penanggulangan bencana tanah longsor

{ November 30, 2010 @ 4:06 pm } · { Uncategorized } BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng dunia yaitu lempeng Eurasia, lempeng pasifik, ada lempeng Australia yang bergerak saling menumbuk. Akibat tumbukan antar lempeng itu maka terbentuk daerah penunjaman memanjang di sebelah barat pulau Sumatra, sebelah selatan Pulau Jawa hingga Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara, sebelah utara Kepulauan Maluku dan sebelah utara Papua. Konsekuensi lain lain dari tumbukan itu maka terbentuk palung samudra, lipatan, punggungan dan patahan dari busur kepulauan, sebaran gunung api dan sebaran sumber gempa bumi. Gunung api yang ada di Indonesia berjumlah 129. Angka itu 13% dari jumlah gunung api aktiv di dunia. Dengan demikian Indonesia rawan dengan bencana letusan gunung api dan gempa bumi. Di beberapa pantai, dengan bentuk pantai sedang hingga curam, jika terjadi gempa bumi dengan sumber berada didasar laut atau samudra dapat menimbulkan gelombang Tsunami. Jenis tanah pelapukan yang sering dijumpai di Indonesia adalah hasil letusan gunung api. Tanah ini memilki komposisi sebagian besar lempung dengan sedikit pasir dan bersifat subur. Tanah pelapukan yang berada diatas batuan kedap air pada perbukitan/punggungan dengan kemiringan sedang hingga terjal berpotensi mengakibatkan tanah longsor pada musim hujan dengan curah hujan berkuantitas tinggi. Jika perbukitan tersebut tidak ada tanaman keras berakar kuat dan dalam, maka kawasan tersebut rawan bencana tanh longsor. B. Rumusan Masalah Dari latar belakang permasalahn diatas maka kami merumuskan masalah yang perlu ditanggulangi sebagai berikut: 1) Faktor apa saja yang menyebabkan bencana tanah longsor? 2) Bagaimana upaya yang bias dilakukan untuk menghindari terjadinya bencana tanah longsor? BAB II Pembahasan A. Pengertian Tanah Longsor Tanah longsor atau dalam bahasa inggris disebut landslide, adalah perpindahan material pembentukan lereng berupa bantuan, bahan rombakan, tanah atau material campuran tersebut, bergerak kebawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor dapat diterangkan sebagai berikut: air yang meresap kedalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tesebut menenbus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang tergelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan ditasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng. B. Jenis-jenis Tanah Longsor Ada 6 jenis tanah longsor, yakni: longsoran translasi, longsoran rotasi, pergerakan blok, runtuhan batu, rayapan tanah dan aliran bahan rombakan. Jenis longsoran translasi dan rotasi paling

Ketika hujan. Jenis tanah longsor ini hamper tidak dapat dikenali. Di beberapa tempat bias sampai ribuan meter seperti di daerah aliran sungai di sekitar gunung api. 5. Hal ini mengakibatkan munculnya pori-pori atau rongga tanah hingga terjadi retakan dan merekahnya tanah permukaan.banyak terjadi di Indonesia. Runtuhan Batu Runtuhan batu terjadi ketika sejumlah besar batuan atau material lain bergerak ke bawah dengan cara jatuh bebas. Musim kering yang panjang akan menyebabkan terjadinya penguapan air di permukan tanah dalam jumlah besar. Aliran Bahan Rombakan Jenis tanah longsor ini terjadi ketika massa tanah bergerak di dorong oleh air. Jenis tanahnya berupa butiran kasar dan halus. Longsoran Rotasi Longsoran rotasi adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk cekung. 3. Batu-batu besar yang jatuh dapat menyebabkan kerusakan yang parah. Pergerakan Blok Pergerakan blok adalah perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk rata. Aliran tanah ini dapat menelan korban cukup banyak. ‡ Tebing rapuh dan krikil mulai berjatuhan D. pohon atau rumah miring ke bawah. Hujan Ancaman tanah longsor biasanya dimulai pada bulan November karena meningkatnya intensitas curah hujan. 