HAND URI A W

TU T

BAHAN BELAJAR MANDIRI
Kelompok Kerja Kepala Sekolah

Dimensi Kompetensi Manajerial

DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

NI YA

Manajerial ‐ KKKS 

Halaman 0 

PENGANTAR

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah kepala telah menetapkan yaitu: bahwa ada lima dimensi

kompetensi

sekolah/madrasah

kepribadian,

manajerial,

kewirausahaan, supervisi dan sosial. Dalam rangka pembinaan kompetensi kepala sekolah/madrasah untuk menguasai lima dimensi kompetensi tersebut, Direktorat Tenaga Kependidikan telah berupaya menyusun Bahan Belajar Mandiri (BBM). BBM ini disusun dengan tujuan agar kepala sekolah/madrasah dapat belajar secara mandiri tanpa tergantung atau menunggu mendapat tugas sebagai peserta diklat atau tergantung fasilitator, peneyelenggara, waktu, dan tempat. Dengan tersusunnya BBM ini diharapkan kepala sekolah/madrasah dapat belajar secara mandiri di manapun dan kapanpun. Kami mengucapkan terimakasih kepada tim penyusun BBM atas dedikasi dan kerja kerasnya sehingga BBM dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. BBM ini tentu saja belum sempurna. Oleh sebab itu, saran-saran konstruktif dari pembaca sangat dinantikan dengan senang hati. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi upaya-upaya kita dalam

meningkatkan mutu tenaga kependidikan.

Jakarta,

Agustus 2009

Direktur Tenaga Kependidikan

Surya Dharma, MPA, Ph.D NIP. 130 783 511

Manajerial – KKKS 

Page i 

DAFTAR ISI

PENGANTAR ______________________________________________________ i  DAFTAR ISI  ______________________________________________________  ii  PENDAHULUAN  __________________________________________________  1  _
A.  Latar Belakang  _____________________________________________________ 1  B.  Standar Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah __________________________ 2  1.  Dimensi Kompetensi Kepribadian __________________________________________ 2  2.  Dimensi Kompetensi Manajerial  ___________________________________________ 2  3.  Dimensi Kompetensi Kewirausahaan________________________________________ 3  4.  Dimensi Kompetensi Supervisi _____________________________________________ 4  5.  Dimensi Kompetensi Sosial  _______________________________________________ 4  C.  Deskripsi BBM  _____________________________________________________ 4  1.  Dimensi kompetensi kepribadian meliputi kegiatan belajar: _____________________ 5  2.  Dimensi kompetensi manajerial meliputi  kegiatan belajar: ______________________ 5  3.  Dimensi kompetensi kewirausahaan meliputi kegiatan belajar:  __________________ 5  _ b.  Dimensi kompetensi supervisi meliputi kegiatan belajar: ________________________ 6  4.  Dimensi kompetensi sosial meliputi kegiatan belajar:  __________________________ 6  5.  BBM penelitian tindakan sekolah meliputi kegiatan belajar: _____________________ 6  D.  Langkah‐langkah Mempelajari BBM ____________________________________ 6  E.  Tujuan BBM Kompetensi Manajerial  ___________________________________ 8  F.  Kegunaan BBM Kompetensi Manajerial _________________________________ 8  G.  Standar Kompetensi Manajerial _______________________________________ 8 

KEGIATAN BELAJAR 1 ______________________________________________  9  MEMBUAT RENCANA KEGIATAN SEKOLAH DASAR_______________________  9 
A.  Pengantar _________________________________________________________ 9  B.  Materi Belajar Mandiri  ______________________________________________ 9  1.  Menyusun Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) __________________________________ 9  2.  Langkah Penyusunan RKS  _______________________________________________ 10  _ a.  Merumuskan Visi Sekolah  ____________________________________________ 10  b.  Merumuskan Misi Sekolah ____________________________________________ 10  c.  Merumuskan Tujuan Sekolah __________________________________________ 11  d.  Menganalisis Tantangan Nyata  ________________________________________ 11  e.  Menentukan Sasaran. ________________________________________________ 12  f.  Mengidentifikasi Fungsi‐Fungsi  ________________________________________ 12  g.  Melakukan Analisis SWOT  ____________________________________________ 13  h.  Mengidentifikasi Alternatif Pemecahan  _________________________________ 13  _ i.  Menyusun Program  _________________________________________________ 13 

Manajerial – KKKS 

Page ii 

  Perubahan Tidak Berencana  _____________________________________________ 23  2.  Academic Strategy __________________________________________________ 26  d.  Military Strategy ____________________________________________________ 26  f.  Followship Strategy  _________________________________________________ 27  C.  Pengorganisian Lini‐Staf.  Materi ___________________________________________________________ 31  1.  Confrontation Strategy _______________________________________________ 26  g.  Latihan Kelompok  _________________________________________________ 29  KEGIATAN BELAJAR  4  ____________________________________________  31  MANAJEMEN SDM DI SEKOLAH DASAR_______________________________  31  A.  Pengantar ________________________________________________________ 21  B.  Analisis Tenaga pendidik dan kependidikanan  _______________________________ 32  3.  Tugas Latihan Individual  ____________________________________________ 20  D.  Tugas Latihan Kelompok ____________________________________________ 20  KEGIATAN BELAJAR 3 _____________________________________________  21  MENGELOLA PERUBAHAN DI SEKOLAH DASAR  ________________________  21  A.  Kompensasi (termasuk kesejahteraan) _____________________________________ 33  7.  Pengorganisasian Fungsional _____________________________________________ 19  4.  Perubahan Berencana (planned change) ____________________________________ 24  a.  Applied Behavioral Science Model ______________________________________ 27  h.  Enginering Strategy  _________________________________________________ 26  e. Penempatan dan Penugasan _____________________________________ 33  6.  Pengembangan Karir  ___________________________________________________ 34  9.  Materi ___________________________________________________________ 15  1.  Economic Strategy  __________________________________________________ 25  c. ________________________________________________ 18  3.  Pelatihan dan Pengembangan Tenaga pendidik dan kependidikan _______________ 34  Manajerial ‐ KKKS  Halaman iii  .  Penilaian Kinerja _______________________________________________________ 34  8.  Political Strategy ____________________________________________________ 25  b.  Pengorganisasian bentuk lini _____________________________________________ 17  2.  Pengantar ________________________________________________________ 31  B.C.  Rekrutmen (pengadaan) Tenaga pendidik dan kependidikan ____________________ 33  4.  Pengantar ________________________________________________________ 15  B.  Materi ___________________________________________________________ 21  1.  Struktur Pengorganisasian Gabungan ______________________________________ 19  C.  Seleksi Tenaga pendidik dan kependidikan __________________________________ 33  5.  TUGAS LATIHAN INDIVIDUAL  ________________________________________ 14  D.  TUGAS LATIHAN KELOMPOK _________________________________________ 14  KEGIATAN BELAJAR KE 2  __________________________________________  15  PENGORGANISASIAN  SEKOLAH DASAR  ______________________________  15  A.  Orientasi.  Perencanaan SDM  _____________________________________________________ 32  2.  Latihan Individual __________________________________________________ 29  D.

 Pensiun dan Pemberhentian Tenaga pendidik dan kependidikan  ________________ 35  14.  Materi ___________________________________________________________ 47  C.  Pengembangan/Penambahan Sarana dan Prasarana  Sekolah ___________________ 43  6.  Pengadaan Sarana dan Prasarana _________________________________________ 41  3.  Penggunaan Sarana dan Prasarana Pendidikan  ______________________________ 42  5.  MATERI __________________________________________________________ 53  C.  Perencanaan Sarana dan Prasarana  _______________________________________ 40  2. Perundingan ketenagaan pendidik dan kependidikan  _________________________ 35  12.  Latihan Kelompok  _________________________________________________ 52  KEGIATAN BELAJAR 7 _____________________________________________  53  MANAJEMEN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR  ________  53  A.  Latihan Individual __________________________________________________ 57  D. Riset tenaga pendidik dan kependidikan ____________________________________ 35  13.  Pengantar ________________________________________________________ 47  B. Profesionalisme SDM Pendidikan  _________________________________________ 36  C.  Pengantar ________________________________________________________ 38  B. Penciptaan Mutu Lingkungan Kerja ________________________________________ 35  11.  Latihan Kelompok  _________________________________________________ 57  KEGIATAN BELAJAR 8 _____________________________________________  58  MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH DASAR ___________________________  58  A.  Materi ___________________________________________________________ 59  C.  Latihan Individual __________________________________________________ 36  D.  MATERI __________________________________________________________ 38  1.  Latihan Individual __________________________________________________ 52  D.  Latihan Kelompok  _________________________________________________ 46  KEGIATAN BELAJAR 6 _____________________________________________  47  MANAJEMEN KESISWAAN SEKOLAH DASAR ___________________________  47  A.  Latihan kelompok  _________________________________________________ 37  _ KEGIATAN BELAJAR 5 _____________________________________________  38  MANAJEMEN SARANA PRASARANA SEKOLAH DASAR ___________________  38  A.  Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan di Sekolah _____________________ 45  C.  Latihan Individual __________________________________________________ 46  D.  Pengantar ________________________________________________________ 58  B.10.  Pengantar ________________________________________________________ 53  B.  Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah ________________________________ 44  7.  Inventarisasi Sarana dan Prasarana Sekolah _________________________________ 41  4.  Tugas Latihan Individual  ____________________________________________ 67  Manajerial ‐ KKKS  Halaman iv  .

  REFLEKSI _________________________________________________________ 67  DAFTAR PUSTAKA ________________________________________________  68  Manajerial ‐ KKKS  Halaman v  .D.  Latihan Kelompok  _________________________________________________ 67  E.

maka upaya untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah/madrasah dilakukan melalui berbagai strategi. bahan kajian serta target yang ingin dicapai. BBM ini dimaksudkan dapat memberikan pemahaman. Bila penyelesaian masalah di sekolah dibiasakan dengan menggunakan kemampuan manajerial yang dimilki oleh kepala sekolah. BBM ini dimaksudkan sebagai bahan kajian kepala mereka. Dalam konteks inilah Bahan Belajar Mandiri (BBM) ini disusun. kewirausahaan. Latar Belakang Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala sekolah/madrasah menegaskan bahwa seorang kepala sekolah/madrasah harus memiliki lima dimensi kompetensi minimal yaitu: kompetensi kepribadian. dan motivasi para kepala sekolah/madrasah di sekolahnya melalui untuk menyelesaikan permasalahan manajerial penguasan kompetensi manajerial. Salah satu strategi untuk menjangkau seluruh kepala sekolah/madrasah dalam waktu yang cukup singkat adalah memanfaatkan forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah/Madrasah (KKKS/M) sebagai wahana belajar bersama. niscaya akan berimplikasi pada peningkatan kualitas sekolah. Kepala sekolah/madrasah adalah guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah sehinnga ia pun harus memiliki kompetensi yang disyaratkan memiliki kompetensi guru yaitu: kompetensi paedagogik. Forum KKPS/M akan berjalan efektif apabila terdapat panduan. manajerial. kepribadian.PENDAHULUAN A. sekolah/madrasah dalam rangka meningkatkan kompetensi Manajerial ‐ KKKS  Halaman 1  . Berdasarkan kenyataan tersebut. supervisi. sosial. Kepala sekolah/madrasah dalam forum tersebut dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman guna bersama-sama meningkatkan kompetensi dan kinerjanya dalam suasana kesejawatan yang akrab. dan profesional. dan sosial.

e. Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi. c. dan sosial. supervisi. yang kondusif Manajerial ‐ KKKS  Halaman 2  .B. Dalam peraturan tersebut terdapat lima dimensi kompetensi yaitu: kepribadian. Menyusun perencanaan sekolah/madrasah tingkatan perencanaan. e. 1. Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah/madrasah. b. c. Berakhlak mulia. Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan sesuai dengan untuk berbagai sumber daya manusia sekolah/madrasah secara optimal. Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. Secara rinci kompetensikompetensi dasar tersebut adalah sebagai berikut. d. Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah kebutuhan. b. Dimensi Kompetensi Manajerial a. 2. f. Setiap dimensi kompetensi memiliki sub-sub sebagai kompetensi dasar yang harus dimiliki seorang kepala sekolah/madrasah. Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajar yang efektif. Dimensi Kompetensi Kepribadian a. menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah. Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah/madrasah. Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin. Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan. mengembangkan budaya dan akhlak mulia. Standar Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah BBM ini disesuaikan dengan cakupan dimensi kompetensi kepala sekolah/madrasah seperti yang terdapat dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/madrasah. d. manajerial.

j. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional. sumber belajar. m. Mengelola informasi dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan.evaluasi. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah. Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah. l. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajar yang efektif. tranparan.f. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah. g. Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel. Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah. Dimensi Kompetensi Kewirausahaan a. i. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 3  . Mengelola guru dan staf dalamr angka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal. dan efisien.dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat. Mengelola hubungan sekolah/madrasah dalam rangka dalam dengan masyarakat pencarian dukungan ide. 3. Mengelola sarana dan prasarana sekolah/madrasah rangka pendayagunaan secara optimal. k. serta merencanakan tindak lanjutnya. p. penempatan. o. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah. Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru. c. dan pembiayaan sekolah/madrasah. dan pengembangan kapasitas peserta didik. h. Melakukan monitoring. n. b.

d. dimensi kompetensi supervisi. 2. penelitian tindakan sekolah BBM nomor 1 sampai 5 disesuaikan dengan dimensi standar kompetensi kepala sekolah/madrasah. dimensi kompetensi manajerial. dimensi kompetensi kepribadian. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dimensi Kompetensi Sosial a. 4. Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat. b. Sedangkan BBM nomor 6 merupakan pengkhususan dan pendalaman dimensi kompetensi penelitian dan pengembangan. e. Menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Dengan Manajerial ‐ KKKS  Halaman 4  . dimensi kompetensi sosial. dimensi kompetensi kewirausahaan. c. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain. c. Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. dan 6. Deskripsi BBM BBM terdiri atas enam bagian yaitu: 1. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/madrasah. Dimensi Kompetensi Supervisi a. C. 4. 3. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta didik. 5. 5. b. Hal ini penting untuk diprioritaskan karena peran kepala sekolah/madrasah sebagai agen perubahan di sekolah/madrasah.

kompetensi emosional berpengaruh terhadap keefektifan kepemimpinan e. dan f. konsep dan latihan kreativitas untuk selalu mencari solusi terbaik. d. b. e. c. manajemen keuangan sekolah. d. kepala sekolah/madrasah sebagai teladan. manajemen SDM di sekolah/madrasah. 1. manajemen sarana dan prasarana sekolah/madrasah. dan h. c. Dimensi kompetensi kewirausahaan meliputi kegiatan belajar: a. evaluasi diri memiliki naluri kewirausahaan. konsep dan latihan kewirausahaan. konsep dan latihan inovasi. 3. d. g. pengembangan diri sebagai pemimpin pendidikan. b. konsep dan latihan motivasi kuat (komitmen) dan pantang menyerah. Setiap BBM di atas meliputi beberapa kegiatan belajar sebagai berikut. Dimensi kompetensi kepribadian meliputi kegiatan belajar: a. pentingnya integritas dan keterbukaan dalam kepemimpinan kepala sekolah/madrasah. manajemen kesiswaan sekolah/madrasah. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 5  . c. pengertian kepribadian kepala sekolah/madrasah. e. dan f. pembuatan rencana kegiatan sekolah/madrasah. b. manajemen perubahan di sekolah/madrasah. konsep dan latihan bekerja keras. Dimensi kompetensi manajerial meliputi kegiatan belajar: a. f. kepala sekolah/madrasah. manajemen kurikulum dan pembelajaran sekolah/madrasah. 2. pengorganisasian sekolah/madrasah.kemampuan ini diharapkan kepala sekolah/madrasah dapat meningkatkan mutu sekolah yang dibinanya.

