P. 1
Peranan Mikroorganisme Dalam Melawan Penyakit

Peranan Mikroorganisme Dalam Melawan Penyakit

|Views: 559|Likes:
Published by Witha Virtayani

More info:

Published by: Witha Virtayani on Jul 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2013

pdf

text

original

PERANAN MIKROORGANISME DALAM MELAWAN PENYAKIT TUMBUHAN Posted January 12, 2011 by aguskrisno in KAJIAN MIKROBIOLOGI PERTANIAN.

Leave a Comment Pengendalian hayati khususnya pada pcnyakit tumbuhan dengan menggunakan mikroorganisme telah dimulai sejak lebih dari 70 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1920 sampai 1930 ketika pertama kali diperkenalkan antibiotik yang dihasilkan mikroorganisme tanah, tetapi beberapa percobaan belum berhasil sampai penelitian mengenai pengendalian hayati terhenti selama kurang lebih 20 tahun. Perhatian pakar penyakit tumbuhan terhadap metoda pengendalian hayati bangkit kembali ketika di Barkley pada tahun 1963 diadakan simposium internasional pengendalian hayati dengan tema “Ecology of Soilborne Plant Pathogen-Prelude to Biological Control”, Buku pertama tentang pengendalian hayati terbit pada tahun 1974 oleh Baker dan Cook dengan judul “Biological Control of Plant Pathogens”, satu panitia untuk pengendalian hayati pada American Phytopathological Society kemudian didirikan pada tahun 1976. Sekarang ini sudah menjadi satu pengetahuan bahwa pengendalian hayati akan memainkan peranan penting dalam pertanian pada masa akan datang. ini terutama disebabkan kekhawatiran terhadap bahaya penggunaan bahan kimia sebagai pestisida. Sejumlah mikroba telah dilaporkan dalam berbagai penelitian efektif sebagai agen pengendalian hayati hama dan penyakit tumbuhan diantaranya adalah dari genus-genus Agrobacterium, Ampelomyces, Arthrobotys, Ascocoryne, Bacilllls, Bdellovibrio, Chaetomium, Cladosporium, Coniothyrium, Dactylella, Endothia, Erwinia, Fusarium,Gliocladium, Hansfordia, Laetisaria, Myrothecium, Nematophthora, Penicillium, Peniophora, Phialophora, Pseudomonas, Pythium, Scytalidium, Sporidesminium, Sphaerellopsiss, Trichoderma, dan Verticillium. Pertanian modern di seluruh dunia saat ini dibebani oleh berbagai tuntutan mendesak untuk mengatasi berbagai kemelut dunia, selain pertanian modern harus memenuhi kebutuhan pangan penduduk seluruh dunia, sektor ini harus pula memenuhi tuntutan ekonomi sebagai penghasil devisa. Karena itu berbagai kebijakan dibidang pertanian di negara manapun selalu terkait erat dengan berbagai kebijakan di bidang politik sesuatu negara, atau hubungannya dengan dunia intemasional. Sebagai usaha untuk mengatasi tuntutan di atas telah menjadi satu keharusan bahwa usaha pertanian harus memproduksi berbagai jenis hasilnya dalam jumlah yang banyak yang melebihi kebutuhan dalam negeri sehingga dengan demikian dapat berperan sebagai penghasil devisa untuk pembangunan ekonomi dan politik negara. Karena itu pertanian modern selalu dicirikan dengan penggunaan energi berupa pupuk dan pestisida. Tidak dapat disangkal lagi bahwa konsep penggunaan pupuk dan pestisida yang telah diterapkan di pertanian modern telah menimbulkan berbagai efek disamping seperti pencemaran lingkungan di pabrik-pabrik penghasil pupuk dan pestisida maupun dilahan-lahan pertanian yang menggunakan bahan kimia ini, biaya produksi yang semakin tinggi akibat mahalnya harga yang harus ditebus petani untuk setiap kebutuhan pupuk dan pestisida persatuan luas atau persatuan produksi dan kelergatungan negara, pengguna kepada negara penghasil pupuk dan pestisida. Sehingga pertanian modern sekarang dapat dicirikan sebagai usaha biaya tinggi. Sebuah cita-cita yang menelan dirinya sendiri. Masalah penggunaan pestisida tidak terbatas pada yang telah disebut di atas, pestisida telah pula menyebabkan timbulnya strain hama dan penyakit tumbuhan yang resisten terhadap bahan beracun ini, sehingga setiap kali usaha pengendalian terhadap organisme pengganggu ini menemui kegagalannya dan setiap kali itu pula mesti dihasilkan bahan kimia baru yang memerlukan biaya penelitian yang sangat mahal baik secara ekonomi maupun biaya pencemaran terhadap lingkungan yang tidak dapat dihitung secara pasti. Masalah-masalah di atas dan masalah-masalah lain yang telah ditimbulkan pertanian modern yang telah memasukkan energi tinggi kesetiap satuan luas lahan telah mendorong pertanian modern untuk menggali berbagai potensi alam terutama terhadap mikroba dan serangga berguna bagi meningkatkan hasil pertanian. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa banyak jenis mikroba sangat potensial sebagai pengganti pupuk kimia dan pestisida yang dapat diaplikasikan kelapangan dalam skala luas. HABITAT MIKROBA BERGUNA DALAM PHT Iklim wilayah Indonesia yang tidak banyak berbeda sepanjang tahun menjadikan negara kita satu diantara negara yang menyimpan keragaman hayati yang sangat berharga dan perlu dikelola secara benar den efektif. Sayangnya kesadaran akan hal ini justru muncul dari banyak pakar keragaman hayati luar negri yang begitu prihatin terhadap pengelolaan keragaman hayati di Indonesia. Salah satu yang perlu menjadi perhatian kita adalah Mikroorganisme berguna yang akan kita manfaatkan secara maksimal didalam sistem PHT. Secara keseluruhan habitat hidup mikroorganisme yang banyak berperan di dalam pengendalian hayati adalah di dalam tanah disekitar akar tumbuhan (rizosfir) atau di atas daun, balang, bunge, dan buah (fillosfir). Mikroorganisme yang bisa hidup pada daerah rizosfir sangat sesuai digunakan sebagai agen pengendalian hayati ini mengingat bahwa rizosfir adalah daerah yang utama dimana akar tumbuhan terbuka terhadap serangan patogen. Jika terdapat mikroorganisme antagonis padd deerah ini patogen akan berhadapan selama menyebar dan menginfeksi akar. Keadaan ini disebut hambatan alamiah

1 1µm x 1. 1992. atau karena hasil-hasil metabolit seperti siderofor. fluorescens strain S97 menyebabkan ketahanan sistemik terhadap infeksi Pseudomonas syringae pv. atau enzim ekstraselluler yang bersifat antagonis melawan patogen (Kloepper & Schroth. Wei et al. Kebolehan menghasilkan pigmen phenazine juga dijumpai pada kelompok tak berpendarfluor yang disebut sebagai spesies Pseudomonas multivorans. Mekanisme kerja dari agen pengendalian hayati umumnya digolongkan sebagai persaingan zat makanan. diantaranya adalah sub-grup berpendarfluor (Fluorescent) yang dapat mengeluarkan pigmen phenazine (Brock & Madigan 1988). Strain ini dan strain-strain yang sama dengannya disebut sebagai rizobakteri perangsang per tumbuhan tanaman (Plant Growth-Promoting Rhizobacteria. dan antibiosis (Fravel 1988. tidak membentuk spora dan bereaksi negatif terhadap pewarnaan Gram. P. Sehubungan itu maka ada empat spesies dalam kelompok Fluorescent yaitu Pseudomonas aeruginosa. multivorans (Stanier et al 1965). (1992) dan Zhou dan Paulitz (1994) mengntakan bahwa strain Pseudomonas sp. Alstrom 1991). putida strain WCS374 telah meningkatkan pertumbuhan akar dan produksi umbi kentang (Baker et al 1987. bakteri dan virus (Van Peer et al 1991. fluorescent. antibiotik. Zhou et al. Hambatan terhadap penyakit layu Fusarium pada tumbuhan carnationdiduga disebabkan persaingan terhadap unsur besi (Duijff 1993). Kloepper dan Schroth (1978) mengatakan bahwa kemampuan PGPR sebagai agen pengendalian hayati adalah karena kemampuannya bersaing untuk mendapatkan zat makanan. fluorescens strain WCS374 menunjukkan pengaruh pertumbuhan yang nyata (Geels & Schippers 1983). Pseudomonas merupakan salah satu genus dari Famili Pseudomonadaceae. PGPR). sehubungan dengan kemampuannya mengkoloni disekitar akar dengan cepat (Schroroth & Hancock 1982). Contoh-contoh PGPR yang mampu berperan sebagai agen penyebab ketahanan sistemik tersebut di atas adalah karena perlakuan akar. atau biji dengan rizobakteri. Weller 1988). rnikroba antagonis ini sangat potensial dikembangkan sebagai agen pengendalian hayati (Weller 1988). gula beet 4-8 ton/ha. Sebutan sebagai rizobakteri pada bakteri Pseudomonas sp. (1991) mengatakan bahwa perlakuan benih timun menggunakan strain PGPR menyebabkan ketahanan sistemik terhadap penyakit antraknosa yang disebabkan Colletotrichum arbiculare.Voisard et al (1989) mendapati bahwa sianida yang dihasilkan P. beberapa genus yang banyak mendapat perhatian yaitu Agrobacterium. PERANAN Pseudomonads fluorescens DALAM PENGENDALIAN BIOLOGI Bakteri dilaporkan bisa menekan pertumbuhan patogen dalam tanah secara alamiah. ini dimulai dari penelitian yang dilakukan di University of California. fluoresces WCS374 dapat berperan sebagai perangsang pertumbuhan tumbuhan dan menekan pertumbuhan F. Baru-baru ini telah dibutikan bahwa Pseudomonas sp. 1978. Alstrom (1991) mengatakan bahwa perlakuan benih kacang dengan P. dan Pseudomonas. Diseluruh dunia perhatian kepada golongan bakteri Pseudomonas sp.fluorescens dan P. Bacillus. Weller 1988). parasitisme. Perlakuan bakteri pada benih tumbuhan lobak dan umbi kentang menggunakan P. (1991) mengatakan bahwa ketahanan sistemik akan terjadi pada timun terhadap infeksi Colletotrichum orbiculare setelah inokulasi benih timun dengan strain PGPR. Schroroth dan Hancock (1982) mengatakan bahwa Pseudomonad pendarfluor meningkatkan hasil panen umbi kentang 5-33%. 1992. Peranan antibiotik dalam .5-0. Pseudomonas sp. fluorescens stroin CHAO merangsang pembentukan akar rambut pada tumbuhan tembakau dan menekan pertumbuhan Thielaviopsis basicola penyebab penyakit busuk akar. Leemon et al. dapat menstimulir timbulnya ketahanan tanaman terhadap infeksi jamur patogen akar.mikroba dan jarang dijumpai. Wei et al. raphani penyebab penyakit layu Fusarium pada tumbuhan lobak. Pseudomonas terbagi atas grup. Sedangkan P.fluorescens strain S97 pada benih kacang telah menimbulkan ketahanan terhadap serangan penyakit hawar disebabkan P. P. Thomashow & Weller 1988. Wei et al. Maurhofer et al (1994) mengatakan bahwa siderofor pyoverdine dari P. Maurhofer et al. Weller 1983). Zhou et al. phaseolicola. fluorescens strain CHAO adalah sebab timbulnya ketahanan sistemik pada tumbuhan tembakau terhadap infeksi virus nekrosis tembakau.0 µm. Bakteri ini berbentuk batang lurus atau lengkung. menyebabkan ketahanan sistemik tumbuhan timun terhadap Pythium aphanidetmatum. dan menambah berat akar tumbuhan radish 60-144%. Alstrorn (1991) menyebutkan aplikasi P.5-4. phaseolicola. (1994) mengatakan P. ukuran tiap sel bakteri 0. Burr et al (1978) dan Kloepper et al (1980) mengatakan bahwa strain P. putida yang diaplikasikan pada umbi kentang telah menggalakkan pertumbuhan umbi kentang. putida. Barkeley pada tahun 70-an. telah diteliti sebagai agen pengendalian hayati penyakit tumbuhan (Hebbar et al. (1995) mengatakan bahwa siderofor dari P. fluorescens strain CHAO menyebabkan ketahanan pada tumbuhan tembakau terhadap serangan virus nekrotik tembakau. hidrogen sianida. tanah. dan P. Geels & Schippers 1983). syringe pv. 1994. diduga bahwa sianida mungkin penyebab timbulnya ketahanan sistemik (ISR). oxysporon f sp.

1985). sedangkan perlakuan benih dengan antibiotik pyoluteorin meningkatkan ketahanan benih 33-65 persen. Selanjutnya Howell dan Stipanovic (1979) mengatakan bahwa perlakuan bakteri P. Kedua percobaan di atas menunjukkan bahwa penggunaan langsung kultur bakteri P. dari penelitian ini diperkirakan 40% mikroorganisme menekan pertumbuhan satu atau lebih patogen dan 4% diantaranya berpotensi sebagai agen pengendalian hayati di tanah. senyawa dengan berat molekul rendah dengan affinitas yang sangat kuat terhadap besi (III).5-dichloro-1 H-pyrrol2-yl-2. Penelitian mereka menunjukkan bahwa kemampuan Streptomyces griseuspengeluar antibiotik streptomisin dan strain mutasi yang tidak menghasilkan antibiotik dalam menekan pertumbuhan Bacillus subtilis temyata tidak berbeda tingkat antagonisnya. Alternaria sp. Antibiotik ini juga menekan pertumbuhan jamur lain yang berinteraksi dengan penyakit rebah kecambah diantaranya Thielaviopsis basicola. Howell dan Stipanovic (1979) telah mengidentifikasi antibiotik pyrrolnitrin dari kultur P. antibiotik ini sangat efektif menekan pertumbuhan Rhizoctonia solani. Thomashow et al.pengendalian hayati telah dikaji oleh Siminoff dan Gottlieb (1951). patogen penyebab penyakit rebah kecambah pada anak tanaman kapas. sedangkan perlakuan antibiotik pyrrolnitrin menambah ketahanan 13-70 persen. 1985). Filtrasi medium pembiakan bebas sel atau ekstrak dari filtrasi telah diuji kemungkinan peranannya sebagai antibiosis dalam pengendalian hayati. Manakala filtrasi steril dari kultur Bacillus subtilis diaplikasikan tiga kali seminggu mengendalikan penyakit karat pada tanaman kacang dilapangan nyata lebih baik dari fungisida mancozeb dengan aplikasi satu kali seminggu (Baker et al. Perlakuan benih kapas langsung dengan kultur bakteri P.1962). Vertiicillium dahliae.ultimum 28-71 persen. solani telah menambah ketahanan anak tanaman kapas terhadap patogen tersebut 30-79 persen. dan beberapa jenis Fusarium. Ini berarti bakteri P. Filtrasi dari medium pertumbuhan mutan T. fluorescens.al. ultimum tapi tidak berpengaruh terhadap R. fluorecens strain Pf-5 yang antagonis terhadap Pythium ultimum. 1986. misalnya Pseudomonas fluorescens adalah agen pengendalian hayati penyakit take-all pada gandum yang disebabkan Gaeumannomyces graminis var. (1971) telah rnenguji secara in vitro 3500 mikroorganisme sebagai agen antagonis. Broadbent et al (1971) berkesimpulan bahwa organisme yang menekan pertumbuhan secara in vitro juga akan menekan pertumbuhan patogen di tanah. mikroorganisme yang tidak menekan pertumbuhan secara in vitro juga tidak menekan pertumbuhan dalam tanah. fluorerscens Pf-5 telah menambah ketahanan benih terhadap serangan P. Weller et al. fluorescens Pf-5 diisolasi antibiotik pyolutcorin (4. Pada penetiannya. harzianum menekan pertumbuhan patogen busuk basah S. 1982). graminis dalam pengendalian hayati (Thornashow & Weller 1987. BAKTERI SEBAGAI AGEN PENGHASIL ANTIBIOTIK Antibiotik umumnya adalah senyawa organik dengan berat molekul rendah yang dikeluarkan oleh mikroorganisrne. penelitian ini telah membuat Siminoff dan Gottlieb (1951) berkesimpulan bahwa antibiotik bukan satu-satunya penyebab timbulnya antagonis. Howell dan Stipanovic (1980) telah mengidentifikasi P.6-dihydrokxy-phenyl ketone). Siderofor diproduksi secara ekstrasel. antibiotik dapat merusak pertumbuhan atau aktivitas metabolit mikroorganisme lain (Fravel 1988). Hubungan antara akitivitas pengendalian hayati antibiotik secara in vivo dengan aktifitas secara in vitro. tritici. Satu penelitian yang dilakukan oleh Broadbent et al. solani. dahliae pada tanah steril (Fravel et al 1987). Antibiotik ini menekan pertumbuhan P. Namun perlu diketahui bahwa pengeluaran antibiotik sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan nutrisi mikroorganisme. fluorescens berpotensi sebagai agen pengendalian hayati penyakit tumbuhan. Rose (1979) mengatakan bahwa pada tahun 1979 diperkirakan telah dikenal 3000 jenis antibiotik dengan penambahan 50-100 jenis antibiotik baru setiap tahunnya. cepivorum (Papavizas et al. Filtrasi bebas sel T. atau terurai dengan cepat oleh mikroflora. Dari kultur P. Hal yang sama adalah adanya zona hambatan Agrobacterium radiobacter terhadap A.. Kemampuan siderofor mengikat besi (III) . Kemajuan dalam rekayasa genetik telah membolehkan penelitian terhadap mutan dijalankan dengan lebih akurat dan terperinci sehingga banyak hipotesis tentang antibiotik telah dibuktikan. BAKTERI SEBAGAI AGEN PENGHASIL SIDEROFOR Siderofor adalah senyawa organik selain antibiotik yang dapat berperan dalam pengendalian hayati penyakit tumbuhan. Kebanyakan antibiotik tidak dapat terlepas dari tanah liat (Pinck et. bagaimanapun dikatakan bahwa antibiotik ini tidak berpengaruh terhadap Pythium ultimum. Baru-baru ini satu penelitian tentang peranan antibiotik di dalam tanah menunjukkan bahwa kebanyakan hasil metabolit seperti antibiotik terikat pada tanah liat dan bahan organik tanah. Keluaran antibiotik chetomin secara in vitro oleh Chaetomium globosum berkorelasi positif dengan antagonisnya terhadap Venturia inequalis pada bibit pohon apel (Cullen & Andrews 1984). tumefaciens secara in vitro dan kemampuannya sebagai agen pengendalian hayati di lapang pada tanaman persik. flavus efektif terhadap mikrosklerotium V. fluorescen lebih efektif mengendalikan penyakit dibandingkan penggunaan antibiotiknya. fluorescens pada tanah yang terkontaminasi R. Bakteri ini terbukti menghasilkan antibiotik phenazin yang menekan pertumbuhan G. Pada kadar rendah.