2. Gejala Umum Tanah Longsor Gejala-gejala umum yang biasanya timbul sebelum terjadinya bencana tanah longsor adalah: ‡ Munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing. beban serta berat jenis tanah batuan. Umumnya terjadi pada lereng yang terjal hingga menggantung terutama didaerah pantai. Gerakannya terjadi disepanjang lembah dan mampu mencapai ratusan meter jauhnya. 1. Kecepatan aliran tergantung pada kemiringan lereng. 1. volume dan tekanan air dan jenis materialnya. Sedangkan longsoran yang paling banyak memakan korban jiwa manusia adalah aliran bahan rombakan. Rayapan Tanah Rayapan tanah adalah jenis tanah longsor yang bergerak lambat. Gaya penahan umumnya di pengaruhi oleh kekuatan bantuan dan kepadatan tanah. C. 4. ‡ Munculnya mata air baru secara tiba-tiba. 6. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya tanah Longsor Pada prinsipnya tanah longsor terjadi bila gaya pendorong pada lereng lebih besar daripada gaya penahan. Longsoran Translasi Longsoran translasi adalah bergeraknya masa tanah dan bantuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai. ‡ Biasanya terjadi setelah hujan. air. Sedangkan gaya pendorong dipengaruhi oleh besarnya sudut lereng. air akan menyusup ke bagian yang retak sehingga tanah dengan cepat . Longsoran ini disebutbjuga longsoran translasi blok batu. Setelah waktu yang cukup lama longsor jenis rayapan ini bias menyebabkan tiang-tiang telepon.

tanah longsor dapat dicegah karena air akan diserap oleh tumbuhan. sehingga menimbulkan gerakan lateral. Bila ada pepohonan di permukaanya. air laut dan angin. getaran mesin dan getaran lalu lintas kendaraan. karena melalui tanah yang merekah air akan masuk dan terakumulasi di bagian dasar lereng. pasir dan lempung umumnya kurang kuat. 7. 3. Hujan lebat pada awal musim dapat menimbulkan longsor. . Pada awal musim hujan. Adanya beban tambahan Adanya beban tambahan seperti beban bangunan pada lereng dan kendaraan akan memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor. badan jalan. Getaran Getaran yang terjadi biasanya diakibatkan oleh gempa bumi. terutama disekitar tikungan jalan pada daerah lembah. 4. Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 180 apabila ujung lerengnya terjal dan bidang longsorannya mendatar. Susut muka air danau atau bendungan Akibat susutnya muka air yang cepat di danau maka gaya penahan lereng menjadi hilang. Tanah yang kuramg [padat dan tebal Jenis tanah yang kurang padat adalah tanah lempung atau tanh liat dengan ketebalan lebih dari 2. Sedangkan untuk daerah perladangan penyebabnya adalah karena akar pohonnya tidak dapat menembus bidang longsoran yang dalam dan umumnya terjadi di daerah longsor lama. sehingga kandungan air pada tanah menjadi jenuh dalam waktu singkat. lantai dan dinding rumah menjadi retak. Jenis tata lahan Tanah longsor banayak terjadi di daerah tata lahan persawahan. mata air. Akibat yang ditimbulkannya adalah tanah. Lereng Terjal Lereng atau tebing yang terjal akan memperbesar gaya pendorong. Batuan yang kurang kuat Batuan endapan gunung api dan batuan sedimen berukuran pasir dan campuran antara kerikil. perladangan dan adanya genangan air di lereng yang terjal. Akibatnya adalah sering terjadinya penurunan dan retakan yang arahnya kea rah lembah. 6. 2. Selain itu tanah ini sangat rentan terhadap pergerakan tanah karena menjadi lembek terkena air dan pecah ketika hawa terlau panas. Lereng yang terjal terbentuknya karena pengikisan air sungai. ledaka. Batuan tersebut akan mudah menjadi tanah bila mengalami proses pelapukan dan umumnya rentan terhadap tanah longsor bila terjadi pada lereng yang terjal.mengembang kembali.5 m dan sudut lereng lebih dari 220. 8. demgan sudut kemiringan waduk 220 mudah terjadi lonsoran dan penuruna tanah yang biasanya diikuti oleh retakan. intesitas hujan yang tinggi biasanya sering terjadi. Akar tumbuhan juga akan berfungsi mengikat tanah. Tanah jenis ini memilki potensi untuk terjadinya tanah longsor terutama bila terjadi hujan. 5. Pada lahan persawahan akarnya kurang kuat untuk mengikat butir tanah dan membuat tanah menjadi lembek dan jenuh dengan air sehingga mudah menjadi longsor.

