P. 1
Efusi Pleura

Efusi Pleura

|Views: 470|Likes:
Published by Manesha Putra

More info:

Published by: Manesha Putra on Jul 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2014

pdf

text

original

1

MAKALAH DOKTER MUDA EFUSI PLEURA

Oleh : Manesha Putra

010610152

BAGIAN ILMU PENYAKIT PARU RSUD Dr. SOETOMO / FK UNAIR 2010

Distribusi berdasarkan jenis kelamin. Penyebab terbanyak efusi pleura di Indonesia adalah Tuberkulosis paru. serabut saraf. sedangkan membrane serosa yang melapisi dinding toraks. dan pembuluh getah bening. Pada orang normal. Menurut survei di AS. Patofisiologi Pleura viseralis dan pleura parietalis merupakan membrane-membran yang permeable terhadap cairan. Secara histologis kedua lapisan ini terdiri atas sel mesotelial. Cairan pleura masuk dari kapiler di pleura parietalis ke ruang interpleura dan dikeluarkan ke saluran limfe di pleura parietalis. dan pembuluh limfe.Cairan dapat masuk dari ruang intersisial paru melalui pleura viseralis atau dari cavum peritoneum lewat lubang kecil di diafragma. Efusi pleura bukanlah merupakan suatu penyakit. namun merupakan sebuah manifestasi dari penyakit lain. Kedua lapisan ini bersatu di daerah hilus arteri dan mengadakan penetrasi dengan cabang utama bronkus. diafragma. Di antara kedua lapisan ini terdapat cairan yang berfungsi sebagai pelumas dalam pergerakan pleura Efusi pleura merupakan kelainan yang banyak dijumpai. baik sistemik maupun local pada paru. jumlah cairan yang terdapat di dalam rongga pleura sebanyak 1-20 ml.2 Pendahuluan Pleura terdiri dari dua membran tipis yaitu pleura viseralis dan pleura parietalis. . rasa berat pada dada. Keluhan yang sering didapatkan berupa sesak napas. jaringan ikat. dan mediatinum disebut pleura parietalis. pembuluh darah kapiler. efusi pleura didapatkan lebih banyak pada wanita daripada pria. dilaporkan bahwa efusi pleura merupakan manifestasi yang paling sering dijumpai di antara penyakit-penyakit pada pleura yang lainnya. Sedangkan efusi pleura yang disebabkan oleh tuberculosis paru lebih banyak dijumpai pada pria daripada wanita.Jumlah cairan yang tetap ini ditentukan oleh keseimbangan antara produksi dan resorbsinya. arteri dan vena bronkialis. Membran serosa yang membungkus parenkim paru disebut pleura viseralis. di mana tekanan hidrostatik pleura parietalis adalah sebesar 9 cm H2O dan tekanan koloid osmotic pleura viseralis sebesar 10 cm H2O. serta keluhan atau gejala karena penyakit dasarnya.

dan pneumotoraks. dan aliran limfe. TB paru. keganasan. terjadi akibat penyakit lain bukan primer pada paru.3 Sebagaimana tempat-tempat lain dalam tubuh. maka yang terakumulasi cairan yang berupa transudat. permeabilitas pembuluh darah. misalnya bronkopneumonia. yakni tekanan hidrostatik. dan sebagainya. Etiologi Efusi dapat berbentuk transudat. atelektasis paru. yang merupakan ultrafiltrasi dari plasma. seperti gagal jantung kongestif. pergerakan cairan ditentukan oleh empat variable. dialysis peritoneum. sirosis hati. Sedangkan efusi pleura eksudatif timbul didahului oleh keradangan pleura atau pleuritis. Penyebab pleuritis eksudativa yang . sindroma nefrotik. Akumulasi cairan pleura dapat terjadi bila terjadi ketidakseimbangan antara mekanismemekanisme di atas. Permeabilitas pembuluh darah meningkat Terjadi hambatan aliran limfe • Tekanan negative intrapleura meningkat. perikarditis konstriktiva. hipoalbuminemia oleh berbagai keadaan.Penyebab terbanyak pleuritis adalah keradanagan jaringan paru yang meluas ke pleura sekitarnya. tekanan koloid osmotic.Akibat peradangan ini terjadi peningkatan permeabilitas pembuluh darah atau hambatan dalam aliran limfe. contoh pada atelektasis Apabila terjadi penurunan tekanan koloid osmotic atau peningkatan tekanan hidrostatik pembuluh darah. maka yang terakumulasi adalah cairan yang berupa eksudat. Efusi eksudat terjadi bila ada proses peradangan yang menyebabkan permeabilitas kapiler pembuluh darah pleura meningkat sehingga sel mesotelial berubah menjadi bulat atau kuboid dan terjadi pengeluaran cairan ke dalam rongga pleura. Efusi pleura dapat terjadi bila: • • • • Tekanan koloid osmotic menurun dalam darah Tekanan hidrostatik di pembuluh darah kapiler dari pleura viseralis dan parietalis meningkat.