Salah satu komponen PHI teresebut adalah pengendalian hayati dengan memanfaatkan bakteri antagonis. ovalis. Aktibat penggunaan pupuk dan pestidia secara berlebihan ini telah merusak keseimbangan hayati terbukti dengan munculnya resurjensi hama dan patogen dan meningkatnya serangan hama dan patogen sekunder dan menurunnya populasi serangga dan mikroorganisme antagonis yang berperan sebagai agensia pengendalian hayati. geniculata. PENUTUP Pertanian modern sebagaimana yang telah disaksikan hari ini ternyata gagal dalam memenuhi harapannya sendiri terbukti dengan timbulnya berbagai kerusakan alam yang terjadi akibat budidaya pertanian hal ini tentu terasa sangat ironis karena seharusnya pertanian adalah satu-satunya usaha manusia yang paling akrab dengan alam justru telah mencemari alam tempatnya berpijak dengan menumpahkan berbagai bentuk bahan kimia sintetik berupa pupuk dan pestisida. Apabila dalam satu kandang kolektif dipelihara sebanyak 100 ekor sapi maka kotoran yang dapat dikumpulkan adalah 2. Ciri-ciri sebagai pengeluar pigmen ini masih digunakan sebagai penanda taksonomi untuk identifikasi bakteri ini yang disebut sebagai bakteri Pseudomonas pendarfluor (Meyer et al. P. reptilivora. calciprecipitans. PERAN KONSORSIUM MIKROORGANISME DALAM LIMBAH KOTORAN SAPI MENJADI KOMPOS Posted January 14. 1987). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa siderofor berpendarfluor kuning-kehijauan yang dihasilkan oleh Pseudomonad pendarfluor disebut sebagai pseudobactin bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman (Neilands & Leong 1986. penelitiannya membuktikan bahwa tidak hubungan antara hambatan antibiosis yang dihasilkan bakteri secara in vitro di atas agar dan hambatannya terhadap penyakit pada tanaman di dalam polibag. P.000 buah. Dengan kesadaran baru dibidang pertanian yaitu dengan penerapan sistem pengendalian hama terpadu (PHI) dengan cara memaksimalkan penerapan berbagai metode pengendalian hama secara komprihensif dan mengurangi penggunaan pestisida. Pseudomonad pendarfluor yang diisolasi dari tanah yang secara alami menekan pertumbuhan Fusarium juga menekan pertumbuhan Gaeumannomyces graminis var. Selain peranannya sebagai agen pengangkutan besi (III). Mekanisme kerja PGPR diketahui sebagai senyawa yang berfungsi sebagai pemasok zat makanan. dikeluarkan oleh kebanyakan spesies Pseudomonas. atau penggabungan dari berbagai cara tersebut. mildenbergil. Jumlah kandang kolektif yang ada berkisar 3. Di pulau Lombok khususnya. sehingga jamur patogen mengalami defisit unsur besi menyebabkan pertumbuhan patogen menjadi terhambat. Diantara spesies yang banyak diteliti sehubungan dengan pigmen ini adalah P. Pseudomonad pendarfluor banyak diteliti sehubungan dengan kemampuan bakteri ini sebagai perangsang pertumbuhan (Plant Growth Promoting Rhizobacteria=PGPR) dan menekan serangan penyakit yang disebabkan Fusarium oxysporum dan penyakit akar yang disebabkan Gaeumannomyces graminis. P. pemeliharaan sapi dilakukan secara kelompok dalam suatu kandang kolektif. Menurut Neilands dan Leong (1986) jamur-jamur patogen tidak menunjukkan kemampuan menghasilkan siderofor jenis yang sama dengan yang dihasilkan bakteri Pseudomonas sp. banyak bukti-bukti yang menyatakan bahwa siderofor berperan aktif dalam menekan pertumbuhan mikroorganisme patogen (Fravel 1988). Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan tercatat bahwa satu ekor sapi rata-rata menghasilkan kotoran rata-rata 10-25 kg/hari.merupakan pesaing terhadap mikroorganisme lain. atau sebagai hormon pertumbuhan. yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten namun belum banyak yang memikirkan pengelolaan limbahnya (kotoran). tritici penyebab penyakit take-all (Wong & Baker 1984). siderofor juga aktif sebagai faktor pertumbuhan. Pengenalan terhadap pigmen ini tidak susah. P. P.500 kg. Sebagian besar peternak belum mengelola dan memanfaatkan kotoran ternaknya. Leong 1986). terutama jika bakteri dikulturkan pada medium King’s B (KB). Menurut Neilands dan Leong (1986) mungkin semua Pseudomonad pendarfluor dapat menghasilkan siderofor sejenis pseudobaktin yang masing-masing berbeda dalam hal jumlah dan susunan asam amino dalam rantai peptide. bersifat antibiosis. Pemanfaatan bakteri-bakteri antagonis ini dimasa depan akan menjadi salah satu pilihan bijak dalam usaha meningkatkan produksi pertanian sekaligus menjaga kelestarian hayati untuk menunjang budidaya pertanian berkelanjutan. 2011 by aguskrisno in KAJIAN MIKROBIOLOGI PERTANIAN. Bakteri-bakteri antagonis ini diantaranya selain dapat menghasilkan antibiotik dan siderofor jugn bisa berperan sebagai kompetitor terhadap unsur hara bagi patogen tanaman. Menurut Wong dan Baker (1984) hasil ini menunjukkan bahwa mekanisme pengendalian patogen karena persaingan zat besi. . Berbagai penelitian tentang bakteri antagonis terbukti bahwa beberapa jenis bakteri potensial digunakan sebagai agensia hayati. dan beberapa diantaranya berpotensi sebagai antibiotik (Neilands 1981). Pigmen pendarfluor hijau-kekuningan larut dalam air. airuginosa. Leave a Comment Sapi merupakan jenis ternak ruminansia yang relatif lebih digemari oleh masyarakat umum.

kotoran ternak dapat didekomposisi menjadi kompos dalam waktu yang lebih singkat. Ketika limbah organik dipaparkan di udara dan kandungan airnya sesuai. seperti N total.Namun sampai saat ini kotoran sapi yang dihasilkan umumnya dibuang ke saluran air. Akibat dari Energi yang dilepaskan. P2O5 dan K2O. Mikroorganisma yang bekerja merupakan organisme yang memerlukan udara/ oksigen sehingga tidak timbul bau yang menyengat. Biokonversi itu sendiri adalah proses-proses yang dilakukan oleh mikroorganisme untuk merubah suatu senyawa atau bahan menjadi produk yang mempunyai struktur kimiawi yang berhubungan. dan temperatur untuk menghindari terjadinya proses yang dapat menimbulkan bau busuk. Limbah padat organik biasanya mengandung berbagai mikroorganisma yang mampu melakukan proses pengkomposan. Mikroorganisma kemudian melepaskan karbondioksida. Pada saat yang demikian (kotoran ternak segar) belum dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tanaman karena belum terdekomposisi dengan rasio C/N lebih dari 40. Limbah peternakan sebagian besar berupa bahan organik. Kemudian sejalan dengan waktu suhu kompos akan menurun karena aktivitas mikroorganisme termofilik mulai menurun dan digantikan oleh mikroorganisme mesotilik. energi panas yang dilepaskan oleh bakteri termofilik dapat mengakibatkan suhu tumpukan kompos mencapai 70 derajat celcius. aerasi. Maksudnya dilakukan demikian oleh peternak. menjadi kompos. Kebutuhan makanan tersebut disediakan oleh limbah organik . yaitu dibiarkan menumpuk dan mengalami proses degradasi secara alami. Teknik pengomposan merupakan salah satu cara pengolahan limbah yang memanfaatkan proses biokonversi atau transformasi mikrobial. Pengolahan limbah sebagai pupuk masih dilakukan secara konvensional. adalah untuk memudahkan penanganan dan bisa dimanfaatkan untuk lahan-lahan yang terairi oleh saluran tersebut. Selain itu dengan pengomposan juga dapat memperkaya unsur hara pupuk organik yang dihasilkan dari pengolahan limbah peternakan tersebut. Energi dilepaskan sebagai panas. biaya operasional relatif lebih murah dan tidak menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. setiap waktu tertentu tumpukan dibalik dan disiram dengan air seperlunya. air dan energi dan berkembang biak. khususnya limbah sapi potong belum diperoleh informasi yang lengkap. Keengganan peternak untuk memproses kotoran ternak menjadi kompos disebabkan oleh lama waktu yang dibutuhkan selama proses pengomposan lebih kurang 2 bulan. terutama unsur hara makro. Selain itu juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi pengolahan limbah peternakan yang masih belum mampu memenuhi tuntutan kebutuhan petani pada masa itu. Teknologi yang tepat dan benar belum dikembangkan. Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah bahan organik limbah sudah terdegradasi dengan baik adalah perubahan bahan organik limbah menjadi unsur hara. Untuk mengendalikan proses tersebut. Limbah ternak dapat lebih bermanfaat setelah melalui proses pengolahan. limbah peternakan masih memiliki nilai sebagai sumberdaya yang potensial bermanfaat. namun karena pengaruh intensifikasi pertanian. mikroorganisma memerlukan pasokan makan yang mengandung karbon dan unsur hara seperti nitrogen. Untuk mengoptimalkan kerja mikroorganisma tersebut diperlukan beberapa pengendalian antara lain pengendalian terhadap kelembaban. maka mikroorganisma mulai bekerja. Sejak dahulu limbah peternakan sudah digunakan oleh petani sebagai bahan sumber pupuk organik. proses aerasinya alamiah dan pembuatan tumpukannya dibuat memanjang dengan ukuran yang tertentu. Proses penguraian tersebut dilakukan oleh konsorsium mikroorganisma. fosfor dan kalium untuk pertumbuhan dan reproduksi mereka. Proses biokonversi limbah dengan cara pengomposan menghasilkan pupuk organik yang merupakan hasil degradasi bahan organik. Tempat yang digunakan adalah ruangan terbuka yang beratap lantai. Namun dengan adanya berbagai teknologi. Dengan cara ini. Arti dari pengkomposan adalah proses penguraian limbah padat organik menjadi materi yang stabil oleh mikroorganisma dalam kondisi terkendali. Penurunan suhu pada akhir minggu ke-enam biasanya telah mencapai 40 derajat celcius dan kompos sudah dapat dipanen. jasad renik yang kasat mata. Selain oksigen dari udara dan air. namun demikian data mengenai pengomposan yang tepat untuk menangani limbah peternakan. pemanfaatan tersebut semakin berkurang. Konsorsium Bakteri Bagi Pengolahan Sampah Green Phoskko Activator Kompos Phoskko A per container 250 gr bahan organik limbah kota pertanian peternakan dan lain lainnyaLimbah peternakan khususnya ternak sapi merupakan bahan buangan dari usaha peternakan Bakteri ini secara alami terdapat dalam limbah yang mengandung bahan organik sepertiEM 4 Peternakan mampu memperbaiki jasad renik didalam saluran pencernaan ternak bakteri pengurai bahan organic menekan pertumbuhan bakteri pathogen Teknik pengomposan merupakan salah satu alternatif yang dapat dipilih untuk menanggulangi limbah feses sapi potong. Hal ini menunjukkan bahwa apabila dikelola dengan cara yang benar dan tepat peruntukkannya. Pada minggu pertama dan kedua proses pengomposan. Memanfaatkan limbah sapi yang berupa kotoran atau feses dan air seni diolah menjadi kompos atau pupuk organik sangat berguna bagi tanaman dan ini sangat membantu Pemerintah dalam menangulangi pencemaran lingkungan hasil limbah kotoran sapi tersebut. tumpukan bahan yang dikomposkan akan melewati tahap penghangatan. .