selain itu akibat penggundulan hutan di sekitar tikungan sungai. Riau. tebing akan menjadi terjal. Adanya material timbunan pada tebing Untuk mengembangkan dan memperluas lahan pemukiman umumnya dilakukan pemotongan tebing dan penimbunan lembah. E. ‡ Bidang kontak antara tanah yang . 13. sedangkan jiwa terancam sekitar 1 juta. Penggundulan hutan Tanah longsor umum terjadi di daerah yang relative gundul dimana pengikat air tanah sangat kurang. 14. Sehingga apabila hujan akan terjadi penurunan tanah yang kemudian diikuti dengan retakan tanah. Wilayah Rawan Tanah Longsor Setidaknya terdapat 918 lokasi rawan longsor di Indonesia. 11. Adanya bidang diskontuinitas Bidang ini memiliki cirri: ‡ Bidang pelapisan batu ‡ Bidang kontak antara tanah penutup dan batuan besar ‡ Bidang kontak antara batuan yang retak-retak dengan batuan yang kuat. Daerah yang memiliki rawan longsor: ‡ Jawa Tengah 327 lokasi ‡ Jawa Barat 276 lokasi ‡ Sumatera Barat 100 lokasi ‡ Sumatera Utara 53 lokasi ‡ Yogyakarta 30 lokasi ‡ Kalimantan Barat 23 lokasi ‡ Sisanya tersebar di NTT. Daerah pembuangan sampah Penggunaan lapisan yang rendaha untuk pembuangan sampah dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan tanah longsor apalagi ditambah dengan guyuran hujan. Pengikisan/erosi Pengikisan banyak dilakukan oleh air sungai kea rah tebing.9. 10.800 milyar. ‡ Bidang kontak antara batuan yang dapat melewatkan air dengan batuan yang tidak melewatkan air. Bekas longsoran lama Longsoran lama umumnya terjadi selama dan setelah terjadi pengendapan material gunung api pada lereng yang relative terjal atau pada saat atau sesudah terjadi patahan kulit bumi. Bencana ini menyebabkan 120 orang meninggal. . Bali dan Jawa Timur.lembek dengan tanah yang padat ‡ Bidang-bidang tersebut merupakan bidang lemah dan dapat berfungsi sebagai bidang luncuran tanah longsor. Kalimantan Timur. Setiap tahunnya kerugian yang ditanggung akibat bencana longsor sekitar Rp. 12. Tanah timbunan pada lembah tersebut belum terpadatkan sempurna seperti tanah asli yang berada dibawahnya. seperti yang terjadi di TPA Leuwigajah di Cimahi.

karena kerentanan untuk bangunan-bangunan yang di bangun pada jalur tanah longsor hampir 100%. ‡ Penyelidikan Mempelajari penyebab dan dampak dari suatu bencana sehingga dapat digunakan dalam perencanaan penanggulangan bencana dan rencana pengembangan wilayah. mengirim poster. BAB III PENUTUP . ‡ Sosialisasi Memberikan pemahaman kepada Pemerintah Propinsi/kabupaten/kota atau masyarakat umum.F. Tahapan Mitigasi Bencana Tanah Longsor ‡ Pemetaan Menyajikan informasi visual tentang tingkat kerawanan bencana alam geologi di suatu wilayah. booklet dan leaflet atau dapat juga secara langsung kepada masyarakat dan aparat pemerintah. Selain itu di kaji juga perkembangan tanah longsor dan teknik pengendaliannya supaya tanah longsor tidak berkembang dan penentuan relokasi korban tanah longsor bila tanah longsor sulit dikendaliakn. ‡ Pemantauan Pemantauan dilakukan di daerah rawan bencana. oleh pengguna dan masyarakat yang bertempat tinggal di daerah tersebut. agar diketahui secara dini tingkat bahaya. sebagai masukkan kepada masyarakat dan atau pemerintah kabupaten/kota dan propinsi sebagai data dasar untuk melakukan pembangunan wilayah agar terhindar dari bencana. Rekonstruksi Penguatan bangunan-bangunan infrastruktur di daerah rawan longsor tidak menjadi pertimbangan utama untuk mitigasi kerusakan yang disebabkan oleh tanah longsor. sehingga dapat diketahui penyebab dan cara penanggulangannya. Rehabilitas Upaya pemulihan korban dan prasarananya. G. kondisi bencana dan tata cara penanggulangan bencana di suatu daerah yang terlanda bencana tanah longsor. tentang bencana alam tanah longsor dan akibat yang ditimbulkannya. Tanggapan Darurat Yang harus dilakukan dalam tahap tanggap darurat adalah penyelamat dan pertolongan korban secepatnya supaya korban tidak bertambah. Tindakan Yang Bisa Dilakukan Selama dan Sesudah Tanah Longsor 1. antara lain: ‡ Kondisi Medan ‡ Kondisi bencana ‡ Peralatan ‡ Informasi bencana 2. Sosialisasi dilakukan dengan berbagai cara antara lain. meliputi kondisi social. pada daerah strategis sevara ekonomi dan jasa. ‡ Pemeriksaan Melakukan penyelidikian pada saat dan setelah terjadinya bencana. ‡ Pemeriksaan bencana longsor Bertujuan mempelajari penyebab. 3. proses terjadinya. ekonomi dan sarana transportasi. Ada beberapa hal yang harus di perhatikan.

maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan diatasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng. ‡ Vegetasi kembali lereng-lereng. bergerak kebawah atau keluar lereng. bahan rombakan. ‡ Buatlah terasering(sengkedan) pada lereng yang terjal bila membangun pemukiman ‡ Segera menutup retakan tanah dan di padatkan agar air tidak masuk ke dalam tanah melaui retakan ‡ Jangan melakukan penggalian di bawah lereng terjal. ‡ Jangan mendirikan pemukiman di tepi lereng yang terjal ‡ Jangan mendirikan bangunan di bawah tebing yang terjal ‡ Jangan memotong tebing jalan menjadi tegak. lempebg Pasifik dan lempeng Australia yang bergerak salingmenumbuk. punggungan dan patahan di busur kepulauan. Kesimpulan Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan. Saran Ada beberapa tindakanperlindungan dan perbaikan yang bias ditambah untuk tempat-tempat hunian. sebaran gunung api dan sebaran sumber gempa bumi.A. Proses terjadinya tanah longsor adalah aie yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. ‡ Jangan menebang pohon di lereng. antara lain: ‡ Perbaikan drainase tanah (menambah materi-materi yang biasa menyerap). ‡ Jangan mendirikan rumah di tepi sungai yang rawan erosi. ‡ Beton-beton yang menahan tembok mungkin bias menstabilkan lokasi hunian. lipatan. Selain itu ada hal-hal yang harus diketahui untuk menghindari bencana tanah longsor dalah: ‡ Jangan mencetak sawah dan membuat kolam pada lereng bagian atas didekat pemukiman. Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng dunia yaitu lempeng Eurasia. . ‡ Modifikasi lereng (pengurangan sudut lereng sebelum pembangunan). tanah atau material campuran tersebut. Konsekuensi dari tumbukan itu maka terbentuk palung samudra. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir. B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful