P. 1
Ruang Lingkup Kajian Linguistik Umum

Ruang Lingkup Kajian Linguistik Umum

|Views: 1,186|Likes:
Published by Kiky Eko

More info:

Published by: Kiky Eko on Jul 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2012

pdf

text

original

RUANG LINGKUP KAJIAN LINGUISTIK UMUM

2010
11.09
Prawacana
Linguistik berarti ilmu bahasa. Ilmu bahasa adalah ilmu yang objeknya bahasa.Bahasa di sini maksudnya adalah bahasa yang
digunakan sehari-hari (atau fenomena lingual). Karena bahasa dijadikan objek keilmuan maka ia mengalami pengkhususan,
hanya yang dianggap relevan saja yang diperhatikan (diabstraksi). Jadi yang diteliti dalam linguistik atau ilmu bahasa adalah
bahasa sehari-hari yang sudah diabstraksi, dengan demikian anggukan, dehem, dan semacamnya bukan termasuk objek yang
diteliti dalam linguistik.
Linguistik modern berasal dari Ferdinand de Saussure, yang membedakan langue, langage, dan parole (Verhaar, 1999:3). Langue
adalah salah satu bahasa sebagai suatu sistem, seperti bahasa Indonesia, bahasa Inggris. Langage berarti bahasa sebagai sifat khas
manusia, sedangkan parole adalah bahasa sebagaimana dipakai secara konkret (dalam bahasa Indonesia ketiga istilah tadi disebut
bahasa saja dan mengacu pada konsep yang sama). Sejalan dengan hal di atas, Robins (1992:55) mengatakan bahwa langue
merupakan struktur leksikal, gramatikal, dan fonologis sebuah bahasa, dan struktur ini sudah tertanam dalam pikiran penutur asli
pada masa kanak-kanak sebagai hasil kolektif masyarakat bahasa yang dibayangkan sebagai suatu kesatuan supraindividual.
Dalam menggunakan bahasanya, penutur bisa berbicara di dalam lingkup langue ini; apa yang sebenarnya diucapkannya adalah
parole, dan satu-satunya kendali yang dapat dia atur adalah kapan dia harus berbicara dan apa yang harus ia bicarakan. Kaidah
leksikal, gramatikal, dan fonologis telah dikuasai dan dipakai, dan kaidah tersebut menentukan ruang lingkup pilihan yang dapat
dibuat oleh penutur. Pembedaan ini seperti apa yang dibuat Chomsky, yaitu antara competence (apa yang secara intuisi diketahui
penutur tentang bahasanya) dan performance (apa yang dilakukan penutur ketika dia menggunakan bahasanya).
Ilmu linguistik sendiri sering disebut linguistik umum, artinya ilmu linguistik tidak hanya menyelidiki salah satu bahasa saja
tetapi juga menyangkut bahasa pada umumnya. Dengan memakai istilah de Saussure, dapat dirumuskan bahwa ilmu linguistik
tidak hanya meneliti salah satu langue saja, tetapi juga langage, yaitu bahasa pada umumnya. Sedangkan linguistik teoretis
memuat teori linguistik, yang mencakup sejumlah subbidang, seperti ilmu tentang struktur bahasa (grammar atau tata bahasa) dan
makna (semantik). Ilmu tentang tata bahasa meliputi morfologi (pembentukan dan perubahan kata) dan sintaksis (aturan yang
menentukan bagaimana kata-kata digabungkan ke dalam frasa atau kalimat). Selain itu dalam bagian ini juga ada fonologi atau
ilmu tentang sistem bunyi dan satuan bunyi yang abstrak, dan fonetik, yang berhubungan dengan properti aktual seperti bunyi
bahasa atau speech sound (phone) dan bunyi non-speech sound, dan bagaimana bunyi-bunyi tersebut dihasilkan dan didengar
(http://en.wikipedia.org/wiki/Linguistics).
Menurut Verhaar (1999:9), setiap ilmu pengetahuan biasanya terbagi atas beberapa bidang bawahan, misalnya ada linguistik
antropologis atau cara penyelidikan linguistik yang dimanfaatkan ahli antropologi budaya, ada sosiolinguistik untuk meneliti
bagaimana dalam bahasa itu dicerminkan hal-hal sosial dalam golongan penutur tertentu. Tetapi bidang-bidang bawahan tersebut
mengandaikan adanya pengetahuan linguistik yang mendasari. Bidang yang mendasari itu adalah bidang yang menyangkut
struktur dasar tertentu, yaitu struktur bunyi bahasa yang bidangnya disebut fonetik dan fonologi; struktur kata atau morfologi;
struktur antarkata dalam kalimat atau sintaksis; masalah arti atau makna yang bidangnya disebut semantik; hal-hal yang
menyangkut siasat komunikasi antar orang dalam parole atau pemakaian bahasa, dan menyangkut juga hubungan tuturan bahasa
dengan apa yang dibicarakan, atau disebut pragmatik. Semakin melebarnya tantangan untuk studi dan analisis mengenai
kebahasaan, membuka sebuah wawasan pemikiran dan pertanyan : Sampai sejauh mana ilmu linguisti berkembang ?
PEMBAHASAN
1. Cakupan Studi Linguistik
Dalam berbagai kamus umum, linguistik didefinisikan sebagai µilmu bahasa¶ atau µstudi ilmiah mengenai bahasa¶ (Matthews
1997). Dalam The New Oxford Dictionary of English (2003), linguistik didefinisikan sebagai berikut:
³The scientific study of language and its structure, including the study of grammar, syntax, and phonetics. Specific branches of
linguistics include sociolinguistics, dialectology, psycholinguistics, computational linguistics, comparative linguistics, and
structural linguistics.´
Program studi Ilmu Bahasa mulai jenjang S1 sampai S3, bahkan sampai post-doctoral program telah banyak ditawarkan di
universitas terkemuka, seperti University of California in Los Angeles (UCLA), Harvard University, Massachusett Institute of
Technology (MIT), University of Edinburgh, dan Oxford University. Hal tersebut kemudian diikuti banyaknya universitas di
Indonesia yang membuka program S1 sampai S3 untuk ilmu bahasa.
Secara umum, bidang ilmu bahasa dibedakan atas linguistik murni dan linguistik terapan. Bidang linguistik murni mencakup
fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Sedangkan bidang linguistik terapan mencakup pengajaran bahasa,
penerjemahan, leksikografi, dan lain-lain. Beberapa bidang tersebut dijelaskan dalam sub-bab berikut ini :
1. 1 Fonetik
Fonetik mengacu pada artikulasi bunyi bahasa. Para ahli fonetik telah berhasil menentukan cara artikulasi dari berbagai bunyi
bahasa dan membuat abjad fonetik internasional sehingga memudahkan seseorang untuk mempelajari dan mengucapkan bunyi
yang tidak ada dalam bahasa ibunya. Misalnya dalam bahasa Inggris ada perbedaan yang nyata antara bunyi tin dan thin, dan
antara they dan day, sedangkan dalam bahasa Indonesia tidak. Dengan mempelajari fonetik, orang Indonesia akan dapat
mengucapkan kedua bunyi tersebut dengan tepat.
Abjad fonetik internasional, yang didukung oleh laboratorium fonetik, departemen linguistik, UCLA, penting dipelajari oleh
semua pemimpin, khususnya pemimpin negara. Dengan kemampuan membaca abjad fonetik secara tepat, seseorang dapat
memberikan pidato dalam ratusan bahasa. Misalnya, jika seorang pemimpin di Indonesia mengadakan kunjungan ke Cina, ia
cukup meminta staf-nya untuk menerjemahkan pidatonya ke bahasa Cina dan menulisnya dengan abjad fonetik, sehingga ia dapat
memberikan pidato dalam bahasa Cina dengan ucapan yang tepat. Salah seorang pemimpin yang telah memanfaatkan abjad
fonetik internasional adalah Paus Yohanes Paulus II. Ke negara manapun beliau berkunjung, beliau selalu memberikan khotbah
dengan menggunakan bahasa setempat. Apakah hal tersebut berarti bahwa beliau memahami semua bahasa di dunia? Belum
tentu, namun cukup belajar fonetik saja untuk mampu mengucapkan bunyi ratusan bahasa dengan tepat.
1. 2 Fonologi
Fonologi mengacu pada sistem bunyi bahasa. Misalnya dalam bahasa Inggris, ada gugus konsonan yang secara alami sulit
diucapkan oleh penutur asli bahasa Inggris karena tidak sesuai dengan sistem fonologis bahasa Inggris, namun gugus konsonan
tersebut mungkin dapat dengan mudah diucapkan oleh penutur asli bahasa lain yang sistem fonologisnya terdapat gugus
konsonan tersebut. Contoh sederhana adalah pengucapan gugus µng¶ pada awal kata, hanya berterima dalam sistem fonologis
bahasa Indonesia, namun tidak berterima dalam sistem fonologis bahasa Inggris. Kemaknawian utama dari pengetahuan akan
sistem fonologi ini adalah dalam pemberian nama untuk suatu produk, khususnya yang akan dipasarkan di dunia internasional.
Nama produk tersebut tentunya akan lebih baik jika disesuaikan dengan sistem fonologis bahasa Inggris, sebagai bahasa
internasional.
1. 3 Morfologi
Morfologi lebih banyak mengacu pada analisis unsur-unsur pembentuk kata. Sebagai perbandingan sederhana, seorang ahli
farmasi (atau kimia?) perlu memahami zat apa yang dapat bercampur dengan suatu zat tertentu untuk menghasilkan obat flu yang
efektif; sama halnya seorang ahli linguistik bahasa Inggris perlu memahami imbuhan apa yang dapat direkatkan dengan suatu
kata tertentu untuk menghasilkan kata yang benar. Misalnya akhiran -¬en dapat direkatkan dengan kata sifat dark untuk
membentuk kata kerja darken, namun akhiran -¬en tidak dapat direkatkan dengan kata sifat green untuk membentuk kata kerja.
Alasannya tentu hanya dapat dijelaskan oleh ahli bahasa, sedangkan pengguna bahasa boleh saja langsung menggunakan kata
tersebut. Sama halnya, alasan ketentuan pencampuran zat-zat kimia hanya diketahui oleh ahli farmasi, sedangkan pengguna obat
boleh saja langsung menggunakan obat flu tersebut, tanpa harus mengetahui proses pembuatannya.
1. 4 Sintaksis
Analisis sintaksis mengacu pada analisis frasa dan kalimat. Salah satu kemaknawiannya adalah perannya dalam perumusan
peraturan perundang-undangan. Beberapa teori analisis sintaksis dapat menunjukkan apakah suatu kalimat atau frasa dalam suatu
peraturan perundang-undangan bersifat ambigu (bermakna ganda) atau tidak. Jika bermakna ganda, tentunya perlu ada
penyesuaian tertentu sehingga peraturan perundang-undangan tersebut tidak disalahartikan baik secara sengaja maupun tidak
sengaja.
1. 5 Semantik
Kajian semantik membahas mengenai makna bahasa. Analisis makna dalam hal ini mulai dari suku kata sampai kalimat. Analisis
semantik mampu menunjukkan bahwa dalam bahasa Inggris, setiap kata yang memiliki suku kata µpl¶ memiliki arti sesuatu yang
datar sehingga tidak cocok untuk nama produk/benda yang cekung. Ahli semantik juga dapat membuktikan suku kata apa yang
cenderung memiliki makna yang negatif, sehingga suku kata tersebut seharusnya tidak digunakan sebagai nama produk asuransi.
Sama halnya dengan seorang dokter yang mengetahui antibiotik apa saja yang sesuai untuk seorang pasien dan mana yang tidak
sesuai.
1. 6 Pengajaran Bahasa
Ahli bahasa adalah guru dan/atau pelatih bagi para guru bahasa. Ahli bahasa dapat menentukan secara ilmiah kata-kata apa saja
yang perlu diajarkan bagi pelajar bahasa tingkat dasar. Para pelajar hanya langsung mempelajari kata-kata tersebut tanpa harus
mengetahui bagaimana kata-kata tersebut disusun. Misalnya kata-kata dalam buku-buku Basic English. Para pelajar (dan guru
bahasa Inggris dasar) tidak harus mengetahui bahwa yang dimaksud Basic adalah B(ritish), A(merican), S(cientific),
I(nternational), C(ommercial), yang pada awalnya diolah pada tahun 1930an oleh ahli linguistik C. K. Ogden. Pada masa awal
tersebut, Basic English terdiri atas 850 kata utama.
Selanjutnya, pada tahun 1953, Michael West menyusun General Service List yang berisikan dua kelompok kata utama (masing-
masing terdiri atas 1000 kata) yang diperlukan oleh pelajar untuk dapat berbicara dalam bahasa Inggris. Daftar tersebut terus
dikembangkan oleh berbagai universitas ternama yang memiliki jurusan linguistik. Pada tahun 1998, Coxhead dari Victoria
University or Wellington, berhasil menyelesaikan suatu proyek kosakata akademik yang dilakukan di semua fakultas di
universitas tersebut dan menghasilkan Academic Wordlist, yaitu daftar kata-kata yang wajib diketahui oleh mahasiswa dalam
membaca buku teks berbahasa Inggris, menulis laporan dalam bahasa Inggris, dan tujuannya lainnya yang bersifat akademik.
Proses penelitian hingga menjadi materi pelajaran atau buku bahasa Inggris yang bermanfaat hanya diketahui oleh ahli bahasa
yang terkait, sedangkan pelajar bahasa dapat langung mempelajari dan memperoleh manfaatnya. Sama halnya dalam ilmu
kedokteran, proses penelitian hingga menjadi obat yang bermanfaat hanya diketahui oleh dokter, sedangkan pasien dapat
langsung menggunakannya dan memperoleh manfaatnya.
1. 7 Leksikografi
Leksikografi adalah bidang ilmu bahasa yang mengkaji cara pembuatan kamus. Sebagian besar (atau bahkan semua) sarjana
memiliki kamus, namun mereka belum tentu tahu bahwa penulisan kamus yang baik harus melalui berbagai proses.
Dua nama besar yang mengawali penyusunan kamus adalah Samuel Johnson (1709-1784) dan Noah Webster (1758-1843).
Johnson, ahli bahasa dari Inggris, membuat Dictionary of the English Language pada tahun 1755, yang terdiri atas dua volume.
Di Amerika, Webster pertama kali membuat kamus An American Dictionary of the English Language pada tahun 1828, yang
juga terdiri atas dua volume. Selanjutnya, pada tahun 1884 diterbitkan Oxford English Dictionary yang terdiri atas 12 volume.
Saat ini, kamus umum yang cukup luas digunakan adalah Oxford Advanced Learner¶s Dictionary. Mengapa kamus Oxford?
Beberapa orang mungkin secara sederhana akan menjawab karena kamus tersebut lengkap dan cukup mudah dimengerti. Tidak
banyak yang tahu bahwa (setelah tahun 1995) kamus tersebut ditulis berdasarkan hasil analisis British National Corpus yang
melibatkan cukup banyak ahli bahasa dan menghabiskan dana universitas dan dana negara yang jumlahnya cukup besar. Secara
umum, definisi yang diberikan dalam kamus tersebut seharusnya dapat mudah dipahami oleh pelajar karena semua entri dalam
kamus tersebut hanya didefinisikan oleh sekelompok kosa kata inti. Bagaimana kosa-kata inti tersebut disusun? Tentu hanya ahli
bahasa yang dapat menjelaskannya, sedangkan para sarjana dan pelajar dapat langsung saja menikmati dan menggunakan
berbagai kamus Oxford yang ada dipasaran.
1. 8 Sosiolinguistik
Secara umum, bahasa dipahami sebagai sistem tanda arbiter yang dipakai oleh manusia untuk tujuan komunikasi antara satu sama
lain. Dengan demikian, konteks sosial dalam penggunaan bahasa menjadi sesuatu yang penting untuk dikaji. Menurut Chomsky,
sosiolinguistik menyoroti segala yang dapat diperoleh dari bahasa, dengan cara apa pendekatan sosial dapat menjelaskan segala
yang dikatakan dengan bahasa, oleh siapa, kepada siapa, pada saat kehadiran siapa, kapan dan di mana, atas alasan apa, dan
dalam keadaan bagaimana. Sementara menurut Hymes (1971), perhatian sosiolinguistik tertuju pada kecakapan manusia dalam
menggunakan bahasa dengan tepat dalam latar yang berbeda. Kajian-kajian sosiolinguistik bermanfaat untuk menyusun: (1)
konsep dasar tentang guyub tutur; (2) variasi dan perubahan bahasa (dialek dan kelompok sosial); (3) kontak bahasa; (4) bahasa,
kekuasaan, dan ketidaksetimbangan; (5) perencanaan, kebijakan, dan praktek bahasa; (6) bahasa dan pendidikan; (7) metode
penelitian sosiolinguistik; (8) sosiolinguistik sebagai profesi (Hidayatullah, http://kampusislam.com//).
Panini (500 SM) diyakini oleh banyak linguis sebagai pelopor pengkaji sosiolinguistik. Dalam karyanya yang berjudul
Astadhayayi²satu buku yang berisi tentang stilistika bahasa²pengkajian sosiolinguistik mulai mendapat perhatian. Baru
beberapa abad kemudian, tepatnya pada abad 19, Schuchardt, Hasseling, dan Van Name (1869-1897) untuk pertama kalinya
memulai kajian tentang dialek bahasa pedalaman Eropa dan kontak bahasa yang menghasilkan bahasa campuran. Perkembangan
kajian sosiolinguistik semakin menemukan titik cerah setelah de Saussure (1857-1913) berpendapat bahwa bahasa adalah sebuah
fakta sosial yang terdapat dalam masyarakat. Dalam hal ini, terdapat dua istilah yang masih populer hingga saat ini: langue dan
parole. Tak lama berselang, langkah de Saussure ini ditindaklanjuti oleh beberapa sarjana bahasa Amerika Serikat, seperti Franz
Boas, Edward Sapir, dan Leonard Bloomfield yang melakukan beberapa kajian bahasa, budaya, dan kognisi. Istilah
sosiolinguistik digunakan pertama sekali oleh Harver Currie pada tahun 1952. Tokoh ini sebelumnya melihat kajian linguistik
tidak memiliki perhatian terhadap realitas sosial.
1. 9 Pragmatik
Seorung fllosof yung bernumu Churles Morrls, memperkenulkun sebuuh cubung llmu yultu prugmutlk. Prugmutlk uduluh
ku|lun tentung hubungun tundu dengun orung yung menglnterpretuslkun tundu ltu (Morls, 1938: 6 dulum Levlnson, 1997:
1).Butusun pengertlun llmu prugmutlk |ugu dlkemukukun oleh puru uhll yung luln.Prugmutlk menurut Geoffrey Leech
(1993: 8) uduluh llmu tentung muksud dulum hubungunnyu dengun sltuusl-sltuusl tuturun (speech sltuutlon). Proses tlnduk
tutur dltentukun oleh konteks yung menyertul sebuuh tuturun tersebut. Dulum hul lnl Leech menyebutnyu dengun uspek-
uspek sltuusl tutur, unturu luln : pertumu, yung menyupu (penyupu) dun yung dlsupu (pesupu); keduu, konteks sebuuh
tuturun; ketlgu, tu|uun sebuuh tuturun; keemput, tuturun sebugul bentuk tlndukun utuu keglutun tlnduk tutur (speech uct);
dun kellmu, tuturun sebugul husll tlnduk verbul (Leech, 1993: 19-20).
George Yule dulum bukunyu Prugmutlcs (1996) mengemukukun buhwu իPrugmutlcs ls the study of speuker meunlng us
dlstlnct from word or sentence meunlng (1996: 133), yung berurtl prugmutlk mempelu|url tentung muknu yung
dlmuksudkun penutur yung berbedu dengun muknu kutu utuu muknu kullmut. Butusun lnl mengemukukun buhwu muknu
yung dlmuksudkun oleh penutur merupukun tuturun yung teluh dlpenguruhl oleh berbugul sltuusl tuturun, hul lnl berbedu
dengun muknu kutu utuu kullmut, kurenu muknu kutu utuu kullmut merupukun muknu yung sesuul dengun muknu yung
berdusurkun urtl yung tertulls su|u. Pengertlun prugmutlk duput dllntlsurlkun sebugul llmu yung mempelu|url struktur buhusu
securu eksternul, yung dltentukun oleh konteks dun sltuusl yung meluturbelukungl pemukulun buhusu dulum komunlkusl
yung merupukun dusur penentuun pemuhumun muksud penggunuun tuturun oleh penutur dun mltru tutur.
Menurut penduput Purker (1986) prugmutlk uduluh cubung llngulstlk yung mempelu|url struktur buhusu securu eksternul,
hul lnl mempunyul muksud bugulmunu sutuun llnguul tertentu dlgunukun dulum komunlkusl yung sebenurnyu. Anturu studl
tutu buhusu dun prugmutlk dlbedukun menurut Purker. Hul tersebut duput dlumutl dulum kutlpun berlkut.
իPrugmutlcs ls study of how lunguuge ls used to communlcute. Prugmutlcs ls dlstlnct from grummur, whlch ls the
study of the lnternul struture of lunguuge (Purker, 1986:11).լ
էPrugmutlk mempelu|url bugulmunu buhusu dlgunukun untuk berkomunlkusl. Prugmutlk berbedu dengun tutu
buhusu, yung mempelu|url struktur lnternul buhusu.ը
Judl menurut Purker buhwu studl tutu buhusu dlunggupnyu sebugul studl buhusu securu lnternul, dun prugmutlk studl