(2) melakukan latihan/tugasekolah/madrasah. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 6  . D. Dimensi kompetensi supervisi meliputi kegiatan belajar: a. konsep dan latihan supervisi klinis. (3) membuat rangkuman/kesimpulan. memecahkan kasus pada setiap kegiatan belajar. (2) bertukar pengalaman dalam melakukan latihan/memecahkan kasus. dan b. kerja sama/negosiasi dengan pihak lain. dan (4) melakukan refleksi. konsep dan latihan PTS. c. 4. konsep dan latihan perencanaan program supervisi akademik. manajemen hubungan sekolah/madrasah sekolah /madrasah. dan melakukan tindak lanjut. penyusunan proposal dan laporan PTS. dan e. Secara umum aktivitas individual meliputi: (1) membaca materi. dan tindak lanjut. (3) melakukan seminar/diskusi hasil latihan/tugas yang dilakukan. konsep dan latihan tindak lanjut hasil supervisi akademik terhadap guru. BBM penelitian tindakan sekolah meliputi kegiatan belajar: a.b. Dimensi kompetensi sosial meliputi kegiatan belajar: a. b. dan (4) bersama-sama melakukan refleksi. membuat action plan. Langkah- langkah tersebut dapat digambarkan seperti Gambar 1. dan masyarakat di 5. Sedangkan aktivitas kelompok meliputi: (1) mendiskusikan materi. konsep dan latihan supervisi akademik. dan b. konsep dan latihan teknik-teknik supervisi akademik. Langkah-langkah Mempelajari BBM Bahan belajar ini dirancang untuk dipelajari oleh kepala sekolah/madrasah dalam forum KKPS/M. d. Oleh karena itu langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mempelajari materi ini mencakup aktivitas individual dan kelompok.

memberikan pengayaan. Aktivitas Individu Membaca Bahan Belajar Aktivitas Kelompok Mediskusikan Bahan Belajar Sharing Permasalahan dan Hasil Pelaksanaan Latihan Membuat Rangkuman Melakukan Refleksi. yang pada gilirannya diharapkan berdampak pada peningkatan kompetensi yang dibinanya. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 7  . diharapkan kepala sekolah/madrasah para pengawas yang tergabung dalam KKKS/M dapat secara individu dan bersama-sama meningkatkan kompetensinya. dan Tindak Gambar 1 Alur Kegiatan Belajar Individu dan Kelompok Dengan mengikuti langkah-langkah BBM di atas. Sedangkan aktivitas kelompok lebih merupakan forum untuk berbagi. Membuat Action Plan. dan penguatan terhadap kegiatan yang telah dilakukan individu masing-masing. Dengan demikian. dan Tindak Melaksanakan Latihan/Tugas/ Studi Kasus Membuat Rangkuman Melakukan Refleksi. Semoga sukses. Selamat belajar.Dari gambar di atas tampak bahwa aktivitas kelompok selalu didahului oleh aktivitas individu. Membuat Action Plan. maka aktivitas individu adalah hal yang utama.

mendalami.E. mendiskusikan. Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru. Sebagai bahan belajar individual bagi Kepala SD/MISD/MI tanpa terikat oleh fasiltator. diskusi. dan efisien. Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal. Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel. refleksi. 2. 9. Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan. Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajar yang efektif. dan tindak lanjut dalam meningkatkan kompetensi manajerial. dan penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik. Sebagai BBM bagi KKKS. dan tempat. latihan. 10. 5. 3. Tujuan BBM Kompetensi Manajerial BBM kompetensi manajerial ini disusun dengan tujuan untuk dijadikan bahan bacaan. kompetensi G. pelajaran. dan mempraktikkan BBM ini bersama teman sejawat di KKKS/M. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional. Standar Kompetensi Manajerial Setelah mempelajari. waktu. transparan. F. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 8  . Untuk membantu Kepala SD/MI dalam meningkatkan manajerial baik secara individu maupun kelompok. 7. Mengelola sarana dan prasarana sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan secara optimal. Kepala SD/MI diharapkan mampu: 4. 8. organisasi sekolah/madrasah sesuai dengan 11. Mengembangkan kebutuhan. 6. Kegunaan BBM Kompetensi Manajerial 1.

1. Anda diajak untuk mempraktikkan menyusun rencana kegiatan sekolah (RKS). Yang harus tergambar dalam RKS: visi. berarti sub kompetensi manajerial pertama telah Anda kuasai. rencana dan program sekolah. sasaran pengembangan. yaitu: Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan. Pengantar Pada kegiatan belajar 1. b. Anda dapat langsung berlatih mempraktikkan. karena setelah Anda membaca langkah-langkah menyusun RKS.KEGIATAN BELAJAR 1 MEMBUAT RENCANA KEGIATAN SEKOLAH DASAR A. analisis SWOT. identifikasi alternatif. RKS merupakan rencana komprehensif untuk mengoptimalkan pemanfaatan segala sumber daya yang ada dan yang mungkin diperoleh guna mencapai tujuan di masa yang akan datang. misi. identifikasi fungsi-fungsi penting dalam mencapai sasaran. dan sekaligus latihan yang harus Anda praktikkan. tantangan nyata. B. Menyusun Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) a. Materi Belajar Mandiri Berikut adalah materi belajar mandiri yang harus Anda telaah. Begitu Anda sukses mempraktikkan. Kegiatan ini akan sangat mengasyikkan. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 9  . tujuan.

Unggul dalam perolehan NEM Unggul dalam persaingan melanjutkan ke jenjang pendidikan di atasnya. Contoh rumusan visi: Menjadi Sekolah Dasar Unggul dalam Prestasi Berdasarkan IMTAQ Agar rumusan visi yang filosofis tersebut jelas. Unggul dalam kedisiplinan. Unsur visi: (1) pandangan jauh ke depan. Unggul dalam lomba karya ilmiah remaja. Unggul dalam lomba kreativitas. Merumuskan Visi Sekolah Visi: Wawasan yg menjadi sumber arahan yang digunakan untuk memandu perumusan misi sekolah. Contoh Rumusan Visi: MENJADI SEKOLAH DASAR UNGGUL DALAM PRESTASI BERDASARKAN IMAN DAN TAQWA Contoh rumusan indikator-indikatornya: 1. b. Bentuk layanan untuk memenuhi tuntutan yang dituangkan dalm visi sebagai indikatornya. 6. 4. Merumuskan Misi Sekolah • • Tindakan untuk mewujudkan/merealisasi visi. Unggul dalam lomba olah raga. Langkah Penyusunan RKS a. 2. 3. 5. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 10  .2. ke mana sekolah akan di bawa (2) gambaran masa depan yg diinginkan sekolah. 7. perlu dirumuskan indikator-indikatornya. Unggul dalam lomba kesenian.

sehingga dapat dikembangkan secara optimal. peningkatan skor rata-rata +0. memiliki tim olah raga minimal 3 cabang dan menjadi finalis tingkat kabupaten. d. • • Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama.Contoh rumusan misi: • • Melakukan pembelajaran dan bimbingan secara efektif. c. memiliki tim kesenian yang mampu tampil pada acara setingkat kota/kabupaten. tujuan merupakan tahapan wujud sekolah menuju visi yang telah dicanangkan. Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan stakeholders. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada warga sekolah. • Pada tahun 2011. CONTOH TUJUAN • • Pada tahun 2009. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 11  . • Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya. Merumuskan Tujuan Sekolah • Tujuan merupakan “apa” yang akan dicapai/dihasilkan dan “kapan” akan dicapai oleh sekolah.5 Pada tahun 2010. • Jika visi mengarah ke jangka panjang. Menganalisis Tantangan Nyata • Tantangan nyata: gap antara antara tujuan yang ingin dicapai dengan kondisi sekolah saat ini. maka tujuan dikaitkan dengan rentang waktu jangka menengah dan jangka pendek. • Berati.

• Rumusannya menggambarkan mutu dan kuantitas yang ingin dicapai serta terukur. dst). 2006. umumnya 1 tahunan. sementara saat ini baru punya 1 tim cabang olah raga dan menjadi finalis di tingkat kecamatan. Mengidentifikasi Fungsi-Fungsi • Fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran perlu diidentifikasi. • Merupakan perioritas dari beberapa tujuan yang dirumuskan dalam jangka menengah. e. Menentukan Sasaran. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 12  . misi dan tujuan sekolah. 2005.• Selisih antara tujuan yang diinginkan dengan kenyataan saat ini. maka tantangan nyatanya adalah: (1) 2 tim cabang olah raga. sekolah X: (1) memiliki tim olah raga bola voli yang menjadi finalis di tingkat kabupaten/kota. Contoh: Jika tujuannya berbunyi: Pada tahun 2009 memiliki tim olah raga minimal 3 cabang dan menjadi finalis tingkat kabupaten. • • Mengacu kepada visi. (2) memiliki tim kesenian kulintang yang mampu tampil di tingkat kota/kabupaten. • Dibuat rincian pada beberapa tahun (mis: 2004. f. Berupa tujuan jangka pendek atau tujuan situasional sekolah. dan (3) 2 peringkat untuk 2 cabang olah raga. (2) 1 peringkat (dari kecamatan ke kabupaten) untuk 1 cabang olah raga. • Contoh: Pada tahun ajaran 2009/2010.

Melakukan Analisis SWOT • Analisis SWOT dimaksudkan untuk menganalisis kesiapan setiap fungsi dan faktor dari sisi kekuatan internal (strength). fungsi pelayanan kesiswaan.• Fungs-fungsi tsb adalah fungsi PBM beserta fungsi-fungsi pendukungnya: kurikulum. • Peningkatan waktu latihan dan uji tandaing. perlu diidentifikasi alternatif pemecahan Contoh alternatif untuk kelemahan dan ancaman di atas: • Pengaktifan bola voli sekolah. Contoh: Program: Peningkatan latihan dan uji tanding tim bola voli sekolah. fungsi hubungan sekolah dengan masyarakat dan fungsi pengembangan fasilitas. g. • Mendatangkan pelatih dari luar sekolah. fungsi pengembangan iklim sekolah. kelemahan internal (wakness). Rincian Program: • • Mengadakan latihan teratur 3 x seminggu Mendatangkan pelatih berpengalaman dari luar Manajerial ‐ KKKS  Halaman 13  .perencanaan dan evaluasi. Mengidentifikasi Alternatif Pemecahan Guna mengatasi kelemahan dan ancaman. h. fungsi keuangan. Berdasarkan kemudian disusun program beserta rincian & penanggungjawabnya. peluang eksternal (opportunty) dan ancaman eksternal (treat). Menyusun Program alternatif pemecahan yang diidentifikasi tersebut. i. fungsi ketenagaan. • Peningkatan sarana prasarana olah raga bola voli.

Penanggungjawab: Maemunah. Mengundang tim sekolah lain untuk uji tanding. C. TUGAS LATIHAN KELOMPOK Setelah Anda menyusun draft awal rencana kegiatan sekolah Anda. komite sekolah. guru.• • • • • Mengadakan lomba antar tim di sekolah. orang tua.Pd (Guru OR). dan wakil dari suatu SMA. S. dapat disatukan menjadi satu RKS hasil kerja kelompok! Sangat bagus jika 5 orang anggota kelompok Anda mewakili stake holders yang berbeda: kepala sekolah. TUGAS LATIHAN INDIVIDUAL Buatlah draft awal RKS pada Sekolah Dasar Anda. sehingga dari 5 RKS hasil kerja individual. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 14  . Melakukan evaluasi kinerja setiap tim. Mengikuti turnamen bola voli tingkat kota/labupaten. mulai dari penyusunan visi dan misi sampai dengan penyusunan programnya! D. kompromikan dengan 5 orang anggota kelompok di KKKS Anda.

Berikut adalah adalah bacaan tentang pengorganisasian sekolah yang harus Anda telaah.KEGIATAN BELAJAR KE 2 PENGORGANISASIAN SEKOLAH DASAR A. Anda telah berhasil menyusun rencana kegiatan sekolah. terutama komponen yang bersifat manusianya. tentulah Anda harus menelaah apa yang disebut dengan pengorganisasian sekolah itu. wewenang. Pengantar Baiklah. Kini tiba saatnya Anda untuk berlatih mengembangkan organisasi sekolah. tidak mungkin jika keseluruhan aktivitas yang bermacam- Manajerial ‐ KKKS  Halaman 15  . tugas. pekerjaan dan aktivitas tersebut beraneka ragam dan kadang-kadang menuntut spesialisasi tertentu dalam pengerjaannya. Tugas. Bagaimana agar Anda dapat mengorganisasikan sekolah. wewenang dan tanggungjawab yang harus dilakukan dan dikerjakan oleh setiap komponen tingkat satuan pendidikan. B. banyak sekali pekerjaan. tanggungjawab. termasuk sekolah dasar. Materi PENGORGANISASIAN SEKOLAH DASAR Dalam setiap organisasi pendidikan. Oleh karena itu.

badan dan alat. organizing atau pengorganisasian berarti pembentukan bagian-bagian. Organize berarti membentuk bagian-bagian. badan. Tujuan pengorganisasian sebagaimana yang disebutkan berikut. Kata organize berasal dari kata organ. Fungsi pengorganisasian adalah: Sebagai wahana untuk membagi pekerjaan di antara komponen-komponen dan unit-unit kerja di tingkat satuan pendidikan. Pengorganisasian juga berarti sistem kerja sama antara satu orang atau lebih dalam rangka mencapai tujuan tertentu. badan-badan. antara unit dengan unit lain dan antara bagian satu dengan bagian yang lain (Indrakusuma. aktivitas. badan atau Organizing juga berarti membentuk bagian. badan. unit-unit kerja dalam suatu organisasi. pekerjaan. Pengorganisasian juga berarti pembagian pekerjaan antara satu orang dengan orang lain. tugas dan tanggungjawab tersebut mesti dibagi-bagi dengan orang lain. anggota. wewenang dan tanggung jawab pada institusi tingkat satuan pendidikan. Oleh karena itu. Mengatur tugas. Secara terminologis. Pembagianpembagian demikian inilah yang dikenal dengan pengorganisasian. anggota atau alat (Echols. Secara etimologis. Organizing juga berarti membentuk bagian. wewenang. unit-unit kerja yang ada di tingkat satuan pendidikan sehingga terciptalah team work yang baik. Lalu lintas hubungan ini perlu diatur agar tidak “semrawut”. 2. Organ sendiri berarti bagian. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 16  . anggota alat. 1982). Memperlancar jalannya usaha kerja sama antara orang-orang yang bekerja sama di tingkat satuan pendidikan. Selain ia waktu yang terbatas. 1984). ia pun punya kemampuan yang juga terbatas. organizing merupakan terjemahan dari kata organize. sebutlah kepala sekolah. 1. Mengatur lalu lintas hubungan antara orang-orang.macam tersebut hanya melakukan oleh seorang. badan-badan.