membentuk spora. CO2 dan ammonia. dapat dipastikan kotoran sapi akan berceceran dimana-mana. . dan bintil akar tumbuh karena rangsangan dari zat tumbuh yang dihasilkan oleh bakteri tersebut dan juga dapat menyuburkan tanah. tempat pembuatannya serta lama pengomposan. Bakteri aerobik atau anaerobik fakultatif. tanpa pengkandangan dan pemeliharaan yang baik. misalnya sebagian spesies Clostridium. Bakteri proteolitik adalah bakteri yang memproduksi enzim protease ekstraseluler. Mikroba bakteri fiksasi nitrogen non simbiotik diperkirakan dapat mengikat 5 – 20 gram nitrogen dari 1. Penggunaan mikroba sebagai aktiVator untuk memperoleh kompos dengan kualitas yang baik tergantung kepada bahan bahan yang digunakan. CO2 dan air. Suhu tumpukan kompos akan meningkat dengan cepat. Setelah sebagian besar bahan telah terurai. maka kotoran ini dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang baik untuk tanaman. oksigen dan senyawa-senyawa yang mudah terdegradasi akan segera dimanfaatkan oleh mikroba mesofilik. maka suhu akan berangsur-angsur mengalami penurunan. Selain itu ada pula beberapa jenis bakteri yang mampu memfiksasi N2 (nitrogen bebas dari udara) di atmosfer ke dalam tanah. Bakteri aerobik atau anaerobik fakultatif. Suhu akan meningkat hingga di atas 50o – 70o C. aminolitik dan mikroba fiksasi nitrogen non-simbiotik. 2.000 gram bahan organik yang dirombak. Proses Pengomposan Proses pengomposan akan segera berlansung setelah bahan-bahan mentah dicampur. Semua bakteri mempunyai enzim protease di dalam sel. Bakteri anaerobik pembentuk spora. Bakteri proteolitik dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok: 1. Agar kotoran sapi tidak terbuang dengan sia – sia. karena selain mengganggu dan mengotori lingkungan. Mikroba proteolitik akan mengeluarkan enzim protease yang dapat merombak protein menjadi polipeptida. Mikroba lipolitik akan menghasilkan enzim lipase yang berperan dalam perombakan lemak. Mikroba-mikroba di dalam kompos dengan menggunakan oksigen akan menguraikan bahan organik menjadi CO2. yaitu tahap aktif dan tahap pematangan. Betapa tidak.Dari berbagai produk beternak sapi tersebut. Lignin ini kemudian diuraikan lagi oleh enzim lignase menjadi derivate lignin yang lebih sederhana sehingga mampu mengikat NH4. Salah satu aktivator atau dekomposer yang sering digunakan adalah Stardec atau Starbio. misalnya Bacillus. Pada saat ini terjadi dekomposisi/penguraian bahan organik yang sangat aktif. tetapi tidak semua mempunyai enzim protease ekstraseluler. Mikroba amilolitik akan menghasilkan enzim amilase yang berperan dalam mengubah karbohidrat menjadi volatile fatty acids dan keto acids yang kemudian akan menjadi asam amino. Mikroba yang aktif pada kondisi ini adalah mikroba Termofilik. Aktivator Stardec berisi beberapa mikroba yang berperan dalam penguraian atau dekomposisi limbah organik hingga dapat menjadi kompos. Hal tersebut tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja. lipolitik. etanol. tidak membentuk spora. sehingga bisa merepotkan pemilik ternak adalah kotoran sapi. juga sangat berpotensi untuk menimbulkan penyakit bagi masyarakat sekitarnya. Selama tahap-tahap awal proses. Mikroba tersebut lignolitik. yaitu enzim pemecah protein yang diproduksi di dalam sel kemudian dilepaskan keluar dari sel. Clostridium pasteurianum dan Rhodospirillum rubrum. Suhu akan tetap tinggi selama waktu tertentu. Jika sapi yang diperlihara jumlahnya banyak dan cara pemeliharaannya dibiarkan berkeliaran di berbagai tempat. selulolitik. cara pembuatannya. Untuk seekor sapi betina bisa menghasilkan kotoran antara 8 sampai 10 kilogram/harinya. yaitu mikroba yang aktif pada suhu tinggi. Pembuatan pupuk organik tidak terlepas dari proses pengomposan yang diakibatkan oleh mikroba yang berperan sebagai pengurai atau dekomposisi berbagai limbah organik yang dijadikan bahan pembuat kompos. Demikian pula akan diikuti dengan peningkatan pH kompos. Mikroba tersebut adalah sebagai berikut: Mikroba lignolitik berperan dalam menguraikan ikatan lignoselulose menjadi selulose dan lignin. Mikroba selulotik akan mengeluarkan enzim selulose yang dapat menghidrolisis selulosa menjadi selulosa lalu dihidrolisis lagi menjadi D-glukosa dan akhirnya didokumentasikan sehingga menghasilkan asam laktat. uap air dan panas. yang kemudian N2 ini akan dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam pembentukan protein. Pada mikroba fiksasi nitrogen merupakan bakteri yang hidup pada bintil-bintil akar tanaman kacangkacangan ini hidup bersimbiosis. misalnya Pseudomonas dan Proteus. 3. proteolitik. Bakteri tersebut antara lain. lalu menjadi peptida sederhana dan akhirnya menjadi asam amino bebas. Proses pengomposan secara sederhana dapat dibagi menjadi dua tahap. Mikroba – mikroba tersebut mempunyai peran – peran tersendiri hingga mampu memperbaiki dan mempercepat proses pengomposan yang kita lakukan. Azotobacter vinelandii. salah satu yang menjadi masalah.

amonia. asam butirat. besi dan sulfur. Pembentukan H2S dari penguraian protein dapat diselesaikan oleh berbagai bakteri heterotrof. diperlukan untuk pemanfaatan kembali senyawa-senyawa sulfur untuk pertumbuhan tanaman. Dikarenakan pada dasarnya semua protein mengandung sistein dan metionin – asam amino yang mengandung sulfur – penguraian protein yang lengkap melepaskan sulfur sebagai sulfied. 2011 by aguskrisno in KAJIAN MIKROBIOLOGI PERTANIAN. Clostridium dan Rhizobium). Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu: • Oksidasi amoniak menjadi nitrit oleh bakteri nitrit. asam valerat. Mikrobiologi Pertanian merupakan penggunaan Mikrobiologi untuk tujuan memecahkan masalah-masalah praktis di bidang pertanian. proses ini tidak diinginkan. dalam Peningkatan Produktivitas Pertanian Posted January 11. mikororganisme tersebut adalah (baktero fotosintesis. Pengurangan ini dapat mencapai 30 – 40% dari volume/bobot awal bahan. Azotobacter. yaitu 1) pembentukan reduktan. Proses anaerobik akan menghasilkan senyawa-senyawa yang berbau tidak sedap. Beberapa kelompok mikroorganisme yang melaksanakan daun sulfur adalah kelompok bakteri yang berbentuk benang yang melayang. Namun. Bakteri nitrifikasi adalah bakteri-bakteri tertentu yang mampu menyusun senyawa nitrat dari amoniak yang berlangsung secara aerob di dalam tanah. . Gambar profil suhu dan populasi mikroba selama proses pengomposan. Proses dekomposisi dapat juga terjadi tanpa menggunakan oksigen yang disebut proses anaerobik. Leave a Comment Mikrobiologi Pertanian Mikrobiologi pertanian adalah ilmu yang mempelajari tentang peranan mikroba dalam bidang pertanian. Bidang pertanian juga mempunyai peran dalam penambatan nitrogen. Selama proses pengomposan akan terjadi penyusutan volume maupun biomassa bahan. Aplikasi Rhizobium sp. Pada proses pengomposan dapat terjadi secara aerobik (menggunakan oksigen) atau anaerobik (tidak ada oksigen). Proses penambahan utama terdiri atas dua reaksi yang terpisah. Proses yang dijelaskan sebelumnya adalah proses aerobik. seperti: asam-asam organik (asam asetat. yaitu pembentukan komplek liat humus. Reaksi nitritasi • Oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat oleh bakteri nitrat. 2) pengikatan gas nitrogen. Dengan demikian dapat dirumuskan tugas dari Mikrobiologi Pertanian adalah mempelajari dan memanfaatkan mikrobia sebaik mungkin guna meningkatkan produksi pertanian baik kuantitas maupun kualitas dan menekan kemungkinan kehilangan produksi karena berbagai sebab.Pada saat ini terjadi pematangan kompos tingkat lanjut. dan H2S. ATP diperlukan untuk reaksi pertama yang elektronnya diteruskandari feredoksin terduksi ke reduktan yang hinggga kini belum diketahui paada reaksi kedua nitrogen ditambatkan pada protein (nitrogenase) yang mengandung molibdenum. dimana mikroba menggunakan oksigen dalam proses dekomposisi bahan organik. karena selama proses pengomposan akan dihasilkan bau yang tidak sedap. Proses ini dinamakan nitritasi. Prosesnya dinamakan nitratasi. puttrecine).

dan Logam-logam (Fe. Terjadinya perubahan global di lingkungan oleh adanya interaksi antara nitrogen oksida dengan ozon di zona atmosfir.2010) Bakteri Rhizobium sp dan Daur Hidupnya Sumber utama nitrogen adalah nitrogen bebas (N2) yang terdapat di atmosfir. Karena kemampuannya mengikat nitrogen di udara. maka tidak dapat mengikat nitrogen sama sekali atau hanya dapat mengikat nitrogen sedikit sekali. 3. Sulfur (Mikrobia pengoksidasi sulfur). Bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. dan Indigofera. Biasanya beberapa spesies Actinomycetes kedapatan bersama-sama dengan Rhizobium sp dalam satu sel. Cu. Pemeliharaan kesehatan tanah dengan memanfaatkan mikrobia penekan organisma pengganggu tanaman (OPT). dan Al). 4. Bakteri ini hidup dalam sel-sel akar dan memperoleh makanannya dari sel-sel tersebut. Pengertian Rhizobium sp. nitrat yang berlebihan tidak baik karena akan menyebabkan pertumbuhan ganggang di permukaan air menjadi berlimpah. Clostridium pasteurianum. Mn. Pemacuan pertumbuhan tanaman dengan memanfaatkan mikrobia penghasil fitohormon.2010) (Anonymous. Tetapi sebaliknya di dalam air yang disediakan untuk sumber air minum. bakteri-bakteri tersebut berpengaruh terhadap nilai ekonomi tanah pertanian. Tephrosia. nitrifikasi. tetapi hal ini tidak begitu besar sebab sifatnya yang mudah larut dalam air. 2. tetapi dalam kenyataannya substansi nitrogen adalah hal yang menarik sebagai polutan di lingkungan. Juga adanya perlakuan pemupukan (fertilization treatment) yang berlebihan dapat mempengaruhi air tanah (soil water). Bakteri ini masuk melalui bulu-bulu akar tanaman berbuah polongan dan menyebabkan jaraingan agar tumbuh berlebih-lebihan hingga menjadi kutil-kutil. dan Rhodospirillum rubrum. Rhizobium (yang terkenal adalah Rhizobium leguminosarum) adalah basil yang gram negatif yang merupakan penghuni biasa didalam tanah. Jika bakteri dipisahkan dari inangnya (akar). Fosfor (mikrobia pelarut fosfat). Kelompok bakteri ini ada yang hidup bebas maupun simbiosis. Pemulihan kesehatan tanah dengan memanfaatkan mikrobia pendekomposisi / penyerap senyawa-senyawa toksik terhadap mahluk hidup (Bioremediasi). sehingga dapat mempengaruhi kondisi air minum bagi manusia. Nitrogen juga terdapat dalam bentuk yang kompleks.Reaksi nitratasi Dalam bidang pertanian. Pemanfaatan Mikrobia dalam Produksi Pertanian Dilakukan Melalui: 1. Akar tanaman polong-polongan tersebut menyediakan karbohidrat dan senyawa lain bagi bakteri melalui kemampuannya mengikat nitrogen bagi akar. mikrobia amonifikasi. dan sumber lainnya yang ada di kulit bumi dan perairan. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Tumbuhan yang bersimbiosis dengan Rhizobium banyak digunakan sebagai pupuk hijau seperti Crotalaria. Pemeliharaan dan peningkatan kesuburan tanah dengan memanfaatkan mikrobia yang berperan dalam siklus Nitrogen (mikrobia penambat nitrogen. dan denitrifikasi). . Bakteri nitrogen yang hidup bebas yaitu Azotobacter chroococcum. Pada umumnya derivat nitrogen sangat penting bagi kebutuhan dasar nutrisi. Dengan demikian terjadi penambahan nitrogen yang dapat menambah kesuburan tanah. yang hidup dalam akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Bintil-bintil akar melepaskan senyawa nitrogen organik ke dalam tanah tempat tanaman polong hidup. yang takarannya mencapai 78% volume. Bakteri nitrogen adalah bakteri yang mampu mengikat nitrogen bebas dari udara dan mengubahnya menjadi suatu senyawa yang dapat diserap oleh tumbuhan. ( Anonymous.

molekul nitrogen (N2). karena bakteri Rhizobium tidak dapat menghidrolisis selulose. Pada tanaman kedelai tersebut. nitrogen itu disusun menjadi senyawaan nitrogen seperti asam-asam amino dan polipeptida yang ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan. Piscera sativam (chick-pea). Bakteri dalam genus Rhizobium merupakan bakteri gram negatif. Kebanyakan rhizobium sp menularkan pada tanaman yang berbiji : contohnya saja akar pada tanaman kedelai. Umumnya bakteri ini ditemukan pada nodul akar tanaman leguminosae. Sejumlah organisme mampu melakukan fiksasi N dan N-bebas akan berasosiasi dengan tumbuhan. bentuk batang. pleomorf. bila Rhizobium tidak ada dan nitrogen tidak terdapat dalam tanah legum tersebut akan mati. berbentuk bulat memanjang. Senyawa N-amonium dan N-nitrat yang dimanfaatkan oleh tumbuhan akan diteruskan ke hewan dan manusia dan kembali memasuki sistem lingkungan melalui sisa-sisa jasad renik. nitrogen oksida (NO). yaitu mineralisasi senyawa nitrogen komplek.2. gram negatif dan berbentuk batang. denitrifikasi. maka tidak dapat mengikat nitrogen sama sekali atau hanya dapat mengikat nitrogen sedikit sekali. Rhizobium menginfeksi akar leguminoceae melalui ujung-ujung bulu akar yang tidak berselulose. yang secara normal mampu memfiksasi nitrogen dari atmosfer. bakteri rhizobium sp menempel pada bintil akar. Vigna sinensis (cow-pea). jamur. Pengaruh dan Penerapan Bakteri Rhizobium sp Terhadap Mikrobiologi Pertanian Pada dunia pertanian bakteri rhizobium sp mengikat unsur nitrogen dari lingkungan sekitar dan menularkan ke tumbuhan. usaha-usaha untuk mengklarifikasi struktur nitrogenase dan mengembangkan katalis artifisial untuk fiksasi nitrogen telah dilakukan secara kontinyu selama beberapa tahun. Dalam telaah kesuburan tanah proses pengubahan nitrogen dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pada suhu kamar dan pH 7. dengan menggunakan MgATP sebagai sumber energi. Dengan demikian terjadi penambahan nitrogen yang dapat menambah kesuburan tanah. . nematoda. Karena pentingnya reaksi ini. Rhizobium berasal dari dua kata yaitu Rhizo yang artinya akar dan bios yang berarti hidup. Viciafaba (brand bean). Rhizobium yang tumbuh dalam bintil akar leguminoceae mengambil nitrogen langsung dari udara dengan aktifitas bersama sel tanaman dan bakteri. Gylicene max (soybean). merupakan penghambat nitrogen yang hidup di dalam tanah dan berasosiasi simbiotik dengan sel akar legume. dan Indigofera. bakteri dan aktinbimesetes merupakan biang penting tahap pertama penguraian senyawa N-organik dalam bahan organic dan senyawa N-kompleks lainnya. dan Medicago sativa (lucerna). Semua mikroorganisme mampu melakukan fiksasi nitrogen. asam nitrit (HNO2). Bakteri Rhizobium hidup dengan menginfeksi akar tanaman legum dan berasosiasi dengan tanaman tersebut. nitrogen dioksida (NO2). asam nitrat (HNO3). Dan itu membuat tanaman tersebut tumbuh subur dan untuk melangsungkan hidupnya karena tanaman tersebut telah terinfeksi oleh bakteri Rhizobium sp. Bakteri rhizobium mudah tumbuh dalam medium pembiakan organik khususnya yang mengandung ragi atau kentang. Tephrosia.0 – 7. struktur pusat aktif nitrogenase yang disebut dengan kofaktor besimolibdenum telah ditentukan dengan analisis kristal tunggal dengan sinar-X. Serangga tanah. Bintil-bintil akar melepaskan senyawa nitrogen organik ke dalam tanah tempat tanaman polong hidup. koloninya berwarna putih berbentuk sirkulasi. amonifikasi. Rhizobium adalah bakteri yang bersifat aerob. tidak berspora. Morfologi Rhizobium dikenal sebagai bakteroid. Proses fiksasi memerlukan energi yang besar. dengan menambat nitrogen. Bakteri Rhizobium adalah organotrof. dan enzim (nitrogenase) bekerja dan didukung oleh oksigen yang cukup. Nitrogen organic diubah menjadi mineral N-amonium oleh mikroorganisasi dan beberapa hewan yang dapat memproduksi mineral tersebut seperti : protozoa. dan berasosiasi dengan N-bebas yang berasal dari tumbuhan. Kedua faktor ini sangat penting dalam memindahkan N-bebas dan sedikit simbiosis oleh organisme.Bentuk atau komponen N di atmosfir dapat berbentuk ammonia (NH3). Tumbuhan yang bersimbiosis dengan Rhizobium banyak digunakan sebagai pupuk hijau seperti Crotalaria. cacing tanah. basa amino (R3-N) dan lain-lain dalam bentuk proksisilnitri. Baru-baru ini. dan cacing tanah. tetapi bagian akar dan juga pada bagian tanah pada suatu tanaman. Baik bakteri maupun legum tidak dapat menambat nitrogen secara mandiri. Nitrogen dari proses fiksasi merupakan sesuatu yang penting dan ekonomis yang dilakukan oleh bakteri genus Rhizobium dengan tumbuhan Leguminosa termasuk Trifollum spp. Nitrogenase mengandung protein besi-belerang dan besi-molibdenum. bersifat host spesifik satu spesies Rhizobium cenderung membentuk nodul akar pada satu spesies tanaman legume saja. dan mereduksi nitrogen dengan koordinasi dan transfer elektron dan proton secara kooperatif. aerob. Jika bakteri dipisahkan dari inangnya (akar). nitrifikasi. dan volatilisasi ammonium. dinitrit oksida (N2O). bakteri dan tanak disekitarnya. Akar tanaman polong-polongan tersebut menyediakan karbohidrat dan senyawa lain bagi bakteri melalui kemampuannya mengikat nitrogen bagi akar.

menghasilkan energi dan bereproduksi dengan sendirinya. yakni rangkaian sel yang terdiri dari 2 sel atau lebih yang berbentuk rantai. Dan juga dari penggalan bukti ayatayat Al-quran tersebut telah jelas bahwa kita sebagai orang yang beriman. 2001). ANATOMI DAN MORFOLOGI BAKTERI. 2003). Dunia mikroorganisme terdiri dari berbagai kelompok jasad renik (makhluk halus). Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan antara lain dapat mengalami pertumbuhan. Leave a Comment PENDAHULUAN Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil (Kusnadi. jamur. silih bergantinya malam dan siang. Kebanyakan bersel satu atau uniseluler. Mikroorganisme ini juga tidak memerlukan tempat yang besar. jamur. . jamur. Mikroorganisme memiliki fleksibilitas metabolisme yang tinggi karena mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula. Dengan demikian enzim yang tidak diperlukan tidak akan disimpan dalam bentuk persediaan. dan virus selalu dipengaruhi oleh lingkungannya dan untuk mempertahankan hidupnya mikroorganisme melakukan adaptasi dengan lingkungannya. Di dalam kehidupannya beberapa mikroorganisme seperti bakteri. Adaptasi ini dapat terjadi secara cepat serta bersifat sementara waktu dan dapat pula perubahan itu bersifat permanen sehingga mempengaruhi bentuk morfologi serta struktur anatomi dari bakteri. 2011 by aguskrisno in KAJIAN KLASIFIKASI MIKROBA.Baqaroh 164: Artinya : Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. pertanian maupun peternakan. dan virus. Ciri utama yang membedakan kelompok organism tertentu dari mikroba yang lain adalah organisasi bahan selulernya. jika dibandingkan dengan ilmu Allah SWT yang maha luas dan tak terbatas. dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi. Akan tetapi karena ukurannya yang kecil. dan mikroalga. Bentuk filamen paa kenyataannya dapat berupa filamen semu bila hubungan antara sel satu dengan lainnya tidak nyata atau tidak ada. mudah ditumbuhkan dalam media buatan. baik berukuran besar maupun kecil. Sesungguhnya manusia hanyalah sedikit pengetahuannya. Protista. Kandungan yang terdapat diatas menjelaskan bahwa bahwa semua jenis bakteri yang berasal dari mikrobiologi pertanian itu semua adalah ciptaan Allah Maha Kuasa. seperti yang umum didapatkan pada fungi. dan virus mempunyai morfologi dan struktur anatomi yang berbeda. dan virus. sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. ragi. bakteri. lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan. Mikroorganisme tersebut diantaranya adalah bakteri. Secara tidak langsung pengetahuan tentang aqidah kitapun semakin bertambah. dan Fungi. Oleh karena aktivitasnya tersebut. kalau hubungan antara satu sel dengan lainnya terdapat hubungan yang jelas. Bentuk mikroorganisme dapat juga berbentuk filamen atau serat. Sedangkan bentuk filament benar. JAMUR & VIRUS Posted January 14. jamur. Untuk mengidentifikasikan suatu mikroorganime dapat dilakukan dengan mengetahui morfologi dan struktur anatominya. dan tingkat pembiakannya relative cepat (Darkuni. baik hubungan secara morfologis (bentuk) maupun secara fisiologi (fungsi sel). bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia. PEMBAHASAN Bentuk umum mikroorganisme terdiri dari satu sel (uniseluler). yang yakin akan adanya sang Khalik harus percaya bahwa seluruh makhluk baik di langit dan di bumi. Dunia mikroba terdiri dari Monera (Virus dan sianobakteri). dkk. baik yang merugikan maupun yang menguntungkan. dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air.enzimenzim tertentu yang diperlukan untuk perngolahan bahan makanan akan diproduksi bila bahan makanan tersebut sudah ada. Secara umum. maka setiap mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan. seperti yang umum didapatkan pada bakteri. maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan. bahkan sampai mikroorganisme (jasad renik) yang tidak dapat terlihat dengan mata telanjang adalah makhluk ciptaan Allah SWT. Oleh karena itu kita perlu mengetahui bentuk morfologi dan struktur anatomi dari bakteri. sehingga dengan mengetahui dengan adanya mikrobiologi lingkungan.Dalam penerapan tersebut sesuai dengan ayat Al. jamur. dan virus.