buhusu securu eksternul. Butusun yung dlkemukukun purker tersebut duput dlkutukun pulu buhwu studl ku|lun tutu buhusu
dlunggup sebugul studl yung bebus konteks (context lndependent).
1. 10 Pskolinguistik
Pslkollngulstlk uduluh penggubungun unturu duu kutu էpslkologlը dun էllngulstlkը. Pslkollngulstlk mempelu|url fuktor-fuktor
pslkologls dun neuroblologls yung memungklnkun munuslu menduputkun, menggunukun, dun memuhuml buhusu.
Ku|lunnyu semulu leblh bunyuk berslfut fllosofls, kurenu muslh sedlkltnyu pemuhumun tentung bugulmunu otuk munuslu
berfungsl. Oleh kurenu ltu pslkollngulstlk sungut erut kultunnyu dengun pslkologl kognltlf. Penelltlun modern menggunukun
blologl, neurologl, llmu kognltlf, dun teorl lnformusl untuk mempelu|url curu otuk memroses buhusu.
Pslkollngulstlk mellputl proses kognltlf yung blsu menghusllkun kullmut yung mempunyul urtl dun benur securu tutu buhusu
durl perbenduhuruun kutu dun struktur tutu buhusu, termusuk |ugu proses yung membuut blsu dlpuhumlnyu ungkupun, kutu,
tullsun, dun sebugulnyu. Pslkollngulstlk perkembungun mempelu|url kemumpuun buyl dun unuk-unuk dulum mempelu|url
buhusu, blusunyu dengun metodu eksperlmentul dun kuuntltutlf (berbedu dengun observusl nuturullstlk sepertl yung
dllukukun Jeun Pluget dulum penelltlunnyu tentung perkembungun unuk).
2. Hubungun Pslkollngulstlk dengun soslollngulstlk dun prugmutlk
Pslkollngulstlk berslfut lnterdlslpllner dun dlpelu|url oleh uhll dulum berbugul bldung, sepertl pslkologl, llmu kognltlf, dun
llngulstlk. Pslkollngulstlk uduluh perlluku berbuhusu yung dlsebubkun oleh lnterukslnyu dengun curu berplklr munuslu. Ilmu
lnl menelltl tentung perolehun, produksl dun pemuhumun terhudupbuhusu. Adu beberupu subdlvlsl dulum pslkollngulstlk
yung dldusurkun pudu komponen-komponen yung membentuk buhusu pudu munuslu.
y )onetlk dun fonologl mempelu|url bunyl ucupun. Dl dulum pslkollngulstlk, penelltlun terfokus pudu bugulmunu otuk memproses
dun memuhuml bunyl-bunyl lnl.
y Morfologl mempelu|url struktur kullmut, terutumu hubungun unturu kutu yung berhubungun dun pembentukun kutu-kutu
berdusurkun pudu uturun-uturun.
y Slntuks mempelu|url polu-polu yung menentukun bugulmunu kutu-kutu dlkomblnuslkun bersumu membentuk kullmut
y Semuntlk berhubungun dengun muknu durl kutu utuu kullmut. Bllu slntuks berhubungun dengun struktur formul durl kullmut,
semuntlk berhubungun dengun muknu uktuul durl kullmut.
y Prugmutlk berhubungun dengun perun konteks dulum penglnterpretuslun muknu.
y Studl tentung curu mengenull dun membucu kutu menelltl proses yung tercukup dulum perolehun lnformusl ortogruflk,
morfologls, fonologls, dun semuntlk durl polu-polu dulum tullsun.
3. Pemerolehan bahasa pada anak, Mungkinkah orang dewasa memperoleh bahasa?
Tiap anak anak kecil yang dilahirkan ke dalam suatu kelompok memperoleh kebiasaan-kebiasaan wicara dan respons pada tahun-
tahun pertama dalam hidupnya, ini pastilah perbuatan intelektual sulit paling penting yang setiap orang dituntut untuk
melaksanakannya. Blomfild dalam bukunya ³ Language´ memberikan gambaran proses pemerolehannya:
1. Pudu berbugul stlmulus, unuk kecll mengucupkun dun mengulungl bunyl bunyl vocul. Hul lnl merupukun fuctor buwuun.
Andulkutu lu membuut suuru yung mungkln menggumburkun du , mesklpun tentu su|u gerukun-gerukun sebenurnyu dun bunyl
bunyl yung dlhusllkun berbedu dengun yung dlgunukun dulum buhusu lnggrls yung blusu. Geturun-geturun bunyl ltu mengenul
gendung-gendung tellngu sewuktu lu terus menguungl gerukun gerukunnyu.
2. Seorung dewusu, mlsulnyu lbunyu, ketlku unuk kecll ltu udu, mengucupkun bunyl yung menyerupul suluh sutu suku kutu ocehun
unuk tersebut. Mlsulnyu, orung ltu mengucupkun doll . Ketlku bunyl-bunyl ltu mengenul gendung tellngu unuk, keblusuun 1)
mulul berperunun dun lu mengucupkun suku kutu ocehun yung terdekut.
3. Ibunyu (orung dewusu) tentu su|u menggunukun kutu-kutunyu upubllu udu stlmulus yung teput. Iu mengutukun doll upubllu lu
benur benur menun|ukkun utuu memberlkun boneku kepudu unuk kecll tersebut. Anuk tersebut kemudlun membentuk keblusuun
dengun sendlrlnyu.
Hal tersebut diatas memberikan gambaran, bahwa pemerolehan bahasa pada anak dibutuhkan sinergi antara pen-stimulus,
stimulus, dan receiver stimulus atau otak anak. Orang dewasa juga berperan dalam pemerolehan bahasa.
4. Proses memahami ujaran pada saat komunikasi.
Pudu huklkutnyu dulum keglutun berkomunlkusl ter|udl proses memproduksl dun memuhuml u|urun. Duput dlkutukun
buhwu pslkollngulstlk uduluh studl tentung mekunlsme mentul yung ter|udl pudu orung yung menggunukun buhusu, bulk
pudu suut memproduksl utuu memuhuml u|urun .Dengun kutu luln, dulum penggunuun buhusu ter|udl proses mengubuh
plklrun men|udl kode dun mengubuh kode men|udl plklrun. U|urun merupukun slntesls durl proses pengubuhun konsep
men|udl kode, sedungkun pemuhumun pesun tersebut husll unullsls kode. Buhusu sebugul wu|ud utuu husll proses dun
sebugul sesuutu yung dlproses bulk berupu buhusu llsun muupun buhusu tulls, sebugulmunu dlkemukukun oleh
Kempen (Murut, 1983: 5) buhwu Pslkollngulstlk uduluh studl mengenul munuslu sebugul pemukul buhusu, yultu studl
mengenul slstem-slstem buhusu yung udu pudu munuslu yung duput men|eluskun curu munuslu duput menungkup lde-lde
orung luln dun bugulmunu lu duput mengekspreslkun lde-ldenyu sendlrl melulul buhusu, bulk securu tertulls utuupun securu
llsun. Apubllu dlkultkun dengun keterumpllun berbuhusu yung hurus dlkuusul oleh seseorung, hul lnl berkultun dengun
keterumpllun berbuhusu, yultu menylmuk, berblcuru, membucu, dun menulls.
Semuu buhusu yung dlperoleh pudu huklkutnyu dlbutuhkun untuk berkomunlkusl.Kurenu ltu, Slumu (Putedu, 1990: 13)
mengemukukun buhwu psychollngulstlcs ls the study of relutlons between our needs for expresslon und communlcutlons
und the meuns offered to us by u lunguuge leurned ln oneըs chlldhood und luterէpslkollngulstlk uduluh teluuh tentung
hubungun unturu kebutuhun-kebutuhun kltu untuk berekspresl dun berkomunlkusl dun bendu-bendu yung dltuwurkun
kepudu kltu melulul buhusu yung kltu pelu|url se|uk kecll dun tuhup-tuhup selun|utnyu.Munuslu hunyu ukun duput berkutu
dun memuhuml sutu dengun lulnnyu dulum kutu-kutu yung terbuhusukun. Buhusu yung dlpelu|url semen|uk unuk-unuk
bukunluh buhusu yung netrul dulum mengkodlng reulltus ob|ektlf. Buhusu memlllkl orlentusl yung sub|ektlf dulum
menggumburkun dunlu pengulumun munuslu. Orlentusl lnlluh yung selun|utnyu mempenguruhl bugulmunu munuslu
berplklr dun berkutu. Perlluku yung tumpuk dulum berbuhusu uduluh perlluku munuslu ketlku berblcuru dun menulls utuu
ketlku dlu memproduksl buhusu, sedungkun prlluku yung tlduk tumpuk uduluh perlluku munuslu ketlku memuhuml yung
dlslmuk utuu dlbucu sehlnggu men|udl sesuutu yung dlmlllklnyu utuu memproses sesuutu yung ukun dlucupkun utuu
dltullsnyu.
Durl urulun dl utus duput dlslmpulkun ruung llngkup Pslkollngulstlk yultu penerolehun buhusu, pemukulun buhusu,
pemprodukslun buhusu, pemprosesun buhusu, proses pengkodeun, hubungun unturu buhusu dun prlluku munuslu,
hubungun unturu buhusu dengun otuk. Berkultun dengun hul lnl Yudlbrutu, (1998: 9) menyutukun buhwu Pslkollngulstlk
mellputl pemerolehun utuu ukuulslsl buhusu, hubungun buhusu dengun otuk, penguruh pemerolehun buhusu dun
penguusuun buhusu terhudup kecerdusun curu berplklr, hubungun encodlng (proses mengkode) dengun decodlng
(penufslrun/pemuknuun kode), hubungun unturu pengetuhuun buhusu dengun pemukulun
Runuh kognltlf yung berpusut dl otuk merupukun runuh yung yung terpentlng Runuh lnl merupukun sumner sekullgus
pengendull runuh-runuh ke|lwuun lulnnyu, yultu runuh efektlf (rusu) dun runuh pslkomotor (kursu). Dulum kultun lnl Syuh
(2004: 22) mengemukukun buhwu tunpu runuh kognltlf sullt dlbuyungkun seseorung duput berplklr. Tunpu kemumpuun
berplklr mustuhll seseongr tersebut duput memuhuml dun meyuklnl fueduh muterl-muterl yung dlsu|lkun kepudunyu.
5. Mengupu Dulum Komunlkusl Serlng Ter|udl Kesuluhun ?
Komunlksl humplr dllukukun oleh semuu muhluk, mesklpun kltu tlduk mengetuhul dun memuhuml lumbung komunlkusl
upu yung dlpergunukun oleh clcuk utuu muhluk hldup lulnnyu ketlku berlnteruksl dengun yung luln ukun tetupl yuklnluh
buhwu semuunyu melukukun komunlkusl. Begltu pulu munuslu, bukun lugl իserlngլ berkomunlkusl ukun tetupl munuslu
selulu melukukun komunlkusl. Dun bukun su|u dulum wuktu-wuktu tertentu ukun tetupl setlup wuktu munuslu selulu
melukukun komunlkusl. Apu dun bugulmunu sebenurnyu komunlkusl ltu ?
Komunlkusl merupukun suutu proses lnteruksl uluml yung tlduk su|u perlu dllukukun tetupl dlbutuhkun oleh munuslu
sepun|ung hldupnyu. Bunyuk sekull deflnlsl-deflnlsl yung men|eluskun mengenul komunlkusl, securu umum komunlkusl
merupukun suutu proses yung dlbutuhkun dun dllukukun oleh munuslu sebugul muhluk soslul untuk mempertuhunkun
hldupnyu. Securu teknls proses tersebut bermulu durl penyumpulun lde/pesun/pernyutuun/lnformusl durl seseorung kepudu
orung luln dengun menggunukun lumbung komunlkusl sepertl ; buhusu llsun, tullsun, lsyurut utuu kode-kode tertentu yung
dlpuhuml oleh keduunyu bulk penglrlm muupun penerlmu, dulum penglrlmun tersebut ugur pesun duput dlsumpulkun dun
dlterlmu dengun bulk muku mungkln su|u memerlukun ulut buntu sepertl ; telepon, surut, mlcrophone dengun pengerus
suuru, Rudlo komunlkusl/telegrufl dun sebugulnyu.
Orung yung menglrlmkun pesun serlng kull dlsebut komunlkutor, dlslnl komunlkutor dl uwul melukukun pengoluhun pesun
yultu suutu perencunuun tentung upu yung ukun dlsumpulkun, dengun menggunukun buhusu upu dlsumpulkun, wuktu
penyumpulun sertu medlu yung ukun dlpukul. Proses lnl sungut terguntung durl lutur belukung muslng-muslng komunlkutor
yultu bugulmunu pengulumun sl komunlkutor dulum berkomunlkusl, tlngkut pendldlkun seorung komunlkutor |ugu sungut
menentukun penggunuun buhusu yung dlpukul, kemudlun |ugu bugulmunu keuduun perusuun pudu suut perencunuun
pesun.
Sebugul contoh seorung kuryuwun buru dlsebuuh kuntor ukun sedlklt blngung dulum menyempulkun suutu lnformusl
kepudu plmplnunnyu, kurenu pengulumun berkomunlkusl sertu pengetuhuun tentung sl komunlkun dulum hul lnl upukuh sl
boss uduluh orung yung selulu blcuru formul utuu yung senung guyon dun sebugulnyu. Contoh luln pudu seorung profesor
yung berblcuru dulum suutu dlskusl dengun kelompok tunl dlsuutu desu, sung profesor hurus mengetuhul dengun pustl lutur
belukung pendengurnyu, sehlnggu dulum berlblcuru dlgunukun buhusu yung tlduk terlulu formll dun tlduk menggunukun
lstlluh-lstlluh yung terlulu modern yung tlduk duput dlmengertl oleh pendengurnyu.
Bunyuk sekull kesuluhun-kesuluhun dulum berkomunlkusl bulk ltu kesuluhun pudu komunlkutor muupun komunlkun
utuupun durl medlu komunlkusl yung dlgunukun. Bunyuknyu kesuluhun-kesuluhun tersebut sertu dumpuk yung mungkln
tlmbul durl kesuluhun ltu |ugu sungut berugum pudu lntlnyu semuu kesuluhun tersebut duput dlkutegorlkun men|udl duu
kesuluhun yultu Mlssunderstundlng dun Mlsscommunlcutlon.
Mlssunderstundlng merupukun bentuk kesuluhun yung leblh dlukrenukun lsl pesun yung dlsumpulkun. Suluh pengertlun
utuu kesuluh puhumun yung dlsebubkun oleh tlduk sumunyu pemuhumun terhudup suutu buhusu yung dlgunukun unturu
komunlkutor dengun komunlkun. Sebugul contoh pemukulun lstlluh ի peker|u mundlrl ի , menurut pemuhumun komunlkutor
lstlluh tersebut dlmuksudkun uduluh seorung peker|u yung duput menungunl musuluh sendlrl dun enggun menyusuhkun
orung luln dulum menger|ukun peker|uunnyu. Akun tetupl pengertlun dengun komunlkun buhwu peker|u mundlrl merupukun
orung yung egols dun tlduk muu menerlmu lde durl orung luln. Perbeduun pemuhumun yung sungut sepele lnl terkudung
duput men|udlkun komunlkusl tlduk ber|ulun sesuul dengun yung dllnglnkun komunlkutor semulu. Pudu sltuusl yung luln
dulum menyumpulkun pesun seorng komunlkutor menylslpkun guyonun umum pudu komunlkun tetupl kurenu kondlsl
perusuun sl komunlkun sedung kurung bulk muku guyonun yung semuu untuk meluncurkun penyumpulun pesun muluh
sebullknyu men|udl penghumbut komunlkusl utuu wuktu penyumpulunnyu kurung teput.
Sedungkun mlsscommunlcutlon, merupukun kesuluhun-kesuluhun yung dlsebubkun oleh tlduk sempurnunyu penglrlmun
utuu penerlmuun lsl pesun. Ketlduk sempurnuun penglrlmun dun penerlmuun tersebut dlkrenukun udunyu dlstorsl yung blsu
muncul durl sulurun penglrlmun, medlu buhkun suluurun penerlmuun sehlnggu pesun tlduk dlklrlm dengun sempurnu dun
ukhlrnyu komunlkun menerlmu pesun yung tlduk lengkup. Contoh yung nyutu uduluh ketlku seorung menyumpulkun pesun
ի Tolong burung dlumbll suyu tlduk dutung besok ի kurenu kondlsl cuucu yung kurung bulk menyebubkun medlu yung
dlgunukun yultu telepon genggum kurung bulk menduputkun slnyul, muku pesun yung dlterlmu blsu men|udl ի Tolong
burung tlduk dlumbll suyu dutung besok ի. Kesuluhun tersebut |ugu blsu su|u ter|udl dlkurenukun kondlsl flslk komunlkutor
dulum menglrlm pesun dun komunlkun dulum menerlmu pesun. Andu blsu membuyungkun bugulmunu |lku seorung yung
sumu sekull tlduk blsu mengucup kutu իRլ dengun bulk kemudlun mengucupkun kutu remote control ?
Judl upupun bentuknyu, kesuluhun-kesuluhun yung ter|udl dulum berkomunlkusl yung duput menguklbutkun husll yung
tlduk mukslmul durl penyumpulun pesun bersumber durl bugulmunu seorung komunlkutor menyusun perencunuun
komunlkusl yung ukun dllukukun. ի Wuh puyuh ngguk nyumbung ի utuu ի ի tulullt umut slh orung lnl ի pernyutuun-
pernyutuun dl utus tldukluh sehurusnyu terplklr utuu buhkun terucupkun dulum suutu kegugulun berkomunlkusl yung leblh
teput uduluh buhwu kltu yung sehurusnyu hurus leblh mutung dulum merencunukun suutu komunlkusl. The lmportunt thlnk
ls we cun repulre the mlstuke not only know the mlstuke
Kullmut yung efektlf hurus memlllkl unsur-unsur yung lengkup sesuul dengun polu yung dlplllh. Werdlnlngslh (2002)
menyurunkun ugur kelengkupun duput terpenuhl, sub|ek kullmut hurus udu, predlkut hurus |elus, ob|ek kullmut hurus
dlsertukun |lku predlkutnyu berupu kutu ker|u trunsltlf, pelengkup |ugu hurus dlsertukun, |lku predlkutnyu berupu kutu ker|u
yung menghendukl pelengkup, dun pemenggulun tlduk dllukukun pudu kullmut mu|emuk dengun tunpu mengubuh
strutrukturnyu.
CONTOH KESALAHAN DALAM KOMUNIKASI BERBAHASA :
Atus keruwuhun Bupuk-bupuk, suyu huturkun terlmu kuslh.
-> Muksud pembuut kullmut tersebut untuk menghormut luwun blcuru. Tetupl tlduk dlsudurlnyu, buhwu kullmut yung
dlbuutnyu tersebut bukunluh kullmut buhusu Indoneslu. Suluh sutu slfut buhusu Indoneslu luluh demokrutls; kurenunyu tlduk
dlkenul kutu-kutu khusus untuk golongun-golongun tertentu sepertl buhusu Juwu.Suduh cukup hormut dun betul, |lku
dlkutukun: utus kedutungun Bupuk-bupuk, suyu ucupkun terlmu kuslh.
Beberupu kutu hormut durl buhusu Juwu yung serlng dlpukul orung unturu luln: kondur, duhur, |umeneng, tlnduk, dun tupuk
usmu. Kutu-kutu tersebut sehsurusnyu kltu guntl: pulung, mukun, berdlrl, pergl, dun tundu tungun.
Atus perhutlunnyu, suyu ucupkun terlmukuslh.
-> Menurut muksudnyu, kullmut tersebut dltu|ukun kepudu seseorung yung kltu u|uk berblcuru.
-> Kurenu ltu yung betul mestlnyu: Atus perhutluun Suuduru, suyu ucupkun terlmu kuslh.
PENUTUP
Begitu kompleks permasalahan yang terjadi dalam kebahasaan yang diimbangi pula bahwa Ilmu bahasa terus berkembang dan
semakin memainkan peran penting dalam dunia ilmu pengetahuan. Hal ini dibuktikan dengan semakin majunya program
pascasarjana bidang linguistik di berbagai universitas terkemuka (UCLA, MIT, Oxford, dll). Buku-buku karya ahli bahasa pun
semakin mendapat perhatian. Salah satu buktinya adalah buku The Comprehensive Grammar of the English Langauge, yang
terdiri atas 1778 halaman, yang acara peluncurannya di buka oleh Margareth Thatcher, pada tahun 1985. Respon yang luar biasa
terhadap buku tersebut membuatnya dicetak sebanyak tiga kali dalam tahun yang sama. Buku tata bahasa yang terbaru, The
Cambridge Grammar of the English Language, tahun 2002, yang terdiri atas 1842 halaman, ditulis oleh para ahli bahasa yang
tergabung dalam tim peneliti internasional dari lima negara. Hal ini semakin memberikan kemudahan dalam analisis terkait Ilmu
Linguistik.
Redaksi Pustaka :
Abdul Chaer. 1994. Linguistik Umum. Cetakan I. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Abdul Syukur Ibrahim. 1993. Kajian Tindak Tutur. Cetakan I. Surabaya: Usaha Nasional.
Bach, Kent. Harnish, Robert M. 1979. Linguistic Communication and Speech Acts. Cambridge Mass: MIT Press.
Bambang Kaswanti Purwa. 1990. Pragmatik dan Pengajaran Bahasa.Cetakan I. Jogjakarta: Kanisius.
Crystal, David. 1989. The Cambridge Ensyclopedia of Language.Cambridge: Cambridge University press.
Edi Subroto, D. 1992. Pengantar Metode Penelitian Linguistik Struktural. Surakarta: Sebelas Maret University Press.
Fromkin, Victoria & Robert Rodman. 1998. An Introduction to Language (6th Edition).
Halliday, M.A.K dan Ruqaiya Hasan.1990. Bahasa, Konteks, dan Teks. (dalam terjemahan Asrudin Barori Tou) Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.
Harimurti Kridalaksana. 2001. Kamus Linguistik. Edisi Ketiga. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Higgin, Graham. 2000. A Philosophical Anthology. Inggris: Penguin Books (dalam terjemahan
Basuki). 2004. Antologi Filsafat. Yogyakarta: PT Bentang Pustaka.
Hornby, A.S. 1995. Oxford Advanced Learner¶s Dictionary (5th edition). Oxford: Oxford University Press.
Hidayatullah, Syarif. 2008. Sosiolinguistik. http://kampusislam.com//(diakses pada Selasa, 15 Januari 2010 pukul
13.00 Wib)
I Dewa Putu Wijana.1996. Dasar-dasar Pragmatik. Yogyakarta: Andi Offset..
Johnson, Donna M. 1992. Approaches to Research in Second Language Learning. New York: Longman
Publishing Group.
Llghtbown, Putsy M dun Nlnu Spudu. 1999. How Lunguuges Are Leurned (Revlsed Edltlon). Oxford : Oxford
Unlverslty Press
Matthews, Peter. 1997. The Concise Oxford Dictionary of Linguistics. Oxford: Oxford
Rahardi, Kunjama. 2001. Sosiolinguistik, Kode, dan Alih Kode. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Robins, R.H. 1990. A Short History of Linguistics. London: Longman.
Sumarsono. 2007. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Werdiningsih, Dyah. 2002. Menulis I. Malang: FKIP Unisma.
Wijana, Dewa Putu dan Rohmadi, Muhammad. 2006. SOSIOLINGUISTIK Kajian Teori dan Analisis. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar

Cakupan Studi Linguistik Dalam berbagai kamus umum. 1 Fonetik Fonetik mengacu pada artikulasi bunyi bahasa. dan menyangkut juga hubungan tuturan bahasa dengan apa yang dibicarakan. morfologi. and phonetics. atau disebut pragmatik. UCLA. Massachusett Institute of Technology (MIT). orang Indonesia akan dapat mengucapkan kedua bunyi tersebut dengan tepat. ia cukup meminta staf-nya untuk menerjemahkan pidatonya ke bahasa Cina dan menulisnya dengan abjad fonetik. including the study of grammar. Misalnya dalam bahasa Inggris ada perbedaan yang nyata antara bunyi tin dan thin. linguistik didefinisikan sebagai µilmu bahasa¶ atau µstudi ilmiah mengenai bahasa¶ (Matthews 1997). Harvard University. comparative linguistics. Sedangkan bidang linguistik terapan mencakup pengajaran bahasa. bahkan sampai post-doctoral program telah banyak ditawarkan di universitas terkemuka. and structural linguistics. University of Edinburgh. khususnya pemimpin negara. sintaksis.´ Program studi Ilmu Bahasa mulai jenjang S1 sampai S3. Para ahli fonetik telah berhasil menentukan cara artikulasi dari berbagai bunyi bahasa dan membuat abjad fonetik internasional sehingga memudahkan seseorang untuk mempelajari dan mengucapkan bunyi yang tidak ada dalam bahasa ibunya. psycholinguistics. sehingga ia dapat memberikan pidato dalam bahasa Cina dengan ucapan yang tepat. Semakin melebarnya tantangan untuk studi dan analisis mengenai kebahasaan. Hal tersebut kemudian diikuti banyaknya universitas di Indonesia yang membuka program S1 sampai S3 untuk ilmu bahasa. Secara umum. Abjad fonetik internasional. seperti University of California in Los Angeles (UCLA). Beberapa bidang tersebut dijelaskan dalam sub-bab berikut ini : 1. bidang ilmu bahasa dibedakan atas linguistik murni dan linguistik terapan. dan semantik. Specific branches of linguistics include sociolinguistics. computational linguistics. yaitu struktur bunyi bahasa yang bidangnya disebut fonetik dan fonologi. hal-hal yang menyangkut siasat komunikasi antar orang dalam parole atau pemakaian bahasa. seseorang dapat memberikan pidato dalam ratusan bahasa. dan Oxford University. masalah arti atau makna yang bidangnya disebut semantik. penting dipelajari oleh semua pemimpin. penerjemahan. struktur antarkata dalam kalimat atau sintaksis. Dalam The New Oxford Dictionary of English (2003). syntax. departemen linguistik. yang didukung oleh laboratorium fonetik. Ke negara manapun beliau berkunjung.struktur dasar tertentu. fonologi. Misalnya. struktur kata atau morfologi. Salah seorang pemimpin yang telah memanfaatkan abjad fonetik internasional adalah Paus Yohanes Paulus II. leksikografi. linguistik didefinisikan sebagai berikut: ³The scientific study of language and its structure. Dengan kemampuan membaca abjad fonetik secara tepat. dialectology. Bidang linguistik murni mencakup fonetik. dan antara they dan day. Dengan mempelajari fonetik. sedangkan dalam bahasa Indonesia tidak. jika seorang pemimpin di Indonesia mengadakan kunjungan ke Cina. beliau selalu memberikan khotbah . dan lain-lain. membuka sebuah wawasan pemikiran dan pertanyan : Sampai sejauh mana ilmu linguisti berkembang ? PEMBAHASAN 1.