pengorganisasian lini-staf. struktur pengorganisasian fungsional. Ialah akomodatif dan antisipatif terhadap berbagai jenis perkembangan. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 17  . Yang dimaksud dengan fleksibilitas adalah keluwesan. ialah struktur pengorganisasian lini. bentuk lurus dan bentuk militer. Agar organizing ini dapat dilakukan dengan baik. Pengorganisasian bentuk lini dan struktur Pengorganisasian bentuk lini disebut juga pengorganisasian bentuk jalur. Prinsip kesatuan perintah (unity of commond). Perumusan tujuan tingkat satuan pendidikan secara jelas. 2. Bentuk pengorganisasian lini ini dapat digambarkan sebagaimana Diagram 1. 8. 3. Mula-mula bentuk pengorganisasian ini diperkenalkan oleh Henry Fayol. 2. Prinsip pendelegasian wewenang (delegation of authority). Sebagai wahana untuk memperlancar jalannya kerja sama antara komponen-komponen. salah seorang pakar manajemen ilmiah. Adanya kemampuan pengawasan (span of control). Fleksibelitas.1. pengorganisasian panitia pengorganisasian gabungan. Sebagai wahana untuk mengatur lalu lintas hubungan antara orang-orang. maka haruslah memedomani prinsip-prinsip organizing. 7. 4. juga dikenal dengan bentuk struktural. 1. 5. 6. Adapun prinsip-prinsip pengorganisasian tingkat satuan pendidikan adalah sebagai berikut. Pengutamaan pencapaian tujuan tingkat satuan pendidikan. unit-unit kerja yang ada di tingkat satuan pendidikan. Ada beberapa struktur pengorganisasian yang dewasa ini dikenal. Oleh karena strukturnya jelas dari atas ke bawah. Prinsip pembagian pekerjaan. unit-unit kerja dan komponen-komponen yang ada di tingkat satuan pendidikan. Prinsip pengelompokan fungsi. Kebanyakan struktur ini digunakan di dunia perusahaan dan dunia militer. 1.

anggota dan komponen lembaga sudah banyak dan urusannya beraneka. Jika dalam pengorganisasian bentuk lini tersebut. cocok untuk anggota yang masih sedikit dan cakupannya masih sempit. KEPALA STAF AHLI STAF AHLI STAF AHLI STAF AHLI STAF AHLI Ka Unit Ka Unit Ka Unit Ka Unit Ka Unit Ka Unit Diagram 2 Struktur Pengorganisasian Lini-Staf Manajerial ‐ KKKS  Halaman 18  . maka pada pengorganisasian yang cakupannya luas. Bentuk pengorganisasian lini-staf tersebut dapat dikemukakan sebagaimana Diagram 2. Pengorganisian Lini-Staf.KEPALA KEPALA BAGIAN KEPALA BAGIAN KEPALA BAGIAN Ka Unit Ka Unit Ka Unit Ka Unit Ka Unit Ka Unit Diagram 1. Pengorganisasian bentuk lini-staf ini merupakan penyempurnaan dari pengorganisasian bentuk lini. lebih cocok disempurnakan menjadi organisasi bentuk linistaf. Struktur Pengorganisasian Lini 2.

dan lini staf. lini dan fungsional. Ada yang merupakan penggabungan dari lini dan lini staf. Pimpinan pucuk dapat memerintahkan apa saja kepada para pimpinan di bawahnya.3. Produksi Manajer Personalia Manajer Keuangan Manajer Pemasaran Diagram 3. atau merupakan penggabungan tiga sekaligus: lini. Wk. Kepala Ur. Penggabungan antara keseluruhan bentuk organisasi dapat dikemukakan sebagaimana pada Diagram 4. Struktur Pengorganisasian Gabungan Struktur pengorganisasian gabungan ini sebenarnya hanyalah merupakan gabungan ini sebenarnya hanyalah merupakan gabungan dari bentuk-bentuk pengorganisasian yang disebutkan di atas. Pengorganisasian Fungsional Pengorganisasian fungsional adalah suatu pengorganisasian di mana kekuasaan dari pimpinan pucuk didelegasikan kepada pimpinan bawahnya. Kepala Ur. Bentuk pengorganisasian fungsional dapat dikemukakan sebagaimana pada Diagram 3. Kepala Ur. staf dan fungsional. Logistik Wk. Adm. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 19  . sepanjang hal tersebut sesuai dengan bidangnya. KEPALA Wk. fungsional. Struktur Pengorganisasian Fungsional 4.

Kepala Ur. Anda berkelompok dengan anggota 5 orang.KEPALA STAF AHLI STAF AHLI Wk. Tugas Latihan Kelompok g. mengapa struktur tersebut yang Anda pilih? D. Produksi KEPALA BAGIAN Diagram 4 Struktur Pengorganisasian Gabungan C. Anda diminta untuk membuat struktur organisasi sekolah dasar Anda. Adm. KEPALA BAGIAN Wk. Buatlah struktur yang ideal. bukan hanya mengangkat dari struktur SD tempat Anda bekerja. h. Buatlah reflleksi. Kompromikan hasil kerja individual Anda. tentang proses-proses kompromi yang Anda lakukan selama menyusun struktur organisasi sekolah dasar bersama dengan angota kelompok Anda! Manajerial ‐ KKKS  Halaman 20  . masing-masing mewakili stake holders yang berbeda. Kepala Ur. Kepala Ur. Logistik KEPALA BAGIAN Wk. Selanjutnya Anda diminta mengedepankan alasan. Tugas Latihan Individual Setelah Anda menelaah materi tentang pengorganisasian sekolah dasar. sehingga menjadi hasil kerja kelompok! Untuk itu.

Ini disebabkan bahwa banyak orang. Selain itu. harus belajar lagi. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 21  . baik oleh anggota organisasi maupun mereka yang berada di luar organisasi. Oleh karena itu. Dengan mengetahui perkara pengelolaan perubahan. Materi MENGELOLA PERUBAHAN DI SEKOLAH DASAR Alasan-alasan perubahan seringkali dipertanyakan. Pengantar Baiklah. perubahan juga menjadikan seseorang yang sudah merasa banyak belajar dari pengalaman di suatu organisasi. termasuk anggota organisasi. yang lebih menghendaki kemapanan dibandingkan dengan perubahan. Anda telah paham dengan pengorganisasian sekolah.KEGIATAN BELAJAR 3 MENGELOLA PERUBAHAN DI SEKOLAH DASAR A. Kini saatnya Anda menelaah tentang pengelolaan perubahan. telaahlah teks bacaan berikut! B. Anda diharapkan menguasai sub kompetensi: Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajar yang efektif.

menurut hasil studinya. Hanson (1997) menggambarkan bagaimana antara factor pendorong dan factor penolak perubahan sebagaimana pada diagram 1. Baik faktor eksternal organisasi maupun faktor internal organisasi. organisasi tersebut mengalami fluktuasi. Kalau tidak. yang lebih banyak karena kombinasi pengaruh eksternal dan internal organisasi. Perubahan tersebut. bahkan sudah menjadi bawaan dunia dengan segala isinya. bahwa di dunia ini. Dengan demikian dapatlah dinyatakan bahwa ada kalanya suatu organisasi berubah karena adanya faktor eksternal yang lebih dominan. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 22  . pasti juga akan berubah. dan ada kalanya suatu organisasi berubah karena lebih dominan didorong oleh faktor internalnya. Jika kita memperhatikan apa saja yang ada di dunia ini. barangkali hanyalah perubahan itu sendiri. kalau ingin tetap survive. ia akan mengalami krisis dan bahkan mati. ialah mengulang kematian organisasi-organisasi besar. dengan seluruh komponen dan sistemnya. kalau tidak. Selama rentang perkembangannya. Atas realitas tersebut. yang berentang dari 5 sampai 100 tahun. akan mengalami nasib tragis seperti pendahulunya. mengontroduksi daya tahan hidup organisasi besar di Amerika Serikat. dalam Organization Theory: Structure. organisasipun juga harus berubah. Karena itu. Sebab. organisasi besar dan kecil. Yang tidak berubah. hampir tidak ada sesuatu yang tidak berubah. ialah: (1) faktor pendorong eksternal organisasi dan (2) faktor pendorong internal organisasi. Robbin. Jika lingkungan berubah. tidak ada sesuatu yang tidak berubah. ada dua faktor pendorong perubahan organisasi. Tetapi.Tetapi hendaklah diingat. Mengapa organisasi berubah? Karena organisasi hidup dalam suatu lingkungan tertentu. mempunyai kekuatan pendorong yang berbeda-beda. Semua akan berubah. Design and Appication (1990). Jika dipetakan. menurut Robbin. Robbin merekomendasikan sebuah perubahan berencana pada setiap organisasi yang ingin tetap eksis.

Perubahan tidak berencana sendiri. makin lama cenderung makin berkembang. Perubahan secara tiba-tiba terjadi. Educational Administration and Organizational Behavior. Perubahan secara tiba-tiba. tidak senantiasa seperti yang diinginkan oleh pihak manajemen. karena banyak faktor yang berada di luar kekuasaan organisasi tersebut.FORCE-FILED ANALYSIS Driving Forces Unfrezing Equilibrium Resisting Forces Moving Equilibrium Frezing Equilibrium Hanson. Mark. bahwa yang namanya organisasi itu. Perubahan karena perkembangan ini seiring dengan lamanya usia organisasi tersebut. ialah perubahan tidak berencana dan perubahan berencana. 1997. Tetapi arah pekembangan organisasi pada jenis ini. dan (2) perubahan secara tibatiba (accidental change). Manajerial ‐ KKKS  Halaman 23  . karena ada persoalan emergency baik yang bersumber dari faktor internal maupun yang bersumber dari faktor eksternal. dapat saja terjadi pada organisasi apapun. 1. Perubahan ini terjadi sebagai suatu keniscayaan. dapat dikategorikan menjadi dua. Ada berbagai macam atau jenis perubahan. ialah: (1) perubahan karena perkembangan (developmental change). Perubahan Tidak Berencana Perubahan karena perkembangan adalah suatu perubahan yang tidak direkayasa oleh manajemen. E.

dengan menggunakan jasa atau bekerja sama dengan intervenis/konsultan. perubahan yang tidak pernah diestimasi tersebut kerap menjadikan organisasi mengalami perubahan secara tiba-tiba. Yang dimaksud dengan manajemen perubahan adalah: Suatu upaya yang dilakukan manajemen guna melakukan perubahan berencana. Benne dan Chin mengartikan perubahan berencana sebagai: Penerapan pengetahuan tentang manusia secara sistematis dan tepat dengan maksud melakukan tindakan yang berarti. Perubahan secara tiba-tiba karena adanya revolosi. Bennis. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 24  . lebih banyak dilakukan atas kemauan sendiri. krisis ekonomi yang mendadak. Ada beberapa pengertian perubahan berencana yang dikedepankan oleh para ahli. Perubahan berencana ini adalah suatu perubahan yang memang diinginkan agar organisasi dapat tetap survive dan bahkan berkembang sesuai dengan tuntutan angota dan lingkungannya. perubahan berencana adalah perubahan yang dilakukan secara sengaja. Pendeknya. misalnya saja perubahan berencana (change planed). 2. Banyak label yang diberikan kepada manajemen poerubahan. peperangan dan sebagainya. Perubahan Berencana (planned change) Perubahan berencana adalah perubahan yang disengaja atau bahkan direkayasa oleh pihak manajemen. banjir besar. tanah longsor. pembaharuan organisasi dan sebagainya. Jadi. inovasi organisasi. dan masih banyak lagi.Perubahan secara tiba-tiba karena adanya perubahan lingkungan fisik seperti gunung meletus. Kurt Lewin menyatakan bahwa perubahan berencana adalah: Usaha untuk mengumpulkan. sehingga proses perubahan itu lebih banyak diusahakan oleh sistem itu sendiri. agar organisasi tersebut tetap survive dan bahkan mencapai puncak perkembangannya. gempa bumi. menggunakan data dan informasi guna memecahkan persoalan sosial. pengembangan organisasi (organizational development).

(4) enginering strategy. Dengan demikian. organisasi dan masyarakat. (3) academic strategy. mengingat subyek yang hendak diubah juga menghajatkan aliran ekonomik tersebut. Central of power tsb. (7)confrontation strategy. Dengan pemahaman tersebut. asumsi strategi ini adalah. harus bisa meyakinkan orang ini terlebih dahulu. agen pembaharuan. maka orang tersebut memegang posisi kunci dalam proses perubahan berencana. Melalui figur perorangan yang berkuasa. kelompok. Political Strategy Strategi yang didasarkan atas pemahaman mengenai struktur kekuasaan yang terdapat dalam sistem sosial: perorangan. (8) applied behavioral science mode. Secara ringkas. Strategi yang didasarkan atas pendekatan kepada pemegang kendali ekonomik ini sangat lazimnya juga akan dapat diterapkan dengan bai. agen perubahan berafiliasi dengan pemegang posisi pengaturan ekonomik. maka mereka yang berada di lapisan bawah juga akan ikut berubah. (2) economic strategy.Kult E. (6) military strategy. peralatan dan pembiayaan. Economic Strategy Strategi yang didasarkan atas pemahaman. Dengan pemahaman tsb. beberapa strategi perubahan beencana tersebut dikedepankan sebagai berikut: a. b. dengan sendirinya mengedepankan cara yang bersifat top down dalam setiap perubahan. agen perubahan berafiliasi dengan pusat kekuasaan (central of power). Manajerial ‐ KKKS  Halaman 25  . bila seseorang memegang posisi pengaturan sumber ekonomik seperti anggaran. bisa formal dan bisa informal. Osmosk mengemukakan beberapa strategi perubahan berencana antara lain: (1) political strategy. baik secara langsung maupun tidak langsung. tatkala impinan puncaknya sudah mau berubah. Strategi ini. perubahan digulirkan. Atau. dan (9) followship strategy.

d. tetapi umumnya tidak bertahan lama. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 26  . seorang agen pembaharu. atau terpojok. yang disertai dengan data lengkap dan terpercaya serta rasional. Jika ingin mengadakan suatu perubahan. f. perbanyaklah pekerjaannya. Cara ini ini memang ampuh untuk melakukan perubahan. maka orang tersebut akan berubah. Padal ketika lingkungan berubah. orang yang akan diubah itu disudutkan pada posisi yang ia tidak senang. Enginering Strategy Strategi yang didasarkan atas pemahaman. manakala kepadanya disodorkan data yang dapat diterima oleh akal sehat (rasio). Karena itu. haruslah dapat menyajikan argumentasinya secara rasional tatkala bermaksud menawarkan perubahan. Confrontation Strategy Strategi yang didasarkan atas pemahaman. Military Strategy Strategi yang didasarkan atas pemahaman. Perasaan terpojok diyakini dapat menjadikan seseorang bisa berubah sesuai dengan arah yang diinginkan oleh pembaharu. setiap orang sebenarnya akan bisa menerima perubahan. bahwa setiap manusia itu rasional. agen perubahan haruslah mengubah lingkungan di mana manusia tersebut hidup. Kalau ingin karyawan berjas. bahwa perubahan agar dapat dilakukan dengan kekerasan/paksaan. e.c. termasuk di mana ia berorganisasi. bahwa setiap perubahan menyangkut setiap manusia. Paksaan bisa berupa ancaman fisik dan psikologis. manusiapun berubah. Academic Strategy Strategi yang didasarkan atas pemahaman. jika suatu tindakan bisa menimbulkan kemarahan seseorang. Ini terjadi karena orang yang akan diubah dihadapkan pada suatu kondisi: TIDAK ADA PILIHAN LAIN. Karena itu. dinginkan suhu ruangan. agar manusia berubah. Berarti. Contoh: kalau ingin pekerja rajin.

