fungsional tertentu. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir.

Fotocopy sah dari STTB/Ijazah/Diploma. Asli Penetapan Angka Kredit bagi PNS yang menduduki jabatan fungsional tertentu. Fotocopy sah keputusan dalam pangkat terakhir. b. Fotocopy sah daftar penilaian prestasi kerja/DP-3 dalam 1 (satu) tahun terakhir. dll. f.Kelengkapan Administrasi : a. Surat Keterangan Pejabat Pembina Kepegawaian serendahrendahnya pejabat eselon II tentang uraian tugas yang dibebankan kepada PNS yang bersangkutan kecuali bagi yang menduduki jabatan fungsional tertentu. e. 63 . d. Fotocopy sah surat tanda lulus ujian kenaikan pangkat penyesuaian ijazah kecuali bagi yang menduduki jabatan fungsional tertentu. c.

Fotocopy sah keputusan/perintah untuk tugas belajar. Setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. PNS yang melaksanakan tugas belajar dan sebelumnya menduduki jabatan struktural atau jabatan fungsional tertentu Pasal 19 (1) PNS yang sedang melaksanakan tugas belajar dan sebelumnya menduduki jabatan struktural atau jabatan fungsional tertentu. dapat dinaikkan pangkatnya setiap kali setingkat lebih tinggi. apabila : a. b. dll. a.g. Kelengkapan Administrasi : a. c. Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir. diberikan dalam batas jenjang pangkat yang ditentukan dalam jabatan struktural atau jabatan fungsional tertentu yang terakhir. 64 . Fotocopy sah daftar penilaian prestasi kerja/DP-3 dalam 2(dua) tahun terakhir.dan b. Fotocopy sah keputusan dalam pangkat terakhir. Fotocopy sah keputusan pengangkatan dalam jabatan terakhir. (2) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

h. PNS yang telah selesai mengikuti dan lulus tugas belajar Pasal 20 (1) PNS yang melaksanakan tugas belajar apabila telah lulus dan memperoleh : a. Ijazah Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa atau Ijazah Diploma II, dan masih berpangkat Pengatur Muda golongan ruang II/a ke bawah, dinaikkan pangkatnya menjadi Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang II/b; b. Ijazah Sarjana Muda, Ijazah Akademi, atau Ijazah Diploma III dan masih berpangkat Pengatur Tingkat I, golongan ruang II/b ke bawah, dinaikkan pangkatnya menjadi Pengatur, golongan ruang II/c; c. Ijazah sarjana (S1), atau Ijazah Diploma IV dan masih berpangkat Pengatur Tingkat I, golongan ruang II/d ke bawah, dinaikkan pangkatnya menjadi Penata Muda, golongan ruang III/a;
65

Ijazah Dokter, Ijazah Apoteker, dan Ijazah lain yang setara, Ijazah Magister (S2), atau Ijazah Spesialis I, dan masih berpangkat Penata Muda, golongan ruang III/a ke bawah, dinaikkan pangkatnya menjadi Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b; e. Ijazah Doktor (S3) atau Spesialais II dan masih berpangkat Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b ke bawah, dinaikkan pangkatnya menjadi Penata, golongan ruang III/c. (2) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diberikan apabila : a. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir;dan b. Setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Kelengkapan Administrasi : a. Fotocopy sah keputusan pengangkatan dalam jabatan terakhir; b. Fotocopy sah keputusan dalam pangkat terakhir; c. Fotocopy sah kepututusan/perintah untuk tugas belajar; d. Fotocopy sah DP-3 dalam 1 (satu) tahun terakhir; e. Fotocopy sah Ijazah/Diploma yang diperolehnya, dll.
66

d.

i. PNS yang dipekerjakan atau diperbantukan secara penuh di luar instansi induknya yang diangkat dalam jabatan pimpinan yang telah ditetapkan persamaan eselonnya atau jabatan fungsional tertentu Pasal 21 (1) PNS yang dipekerjakan atau diperbantukan diluar instansi induknya dan diangkat dalam jabatan pimpinan, dapat diberikan kenaikan pangkat setiap kali setingkat lebih tinggi, apabila : a. Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir; dan b. Setiap unsur penilain prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. (2) Kenaikan pangkat bagi PNS sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan sebanyak-banyaknya 3 (tiga) kali. (3) PNS yang menduduki jabatan fungsional tertentu yang dipekerjakan di luar instansi induknya, dapat diberikan kenaikan pangkat setiap kali setingkat lebih tinggi berdasarkan ketentuan pasal 13.
67

Rumah Sakit Swasta. sosial.Kenaikan Pangkat bagi PNS yang dipekerjakan atau diperbantukan di luar Instansi Induknya dan diangkat dalam Jabatan Pimpinan yang setelah ditetapkan persamaan eselonnya atau jabatan fungsional tertentu. Badan-badan sosial. 68 . dan lembaga pendidikan. misalnya Perusahaan Jawatan. Yang dimaksud dengan dipekerjakan atau diperbantukan di luar Instansi Induknya adalah dipekerjakan atau diperbantukan secara penuh pada negara sahabat atau badan internasional dan badan lain yang ditentukan oleh Pemerintah. Kenaikan Pangkat bagi PNS yang dipekerjakan atau diperbantukan di luar Instansi Induknya hanya dapat diberikan sebanyakbanyaknya 3 (tiga) kali kecuali bagi yang dipekerjakan atau diperbantukan pala lembaga kependidikan. PMI. dan perusahaan jawatan. kesehatan.

c. 69 . b. di samping syarat-syarat yang berlaku untuk kenaikan pangkat. d. Fotocopy sah daftar penilaian prestasi kerja/DP-3 dalam 2(dua) tahun terakhir. Fotocopy sah keputusan tentang penugasan di luar instansi induknya. Tembusan penetapan angka kredit yang ditandatangani asli oleh pejabat penilai angka kredit bagi PNS yang menduduki jabatan fungsional tertentu.PNS yang dipekerjakan atau diperbantukan di luar Instansi Induknya dan yang menduduki jabatan fungsional tertentu yang untuk kenaikan pangkatnya harus memenuhi angka kredit. Fotocopy sah keputusan pengangkatan dalam jabatan terakhir. setiap kali dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya berdasarkan ketentuan kenaikan pangkat bagi PNS yasng menduduki jabatan fungsional tertentu. dll. Kelengkapan Administrasi : a. Fotocopy sah keputusan dalam pangkat terakhir. e.

Bagi PNS yang dipekerjakan atau diperbantukan di luar instansi induk. 70 . (2) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan sepanjang tidak melampaui pangkat atasan langsungnya. Pasal 6 (1) Kenaikan Pangkat Reguler diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil termasuk Pegawai Negeri Sipil yang : a.2. Bagi PNS yang melaksanakan Tugas Belajar. Melaksanakan tugas belajar dan sebelumnya tidak menduduki jabatan struktural atau jabatan fungsional tertentu. dan b. Dipekerjakan atau diperbantukan secara penuh di luar instansi induk dan tidak menduduki jabatan pimpinan yang telah ditetapkan eselonnya atau jabatan fungsional tertentu. KENAIKAN PANGKAT REGULER Bagi PNS yang tidak menduduki jabatan Struktural atau Fungsional Tertentu.

Pasal 8 Kenaikan Pangkat Reguler bagi PNS diberikan sampai dengan : a. Setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Pengatur Muda. golongan ruang II/d bagi yang memiliki Surat Tanda Tamat Belajar Sekolah Lanjutan Kejuruan Tingkat Pertama.Pasal 7 Kenaikan Pangkat Reguler sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dapat diberikan setingkat lebih tinggi apabila : a. golongan ruang II/c bagi yang memiliki Surat Tanda Tamat Belajar Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.dan b. Pengatur Tingkat I. Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir. 71 . c. b. golongan ruang II/a bagi yang memiliki Surat Tanda Tamat Belajar Sekolah Dasar. Pengatur.