a. yaitu bakteri bentuk bola yang berkelompok memanjang membentuk rantai. yaitu bakeri berbentuk bola yang bergandengan dua-dua. batang dan spiral. yaitu bakteri berbentuk bola yang berkoloni membentuk sekelopok sel tidak teratur sehingga bentuknya mirip dompolan buah anggur. bulat. b. Bentuk basil dapat pula dibedakan atas: 1. Stafilokokus. Bakteri bentuk bola Bakteri berbentuk bola dikenal sebagai coccus. misalnya Diplococcus pneumonia penyebab penyakit pneumonia atau radang paru-paru. 5. penyebab penyakit tipus. c. penyebab penyakit kencing nanah. Bakteri memiliki bentuk bermacam-macam yaitu. Streptokokus. misalnya Neisseria gonorrhoeae. Bakteri bentuk spiral Ada tiga mcam bentuk spiral: . Diplobasil yaitu bakteri berbentuk batang yag bergandengan dua-dua.Bakteri Morfologi bakteri Bakteri merupakan salah satu jenis mikroorganisme yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. yaitu bakteri berbentuk bola tunggal. yaitu bakteri berbentuk bola yang berkelompok empat-empat sehngga bentuknya mirip kubus. bakteri ini juga dapat dibedakan atas: 1. Diplokokus. 4. 3. Bakteri bentuk bulat Bakteri berbentuk bulat dikenal sebagai basil. 3. Kata basil berasal dari bacillus yang berarti batang. Streptobasil yaitu bakteri berbentuk batang yang bergandengan memanjang membentuk rantai misalnya Bacillus anthracis penyebab penyakit antraks. Monokokus. Sarkina. 2. Basil tunggal yaitu bakteri yang hanya berbentuk satu batang tunggal. 2. misalnya Salmonella typhi.

Bakteri gram-positif dinding selnya terdiri atas 60-100 persen peptodoglikan dan semua bakteri grampositif memiliki polimer iurus asam N-asetil muramat dan N-asetil glukosamin dinding sel beberapa bakteri gram positif mengandung substansi asam teikoat yang dikaitkan pada asam muramat dari lapisan peptidoglikan. Umumnya bakteri gram negatif lebih patogen. jika diberi warna dengan tinta Cina namun tidak menunjukkan perubahan warna pada dinding selnya. Struktur tubuh bakteri dari lapisan luar hingga bagian dalam sel yaitu flagela. Berdasar letak dan jumlahnya.1. Jika bakteri diwarnai dengan tinta Cina kemudian timbul warna pada dinding selnya. Tonjolan membrane ini berguna untuk menyediakan energi atau pabrik energi bakteri. Di sebelah luar dinding sel terdapat kapsul. Flagela melekat pada membrane sel. Berdasarkan struktur protein dan polisakarida yang terkandung di dalam dinding sel ini. DNA. lofotrik. Pada saat bergerak. amfitrik. Bakteri gram-negatif dinding sel gram negatif mengandung 10-20 % peptidoglikan. Fungsinya adalah untuk bergerak. Mesosom Pada tempat tertentu terjadi penonjolan membran sel kearah dalam atau ke sitoplasma. dan peritrik. ini dianggap sebagai bentuk spiral tak sempurna. plasmid. tipe flagella dapat dibedakan menjadi montrik. Vibrio. sitoplasma. Fungsi dinding sel adalah untuk melindungi sel. lembaran fotosintetik. Apabila diberi pewarna gram menghasilkan warna ungu. b. Flagella berputar seperti baling-baling untuk menggerakkan bakteri. misalnya Vibrio cholera penyebab penyakit kolera. maka bakteri itu digolongkan ke dalam bakteri gram negatif. yaitu golongan bakteri yang bentuknya seperti spiral misalnya Spirillum. Flagela terbuat dari protein yang disebut flagelin. 3. a. 2. Organ sel (organel) ini . Pada bakteri gram negatif. Di dalam sel bakteri tidak terdapat membrane dalam (endomembran) dan organel bermembran seperti kloroplas dan mitkondria. Membrane sel Membrane sel tersusun atas molekul lemak dan protein. Spiral. seperti halnya membran sel organisme yang lain. Dinding sel Dinding sel tersusun atas peptidoglikan yakni polisakarida yang berikatan dengan protein. Disebelah luar dinding sel terdapat selubung atau kapsul. maka bakteri itu tergolong bakteri gram positif. tubuhnya dapa memanjang dan mengerut. membrane sel. dan endospora. tubuh bakteri memiliki bentuk yang tetap. peptidoglikan terletak di antara membran plasma dan membran luar dan jumlahnya lebih sedikit. Apabila diberi pewarna gram menghasilkan warna merah. Membrane sel bersifat semipermiable dan berfungsi mengatur keluar masuknya zat keluar atau ke dalam sel. diluar lapisan peptidoglikan ada struktur membran yang tersusun dari protein fostolipida dan lipopolisakarida. Fungsinya untuk bergerak. Asam teikoat ini berwujud dalam dua bentuk utama yaitu asam teikoat ribitoi dan asam teiokat gliserol fungsi dari asam teiokat adalah mengatur pembelahan sel normal. Kapsul berfungsi untuk mempertahankan diri dari antibodi yang dihasilkan selinang. Bakteri gram positif mempunyai peptidoglikan di luar membran plasma. c. Hanya bakteri patogen yang berkapsul. Dengan adanya dinding sel ini. Flagela Flagela terdapat salah satu ujung. Sebaliknya. bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri gram positif dan gram negatif. ribosom. dinding sel. pada kedua ujung atau pada perukaan sel. mesosom. Flagella berbetuk seperti pembuka sumbat botol. Kapsul bakteri tersusun atas persenyawaan antara protein dan glikogen yaitu glikoprotein. Tidak semua sel bakteri memiliki kapsul. Kapsul juga berfungdi untuk melindungi sel dari kekeringan. Spiroseta yaitu golongan bakteri berbentuk spiral yang besifat lentur. Anatomi bakteri Bakteri tersusun atas dinding sel dan isi sel. d.

lemak. merupakan materi genetic bakteri yang terdapat di dalam sitoplasma. protein.dikenal sebagai lembar fotosintetik (tilakoid). Membrn yang berlipat-lipat tersebut berisi klorofil. dan enzim-enzim. Ribosom Ribosom merupakan organel yang berfungsi dalam sintesis protein atau sebagai pabrik protein. Seperti halnya DNA yang lain. Plasmid mengandung gen-gen tertentu misalnya gen kebal antibiotik. Sitoplasma merupakan tempat berlangsungya reaksi-reaksi metabolism. Lembar fotosintetik Khusus pada bakteri berfotosintesis. atau kira-kira ¼ masa sel bakteri tersebut. DNA tersusun atas dua utas polinukleotida berpilin. Dalam sel bakteri dapat terbentuk 10-20 plasmid. Ukuran plasmid sekitar 1/1000 kali DNA kromosom. DNA nonkromosom sirkuler ini dikenal sebagai plasmid. f. terdapat pelipatan membrane sel kearah sitoplasma. endospora dapat tumbuh menjadi bakteri seperti sedia kala. Bentuknya berupa butir-butir kecil dan tidak diselubungi membran. Di dalam sel bakteri Escherichia coli terkandung 15. Endospora Bakteri ada yang dapat membentuk endospora. Spora mati di atas suhu 120 C. Materi genetik inilah yang dikenal sebagai inti bakteri. DNA. melainkan terdapat pada daerah tertentu yang disebut daerah inti. g. DNA nokromosom bentuknya juga sirkuler dan terletak di luar DNA kromosom. disingkat DNA) atau asam inti. plasmid mampu melakukan replikasi dan membentuk kopi dirinya dalam jumlah banyak. e. Selain itu mesosom berfungsi juga sebagai pusat pembentukan dinding sel baru diantara kedua sel anak pada proses pembelahan. Lembar fotosintetik berfungsi untuk fotosintesis contohnya pada bakteri ungu. DNA merupakan zat pengontrol sintesis protein bakteri. h. Bentuk demikian dikenal sebagai DNA sirkuler. pembentukan endospora merupakan cara bakteri mengatasi kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. .disebut mesosom. DNA Asam deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid. Sitoplasma Sitoplasma adalah cairan yang berada di dalam sel (cytos = sel. Endospora tahan terhadap panas sehingga tidak mati oleh proses memasak biasa. dan merupakanzat pembawa sifat atau gen. i. jika kondisi telah membaik. gen patogen. Bentuk DNA bakteri seperti kalung yang tidak berujung pangkal. Ini menunjukkan bahwa ribosom memiliki fungsi yang penting bagi bakteri. Ribosom tersusun atas protein dan RNA. plasma= cairan). j. DNA ini dikenal pula sebagai kromosom bakteri. Sitoplasma tersusun atas koloid yang mengandung berbagai molekul organik seperti karbohidrat. DNA bakteri tidak tersebar di dalam sitoplasma.000 ribosom. Plasmid Selain memiliki DNA kromosom. ribosom. mineral. Bakteri lain yang tidak berfotosintesis tidak memiliki lipatan demikian. bakteri juga memiliki DNA nonkromosom.

1. Saccharomyces carlbergesis. 1. namun sekalipun dalam biakan murni terdapat variasi yang luas dalam hal ukuran dan bentuk.berkisar antara 1-5 μm lebarnya dan panjangnya dari 5-30 μm atau lebih. Setiap spesies mempunyai bentuk yang khas. Khamir atas mencakup khamir yang digunakan dalam pembuatan roti. Khamir Murni Khamir yang dapat berkembang biak dengan cara seksual dengan pembentukan askospora khamir ini diklasifikasikan sebagai Ascomycetes (Saccharomyces cerevisae. Khamir Atas Khamir murni yang cenderung memproduksi gas sangat cepat sewaktu fermentasi. tetapi khamir yang paling kecil tidak sebesar bakteri yang terbesar. Khamir ini mungkin digunakan dalam proses fermentasi. Galur terpilih digunakan dalam industri bir lager (Saccharomyces carlsbergensis). Khamir Palsu atau Torulae . Jadi sel khamir cenderung untuk menetap pada dasar.sehingga khamir itu dibawa kepermukaan. Khamir tidak dilengkapi flagellum atau organ-organ penggerak lainnya. tetapi terjadi pemindahan materi genetik dari satu bakteri ke bakteri lain tanpa menghasilkan zigot. Khamir Dasar Khamir murni yang memproduksi gas secara lebih lamban pada bagian awal fermentasi. 1. Khamir adalah bentuk sel tunggal dengan pembelahan secara pertunasan. tergantung kepada umur dan lingkungannya.khamir sangat beragam ukurannya.Reproduksi bakteri Bakteri bereproduksi secara vegetatif dengan membelah diri secara biner.untuk kebanyakan anggur minuman dan bir inggris (Saccharomyces cereviceae). Pembuahan seksual tidak dijumpaipada bakteri. konjugasi.2 Fungi (jamur) Pada umumnya jamur dibagi menjadi 2 yaitu: khamir (Yeast) dan kapang (Mold). Khamir mempunyai sel yang lebih besar daripada kebanyakan bakteri. Hansenula anomala.Khamir. Peristiwa ini disebut proses paraseksual. Khamir Liar Khamir murni yang biasanya terdapat pada kulitanggur.tetapi beberapa ada yang memanjang atau berbentuk bola. Gambar anatomi dan morfologi bakteri 2. dan transduksi. Ada tiga proses paraseksual yang telah diketahui. meskipun galur yang diperbaiki telah dikembangkan yang menghasilkan anggur dengan rasa yang lebih enak dengan bau yang lebih menyenangkan. Khamir liar yang ada dikulit anggur dimatikan dengan penambahan dioksida belerang pada buah anggur yang telah dihancurkan. a. 1. Biasanya berbentuk telur. 1.Sel-sel individu. yaitu transformasi. Inokulum galur khamir yang dikehendaki ditambahkan kemudian untuk memfermentasi air perasan anggur. Nadsonia sp). Pada lingkungan yang baik bakteri dapat membelah diri tiap 20 menit.

Kapang. . b. Pityrosporum ovale.sporangium artinya kotak spora. misalnya bersimbiosis dengan ganggang membentuk lumut kerak. Caranya. Ada pula hifa yang tumbuh menjadi konidiofor yang artinya pembawa konidia. yang disebu benang hifa. Disepanjang setiap hifa terdapat sitoplasma bersama. Anatomi pada fungi (jamur) Jamur tidak memiliki klorofil. yang mengandung banyak inti dan disebut senositik. sel pada jamur ada yang uniseluler.ada pula yang mutiseluler. yang dapat menghasilkan konidium. Kumpulan hifa membentuk jaringan benang yang dikenal sebagai miselium. Candida albicans). sisa tumbuhan. menjadi bahan-bahan anorganik. Banyak diantaranya yang penting dari segi medis (Cryptococcus neoformans. Jamur hidup dengan jalan menguraikan bahan-bahan organik yang ada dilingkungannya. Tubuh atau talus suatu kapang pada dasarnya terdiri dari 2 bagian miselium dan spora (sel resisten. Ada 3 macam morfologi hifa: 1. sekat membagi hifa menjadi ruang-ruang atau sel-sel berisi nucleus tunggal. Pada setiap septum terdapat pori ditengah-tengah yang memungkinkan perpindahan nucleus dan sitoplasma dari satu ruang keruang yang lain. yakni hidup bersama dengan orgaisme lain agar saling mendapatkan untung. Ada pula jamur yang hidup secara parasit artinya jamur mendapatkan bahan organic dari inangnya misalnya dari manusia. melainkan harus hidup secara heterotrof. Setiap hifa lebarnya 5-10 μm. Jamur uniseluler misalnya ragi dapat mencerna tepung hingga terurai menjadi gula. tiap-tiap sekat memiliki satu sel. 3. Namun adapula hifa yang tidak memiliki sekat melintang. Misalnya. setiap ruang itu biasanya dinamakan sel. binatang dan tumbuhan. Adapula yang hidup secara simbiosis mutualisme. makanan dan kayu lapuk. Makanan tersebut dicerna diluar sehingga disebut pencernaan ekstraseluler. istirahat atau dorman). dengan satu atau beberapa inti sel. Umumnya jamur hidup secara saprofit. dibandingkan dengan sel bakteri yang biasanya berdiameter 1 μm. Septat dengan sel-sel multinukleat. sama seperti pada bakteri. Ada tidaknya sekat pada hifa ini dijadikan dasar dalam penggolongan jamur. Jamur tidak dapat hidup secara autotrof. Hifa ada yang berfungsi sebagai pembentuk alat reproduksi. Enzim-enzim itulah yang bekerja menguraikan molekul-molekul kompleks menjadi molekul-molekul sederhana. Hifa memiliki sekat-sekat yang melintang. Septat dengan sel-sel uninukleat. hifa seperti ini tidak mempunyai dinding sekat atau septum. Jamur multiseluler terbentuk dari rangkaian sel membentuk benang seperti kapas. Sedangkan jamur multiseluler misalnya jamur tempe dapat mengaraikan protein kedelai menjadi protein sederhana dan asam amino. Dinding sel pada jamur terdiri dari kitin.sel-sel yang bekerja mengeluarkan enzim pencernaan.setiap ruang suatu hifa yang bersekat tidak terbatasi oleh suatu membrane sebagaimana halnya pada sel yang khas. Didalam sporangium terisi spora. Aseptat atau senosit. 2.artinya hidup dari penguraian sampah sampah-sampah organic seperti bangkai.Khamir yang didalamnya tidak terdapat atau dikenal tahap pembentukan spora seksual. dan gula dicerna menjadi alkohol. septum membagi hifa menjadi sel-sel dengan lebih dari satu nukleus dalam setiap ruang. Miselium inilah yang tumbuh menyebar diatas substrat dan berfungsi sebagai penyerap makanan dari lingkungannya. hifa yang tumbuh menjulang ke atas menjadi sporangiofor yang artinya pembawa sporangium. Miselium merupakan kumpulan beberapa filamen yang dinamakan hifa.

vius dapat dibiakkan pada telur ayam yang berisi embrio hidup. 2. Selain itu irus tidak dapat membelah diri. Sedangkan perkembangbiakan secara seksual melalui peleburan antara inti jantan dan inti betina sehingga terbentuk spora askus atau spora basidium. 3. Pada perkembangbiakannya yang secara seksual jamur membentuk tunas. Tubuh virus terdiri atas kepala. dan serabut ekor.dan biasanya bejumlah empat spora. Askospora terdapat didalam askus. Spora dari perkawinan kelompok jamur Basidiomycota disebut basidiospora.endospora dan konidia. virus tidak dapat bergerak maupun melakukan aktivitas metabolisme sendiri. Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa. Basidiospora terdapat didalam basidium. Anatomi virus .yaitu dengan cara memutuskan benang hifa (fragmentasi). tetapi dapat dikristalkan. hingga kondisi memungkinkan untuk tumbuh. Untuk bereproduksi virus hanya memerlukan asam nukleat saja. Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi 5.membentuk spora aseksual yaitu zoospora. Virus hanya dapat berkembang biak di sel-sel hidup lain (sifat virus parasit obligat) karenanya. Ciri lainnya. Virus berukuran aseluler (tidak mempunyai sel). Jika telah masak konidia paling ujung dapat melepskan diri. Zoospora atau spora kembara adalah spora yang dapat bergerak didalam air dengan menggunakan flagella. Morfologi virus 1. Virus ini mempunyai ciri-ciri tidak dimiliki oleh organisme lain. 4. Spora askus atau askospora adalah spora yang dihasilkan melalui perkawinan jamur Ascomycota. jauh lebih kecil daripada bakteri.3 Virus Virus merupakan salah satu jenis mikroorganisme parasit. Konidia adalah spora yang dihasilkan dengan jalan membentuk sekat melintang pada ujung hifa atau dengan diferensiasi hingga terbentuk banyak konidia. isi tubuh.Reproduksi pada jamur (fungi) Jamur uniseluler berkembang biak dengan cara seksual dan dengan cara aseksual. Virus hanya memiliki sala satu macam asam nukleat (RNA atau DNA). Jamur multiseluler berkembangbiak dengan cara aseksual. Jadi jamur penghasil zoospore biasanya hidup dilingkungan yang lembab atau berair. 2.sedangkan secara aseksual jamur membentuk spora askus. biasanya berjumlah 8 spora. kulit(selubung atau kapsid). Virus berukuran amat kecil. Endospora adalah spora yang dihasilkan oleh sel dan spora tetap tinggal didalam sel tersebut.

atau sel tumbuhan untuk bereproduksi. Ada dua macam cara virus menginfeksi bakteri. 1.virus tidak menghancurkan sel bakteri tetapi virus berintregasi dengan DNA sel bakteri. Pada prinsipnya cara perkembangbiakan virus pada hewan maupun pada tumbuhan mirip dengan yang berlangsung pada bakteriofag. protein. Virus yag isi tubuhnya tediri atas RNA. 1.S Al. contohnya virus cacar. virus menginfeksi sel bakteri. Q. yaitu melalui fase adsorpsi. Virus yang isi tubuhnya RNA. protein. yang masing-masing terdiri dari rantai polipeptida. Isi tubuh Isi tubuh yang disebut viorin adalah bahan genetik yakni asam nukleat (DNA atau RNA). Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit. Kapsid terdiri atas bagian-bagian yang disebut kapsomer. yaitu secara litik an secara lisogeni. Kapsid Kapsid adalah selubung yang berupa protein.Pada virus dijumpai asam nukleat yang diselubungi kapsid. virus akan menghancurkan sel induk setelah berhasil melakukan reproduksi. Kapsid juga dapat terdiri atas proten-protein monomer identik. disebut nukleokapsid. Perspektif Islam Keberadaan mikroorganisme merupakan bukti empiris (faktual) kebesaran Allah SWT sebagai Maha Pencipta. sedangkan pada infeksi secara lisogenik. Reproduksi virus Untuk berkembang biak virus memerlukan tempat atau lingkungan yang hidup. 1. dan polisakarida. virus radang mulut. “Lahumaafiisamaawaati wamaa fil ardhi wamaa baynahumaa wamaa tahtassaroo”. yang berbunyi: “Wamaadzaroalakum fil ardhi muhtalifan alwaa nuhu inna fii dzaalika la aayatal liqoumiyyadzakruuna” Dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya.Furqaan: 2 . Ekor Ekor virus merupakan alat penancap ketubuh organisme yang diserangnya. semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah. semua yang ada di bumi. dan banyak lipida. lipida. Ekor virus terdiri atas tabung bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. sel hewan. Kepala Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. dan lisis. sintesis. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran. Pada infeksi secara litik. sehingga jika bakteri membelah atau berkembang biak virus pun ikut membelah. contohnya sebagai berikut: • • • Virus yang isi tubuhnya RNA dan bentuknya menyerupai kubus antara lain.1. contohnya paramixovirus. Berdasarkan Alqur’an tentang bukti-bukti kebesaran Allah SWT dalam kehidupan alam semesta seperti tersirat dalam surat AN NAHL ayat 13 dan surat THAAHAA ayat 6. Oleh karena itu.

Clostridium. Macam dari mikroorganisme tersebut diantaranya adalah bakteri. Umumnya jamur hidup secara saprofit. Siklus Karbon (Gb. Invertebrata. Bersimbiosis. Jamur hidup dengan jalan menguraikan bahan-bahan organik yang ada dilingkungannya. Al. Cyanobacteria. Klebsiella.dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. 2). hewan. DNA. ribosom. Bacillus. dkk. Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan antara lain dapat mengalami pertumbuhan. yang dapat menghasilkan konidium. Lipid. sifat-sifat dan funfsinya masing-masing dalam hidup. Mg. mesosom. Akan tetapi ada pula jamur yang hidup secara parasit. Peranan Mikroorganisme Tanah dalam Proses Biogeokimia a.1) b. Fe. sedangkan secara anatomi tubuh bakteri tersusun atas flagela. Tubuh virus terbagi atas kepala. Dinding sel pada jamur terdiri dari kitin. Rhodospirillum. dan spiral. Jamur multiseluler terbentuk dari rangkaian sel membentuk benang seperti kapas. Sporangium artinya kotak spora. Beijerinckia. Bakteri merupakan salah satu jenis mikroorganisme yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. hifa yang tumbuh menjulang ke atas menjadi sporangiofor yang artinya pembawa sporangium.melainkan harus hidup secara heterotrof. Sedangkan peran merugikan diantaranya sebagai patogen pada manusia.  Air (25 %) dan Udara (25 %)þ  Organisme : Vertebrata. dan isi tubuh. Ada pula hifa yang tumbuh menjadi konidiofor yang artinya pembawa konidia. dan lain-lain. Mikroorganisme tanah ada yang menguntungkan ada yang merugikan. Protein. sesuai dengan naluri. kapsid. dan endospora. lembaran fotosintetik. Tidak bersimbiosis : Azotobacter.ada pula yang mutiseluler. P. a. dan ekor. Na. populasi tertinggi ditemukan di Rizosfir. yaitu: 1) Amonifikasi 2) Nitrifikasi 3) Denitrifikasi 4) Fiksasi Nitrogen Mikroorganisme yang berperan dalam proses fiksasi nitrogen ada yang bersimbiosis ada yang tidak.  Materi Organik (5 %) : Karbohidrat. terjadi beberapa reaksi / proses pada siklus nitrogen. Maksudnya: segala sesuatu yang dijadikan Tuhan diberi-Nya perlengkapan-perlengkapan dan persiapan-persiapan. Virus merupakan salah satu jenis mikroorganisme yang berukuran sangat kecil bahkan lebih kecil dari bakteri. batang. K. dapat dibedakan simbiosis antara : 1) Mikroorganisme dengan selain Leguminoseae 2) Mikroorganisme dengan Leguminoseae . dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya). Siklus Nitrogen (Gb. Peran Mikroorganisme Tanah yang Menguntungkan 1. Kumpulan hifa membentuk jaringan benang yang dikenal sebagai miselium. Enterobacter. Jamur tidak dapat hidup secara autotrof. yang disebu benang hifa. PENUTUP Kesimpulan Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil (Kusnadi. jamur. Hifa ada yang berfungsi sebagai pembentuk alat reproduksi. Mikroba Mikroorganisme tanah kelimpahannya bervariasi untuk setiap kedalamam tertentu. sel pada jamur ada yang uniseluler. 2003). Contoh peran yang menguntungkan dalam siklus biogeokimia dan membentuk mikoriza. dan dia telah menciptakan segala sesuatu.“Alladzilahu mulkussamawati walardhi walam yattakhidz walladan walam yakullahu syarikun filmulki wakholaqo kullasyaiin faqoddarohutaqfdiron” Yang kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Didalam sporangium terisi spora. Secara morfologi bakteri memiliki bentuk bermacam-macam yaitu. plasmid. membran sel. dinding sel. dan lain-lain. bulat. b. Ca. menghasilkan energi dan bereproduksi dengan sendirinya. A. dan virus. sitoplasma. Jamur tidak memiliki klorofil. Misalnya. dan tumbuhan. MIKROBIOLOGI TANAH Tanah merupakan campuran kompleks dengan komposisi sebagai berikut:  Materi Anorganik (45 %) : Si. dan Dia tidak mempunyai anak. Chlorobium.

kemudian memasuki bagian akar membentuk benang infeksi. Peran jamur dapat membantu penyerapan nutrien akar dari tanah. penyakit karat daun disebabkan oleh jamur karat (Uredinales) . Lichens : Cyanobacteria dengan jamur. Ada hubungan spesifik antara species mikroba dengan Species tanaman leguminoseae. 2. masuk melalui makanan atau luka tumbuh toksin. masuk ke sel-sel akar. Adanya indol asetat menyebabkan bulu akar mengkerut. menyebabkan bulu akar mensekresikan triftofan. Mikoriza Simbiosis antara hifa jamur dengan akar tumbuhan tinggi. Peran tumbuhan terhadap kehidupan jamur mendapatkan nutrien dari tumbuhan (karbohidrat.Clostridium tetani. d. botulinum. Proses Pembentukan Nodul sebagai berikut : a.Salmonella . dan lain-lain). asam amino. Pada akar karang cemara laut (Cassuarina equisetifolia). Rhizobium phaseoli. c.Bacillus anthracis : antrax. b. Beberapa species yang bersimbiosis dengan Leguminoseae : Rhizobium leguminosarum. 2. endospora. endospora. Triftofan oleh Rhizobium diubah menjadi indol asetat. Nostoc spp. Patogen pada tumbuhan : . trifolii dengan white Clover (Trifolium spp. bertahan 10 tahun. e. vitamin. dapat tumbuh pada kelembaban yang rendah Contoh : rebah kecambah dan busuk akar (Rhizoctonia solani). b. Patogen pada manusia dan hewan : . C.Fungi : paling banyak. terutama nutrien yang tidak mobile seperti fosfor. Mikroriza menguntungkan baik untuk kehidupan jamur maupun tumbuhan.Beberapa contoh simbiosis dengan selain Leguminoseae : a. contoh : R. perfringens : habitat normal di tanah. Bakteri dapat menghasilkan enzim yang dapat melarutkan pektat yang terdapat dalam fibril (selulosa). Di sekitar rambut akar berkumpul Rhizobium. Rhizobium trifolii. Endomikoriza (vesicular-arbuscular mikoriza) : hifa membentuk mantel yang tidak jelas. Ektomikoriza : hifa menutupi ujung akar (mantel hifa).Bakteri : menyerang akar . Rhizobium akibat adanya kelarutan pektat kemudian berubah menjadi bulat dan kecil-kecil dan dapat bergerak menembus dinding bulu akar.). . d. Selanjutnya sel-sel tumbuhan dan bakteri melakukan pembelahan terbentuk nodul akar yang matang/dewasa. Rhizobium membentuk bakteroid dalam sel akar tumbuhan. Peran Mikroorganisme Tanah yang Merugikan 1. Anabaena cycadae pada akar Cycas (pakis). sehingga koloni bakteri didapatkan pada setiap sel akar. Cyanobacteria (Blue Green Algae) dengan paku : Anabaena azolla hidup pada rongga udara daun paku air Azolla pinnata. terdapat 2 tipe: a. b. c. dan Bradyrhizobium. Di dalam bulu akar bakteri memperbanyak diri. C. menyebabkan dinding bulu akar menjadi tipis. masuk ke ruang antar sel (kortek).

menyebabkan dinding bulu akar menjadi tipis.Bacillus anthracis : antrax. kemudian memasuki bagian akar membentuk benang infeksi. Selanjutnya sel-sel tumbuhan dan bakteri melakukan pembelahan terbentuk nodul akar yang matang/dewasa. endospora. Ektomikoriza : hifa menutupi ujung akar (mantel hifa). dan lain-lain). Rhizobium membentuk bakteroid dalam sel akar tumbuhan. Peran Mikroorganisme Tanah yang Merugikan 1. Peran jamur dapat membantu penyerapan nutrien akar dari tanah. dapat tumbuh pada kelembaban yang rendah Contoh : rebah kecambah dan busuk akar (Rhizoctonia solani). terutama nutrien yang tidak mobile seperti fosfor. masuk ke sel-sel akar. penyakit karat daun disebabkan oleh jamur karat (Uredinales) .Bakteri : menyerang akar . sehingga koloni bakteri didapatkan pada setiap sel akar. botulinum.menghasilkan enzim yang dapat melarutkan pektat yang terdapat dalam fibril (selulosa).Salmonella . b. e. C. C. masuk ke ruang antar sel (kortek). Di dalam bulu akar bakteri memperbanyak diri. Rhizobium akibat adanya kelarutan pektat kemudian berubah menjadi bulat dan kecil-kecil dan dapat bergerak menembus dinding bulu akar. vitamin.Clostridium tetani. d. Mikoriza Simbiosis antara hifa jamur dengan akar tumbuhan tinggi. Patogen pada manusia dan hewan : . 2. endospora. . bertahan 10 tahun.Fungi : paling banyak. perfringens : habitat normal di tanah. masuk melalui makanan atau luka tumbuh toksin. Peran tumbuhan terhadap kehidupan jamur mendapatkan nutrien dari tumbuhan (karbohidrat. Endomikoriza (vesicular-arbuscular mikoriza) : hifa membentuk mantel yang tidak jelas. 2. terdapat 2 tipe: a. Patogen pada tumbuhan : . asam amino. c. Mikroriza menguntungkan baik untuk kehidupan jamur maupun tumbuhan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->