Ada tiga langlah perubahan menurut Kurt Lewin. Ahli-ahli ilmu perilaku ini. manakala punya kemampuan hubungan kemanusiaan yang baik. b. agar dapat dilembagakan. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 27  . Lippit mengedepankan tujuh langkah perubahan berencana. kelompok dalam setting sosial tertentu. 2. a. Sementara itu. 2. Lazimnya. suatu perubahan dilakukan dengan mengggunakan jasa konsultasi ahli ilmu perilaku. Pengguna dan agen saling menjajagi sistem nilai yang dianut oleh kedua belah pihak. a.g. Langkah Freezing: Pemantapan atau pembakuan dari perilaku yang baru dibentuk. h. The establishment of change relationship. ialah: 1. Mepesepsi bahwa persoalan tersebut memang harus dipecahkan. Pengguna agen perubahan melakukan hubungan kerja antar mereka. 3. bahwa perubahan itu dapat dilakukan dengan mengembangkan prinsip kepengikutan. Langkah Moving: Pembentukan pola perilaku yang baru. ialah: 1. memang punya kompetensi mengubah perilaku (behavior modification) terhadap individu. The development of need for change. atau mendayagunakan pihak lain. c. Mempersepsi bahwa guna memecahkan persoalan tersebut perlu bantuan orang lain. Followship Strategy Strategi yang didasarkan atas pemahaman. Applied Behavioral Science Model Strategi yang didasarkan atas pemahaman terhadap ilmu perilaku (behavioral science). b. Seseorang akan memberikan contoh dan bimbingan dengan baik. Mempersepsi adanya persoalan yang akan dipecahkan. Langkah Unfreezing: Pencairan dari keadaan sekarang. Caranya dengan memberikan contoh dan memberikan bimbingan.

c. Pengguna dan agen bertukar pikiran tentang metode perubahan yang akan digunakan, hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan guna melakukan perubahan. d. Penguna dan agen menentukan, mana pekerjaan yang menjadi kapling pengguna dan mana yang menjadi kapling agen. e. Pengguna dan agen menyepakati sumber-sumber yang diperlukan guna melakukan perubahan. 3. Diagnosis of the client system’s problem(s). a. Agen dan pengguna melakukan diagnosis terhadap persoalan yang dihadapi oleh organisasi. b. Agen dan pengguna menetapkan jenis data yang diperlukan, berikut cara mengumpulkannya. 4. Examining alternatives and goal action. a. Agen dan pengguna menentukan alternatif tindakan. b. Agen dan pengguna menentukan strategi pelaksanaan tindakan. c. Agen dan pengguna menentukan teknik intervensi yang akan digunakan. d. Tekanan pada tahap ini adalah, pada perencanaan yang dibuat dikaitkan dengan sumber-sumber yang tersedia. 5. Action Implementation. a) Dipandang sebagai tahapan paling berat. b) Pengguna dan agen menerapkan strategi intervensi yang sudah diterapkan. c) Pada tahap ini, pengguna dan agen akan berhadapan dengan dan mendapatkan halangan dari mereka yang selama ini resisten terhadap perubahan. d) Pada tahap ini, pengguna dan agen berhadapan dengan persoalan nyata di lapangan. e) Karena itu, umpan balik terhadap apa yang dilakukan senantiasa diperlukan, guna melakukan strategi yang dipilih. 6) Generalization and stabilization of change.

Manajerial ‐ KKKS 

Halaman 28 

a) Pengguna dan agen perlu meyakini dan memberikan perhatian kepada hasil yang dicapai, betatapun kecilnya hasil tersebut. b) Dengan fokus perhatian pada hasil yang telah dicapai, akan makin menumbuhkan keyakinan untuk meneruskan proses perubahan. c) Pola-pola lama kemungkinan masih tampak padatahap ini, karena suatu proses perubahan itu membutuhkan waktu lama. d) Karena itu, proses tersebut harus diteruskan dan

ditingkatkan intensitasnya. 7. Terminating the change agent relationship and evaluation. a. Bila perubahan tersebut telah dapat dilakukan secara melembaga, bantuan dari luar (agen, konsultan) tidak diperlukan lagi. b. Pengguna dapat mengambil pelajaran dari proses

kolaborasinya dengan agen.

C.

Latihan Individual 1. Apa yang dimaksud dengan perubahan organisasi? 2. Di antara berbagai jenis perubahan, manakah yang menurut Anda penting, ialah perubahan berencana atau perubahan tidak berenana? Perkuat alas an Anda! 3. Berdasarkan atas langkah-langkah perubahan yang Anda pelajari, kemukakan langkah-langkah perubaha menurut pendapat Anda sendiri!

D.

Latihan Kelompok Diskusikan di dalam kelompok, jika di SD Anda akan melakukan perubahan, mana yang harus dipilih, ketika diajukan 4 opsi perubahan, ialah perubahan setting fisik, perubahan teknologi, perubahan perilaku manusianya, dan perubahan budaya mutu di sekolah? Perkuat alasan

Manajerial ‐ KKKS 

Halaman 29 

Anda dengan argumen-argumen yang didasari analisis kelebihan dan kerugian masing-masing!

Manajerial ‐ KKKS 

Halaman 30 

KEGIATAN BELAJAR 4 MANAJEMEN SDM DI SEKOLAH DASAR A. Materi MANAJEMEN SDM DI SEKOLAH DASAR Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan pengakuan pada pentingnya tenaga pendidik dan kependidikan pada sekolah sebagai sumber daya manusia yang vital. dan memanfaatkan fungsi dan kegiatan yang menjamin bahwa sumber daya manusia dimanfaatkan secara efektif dan adil demi kemaslahatan individu. B. dan masyarakat. Pengantar Ternyata Anda sudah dapat menguasai kompetensi manajemen perubahan. dengan menelaah bacaan tentang manajemen SDM. Oleh karena itu. posisi sumber daya manusia tidak bisa digantikan oleh faktor-faktor lain dilihat dari nilai sumbangannya Manajerial ‐ KKKS  Halaman 31  . yang terdiri atas tenaga pendidik (guru) dan tenaga kependidikan lain (staf non guru). Kini tibalah waktunya untuk menelaah lebih lanjut tentang manajemen SDM pendidikan. Dalam pengertian ini. diharapkan Anda menguasai sub kompetensi manajerial sebagai berikut: Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal. sekolah. yang memberikan sumbangan terhadap tujuan sekolah.

terhadap sekolah. Manajemen SDM mencakup kegiatan sebagai berikut: (1) Perencanaan SDM. Tingkat keberhasilan manajemen sumber daya manusia dalam satu sekolah dapat dikaji dari ketepatan melaksanakan fungsi-fungsi MSDM. (3) Pengadaan Tenaga pendidik dan kependidikan. Perencanaan SDM Perencanaan SDM adalah kegiatan menaksir/menghitung kebutuhan SDM sekolah dan selanjutnya merumuskan upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. (8) Pengembangan Karir. kewajiban dan tanggung jawab utama tenaga pendidik dan kependidikanan tersebut dan kondisi di mana tenaga pendidik dan kependidikanan itu harus dikerjakan. Kemaslahatan seorang tenaga pendidik dan kependidikan harus dilihat dari kepentingan dan kebermaknaan bagi dirinya sendiri. (7) Penilaian Kinerja. (11) Perundingan Ketenaga pendidik dan kependidikanan. (10) Penciptaan Mutu Kehidupan Kerja. dan (13) Pensiun dan Pemberhentian Tenaga pendidik dan kependidikan. (6) Konpensasi. Penempatan dan Penugasan. Analisis Tenaga pendidik dan kependidikanan Analisis tenaga pendidik dan kependidikanan adalah suatu proses menjelaskan dan mencatat tujuan-tujuan tenaga pendidik dan kependidikanan. Seorang tenaga pendidik dan kependidikan dinyatakan memiliki nilai sumbangan kepada sekolah apabila kehadirannya diperlukan. 2. (2) Analisis Tenaga pendidik dan kependidikanan. 1. produktivitas sekolah dan fihakfihak yang memperoleh jasa layanan sekolah itu. (4) Seleksi Tenaga pendidik dan kependidikan. memiliki nilai tambah terhadap produktivitas sekolah dan kegiatannya berada dalam mata rantai keutuhan sistem sekolah itu. Upaya tersebut mencakup kegiatan menyusun dan melaksanakan rencana agar jumlah dan kualifikasi personil yang diperlukan itu tersedia pada saat dan posisi yang tepat sesuai dengan tuntutan sekolah. (5) Orientasi. (9) Pelatihan dan Pengembangan Tenaga pendidik dan kependidikan. (12) Riset Tenaga pendidik dan kependidikan. Analisis tenaga pendidik dan kependidikanan merupakan bagian dari perencanaan SDM yang Manajerial ‐ KKKS  Halaman 32  .

Kompensasi (termasuk kesejahteraan) Kompensasi adalah apa yang diterima tenaga pendidik dan kependidikan karena ia telah memberikan kontribusi pikiran. Kompensasi terdiri dari hal berupa uang dan bukan uang. 6. 4. prosedur. Seleksi Tenaga pendidik dan kependidikan Seleksi tenaga pendidik dan kependidikan adalah suatu proses mengeumpulkan informasi untuk menilai dan memutuskan siapa yang diangkat. perhatian. penempatan. 5. dan penugasan merupakan kegiatan yang dilakukan serempak.membentuk menjelaskan dan spesifikasi tenaga pendidik dan kependidikanan spesifikasi kompetensi serta karakteristik kepribadian yang tepat untuk mengerjakan tenaga pendidik dan kependidikanan itu. dan kinerjanya terhadap sekolah. kemampuan. Kompensasi sangat penting untuk Manajerial ‐ KKKS  Halaman 33  . dengan berpedoman pada hukum. Penempatan dan Penugasan Orientasi. Orientasi ditujukan untuk mempercepat sosialisasi tenaga pendidik dan kependidikan dan penerimaan lingkungan kerja sehingga tenaga pendidik dan kependidikan tersebut dapat segera beradaptasi dalam sistem. Rekrutmen (pengadaan) Tenaga pendidik dan kependidikan Rekrutmen (pengadaan) tenaga pendidik dan kependidikan adalah seperangkat kegiatan dan proses yang dipergunakan untuk memperoleh sejumlah orang yang bermutu pada tempat dan waktu yang tepat sesuai dengan ketentuan hukum sehingga orang dan sekolah dapat saling menyeleksi berdasarkan kepentingan terbaik masing-masing dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Penempatan dan penugasan adalah keputusan ketenaga pendidik dan kependidikanan yang berazaskan “the right men on the right job”. demi kepentingan jangka panjang dan pendek. 3. Orientasi. serta budaya kerja. perorangan dan sekolah.

kemampuan. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 34  . Pelatihan berbeda dengan pengembangan. Penilaian Kinerja Penilaian kinerja yaitu suatu proses mempertimbangkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan pada masa lalu dan sekarang yang dikaitkan dengan latar belakang lingkungan kerjanya serta memperhatikan potensi yang dimiliki tenaga pendidik dan kependidikan tersebut bagi kepentingan sekolah di masa yang akan datang. melalui pembelajaran. Pelatihan adalah segala kegiatan yang dirancang untuk memperbaiki kinerja tenaga pendidik dan kependidikan dalam suatu tenaga pendidik dan kependidikanan di mana tenaga pendidik dan kependidikan tersebut sedang atau akan diangkat menjabat tenaga pendidik dan kependidikanan yang bersangkutan. dan mempertahankan angkatan kerja yang produktif. Pengembangan adalah upaya membantu tenaga pendidik dan kependidikan secara individual menangani tanggung jawabnya di masa depan. Pelatihan dan Pengembangan Tenaga pendidik dan kependidikan Pelatihan dan pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan adalah upaya memperbaiki kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di masa kini maupun di masa depan dengan meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dan kependidikan untuk bertugas. 9. Pengembangan Karir Pengembangan karir adalah proses mencermati potensi. Penilaian bertujuan membantu tenaga pendidik dan kependidikan yang bersangkutan mencapai hasil bagi dirinya sendiri dan sekolah. mutu sikap dan keterampilan. sehingga tenaga pendidik dan kependidikan dan sekolah memperoleh maslahat dan nilai tambah optimal. biasanya dengan meningkatkan pengetahuan.memperoleh. memelihara. 8. 7. kinerja dan komitmen tenaga pendidik dan kependidikan untuk diposisikan dalam struktur sekolah secara tepat.

13.10. Riset tenaga pendidik dan kependidikan Riset atau penelitian sumber daya manusia adalah upaya untuk menemukan tindakan-tindakan ketenaga pendidik dan kependidikanan secara empirik yang dimaksudkan untuk memperbaiki tindakantindakan ketenaga pendidik dan kependidikanan pada masa kini. gaji dan penghargaan yang merangsang. Penciptaan Mutu Lingkungan Kerja Menciptakan lingkungan kerja adalah upaya yang berkaitan dengan mewujudkan pengawasan yang suportif. 11. dan menyepakati konsekuensi yang akan diperoleh tenaga pendidik dan kependidikan sebagai akibat pelanggaran hubungan kerja. Pemberhentian tenaga pendidik dan kependidikan terjadi atas permohonan sendiri atau karena diberhentikan organisassi akibat sangsi tertentu yang berkaitan dengan keswepakatan hubungan kerja. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 35  . Riset SDM dapat dilakukan oleh unit yang ada dalam sekolah itu atau dilakukan oleh lembaga-lembaga khusus yang menaruh perhatian pada pengembangan dan pemberdayaan SDM atau MSDM pada umumnya. Pensiun dan Pemberhentian Tenaga pendidik dan kependidikan Pensiun merupakan hak tenaga pendidik dan kependidikan. Fungsi MSDM ini berkaitan dengan merumuskan syarat-syarat dan kondisikondisi yang memberikan kejelasan/pedoman bagi pemenuhan hak pensiun. Perundingan ketenagaan pendidik dan kependidikan Perundingan tenaga pendidik dan kependidikan adalah kegiatan yang berkaitan dengan menempatkan hak dan kewajiban tenaga pendidik dan kependidikan dan sekolah menjadi jelas. kondisi kerja yang baik. dan pengembangannya di masa depan. merumuskan kesepakatan-kesepakatan menangani perselisihan ketenaga pendidik dan kependidikanan. 12. serta menjadikan tenaga pendidik dan kependidikanan sebagai sesuatu yang menantang dan memberikan kepuasan. Riset SDM dapat dilakukan dalam lingkungan internal sekolah maupun di luar sekolah.