Penata Muda Tingkat I. Ijazah Diploma I. golongan ruang IV/b bagi yang memiliki Ijazah Doktor (S3). Kenaikan pangkat reguler diberikan sepanjang tidak melampaui pangkat atasan langsungnya. Ijazah Sarjana Muda. Pembina. Ijazah Apoteker dan Ijazah Magister (S2) atau Ijazah lain yang setara. Ijazah Akademi. Pembina Tingkat I. golongan ruang IV/a bagi yang memiliki. Ijazah Dokter. Sekolah Lanjutan Kejuruan Tingkat Atas 3 (tiga) tahun. Penata Tingkat I. g. golongan ruang III/c bagi yang memiliki Ijazah Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa. Penata. Ijazah Diploma III. Sekolah Lanjutan Kejuruan Tingkat Atas 4 (empat) tahun. atau Ijazah Bakaloreat. atau Ijazah Diploma IV. h. golongan ruang III/d bagi yang memiliki.d. f. e. golongan ruang III/b bagi yang memiliki Surat Tanda Tamat Belajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. Ijazah Sarjana (S1). atau Ijazah Diploma II. 72 .

harus telah mengikuti dan lulus ujian dinas yang ditentukan. untuk ujian Dinas Tingkat I atau Ujian Dinas Tingkat II. kecuali bagi PNS yang : a. Telah mengikuti dan lulus Sepadya/Spama/Diklatpim Tingkat III untuk ujian dinas Tingkat II. Telah memperoleh Ijazah Sarjana (S1) atau Diploma IV untuk ujian dinas Tingkat I. Telah memperoleh Ijazah Dokter. Magister (S2) dan Ijazah lain yang setara atau Doktor (S3). d. c.PNS yang Kenaikan Pangkat Pegulernya mengakibatkan pindah golongan dari golongan II menjadi golongan III dan golongan III menjadi golongan IV. 73 . Telah mengikuti dan lulus Sepada/Adum/Sepala/Diklatpim Tingkat IV untuk ujian dinas Tingkat I. b. Ijazah Apoteker.

f. d. Surat penugasan dipekerjakan/diperbantukan di luar instansi induknya (bagi PNS yang dipekerjakan atau diperbantukan di luar instansi induk). e. dan sebagainya). Fotocopy sah Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah/Diploma bagi yang memperoleh peningkatan pendidikan. Fotocopy sah daftar penilaian prestasi kerja/DP-3 dalam 2 (dua) tahun terakhir. Fotocopy sah keputusan dalam pangkat terakhir. SK Alih Status.Kelengkapan Administrasi : a. dll. b. c . 74 . Fotocopy copy sah surat perintah tugas belajar (bagi PNS yang melaksanakan Tugas Belajar). Fotocopy sah SK mutasi lainnya apabila terjadi perubahan data kepegawaian (misalnya SK Pindah Kerja.

Kejaksaan Agung. kesehatan. Sekretariat Kabinet. dan perusahaan jawatan. sosial.PNS yang dipekerjakan atau diperbantukan di luar instansi induk secara penuh pada proyek pemerintah. badan internasional. 75 . organisasi profesi. Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara. Bagi PNS yang dipekerjakan/diperbantukan di luar instansi induknya pada Departemen. Sekretariat Militer. negara sahabat. atau badan swasta yang ditentukan dapat diberikan kenaikan pangkat reguler sebanyak-banyaknya 3 (tiga) kali selama dalam penugasan/perbantuan. kecuali yang dipekerjakan atau diperbantukan pada lembaga pendidikan. Kantor Menteri Koordinator. kenaikan pangkatnya tidak dibatasi 3(tiga) kali. Sekretariat Negara. Sekretariat Wakil Presiden. Sekretariat Presiden. Kantor Menteri Negara. Lembaga Pemerintah Non Departemen/Pemerintah Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota. Kepolisian Negara.

d. 76 . KENAIKAN PANGKAT ANUMERTA Kenaikan pangkat anumerta adalah kenaikan pangkat bagi PNS yang tewas dalam menjalan tugas pekerjaannya. Meninggal dunia dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya. Meninggal dunia yang langsung diakibatkan oleh luka atau cacat jasmani atau cacat rohani yang didapat dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya. b. CPNS yang tewas diangkat menjadi PNS dan ahli warisnya nya berhak atas pensiun. Meninggal dunia dalam keadaan lain yang ada hubungannya dengan dinasnya.3. c. Yang dimaksud tewas adalah : a. sehingga kematian itu disamakan dengan meninggal dunia dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya. Meninggal dunia karena perbuatan anasir yang tidak bertanggung jawab ataupun sebagai akibat tindakan terhadap anasir itu.

Kenaikan pangkat anumerta berlaku pada tanggal tewasnya PNS ybs. I/a s. untuk diterbitkan SK KPA. SK kenaikan pangkat anumerta sementara diteruskan kepada BKN untuk PNS Gol. Gol. IV/c ke atas. 77 . IV/b dan ke Presiden untuk PNS Gol.d. SK kenaikan pangkat anumerta sementara dibuat oleh PPK dan diusahakan agar dapat dibacakan pada saat pemakaman ybs.

b. 3) Sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun secara terusmenerus dan sekurang kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. apabila : a. dapat diberikan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 2) Sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) tahun secara terusmenerus dan sekurang kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir. c. 78 .4. KENAIKAN PANGKAT PENGABDIAN Kenaikan pangkat pengabdian diberikan bagi PNS yang meninggal dunia atau akan diberhentikan dengan hormat dengan hak pensiun karena mencapai batas usia pensiun. Tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat dalam 1 (satu) tahun terakhir. Memiliki masa bekerja sebagai PNS selama : 1) Sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) tahun secara terusmenerus dan sekurang-kurangnya telah 1 (satu) bulan dalam pangkat terakhir.

Pengatur Tingkat I 9. dr / Apt / Spes S. Penata Tingkat I 13.2. Juru Muda Tingkat I 3. Pembina Tingkat I 15.3. Pembina 14.IV / S. Pengatur Muda Tingkat I 7. Pengatur 8. Ruang : : : : : : : : : : : : : : : : : I/a I/b I/c I/d II/a II/b II/c II/d III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e Pendidikan SD / Sederajat SLTP / Sederajat SLTA / Sederajat D. Penata 12. Juru Muda 2. Juru 4.III / Sederajat D. Spesialis II Pangkat Puncak II/a II/c III/b III/b III/c III/d IV/a IV/b 1. Pembina Utama 79 . Pengatur Muda 6. Pembina Utama Madya 17. Penata Muda 10. Pembina Utama Muda 16.II / Sederajat D.Pangkat Gol. Penata Muda Tingkat I 11. Juru Tingkat I 5.1 S.

80 . ARTI PENTINGNYA POLA KARIER Manfaat Pola karier ada dua : 1. KONSEP POLA KARIER Pola Karier pegawai adalah pola Pembinaan pegawai sejak diangkat yang menggambarkan jalur pengembangan karier yang menunjukan pola keterkaitan serta keserasian antara jabatan. Manfaat bagi organisasi. Pengembangan Karier adalah proses identifikasi potensi atau kemampuan pegawai dengan mencari serta menerapkan cara-cara yang tepat untuk meningkatkan profesionalitas pegawai dan untuk kemajuan organisasi. pangkat.SISTEM KARIER PNS A. pendidikan dan pelatihan serta masa kerja tertentu sampai dengan yang bersangkutan pensiun. Manfaat bagi pegawai. B. 2.

pengabdian dan syarat-syarat obyektif lainnya. ‡ Sistem prestasi kerja adalah suatu sistem kepegawaian yang dalam kenaikan pangkat dan pengangkatan dalam jabatan berdasarkan kriteria yang jelas sesuai Kompetensi dan prestasi kerjanya. ketaatan. kesetiaan. ‡ Sistem karier adalah suatu sistem kepegawaian dimana untuk pengangkatan pertama didasarkan atas kecakapan yang bersangkutan dan pengembangan selanjutnya berdasarkan masa kerja.C. KEBIJAKAN PEMBINAAN PNS ‡ Sistem pembinaan PNS adalah perpaduan antara sistem prestasi kerja dan sistem karier yang dititikberatkan pada sistem prestasi kerja. 81 .