pergerakan pernapasan menurun. Bila cairan tidak memenuhi rongga dada maka akan terdapat batas atas cairan berupa garis lengkung dengan arah dari cranio lateral ke kaudo medial penderita pada . dan akibat radiasi. keganasan paru. Pendorongan mediastinum kearah hemitorax kontralateral yang diketahui dari posisi trakea dan iktus kordis. pneumonia atipik. -Perkusi Redup sampai pekak tergantung jumlah cairannya. radang sebab lain. parasit. jamur. proses imunologis. ditambah dengan fremitus suara yang menurun. iga mendatar.4 paling sering adalah karena Mycobacterium tuberculose dan dikenal sebagai pleuritis eksudativa tuberkulosa. • Cairan pleura yang kurang dari 300 cc tidak memberi tanda-tanda fisik yang nyata. Klinis • Anamnesa yang baik tentang keluhan penderita dapat memberikan gambaran adanya efusi pleura serta etiologinya. Sebab lain seperti parapneumonia. ruang antar iga melebar. Bila lebih dari 500 cc akan memberikan kelainan pada peneriksaan fisik yakni: . Pada umumnya penderita mengeluhkan sesak napas yang makin lama makin progresif kadang disertai perasaan tidak enak di dada.Inspeksi Bentuk hemitorax yang sakit mencembung ( bila cairan mencapai 1000 cc atau lebih). sela iga melebar. Diagnosa 1. dapat terjadi bila cairan melebihi 2000 cc. -Palpasi Sesuai dengan yang terlihat pada inspeksi.

2. atau cairan subpulmonal. Radiologi Cairan yang kurang dari 300 cc. 3. yaitu tampak garis batas cairan yang sejajar dengan kolumna vertebralis atau berupa garis horizontal. • Makroskopis: -Transudat -Eksudat -Kilotorax -Empiema :jernih.kuning-kehijauan :putih seperti susu :kental dan keruh ( pada baunya busuk ) -Mesotelioma maligna :sangat kental dan berdarah empiema anaerob . Garis ini paling jelas di depan dada. Garis ini di sebut Ellis-Damoisseoux. Pada efusi pleura subpulmonal. Untuk memastikan dapat dilakukan dengan membuat foto dada lateral dari sisi yang sakit. Foto torax PA dan lateral dekubitus pada sisi yang sakit seringkali memberi hasil yang memuaskan bila cairan pleura sedikit. kurang jelas di punggung. pada fluoroskopi maupun foto torax PA tidak tampak. meskipun cairan pleura lebih dari 300 cc. Laboratorium Analisa cairan pleura melalui proof punksi cairan pleura. Suara bronchial dan egofoni sering dijumpai tepat di aatas efusi. kekuningan :kuning.5 posisi duduk. Mungkin kelainan tampak hanya berupa penumpulan sinus kostofrenikus. sinus kostofrenikus tidak tampak tumpul tetapi diafragma kelihatan meninggi (ini dapat ditemukan pada efusi pleura yang menikuti sindroma nefrotik). -Auskultasi Suara napas menurun sampai menghilang.

6 Penatalaksanaan  Aspirasi cairan pleura untuk mengurangi keluhan sesak napas.  Selain itu dapat diberikan kemoterapi intrapleura pada proses keganasan seperti bleomycin.6 • Biokimia Perbedaan antara transudat dan eksudat : Tabel 1.5 < 0.1. lalu tetracycline Hcl dosis 20 mg/kgBB yang dilarutkan dalam cairan fisiologis (garam faali). Perbedaan Protein Rasio protein Rasio LDH Eksudat > 3 g/dl > 0. cysplatinum.5 > 0. dilakkukan pengisapan dengan tekanan negative kemudian chest tube diklem selama 24 jam. 2. 3. 5 fluorocil.6 Transudat < 3 g/dl < 0. dipasang chest tube.  Efusi pleura maligna yang cepat reakumulasi dianjurkan pleurodesis. Penderita diupayakan berubah posisi atau digoyang supaya merata. . (PDT Paru 2005) No 1. Dianjurkan untuk melakukan aspirasi sedikit demi sedikit sebanyak 500-1000 cc untuk mencegah edema paru akut akibat pengambilan cairan yang banyak dan cepat. Sebelum bahan skleroing dimasukkan ke rongga pleura.

terutama tromboemboli dan gagal jantung kongestiv atau dari organ-organ abdomen. Penatalaksanaan untuk efusi pleura sangat bervariasi tergantung dari etiologi spesifiknya. bila perlu. Evaluasi pada penderita dengan gejala klinis efusi pleura yang tidak diketahui penyebabnyadimulai dengan torasintesis diagnostic (proof punctie) dan pengukuran kadar protein dan LDH untuk membedakan antara cairan transudat dengan eksudat. dengan tujuan untuk menentukan penyakit yang mendasari terjadinya akumulasi cairan tersebut. Efusi pleura juga seringkali merupakan manifestasi klinis dari penyakit-penyakit klinis di luar paru. Kesembuhan mungkin diperoleh pada banyak kasus dan penanganan simtomatik dapat diberikan pada hampir semua penderita dengan efusi pleura.7 Penutup Efusi pleura merupakan suatu manifestasi klinis yang seringkali dijumpai pada penderita-panderita dengan penyakit dasar dari paru maupun dari pleuranya sendiri. Pembedaan ini akan membantu dalam menentukan penanganan lebih lanjut. .

B. Berkman N. CD- ROM.. Surabaya 2002. Laboratorium Ilmu Penyakit Paru Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Postgrad Med J 69:12.. Dasar-dasar Ilmu Penyakit Paru.hal 71-72 3.Mukty H. Disease of The Respiratory System. Surabaya 2005.Rai I.Airlangga Press.. Kramer MR: Diagnostic tests in pleural effusion – an update. Alsagaff H.Pedoman diagnostic Dan Terapi Bag/SMF Ilmu Penyakit Paru. Surabaya 2001. Light R.Mukty H. 14th edition.chapter 262 5. Section2. Dasar-dasar Diagnostik Fisik Paru.A.. hal 56-59 .. halaman 144-145 2.part 9.8 Kepustakaan 1. Rumah Sakit Umum Dokter Soetomo. Edisi III. Harrison’s principles of Internal Medicine.Widjaja A. 1993 4..W. Alsagaff H.A.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->