Adanya sangsi sosial dari masyarakat yang merasa dirugikan atas pelayanan yang keliru (male-practice). C. k. Latihan Individual Buatlah mind mapping tentang proses manajemen SDM di Sekolah Dasar! Manajerial ‐ KKKS  Halaman 36  . l. Pengakuan klien bahwa keahlian tersebut menjamin kebutuhannya melalui pelayanan yang benar dan bertanggung jawab. n. m. Praktek yang didasari oleh pemahaman dan penguasaan konsep dan teori yang divalidasi secara empirik secara terus-menerus. yang membuat sekolah tersebut memiliki posisi tawar-menawar yang kuat dan berpengaruh. Awal penguasaan ini dibina dan dikembangkan melalui preservice education. Dimilikinya persatuan profesi yang didukung oleh anggotaanggotanya. Perlindungan hukum yang ditunjukkan oleh sertifikasi keahlian yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan. j. Persyaratan yang harus dipenuhi untuk membangun kinerja profesional adalah: i.Pemberhentian tenaga pendidik dan kependidikan dalam arti ini biasanya dilakukan dalam periode kontrak kerja (work service). Kata profesi berasal dari Bahasa Inggeris “to profess” yang berarti ikrar atau pernyataan diri bahwa seseorang akan mengabdi sepenuh hati terhadap tenaga pendidik dan kependidikanan yang telah dipilihnya sebagai karir dan sumber kehidupan sepanjang hayat. Profesionalisme SDM Pendidikan Tenaga kependidikan adalah profesional. Pengaturan perilaku anggotanya melalui kode etika yang regulatif. 14.

komentar atau sanggahan terhadap tanggapan anggota kelompok Anda! Manajerial ‐ KKKS  Halaman 37  . Berikan jawaban. Presentasikan mind mapping Anda di depan kelompok kecil yang terdiri atas 5 orang.D. Latihan kelompok 1. 2. Berikan kesempatan kepada setiap anggota kelompok menanggapi ide Anda! 3.

Itu sangat bagus karena maju tidak-nya sekolah banyak bergantung kepada SDM-nya. Anda diharapkan untuk menelaah manajemen sarana prasarana sekolah. B. Anda menguasai kompetensi sub kompetensi manajerial sebagai berikut: Mengelola sarana dan prasarana sekolah/ madrasah dalam rangka pendayagunaan secara optimal. tidak hanya berkaitan dengan tingkat kekondusifan sekolah terkait dengan belajar para siswanya. Dengan harapan. Pengantar Anda telah menelaah dengan tuntas tentang manajemen SDM tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Kini. MATERI MANAJEMEN SARANA PRASARANA SEKOLAH DASAR Sarana dan prasarana pendidikan sangat penting artinya guna menunjang kesuksesan pendidikan di sekolah. tetapi juga sekaligus menjadi bagian Manajerial ‐ KKKS  Halaman 38  . ialah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya (tenaga administrasi sekolah). setelah Anda menguasai manajemen SDM.KEGIATAN BELAJAR 5 MANAJEMEN SARANA PRASARANA SEKOLAH DASAR A. Urgensi sarana dan prasarana pendidikan.

terlebih dahulu harus dibuat master plant dan site plant. Ini sangat penting karena di dalam RUTK dan RDTK tersebut. baik di sekolah maupun di luar sekolah adalah: gedung. MANAJEMEN TATA RUANG BERBASIS KEBUTUHAN SEKOLAH Sebelum membangun gedung sekolah. sangat bagus kalau harus berkonsultasi dahulu dengan Bagian Tata Kota pada suatu Pemerintahan Kota. Bonafiditas kepemimpinan pendidikan. Dengan konsultasi ke Bagian Tata Kota. Contoh piranti yang secara langsung dipergunakan dalam proses pendidikan. yang terdiri atas berbagai macam jenis ruang. Contoh piranti yang secara tidak langsung dipergunakan dalam proses pendidikan. image dan kepercayaan masyarakat atas suatu lembaga pendidikan.yang tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan operasional lembaga pendidikan. agar sarana dan prasarana di sekolah tersebut. Tujuan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan adalah. meja. sebelum menetapkan sebuah lokasi yang akan dibangun suatu sekolah. citra suatu lembaga pendidikan. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua piranti yang secara tidak langsung dipergunakan dalam proses pendidikan di sekolah. terkait juga dengan sarana dan prasarana yang dimilikinya. Yang dimaksud dengan sarana pendidikan adalah semua piranti yang secara langsung dipergunakan dalam proses pendidikan di sekolah. bangku. halaman sekolah dan taman sekolah. baik di sekolah maupun di luar sekolah adalah: jalan menuju sekolah. telah jelas peruntukan Manajerial ‐ KKKS  Halaman 39  . mendukung baik secara langsung maupun secara tidak langsung terhadap proses pendidikan di sekolah. Oleh karena itu. akan diketahui Rencana Umum Tata Kota (RUTK) dan Rencana Detail Tata Kota (RDTK). Yang dimaksud dengan master plant adalah posisi bangunan sekolah dilihat dari keseluruhan tata ruang kota (jika sekolah tersebut berada di posisi kota) dan tata ruang desa (jika sekolah tersebut berada di daerah pedesaan). papan tulis dan media pendidikan lainnya. kursi. ruangan.

jangka menengah dan jangka pendek. Memadukan rencana kebutuhan dengan dana atau anggaran sekolah yang tersedia. polusi dan keramaian. b. Menampung semua usulan pengadaan perlengkapan sekolah yang diajukan oleh setiap unit kerja dan atau menginventarisasi kekurangan perlengkapan sekolah. Memadukan rencana kebutuhan yang telah disusun dengan perlengkapan yang tersedia sebelumnya. Bila ternyata masih melebihi anggaran yang tersedia. zona pemukiman. Perencanaan Sarana dan Prasarana Kebutuhan akan sarana dan prasarana di sekolah haruslah direncanakan. 1. c. zona perdagangan dan bisnis. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 40  . Aktivitas manajemen sarana prasarana di sekolah dasar adalah sebagai berikut. Menurut Sukarno (1987). guna pengadaaan sarana dan prasarana sekolah. d. Jangan sampai. ialah kebutuhan aspek pendidikan di satu pihak dan kemampuan sekolah di pihak lain. maka perlu dilakukan seleksi lagi dengan cara membuat skala perioritas. zona terbuka. e. Sebagai manajer pendidikan. Menyusun rencana kebutuhan perlengkapan sekolah untuk periode tertentu.masing-masing zona: zona industri. zona hiburan. zona hutan kota. zona pertanian. Memadukan rencana (daftar) kebutuhan perlengkapan yang urgen dengan dana atau anggaran yang tersedia. . ada sejumlah langkah perencanaan pengadaan sarana dan prasarana sekolah. atau mudah dijangkau tetapi sarat dengan kebisingan. yaitu: a. Proyeksi kebutuhan akan sarana dan prasarana sekolah dibuat dengan mempertimbangkan dua aspek. misalnya untuk satu semester atau satu tahun ajaran. pendirian sekolah berada di suatu lokasi yang sulit dijangkau. kepala sekolah haruslah mempunyai proyeksi kebutuhan sarana dan prasarana untuk jangka panjang. zona fasilitas umum dan sebagainya.

dan sumber biaya Dengan berkualitas yang beredar di pengadaannya mana. 2. dan pengajuan ke pihak yayasan (untuk sekolah-sekolah swasta). Guna mengadakan sarana dan prasarana sekolah. sementara kebutuhan yang sudah mendesak tidak bisa ditunda lagi. 3. Penetapan rencana pengadaan akhir. Inventarisasi Sarana dan Prasarana Sekolah Proses berikutnya setelah sarana dan prasarana pendidikan di sekolah diadakan. langkah berikutnya adalah pengadaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan sekolah. perlu dilakukan inventarisasi. meminta sumbangan. Yang dimaksud dengan inventarisasi adalah pencatatan dan dan penyusunan daftar barang yang menjadi milik sekolah secara sistematis. pengajuan ke komite sekolah (dewan sekolah). pengajuan bantuan ke pemerintah (untuk sekolah-sekolah negeri). tukar-menukar dengan sekolah lain dan menyewa. Khusus pengadaan yang dilakukan dengan menyewa ini umumnya pada sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan yang belum mempunyai prasarana dan sarana sendiri. Pengadaan Sarana dan Prasarana Setelah rencana pengadaan prasarana dan sarana dibuat. Aspek fungsi atau utilitas mengacu pada kegunaan sarana dan prasarana tersebut terkait dengan kebutuhan riil sekolah. tahun berasal berapa dari pengadaannya. sebagainya. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 41  . bisa dilakukan dengan pembelian. teratur dan berdasarkan ketentuan dan pedoman yang selama ini berlaku. perlu ditetapkan aspek fungsi (utilitas) dan standar kualitasnya. agar jika sewaktu-waktu ada yang meminjam untuk kepentingan tertentu. Ini sangat penting.f. inventarisasi juga akan sekaligus ada penandanya bahwa barang tersebut adalah milik atau inventaris sekolah. akan sekaligus diketahui berapa jumlah barang yang diadakan. akan segera diketahui bahwa barang tersebut memang milik sekolah. Pengadaan sarana dan prasarana ini. Dengan inventarisasi tersebut. tertib. Aspek standar kualitas mengacu kepada jenis spesifikasi teknis terkait dengan merek pasaran.

sebagainya). Pada sekolah-sekolah kita. Ketiga. kemudian dapat dipergunakan. 4. ruangan yang tersedia untuk peserta didik. misalkan saja kelas lima. ada kalanya menggunakan sistem plot dan sistem tanpa plot. pemberian kode (coding) terhadap prasarana dan sarana yang selesei dicatat dalam buku-buku sarana dan prasarana. Yang menempati ruangan tersebut bisa berganti-ganti. Kedua. dalam satu hari yang menempati ruangan kelas tersebut lima sampai enam kelompok belajar yang berbeda. Pertama. kepala sekolah sebagai manajer pendidikan. pencatatan sarana dan prasarana sekolah dalam buku-buku sarana dan prasarana. pengaturan penggiliran dalam hal penggunaan haruslah dilakukan. stake holder sekolah. Karena itu. Penggunaan sarana dan prasarana inipun juga harus diatur. dan mengaturnya. jika sistem tanpa plot ini yang dipergunakan. Karena itu. Berbeda dengan sistem non plot. ruangan dengan mudah dikelola karena telah diperuntukkan untuk kelas tertentu. soal penggunaan sarana prasarana tidaklah banyak menjadi persoalan. Dalam kondisi sarana prasarana yang kuantitasnya melebihi jumlah pengguna. pelaporan sarana dan prasarana kepada pihak-pihak yang selayaknya menerima laporan (pemerintah. maka pada setiap pintu ruangan hendaknya dibuat jadwal penggunaan ruangan untuk setiap harinya (dalam satu minggu). Pada penggunaan sistem plot ini. agar tercapai maksud yang diinginkan. dan bahkan untuk Manajerial ‐ KKKS  Halaman 42  . Karena itu.Ada tiga jenis kegiatan yang harus dilakukan berkenaan dengan inventarisasi ini. Yang menjadi persoalan justru kalau jumlah yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah para penggunanya. Penggunaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Setelah sarana dan prasarana sekolah diinventarisasi. Pada penggunaan yang sistem plot. setiap hari ruangan tersebut hanya dipergunakan untuk kelas yang telah diplotkan. Bisa terjadi. punya kewajiban untuk pemberi sumbangan.

yang kerap menjadikan pembeda antara keindahan suatu ruangan di suatu sekolah yang baik dengan sekolah yang konvensional. Pengembangan tersebut. 5. sesungguhnya sistem plot yang mengacu ke aspek utilitas ini sebenarnya tidak murni plot tetapi sesudah terpadu dengan sistem non plot. kesempurnaan asesoris. Penambahan asesori ini selain berkaitan dengan aspek keindahan. hanya bisa dicapai dengan suatu proses panjang. mencakup jumlahnya maupun kualitas dan asesorinya. serta Manajerial ‐ KKKS  Halaman 43  . dan lazimnya dilakukan oleh administrator sekolah yang senantiasa tiada berhenti berimprovisasi. bisa dipadukan juga. ruang olah raga. Bahwa ruangan tersebut telah diplotkan untruk kegunaan (utilitas) tertentu. makin lama ruanganruangan tersebut makin banyak dan makin indah dipandang makin nyaman dipakai. akan terhindar dari tubrukan antar pengguna ruangan. sistem plot yang mengacu ke penggunaan.setiap jamnya. tetapi dilihat dari siapa yang menggunakan. kita tidak bisa menyangkal. bisa kelompok belajar dan atau kelompok siswa yang berbeda. Sentuhan tangan dingin administrator yang penuh dengan obsesiobsesi kesempurnaanlah. plot dan non plot. Sebagai misal. Optimalisasi utilitas suatu ruangan. Dengan pemberian jadwal demikian ini. ruang kesenian. ruang rapat. juga berkaitan dengan peningkatan aspek utilitas. Pengembangan/Penambahan Sarana dan Prasarana Sekolah Sarana dan prasarana yang berupa ruangan-ruangan perlu dikembangkan secara terus menerus agar makin lama makin mencukupi kebutuhan warga sekolah dan para peserta didik yang terus berkembang. makin tingginya kenyamanan dan makin sedapnya pandangan pada suatu ruangan. Dengan demikian. Sebenarnya di antara dua sistem tersebut. Karena itu. seperti ruang laboratorium. dapat dipadukan dengan sistem non plot.

