P. 1
AKUNTANSI SYARIAH

AKUNTANSI SYARIAH

|Views: 32|Likes:
Published by affiyunita

More info:

Published by: affiyunita on Jul 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2011

pdf

text

original

AKUNTANSI SYARIAH: Bagian Satu

Posted: Februari 14, 2008 by ajidedim in Akuntansi, akuntansi syariah Tag:accounting, Akuntansi, akuntansi syariah, islamic accounting, laporan nilai tambah syariah, pengantar akuntansi syariah, shariate accounting, shariate value added statement

60 breaknews: Buku Akuntansi Syariah Baru Link Konsep Nilai Tambah Syariah Link lanjutan mengenai Akuntansi Syariah: Pengantar Bagian Dua Link lain bertema Tazkiyah Tujuan Akuntansi Syariah Link lain bertema Review Exposure Draft PSAK Akuntansi Syariah 1. PENDAHULUAN Segala Puji Bagi Allah. Sesungguhnya kesucian dan kebenaran hanyalah bersumber dari dan diniatkan/ditujukan kepada Allah. Sering kita bertanya-tanya bagaimana bentuk akuntansi di Indonesia? Seperti kita ketahui hampir seluruh µpeta¶ akuntansi Indonesia merupakan by product Barat. Akuntansi konvensional (Barat) di Indonesia bahkan telah diadaptasi tanpa perubahan berarti. Hal ini dapat dilihat dari sistem pendidikan, standar, dan praktik akuntansi di lingkungan bisnis. Kurikulum, materi dan teori yang diajarkan di Indonesia adalah akuntansi pro Barat. Semua standar akuntansi berinduk pada landasan teoritis dan teknologi akuntansi IASC (International Accounting Standards Committee). Indonesia bahkan terang-terangan menyadur Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statements IASC, dengan judul Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dikeluarkan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) (Mulawarman 2006b; 2007d). Perkembangan terbaru, saat ini telah disosialisasikan sistem pendidikan akuntansi ³baru´ yang merujuk internasionalisasi dan harmonisasi standar akuntansi. Pertemuan-pertemuan, workshop, lokakarya, seminar mengenai perubahan kurikulum akuntansi sampai standar kelulusan akuntan juga mengikuti kebijakan IAI berkenaan Internasionalisasi Akuntansi Indonesia tahun 2010 (Mulawarman 2007d). Dunia bisnis tak kalah, semua aktivitas dan sistem akuntansi juga diarahkan untuk memakai acuan akuntansi Barat. Hasilnya akuntansi sekarang menjadi menara gading dan sulit sekali menyelesaikan masalah lokalitas. Akuntansi hanya mengakomodasi kepentingan ´market´ (pasar modal) dan tidak dapat menyelesaikan masalah akuntansi untuk UMKM yang mendominasi perekonomian Indonesia lebih dari 90%. Hal ini sebenarnya telah menegasikan sifat dasar lokalitas masyarakat Indonesia (Mulawarman 2006b).

Modifikasi dilakukan untuk kepentingan pragmatis seperti penggunaan akuntansi dalam perusahaan Islami yang memerlukan legitimasi pelaporan berdasarkan nilai-nilai Islam dan tujuan syari¶ah. 2007b.1. disamping mengeluarkan bentuk laporan keuangan yang tidak berbeda dengan akuntansi konvensional (neraca. anti-altruistik. Akuntansi tidak hanya dipandang sebagai bagian dari pencatatan dan pelaporan keuangan perusahaan. apakah memang kita tidak memiliki sistem akuntansi sesuai realitas kita? Apakah masyarakat Indonesia tidak dapat mengakomodasi akuntansi dengan tetap melakukan penyesuaian sesuai realitas masyarakat Indonesia? Lebih jauh lagi sesuai realitas masyarakat Indonesia yang religius? Religiusitas Indonesia yang didominasi 85% masyarakat Muslim? 2. Akomodasi akuntansi konvensional tersebut memang terpola dalam kebijakan akuntansi seperti Accounting and Auditing Standards for Islamic Financial Institutions yang dikeluarkan AAOIFI secara internasional dan PSAK No. Ketika akuntansi memiliki kepentingan ekonomipolitik MNC¶s (Multi National Company¶s) untuk program neoliberalisme ekonomi. Mulawarman 2006). Tujuan akuntansi di sini lebih pada pendekatan kewajiban. Morgan 1988. maka karakter akuntansi pasti kapitalistik. Kusumawati 2005 dan banyak lagi lainnya). Harahap 2001. regulasi mengenai bentuk laporan keuangan yang dikeluarkan AAOIFI misalnya. 2. berbasis entity theory dengan akuntabilitas terbatas. maka akuntansi yang diajarkan dan dipraktikkan tanpa proses penyaringan. Subiyantoro dan Triyuwono 2003. Bahkan akuntansi tidak hanya dipengaruhi. jelas berorientasi pada kepentingan neoliberalisme ekonomi pula (Mulawarman 2007d). tetapi sarat nilai. laporan laba rugi dan laporan aliran kas) juga . otomatis akuntansi konvensional yang saat ini masih didominasi oleh sudut pandang Barat. sekuler.Padahal bila kita lihat lebih jauh. AKUNTANSI SYARI¶AH: ANTARA ALIRAN PRAGMATIS DAN IDEALIS Perkembangan akuntansi syari¶ah saat ini menurut Mulawarman (2006. Bila kita lihat lebih jauh. 59 atau yang terbaru PSAK 101-106 di Indonesia. Pertanyaan lebih lanjut adalah. egois. 2007c) masih menjadi diskursus serius di kalangan akademisi akuntansi. Akuntansi Syariah Aliran Pragmatis Aliran akuntansi pragmatis lanjut Mulawarman (2007a) menganggap beberapa konsep dan teori akuntansi konvensional dapat digunakan dengan beberapa modifikasi (lihat juga misalnya Syahatah 2001. 2007a. tetapi juga mempengaruhi lingkungannya (lihat Hines 1989. Ketika akuntansi tidak bebas nilai. tetapi dipengaruhi nilai-nilai yang melingkupinya. Akuntansi telah dipahami sebagai sesuatu yang tidak bebas nilai (value laden). Triyuwono 2000a. Hal ini dapat dilihat misalnya dalam tujuan akuntansi syari¶ah aliran pragmatis yang masih berpedoman pada tujuan akuntansi konvensional dengan perubahan modifikasi dan penyesuaian berdasarkan prinsip-prinsip syari¶ah. Perbedaan-perbedan yang terjadi mengarah pada posisi diametral pendekatan teoritis antara aliran akuntansi syari¶ah pragmatis dan idealis. Diskursus terutama berhubungan dengan pendekatan dan aplikasi laporan keuangan sebagai bentukan dari konsep dan teori akuntansinya. akuntansi secara sosiologis saat ini telah mengalami perubahan besar.

banyak praktisi perbankan syari¶ah berpikiran pragmatis dan berbeda dengan cita-cita Islam yang mengarah pada kesejahteraan umat. sosial maupun lingkungan. hampir seluruh negara muslim adalah bekas jajahan Barat. bank syari¶ah telah establish dalam sistem ekonomi sekularis-materialis-kapitalis. Praktisi lebih mengerti sistem barat tapi lemah di syariah. perusahaan di samping membuat laporan keuangan. Penelitian lain dilakukan Hameed dan Yaya (2003b) yang menguji secara empiris praktik pelaporan keuangan perbankan syari¶ah di Malaysia dan Indonesia. (2004). kesenjangan kualifikasi antara praktisi dan ahli syari¶ah. Hasilnya. Pola yang establish ini mempengaruhi pelaksanaan bank yang kurang Islami. Sulaiman 2001. serta laporan pengembangan sumber daya manusia untuk bank syari¶ah. et al. Ketiga. laporan responsibilitas sosial bank syari¶ah. serta PSAK 101106. Kedua. Ketentuan AAOIFI lebih diutamakan untuk kepentingan ekonomi. 2. landasan filosofis akuntansi konvensional merupakan representasi pandangan dunia Barat yang kapitalistik. Akuntansi Syari¶ah Aliran Idealis Aliran Akuntansi Syari¶ah Idealis di sisi lain melihat akomodasi yang terlalu ³terbuka dan longgar´ jelas-jelas tidak dapat diterima. Beberapa alasan yang diajukan misalnya. (2004) terdapat lima kemungkinan mengapa laporan keuangan tidak murni dijalankan sesuai ketentuan syari¶ah. 59) dan merupakan . Sebaliknya ahli syariah memiliki sedikit pengetahuan mengenai mekanisme dan prosedur di lapangan. sosial dan lingkungan merupakan ketentuan tambahan. Sinyal ini terbukti dari beberapa penelitian empiris seperti dilakukan Sulaiman dan Latiff (2003). Berdasarkan standar AAOIFI. Keberatan aliran idealis terlihat dari pandangannya mengenai Regulasi baik AAOIFI maupun PSAK No. serta laporan pengembangan sumber daya manusia. et al. baik bank-bank di Malaysia maupun Indonesia tidak murni melaksanakan sistem akuntansi yang sesuai syari¶ah. (2004) juga melakukan penelitian praktik pelaporan tahunan perbankan syari¶ah di Indonesia dan Malaysia. analisis laporan keuangan mengenai earnings atau expenditures yang dilarang berdasarkan syari¶ah. Dampak dari ketentuan AAOIFI yang longgar tersebut. sedangkan ketentuan syari¶ah.2. Menurut Syafei. Kelima. juga diminta melakukan disclose analisis laporan keuangan berkaitan sumber dana zakat dan penggunaannya. sekuler dan liberal serta didominasi kepentingan laba (lihat misalnya Gambling dan Karim 1997. Landasan filosofis seperti itu jelas berpengaruh terhadap konsep dasar teoritis sampai bentuk teknologinya. 59. Mulawarman 2006a). Tetapi ketika berkaitan dengan laporan keuangan tahunan yang diungkapkan. membuka peluang perbankan syari¶ah mementingkan aspek ekonomi daripada aspek syari¶ah. Hameed dan Yaya (2003b). Pertama. yang dianggap masih menggunakan konsep akuntansi modern berbasis entity theory (seperti penyajian laporan laba rugi dan penggunaan going concern dalam PSAK No. laporan responsibilitas sosial dan lingkungan. Tetapi hasil temuan Hameed dan Yaya (2003b) menunjukkan bank-bank syari¶ah di kedua negara belum melaksanakan praktik akuntansi serta pelaporan yang sesuai standar AAOIFI. Syafei. Baydoun dan Willett 1994 dan 2000. Syafei. berkaitan produk dan operasi perbankan yang dilakukan. Akibatnya masyarakat muslim menempuh pendidikan Barat dan mengadopsi budaya Barat. et al. telah sesuai tujuan syari¶ah (maqasid syari¶ah). Triyuwono 2000a dan 2006.menetapkan beberapa laporan lain seperti analisis laporan keuangan mengenai sumber dana untuk zakat dan penggunaannya. orientasi Dewan Pengawas Syari¶ah lebih menekankan formalitas fiqh daripada substansinya. yaitu laporan keuangan. Keempat.

pertama. Komparasi Antara Aliran Idealis dan Pragmatis Kesimpulan yang dapat ditarik dari perbincangan mengenai perbedaan antara aliran akuntansi syari¶ah pragmatis dan idealis di atas adalah. Konsekuensi teknologisnya adalah penolakan terhadap bentuk laporan keuangan yang ada. 2. dari sudut pandang syari¶ah. 2000b. Ratmono (2004) bahkan melihat tujuan laporan keuangan akuntansi syari¶ah dalam PSAK 59 masih mengarah pada penyediaan informasi. akuntansi syari¶ah idealis memilih melakukan perubahan-perubahan konsep dasar teoritis berbasis shari¶ate ET. Baydoun dan Willett 1994). Indirect stakeholders adalah pihak yang tidak terkait langsung dengan bisnis perusahaan.3. Hameed dan Yaya 2003a. Berbeda dengan tujuan akuntansi syari¶ah filosofis-teoritis.perwujudan pandangan dunia Barat. Konsekuensi teknologisnya adalah digunakannya bentuk laporan keuangan seperti neraca. sebelum teori tersebut mengakui eksistensi dari indirect participants. terdiri dari: masyarakat mustahiq (penerima zakat. manajemen. Triyuwono 2002b). Artinya. Untuk memudahkan penjelasan perbedaan akuntansi syari¶ah aliran pragmatis dan idealis. infaq dan shadaqah). pemerintah. Meskipun. Konsep dasar teoritis akuntansi yang dekat dengan nilai dan tujuan syari¶ah menurut aliran idealis adalah Enterprise Theory (Harahap 1997. silakan lihat gambar berikut: . seperti dijelaskan Triyuwono (2002b) konsep ini belum mengakui adanya partisipasi lain yang secara tidak langsung memberikan kontribusi ekonomi. Hameed 2000a. karyawan. Yang membedakan PSAK 59 dengan akuntansi konvensional. 2002b. Menurut konsep ini stakeholders pihak yang berhak menerima pendistribusian nilai tambah diklasifikasikan menjadi dua golongan yaitu direct participants dan indirect participants. yang terdiri dari: pemegang saham. dan lain-lainnya. pemasok. Berdasarkan kekurangan-kekurangan yang ada dalam VAS. mengarah akuntabilitas yang lebih luas (Triyuwono 2000b. laporan laba rugi dan laporan arus kas dengan modifikasi pragmatis. 2001. karena menekankan akuntabilitas yang lebih luas. kreditur. sehingga diperlukan perumusan laporan keuangan yang sesuai dengan konsep dasar teoritisnya. akuntansi syari¶ah pragmatis memilih melakukan adopsi konsep dasar teoritis akuntansi berbasis entity theory. dan lingkungan alam (misalnya untuk pelestarian alam). adanya informasi tambahan berkaitan pengambilan keputusan ekonomi dan kepatuhan terhadap prinsip syari¶ah. Menurut Triyuwono (2001) direct stakeholders adalah pihak yang terkait langsung dengan bisnis perusahaan. lanjut Triyuwono (2002b) konsep ini belum bisa dijadikan justifikasi bahwa enterprise theory menjadi konsep dasar teoritis. Triyuwono (2001) dan Slamet (2001) mengusulkan apa yang dinamakan dengan Shari¶ate ET. Kedua.

Laporan Kuantitatif mencatat aktivitas perusahaan yang bersifat finansial. 2005) menjadi Shari¶ate Value Added Statement (SVAS). Zakat untuk menyucikan bagian atas SVAS (pembentukan sources SVA) dan bagian bawah SVAS (distribusi SVA). 198-200) sebagai nilai tambah yang berubah maknanya dari konsep VA yang konvensional. pencatatan laporan pembentukan (source) VA yang tidak dapat dimasukkan dalam bentuk laporan kuantitatif. 211-217) sebagai shari¶ate value added (SVA). sosial dan lingkungan yang bersifat materi (akun kreativitas) sekaligus non materi (akun ketundukan). Ketiga. Substansi laba adalah nilai lebih (nilai tambah) yang berangkat dari dua aspek mendasar. penentuan Nisab Zakat yang merupakan batas dari VA yang wajib dikenakan zakat dan distribusi Zakat pada yang berhak. SVA adalah pertambahan nilai spiritual (zakka) yang terjadi secara material (zaka) dan telah disucikan secara spiritual (tazkiyah). SVAS lanjut Mulawarman (2006) terdiri dari dua bentuk laporan. (2003. Terjemahan konsep VA agar bersifat teknologis untuk membangun laporan keuangan syari¶ah disebut Mulawarman (2006. Laporan Kualitatif berupa catatan berkaitan dengan tiga hal. VA diterjemahkan oleh Subiyantoro dan Triyuwono (2004. SVAS adalah salah satu laporan keuangan sebagai bentuk konkrit SVA yang menjadikan zakat bukan sebagai kewajiban distributif saja (bagian dari distribusi VA) tetapi menjadi poros VAS. Pertama. SVA dijadikan source untuk melakukan rekonstruksi sinergis VAS versi Baydoun dan Willett (1994. Bagaimana bentuk laporan keuangan syari¶ah lainnya? To be continued« . 2000) dan Expanded Value Added Statement (EVAS) versi Mook et al. PROYEK IMPLEMENTASI SHARI¶ATE ENTERPRISE THEORY Proses pencarian bentuk teknologis aliran idealis dimulai dari perumusan ulang konsep Value Added (VA) dan turunannya yaitu Value Added Statement (VAS). yaitu aspek keadilan dan hakikat manusia. pencatatan laporan distribusi (distribution) VA yang tidak dapat dimasukkan dalam bentuk laporan kuantitatif. Kedua.3. yaitu Laporan Kuantitatif dan Kualitatif yang saling terikat satu sama lain.

FE-UI Depok. Tetapi. Aji Dedi. Mulawarman. Prosiding Konferensi Merefleksi Domain Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Salatiga. is through its reflection and reinforcement of the values of society. 24 Nopember. bahwa accounting creates and maintains (or can play a part in changing) the social world. Simposium Nasional Ekonomi Islam 3. Universitas Negeri Malang. Menggagas Neraca Syari¶ah Berbasis Maal: Kontekstualisasi ³Kekayaan Altruistik Islami´. 7-9 Nopember. 1 Desember. The 1st Accounting Conference. Mulawarman. UEA. 2007b. perusahaan yang terdaftar di bursa saham per Desember 2004 mencapai 331 perusahaan. 2006. Unpad. Sebagai perbandingan. Jogjakarta. jumlah usaha mikro. Simposium Nasional Akuntansi X. lembaga regulasi keuangan Islam internasional yang berkedudukan di Abu Dhabi. Unhas Makassar. Fakultas Ekonomi UKSW. Fakultas Ekonomi. Penerbit Kreasi Wacana. Pensucian Pendidikan Akuntansi. AAOIFI telah mengeluarkan Standar Akuntansi dan Auditing untuk lembaga keuangan Islam (Accounting and Auditing Standards for Islamic Financial Institutions) tahun 1998. Aji Dedi. Aji Dedi. Menggagas Laporan Keuangan Syari¶ah Berbasis Trilogi Ma¶isyah-Rizq-Maal. 2007c. suatu aktivitas jasa yang terpisah dari hubungan kemasyarakatan.DISARIKAN DARI: Mulawarman. Menyibak Akuntansi Syari¶ah: Rekonstruksi Teknologi Akuntansi Syari¶ah Dari Wacana Ke Aksi. seperti dikatakan oleh Hines (1989). Menggagas Teori Akuntansi Syari¶ah. Bandung. Aji Dedi. 26-28 Juli Mulawarman. Seminar Akuntansi Syari¶ah. Menurut data Indonesian Capital Market Direktory 2005. . Aji Dedi. 2007d. 14-15 Nopember. 2007a. AAOIFI singkatan Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions. Mulawarman. kecil dan menengah saat ini mencapai lebih dari 16 juta entitas. Aji Dedi. Menggagas Laporan Arus Kas Syari¶ah. Ditegaskan oleh Chua (1986) bahwa akuntansi bukan hanya dipandang bersifat rasional teknis saja. Mulawarman. Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi. 2006b.

EVAS dikembangkan oleh Mook et al. 2005) sebagai salah satu alternatif bentuk pengganti Laporan Laba Rugi.PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) No. Penelitian yang menarik dilakukan Afifudin (2004) mengenai PSAK No. (2003. 59 merupakan pernyataan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mengenai Akuntansi Perbankan Syari¶ah. 59 khusus pembiayaan Mudharabah Bank Syari¶ah. EVAS merupakan integrasi informasi finansial dan non finansial. jelas-jelas menggunakan basis entity theory yang kapitalistik. EVAS mengkombinasikan data finansial dan data sosial untuk memberikan gambaran lebih utuh dampak sosial dan ekonomi perusahaan. Dari penelusuran mengenai konsep dasar teoritis akuntansi yang melandasinya. Proses rekonstruksi sinergis VAS dan EVAS untuk membentuk SVAS dapat dilihat lebih detil dalam Mulawarman (2006). EVAS juga menekankan peran organisasi dalam mengarahkan manfaat untuk masyarakat yang secara umum diabaikan dalam financial statement. melakukan sintesis data finansial dengan input dan output sosial. Akuntansi Syariah: Pengantar Bagian Dua . Standar ini banyak merujuk pada AAOIFI. EVAS merupakan adaptasi dari VAS yang diperluas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->