Dalam pembinaan karier ada dua sistem : ‡ Sistem karier terbuka ialah terbuka kesempatan bagi pegawai lain diluar organisasi untuk menduduki jabatan yang lowong dalam organisasi tersebut. 82 . ‡ Sistem karier tertutup ialah suatu organisasi yang tertutup kesempatan bagi pegawai diluar organisasi tersebut untuk menduduki jabatan yang lowong.

wewenang.100 Tahun 2000 jo. 83 . dsb. 2. PENGANGKATAN DALAM JABATAN STRUKTURAL DAN FUNGSIONAL ‡ Jabatan diatur berdasarkan PP. auditor. Jabatan struktural Jabatan adalah kedudukan yang menunjukan tugas. PP. No. 1. guru. hak dan tanggung jawab seorang PNS dalam rangka susunan suatu organisasi serta tertera secara nyata dalam struktur organisasi. arsiparis. 13 Tahun 2002 ‡ Jabatan terbagi dua yaitu Jabatan Struktural dan Jabatan Fungsional.D. Jabatan fungsional tidak tertera secara nyata dalam struktur organisasi namun keberadaannya sangat diperlukan oleh organisasi tersebut. misalnya jabatan fungsional seorang dokter.

84 . perhatian (interest). keahlian. DUK. ‡ Jabatan Struktural bersifat manejerial sedang jabatan fungsional bersifat teknis ‡ Dalam mempertimbangkan pengangkatan dalam jabatan seharusnya diperhatikan DP3. kesetiaan pengalaman dapat dipercaya dan kemungkinan pengembangan.‡ Prinsip penempatan dalam jabatan adalah menempatkan seorang PNS yang tepat dalam jabatan yang tepat atau sesuai dengan kompetensinya.

Fungsional Umum yaitu PNS yang belum menduduki jabatan struktural yang sebelumnya disebut pelaksana atau staff. . Bidan dll. Arsiparis dll.Jafung Jabatan Fungsional : 1.Jabatan Fungsional Tertentu karena Keahlian (Teknis) Contoh : Auditor. Widyaiswara. Dokter. 85 . 2. Fungsional Tertentu terdiri atas : . Perawat.Jabatan Fungsional Tertentu kerana Profesi Contoh : Guru.

050 86 .ANGKA KREDIT JAFUNG GOLONGAN RUANG II/a II/b II/c II/d III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e ANGKA KREDIT MINIMAL UNTUK KENAIKAN PANGKAT 25 40 60 80 100 150 200 300 400 550 700 850 1.

MUTASI PINDAH Perpindahan adalah Mutasi Kepegawaian yang berakibat pada beralihnya jenis kepegawaian seorang PNS. Penjaga Sekolah dan Tenaga Kesehatan serta PNS lainnya. Khusus di lingkungan Pemprov.4/BKPP tanggal 11 September 2008 perihal Prosedur dan Syarat Mutasi Pindah PNS Tenaga Guru. Kalteng di atur dengan surat Gubernur Kalimantan Tengah Nomor : 824/967/III. 87 .

88 .

baik dilakukan di dalam atau di luar jam kerja HUKUMAN DISIPLIN 89 .PERATURAN DISIPLIN 1. 4. Kewajiban ± Psl 2 Larangan ± Psl 3 Sanksi ± Psl 6 Tata Cara ± Psl 9 Pengajuan Keberatan ± Psl 15 & 23 Berlakunya HD ± Psl 22 PELANGGARAN DISIPLIN Setiap ucapan. 3. 6. dan perbuatan yang melanggar ketentuan. 2. 5. tulisan.

HUKUMAN YANG DIJATUHKAN KARENA MELANGGAR PERATURAN DISIPLIN X menjamin terpeliharanya tata tertib dan kelancaran pelaksanaan tugas Y untuk memperbaiki dan mendidik pns yang melakukan pelanggaran disiplin 90 .

setiap ucapan ± tulian atau perbuatan yang melanggar ketentuan Peraturan Disiplin. baik di dalam maupun di luar jam kerja ¼ ucapan : setiap kata-2 yang diucapkan dihadapan atau dapat didengar orang lain ( rapat ± ceramah ± diskusi ± telepon ± TV ± rekaman ± alat komuni kasi lainnya dan lain-lain ¼ tulisan : pernyataan pkiran dan/atau perasaan secara tertulis baik dlm bentuk tulisan ± gambar ± coretan ± karikatur dan yang serupa dengan itu 91 .

X hukuman ringan tegoran lisan tergoran tertulis pernyataan tdk puas secara tertulis Y hukuman sedang B penundaan kgb untuk paling lama 1 tahun B penurunan gaji sebesar 1 X kgb untuk paling lama 1 tahun B penundaan kp untuk paling lama 1 tahun Z hukuman berat B penurunan pkt 1 tkt lbh rendah paling lama 1 th B pembebasan dari jabatan B pemberhentian dh tdk atas permintaan sendiri B pemberhentian tidak dh 92 .

SISTEM PENGAJIAN DAN PENGHARGAAN A. PENGGAJIAN PNS Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2010 tentang Perubahan Keduabelas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil ³Gaji adalah balas jasa dan penghargaan atas hasil kerja PNS´ 93 .

‡ SISTEM PENGGAJIAN PNS DI INDONESIA ADALAH BERDASARKAN PERPADUAN ANTARA SISTEM SKALA TUNGGAL DAN SISTEM SKALA GANDA YANG DISEBUT DENGAN SISTEM SKALA GABUNGAN. 94 . ‡ SKALA TUNGGAL ADALAH MEMBERIKAN GAJI YANG SAMA KEPADA PEGAWAI YANG BERPANGKAT SAMA TIDAK BERDASARKAN BEBAN KERJA DAN TANGGUNG JAWAB. ‡ SKALA GANDA ADALAH PENGGAJIAN BUKAN HANYA BERDASARKAN PANGKAT TETAPI JUGA BERDASARKAN BEBAN KERJA DAN TANGGUNG JAWAB.

11 Tahun 2002). sedangkan yang pernah bekerja pada lembaga Swasta diperhitungkan hanya 50 % dan maksimal 8 tahun (Pasal 13 ayat (2) PP No. ‡ Masa kerja bagi CPNS dan PNS yang sebelum diangkat pernah bekerja pada Instansi Pemerintah akan diperhitungkan 100 %. ‡ Gaji Pokok untuk CPNS hanya diberikan 80 % dari Gaji Pokok yang diperuntukan bagi PNS.GAJI POKOK ‡ Penetapan Gaji Pokok terbaru adalah berdasarkan PP No. ‡ Kepada PNS yang telah memenuhi syarat diberikan kenaikan Gaji Berkala setiap dua tahun sekali. ‡ Penetapan besarnya Pokok Gaji tersebut adalah berdasarkan pangkat / golongan ruang dan masa kerjanya masing-masing. 95 . 25 Tahun 2010 TMT 1-1-2010.

PNS diberikan tunjangan : a.TUNJANGAN ‡ Disamping gaji pokok. e.Tunjangan isteri/suami (tidak tanggung menanggung). c.-/hari TMT 1-1-2009 96 . Tunjangan keluarga : .000. Tunjangan lauk-pauk Rp. Tunjangan Tambahan Penghasilan.Tunjangan Anak hanya utk 2 orang msg-msg 2 % b. sebesar 10 % . Tunjangan pangan (beras 10 kg perjiwa) d.15. Tunjangan Jabatan Struktural dan tunjangan jabatan fungsional.

‡ Tanda jasa yang diberikan berupa Satyalencana Karya Satya 10 Tahun. 20 Tahun dan 30 Tahun. 97 .PENGHARGAAN PNS ‡ Kepada PNS yang telah menunjukan kesetiaan dan prestasi kerja yang baik dapat diberikan penghargaan berupa tanda jasa. kenaikan pangkat istimewa dan penghargaan lainnya.

11 th 1969 ttg Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai. ‡ PP No. ‡ PP No.32 th 1979 ttg Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 98 .37 Tahun 2004 tentang Larangan PNS menjadi Anggota atau Pengurus Partai Politik. ‡ PP No.10 th 1983 jo PP No. ‡ PP No.SISTEM PEMBERHENTIAN PNS ‡ UU No.45 th 1990 ttg Izin perkawinan dan perceraian PNS.30 th 1980 ttg Peraturan Disiplin PNS.

Karena mencapai batas usia pensiun. Karena melakukan tindak pidana. Karena tidak cakap jasmani dan rohani. : ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Atas permintaan sendiri.DALAM PP. 99 . Karena meninggal dunia atau hilang. NO. Karena hal-hal lain. Karena penyederhanaan organisasi.32 TAHUN 1979 DIJELASKAN PEMBERHENTIAN PNS SBB. Karena meninggalkan tugas.

‡ Pemberhentian dapat ditunda apabila ybs terikat dalam kewajiban bekerja pada pemerintah dan masih terikat dalam hutang-piutang dengan pemerintah. diberhentikan dengan hormat. PEMBERHENTIAN PNS ATAS PERMINTAAN SENDIRI ‡ Pada prinsipnya PNS yang bermohon berhenti. 100 . ‡ Penundaan pemberhentian dapat paling lama 1 tahun untuk kepentingan dinas yang mendesak.A.

3 PP No. diberhentikan dengan hormat sebagai PNS (Ps.B. 101 . Mencapai BUP ‡ PNS yg telah mencapai BUP (56 th).32/1979) ‡ BUP dpt diperpanjang bagi yg memangku jabatan tertentu seperti pejabat Eselon I dan Eselon II sampai dengan 60 tahun.

C. 102 . 75% thn kedua. Adanya Penyederhanaan Organisasi ‡ Apabila ada penyederhanaan suatu satuan organisasi negara yg mengakibatkan adanya kelebihan PNS. maka PNS yg kelebihan itu diberhentikan dengan hormat sebagai PNS atau dari Jabatan Negeri dg mendapat hak-hak kepegawain berdasarkan peraturan per UU an yg berlaku. ‡ Sk uang tunggu diterbitkan setiap tahun dan paling lama 5 th. ‡ Apabila penyaluran tidak mungkin dilaksanakan. dst (diberikan mulai bln berikutnya ybs diberhentikan). maka PNS yg kelebihan itu disalurkan kepada satuan organisasi lainnya. ‡ Uang tunggu 80% untuk thn pertama.

103 .D. Melakukan Pelanggaran/Tindak Pidana/Penyelewengan PNS dapat diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS karena: ‡ Melanggar sumpah/janji PNS. krn dg sengaja melakukan suatu tindak pidana kejahatan yg diancam dg pidana penjara setinggi-tingginya 4 th. Pengadilan yg sdh mempunyai kekuatan hukum yg tetap. sumpah/janji jabatan negeri atau Peraturan Disiplin PNS. atau diancam dg pidana yg lebih berat. ‡ Dihukum penjara. berdasarkan kep.

Pidana kejahatan yg ada hubungannya dg jabatan ‡ Melakukan suatu tindak pidana kejahatan sebagaimana dimaksud dlm pasal 104 s/d pasal 161 KUHP 104 . atau tdk.PNS diberhentikan tdk dg hormat sebagai PNS apabila dipidana penjara atau kurungan berdsrkan kep. pengadilan yg telah mempunyai kekuatan hukum yg tetap karena: ‡ Melakukan suatu tindak kejahatan jab.

105 .‡ PNS diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS apabila ternyata melakukan usaha atau kegiatan yang bertujuan mengubah Pancasila & UUD 1945 atau terlibat dalam gerakan atau melakukan kegiatan yang menentang negara & atau pemerintah.

atau ‡ Menderita penyakit atau kelainan yang berbahaya bagi dirinya dan atau lingkungan kerjanya. belum mampu bekerja kembali. 106 . atau ‡ Setelah berakhir cuti sakit.E. KARENA TIDAK CAKAP JASMANI ATAU ROKHANI PNS diberhentikan dengan hormat dengan mendapat hak-hak kepegawaian berdasarkan peraturan per-UU-an yg berlaku apabila berdasarkan surat keterangan tim penguji kesehatan dinyatakan: ‡ Tidak dapat bekerja lagi dalam semua Jabatan Negeri karena kesehatan.

KARENA MENINGGALKAN TUGAS ‡ PNS yg meninggalkan tugasnya secara tidak sah dlm waktu 2 bln terus-menerus.F. ‡ Diberhentikan dengan hormat sebagai PNS. ‡ PNS yg dalam waktu kurang dari 6 bln melaporkan diri kepada pimpinan instansinya. jika ditugaskan kembali. diberhentikan pembayaran gajinya mulai bulan ketiga. dapat ditugaskan kembali atau diberhentikan dengan hormat sebagai PNS. apabila ketidakhadirannya itu adalah karena kelalaian PNS ybs dan menurut pendapat pejabat YBW akan mengganggu suasana kerja. ‡ Dapat ditugaskan kembali apabila ketidakhadirannya itu karena ada alasan-alasan yang dapat diterima. ‡ PNS yang dalam wakatu 6 bln terus-menerus meninggalkan tugasnya secara tidak sah. diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS. 107 .

‡ PNS yang hilang dianggap meninggal dunia pada akhir bulan ke 12 sejak ybs dinyatakan hilang berdasarkan surat keterangan atau berita acara dari yang berwajib. 108 .G. PEMBERHENTIAN KARENA MENINGGAL DUNIA DAN HILANG ‡ PNS yang meninggal dunia dengan sendirinya dianggap diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dan kepada istri/suami diberikan pensiun Janda/Duda.

No. ‡ PNS yang diam-diam menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik diberhentikan tidak dengan hormat sbg PNS berdasarkan pasal 3 PP. PEMBERHENTIAN KARENA HAL-HAL LAIN ‡ PNS yang tidak melaporkan diri setelah berakhirnya cuti diluar tanggungan negara diberhentikan dengan hormat.H. 37 Tahun 2004 tentang Larangan Bagi PNS menajdi Anggota dan/atau Pengurus Partai Politik. 109 .

HAK MEMPEROLEH PERAWATAN ‡ Kepada PNS yang sakit berhak memperoleh perawatan sebagaimana mestinya ‡ PNS juga berhak menjadi peserta Asuransi Kesehatan (ASKES) 110 .

TUNJANGAN CACAT ‡ Diatur dalam pasal 9 ayat (1) huruf b dan pasal 11 ayat (1) huruf b undang-undang nomor 11 tahun 1969 tentang pokok pensiun pegawai dan pensiun janda/duda pegawai. Tunjangan cacat diberikan kepada pensiun PNS yang diberhentikan karena cacat dalam menjalankan tugas. 111 .

‡ SEDANGKAN PADA BULAN KELIMA SETELAH KEMATIAN DIBERIKAN PENSIUN JANDA ATAU PENSIUN DUDA SESUAI KETANTUAN YANG BERLAKU 112 .UANG DUKA ‡ SETIAP ISTRI ATAU SUAMI PNS YANG MENINGGAL DUNIA BERHAK ATAS UANG DUKA SEBESAR 3 X GAJI TERAKHIR YANG DITERIMANYA DAN SELANJUTNYA MENERIMA GAJI PENUH SELAMA EMPAT BULAN BERTURUTTURUT.

Hak atas pensiun ‡ Diatur berdasarkan UndangUndang Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai 113 .

Jabatan lain yg ditentukan oleh Presiden.58 th bagi PNS yang menduduki ‡ Mahkamah Pelayaran (dlm jangka wkt 5 thn sejak diundangkan PP 8/2004 tgl 17 Februari 2004. 114 ‡ . bagi yg berusia 58 th dapat diperpanjang 60 th).

Irjen. Negara ‡ Pimpinan LPND ‡ Sekjen.Kabadandep ‡ Struktural eselon I dan II ‡ Dokter Pemerintah ‡ Pengawas SLTP/SLTA ‡ Pengawas TK/SD & Pend Agama 115 .Dirjen.60 th bagi yang menduduki: (PP 32/1979) ‡ Jaksa Agung ‡ Pim Setlem Tertinggi/T.

SLTA (PP32/1979) ‡ Penyl.SLTP. Madya (Kepres 63/86) ‡ Pustakawan Muda.Madya 63/86) ‡ Widyaiswara Muda. Madya (Kepres 64/92) (Kepres 116 . Muda. Pert.60 th bagi PNS yang menduduki : ‡ Guru Negeri SD.

Waka & Hakim Pengadilan Negeri (UU No 8/2004) ‡ Jaksa (UU No 16/2004) 117 . Waka & Hakim Pengadilan TUN (UU No 9/2004) ‡ Ketua.62 Thn bg PNS yg menduduki : ‡ Ketua.

Ketua Muda MA (UU No 5/2004) ‡ Hakim Agung.Waka & Hakim Peng.Waka.Tinggi TUN (UU No 9/2004) 118 . dapat diperpanjang s/d 67 th (UU No 5/2004) ‡ Lektor s/d Guru Besar (PP 32/1979) ‡ Ketua.65 Th bagi yang menduduki ‡ Peneliti Muda s/d ahli Peneliti Utama (PP32/1979) ‡ Ketua.

65 Th bagi yang memangku jabatan: ‡ Ketua. Waka & Hakim PT (UU No 8/2004) ‡ Widyaiswara Utama (Kepres No 63/1986) ‡ Perekayasa Utama (Kepres No 39/1996) ‡ Pustakawan Utama (Kepres No 102/2003) ‡ Penyuluh Pert.Utama (Kepres No 63/1986) 119 .

67 Thn bg Hakim Mahkamah Konstitusi (UU No 24/2004) 70 Thn Guru Besar yg diusulkan & mendpt persetujuan dr Mendiknas (PP No 1/1994) 120 .

PENSIUN PNS ‡ UU No.18 Tahun 1961. 11 Tahun 1969 ttg Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai. 121 . dalam konsideran menimbang menetapkan peraturan tentang pemberian pensiun-pegawai dan pensiun Janda/Duda sebagai jaminan hari tua dan penghargaan atas jasa-jasa dalam dinas Pemerintah kepada pegawai negeri yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Undang-Undang Pokok Kepegawaian No.

‡ Keputusan Ka BKN No. 21 April 2003 Mengatur berbagai hal sbb : 1. 122 ‡ .Petunjuk Teknis Pensiun PNS DITJEN ANGGARAN Nomor SE-1.14 Tahun 2003 tgl.16/DJA/ 1. Daftar Nominatif : BKN memberikan daftar nominatif PNS yang akan pensiun kepada masing-masing Instansi. tgl.SE/48/80) ‡ BAKN Nomor 10/SE/1980. Daftar tersebut diberikan 1. 24 Maret 1980.0/3/80 (No.5 (satu setengah) tahun sebelum PNS ybs pensiun.

Persyaratan Pensiun : (1). Surat Pemberitahuan dan Surat Permintaan Pensiun : ‡ Pimpinan instansi dimana PNS ybs bekerja membuat surat pemberitahuan kepada PNS yang akan pensiun selambat-lambatnya 1 (tahun) tahun 3 (tiga) bulan sebelum PNS ybs mencapai BUP dan ybs dapat mengajukan usul pensiun.Data Perorangan Calon Penerima Pensiun (DPCP). (2).Surat Permintaan Pensiun. 123 . 3.2.

SK Kenaikan Pangkat Terakhir. (5). (10). (8). (9).Keputusan Kenaikan Gaji Berkala Terakhir. (4).SK CPNS.anak.SK Jabatan Terakhir.Daftar Susunan Keluarga dan akte kelah.Akta Surat Nikah.(3). (7). 124 . (6).Surat Pernyataan Tidak Pernah Dijatuhi Hukuman Disiplin Tingkat Berat dalam 1 (satu) tahun terakhir (untuk kenaikan pkt pengabdian).Kartu Pegawai. (11).Daftar Riwayat Pekerjaan.DP3 Tahun Terakhir. (12).

Untuk Golongan IV/c sampai dengan Golongan IV/e SK Pensiun diterbitkan Seskab dan SK dtt oleh Presiden atas Pertimbangan Teknis BKN. (2). SK Pensiun : SK Pensiun paling lambat diterbitkan 3 (tiga) bulan sebelum PNS ybs diberhentikan dengan hormat dengan hak pensiun : (1). 125 .Untuk PNS Golongan I/a sampai dengan Golongan IV/b SK Pensiun diterbitkan oleh Kanreg VIII BKN Banjarmasin di Banjarbaru.4.

5. Pensiun Dipercepat (Pensiun Dini)
(1).PNS yang diberhentikan dengan hormat karena berbagai alasan pada usia kurang dari 56 (lima puluh enam) tahun namun telah berusia lebih dari 50 (lima puluh) tahun lebih dan masa kerja 20 (dua puluh) tahun lebih berhak menerima pensiun pegawai. (2).SK Pensiun Dipercepat untuk Provinsi Golongan I/a sampai dengan golongan IV/b ditanda-tangani oleh Gubernur. Sedangkan untuk golongan IV/c ke atas oleh Presiden. (3).SK Pensiun Dipercepat untuk Kab/Kota Golongan I/a sampai dengan III/d ditanda-tangani oleh Bup/Walikota sedangkan untuk Golongan IV/a dan IV/b oleh Gubernur.
126

6.Pendaftaran Istri/Suami/Anak sbg yang berhak menerima pensiun Janda/Duda:
(1).Pendaftar Istri atau istri-istri, atau suami dan anak atau anak-anak yang berhak menerima pensiun Janda/Duda dilakukan paling lambat 1 (satu) tahun setelah perkawinan atau setelah kelahiran anak atau masing-masing anak. (2).Pada saat pendaftaran istri/suami agar dapat melampirkan Akta Nikah dan Akta Kelahiran untuk anak dan anak-anak.
127

7.Berakhirnya Hak Pensiun Janda/Duda : (1).Janda/Duda yang bersangkutan meninggal dunia. (2) Tidak ada lagi terdapat anak yang memenuhi syarat-syarat untuk menerimanya. 8.Hapusnya Pensiun Pegawai, Pensiun Janda/Dua : (1).Pensiun hapus apabila ybs manjadi tentara atau pegawai negeri suatu negara asing.
128

Pancasila dan UUD 1945. Haluan Negara.(2). Jika Ybs terlibat dalam suatu gerakan yang bertentangan dengan kesetiaan terhadap Negara. 129 . (3). Jika Ybs ternyata pada saat mengajukan usul pensiun menberikan data-data yang tidak benar atau memalsukan berkas padahal ybs sebenarnya tidak berhak atas pensiun.

HAK ATAS TASPEN ‡ SEJAK DIANGKAT SEBAGAI CPNS MAKA SETIAP PNS BERHAK MENJADI PESERTA TASPEN. ‡ TASPEN DIKELOLA OLEH PT. ‡ UANG TASPEN AKAN DI KEMBALIKAN SETELAH PNS YBS PENSIUN. TASPEN. ‡ TASPEN DIPOTONG LANGSUNG DARI GAJI PNS YAITU SEBESAR 10 %. 130 .

HAK ATAS ASKES ‡ SEJAK DIANGKAT SEBAGAI CPNS SETIAP PNS BERHAK MENJADI PESERTA ASKES. ‡ ASKES TIDAK DIKEMBALIKAN DALAM BENTUK UANG TETAPI APABILA ADA PNS SAKIT MAKA YBS BERHAK UNTUK MENDAPAT PERAWATAN YANG BIAYANYA DARI ASKES 131 .

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 4 TAHUN 1966 Tentang PEMBERHENTIAN / PEMBERHENTIAN SEMENTARA PEGAWAI NEGERI 132 .

yang setelah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan diangkat. mulai saat penahanannya harus dikenakan pemberhentian sementara Ketentuan menurut ayat (1) pasal ini dapat pula diperlakukan terhadap seorang pegawai Negeri yang oleh pihak berwajib dikenakan tahanan sementara karena didakwa telah melakukan suatu pelanggaran hukum pidana yang tidak menyangkut pada jabatannya dalam hal pelanggaran yang dilakukan itu berakibat hilangnya penghargaan dan kepercayaan atas diri pegawai yang bersangkutan atau hilangnya martabat serta wibawa pegawai itu. 2) 133 . 1) Untuk kepentingan peradilan seorang pegawai Negeri yang didakwa telah melakukan suatu kejahatan / pelanggaran jabatan dan berhubung dengan itu oleh pihak yang berwajib dikenakan tahanan sementara. digaji menurut Peraturan Pemerintah yang berlaku dan dipekerjakan dalam suatu jabatan Negeri oleh pejabat Negara atau Badan Negara yang berwenang.Yang dimaksud dengan pegawai Negeri menurut Peraturan ini adalah mereka.

Seorang pegawai Negeri harus diberhentikan jika ia terbukti telah melakukan penyelewengan terhadap ideologi dan haluan Negara atau ia terbukti dengan sadar dan/ atau sengaja telah melakukan sesuatu yang merugikan kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara 134 .

Jika terdapat petunjuk-petunjuk yang cukup meyakinkan bahwa ia telah melakukan pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 50 % (lima puluh perseratus) dari gaji-pokok yang diterimanya terakhir b. Jika belum terdapat petunjuk-petunjuk yang jelas tentang yang dilakukannya pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 75 % (tujuh puluh lima perseratus) dari gaji pokok yang diterimanya terakhir Kepada seorang pegawai Negeri yang dikenakan pemberhentian sementara menurut pasal 2 ayat (2) peraturan ini mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 75 % (tujuh puluh lima perseratus) dari gaji pokok yang diterimanya terakhir. 200..(dua ratus rupiah) sedangkan pecahan rupiah dibulatkan menjadi satu rupiah 135 2) 3) .1) Kepada seorang pegawai Negeri yang dikenakan pemberhentian sementara menurut pasal 2 ayat (1) peraturan ini : a. Bagian gaji yang dimaksudkan dalam ayat (1) dan (2) diatas berjumlah paling rendah Rp.

maka perkara yang menyebabkan seorang pegawai Negeri dikenakan pemberhentian sementara menurut pasal 2 peraturan ini. dan lain-lain kecuali tunjangan jabatan dan fasilitas yang ada hubungan langsung dengan jabatannya menurut peraturan yang berlaku dan dihitung atas dasar bagian gaji yang diterimanya Untuk menghindarkan kerugian bagi keuangan Negara.Pegawai Negeri yang menerima bagian gaji menurut pasal 4 di atas mendapat tunjangan keluarga. harus diperiksa dalam waktu yang sesingkatsingkatnya agar dapat diambil keputusan yang tepat terhadap diri pegawai yang bersangkutan. tunjangan kemahalan umum. 136 .

Dalam hal ini. Terhadap pegawai yang dikenakan pemberhentian sementara menurut pasal 2 ayat (1) harus diambil tindakan pemberhentian. maka : a. Dalam hal yang demikian maka selama masa diberhentikan untuk sementara ia berhak mendapat gaji penuh serta penghasilan-penghasilan lain yang berhubungan dengan jabatannya. Jika sudah pemeriksaan oleh pihak yang berwajib seorang pegawai negeri yang dikenakan pemberhentian sementara menurut pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) peraturan ini ternyata tidak bersalah. c.1. Jika sesudah pemeriksaan dimaksud pegawai yang bersangkutan ternyata bersalah. sedangkan bagian gaji berikut tunjangan-tunjangan yang telah dibayarkan kepadanya tidak dipungut kembali. maka mengenai gaji serta penghasilan lain diperlakukan ketentuan seperti tertera dalam ayat (1) dan (2) sub a pasal ini 137 . ayat (2) jika perlu diambil tindakan harus diambil tindakan sesuai dengan pertimbangan/ keputusan Hakim yang mengambil keputusan dalam perkara yang menyangkut diri pegawai yang bersangkutan. b. 2. maka pegawai itu harus segera diangkat dan dipekerjakan kembali pada jabatannya semula. Terhadap pegawai yang dikenakan pemberhentian sementara menurut pasal 2.

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 15 TAHUN 1979 Tentang DAFTAR URUT KEPANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL 138 .

Daftar Urut Kepangkatan Pegawai Negeri Sipil. c. Atasan Pejabat Pembuat Daftar Urut Kepangkatan adalah atasan langsung dari Pejabat Pembuat Daftar Urut Kepangkatan 139 . b. selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah ini disebut Daftar Urut Kepangkatan adalah satu daftar yang memuat nama Pegawai Negeri Sipil dari suatu satuan organisasi Negara yang disusun menurut tingkatan kepangkatan.BAB I KETENTUAN UMUM Dalam Peraturan pemerintah ini yang dimaksud dengan : a. Pejabat Pembuat Daftar Urut Kepangkatan adalah pejabat yang berwenang membuat dan memelihara Daftar Urut Kepangkatan.

Daftar Urut Kepangkatan dibuat sekali setahun 140 . Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen.BAB II PEMBUATAN DAFTAR URUT KEPANGKATAN 1). membuat dan memelihara Daftar Urut Kepangkatan dalam lingkungannya masing-masing. dan pejabat lain yang ditentukan oleh Presiden. 2). Menteri. 3). Jaksa Agung. Gubernur Kepala Daerah Tingkat I. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi / Tinggi Negara. Daftar Urut Kepangkatan dibuat untuk seluruh Pegawai Negeri Sipil dari suatu satuan organisasi Negara.

serendahrendahnya memangku jabatan strukturil Eselon V atau jabatan lain yang setingkat dengan itu 141 . 2).1). dapat men-delegasikan sebagian wewenangnya kepada pejabat lain dalam lingkungan kekuasaannya untuk membuat dan memelihara Daftar Urut Kepangkatan dalam lingkungannya masing-masing.Pejabat yang dapat diberi wewenang untuk membuat dan memeli-hara Daftar Urut Kepangkatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).Pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2).

dihapuskan namanya dari Daftar Urut Kepangkatan 2) Pegawai Negeri Sipil yang pindah ke instansi lain. c. pangkat . d. latihan jabatan. e. usia. secara berturut-turut adalah : a. dihapuskan namanya dari Daftar Urut Kepangkatan dari instansi semula 142 . dan f. masa kerja. pendidikan.Ukuran yang digunakan untuk menetapkan nomor urut dalam Daftar Urut Kepangkatan. 1) Pegawai Negeri Sipil yang diberhentikan sebagai Pegawai Negeri Sipil. jabatan. b.

diberhentikan sementara. dicantumkan namanya dalam Daftar Urut Kepangkatan Daerah Otonom atau instansi yang bersangkutan. 2) Pegawai Negeri Sipil yang diangkat menjadi Pejabat Negara. tetap dicantumkan namanya dalam Daftar Urut Kepangkatan instansi induk yang bersangkutan Apabila dalam tahun yang bersangkutan terjadi mutasi kepegawaian yang mengakibatkan perubahan nomor urut dalam Daftar Urut Kepangkatan. maka Pejabat Pembuat Daftar Urut Kepangkatan mencatat perubahan itu dalam Daftar Urut Kepangkatan yang bersangkutan 143 . dipekerjakan atau diperbantukan pada instansi lain.1) Pegawai Negeri Sipil yang diperbantukan pada Daerah Otonom atau instansi Pemerintah lainnya. sedang menjalankan cuti di luar tanggungan Negara. sedang menjalankan tugas belajar. atau diberhentikan dari jabatan Negeri dengan mendapat uang tunggu.

SISTEM DIKLAT PNS ‡ ‡ Dasar Hukum : Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. II. Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 893. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4910). Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 38 Tahun 2002 tentang Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan dan Kepemimpinan di Jajaran Departemen Dalam Negeri dan Daerah. 144 ‡ ‡ ‡ ‡ . III. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 1 Tahun 2004 tentang Pedoman Seleksi Calon Peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (DIKLATPIM) Tingkat I. IV.3/1053/Diklat tanggal 14 Agustus 2006 perihal Program Diklat Aparatur di Lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah Tahun 2007.

145 ‡ . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4910). Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198.DIKLAT PNS Dasar Hukum : ‡ Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian.

3/1053/Diklat tanggal 14 Agustus 2006 perihal Program Diklat Aparatur di Lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah Tahun 2007. III. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 38 Tahun 2002 tentang Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan dan Kepemimpinan di Jajaran Departemen Dalam Negeri dan Daerah. IV. Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 93. 146 . II.‡ ‡ ‡ Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 1 Tahun 2004 tentang Pedoman Seleksi Calon Peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (DIKLATPIM) Tingkat I.

‡ PERUBAHAN PERDA TENTANG TUGAS BELAJAR DAN IJIN BELAJAR SEDANG DALAM PROSES.IKATAN DINAS DAN TUGAS BELAJAR ‡ BERDASARKAN PERDA NOMOR 03 TAHUN 1986 TANGGAL 26 JUNI 1986 TENTANG IKATAN DINAS DAN TUGAS BELAJAR. 147 .

Penyelenggara Diklat Prajabatan dan Diklat Kepemimpinan di lingkungan Departemen Dalam Negeri adalah Badan Pendidikan dan Pelatihan Departemen Dalam Negeri. 148 .INSTANSI PEMBINA 1. 2.Instansi Pembina Diklat adalah Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang secara fungsional bertanggung jawab atas pengembangan dan pengawasan standar kompetensi jabatan serta pengendalian permanfaatan lulusan Diklat.

TUJUAN DAN SASARAN DIKLAT 1. meningkatkan pengetahuan. ketrampilan. kemampuan dan ketrampilan.101/2000 : a. 2. 149 . keahlian. keahlian. Pasal 31 UU No. dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai kebutuhan instansi.43/1999 : Untuk meningkankat pengabdian. mutu. Pasal 2 PP No.

Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa. c.b. d. Memantapkan semangat dan sikap pengabdian yang berorientasi pada : * Pelayanan * Pengayoman dan * Pemberdayaan masyarakat. Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir pada tugas demi terwujudnya kepemerintahan yang baik. 150 .

3. disamping pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara. Pasal 2 Kepmendagri No. kepribadian dan etika PNS. Diklat Prajabatan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan. 38/2002 : (1). nidang tugas dan budaya organisasi agar mampu melaksanakan tugas dan peranannya sebagai pelayan masyarakat. 151 .

152 .Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Meningkatkan pengetahuan. Diklat Kepemimpinan bertujuan untuk : a. keahlian. ketrampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional dilandasi kepribadian dan etika PNS. b.(2).

d.c. Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik. pengayoman dan pemberdayaan masyarakat. 153 . Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan.

e. Mencapai persyaratan atau kompetensi kepemimpinan aparatur pemerintah yang sesuai dengan jenjang jabatan struktural. 154 .

2. * Diklatpim III untuk Eselon III . DIKLAT KEPEMIMPINAN : * Diklatpim IV untuk Eselon IV . 155 . * Diklatpim I untuk Eselon I. * Golongan II. DIKLAT PRAJABATAN UNTUK CPNS : * Golongan I . DIKLAT DALAM JABATAN : a.DIKLAT PNS TERDIRI DARI : 1. * Diklatpim II untuk Eselon II . * Golongan III.

contoh : Diklat Auditor. Diklat Teknis dan Fungsional : * Diklat Teknis adalah Diklat dibidang tugas masing-masing sebagai persyaratan kompetensi untuk pelaksanaan tugas PNS. Diklat Fungsional Kebidanan. * Diklat Fungsional adalah Diklat untuk menunjang tugas PNS sesuai profesinya contoh : Diklat fungsional Bidang Kesehatan. Diklat Fungsional Tenaga Guru. dll. 156 . Diklat Peneliti dll. Diklat Widyaiswara.b.

III 3.PERSYARATAN PESERTA SELEKSI DIKLATPIM VERSI LAN DIKLATPIM 1. II 4. IV 2. I USIA DIKFOR PANGKAT TOEFL 5<BUP ? ? 300 5<BUP ? ? 350 5<BUP ? ? 435 5<BUP ? ? 470 157 .

PERSYARATAN PESERTA SELEKSI DIKLATPIM VERSI DDN DIKLATPIM 1. I USIA 40 TH 45 TH 50 TH 52 TH DIKFOR PANGKAT D. IV 2.1 IV/a S1 IV/c 158 .III III/a S.1 III/c S. III 3. II 4.

8/1974 Jo UU No.9/1975 PNS UU No.45/1990 159 .WNI Pancasila UUD 1945 UU Perkawinan No.1/1974 PP No.10/1983 PP No.43/1999 PP No.30/1980 PP No.

DPT DIPERPANJANG 6 BULAN. 2-14 HARI PAKAI SUKET DOKTER. WAJIB MELAPOR STLH SELESAI CUTI) 160 . ANAK KE 3 DST CUTI DI LUAR TANGGUNGAN NEGARA) ‡ CUTI KARENA ALASAN PENTING (MISAL : KELUARGA DEKAT MENINGGAL DUNIA. 3 BULAN) ‡ CUTI SAKIT (2 HARI. MELANGSUNGKAN PERKAWINAN YG PERTAMA) ‡ CUTI DI LUAR TANGGUNGAN NEGARA (TELAH 5 TH BEKERJA. DPT DIPERPANJANG 1 TH. 24 TAHUN 1976 TENTANG CUTI PEGAWAI NEGERI SIPIL ‡ CUTI TAHUNAN (TELAH 1 TH BEKERJA. 12 HARI KERJA) ‡ CUTI BESAR (TELAH 6 TH BEKERJA. 15 HARI S/D 1 TAHUN MENGAJUKAN CUTI TERTULIS + SUKET DOKTER.MACAM-MACAM CUTI : DIATUR DALAM PP NO. KALAU BELUM SEMBUH PNS TSB DIBERHENTIKAN DG HORMAT DAN MENDAPAT UANG TUNGGU SESUAI PERATURAN) ‡ CUTI BERSALIN (BAGI PNS WANITA UTK ANAK PERTAMA & KEDUA.

161 .

UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan PP Nomor 9 Tahun 1975 Pasal 3 UU Nomor 1 Tahun 1974 : Æ azas monogami Æ dalam keadaan ³ sangat terpaksa ³ masih dimungkinkan seorang pria beristeri lebih dari seorang Æ karena tujuan perkawinan adalah membentuk keluarga bahagia ± kekal ± dan sejahtera maka UU ini menganut prinsip mempersukar terjadinya perceraian Æ perceraian harus ada alasan tertentu dilakukan didepan sidang pengadilan 162 .

¨ perkawinan sah adalah ikatan lahir bathin antara pria sah. sah. anak yang disahkan atau anak angkat ¨ gaji adalah penghasilan yang diterima oleh suami dan gaji. & wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga / rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan YME dilakukan mnrt hkm masing-2 agamanya/kepercayaan kpd Tuhan YME dicatat mnrut peraturan per-u2an yang berlaku ¨ anak adalah anak yang dilahirkan dari perkawinan yng anak. tidak terbatas pada penghasilan suami pada waktu terja dinya perceraian ( gaji pokok ± tunjangan kel ± tunjangn jabatan ± tpp ± tunjangan lainnya setelah dipotong iuran wajib ) 163 .

Ä PNS (janda ± duda ) yang melangsungkan perkawinan. secara hirarki wajib melapor secara tertulis kepada pejabat paling lambat 12 bulan Ä apabila tidak melapor perkawinannya dijatuhi salah satu hukuman disiplin berat 164 .

sebagai penggugat ~ secara hirarki wajib mengajukan izin sebagai tergugat ~ wajib memperoleh surat keterangan untuk melaksana kan perceraian : y melaporkan adanya gugatan dr isteri/suami y secara hirarki / prosedural y selambat-lambatnya 6 hari kerja setelah me nerima gugatan perceraian dari isteri/suami 165 .

harus mengambil keputusan - diizinkan - menolak

ka bkn
3 bulan

deputi
3 bulan

direktur
3 bulan

¨ meneruskan ¨ pertimbangan ¨ saran

kasubdit
3 bulan

kasi

pns penggugat

166

harus memberi ket u melakukan perceraian

kepala bkn
3 bulan

deputi
3 bulan

direktur
3 bulan

¨ meneruskan ¨ pertimbangan ¨ saran

kasubdit
3 bulan 6 hari kerja memberitahukan

kasi
menerima panggilan dari pengadilan krn digugat cerai suami/isteri

pns tergugat

167

Setiap atasan yg menerima srt permintaan izin perceraian harus : ‡ berusaha merukunkan ‡ secara hirarki meneruskan permintaan izin kepada pejabat ‡ selambat-lambatnya 3 bln Pejabat harus mengambil keputusan selamba-lambatnya 3 bln, setelah berusaha merukunkan dulu. Atasan/pejabat yg menerima surat pemberitahuan adanya gugatan perceraian harus melaksanakan tugas & wewenangnya seperti halnya menerima permintaan izin perceraian.
168

X salah satu pihak berzina Y salah satu pihak pemabuk ± pemadat ± penjudi ± yang sukar di sembuhkan Z salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 th berturut turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan sah serta tanpa me mberikan nafkah lahir bathin atau karena hal lain diluar kemampuannya [ salah satu pihak mendapat hukuman penjara selama 5 th atau huk yang l ebih berat secara terus menerus setelah perkawinan berlangsung \ salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat lahir bathin yang membahayakan pihak lain ] antara suami isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan untuk hidup rukun dalam rumah tangga 169 .

putusan pengadilan .surat pernyataan 2 orang saksi .tertangkap tangan & buat laporan Y surat pernyataan lurah / kades dan disahkan camat Z surat pernyataan 2 orang saksi dan disahkan camat atau surat keterangan dokter / polisi [ putusan pengadilan yang tetap \ dengan visum et repertum dari dokter pemerintah ] surat pernyataan lurah / kades disahkan camat 170 .X harus dikuatkan dengan : .

Ä Ditolak  bertentangan dengan ajaran/peraturan agama/kepercayaan terhadap Tuhan YME  tidak ada alasan yang sah  bertentangan dengan peraturan per-UU dan/atau  alasan yang diajukan tidak masuk akal sehat Ä Diterima  tidak bertentangan dengan ajaran / peraturan agama / kepercayaan terhadap Tuhan YME  ada alasan yang sah  tidak bertentangan dgn peraturan per-UU dan/atau  alasan yang diajukan masuk akal sehat 171 .

 apabila terjadi perceraian bekas suami wajib menyerahkan D 1/3 gaji u bekas isteri D 1/3 gaji u anak / anak2 ¼ bekas isteri dapat mengambil langsung bagian gaji yang menjadi haknya dari bendaharawan gaji / menggunakan surat kuasa / meminta dikirim ¼ bendaharawan gaji wajib menyerahkan langsung bagian gaji untuk bekas isteri dan anak ( tanpa menunggu pengambilan gaji oleh PNS bekas suami ) ¼ apabila bekas isteri kawin lagi maka hak atas gaji hapus terhitung mulai tanggal perkawinan bekas isteri  bagian gaji dihentikan apabila bekas isteri kawin lagi atau anak berusia 21 th / 25 th ( sekolah ) atau punya penghasilan sendiri 172 .

utk melakukan perceraian Apabila dlm wkt yg ditentukan pjbt tdk menetapkan keputusan yg sifatnya : tdk mengabulkan ± tdk menolak atau tdk memberikan ket. utk melakukan perceraian. Apabila hal tsb semata2 merupakan kelalaian pjbt dikenakan HD jenis berat. pjbt tsb dianggap telah menolak permintaan izin perceraian. Keterangan. Utk membantu pjbt melaksanakan kewajibannya dibentuk TIM PELAKSANAAN PP 10/1983 jo PP 45/1990 Pjbt hrs memberikan srt ket.Apabila bekas isteri kawin lg : hak atas bagian gaji hapus pada TMT ia kawin lagi. suami isteri yg melakukan perceraian keduanya PNS satu departemen/instansi berbeda masing2 wajib dpt izin tertulis/srt. 173 .

tidak diberikan kepada bekas isteri apabila terbukti tetap diberikan kepada bekas isteri apabila terbukti alasan isteri mengajukan gugat cerai karena dimadu atau suami terbukti berzinah dan/atau telah melakukan kekejaman atau penganiayaan berat secara lahir/batin ± pemabuk ± penjudi ± pemadat ± dan / atau terbukti telah meninggalkan selama 2 tahun berturut-turut tanpa izin dan tanpa alasan yg sah atau karena hal-hal lain diluar kemampuannya 174 .

PNS pria yang akan beristeri lebih dari satu ¨ wajib memperoleh izin tertulis dari pejabat ¨ atasan wajib meneruskan permintaan izin kepada pejabat melalui hirarki disertai pertimbangan-2 se lambat-2 nya 3 bulan tmt diterimanya permintaan izin pejabat wajib : Òmemberi nasehat kepada suami/isteri Ò mengambil keputusan selambat-lambatnya 3 bulan terhitung mulai tanggal diterimanya permintaan izin 175 .

dibuktikan dgn surat ket dr pemerintah  isteri cacad badan/penyakit lain yg tdk dpt sembuh ( menyeluruh ). yg dibuktikan dgn surat ket dr pem  isteri tdk dpt melahirkan anak stlh 10 th/lebih yg dibuktikan dgn surat ket dr pemerintah SYARAT KUMULATIF  ada persetujuan tertulis yang dibuat secara iklas ± disahkan o/ atasan pns se-rendah2nya es IV  mempunyai penghasilan cukup  ada jaminan scara tertulis akan ber laku adil thdp isteri2 dan anak2nya 176 .SYARAT ALTERNATIF  isteri tdk dpt menjalankan kewajibannya sbg isteri krn sakit jas/roh yg sukar sembuh.

di tolak @ bertentangan dgn agama/kepercayaan @ tdk memenuhi salah satu syarat alternatif @ tdk memenuhi syarat kumulatif @ alasan bertentangan dengan akal sehat @ mengganggu pelaksanaan tugas kedinasan @ tdk btentangan dgn agama/kepercayaan @ memenuhi salah satu syarat alternatif @ memenuhi syarat kumulatif @ tdk bertentangan dgn per-undangan2an @ alasan tdk bertentangan dgn akal sehat @ tidak mengganggu tugas kedinasan 177 di teri ma .

Bersuami dua orang sekaligus. Menjadi isteri ke 2 ± 3 ± 4 2.1. dan apabila ingin kawin lagi ybs harus menceraikan lebih dulu suaminya Seorang isteri ke 2 ± 3 ± 4 dilarang menjadi PNS 178 .

dijatuhi salah satu hukuman disiplin tingkat berat X penurunan pangkat setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 tahun Y pembebasan dari jabatan Z pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri [ pemberhentian tidak dengan hormat 179 .

karis/karsu tdk berlaku dan apabila rujuk kembali berlaku lagi ¼ pns berhenti dgn hak pensiun. pensiunan meninggal masih berlaku selama masih ada janda/duda/anak ¼ isteri 1 ± ke 2 ± ke 3 ± ke 4 diberikan karis semuanya 180 .¼ isteri/suami pns diberikan karis/karsu ¼ karis/karsu sebagai identitas isteri/suami ¼ berlaku selama menjadi isteri/suami pns ¼ tidak berlaku apabila pns berhenti tanpa hak pensiun ¼apabila pns cerai.

181 .

182 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->