Salah satu kemaknawiannya adalah perannya dalam perumusan peraturan perundang-undangan. khususnya yang akan dipasarkan di dunia internasional. 1. 5 Semantik Kajian semantik membahas mengenai makna bahasa. alasan ketentuan pencampuran zat-zat kimia hanya diketahui oleh ahli farmasi. tentunya perlu ada penyesuaian tertentu sehingga peraturan perundang-undangan tersebut tidak disalahartikan baik secara sengaja maupun tidak sengaja. 2 Fonologi Fonologi mengacu pada sistem bunyi bahasa. sedangkan pengguna obat boleh saja langsung menggunakan obat flu tersebut.dengan menggunakan bahasa setempat. sedangkan pengguna bahasa boleh saja langsung menggunakan kata tersebut. sebagai bahasa internasional. ada gugus konsonan yang secara alami sulit diucapkan oleh penutur asli bahasa Inggris karena tidak sesuai dengan sistem fonologis bahasa Inggris. Nama produk tersebut tentunya akan lebih baik jika disesuaikan dengan sistem fonologis bahasa Inggris. Misalnya akhiran -¬en dapat direkatkan dengan kata sifat dark untuk membentuk kata kerja darken. Analisis semantik mampu menunjukkan bahwa dalam bahasa Inggris. hanya berterima dalam sistem fonologis bahasa Indonesia. 4 Sintaksis Analisis sintaksis mengacu pada analisis frasa dan kalimat. Apakah hal tersebut berarti bahwa beliau memahami semua bahasa di dunia? Belum tentu. namun akhiran -¬en tidak dapat direkatkan dengan kata sifat green untuk membentuk kata kerja. Sebagai perbandingan sederhana. Sama halnya. setiap kata yang memiliki suku kata µpl¶ memiliki arti sesuatu yang datar sehingga tidak cocok untuk nama produk/benda yang cekung. Contoh sederhana adalah pengucapan gugus µng¶ pada awal kata. . 1. Beberapa teori analisis sintaksis dapat menunjukkan apakah suatu kalimat atau frasa dalam suatu peraturan perundang-undangan bersifat ambigu (bermakna ganda) atau tidak. sama halnya seorang ahli linguistik bahasa Inggris perlu memahami imbuhan apa yang dapat direkatkan dengan suatu kata tertentu untuk menghasilkan kata yang benar. namun cukup belajar fonetik saja untuk mampu mengucapkan bunyi ratusan bahasa dengan tepat. 1. 3 Morfologi Morfologi lebih banyak mengacu pada analisis unsur-unsur pembentuk kata. Kemaknawian utama dari pengetahuan akan sistem fonologi ini adalah dalam pemberian nama untuk suatu produk. sehingga suku kata tersebut seharusnya tidak digunakan sebagai nama produk asuransi. Misalnya dalam bahasa Inggris. seorang ahli farmasi (atau kimia?) perlu memahami zat apa yang dapat bercampur dengan suatu zat tertentu untuk menghasilkan obat flu yang efektif. namun tidak berterima dalam sistem fonologis bahasa Inggris. Ahli semantik juga dapat membuktikan suku kata apa yang cenderung memiliki makna yang negatif. 1. Analisis makna dalam hal ini mulai dari suku kata sampai kalimat. Jika bermakna ganda. tanpa harus mengetahui proses pembuatannya. Alasannya tentu hanya dapat dijelaskan oleh ahli bahasa. namun gugus konsonan tersebut mungkin dapat dengan mudah diucapkan oleh penutur asli bahasa lain yang sistem fonologisnya terdapat gugus konsonan tersebut.