Pemeliharaan secara berkala ini lazimnya akan menjadikan sarana dan prasarana berubah menjadi indah kembali. pintu dan jendela. jangan sampai menunggu rusak terlebih dahulu. Bahkan sarana prasarana yang sederhana sekalipun. akan memperlancar jalannya proses belajar pembelajaran di sekolah. pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus dilakukan secara teratur. dan sekaligus memperlancar penunaian tugas-tugas sekolah secara keseluruhan. Sebagai contohnya adalah pengecatan tembok. penggantian kran. list kayu pada genting Manajerial ‐ KKKS  Halaman 44  . Karena itu. pengecatan pagar. pemotongan rumput taman. karena bukan lagi rahasia umum. penambalan talang yang bocor. pemlituran ulang lantai meubeler. penggantian tanaman. Sebab. dan sekaligus mencegah dari kerusakan yang lebih parah. bahwa sarana dan prasarana yang tidak terpelihara dirasakan sangat tidak nyaman oleh para penggunanya. Sebagai contoh. gedung dan ruangan sekolah. betapapun spektakulernya bangunan. Betapapubn berkualitasnya suatu sarana dan prasarana. apa lagi jika sarana dan prasarana tersebut berkualitas. manakala tidak dipelihara dengan baik akan menjadikan penghuni dan penggunanya tidak merasa enak atau nyaman. Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah secara berkala ditujukan kepada jenis sarana dan prasarana yang memang membutuhkan pemeliharaan secara berkala. akan enak dipakai. sarana dan prasarana yang senantiasa siap pakai dan tidak trouble ketika dipergunakan.6. Pemeliharaan sarana prasarana pendidikan di sekolah dimaksudkan untuk mengkondisikan sarana dan prasarana tersebut senantiasa siap pakai dan tidak mengalami trouble ketika sedang dipergunakan. pemolesan ulang traso. sistematis dan terus menerus. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah Pemeliharaan termasuk aspek krusial dalam pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan. dan masih banyak lagi. manakala terpelihara dengan baik. pengecatan/pemlituran kusen. penembelan saluran air (PVC) yang bocor.

Karena itu.dan talang yang habis catnya akan mudah lapuk oleh sinar matahari dan air hujan. terkena Manajerial ‐ KKKS  Halaman 45  . Barang-barang tersebut diklasifikasikan mengalami kerusakan berat sehingga dipandang tidak dapat dimanfaatkan lagi. agar proses pendidikan di sekolah tidak terganggu. Penghapusan perlu dilakukan. Atau. perundang-undangan dan peraturan yang berlaku. kalau toh masih dapat diperbaiki. tersebut. Barang-barang di sekolah tersebut sudah dipandang kuno sehingga kalau digunakan sudah tidak efektif dan efisien lagi. Apa yang dimaksud dengan penghapusan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah? Penghapusan adalah suatu aktivitas manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang bermaksud untuk meniadakan barang-barang inventaris lembaga dengan mengikuti tata kaidah. Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan di Sekolah Proses terakhir manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah adalah penghapusan. yaitu: a. b. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar barang-barang di sekolah dapat dihapus. Barang-barang tersebut mengalami penyusutan yang berada di luar kekuasaan pengurus barang. karena sarana dan prasarana yang ada tersebut tidak mungkin lagi dapat diperbaiki. 7. Barang-barang yang akan dihapus tersebut sudah dipandang tidak sesuai lagi dengan kebutuhan. waktu dan tenaga tidak banyak tersedot untuk memperbaiki sarana dan prasaran yang sudah rusak. c. Atau. Barang-barang larangan. langkah penghapusan harus dilakukan. ia sudah tidak efektif lagi. e. sebelum mengelupas semuanya perlu dicat ulang agar tercegah dari kelapukan. Karena itu. kalau toh ia masih bisa efektif. biaya yang dikeluarkan mungkin akan lebih besar lagi dibandingkan dengan kalau misalkan saja membeli atau pengadaan baru (tidak efisien). menurut aturan tertentu. d.

h. Barang-barang tersebut jumlahnya melebihi kapasitas sehingga tidak dipergunakan lagi. karena tidak mempunyai gudang. dan akhirnya makin tidak dapat ditampung lagi di ruang kelas tersebut. Barang-barang yang dari segi utilitasnya tidak seimbang dengan kerumitan pemeliharaannya. i. sarana prasarana yang sudah tidak dapat dipakai tersebut. Buatlah ringkasan proses manajemen sarana prasarana di sekolah dasar! D. g. Latihan Individual 1. Barang-barang yang diselewengkan. Barang-barang yang terbakar atau musnah akibat adanya bencana alam. Lama kelamaan sarana prasarana yang rusak makin banyak. Barang-barang yang dicuri. dikumpulkan dalam sebuah ruangan kelas. Latihan Kelompok Ada sekolah dasar yang mengalami kesulitan pada saat ingin menghapus sarana prasarana yang dimiliki. Oleh karena itu. Penyebabnya. j. Kedepankan dengan pendapat Anda sendiri. Diskusikan dengan anggota kelompok Anda. bagaimana mengatasi hal tersebut? Manajerial ‐ KKKS  Halaman 46  . Apa perbedaan sarana dan prasarana? 2. apa yang dimaksud dengan manajemen sarana prasarana? 3. C.f. belum terdapat aturan hukum yang memayungi.

setelah Anda menguasai sarana prasarana sekolah dasar. Fakta menunjukkan bahwa tidak anak yang Manajerial ‐ KKKS  Halaman 47  . Dengan harapan. Anda diharapkan untuk menelaah manajemen kesiswaan. dan penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik. Anda menguasai kompetensi sub kompetensi manajerial sebagai berikut: Mengelola Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru. Kini. Kesamaan-kesamaan itu dapat ditangkap dari kenyataan bahwa mereka sama-sama anak manusia. Materi MANAJEMEN KESISWAAN SEKOLAH DASAR Secara sosiologis. peserta didik mempunyai kesamaan-kesamaan. B. Pengantar Anda telah menelaah dengan tuntas tentang manajemen sarana prasarana sekolah dasar. terutama jika Anda mengetahui posisi sarana prasarana adalah sebagai supporting system terkait keberhasilan pendidikan di sekolah dasar secara keseluruhan.KEGIATAN BELAJAR 6 MANAJEMEN KESISWAAN SEKOLAH DASAR A. dan oleh karena itu mempunyai kesamaankesamaan unsur kemanusiaan. Itu sangat bagus karena penguasaan Anda atas manajemen sarana prasarana sangat penting.

Samanya hak-hak yang dimiliki oleh anak itulah. yang kemudian melahirkan layanan pendidikan yang sama melalui sistem persekolahan (schooling). ternyata jika dilihat lebih jauh sebenarnya berbeda. layanan yang lebih diaksentuasikan kepada kesamaan anak ini. pada hakekatnya adalah berbeda. Pandangan ini kemudian menunjukkan bukti-bukti yang meyakinkan. kemudian digugat.lebih manusiawi dibandingkan dengan anak lainnya. yang juga tidak kalah pentingnya adalah hak untuk mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 48  . berkaitan erat dengan pandangan psikologis mengenai anak. Oleh karena berbeda. layanan yang diberikan diaksentuasikan kepada kesamaan-kesamaan yang dipunyai oleh anak. Dua anak atau lebih yang kelihatan samapun. bahwa di dunia ini tak ada dua anak atau lebih yang benar-benar sama. misalnya saja si kembar. maka mereka membutuhkan layananlayanan pendidikan yang berbeda. dan sebagai responsinya kemudian diselipkan layanan-layanan yang berbeda pada sistem schooling tersebut. adalah kegiatan yang bermaksud untuk mengatur bagaimana agar tuntutan dua macam layanan tersebut dapat dipenuhi di sekolah. Ada dua tuntutan. yakni aksentuasi pada layanan kesamaan dan perbedaan anak itulah. Keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh sistem schooling memang lebih memberi porsi bagi layanan atas kesamaan dibandingkan layanan atas perbedaan. Gugatan demikian. Pendidikan melalui sistem schooling dalam realitasnya memang lebih bersifat massal ketimbang bersifat individual. Adanya kesamaan-kesamaan yang dipunyai anak inilah yang melahirkan kensekuensi samanya hak-hak yang mereka punyai. Dalam sistem demikian. manajemen peserta didik tingkat satuan pendidikan. Di antara hak-hak tersebut. Sungguhpun demikian. yang melahirkan pemikiran pentingnya pengaturan. dan tidak anak yang kurang manusia dibandingkan dengan anak yang lainnya. Sungguhpun anak-anak manusia tersebut diyakini mempunyai kesamaan-kesamaan. Layanan atas kesamaan yang dilakukan oleh sistem schooling tersebut dipertanyakan.

ia ingin sukses dalam hal sosialisasi dengan sebayanya. Pilihan-pilihan yang tepat atas ketiga hal yang samasama menarik tersebut. ada banyak kebutuhan yang sering kali tarik-menarik dalam hal pemenuhan pemrioritasnnya. Kompetisi yang sehat akan memungkinkan jika ada usaha dan kegiatan manajemen. dalam hal mengejar keduanya. Sebagai akibat dari adanya perbedaan bawaan peserta didik. sama-sama diarahkan agar peserta didik berkembang seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuannya. terkandung dua kegiatan ialah kegiatan pikir (mind) dan kegiatan tindak-laku (action) (Sahertian. di sisi lain. Terry (1953) mendefinisasikan manajemen sebagai pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya melalui usaha orang lain (Management is the accomplishing of the predertemined objective throug the effort of other people). demikian juga peserta didik yang bermasalah sebagai akibat dari adanya kompetisi akan dapat ditangani dengan baik manakala manajemen peserta didik tingkat satuan pendidikan-nya baik. ia ingin senantiasa berada dalam keadaan sejahtera. Di satu sisi. BATASAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Secara stimologis. Kata management sendiri berasal dari kata manage atau magiare yang berarti melatih kuda dalam melangkahkan kakinya. 1982). Dalam upaya mengembangkan diri tersebut. Siagian (1978) mendefinisikan manajemen Manajerial ‐ KKKS  Halaman 49  . maka akan ada peserta didik yang lambat dan ada peserta didik yang cepat perkembangannya. tidak jarang menimbulkan masalah bagi para peserta didik. Sementara itu.Baik layanan yang teraksentuasi pada kesamaan maupun pada perbedaan peserta didik. manajemen peserta didik tingkat satuan pendidikan berupaya mengisi kebutuhan tersebut. para peserta didik ingin sukses dalam hal prestasi akademiknya. ialah manajemen peserta didik tingkat satuan pendidikan. Oleh karena itu diperlukan layanan tertentu yang dikelola dengan baik. kata manajemen merupakan terjemahan dari management (bahasa Inggris). Bahkan tidak itu saja. Dalam pengertian manajemen.

minat. Dari semua pendapat itu. sebutan-sebutan yang berbeda pada buku ini mempunyai maksud yang sama. pendaftaran. dapat mendayagunakan prasarana dan sarana yang tersedia. Di lain pihak. Manajemen peserta didik dapat diartikan sebagai usaha pengaturan terhadap peserta didik mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai dengan mereka lulus sekolah. karena adanya aturanaturan tertentu. pengawasan dan layanan siswa di kelas dan di luar kelas seperti: pengenalan. Dua orang atau lebih yang bekerjasama tersebut. Orang yang mengelola tersebut ketika mengerjakan pekerjaannya tidak dengan menggunakan tangan sendiri melainkan tangan orang lain.sebagai kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka mencapai tujuan. Yang diatur secara langsung adalah segi-segi yang berkenaan dengan peserta didik secara tidak langsung. jelaslah bahwa manajemen adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama oleh dua orang atau lebih yang didasarkan atas aturan tertentu dalam rangka mencapai suatu tujuan. baik yang menjadi manajernya maupun yang dimanaj. pembelajar. ada yang bertindak selaku manajernya ada yang bertidak sebagai yang dimanajerinya. Apapun istilahnya. subjek didik. sementara orang-orang yang dimanaj dalam bekerja dengan menggunakan tangan sendiri. Peserta didik mempunyai sebutan-sebutan lain seperti murid. Apa yang dimasud dengan Manajemen Peserta Didik? Knezevich mengartikan manajemen peserta didik atau pupil personnel administration sebagai suatu layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan. anak didik. Dalam bekerja tersebut. yang jelas peserta didik adalah mereka yang sedang mengikuti program pendidikan pada suatu sekolah atau jenjang pendidikan tertentu. layanan individuan seperti pengembangan keseluruhan kemampuan. The Liang Gie (1978) memberikan batasan manajemen sebagai segenap perbuatan menggerakkan sekelompok orang atau mengarahkan segala fasilitas dalam suatu usaha kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh karena itu. dan sebagainya. kebutuhan sampai ia matang di sekolah. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 50  .

Layanan kepenasehatan akademik dan administratif. baik dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar. bimbingan dan penyuluhan maupun untuk kepentingan promosi pserta didik. Mengatur layanan peserta didik yang meliputi: o. meliputi penentuan: kebijaksanaan penerimaan peserta didik. pekan orientasi peserta didik. Mengatur evaluasi peserta didik. dan teknik-teknik orientasi peserta didik. Mengatur kode etik. Layanan laboratorium. 3. v. Termasuk di dalamnya adalah: peserta didik yang membolos. pemecahan problema-problema penerimaan peserta didik. Mengatur kenaikan tingkat peserta didik. school size. Mengatur pengelompokan peserta didik baik yang berdasar fungsi persamaan maupun yang berdasarkan fungsi perbedaan. 6. Ruang lingkup peserta didik adalah sebagai berikut: 1. 7. Mengatur peserta didik yang mutasi dan drop out. Layanan kesehatan baik fisik maupun mental. 10. Layanan bimbingan dan konseling peserta didik. class size dan efektive class. p. q. pengadilan dan peningkatan disiplin peserta didik. meliputi pengaturan: hari-hari pertama peserta didik di sekolah. 4. termasuk di dalamnya adalah: school census. r. 8. Penerimaan peserta didik. Layanan asrama. 5. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 51  . 2. prosedur penerimaan peserta didik. t. s. Layanan koperasi. Mengatur kehadiran. Orientasi peserta didik baru. 9. Layanan perpustakaan. kriteria penerimaan peserta didik. pendekatan yang dipergunakan dalam orientasi peserta didik. u. Perencanaan peserta didik. terlambat datang dan meninggalkan sekolah sebelum waktunya. sistem penerimaan peserta didik.Pengaturan terhadap segi-segi lain selain peserta didik dimaksudkan untuk memberikan layanan yang sebaik mungkin kepada peserta didik. Layanan kafetaria. ketidak-hadiran peserta didik di sekolah.

Mengatur organisasi peserta didik yang meliputi: y. tentang kasus calon siswa baru yang dititipkan oleh atasan langsung kepala sekolah. Menurut pendapat Anda. Club Pecinta Alam gg. Mengapa manajemen peserta didik diperlukan? 2. Palang Merah Remaja (PMR) bb. Pesta Kelas. ff. Organisasi Pramuka di sekolah. z. pada hal nilai UAN. hh. di antara berbagai pendekatan peserta didik. hasil seleksi masuk dan nilai rata-rata raportnya berada di bawah batas penerimaan! Langkah-langkah manajerial apakah yang harus dilakukan oleh kepala sekolah agar bisa mengambil keputusan yang tepat! Manajerial ‐ KKKS  Halaman 52  . Layanan transportasi. Latihan Kelompok Diskusikan dalam kelompok. aa. Latihan Individual 1.w. Kemukakan batasan manajemen peserta didik dengan menggunakan bahasa Anda sendiri! 3. Peringatan Hari Besar. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) ee. Organisasi Alumni. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Buatlah ruang lingkup peserta didik dalam sebuah diagram pohon! D. Kelompok Studi. Klub Kesenian. Club Olah Raga cc. x. dd. C. pendekatan manakah yang paling ideal diterapkan? Berikan argumentasi Anda! 4. ii.

Itu sangat bagus karena penguasaan Anda atas manajemen peserta didik. termasuk di sekolah. penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. Satu aspek substansi manajemen pendidikan di sekolah yang dipandang paling penting dibandingkan dengan aspek substansi manajemen pendidikan yang lain. MATERI MANAJEMEN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Menurut BSNP Depdiknas (2006) dan Mulyasa (2006). Peserta didik adalah sentral layanan pendidikan. Anda menguasai kompetensi sub kompetensi manajerial sebagai berikut: Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional. muaranya berada di peserta didik. setelah Anda menguasai manajemen peserta didik. karena semua kegiatan pendidikan di sekolah.KEGIATAN BELAJAR 7 MANAJEMEN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR A. Kini. Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah: Manajerial ‐ KKKS  Halaman 53  . B. Pengantar Anda telah menelaah dengan tuntas tentang manajemen peserta didik di sekolah dasar. bisa dijadikan sebagai basis untuk memberikan layanan yang optimal kepada mereka. Anda diharapkan menelaah kurikulum dan pembelajaran. Dengan harapan.

Penyiapan dan penyusunan draf 4. asosiasi profesi. pendidik dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini dapat juga dilakukan dalam suatu rapat Manajerial ‐ KKKS  Halaman 54  . dewan pendidikan. Melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan setempat 2. Analisis konteks merupakan kegiatan yang mengawali penyusunan KTSP. 3. dunia industri dan dunia kerja. Pemberlakuan KTSP Koordinasi perlu dilakukan oleh kepala sekolah dalam merencanakan dan menyusun KTSP. Setelah tim penyusun KTSP memahami potensi dan kekuatan/kelemahan sekolahnya. Melakukan analisis konteks 3. tibalah saatnya tim mulai bekerja menyiapkan dan menyusun draft KTSP. 3. biaya. Mengidentifikasi standar isi dan standar kompetensi lulusan sebagai acuan dalam penyusunan KTSP. Reviu dan revisi draf 5. dan program-program yang ada di sekolah). Kegiatan menganalisis konteks mencakup dua hal pokok. yaitu: 1. sarana prasarana. Melakukan koordinasi mengenai rencana penyusunan KTSP dengan dinas pendidikan kabupaten/kota setempat 2. sumber daya alam dan sosial budaya). Kegiatan ini dapat dilakukan dalam rapat kerja atau lokakarya yang diikuti oleh tim penyusun KTSP. Analisis potensi dan kekuatan/kelemahan yang ada di sekolah (peserta didik. Menghubungi ahli pendidikan setempat untuk diminta bantuannya sebagai nara sumber dalam kegiatan penyusunan KTSP. 2. dinas pendidikan. Finalisasi draf 6. Analisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan lingkungan sekitar (komite sekolah. serta peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan lingkungannya. Kegiatan koordinasi sekurang-kurangnya menyangkut dua kegiatan sebagai berikut: 1.1.

humanistik dan gestal). dimulai dari perumusan perangkat KTSP dengan melibatkan stake holders sekolah. Tahapan-tahapan dalam manajemen mutu KTSP. tetapi guru bertanggungjawab untuk menciptakan situasi yang mendorong prakarsa. maka manajemen mutu pembelajaran terkait dengan implementasi kurikulum di tingkat kelas. Manajemen pembelajaran adalah sebagai kelanjutan dari manajemen mutu kurikulum. Dalam KTSP tersebut juga dirumuskan kriteria ketuntatasan minimal (KKM) yang harus dicapai oleh peserta didik pada masing-masing mata pelajaran dan kelas. Pengontrolan atas mutu KTSP yang dirumuskan oleh sekolah beserta dengan stake holdersnya dilakukan dengan membandingkan dengan kisikisi evaluasi KTSP baik dari segi rumusannya. Belajar sendiri merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun makna atau pemahaman. Agar manajemen mutu pembelajaran berjalan dengan efektif. Tanggungjawab belajar ada pada diri siswa. komite sekolah (anggota). kognitif. dan (3) penyusunan perangkat evaluasi berbasis kelas. Dalam perspektif KTSP. Adapun stake holder sekolah yang dilibatkan dalam perumusan perangkat KTSP adalah: kepala sekolah (ketua merangkap anggota). Prinsip tersebut diangkat dari bebagai perspektif psikologi (behavioristik. yaitu: Manajerial ‐ KKKS  Halaman 55  . ahli pendidikan (nara sumber). ada sejumlah prinsip yang menurut perspektif KTSP harus dipedomani. manajemen mutu pembelajaran adalah suatu aktivitas yang mengupayakan agar siswa terkondisi untuk belajar. motivasi dan tanggungjawab siswa untuk belajar sepanjang hayat.kerja atau lokakarya yang dihadiri oleh seluruh anggota tim penyusun KTSP. konselor sekolah (anggota). menurut BSNP Depdiknas (2006) dan Mulyasa (2006). Jika manajemen mutu kurikulum terkait dengan aspek rumusannya. guru (anggota). pihak-pihak yang terlibat dan dari segi substansinya. (2) penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. dinas pendidikan (koordinasi dan supervisi). yang terdiri atas: (1) pengembangan silabus. Guru memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritasnya dalam membangun gagasan.

Mengembangkan keingintahuan. interaksi (hubungan timbal balik siswa-siswa dan siswa-guru). Belajar sepanjang hayat. Mengembangkan kemampuan sosial. percaya diri. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 56  . ialah memberikan kesempatan kepada siswa mengkomunikasikan gagasannya kepada siswa lain dan guru. Mengingat kelas yang kondusif adalah prasyarat bagi pembelajaran yang kondusif. mengenali diri sendiri. mandiri dan kreatif serta bertakwa kepada tuhan. memahami diri sendiri dan orang lain serta mendorong dirinya sendiri untuk terus belajar sepanjang hayat. kritis. manajemen mutu kelas adalah pengaturan terhadap fisik dan psikologis kelas agar teroskestrasi sehingga menjadi sebuah panggung yang menarik siswa untuk terlibat dalam proses pembelajaran. 8. Ruang kelas harus diorkestrasikan sehingga memungkinkan aksesibilitas (siswa mudah menjangkau alat dan sumber belajar). kemampuan dan potensinya. ialah bahwa pembelajaran perlu mendorong siswa untuk melihat dirinya secara positif. Berpusat pada siswa. 9. sebagai model dasar untuk bersikap peka. dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh informasi dari berbagai media. kerja sama dan solidaritas. minat.1. Mengembangkan ketrampilan pemecahan keberhasilan hidup banyak ditentukan oleh memecahkan masalah. 7. 5. imajinasi dan fitrah bertuhan. kaidah dan prinsip disiplin ilmu yang dipelajari. Belajar dengan melakukan. dengan cara memberi kesempatan dan kebebasan kepada siswa untuk berkarya secara bersinambung. Menumbuh-kembangkan kesadaran sebagai warga negara yang baik. dan variasi kerja siswa (bekerja perorangan. 2. Membangun kemampuan menggunakan ilmu dan teknologi. 3. berpasangan dan kelompok). karena kemampuan untuk 6. maka manajemen mutu kelas juga menjadi prasyarat mutu pembelajaran. ialah memberikan pengalaman nyata sehari-hari. Mengembangkan kreativitas siswa. terkait penerapan konsep. ialah bahwa kegiatan pembelajaran hendaknya mengkondisikan agar siswa belajar sesuai dengan bakat. 4. Sementara itu. dan 10. masalah. Adanya perpaduan antara kompetisi.

Kelas yang baik menurutnya didukung dengan poster ikon. Latihan Individual 1. Sebaliknya jika siswa merespon dengan ungkapan ”huu. RPP dan KKM di Sekolah Dasar! Manajerial ‐ KKKS  Halaman 57  .” dan mereka tidak mau keluar dari kelasnya. Apa yang dimaksud dengan manajemen pembelajaran? 5. Apa yang harus dilakukan oleh kepala sekolah terkait manajemen pembelajaran? 6. maka kelas tersebut dipandang tidak begitu bermutu. Apa yang Anda ketahui tentang KTSP? 3.. Latihan Kelompok Buatlah rancangan workshop KTSP sehingga bisa dihasilkan silabus. poter afirmasi.DePorter (2002) melalui Quantum Teaching mengedepankan perlunya mengorkestrasi kelas dengan label lingkungan yang mendukung. kelas yang bermutu adalah menarik secara fisik dan secara psikologis. Baik kemenarikan secara fisik maupun psikologis. C. Apa yang dimaksud dengan manajemen kurikulum? 4. Guna menguji bermutu tidaknya suatu kelas. warna yang disukai dan menggairahkan. maka itu adalah indikator kelas yang bermutu. Apa yang harus dilakukan oleh kepala sekolah dalam manajemen kelas? D. serta alat bantu belajar. Apa yang dimaksud dengan manajemen kelas? 7. seorang kepala sekolah dapat membunyikan bel tanda istirahat sebelum pembelajaran selesai. Dengan perkataan lain.. Apa yang Anda ketahui tentang kurikulum? 2. Ketika siswa cepat berhamburan keluar dari ruangan kelas dan merespon dengan teriak ”hore”. sengaja didisain oleh manajer sekolah dan diimplementasikan serta diperbaiki secara berulang.

Manajerial ‐ KKKS  Halaman 58  . Itu sangat bagus karena manajemen kurikulum dan pembelajaran di SD. termasuk aspek substansi manajemen pendidikan yang paling urgen. transparan. Pengantar Anda telah menelaah dengan tuntas tentang manajemen kurikulum dan pembelajaran di SD. dan efisien. Penguasaan Anda atas manajemen kurikulum dan pembelajajaran. bisa dijadikan sebagai basis untuk memberikan layanan pembelajaran yang andal kepada murid Anda. Oleh karena itu. Anda diharapkan menelaah manajemen keusangan sekolah dasar. Kini. Satu aspek substansi manajemen pendidikan di sekolah yang dipandang sebagai “bahan bakar” dari aspek substansi manajemen pendidikan yang lainnya. diharapkan menguasai kompetensi sub kompetensi manajerial sebagai berikut: Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel. setelah Anda menelaah materi manajemen keusngan sekolah dasar ini.KEGIATAN BELAJAR 8 MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH DASAR A.

membutuhkan kucuran sumber daya keuangan ini. untuk melaksanakannya masih dimungkinkan terjadinya beberapa perubahan. 5. 2. diupayakan harus sudah diajukan sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan. 6. Karena itu. Oleh karena itu. yaitu dalam penyusunan anggaran harus diupayakan dapat mempertajam skala perioritas dari sumber pendapatan yang riil dan secara nyata memang ada. yaitu bahwa seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan dan mempunyai akibat keuangan haruslah dicantumkan dalam anggaran. Disiplin anggaran. Yang berarti bahwa hampir semua bentuk layanan pendidikan. Perhatian atau atensi yang diberikan. yaitu bahwa anggaran harus benar-benar dirinci dan detail susunannya. Fleksibelitas. Kedudukannya sangat krusial dan strategis karena ia dipandang sebagai “bahan bakarnya” pendidikan. baik pada sisi pengeluaran maupun sisi penerimaan. Materi MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH DASAR Manajemen keuangan sekolah dasar adalah salah satu substansi problema manajemen pendidikan. Untuk itu. 4. Ada sejumlah prinsip yang harus diperhatikan dalam menyusun anggaran tingkat satuan pendidikan.B. ialah ada kesesuaian antara penerimaan dan pengeluaran. yaitu bahwa pada dasarnya anggaran adalah suatu rencana. Komprehensiveness. Perioritas. 3. selain dalam bentuk memperbesar sumber-sumber keuangan tersebut. Terperinci. yaitu: 1. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 59  . manajer pendidikan haruslah memperhatikan dengan seksama tentang sumber daya keuangan ini. baik dalam bentuk penambahan maupun pengurangan. Anggaran berimbang. yaitu bahwa dalam penyusunan anggaran. harus diberi kode atau tanda anggaran pada setiap mata anggaran. juga mengalokasikannya dengan tepat sasaran.

Di era manajemen pendidikan tingkat satuan pendidikan. sumber anggaran pendidikan bisa berasal dari yayasan. sebutlah misalkan koperasi sekolah. seragam sekolah. dan hasilnya dipergunakan untuk membesarkan sekolah. 2002). pembiayaan pendidikan (SPP). Yayasan inilah yang memasok dana ke sekolah sesuai dengan yang dibutuhkan. sekolah selayaknya mempunyai satu unit usaha atau badan usaha yang dapat dipergunakan sebagai sumber pembiayaan alternatif bagi pengembangan pendidikannya. masih ada juga berbagai sumber pembiayaan alternatif. bendaharawan bukanlah sekadar orang yang mempunyai sifat-sfat jujur dan bertugas sekedar membagi-bagi atau mengalokasikan anggaran guna keperluan sekolah belaka. Dalam kondisinya yang ideal. Selain sumber-sumber pembiayaan tersebut. Unit usaha sekolah. Pada sekolah-sekolah swasta. Sepanjang hal tersebut dilaksanakan dalam koridor aturan. tentulah sangat bagus. atau sumber lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. seorang yang punya kapabilitas untuk mengembangkan dana yang telah tersedia agar makin besar dan dapat dipergunakan untuk membesarkan sekolah. (4) dana masyarakat atau orang tua peserta didik. (6) yayasan/penyelenggara sekolah swasta yang lazimnya menyediakan anggaran rutin operasional SD swasta (Depdiknas. usaha antar jemput peserta didik. terutama ketika ada proyek dari pemerintah Manajerial ‐ KKKS  Halaman 60  . ialah hendaknya dapat disampaikan secara terbuka kepada stake holders pendidikan. (2) pemerintahan pemerintahan pusat (3) sumbangan atau dan kabupaten/kota. Karena itu yayasan juga sangat bagus manakala mempunyai visi kewirausahaan agar dapat mengupayakan sumber-sumber pembiayaan alternatif bagi lembaga pendidikan yang dikelolanya. kantin. Sumber-sumber keuangan berasal dari: (1) negara.Keterbukaan atau lazim disebut transparan. dan masih banyak lagi. Tetapi lebih dari itu. (5) sumber lainnya seperti hibah. bisa langsung melayani kebutuhan peralatan sekolah peserta didiknya. wartel.

Setelah RAKS tersusun. karyawan dan komite sekolah. Yang menyusun tentulah sebuah tim yang dibentuk oleh kepala sekolah. punya kadar rasa memiliki terhadap.baik yang bersifat block grand maupun yang bersifat matching grand (imbal swadaya). ialah anggaran berimbang. dan masih banyak lagi yang bisa menarik sponsor. RAKS disusun dengan berpedoman kepada rencana strategis (renstra) dan rencana operasional (renop) yang dipunyai oleh sekolah. penganggaran surplus atau penganggaran defisit. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 61  . dapat memilih salah satu atau kombinasi dari asas penganggaran. lembaga pendidikan pada tingkatan mikro (sebutlah sekolah) seyogyanya menyusun Rancangan Anggaran Kegiatan Sekolah (RAKS). Yang dimaksud dengan penganggaran berimbang adalah anggaran pendapatan sama dengan anggaran belanjanya. pembentukan tim haruslah melibatkan komite sekolah/dewan sekolah. kemudian dilakukan pembahasan dalam suatu rapat kerja. Ketika menyusun RAKS. Sementara yang dimaksud dengan penganggaran defisit adalah anggaran pendapatan lebih kecil dibandingkan dengan anggaran belanjanya. yang dihadiri oleh guru. Berbagai jenis kegiatan yang dapat menggalang dana juga dapat dijadikan oleh sekolah sebagai alternatif menggali sumber daya keuangan. mengadakan vestival atau lomba. Misalnya saja mengadakan pameran. dan merasa bertangungjawab juga untuk merealisasikannya. Mereka dapat memberikan masukan-masukan atas RAKS yang telah tersusun. Karena itu. Dengan mekanisme seperti ini maka seluruh komponen lembaga pendidikan atau sekolah. kreativitas penggalian sumber-sumber daya keuangan alternatif ini masih dapat dikembangkan secara terus menerus. bazaar. Yang dimaksud dengan penganggaran surplus adalah anggaran pendapatan lebih besar dari pada anggaran belanjanya. Guna mengalokasikan sumber daya keuangan. Di era school based management seperti sekarang.

berarti secara legal formal atau yuridis mengikat kepada seluruh komponen sekolah untuk mengamankan dan menindaklanjutinya. Asas umum tersebut antara lain adalah sebagai berikut: 1. berlaku ketentuan pemerintah dalam hal penggunaan sumber daya keuangan. Kredit-kredit yang disediakan dalam anggaran tidak boleh ditambah baik langsung maupun tidak langsung karena adanya keuntungan bagi negara. dapat juga mengacu kepada masing-masing kegiatan umum dan dan kegiatan operasional. Jumlah-jumlah yang dimuat dalam anggaran belanja merupakan batas tertinggi untuk tiap-tiap pengeluaran. 6. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 62  . kantor menteri koordinator dan kantor menteri negara. tidak diperkenankan melakukan tindakan yang mengakibatkan beban atau anggaran belanja negara. 2. Setelah anggaran sekolah ditetapkan. departemen. Beberapa ketentuan yang sepatutnya ditaati oleh pengelola sumber daya keuangan di sekolah-sekolah publik tersebut lazim dikenal dengan asas umum. kemudian ditetapkan sebagai RAKS secara formal oleh Kepala Sekolah melalui Surat Keputusan (SK). kejaksaan agung. Kode tersebut dapat diberikan dengan mengacu kepada rencana strategis dan rencana operasional. Barang-barang milik negara berupa apapun tidak boleh diserahkan kepada mereka yang mempunyai tagihan terhadap negara. secretariat negara dan lembaga pemerintahan non departemen. 4. Dengan ditetapkannya melalui SK. Lembaga tertinggi/tinggi negara. Pada sekolah-sekolah publik. 3. masing-masing mata anggaran hendaknya diberi kode. Departemen/lembaga tidak diperkenankan melakukan pengeluaran atas beban belanja negara untuk tujuan lain dari yang ditetapkan dalam anggaran belanja negara. Dengan pemberian kode. jika dana untuk membiayai tindakan itu tidak tersedia dalam anggaran belanja negara. akan memudahkan dalam hal auditing.RAKS tentatif yang telah melalui proses kajian mendalam. negara 5. Pengeluaran pengeluaran yang melampaui kredit anggaran arau tidak tersedia anggarannya tidak boleh terjadi.

Guna merealisasikan sumber daya keuangan. Pengeluaran atas beban anggaran belanja negara dengan menerbitkan surat keputusan otorisasi (SKO). Penerimaan departemen atau lembaga baik dalam maupun luar negeri adalah penerimaan anggaran dan oleh karena itu tidak dapat dipergunakan langsung untuk pengeluaran. pendekatan yang berorientasi pada tersedianya anggaran. oleh dan/atau untuk negara adalah hak negara.7. Pengeluaran atas beban anggaran belanja negara dilakukan berdasarkan atas bukti yang syah untuk memperoleh pembayaran. Pertama. ada dua pendekatan yang dipakai. jasa giro. tetapi disetor sepenuhnya dan pada waktunya. dan apabila penerimaan tersebut berupa uang harus disetor ke rekening kas negara. 9. baik secara langsung maupun secara tidak langsung sebagai akibat dari penjualan dan atau pengadaan barang/jasa termasuk tukar menukar. seluruh program yang telah dibuat berusaha direalisasikan. karena semua komponen pendidikan di sekolah akan berusaha atau turut serta Manajerial ‐ KKKS  Halaman 63  . rabat. Komisi. 10. bisa menjadikan suasana lembaga pendidikan relatif dinamis. Pendekatan yang pertama ini. sementara sumber-sumber keuangan yang dapat menopangnya kemudian dicari dan diupayakan. dan apabila berupa barang harus menjadi milik negara dan dicatat sebagai inventaris negara. 8. potongan ataupun penerimaan lain dengan nama dan dalam bentuk apapun yang dapat dinilai dengan uang. rencana operasional beserta berbagai macam jenis kegiatannya dan alokasi untuk masing-masing. atau penerimaan lain sebagai akibat dari penyimpanan dana anggaran pada bank serta penerimaan dari kegiatan lainnya. hibah. lembaga pendidikan harus berpedoman kepada rencana strategis. Jika pendekatan pertama yang dipakai. Jangan sampai ada jenis pengeluaran yang tidak dianggarkan (non budgeter). adalah pendekatan yang berorientasi program dan yang kedua. penerimaan bunga. Ini sangat penting agar semua pengeluaran adalah sebagaimana yang dianggarkan. kecualai penerimaan unit swadana dan badan/instansi lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam merealisasikan sumber daya keuangan ini. atau dokumen lain yang diberlakukan sebagai SKO.

Dengan perkataan lain. maka program dan kegiatan yang ada di sekolah akan menyesuaikan diri dengan keadaan atau realitas keuangan yang ada di sekolah. menurut pendekatan yang pertama ini. suatu lembaga akan terkena image bahwa kegiatan yang dilaksanakan adalah dalam rangka menghabiskan anggaran. kalau tidak bisa menghabiskan. program dan kegiatan yang ada di sekolah akan dapat disukseskan. Pada pendekatan yang kedua ini. ialah bagaimana agar anggaran yang tersedia tersebut dapat dihabiskan. seorang manajer pendidikan bahkan dinyatakan stupid manakala tidak bisa menghabiskan anggaran yang dialokasikan. ada upaya-upaya sistematis untuk menggali sumber biaya. Jika pendekatan kedua yang dipakai. hanya dengan menggali sumber-sumber keuangan alternatif inilah. bukan didasarkan atas urgensi program atau kegiatan tersebut bagi seluruh komponen pendidikan terutama peserta didiknya. melainkan lebih pada bagaimana agar dana atau anggaran yang sudah dialokasikan tersebut dapat diserap. Sebab. anggaran tersebut dinyatakan hangus dan dikembalikan lagi ke kas negara. Karena itu. Asumsinya. Hanya dengan adanya program dan kegiatan. maka pendekatan yang kedua ini lebih bersifat statis. limitasi pendekatan yang kedua ini selain kondisi lembaga pendidikan tidak dinamis.membesarkan sumber-sumber keuangannya. Program dan kegiatan yang dibuat. bagaimana seseorang dapat dipercaya untuk menggunakan (menghabiskan) anggaran yang besar. tidak lagi ada upaya-upaya untuk menggali sumber-sumber pendanaan alternatif agar suatu kegiatan atau program dapat dijalankan. manakala dalam jumlah kecil saja tidak bisa menghabiskan. Dengan perkataan lain. Pendekatan yang kedua ini bahkan bisa berada pada suatu tingkatan ekstrim tertentu. judgement suatu program atau kegiatan. tidak bergantung kepada ketersediaan anggaran. Sebab. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 64  . Jika pendekatan pertama menjadikan suasana di lembaga pendidikan relatif dinamis.

Berdasarkan dua pendekatan realisasi anggaran ini. Mengecek (mengawal) proposal tersebut. dengan tembusan kepada bendaharawan. Kedua. Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh pengguna anggaran adalah sebagai berikut: 1. apakah sudah diturunkan oleh manajer pendidikan kepada bendaharawan. Bahkan ada juga yang memandang bahwa anggaran yang dialokasikan dapat berfungsi sebagai modal awal guna membesarkan sumber-sumber keuangan lembaga pendidikan. 6. beserta Manajerial ‐ KKKS  Halaman 65  . Di antara langkah-langkah tersebut. agar dapat mengunakan anggaran yang dialokasikan. Menyusun proposal kegiatan. yang membutuhkan ketrampilan konseptual lebih tinggi adalah penyusunan proposal kegiatan guna mendapatkan anggaran. tetapi sifatnya hanyalah bersifat pancingan. Mencermati jenis-jenis kegiatan yang akan dilakukan beserta rentangan waktu pelaksanaannya. Menerima pencairan anggaran dari bendaharawan. dapat dibuat pendekatan yang bersifat mixing atau konvergensi. 7. Mencermati rencana strategis dan rencana operasional lembaga pendidikan. ia harus sanggup menggali dana tambahan agar dana alokasi yang tidak mencukupi tersebut dapat menjamin terlaksananya program dan kegiatan. Yaitu bahwa anggaran memang telah dialokasikan. Oleh karena bersifat pancingan. pembangunan) dan cara pertanggungjawaban penggunaannya. Proposal kegiatan yang diajukan tersebut. Pertama. 2. Mencermati anggaran yang telah dialokasikan pada masing-masing kegiatan berikut sifatnya (rutin. 3. 5. maka pelaksana program atau kegiatan harus melakukan satu atau dua aktivitas berikut. maka tidak dapat mengcover seluruh kebutuhan program dan kegiatan. dengan sendirinya harus memedomani renstra dan renop yang telah ada. Karena itu.. 4. ia harus sudah punya self financing atau dana mandiri sehingga program atau kegiatan yang akan dilakukan dapat direalisasikan. jika pendekatan ini yang dipakai. Mengajukan proposal kegiatan kepada manajer pendidikan.

2. bagi bendaharawan yang akan mengeluarkan dana. maka keseluruhan aspek tersebut juga hendaknya disertakan dalam pelaporan. Jenis kegiatan. Tujuan kegiatan. program dan kegiatan. Organisasi panitia. kebijakan. Dalam pelaporan tersebut. 8. Seluruh realisasi penggunaan sumber daya keuangan pendidikan haruslah dilaporkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. termasuk dari sumber lain. Alokasi kebutuhan anggaran. Yang sepatutnya tercantum dalam proposal kegiatan sebagai berikut: 1. kejujuran dan akontabilitas/responsibilitas. Dasar kegiatan beserta konsiderannya dilihat dari seluruh peta dan payung kegiatan. 7. tidak bisa dilepaskan dari visi-misi. Rasional atau urgensi kegiatan serta posisinya dalam payung besar program. meskipun penonjolannya tetap Manajerial ‐ KKKS  Halaman 66  . Yang dimaksud dengan akontabilitas atau responsibilitas adalah pertanggungjawaban pemakai keuangan kepada pihak-pihak yang memberikan dana. 9. 4. 3. Sumber-sumber anggaran yang dibutuhkan. Apa saja yang termuat dalam pelaporan sumber daya keuangan? Mengingat penggalian sumber daya keuangan pendidikan beserta dengan alokasi dan realisasi pengeluarannya. ada dasar yang dapat dipergunakan sebagai alasan untuk mengeluarkan anggaran. hendaknya mengindahkan prinsip-prinsip transparansi. 6.dengan pagu anggaran yang telah tercantum pada masing-masing program. 5. Hasil yang ingin dicapai. Dengan demikian. Waktu pelaksanaan. Yang dimaksud dengan transparansi meliputi hal-hal adalah adanya keterbukaan dari mereka yang bertanggungjawab terhadap penggunaan keuangan pendidikan.

Kemukakan dengan bahasa Anda sendiri tentang prinsip-prinsip yang harus dipedmani dalam mengelola keuangan! 3. dan upayakan agar strategi penggalian tersebut tidak bertenangan dengan aturan perundang- undangan yang berlaku! E. bahwa ada format-format tertentu yang harus dipergunakan.diberikan pada sumber-sumber yang didapat. Kemukakan sumber-sumber keuangan tetap di SD Anda. C. Jika tidak terdapat ketentuan format yang harus diisi serta dipergunakan dalam pelaporan. Tugas Latihan Individual 1. sebanyak dua halaman kwarto! Manajerial ‐ KKKS  Halaman 67  . REFLEKSI Buatlah refleksi individual mengenai kompetensi manajerial yang harus Anda kuasai selaku kepala sekolah. Sebutkan konsep pengelolaan keuangan! 4. realisasi pengeluaran dan bukti-bukti pendukungnya. Sebaliknya jika terdapat suatu ketentuan. Latihan Kelompok Diskusikan dalam kelompok tentang berbagai strategi penggalian sumbersumber keuangan alternatif di sekolah dasar. Apa yang Anda ketahui tentang asas umum mengenai pengelolaan keuangan! 5. Apa yang Anda ketahui tentang manajemen keuangan? 2. maka pihak yang bertangungjawab dalam pengeluaran keuangan beserta dengan bendaharawan lembaga pendidikan harus menggunakan format tersebut dengan baik. maka bendaharawan dan yang bertangungjawab dalam pengeluaran keuangan di lembaga pendidikan tersebut haruslah membuat format tersendiri. alokasi. dan dapatkah sumber-sumber alternatifnya digali? D.

Depdiknas. Jakarta: Dittendik Ditjen Mutendik. Jakarta: Bumi Aksara. Imron. Khusaini. 2007. 2007. Depdiknas. Djam’an. Ali. Ali. Manajemen Peserta Didik. Bahan Diktlat Manajemen Pendidikan. Satori. Malang: Jurusan AP FIP UM. 2009. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Jakarta: Depdiknas. 2007. Direktorat PLP Depdiknas. Pengorganisasian Sekolah. 2007. Bahan Diktlat Manajemen Pendidikan. 2005. Bahan Diktlat Manajemen Pendidikan. Imron. Jakarta: Dittendik Ditjen Mutendik. Manajerial ‐ KKKS  Halaman 68  . Manajemen Pemberdayaan SDM Persekolahan. Ali. Malang: Universitas Negeri Malang. 2009. Manajemen Tingkat Satuan Pendidikan.DAFTAR PUSTAKA Burhanudin. Praktik dan Riset Pendidikan. Depdiknas. Manajemen Perubahan. Manajemen: Teori. Imron. Jakarta: Dittendik Ditjen Mutendik. Usman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful