P. 1
Shalat Jamak Dan Qashar

Shalat Jamak Dan Qashar

|Views: 279|Likes:
Published by Chacrix Bhardal

More info:

Published by: Chacrix Bhardal on Jul 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/06/2011

pdf

text

original

Shalat Jamak dan Qashar

Jawaban Waalaikumussalam Wr Wb Saudara Mulyadi yang dimuliakan Allah swt Islam adalah agama Allah swt yang banyak memberikan kemudahan kepada para pemeluknya didalam melakukan berbagai ibadah dan amal sholehnya, sebagaimana firman Allah swt :

Artinya : ³Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.´ (QS. Al Baqoroh : 185) 

Artinya : ³Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.´ (QS. Al Hajj : 78) Seperti halnya seorang yang tidak memiliki air untuk berwudhu maka ia diperbolehkan bertayammum, begitupula dengan sholat yang dapat dilakukan dengan cara dijama¶ (dirangkap) maupun diqoshor (dipotong). Adapun jawaban dari beberapa pertanyaan yang anda ajukan adalah sebagai berikut : 1. Mengerjakan sholat dengan cara dijama¶ atau diqoshor ini didapat dari Rasulullah saw, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Malik dari Muadz bahwasanya pada suatu hari Nabi saw pernah mengakhirkan sholat di waktu peperangan Tabuk kemudian berliau saw pergi keluar dan mengerjakan sholat zhuhur dan ashar secara jama¶. Setelah itu beliau saw masuk kemudian keluar dan mengerjakan sholat maghrib dan isya secara jama¶.´ Sedangkan dalil untuk sholat dengan cara diqoshor adalah apa yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, Abu Daud dan baihqi dari Yahya bin Yazid, ia berkata,´Aku bertanya kepada Anas bin Malik mengenai mengqoshor sholat. Ia menjawab, Rasulullah saw mengerjakan sholat dua rakaat jika sudah berjalan sejauh tiga mil atau satu farsakh.´ 2. Jama¶ (merangkap) dua sholat baik antara zhuhur dengan ashar maupun maghrib dengan isya bukanlah suatu kewajiban akan tetapi disunnahkan manakala ada salah satu dari beberapa persyaratannya.

d. Mutawalli dari golongan Syafi¶i dikarenakan kesukaran di waktu sakit lebih besar daripada kesukaran di waktu hujan. Menjama¶ disebabkan adanya keperluan. hingga dengan adanya hujan dan sebagainya.3. Menjama¶ di Arafah dan Muzdalifah. c. Imam Bukhori meriwayatkan bahwa ³Nabi saw pernah menjama¶ antara sholat maghrib dan isya pada suatu malam yang diguyur hujan lebat. seseorang diperbolehkan merangkap (menjama¶) shalat zhuhur dengan ashar baik dengan cara taqdim (dikerjakan di waktu zhuhur) maupun dengan cara ta¶khir (dikerjakan diwaktu ashar) atau menjama¶ antara sholat maghrib dengan isya baik dengan cara taqdim maupun ta¶khir apabila ada salah satu sebab diantara perkara berikut ini : a. Anda dapat melakukan sholat dengan cara qoshor baik antara zhuhur dengan ashar atau antara maghrib dengan isya ketika anda melakukan suatu perjalanan yang mencapai jarak tempuh 16 farsakh (81 km) sebagaimana pendapat para ulama madzhab Maliki.´ Keringanan ini hanya khusus bagi orang yang mengerjakan sholat berjama¶ah di masjid yang datang dari tempat yang jauh. Dengan demikian apabila seseorang tidak mengambil keringanan ini atau menjama¶ antara dua sholat baik dengan cara taqdim atau ta¶khir maka hal itu dipebolehkan dan tidak ada dosa baginya. ia tidak boleh menjama¶. Adapun bagi orang yang rumahnya berdekatan dengan masjid atau orang yang mengerjakan sholat jama¶ah di rumah. Menurut al Khottobi bahwa ini juga pendapat dari Qoffal dan asy Syasyil Kabir dari golongan Syafi¶i juga dari Ishaq Marwazi dan dari jama¶ah ahli hadits. hal itu menjadi penghalang dalam perjalanan. adalah diperbolehkan tanpa ada perbedaan apakah dilakukan pada saat berhenti ataukah dalam perjalanan. sebagaimana yang pernah dilakukan Rasulullah saw. menurut sebagian besar ulama. Syafi¶i dan Hambali. Sebagaimana poin no 2 bahwa. Menjama¶ bukanlah suatu kewajiban namun ia hanyalah keringanan yang disunnahkan bagi mereka yang memenuhi persyaratan untuk melakukannya. e. 4. Menjama¶ didalam bepergian. Qodhi Husein. atau ia dapat pergi ke masjid dengan melindungi tubuh. begitu juga antara sholat maghrib dan isya dengan cara ta¶khir di waktu isya di Muzdalifah. Imam Nawawi mengatakan bahwa beberapa Imam membolehkan jama¶ kepada orang yang tidak musafir apabila ia ada suatu kepentingan dengan syarat hal itu tidak dijadikannya kebiasaan. 5. menjama¶ dua sholat ketika bepergian pada satu waktu dari kedua sholat itu. Menjama¶disebabkan sakit atau uzur. Anda pun diperbolehkan memilih antara mengerjakan sholat dengan cara qoshor atau jama¶ ketika anda berada didalam suatu perjalanan yang mencapai jarak tersebut. Ini juga pendapat Ibnu Sirin dan Asuhab dari golongan Maliki. para ulama sependapat bahwa sunnah menjama¶ sholat zhuhur dan ashar dengan cara jama¶ taqdim pada waktu zhuhur di Arafah. Menjama¶ diwaktu hujan. sholat zhuhur. sebagaimana dikatakan oleh Imam Ahmad. . b. ashar dan isya menjadi dua rakaat sedangkan sholat maghrib tetap dilakukan dengan tiga rakaat. al Khottobi. Adapun sholat qoshor atau dengan memotong jumlah raka¶at.

Minhajul Muslim) Wallahu A¶lam Bismillah. Buhuts wa Fatawa Islamiyah. III. karena ada seorang temanku yg ¶salah¶ membedakan sholat jama¶ dan qashar. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan baginya dan bagi anda semua. Pada kesempatan ini. Dan apabila beliau melakukan perjalanan sebelum magrib maka beliau mengakhirkan sholat magrib dan menjamaknya dengan sholat isya. Abu Daud dan Tirmidzi). 2)Rasululloh SAW menjamak sholat magrib dan isya pada malam yang hujan.´Sesungguhnya perbuatan itu tergantung dari niat dan bagi sertiap orang hanyalah apa yang ia niatkan. serta sholat Maghrib dan Isya. (HR Muslim) . (HR Bukhori) 3) Rasululloh SAW menjamak antara sholat zuhur dan ashar dan antara sholat magrib dan Isya bukan karena rasa takut dan hujan. Dalil lainnya yaitu salah satu perbuatan sahabat. Latar belakang artikel ini dibuat. II.maka beliau menyegerakan sholat isya dan menjamaknya dengan sholat magrib. dan apabila beliau melakukan perjalanan sesudah matahari condong. dari Nafi¶: bahwa Abdulloh Ibnu Umar sholat bersama para umara (pemimpin) apabila para umara tersebut menjamak sholat magrib dan isya pada waktu hujan. (sumber : I.6. dan jika beliau berangkat sesudah masuk waktu magrib. Jadi diterima tidaknya suatu amal seseorang termasuk sholat yang dilakukan baik dengan cara dijama¶ atau diqoshor tergantung dari niatnya yang ada didalam hatinya.´ (Muttafaq µAlaih). Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Umar bin Khottob bahasanya Rasulullah saw bersabda. beliau menjamak sholat zuhur dan ashar (pada waktu zuhur) baru kemudian beliau berangkat. (Hadits Riwayat Ahmad. Niat ini tidak diharuskan dengan kata-kata yang diucapkan dengan lisan atau pun perkataan jiwa akan tetapi ia adalah kebangkitan (keinginan) hati terhadap suatu amal tertentu. Fiqhus Sunnah. Sebagai contoh menggabungkan sholat Dhuhur dan Ashar. Dalil yang digunakan adalah: 1) Dari Muadz bin Jabal bahwa Rasululloh SAW apabila beliau melakukan perjalanan sebelum matahari condong (masuk waktu sholat zuhur). saya hendak menjelaskan pengertian sholat jama¶ dan sholat qashar. Jadi apabila anda hendak melakukan sholat jama¶ atau qoshor maka niatnya cukup dengan adanya keinginan didalam untuk melakukan perbuatan tersebut dengan hanya mengharap ridho Allah swt. Yang dimaksud dengan sholat jama¶ adalah menggabungkan 2 sholat dalam 1 waktu. maka beliau mengakhirkan sholat zuhur kemudian menjamaknya dengan sholat ashar pada waktu ashar.

dan apabila beliau berangkat setelah Maghrib maka beliau menyegerakan Isya¶ dan melakukan shalat Isya¶ bersama Maghrib³. taqhir.4) Adalah Rasululloh SAW dalam peperangan Tabuk. Bepergian jauh dan tujuannya bukan untuk bermaksiat. c. Misalnya seorang dokter yang mesti melakukan operasi. maka kita bisa simpulkan bahwa jama¶ takhir itu berarti sholat Dhuhur & Ashar di waktu Ashar. juga menjama antara Maghrib dan Isya. apabila kita hendak bepergian yg kira2 cukup jauh di waktu Dhuhur. yaitu: 1. kita µmengulur¶ sholat di waktu berikutnya. dst) Jama¶ taqdim adalah µmenarik¶ lebih awal waktu sholat. Untuk melaksanakan sholat jama¶ takhir. 2. Dengan demikian. Dan apabila beliau hendak berangkat setelah tergelincir matahari. tidak sah jika niat jama¶ dilakukan saat sholat Ashar atau Isya. Hal yang sama berlaku untuk sholat Isya¶. usai sholat Dhuhur kita lanjutkan dengan sholat Ashar. maka beliau menyegerakan Ashar bersama Dzuhur dan melakukan shalat Dzuhur dan Ashar sekalian. 3. maka ada hal-hal yg mesti diperhatikan: a. (HR Bukhari) Ada beberapa syarat melakukan sholat jama¶. . Dengan demikian. dan sholat Maghrib & Isya di waktu Isya. yakni: 1. Kita masih berada dalam perjalanan pada saat Ashar atau Isya. (HR Tirmidzi) 5) Dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu µanhuma. maka imamnya harus musafir juga. Kemudian beliau berjalan. Untuk melaksanakan sholat jama¶ taqdim. Niat jama¶ dilakukan saat hendak sholat Dhuhur atau Magrib. Dan apabila beliau hendak berangkat sebelum Maghrib maka beliau mengakhirkan Maghrib sehingga mengerjakan bersama Isya¶. Dilakukan µmenyambung¶. maka beliau mengakhirkan Dzuhur hingga beliau mengumpulkannya dengan Ashar. Yang tidak diperbolehkan dijama¶ taqdim adalah Dhuhur di waktu Subuh. dst) Jama¶ takhir kebalikan dari poin 1. Hal yg tidak diperbolehkan adalah Isya di saat Subuh dan Ashar di saat Maghrib. Jadi. Karena sedang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan berat yang betul-betul sulit ditinggalkan. lalu beliau melakukan dua shalat itu sekalian. takdim. Apabila melakukan sholat berjama¶ah. Berdasarkan poin 1. µRasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam pernah menjama antara Zhuhur dan Ashar jika berada dalam perjalanan. 2. dia berkata. b. ataupun Magrib di waktu Ashar. Ada 2 jenis sholat jama¶. maka ada hal-hal yg mesti diperhatikan: a. b. Jama¶ Takhir (ada juga yg menulis ta¶hir. yang dilakukan di saat Magrib. tidak melakukan sholat sunnah setelah sholat Dhuhur atau Magrib. apabila hendak berangkat sebelum tergelincir matahari. Niat jama¶ tetap dilakukan di saat sholat Dhuhur atau Magrib. Selain itu tidak boleh menjama¶ Ashar dg sholat Jum¶at (di hari Jum¶at). Kerjakan dulu sholat Dhuhur baru Ashar (atau Magrib dulu baru Isya). dalam artian. Jama¶ Taqdim (ada juga yg menuliskan ta¶dim.

Sahabat Umar ±radhiallahu anhu menjawab: ³Aku sempat heran seperti keherananmu itu lalu akupun bertanya kepada Rasululloh SAW tentang hal itu dan beliau menjawab: ³(Qashar itu) adalah sedekah dari ALLOH SWT kepadamu. dia mengqashar shalat. Lantas ada orang bertanya kepada Ibnu Abbas: mengapa Nabi SAW berbuat begitu? Ia menjawab: Nabi SAW berbuat bgitu karena tidak mau memberatkan seorangpun daripada umatnya´. Kemudian Anas berkata : ³Artinya : Adalah Rasululloh SAW manakala keluar sejauh tiga mil atau tiga farskah (Syu¶bah ragu). yakni Dhuhur. 5) Dari Ya¶la bin Umayyah bahwasanya dia bertanya kepada Umar ibnul Kaththab ± radhiallahu anhu tentang ayat ini seraya berkata: ³Jika kamu takut di serang orang-orang kafir´. Muslim.92 km).Khusus untuk sholat jama¶ takhir. maka perlakuannya serupa dengan sholat Shubuh. (Dalam suatu riwayat) : Dia shalat dua rakaat´. Sementara Magrib. dan Isya. maka kita mesti berniat untuk sholat Qashar. 2) ³Saya telah bertanya kepada Anas tentang mengqashar shalat. maka terimahlah sedekah ALLOH SWT tersebut. Dalil-dalilnya: 1) ³Dan apabila kamu bepergian di muka bumi. Selain itu ada juga syarat-syarat yang mesti diperhatikan: 1. padahal manusia telah aman ?!´. Abu Dawud) Untuk melakukan sholat Qashar. maka kita sholat Ashar dahulu barulah sholat Dhuhur. bukan diwaktu ketakutan dan bukan di dalam pelayaran (safa). Jawabnya: Rasululloh SAW apabila ia berjalan jauh 3 mil atau 33 farskah (25. Ashar. Sholat yang bisa disingkat hanya sholat dengan jumlah raka¶at 4. dan antara Maghrib dan Isya. yang dimaksud dengan sholat qashar adalah menyingkat sholat. 2. Tata cara sholat jama¶ sama dengan sholat biasa. Di hadits lain disebutkan bahwa Rasululloh SAW jika bepergian lebih dari 15 km. (HR Imam Muslim) 4) Dari Muhammad bin Ja¶far : ´ Telah bercerita kepadaku Syu¶bah.a) 3) ³Telah berkata Ibnu Abbas: Rasululloh SAW pernah sembahyang jama¶ antara Dhuhur dan Ashar. beliau juga melakukan . (An Nisa 101). Sedangkan aku pergi ke Kufah maka aku shalat dua raka¶at hingga aku kembali. Karena disingkat menjadi 2 raka¶at. Muslim. kita mesti mendahulukan waktu sholat yg terakhir. Orang yang melakukan qashar = musafir. (HR Imam Ahmad (3/129) dan Al-Baihaqi (2/146). maka beliau shalat dua rakaat´ (Ahmad. tidak bisa disingkat. dari Yahya bin Yazid AlHanna¶i yang menuturkan : ³Aku bertanya kepada Anas bin Malik tentang mengqashar shalat. terlebih lagi Subuh. dan Abu Dawud dari Yahya bin Mazid r. maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Seseorang dikatakan musafir jika menempuh lebih kurang 88 km (atau lebih).´ (HR. jika kita jama¶ takhir Dhuhur dan Ashar. Sebagai contoh. Sementara itu. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu´.

´ (HR Muslim) Pertanyaannya.qashar. As-Shalah (hal 181). Pendapat ini juga merupakan fatwa para ulama termasuk syaikh Abdul Aziz bin Baz. Abdullah Ath-Thayyar menyatakan bahwa Rasululloh SAW pernah melakukan gabungan jama¶ dan qashar sekaligus.³Dari Yahya bin Yazid al-Hana?i berkata. seperti hadits berikut.Dr. saya bertanya pada Anas bin Malik tentang jarak shalat Qashar. Prof. apakah boleh kita menggabungkan jama¶ dan qashar? Di dalam bukunya. Semoga bermanfaat Update (23 April 2010) . Anas menjawab: ³Adalah Rasululloh SAW jika keluar menempuh jarak 3 mil atau 3 farsakh beliau shalat dua rakaat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->