Webster pertama kali membuat kamus An American Dictionary of the English Language pada tahun 1828. A(merican). ahli bahasa dari Inggris. 1. sedangkan pelajar bahasa dapat langung mempelajari dan memperoleh manfaatnya. yang terdiri atas dua volume. yaitu daftar kata-kata yang wajib diketahui oleh mahasiswa dalam membaca buku teks berbahasa Inggris. Michael West menyusun General Service List yang berisikan dua kelompok kata utama (masingmasing terdiri atas 1000 kata) yang diperlukan oleh pelajar untuk dapat berbicara dalam bahasa Inggris. Coxhead dari Victoria University or Wellington. definisi yang diberikan dalam kamus tersebut seharusnya dapat mudah dipahami oleh pelajar karena semua entri dalam . sedangkan pasien dapat langsung menggunakannya dan memperoleh manfaatnya. Selanjutnya. Ogden. Proses penelitian hingga menjadi materi pelajaran atau buku bahasa Inggris yang bermanfaat hanya diketahui oleh ahli bahasa yang terkait. 1. Misalnya kata-kata dalam buku-buku Basic English. dan tujuannya lainnya yang bersifat akademik. Secara umum. K. Mengapa kamus Oxford? Beberapa orang mungkin secara sederhana akan menjawab karena kamus tersebut lengkap dan cukup mudah dimengerti. Daftar tersebut terus dikembangkan oleh berbagai universitas ternama yang memiliki jurusan linguistik. C(ommercial). Pada tahun 1998.Sama halnya dengan seorang dokter yang mengetahui antibiotik apa saja yang sesuai untuk seorang pasien dan mana yang tidak sesuai. Basic English terdiri atas 850 kata utama. Dua nama besar yang mengawali penyusunan kamus adalah Samuel Johnson (1709-1784) dan Noah Webster (1758-1843). Para pelajar hanya langsung mempelajari kata-kata tersebut tanpa harus mengetahui bagaimana kata-kata tersebut disusun. Para pelajar (dan guru bahasa Inggris dasar) tidak harus mengetahui bahwa yang dimaksud Basic adalah B(ritish). pada tahun 1953. membuat Dictionary of the English Language pada tahun 1755. berhasil menyelesaikan suatu proyek kosakata akademik yang dilakukan di semua fakultas di universitas tersebut dan menghasilkan Academic Wordlist. Saat ini. kamus umum yang cukup luas digunakan adalah Oxford Advanced Learner¶s Dictionary. menulis laporan dalam bahasa Inggris. Selanjutnya. namun mereka belum tentu tahu bahwa penulisan kamus yang baik harus melalui berbagai proses. I(nternational). Sebagian besar (atau bahkan semua) sarjana memiliki kamus. 6 Pengajaran Bahasa Ahli bahasa adalah guru dan/atau pelatih bagi para guru bahasa. Johnson. pada tahun 1884 diterbitkan Oxford English Dictionary yang terdiri atas 12 volume. proses penelitian hingga menjadi obat yang bermanfaat hanya diketahui oleh dokter. Ahli bahasa dapat menentukan secara ilmiah kata-kata apa saja yang perlu diajarkan bagi pelajar bahasa tingkat dasar. Sama halnya dalam ilmu kedokteran. Di Amerika. yang pada awalnya diolah pada tahun 1930an oleh ahli linguistik C. Tidak banyak yang tahu bahwa (setelah tahun 1995) kamus tersebut ditulis berdasarkan hasil analisis British National Corpus yang melibatkan cukup banyak ahli bahasa dan menghabiskan dana universitas dan dana negara yang jumlahnya cukup besar. S(cientific). 7 Leksikografi Leksikografi adalah bidang ilmu bahasa yang mengkaji cara pembuatan kamus. Pada masa awal tersebut. yang juga terdiri atas dua volume.

Baru beberapa abad kemudian. terdapat dua istilah yang masih populer hingga saat ini: langue dan parole.kamus tersebut hanya didefinisikan oleh sekelompok kosa kata inti. pada saat kehadiran siapa. dan Leonard Bloomfield yang melakukan beberapa kajian bahasa. kepada siapa. (3) kontak bahasa. (6) bahasa dan pendidikan. Dalam karyanya yang berjudul Astadhayayi²satu buku yang berisi tentang stilistika bahasa²pengkajian sosiolinguistik mulai mendapat perhatian. dan praktek bahasa. (4) bahasa. (7) metode penelitian sosiolinguistik. Istilah sosiolinguistik digunakan pertama sekali oleh Harver Currie pada tahun 1952. dan Van Name (1869-1897) untuk pertama kalinya memulai kajian tentang dialek bahasa pedalaman Eropa dan kontak bahasa yang menghasilkan bahasa campuran. 9 Pragmatik 6HRUDQJILORVRI\DQJEHUQDPD&KDUOHV0RUULVPHPSHUNHQDONDQVHEXDKFDEDQJLOPX\DLWXSUDJPDWLN3UDJPDWLNDGDODK NDMLDQWHQWDQJKXEXQJDQWDQGDGHQJDQRUDQJ\DQJPHQJLQWHUSUHWDVLNDQWDQGDLWX 0RULVGDODP/HYLQVRQ . sedangkan para sarjana dan pelajar dapat langsung saja menikmati dan menggunakan berbagai kamus Oxford yang ada dipasaran. seperti Franz Boas. Dalam hal ini. Perkembangan kajian sosiolinguistik semakin menemukan titik cerah setelah de Saussure (1857-1913) berpendapat bahwa bahasa adalah sebuah fakta sosial yang terdapat dalam masyarakat. (2) variasi dan perubahan bahasa (dialek dan kelompok sosial). Edward Sapir. Tokoh ini sebelumnya melihat kajian linguistik tidak memiliki perhatian terhadap realitas sosial. 1. dan dalam keadaan bagaimana. sosiolinguistik menyoroti segala yang dapat diperoleh dari bahasa. langkah de Saussure ini ditindaklanjuti oleh beberapa sarjana bahasa Amerika Serikat. atas alasan apa. http://kampusislam. Panini (500 SM) diyakini oleh banyak linguis sebagai pelopor pengkaji sosiolinguistik. Menurut Chomsky. dengan cara apa pendekatan sosial dapat menjelaskan segala yang dikatakan dengan bahasa. bahasa dipahami sebagai sistem tanda arbiter yang dipakai oleh manusia untuk tujuan komunikasi antara satu sama lain. konteks sosial dalam penggunaan bahasa menjadi sesuatu yang penting untuk dikaji. Dengan demikian. dan ketidaksetimbangan. Hasseling. oleh siapa. Kajian-kajian sosiolinguistik bermanfaat untuk menyusun: (1) konsep dasar tentang guyub tutur. tepatnya pada abad 19.com//). 1. 8 Sosiolinguistik Secara umum. kebijakan. kekuasaan. (8) sosiolinguistik sebagai profesi (Hidayatullah. Sementara menurut Hymes (1971). budaya. kapan dan di mana. Bagaimana kosa-kata inti tersebut disusun? Tentu hanya ahli bahasa yang dapat menjelaskannya. Tak lama berselang. (5) perencanaan. perhatian sosiolinguistik tertuju pada kecakapan manusia dalam menggunakan bahasa dengan tepat dalam latar yang berbeda. dan kognisi. Schuchardt.

%DWDVDQSHQJHUWLDQLOPXSUDJPDWLNMXJDGLNHPXNDNDQROHKSDUDDKOL\DQJODLQ3UDJPDWLNPHQXUXW*HRIIUH\/HHFK .

DGDODKLOPXWHQWDQJPDNVXGGDODPKXEXQJDQQ\DGHQJDQVLWXDVLVLWXDVLWXWXUDQ VSHHFKVLWXDWLRQ.

3URVHVWLQGDN WXWXUGLWHQWXNDQROHKNRQWHNV\DQJPHQ\HUWDLVHEXDKWXWXUDQWHUVHEXW'DODPKDOLQL/HHFKPHQ\HEXWQ\DGHQJDQDVSHN DVSHNVLWXDVLWXWXUDQWDUDODLQSHUWDPD\DQJPHQ\DSD SHQ\DSD.

GDQ\DQJGLVDSD SHVDSD.

NHGXDNRQWHNVVHEXDK WXWXUDQNHWLJDWXMXDQVHEXDKWXWXUDQNHHPSDWWXWXUDQVHEDJDLEHQWXNWLQGDNDQDWDXNHJLDWDQWLQGDNWXWXU VSHHFKDFW.

 GDQNHOLPDWXWXUDQVHEDJDLKDVLOWLQGDNYHUEDO /HHFK.

 .

*HRUJH<XOHGDODPEXNXQ\D3UDJPDWLFV .

PHQJHPXNDNDQEDKZD 3UDJPDWLFVLVWKHVWXG\RIVSHDNHUPHDQLQJDV GLVWLQFWIURPZRUGRUVHQWHQFHPHDQLQJ .

\DQJEHUDUWLSUDJPDWLNPHPSHODMDULWHQWDQJPDNQD\DQJ GLPDNVXGNDQSHQXWXU\DQJEHUEHGDGHQJDQPDNQDNDWDDWDXPDNQDNDOLPDW%DWDVDQLQLPHQJHPXNDNDQEDKZDPDNQD \DQJGLPDNVXGNDQROHKSHQXWXUPHUXSDNDQWXWXUDQ\DQJWHODKGLSHQJDUXKLROHKEHUEDJDLVLWXDVLWXWXUDQKDOLQLEHUEHGD GHQJDQPDNQDNDWDDWDXNDOLPDWNDUHQDPDNQDNDWDDWDXNDOLPDWPHUXSDNDQPDNQD\DQJVHVXDLGHQJDQPDNQD\DQJ EHUGDVDUNDQDUWL\DQJWHUWXOLVVDMD3HQJHUWLDQSUDJPDWLNGDSDWGLLQWLVDULNDQVHEDJDLLOPX\DQJPHPSHODMDULVWUXNWXUEDKDVD VHFDUDHNVWHUQDO\DQJGLWHQWXNDQROHKNRQWHNVGDQVLWXDVL\DQJPHODWDUEHODNDQJLSHPDNDLDQEDKDVDGDODPNRPXQLNDVL \DQJPHUXSDNDQGDVDUSHQHQWXDQSHPDKDPDQPDNVXGSHQJJXQDDQWXWXUDQROHKSHQXWXUGDQPLWUDWXWXU 0HQXUXWSHQGDSDW3DUNHU .

SUDJPDWLNDGDODKFDEDQJOLQJXLVWLN\DQJPHPSHODMDULVWUXNWXUEDKDVDVHFDUDHNVWHUQDO KDOLQLPHPSXQ\DLPDNVXGEDJDLPDQDVDWXDQOLQJXDOWHUWHQWXGLJXQDNDQGDODPNRPXQLNDVL\DQJVHEHQDUQ\D$QWDUDVWXGL WDWDEDKDVDGDQSUDJPDWLNGLEHGDNDQPHQXUXW3DUNHU+DOWHUVHEXWGDSDWGLDPDWLGDODPNXWLSDQEHULNXW 3UDJPDWLFVLVVWXG\RIKRZODQJXDJHLVXVHGWRFRPPXQLFDWH3UDJPDWLFVLVGLVWLQFWIURPJUDPPDUZKLFKLVWKH VWXG\RIWKHLQWHUQDOVWUXWXUHRIODQJXDJH 3DUNHU.

  3UDJPDWLNPHPSHODMDULEDJDLPDQDEDKDVDGLJXQDNDQXQWXNEHUNRPXQLNDVL3UDJPDWLNEHUEHGDGHQJDQWDWD EDKDVD\DQJPHPSHODMDULVWUXNWXULQWHUQDOEDKDVD  -DGLPHQXUXW3DUNHUEDKZDVWXGLWDWDEDKDVDGLDQJJDSQ\DVHEDJDLVWXGLEDKDVDVHFDUDLQWHUQDOGDQSUDJPDWLNVWXGL EDKDVDVHFDUDHNVWHUQDO%DWDVDQ\DQJGLNHPXNDNDQSDUNHUWHUVHEXWGDSDWGLNDWDNDQSXODEDKZDVWXGLNDMLDQWDWDEDKDVD GLDQJJDSVHEDJDLVWXGL\DQJEHEDVNRQWHNV FRQWH[WLQGHSHQGHQW.

 1.DMLDQQ\DVHPXODOHELKEDQ\DNEHUVLIDWILORVRILVNDUHQDPDVLKVHGLNLWQ\DSHPDKDPDQWHQWDQJEDJDLPDQDRWDNPDQXVLD EHUIXQJVL2OHKNDUHQDLWXSVLNROLQJXLVWLNVDQJDWHUDWNDLWDQQ\DGHQJDQSVLNRORJLNRJQLWLI3HQHOLWLDQPRGHUQPHQJJXQDNDQ ELRORJLQHXURORJLLOPXNRJQLWLIGDQWHRULLQIRUPDVLXQWXNPHPSHODMDULFDUDRWDNPHPURVHVEDKDVD 3VLNROLQJXLVWLNPHOLSXWLSURVHVNRJQLWLI\DQJELVDPHQJKDVLONDQNDOLPDW\DQJPHPSXQ\DLDUWLGDQEHQDUVHFDUDWDWDEDKDVD GDULSHUEHQGDKDUDDQNDWDGDQVWUXNWXUWDWDEDKDVDWHUPDVXNMXJDSURVHV\DQJPHPEXDWELVDGLSDKDPLQ\DXQJNDSDQNDWD WXOLVDQGDQVHEDJDLQ\D3VLNROLQJXLVWLNSHUNHPEDQJDQPHPSHODMDULNHPDPSXDQED\LGDQDQDNDQDNGDODPPHPSHODMDUL EDKDVDELDVDQ\DGHQJDQPHWRGDHNVSHULPHQWDOGDQNXDQWLWDWLI EHUEHGDGHQJDQREVHUYDVLQDWXUDOLVWLNVHSHUWL\DQJ GLODNXNDQ-HDQ3LDJHWGDODPSHQHOLWLDQQ\DWHQWDQJSHUNHPEDQJDQDQDN. 10 Pskolinguistik 3VLNROLQJXLVWLNDGDODKSHQJJDEXQJDQDQWDUDGXDNDWD SVLNRORJL GDQ OLQJXLVWLN 3VLNROLQJXLVWLNPHPSHODMDULIDNWRUIDNWRU SVLNRORJLVGDQQHXURELRORJLV\DQJPHPXQJNLQNDQPDQXVLDPHQGDSDWNDQPHQJJXQDNDQGDQPHPDKDPLEDKDVD .

 +XEXQJDQ3VLNROLQJXLVWLNGHQJDQVRVLROLQJXLVWLNGDQSUDJPDWLN .

OPX LQLPHQHOLWLWHQWDQJSHUROHKDQSURGXNVLGDQSHPDKDPDQWHUKDGDSEDKDVD$GDEHEHUDSDVXEGLYLVLGDODPSVLNROLQJXLVWLN \DQJGLGDVDUNDQSDGDNRPSRQHQNRPSRQHQ\DQJPHPEHQWXNEDKDVDSDGDPDQXVLD y )RQHWLNGDQIRQRORJLPHPSHODMDULEXQ\LXFDSDQ'LGDODPSVLNROLQJXLVWLNSHQHOLWLDQWHUIRNXVSDGDEDJDLPDQDRWDNPHPSURVHV GDQPHPDKDPLEXQ\LEXQ\LLQL y 0RUIRORJLPHPSHODMDULVWUXNWXUNDOLPDWWHUXWDPDKXEXQJDQDQWDUDNDWD\DQJEHUKXEXQJDQGDQSHPEHQWXNDQNDWDNDWD EHUGDVDUNDQSDGDDWXUDQDWXUDQ y y 6LQWDNVPHPSHODMDULSRODSROD\DQJPHQHQWXNDQEDJDLPDQDNDWDNDWDGLNRPELQDVLNDQEHUVDPDPHPEHQWXNNDOLPDW 6HPDQWLNEHUKXEXQJDQGHQJDQPDNQDGDULNDWDDWDXNDOLPDW%LODVLQWDNVEHUKXEXQJDQGHQJDQVWUXNWXUIRUPDOGDULNDOLPDW VHPDQWLNEHUKXEXQJDQGHQJDQPDNQDDNWXDOGDULNDOLPDW y y 3UDJPDWLNEHUKXEXQJDQGHQJDQSHUDQNRQWHNVGDODPSHQJLQWHUSUHWDVLDQPDNQD 6WXGLWHQWDQJFDUDPHQJHQDOLGDQPHPEDFDNDWDPHQHOLWLSURVHV\DQJWHUFDNXSGDODPSHUROHKDQLQIRUPDVLRUWRJUDILN PRUIRORJLVIRQRORJLVGDQVHPDQWLNGDULSRODSRODGDODPWXOLVDQ 3. ini pastilah perbuatan intelektual sulit paling penting yang setiap orang dituntut untuk melaksanakannya. Mungkinkah orang dewasa memperoleh bahasa? Tiap anak anak kecil yang dilahirkan ke dalam suatu kelompok memperoleh kebiasaan-kebiasaan wicara dan respons pada tahuntahun pertama dalam hidupnya. Blomfild dalam bukunya ³ Language´ memberikan gambaran proses pemerolehannya:  3DGDEHUEDJDLVWLPXOXVDQDNNHFLOPHQJXFDSNDQGDQPHQJXODQJLEXQ\LEXQ\LYRFDO+DOLQLPHUXSDNDQIDFWRUEDZDDQ $QGDLNDWDLDPHPEXDWVXDUD\DQJPXQJNLQPHQJJDPEDUNDQGDPHVNLSXQWHQWXVDMDJHUDNDQJHUDNDQVHEHQDUQ\DGDQEXQ\L EXQ\L\DQJGLKDVLONDQEHUEHGDGHQJDQ\DQJGLJXQDNDQGDODPEDKDVDLQJJULV\DQJELDVD*HWDUDQJHWDUDQEXQ\LLWXPHQJHQDL JHQGDQJJHQGDQJWHOLQJDVHZDNWXLDWHUXVPHQJXDQJLJHUDNDQJHUDNDQQ\D  6HRUDQJGHZDVDPLVDOQ\DLEXQ\DNHWLNDDQDNNHFLOLWXDGDPHQJXFDSNDQEXQ\L\DQJPHQ\HUXSDLVDODKVDWXVXNXNDWDRFHKDQ DQDNWHUVHEXW0LVDOQ\DRUDQJLWXPHQJXFDSNDQGROO. Pemerolehan bahasa pada anak.3VLNROLQJXLVWLNEHUVLIDWLQWHUGLVLSOLQHUGDQGLSHODMDULROHKDKOLGDODPEHUEDJDLELGDQJVHSHUWLSVLNRORJLLOPXNRJQLWLIGDQ OLQJXLVWLN3VLNROLQJXLVWLNDGDODKSHULODNXEHUEDKDVD\DQJGLVHEDENDQROHKLQWHUDNVLQ\DGHQJDQFDUDEHUSLNLUPDQXVLD.HWLNDEXQ\LEXQ\LLWXPHQJHQDLJHQGDQJWHOLQJDDQDNNHELDVDDQ.

 PXODLEHUSHUDQDQGDQLDPHQJXFDSNDQVXNXNDWDRFHKDQ\DQJWHUGHNDW  .EXQ\D RUDQJGHZDVD.

DPHQJDWDNDQGROODSDELODLD EHQDUEHQDUPHQXQMXNNDQDWDXPHPEHULNDQERQHNDNHSDGDDQDNNHFLOWHUVHEXW$QDNWHUVHEXWNHPXGLDQPHPEHQWXNNHELDVDDQ GHQJDQVHQGLULQ\D Hal tersebut diatas memberikan gambaran. dan receiver stimulus atau otak anak. stimulus. Proses memahami ujaran pada saat komunikasi. bahwa pemerolehan bahasa pada anak dibutuhkan sinergi antara pen-stimulus.WHQWXVDMDPHQJJXQDNDQNDWDNDWDQ\DDSDELODDGDVWLPXOXV\DQJWHSDW. Orang dewasa juga berperan dalam pemerolehan bahasa. 4. .

3DGD KDNLNDWQ\D GDODP NHJLDWDQ EHUNRPXQLNDVL WHUMDGL SURVHV PHPSURGXNVL GDQ PHPDKDPL XMDUDQ 'DSDW GLNDWDNDQ EDKZD SVLNROLQJXLVWLN DGDODKVWXGLWHQWDQJPHNDQLVPHPHQWDO\DQJ WHUMDGL SDGD RUDQJ \DQJPHQJJXQDNDQ EDKDVD EDLN SDGD VDDW PHPSURGXNVL DWDX PHPDKDPL XMDUDQ 'HQJDQ NDWD ODLQ GDODP SHQJJXQDDQ EDKDVD WHUMDGL SURVHV PHQJXEDK SLNLUDQ PHQMDGL NRGH GDQ PHQJXEDK NRGH PHQMDGL SLNLUDQ8MDUDQ PHUXSDNDQ VLQWHVLV GDUL SURVHV SHQJXEDKDQ NRQVHS PHQMDGL NRGH VHGDQJNDQ SHPDKDPDQ SHVDQ WHUVHEXW KDVLO DQDOLVLV NRGH %DKDVD VHEDJDL ZXMXG DWDX KDVLO SURVHV GDQ VHEDJDL VHVXDWX \DQJ GLSURVHV EDLN EHUXSD EDKDVD OLVDQ PDXSXQ EDKDVD WXOLV VHEDJDLPDQD GLNHPXNDNDQ ROHK .HPSHQ 0DUDW  .

DUHQD LWX 6ODPD 3DWHGD  . EDKZD 3VLNROLQJXLVWLN DGDODK VWXGL PHQJHQDL PDQXVLD VHEDJDL SHPDNDL EDKDVD \DLWX VWXGL PHQJHQDLVLVWHPVLVWHPEDKDVD\DQJDGDSDGDPDQXVLD\DQJGDSDWPHQMHODVNDQFDUDPDQXVLDGDSDWPHQDQJNDSLGHLGH RUDQJODLQGDQEDJDLPDQDLDGDSDWPHQJHNVSUHVLNDQLGHLGHQ\DVHQGLULPHODOXLEDKDVDEDLNVHFDUDWHUWXOLVDWDXSXQVHFDUD OLVDQ $SDELOD GLNDLWNDQ GHQJDQ NHWHUDPSLODQ EHUEDKDVD \DQJ KDUXV GLNXDVDL ROHK VHVHRUDQJ KDO LQL EHUNDLWDQ GHQJDQ NHWHUDPSLODQEHUEDKDVD\DLWXPHQ\LPDNEHUELFDUDPHPEDFDGDQPHQXOLV 6HPXD EDKDVD \DQJ GLSHUROHK SDGD KDNLNDWQ\D GLEXWXKNDQ XQWXN EHUNRPXQLNDVL.

 PHQJHPXNDNDQEDKZDSV\FKROLQJXLVWLFVLVWKHVWXG\RIUHODWLRQVEHWZHHQRXUQHHGVIRUH[SUHVVLRQDQGFRPPXQLFDWLRQV DQG WKH PHDQV RIIHUHG WR XV E\ D ODQJXDJH OHDUQHG LQ RQH V FKLOGKRRG DQG ODWHU SVLNROLQJXLVWLN DGDODK WHODDK WHQWDQJ KXEXQJDQ DQWDUD NHEXWXKDQNHEXWXKDQ NLWD XQWXN EHUHNVSUHVL GDQ EHUNRPXQLNDVL GDQ EHQGDEHQGD \DQJ GLWDZDUNDQ NHSDGDNLWDPHODOXLEDKDVD\DQJNLWDSHODMDULVHMDNNHFLOGDQWDKDSWDKDSVHODQMXWQ\D0DQXVLDKDQ\DDNDQGDSDWEHUNDWD GDQ PHPDKDPL VDWX GHQJDQ ODLQQ\D GDODP NDWDNDWD \DQJ WHUEDKDVDNDQ %DKDVD \DQJ GLSHODMDUL VHPHQMDN DQDNDQDN EXNDQODK EDKDVD \DQJ QHWUDO GDODP PHQJNRGLQJ UHDOLWDV REMHNWLI %DKDVD PHPLOLNL RULHQWDVL \DQJ VXEMHNWLI GDODP PHQJJDPEDUNDQ GXQLD SHQJDODPDQ PDQXVLD 2ULHQWDVL LQLODK \DQJ VHODQMXWQ\D PHPSHQJDUXKL EDJDLPDQD PDQXVLD EHUSLNLUGDQEHUNDWD3HULODNX\DQJWDPSDNGDODPEHUEDKDVDDGDODKSHULODNXPDQXVLDNHWLNDEHUELFDUDGDQPHQXOLVDWDX NHWLNDGLDPHPSURGXNVLEDKDVDVHGDQJNDQSULODNX\DQJWLGDNWDPSDNDGDODKSHULODNXPDQXVLDNHWLNDPHPDKDPL\DQJ GLVLPDN DWDX GLEDFD VHKLQJJD PHQMDGL VHVXDWX \DQJ GLPLOLNLQ\D DWDX PHPSURVHV VHVXDWX \DQJ DNDQ GLXFDSNDQ DWDX GLWXOLVQ\D 'DUL XUDLDQ GL DWDV GDSDW GLVLPSXONDQ UXDQJ OLQJNXS 3VLNROLQJXLVWLN \DLWX SHQHUROHKDQ EDKDVD SHPDNDLDQ EDKDVD SHPSURGXNVLDQ EDKDVD SHPSURVHVDQ EDKDVD SURVHV SHQJNRGHDQ KXEXQJDQ DQWDUD EDKDVD GDQ SULODNX PDQXVLD KXEXQJDQ DQWDUD EDKDVDGHQJDQ RWDN %HUNDLWDQGHQJDQ KDO LQL <XGLEUDWD  .

 PHQ\DWDNDQ EDKZD 3VLNROLQJXLVWLN PHOLSXWL SHPHUROHKDQ DWDX DNXDLVLVL EDKDVD KXEXQJDQ EDKDVD GHQJDQ RWDN SHQJDUXK SHPHUROHKDQ EDKDVD GDQ SHQJXDVDDQ EDKDVD WHUKDGDS NHFHUGDVDQ FDUD EHUSLNLU KXEXQJDQ HQFRGLQJ SURVHV PHQJNRGH.

 GHQJDQ GHFRGLQJ SHQDIVLUDQSHPDNQDDQNRGH.

KXEXQJDQDQWDUDSHQJHWDKXDQEDKDVDGHQJDQSHPDNDLDQ 5DQDK NRJQLWLI \DQJ EHUSXVDW GL RWDN PHUXSDNDQ UDQDK \DQJ \DQJ WHUSHQWLQJ 5DQDK LQL PHUXSDNDQ VXPQHU VHNDOLJXV SHQJHQGDOLUDQDKUDQDKNHMLZDDQODLQQ\D\DLWXUDQDKHIHNWLI UDVD.

GDQUDQDKSVLNRPRWRU NDUVD.

'DODPNDLWDQLQL6\DK  .

 PHQJHPXNDNDQ EDKZD WDQSD UDQDK NRJQLWLI VXOLW GLED\DQJNDQ VHVHRUDQJ GDSDW EHUSLNLU 7DQSD NHPDPSXDQ EHUSLNLUPXVWDKLOVHVHRQJUWHUVHEXWGDSDWPHPDKDPLGDQPH\DNLQLIDHGDKPDWHULPDWHUL\DQJGLVDMLNDQNHSDGDQ\D 0HQJDSD'DODP.RPXQLNDVL6HULQJ7HUMDGL.HVDODKDQ" .

RPXQLNDVL PHUXSDNDQ VXDWX SURVHV LQWHUDNVL DODPL \DQJ WLGDN VDMD SHUOX GLODNXNDQ WHWDSL GLEXWXKNDQ ROHK PDQXVLD VHSDQMDQJ KLGXSQ\D %DQ\DN VHNDOL GHILQLVLGHILQLVL \DQJ PHQMHODVNDQ PHQJHQDL NRPXQLNDVL VHFDUD XPXP NRPXQLNDVL PHUXSDNDQ VXDWX SURVHV \DQJ GLEXWXKNDQ GDQ GLODNXNDQ ROHK PDQXVLD VHEDJDL PDKOXN VRVLDO XQWXN PHPSHUWDKDQNDQ KLGXSQ\D6HFDUDWHNQLVSURVHVWHUVHEXWEHUPXODGDULSHQ\DPSDLDQLGHSHVDQSHUQ\DWDDQLQIRUPDVLGDULVHVHRUDQJNHSDGD RUDQJODLQGHQJDQPHQJJXQDNDQODPEDQJNRPXQLNDVLVHSHUWLEDKDVDOLVDQWXOLVDQLV\DUDWDWDXNRGHNRGHWHUWHQWX\DQJ GLSDKDPLROHKNHGXDQ\DEDLNSHQJLULPPDXSXQSHQHULPDGDODPSHQJLULPDQWHUVHEXWDJDUSHVDQGDSDWGLVDPSDLNDQGDQ GLWHULPD GHQJDQ EDLN PDND PXQJNLQ VDMD PHPHUOXNDQ DODW EDQWX VHSHUWL  WHOHSRQ VXUDW PLFURSKRQH GHQJDQ SHQJHUDV VXDUD5DGLRNRPXQLNDVLWHOHJUDILGDQVHEDJDLQ\D 2UDQJ\DQJPHQJLULPNDQSHVDQVHULQJNDOLGLVHEXWNRPXQLNDWRUGLVLQLNRPXQLNDWRUGLDZDOPHODNXNDQSHQJRODKDQSHVDQ \DLWX VXDWX SHUHQFDQDDQ WHQWDQJ DSD \DQJ DNDQ GLVDPSDLNDQ GHQJDQ PHQJJXQDNDQ EDKDVD DSD GLVDPSDLNDQ ZDNWX SHQ\DPSDLDQVHUWDPHGLD\DQJDNDQGLSDNDL3URVHVLQLVDQJDWWHUJDQWXQJGDULODWDUEHODNDQJPDVLQJPDVLQJNRPXQLNDWRU \DLWX EDJDLPDQDSHQJDODPDQ VL NRPXQLNDWRU GDODP EHUNRPXQLNDVL WLQJNDW SHQGLGLNDQ VHRUDQJNRPXQLNDWRU MXJDVDQJDW PHQHQWXNDQ SHQJJXQDDQ EDKDVD \DQJ GLSDNDL NHPXGLDQ MXJD EDJDLPDQD NHDGDDQ SHUDVDDQ SDGD VDDW SHUHQFDQDDQ SHVDQ 6HEDJDL FRQWRK VHRUDQJ NDU\DZDQ EDUX GLVHEXDK NDQWRU DNDQ VHGLNLW ELQJXQJ GDODP PHQ\HPSDLNDQ VXDWX LQIRUPDVL NHSDGDSLPSLQDQQ\DNDUHQDSHQJDODPDQEHUNRPXQLNDVLVHUWDSHQJHWDKXDQWHQWDQJVLNRPXQLNDQGDODPKDOLQLDSDNDKVL ERVVDGDODKRUDQJ\DQJVHODOXELFDUDIRUPDODWDX\DQJVHQDQJJX\RQGDQVHEDJDLQ\D&RQWRKODLQSDGDVHRUDQJSURIHVRU \DQJEHUELFDUDGDODPVXDWXGLVNXVLGHQJDQNHORPSRNWDQLGLVXDWXGHVDVDQJSURIHVRUKDUXVPHQJHWDKXLGHQJDQSDVWLODWDU EHODNDQJ SHQGHQJDUQ\D VHKLQJJD GDODP EHULELFDUD GLJXQDNDQ EDKDVD \DQJ WLGDN WHUODOX IRUPLO GDQ WLGDN PHQJJXQDNDQ LVWLODKLVWLODK\DQJWHUODOXPRGHUQ\DQJWLGDNGDSDWGLPHQJHUWLROHKSHQGHQJDUQ\D %DQ\DN VHNDOL NHVDODKDQNHVDODKDQ GDODP EHUNRPXQLNDVL EDLN LWX NHVDODKDQ SDGD NRPXQLNDWRU PDXSXQ NRPXQLNDQ DWDXSXQ GDUL PHGLD NRPXQLNDVL \DQJ GLJXQDNDQ %DQ\DNQ\D NHVDODKDQNHVDODKDQ WHUVHEXW VHUWD GDPSDN \DQJ PXQJNLQ WLPEXO GDUL NHVDODKDQ LWX MXJD VDQJDW EHUDJDP SDGD LQWLQ\D VHPXD NHVDODKDQ WHUVHEXW GDSDW GLNDWHJRULNDQ PHQMDGL GXD NHVDODKDQ\DLWX0LVVXQGHUVWDQGLQJGDQ0LVVFRPPXQLFDWLRQ 0LVVXQGHUVWDQGLQJ PHUXSDNDQ EHQWXN NHVDODKDQ \DQJ OHELK GLDNUHQDNDQ LVL SHVDQ \DQJ GLVDPSDLNDQ 6DODK SHQJHUWLDQ DWDX NHVDODK SDKDPDQ \DQJ GLVHEDENDQ ROHKWLGDN VDPDQ\D SHPDKDPDQ WHUKDGDS VXDWX EDKDVD \DQJ GLJXQDNDQ DQWDUD NRPXQLNDWRUGHQJDQNRPXQLNDQ6HEDJDLFRQWRKSHPDNDLDQLVWLODK SHNHUMDPDQGLUL PHQXUXWSHPDKDPDQNRPXQLNDWRU LVWLODK WHUVHEXW GLPDNVXGNDQ DGDODK VHRUDQJ SHNHUMD \DQJ GDSDW PHQDQJDQL PDVDODK VHQGLUL GDQ HQJJDQ PHQ\XVDKNDQ RUDQJODLQGDODPPHQJHUMDNDQSHNHUMDDQQ\D$NDQWHWDSLSHQJHUWLDQGHQJDQNRPXQLNDQEDKZDSHNHUMDPDQGLULPHUXSDNDQ ..RPXQLNVL KDPSLU GLODNXNDQ ROHK VHPXD PDKOXN PHVNLSXQ NLWD WLGDN PHQJHWDKXL GDQ PHPDKDPL ODPEDQJ NRPXQLNDVL DSD \DQJ GLSHUJXQDNDQ ROHK FLFDN DWDX PDKOXN KLGXS ODLQQ\D NHWLND EHULQWHUDNVL GHQJDQ \DQJ ODLQ DNDQ WHWDSL \DNLQODK EDKZD VHPXDQ\D PHODNXNDQ NRPXQLNDVL %HJLWX SXOD PDQXVLD EXNDQ ODJL VHULQJ  EHUNRPXQLNDVL DNDQ WHWDSL PDQXVLD VHODOX PHODNXNDQ NRPXQLNDVL 'DQ EXNDQ VDMD GDODP ZDNWXZDNWX WHUWHQWX DNDQ WHWDSL VHWLDS ZDNWX PDQXVLD VHODOX PHODNXNDQNRPXQLNDVL$SDGDQEDJDLPDQDVHEHQDUQ\DNRPXQLNDVLLWX" .

DOLPDW \DQJ HIHNWLI KDUXV PHPLOLNL XQVXUXQVXU \DQJ OHQJNDS VHVXDL GHQJDQ SROD \DQJ GLSLOLK :HUGLQLQJVLK .RUDQJ\DQJHJRLVGDQWLGDNPDXPHQHULPDLGHGDULRUDQJODLQ3HUEHGDDQSHPDKDPDQ\DQJVDQJDWVHSHOHLQLWHUNDGDQJ GDSDW PHQMDGLNDQ NRPXQLNDVL WLGDN EHUMDODQ VHVXDL GHQJDQ \DQJ GLLQJLQNDQ NRPXQLNDWRU VHPXOD 3DGD VLWXDVL\DQJODLQ GDODP PHQ\DPSDLNDQ SHVDQ VHRUQJ NRPXQLNDWRU PHQ\LVLSNDQ JX\RQDQ XPXP SDGD NRPXQLNDQ WHWDSL NDUHQD NRQGLVL SHUDVDDQ VL NRPXQLNDQ VHGDQJ NXUDQJ EDLN PDND JX\RQDQ \DQJ VHPXD XQWXN PHODQFDUNDQ SHQ\DPSDLDQ SHVDQ PDODK VHEDOLNQ\DPHQMDGLSHQJKDPEDWNRPXQLNDVLDWDXZDNWXSHQ\DPSDLDQQ\DNXUDQJWHSDW 6HGDQJNDQ PLVVFRPPXQLFDWLRQ PHUXSDNDQ NHVDODKDQNHVDODKDQ \DQJ GLVHEDENDQ ROHK WLGDN VHPSXUQDQ\D SHQJLULPDQ DWDXSHQHULPDDQLVLSHVDQ.HVDODKDQWHUVHEXWMXJDELVDVDMDWHUMDGLGLNDUHQDNDQNRQGLVLILVLNNRPXQLNDWRU GDODPPHQJLULPSHVDQGDQNRPXQLNDQGDODPPHQHULPDSHVDQ$QGDELVDPHPED\DQJNDQEDJDLPDQDMLNDVHRUDQJ\DQJ VDPDVHNDOLWLGDNELVDPHQJXFDSNDWD 5 GHQJDQEDLNNHPXGLDQPHQJXFDSNDQNDWDUHPRWHFRQWURO" -DGL DSDSXQ EHQWXNQ\D NHVDODKDQNHVDODKDQ \DQJ WHUMDGL GDODP EHUNRPXQLNDVL \DQJ GDSDW PHQJDNLEDWNDQ KDVLO \DQJ WLGDN PDNVLPDO GDUL SHQ\DPSDLDQ SHVDQ EHUVXPEHU GDUL EDJDLPDQD VHRUDQJ NRPXQLNDWRU PHQ\XVXQ SHUHQFDQDDQ NRPXQLNDVL \DQJ DNDQ GLODNXNDQ  :DK SD\DK QJJDN Q\DPEXQJ  DWDX   WXODOLW DPDW VLK RUDQJ LQL  SHUQ\DWDDQ SHUQ\DWDDQGLDWDVWLGDNODKVHKDUXVQ\DWHUSLNLUDWDXEDKNDQWHUXFDSNDQGDODPVXDWXNHJDJDODQEHUNRPXQLNDVL\DQJOHELK WHSDWDGDODKEDKZDNLWD\DQJVHKDUXVQ\DKDUXVOHELKPDWDQJGDODPPHUHQFDQDNDQVXDWXNRPXQLNDVL7KHLPSRUWDQWWKLQN LVZHFDQUHSDLUHWKHPLVWDNHQRWRQO\NQRZWKHPLVWDNH .HWLGDNVHPSXUQDDQSHQJLULPDQGDQSHQHULPDDQWHUVHEXWGLNUHQDNDQDGDQ\DGLVWRUVL\DQJELVD PXQFXOGDULVDOXUDQSHQJLULPDQPHGLDEDKNDQVDOXDUDQSHQHULPDDQVHKLQJJDSHVDQWLGDNGLNLULPGHQJDQVHPSXUQDGDQ DNKLUQ\DNRPXQLNDQPHQHULPDSHVDQ\DQJWLGDNOHQJNDS&RQWRK\DQJQ\DWDDGDODKNHWLNDVHRUDQJPHQ\DPSDLNDQSHVDQ  7RORQJ EDUDQJ GLDPELO VD\D WLGDN GDWDQJ EHVRN  NDUHQD NRQGLVL FXDFD \DQJ NXUDQJ EDLN PHQ\HEDENDQ PHGLD \DQJ GLJXQDNDQ \DLWX WHOHSRQ JHQJJDP NXUDQJ EDLN PHQGDSDWNDQ VLQ\DO PDND SHVDQ \DQJ GLWHULPD ELVD PHQMDGL  7RORQJ EDUDQJWLGDNGLDPELOVD\DGDWDQJEHVRN .

QGRQHVLDLDODKGHPRNUDWLVNDUHQDQ\DWLGDN GLNHQDO NDWDNDWD NKXVXV XQWXN JRORQJDQJRORQJDQ WHUWHQWX VHSHUWL EDKDVD -DZD6XGDK FXNXS KRUPDW GDQ EHWXO MLND GLNDWDNDQDWDVNHGDWDQJDQ%DSDNEDSDNVD\DXFDSNDQWHULPDNDVLK .2081.%(5%$+$6$ $WDVNHUDZXKDQ%DSDNEDSDNVD\DKDWXUNDQWHULPDNDVLK ! 0DNVXG SHPEXDW NDOLPDW WHUVHEXW XQWXN PHQJKRUPDW ODZDQ ELFDUD 7HWDSL WLGDN GLVDGDULQ\D EDKZD NDOLPDW \DQJ GLEXDWQ\DWHUVHEXWEXNDQODKNDOLPDWEDKDVD. PHQ\DUDQNDQ DJDU NHOHQJNDSDQ GDSDW WHUSHQXKL VXEMHN NDOLPDW KDUXV DGD SUHGLNDW KDUXV MHODV REMHN NDOLPDW KDUXV GLVHUWDNDQMLNDSUHGLNDWQ\DEHUXSDNDWDNHUMDWUDQVLWLISHOHQJNDSMXJDKDUXVGLVHUWDNDQMLNDSUHGLNDWQ\DEHUXSDNDWDNHUMD \DQJ PHQJKHQGDNL SHOHQJNDS GDQ SHPHQJJDODQ WLGDN GLODNXNDQ SDGD NDOLPDW PDMHPXN GHQJDQ WDQSD PHQJXEDK VWUXWUXNWXUQ\D &2172+.$6.QGRQHVLD6DODKVDWXVLIDWEDKDVD.(6$/$+$1'$/$0..

Cetakan I.A.1990. ditulis oleh para ahli bahasa yang tergabung dalam tim peneliti internasional dari lima negara. Konteks. Harnish. Jogjakarta: Kanisius. 1994. Kent. M. Pragmatik dan Pengajaran Bahasa.Cetakan I.DWDNDWDWHUVHEXWVHKVDUXVQ\DNLWDJDQWLSXODQJPDNDQEHUGLULSHUJLGDQWDQGDWDQJDQ $WDVSHUKDWLDQQ\DVD\DXFDSNDQWHULPDNDVLK !0HQXUXWPDNVXGQ\DNDOLPDWWHUVHEXWGLWXMXNDQNHSDGDVHVHRUDQJ\DQJNLWDDMDNEHUELFDUD !. yang acara peluncurannya di buka oleh Margareth Thatcher. Kajian Tindak Tutur. tahun 2002.K dan Ruqaiya Hasan. 1998. Fromkin. 1993. Jakarta: PT Rineka Cipta. pada tahun 1985. dll). Crystal. Buku-buku karya ahli bahasa pun semakin mendapat perhatian. Bach. Bambang Kaswanti Purwa. Cambridge Mass: MIT Press. yang terdiri atas 1842 halaman. D. Linguistic Communication and Speech Acts. Harimurti Kridalaksana. Buku tata bahasa yang terbaru. . dan Teks. Victoria & Robert Rodman. Cetakan I. Pengantar Metode Penelitian Linguistik Struktural.%HEHUDSDNDWDKRUPDWGDULEDKDVD-DZD\DQJVHULQJGLSDNDLRUDQJDQWDUDODLQNRQGXUGDKDUMXPHQHQJWLQGDNGDQWDSDN DVPD. Abdul Syukur Ibrahim. The Cambridge Grammar of the English Language. Edisi Ketiga. Surakarta: Sebelas Maret University Press. Salah satu buktinya adalah buku The Comprehensive Grammar of the English Langauge. Edi Subroto. Halliday. 2001.Cambridge: Cambridge University press. (dalam terjemahan Asrudin Barori Tou) Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Surabaya: Usaha Nasional. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 1989. Linguistik Umum. Hal ini dibuktikan dengan semakin majunya program pascasarjana bidang linguistik di berbagai universitas terkemuka (UCLA. 1990. MIT. Bahasa. Oxford.DUHQDLWX\DQJEHWXOPHVWLQ\D$WDVSHUKDWLDDQ6DXGDUDVD\DXFDSNDQWHULPDNDVLK PENUTUP Begitu kompleks permasalahan yang terjadi dalam kebahasaan yang diimbangi pula bahwa Ilmu bahasa terus berkembang dan semakin memainkan peran penting dalam dunia ilmu pengetahuan. 1979. Hal ini semakin memberikan kemudahan dalam analisis terkait Ilmu Linguistik. David. 1992. Redaksi Pustaka : Abdul Chaer. The Cambridge Ensyclopedia of Language. Robert M. yang terdiri atas 1778 halaman. An Introduction to Language (6th Edition). Respon yang luar biasa terhadap buku tersebut membuatnya dicetak sebanyak tiga kali dalam tahun yang sama.

/LJKWERZQ3DWV\0GDQ1LQD6SDGD+RZ/DQJXDJHV$UH/HDUQHG 5HYLVHG(GLWLRQ. Donna M. 2000. 1992. Antologi Filsafat. Syarif. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Andi Offset. 15 Januari 2010 pukul 13. Oxford Advanced Learner¶s Dictionary (5th edition). Dasar-dasar Pragmatik. Graham. http://kampusislam.Higgin. Yogyakarta: PT Bentang Pustaka.S. Oxford: Oxford University Press.1996. Hidayatullah. New York: Longman Publishing Group.00 Wib) I Dewa Putu Wijana. Johnson. Approaches to Research in Second Language Learning. A. 1995. Inggris: Penguin Books (dalam terjemahan Basuki). 2004. A Philosophical Anthology. 2008. Hornby..com//(diakses pada Selasa.

Dyah. dan Alih Kode. Yogyakarta: Pustaka Pelajar . 2007. Sosiolinguistik. Muhammad.2[IRUG2[IRUG 8QLYHUVLW\3UHVV Matthews. SOSIOLINGUISTIK Kajian Teori dan Analisis.H. Kode. The Concise Oxford Dictionary of Linguistics. R. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Werdiningsih. 2002. Wijana. London: Longman. 2006. Oxford: Oxford Rahardi. Peter. Sumarsono. Malang: FKIP Unisma. 2001. Dewa Putu dan Rohmadi. 1990. Kunjama. Menulis I. A Short History of Linguistics. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Robins. 1997.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->